Docstoc

Pendidikan Kaltim

Document Sample
Pendidikan Kaltim Powered By Docstoc
					                       EVALUASI PEMBANGUNAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
                        DAN MADRASAH IBTIDAIYAH DI KALIMANTAN TIMUR

                                                                    Suripto 1



                                                        Abstract

Education is the right of every citizen. East Kalimantan Province has a 12-year free education program. Gross
enrollment ratios Primary School level in 2009 reached 112.30 percent and high school level GER ranked fourth
nationally. On the other hand, East Kalimantan Province also has limitations in education facilities and
infrastructure. Some barriers are factors such as land area, population distribution is uneven and limited
transportation infrastructure. With these achievements and constraints, it is necessary to evaluate the education
in East Kalimantan province? Furthermore, in conducting the evaluation used data analysis tools Envelopment
Analysis (DEA) model of Banker Charnes and Cooper (BCC) with output orientation. Results Analysis showed that
District/Municipality covers a relatively efficient Paser District, Berau District, Manilau District, Balikpapan
Municipality, Samarinda Municipality and Bontang Municipality. While the relatively inefficient covering West
Kutai District, Kutai Kartanegara District, East Kutai District, Bulungan District, Nunukan District, Penajam
Paser District, Tarakan Municipality. District/Municipality that became a reference in the increased efficiency is
Paser District, Berau District, Samarinda and Bontang Municipalities. Furthermore, the Municipality of


Key Word : evaluasi, pendidikan, efisien dan Kaltim
Samarinda is the most efficient evaluation unit and at most be a reference to increased efficiency.




A. Pendahuluan
Pendidikan layak dan berkualitas adalah hak setiap warga negara. Oleh karena itu, negara memiliki
tanggung jawab untuk menyediakan hal tesebut. Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional
(Sisdiknas) nomor 20 tahun 2003 telah memberikan jaminan pada masyarakat untuk memperoleh
pendidikan yang layak dan berkualitas. UU tersebut mengamanatkan pemerintah dan pemerintah
daerah untuk menyelenggarakan program wajib belajar (wajar) minimal tanpa dipungut biaya.
Penyelenggaraan pendidikan tersebut dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara/Daerah (APBN/D) sebesar minimal 20 persen. Oleh karena itu, beberapa pemerintah
daerah telah menyelenggarakan program pendidikan gratis, antara lain Provinsi Sumatera Selatan,
Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Kalimantan Timur ( Kaltim ),
Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi DKI Jakarta, 2 Namun demikian, Penyelenggaran Pendidikan gratis
bervariasi pada setiap pemerintah daerah, misalnya Provinasi DKI Jakarta masih membatasi
pendidikan gratis untuk sekolah negeri, sedangkan Provinsi Kaltim sudah melaksanakannya untuk
sekolah negeri maupun swasta.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Kaltim tahun 2008 –
2013, salah satu program pendidikannya adalah perluasan dan pemerataan akses pendidikan yang
bermutu melalui wajar 12 tahun 3. Untuk itu, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran 2009/2010
untuk beasiswa mencapai Rp 94.241.860.000 yang diharapkan mampu memberikan bantuan



1 Peneliti Pertama Pusat Kajian kinerja Kelembagaan Lembaga Administrasi Negara, Jl. Veteran 10 Jakarta Pusat, email :
   suripto3x@rocketmail.com atau rivto76@yahoo.co.id
2 Mendiknas: Pendidikan Dasar Gratis Bisa Dilaksanakan http://www.diknas.go.id/headline.php?id=143
3 program membangun pendidikan di Kalimantan Timur, Orasi Ilmiah Gubernur Kalimantan Timur Pada Upacara Wisuda Um Semester

   GasaL 2009/2010 http://www.um.ac.id/news/2010/03/348/
kepada 24.649 penerima yang berasal dari 14 kabupaten/kota 4. Anggaran tersebut merupakan
bagian dari komitmen pemerintah untuk menganggarkan biaya pendidikan mencapai 20% dari
total APBD Kaltim yang telah disepakati bersama dengan DPRD Kaltim, Pemkab/Pemkot beserta
DPRD masing-masing.
Pendidikan di Provinsi Kaltim menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan sejak otonomi
daerah. Data Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) tahun 2009 menunjukkan bahwa APK
SMA/SMK/MA Kaltim telah menunjukkan angka 84% dan menempati urutan ke-empat nasional
setelah DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Maluku 5. Hal ini tentunya tidak terlepas dari tersediaya
sekolah dan guru di seluruh Kaltim. Jumlah sekolah seluruh jenjang sebanyak 3.500 sekolah dengan
750.000 siswa dan 58.000 guru.

Disisi lain, Pemerintah Daerah Provinsi Kaltim juga menghadapi kendala keterbatas dalam sarana
dan prasarana pendidikan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain luasnya wilayah,
penyebaran penduduk yang tidak merata dan terbatasnya prasarana trasportasi. Faktor
transportasi misalnya belum ada jalan darat yang dapat menghubungkan antar wilayah desa dan
kecamatan, khususnya daerah kabupaten. Kondisi geografis yang relatif sulit terjangkau tersebut
tentu menjadi kendala dalam pembangunan infrastruktur sehingga penyebaran guru pun menjadi
tidak merata 6.

Dengan mendasarkan pada prestasi yang telah dicapai dan kendala yang dihadapi Provinsi Kaltim,
maka perlu dilakukan evaluasi penyelenggaraan pendidikan pada setiap kabupaten dan kota di
Provinsi Kaltim. Evaluasi tersebut penting dilakukan untuk mengetahui tingkat efektifitas dan
efisiensi dalam penyelenggaraan pendidikan. Selain itu, hasil evaluasi juga dapat dijadikan masukan
dalam perencanaan pembangunan pendidikan Provinsi Kaltim selanjutnya.

Evaluasi adalah suatu proses penilaian pada sesuatu. Evaluasi berdasarkan proses dibagi dalam
tiga tahap yakni tahap awal, tahap proses dan akhir. Evaluasi tahap awal dilakukan untuk menguji
konsep dan rencana pelaksanaan. Evaluasi proses dilakukan untuk mengawal pelaksaan kegiatan
supaya sesuai dengan rencana. Evaluasi akhir dilakukan untuk melihat tercapainya tujuan dan
dijadikan analisa masukan kegiatan berikutnya. Selanjuntya, tujuan evaluasi adalah untuk
mengetahui tingkat efektifas dan efisiensi dari suatu tahapan kegiatan 7.

Evaluasi pendidikan ini merupakan evaluasi tahap akhir. Dimana, evaluasi ini untuk melihat hasil
penyelenggaraan pendidikan tahun ajaran 2008/2009. Oleh karena itu, Evaluasi ini dilakukan
dengan menggunakan data pembangunan pendidikan di Provinsi Kaltim yang valid dan akurat.
Data yang digunakan merupakan data yang disajikan dalam Kalimantan Timur dalam Angka 2009.
Alasan penggunaan data tersebut didasarkan atas kenyakinan keakuratan data tersebut, sehingga
dengan demikian akan memberikan hasil evaluasi yang juga akurat.


4 Kaltim Salurkan Beasiswa Rp94,241 Mrilia
   http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=9938&Itemid=831
5 Kondisi Terkini Pendidikan Kaltim, Orasi Ilmiah Gubernur Kalimantan Timur Pada Upacara Wisuda Um Semester GasaL 2009/2010

   http://www.um.ac.id/news/2010/03/348/
  Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Kalimantan Timur,
http://mrtoy09.com/index.php?option=com_content&view=article&id=75:isu-isu-kritis-dalam
6


pendidikan&catid=43:artikelku&Itemid=6
  Suripto, Evaluasi Kinerja Pendidikan Dasar Kabupaten Dan Kota di Provinsi Gorontalo
7
Pendidikan di Provinsi Kaltim meliputi pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal
antara lain Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Umum (SMU), Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK), Madrasah Aliyah (MA), Perguruan Tinggi, Universitas dan lain sebagainya. Sedangkan,
pendidikan non formal antara lain kelompok belajar (kejar) paket A, kejar paket B, kursus dan
bimbingan. Oleh karena itu, Evaluasi ini dibatasi pada penyelenggaraan dasar enam tahun yang
meliputi sekolah dasar (SD) negeri, SD swasta, Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan MI swasta pada
tahun 2008.

