wanita

Document Sample
wanita Powered By Docstoc
					                                   BAB I
                               PENDAHULUAN




A. Latar Belakang Masalah


          Kedudukan dan peran wanita dari zaman dahulu hingga kini tetap mendapat

   perhatian yang cukup luas. Hal ini dapat dibuktikan dengan munculnya berbagai

   permasalahan yang berkaitan dengan dunia wanita, seperti masalah kekerasan fisik

   sampai dengan masalah gender. Begitu pula dalam sastra, wanita banyak terlibat

   dalam perkembangan sastra baik sebgai pembaca, pengararang maupun tokoh dalam

   sebuah karya sastra.

          Suatu karya sastra terutama novel banyak sekali terdapat bias gender antara

   penulis laki-laki dan penulis wanita. Seorang penulis laki-laki pada umumnya

   menjadikan tokoh wanita sebgai seorang yang tertindas di berbagai bidang, baik

   keluarga masyarakat, agama maupun, politik, dan kesemuanya itu tidak lepas dari

   bagaimana seorang penulis melihat fenomena yang ada disekitarnya. Sehingga

   akhirnya bermunculan penulis wanita yang ingin mengubah keadaan yang disebabkan

   oleh persepsi bias gender dalam masyarakat.

          Kajian wanita dibidang sastra, sekalipun belum marak sudah mulai dilakukan

   oleh pemerhai sastra. Maka muncullah feminisme. Feminisme memperjuangkan dua

   hal yang selama ini tidak dimiliki kaum perempuan pada umumnya yaitu persamaan

   derajat mereka dimata laki-laki dan otonomi untuk menentukan apa yang baik bagi

   dirinya.


          Pengkritik sastra feminis mengehendaki adanya hak yang sama untuk

   mengungkapkan makna-makna baru yang mungkin berbeda dengan teks lama.

                                                                                   1
  Memungkinkan hak untuk menentukan ciri-ciri apa saja dalam suatu teks yang

  relevan baginya dengan cara membaca, menafsirkan, dan menilai teks dengan cara-

  cara yang baru.

         Banat al-Riyadh, adalah sebuah novel karya Rajaa Alsanea. Bukunya ditulis

  dalam bentuk e-mail, menceritakan kehidupan pribadi dari empat gadis muda Saudi ,

  Lamees, Michelle (setengah Saudi, setengah Amerika), Gamrah, dan Sadeem.

         Novel ini menggambarkan hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam

  budaya Islam konservatif Saudi-Arabia. Gadis di Riyadh mengisahkan empat gadis

  Riyadh yang merasa terkekang akan budaya dan aturan terhadap wanita, terutama di

  negaranya. Novel ini merupakan ungkapan protes dari segelintir wanita yang tidak

  mampu untuk menunjukan perlawanan terhadap aturan-atauran yang mengekangnya.

  Pengarang Rajaa Al-Sanea ingin menunjukkan bagaimana kehidupan gadis Timur

  terutama Riyadh yang sebenarnya. Selain itu pengarang juga ingin menunjukkan

  betapa Gender di daerahnya, Riyadh masih sangat di pegang teguh.


B. Rumusan Masalah

         Berdasarkan latar belakang masalah muncul berbagai alternatif yang dapat

  dijadikan bahan kajian, permasalahn yang dapat dikaji dalam penelitian, antara lain

  sebagai berikut.

             1. Kedudukan tokoh utama wanita dalam hubunganya dengan tokoh laki-

                    laki pada novel Bannat ar-Riyadh.

             2. Tujuan hidup tokoh-tokoh wanita dalam novel Bannat ar-Riyadh karya

                    Rajaa Al-Sanea.

             3. Kepribadian tokoh-tokoh wanita dalam novel Bannat ar-Riyadh karya

                    Rajaa Al-Sanea.



                                                                                   2
               4. Faktor yang membelakangi kedudukan sosial tokoh-tokoh wanita

                    dalam novel Bannat ar-Riyadh karya Rajaa Al-Sanea.

               5. Ide feminis yang ditampilkan tokoh-tokoh wanita dalam novel Bannat

                    ar-Riyadh karya Rajaa Al-Sanea.

               6. Perjuangan tokoh-tokoh wanita dalam novel Bannat ar-Riyadh karya

                    Rajaa Al-Sanea.




C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian

   Tujuan dari penelitian ini yaitu:

              1. Mendeskripsikan kedudukan tokoh utama wanita dalam hubungannya

                    dengan tokoh laki-laki dalam novel Bannat ar-Riyadh karya Rajaa Al-

                    Sanea.

              2. Mendeskripsikan kepribadian tokoh-tokoh wanita dalam novel Bannat

                    ar-Riyadh karya Rajaa Al-Sanea.

              3. Mendeskripsikan perjuangan tokoh wanita dalam memperjuangkan hak

                    dan kewajiban keluarga dalam novel Bannat ar-Riyadh karya Rajaa

                    Al-Sanea.



