Docstoc

Laporan Ekoper - Ekosistem Tergenang

Document Sample
Laporan Ekoper - Ekosistem Tergenang Powered By Docstoc
					LAPORAN PRAKTIKUM                           Hari /tanggal   : Senin , 20 September 2010
EKOLOGI PERAIRAN                            Jam             : 01.00 – 16.20 WIB
                                            Dosen           : Ir. R. Widodo
                                            Asisten         :   -   Yeni Triani
                                                                -   Lumban Nauli




              KARAKTERISTIK EKOSISTEM TERGENANG
                         (Studi Kasus Situ Gede, Bogor )


                                     Disusun Oleh
                                  Kelompok 8 /P2 :
                   Harri Prasetian                    (J3M109013)
                   Antin Yulisa                       (J3M109027)
                   Kanya rahma aulia                  (J3M109059)
                   Yandi Tarwandi                     (J3M209071)
                   Arif Rahmat                        (J3M109057)
                   Oktavia Ratnaningtyas              (J3M109010)




                            PROGRAM KEAHLIAN
              TEKNIK DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN
                     DIREKORAT PROGRAM DIPLOMA
                       INSTITUT PERTANIAN BOGOR
                                        2010
                                        ABSTRAK

        Ekositem merupakan tempat hidup suatu organisme dalam suatu lingkungan,
praktimum ini dilakukan untuk menganalisis komponen – komponen penyusun ekosistem
perairan. Tempat pengambilan sampel tersebut bertempat di Situ Gede. Dengan dilakukannya
praktikum ini semoga orang – orang yang belum mengenal lingkungan dapat lebih mengenal
lingkungan dan dapat melestarikan nya.

           PENDAHULUAN                                          METODOLOGI

        Salah satu kajian dari ekologi         Alat dan Bahan
adalah ekosistem yang merupakan tempat
organism     hidup    dengan     berbagai              Pada praktikum ini alat – alat
komponen penyusunnya, yaitu faktor             yang digunakan adalah plankton net,
abiotik dan biotik. Faktor biotik antara       ember 10 L , paralon berdiameter 3 inchi 1
lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan        buah, paralon berukuran sedang 4 buah,
topografi, sedangkan faktor biotik adalah      saringan,          plastik,pH          stick,
makhluk hidup yang terdiri dari manusia,       thermometer,label,       Lugol,     akuades,
hewan, tumbuhan, dan mikroba.                  formalin , gayung, botol film 12 buah,
                                               penggaris, pensil, karet, dan cutter.
         Berdasarkan            komponen
penyusunnya pada paraktikum yang
berjudul ekositem tergenang akan di
lakukan pengambilan sampel di daerah itu       Prosedur Kerja pengambilan sampel di
Situ Gede, pada ekositem tergenang             lapang
tersebut    mempunyai       parameter    –         A. Penentuan Stasiun
parameter yang harus di teliti yaitu
parameter fisika meliputi suhu, warna, dan         Disediakan dahulu paralon berukuran
kecerahan , parameter biologi meliputi         sedang 4 buah , kemudian dibuat persegi
perifiton, benthos, plankton, nekton dan       empat , lalu di ditentukan lokasi
neuston, sedangkan pada parameter kimia        pengamatan nya , jarak setiap satu stasiun
hanya pH saja.                                 pengamatan adalah 1 meter.
         Yang melatarbelakangi praktikum           B. Parameter fisika
di situ gede tersebut adalah untuk                   1. Warna
mengetahui organisme yang berada pada
perairan tergenang serta komponen                   Warna perairan adalah warna yang
penyusunnya dan agar mahasiswa dapat           tampak dan dapat di lihat oleh mata
peduli pada lingkungan tersebut supaya         telanjang. Warna air juga di bedakan
kelestariannya tetap terjaga.                  menjadi 2 yaitu warna tampak dan warna
                                               asli, warna tampak disebabkan oleh
Tujuan                                         partikel yang terlarut dan tersuspensi, dan
                                               warna asli air disebakan bahan- bahan
        Praktikum Ekosistem perairan           terlarut warna air dapat di amati dengan
tergenang bertujuan untuk mengenal             cara melihat perairan sekitar lingkungan
komponen penyusun ekosistem tergenang          danau tersebut.
serta mengetahui parameter parameter
yang      meliputi parameter fisika ,
parameter kimia, dan parameter biologi .
    2. Suhu                                  berada pada kotak pH, selanjutnya lihat
                                             apakah danau tersebut asam (pH <7) atau
    Pengamatan suhu perairan dilakukan       basa (pH >7). Kemudian catat hasil
dengan cara mencelupkan thermometer di       pengamatan.
permukaan air danau kemudian tunggu
sampai 5 menit , lihat hasil nya kemudian        D. Parameter biologi
catat.                                             1. Plankton