Model evaluasi pendidikan SD dan MI dilakukan secara parsial dan komprehensip. Parsial
dilakukan dengan mengevaluasi setiap jenis sekolah, sedangkan secara komprehensip dengan
menggabungkan seluruh data sekolah secara bersama-sama. Gambar Alur evaluasi evaluasi seperti
pada gambar 1




                                              Gambar 1
                        Alur Evaluasi Pendidikan SD dan MI di Provinsi Kaltim


Evaluasi pendidikan SD dan MI Provinsi Kaltim dilakukan melalui tiga tahap. Tahap satu dilakukan
dengan mengevaluasi SD negeri, SD swasta, MI negeri dan MI swasta. Tahap dua dilakukan dengan
menggabungkan data SD negeri dan SD swata, MI negeri dan MI swasta di evaluasi secara bersama-
sama. Tahap tiga dilakukan dengan menggunakan data keseluruhan sacara bersama-sama. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui keunggulan dan kelemahan dari setiap kabupaten dan kota dalam
penyelenggaraan setiap jenis sekolah.

B. Alat Analisis
Alat analisis yang digunakan dalam evaluasi pendidikan SD dan MI di Provinsi Kaltim adalah Data
Envelopment Analysis (DEA). Dimana, DEA merupakan salah satu tool yang dapat mengukur
tingkat relative efisiensi organisasi dengan membandingkan antara input dengan output (Cooper et
al, 2006). 8 Sehingga, hasil evaluasinya adalah menentukan tingkat dan nilai efisien dan tidak efisien
DMUs. Oleh karena itu, alat ini dapat digunakan untuk mengukur organisasi publik maupun swasta.

8
 Cooper, William W., Seiford, Lawrence M., and Tone, Kaoru, (2006) Data Envelopment Analysis : A
Comprehensive Text With Models, Applications, References and Dea-Solver Software, Springer, New York, USA
Bahkan, Oyama (2008) berpendapat bahwa DEA merupakan salah satu teknik dalam operation
research yang cukup sering digunakan dalam sektor publik. Dalam DEA, objek evaluasi disebut
dengan Decision Making Unit (DMU). Dengan demikian, DMU dalam evaluasi ini adalah pemerintah
daerah kabupaten dan kota di Provinsi Kaltim.
Setiap alat analisis memiliki keunggulan dan keterbatasan. DEA sebagai alat analisis memiliki
keunggulan antara lain system kerja DEA yang relatif sederhana; memberikan peringkat dan nilai
tingkat efisiensi dari setiap DMU; memberikan nilai proyeksi dalam peningkatan efisiensi DMU;
serta mampu memberikan referensi DMU yang paling sesuai dalam meningkatkan efisiensinya.
Sedangkan limitasi DEA antara lain tidak dapat digunakan dengan angka 0 (nol).
DEA memiliki model dan jenis yang bervariasi. Salah satunya adalah model Banker, Charnes, dan
Cooper (BCC), model ini memiliki pilihan orientasi input atau output. Pengukuran dengan orientasi
input didasarkan pada upaya pengurangan penggunaan input secara proporsional dengan menjaga
tingkat ouput konstan. Sedangkan pengukuran efisiensi teknis dengan orientasi output didasarkan
pada upaya peningkatan output secara proporsional dengan menjaga tingkat input yang digunakan
konstan. Dalam evaluasi pendidikan SD dan MI Provinsi Kaltim didasarkan pada orientasi output
(DEA-BCC Output). Pemilihan model ini didasarkan atas focus yang dihasilkan dalam perbaikan
indikator output. Model BCC berorientasi output untuk DMU ke-i secara matematik dinyatakan
sebagai sebuah pemrograman linear berikut 9:
                                             max����,����   ����
                                                        �������� ≤ ��������
                                                        ������������ − �������� ≤ 0
                                              s.t.

                                                        �������� = 1
                                                        ���� ≥ 0
dengan E adalah tingkat efisiensi yang akan dihitung dan dimaksimumkan, X dan Y berturut-turut
adalah matriks input dan matriks output, xi dan yi berturut-turut adalah vektor kolom ke-i dari
matriks-matriks X dan Y yang berkaitan dengan DMU ke-i, e adalah vektor baris yang semua
elemennya 1, dan λ adalah vektor kolom dengan elemen-elemen tak negatif.
Selanjuntya, Indikator yang digunakan DEA-BCC-output meliputi indikator input dan output.
Indikator input meliputi jumlah sekolah (sklh), jumlah guru (gr), sedangkan indikator outputnya
adalah jumlah siswa (sw). Pemilihan indikator input didasarkan pertimbangkan indikator tersebut
menentukan tingkat efisiensi output. Hal lainnya yakni indikator tersebut merupakan data yang
tersaji dalam Kalimantan Timur Dalam Angka 2009, sehingga dapat disimpulkan bahwa data
tersebut menjadi indikator dalam keberhasilan pembangunan pendidikan.
Banyak indikator yang dapat menentukan efisiensi penyelenggraan pendidikan antara lain
anggaran, siswa, sekolah, kelas, fasilitas dan lain sebagainya. Namun demikian sebagaimana telah
dijelaskan diatas dalam evaluasi ini menggunakan data dalam Kalimantan Timur Dalam Angka
2009. Indikator yang digunakan sebagai input adalah jumlah sekolah dan jumlah guru, sedangkan
outputnya dalah jumlah siswa. Selanjutnya, proses evaluasi seperti pada gambar 2.




9
    Toni Bahtiar, 2009, Materi Metodologi Kajian Evaluasi Pelayanan Dasar, Pusat Kajian Kinerja Kelembagaan 2009.
                                                  Gambar 1
                                  Proses Evaluasi Dengan DEA-BCC-Output




Secara administratif Provinsi Kaltim terbagi menjadi 4 kota dan 10 kabupaten yang meliputi 136
C. Deskripsi Pendidikan SD dan MI Provinsi Kaltim

kecamatan dan 1,422 desa/kelurahan. Luas wilayah Provinsi Kaltim adalah 20.865.744 ha yang
terbagi daratan seluas 19.844.177 ha dan laut seluas 1.021.567 ha. Kabupaten dan Kota di Provinsi
Kaltim meliputi Kabupaten Berau (Kb Br), Kabupaten Bulungan (Kb Blg), Kabupaten Kutai Barat
(Kb KB), Kabupaten Kutai Kartanegara (Kb KK), Kabupaten Kutai Timur (Kb KT), Kabupaten
Malinau (Kb Mln), Kabupaten Nunukan (Kb Nn), Kabupaten Paser (Kb Pr), Kabupaten Penajam
Paser Utara (Kb PPU), Kabupaten Tana Tidung (Kb TT), Kota Balikpapan (Kt BP), Kota Bontang (Kt
Btg), Kota Samarinda (Kt Smrd), dan Kota Tarakan ( Kt Tr). Selanjuntya, penyebaran desa dan
kelurahan kabupaten dan kota seperti pada grafik 1.



                   223     227                                            224


             125                   135
                                                 109    108
                                                                 81
                                                                                   47                53
                                                                                            27                  20        15

     Kb Pr     Kb KB   Kb KK   Kb KT     Kb Br     Kb Mln   Kb Blg    Kb Nn   Kb PPU    Kt BP Kt Smrd Kt Tt          Kt Btg
                                                                                        Jumlah Desa/Kelurahan
Sumber : Kalimantan Timur Dalam Angka 2009

                                                Grafik 1
                                 Jumlah Desa/Kelurahan di Provinsi Kaltim
Penduduk Provinsi Kaltim pada tahun 2008 sebanyak 3.094.700 jiwa. 10 Penyebaran penduduk
tidak merata, Data tahun 2008 menunjukan bahwa Kota Samarida (19,50 persen), Kabupaten Kutai
Kartanegara (17,08 persen), Kota Balik Papan (16,50 persen) dan lainnya tersebar dengan kisaran
1 – 6 persen. Bila dibandingkan dengan luas wilayah, maka Kota dengan luas wilayah hanya 1,13
persen ditempati oleh penduduk sebanyak 53,83 persen. Sedangkan luas dan penduduk lainnya
tersebar di kabupaten. Penyebaran penduduk tahun 2008 seperti pada grafik 2.




