; 101 soal jawaban praktek asuransi ujian aamai
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

101 soal jawaban praktek asuransi ujian aamai

VIEWS: 9,947 PAGES: 69

  • pg 1
									PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924




     INSURANCE PRACTICE

                                                101



                      SOAL - JAWABAN
                         PERSIAPAN
                     UJIAN AAMAI – A3IK
                                  UNTUK LINGKUNGAN SENDIRI




                                             Page 1 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


               BAB I RELATIONSHIP BETWEEN RISK AND INSURANCE

1.1      Dalam kaitan dengan hazard : (mar 2008 no 11, sept 2009 no 11)
         a.     Jelaskan perbedaan antara perils dan hazard
         b.     Jelaskan perbedaan antara physical hazard dan moral hazard
         c.     Sebutkan masing-masing 2(dua) contih physical hazard dalam asuransi :
                I       Harta Benda
                Ii      Tanggung Gugat
                Ii      Kendaraan bermotor
         d.     Sebutkan 3(tiga) contoh moral hazard

         Jawaban :
         a.     Perbedaan antara perils dan hazard
                Peril adalah penyebab kerugian, sesuatu yang akan menimbulkan kerugian. Sering
                terjadi diluar kontrol seseorang yang mungkin terlibat.
               Misalnya :
                        Kebakaran, badai
                        Gempa,kecelakaan, sakit

                  Hazard adalah suatu kondisi yang dapat menimbulkan atau meningkatkan
                  kemungkinan kerugian yang timbul dari peril tertentu
                  Misalnya:
                        Sikap sembrono
                        Jalan rusak
                        Pekerjaan yang berbahaya
                        Mesin yang kurang perawatan

         b.       Perbedaan antara physical hazard dan moral hazard

                  Physical hazard adalah suatu kondisi fisik yang dapat menambah kemungkinan
                  terjadinya kerugian
                  Misalnya:
                         Bahan bakar, bahan peledak
                         Kondisi kapal
                         Konstruksi bangunan
                         Lokasi

                  Moral hazard adalah suatu karakter dan tingkah laku individu tertanggung yang
                  dapat menambah atau menimbulkan kemungkinan kerugian
                  Misalnya:
                        Sikap tendensi untuk memperoleh keuntungan dalam asuransi

         c.       Masing-masing 2(dua) contoh physical hazard dalam asuransi :
                  i      Harta Benda
                         1.     Peralatan pengaman
                         2.     Menyimpan bahan berbahaya
                         3.     Konstruksi bangunan

                  ii       Tanggung Gugat
                                             Page 2 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                           1        Adanya bahan bbebahaya diempat kerja
                           2.       Lokasi tempat / system kerja tidak aman
                           2        Karyawan kecelakaan akibat tugas dari majikannya
                           3        Dekat dengan property lingkungan.

                  iii      Kendaraan bermotor
                           1.     Usia kendaraan
                           2.     Kendaran pribadi / komersial

         d.       Sebutkan 3(tiga) contoh moral hazard
                  1.     Kurangnya kesadaran Tertanggung untuk menjaga keselamatan objek
                         asuransi,
                  2      Ketidakjujuran Tertanggung
                  3      Kebersihan kurang
                  4      Larangan merokok tidak ada

1.5      Uraikan pengertian physical hazard dan moral hazard; masing-masing disertai satu
         contohnya. (mar 2009 no 2, Mar 2006 no 2, sept 2007 no 6)

         Jawaban yang disarankan :
         Physical hazard :
         Suatu kondisi fisik yang dapat menambah kemungkinan terjadinya kerugian
         Risiko yang berkaitan dengan karakter fisik suatu objek asuransi, misalnya :
         *       Pada asuransi harta benda : konstruksi bangunan
         *       Pada asuransi tanggung gugat : adanya bahan berbahaya di lingkungan kerja

         Moral hazard
         Suatu karakter dan tingkah laku individu tertanggung yang dapat menambah atau
         menimbulkan kemungkinan kerugian
         Risiko yang berkaitan dengan perilaku/sikap Tertanggung, misalnya :
         *       kurangnya kesadaran Tertanggung untuk menjaga keselamatan objek asuransi,
         *       ketidakjujuran Tertanggung

1.6      Uraikan hubungan antara peril dan hazard disertai contohnya(mar 2008 no 2, sept 2006 no 5,
         mar 2010 no 1)

         Jawaban : lihat diatas

1.1      Uraikan 3(tiga) komponen Utama yang terdapat dalam definisi risiko (mar 2008 no 1, sept
         2009 no 1)

         Jawaban :
         -      Risiko adalah kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak menguntungkan
         -      Risiko adalah satu kombinasi dari bahaya – bahaya
         -      Risiko adalah sesuatu yang tidak dapat diduga kecenderungan membawa hasil yang
                berbeda dengan hasil yang diduga sebelumnya.
         -      Risiko adalah ketidak-pastian kerugian
         -      Risiko adalah kemungkinan kerugian

         Dari definisi diatas, ketidakpastian (uncertainty) lebih difokuskan menjadi definisi dari risiko
         sesuai dengan praktek asuransi hari –hari.
                                             Page 3 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                   12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


1.7      Jelaskan perbedaan antara : (sept 2006 no 12, sept 2007 no 11, sept 2008 no 9)
         i.      Risiko financial dan non financial
         ii.     Risiko murni dan spekulatif
         iii.    Risiko fundamental dan parikular

         Jawaban :
         i.     Risiko financial dan non financial

                  Financial Risk adalah satu risiko yang terjadi yang menimbulkan kerugian dapat
                  diukur dengan uang. Contohnya, risiko terjadi pencurian, kebakaran dan kehilangan
                  keuntungan setelah kebakaran.

                  Non financial risk : Dalam situasi lain, pengukuran dengan uang adalah tidak
                  mungkin. Contohnya risiko ketika terjadi salah memilih karir, salah memilih
                  pasangan / teman hidup dan juga menyesal mengadopsi anak.

         ii.      Risiko murni dan spekulatif

                  Pure risk (risko murni)
                  Sesuatu yang tidak direncanakan dan tidak menyenangkan namun terjadi dan
                  mengakibatkan kerusakan pada harta benda atau menyakiti pegawainya
                  -       Tidak disengaja, terjadi tidak dapat diduga (tidak pasti)
                  -       Terdapat kemungkinan hasil berupa kerugian, atau paling tinggi, situasi
                          impas (break event)
                  -       Hasil bisa merugikan bagi kita, atau menempatkan kita pada posisi yang
                          sama seperti yang kita nikmati sesaat sebelum terjadinya suatu peristiwa
                  -       Umumnya dapat diasuransikan

                  Misalnya . risiko kecelakaan lalu lintas, kebakaran

                  Speculative risk
                  Resiko yang harus ditanggung seseorang akan keputusan yang diambil dalam
                  kegiatannya untuk memperoleh keuntungan (ada elemen profit or gain) dimana
                  orang tersebut harus mempertimbangkan terjadinya keuntungan atau kerugian yang
                  mungkin terjadi
                  •       Selain kerugian dan impas, juga terdapat kemungkinan untuk mendapatkan
                          keuntungan (gain)
                  •       Umumnya tidak dapat diasuransikan
                          mis. risiko investasi

         iii.     Risiko fundamental dan parikular

                  Risiko particular
                  Risko lebih bersifat pribadi / personal baik penyebabnya maupun akibatnya, dengan
                  kata lain Risiko yang berasal dari suatu individu dan efeknya dirasakan oleh
                  individu tersebut
                         Jauh lebih bersifat personal, baik dari segi penyebab maupun akibatnya
                         Contoh : kebakaran, pencurian, kecelakaan kerja, kecelakaan lalu lintas

                  Risiko fundamental
                                             Page 4 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  Risiko yang timbul dari sebab-sebab di luar kendali suatu individu atau sekelompok
                  individu; efeknya dirasakan oleh sejumlah besar orang
                         contoh : gempa bumi, banjir, kelaparan, letusan gunung berapi, bencana alam
                          lainnya, perubahan sosial, intervensi politik, perang

1.8       Uraikan perbedaan antara pure risk dan speculative risk .(mar 2008 no 3, mar 2007 no 1,
         sept 2009 no 2)

         Jawaban yang disarankan : Lihat diatas

1.9      Uraikan perbedaan antara risiko partikular dan fundamental (mar 2009 no 3)

         Jawaban yang disarankan : lihat diatas

1.10.    Jelaskan
         a.      perbedaan antara : (mar 2010 no 9)
                 I       Risiko financial dan non financial
                 Ii      Risiko murni dan spekulatif
                 Iii     Risiko fundamental dan partikular
         b.      Risiko-risiko mana saja yang secara umum dapat diasuransikan

         Jawaban :
         a.     perbedaan antara : (mar 2010 no 9)
                I      Risiko financial dan non financial
                Ii     Risiko murni dan spekulatif
                Iii    Risiko Fundamental dan partikular

                   Jawaban : lihat diatas

          b.      Risiko-risiko mana saja yang secara umum dapat diasuransikan
                  1.      Pure risk (risiko murni)
                  2.      Risiko partikular
                  3.      Risiko finansial

                  Perluasan :
                  1       Risiko fundamental


1.12     Uraikan perbedaan Asuransi dan Judi

         Asuransi :
         1.     Harus ada unsur insurable interest
         2.     Diperlukan adanya utmost good faith
         3.     Tertanggung bebas dari kerugian dan diketahui sebelumnya
         4.     Dalam banyak hal menyediakan indemnity
         5.     Dilindungi oleh hukum

         Perjudian:
         1.      Kepentingan para pihak terbatas pada taruhan
         2.      Kalah atau menang diketahui setelahnya
         3.      Tidak dituntut adanya keterbukaan
                                             Page 5 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         4.       Taruhan yang dibayar/diperoleh bukan merupakan indemnity
         5.       Tidak dilindungi oleh hukum

1.11     Sebutkan 3(tiga) Disadari atau tidak dampak dari terjadinya risiko mengakibatkan kerugian
         besar hal ini dapat dilihat :

         Jawaban :
          -    frekwensi risiko
          -    besarnya kerugian yang ditimbulkan (severitas)
          -    Human cost, (penderitaan)


1.2      Uraikan perbedaan antara profil risiko high frequency - low severity dengan low frequency-
         high severity. (mar 2009 no 1)

         Jawaban yang disarankan

         -        High frequency - low severity
                  Risiko yang frekuensi terjadinya tinggi (sering), namun dampak kerugian yang
                  ditimbulkan rendah
                  misalnya :
                  *        Mengutil (shoplifting)
                  *        Kebocoran beras dalam karung sewaktu proses bongkar-muat sebagai cargo
                  Semakin sering terjadi, risiko semakin dapat diprediksi hasilnya; semakin berkurang
                  tingkat ketidakpastiannya, sehingga lebih disarankan untuk dikelola sendiri risikonya
                  daripada diasuransikan

         -        Low frequency - high severity
                  kelompok risiko yang frekuensi terjadinya rendah (jarang), namun dampak kerugian
                  yang ditimbulkan tinggi
                  misalnya :
                         Kecelakaan pesawat terbang
                         Letusan gunung berapi
                  karena jarang terjadiya maka lebih sulit untuk memprediksikan hasilnya

1. .12   Uraikan 2(dua) tipe profil risiko dilihat dari tingkat frekuensi kejadian dan besarnya dampak
         yang ditimbulkan(Okt 2010 no 1)

         Jawaban : lihat diatas

1.12     Dalam kaitan dengan manajemen risiko: (mar 2010 no 10)
         a.     Uraikan pengertian Manajemen risiko
         b.     Jelaskan 4(empat) unsur penting yang terkandung dalam pengertian manajemen
                risiko
         c.     Pengedalian risiko secara
                i.      Fisik
                ii      Finansial

         Jawaban :
         a.     Pengertian Manajemen risiko

                                             Page 6 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  Suatu proses identifikasi, analisa dan pengendalian secara ekonomis atas risiko-
                  risiko yang membahayakan aset atau kemampuan menghasilkan pendapatan dari
                  suatu usaha (enterprise)

         b.       4(empat) unsure penting yang terkandung dalam pengertian manajemen risiko
                  1.     Indenitifikasi risiko
                         -       Mengenali potensi dan ancaman-ancaman tersebut dalam
                                 menghancurkan perusahaan dan stakeholder perusahaan
                         -       Mengenali frekuensi terjadinya risiko
                  2      Evaluasi / analisa risiko
                         Menilai risiko yang dapat ditanggung perusahaan dan risiko yang tidak dapat
                         ditanggung oleh perusahaan
                  3      Kontrol risiko dan dampaknya
                         Mengambil tindakan atas risiko yang tidak dapat ditanggung perusahaan:
                        a).      Dengan mengurangi frekuensi risiko
                        b).      Dengan mengurangi dampak atas karyawan, pengoperasian, dan
                                 keuangan
                        c).      Mentransfer risiko kepada perusahaan lain
                        d).      Mempersiapkan contingency plan
                  4.    Mengupdate dan memelihara tingkat risiko yang diterima untuk
                        perkembangan & perubahan perusahaan, Mengkomunikasikan informasi
                        tentang risiko kepada semua pihak yang berkepentingan.

         c.       Pengedalian risiko secara
                  i.     Fisik
                        Ada 2 cara pengendalian fisik;

                           (1)       Eliminasi
                                    Loss prevention dapat dilakukan dengan mengeliminasi risiko.
                                    Contohnya: Usahawan yang ingin membuat pabrik baru pasti
                                    memiliki risiko. Risiko tersebut bisa dieliminasi dengan tidak
                                    membuat pabrik baru tersebut.
                                    Namun dalam bisnis, tidak semua risiko bisa dihilangkan. Contohnya
                                    seperti pabrik diatas, walaupun ada risiko terbakar, namun karena
                                    seluruh nasib perusahaan tergantung pada pabrik baru tersebut dan
                                    karenanya pabrik tersebut harus dibangun, maka berarti risiko
                                    terhadapnya tidak bisa dielimanasi seluruhnya. Namun, bisa
                                    diminimize dengan membangun pabrik di tempat yang aman/tidak
                                    rawan kebakaran.

                           (2)      Minimisasi
                                    Ada 2 cara:
                                    -       Pre loss minimisation
                                            Dampak dari kerugian diantisipasi dan langkah-langkah yang
                                            diambil adalah untuk meyakinkan bahwa frequency / severity
                                            telah ditekan seminimum mungkin.
                                            Contoh : penggunaan seat bealt di mobil pribadi,
                                            penempatan penjagaan mesin-mesin berbahaya untuk
                                            mengantisipasi kecelakaan pekerja.

