Docstoc

anggaran perusahaan

Document Sample
anggaran perusahaan Powered By Docstoc
					1-www.manajemenkeuangan10.co.cc
   ANGGARAN PERUSAHAAN


            Oleh:
    TIFFANI DEWI HUDAYA




          Website:
www.manajemenkeuangan10.co.cc


           E-mail:
manajemenkeuangan10@gmail.com


          Facebook:
manajemenkeuangan10@gmail.com


           Twitter:
         keuangan10

              2-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                          DAFTAR ISI


BAB I ANGGARAN KAS                                          4
       I.1.   Contoh Kasus 1                                7
       I.2.   Contoh Kasus 2                                9
       I.3.   Contoh Kasus 3                               11
       I.4.   Contoh Kasus 4                               19
       I.5.   Tugas                                        22
BAB II ANGGARAN PIUTANG                                    24
       II.1. Contoh Kasus 1                                27
       II.2. Contoh Kasus 2                                29
       II.3. Contoh Kasus 3                                31
       II.4. Contoh Kasus 4                                33
       II.5. Contoh Kasus 5                                35
       II.6. Tugas                                         36
BAB III ANGGARAN MODAL                                     37
       III.1. Contoh Kasus 1                               38
       III.2. Contoh Kasus 2                               40
       III.3. Contoh Kasus 3                               41
       III.4. Contoh Kasus 4                               41
       III.5. Contoh Kasus 5                               42
       III.6. Contoh Kasus 6                               43
DAFTAR PUSTAKA                                             45




                               3-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                                BAB I
                         ANGGARAN KAS




     Kas memiliki kedudukan yang sangat penting dalam menjaga
kelancaran operasi perusahaan. Jumlah kas kurang atau lebih dapat
berakibat kurang baik pada perusahaan. Kekurangan kas dapat
mengakibatkan tidak terbayarnya berbagai kewajiban, seperti hutang, gaji,
bunga bank dan sebagainya. Hal ini selain menurunkan produktivitas



                                    4-www.manajemenkeuangan10.co.cc
kerja, dapat pula menurunkan kredibilitas perusahaan. Sebaliknya kas
yang berlebihan dapat menyerap dana modal kerja yang langka dan
mahal, sehingga dapat menaikkan beban tetap perusahaan. Oleh sebab
itu, uang kas yang ada dalam perusahaan juga merupakan salah satu
bentuk atau pilihan investasi. Anggaran kas menunjukkan rencana sumber
dan penggunaan kas selama tahun anggaran yang terdiri dari rencana
penerimaan kas dan perencanaan pengeluaran kas (aliran kas keluar).
     Sifat aliran kas, baik aliran kas masuk maupun aliran kas keluar,
dapat bersifat kontinyu atau pun tidak. Aliran kas yang bersifat kontinyu,
misalnya: pembelian bahan baku dan pembayaran upah dan gaji.
Sedangkan aliran kas keluar yang bersifat tidak kontinyu misalnya
pengeluaran kas untuk pembayaran bunga, dividen, pajak pendapatan,
pembayaran anggaran hutang, pembelian kembali saham perusahaan dan
pembelian aktiva tetap.
     Adapun aliran kas masuk yang kontinyu dapat berasal dari hasil
penjualan produk secara tunai dan hasil pelunasan piutang. Sedangkan
aliran kas masuk yang bersifat tidak kontinyu dapat berasal dari
penyertaan pemilik perusahaan. Penjualan saham, penerimaan kredit
bank dan penjualan aktiva tetap yang sudah tidak terpakai lagi.
     Tujuan penyusunan anggaran kas, yaitu:
1.   Menentukan      posisi   kas    pada    berbagai    waktu    dengan
     membandingkan uang kas masuk dan uang kas keluar
2.   Memperkirakan kemungkinan terjadinya defisit atau surplus
3.   Mempersiapkan keputusan pembelanjaan jangka pendek dan jangka
     panjang, di mana bila terjadi defisit, perusahaan perlu mencari dana
     tambahan baru dan sebaliknya bila perusahaan mengalami surplus
     maka perusahaan harus memilih alternatif penggunaan yang paling
     menguntungkan
4.   Sebagai dasar kebijakan pemberian kredit
5.   Sebagai dasar otorisasi dana anggaran yang disediakan




                                     5-www.manajemenkeuangan10.co.cc
6.   Sebagai dasar penilaian terhadap realisasi pengeluaran kas
     sebenarnya
Pendekatan dalam menyusun anggaran kas, yaitu:
1.   Anggaran Kas Jangka Pendek
     Anggaran ini merupakan alat operasional pengendalian kas sehari-
     hari. Jangka waktunya disesuaikan dengan anggaran tahunan.
     Anggaran ini juga berfungsi sebagai alat pemberian otoritas kas
     keluar yang secara terus menerus disesuaikan dengan arus kas
     masuk dan situasi keuangan pada umumnya
2.   Anggaran Kas Jangka Panjang
     Anggaran ini meliputi jangka waktu lima sampai sepuluh tahun yang
     disesuaikan dengan perencanaan perusahaan yang telah disusun.
     Anggaran     ini   juga   berguna   untuk   mengetahui   kemampuan
     perusahaan menambah sumber-sumber dana dari internal dan
     sekaligus memperkirakan saldo kas pada akhir setiap tahun
     anggaran
Langkah-langkah penyusunan anggaran kas, yaitu:
1.   Menyusun anggaran penagihan piutang, sebagaimana yang telah
     diuraikan pada anggan piutang
2.   Menyusun anggaran penerimaan kas yang biasanya terdiri dari
     penerimaan tunai, penagihan piutang dan penerimaan lain-lain
3.   Menyusun anggaran pengeluaran kas
     Anggaran pengeluaran kas ini umumnya menyangkut pos-pos
     pembelian mesin, pembelian gedung, pembelian lain-lain, anggaran
     untuk biaya-biaya dan pengeluaran lain-lain
4.   Menyusun anggaran yang bersifat sementara, artinya bila terdapat
     saldo kas akhir yang minus atau negatif, maka perusahaan
     memerlukan pinjaman dari pihak luar dan sebagai konsekuensinya
     diperlukan pembayarannya berupa bunga dan angsuran pokoknya.
     Yang perlu menjadi perhatian di sini adalah bahwa pinjaman tersebut
     harus memperhitungkan pembayaran bunga dan angsuran pokoknya


                                     6-www.manajemenkeuangan10.co.cc
5.   Memperkirakan pembayaran bunga, untuk itu diperlukan suatu
     skema pembayaran bunga yang lengkap
6.   Menyusun anggaran kas akhir


I.1. Contoh Kasus 1
     Diketahui       :
Data yang dimiliki PT Akadi, untuk tahun 2007 adalah sebagai berikut:
1.   Rencana penjualan        : 50%nya adalah penjualan kredit
     Januari         Rp 11.000.000,00      Triwulan II    Rp 19.500.000,00
     Februari        Rp 11.250.000,00      Triwulan III   Rp 18.000.000,00
     Maret           Rp 12.000.000,00      Triwulan IV Rp 18.750.000,00
2.   Kerugian karena piutang tidak tertagih sebesar 2%
3.   Pola pengumpulan piutang : (setelah dikurangi piutang tidak
                                      tertagih)
     Bulanan         : 60% pada bulan penjualan
                         30% satu bulan berikutnya
                         10% dua bulan berikutnya
     Triwulan        : 80% triwulan terjadinya penjualan
                         20% triwulan berikutnya
4.   Saldo kas awal tahun : Rp 10.000.000,00
5.   Penerimaan lain-lain : TW II. Rp 9.500.000,00
                               TW III. Rp 10.500.000,00
6.   Berbagai pengeluaran yang membutuhkan kas adalah:
     •    Pembelian bahan baku: Januari Rp 4.080.000,00; Maret Rp
          3.930.000,00; TW II Rp 6.330.000,00; TW III Rp 6.480.000,00;
          TW IV Rp 6.480.000,00
     •    Pembayaran upah dan gaji: Januari Rp 3.070.000,00; Februari
          Rp     2.800.000,00;     Maret   Rp      3.000.000,00;   TW   II   Rp
          4.825.000,00; TW III Rp 4.600.000,00; TW IV Rp 4.675.000,00
     •    Pengembalian utang: Februari Rp 10.500.000,00; TW II Rp
          19.500.000,00