                                                                                                                   603,389
                               528,702                                                                   506,915


             182,745 159,852             191,728 169,793                                                                        184,353
                                                                           114,756 132,886 126,354                                   134,027
                                                                59,200

     Kb Pr      Kb KB   Kb KK     Kb KT     Kb Br        Kb Mln    Kb Blg     Kb Nn   Kb PPU     Kt BP     Kt Smrd      Kt Tt      Kt Btg

                                                                                                                 Jumlah Penduduk

Sumber : Kalimantan Timur Dalam Angka 2009

                                                      Grafik 2
                                         Penyebaran Penduduk Provinsi Kaltim

Selanjuntya dalam bidang pendidikan, Provinsi Kaltim secara umum mengalami perkembangan
yang baik. Hal ini dapat dilihat pada Angka Partisipasi Kasar (AKP) jenjang SD tahun 2009
mencapai 112,30 persen 11. Penyebaran Penyebaran Sekolah, Guru dan Siswa SD dan MI Provinsi
Kalimantan Timur tahun 2008 seperti pada tabel 1.

                                                Tabel 1
                Penyebaran Sekolah, Guru dan Siswa SD dan MI Provinsi Kaltim tahun 2008

                                                    SD                                                           MI
                                 Negeri                           Swasta                       Negeri                        Swasta
NO    KAB/KOTA
                        Sklh      Sw         Gr          Sklh      Sw          Gr     Sklh      Sw         Gr         Sklh    Sw            Gr
1    Kb Pr               218      6,096     1,345          4        496       27       1        629        51         11        1,781       76
2    Kb KB               218     23,607     1,637          5        910       54       -         -          -         5          381        43
3    Kb KK               432     72,427     4,811         15       1,954      109      2        583        43         21        2,023       199
4    Kb KT               161     24,272     1,876         14       3,739      235      1        320        23         4          630        29
5    Kb Br               151     22,305     1,609          5       1,640      59       1        301        37         2          513         9
6    Kb Mln               86      9,861      702           -         -         -       -         -          -         1          18         12
7    Kb Blg              124     15,591     1,238          3        186       32       1        215        26         3          403        25
8    Kb Nn               125     19,008     1,058         15       1,862      108      -         -          -         9         1,164       12
9    Kb PPU               95     16,383     1,045          5        731       44       -         -          -         4          218        29
10   Kb TT                 -        -          -           -         -         -       -         -          -          -          -          -
11   Kt BP               136     52,952     2,040         49      10,056      604      1        231        40         19        3,059       161
12   Kt Smrd             198     71,756     3,266         38      10,820      639      2       1,363       114        15        3,904       145
13   Kt Tr                46     18,247      841          16       2,955      159      -         -          -         5          540        42
14   Kt Btg               31     11,823      478          27       9,358      452      -         -          -         4          635        59
Sumber : Kalimantan Timur Dalam Angka 2009




10
 Kalimantan Timur Dalam Angka 2009
11
 Penyelenggaraan Pendidikan Wajar 12 tahun, 2009-11-13, http://www.poskotakaltim.com/berita/read/2764-
masyarakat-kaltim-wajib-bangga.html
Berdasarkan Tabel 1, beberapa jenis sekolah pada kabupaten/kota tidak memiliki data seperti MI
Negeri di Kb KB, Kb Nn, Kb PPU, Kt Tr, Kt Btg; SD swasta dan MI negeri di Kb Mln; seluruhnya di Kb
TT. Dengan tidak tersedianya data tersebut maka kabupaten dan kota bersangkutan tidak
dilakukan evaluasi/diabaikan.


D. Analisis



SD negeri yang dilakukan evaluasi sebanyak 13 DMUs. Jumlah indikator input sebanyak 2 buah
Statistik dan Korelasi

yakni jumlah sekolah dan jumlah guru. Sedangkan indikator outputnya adalah jumlah siswa.
Berdasarkan Tabel 1, hasil analisis DEA menunjukan bahwa nilai sekolah maximum 432 unit dan
minimum 31 unit, maka nilai average 155.46 unit dengan standard deviasi 97.82 persen. Nilai guru
maximum 4.811 orang dan minimum 478 orang, maka nilai average 1.688,15 orang dengan
standard deviasi 1.133,26. Nilai siswa maximum 72.427 orang dan minimum 6.096 orang, maka
nilai average 28.025,23 dengan standard deviasi 21.683. Selanjuntya korelasi indikator sekolah
dengan guru sebesar 0.89, sekolah dengan siswa sebesar 0.64, guru dengan siswa sebesar 0.90.
SD swasta yang dilakukan evaluasi sebanyak 12 DMUs. Jumlah indikator input sebanyak 2 buah
yakni jumlah sekolah dan jumlah guru. Sedangkan indikator outputnya adalah jumlah siswa.
Berdasarkan Tabel 1, hasil analisis DEA menunjukan bahwa nilai sekolah maximum 49 unit dan
minimum 3 unit, maka nilai average 16.33 unit dengan standard deviasi 14.07 persen. Nilai guru
maximum 639 orang dan minimum 27 orang, maka nilai average 210,17 orang dengan standard
deviasi 216,32. Nilai siswa maximum 10.820 orang dan minimum 186 orang, maka nilai average
3.725,58 dengan standard deviasi 3.802.83. Selanjuntya korelasi indikator sekolah dengan guru
sebesar 0.96, sekolah dengan siswa sebesar 0.94, guru dengan siswa sebesar 0.99.
SD negeri dan swasta yang dilakukan evaluasi sebanyak 13 DMUs. Jumlah indikator input sebanyak
2 buah yakni jumlah sekolah dan jumlah guru. Sedangkan indikator outputnya adalah jumlah siswa.
Berdasarkan Tabel 1, hasil analisis DEA menunjukan bahwa nilai sekolah maximum 447 unit dan
minimum 58 unit, maka nilai average 170,54 unit dengan standard deviasi 98,43 persen. Nilai guru
maximum 4.920 orang dan minimum 702 orang, maka nilai average 1.882,15 orang dengan
standard deviasi 1.205,44. Nilai siswa maximum 82.576 orang dan minimum 6,592 orang, maka
nilai average 31.464,23 dengan standard deviasi 23.901,47. Selanjuntya korelasi indikator sekolah
dengan guru sebesar 0.88, sekolah dengan siswa sebesar 0.66, guru dengan siswa sebesar 0.92.
MI Negeri yang dilakukan evaluasi sebanyak 7 DMUs. Jumlah indikator input sebanyak 2 buah
yakni jumlah sekolah dan jumlah guru. Sedangkan indikator outputnya adalah jumlah siswa.
Berdasarkan Tabel 1, hasil analisis DEA menunjukan bahwa nilai sekolah maximum 2 unit dan
minimum 1 unit, maka nilai average 1,3 unit dengan standard deviasi 0,45. Nilai guru maximum
114 orang dan minimum 23 orang, maka nilai average 47.7 orang dengan standard deviasi 28,49.
Nilai siswa maximum 1.363 orang dan minimum 215 orang, maka nilai average 520.29 dengan
standard deviasi 376,26. Selanjuntya korelasi indikator sekolah dengan guru sebesar 0.68, sekolah
dengan siswa sebesar 76, guru dengan siswa sebesar 0.96.
MI Swasta yang dilakukan evaluasi sebanyak 13 DMUs. Jumlah indikator input sebanyak 2 buah
yakni jumlah sekolah dan jumlah guru. Sedangkan indikator outputnya adalah jumlah siswa.
Berdasarkan Tabel 1, hasil analisis DEA menunjukan bahwa nilai sekolah maximum 21 unit dan
minimum 1 unit, maka nilai average 7,92 unit dengan standard deviasi 6,35. Nilai guru maximum
199 orang dan minimum 9 orang, maka nilai average 64,69 orang dengan standard deviasi 60,57.
Nilai siswa maximum 3.904 orang dan minimum 18 orang, maka nilai average 1.174,54 dengan
standard deviasi 1.143,35. Selanjuntya korelasi indikator sekolah dengan guru sebesar 0.94, sekolah
dengan siswa sebesar 86, guru dengan siswa sebesar 0.82.
MI negeri dan swasta yang dilakukan evaluasi sebanyak 13 DMUs. Jumlah indikator input
sebanyak 2 buah yakni jumlah sekolah dan jumlah guru. Sedangkan indikator outputnya adalah
jumlah siswa. Berdasarkan Tabel 1, hasil analisis DEAmenunjukan bahwa nilai sekolah maximum
23 unit dan minimum 1 unit, maka nilai average 8,62 unit dengan standard deviasi 6,85. Nilai guru
maximum 259 orang dan minimum 12 orang, maka nilai average 90,38 orang dengan standard
deviasi 83,95. Nilai siswa maximum 5.267 orang dan minimum 18 orang, maka nilai average
1.454,69 dengan standard deviasi 1.463,53. Selanjuntya korelasi indikator sekolah dengan guru
sebesar 0.92, sekolah dengan siswa sebesar 83, guru dengan siswa sebesar 0.92.
Pendidikan Dasar 6 tahun yang meliputi SD negeri, SD swasta, MI negeri dan MI swasta yang
dilakukan evaluasi sebanyak 13 DMUs. Jumlah indikator input sebanyak 2 buah yakni jumlah
sekolah dan jumlah guru. Sedangkan indikator outputnya adalah jumlah siswa. Berdasarkan Tabel
1hasil analisis DEA, menunjukan bahwa nilai sekolah maximum 470 unit dan minimum 62 unit,
maka nilai average 179,15 unit dengan standard deviasi 103,84. Nilai guru maximum 5.162 orang
dan minimum 714 orang, maka nilai average 1.972,54 orang dengan standard deviasi 1.280,74.
Nilai siswa maximum 87.843 orang dan minimum 9.002 orang, maka nilai average 32.918,92
dengan standard deviasi 25.122,66. Selanjuntya korelasi indikator sekolah dengan guru sebesar
0.88, sekolah dengan siswa sebesar 68, guru dengan siswa sebesar 0.93.



