Aplikasi Supply Chain Management - DOC by ics51889

VIEWS: 1,321 PAGES: 9

More Info
									                                MAKALAH ICT

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sejalan dengan akan diterapkan era pasar bebas regional baik Asean Free Trade Area
(AFTA) tahun 2003, Asia Pasific Economic Community (APEC) tahun 2010, maupun
World Trade Organization (WTO) tahun 2020, maka seluruh sumberdaya bisnis yang
ada di Indonesia harus dapat mempersiapkan diri agar dapat berkompetisi secara
bebas dan sehat.
Pada saat era pasar bebas diterapkan, akan banyak hal terjadi dimana tidak pernah
terbayangkan sebelumnya. Nelayan Muncar dapat memperoleh kredit pemilikan kapal
dari Bank of Thailand, tukang cukur professional dari Malaysia, maupun produk hasil
pertanian dari Malaysia, hal-hal tersebut menjadi tantangan bagi kita untuk
meningkatkan produk dan layanan agar mampu bersaing dengan produk sejenis dari
negara lain.
Proteksi bisnis tidak akan diperoleh secara langsung dari pemerintah, setiap pelaku
bisnis dituntut agar dapat bersaing dan berkompetisi secara sehat dengan competitor
dari negara lain untuk bersaing memperebutkan pasar regional. Bilamana pelaku
bisnis domestic tidak memiliki kemampuan untuk berkompetisi secara sehat maka
potensi pasar yang ada akan dengan mudah diambil alih oleh competitor dari negara
lain.

Agar dapat berkompetisi secara sehat maka perlu dilakukan langkah-langkah strategis
untuk mengantisipasi dan menjawab tantangan yang dihadapi. Peningkatan mutu
produk dan layanan akan menjadi focus utama guna meningkatkan kualitas kepuasan
konsumen sebagai tolok ukur pencapaian keberhasilan bisnis. Selain itu peningkatan
efisiensi dan efektifitas pengelolaan perusahaan akan meningkatkan laba disisi
perusahaan serta pengurangan biaya yang akan membawa manfaat pada harga jual
produk dan jasa yang lebih kompetitif.

B. Tujuan
Manfaat apa yang sebenarnya ingin dicapai dengan pemanfaatan teknologi informasi?
Tujuan utama yang ingin dicapai melalui pemanfaatan teknologi dan sistem informasi
diantaranya adalah :
1. Peningkatan kualitas produk dan layanan;
2. Mempercepat dan mengefektifkan proses bisnis perusahaan;
3. Meningkatkan efisiensi;
4. Meningkatkan produktifitas dan kualitas SDM.

Dalam arti sebenarnya sasaran yang ingin dicapai melalui implementasi teknologi dan
Sistem Informasi adalah guna menjawab tantangan yang dihadapi oleh perusahaan
terutama dalam rangka menghadapi era pasar bebas yaitu:
- Kepuasan konsumen;
- Good Corporate Governance;
- Peningkatan Bisnis;
- Optimalisasi Proses Bisnis;
- Kemitraan;
- SDM
Guna mencapai sasaran yang ingin dituju, dibutuhkan suatu sistem informasi yang
memenuhi criteria-kriteria sebagaimana dijelaskan sebagai berikut :
a. Reliability, Availability;
b. Transparancy, Accuracy;
c. Scalability
d. Optimalisasi
e. Reusability
f. Flexibility, Interoperability
g. Integrasi
h. Field Proven
i. Best Practise
j. Knowledge Enhancement
k. Competency Match
Seluruh criteria sebagaimana dijelaskan diatas akan menjadi tolok ukur penilaian
apakah suatu aplikasi dapat memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan oleh
pihak manajemen perusahaan.