                                    -        post loss minimisation
                                             Page 7 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                                             Bahkan setelah risiko terjadi, masih ada langkah-langkah
                                             yang dapat diambil untuk meminimumkan kerugian.
                                             Contoh : menyelamatkan barang pada saat kebakaran dan
                                             harta benda lain yang memiliki nilai sisa dapat dijual untuk
                                             mengurangi kerugian, sprinkler untuk meminimalkan
                                             dampak kebakaran.

                  ii       Finansial
                           Ada 2 cara pengendalian financial:
                           (1)    Retensi
                                  Tujuan asuransi adalah untuk mengalihkan risiko yang tidak dapat
                                  diperkirakan. Namun bila berdasarkan pengalaman tingkat risiko
                                  dapat diperkirakan, jumlah perkiraan tersebut bisa diantisipasi dan
                                  ditanggung sendiri. Kerugian yang dapat diperkirakan tersebut dapat
                                  dibayar dari penghasilan saat itu dan dibebankan sebagai biaya
                                  produksi. Alternatif lain, diadakan dana terpisah yang dibentuk untuk
                                  mengatasinya atau untuk risiko-risiko lain yang dapat ditanggung
                                  sendiri (retain) sepenuhnya.

                                    Macam-macam cara retensi:
                                    -   full; risiko ditanggung sendiri, tidak melibatkan pihak lain
                                    -   sebagian; semacam perlakuan deductible, di mana lebih dari
                                        jumlah tertentu ditanggung pihak lain/asuransi.
                                    -   sebagian yang bukan deductible; di mana risiko tertentu tidak
                                        diasuransikan, tapi risiko yang lain diasuransika
                                    -   captive; mendirikan perusahan asuransi sendiri dengan tujuan
                                        untuk mengelola risiko usahanya sendiri

                           (2)      Transfer
                                    Metode ke-2 adalah di mana perusahaan mengalihkan dampak
                                    kerugian kepada organisasi / perusahaan lain. Contohnya adalah
                                    asuransi atau kontrak sewa rumah di mana pemilik mengalihkan
                                    tanggung jawaab atas bangunan tersebut kepada penyewa.
                                    Tendensi dalam beberapa tahun mendatang adalah untuk retain risiko
                                    yang memiliki high frequenc, low severity dan meretain sebagian
                                    dari kerugian yang besar dengan deductible atau captive insurance.

1.13.    Uraikan pengertian economic control pada pengendalian risiko (Okt 2010 no 2)

         Jawaban : lihat pengedalian finansial diatas

1.13     Uraikan pengertian manajemen risiko. (Mar 2007 no 2, mar 2008 no 4)

         Jawaban yang disarankan : lihat diatas

1.14     Dalam kaitan dengan manajemen risiko: (sept 2008 no 10)
         a.     2(dua) hal terpenting agar proses identifikasi risiko lebih effektif
         b.     Pengedalian risiko secara
                i.      Fisik
                ii      Finansial


                                             Page 8 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                   12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         Jawaban :

         a.       2(dua) hal terpenting agar proses identifikasi risiko lebih effektif
                  1.      Di sini risiko dipandang dari cakupan yang luas, tidak terbatas pada risiko-
                          risiko yang dapat diasuransikan.
                  2.      Dengan menggunakan alat-alat indentifikasi risiko, langkah-langkah diambil
                          untuk melihat seluruh aspek yang dapat menyebabkan perusahaan menderita
                          kerugian.

         b.       Pengedalian risiko secara
                  i.     Fisik
                  ii     Finansial

                  Jawaban : lihat diatas

         TAMBAHAN : JAWABAN

         Teknik-teknik identifikasi risiko:
         a.     Bagan organisasi
                Bagan ini menunjukkan struktur organisasi perusahaan secara keseluruhan. Bagan ini
                memperlihatkan hubungan antar personil sehingga dapat memperlihatkan kelemahan-
                kelemahan dalam struktur organisasi yang dapat menimbulkan masalah bagi risk
                management.
                Contoh :
                 -       Pembagian tugas tidak memadai
                 -       Ability personil/kompetensi
                Juga digunakan untuk melihat apakah bagan organisasi sudah sesuai untuk diterapkan
                di perusahaan tersebut.

         b.       Flow chart
                  Flow chart ini berguna untuk perusahaan-perusahaan di mana sistim produksinya
                  melibatkan proses dari bahan baku sampai menjadi barang jadi. Flow chart
                  menunjukkan aliran (flow) operasi perusahaan serta dapat menunjukkan masalah-
                  masalah yang disebabkan oleh kejadian-kejadian yang tidak nampak.

         c.       Check List
                  Merupakan daftar pertanyaan tentang masing-masing bagian dalam perusahaan.
                  Contoh klasifikasi risiko yang ditanyakan dalam check list:
                   Risiko langsung Kebakaran, erosi, peledakan, fraud, kerusakan struktual, perang
                   (direct)
                   Akibat-akibat      Loss of profit akibat kebakaran, pencurian, pemogokan karyawan
                   Sosial             Moral liability, tekanan pelanggan
                   Hukum              Civil liabilities, statutory liability, contractual liability
                   Politik            Intervensi pemerintah, denda, peraturan pemerintah asing
                   Keuangan           Ramalan inflasi yang tidak memuaskan, keputusan marketing yang
                                      salah


1.15     Uraikan pengendalian risiko secara Financial . (Mar 2006 no 1)

         Jawaban yang disarankan : lihat diatas
                                             Page 9 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


1.16     Dalam kaitan dengan manajemen risiko: (Sept 2007 no 9)
         a.     Uraikan pengertian Manajemen risiko
         b.     Pengedalian risiko secara
                i.      Fisik
                ii      Finansial

         Jawaban : lihat diatas

1.17     Dalam kaitan dengan self-insurance. (Mar 2006 no 9)
         a.     Jelaskan alasan seseorang melakukannya
         b.     Sebutkan 6 (enam) keuntungannya
         c.     Sebutkan 6 (enam) kerugiannya

         Jawaban yang disarankan :
         a.     Alasan self-insurance antara lain: (Bobot 30%)
                -      Sebagai alternatif pembelian asuransi
                -      Sebagai tambahan dimana first layer atau proporsi dari suatu klaim tidak
                       diasuransikan dalam pasar konvensional
                -      Mereka merasa cukup kuat secara finansial untuk menanggung kerugian-
                       kerugian tersebut
                -      Biaya untuk itu, dengan cara memupuk dana, lebih rendah dibanding tingkat
                       premi komersial tidak harus menanggung biaya administrasi dan laba
                       perusahaan asuransi
                -      Exposure-nya terhadap kerugian melibatkan kejadian dalam jumlah yang
                       banyak tapi dengan tingkat kerugian yang cukup rendah (high frequency –
                       low severity) kerugiannya cukup dapat diprediksi (predictable)

         b.       Keuntungannya – 6 di antara berikut (Bobot 35%)
                  1      Premi lebih murah
                  2      Bunga hasil investasi dana menjadi milik mereka sendiri
                  3      Biaya preminya tidak mengalami kenaikan akibat pengalaman klaim yang
                         buruk dari perusahaan lain
                  4      Terdapat insentif langsung untuk memperkecil dan mengendalikan risiko
                         kerugian
                  5      Tidak akan ada perselisihan timbul dengan perusahaan asuransi tentang
                         klaim
                  6      Mereka, sebagai organisasi yang besar pada umumnya, telah memiliki
                         personel bidang asuransi yang berkualifikasi untuk mengelola dana tersebut
                  7      Keuntungan dari dana tersebut dimasukkan dalam pembukuan mereka

         c.       Kerugiannya – 6 di antara berikut (Bobot 35%)
                  1      Sebuah kerugian katastropis dapat terjadi, menghabiskan seluruh dana yang
                         tersedia dan mungkin mengakibatkan organisasi/perusahaan tersebut
                         dilikuidasi
                  2      Dampak agregat dari beberapa kerugian dalam satu tahun dapat mempunyai
                         pengaruh yang sama seperti kerugian katastropis, khususnya pada awal-
                         awal pemupukan dana tersebut
                  3      Modal diikat untuk jangka pendek, sebagai investasi yang mudah dicairkan,
                         mungkin tidak dapat memberikan imbal/hasil sebagus investasi yang lebih
                         baik rentangnya pada perusahaan asuransi
                                             Page 10 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  4        Mungkin diperlukan peningkatan jumlah staf asuransi yang dipekerjakan
                           dengan suatu biaya tambahan
                  5         Kehilangan kesempatan mendapatkan saran teknis dari perusahaan
                           asuransi dari wawasan/pengalamannya yang lebih luas atas banyak
                           perusahaan dan bidang yang beragam
                  6        Statistik klaim organisasi tersebut dibuat dari dasar yang terlalu sempit
                           untuk suatu prediksi dapat dibuat dengan mantap atas biaya klaim yang akan
                           datang
                  7        Mungkin timbul kritikan dari pemegang saham dan departemen lain
                           -        Atas transfer modal yang besar untuk memupuk dana dan atas biaya
                                    dividen tahun tersebut
                           -        Atas hasil investasi yang rendah dari dana tersebut dibandingkan
                                    dengan hasil yang dapat diperoleh jika jumlah modal tersebut
                                    diinvestasikan dalam bidang produksi organisasi tersebut
                  8        Dalam masa tekanan finansial, dapat timbul godaan untuk meminjam dari
                           dana tersebut, sehingga melemahkan keamanan yang telah diciptakannya
                  9        Tekanan dapat terjadi pada manajer dana tersebut, untuk membayar
                           kerugian-kerugian di luar jaminan (pembayaran ex-gratia)
                           mengakibatkan berkurangnya dana bagi tujuan yang semula ditetapkan
                           membuat analisa statistik menjadi lebih sulit
                  10       Prinsip dasar asuransi, yaitu penyebarab risiko, menjadi hilang
                  11       Kontribusi yang dibuat ke pundi dana tidak memenuhi syarat sebagai biaya
                           dalam hal pajak korporasi, sedangkan pembayaran premi diperbolehkan

1.18     Dalam kaitan dengan self insurance : (mar 2009 no 9, Okt 2010 no 9)
         a.     uraikan perbedaannya dengan non-insurance (Bobot 25%)
         b.     uraikan alasan suatu organisasi memilih melakukannya (Bobot 25%)
         c.     sebutkan masing-masing 6 (enam) keunggulan dan kelemahannya (Bobot 50%)

         Jawaban yang disarankan
         a.     Self insurance
                Suatu dana darurat dicadangkan untuk digunakan untuk menutup kerugian akibat
                suatu peristiwa, tanpa membeli proteksi asuransi

                  Non-insurance
                  Tidak ada upaya pencadangan dana darurat maupun pengupayaan proteksi asuransi
                  untuk menutup kerugian akibat suatu peristiwa

         b.       Alasan melakukan self insurance
                  Merasa sudah cukup besar secara finansial untuk menanggung kerugian-kerugian
                  tersebut biaya, dalam pemupukan dana khusus, lebih murah dibanding dengan tingkat
                  premi komersial, karena tanpa beban ongkos administrasi dan profit Perusahaan
                  asuransi, profil risikonya bersifat high frequency low severity
                  -        Predictable baginya dan juga bagi Perusahaan asuransi
                  - jika diasuransikan ke perusahaan asuransi, perusahaan asuransi juga akan
                  memperhitungkan unsur profit dan biaya administrasi sehingga akan menjadi lebih
                  mahal dari biaya klaim yang predictable

         c.       Keunggulan self insurance – 6 di antaranya :

                  Jawaban : lihat diatas
                                             Page 11 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


1.19     Dalam kaitan dengan self insurance (Mar 2007 no 9)
         a.     uraikan pengertian self insurance (bobot 25%)
         b.     jelaskan alasan suatu organisasi memilih melakukan self insurance (bobot 25%)
         c.     sebutkan masing-masing 6 (enam) keunggulan dan kelemahannya (bobot 50%)

         Jawaban yang disarankan :
         a.     Pengertian self insurance (bobot 25%)

                  Jawaban lihat diatas

         b.       Alasan suatu organisasi memilih melakukan self insurance (bobot 25%)

                  Jawaban lihat diatas

         c.       Masing-masing 6 (enam) keunggulan dan kelemahannya (bobot 50%)

                  Jawaban lihat diatas

1.20     Uraikan pengertian Perusahaan asuransi Captive (mar 2008 no 5)

         Jawaban :

         Perusahan asuransi sendiri dengan tujuan untuk mengelola risiko usahanya sendiri

         Lihat self insurance diatas



                 BAB II             GENERAL NATURE OF INSURANCE
2.1      Jelaskan 7 (tujuh) karakteristik dari risiko yang dapat diasuransikan. (insurable risks). (Mar
         2007 no 10, Mar 2006 no 10, mar 2010 no 10)

         Jawaban yang disarankan : (Bobot masing-masing 14%)

         (1)      Pure risks
                  Situasi dimana hanya ada kemungkinan kerugian; tidak ada kemungkinan
                  keuntungan; maksimal tetap pada posisi yang sama seperti sebelum peristiwa tersebut
                  terjadi
                  Speculative risk umumnya diambil dengan harapan akan suatu keuntungan; dan
                  penyediaan asuransi dapat menjadi disinsentif untuk berupaya
                  •       Asuransi berfokus pada risiko murni
                  •       Risiko spekulatif umumnya diambil dengan harapan untuk memperoleh
                          keuntungan; dan asuransi terhadap risiko spekulatif dapat menjadi kontra-
                          insentif yang besar bagi usaha untuk memperoleh keuntungan
                  •       Jika dimungkinkan mengasuransikan profit yang seseorang hasilkan dari
                          suatu usaha, dapat membuat orang tersebut tidak termotivasi untuk berusaha
                          menghasilkan keuntungan, karena polis akan memberikan kompensasi jika
                          tidak tercapai keuntungan tersebut

                                             Page 12 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                  12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  •        Risiko murni sebagai konsekuensi dari risiko spekulatif dapat diasuransikan,
                           tetapi risiko spekulatif itu sendiri tidak
                           misalnya. risiko kebakaran atau pencurian terhadap suatu pabrik adalah
                           risiko murni, tetapi timbul akibat risiko spekulatif sesorang mengambil
                           keputusan untuk melakukan investasi mendirikan pabrik tersbut

         (2)      Particular risks
                  Risiko yang sifatnya personal, baik dari segi sebab maupun dampaknya
                  contoh : kebakaran, kecelakaan kerja, kecelakaan kendaraan bermotor

                  Fundamental risk
                  Penyebabnya di luar kendali manusia; dan dampaknya dirasakan banyakorang
                  umumnya tidak dapat diasuransikan
                  Beberapa gejala alam dapat diasuransikan secara selektif; berdasarkan letak geografis
                  •    Risiko fundamental timbul dari sebab-sebab di luar kendali seseorang secara
                       individu atau sekelompok individu, dan dampak yang ditimbulkan juga
                       dirasakan banyak orang
                  •    Risiko partikular lebih bersifat personal baik dari sudut penyebab maupun
                       akibatnya
                  •    Umumnya dapat diasuransikan
                  •    Tidak tepat bila dikatakan bahwa semua risiko fundamental tidak dapat
                       diasuransikan
                  •    Penanggung akan bersikap sangat selektif atas jenis risiko fundamental yang
                       hendak diaksep