                                                      Tabel 2
Nilai Efisiensi DMUs

                                Nilai Efisiensi DMUs di Provinsi Kalimantan Timur

                                SD                     MI            Sekolah Negeri dan Swasta   SD, MI Negeri
  NO    KAB/KOTA
                       Negeri        Swasta   Negeri        Swasta       SD             MI        dan SWasta
   1    Kb Pr           0.18          1.00     1.00          0.74       0.21           0.81          1.00
   2    Kb KB           0.56          0.62       x           0.29       0.62           0.37          0.82
   3    Kb KK           1.00          0.75     1.00          0.52       0.90           0.52          0.90
   4    Kb KT           0.50          0.78     1.00          0.62       0.56           0.83          0.87
   5    Kb Br           0.54          1.00     0.63          1.00       0.61           1.00          1.00
   6    Kb Mln          0.56            x        x           1.00       1.00           1.00          1.00
   7    Kb Blg          0.49          1.00     0.61          0.52       0.54           0.61          0.67
   8    Kb Nn           0.70          0.72       x           1.00       0.77           1.00          0.95
   9    Kb PPU          0.61          0.66       x           0.21       0.68           1.00          0.76
  10    Kt BP           1.00          0.95     0.46          0.78       1.00           0.76          1.00
  11    Kt Smrd         1.00          1.00     1.00          1.00       1.00           1.00          1.00
  12    Kt Tr           1.00          0.82       x           0.42       0.94           0.53          0.94
  13    Kt Btg          1.00          1.00       x           0.61       1.00           0.57          1.00
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

Hasil evaluasi SD negeri pada Tabel 2, DMUs memiliki average of scores sebesar 0.70 atau relative
belum efisien. DMUs yang memiliki nilai relative efisien meliputi Kb KK, Kt BP, Kt Smrd, Kt Tr, Kt
Btg. Sedangkan yang relative tidak efisien meliputi Kb Pr, Kb KB, Kb KT, Kb Br, Kb Mln, Kb Blg, Kb
Nn, dan Kb PPU. Selanjutnya DMU yang menjadi referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kt BP
dan Kt Btg.
Hasil evaluasi SD swasta pada Tabel 2, DMUs memiliki average of scores sebesar 0.86 atau relative
belum efisien. DMUs yang memiliki nilai relative efisien meliputi Kb Pr, Kt Br, Kb Blg, Kt Smrd, Kt
Btg. Sedangkan yang relative tidak efisien meliputi Kb KB, Kb KK, Kb KT, Kb Nn, Kb PPU, Kt BP dan
Kt Tr. Selanjutnya DMU yang menjadi referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Pr, Kb Br, Kb
Blg, Kt Smrd, Kt Btg.
Hasil evaluasi SD negeri dan swasta pada Tabel 2, DMUs memiliki average of scores sebesar 0.75
atau relative belum efisien. DMUs yang memiliki nilai relative efisien meliputi Kb Mln, Kt BP, Kr
Smrd dan Kt Btg. Sedangkan yang relative tidak efisien meliputi Kb Pr, Kb KB, Kb KK, Kb, KT, Kb Br,
Kb Blg, Kb Nn, Kb PPU dan Kt Tr. Selanjutnya DMU yang menjadi referensi dalam peningkatan
efisiensi adalah Kb BP, Kt Smrd dan Kb Btg.
Hasil evaluasi MI negeri pada Tabel 2, DMUs memiliki average of scores sebesar 0.86 atau relative
belum efisien. DMUs yang memiliki nilai relative efisien meliputi Kb Pr, Kb KK, Kb KT dan Kt Smrd.
Sedangkan yang relative tidak efisien meliputi Kb Br, Kb Blg dan Kt BP. Selanjutnya DMU yang
menjadi referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Br, Kb Blg, dan Kt BP.
Hasil evaluasi MI swasta pada Tabel 2, DMUs memiliki average of scores sebesar 0.67 atau relative
belum efisien. DMUs yang memiliki nilai relative efisien meliputi Kb Br, Kb Mln, Kb Nn dan Kt Smrd.
Sedangkan yang relative tidak efisien meliputi Kb Pr, Kb KB, Kb KK, Kb KT, Kb Blg, Kb PPU, Kb BP,
Kt Tr, dan Kt Btg. Selanjutnya DMU yang menjadi referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb
Br, Kb Blg, dan Kt BP.
Hasil evaluasi MI negeri dan swasta pada Tabel 2, DMUs memiliki average of scores sebesar 0.77
atau relative belum efisien. DMUs yang memiliki nilai relative efisien meliputi Kb Br, Kb Mln, Kb
Nn, Kb PPU, dan Kt Smrd. Sedangkan yang relative tidak efisien meliputi Kb Pr, Kb KB, Kb KK, Kb
KT, Kb Blg, Kt BP, Kt Tr dan Kt Btg. Selanjutnya DMU yang menjadi referensi dalam peningkatan
efisiensi adalah Kb Br, Kb Nn dan Kt Smrd.
Hasil evaluasi Pendidikan Dasar 6 tahun yang meliputi SD negeri, SD swasta, MI negeri dan MI
swasta pada Tabel 2, DMUs memiliki average of scores sebesar 0.77 atau relative belum efisien.
DMUs yang memiliki nilai relative efisien meliputi Kb Pr, Kb Br, Kb Mln, Kt BP, Kt Smrd dan Kt Btg.
Sedangkan yang relative tidak efisien meliputi Kb KB, Kb KK, Kb KT, Kb Blg, Kb NN, Kb PPU dan Kt
Tr. Selanjutnya DMU yang menjadi referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Pr, Kb Br, Kt Btg
dan Kt Smrd.