C. Identifikasi Bisnis Telekomunikasi Di Pasar Bebas
Bisnis telekomunikasi adalah merupakan salah satu bisnis yang memiliki nilai
profitabilitas yang tinggi. Pelaku bisnis telekomunikasi di pasar asia adalah
merupakan korporasi yang termasuk dalam kelompok bisnis dengan prestige yang
tinggi. Singapore Telecom dan Korean Telecom merupakan contoh pelaku bisnis di
bidang telekomunikasi yang telah berhasil untuk bermain di pasar bebas regional.
Selain itu dengan adanya perkembangan teknologi dan konvergensi media
komunikasi, maka percaturan bisnis telekomunikasi berkembang menjadi lebih jauh
bukan hanya sekedar layanan Plain Old Telephone System (POTS) melainkan telah
beralih menjadi layanan berbasis Teknologi Informasi terutama bagi pengembangan
IP Based Telephony, Asynchronous Digital Subscriber Line (ADSL) dan Video
Digital Subscriber Line (VDSL) sebagai tulang punggung komunikasi berpita lebar
(Broadband).
Para pelaku bisnis di bidang telekomunikasi tersebut akan berusaha untuk membuka
pasar baru mengingat potensi pasar yang telah mencapai titik jenuh (Saturated) di
negara masing-masing. Indonesia dengan 220 juta penduduk dan China dengan lebih
dari 1 milyar penduduk memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk
dikembangkan menjadi suatu pasar produktif dan menjadi sumber penerimaan
perusahaan yang signifikan. Hal ini akan menjadi ancaman bagi penyedia layanan
domestic dalam hal ini PT Telekomunikasi Indonesia.

Pembelian saham pemerintah oleh Singapore Telecomunication Technology (STT)
dalam rangka divestasi PT Indonesia Satelite (Indosat) adalah merupakan salah satu
contoh nyata dari rencana pelaku pasar asing untuk meraih pasar dalam negeri di
Indonesia. Pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan tidak dapat mengatur
masuknya pelaku bisnis asing melalui akusisi perusahaan swasta nasional dalam
bidang telekomunikasi agar dapat berkiprah dalam bisnis telekomunikasi di Indonesia.
Selain itu dengan perkembangan teknologi saat ini sarana catu daya listrik dapat
menjadi media telekomunikasi baru dengan menggunakan Power Line
Communication (PLC). Hal ini telah menimbulkan potensi kompetisi baru yang
mungkin akan membawa pengaruh di masa mendatang terutama pada saat teknologi
alternative tersebut telah mencapai tahap yang matang (Mature). Perusahaan Listrik
Negara (PLN) telah mulai mencoba untuk mengembangkan teknologi PLC melalui
anak perusahannya Commnet Plus.
Perkembangan teknologi nirkabel (Wireless) serta berubahnya budaya masyarakat
yang semakin bersifat dinamis (mobile) telah meningkatkan penggunaan telephone
genggam (Mobile phone) hingga menyamai pemakai telephone tetap (Fixed Line) dan
akan terus berkembang dimasa mendatang. Bisnis telekomunikasi nirkabel telah
berubah dari layanan komunikasi alternative menjadi layanan komunikasi utama dan
berkembang tidak saja untuk layanan suara (Voice) tetapi juga menjadi data (SMS,
EMS, MMS, WAP dan GPRS).
Hal lain yang patut menjadi bahan pertimbangan adalah meningkatnya pemahaman
konsumen atas kualitas layanan yang diberikan. Tuntutan konsumen atas peningkatan
layanan mulai dari pendaftaraan pelanggan baru, instalasi, pemanfataan sehari-hari
hingga pemeliharaan dan penanganan gangguan, telah menjadi tolok ukur penilaian
kepuasan pelanggan atas layanan yang diberikan. Sejalan dengan hal itu kesadaran
masyarakat baik pengguna pribadi maupun korporasi akan Service Level Guarantee
telah menuntut penyedia jasa telekomunikasi untuk bertindak lebih professional dan
proaktif terhadap kebutuhan konsumen.
Spektrum perkembangan bisnis dibidang telekomunikasi sebagaimana dijelaskan
diatas harus menjadi masukan berharga bagi PT Telkom agar dapat meningkatkan
kinerja perusahaan, kualitas produk dan layanan serta efisiensi dan efektifitas
manajemen guna meningkatkan nilai kompetisi perusahaan agar dapat bersaing secara
sehat dengan competitor lain baik di pasar domestic maupun regional.

