studi kelayakan

Document Sample
studi kelayakan Powered By Docstoc
					           STUDI KELAYAKAN
          HERBAL “MD HERBAL“




                Disusun oleh:

                PRANOMO
                  06010013




            FAKULTAS EKONOMI
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI SWASTAMANDIRI
                    2010
                                                   DAFTAR ISI


Halaman Judul .................................................................................................            i
Daftar Isi           ..................................................................................................   ii
PENDAHULUAN ..........................................................................................                    iii
BAB I                LATAR BELAKANG
                     A. Usaha Yang Diusulkan ......................................................                        2
                     B. Gambaran Umum Kondisi Usaha .....................................                                  3
BAB II               ANALISA BERBAGAI ASPEK
                     A. Analisis Aspek Hukum .....................................................
                     B. Analisis Aspek Sosial, Ekonomi, dan Budaya ..................
                     C. Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran ................................
                     D. Aspek Tehnik dan Produksi ..............................................
                     E. Aspek Manajemen .............................................................
                     F. Aspek Keuangan ...............................................................
                     G. Aspek Dampak Lingkungan ..............................................
BAB III              SIMPULAN DAN REKOMENDASI
                     A. Simpulan ...........................................................................
                     B. Rekomendasi .....................................................................
LAMPIRAN-LAMPIRAN ..............................................................................




                                                             ii
                              PENDAHULUAN


       Seiring dengan semakin ketatnya persaingan di bidang bisnis, baik bisnis
yang sifatnya pengembangan maupun bisnis baru, maka kita harus pandai-pandai
berkompetisi ataupun mencari peluang yang tepat. Dengan memperhitungkan dan
mempelajari sebuah usaha yang masih memiliki peluang pasar yang luas maka
akan tercapai sebuah tujuan yakni keuntungan yang berkesinambungan dapat
terealisir. Jangan sampai terjadi sebaliknya, karena kurang matang dalam
memperhitungkan akhirnya rugi.
       Dengan melihat keadaan tersebut di atas pemrakarsa memiliki sebuah
gagasan dan di tindak lanjuti dengan membuat studi kelayakan untuk bisa
mendirikan sebuah usaha. Usaha yang masih memiliki peluang untuk didirikan
yaitu herbal.
       Dengan keterbatasan pengetahuan dan waktu penulis yakin bahwa tulisan
ini jauh dari sempurna. Adanya koreksi dan saran dari berbagai pihak yang
berguna saangat kita harapkan. Sehingga tulisan ini benar-benar ada manfaatnya
dalam membuat keputusan investasi untuk usaha.




                                                  Surakarta, Januari 2010




                                                        Pemrakarsa




                                      iii
                                     BAB I
                             LATAR BELAKANG


       Kesehatan merupakan harta yang tak ternilai harganya. Beberapa orang
ada yang mengorbankan seluruh hartanya demi untuk memperoleh kesehatan.
Selain dokter sebagai rujukan orang dalam mencari kesehatan, ada pula yang
mencarinya dengan obat alternatif atau herbal.
       Herbal merupakan sumber nutrisi dan alternatif obat untuk menutrisi
elemen-elemen dasar tubuh. Obat-obat herbal telah lama digunakan secara aman
dan efektif untuk berbagai keperluan, mulai dari menjaga kesehatan,
menyembuhkan, menurunkan/menambah/mempertahankan berat badan hingga
membantu manusia bertahan hidup. Herbal membantu menawarkan nutrisi yang
tidak terpenuhi, baik akibat diet yang buruk atau kandungan yang kurang karena
pengaruh kandungan tanah dan udara. Herbal merupakan penyeimbang tubuh
yang bisa membantu mengatur fungsi tubuh.
       Pemrakarsa memilih usaha herbal “MD Herbal” ini dengan pertimbangan
sebagai berikut :
      Modal dapat diusahakan
      Lokasi usaha yang di butuhkan tidak terlalu sulit.
      Perolehan bahan baku mudah
      Tidak membutuhkan tenaga kerja banyak.
      Tingkat resiko kerugian relative kecil
       Peluang pemasaran cukup terbuka karena herbal sudah dikenal oleh semua
lapisan masyarakat, baik di kota maupun di pedesaan. Walaupun pertimbangan
yang ada tersebut cenderung positif, namun ada beberapa aspek yang perlu untuk
di pertimbangkan, antara lain sebagai berikut :
      Aspek hukum
      Aspek ekonomi, social, dan budaya
      Aspek pasar dan pemasaran
      Aspek teknik dan produksi
      Aspek manajemen
      Aspek keuangan