           Ada dua manfaat dari hasil penelitian ini:

   1.   Manfaat Teoritis

           Dapat menambah pengetahuan ilmu sastra dalam kajian feminis kepada

        mahasiswa bahasa dan sastra Arab dalam novel Bannat ar-Riyadh karya Rajaa

        Al-Sanea.

   2.   Manfaat Praktis


                                                                                     3
       a.   Secara praktis penelitian ini bermanfaat bagi bahan pengajaran di sekolah

            dalam rangka meningkatkan pembelajaran sastra.

       b.   Manfaat praktis peneltian ini dengan menggunakan cara pandang perspektif

            feminis diharapkan timbul kesadaran baru akan budaya androgini

            (keseimbangan tatanan kehidupan antara laki-laki dan perempuan) hal lain

            yang diharapkan adalah dengan timbulnya pemahaman dan kesadaran bagi

            perempuan untuk mampu memperbaiki kehidupan dimasa yang akan datang

            dengan bercermin dengan bercermin pada perempuan yang ada pada teks

            sastra tersebut.




D. Tinajuan Pustaka

   Peneliti menemukan dua karya tulis yang relevan dengan penelitian ini yaitu:

            1. Peneltian tentang gender telah dilakukan Lilis Marlin mahasiswi (UNY,

               1999) dengan judul “ Eksistensi Wanita dalam Novel Perempuan di Titik

               Nol Karya Nawal El-Saadawi: Sebuah analisis Gender”

               Hasil penelitian tentang eksistensi tokoh wanita dalam novel Perempuan

               di Titik Nol sebagai berikut.

                  a. Perwatakan Tokoh utama wanita: pendiam, jujur, mudah goyah.

                  b. Bentuk kedudukan tokoh utama wanita dalam hubungannya dengan

                     tokoh laki-laki: sejajar dan didominasi laki-laki.

                  c. Bentuk penyimpangan gender yang dialami tokoh utama wanita:

                     marginalisasi (deskriminatif seksual, beban kerja, pemenjaraan di

                     dunia domestik), subordinasi ( perempuan wanita pada posisi yang



                                                                                    4
      penting ), streotipe ( perkosaan, penyiksaan, pornografi, eksploitasi,

      prostitusi, dan pelecehan).

Sumber data penelitian ini adalah novel Perempuan di Titik Nol karya

Nawal El-Saadawi. Metode pengadaan data dilakukan dengan metode

catat, metode diskripsi, dan riset kepustakaan. Data penelitian ini diuji

dengan validitas kostruk dan reliabilitas.



       2. Penelitian ini relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh

Yoana Purnomowati mahasiswi (UGM, 2005) dengan judul “ Novel

Tarian Bumi Karya Oka Rusmini Analisis Kritik Sastra Feminis”

       Novel     Tarian    Bumi     menampilkan    masalah    gender    dan

ketertindasan perempuan. Masalah gender dan ketertindasan sosisal

tersebut tampak dalam aturan-aturan sistemkasta yang memberikan

dukungan pada budaya patriarkat. Novel Tarian Bumi mengambil tema

mengenai posisi wanita dalam kebudayaan bali.

       Novel tersebut dianalisis dengan kritik sastra feminis sosialis dapat

diojelaskan menjelaskan mengapa kaum perempuan tidak melakukan

perlawanan terhadap penindasan yang mereka alami. Feminis sosialis

berpendapat bahwa penyebab penindasan perempuan adalah kontruksi

sosial yang mendukung patriarkat.

       Perbedaan kedua penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah

pada penelitian yang pertama membahas tentang watak tokoh utama

wanita, bentuk penyimpangan gender yang dialami tokoh utama wanita.

Data penelitian ini diuji dengan validitas konstruk dan reliabilitas.

Penelitian kedua membahas tentang masalah gender dan ketertindasan


                                                                          5
                     perempuan dalam sistem kasta yang ada pada masyarakat Bali. Dianalisi

                     dengan kitik sastra feminis sosialis, sedangkan dalam penelitian ini

                     membahas tentang kedudukan tokoh utama wanita dalam hubungannya

                     dengan      tokoh    laki-laki,    dan    perjuangan      tokoh    wanita     dalam

                     memperjuangkan hak dan kewajiban keluarga. Dengan menggunakan

                     analisis data deskriptif kualitatif.




    E. Kerangka Teori

        Teori sastra adalah teori (atau filsafat) mengenai penafsiran sastra, krititk sastra dan

        sejarah sastra1. Salah satu pertanyaan yang mendasar dalam teori sastra adalah “Apa

        yang dimaksud dengan sastra?”. Kebanyakan retorikus dan peneliti saat ini yakin

        bahwa istilah “sastra” tidak dapat didefinisikan dalam pengertian bahwa definisi

        universalnya yang holistik dan paripurna sulit dicapai2.


        Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori struktur novel dan kritik sastra

        feminis. Sedangkan kritik sastra feminis digunakan untuk menganalisis masalah

        prasangka gender dan emansipasi perempuan yang tersebar pada unsur-unsur estetik

        novel Banat Ar-Riyadh.

        Analisis strukturalisme merupakan prioritas pertama sebelum diterapkan analisis yang

        lain. Tanpa analisis struktural tersebut, kebulatan makna intrinsik yang hanya dapat di

        gali dari karya tersebut tidak dapat di tangkap. Makna unsur-unsur karya sastra hanya


1
 Sainul Hermawan, “Toeri Sastra dari Marxis sampai Rasis Sebuah Buku Ajar” Banjarmasin: 2006 PBS FKIP
Universitas Lambung Mangkurat. Hal 11
2
 Sainul Hermawan, “Toeri Sastra dari Marxis sampai Rasis Sebuah Buku Ajar” Banjarmasin: 2006 PBS FKIP
Universitas Lambung Mangkurat. Hal 12


                                                                                                        6
           dapat ditangkap, dipahami sepenuhnya dan dinilai atas pemahaman tempat dan fungsi

           unsur itu dalam keseluruhan karya sastra.3

           Menganalisis novel menjadi objek dengan analisis struktural dan kritik sastra feminis.

           Caranya adalah sebagai berikut:

                a. Mula-mula dianalisis struktur novel yang mengungkapakan tentang tema dan

                    masalah, latar, alur, penokohan serta hubungan antar unsur.

                b. Setelah itu, struktur novel dianalisis dengan kritik sastra feminis ( membaca

                    sebagai perempuan) untuk mengungkapkan eksistensi dan peran tokoh

                    perempuan         sebagai       pribadi,      anggota       keluarga,     dan   anggota

                    masyarakat;tanggapan dan perlakuan dunia sekitar tokoh perempuan terhadap

                    tokoh perempuan; serta korelasinya dengan ide-ide yang dikemukakan oleh

                    feminisme.

                c. Ditarik kesimpulan yang menunjukkan bobot feminisme dalam novel Banat

                    Ar-Riyadh, baik secara kuantitatif maupun kualitatif4.




       F. Metode Penelitian

           Dalam penelitian ini peneliti menerapkan beberapa metode yaitu:

                         1. Jenis penelitian

                                      Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library

                             researh), yaitu penelitian yang pengumpulan datanya menghimpun dari

                             berbagai literatur, dan menjadikan objek analisis.

                         2. Tekhnik pengumpulan data
3
 Teeuw, Sugihastuti Suharto, “ Kritik Sastra Feminis Teori dan Penerapannya” Yogyakarta: 2005, Pustaka
Pelajar. Hal 43-44
4
    Suguhastuti Suharto, “Kritik Sastra Feminis” Yogyakarta: 2005, Pustaka Pelajar. Hal. 75


                                                                                                         7
                             Metode pengumpulan data adalah “cara-cara yang dapat

                  digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Metode yang

                  digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data adalah:

                     1. Metode baca dan catat, yaitu metode yang digunakan untuk

                         memperoleh     data    dengan   jalan   membaca   pemahaman

                         selanjutnya mencatat kutipan-kutipan secara langsung dari

                         novel yang diteliti. Hasil tersebut, dicatat dalam kartu yang

                         berbentuk kutipan secara langsung tanpa perubahan sedikitpun

                         dari novel tersebut.


                     2. Metode deskripsi, metode ini ditempuh melalui data yang telah

                         diperoleh, selanjutnya data tersebut dideskripdikan sesuai

                         dengan permasalahan yang dikaji, yaitu kedudukan tokoh utama

                         wanita dalam hubungannya dengan tokoh laki-laki, kepribadian

                         tokoh wanita, ide femiris yang ditampilkan dalam novel

                         tersebut.



G. Sistematika Pembahasan

          Bab I dalam nan ini akan dipaparkan latar belakang maslah, rumusan dan

   batasan permasalahan, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, metode

   penelitian, kerangka teori dan sistematika pembahasan.

   BAB II STRUKTUR NOVEL BANAT AR-RIYADH

   BAB III FEMINISME DALAM NOVEL BANAT AR-RIYADH

   BAB IV PENUTUP



H. Kerangka Daftar Isi

                                                                                    8
Baba I : Pendahuluan
   a. Latar Belakang Masalah
   b. Rumusan Masalah
   c. Tinjauan dan Manfaat Penelitian
   d. Tinjauan Pustaka
   e. Kerangka Teori
   f. Metode Penelitian
   g. Sistematika Pembahasan

Bab II: Struktur Novel Banat Ar- Riyadh
   a. Tema dan masalah
   b. Alur
   c. Tokoh
   d. Hubungan antar unsur ceita