    3. Kecerahan                                    Untuk       pengambilan       sampel
                                             plankton dengan menggunakan alat yang
    Kecerahan       dapat   di    amati      bernama plankton net, yaitu alat seperti
menggunakan sechi dish , dengan cara di      saringan tetapi ukuran saringan tersebut
celupkan ke dalam air danau sampai           sangat kecil sekali sehingga plankton
piringan nya tidak tampak kemudian ukur      plankton tersebut dapat tersaring. Caranya
kecerahannya, setelah itu angkat sechi       plankton net di ikat pada botol film
disk sampai tampak ke permukaan lalu         dengan menggunakan karet            lalu di
ukur kecerahannnya dan tulis hasil           tuangkan ember 10 L yang berisi air ke
pengamatannya.                               dalam plankton net . lakukan hal tersebut
                                             10 kali tuangan . setelah itu lepaskan botol
                                             film dari plankton net kemudian tutup
    4. Kedalaman air                         kembali . Pengambilan sampel plankton di
Kedalaman       air di ukur dengan           lakukan sampai dengan 9 buah botol film.
menggunakan pipa paralon 3 inchi dengan             2. Perifiton
tinggi paralon 2 meter , pipa paralon
tersebut d benamkan ke dasar danau lalu di            Pada     pengambilan      sampel
lihat kedalamannya dan di catat hasil        perifiton di lakukan dengan cara
pengamatannya.                               mengambil batu-batuan, kayu, plastik, dll
                                             pada dasar perairan, kemudian ukur
                                             diameter substrat yang akan di kerik,
    5. Tipe Substrat                         setelah itu di masukan ke dalam botol film
    Untuk menentukan tipe subtrat            di tambahkan air serta formalin. Ambil
perairan di lakukan dengan cara              sampel perifiton sebanyak 3 kali dalam 1
mengambil subtrat yang berada pada dasar     sub stasiun.
perairan. Selanjutnya rasakan tipe subtrat            3. Benthos
tersebut apakah tipe subtrat pasir, lumpur
atau yang lainnya.                                    Dalam pengambilan benthos alat
                                             yang di gunakan adalah pipa paralon 3
    C. Parameter kimia                       inchi, plastic, dan saringan . pertama
     1. pH Perairan                          ditancapkan pipa paralon ke dasar perairan
     Dalam menentukan pH perairan            kemudian ambil menggunakan tangan
digunakan      pH       Stick,        cara   kedasar perairan dengan cara menutup
menggunakannya adalah pertama ambil 1        lubang yang berada di dasar lalu saring
pH stick kemudian di celupkan ke dasar       dengan menggunakan saringan setelah itu
permukaan air ± 30 detik, setelah itu lalu   hasil saringan dimasukan ke dalam
cocokan warna pH stick pada warna yang       plastik. Lakukan hal tersebut sebanyak 3
                                             kali dalam satu stasiun.
                              HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan

Tabel 1. Sifat fisik Air

Sampel      pH      Kecerahan Warna          Suhu
Situ        5,5     71 cm     Hijau          28o C
Gede                          Lumut