                                         1
                                                                             2



A. Usaha Yang Diusulkan
   1. Sifat / Jenis Proyek Yang Diusulkan
             Seperti yang telah dijelaskan di muka, bahwa usaha herbal
      memiliki prospek yang yang sangat baik, baik sebagai mata pencaharian
      pokok maupun sebagai mata pencaharian tambahan.
             Apabila usaha herbal ini dikelola dengan baik, serius, dan
      professional, pemrakarsa yakin akan mendatangkan keuntungan yang
      cukup banyak dan berkesinambungan.
             Proyek yang diusulkan dalam tulisan ini adalah merupakan proyek
      baru, bukan merupakan pengembangan ataupun penambahan dari proyek
      lama yang sudah ada, dan modal usaha berasal dari modal sendiri dan
      modal asing yakni dari investor.
             Agar usaha ini nanti lebih cepat dan mudah dikenal konsumen, dan
      juga sebagai harapan pemrakarsa, maka pemrakarsa mengusulkan
      perusahaan diberi nama yang marketable yaitu usaha herbal “MD
      HERBAL”.
   2. Rencana pelaksanaan
             Pendirian usaha herbal ini bisa dimulai kapan saja, karena tidak
      terpengaruh oleh waktu dan tempat.
             Time schedule yang pemrakarsa buat sebagai berikut :
      a. Perencanaan
      b. Pengajuan permohonan ijin
      c. Pemilihan lokasi
      d. Pemesanan dan pengadaan peralatan
      e. Pemasangan etalase
      f. Kegiatan usaha dimulai

   3. Rencana Penjualan dan Modal yang dibutuhkan
             Dalam satu hari usaha herbal ini mentargetkan bisa menjual 15
      botol, jadi dalam satu bulan bisa menjual 500 botol, dengan perhitungan 1
      bulan 25 hari efektif. Usaha herbal ini memerlukan permodalan sebesar
                                                                             3



     Rp 20.000.000,-. Modal sendiri sebesar 25% (Rp            5.000.000,-) dan
     modal asing 75% (Rp 15.000.000,-) yakni pinjaman dari bank.


B. Gambaran Umum Kondisi Usaha
  1. Perkembangan Usaha
            Trend saat ini sudah banyak masyarakat yang melirik jamu/herbal
     sebagai obat alternatif bagi kesehatan. Oleh karena itu, kebutuhan
     masyarakat terhadap herbal ini diperkirakan akan terus meningkat.
            Mengamati kondisi tersebut sekiranya sampai kapanpun herbal
     yang dapat menyembuhkan akan selalu dibutuhkan. Dengan pengelolaan
     dan manajemen yang baik dan ditangani secara professional maka usaha
     yang akan dijalankan memiliki masa depan yang baik dari sudut pandang
     ekonomi.
  2. Posisi usaha dalam persaingan
            Usaha “MD Herbal” terletak di Jl. Sere Sogaten di Kelurahan
     Pajang, Laweyan. Karena bidikan pasar bersifat nasional yaitu seluruh
     Indonesia, maka persaingannya sangat ketat, sehingga tidak dapat
     disebutkan satu persatu dikarenakan di setiap daerah kadang memiliki
     produk herbal sendiri.
            Persaingan dalam hal ini bisa diminimalisasi karena sasaran
     pembeli yaitu para pembaca majalah ’Arrisalah’ yang ada di seluruh
     Indonesia khususnya dan penyebarannya apabila terasa khasiatnya, maka
     akan menyebar secara cepat.
            Dalam menghadapi persaingan usaha dan pencapaian keberhasilan
     usaha harus ada strategi-strategi yang perlu diterapkan. Diantara strategi
     yang di anjurkan pemrakarsa di antaranya adalah
     a. Tidak mengesampingkan etika bersaing
     b. Tidak merebut pasar produsen lama secara tidak sehat
     c. Mengutamakan kwalitas produksi yang lebih baik
     d. Harga yang wajar
     e. Promosi, pengenalan, dan pemasaran yang tepat
                                                                          4