Bab III : Novel Banat Ar-Riyadh dalam Kritik Sastra Feminis
   a. Eksistensi Qamrah sebagai pribadi
   b. Eksistensi Qamrah sebagai anggota keluarga (terhadap suami)
   c. Perilaku Qamrah di masyarakat (terhadap teman-temanya)




                                                                    9
                                                         BAB II

                                STRUKTUR NOVEL BBANAT AR-RIYADH


       A. Novel sebagai Karya Sastra

                            Novel sebagai salah satu karya sastra menampilkan suatu keadaan

                    masyarakat      tertentu    yang     merupakan        gambaran      kehidupan.   Novel

                    menampilkan aspek-aspek kehidupan sebagai salah satu bentuk komunikasi

                    dengan cara yang khas dan memunculkan suatu kebenaran yang berlaku

                    didunia nyata menurut versi pengarang. Adapun aspek-aspek kehidupan yang

                    dapat diungkapkan dalam novel antara lain, religius, sosial, pdikologi, dan

                    lain-lain. Novel berasal dari bahasa Itali Novella (dalam bahasa jerman :

                    Novelle). Secara hariah Novella berarti „ Sebuah Barang Baru yang kecil dan

                    kemudian diartikan „ cerita pendek dalam Bentuk Prosa‟5

                            Karya sastra (novel) merupakan strukur yang bermakna. Novel tidak

                    sekedar merupakan serangkaian tulisan yang menggairahkan ketika dibaca,

                    tetapi merupakan struktur pikiran yang tersusun dari unsur-unsur yang padu.

                    Maka untuk mengetahui makna-makna tersebut, karya sastra (novel) harus

                    dianalisis. Sebelumnya kitaharus mengetahui struktur pendukung novel, yaitu

                    unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang secara

                    langsung turut serta membangun cerita. Unsur yang dimaksud misalnya,

                    peristiwa, cerita, plot, penokohan, tema, latar, sudut pandang penceritaan,

                    bahasa/gayabahasa.

                            Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur diluar karya sastra yang secara

                    tidak langsung mempengaruhi bangunan dalam karya sastra tersebut, antara

5
    Abrams. Nurgiyantoro “ Pengkajian Fiksi” Yogyakarta: 2005 Pustaka Pelajar, hal. 9


                                                                                                       10
                   lain keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap, keyakinan,

                   pengalaman dan pandangan hidup yang kesemuanya itu akan mempengaruhi

                   karya sastra yang ditulisnya.

                              Novel adalah suatu karya sastra yang terdiri dari unsur intrinsik dan

                   unsur ekstrinsik dan membentuk suatu cerita kehidupan. Novel terdapat pelaku

                   yang menjalankan cerita tersebut dan siebut tokoh. Tokoh adalah individu

                   rekaan yang mengalami peristiwa atau perlakuan di dalam berbagai peristiwa

                   cerita6.

                              Dalam sebuah fiksi tokoh cerita merupakan salah satu unsur

                   pembangun cerita yang yang diciptakan oleh pengarangnya sebagai

                   pengemban atau penyampai amanat, pesan moral atau segala sesuatu yang

                   secara sengaja ingin disampaikan kepada pembaca. Karya fiksi merupakan

                   hasil karya imajinatif atau rekaan maka penggambaran watak tokoh cerita

                   merupakan hasil rekaan dari pengarangnya yang dihidupkan dan dikendalikan

                   sendiri oleh pengarangnya.


      B. Tema dan Masalah

                   Tema atau pokok masalah adalah makna cerita, gagasan central atau dasar

           cerita. Istilah tema sering disamakan pengertiannya dengan topik, padahal kedua

           istilah ini memiliki pengertian yang berbeda. Topik dalam suatu karya sastra adalah

           pokok pembicaraan, sedangkan tema merupakan gagasan sentral, yakni sesuatu yang

           hendak di perjuangkan dalam dan melalui karya fiksi. Wujud tema dalam fiksi,

           biasanya, berpangkal pada alasan tindak atau motif tokoh.7

6
 Panutti Sudjiman, Sugihastuti “Kritik Sastra Feminis Teori dan Aplikasinya” Yogyakarta: 2005, Pustaka Pelajar,
hal. 50
7
    Dr.Suminto A.Sayuti, “Berkenalan dengan Prosa Fiksi” Yogyakarta: 2000, Gama Media, hal. 187

                                                                                                            11
                   Dalam upaya menemukan dan menafsirkan tema karya fiksi, sejumlah kriteria,

           yang sifatnya tentatif, yang dapat di pakai sebagai pegangan.

                   Pertama, penafsiran hendaknya mempertimbangkan tiap-tiap detil yang

           tampak terkedepankan. Kriteria ini merupakan kriteria utama8. Dalam novel Banat

           Ar-Riyadh memliki tema bagaiman seorang wanita memperjuangkan haknya guna

           memperoleh kebebasan.

                   Kedua, penafsiran tema suatu karya sastra fiksi hendaknya tidak bertentangan

           dengan tiap detail cerita.