1. Kb Pr
Proyeksi Peningkatan Efisiensi DMUs



Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kb Pr telah relative efisien. Data pada
Indikator input dan indikator output telah sesuai dengan hasil proyeksi DEA, sehingga tidak
memerlukan perubahan data. Nmaun demikian, hasil evaluasi berdasarkan jenis sekolah
menunjukan bahwa dua jenis telah relative efisien dan dua lainnya relative tidak efisien (lihat tabel
2). Proyeksi peningkatan efisiensi SD Negeri dan MI Swasta seperti pada Tabel 3.
                                                       Tabel 3
                                               Data dan Proyeksi Kb Pr
                                          SD                                                MI
    Kb Pr                Negeri                      Swasta                Negeri                        Swasta
                   Data       Proyeksi          Data       Proyeksi   Data       Proyeksi        Data             Proyeksi
Sekolah             218         89,28             4            4       1             1             11                11
Guru               1.345        1.345            27           27       51           51             76                76
Siswa              6.096      3.4651,97         496          496      629          629           1.781            2.406.35
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD Negeri Kb Pr untuk meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa dan
mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 34.651 orang.
Sehingga dengan demikian, Kb Pr perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 28.556 orang atau
468.44 persen. Sedangkan, proyeksi jumlah sekolah yang efisien adalah sebanyak 89,28. Sehingga
dengan demikian, Kb Pr memiliki kelebihan sekolah sebanyak 129 unit atau 59 persen.
Selanjutnya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kt BP dan Kt
Btg.
MI Swasta Kb Pr dalam meningkatkan efisiensinya adalah dengan meningkatkan jumlah siswa.
Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah 2.407 orang. Sehingga dengan demikian, Kb Pr perlu
meningkatkan jumlah siswa sebesar 626 orang atau 35,11 persen. Selanjutnya, DMUs yang dapat
dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Br, Kb Nn dan Kt Smrd.

2. Kb KB
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kb KB relative belum efisien. Hal ini
ditunjukan dengan penyelenggaraan SD negeri dan SD swasta serta MI swasta yang relatif belum
efisien (lihat tabel 2). Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang relatif belum efisien seperti pada
Tabel 4.
                                                       Tabel 4
                                               Data dan Proyeksi Kb KB
                                          SD                                              MI
    Kb KB                Negeri                      Swasta               Negeri                      Swasta
                   Data        Proyeksi         Data      Proyeksi   Data      Proyeksi        Data         Proyeksi
   Sekolah          218          109              5           5       x           x             5               5
    Guru           1.637        1.637            54          54       x           x             43             41
    Siswa         23.607        42.341          910         1.462     x           x            381           1.296
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD Negeri di Kb KB untuk meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 42.341
orang. Sehingga dengan demikian, SD negeri Kb KB perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak
18.734 orang atau 79.36 persen. Sedangkan, proyeksi jumlah sekolah yang efisien adalah sebanyak
109 unit, sehingga terdapat kelebihan sebanyak 109 unit atau 50 persen. Selanjuntya, DMUs yang
dapat dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kt BP dan Kt Btg.
SD Swasta di Kb KB dalam meningkatkan efisiensinya dapat dilakukan dengan meningkatkan
jumlah siswa. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 1.462 orang. sehingga dengan
demikian perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak551 orang atau 60,6 persen. Selanjuntya,
DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Pr, Kb Br.
MI swasta di Kb KB dalam meningkatkan efisiensinya dapat dilakukan dengan menambah jumlah
siswa dan mengurangi jumlah guru. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 1.915
orang. Sehingga dengan demikian, SD negeri Kb KB perlu meningkatkan jumlah siswa sebesar 915
orang atau 240 persen. Kemudian, Proyeksi jumlah guru yang efisien sebanyak 40 sehingga
terdapat kelebihan sebanyak 3 sekolah atau 6 persen. DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam
peningkatan efisiensi adalah Kt Kb Br dan Kt Smrd.

3. Kb KK
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kb KK relative belum efisien. Hal ini
ditunjukan dengan penyelenggaraan SD swasta dan MI swasta yang belum efisien (lihat tabel 2).
Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang relatif belum efisien seperti pada Tabel 5.
                                                       Tabel 5
                                               Data dan Proyeksi Kb KK
                                          SD                                              MI
    Kb KK                Negeri                      Swasta               Negeri                      Swasta
                   Data        Proyeksi        Data       Proyeksi   Data     Proyeksi        Data         Proyeksi
Sekolah             432          432            15           8        2           2             21            15
Guru               4.811        4.811           109         109       43         43            199           145
Siswa             72.427        72.427         1.954       2.622     583        583           2.023         3.904
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD swasta di Kb KK dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 2.622 orang.
Sehingga dengan demikian, SD swasta Kb KK perlu meningkatkan jumlah siswa sebesar 668 orang
atau 34.18 persen. Sedangkan untuk proyeksi jumlah sekolah yang efisien adalah sebanyak 8 unit,
sehingga perlu dilakukan pengurangan sebanyak 7 unit atau 48 persen. Selanjutnya, DMUs yang
dapat dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Br dan Kt Btg.
MI swasta di Kb KK dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah guru serta sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak
3.904 orang. Sehingga dengan demikian, SD negeri Kb KK perlu meningkatkan jumlah siswa sebesar
1.881 orang atau 93 persen. Proyeksi jumlah guru yang efisien sebanyak 145 orang, sehingga
dengan demikian terdapat kelebihan sebanyak 54 sekolah atau 27.14 persen. Proyeksi jumlah
sekolah yang efisien sebanyak 15 unit atau kelebihan 6 unit. Selanjuntya, DMU yang dapat dijadikan
referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kt Smrd.

4. Kb KT
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kb KT relative belum efisien. Hal ini
ditunjukan dengan penyelenggaraan SD negeri, SD swasta dan MI swasta yang belum efisien (lihat
tabel 2). Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang relatif belum efisien seperti pada Tabel 6.
                                                       Tabel 6
                                               Data dan Proyeksi Kb KT
                                          SD                                             MI
    Kb KT                 Negeri                     Swasta               Negeri                      Swasta
                    Data       Proyeksi        Data       Proyeksi   Data     Proyeksi        Data         Proyeksi
Sekolah             161           125           14           14       1           1             4              4
Guru               1.876         1.876          235         219.8     23          23           29              29
Siswa             24.272        48.634         3.739        4.798    320         320          630           1.019.3
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD negeri di Kb KT dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 48.634
orang. Sehingga dengan demikian, SD negeri Kb KT perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak
24.362 orang atau 100 persen. Proyeksi jumlah sekolah yang efisien adalah sebanyak 125 unit,
sehingga terdapat kelebihan sebanyak 36 unit atau 22,38 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat
dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb BP dan Kt Btg.
SD swasta di Kb KT dalam meningkatkan efisiensinya dengan menambah jumlah siswa dan
mengurangi jumlah guru. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebnayak 4.798 orang,
sehingga SD swasta Kb KT perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 1.058 orang atau 28,3
persen. Proyeksi jumlah guru yang efisien adalah sebanyak 220 orang, sehingga terdapat kelebihan
sebanyak 15 unit atau 6,5 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam
peningkatan efisiensi adalah Kb Br dan Kt Btg.
MI swasta di Kb KT dalam meningkatkan efisiensinya dengan menambah jumlah siswa. Proyeksi
jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 1.019 orang, sehingga MI Swasta Kb KT perlu
meningkatkan jumlah siswa sebanyak 389 orang atau 61,79 persen. Selanjutnya, DMUs yang dapat
dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Br dan Kb Nn.
5. Kb Br
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kb Br relative belum efisien. Hal ini
ditunjukan dengan penyelenggaraan SD negeri, dan MI negeri yang belum efisien (lihat tabel 2).
Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang relatif belum efisien seperti pada Tabel 7.
                                                       Tabel 7
                                               Data dan Proyeksi Kb Br
                                          SD                                              MI
    Kb Br                 Negeri                     Swasta               Negeri                      Swasta
                    Data       Proyeksi         Data      Proyeksi   Data     Proyeksi         Data        Proyeksi
Sekolah             151           107             5           5       1           1             2             2
Guru               1.609         1.609           59          59       37          37            9             9
Siswa             22.305        41.603          1640        1640     301         475           513           513
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD negeri di Kb Br dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 41.603
orang. Sehingga dengan demikian, SD negeri Kb Br perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak
19.298 orang atau 86,5 persen. Proyeksi jumlah sekolah yang efisien adalah sebanyak 107 unit,
sehingga terdapat kelebihan sebanyak 44 unit atau 29,2 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat
dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb BP dan Kt Btg.
MI negeri di Kb Br dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa.
Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 475 orang, sehingga MI Swasta Kb Br perlu
meningkatkan jumlah siswa sebanyak 174 orang atau 57,64 persen. DMUs yang dapat dijadikan
referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Br dan Kb Nn.