D. Tantangan Bisnis Telkomunikasi Di Pasar Bebas
Dengan melihat kepada perkembangan bisnis telekomunikasi di pasar bebas regional,
maka dapatlah kiranya kita mengidentifikasi tantangan yang harus dihadapi oleh PT
Telkom dalam mempertahankan existensinya untuk berkompetisi dipasar bebas.
Beberapa tantangan dimaksud diantaranya adalah:
1. Regulasi pemerintah yang membuka peluang terbukanya pasar dengan hanya
melakukan sedikit tindakan proteksi serta beberapa kebijakan yang telah memberikan
kesempatan kepada masukanya pemain asing telah meningkatkan kompetisi dalam
bisnis telekomunikasi di Indonesia;
2. Perkembangan teknologi sistem informasi telah mengakibatkan konvergensi media
komunikasi dari yang hanya berbasis suara menjadi data dan memuat baik suara,
gambar maupun data lainnya;
3. Peningkatan tuntutan dari pelanggan atas kualitas layanan telah meningkatkan nilai
kompetisi dari pelaku bisnis telekomunikasi. Tuntutan peningkatan layanan oleh
pelanggan dalam bentuk:
- Service
- Produk
- Pemenuhan Kebutuhan
- Metode Kerja
- Informasi
4. Model pengelolaan perusahaan yang birokratis akan menurunkan kinerja
manajemen secara keseluruhan, tuntutan akan profesionalisme dalam pekerjaan
haruslah dijadikan sebagai tantangan bagi seluruh karyawan Telkom guna mendukung
peningkatan kinerja manajemen perusahaan.
5. Perkembangan teknologi yang sedemikian cepat juga telah menjadi tantangan
tersendiri yang harus dapat dijawab oleh PT Telkom agar senantiasa dapat
berkompetisi dengan pelaku bisnis telekomunikasi lainnya.;
6. Peningkatan kebutuhan akan jaringan komunikasi data oleh pihak swasta dan
pemerintahan dalam pengembangan e-business dan e-government telah menambah
tantangan yanga harus dijawab oleh PT Telkom agar dapat senantiasa memimpin di
depan sebagai penyedia layanan telekomunikasi berskala internasional.

Seluruh tantangan sebagaimana dijelaskan diatas haruslah dijawab dengan sikap arif
dan bijaksana serta dengan langkah-langkah proaktif secara terencana dan terarah
guna memanfaatkan seluruh sumberdaya yang tersedia guna menjawab setiap
tantangan yang akan dihadapi di pasar bebas regional.

E. Peranan Teknologi Informasi Bagi Bisnis Telekomunikasi
Bisnis dibidang telekomunikasi memiliki kaitan yang sangat erat dengan pemanfaatan
teknologi informasi. Tidak saja berperan sebagai media operasi telekomunikasi tetapi
juga menyangkut fungsi sebagai pendukung manajemen. Pelaku bisnis
telekomunikasi akan sangat mengenal peranan teknologi informasi dalam rangka
pengelolaan jaringan, sistem tagihan, persediaan, dan beragam aplikasi lain yang
terkait dengan kegiatan operasi serta sistem keuangan, personalia dan beragam
aplikasi lain yang terkait dengan kegiatan manajemen.
Sejalan dengan perkembangan sistem informasi yang berkaitan dengan manajemen,
pada saat ini telah berkembang aplikasi bisnis yang terkait dengan manajemen
perusahaan sebagai pengembangan dari sistem informasi manajemen sebagaimana
telah dikenal sebelumnya. Aplikasi bisnis tersebut telah menjadi tren manajemen saat
ini dan tidak saja dimanfaatkan oleh bisnis telekomunikasi melainkan juga oleh
seluruh pelaku bisnis di dunia.