                  •      Risiko fundamental yang timbul dari sifat masyarakat (perang, perubahan adat
                         atau inflasi) umumnya tidak dapat diasuransikan
                  •      Risiko fundamental akibat sebab fisik seperti angin topan, gempa bumi dan
                         badai dapat diasuransikan; meskipun tergantung lokasinya

         (3)      Fortuitous
                  *      Terjadinya peristiwa / kejadian harus sepenuhnya tidak terduga sepanjang
                         sepengetahuan Tertanggung
                  *      Tidak mungkin untuk mengasuransikan suatu peristiwa yang pasti akan
                         terjadi tidak melibatkan ketidakpastian (uncertainty) kerugian, sehingga
                         tidak ada pengalihan risiko berlangsung
                         Contoh : +        keausan (wear and tear) dan depresi
                                  +        tindakan sengaja Tertanggung
                         mengecualikan kerusakan seperti keausan, kesengajaan
                  •      Meskipun kematian adalah suatu pristiwa yang pasti terjadi, namun kapan
                         terjadinya itu bersifat tidak dapat diduga (fortuitous)

         (4)      Finansial value
                  *      Rakikat dari asuransi adalah tindakan sebagai suatu mekamisme pengalihan
                         risiko dan memberikan kompensasi finansial atas kerugian asuransi tidak
                         menghilangkan risiko, tetapi menjamin perlindungan finansial terhadap
                         konsekuensinya
                  *      Risiko yang diasuransikan harus menimbulkan suatu kerugian yang dapat
                         diukur secara finansial
                         contoh : segala kerusakan material pada, atau pencurian atas, harta benda

                                             Page 13 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  •        Dalam hal kerugian atau kerusakan harta benda, nilai moneter dari harta
                           benda yang mengalami kerugian tersebut dapat ditentukan, sehingga
                           kompensasi dapat diberikan
                  •        Semua kerusakan materiil atau pencurian trhadap harta benda termasuk
                           dalam penglompokan ini
                  •        Dalam asuransi jiwa, besarnya kompensasi finansial ditetapkan pada awal
                           kontrak

         (5)      Insurable interest
                  •      Hubungan finansial yang diakui secara hukum antara Tertanggung dan
                         obyek pertanggungan dimana Tertanggung mengambil manfaat jika obyek
                         pertanggungan tersebut tidak mengalami kerugian atau kerusakan, namun
                         sebaliknya, akan menderita akibat kerugian atau tanggung jawab yang timbul
                  •      Seseorang tidak dapat mengasuransikan harta benda orang lain dengan
                         harapan jika harta benda tersebut mengalami kerugian atau kerusakan dia
                         akan mendapatkan kompensasi di luar yang diterima pemilik harta benda
                         tersebut
                  •      Demikian juga seorang tidak dapat mengasuransikan jiwa orang lain yang
                         tidak ada hubungan insurable interest dengannya

         (6)      Homogeneous exposures
                  •    Dengan terdapatnya exposure yang serupa dalam jumlah yang cukup besar,
                       Penanggung dapat membuat perkiraan tingkat kerugian yang akan
                       dihadapinya
                  •    Tanpa itu, tugasnya menjadi lebih sulit dan premi yang dihasilkan akan
                       cenderung sebagai hasil perkiraan (guesstimate) dibanding perhitungan
                       matematis bisa tepat atau tidak, tapi bagaimanapun jugaPenanggung tetap
                       akan memproteksi dirinya dengan menerapkan premi yang cukup untuk
                       menghadapi kemungkinan kejadian yang terburuk
                        kompetisi tidak terlalu penting, karena tidak banyak risiko yang dicarikan
                       proteksinya

         (7)      Public policy
                  *       Suatu kontrak tidak boleh bertentangan dengan apa yang dianggap
                          masyarakat sebagai suatu hal yang benar dan secara moral harus dilakukan
                  *       Perbuatan kriminal yang dilakukan seseorang tidak dapat diterima untuk
                          diasuransikan
                  *       Kontrak untuk membunuh seseorang tidak dapat diterima; demikian juga
                          kontrak untuk menimbulkan kerusakan pada harta benda milik orang lain
                  •       TIdak dapat diterima mengasuransikan kegagalan suatu tindakan kriminal
                          misalnya : seorang pencuri membeli polis asuransi untuk memberinya ganti
                          rugi atas hasil yang seharusnya dia peroleh dari usaha pencurian jika sebelum
                          usahanya tersebut berhasil dia sudah tertangkap oleh polisi
                  •      Masyarakat tidak akan dapat menerima jika sesorang akan terhindar dari
                         hukuman atas perbuatannya yang melanggar hukum hanya karena orang
                         tersbut mengasuransikannya
                         misal. asuransi atas denda atau putusan pengadilan atas pelanggaran hukum
                         yang dilakukannya

2.2      Uraikan pentingnya homogeneus exposure bagi perusahaan asuransi dalam melakukan
         analisa portfolio suatu risiko (Okt 2010 no 3)
                                             Page 14 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


         Jawaban : lihat diatas

2.2      Uraikan fungsi primer asuransi sebagai suatu mekanisme pengalihan risiko (Bobot 100%)
         (mar 2009 no 4)

         Jawaban yang disarankan :
         -      Merupakan fungsi utama dari asuransi sebagai mekanisme pengalihan risiko
         -      Risiko selalu ada tetapi tidak seorang pun tahu apakah akan terjadi atau tidak;
                seandainya pun terjadi berapa besar biayanya juga tidak dapat diketahui dengan pasti
                terlebih dahulu
         -      Merupakan ketidakpastian (uncertainty)
         -      Tertanggung dapat menukarkan ketidakpastian risiko untuk suatu kepastian
                (certainty) dalam bentuk premi
         -      Sebagai imbalan atas suatu kerugian/kehilangan yang sudah pasti, dalam bentuk
                premi, Tertanggung kan terbebas dari ketidakpastian akan potensi kerugian yang jauh
                lebih besar
         -      Risiko tidak dipindahkan, tetapi sebagian konsekuensi finansialnya sekarang

2..3     Uraikan pengertian asuransi sebagai suatu mekanisme pengalihan risiko. (Mar 2006 no 1)

         Jawaban yang disarankan :
         Asuransi adalah suatu mekanisme pengalihan risiko di mana suatu organisasi / perusahaan
         dapat menukarkan ketidakpastian (uncertainty) dengan kepastian (certainty).

         Uncertainty
         -      Apakah kerugian akan terjadi atau tidak, kapan akan terjadi, seberapa parah
                akibatnya, berapa kali akan terjadi dalam setahun, dsb.
         -      Menyulitkan untuk membuat anggaran (budget)
         -      Perusahaan / perorangan sepakat untuk membayar sejumlah premi yang telah
                ditetapkan (certainty) dan sebagai imbalannya perusahaan asuransi akan memberi
                ganti rugi atas kerugian yang terjadi (uncertainty) sepanjang memenuhi ketentuan
                polis.

2.4      Jelaskan fungsi asuransi sebagai risk transfer (mar 2008 no 9)

         Jawaban :
         Fungsi asuransi adalah sebagai transfer resiko dari tertanggung kepada penanggung atau
         dari orang per orang, organisasi ataupun perusahaan kepada perusahaan asuransi.

         Contoh 1.

         Pemilik mobil bernilai $ 12,000 merupakan investasi yang termasuk besar, akan menghadapi
         ancaman kerusakan atau kehilangan yaitu mobil tersebut bisa saja dicuri ataupun terbakar
         ataupun juga rusak akibat kecelakaan. Bagaimana pemilik kendaraan tersebut bisa mengatasi
         semua resiko yang potensial tersebut dan konsekwensi keuangan yang ditimbulkan? Dalam
         situasi ini, pemilik mobil dapat mengalihkan / transfer konsekwensi keuangan atas resiko –
         resiko kepada penanggung dengan membayar premi.

         Contoh 2.


                                             Page 15 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         Demikian juga kepada industri, dimana seorang direktur perusahaan menyadari bahwa
         perusahaan menghadapi sejumlah resiko. Perusahaan tidak mengetahui apakah resiko resiko
         tersebut akan terjadi dan kalau terjadi kapan akan terjadi. Situasi yang demikian, fungsi
         asuransi sebagai transfer resiko ini sangat berperan.

         Managing Director dapat menukarkan ketidak pastian menjadi kepastian. Kerugian yang pasti
         diganti dengan premi, mereka akan bebas dari ketidakpastian atas kerugian yang besar.

2.5      Uraikan pengertian common pool sebagai salah satu fungsi primer asuransi (sept 2009 no 3)

         Jawaban :
         Dahulu sebelum adanya asuransi marine / pengangkutan laut, saat sebelum kapal berangkat,
         para pedagang yang memiliki barang dagangan diangkut, setuju untuk saling berkontribusi
         kepada siapa saja yang mengalami kerugian atas kerusakan barang yang diangkut. Hal ini
         membuat setiap pedagang terhindar dari kerugian total karena masing – masing pedangan ikut
         terbeban atas setiap kerugian.
         Dana sebagai kontribusi para pedagang dikumpulkan sebagai pool bersama.

         Demikian juga dalam asuransi kebakaran, premi polis asuransi rumah tinggal akan dipool kan
         pada common pool, pool asuransi rumah tinggal yang lain. Dan premi polis kendaraan
         bermotor akan dipool bersamaan dengan polis – polis kendaraan bermotor lainnya.

         Premi asuransi yang dikumpulkan haruslah cukup untuk mendanai kerugian total untuk
         setiap tahun dan juga beban biaya dan keuntungan perusahaan asuransi.

2.6      Uraikan pengertian dari reinsurance pools (mar 2010 no 7)

         Jawaban :
         Dibeberapa negara untuk mencegah banyaknya bisnis yang direasuransikan ke perusahaan
         asing maka pemerintah setempat membentuk central reinsurance company / pools dimana
         setiap perusahaan asuransi harus menempatkan sebagian atau seluruh dari penempatan
         reasuransinya kemudian beberapa anggota akan menjadi shareholders dinama dia akan
         menerima share dari pools tersebut. Konsep ini hampir sama dengan regional reassurance
         polis yang dilakukan beberapa negara sedang berkembang dimana tujuannya adalah untuk
         meningkatkan jumlah kapasitas underwriting di pasar regional dan menahan sebanyak
         mungkin kedalam pools. Pools ini dikelola oleh salah satu dari anggota (Misal ARAB Pools
         & African Re) dimana menerima compulsory Quota Share yang dicesikan oleh beberapa
         perusahaan yang berada di region tersebut.

2.7      Uraikan pengertian equtable premium :

         Jawaban :
         Penerapan besarnya premi haruslah seimbang hal ini mengacu pada faktor tingkat risiko
         atau hazard pada obyek pertanggungan itu sendiri dan juga nilai pertanggungan.
         Contoh :
         premi bangunan rumah tinggal dengan konstruksi kelas 1 tidak akan sama dengan premi
         bangunan rumah tinggal dengan konstruksi kelas 2.

2.8      Jelaskan asuransi sebagai risk transfer, common pool, equitable premium (sept 2006 no
         14)


                                             Page 16 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         Jawaban : lihat diatas

2.9      Jelaskan 5 (lima) manfaat utama yang diberikan asuransi kepada para tertanggung,
         masyarakat dan perekonomian secara keseluruhan. (sept 2007 no 10, mar 2009 no 10)

         Jawaban yang disarankan
         (1)   Peace of mind
                -       Dengan mengetahui bahwa telah ada asuransi untuk menanggulangi akibat
                        finansial dari risiko-risiko tertentu, maka timbul ketenangan (peace of mind)
                        bagi Tertanggung; baik perorangan maupun perusahaan
               -       Jika banyak risiko yang dapat menimbulkan hilangnya modal, maka orang
                       tidak mau berinvestasi dalam dunia usaha
               -       Lapangan kerja terbatas, pasokan barang berkurang, kebutuhan impor
                       meningkat, kesejahteraan secara umum menurun
                -       Dengan berasuransi, sebagian risiko-risiko dialihkan ke perusahaan asuransi
                -       Insentif bagi pengusaha untuk lebih berinvestasi

         (2)      Loss control
                  -      Perusahaan asuransi mempunyai kepentingan untuk menurunkan frekuensi
                         dan tingkat keparahan risiko kerugian; bukan hanya untuk meningkatkan
                         profitabilitas mereka sendiri tapi juga berkontribusi bagi penurunan secara
                         umum atas kerugian ekonomi akibat peristiwa kerugian
                  -      Banyak perusahaan asuransi mengembangkan keahlian di bidang teknologi
                         yang beragam dari pengendalian risiko
                  -      Melalui pengalamannya dalam menghadapi risiko-risiko yang ditutup
                         perusahaannya, surveyor perusahaan asuransi umumnya memberikan saran-
                         saran (advices) tentang pengendalian risiko kepada Tertanggung

         (3)      Social benefits
                  -       Dengan berasuransi, pengusaha mempunyai dana untuk memulihkan
                          usahanya setelah terjadinya suatu risiko kerugian; menjadi pemacu aktivitas
                          usaha
                  -       Lapangan kerja dapat dipertahankan. pasokan barang atau jasa dapat
                          dijamin; sumber pendapatan bagi masyarakat secara umum tetap terjamin

         (4)      Investmet of funds
                  -      Dana pertanggungan yang dikumpulkan perusahaan asuransi dari banyak
                         Tertanggung, baik perorangan maupun perusahaan, berjumlah cukup besar,
                         sementara itu terdapat jarak waktu antara saat dana terkumpul dan saat
                         pembayaran klaim
                  -      Rentang waktu tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sebagian
                         dana tersebut dalam berbagai bentuk investasi

         (5)      Invisible earnings
                  -       Seperti halnya terjadi penyebaran risiko oleh perorangan maupun perusahaan
                          yang dimungkinkan oleh adanya asuransi, terjadi penyebaran risiko melintasi
                          batas negara
                  -       Pendapatan premi yang diperoleh dari negara lain tidak melibatkan arus
                          barang fisik



                                             Page 17 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  -        Merupakan penghasilan yang tidak terlihat (invisible earnings) bagi negara
                           tersebut

2.10     Uraikan manfaat asuransi sebagai peace of mind (mar 2008 no 6)

         Jawaban : lihat diatas

2.11     Dalam kaitan dengan konsep penyelenggaraan asuransi, jelaskan: (Okt 2010 no 10)
         a.     Fungsi Utama asuransi sebagai mekanisme pengalihan risiko
         b.     3(tiga) manfaat asuransi bagi Tertanggung dan masyarakat pada umumnya

         Jawaban : lihat diatas




                         BAB III INSURANCE COVERAGE
3.1      Selain mesin yang dipertanggungkan, sebutkan 4(empat) obyek asuransi engineering yang
         lain