   f. Layanan via telpon dan jasa antar
   g. Dengan prinsip “pembeli adalah raja” berikan pelayanan dengan
      sebaik-baiknya

3. Kemampuan Finansial
           Kebutuhan dana dari usaha ini, seperti yang dijelaskan di muka
   adalah sebesar Rp    20.000.000,-      terdiri dari modal sendiri 25% (Rp
   5.000.000,-) dan modal asing 75% (Rp 15.000.000,-) yakni pinjaman
   Bank.
           Bunga yang di tentukan oleh Bank adalah seabesar 15% tiap tahun
   dan di angsur selama 36 bulan bunga menurun. Untuk rincian yang
   berkaitan dengan masalah keuangan akan kami analisa dalam Analisa
   Aspek Keuangan pada bab selanjutnya.
                                   B A B II
                       ANALISA BERBAGAI ASPEK


A. Analisis Aspek Hukum
          Sebagaimana layaknya bahwa dalam pendirian usaha harus ada payung
   hukumnya, maka pengajuan ijin mendirikan usaha harus dilakukan. Ini
   dilakukan dalam rangka untuk terlaksananya salah satu strategi pemasaran
   sehingga bisa meyakinkan calon-calon konsumen.
          Karena usaha yang akan dilakukan ini merupakan usaha tentang
   makanan dan minuman, maka perijinan akan di ajukan kepada BPOM.
   Sehingga nantinya dengan arahan dari dinas terkait akan bisa meningkatkan
   kepercayaan dari masyarakat.


B. Analisis aspek Sosial, Ekonomi, dan Budaya
          Masyarakat Indonesia cenderung beralih ke herbal jika mereka berobat
   ke dokter tidak sembuh. Terlebih lagi jika sudah divonis akan dioperasi,
   masyarakat cenderung untuk tidak melakukannya karena kekurangan biaya.
          Dari tinjauan ekonominya, herbal “MD Herbal“ harganya sangat bisa
   dijangkau oleh masyarakat jika dibanding dengan herbal lain yang sejenis.
   Kelebihan dari “MD Herbal“ adalah herbal dijual dalam paket. Misalnya
   untuk paket Kanker dan Stroke dibutuhkan 4 botol jenis herbal. Untuk paket
   diabetes dibutuhkan 2 botol jenis herbal. Sehingga untuk mencapai target 20
   botol dalam sehari hanya perlu menjual 5 paket Stroke saja.
          Budaya masyarakat kita yang akan selalu mencoba dan mencoba untuk
   memperoleh kesehatan dalam dirinya merupakan faktor yang mempengaruhi
   permintaan herbal ini. Dari uraian di atas, maka keberadaan usaha herbal
   memiliki peluang yang sangat baik. Di lihat dari analisis aspek social,
   ekonomi, dan budaya usaha herbal mempunyai prospek cukup cerah.