                   Ketiga, penafsiran tema hendaknya tidak mendasarkan diri pada bukti-bukti

           yang tidak dinyatakan baik secara langsung maupun tidak langsung.

                   Keempat, penafsiran tema haruslah mendasarkan diri dari bukti yang secara

           langsung ada atau disyaratkan dalam cerita9.



       C. Alur
                   Pada dasarnya, kesederhanaan pemaparan peristiwa dalam rangkaian atau

           urutan temporal (kewaktuan) bukanlah urusan yang paling utama bagi seorang penulis

           fiksi, baik dalam cerpen maupun novel yang ditulisnya.

                   Plot atau alur cerita sebuah fiksi menyajikan peristiwa-peristiwa atau kejadian-

           kejadian kepada pembaca tidak hanya dalam sifat kewaktuan atau temporalnya, tetapi

           juga dalam hubungan-hubungan yang sudah ditentukan10.




8
    .Suminto A.Sayuti, “Berkenalan dengan Prosa Fiksi” Yogyakarta: 2000, Gama Media, hal. 194
9
    .Suminto A.Sayuti, “Berkenalan dengan Prosa Fiksi” Yogyakarta: 2000, Gama Media, hal. 196
10
     Suminto A.Sayuti, “Berkenalan dengan Prosa Fiksi” Yogyakarta: 2000, Gama Media, hal 30




                                                                                                12
                Dalam novel ini peneliti menemukan adanya plot kronologis, dimana awal

       cerita merupakan “awal” dan tengah merupakan benar-benar “tengah” dan akhir

       merukan benar-benar akhir.

                Secara umum alur dari novel ini maju dimana penulis menceritakan peristiwa

       (kehidupan tokoh) di awal.

                Awal

                Ind hal 15.. (awal cerita= pernikahan qamrah)

                Hal 2 arb

                Tengah

                ind Hal 203

                Arb hal 90




     D. Tokoh

                Ditinjau dari segi keterlibatannya dalam keseluruhan cerita, tokoh fiksi di

       bedakan menjadi dua, yakni tokoh sentral atau tokoh utama dan tokoh priferal atau

       tokoh tambahan (bawahan)11.

                Dalam novel Banath Ar-Riayadh tokoh utama ada pada Qamrah dan keempat

       sahabatnya yaitu Shedim, Lumeis, dan Michell.

                Sedangkan tokoh priferal atau tokoh tambahan yaitu Ummy nuwair. Ummy

       Nuwair adalah tempat dimana para empat sahabat ini menuangkan semua keluhan dan

       permasalahan hidup.




11
 Suminto A.Sayuti, “Berkenalan dengan Prosa Fiksi” Yogyakarta: 2000, Gama Media, hal 74


                                                                                          13
E. Latar

            Secara garis besar deskripsi latar fiksi dapat di kategorikan dalam tiga bagian,

   yaitu:

               1) Latar Tempat

                   Latar tempat menyangkut deskripsi tempat suatu peristiwa cerita

                   terjadi. Latar tempat dalam novel ini terjadi di kota Riyadh Saudi

                   Arabia.

               2) Latar Waktu

                   Mengacu pada saat terjadinya peristiwa, dalam plot, secara historis.

               3) Latar Sosial

                   Merupakan lukisan status yang menunjukan hakikat seorang atau

                   beberapa orang tokoh dalam masyarakat yang ada disekelilingnya.

                   Statusnya dalam kehidupan sosialnya dapat digolongkan menurut

                   tingkatannya, seperti latar sosial bawah, menengah, dan latar sosial

                   tinggi.


F. Hubungan Antarunsur


            Hubungan antar unsur dalam cerita novel Banat Ar-Riyadh tampak dengan

   adanya pertentangan antara Michell yang mana hubungannya dengan Faishal tidak

   disetujui oleh Ibu Faishal karena Michell bukan gadis keturunan Arab asli. Kemudian

   dari kisah Shedim yang di tinggalkan oleh calon suaminya pada satu hari sebelum ia

   melangsungkan pernikahan, Walid (calon suami Shedim) pergi meninggalkan Shedim

   setelah ia melakukan hubungan tubuh dengannya. Shedim memiliki alasan khusus

   mengapa ia melakukan hubungan tersebut di luar nikah tepatnya pada saat malam


                                                                                          14
pertunangannya, semua ia lakukan semata-mata karena ingin menunda pernikahannya

sampai ujian smester selelai. Qamrah yang telah menikah, buakannya mendapatkan

kebahagian setelah pernikahannya akan tetapi hanya kejenuhan yang ia dapatkan

karena sang suami Rasyid disibukan dengan urusannya.

       Dari rangkaian cerita diatas terdapat unsur-unsur diamana wanita mendapat

perlakuan yang tidak menyenangkan dari pasangan mereka yaitu lelaki.