                                       7-www.manajemenkeuangan10.co.cc
               •     Dividen; TW II Rp 1.800.000,00; TW IV Rp 1.800.000,00
               •     Macam-macam biaya: Januari Rp 1.640.000,00; Februari Rp
                     1.440.000,00; Maret Rp 1.790.000,00; TW II, TW III dan TW IV
                     masing-masing Rp 2.340.000,00
       Ditanyakan : menyusun :
       1.      Anggaran pengumpulan piutang
       2.      Anggaran penerimaan kas
       3.      Anggaran pengeluaran kas
       Jawaban         :


                   Penjualan Tunai
   Uraian                                 Penjualan kredit-bad debt (2%)=piutang netto
                        (50%)
Januari            Rp 5.500.000,00    Rp 5.500.000,00    Rp 110.000,00      Rp 5.390.000,00
Februari           Rp 5.625.000,00    Rp 5.625.000,00    Rp 112.500,00      Rp 5.512.500,00
Maret              Rp 6.000.000,00    Rp 6.000.000,00    Rp 120.000,00      Rp 5.880.000,00
Triwulan II        Rp 9.750.000,00    Rp 9.750.000,00    Rp 195.000,00      Rp 9.555.000,00
Triwulan III       Rp 9.000.000,00    Rp 9.000.000,00    Rp 180.000,00      Rp 8.820.000,00
Triwulan IV        Rp 9.375.000,00    Rp 9.375.000,00    Rp 187.500,00      Rp 9.187.500,00




       1.      Anggaran pengumpulan piutang
                                                              (daram ribuan rupiah)
        Uraian Januari Februari  Maret               TW II      TW III       TW IV
       Januari  3.234     1.617      539
       Februari         3.307,5 1.653,75             551,25
       Maret                       3.528              1.764           588
       TW II                                          5.733       2.866,5      955,5
       TW III                                                       5.292      2.646
       TW IV                                                                 5.512,5
       Total    3.234 4.924,5 5.720,75             8.048,25       8.746,5      9.114




                                              8-www.manajemenkeuangan10.co.cc
2.   Anggaran penerimaan kas


                                                        (dalam ribuan rupiah)
 Uraian   Januari Februari  Maret     TW II    TW III                 TW IV
Piutang    3.234 4.924,5 5.720,75 8.048,25 8.746,5                     9.114
Penjualan
           5.390 5.512,5      5.880     9.555    8.820                 9.187,5
Tunai
Lain-lain                               9.500  10.500
Total      8.624   10.437 11.600,75 27.103,25 28.066,5                18.301,5

3.   Anggaran pengeluaran kas


                                                        (dalam ribuan rupiah)
    Uraian         Januari   Februari       Maret   TW II    TW III   TW IV
Pembelian
                     4.080                  3.930    6.330    6.480    6.480
bahan baku
Pembayaran
                     3.070         2.800    3.000    4.825    4.600    4.675
upah
Pengembalian
                              10.500                19.500
utang
Dividen                                              1.800             1.800
Macam Biaya          1.640     1.440        1.790    2.340    2.340    2.340
Total                8.790    14.740        8.720   34.795   13.420   15.295

I.2. Contoh Kasus 2
     Diketahui        :
Toko Permata selama bulan Januari 2009 mempunyai data transaksi
sebagai berikut:
a.   Beli barang dagangan Rp 10.000,00 tunai 40%, sisa kredit sebulan
b.   Jual barang dagangan Rp 15.000,00 tunai 60%, sisanya kredit
     sebulan
c.   Bayar sewa toko bulan ini Rp 500,00 dan gaji Rp 400,00
d.   Sisa barang dagangan akhir Januari 2009 sebesar Rp 2.000,00
Ditanyakan            : buatlah:
1.   Anggaran kas metode langsung
2.   Anggaran laba rugi


                                           9-www.manajemenkeuangan10.co.cc
3.   Anggaran neraca
4.   Anggaran kas metode tak langsung
Jawaban                 :
1.   Anggaran kas metode langsung
     a.     Kas masuk
            Terima dari pelanggan 60% x Rp 15.000,00=   Rp 9.000,00
     b.     Kas keluar                                  Rp 4.900,00
            Kelebihan kas a-b                           Rp 4.100,00
     c.     Kas awal                                    Rp     0,00
     d.     Kas akhir                                   Rp 4.100,00
     Kas keluar sebesar Rp 4.900,00 terdiri atas:
     Bayar kepada pemasok 40% x Rp 10.000,00            Rp 4.000,00
     Bayar sewa                                         Rp   500,00
     Bayar gaji                                         Rp   400,00
                                                        Rp 4.900,00
2.   Anggaran laba rugi
     Penjualan barang dagangan                          Rp 15.000,00
     Pembelian barang dagangan          Rp 10.000,00
     Persediaan barang dagangan akhirRp 2.000,00
     Harga pokok barang terjual                         Rp 8.000,00
     Laba kotor                                         Rp 7.000,00
     Beban sewa                         Rp 500,00
     Beban gaji                         Rp 400,00
                                                        Rp    900,00
     Laba bersih                                        Rp 6.100,00
3.   Anggaran neraca
     Kas                                Rp 4.100,00
     Piutang 40% x Rp 15.000,00         Rp 6.000,00
     Persediaan                         Rp 2.000,00
     Aset                               Rp 12.100,00




                                   10-www.manajemenkeuangan10.co.cc
     Utang 60% x Rp 10.000,00          Rp 6.000,00
     Modal                             Rp 6.100,00
     Utang dan modal                   Rp 12.100,00
4.   Anggaran kas metode tak langsung
     Laba bersih                                          Rp 6.100,00
     Piutang naik                      Rp 6.000,00
     Persediaan naik                   Rp 2.000,00
                                                    Rp 8.000,00
     Utang naik                                     Rp 6.000,00
                                                          Rp 2.000,00
     Kelebihan kas                                        Rp 4.100,00
     Kas awal                                             Rp          0,00
     Kas akhir                                            Rp 4.100,00


I.3. Contoh Kasus 3
     Diketahui       :
Pendekatan dalam menyusun anggaran kas dapat menggunakan
pendekatan akunting keuangan yang disebut juga dengan metode tak
langsung. Metode tak langsung ini cocok untuk anggaran kas jangka
panjang. Oleh karena itu ada juga yang menyebutnya dengan pendekatan
anggaran kas jangka panjang.
     Data perusahaan Kulit Sehat selama lima tahun sebagai berikut:
a.   Laba bersih dianggarkan
     Tahun 2005 sebesar         Rp 1.081.283,00
     Tahun 2006 sebesar         Rp 2.835.872,00
     Tahun 2007 sebesar         Rp 2.285.064,00
     Tahun 2008 sebesar         Rp 1.454.850,00
     Tahun 2009 sebesar         Rp 19.800,00
b.   Depresiasi pabrik masing-masing tiap tahun Rp 2.208.000,00
     Depresiasi alat pemasaran masing-masing tiap tahun Rp 10.000,00
     Depresiasi alat kantor masing-masing tiap tahun Rp 20.000,00


                                  11-www.manajemenkeuangan10.co.cc
       Penghapusan piutang tiap-tiap tahun sebagai berikut:
       Tahun 2005 sebesar Rp 0,00
       Tahun 2006 sebesar Rp 596.300,00
       Tahun 2007 sebesar Rp 480.000,00
       Tahun 2008 sebesar Rp 320.000,00
       Tahun 2009 sebesar Rp 160.000,00
c.     Kegiatan investasi beli aset tetap awal tahun 2005 sebesar Rp
       33.000.000,00 yang dibiayai dengan utang jangka panjang pada
       awal tahun 2005 sebesar Rp 11.000.000,00 dan diangsur tiap tahun
       sebagai berikut:
       Tahun 2006     Rp 2.301.579,00
       Tahun 2007     Rp 2.577.768,00
       Tahun 2008     Rp 2.887.101,00
       Tahun 2009     Rp 3.233.552,00
Untuk menyusun anggaran kas jangka panjang digunakan data anggaran
neraca jangka panjang Kulit Sehat selama lima tahun seperti tabel berikut
ini:




                                    12-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                                     Perusahaan Kulit Sehat
                                Anggaran Neraca Jangka Panjang
                          Per 31 Desember 2005, 2006, 2007, 2008, 2009
                                         (dalam rupiah)