Tabel 2. Plankton

    No                    Nama Jenis                 SS1   SS2   SS3      N
     1       Selanestrum minitum                      -     -     1    0,0306
     2       Oedogonium pringsheimii                  -     -     1    0,0306
     3       Asterococcus spinosus                    -     -     1    0,0306
     4       Spyroyra subsalsa                        -     -     1    0,0306
     5       Spyrogyra stictina                       -     -     1    0,0306
     6       Nopliolus (zooplankton)                  -     -     1    0,0306
     7       Trechelomonas hispida                    -     1     -    0,0306
     8       Pediastrum integrum                      -     1     -    0,0306
     9       Stichococcus Scopulinus]                 1     1     -    0,6125
    10       Ooocystis pusilla                        -     1     -    0,0306
    11       Cloranium stentorium                     -     1     -    0,0306
    12       Trochisisa aspera                        -     1     -    0,0306
    13       Pithophora varia                         1     1     -    0,6125
    14       Tracheomonas dybowskii                   -     2     -    0,6125
    15       Hemidinum nasutum                        -     1     -    0,0306
    16       Ulothrix variabilis                      1     -     -    0,0306
    17       Dactylococcupsis tascicularis            1     -     -    0,0306
    18       Centritractus dubius                     1     -     -    0,0306
    19       Phaeotamnion confervicola                1     -     -    0,0306
    20       Rhabdoderma lineare                      1     -     -    0,0306



Contoh perhitungan N Plankton :
Tabel 3. Perifiton

   No      Nama Jenis      SS1     SS2     SS3         N
    1      Brachiolus       -       1       -      7,656,965
    2      No name          -       1       -      7,656,965
    3      No name          -       1       -      7,656,965
Contoh Perhitungan N Perifiton :




Tabel 4. Benthos

      Nama Spesies      jumlah     pi    pi2      log2pi       pilog2pi       H       E       C
 Pearly Mussel
 Gormidea Unionideae        1      0.2   0.04    -2.32193   -0.46439         -2.32   -1.16   0.12
 Fautcet snail Bitbynia
 Amnicolideae               1      0.2   0.04    -2.32193   -0.46439         -1.86   -0.93   0.12
 Apple snail pornacea
 pilidae                    1      0.2   0.04    -2.32193   -0.46439         -3.72   -1.86   0.12
 River snail Pleurocera
 Pleuroceridae              1      0.2   0.04    -2.32193   -0.46439         -3.25   -1.63   0.08
 Phylum
 Nemathelminthes            1      0.2   0.04    -2.32193   -0.46439       -2.79     -1.39   0.24
 TOTAL                      5       1    0.2     -11.6096   -2.32193      -13.93     -6.97   0.68
Contoh Perhitungan Benthos :