                                                                             15
                                        BAB III

           NOVEL BANAT AR-RIYADH DALAM KAJIAN FEMINISME




A. Hasil Penelitian

      1. Sinopsis

          Novel Banat Ar-Riyadh menggambarkan bagaimana kehidupa wanita di dunia

          Arab terutama di Riyadh. Tidak hanya itu novel ini juga menyajikan

          bagaimana wanita memperjuangkan statusnya yang selama ini di kodratkan

          bahwa sanya wanita harus berada di dirumah mengurus suami dan anak saja.

          Qamrah tokoh dalam novel ini sangat menyayngi suami walaupun sang suami

          selalu cuek terhadap apa yang di perjuangkan oelh sang istri guna mendapat

          perhatian sang suami.

          Shedim adalah wanita yang tegar dalam menghadapi masalah kehidupan. Ia

          ditinggalkan calon suaminya pada saat akan melangsungkan pernikahan

          mereka berdua. Sang suami merasa Shedim bukanlah tipe wanita yang cocok

          untuknya. Karena Shedim telah menyerahkan kesuciannya sesaat sebelum

          dilangsungkan pernikahan mereka. Bukan tanpa alasan Shedim melakukan

          semua itu ia melakukan hal tersebut agar sang calon suami Walid setuju untuk

          menunda pernikahan mereka hingga Shedim menyelesaikan ujian semester di

          kampusnya.

          Michelle adalah gadis keturunan amerika yang tinggal di Saudi Arabia karena

          ikut ayahnya yang sedang bertugas disana. Michell menjalin hubungan

          percintaan dengan pria asli Arab yaitu Faishal. Akan tetapi hubungan mereka


                                                                                   16
  kandas karena Ibu Faishal tidak setuju hanya karena Michelle adalah gadis

  yang tidak jelas asal-usulnya.

  Arb hal 60 4next.



2. Kedudukan Tokoh Utama Wanita dalam Hubungannya dengan Tokoh

  Laki-laki dalam Novel Banat Ar-Riyadh Karya Rajaa Al –Sanea



  Tabel 1. Bentuk Kedudukan Tokoh Utama Wanita dalam Hubungannya

  dengan Tokoh Laki-laki

                        Kedudukan Tokoh Utama Wanita dalam Hubungannya
  No   Tokoh laki-
                                        dengan Laki-laki.
           laki
                          Mendominasi         Sejajar       Didominasi

   1      Rasyid                   *

   2      Walid                    *

   3     Faishal                                 *

   4      Faraz                                  *




                                                                         17
3. Kepribadian Tokoh Wanita dalam Novel                  Banat Ar-Riyadh Menurut

  Psikologi Kepribadian.



  Tabel 2. Kepribadian Tokoh Wanita dalam Novel Banat Ar-Riyadh

  Menurut Piskologi keprinadian.

                                                 Jenis Kpribadian
           Nama
  No                              Superior                          Inferiror
            tokoh
                        Pe Pd Rb Sb Id Tj Iv Dp Td Pl Sk Ta Bn Tk

   1.      Qamrah        *            *
                                                           *
   2.      Shedim                            *             *

   3.     Michelle

   4.      Lumeis            *                       *



  Keterangan:

  P.e : Pertahanan                        D.p : Depresi

  P.d : Percaya diri                      T.d : Tidak disiplin

  R.b : Rela berkorban                    P.l : Pelupa

  S.b : Sabar                             S.k : Sulit membuat keputusan

  I.d : Idealistik                        T.a : Tak acuh

  T.j : Tepat janji                       B.n : Bersikap Negatif

  I.v : Inovatif                          T.k : Tidak konsisten



        a. Kepribadian Superior

                     Kepribadian superior merupakan bentuk kepribadian yang

           berorientasi pada perbaikan-perbaikan. Kepribadian superior yang


                                                                                18
        dimiliki oleh tokoh wanita dalam novel ini di pengaruhi oleh faktor

        eksogen dan endogen. Faktor endogen adalah faktor yang berasal dari

        dalam diri sendiri, sedangkan faktor eksogen berasal dari luar dirinya.

               Kepribadian superior memiliki karakteristik tingkah laku sebgai

        berikut: pertahanan ego, percaya diri, rela berkorban, sabar, tepat janji,

        inovatif. Sikap yang paling dominan dalam superior adalah pertahanan

        ego dan rela berkorban. Sikap kepribadian superior ini bukan hanya

        dimiliki oleh tokoh utama wanita saja tetapi juga dimiliki oleh tokoh

        tambahan wanita.

     b. Kepribadian inferior

               Kepribadian inferior merupakan kepribadian yang cenderung

        tidak baik, karena merugikan diri sendiri dan orang lain. Seorang yang

        memiliki kepribadian ini biasanya karena sering mengalami peristiwa

        yang tidak menyenangkan dalam hidupnya. Kepribadian tersebut

        antara lain: depresi, suka pamer, tidak disiplin, pelupa, sulit membuat

        keputusan, tak acuh, bersikap negatif dan tidak konsisten. Namun

        dalam novel ini tidak semua kepribadian inferior dimiliki oleh tokoh

        wanita. Hanya sebagian sajayang dimiliki oleh tokoh utama wanita

        antara lain : depresi, tak acuh dan bersikap negatif.