Aplikasi –aplikasi tersebut memiliki peran yang berbeda dengan dengan sasaran yang
berbeda pula. Aplikasi sebagaimana dimaksud adalah:
1. Enterprise Resource Planning
Enterprise Resources Planning (ERP) adalah merupakan aplikasi terpadu yang
memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal pengelolaan
sumberdaya perusahaan yaitu :
- Keuangan
- Sumberdaya Manusia
- Logistik
Ketiga sumberdaya tersebut akan membentuk sistem informasi back office bagi
perusahaan dalam rangka mendukung kegiatan bisnis utama. Adapun definsi ERP
adalah “ Suatu solusi terpadu yang melibatkan pengelolaan sumberdaya organisasi
baik Manusia, Uang, Material dan Manajemen dengan memanfaatkan basis data yang
terintegrasi sehingga hanya dibutuhkan satu kali input data untuk setiap transaksi dan
akan berpengaruh dengan fungsi lain didalam modul sistem informasi”;
ERP telah secara luas dimanfaatkan, dengan beragam solusi yang dibangun dan
ditawarkan oleh vendor sistem informasi, hampir 70% perusahaan yang tergabung
dalam fortune 500 memanfaatkan ERP sebagai tulang punggung sistem informasi
mereka.

2. Supply Chain Management
Supply Chain Management (SCM) adalah merupakan aplikasi terpadu yang
memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal pengadaan
barang dan jasa bagi perusahaan sekaligus mengelola hubungan diantara mitra untuk
menjaga tingkat kesediaan produk dan jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan secara
optimal. SCM memiliki keterkaitan secara langsung dengan ERP terutama dari sisi
Logistik Perusahaan, pembelian dan hutang serta manajemen mitra.

Adapun definsi SCM adalah “ Suatu solusi terpadu yang melibatkan pengelolaan
sumberdaya organisasi atas kebutuhan barang dan jasa dan juga meliputi manajemen
para mitra dengan memanfaatkan basis data yang terintegrasi dan bertujuan untuk
menjamin terpenuhinya tingkat kebutuhan material suatu organisasi”;

3. Customer Relationship Management
Customer Relationship Management (CRM) adalah merupakan aplikasi terpadu
memberikan dukungan sistem informasi kepada manajemen dalam hal hubungan
kepada pelanggan dengan memiliki keterkaitan yang erat secara langsung dengan
ERP terutama dari sisi penjualan, serta piutang. CRM lebih berfokus kepada upaya
untuk memahami kebutuhan pelanggan agar dapat diberikan layanan secara cepat dan
tepat.
Adapun definsi CRM adalah “ Suatu solusi terpadu yang melibatkan pengelolaan
sumberdaya organisasi meliputi manajemen para pelanggan dengan memanfaatkan
basis data yang terintegrasi dan bertujuan untuk menjamin terpenuhinya tingkat
kebutuhan pelanggan akan barang dan jasa serta meningkatkan kualitas hubungan
antara organisasi dengan pelanggan”

4. Enterprise Application Integration
Pada saat implementasi suatu sistem informasi dilakukan seringkali akan ditemui
masalah yang menyangkut integrasi dengan sistem yang telah ada, dimana sistem
yang telah ada masih memiliki manfaat yang signifikan sehingga akan lebih efisien
dan efektif bilamana sistem tersebut dipertahankan. Permasalahan lain menyangkut
integrasi sistem informasi adalah meliputi integrasi beberapa sistem yang berbeda
sebagai konsekuensi pemilihan aplikasi yang berbeda untuk setiap fungsi perusahaan
sesuai dengan kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing vendor. Sebagai contoh
diantaranya adalah SAP untuk ERP, Siebel untuk CRM dan Baan untuk SCM.
Biasanya solusi yang dipilih adalah menggunakan interfacing dengan menggunakan
API, tetapi hal ini tidak dapat diandalkan terutama untuk permasalahan sistem yang
sangat kompleks. Untuk itu dibutuhkan solusi aplikasi yang mampu untuk
mengintegrasikan seluruh sumberdaya sistem informasi yang berbeda platform. Solusi
tersebut dikenal dengan istilah Enterprise Application Integration (EAI).