   Keterangan      2005             2006                  2007               2008             2009
Kas                 1.500.000           71.736             2.994.837          4.764.778        5.290.727
Piutang usaha               0        6.535.000             5.931.133          5.066.693        3.308.861
Cadangan
                           0          (596.300)           (1.076.300)        (1.396.300)      (1.556.300)
penghapusan
Pinjaman tenaga
                      169.092                0                     0                  0                0
kerja
Persediaan
                      127.221          146.540               149.600            135.000          132.300
produk jadi
Persediaan bahan
                      200.000          200.000               200.000            200.000          200.000
baku
Aset lancar         1.996.283        6.356.976             8.199.270          8.770.171        7.375.588
Tanah              19.300.000       19.300.000            19.300.000         19.300.000       19.300.000
Bangunan kantor     1.866.000        1.866.000             1.866.000          1.866.000        1.866.000
Cadangan
                     (16.000)          (32.000)              (48.000)           (64.000)         (80.000)
depresiasi
Bangunan pabrik       958.000          958.000               958.000            958.000          958.000
Cadangan
                      (8.000)          (16.000)              (24.000)           (32.000)         (40.000)
depresiasi




                                                                        13-www.manajemenkeuangan10.co.cc
Mesin dan alat
                  11.000.000    11.000.000    11.000.000         11.000.000                0
pabrik
Cadangan
                  (2.200.000)   (4.400.000)   (6.600.000)        (8.800.000)               0
depresiasi
Alat pemasaran       100.000       100.000       100.000            100.000          100.000
Cadangan
                     (10.000)      (20.000)      (30.000)           (40.000)         (50.000)
depresiasi
Alat kantor           99.000        99.000        99.000             99.000           99.000
Cadangan
                      (4.000)       (8.000)      (12.000)           (16.000)         (20.000)
depresiasi
Aset tetap        31.085.000    28.847.000    26.609.000         24.371.000       22.133.000
Kas minimum          200.000       200.000       200.000            200.000          200.000
Persediaan
                     600.000       600.000       600.000            600.000          600.000
minimum
Beban
                     200.000       200.000       200.000            200.000          200.000
ditangguhkan
Aset lainnya       1.000.000     1.000.000     1.000.000          1.000.000        1.000.000
Aset              34.081.283    36.203.976    35.808.270         34.141.171       30.508.588
Utang usaha                0     1.588.400     1.485.398          1.250.550          831.719
Utang investasi   11.000.000     8.698.421     6.120.653          3.233.552                0
Utang             11.100.000    10.286.821     7.606.051          4.484.102          831.719
Modal saham       22.000.000    22.000.000    22.000.000         22.000.000       22.000.000
Laba ditahan       1.081.283     3.917.155     6.202.219          7.657.069        7.676.869
Modal sendiri      2.381.283    25.917.155    28.202.219         29.657.069       29.676.869
Utang dan modal   34.081.283    36.203.976    35.808.270         34.141.171       30.508.588




                                                            14-www.manajemenkeuangan10.co.cc
Ditanyakan          : susunlah anggaran kas jangka panjang tiap tahun
Jawaban             :
Anggaran kas jangka panjang seperti tampak pada tahun 2005 pinjaman
tenaga kerja naik Rp 169.062,00, persediaan produk jadi naik Rp
127.221,00, persediaan bahan baku naik Rp 200.000,00 hal ini
disebabkan tahun 2004 pos tersebut bersaldo nol. Data pinjaman tenaga
kerja, piutang usaha, persediaan produk jadi, persediaan bahan baku,
utang usaha terdapat pada tabel anggaran neraca jangka panjang dengan
cara memperbandingkan data pos periode lalu dengan periode berjalan
(periode saat ini) sehingga dapat diketahui perubahannya (naik atau
turun). Misalnya tahun 2006 pinjaman tenaga kerja turun Rp 169.062,00
karena tahun lalu (tahun 2005) bersaldo Rp 169.062,00, sedangkan tahun
ini (tahun 2006) bersaldo nihil, tahun 2007 sampai tahun 2009 pinjaman
tenaga kerja tidak berubah (tidak naik dan tidak turun), karena dari tahun
2006 pos pinjaman tenaga kerja masing-masing tahun bersaldo nihil.
     Piutang usaha tahun 2005 tidak berubah, karena pos piutang usaha
tahun 2004 bersaldo nihil dan tahun 2005 juga bersaldo nihil, tahun 2006
piutang usaha naik Rp 6.535.000,00 karena piutang usaha tahun 2005
bersaldo nihil dan tahun 2006 bersaldo Rp 6.535.000,00. Piutang usaha
tahun 2007 berubah turun Rp 603.867,00 karena saldo piutang usaha
tahun 2007 sebesar Rp 5.931.133,00, sedangkan tahun 2006 sebesar Rp
6.535.000,00 sehingga Rp 6.535.000,00 - Rp 5.931.133,00 =
Rp 603.867,00. Tahun 2008 piutang usaha turun lagi Rp 864.440,00 yaitu
Rp 5.931.133,00 – Rp 5.066.693,00. Tahun 2009 piutang usaha turun lagi
Rp 1.757.832,00 yaitu Rp 5.066.693,00 – Rp 3.308.861,00.
     Persediaan produk jadi tahun 2005 naik Rp 127.221,00, karena
tahun 2004 persediaan produk jadi bersaldo nihil, sedangkan tahun 2005
persediaan produk jadi bersaldo Rp 127.221,00. Tahun 2006 persediaan
produk jadi naik Rp 19.319,00, yaitu Rp 127.221,00 – Rp 146.540,00.
Tahun 2008 persediaan produk jadi turun Rp 14.600,00, yaitu Rp




                                   15-www.manajemenkeuangan10.co.cc
149.600,00 – Rp 135.000,00. Tahun 2009 persediaan produk jadi turun Rp
2.700,00 (Rp 135.000,00 – Rp 132.300,00).




                                 16-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                                          Perusahaan Kulit Sehat
                                      Anggaran Kas Jangka Panjang
                                    Tahun 2005, 2006, 2007, 2008, 2009
                                              (dalam rupiah)


    Keterangan       2005                2006                  2007               2008             2009
Laba bersih           1.081.283           2.835.872             2.285.064          1.454.850           19.800
Penyusutan            2.238.000           2.238.000             2.238.000          2.238.000        2.238.000
Penghapusan
                               0            596.300               480.000            320.000          160.000
piutang
Pinjaman tenaga
                       (169.062)            169.062                     0                  0                0
kerja
Piutang usaha                  0         (6.535.000)              603.867            864.440        1.757.832
Persediaan
                       (127.221)            (19.319)               (3.060)            14.600            2.700
produk jadi
Persediaan bahan
                       (200.000)                  0                     0                  0                0
baku
Utang usaha                    0          1.588.400             (103.002)           (234.848)        (418.831)
Kegiatan operasi
                       2.823.000            873.315             5.500.869          4.657.042        3.759.501
kas masuk bersih
Kegiatan investasi
kas keluar bersih
Beli aset tetap      (33.000.000)                 0                     0                  0                0
Kegiatan
pendanaan




                                                                             17-www.manajemenkeuangan10.co.cc
Terima utang
                     11.000.000             0             0                  0                0
jangka panjang
Bayar utang
                              0    (2.301.579)   (2.577.768)        (2.887.101)      (3.233.552)
jangka panjang
Surplus (defisit)   (19.177.000)    1.428.264     2.923.101          1.769.941          525.949
Kas awal              20.677.000    1.500.000        71.736          2.994.837        4.764.778
Kas akhir              1.500.000       71.736     2.994.837          4.764.778        5.290.727




                                                               18-www.manajemenkeuangan10.co.cc
Persediaan bahan baku tahun 2005 naik Rp 200.000,00, karena tahun
2004 persediaan bahan baku nihil. Tahun 2006 sampai tahun 2009 tidak
ada perubahan persediaan bahan baku, karena dari tahun 2005 sampai
tahun 2009 persediaan bahan baku bersaldo Rp 200.000,00.
     Utang usaha tahun 2005 tidak berubah karena tahun 2004 tidak ada
utang usaha dan tahun 2005 juga tidak ada utang usaha atau dengan kata
lain utang usaha tahun 2004 dan tahun 2005 bersaldo nihil. Tahun 2006
utang usaha naik Rp 1.588.400,00 karena tahun 2006 utang usaha
bersaldo Rp 1.588.400,00, sedangkan tahun 2005 utang usaha bersaldo
nihil. Tahun 2007 utang usaha turun Rp 103.002,00 yaitu Rp 1.588.400,00
– Rp 1.485.398,00. Tahun 2008 utang usaha turun Rp 234.848,00 yaitu
Rp 1.485.398,00 – Rp 1.250.550,00. Tahun 2009 utang usaha turun Rp
418.831,00 (Rp 1.250.550,00 – Rp 831.719,00)