6. Kb Mln
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kb Mln telah relative efisien. Tetapi,
Kb Mln tidak memiliki data SD swasta dan MI negeri sehingga hanya dua yang dapat dievaluasi
yakni SD negeri dan MI swasta. Dalam penyelenggaraan SD negeri yang belum relative efisien dan
MI swasta telah relatif efisien (lihat tabel 2). Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang relatif belum
efisien seperti pada Tabel 8.
                                                        Tabel 8
                                               Data dan Proyeksi Kb Mln
                                          SD                                              MI
   Kb Mln                Negeri                      Swasta               Negeri                      Swasta
                   Data        Proyeksi         Data      Proyeksi   Data      Proyeksi        Data         Proyeksi
Sekolah              86           46             x           x        x           x             1               1
Guru                702          702             x           x        x           x             12             12
Siswa              9.861        17.721           x           x        x           x             18             18
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD negeri di Kb Mln dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 17.721
orang. Sehingga dengan demikian, SD negeri Kb Mln perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak
7.860 orang atau 71,7 persen. Proyeksi jumlah sekolah yang efisien adalah sebanyak 46 unit
sehingga terdapat kelebihan sebanyak 40 unit atau 46,44 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat
dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb BP dan Kt Btg.
7. Kb Blg
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kb Blg relative belum efisien. Dalam
penyelenggaraan yang relatif belum efisien meliputi SD negeri, MI negeri dan swasta (lihat tabel 2).
Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang relatif belum efisien seperti pada Tabel 9.
                                                       Tabel 9
                                               Data dan Proyeksi Kb Blg
                                          SD                                              MI
   Kb Blg                Negeri                      Swasta               Negeri                       Swasta
                   Data        Proyeksi         Data      Proyeksi   Data      Proyeksi        Data          Proyeksi
   Sekolah         124            82             3           3         1           1            3                3
    Guru          1.238         1.238            32          32       26          26            25              20
    Siswa         15.591        31.835          186         186      215         353           403             774
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD negeri di Kb Blg dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 31.835
orang, sehingga SD negeri Kb Blg perlu meningkatkan jumlah siswa sebesar 16.243 orang atau
104,2 persen. Proyeksi jumlah sekolah yang efisien sebanyak 82 unit, sehingga terdapat kelebihan
sebanyak 42 unit atau 33,8 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam
peningkatan efisiensi adalah Kb BP dan Kt Btg.
MI negeri di Kb Blg dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 353 orang,
sehingga MI negeri Kb Blg perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 138 orang atau 64,2 persen.
Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Pr dan Kb
KT.
MI swasta di Kb Blg dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah guru. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah 774 orang, sehingga MI
swasta Kb Blg perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 371 orang atau 92 persen. Proyeksi
jumlah guru yang efisien sebanyak 20 orang, sehingga terdapat kelebihan sebanyak 5 sekolah atau
22 persen. Selanjutnya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah
Kb Br dan Kt Smrd.

8. Kb Nn
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kb Nn relative tidak efisien. Dalam
penyelenggaraan yang relatif tidak efisien meliputi SD negeri dan swasta, sedangkan MI swasta
relatif efisien (lihat tabel 2). Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang relatif belum efisien seperti
pada Tabel 10.
                                                      Tabel 10
                                               Data dan Proyeksi Kb Nn
                                          SD                                              MI
    Kb Nn                Negeri                      Swasta               Negeri                       Swasta
                   Data        Proyeksi        Data       Proyeksi   Data      Proyeksi        Data          Proyeksi
   Sekolah         125            70             15           8       x           x              9               9
    Guru          1.058         1.058           108          108      x           x              12             12
    Siswa         19.008        27.095         1.862        2.602     x           x            1.164          1.164
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD negeri di Kb Nn dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 27.095
orang, sehingga SD negeri Kb Nn perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 8.086 orang atau
42.6 persen. Proyeksi jumlah sekolah yang efisien adalah sebanyak 70 unit, sehingga terdapat
kelebihan sebanyak 55 sekolah atau 44 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi
dalam peningkatan efisiensi adalah Kb BP dan Kt Btg.
SD swasta di Kb Nn dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 2.602 orang,
sehingga SD swasta Kb Nn perlu meningkatkan jumlah siswa sebesar 740 orang atau 39,8 persen.
Proyeksi jumlah sekolah yang efisien adalah sebanyak 8 unit, sehingga terdapat kelebihan sebanyak
7 unit atau 48,4 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam peningkatan
efisiensi adalah Kb Br dan Kt Btg.

9. Kb PPU
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kb PPU relative tidak efisien. Hal ini
ditunjukan dalam penyelenggaraan yang relatif tidak efisien meliputi SD negeri dan swasta, serta
MI swasta (lihat tabel 2). Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang relatif belum efisien seperti pada
Tabel 11.
                                                       Tabel 11
                                               Data dan Proyeksi Kb PPU
                                          SD                                              MI
   Kb PPU                Negeri                      Swasta               Negeri                      Swasta
                   Data        Proyeksi         Data      Proyeksi   Data      Proyeksi        Data         Proyeksi
   Sekolah          95            69             5            5       x           x             4               4
    Guru          1.045         1.045            44           44      x           x             29             29
    Siswa         16.383        26.753          731         1.104     x           x            218           1019
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD negeri di Kb PPU dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 26.753
orang, sehingga SD negeri Kb PPU perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 16.383 orang atau
63,3 persen. Proyeksi jumlah sekolah yang efisien adalah sebanyak 69 sehingga terdapat kelebihan
sebanyak 24 sekolah atau 27,3 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam
peningkatan efisiensi adalah Kb BP dan Kt Btg.
SD swasta di Kb PPU dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 1.104 orang,
sehingga SD swasta Kb PPU perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 373 orang atau 51 persen.
Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Br dan Kt
Btg.
MI swasta di Kb PPU dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 1.019 orang,
sehingga SD swasta Kb PPU perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 801 orang atau 368
persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb
Br, Kb Nn dan Kt Smrd.