                                       5
                                                                             6



C. Analisis Aspek Pasar dan Pemasaran
   1. Permintaan (demand)
             Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa adanya
      usaha herbal ini, informasinya kadang belum bisa terjangkau oleh semua
      lapisan masyarakat. Karena begitu luas cakupan wilayahnya dan
      merupakan daaerah yang padat penduduk, maka permintaan akan herbal
      sebagai pengganti resep obat dokter sangatlah dibutuhkan.
   2. Penawaran (Supply)
             Analisa pasar tehadap penawaran bisa dilakukan dengan melihat
      sejumlah perusahaan yang bergerak dalam bidang yang sama di wilayah
      tersebut. Hasil pendataan dari masing-masing perusahaan rata-rata perhari
      bisa menjual lebih dari 30 botol, seperti Al-Biruni, Sirup Kurma,
      Habbatussauda’, sehingga peluang usaha ini masih terbuka untuk di
      jalankan.


D. Analisis Aspek Tehnik dan Produksi
   1. Lokasi Usaha dan Bahan Baku
             Lokasi usaha herbal yang di usulkan oleh pemrakarsa adalah di
      wilayah Jl. Sere Sogaten RT 15 RW I kelurahan Pajang Kecamatan
      Laweyan kota Surakarta. Pemilihan lokasi ini juga sangat mudah untuk
      mendatangkan bahan baku.
             Untuk bahan bakunya, bekerja sama dengan pemasok langsung
      dengan harga yang relatif murah yaitu Rp 12.500,- per botol. Pemrakarsa
      tidak perlu susah-susah lagi untuk mencari bahan baku, tinggal
      mempersiapkan alat-alat untuk sring dan pelabelan.
   2. Peralatan Yang Dibutuhkan
             Alat yang dibutuhkan untuk usaha herbal “MD Herbal”
      diantaranya meliputi :
      a. Alat sring (hair drier)
      b. dan alat pendukung lainnya
                                                                              7



   3. Tenaga Kerja
              Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam usaha herbal tidak banyak, 2
      (dua) orang sudah cukup satu packing dan melayani jasa antar sedangkan
      yang satu menerima order dan membuatkan nota. Untuk tenaga menerima
      order dan membuat nota dipilih minimal lulusan SMU sedangkan untuk
      bagian jasa antar ke ekspedisi, bisa lulusan SMP.
   4. Proses Produksi
              Proses usaha herbal “MD Herbal” adalah pertama-tama mendapat
      bahan baku berupa herbal yang sudah berada dalam botol, tetapi belum
      diberi label. Setelah itu diberi label sesuai dengan jenis herbalnya,
      kemudian di-shring menurut paket yang sesuai, kemudian untuk
      pemaketan menunggu pesanan.


E. Analisis Aspek Manajemen
          Karena usaha ini tergolong sederhana, maka aspek manajemen tidak
   begitu menjadi pertimbangan yang memberatkan. Walau demikian, yang di
   anggap sebagai pimpinan harus benar-benar bisa mengelola dengan baik
   dalam perencanaan, pengarahan tenaga kerja, pengawasan (pengawasan
   kinerja maupun kwalitas produk), dan pengelolaan keuangan.
          Dengan manajemen yang baik, pemrakarsa optimis bahwa usaha ini
   akan berkembang pesat pada waktu mendatang.


F. Analisis Aspek Keuangan
          Analisis aspek keuangan diperlukan untuk mengetahui kelayakan
   usaha dari sisi tinjauan keuangan, terutama kemampuan pengusaha untuk
   mengembalikan pinjaman yang di terima dari investor.
          Pada bab terdahulu sudah dijelaskan bahwa, modal yang akan
   digunakan usaha herbal ini sebesar Rp 20.000.000,- berasal dari modal sendiri
   25% = Rp     5.000.000,- dan pinjaman Bank 75% = Rp 15.000.000,- dengan
   bunga 15% pertahun menurun.
                                                                           8



       Untuk analisa kelayakan usaha diperlukan adanya beberapa asumsi
mengenai parameter teknologi proses maupun biaya sebagai berikut :
                                  Tabel 1
                       Asumsi Untuk Analisis Keuangan
    No          Asumsi                 Satuan        Nilai / Jumlah
         1      Periode Proyek              tahun           3
         2      Bulan Kerja Pertahun        bulan          11
         3      Penjualan Perbulan          Botol         500
         4      Harga Jual              Rp / Botol       35.000
         5      Suku Bunga                     %           15
         6      Proporsi Kredit                %           75
         7      Jangka Waktu Kredit         tahun           3