I.4. Contoh Kasus 4
     Diketahui        :
Penyusunan anggaran kas dapat menggunakan pendekatan kas masuk
dan kas keluar yang disebut juga dengan metode langsung. Metode
langsung ini cocok untuk anggaran kas jangka pendek. Oleh karena itu
ada juga yang menyebutnya dengan pendekatan anggaran kas jangka
pendek.
     Sebagai     ilustrasi   penyusunan   anggaran   kas   jangka   pendek
digunakan data Perusahaan Kulit Sehat selama tahun 2006 yang dibuat
berdasarkan anggaran kas jangka panjang. Oleh karena itu saldo kas
akhir yang terdapat pada anggaran kas jangka panjang tahun 2006 sama
dengan yang terdapat pada anggaran kas jangka pendek. Berikut ini data
pada perusahaan Kulit Sehat selama tahun 2006.
a.   Anggaran kas masuk dari penjualan triwulan:
     I      Rp 2.370.000,00
     II     Rp 6.115.000,00
     III    Rp 8.680.000,00


                                     19-www.manajemenkeuangan10.co.cc
          IV      Rp 7.900.000,00
                  Rp 25.065.000,00
     b.   Anggaran kas keluar dalam rupiah triwulan:


                                I            II         III           IV        Total
Beli bahan baku             2.209.000    4.981.050   5.024.250     3.840.600 16.054.900
Tenaga kerja langsung         713.313      787.250     637.750       393.375 2.531.688
Overhead pabrik               185.000      185.000     185.000       185.000    740.000
Beban usaha                   762.500      762.500     762.500       762.500 3.050.000
Pajak sebelum tambah
                               88.178     145.479         71.771     27.669     333.097
modal

     c.   Laba usaha setahun            Rp 4.650.969,00
          Bunga lama setahun            (Rp 1.320.000,00)
          Laba sebelum pajak            Rp 3.330.969,00-> sebelum bunga baru
          Pajak                         (Rp   333.097,00)
          Laba setelah pajak            Rp 2.997.872,00-> sebelum bunga baru
     d.   Kas awal Januari 2006 sebesar Rp 1.500.000,00
     e.   Bunga utang jangka panjang dibayar tiap triwulan Rp 330.000,00 dan
          setahun 4x Rp 330.000,00 = Rp 1.320.000,00
     f.   Anggaran pokok utang jangka panjang dibayar pada triwulan IV
          tahun 2006 sebesar Rp 2.301.579,00
     g.   Untuk mengatasi defisit (kekurangan) kas yang mungkin terjadi,
          perusahaan merencanakan pada awal tahun 2006 akan menambah
          modal sebesar Rp 2.000.000,00. Tingkat bunga 12% setahun.
          Rencana tambahan modal Rp 2.000.000,00 dilunasi pada akhir
          triwulan III tahun 2006 bila tambahan modal tersebut pinjam di bank
     Ditanyakan         : susunlah anggaran kas jangka pendek tiap triwulan
     Jawaban            :




                                         20-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                                              Perusahaan Kulit Sehat
                                            Anggaran Kas Jangka Pendek
                                                    Tahun 2006
                                                  (dalam rupiah)


                                                       Triwulan
        Keterangan                                                                                    Setahun
                               I                 II                    III             IV
A. Kas masuk dari penjualan    2.370.000         6.115.000             8.680.000       7.900.000       25.065.000
B. Kas keluar
   a. Biaya bahan baku          2.209.000         4.981.050            5.024.250       3.840.600       16.054.900
   b. Biaya tenaga kerja          713.313           787.250              637.750         393.375        2.531.688
   c. Biaya overhead pabrik       185.000           185.000              185.000         185.000          740.000
   d. Biaya pabrik (a+b+c)      3.107.313         5.935.300            5.847.000       4.418.975       19.326.588
   e. Beban usaha tunai           762.500           762.500              762.500         762.500        3.050.000
   f. Bunga lama                  330.000           330.000              330.000         330.000        1.320.000
   g. Pajak sebelum pinjaman       88.178           145.479               71.771          27.669          333.097
      Total kas keluar          4.287.991         7.191.279            7.011.271       5.539.144       24.029.685
C. Surplus/defisit * (A-B)     1.917.991*        1.076.279*            1.668.729       2.360.856        1.035.315
D. Kas awal                     1.500.000         1.528.009              397.750          12.459        1.500.000
E. Terima pinjaman              2.000.000                 0                    0               0        2.000.000
F. Bunga baru                      60.000            60.000               60.000               0          180.000
G. Pajak 10% dari F                 6.000             6.000                6.000               0           18.000
H. Angsuran pinjaman                    0                 0            2.000.000       2.301.579        4.301.579
I. Kas akhir (C+D+E+F+G+H)      1.528.009           397.730               12.459          71.736           71.736




                                                                               21-www.manajemenkeuangan10.co.cc
Anggaran kas jangka pendek selama tahun 2006 seluruh kas masuk
berasal dari kegiatan operasi dan seluruh kas keluar untuk kegiatan
operasi, kecuali kas keluar untuk angsuran pinjaman pada triwulan IV
sebesar   Rp2.301.579,00     merupakan       kas   keluar   untuk   kegiatan
pendanaan.
     Pada anggaran kas jangka pendek bunga baru tiap triwulan Rp
60.000,00 dihitung sebagai berikut:
Bunga baru setriwulan      = 12 % x Rp 2.000.000,00 = Rp 60.000,00
                                         4
Pada anggaran kas jangka pendek keadaan kekurangan (defisit) kas
terlihat pada huruf C, triwulan I Rp 1.917.991,00 dan pada triwulan II Rp
1.076.729,00. Sesungguhnya pada triwulan I kekurangan kas tidak
sebesar Rp 1.917.991,00 karena terdapat kas awal Rp 1.500.00,00
sehingga kekurangan kas pada triwulan I hanya sebesar Rp 417.991,00
(Rp 1.917.991,00 – Rp 1.500.00,00).


I.5. Tugas
1.   Sebutkan tujuan disusun anggaran kas?
2.   Sebutkan kegiatan perusahaan dalam penggolongan arus kas?
3.   Jumlah kas masuk sebesar Rp 8.000,00, kas keluar Rp 7.000,00,
     kas awal sebesar Rp 4.000,00. Berapakah nilai kas akhir?
4.   Data neraca tahun 2006 terdiri atas kas Rp 155.000,00, piutang
     dagang Rp 164.800,00, persediaan produk barang dagangan Rp
     215.000,00, aset tetap bersih Rp 255.000,00, utang dagang Rp
     184.750,00, modal saham Rp 305.000,00, laba ditahan Rp
     195.050,00. Data neraca tahun 2007 terdiri dari piutang dagang Rp
     795.200,00, persediaan produk dagangan Rp 849.275,00, aset tetap
     bersih Rp 871.400,00, utang bank Rp737.400,00, utang dagang Rp
     817.275,00, utang bunga Rp 727.500,00, modal saham Rp
     927.400,00, laba ditahan Rp 821.150,00. Laba bersih tahun 2007




                                      22-www.manajemenkeuangan10.co.cc
     sebesar Rp 8.550,00, penyusutan aset tetap setahun Rp 10.850,00.
     Berdasarkan data tersebut arus kas masuk bersih sebesar…
5.   Perusahaan ini baru berdiri dan tidak punya modal awal dan selama
     sebulan mempunyai transaksi dianggarkan sebagai berikut: beli
     produk dagangan Rp 18.000,00 secara tunai 30%,sisanya 60%
     kredit sebulan , 10% kredit dua bulan. Dijual produk dagangan Rp
     23.000,00, secara tunai 80%, 20% sisanya kredit sebulan. Bayar
     sewa toko dan gaji bulan ini Rp 9.500,00. Dari transaksi tersebut, kas
     keluar sebulan sebesar…