                                                  H’ max= ln S

                                                  S= Jumlah Taxa ( Jenis )
Pembahasan                                             Selanjutnya pada pengamatan
                                              sifat kimia, terdapat banyak organisme
        Berdasarkan pengamatan yang           perairan seperti plankton, perifiton,
telah dilakukan, hasil yang diperoleh         benthos, neuston, dan nekton. Plankton
menunjukkan bahwa terdapat kesamaan           merupakan           organisme          yang
warna dan suhu di setiap stasiun. Warna       perpindahannya bergantung pada gerakan
diperairan Situ Gede yang relative sama,      air,. Plankton terbagi menjadi fitoplankton
itu dikarenakan tidak banyak substrat         dan zooplankton. Di situ Gede terdapat
terlarut karena peraiaran yang tenang,        banyak plankton yang terlihat di daerah
warna perairan tersebut adalah berwarna       limnetik zone. Di daerah tersebut
hijau lumut, warna tersebut banyak            merupakan daerah yang banyak cahaya
terdapat fitoplankton yang berarti di situ    mataharidan unsure hara yang amat
Gede ini banyak mengandung unsur hara.        dibutuhkan oleh fitoplankton untuk
         Suhu perairan situ Gede berkisar     berfotosintesis.
  0
28 C , suhu tersebut terbilang normal                  Kemudian hasil pengamatan yang
karena pada waktu pengamatan suhu             telah      ditentukan,      menunjukkan
cuaca di sana normal dan cerah. Lalu suhu     kelimpahan plankton terdapat di sub
pada saat pengukuran ini juga tidak           stasiun 2. Karena di area pengamatan
terpengaruh dengan suhu lingkungan            kami kecerahannya cukup tinggi yaitu 71
karena langsung dilakukan di lokasi           cm sehingga kami mendapatkan cukup
pengamatan, bukan di laboratorium.            banyak plankton. Hal ini sesuai dengan
Kemudian pengukuran kedalaman situ            teori dari buku Sugiharto Suwigyo dan
Gede dilakukan dalam pembagian 3 sub          Majariana Krisanti bahwa semakin tinggi
stasiun. Pengukuran kedalaman yang di         kecerahan suatu perairan maka akan
ukur pada sub stasiun 1 antara sekitar 95-    terjadi kelimpahan organisme, baik
103 cm, sub stasiun 2 berkisar 115-139        fitoplankton, zooplankton atau organisme
cm, sub stasiun 3 berkisar 110-168 cm.        lainnya.
Perbedaan kedalaman ini di karenakan
pada awal pengamatan di sub stasiun 1                 benthos merupakan organisme
pengukuran masih di lakukan di tepian         yang hidup di dasar perairan. Berdasarkan
situ. Sementara di sub stasiun 2 dan 3        hasil pengamatan, benthos banyak
pengukuran dilakukan di tengah situ.          terdapat di stasiun 1 yang bertekstur
                                              lumpur keras. Menurut buku E.P Odum,
        Berdasarkan pengamatan sifat          199g benthos tidak terdapat di perairan
kimanya bahwa pH dari perairan Situ           yang memiliki subtrat lumpur lunak.
Gede bernilai 5,5. Ini berarti toleransi pH
perairan Situ Gede bersifat asam.                      Lalu yang terakhir adalah
Penyebab dari pH perairan tersebut asam       perifiton. Perifiton adalah organisme yang
karena banyak yang membuang limbah            berada pada subtrat-subtrat di perairan,
domestik ke situ, limbah domestic tersebut    seperti daun, batu ataupun plastic yang
banyak mengandung mineral yang                sudah lama mengendap di perairan.
menjadikan air menjadi asam,                  Perifiton yang kami dapatkan di Situ Gede
tidak terlalu banyak didapatkan karena
tidak banyak subtrat ( daun/batu ) yang
terdapat di Situ tersebut. Pada saat
pengerikan juga kami terlalu sedikit
mengambil sampelnya karena kami
mengambil ukuran 1x1 cm, seharusnya
2x2 cm.

            KESIMPULAN

         Berdasrkanpengamatanpraktikum
ekosistem tergenang mengenai komponen
penyusunnya, dapat di simpulkan bahwa
perairan Situ Gede memiliki kecerahan
yang tinggi. Perairan yang memiliki
kecerahan yang tinggi akan menyebabkan
meningkatnya       aktivitas    produksi.
Akibatnya terjadi pula kelimpahan
organism. Kelimpahan organism juga
disebabkan oleh banyaknya unsur hara,
hal ini disebabkan karena lingkungan di
sekitar Situ Gede yang banyak di tumbuhi
pepohonan yang menghasilkan banyak
unsur hara.



         DAFTAR PUSTAKA

    1. Odum, E.P. 1998. Dasar-Dasar
       Ekologi. 4 ed. Gadjah Mada
       University Press. Yogyakarta

    2. Suwigyo, Sugiarti. Widigdo,
       Bambang.
       Wardiatno. Yusli dan Krisanti,
       Majariana. 2005. Avertebrata
       Air. Isted. Penerbit Swadaya.
       Jakarta.

    3. http : // rijal purwailwiawan
       @wordpress.com.
                                       Lampiran

Hasil wawancara

         Situ gede menurut informasi yang kita dapat dari hasil wawancara dengan bapak
yang bernama andari beliau sebagai tokkoh masyarakat yang berada di sana. Menurut
beliau manfaaat utama dari tempat ini adalah sebagai tempat penampungan debit air pada
saat musim hujan dan alirannya dimanfaatkan sebagai irigasi pertanian warga sekitar situ
gede. Selain itu, situ gede juga dimanfaatkan untuk tempat wisata dan area memancing. Ikan
yang terdapat di Situ Gede adalah ikan mujair dan nila. Lalu banyak juga hewan- hewan
kecil seperti kijing, siput , dan keong.




               Gambar 1. Situasi wisata air di Situ Gede




              Gambar 2. Situ Gede

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:1925
posted:12/14/2010
language:Indonesian
pages:10