Keempat aplikasi sebagaimana dijelaskan diatas akan menjadi tulang punggung
sistem informasi manajemen perusahaan yang teritegrasi dengan kegiatan operasional
perusahaan seperti Billing system, Network Maintenance System dan beragam
aplikasi operasional lainnya. Aplikasi terakhir selain keempat aplikasi bisnis
sebagaimana dimaksud diatas adalah Decision Support Sistem (DSS), sebagai muara
dari keseluruh sistem yang bertujuan untuk memberikan dukungan sistem informasi
kepada manajemen perusahaan dalam rangka pengambilan keputusan. DSS akan
menjadi aplikasi terminasi dari alur informasi yang terjadi mulai dari transaksi hingga
pengambilan keputusan ditingkat manajemen puncak perusahaan.
Gambaran hubungan diantara keempat aplikasi sebagaimana dijelaskan diatas dalam
kaitannya dengan Decision Support System adalah sebagai berikut:

Gambar 1
Kerangka hubungan diantara aplikasi bisnis
Berdasarkan kepada pengambaran dalam ilustrasi diatas jelas terlihat peranan aplikasi
bisnis yang sedemikian penting guna mendukung pengambilan keputusan ditingkat
manajemen.
Selain aplikasi sebagaimana dijelaskan diatas dan sejalan dengan perkembangan
internet, aplikasi bisnis perusahaan berkembang dengan memanfaatkan sumberdaya
informasi yang tersedia di internet dengan membangun aplikasi yang dikenal dengan
istilah e-Commerce dan e-Business. Perkembangan aplikasi e-business telah
menghasilkan aplikasi-aplikasi baru yang secara intensif memanfaatkan sumberdaya
internet sebagai media bagi perusahaan untuk melaksanakan transaksi bisnis beberapa
aplikasi diantaranya e-Procurement, e-Payment, e-Document dan aplikasi pendukung
seperti halnya Public Key Infrastruktur telah menjadikan internet sebagai suatu pasar
baru yang hampir tanpa batas.

BAB II
STRATEGI INFORMASI TEKNOLOGI

A. STRATEGI PENGEMBANGAN IT DALAM MENDUKUNG BISNIS
TELEKOMUNIKASI

Dalam mengembangkan teknologi dan sistem informasi guna mendukung bisnis
telekomunikasi, dibutuhkan strategi terbaik guna mengarahkan, merencanakan,
mengembangkan dan mengimplementasikan solusi sistem informasi terbaik yang
diharapkan dapat mendukung manajemen perusahaan dengan hasil yang memuaskan.
Guna menyusun suatu strategi yang tepat maka perlu dibangun kerangka berfikir
secara sistematis untuk memudahkan bagi setiap pihak yang terkait dengan
pengembangan sistem informasi agar memiliki kesamaan visi dan gerak langkah
dalam mengembangkan dan mengimplementasikan Teknologi dan sistem Informasi
dalam mendukung bisnis telekomunikasi.

Strategi pengembangan disusun dalam suatu kerangka yang sistematis dengan urutan
sebagai berikut :
1. Menyusun suatu kerangka konseptual pengembangan sistem informasi;
Di dalam kerangka konseptual akan disusun landasan kerangka pemikiran mengenai
pengembangan sistem informasi dan akan meliputi kerangka :
a. Suprastruktur meliputi Kepemimpinan, Regulasi dan SDM;
b. Infrastruktur
c. Infostruktur
d. Arsitektur dan Integrasi Aplikasi
e. Manajemen Proses Bisnis
f. Manajemen Sistem Informasi
g. Unit Pelaksana Teknis
h. Simpul Integrasi Informasi
i. E-Business

Dimana gambaran atas kerangka konsep sebagaimana dimaksud dapat disajikan
dalam ilustrasi sebagai berikut :

Gambar 2
Kerangka Konsep Pengembangan Sistem Informasi
Dengan memperhatikan kerangka konsep diatas dapat kita ajukan beberapa
pertanyaan mendasar menyangkut beberapa hal :
a. Apakah komitment dari pimpinan dan apakah regulasi telah mendukung?
b. Apakah SDM telah dipersiapkan?
c. Apakah infrastruktur telah tersedia?
d. Apakah Data telah terstruktur?
e. Apakah Arsitektur Aplikasi telah dimiliki?
f. Apakah Unit Pelaksana Teknis telah disiapkan?
g. Apakah Manajemen Sistem informasi telah disusun?