                                   23-www.manajemenkeuangan10.co.cc
24-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                                  BAB II
                       ANGGARAN PIUTANG




     Piutang adalah salah satu bentuk investasi. Sebagai salah satu
bentuk investasi maka piutang :
•    Menyerap sejumlah dana modal kerja
•    Mempunyai usia tertentu sesuai dengan waktu keterikatannya
•    Mempengaruhi tingkat risiko perusahaan secara keseluruhan
•    Perlu dimonitor tingkat efisiensinya
Anggaran piutang adalah anggaran yang merencanakan secara lebih
terperinci tentang jumlah piutang perusahaan beserta perubahan-
perubahannya dari waktu ke waktu selama periode yang akan datang.
Manfaat anggaran piutang bagi perusahaan adalah sebagai berikut:
•    Merupakan upaya untuk meningkatkan omzet penjualan, sehingga
     keuntungan juga dapat ditingkatkan
     Pembeli yang tidak memiliki likuiditas tinggi mungkin sekali akan
     terdorong    untuk    melakukan        pembelian,   dengan   demikian
     kebijaksanaan kredit dapat meningkatkan daya saing perusahaan


                                    25-www.manajemenkeuangan10.co.cc
•    Pada jenis usaha tertentu, kredit jangka panjang dapat menciptakan
     keuntungan tambahan tertentu bagi perusahaan
     Dengan meningkatnya volume penjualan maka keuntunganpun
     diharapkan    akan   meningkat.     Dengan    demikian   kredit   akan
     mempunyai akibat yang positif dari segi penilaian investasi secara
     keseluruhan
•    Dapat mempererat hubungan dagang antara perusahaan dengan
     relasinya
     Dengan adanya hubungan hutang piutang maka hubungan dagang
     antara perusahaan dengan para relasinya menjadi lebih erat,
     sehingga kredit menjamin kontinyuitas hubungan
•    Pada jenis usaha tertentu (produsen rumah murah, perdagangan
     kendaraan bermotor) dimana hubungan kredit berjangka lama, maka
     kredit menciptakan keuntungan tambahan bagi penjual
Dengan anggaran piutang dapat ditunjukkan hal-hal berikut ini :
•    Menunjukkan besarnya putang yang terjadi dari waktu ke waktu
•    Menunjukkan jumlah piutang yang tertagih dari waktu ke waktu
•    Menunjukkan sisa piutang yang belum tertagih dari waktu ke waktu
     selama periode yang akan datang
Enam faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun anggaran
piutang, yaitu:
1.   anggaran penjualan
2.   keadaan persaingan di pasar
3.   posisi perusahaan dalam persaingan
4.   syarat pembayaran yang ditawarkan perusahaan
5.   kebijakan perusahaan dalam penagihan piutang
6.   rencana perusahaan untuk melakukan penjualan secara kredit
     aktiva-aktiva lain, selain barang hasil produksinya
Pengaruh penjualan kredit terhadap arus kas yaitu :
•    jangka waktu kredit itu diberikan
•    kerajinan dari petugas penagih hutang


                                    26-www.manajemenkeuangan10.co.cc
•    mutu dari para debitur yang diperdaya membeli barang dagang kredit
•    situasi usaha pada umumnya


II.1. Contoh Kasus 1
     Diketahui      :
Rencana penjualan CV. UNGGUL untuk tahun 2008 adalah sebagai
berikut :
JANUARI             Rp 7.400.000,00 TRIWULAN II          Rp 23.250.000,00
FEBRUARI            Rp 7.600.000,00 TRIWULAN III         Rp 21.750.000,00
MARET               Rp 8.400.000,00 TRIWULAN IV          Rp 22.500.000,00


Dengan komposisi 50% penjualan kredit dan sisanya penjualan tunai
diketahui kerugian piutang tak tertagih (bad debts) 2%
Ditanyakan : Jumlah penjualan tunai dan penjualan kredit
Jawaban:
Prosentase penjualan tunai       = 100% - prosentase penjualan kredit
                                 = 100% - 50%
                                 = 50%
Penjualan Tunai     = prosentase penjualan tunai x rencana penjualan
Januari             = 50% x Rp 7.400.000,00
                    = Rp 3.700.000,00
Februari            = 50% x Rp 7.600.000,00
                    = Rp 3.800.000,00
Maret               = 50% x Rp 8.400.000,00
                    = Rp 4.200.000,00
Triwulan II         = 50% x Rp 23.250.000,00
                    = Rp 11.625.000,00
Triwulan III        = 50% x Rp 21.750.000,00
                    = Rp 10.875.000,00
Triwulan IV         = 50% x Rp 22.500.000,00
                    = Rp 11.250.000,00
Penjualan kredit    = rencana penjualan – penjualan tunai


                                   27-www.manajemenkeuangan10.co.cc
Januari         = Rp 7.400.000,00 - Rp 3.700.000,00
                = Rp 3.700.000,00
Februari        = Rp 7.600.000,00 - Rp 3.800.000,00
                = Rp 3.800.000,00
Maret           = Rp 8.400.000,00 - Rp 4.200.000,00
                = Rp 4.200.000,00
Triwulan II     = Rp 23.250.000,00 - Rp 11.625.000,00
                = Rp 11.625.000,00
Triwulan III    = Rp 21.750.000,00 - Rp 10.875.000,00
                = Rp 10.875.000,00
Triwulan IV     = Rp 22.500.000,00 - Rp 11.250.000,00
                = Rp 11.250.000,00
Bad debt        = prosentase bad debt x penjualan kredit
Januari         = 2% x Rp 3.700.000,00
                = Rp 74.000,00
Februari        = 2% x Rp 3.800.000,00
                = Rp 76.000,00
Maret           = 2% x Rp 4.200.000,00
                = Rp 84.000,00
Triwulan II     = 2% x Rp 11.625.000,00
                = Rp 232.500,00
Triwulan III    = 2% x Rp 10.875.000,00
                = Rp 217.500,00
Triwulan IV     = 2% x Rp 11.250.000,00
                = Rp 225.000,00
Piutang Netto   = penjualan kredit – bad debt
Januari         = Rp 3.700.000,00 - Rp 74.000,00
                = Rp 3.626.000,00
Februari        = Rp 3.800.000,00 - Rp 76.000,00
                = Rp 3.724.000,00
Maret           = Rp 4.200.000,00 - Rp 84.000,00


                               28-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                                = Rp 4.116.000,00
      Triwulan II               = Rp 11.625.000,00 - Rp 232.500,00
                                = Rp 11.392.500,00
      Triwulan III              = Rp 10.875.000,00 - Rp 217.500,00
                                = Rp 10.657.500,00
      Triwulan IV               = Rp 11.250.000,00 - Rp 225.000,00
                                = Rp 11.025.000,00


        Penj. Tunai     Penj. Kredit
Keterangan                               Bad debt       Piutang Netto
        50%             50%
JANUARI  Rp 3.700.000,00 Rp 3.700.000,00    Rp 74.000,00 Rp 3.626.000,00
FEBRUARI Rp 3.800.000,00 Rp 3.800.000,00    Rp 76.000,00 Rp 3.724.000,00
MARET    Rp 4.200.000,00 Rp 4.200.000,00    Rp 84.000,00 Rp 4.116.000,00
TRI II  Rp 11.625.000,00 Rp 11.625.000,00 Rp 232.500,00 Rp 11.392.500,00
TRI III Rp 10.875.000,00 Rp 10.875.000,00 Rp 217.500,00 Rp 10.657.500,00
TRI IV  Rp 11.250.000,00 Rp 11.250.000,00 Rp 217.500,00 Rp 11.025.000,00


      II.2. Contoh Kasus 2
             Diketahui          :
      Data realisasi dan anggaran penjualan PT Bharata Farm and Dairy
      selama triwulan pertama tahun 2010 adalah sebagai berikut:
      Realisasi        Desember             Rp 167.500,00
      Anggaran         Januari              Rp 172.500,00
                       Februari             Rp 177.500,00
                       Maret                Rp 182.200,00
      Syarat pembayaran 50% tunai, 40% kredit sebulan, 10% kredit dua bulan
      dan    1%      ditaksir       tidak   tertagih    dari piutang   usaha   bulan   yang
      bersangkutan.
      Ditanyakan : hitunglah anggaran piutang
      Jawaban:
      Perhitungan anggaran piutang usaha bersih:
      Januari          = (9% x Rp 167.500,00) + (49% x Rp 172.500,00)
                       = Rp 15.075,00 + Rp 84.525,00