1. Biaya Investasi dan Operasional
             Komponen biaya dalam analisa kelayakan usaha herbal ini
   dibedakan menjadi dua, yaitu : biaya investasi dan biaya operasional.
             Biaya investasi adalah biaya yang diperlukan untuk memenuhi
   kebutuhana biaya awal mendirikan usaha yang terdiri dari tempat,
   peralatan, dan sarana lainnya. Sedangkan biaya operasional adalah seluruh
   biaya yang di pakai untuk proses produksi.
   Biaya investasi dirinci sebagai berikut :
   a. Tempat Kontrakan                         Rp     2.500.000,-
   b. Hair drier (10)                          Rp       700.000,-
   c. Etalase                                  Rp     5.000.000,-
   d. Laptop                                   Rp    10.000.000,-
   e. Ijin Usaha                               Rp       300.000,-
   f. Handphone GSM                            Rp     1.500.000,-
              Jumlah                           Rp    20.000.000,-
                                                                           9



   Biaya operasional dirinci sebagai berikut :
   a. Biaya tetap
      Upah 2 org                            Rp        1.400.000,-
      Beban listrik                         Rp          100.000,-
      Peralatan lain-lain                   Rp          500.000,-
        Jumlah biaya tetap /bulan           Rp        1.800.000,-
        Jumlah biaya tetap /tahun           Rp       19.800.000,-
   b. Biaya variable :
      Bahan baku                                    = Rp 64.102.500,-
      Sticker herbal                                = Rp     200.000,-
      Plastik srink                                 = Rp 2.200.000,-
      Alat srink                                    = Rp   2.200.000,-
      Listrik                                       = Rp   1.100.000,-
      Telpon                                        = Rp     550.000,-
      Peralatan lain-lain                           = Rp     100.000,-
      Biaya promosi                                 = Rp 33.000.000,-
         Jumlah biaya variabel /tahun               = Rp125.975.000,-
         Jumlah biaya variabel /bulan               = Rp 11.452.275,-
          Jumlah biaya tetap dan biaya variable Rp 13.252.275,- / bulan
          atau Rp 145.775.000,- / tahun
      Total biaya investasi dan operasianal per tahun Rp 165.775.000,-


2. Kebutuhan Investasi dan Modal Kerja
          Pendapatan dari hasil penjualan usaha diperkirakan 1 bulan
   terhitung dari hari pertama usaha dibuka dan dimulai.
   Maka modal kerja yang dibutuhkan dapat dihitung sebagai berikut :
   Biaya operasional ( biaya tetap dan biaya variable ) selama 1 bulan :
                                  1 x Rp 1.800.000,- = Rp 1.800.000,-
   Jadi komponen dan stuktur biaya proyek adalah sebagai berikut :
   a. Biaya investasi                                   Rp 16.500.000,-
      1) Kredit             75%   Rp 12.375.000,-
                                                                              10



      2) Modal sendiri 25%        Rp 4.125.000,-
   b. Biaya Modal Kerja                                   Rp    3.500.000,-
      1) Kredit            75%    Rp     2.625.000,-
      2) Modal sendiri 25%        Rp        875.000,-
   c. Total Biaya Proyek                                  Rp 20.000.000,-
      1) Kredit            75%    Rp 15.000.000,-
      2) Modal sendiri 25%        Rp 5.000.000,-
   Maka jumlah pinjaman yang diajukan sebesar             Rp 15.000.000,-
   Penghitungan angsuran kredit adalah sebagai berikut di bawah ini, sedang
   rincian ansuran tiap bulan bisa dilihat pada lampiran 2;
                                  Tabel 2
                  Rekap Angsuran Bank Selama 3 Tahun
    Tahun Angsuran Pokok          Angsuran Bunga        Saldo Awal Saldo Akhir