4. Deskripsi Perjuangan Tokoh Wanita dalam Hak dan Kewajiban

  Keluarga

  Tabel 3. Perjuangan Tokoh Wanita dalam Hak dan Kewajiban Keluarga


                                                                               19
                                                       Nama Tokoh
No
        Wujud Perjuangan                                   Ummy
                              Qmrah Seedim Michelle                 Lumeis
                                                           Nuwair

      a. Hak dalam Keluarga


1     Berpendapat


      Mengingatkan Suami        *
2

      b.Kewajiban Keluarga


1     Menyayangi Suami          *

2       Mematuhi Suami

3       Menyayangi Anak                            *

4        Membela Anak                              *

5       Melindungi Anak                            *




     a. Perjuangan Tokoh Wanita dalam Hak Keluarga

               Perjuangan seorang wanita dalam memperoleh hak di dalam

        keluarga akan dilakukannya dengan penuh tanggung jawab, sebab

        perjuangan tersebut dilakukannya sebagai upaya mendapatkan

        pengakuan tentang keberadaan dan kesamaan haknya dengan suami.

        Apanila suami tidak dapat berpegang atau melanggar prinsip bahwa

        keharmonisan keluarga dapat dibina melalui persamaan hak,

        kewajiban, dan kedudukan suami istri. Maka wanita harus secara tegas


                                                                         20
                menunjukkan eksistensinya dalam hal ini melalui bentuk perjuangan

                untuk memperoleh hak keluarga.

                        Dalam novel Banat Ar-Riyadh karya Rajaa Al-Sanea terdapat

                perjuangan seorang wanita atau istri untuk dapat mempertahankan

                pendatnya yang sesuai dengan keinginannya. Pada intinya seorang

                wanita atau istri mempunyai hak menyatakan pendapat dan

                mempertahankan pendapatnya.



           b. Perjuangan Tokoh Wanita dalam Kewajiban Keluarga

                        Seorang wanita mempunyai tugas sebagai istri juga sebagai ibu

                bagi anak-anaknya. Seorang istri bertugas sebagai pendamping suami

                baik suka maupun duka, menghormati suami, mematuhi perintahnya

                selama tidak melanggar peraturan agama, dan membela suami.

                Sedangkan seorang ibu bertugas sebgai pengatur dan pemelihara

                rumah tangga, menyayangi anak, melindungi anak serta mengayomi

                anak.

                        Qamrah Tokoh yg cocok?????




B. Pembahasan

     1. Kedudukan Tokoh Utama Wanita dalam Hubunganya dengan Tokoh
        Laki-laki




                                                                                  21
       Kedudukan tokoh utama wanita dalam hubunganya dengan tokoh laki-

laki dalam pembahasan ini di bagi menjadi dua aspek, yang dikaji yaitu

kedudukan yang didominasi oleh laki-laki dan kedudukan yang sejajar dengan

kedudukan laki-laki. Adapun tokoh laki-laki yang dikaji dalam hubunganya

dengan tokoh utama wanita yaitu Qamrah adalah salah satu tokoh utama

wanita dalam novel ini.

   a. Hubungan Qamrah dengan Rasyid (suami)

       Kedudukan antara kedua tokoh ini lebih didominasi oleh tokoh pria

       (Rasyid) dimana Rasyid sebagai sang suami lebih mendominasi

       dengan sikapnya yang cuek terhadap Qamrah ia merasa bahwa dirinya

       telah membeli Qamrah, ia berfikir bahwa apabila seorang wanita telah

       diperistri oleh sorang pria maka dia berkuasa dalam segala hal terhadap

       wanita tersebut.

              Qamrah sangat mencintai suaminya meski balasanya hanyalah

              sikap kasar yang menyakitkan. Ia tetap menyimpan cinta

              walaupun yang di terima adalah hal sebaliknya. Baginya,

              Rasyid      adalah   laki-laki   yang pertama   menjadi bagian

              kehidupnya. Selama inio ratusan laki-laki pernah berinteraksi

              dengannya di kampus, disekolah menengah atau di tempat

              lainnya. Tetapi dari semuanya hanya Ayah dan saudaranya yang

              memiliki arti, selainnya tidak ada, hingga kehadiran Rasyid.

              (hal69)




                                                                           22
      b. Hubungan Qamrah dengan Anaknya

         Qamrah memang mencintai anaknya tetapi ia lebih banyak disibukan

         dengan dirinya sendiri. Hal 216 ind



      c. Hubungan Qamrah dengan Shedim (sahabat)

         Shedim adalah sahabat Qamrah dari kecil. Dia selalu ada untuk

         Qamrah baik suka maupun duka bahkan setelah Qamrah menikah

         Shedim sering memberikan semangat kepada Qamrah yang mana ia

         sering mendapat perlakuan yang kurang mengenakan dari sang suami.