                                                       29-www.manajemenkeuangan10.co.cc
             = Rp 99.600,00
Februari     = (9% x Rp 172.500,00) + (49% x Rp 177.500,00)
             = Rp 15.525,00 + Rp 86.975,00
             = Rp 102.500,00
Maret        = (9% x 177.500,00) + (49% x Rp 182.200,00)
             = Rp 15.975,00 + Rp 89.278,00
             = Rp 105.253,00
Perhitungan taksiran piutang tak tertagih:
Desember     = 1% x Rp 167.500,00        = Rp 1.675,00
Januari      = 1% x Rp 172.500,00        = Rp 1.725,00
Februari     = 1% x Rp 177.500,00        = Rp 1.775,00
Maret        = 1% x Rp 182.200,00        = Rp 1.822,00
Perhitungan cadangan penghapusan piutang usaha:
Januari      = Rp 1.675,00 + Rp 1.725,00       = Rp 3.400,00
Februari     = Rp 1.725,00 + Rp 1.775,00       = Rp 3.500,00
Maret        = Rp 1.775,00 + Rp 1.822,00       = Rp 3.597,00
Perhitungan anggaran piutang usaha:
Januari      = (10% x Rp 167.500,00) + (50% x Rp 172.500,00)
             = Rp 16.750,00 + Rp 86.250,00
             = Rp 103.000,00
Februari     = (10% x Rp 172.500,00) + (50% x Rp 177.500,00)
             = Rp 17.250,00 + Rp 88.750,00
             = Rp 106.000,00
Maret        = (10% x Rp 177.500,00) + (50% x Rp 182.200,00)
             = Rp 17.750,00 + Rp 91.100,00
             = Rp 108.850,00
Keterangan : 10% = 1% + 9%
               50% = 49% + 1%




                                    30-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                         PT Bharata Farm and Dairy
                          Anggaran Piutang Usaha
                        Triwulan Pertama Tahun 2010


   Keterangan             Januari        Februari            Maret
Piutang Usaha           Rp 103.000,00   Rp 106.000,00     Rp 108.850,00
Cadangan
                          Rp 3.400,00      Rp 3.500,00      Rp 3.597,00
Penghapusan
Piutang Usaha
                         Rp 99.600,00   Rp 102.500,00     Rp 105.253,00
Bersih

II.3. Contoh Kasus 3
     Diketahui      :
Jualan dianggarkan PT. Keihin selama 3 bulan sebagai berikut:
Januari      Rp 50.000,00
Februari     Rp 60.000,00
Maret        Rp 70.000,00
Jumlah       Rp 180.000,00
Berdasarkan pengalaman cara membayar pelanggan:
a.   50% dari jualan setiap bulannya terkumpul dalam waktu 20 hari
     setelah bualan jualan
b.   30% terkumpul dalam waktu sesudah 20 hari dalam bulan yang
     sama
c.   20% terkumpul dalam bulan kedua sesudah bulan jualan
Syarat pembayaran 5/20/net 30, artinya pembeli mendapat potongan 5%
dari barang yang dibeli bila membayar dalam waktu 20 hari sejak barang
diterima. Jangka waktu kredit paling lambat 30 hari
Ditanyakan : hitunglah piutang yang tertagih tiap bulan
Jawaban      :
Piutang yang tertagih bulan:




                                    31-www.manajemenkeuangan10.co.cc
Februari 50% x Rp 50.000,00   = Rp 25.000,00
         Potongan
                              = Rp 1.250,00 -
         5% x Rp 25.000,00
         30% x Rp 50.000,00   = Rp 23.750,00
                              = Rp 15.000,00 +
                                                                  Rp 38.750,00
Maret    20% x Rp 50.000,00   =                  Rp 10.000,00
         50% x Rp 60.000,00   = Rp 30.000,00
         Potongan
                              = Rp 1.500,00 -
         5% x Rp 30.000,00
                              = Rp 28.500,00
         30% x Rp 60.000,00   = Rp 18.000,00 +
                              =                  Rp 46.500,00 +
                                                 Rp 56.500,00

April    20% x Rp 60.000,00   =                  Rp 12.000,00
         50% x Rp 70.000,00   = Rp 35.000,00
         Potongan
                              = Rp 1.750,00 -
         5% x Rp 35.000,00
                                Rp 33.250,00
         30% x Rp 70.000,00   = Rp 21.000,00 +
                                                 Rp 54.250,00 +
                                                 Rp 66.250,00

Mei      20% x Rp 70.000,00   = Rp 14.000,00




                                                          32-www.manajemenkeuangan10.co.cc
Dengan demikian, seluruh piutang yang tertagih merupakan kas masuk
sebesar Rp 175.500,00, yaitu bulan: Februari Rp 38.750,00 + Maret
Rp 56.500,00 + April Rp 66.250,00 + Mei Rp 14.000,00 = Rp 175.500,00
Potongan     : Februari Rp 1.250,00 + Maret Rp 1.500,00 + April
                 Rp 1.750,00 = Rp 4.500,00
Jumlah jualan selama tiga bulan = Rp 175.500,00 + Rp 4.500,00
                                  = Rp 180.000,00
Adapun anggaran piutang PT. Keihin selama tiga bulan berturut-turut
dapat dihitung sebagai berikut:
Januari      : Jualan                                      Rp 50.000,00
Februari     : 20% x Rp 50.000,00        = Rp 10.000,00
                 Jualan                  = Rp 60.000,00
                                                           Rp 70.000,00
Maret        : 20% x Rp 60.000,00        = Rp 12.000,00
                 Jualan                  = Rp 70.000,00
                                                           Rp 82.000,00


II.4. Contoh Kasus 4
     Diketahui        :
PT Sinar Abadi menyusun realisasi dan anggaran jualan sebagai berikut:
Realisasi    Juli           Rp 210,00
             Agustus        Rp 190,00
Anggaran     September      Rp 210,00
             Oktober        Rp 210,00
             November       Rp 290,00
             Desember       Rp 230,00
Syarat pembayaran 30% tunai, 50% kredit sebulan dan 20% kredit dua
bulan.
Ditanyakan            : hitunglah anggaran piutang usaha
Jawaban               :




                                    33-www.manajemenkeuangan10.co.cc
Perhitungan anggaran piutang yang tertagih dari pelanggan sebagai
berikut:
September   30% x Rp 210,00    = Rp 63,00
            50% x Rp 190,00    = Rp 95,00
            20% x Rp 210,00    = Rp 42,00
                                 Rp 200,00
Oktober     30% x Rp 210,00    = Rp 63,00
            50% x Rp 210,00    = Rp 105,00
            20% x Rp 190,00    = Rp 38,00
                                 Rp 206,00
November    30% x Rp 290,00    = Rp 87,00
            50% x Rp 210,00    = Rp 105,00
            20% x Rp 210,00    = Rp 42,00
                                 Rp 234,00
Desember    30% x Rp 230,00    = Rp 69,00
            50% x Rp 290,00    = Rp 145,00
            20% x Rp 210,00    = Rp 42,00
                                 Rp 256,00
Anggaran piutang usaha PT Sinar Abadi tahun 2010 sebagai berikut:
September   20% x Rp 190,00    = Rp 38,00
            70% x Rp 210,00    = Rp 147,00
                                 Rp 185,00
Oktober     20% x Rp 210,00    = Rp 42,00
            70% x Rp 210,00    = Rp 147,00
                                 Rp 189,00
November    20% x Rp 210,00    = Rp 42,00
            70% x Rp 290,00    = Rp 203,00
                                 Rp 245,00
Desember    20% x Rp 290,00    = Rp 58,00
            70% x Rp 230,00    = Rp 161,00
                                 Rp 219,00