         Jawaban :
         1.     Contractors‟ All Risks (lebih banyak pekerjaan sipil)
                atas : - pekerjaan
                         - tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
         2.     Erection All Risks (lebih banyak pekerjaan non sipil)
         3.     Machinery Breakdown  menanggung kerusakan akibat mesin itu sendiri, co. mesin
                korslet
         4.     Boiler :         - kerusakan pada boiler
                         - kerusakan lain akibat meledaknya boiler
         5.     Electronic Equipment, co. mesin USG
         6.     Computer Insurance
         7.     Contractors‟ Plant & Machinery


3.2      Uraikan luas jaminan yang diberikan dalam asuransi CAR (contruction All Risk) (sept 2007
         no 1)

                                             Page 18 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         Jawaban :
         Contractors‟ All Risks (lebih banyak pekerjaan sipil)
         Luas jaminan:
         1.     Pekerjaan
         2.     Tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga

3.3      Uraikan 2 macam luas Jaminan asuransi product liability (Sept 2006 no 6)

         Jawaban :
         Penjaminan ini biasanya menggunakan „claims made basis‟ dan terdiri dari:
         1.      Tanggung gugat untuk cedera atau kerusakan
         2.      Perbaikan dan penggantian produk
                Polis jaminan produk menjamin:
                Biaya penggantian, pengerjaan ulang, pemulihan produk yang gagal memberikan fungsi yang
                diinginkan karena cacat disain, manufaktur, pemasangan, dsb setelah diberikan kepada
                konsumen
                tanggung gugat yang timbul dari saran, disain dan konsultasi, dimana jasa ini disediakan secara
                langsung sehubungan dengan suplai produk atau pekerjaan dalam arti nyata dan produk ini
                telah gagal
         3.      Kerugian finansial
                Menjamin kerugian finansial yang diderita pihak ketiga sebagai akibat produk gagal berfungsi
                seperti yang diinginkan
         4.      Penarikan produk
                Menjamin biaya yang timbul bagi penyedia barang dalam menarik produk atau mengatur
                pemusnahannya, karena barang tersebut diketahui memiliki kesalahan yang berbahaya. Dasar
                penjaminannya adalah produk yang ditarik tersebut dapat mengakibatkan cedera atau
                kerusakan dan kegagalan produk diakibatkan kesalahan dalam disain/manufaktur. Polis ini juga
                menjamin biaya penarikan produk yang tercemar asalkan itu tidak disengaja.
                Biaya penarikan ini sangat mahal dan masih terdapat biaya tidak langsung seperti kehilangan
                penjualan, rusaknya reputasi perusahaan dan biaya disain ulang dan pengembangan ulang.


3.4      Uraikan perbedaan antara combined insurance dan comprehensive insurance (sept 2007 no 8,
         mar 2010 no 2)

         Jawaban :.
         Combined Insurances (Gabungan)
         Ide: Menggabungkan beberapa polis sekaligus untuk dijual kepada tertanggung
         Dilakukan karena:
         1.     Lebih mudah,
         2.     Masabah akan lebih mudah karena cuma 1 polis (tagihannya cuma 1)
         3.     Kemungkinan terlupakan kecil
         4.     Penjualannya lebih mudah bagi perusahaan asuranasi

         Keuntungan:
         •         biaya administrasi lebih ringan
         •         one premium and one renewal
         •         kemungkinan overlooking dari cover yg dibutuhkan sangat kecil
         •         mudah untuk dipasarkan
         (e.g: travel policy + PA + Medical Expenses + Cancellation + Delay)

         Comprehensive Insurances (Package)


                                             Page 19 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                        12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         Ide:Jaminan yang lebih luas dengan satu syarat dan kondisi polis yang sama di bagian
         manapun dalam polis

3.5      Sebutkan 4(empat) keuntungan combined insurance (sept 2006 no 8, sept 2008 no 8)

         Jawaban : lihat diatas

3.6      Uraikan apa yang dimaksud dengan Compulsory insurance

         Jawaban :
         Mewajibkan masyarakat untuk melakukan asuransi tertentu dengan maskud dan tujuan
         tertentu. Asuransi wajib ini harus diawasi agar pelaksanaannya tidak melenceng dari maksud
         dan tujuan tersebut.

         Alasan dibutuhkannya asuransi wajib (compulsory):
         •       Penyediaan dana utk penggantian kerugian
         •       Mengurangi beban negara
         •       Respon terhadap kepentingan nasional
         •       Perlindungan terhadap masyarakat (risk improvement – e.g through surveyor)

3.6      Sebutkan 6 (enam) jenis jasa yang dapat diberikan suatu risk management consultant. (Mar
         2006 no 7)

         Jawaban yang disarankan :
         mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko suatu organisasi dan mengusulkan metode
         pengendalian risikonya termasuk ::
         1      Broad risk management strategic reviews
         2.     Advis dalam teknik pengendalian risiko dan pengendalian secara fisik
         3.     Audit risiko dan asuransi
         4.     Disaster recovery planning
         5.     Studi kelayakan tentang captive
         6.     Manajemen atau audit captive
         7.     Prakiraan kerugian dan analisa cadangan
         8.     Program self-insurance
         9.     Studi interdependensi bisnis
         10.    Penggunaan data industrial untuk komparasi dan benchmarking

3.8      Sebutkan 4(empat) jenis layanan yang umunya disediakan risk management consultans dari
         pialang asuransi international yang besar (mar 2010 no 4)

         Jawaban : Lihat diatas

3.9      Uraikan pelayanan yang diberikan Penanggung dalam hal EMERGENCY

         Jawaban :

         Layanan lain dari penanggung yg bersifat membantu dlm hal emergency: (tidak harus terjadi
         klaim terlebih dahulu utk mendapatkan layanan ini)
         •        Emergency Services (telephone calls – 24 hour)
         •        Legal Services
         •        Motoring Emergency Breakdown Cover
                                             Page 20 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         •         Glazing Services

3.10     Sebutkan Perusahaan yang memberikan pelayanan yang berhubungan dengan asuransi

         Jawaban :
         1      Risk management consultants
         2      Computer software houses (note: useful for risk manager)
         3      Claims management consultants
         4      Disaster recovery services
         5      Credit rating specialists
         6      Management consultants
         7      Specialist brokers




                  BAB IV UNDERWRITING INSURANCE AND RISK SHARING

                          DIBACA KALAU ADA WAKTU
              KEMUNGKINAN SANGAT KECIL KELUAR DALAM SOAL UJIAN

4.1      Sebut 5(lima) pialang asuransi

         Jawaban :
         1      Broker asuransi
         2.     Llyoid;s broker
         3.     Agents
         4.     Konsultan asuransi
         5      Home service insurance representative

4.2      Sebut 5(lima) perusahaan asuransi

         Jawaban :
         1      Proprietary company
         2      Mutual companies
         3      Klasifikasi perusahaan asuransi
         4.     Direct writing company
         5.     Supermarket and others retailers

4.3      Uraikan pengertian dan perbedaan Pialang asuransi dengan agen asuransi

         Jawaban :
         a.     Broker (pialang) adalah agen calon tertanggung apabila :
                Pialang asuransi yang memberikan jasa dalam keperantaraan dalam penutupan
                asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi dengan bertindak untuk
                kepentingan tertanggung
                -       ia hanya menerima pembayaran dari penanggung berupa komisi (kasus
                        Bancroft v. Heath, 1900)
                -       ada kerjasama dengan tertanggung untuk mengelabui penanggung


                                             Page 21 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  -        mengisi dan merubah atau menambah jawaban dalam formulir permintaan
                           asuransi dan tertanggung mengetahui hal ini (Newsholme Bros. V. Road
                           Transport & General, 1925)
                  -        melengkapi formulir atas nama tertanggung
                  -        memberikan saran kepada tertanggung atas perlunya asuransi dan memilih
                           penanggung untuk penempatan asuransinya
                  -        memberikan saran dalam penyelesaian klaim

         b.       Agen adalah agen penanggung apabila:
                  Agen asuransi yang memberikan jasa keperantaraaan dalam rangka pemasaran jasa
                  asuransi untuk dan atas nama penanggung
                  -       memiliki express authority untuk menerima dan menangani permintaan
                          asuransi
                  -       memiliki implied authority untuk menerima dan menangani permintaan
                          asuransi
                  -       melakukan survey dan memberikan keterangan atas nama penanggung
                  -       bertindak tanpa express authority, tetapi penanggung akan mengakuinya atau
                          berdasarkan kejadian yang lampau hal itu diakui oleh penanggung
                  -       secara express dan implied authority ia mengumpulkan dan menerima premi
                  -       diperintahkan oleh penanggung untuk menanyakan dan mengisi jawaban
                          formulir permintaan asuransi, meskipun formulir tersebut berisi pernyataan
                          yang sebaliknya (Kasus Stone v. Reliance Mutual Ins. Soc. Ltd, 1972)

4.4      Uraikan perbedaan usaha asuransi dengan usaha penunjang usaha asuransi

         Jawaban :
         Jenis usaha perasuransian meliputi:
         a.      Usaha asuransi terdiri dari:
                 1.      Usaha asuransi kerugian yang memberikan jasa dalam penanggulangan
                         risiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum
                         terhadap pihak ke-3 yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti
                 2.      Usaha asuransi jiwa yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko
                         yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang
                         dipertanggungkan
                 3.      Usaha reasuransi yang memberikan jasa dalam pertanggungan ulang
                         terhadap risiko yang dihadapi perusahaan asuransi kerugian dan atau jiwa

         b.       Usaha penunjang asuransi terdiri dari:
                  1.     Usaha pialang asuransi yang memberikan jasa dalam keperantaraan dalam
                         penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi dengan
                         bertindak untuk kepentingan tertanggung
                  2.     Usaha pialang reasuransi yang memberikan jasa dalam keperantaraan
                         dalam penempatan reasuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi
                         dengan bertindak untuk kepentingan perusahaan asuransi.
                  3.     Usaha penilai kerugian asuransi yang memberikan jasa penilaian terhadap
                         kerugian pada objek asuransi yang dipertanggungkan
                  4.     Usaha konsultan aktuaria yang memberikan jasa konsultasi aktuaria
                  5.     Usaha agen asuransi yang memberikan jasa keperantaraaan dalam rangka
                         pemasaran jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung

4.5      Jelaskan kewajiban pialang kepada prinsipal dan prinsipal ke pialang
                                             Page 22 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


         Jawaban
         Kewajiban pialang kepada prinsipal:
         -      Bertindak secara hati-hati dan dengan skill yang diperlukan; sebagai contoh broker
                harus memiliki keahlian di bidang asuransi
         -      Bertindak sesuai dengan perjanjian sebagai agent
         -      Bertindak jujur, menginformasikan secara lengkap mengenai hal-hal yang berkaitan
                dengan kontrak. Ia tidak boleh menerima komisi yang bersifat rahasia. Hal ini secara
                common law dianggap bahwa komisi asuransi diperoleh dari penanggung, dan hal ini
                harus diungkapkan pula kepada tertanggung.
         -      Harus menyimpan uang yang menjadi milik prinsipalnya
         -      Tidak mendelegasikan wewenangnya kepada orang lain (delagus non patest delegare)
                kecuali:
                1.       di mana nasabah memberikan sanksi pendelegasian
                2.       di mana pendelegasian itu diperlukan untuk melakukan kewajiban agen

                  3.       di mana ada suatu perjanjian express atau implied yang membolehkan
                           pendelegasian

         Kewajiban prinsipal kepada pialang:
         -      Membayar upah yang dijanjikan
         -      Menanggung kerugian yang diderita agen karena kehilangan kewajiban dan biaya
                yang terjadi dalam menjalankan pekerjaan. Biaya dalam kegiatan agen atau broker
                asuransi pada umumnya merupakan bagian dari komisi. Di pihak lain, broker sering
                membayar premi untuk atas nama nasabahnya dan untuk itu ia berhak memperoleh
                pembayaran kembali

4.6      Uraikan Liabilities of agent

         Jawaban :
         -      Bbertanggung jawab atas breach of warranty of authority. Jika agen menyatakan
                bertindak
         -      Sebagai agen tanpa adanya kewenangan, ia bertanggung jawab untuk membayar
                kerugian kepada pihak yang berkontrak dengannya;
         -      Bertanggung jawab kepada prinsipalnya jika ia melakukan kesalahan yang membuat
                prinsipalnya rugi. Ada beberapa kasus di mana agen/broker tidak melaksanakan tugas
                sesuai dengan petunjuk yang berkaitan dengan penutupan asuransi dan ia harus
                memberikan kompensasi kepada tertanggung untuk kerugian yang tidak
                diasuransikan;
         -      Bertanggung jawab atas pelanggaran kontrak

4.7      Uraikan masing-masing 2(dua) manfaat penggunaan jasa pialang asuransi bagi tertanggung
         dan penanggung (Okt 2010 no 4)

         Jawaban : Lihat perbedaan broker dan agent




                                             Page 23 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924




                 BAB V HOW INSURANCE OPERATE
5.1      Uraikan Kedudukan Proposal form dalam kontrak asuransi dan konsekuensinya dari
         hal tersebut (Okt 2010 no 6)

         Jawaban :
         Proposal form adalah dokumen yang dibuat oleh penanggung dengan maksud untuk mencari
         jawaban terhadap segala fakta material atas risiko yang akan diasuransikan.
         konsekuensinya Kewajiban tertanggung tidak terbatas kepada pertanyaan-pertanyaan yang
         ditanyakan saja, tetapi tertanggung juga harus mengungkapkan tambahan material facts yang
         mungki berlaku.

5.2      Jelaskan fungsi proposal form

         Jawaban :
         1.    Mencatat informasi yang penting buat underwriter untuk melakukan assesment atas
               risiko yang diajukan, apakah risiko tersebut bisa diasuransikan atau tidak, dan bila
               bisa, apa syarat-syarat atau kondisi serta berapa harganya.

         2.       Dasar perjanjian
                  Proposal form berisikan deklarasi bahwa proposal adalah dasar perjanjian dan bahwa
                  tertanggung menjamin kebenaran atas jawaban-jawaban yang ada di proposal form,
                  sehingga setiap misrepresentation adalah merupakan pelanggaran perjanjian dan
                  menjadikan perjanjian dapat batal.

         3.       Advertising
                  Proposal form juga berisikan secara rinci jaminan yang ada. Kadang-kadang jenis
                  polis lain yang ada dari perusahaan juga dicantumkan. Bila proposal form juga
                  menyebutkan jaminan yang ada secara ringkas disebut “prospectus” atau lebih
                  tepatnya “proposal dan prospectus”.
                  Harus diingat bahwa penerbitan proposal form kepada potensial klien tidak
                  menyatakan perusahaan akan menerima proposal klien. Informasi yang dikumpulkan

                                             Page 24 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  dari form yang telah diisi lengkap tentang fisik dan/atau moral risk yang sedang
                  diajukan dapat berarti bahwa risiko tersebut tidak dapat diterima oleh penanggung.