10. Kt BP
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kt BP telah relative efisien. Secara
parsial penyelenggaraan yang relatif tidak efisien meliputi SD swasta, serta MI negeri dan swasta
(lihat tabel 2). Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang relatif belum efisien seperti pada Tabel 12.
                                                       Tabel 12
                                                Data dan Proyeksi Kt BP
                                          SD                                                 MI
    Kt BP                Negeri                        Swasta               Negeri                        Swasta
                   Data        Proyeksi          Data       Proyeksi   Data      Proyeksi         Data          Proyeksi
   Sekolah         136           136              49            36       1           1              19             15
    Guru          2.040         2.040            604           604      40          40             161            145
    Siswa         52.952        52.952          10.056        10.546   231         508            3.059          3.904
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD swasta di Kt BP dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 10.546
orang, sehingga SD swasta Kt BP perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 490 orang atau 4,9
persen. Sedangkan untuk proyeksi jumlah sekolah yang efisien sebanyak 36 sehingga terdapat
kelebihan sebanyak 13 unit atau 26,7 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi
dalam peningkatan efisiensi adalah Kt Smrd dan Kt Btg.
MI negeri di Kt BP dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 508 orang,
sehingga MI negeri Kt BP perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 277 orang atau 120 persen.
Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kb Pr dan Kb
KT.
MI swasta di Kt BP dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisiensi adalah sebanyak 3.904
orang, sehingga MI swasta Kt BP perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 845 orang atau 27,6
persen. Proyeksi jumlah sekolah yang efisiensi adalah sebanyak 15 orang, sehingga perlu
pengurangan sebanyak 4 unit atau 21 persen. Proyeksi jumlah guru yang efisiensi adalah sebanyak
145 orang, sehingga perlu pengurangan sebanyak 16 orang atau 10 persen. Selanjutnya, DMUs
yang dapat dijadikan referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kt Smrd.

11. Kb Smrd
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kt Smrd telah relative efisien. Secara
parsial juga telah menunjukan relatif efisien (lihat tabel 2). Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang
relatif belum efisien seperti pada Tabel 13.
                                                       Tabel 13
                                               Data dan Proyeksi Kt Smrd
                                          SD                                                 MI
   Kt Smrd               Negeri                        Swasta                Negeri                       Swasta
                   Data        Proyeksi          Data       Proyeksi   Data       Proyeksi        Data          Proyeksi
   Sekolah         198           198              38            38       2            2             15             15
    Guru          3.266         3.266            639           639      114          114           145            145
    Siswa         71.756        71.756          10.820        10.820   1.363        1.363         3.904          3.904
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

12. Kt Tr
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kt Tr relative belum efisien. Secara
parsial penyelenggaraan yang relatif tidak efisien meliputi SD swasta dan MI swasta (lihat tabel 2).
Peningkatan efisiensi jenis sekolah yang relatif belum efisien seperti pada Tabel 14.
                                                       Tabel 14
                                                Data dan Proyeksi Kt Tr
                                          SD                                                MI
    Kt Tr                Negeri                       Swasta                Negeri                       Swasta
                   Data        Proyeksi         Data       Proyeksi    Data      Proyeksi         Data         Proyeksi
   Sekolah          46            46              16           11       x           x              5               5
    Guru           841           841             159          159       x           x              42             40
    Siswa         18.247        18.247          2.955        3.604      x           x             540           1.296
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

SD swasta di Kt Tr dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah sekolah. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 3.604 orang,
sehingga SD swasta Kt Tr perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 649 orang atau 22 persen.
Proyeksi jumlah sekolah yang efisien adalah sebanyak 11 unit, sehingga terdapat kelebihan
sebanyak 5 unit atau 33.8 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam
peningkatan efisiensi adalah Kb Br dan Kt Btg.
MI swasta di Kt Tr dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah guru. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah sebanyak 1.296 orang,
sehingga MI swasta Kt Tr perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 756 orang atau 134 persen.
Proyeksi jumlah guru yang efisien adalah sebanyak 40 orang, sehingga perlu pengurangan
sebanayk 2 orang atau 4 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam
peningkatan efisiensi adalah Kb Br dan Kt Smrd.

13. Kb Btg
Hasil evaluasi DEA-BCC-O secara umum menunjukan bahwa Kt Btg relative belum efisien. Secara
parsial penyelenggaraan yang relatif tidak efisien yakni MI swasta (lihat tabel 2). Peningkatan
efisiensi jenis sekolah yang relatif belum efisien seperti pada Tabel 15.
                                                       Tabel 15
                                                Data dan Proyeksi Kt Btg
                                          SD                                                MI
    Kt Btg               Negeri                       Swasta                Negeri                       Swasta
                   Data        Proyeksi         Data       Proyeksi    Data      Proyeksi         Data         Proyeksi
   Sekolah          31            31              27           27       x           x              4               4
    Guru           478           478             452          452       x           x              59             30
    Siswa         11.823        11.823          9.358        9.358      x           x             635           1.035
Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

MI swasta di Kt Btg dalam meningkatkan efisiensinya dilakukan dengan menambah jumlah siswa
dan mengurangi jumlah guru. Proyeksi jumlah siswa yang efisien adalah 1.035 orang, sehingga MI
swasta Kt Btg perlu meningkatkan jumlah siswa sebanyak 400 orang atau 63 persen. Proyeksi
jumlah guru yang efisien adalah sebanyak 30 orang, sehingga perlu pengurangan sebanyak 29
orang atau 49,3 persen. Selanjuntya, DMUs yang dapat dijadikan referensi dalam peningkatan
efisiensi adalah Kb Br dan Kt Smrd.



Berdasarkan data proyeksi DEA diatas, peningkatan efisiensi DMUs dapat di clauster seperti Tabel
Clauster Peningkatan Efisiensi

16.
                                                        Tabel 16
                                               Clauster Efisiensi Indikator
                                          SD                                                MI
   Kb / Kt              Negeri                        Swasta                  Negeri                     Swasta
                 sklh    Gr        Sw          sklh     Gr      Sw    sklh     Gr      Sw        sklh      Gr       Sw
Kb Pr             x       √         x           √       √        √     √        √       √         √        √         x
Kb KB             x       √         x           √       √        x      -       -       -         √        x         x
Kb KK                √          √        √         x        √          x        √         √         √         x         x       x
Kb KT                 x         √        x         √        x          x        √         √         √         √         √       x
Kb Br                 x         √        x         √        √          √        √         √         x         √         √       √
Kb Mln                x         √        x                  -          -        -         -         -         √         √       √
Kb Blg                x         √        x         √        √          √        √         √         x         √         x       x
Kb Nn                 x         √        x         x        √          x        -         -         -         √         √       √
Kb PPU                x         √        x         √        √          x        -         -         -         √         √       x
Kt BP                √          √        √         x        √          √        √         √         x         x         x       x
Kt Smrd              √          √        √         √        √          √        √         √         √         √         √       √
Kt Tr                √          √        √         x        √          x        -         -         -         √         √       x
Kt Btg               √          √        √         √        √          √        -         -         -         √         x       x
Keterangan :
-     : Tidak dievaluasi
X     : Relatif tidak efisien
√     : Relatif efisien

Berdasarkan tabel 16, besaran DMUs yang perlu melakukan efisiensi penyelenggaraan pendidikan
di Provinsi Kaltim berdasarkan jenis sekolah seperti pada Tabel 17.
                                                     Tabel 17
                                      Besaran DMUs dalam peningkatan efisiensi
                                SD                                                                  MI
            Negeri                            Swasta                            Negeri                               Swasta
           13 DMUs                           12 DMUs                            7 DMUs                              13 DMUs
 sklh         Gr          Sw          sklh      Gr          Sw         sklh        Gr          Sw          sklh        Gr      Sw
8 / 13      0 / 13      8 / 13       4 / 12   1 / 12      6 / 12       0/7       0/7          3/7         2 / 13      2/ 13   9 / 13
61,5%        0%         61,5%       33,3%      8,3%        50%         0%         0%         42,9%        15,4%      38,5%    69,2%
                     Sklh : 12 / 25 atau 48%                                               Sklh : 2 / 20 atau 10%
                       Gr : 1 / 25 atau 4%                                                  Gr : 5/20 atau 25%
                      Sw : 12 / 25 atau 56%                                                Sw : 12 / 20 atau 60%
                                 Sklh : 14 / 45 atau 31%; Gr : 9/ 45 atau 20%; S w : 26 / 45 atau 58%