                                 34-www.manajemenkeuangan10.co.cc
II.5. Contoh Kasus 5
     Diketahui     :
PT Kandaga menyusun anggaran jualan dan realisasi tahun 2010 sebagai
berikut:
Realisasi    Agustus        Rp 228.000,00
             September      Rp 208.000,00
Anggaran     Oktober        Rp 288.000,00
             November       Rp 328.000,00
             Desember       Rp 228.000,00
Syarat pembayaran 20% tunai dan 80% kredit. Dari 80% kredit akan
diterima 70% sebulan setelah jualan dan 30% dua bulan setelah jualan.
Ditanyakan         : hitunglah anggaran piutang usaha
Jawaban:
Oktober                20% x Rp 288.000,00           = Rp 57.600,00
                       70% x (80% x Rp 208.000,00)   = Rp 116.480,00
                       30% x (80% x Rp 228.000,00)   = Rp 54.720,00
                                                        Rp 228.800,00
November               20% x Rp 328.000,00           = Rp 65.600,00
                       70% x (80% x Rp 288.000,00)   = Rp 161.280,00
                       30% x (80% x Rp 208.000,00)   = Rp 49.920,00
                                                        Rp 276.800,00
Desember               20% x Rp 228.000,00           = Rp 45.600,00
                       70% x (80% x Rp 328.000,00)   = Rp 183.680,00
                       30% x (80% x Rp 288.000,00)   = Rp 69.120,00
                                                        Rp 298.400,00
Anggaran piutang usaha dari PT Kandaga dihitung sebagai berikut:
Oktober                30% x (80% x Rp 208.000,00)   = Rp 49.920,00
                       80% x Rp 288.000,00           = Rp 230.400,00
                                                        Rp 280.320,00
November               30% x (80% x Rp 288.000,00)   = Rp 69.120,00
                       80% x Rp 328.000,00           = Rp 262.400,00


                                   35-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                                                       Rp 331.520,00
Desember             30% x (80% x Rp 328.000,00)      = Rp 78.720,00
                     80% x Rp 228.000,00              = Rp 182.400,00
                                                       Rp 261.120,00


II.6. Tugas
1.   Realisasi bulan Februari sebesar Rp 425,00 dan Maret sebesar Rp
     475,00. Anggaran jualan bulan April sebesar Rp 825,00, Mei sebesar
     Rp 625,00, Juni sebesar Rp 625,00, Juli sebesar Rp 525,00. Syarat
     pembayaran 90% tunai dan 10% kredit. Dari kredit 10% diterima 8%
     dalam waktu sebulan dan 2% diterima dalam waktu dua bulan.
     Berdasarkan data tersebut berapakah piutang yang tertagih bulan
     April, Mei, Juni, Juli dan Agustus?
2.   Selama tiga bulan terdapat anggaran jualan sebagai berikut:
     Januari        Rp 50.000,00
     Februari       Rp 60.000,00
     Maret          Rp 65.000,00
     Syarat pembayaran 70% tunai dan 30% kredit
     Dari 30% kredit diterima 10% dibayar dalam jangka waktu sebulan,
     10% dibayar dalam jangka waktu dua bulan dan 10% dibayar dalam
     jangka waktu tiga bulan. Berdasarkan data tersebut, buatlah
     anggaran piutang bulan Januari, Februari dan Maret?
3.   Selama tiga bulan terdapat anggaran jualan sebagai berikut:
     April          Rp 145.000,00
     Mei            Rp 150.000,00
     Juni           Rp 155.000,00
Syarat pembayaran 25% tunai, 25% kredit sebulan, 30% kredit dua bulan,
20% kredit tiga bulan. Buatlah anggaran piutang bulan April, Mei dan Juni.




                                    36-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                                 BAB III
                        ANGGARAN MODAL




     Modal menunjukkan aktiva tetap yang digunakan untuk produksi.
Anggaran adalah sebuah rencana rinci yg memproyeksikan aliran kas
masuk dan aliran kas keluar selama beberapa periode pada saat yg akan
datang. Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran aktiva
tetap. Penganggaran modal (capital budgeting) adalah keseluruhan
proses mulai dari perencanaan sampai dengan pengambilan keputusan
untuk pengeluaran sejumlah dana (investasi) dimana jangka waktu
kembalinya dana tersebut melebihi waktu 1 tahun.
     Investasi dalam aktiva tetap adalah dana yang tertanam akan
diterima kembali keseluruhannya oleh perusahaan dalam beberapa tahun
secara berangsur – angsur melalui depresiasi. Net cash flow (proceed)
adalah selisih aliran kas keluar netto yang diperlukan untuk investasi baru
dan aliran kas masuk netto sebagai hasil dari investasi baru.
     Pentingnya penganggaran modal, yaitu:




                                    37-www.manajemenkeuangan10.co.cc
1.       Keputusan penganggaran modal akan berpengaruh pada jangka
         waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
2.       Penganggaran modal yg efektif akan menaikkan ketepatan waktu
         dan kualitas dari penambahan aktiva
3.       Pengeluaran modal sangatlah penting
Tahap-tahap untuk menyusun penganggaran modal, yaitu:
1.       Biaya proyek harus ditentukan
2.       Manajemen harus memperkirakan aliran kas yg diharapkan dari
         proyek, termasuk nilai akhir aktiva
3.       Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai distribusi
         probabilitas aliran kas)
4.       Dengan     mengetahui      risiko    dari   proyek,   manajemen   harus
         menentukan biaya modal (cost of capital) yang tepat untuk
         mendiskon aliran kas proyek
5.       Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas masuk yang
         diharapkan digunakan untuk memperkirakan nilai aktiva.
6.       Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yg diharapkan dibandingkan
         dengan biayanya,
Manfaat capital budgeting, yaitu:
a.       Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena
         dana yang terikat jangka waktunya lebih dari satu tahun.
b.       Agar tidak terjadi over invesment atau under invesment
c.       Dapat lebih terperinci, teliti karena dana semakin banyak dan dalam
         jumlah yang sangat besar.
d.       Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making


III.1.    Contoh Kasus 1
          Diketahui     :
PT Tanuwijaya menyusun realisasi dan anggaran pembelian sebagai
berikut. Realisasi: Juli Rp 100,00 dan Agustus Rp 80,00. Anggaran:
September Rp 100,00, Oktober Rp 100,00, November Rp 180,00 dan


                                             38-www.manajemenkeuangan10.co.cc
Desember Rp 120,00. Syarat pembayaran 30% tunai, 50% kredit sebulan,
20% kredit dua bulan.
Ditanyakan         : Hitunglah anggaran kas keluar dan anggaran utang
                       usaha
Jawaban            :
Anggaran kas keluar untuk pemasok dihitung sebagai berikut:
September          30% x Rp 100,00    = Rp 30,00
                   50% x Rp 80,00     = Rp 40,00
                   20% x Rp 100,00    = Rp 20,00
                                                    Rp 90,00
Oktober            30% x Rp 100,00    = Rp 30,00
                   50% x Rp 100,00    = Rp 50,00
                   20% x Rp 80,00     = Rp 16,00
                                                    Rp 96,00
November           30% x Rp 180,00    = Rp 54,00
                   50% x Rp 100,00    = Rp 50,00
                   20% x Rp 100,00    = Rp 20,00
                                                    Rp 124,00
Desember           30% x Rp 120,00    = Rp 36,00
                   50% x Rp 180,00    = Rp 90,00
                   20% x Rp 100,00    = Rp 20,00
                                                    Rp 146,00
Anggaran utang usaha dari PT Tanuwijaya dihitung sebagai berikut:
September          20% x Rp 80,00     = Rp 16,00
                   70% x Rp 100,00    = Rp 70,00
                                                    Rp 86,00
Oktober            20% x Rp 100,00    = Rp 20,00
                   70% x Rp 100,00    = Rp 70,00
                                                    Rp 90,00
November           20% x Rp 100,00    = Rp 20,00
                   70% x Rp 180,00    = Rp 126,00


                                  39-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                                                     Rp 146,00
Desember           20% x Rp 180,00      = Rp 36,00
                   70% x Rp 120,00      = Rp 84,00
                                                     Rp 120,00