         4.       Dengan bentuknya yang sudah uniform (seragam), proposal form memungkinkan
                  pihak penanggung menangani permintaan penutupan asuransi dengan cepat dan
                  akurat.

         5.       Memudahkan pihak penanggung dalam mengevaluasi apakah telah terjadi
                  penyampaian fakta-fakta material atau fakta-fakta penting yang keliru.

5.3      Sebutkan 6(enam) informasi yang secara umum ditanyakan dalam surat permohonan
         penutupan Asuransi (SPPA) yang tidak spesifik menunjuk pada produk asuransi tertentu
         (sept 2008 no 3)

         Jawaban :
         Pertanyaan-pertanyaan umum
         Berikut ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang dapat ditemukan di kebanyakan proposal form
         terlepas dari class of insurance.


         1.       Nama proposer
         2.       Alamat proposer
         3.       Alamat risiko
         4.       Pekerjaan proposer
         5.       Riwayat asuransi
         6.       Claim or loss history

         PENJELASAN :

         1.       Nama proposer
                  Selain diperlukan untuk mengidentifikasi tertanggung, nama juga dapat menunjukkan
                  nature of the physical dan moral hazard. Nama perusahaan yang mengajukan asuransi
                  juga dapat menunjukkan nature of their trade (contohnya: PT Indosat bergerak di
                  bisnis telekomunikasi, PT Indofood bergerak di bisnis makanan) atau nama seseorang
                  di mana perusahaan tidak ingin melakukan bisnis karena doubtful integrity (misalnya
                  karena pengalaman klaimnya yang buruk).
                  Bila nama proposer adalah perusahaan asing, perusahaan asuransi harus berhati-hati
                  karena tidak diketahui pasti bagaimana keadaan/kondisi perusahaan induknya.

         2.       Alamat proposer
                  Alamat adalah faktor penting di dalam mengunderwrite motor insurance, theft
                  insurance dan semua risiko asuransi di mana perbedaan geographical areas dapat juga
                  menyebabkan perbedaan kemungkinan kerugian. Alamat juga digunakan untuk tujuan
                  korespondensi

         3.       Alamat risiko
                  Dalam kasus tertentu, alamat risiko berbeda dengan alamat rumah tertanggung atau
                  alamat perusahaan. Alamat risiko dapat menjadi material dalam asuransi fire, theft ,
                  motor, property dan liability.
                  Alamat risiko harus ditulis dengna benar, karena bila alamat tidak benar, klaim bisa
                  ditolak karena alamat di proposal form yang akan ditulis di polis.
                                             Page 25 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  Bila terjadi kesalahan harus segera dilaporkan (sebelum klaim), supaya bisa diganti.

         4.       Pekerjaan proposer
                  Pekerjaan-pekerjaan tertentu menghadirkan abnormal hazards, misal:
                  -       dalam asuransi jiwa dan kecelakaan diri : miners, airline crew
                  -       dalam asuransi kebakaran : plastic manufacturers & woodworkers

         5.       Riwayat asuransi
                  Jika penanggung lain memberlakukan syarat atau premi khusus, atau menolak
                  proposer di masa lalu, hal ini sangat penting buat penanggung baru untuk menyelidiki
                  keadaannya secara seksama sebelum memutuskan sehubungan dengan acceptance
                  and terms.

         6.       Claim or loss history
                  Underwriter ingin mengetahui kerugian-kerugian sebelumnya, apakah diasuransikan
                  atau tidak, yang akan dijamin oleh asuransi yang sedang diajukan


5.4      Sebutkan 4(empat) hal utama yang ditanyakan dalam proposal form asuransi personal
         acident (sept 2006 no 3)

         Jawaban :
         1.    Nama proposer
         2.    Alamat proposer
         3.    Usia
         4.    Pekerjaan proposer
         5.    Riwayat kesehatan atas jiwa yang dipertanggungkan
         6.     Tinggi, berat badan


5.5      Uraikan is pernyataan umumnya terdapat pada Akhir setiap surat permohonan Penutupan
         Asuransi (SPPA). (mar 2008 no 7, sept 2009 no 4)

         Jawaban :

         Proposal form biasanya juga memuat juga deklarasi yang menegaskan bahwa proposal dan
         isinya adalah dasar dari pada kontrak dan proposer akan menerima bentuk kontrak
         penanggung. Proposer menjamin kebenaran jawaban-jawabannya, namun pada saat ini
         jaminan dimaksud dibatasi dengan kata-kata:
              “To the best knowledge and belief of proposer”

5.19     Uraikan fungsi dari cover notes dalam penutupan asuransi (sept 2007 no 1, sept 2008 no 6,
         sept 2009 no 6)

         Jawaban :

         Cover notes merupakan dokumen penutupan asuransi yang bersifat sementara (sampai waktu
         tertentu) sampai polis resmi diterbitkan. Hal ini terjadi karena informasi belum lengkap atau
         survey sedang dilakukan atau tertanggung membutuhkan dokumen yang menunjukkan bukti
         tentang penutupan asuransi.
         Dokumen cover notes diperlukan karena:
                                             Page 26 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                  12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         -       untuk menerbitkan polis karena perlu waktu
         -       pertanggungan memerlukan bukti
         -       diterbitkan sebelum polis resmi terbit
         -       informasi yang diperlukan belum lengkap
         -       penanggung masih dalam melakukan survey
         -       cover notes merupakan dokumen yang sifatnya sementara (biasanya 30 hari) dan
                 berakhir saat polis terbit. Bisa batal sebelum 30 hari (polis jadi sebelum 30 hari) atau
                 bisa diperpanjang (bila polis belum selesai)
         -       ada kemungkinan untuk dibatalkan bila informasi tidak memuaskan
         Bila ada cover notes tetapi belum ada polis, maka bila terjadi klaim, tetap akan diganti.

5.20     Jelaskan tujuan isi dan penggunaan Cover note dan sertificate asuransi (Sept 2006 no 9)

         Jawaban :
         Covernote         : Lihat diatas

         Certificate asuransi :
         Sertifikat asuransi merupakan dokumen yang menegaskan bahwa telah terjadi penutupan
         asuransi. Pada umumnya sertifikat diberikan berkait dengan jumlah peserta yang sangat besar
         dan diwajibkan oleh UU dan pihak penanggung cukup mengeluarkan master polis sedangkan
         pesertanya diberikan dokumen dalam bentuk sertifikat.


5.6      Uraikan pengertian Polis :

         Jawaban :
         Polis adalah suatu dokumen yang merupakan bukti akan adanya kontrak / perjanjian, tetapi
         bukan perjanjian itu sendiri. Di dalam kontrak tersebut ada offer and acceptance.
         Offer       : tertanggung menyerahkan risiko untuk diambil alih oleh penanggung ( pada
         proposal form)
         Acceptance : penanggung menerima pengalihan tersebut dengan menerbitkan polis (dalam
         polis)
         Yang menandatangani proposal form adalah tertanggung, sedangkan yang menandatangani
         polis adalah penanggung.

5.7      Jelas 7(tujuh) isi dari schedule form

         Jawaban :
         Di dalam bentuk polis di mana bagian-bagian yang berbeda dari dokumen dipisahkan satu
         dari yang lainnya dan informasi tertentu yang berkaitan dengan perjanjian dirinci dalam
         schedule atau list.

         1.       Heading
                  Nama dan alamat perusahaan disebut sebagai heading

         2.       Preamble/recital clause
                  Klausula ini adalah klausula pembukaan atas rincian jaminan dan menyatakan
                  keadaan di mana polis akan berlaku. Klausula ini mencakup dua hal:
                  -      bahwa premi telah dibayar atau ada persetujuan bahwa premi akan dibayar


                                             Page 27 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                   12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  -        bahwa proposal form adalah dasar daripada perjanjian dan merupakan satu
                           kesatuan dengan polis
                  -        Menyatakan bahwa Penanggung akan menyediakan jaminan sebagaimana
                           dirinci dalam polis

         3.       Operative clause
                  Klausula ini merinci risiko-risiko apa saja yang dijamin di dalam polis tersebut
                  Contoh : Dalam asuransi kebakaran, yang dijamin adalah fire, lightning, explosion,
                  aircraft dan smoke

         4.       Pengecualian/exception
                  Klausula ini merinci risiko-risiko yang tidak dijamin dalam polis, baik yang bersifat
                  umum maupun yang khusus

         5.       Kondisi /conditions
                  Bagian dari polis yang memuat syarat-syarat yang harus ditaati selama periode
                  pertanggungan

         6.       The Schedule
                  Bagian dari polis yang mencatat rincian daripada kontrak pertanggungan yang
                  bersangkutan, seperti:
                  -      nama dan alamat tertanggung;
                  -      jenis usaha tertanggung;
                  -      pokok pertanggungan (the subject matter insured)
                  -      jumlah pertanggungan (the sum insured)
                  -      periode pertanggungan;
                  -      kondisi pertanggungan;
                  -      dan lain-lain yang dianggap perlu

         7.       Tanda tangan pihak penanggung (Attestation clause)
                  Merupakan bagian dari polis yang memuat tanda tanda penanggung sebagai
                  persetujuan atas pengalihan risiko

         8.       Uraian (Specification)
                  Khusus untuk risiko-risiko besar di mana ruangan dalam schedule tidak mencukupi
                  maka dibuat lembar-lembar baru untuk memuat ikhtisar pertanggungannya. Biasanya
                  berbunyi : “Forming part of and attaching to policy no: …”

5.8      Uraikan 7(tujuh) bagian yang umumnya terdapat pada struktur suatu polis. (sept 2006 no
         13, sept 2007 no 12, sept 2009 no 9)

         Jawaban : lihat diatas

5.9      Dalam kaitan dengan struktur suatu polis : (mar 2009 no 11)
         a.     uraikan 3 (tiga) hal pokok yang umumnya terdapat dalam preamble (Bobot 50%)
         b.     uraikan pengertian dari operative clause (Bobot 25%)
         c.     sebutkan 7 (tujuh) informasi pertanggungan yang umumnya dicantumkan dalam
                ikhtisar polis (Bobot 25%)

         Jawaban yang disarankan
         a.     Preamble - bunyinya variatif; tapi pada umumnya mencakup tiga hal pokok berikut :
                                             Page 28 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  (i)      Bahwa proposal form menjadi dasar dari kontrak asuransi dan menjadi
                           bagian / kesatuan dari kontrak tersebut
                                   proposal form menjadi bagian dari kontrak asuransi tersebut
                                    meskipun tidak ditulis ulang atau dicetak bersama dengan dokumen
                                    polis
                                   Tertanggung harus secara khusus berhati-hati dalam mengisi
                                    proposal form, karena akan menjadi bagian dari kontrak
                  (ii)     Menyatakan bahwa premi telah dibayar atau telah disepakati untuk dibayar
                           oleh Tertanggung
                                   menjadi syarat berlakunya kontrak polis
                  (iii)    Menyatakan bahwa Penanggung akan menyediakan jaminan sebagaimana
                           dirinci dalam polis

         b.       Operative clause :
                        Bagian dari polis yang menyatakan jaminan yang disediakan
                        Umumnya diawali dengan kalimat “Penanggung akan…” kemudian diikuti
                         dengan hal-hal yang dijanjikan Penanggung untuk dilakukan menurut
                         jaminan polis tersebut

         c.       Informasi pertanggungan yang umumnya dicantumkan dalam ikhtisar polis :
                  (1)    alamat Tertanggung
                  (2)    jenis/bidang usaha
                  (3)    jangka waktu asuransi
                  (4)    premi
                  (5)    batas pemberian ganti rugi
                  (6)    nomor polis
                  (7)    rujukan atas pengecualian khusus, ketentuan khusus atau jaminan
                         perlindungan

5.10     Sebutkan 7 (tujuh) informasi yang umumnya terdapat pada ikhtisar polis.(Mar 2006 no 8,
         sept 2007 no 4, mar 2010 no 5)

         Jawaban yang disarankan :
         1.     alamat tertanggung
         2.     bidang usaha
         3.     jangka waktu asuransi
         4.     premi
         5.     batas pemberian ganti rugi
         6.     nomor polis
         7      rujukan atas pengecualian khusus, kondisi atau jaminan perlindungan

5.11     Sebutkan 6(enam) ketentuan yang harus dimuat dalam polis asuransi di Indonesia menurut Keputusan
         Menteri Keuangan RI No. 422/KMK.06/2003 (Okt 2010 no 5)
         Jawaban :
         1.      Saat berlakunya pertanggungan
         2.      Uraian manfaat yang duperjanjikan
         3.      Cara pembayaran premi
         4.      Tegang waktu (grace period) pembayaran Premi
         5.      Kurs yang digunakan untuk Polis dengan mata uang asing apabila pembayaran premi dan
                 manfaat dikaitkan dengan mata uang rupiah
         6.      Waktu yang diakui sebagai saat pembayaran premi

                                             Page 29 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                    12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         7.       Kebijakan Perusaaan yang ditetapkan apabila pembayaran premi dilakukan tenggang waktu
                  yang disepakati.
         8.       Periode dimana perusahaan tidak akan meninjau ulang keansahan kontrak asuransi
         9.       Perhitungan dividen
         10       Penghentian pertangungan
         11.      Syarat dan cara pengajuan klaim
         12.      Pemilihan tempat penyelesaian perselisihan
         13.      Bahasa yang digunakan sebagai acuan dalam hal terjadi sengketa

5.11     Uraikan 3(tiga) hal pokok preamble polis (Sept 2007 no 3)

         Jawaban yang disarankan :: lihat diatas

5.12     Uraikan pengertian operative clause. (Mar 2007 no 4, sept 2008 no 4)

         Jawaban yang disarankan :: lihat diatas

5.13     Dalam kaitan dengan syarat-syarat polis (conditions). (Mar 2006 no 11, sept 2009 no 10)
         a.     Sebutkan 8 (delapan) hal pokok yang tercakup dalam kondisi umum (general
                conditions)
         b.     Jelaskan 2 (dua) contoh implied conditions
         c.     Jelaskan yang dimaksud dengan:
                (i)      conditions precedent to the contract
                (ii)    conditions subsequent to the contract
                (iii)   conditions precedent to liability