Berdasarkan Tabel 17, maka gambaran peningkatan efisiensi DMUs di Provinsi Kaltim sebagai
berikut :
      Pengurangan sklh SD negeri sebanyak 61,5 persen, SD swasta sebanyak 33,3 persen dan MI
      swasta sebanyak 15,4 persen. Selanjuntya jika dilihat secara gabungan SD negeri dan swasta
•

      maka pengurangan sklh sebanyak 48 persen dan MI negeri dan swasta sebanyak 10 persen.
      Hal ini berarti sklh MI relatif efisien dibandingkan dengan SD.
      Pengurangan gr SD negeri nol persen, SD swasta sebanyak 8,3 persen dan MI swasta sebanyak
      38,5 persen. Selanjuntya jika dilihat secara gabungan SD negeri dan swasta maka pengurangan
•

      gr sebanyak 4 persen dan MI negeri dan swasta sebanyak 25 persen. Hal ini berarti sklh SD
      relatif efisien dibandingkan dengan MI.
      Penambahan sw SD negeri sebanyak 61,5 persen, SD swasta sebanyak 50 persen dan MI negeri
      sebanyak 42,9 persen, MI swasta sebanyak 69,2 persen. Selanjuntya jika dilihat secara
•

      gabungan SD negeri dan swasta maka penambahan sw sebanyak 56 persen dan MI negeri dan
      swasta sebanyak 60 persen. Hal ini berarti sklh SD relatif efisien dibandingkan dengan MI.
      Secara keseluruhan, DMUs di Provinsi Kaltim yang perlu melakukan efisiensi dengan
      pengurangan sklh 31 persen, pengurangan guru sebanyak 20 persen dan penambahan siswa
•

      sebanyak 58 persen.
Kondisi gambaran pendidikan SD dan MI tersebut sejalan dengan penyebaran penduduk yang
tidak merata di Provinsi Kaltim. Untuk itu diperlukan penataan pemukiman masyarakat dalam
wilayah tertentu untuk lebih mempermudah jangkauan pada sarana pendidikan. Sehingga hal
tersebut akan meningkatkan partisipasi dalam pendidikan dasar. Sedangkan untuk pengurangan
sekolah dan guru merupakan hal yang sulit untuk diimplementasikan. Oleh karena itu perlu
dipertimbangkan tentang penyebaran guru khususnya pengawai negeri di Provinsi Kaltim sehingga
lebih merata.
Selanjuntya, DMUs yang dapat di menjadi referensi dalam peningkatan efisiensi penyelenggaraan
pendidikan SD dan MI seperti pada Tabel 18.
                                                   Tabel 18
                                     Referensi Peningkatan Efisiensi DMUs
                         SD                                                 MI
         Negeri                        Swasta                   Negeri                    Swasta

     Kt Smrd (8 DMUs)             Kb Pr (2 DMUs)           Kb Pr (3 DMUs)            Kb Br (7 DMUs)
                                  Kb Br (6 DMUs)           Kb KT (3 DMUs)            Kb Nn (3 DMUs)
•                             •                        •                         •

                                  Kt Smrd (1 DMUs)                                   Kt Smrd (9 DMUs)
                              •                        •                         •

                                  Kt Btg (5 DMUs)
                              •                                                  •
                              •

Sumber : Hasil Analisis DEA-BCC-Output

Berdsarkan Tabel 18, Kt Smrd merupakan DMUs yang paling banyak menjadi referensi dalam
peningkatan efisiensi, kemudian disusul oleh Pr dan Br, selanjuntya Kt Btg, Kb KT dan Kb Nn.




Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tersebut diatas, maka dapat disimpulkan hal-hal
E. Penutup

sebagai berikut:
    Hasil evaluasi secara komprehensip menunjukan bahwa sebanyak 6 DMUs telah efisien
    meliputi Kabupaten Paser, Kabupaten Berau, Kabupaten Manilau, Kota Balikpapan, Kota
•

    Samarinda dan Kota Bontang. Sedangkan, 7 DMUs relative belum efisien meliputi Kabupaten
    Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Timur, Kabupaten Bulungan, Kabupaten
    Nunukan, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Tarakan.
    Hasil evaluasi secara parsial menunjukan bahwa SD negeri sebanyak 5 DMUs relatif efisien dan
    8 DMUs relatif belum efisien; SD Swasta sebanyak 5 DMUs relatif efisien dan 7 DMUs relatif
•

    belum efisien dan 1 DMU tidak dievaluasi; MI Negeri sebanyak 4 DMUs relatif efisien dan 3
    DMUs relatif belum efisien dan 6 DMU tidak dievaluasi; dan MI Swasta sebanyak 4 DMUs relatif
    efisien dan 9 DMUs relatif belum efisien;
    DMUs yang menjadi rujukan dalam peningkatan efisiensi meliputi Kabupaten Paser, Kabupaten
    Berau, Kota Bontang dan Kota Samarinda.
•

    Kota Samarinda merupakan DMU yang relatif paling efisien dan paling banyak menjadi rujukan
    dalam peningkatan efisiensi.
•
Cooper, William W., Seiford, Lawrence M., and Tone, Kaoru, (2006) Data Envelopment Analysis : A
Daftar Pustaka

      Comprehensive Text With Models, Applications, References and Dea-Solver Software,
      Springer, New York, USA
BPS Kalimantan Timur, (2010) Kalimantan Timur Dalam Angka 2009, BPS Kalimantan Timur,
      Samarinda
Bappeda Kalimantan Timur, (2008) Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah
      Provinsi Kalimantan Timur 2009 – 2013, Samarinda
Bahtiar, Toni, (2009), Materi Metodologi dan Alat Analisis Kajian Evaluasi Pelayanan Dasar, Pusat
      Kajian Kinerja Kelembagaan, Jakarta. (tidak publikasi)
Suripto, (2010) Evaluasi Kinerja Pendidikan Dasar Kabupaten Dan Kota di Provinsi Gorontalo,
      Jakarta (belum dipublikasi)
http://www.diknas.go.id/headline.php?id=143        : Mendiknas: Pendidikan Dasar Gratis Bisa
      Dilaksanakan)
http://www.um.ac.id/news/2010/03/348/ : Program membangun pendidikan di Kalimantan
      Timur, Orasi Ilmiah Gubernur Kalimantan Timur Pada Upacara Wisuda Um Semester GasaL
      2009/2010
http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=9938&Itemid=831
      : Kaltim Salurkan Beasiswa Rp 94,241 Miliar
http://www.um.ac.id/news/2010/03/348/ : Kondisi Terkini Pendidikan Kaltim, Orasi Ilmiah
      Gubernur Kalimantan Timur Pada Upacara Wisuda Um Semester GasaL 2009/2010
http://mrtoy09.com/index.php?option=com_content&view=article&id=75:isu-isu-kritis-
      dalampendidikan&catid=43:artikelku&Itemid=6 : Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di
      Kalimantan Timur,
http://www.poskotakaltim.com/berita/read/2764-masyarakat-kaltim-wajib-bangga.html:
      Penyelenggaraan Pendidikan Wajar 12 tahun.
http://kaltim.bps.go.id/
http://www.bappedakaltim.com/download-center/rpjm/RPJM-Provinsi-Kaltim-2009---2013/

				
DOCUMENT INFO
Description: Education is the right of every citizen. East Kalimantan Province has a 12-year free education program. Gross enrollment ratios Primary School level in 2009 reached 112.30 percent and high school level GER ranked fourth nationally. On the other hand, East Kalimantan Province also has limitations in education facilities and infrastructure. Some barriers are factors such as land area, population distribution is uneven and limited transportation infrastructure. With these achievements and constraints, it is necessary to evaluate the education in East Kalimantan province? Furthermore, in conducting the evaluation used data analysis tools Envelopment Analysis (DEA) model of Banker Charnes and Cooper (BCC) with output orientation. Results Analysis showed that District/Municipality covers a relatively efficient Paser District, Berau District, Manilau District, Balikpapan Municipality, Samarinda Municipality and Bontang Municipality. While the relatively inefficient covering West Kutai District, Kutai Kartanegara District, East Kutai District, Bulungan District, Nunukan District, Penajam Paser District, Tarakan Municipality. District/Municipality that became a reference in the increased efficiency is Paser District, Berau District, Samarinda and Bontang Municipalities. Furthermore, the Municipality of Samarinda is the most efficient evaluation unit and at most be a reference to increased efficiency.