Seluruh pertanyaan tersebut akan mengarahkan penyusunan kerangka konseptual agar
dapat memahami kondisi dan permasalahan yang ada dilapangan.

2. Membangun suatu cetak biru sistem informasi;
Bilamana kerangka konseptual telah tersusun maka tahapan selanjutnya adalah
menyusun cetak biru pengembangan sistem informasi. Cetak biru ini akan memuat
penjabaran teknis atas kerangka konseptual dan menjadi acuan teknis utama dalam
mengembangkan sistem informasi bagi manajemen perusahaan. Cetak biru akan
disusun mengikuti alur kerangka konseptual yang telah disusun sebelumnya.

3. Menyusun solusi pentahapan;
Tahapan selanjutnya setelah penyusunan Cetak biru adalah menyusun solusi
pentahapan dimana disusun langkah-langkah pengembangan yang terdiri atas:
- Mapping Kondisi Existing
- Penetapan Kebutuhan
- Pemilihan Solusi
- Penyusunan Rencana Implementasi

4. Implementasi sistem informasi;
Kegiatan Implementasi akan terdiri atas kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
- Pengembangan
- Pengujian
- Instalasi
- Operasi
- Pemeliharaan

Keempat tahapan tersebut akan menentukan keberhasilan dalam pengembangan
Teknologi dan Sistem Informasi bagi bisnis perusahaan.
Perlu untuk disampaikan bahwa dalam menetapkan strategi implementasi sistem
informasi pada manajemen perusahaan, perlu dijadikan bahan pertimbangan hal-hal
sebagai berikut :
a. Manajemen perubahan perlu untuk diterapkan mengingat bahwa penerapan suatu
sistem yang baru akan mengubah proses bisnis yang selama ini berjalan. Faktor
sumberdaya manusia akan menentukan keberhasilan implementasi sistem informasi;
b. Fokus utama yang harus dikembangkan terlebih dahulu adalah back office
perusahaan, dalam hal ini ERP harus dikembangkan terlebih dahulu dibandingkan
SCM dan CRM. Hal ini disebabkan oleh adanya suatu fakta bahwa muara seluruh
transaksi adalah di ERP, khususnya berkaitan dengan masalah keuangan;
c. Integrasi sistem informasi akan menjadi perhatian yang sangat penting, hal ini guna
mencegah pengembangan sistem yang tidak terarah, sendiri-sendiri dan
mengakibatkan pulau-pulau informasi yang pada ujungnya akan berakibat kepada
kegagalan pengembangan sistem informasi itu sendiri. Pemanfaatan teknologi yang
telah ada pada saat ini sekiranya dapat membantu untuk memecahkan persoalan
integrasi yang selama ini selalu menjadi momok yang menakutkan.