        Jawaban yang disarankan :
        a.     Kondisi umum (general condition) dalam polis – 8 di antaranya (Bobot 40%)
               1.      Kondisi yang menyatakan bahwa Tertanggung akan mematuhi semua
                       ketentuan polis
               2       Persyaratan bahwa Tertanggung memberitahu Penanggung atas setiap
                       perubahan risiko
               3       Prosedur yang harus diikuti pada saat klaim (mis. batas waktu pelaporan
                       klaim)
               4       Dampak dari kecurangan (fraud)
               5       Tertanggung harus mengambil segala tindakan yang wajar untuk
                       memperkecil risiko kerugian atau kerusakan atau timbulnya tanggung jawab
               6       Pengaturan arbitrase (penyelesaian perselisihan)
               7       Prinsip kontribusi
               8       Pembatalan polis
               9       Batas waktu penyampaian data akhir bagi perhitungan premi adjustable

        b.        Implied conditions – 2 contoh di antara berikut : (Bobot 30%)
                  1      Obyek yang diasuransikan nyata-nyata ada dan dapat diidentifikasi
                  2      Tertanggung mempunyai insurable interest
                         Tertanggung mempunyai hubungan finansial dengan obyek yang
                         diasuransikan
                         Mendapat manfaat apabila harta benda / kepentingan tersebut tidak hilang
                         atau rusak
                         Menderita kerugian atas hilang atau rusaknya; atau timbulnya tanggung
                         jawab
                  3      Utmost good faith
                                             Page 30 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                    12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                           Kewajiban untuk mengungkapkan semua fakta yang material dalam
                           pembentukan suatu kontrak asuransi

         c.       (i)      Conditions precedent to the contract (Bobot 30%)
                           kondisi yang harus dipenuhi sebelum pembentukan kontrak itu sendiri jika
                           dilanggar, terdapat keraguan atas validitas keseluruhan kontrak tersebut

                  (ii)     Conditions subsequent to the contract
                            kondisi yang harus dipenuhi ketika kontrak tersebut berlaku
                           misal. kondisi tentang penyesuaian premi, atau pemberitahuan perubahan
                           risiko

                  (iii)    Conditions precedent to liability
                           kondisi yang berkaitan dengan klaim dan harus dipenuhi bagi keabsahan
                           (validitas) suatu klaim

                            mis. Pemberitahuan segera atas klaim dengan cara yang sesuai

5.14     Sebutkan 5(lima) hal pokok yang tercakup dalam kondisi umum (general conditions) (sept
         2006 no 4)

         Jawaban : lihat diatas

5.15     Uraikan perbedaan antara Condition precedent to contract dengan condition preceden to
         liability (Okt 2010 no 8)

         Jawaban : lihat diatas
5.15     Uraikan Pengaturan duty of disclosure dalam Polis standar asuransi Kebakaran Indonesia (mar 2010 no
         6)

         Tertanggung wajib :
         1      Mengungkapkan fakta material yaitu informasi, keterangan, keadaan dan fakta yang
                mempengaruhi pertimbangan Penanggung dalam menerima atau menolak suatu
                permohonan penutupan asuransi dan dalam menetapkan suku premi apabila
                permohonan dimaksud diterima;


         2        membuat pernyataan yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan penutupan
                  asuransi;
                  yang disampaikan baik pada waktu pembuatan perjanjian asuransi maupun selama
                  jangka waktu pertanggungan.


         Jika Tertanggung tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana diatur dalam ayat (1) diatas,
         Penanggung tidak wajib membayar kerugian yang terjadi dan berhak menghentikan
         pertanggungan serta tidak wajib mengembalikan premi.
         Ketentuan pada ayat (2) diatas tidak berlaku dalam hal fakta material yang tidak
         diungkapkan atau yang dinyatakan dengan tidak benar tersebut telah diketahui oleh
         Penanggung, namun Penanggung tidak mempergunakan haknya untuk menghentikan
         pertanggungan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari setelah Penanggung mengetahui pelanggaran
         tersebut.

                                             Page 31 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                      12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


5.16     Prinsip utmost good faith merupakan salah satu implied conditions dalam polis asuransi.
         Uraikan pengertian prinsip tersebut dan penerapannya dalam polis-polis standar Indonesia
         yang dikeluarkan oleh AAUI. (mar 2009 no 5)

         Jawaban yang disarankan
         secara tradisional, kewajiban ini merupakan implied conditions pada penutupan asuransi
         -        Kondisi yang tidak tertulis dalam polis
                  dalam polis-polis standar keluaran AAUI, kondisi tersebut ditempat sebagai bagian
                  dari policy wordings  tercetak dalam polis
         -        Menjadi express conditions
                  dalam polis-polis standar keluaran AAUI, utmost good faith dijabarkan sebagai :
         -        Kewajiban Tertanggung untuk :
                  1        Mengungkapkan fakta material
                  2        Membuat pernyataan yang benar tentang hal-hal yang berkaitan dengan
                           penutupan asuransi yang disampaikan :
                           (a)     pada waktu pembuatan perjanjian asuransi; maupun
                           (b)    selama jangka waktu pertanggungan
                  Dalam polis-polis standar keluaran AAUI, konsekuensi atas pelanggaran atas prinsip
                  utmost good faith ini :
                  1        Penanggung tidak wajib untuk membayar kerugian yang terjadi; dan
                  2        Penanggung berhak menghentikan            pertanggungan     tanpa wajib
                           mengembalikan premi
                           -      ketentuan ini tidak berlaku dalam hal Penanggung telah mengetahui
                                  pelanggaran tersebut dan dalam waktu 30 hari tidak mempergunakan
                                  haknya untuk menghentikan pertanggungan

5.17     Uraikan perbedaan antara express condition dan implied condition (sept 2007 no 5, sept
         2009 no 5)

         Jawaban :

         Bagian dari polis yang memuat syarat-syarat yang harus ditaati selama periode pertanggungan
         Ada dua macam conditions:

         1.       Implied conditions


                  Ada 4 kondisi yang dinyatakan secara tidak langsung oleh hukum yang berlaku
                  terhadap seluruh perjanjian asuransi walaupun kondisi tersebut tidak dinyatakan
                  secara tertulis, misal:
                  1.      Bahwa tertanggung mempunyai insurable interest terhadap subject matter of
                          insurance
                  2.      Bahwa kedua belah pihak telah menjalankan utmost good faith di dalam
                          negosiasi hingga mencapai perjanjian
                  3.      Bahwa subject matter of insurance benar-benar ada
                  4.      Bahwa subject matter of insurance dapat diidentifikasi

         2.       Express conditions
                  Express conditons adalah kondisi yang dinyatakan atau disebutkan di dalam polis
                  Kondisi ini dapat dibagi ke dalam;
                                             Page 32 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  a.       General conditions adalah kondisi yang dicetak di atas polis dan berlaku
                           untuk semua polis yang diterbitkan oleh penanggung
                  b.       Particular conditions adalah kondisi yang dibuat dan diketik di atas polis
                           khusus

5.18     Uraikan pengaturan grace period dalam Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia yang
         dikeluarkan oleh AAUI. (mar 2009 no 6)

         Jawaban yang disarankan
         merupakan prasyarat pertanggungan bahwa setiap premi terhutang harus sudah dibayar
         dalam tenggang waktu :
         (a)     30 hari kalender terhitung dari tanggal mulai berlakunya pertanggungan, jika jangka
                 waktu pertanggungan tersebut 30 hari kalender atau lebih
         (b)     Sesuai perjanjian antara Penanggung dan Tertanggung, jika jangka waktu
                 pertanggungan kurang dari 30 hari kalender
                 Konsekuensi dari pelanggaran atas prasyarat tersebut :
                 i       Pertanggungan menjadi batal dengan sendirinya
                         -      Terhitung sejak tanggal berakhirnya tenggang waktu tersebut
                        -        Penanggung tetap memberikan jaminan terhadap risiko sebelum
                                tanggal tersebut
                 ii     Tertanggung tetap mempunyai kewajiban untuk membayar premi:
                        -       Dalam hal jangka waktu pertanggungan 30 hari kalender atau lebih,
                                sebesar 20% dari premi tahunan
                        -       Dalam hal jangka waktu pertanggungan kurang dari 30 hari kalender,
                                sebesar jumlah premi yang tercantum dalam polis kecuali
                                diperjanjikan lain

5.19     Uraikan pengertian Endorsement

         Jawaban :
         Perancangan polis merupakan satu tugas yang membutuhkan keahlian yang tinggi. Satu standar polis
         akan dibuat sesuai dengan maksud penggunaannya, tanpa harus ada modification. Akan tetapi tidak
         mungkin untuk selalu memenuhi kebutuhan tertanggung tanpa adanya perubahan pada wording untuk
         perluasan. Untuk itu perubahan dibuat dengan penambahan klausula khusus dan endorsements.




         Sering kali perubahan diminta oleh pemegang polis atau dalam kasus lain permintaan dapat juga
         diajukan oleh broker asuransi. Sehingga klausula atau endorsment yang standar harus diterapkan.
         Kemudian satu dokumen dikeluarkan yang menjelaskan perubahan jaminan dan berisi nomor polis serta
         tanggal efektif perubahan. Perubahan – perubahan tersebut pada wording yang standar menjadi satu
         kesatuan terhitung pada tanggal perubahan.

         Perancangan satu perubahan kepada wording standar polis harus dilakukan dengan hati – hati.
         Diyakinkan bahwa isinya / wording perubahan tidak bertentangan dengan aspek – aspek lain yang
         berlakuk pada polis, yaitu setiap ambiguity / arti kabur atau bermakna ganda akan merugikan pihak
         penanggung atau penanggung selalu diposisi yang lemah.

5.20     Uraikan pengertian RENEWAL

         Jawaban :

                                             Page 33 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                    12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         Kebanyakan polis berperiode selama 12 (dua belas) bulan. Penanngung jelas menginginkan tertanggung
         memperpanjang pertanggungan. Dengan kata lain menginginkan kontrak diperpanjang. Memang tidak
         ada kewajiban diharuskan untuk memperpanjang bagi kedua pihak, namun dibanyak kasus penanggung
         punya kepentingan untuk mempertahankan bisnis untuk tahun berikutnya. Apalagi pada saat terjadinya
         soft market dan kompetisi yang ketat.

         Biasanya penanggung akan mengeluarkan surat perpanjangan kepada tertanggungn yang dikenal dengan
         pemberitahuan perpanjangan yang mengingatkan tertanggung bahwa periode asuransi akan berakhir dan
         juga premi yang akan dibayar untuk polis perpanjangan. Sekali lagi bukan keharusan bagi penanggung
         untuk mengeluarkan surat pemberitahuan perpanjangan namun hanya semata – mata untuk kepentingan
         penanggung mengamankan polis perpanjangan.

         Terdapat satu atau dua hal penting yang harus dicatat berhubungan dengan bisnis perpanjangan.

5.21     Uaikan pengertian Day of grace period (mar 2008 no 8)

         Jawaban :
               Tertanggung diperbolehkan membayar premi 15 har atau 30 harii setelah tanggal
                renewal. Konsensus ini disebut “days of grace”
               Pertanggungan akan tetap berjalan dan bila klaim terjadi antara tanggal renewal
                dan tanggal pembayaran, tertanggung akan mendapatkan recovery.
               Bila tertanggung tidak berniat untuk melakukan renewal, konsensi tersebut hilang
                dan polis batal pada tanggal renewal.

         Polis di mana days of grace tidak berlaku
                 Selain polis-polis jangka pendek di mana renewal biasanya tidak diterbitkan, menjadi
                  kebiasaan bahwa pembayaran premi dilakukan pada atau sebelum tanggal renewal
                  untuk asuransi marine dan livestock.
                 Days of grace tidak diberikan pada renewal motor insurance di mana premi harus
                  dibayar pada atau sebelum tanggal berakhirnya polis untuk mendapatkan full cover.

5.22     Uraikan pengertian Long-Term Agreements. (Mar 2007 no 5)

         Jawaban yang disarankan :
         •      Perjanjian antara Penanggung dan Tertanggung dimana Penanggung akan
                memberikan potongan (discount) terhadap premi jika Tertanggung setuju untuk
                memperpanjang bisnisnya kepada Penanggung selama beberapa tahun ke depan
         •      Kedua belah pihak diuntungkan : Tertanggung menikmati penurunan premi;
                Penanggung mendapat kepastian bahwa bisnis tersebut akan terus diperpanjang

5.23     Uraikan tujuan penggunaan klausul tambahan dalam polis (sept 2008 no 5)

         Jawaban :

         Perancangan polis merupakan satu tugas yang membutuhkan keahlian yang tinggi. Satu
         standar polis akan dibuat sesuai dengan maksud penggunaannya, tanpa harus ada
         modification. Akan tetapi tidak mungkin untuk selalu memenuhi kebutuhan tertanggung
         tanpa adanya perubahan pada wording untuk perluasan. Untuk itu perubahan dibuat dengan
         penambahan klausula khusus dan endorsements.

5.23     Uraikan pengertian DECLARATION

         Jawaban :
                                             Page 34 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                       12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         Dalam polis terdapat kondisi adjustment of premiums. Hal ini timbul bila premi dihitung berdasarkan
         jumlah yang diperkirakan dan kemudian dihitung kembali bila angka yang pasti sudah diketahui.
         Contohnya dalam polis employers‟ liability, premi dihitung dengan mengenakan rate / tariff atas gaji
         yang dibayar.

         Gaji dipisahkan sesuai dengan kategori yang berbeda oleh penanggung yaitu berbeda jabatan / tingkat
         karyawan akan berbeda tariff yang dikenakan sesuai dengan resiko kerja yang dihadapi masing –
         masing karyawan.

         Pada awal penutupan asuransi, premi diperhitungkan dengan dasar tariff yang diterapkan pada gaji yang
         diperkirakan. Pada akhir tahun, gaji yang actual dideklarasikan dan adjustment premi dilakukan.
         Deklarasi akan menegaskan bahwa premi akan dikembalikan saat polis diperpanjang atau tidak
         diperpanjang. Deklarasi hanya berlaku untuk asuransi yang sudah lewat dan bukan yang akan datang.




              BAB VI UNDERWRITING INSURANCE AND RISK SHARING

6.1      Uraikan apa yang disebut seorang underwriter

         Jawaban :
              Apabila suatu risiko ditawarkan kepada Lloyd‟s atau perusahaan asuransi, seseorang
               atas nama penanggung harus memutuskan apakah risiko dimaksud dapat diterima
               atau tidak.
              Jika dapat diterima, underwriter harus memutuskan rate premi yang akan dikenakan
               serta syarat dan kondisi yang akan dibebankan.
              Di Lloyd‟s slip dicap dan ditandatangani menunjukkan keikutsertaan (dalam
               persentase). Seseorang yang menandatangani slip dimaksud disebut “underwriter”
                                             Page 35 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                       12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  Proses menilai syarat dan kondisi yang dibebankan pada kontrak asuransi diketahui
                  sebagai underwriting asuransi.