      I           5.000.000,-          1.906.250,-       15.000.000   10.000.000
      II          5.000.000,-          1.156.249,-       10.000.000    5.000.000
      III         5.000.000,-           406.249,-         5.000.000           0


3. Produksi dan Pendapatan
            Penjualan herbal ini bisa tinggi meskipun pada bulan pertama
   karena menggunakan biaya promosi yang tinggi. Perbulan mampu menjual
   sebanyak 250 botol. Usaha ini bisa berjualan secara optimal mulai bulan
   pertama hingga tahun ketiga.
            Dengan harga jual sebesar Rp 35.000,- per botol, maka pendapatan
   dapat diperhitungkan sebagai berikut :
   Penjualan satu hari                    20 botol
   Penjualan satu bulan                   500 botol
   Harga jual satu galon                  Rp         35.000,-
   Pendapatan penjualan perbulan          Rp 17.500.000,-
   Pendapatan penjualan pertahun          Rp 192.500.000,-
                                                                           11



   Proyeksi Laba Rugi dan Break Even Point
                                       Tahun 1       Tahun 1         Tahun 1
                                        (Rp)          (Rp)            (Rp)
    1      Total Penerimaan       192.500.000,-     192.500.000,-   192.500.000,-
    2      Total Pengeluaran      159.104.062,-     159.104.062,-   157.604.061,-
    3      EBT                    33.395.938,-      34.145.938,-    34.895.939,-
    4      Pajak ( 15% )              5.009.391,-    5.121.891,-     5.234.391,-
    5      EAT                    28.386.547,-      29.024.048.-    29.661.548,-
    6      Profit on Sale                   15%             15%             15%
    7      BEP : Rupiah           68.597.566,-      66.129.113,-    63.968.617,-
           BEP : Unit                      1.960           1.889           1.828




4. Proyeksi Arus Kas dan kelayakan Usaha
          Aliran kas (cash flow) dibagi dalam dua aliran, yakni arus kas
   masuk (cash flow) dan arus kas keluar (out cashflow). Arus kas masuk
   diperoleh dari hasil penjualan herbal dalam satu tahun, sedang arus kas
   keluar terdiri dari biaya investasi, biaya variable, biaya tetap, angsuran
   pokok, angsuran bunga dan pajak penghasilan.
          Evaluasi profitabilitas rencana investasi dilakukan dengan menilai
   kreteria investasi untuk mengukur kelayakan pendirian usaha yang
   meliputi :
   a. NPV ( Net Present Value)
   b. IRR (Internal Rate of Return)
   c. ARR (accounting rate of Return)
   d. PBP (Pay Back Period)
                                                                          12



                                     Tabel 4
                             Evaluasi Profitabelitas

                                                 Justifikasi
    No       Kreteria            Nilai                         Simpulan
                                                 Kelayakan
   1      N P V (Rp)            45.440.515          >0          layak
   2      IRR                    174%              > 15%        layak
   3      ARR                    290%              > 15%        layak
   4      PBP               8 bulan 15 hari      < 3 tahun      layak


G. Aspek Dampak Lingkungan
         Dampak lingkungan yang ditimbulkan dalam proses produksi herbal
  ini bisa dikatakan tidak ada. Kertas-kertas yang tidak terpakai masih bisa
  dijual atau tentu saja bisa didaur ulang.
                                  B A B III
                   SIMPULAN DAN REKOMENDASI


A. Simpulan
  1. Usaha herbal “MD Herbal“ ini memberikan kontribusi bagi masyarakat
     terutama masalah kesehatan.
  2. Usaha herbal “MD Herbal“ ini mempunyai prospek yang cukup cerah
     karena selain memperoleh penghasilan, juga bisa menolong masyarakat
     yang sakit.
  3. Modal yang dibutuhkan relatif kecil yaitu Rp 20.000.000,-.
  4. Analisis kelayakan usaha hebal “MD Herbal“ ini sesuai asumsi yang
     digunakan adalah layak untuk dilaksanakan, berdasar hasil analisis sebagai
     berikut :
     a. Net Present Value ( NPV )
     b. Internal Rate of Return ( IRR )
     c. Accounting Rateof Return ( ARR )
     d. Pay Back Period ( PBP )
  5. Dari hasil analisis berbagai aspek, tidak ada satupun aspek yang
     memberatkan atau menjadi kendala dalam menjalankan usaha herbal ini.