Sejalan dengan perkembangan e-commerce dan e-business saat ini maka pemanfaatan
sumberdaya internet diharapkan akan meningkatkan kemampuan perusahaan untuk
berkompetisi sekaligus meningkatkan efisiensi dan efektifitas menajemen perusahaan.
Salah satu aplikasi yang terkait dengan e-business diantaranya adalah aplikasi e-
Marketplace.
Aplikasi e-Marketplace dengan beragam modul aplikasi yang ada didalamnya
termasuk e-Auction, e-Biding, e-Directory, e-Payment dan beragam aplikasi lainnya
akan membuka sistem procurement yang selama ini berjalan agar menjadi lebih
transparan, cepat dan tepat sasaran. Implementasi e-marketplace diharapkan mampu
untuk mendukung pelaksanaan pengadaan barang dan jasa yang dibutuhkan dalam
kegiatan operasi perusahaan dan dapat diperoleh secara cepat, tepat, efektif dan
efisien. Penerapan aplikasi e-Marketplace akan menjadi lebih efektif bilamana
terintegrasi dengan aplikasi SCM yang dimiliki oleh perusahaan.
Dengan penerapan e-marketplace tujuan utama yang ingin dicapai adalah agar
Telkom dapat memperoleh barang dan jasa dengan harga yang murah tetapi dengan
jaminan kualitas terbaik dan dilakukan dengan proses pengadaan yang transparan.
Dengan harga barang pendukung kegiatan operasi yang murah, diharapkan Telkom
dapat meningkatkan sisi kualitas pelayanan atau menurunkan tariff telekomunikasi
sebagai manfaat langsung dari penurunan harga pokok produksi jasa telkomunikasi.
Aplikasi lain yang dapat dimanfaatkan adalah dengan memanfaatkan CRM untuk
membangun hubungan secara online dengan pelanggan dalam bentuk myTelkom web
site pribadi pelanggan, e-Complain untuk keluhan pelanggan, e-billing untuk
penagihan dan beragam aplikasi lain yang dapat diterapkan disisi CRM dalam konteks
sistem informasi bisnis perusahaan. Manfaat yang ingin dirasakan melalui penerapan
CRM berbasis online diantaranya adalah adanya kemampuan Telkom untuk dapat
memahami kebutuhan setiap pelanggan baik yang bersifat pribadi maupun korporasi
sehingga diharapkan akan meningkatkan kualitas pelayanan melalui penetapan
prioritas layanan yang berbeda untuk setiap pelanggan.

BAB III
PENUTUP

Dengan demikian kita dapat melihat kepada nilai strategis yang dimiliki oleh sistem
informasi dalam mendukung PT Telkom guna berkompetisi di pasar bebas regional
dalam bisnis telekomunikasi. Besar harapan kami agar dapat lah kiranya makalah ini
menjadi suatu bahan renungan dan memberikan masukan berharga bagi penerapan
teknologi dan sistem informasi di PT Telkom guna menunjang keberhasilan
perusahaan dalam bersaing di pasar bebas.

KESIMPULAN
Berdasarkan kepada pemaparan diatas tergambarkan nilai strategis yang dimiliki oleh
teknologi dan sistem informasi guna mendukung kemampuan PT Telkom agar
mampu untuk bersaing dalam pasar yang kompetitif. Focus utama yang patut menjadi
perhatian adalah bahwa dengan memanfaatkan teknologi informasi diharapkan:
1. Akan meningkatkan kualitas produk dan layanan yang diberikan oleh PT Telkom
khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan sarana telekomunikasi baik berupa
suara maupun data;
2. Meningkatkan pemahaman atas kebutuhan konsumen sehingga dapat diperoleh
gambaran profil konsumen secara umum agar dapat ditentukan sasaran yang menjadi
prioritas dalam pengembangan infrastruktur jaringan dan jenis layanan yang
diberikan;
3. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan sumberdaya yang
dimiliki oleh perusahaan sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan kinerja
manajemen secara menyeluruh.

Ketiga hal tersebut mencerminkan peran strategis yang dimiliki oleh teknologi
informasi terutama dalam rangka memanfaatkan aplikasi bisnis berupa :
- Enterprise Apllication Planning
- Supply Chain Management
- Customer Relationship Management
- Enterprise Application Integration
Sehingga akan memberikan manfaat guna mencapai tiga hal utama yang menjadi
focus utama dalam pengembangan sistem informasi manajemen.

BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

1. Cahyana Ahmadjayadi Deputi Bidang Jaringan Komunikasi dan Informasi
Kementerian
Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 2003
2. Materi TOT Technologi Information & Communication oleh Unesco dan Pusnas RI
di
Yogyakarta 1999
3. Model Implementasi Protokol OAI dalam IndonesiaDLN dan Hubungannya dengan
Digital Library di Luar Negeri oleh Rurie Muharto

								
To top