6.2      Sebutkan 4 (empat) peran utama seorang underwriter. (Mar 2006 no 3, Mar 2007 no 6,
         sept 2008 no 7, sept 2009 no 7)

         Jawaban yang disarankan :
         a.     Menilai risiko yang dibawa seseorang ke dalam pool
         b.     Memutuskan untuk menerima suatu menolak risiko tersebut atau seberapa banyak
                yang diterimanya
         c.     Menentukan ketentuan, kondisi dan cakupan jaminan perlindungan yang ditawarkan
         d.     Menetapkan premi yang sesuai

6.3      Dalam kaitan dengan risk survey report : (Mar 2007 no 12, sept 2009 no 12)
         a.     uraikan 5 (lima) hal pokok yang diuraikan di dalamnya.(bobot 60%)
         b.     hitung nilai MPL untuk risiko kebakaran pada suatu bangunan dengan kondisi
                sebagai berikut : (bobot 30%)
                -       bangunan empat persegi panjang terbagi dalam 3 (tiga) ruangan yang sama
                        besar
                -       nilai keseluruhan bangunan dan isi adalah Rp. 3 Milyar dan terbagi sama
                        besar pada masing-masing ruang tersebut
                -       antara ruang pertama (kiri) dan ruang kedua (tengah) dibatasi dengan fire
                        wall
                -       antara ruang kedua (tengah) dan ruang ketiga (kanan) dibatasi dengan
                        tembok biasa dengan pintu penghubung

         Jawaban yang disarankan :
         a.     Hal pokok dalam survey report
                1.      Deskripsi lengkap tentang risiko
                        Dapat mencakup gambar / denah lokasi dalam hal risiko harta benda, proses
                        yang dikerjakan pada lokasi tersebut, keterangan tentang Tertanggung, dsb.
                2.      Penilaian tingkat risiko
                        Memperhitungkan semua faktor berbahaya yang ada, baik moral hazard
                        maupun physical hazard
                        Memberi gambaran kepada Underwriter tentang tingkat risiko yang
                        ditawarkan
                        Memberi ulasan tentang lingkungan sekitar, dalam hal asuransi kebakaran
                        misalnya , yang mempengaruhi tingkat risiko
               3.       Penentuan Maximum Probable Loss (MPL)
                        •       Atau dipakai istilah Estimated Maximum Loss (EML)
                        •       Besaran maksimal kerugian yang dapat terjadi menurut penilaian
                                Surveyor
                        •       Tanpa memperhitungkan keberadaan fitur-fitur yang baik pada risiko
                                tersebut
                                mis. alat-alat pemadaman kebakaran
                                Underwriter yang akan menilainya sendiri
                        •       Hanya untuk risiko kebakaran saja
                        •       Surveyor dan Underwriter dapat berdiskusi tentang fitur-fitur positif
                                dan negatif yang ada, serta bersepakat atas besar nilai MPL atau
                                EML-nya


                                             Page 36 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  4.       Rekomendasi atas pencegahan kerugian
                           •      Surveyor memberitahu Underwriter langkah-langkah yang bisa
                                  diambil untuk melindungi risiko
                           •      Kadang-kadang rekomendasi tersebut dapat berupa persyaratan
                                  (requirement) yang harus dilaksanakan Tertanggung untuk
                                  memperoleh jaminan asuransi

                  5.       Pandangan Surveyor atas kecukupan harga pertanggungan yang diajukan
                           •      di atas semuanya ini, tanggung jawab untuk memastikan bahwa
                                  jaminan sudah mencukupi terletak pada Tertanggung sendiri

         b        Perhitungan MPL :
                  •      Total nilai bangunan dan isi IDR 3 Milyar
                  •      Nilai tersebut tersebar merata pada 3 (tiga) ruangan; masing-masing IDR 1
                         Milyar
                  •      Keberadaan fire wall yang menjadi batas antara ruang pertama (kiri) dan
                         kedua (tengah) membuat amat sangat sulit kebakaran menjalar dari satu
                         ruang ke ruang yang lainnya
                  •      Keberadaan pintu penghubung pada dinding pembatas antara ruang kedua
                         (tengah) dan ketiga (kanan) memungkinkan kebakaran dapat menjalar dari
                         satu ruang ke ruang lainnya
                  •      Potensi kerugian paling besar adalah jika terjadi kebakaran pada ruang kedua
                         (tengah) dan ketiga (kanan)
                         Nilai kerugian maksimal = MPL = 2 x IDR 1 Milyar = IDR 2 Milyar

6.4      Jelaskan 5 (lima) hal pokok yang umumnya diuraikan seorang risk surveyor dalam survey
         report yang dibuatnya. (Mar 2006 no 12, sept 2007 no 13)

         Jawaban yang disarankan :
         5 hal pokok dalam survey report (Bobot masing-masing 20%)
         (i)     Deskripsi yang lengkap tentang risiko
                 Termasuk gambar denah lokasi, proses produksi, keterangan rinci tentang
                 Tertanggung, dsb

         (ii)     Penilaian tingkat risiko
                  Mempertimbangkan semua faktor bahaya (hazard) yang relevan, baik moral hazard
                  maupun physical hazard

                  Memberi gambaran kepada underwriter atas tingkat risiko yang ditawarkan
                  Komentar tentang harta benda sekitar, yang dapat mempengaruhi tingkat risiko

         (iii)    Pengukuran MPL (Maximum Probable Loss) atau EML (Estimated Maximum Loss)
                  Besaran maksimum kerugian yang diperkirakan oleh surveyorhanya atas kerugian
                  Akibat kebakaran tanpa memperhitungkan adanya fasilitas pemadamam kebakaran
                  atau fitur bagus lainnya
                  Untuk memberikan gambaran kepada underwriter atas maksimum kerugian yang
                  mungkin terjadi dari suatu peristiwa kebakaran

         (iv)     Rekomendasi untuk pencegahan kerugian (loss prevention)
                  Surveyor menjelaskan kepada Tertanggung langkah-langkah yang perlu diambil
                  untuk melindungi risiko
                                             Page 37 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  Bisa dalam bentuk persyaratan (requirement)              dimana    Tertanggung harus
                  memenuhinya agar jaminan perlindungan diberikan

         (v)      Pandangan surveyor tentang kecukupan asuransi yang diminta
                  *      Tanggung jawab terletak pada Tertanggung untuk memastikan bahwa
                         jaminan yang diminta telah memadai
                  *      Dalam banyak cabang asuranis, berarti kecukupan harga pertanggungan
                         (property), batas ganti rugi (liability)
                  *      Underwriter ingin memastikan bahwa Tertanggung tidak mengasuransikan di
                         bawah harga (under-insurance)

6.5.     Sebagai mata dan telinga dari underwriter, risk surveyor akan menyampaikan hasil
         surveynya kepada underwriter dalam bentuk survey report.
         Jelaskan 5(lima) hal pokok yang diuraikan dalam survey report tersebut (sept 2008 no 12)

         Jawaban : lihat diatas

6.5      Sebagai mata dan telinga dari underwriter, Risk surveyor akan menyampaikan hasil
         surveynya kepada underwriter dalam bentuk survey report. Sehubungan dengan hal tersebut,
         Jelaskan : (Okt 2010 no 12)
         a.      5(lima) hal pokok yang diuraikan dalam survey report tersebut
         b.      Isi Disclaimer yang umunya dicantumkan risk surveyor pada bagian Akhir

         Jawaban :
         a.     Lihat diatas
          b.    Isi Disclaimer yang umumnya dicantumkan risk surveyor pada bagian Akhir

                  yang menyatakan bahwa laporan survey tidak ada kaitannya bila terjadi kerusakan
                  atau kehilangan dikemudian hari dan loss yang terjadi tidak menjadi tanggung jawab
                  dan dibebankan kepada Risk surveyor , karena laporan survey hanya digunakan untuk
                  mempertimbangkan akseptasi underwriter

6.6      Dalam kaitan dengan penentuan premi yang sesuai, jelaskan. (Mar 2006 no 13)
         a.     5 (lima) aspek yang harus dipenuhi agar kontribusi premi tersebut wajar dan
                mencerminkan tingkat risikonya
         b.     4 (empat) pertimbangan bisnis yang harus diperhatikan

         Jawaban yang disarankan :
         a.     5 aspek dalam penentuan premi yang sesuai (Bobot 60%)
                (i)     Cukup untuk membayar klaim yang diperkirakan (expected claims)
                        *      Perusahaan asuransi mengestimasi tingkat klaim yang diperkirakan
                        *      Tidak mungkin untuk mendapatkan suatu angka yang pasti berapa
                               yang harus dibayar untuk klaim berdasarkan jumlah kejadian,
                               Perusahaan asuransi dapat membuat penilaian yang cukup akurat atas
                               kemungkinan biaya klaim/kerugiannya
                               Minimal, premi harus cukup untuk membayar klaim yang
                               diperkirakan tersebut

                  (ii)     Cukup untuk membuat suatu estimasi dari klaim yang belum dibayar
                           (outstanding claims)


                                             Page 38 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                   12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                           *        Tidak semua klaim dapat dibayar dalam satu tahun yang sama
                                    dengan saat premi dibayarkan

                                    Premi harus memperhitungkan klaim yang masih harus diselesaikan
                                    pada akhir tahun

                  (iii)    Cukup untuk membentuk cadangan premi
                           *      Kemungkinan terdapat kondisi darurat (contigencies), di luar kendali
                                  perusahaan asuransi, yang mungkin melibatkan suatu kewajiban
                                  Untuk membayar klaim pada suatu waktu di masa yang akan dating
                                  perusahaan asuransi memupuk cadangan premi (reserves) untuk
                                  keperluan ini

                  (iv)     Cukup untuk membayar semua biaya
                           *       Biaya operasional perusahaan asuransi termasuk :
                                  -       gaji karyawan
                                  -       biaya kantor dalam segala bentuk
                                  -       promosi dan iklan
                                  -        komisi
                           Premi yang terkumpul dari masing-masing Tertanggung secara agregat harus
                           cukup untuk menutup biaya operasional tersebut

                  (v)      Cukup untuk menghasilkan laba
                           *      Umumnya perusahaan asuransi harus bisa mempertanggungjawabkan
                                  kepada –para pemegang saham dan memberikan imbalan yang layak
                                  atas investasi mereka pada perusahaan tersebut
                           *      Bagi perusahaan mutual, para anggota bagaimanapun tetap
                                  mengharapkan suatu jumlah surplus yang layak

         b.       4 pertimbangan bisnis dalam menetapkan premi yang sesuai (Bobot 40%)
                  (i)     Inflasi
                          *       Perusahaan asuransi harus waspada atas perubahan nilai uang
                          *       Klaim akan dibayarkan di kemudian hari, dari premi yang diperoleh
                                  pada hari ini
                                  Biaya penyelesaian suatu klaim dapat meningkat, bukan karena
                                  meningkatnya besaran klaim itu sendiri, tetapi semata-mata karena
                                  turunnya nilai uang

                  (ii)     Suku bunga pinjaman
                           *      Perusahaan asuransi adalah investor dana yang cukup besar
                           *      Dana ini akan menghasilkan pendapatan investasi yang cukup besar
                                  yang mana perusahaan asuransi bergantung padanya

                  (iii)    Nilai tukar mata uang
                           *       Ketika terjadi lalu lintas uang antar batas negara, maka muncul risiko
                                   nilai tukar mata uang
                           *       Juga terjadi dalam hal premi yang dibayar Tertanggung tidak sesuai
                                   dengan mata uang yang disepakati sebagai harga pertanggungan
                                   (yang menjadi batas tanggung jawab atas pembayaran klaim)



                                             Page 39 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                   12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924




                  (iv)     Kompetisi
                           *    Penetapan premi yang terlalu tinggi akan berakibat kehilangan
                                bisnis, tetapi sebaliknya, penetapan premi yang terlalu rendah tidak
                                akan cukup untuk membayar klaim

6.7      Dalam kaitan dengan penetapan premi, uraikan : (mar 2009 no 12)
         a.     hubungan antara premi dengan hazard dan exposure dari suatu objek pertanggungan
                (Bobot 30%)
         b.     pengertian adjustable premiums (Bobot 25%)
         c.     5 (lima) komponen biaya yang secara memadai harus terpenuhi dalam premi tersebut
                (Bobot 45%)

         Jawaban yang disarankan
         a.     Premi = suku premi x dasar perhitungan premi
                Suku premi
                -       umumnya dalam % atau %o
                -       mewakili tingkat risikonya
                -       makin tinggi risikonya, makin tinggi tingkat suku preminya

                  Dasar perhitungan premi
                  -      disebut juga harga pertanggungan
                  -      mencerminkan besaran / ukuran exposure dari risiko tersebut
                  -      misalnya : nilai bangunan, mesin, stok

         b.       Adjustable premium
                  premi yang didapatkan dengan perkalian antara suku premi terhadap harga
                  pertanggungan yang pada saat awal penutupan masih berupa angka perkiraan /
                  estimasi; yang kemudian pada akhir jangka waktu pertanggungan akan disesuaikan
                  berdasarkan laporan/deklarasi berkala (umumnya setiap bulan) atas nilai
                  sesungguhnya
                   contoh : asuransi atas stok atau upah

         c        komponen biaya dalam premi :

                  (1)      Expected claims
                           Penanggung harus membuat perkiraan atau estimasi atas besarnya klaim yang
                           mungkin dialami di waktu yang akan datang
                           tidak mungkin dihitung secara tepat, namun dengan jumlah klaim yang ada,
                           perkiraan wajar yang mendekati dapat dibuat
                           paling tidak, premi yang diterapkan harus cukup untuk memenuhi klaim yang
                           diperkirakan

                  (2)      Outstanding claims
                           Tidak semua klaim dapat diselesaikan dalam tahun pembayaran premi,
                           sehingga premi harus diperhitungkan untuk klaim yang belum diselesaikan
                           pada akhir tahun
                           dalam klaim personal injury, penyelesaian klaim dapat berlangsung lama,
                           sehingga perlu diperhitungkan dalam penetapan preminya
                                             Page 40 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924



                  (3)      Reserve
                           Penanggung juga harus memperhitungkan bahwa terdapat kemungkinan
                           contingencies, di luar kendalinya, melibatkan tanggung jawab untuk
                           membayar klaim pada suatu waktu di masa yang akan datang

                  (4)      All expenses
                           Biaya operasional dalam menjalankan usaha, termasuk :
                           -       gaji karyawan
                           -       Biaya kantor
                           -       Iklan dan promosi
                           -       Komisi
                           Premi yang dikumpulkan harus cukup secara agregat untuk memenuhi biaya-
                           biaya operasional tersebut

                  (5)      Profit
                           Penanggung harus memastikan bahwa terdapat bagian untuk profit yang
                           wajar
                           sebagai tanggung jawab terhadap pemegang saham untuk memberikan hasil
                           atas investasi mereka dalam perusahaan

6.8      Dalam penetapan premi yang tepat (suitable premiums), uraikan : (Mar 2007 no 11, sept
         2009 no 13, mar 2008 no 12)
         a.     5 (lima) komponen biaya yang harus tercakup secara memadai premi tersebut
         b.     4 (empat) aspek komersial yang harus dipertimbangkan