B. Rekomendasi
  1. Berdasarkan uraian dan simpulan di atas maka usaha herbal “MD Herbal“
     layak untuk dibiayai.
  2. Pengusaha diharapkan bisa menghasilkan kwalitas herbal yang selalu
     meningkat, sehingga konsumen akan mendapatkan kepuasan.
  3. Agar Pengembalian kredit kepada investor berjalan lancar, dan usaha cepat
     berkembang maka diperlukan adanya pendamping ahli herbal yang
     mampu mengarahkan dan menjelaskan herba agar lebih bermanfaat bagi
     masyarakat.




                                     13
                                                                                        14



Analisa Break Even Point
Penghasilan dikurangi dengan biaya variable merupakan bagian dari penghasilan
yang tersedia untuk menutup biaya tetap, dan ini disebut sebagai countribution
margin. Apabila countribution margin lebih kecil dibandingkan dengan biaya
tetap, berarti perusahaan dalam keadaan rugi. Sebaliknya bila countribution
margin lebih besar maka laba. Sedangkan kalau countribution margin sama
dengan biaya tetap berarti perusahaan tidak laba dan juga tidak rugi. Kondisi
inilah yang di sebut Break Even Point, adalah dimana kondisi pada periode
tersebut tidak laba dan tidak rugi, artinya penghasilan sama dengan pengeluaran.
Pada lampiran 3 (Proyeksi pendapatan dan Laba Rugi Usaha) dalam kasus
penjualan herbal ini BEP ditemukan:
BEP Rupiah : Rp 66.231.765,-
BEP Unit :     1.892
Net Present Value
Dari table Proyeksi Arus Kas telah ditemukan NPV = Rp 45.440.515,-
Internal Rateof Return ( IRR )                         =        174%
Accounting rate of Return ( ARR )                      =        290%
Pay Back Period ( PBP )                                =        8 bulan 15 hari


Penghitungn ARR:
                                       55.028.735,- + 55.666.235,- + 56.303.736,-
Rata-rata laba bersih setelah PPh     = ---------------------------------------------------
                                                            3
                                      = Rp 57.623.095
Rata-rata investasi + modal kerja     = Rp 20.000.000,- / 2
                                      = Rp 10.000.000,-
Accounting Rate of Return             = 290%

Simpulan:
Karena Accounting Rate of Return = 290%
Proyek tersebut feasible / layak dijalankan
                                                                           15



Analisis Pay Back Period
Proceeds (Net Cash Flow)
                         55.028.735           55.666.235     56.303.736
Komulatif Proceeds
                         55.028.735       110.694.970      166.998.705

Keterangan :
Investasi & Modal Kerja Awal          : Rp 20.000.000,-
Komulatif Proceeds Tahun              : Rp 55.028.735,-
Saldo Investasi & Modal Kerja         : Rp 35.028.735,-
Saldo tersebut menunjukkan bahwa Investasi dan modal sudah tertutup pada tahun
pertama. Untuk mengetahui berapa bulan investasi dan modal tersebut tertutup,
maka menggunakan perhitungan:
       = (Total NPV / Investasi dan Modal) * 12
       = (Rp 329.462.993,- / Rp 20.000.000,-) * 12
       = 0,85
Proyek tersebut akan kembali dalam waktu : 8 bulan 15 hari


Simpulan
Proyek tersebut feasible / layak dijalankan

				
DOCUMENT INFO