III.2. Contoh Kasus 2
     Diketahui     :
PT Tarakan menyusun realisasi dan anggaran pembelian sebagai berikut:
Realisasi: Agustus Rp 100.000,00 dan September Rp 80.000,00.
Anggaran: Oktober Rp 160.000,00, November Rp 200.000,00 dan
Desember Rp 100.000,00. Syarat pembayaran 20% tunai, 80% kredit.
Dari 80% kredit akan dibayar 70% sebulan setelah pembelian dan 30%
dua bulan setelah pembelian.
Ditanyakan         : Hitunglah anggaran kas keluar dan anggaran utang
                       usaha
Jawaban            :
Anggaran kas keluar untuk pemasok dihitung sebagai berikut:
Oktober      20% x Rp 160.000,00              = Rp 32.000,00
             70% x (80% x Rp 80.000,00)       = Rp 44.800,00
             30% x (80% x Rp 100.000,00)      = Rp 24.000,00
                                                     Rp 100.800,00
November     20% x Rp 200.000,00              = Rp 40.000,00
             70% x (80% x Rp 160.000,00)      = Rp 89.600,00
             30% x (80% x Rp 80.000,00)       = Rp 19.200,00
                                                     Rp 148.800,00
Desember     20% x Rp 100.000,00              = Rp 20.000,00
             70% x (80% x Rp 200.000)         = Rp 112.000,00
             30% x (80% x Rp 160.000,00)      = Rp 38.400,00
                                                     Rp 170.400,00
Anggaran utang usaha dari PT Tarakan dihitung sebagai berikut:
Oktober      30% x (80% x Rp 80.000,00)       = Rp 19.200,00


                                   40-www.manajemenkeuangan10.co.cc
              80% x Rp 160.000,00             = Rp 128.000,00
                                                     Rp 147.200,00
November      30% x (80% x Rp 160.000,00)     = Rp 38.400,00
              80% x Rp 200.000,00             = Rp 160.000,00
                                                     Rp 198.400,00
Desember      30% x (80% x Rp 200.000,00)     = Rp 48.000,00
              80% x Rp 100.000,00             = Rp 80.000,00
                                                     Rp 128.000,00


III.3. Contoh Kasus 3
       Diketahui    :
Pokok utang jangka sebesar Rp 10.000,00, jangka waktu kredit 5 tahun,
bunga 12% setahun, tenggang waktu 2 tahun dan selama tenggang waktu
bunga dibayar.
Ditanyakan          : buatlah rencana pengembalian kredit (utang)
Jawaban             :
Rencana pengembalian kredit


                                      Bayar                 Sisa Utang
Tahun        Angsuran
                                Pokok     Bunga 12%
   1         Rp 1.200,00              -     Rp 1.200,00    Rp 10.000,00
   2         Rp 1.200,00              -     Rp 1.200,00    Rp 10.000,00
   3         Rp 4.163,00    Rp 2.963,00     Rp 1.200,00     Rp 7.037,00
   4         Rp 4.163,00    Rp 3.319,00      Rp 844,00      Rp 3.718,00
   5         Rp 4.163,00    Rp 3.718,00      Rp 445,00                0

III.4. Contoh Kasus 4
       Diketahui    :
Beli barang dagangan yang dianggarkan selama tiga bulan sebagai
berikut: Januari Rp 400.000,00, Februari Rp 500.000,00 dan Maret Rp
600.000,00. Pembayaran 20% tunai, 30% kredit sebulan, 35% kredit dua
bulan, 15% kredit tiga bulan.
Ditanyakan          : buatlah anggaran utang dagang tiap bulan dari bulan


                                    41-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                            Januari sampai dengan Maret
Jawaban                 :
Anggaran utang dagang dihitung sebagai berikut:
Januari        80% x Rp 400.000,00                          = Rp 320.000,00
Februari       50% x Rp 400.000,00             = Rp 200.000,00
               80% x Rp 500.000,00             = Rp 400.000,00
                                                             Rp 600.000,00
Maret          15% x Rp 400.000,00             = Rp 60.000,00
               50% x Rp 500.000,00             = Rp 250.000,00
               80% x Rp 600.000,00             = Rp 480.000,00
                                                             Rp 790.000,00


III.5. Contoh Kasus 5
       Diketahui        :
CV Jaya mempunyai data anggaran selama bulan Desember 2007
sebagai berikut: Modal Jerry sebagai sekutu pemimpin sebesar Rp
800.000,00 pada awal Desember 2007, sedangkan modal Harry sebagai
sekutu komanditer sebesar Rp 600.000,00 pada awal Desember 2007.
Pada      pertengahan       Desember    Tuan     Harry   berencana   menambah
modalnya Rp 100.000,00 sedangkan tuan Jerry berencana menarik prive
pada akhir bulan Desember Rp 50.000,00. Laba bersih dianggarkan bulan
ini sebesar Rp 30.000,00 dan dibagi secara proporsional.
Ditanyakan              : buatlah anggaran perubahan modal CV Jaya
Jawaban                 :
                                       CV Jaya
                             Anggaran Perubahan Modal
                    Bulan Berakhir 31 Desember 2007


Modal sekutu pemimpin
 Modal Jerry awal Desember 2007             Rp 800.000,00
 Prive Jerry                                 Rp 50.000,00
                                                                 Rp 750.000,00


                                         42-www.manajemenkeuangan10.co.cc
 Bagian laba Jerry =
 750.000 x Rp 30.000,00                                     Rp 15.517,00
 1.450.000
 Modal Jerry akhir Desember 2007                           Rp 765.517,00
Modal sekutu komanditer
 Modal Harry awal Desember 2007          Rp 600.000,00
 Tambahan modal                          Rp 100.000,00
                                         Rp 700.000,00
 Bagian laba Harry
 700.000 x Rp 30.000,00                   Rp 14.483,00
 1.450.000
 Modal Harry akhir Desember 2007                          Rp 714.483,00
Modal CV Jaya 31 Desember 2007                           Rp 1.480.000,00


III.6. Contoh Kasus 6
       Diketahui   :
Pada tahun 2003, PT Rima bekerja dengan aset atau modal sendiri
sebesar Rp 160.000,00 dan memperoleh laba setahun sebesar Rp
16.000,00. Pada tahun 2004 PT Rima bermaksud meluaskan usahanya
dengan menambah modal sebesar Rp 40.000,00, laba usaha dianggarkan
tahun 2004 sebesar Rp 20.000,00, pajak 10% dan bunga utang 8%.
Ditanyakan         : hitunglah rentabilitas ekonomi dan tingkat imbalan
                       tambahan modal.
                       Apakah rencana meluaskan usaha (ekspansi)
                       dengan menambah modal sebesar Rp 40.000,00,
Jawaban            :
Perhitungan rentabilitas ekonomis
 Rp 20.000,00 / (Rp 160.000,00 + Rp 40.000,00)
 10%
Atau
Tingkat imbalan tambahan modal
 [ {Rp 40.000,00 / (Rp 160.000,00 + Rp 40.000,00)} x Rp 20.000,00] /
   Rp 40.000,00
 { (Rp 40.000,00 / Rp 200.000,00) x Rp 20.000,00} / Rp 40.000,00
 Rp 4.000,00 / Rp 40.000,00


                                    43-www.manajemenkeuangan10.co.cc
 10%
Bila bunga utang lebih kecil dari rentabilitas ekonomis, maka tambahan
modal sebesar Rp 40.000,00 sebaiknya bersumber dari utang karena
rentabilitas modal sendiri dengan tambahan utang lebih besar daripada
dengan tambahan modal sendiri. Perhitungannya sebagai berikut:


                                                  Tambahan Modal
                          Tambahan Utang
                                                      Sendiri
Laba usaha sesudah
                                 Rp 20.000,00            Rp 20.000,00
perluasan
Bunga
                                  Rp 3.200,00                        -
8% x Rp 40.000,00
Laba sebelum pajak               Rp 16.800,00            Rp 20.000,00
Pajak 10%                         Rp 1.680,00             Rp 2.000,00
Laba bersih setelah
                                 Rp 15.120,00            Rp 18.000,00
pajak
Utang                            Rp 40.000,00                     -
Modal sendiri                   Rp 160.000,00         Rp 200.000,00
Rentabilitas modal      Rp 15.120,00 = 9,45% Rp 18.000,00 = 9,00%
sendiri                 Rp 160.000,00         Rp 200.000,00




                                 44-www.manajemenkeuangan10.co.cc
                        DAFTAR PUSTAKA


http://pecintakamar.blogspot.com/2010/05/anggaran-modal-capital
     bugdeting.html
http://rajad.wordpress.com/2010/01/19/anggaran-piutang/
Nafarin, (2007), Penganggaran Perusahaan, Edisi ketiga, Salemba
     Empat, Jakarta
Nurmatias, 2010, Anggaran Kas, Universitas Mercu Buana, Jakarta




                                  45-www.manajemenkeuangan10.co.cc
46-www.manajemenkeuangan10.co.cc

				
DOCUMENT INFO