2. Kepribadian Tokoh Wanita dalam Novel Banat Ar-Riyadh karya Rajaa
   Al-Sanea menurut Psikologi Kepribadian

      a. Kepribadian Superior

                Kepribadian superior merupakan bentuk-bentuk kepribadian

         yang berorientasi pada perbaikan-perbaikan kealitas kehidupan.

         Kepribadian superior yang dimiliki oleh tokoh wanita dalam novel

         Banat Ar-Riyadh karya Rajaa Al-Sanea di pengaruhi oleh faktor

         endogen dan faktor eksogen.

                Faktor endogen adalah faktor dari dalam individu yang di bawa

         sejak lahir dan membentuk kepribadian seseorang. Faktor eksogen

         adalah dari luar individu yang berupa pengalaman, pendidikan, dan

         lingkungan yang mempengaruhi kepribadian seseorang. Seseorang

         yang mempunyai suatu kepribadian yang dibawa sejak lahir akan dapat

                                                                          23
berubah atau semakin mantap kepribadiannya apabila mendapat

pengaruh dari faktor-faktor eksogen tersebut.

       Kepribadian eksogen memiliki karakteristik tingkah laku sebgai

berikut.



           1) Pertahanan Ego

                        Sesorang mempunyai pertahanan ego yang kuat

              tidak akan medah menyerah, mempunyai kemandirian

              yang tinggi, dan berusaha mengandalkan kemampuan

              dirinya. Segala pahit getir kehidupan dianggap sebagai

              tantangan yang harus dihadapi.

                        Pertahanan ego dimiliki oleh seseorang dapat

              karena faktor endogen yang dibawanya, dapat pula

              akibat     dari   faktor   eksogen   berupa   pendidikan,

              pengalaman, dan lingkungan di sekitarnya. Seseorang

              yang mempunyai pertahanan ego yang kuat biasanya

              memegang teguh prinsip yang diyakininya.



              Ex.....



           2) Percaya diri

                        Percaya diri adalah sikap yang tidak bergantung

              pada orang lain, tegas dan tidak berubah-ubah, cepat

              menentukan sikap, mengambil disertai pertimbangan

              yang matang.


                                                                    24
           Dalam novel ini Lumeis lah yang memiliki

   kepridaian inovatif. Dia selalu bisa menyelesaikan

   masalahnya dengan mudah dan ide-ide yang cerdas.

           ( arab hal 20-23)

           (Ind 51-52)

           Direktur sekolah membuka pembicaraan itu,

   “Ibu sudah mendengar laporan dari guru kimia




3) Rela berkorban

           Rela       berkorban         adalah   sikap   bersedia

   mengorbankan             dirinya     untuk    kebutuhan   atau

   kepentingan       orang      lain.    Pengertian   yang   lebih

   substansial dari rela berkorban adalah mendahulukan

   kepentingan yang lebih umum dari pada kepentingan

   pribadi demi mencapai tujuan luhur dan mulia.




4) Sabar

           Sikap ini ditunjukkan dengan tidak tergesa-gesa

   dalam mengambil jalan memecahkan suatu masalah.

   Sabar juga diartikan dapat menerima suatu kejadian

   yang tidak menyenangkan dengan berlapang dada, dan

   berprasangka baik pada Allah.

           Ex............


                                                               25
              5) Tepat Janji

                          Sikap menepati janji adalah konsisten terhadap

                 sikap yang dipilih, pemikiran dan kesepakatan yang

                 dibuat oranglain. Apabila ia ingkar janji, ia akan

                 menyesal dan merasa sangat bersalah.

                          EX.........

              6) Inovatif

                          Inovatif      adalah   karakteristik   kepribadian

                 superior yang terakhir merupakan kecenderungan untuk

                 melakukan sesuatu yang baru dan selalu mencoba

                 melakukan perubahan-perubahan.

                          Ex......




b. Kepribadian Inferior

          Kepribadian inferior muncul pada seseorang akibat mengalami

   banyak kejadian yang tidak menyenangkan di dalam hidupnya.

   Kepribadian inferior mengarah pada kejelkan karena tindakanya dapat

   merugikan diri sendiri dan orang lain. Dalam novel Banat Ar-Riyadh

   teradapat tokoh yang memiliki sikap seperti pada kepribadian inferior.

   Namun tidak semua ciri kepribadian inferior terdapat dalam novel ini




                                                                         26
3. Deskripsi perjuangan Tokoh Wanita dalam Hak dan Kewajiban
   Keluarga




                                                          27

				
DOCUMENT INFO
Description: hubungan wanita, sopan, kepiawaian wanita, kajian wanita, satra wanita, idaman wanita, kajian, faktor, manfaat, penelitian