         Jawaban yang disarankan :
         a      Komponen biaya dalam premi

                  Jawaban : lihat diatas
         b        Aspek komersial yang harus dipertimbangkan :
                  1.     Inflation
                         •        Penanggung harus mempertimbangkan perubahan nilai uan
                         •        Klaim yang akan dibayarkan kemudian hari berasal dari premi yang
                                  diterima hari ini
                         •        Biaya klaim dapat meningkat bukan karena meningkatnya besaran
                                  klaim itu sendiri, tapi akibat turunnya nilai uang

                  2.       Interest rate
                           •       Asuransi adalah pemain investasi dana yang cukup besar
                           •       Dana yang diinvestasikan dapat menghasilkan pendapatan investasi
                                   yang cukup signifikan
                           •       Bervariasinya tingkat interest rate perlu dipertimbangkan dalam
                                   menetapkan premi

                  3.       Exchange rates
                            •    Jika terjadi aliran uang melintasi batas negara, timbul problem dalam
                                 risiko nilai tukar mata uang



                                             Page 41 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                            •       Penanggung harus mempertimbangkan risiko ini dan biaya untuk
                                    mengengolanya harus diperoleh kembali melalui premi yang dibayar
                                    Tertanggung

                  4.       Competition
                           •     Penanggung bukan pemain tunggal di pasar asuransi dan kompetisi
                                 kuat semakin meningka
                           •     Menetapkan premi yang terlalu tinggi akan berakibat kehilangan
                                 bisnis, sedangkan premi yang terlalu rendah dapat menimbulkan
                                 kerugian

6.9      Uraikan mengapa inflasi merupakan salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam
         penetapan premi.(mar 2009 no 7)

         Jawaban yang disarankan
         -     Penanggung harus mempertimbangkan perubahan nilai uang
         -     Klaim yang akan dibayarkan kemudian hari berasal dari premi yang diterima hari
               ini
         -     Biaya klaim dapat meningkat bukan karena meningkatnya besaran klaim itu sendiri,
               tapi akibat turunnya nilai uang

14.      Salah satu tugas underwriter adalah menetapkan premi yang tepat (suitable) atas risiko yang
         diaksepnya, sehubungan dengan hal tersebut, Jelaskan : (Okt 2010 no 14)
         a.      5(lima) komponen biaya yang secara memadai harus terpenuhi dalam premi tersebut
         b.      Pengaruh tingkat inflasi terhadap penetapan premi
         c.      Ketentuan tentang penetapan premi menurut Keputusan Menteri Keuangan RI Bo.
                 422/KMK.06/2003

         Jawaban :
         a.     Lihat diatas
         b.     Lihat diatas
         c.     Ketentuan tentang penetapan premi menurut Keputusan Menteri Keuangan RI Bo.
                422/KMK.06/2003

                  1.       Perhitungan tingkat premi didasarkan padaasumsi yang wajar dan praktek
                           asuransi yang berlaku umum.
                  2.       Penetapan tariff premi asuransi kerugian harus mempertimbangkan
                           sekurang-kurangnya
                           i       Premi murni yang dihitung berdasarkan profil kerugian (risk and loss
                                   profile) jenis asuransi yang bersangkutan untuk sekurang-kurangnya
                                   5 (lima) tahun terakhir
                           ii.     biaya akuisisi, biaya administrasi, dan biaya umum lainnya

6.10     Dalam kaitan dengan reasuransi, jelaskan: (sept 2006 no 10, sept 2008 no 12)
         a.     Pengertian reasuransi
         b.     5(lima) alasan perusahaan asuransi membeli proteksi reasuransi

         Jawaban :
         a.     Pengertian reasuransi
               Reasuransi adalah persetujuan antara Penanggung (Ceding company) dan
               reasuradur, di mana penanggung menyetujui untuk menyerahkan/melimpahkan
                                             Page 42 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                  12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  seluruh atau sebagian risiko atas suatu pertanggungan yang ditutupnya (ditanggung)
                  kepada reasuradur, dan dengan menerima premi dari dari penanggung sebagaimana
                  telah ditetapkan sebelumnya, reasuradur menyetujui untuk membayar ganti rugi
                  kepada Penanggung berhubung dengan kerugian yang terjadi atas pertanggungan
                  yang ditutupnya tersebut, semuanya itu berdasarkan atas syarat-syarat sebagaimana
                  ditetapkan dalam perjanjian
                  Ceding co. atau reinsured biasanya adalah sebuah perusahaan asuransi, sedangkan
                  reasuradur atau reinsurer adalah sebuah perusahaan asuransi atau sebuah perusahaan
                  reasuransi profesional.
                  Menurut R.C. Reinarz, reasuransi adalah akseptasi oleh suatu Penanggung yang
                  dikenal sebagai reasuradur dari semua atau sebagian risiko kerugian dari Penanggung
                  yang disebut Ceding Company.

         b.       5(lima) alasan perusahaan asuransi membeli proteksi reasuransi
                  1.       Meningkatkan kapasitas akseptasi
                          Fasilitas reasuransi akan memperbesar kapasitas direct insurer tersebut,
                          sehingga memungkinkannya untuk mengaksep jumlah pertanggungan yang
                          tinggi. Dalam hal seperti itu, reasuransi berfungsi sebagai “capacity boosting”
                          Problem:
                          Konsekuensi dari adanya peningkatan kapasitas tadi di mana sesuai dengan
                          mekanisme pasar, pada saat ada “kelebihan kapasitas‟ di industri asuransi
                          dengan situasi lebih banyak asuradur dan reasuradur berlomba
                          memperebutkan risiko dengan jumlah yang sama, sementara itu premi akan
                          turun (tertanggung akan memperoleh manfaatnya). Di lain pihak, klaim tidak
                          berubah (tidak turun).
                          Akibatnya karena ditemukan situasi dengan loss ratio yang buruk, yaitu:
                          -        nilai klaim tetap
                          -        premi yang diterima turun dan tidak sesuai dengan yang seharusnya
                                   untuk membentuk dana klaim tersebut

                  2        Stabilisasi kondisi keuangan
                           Perusahaan asuransi menghadapi ketidakpastian mengenai frekuensi
                           terjadinya klaim dan berapa besar klaim yang harus dia bayar. Perusahaan
                           asuransi dapat mengurangi fluktuasi biaya klaim yang mungkin terjadi
                           dengan membayar sejumlah premi yang pasti kepada reasuradur dan
                           reasuradur akan membantu direct insurer dalam menstabilkan tingkat
                           kerugiannya.



                  3        Confidence untuk ekspansi bisnis
                           Dengan dihilangkannya beberapa ketidakpastian melalui pengalihan risiko
                           kepada reasuradur, direct insurer mendapatkan rasa yakin (confidence) untuk
                           memperbesar bisnisnya. Ini terutama dimaksudkan untuk perusahaan asuransi
                           yang ingin menutup jenis pertanggungan yang masih baru bagi mereka,
                           namun karena belum punya pengalaman, mereka belum mempunyai catatan
                           atau statistik yang mengungkapkan tentang loss ratio dari jenis
                           pertanggungan tersebut. Karena itu dipilih bentuk asuransi Stop Loss,
                           sehingga bila loss ratio melebihi ratio tertentu, selebihnya akan dibebankan
                           kepada reasuradur, baik keseluruhannya atau hanya sebagian.


                                             Page 43 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                   12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  4        Catastrophe protection
                           Keadaan finansial Direct Insurer dapat menjadi sangat buruk dalam hal ia
                           harus menanggung kerugian-kerugian yang luar biasa jumlahnya
                           (catastrophic losses). Reasuransi berfungsi sebagai suatu pengaman untuk
                           melindungi direct insurers terhadap keadaan seperti ini (catastrophe
                           protection).

                  5        Spread of risks
                           Reasuransi adalah mekanismen pengalihan risiko dari direct insurer kepada
                           reasuradur. Oleh sebab itu, reasuransi berfungsi sebagai alat penyebar risiko
                           (spread of risk).
                           Asuradur mungkin tidak menginginkan untuk konsentrasi tanggung jawabnya
                           kepada setiap class of business, setiap jenis risiko, setiap area atau dalam
                           bentuk klasifikasi lainnya.
                           Dengan mengatur fasilitas reasuransi secara tepat, maka akan dapat
                           disebarkan dampak yang potensial dari kerugian-kerugian yang dihadapi akan
                           datang.

6.11     Dalam kaitan dengan reasuransi, jelaskan: (sept 2007 no 14)
         a.     5(lima) alasan perusahaan asuransi membeli proteksi reasuransi
         b1     4(empat) pihak yang berperan sebagai pembeli
         b2     2(empat) pihak yang berperan sebagai perantara
         b3     5(lima) pihak yang berperan sebagai penjual (seller)

         Jawaban :
         a.     5(lima) alasan perusahaan asuransi membeli proteksi reasuransi

                  Jawaban : Lihat diatas

         b1       4(empat) pihak yang berperan sebagai pembeli

                  1.       Direct Insurers. Kelompok ini menggambarkan penanggung biasa yang
                           bertransaksi asuransi dengan Publik umum. Para penanggung membeli
                           reasuransi dengan sejumlah alasan sebagaimana sudah dijelaskan
                           sebelumnya.

                  2.       Captive Insurance Companies, perusahaan dimiliki oleh satu induk
                           perusahaan yang bukan asuransi.melakukan transaksi dimana asuransi dapat
                           menetapkan satu anak perusahaannya. Captive Company tidak cukup besar
                           untuk menjamin resikonya sendiri sehingga proteksi reasuransi untuk jumlah
                           yang sangat besar biasanya dibutuhkan. Captive dapat menahan satu
                           presentase risiko atau satu proporsi tetap dan seimbang dan biasaya bagian
                           yang terbesar di jaman.

                  3.       Lloyd’s Syndicates, Sebagaimana dipelajari sebelumnya tentang Lloyd‟,
                           masing – masing syndicate dibentuk oleh para member dan para members
                           punya liability yang tak terbatas. Reasuransi juga merupakan satu cara
                           dimana mereka dapat menempatkan beberapa batas atas kerugian personal
                           yang mungkin dialami oleh masing – masing member.



                                             Page 44 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                  12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  4.       Reinsurers, pembeli terakhir juga adalah reasuransi itu sendiri. Individual
                           reasuransi mencari proteksi yang sama seperti tertanggung dan direct offices.
                           Mereka tidak kebal dari resiko yang tidak diharapkan dan mengamankan
                           unsur stabilitas keuangan dengan membeli proteksi reasuransi sendiri.

         b2       2(dua) pihak yang berperan sebagai perantara
                  1.      Broker Reasuransi, reasuransi merupakan satu hal yang sangat kompleks dan
                          spesialis dan para pembeli benar – benar butuh bantuan dalam mengatur
                          pertanggungan yang benar dan memilih reasuradur yang paling pantas.

                  2.       Management Companies, Pertumbuhan perusahaan asuransi captive
                           membuat satu pertumbuhan akan jumlah captive management company.
                           Perusahaan ini menawarkan service management kepada organisasi yang
                           memiliki captives. Satu perusahaan management bisa menangani lebih dari
                           satu / beberapa captive dan area kerja management captive termasuk
                           penempatan reasuransi.

         b3       5(empat) pihak yang berperan sebagai penjual (seller)
                  1.     Reinsurers, Jumlah besar bisnis reasuransi dijamin oleh perusahaan asuransi.
                         Terdapat beberapa perusahaan reasuransi besar yang spesialisasi dalam
                         reasuransi dan tidak menjamin bisnis direct / langsung. Mereka adalah
                         perusahaan internasional yang bertransaksi di banyak tempat di dunia ini.
                         Sejumlah perusahaan reasuransi dimiliki oleh satu perusahaan asuransi
                         composite yang besar namun bekerja secara independent.

                  2.       Direct Insurers, Perusahaan asuransi biasa juga bisa bertransaksi reasuransi.
                           Mereka bisa saja diminta untuk menyediakan reasuransi bagi sesama
                           perusahaan asuransi lain dan bahkan bagi perusahaan reasuransi. Di pasar,
                           mereka bisa sebagai Buyer dan juga sebagai Seller.

                  3.       Captive Insurance companies, Captive insurance company, dapat juga
                           sebagai penjual proteksi reasuransi bila menjamin bisnis di luar bisnis
                           perusahaan induk atau diistilahkan “ writing third party business‟.




                           Pada banyak kasus hanya sebagian kecil saja dari jenis bisnis dijamin
                           reasuransinya oleh perusahaan captive, sebagian besarnya direasuransikan
                           kepada perusahaan captive lain atau perusahaan asuransi yang bukan captive.
                           Akhirnya Perusahaan captive bisa berperan sebagai Buyer dan juga sebagai
                           Seller.

                  4.       Pools, Dalam kasus dimana resiko sangat besar, tidaklah mungkin
                           menempatkan semuanya reasuransi yang dibutuhkan. Untuk mengatasi
                           masalah ini dan menyediakan proteksi , pools selalu dibentuk. Pools ini
                           didalamnya terdiri dari beberapa organisasi yang mengalami masalah resiko
                           yang sama, contohnya resiko oil rig operator, atau resiko khusus atas bahaya
                           yang natural seperti gempa bumi. Kontribusi kepada pool diasses oleh


                                             Page 45 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                  12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                           seorang underwriter dengan cara ini para member mendapatkan banyak
                           manfaat atas common pool dengan pendekatan risk sharing.

                  3.       Lloyd’s Syndicates, Lloyd‟s syndicate bisa sebagai pembeli dan penjual
                           dipasar yang sama.

6.12     Uraikan perbedaan antara reasuransi facultative dan treaty. (Mar 2006 no 4)

         Jawaban yang disarankan :

         Facultative
         Setiap risiko ditawarkan kepada reasuradur oleh penanggung langsung, dan reasuradur dapat
         memutuskan untuk menerima atau menolaknya.
         beban administrasi dan biaya yang besar

         Treaty
         Perjanjian antara reasuradur dan penanggung langsung dimana semua risiko yang termasuk
         dalam parameter tertentu akan ditawarkan (ceded) kepada reasuradur
         Reasuradur tidak dapat menolak risiko yang ditawarkan kepadanya dan penanggung langsung
         tidak dapat memilih-milih risiko mana saja yang akan ditawarkan dan manasaja yang akan
         ditahan sendiri

         Reasuradur mendapatkan rentang yang luas atas tingkat risiko dan dapat mencapai
         keseimbangan yang wajar antara risiko-risiko yang baik dan yang buruk.
         Penanggung langsung mendapat fasilitas reasuransi otomatis dan tidak harus mengatur secara
         individual untuk setiap risiko

6,12     Dalam Kaitan dengan Reasuransi, uraikan : (Okt 2010 no 13)
         a.    Pengertian dari Reasuransi
         b.    5(lima) alasan perusahaan asuransi membeli Proteksi Reasuransi
`        c.    4(empat) pihak yang dapat berperan sebagai penyedia (seller) dalam pasar Reasuransi

         Jawaban : Lihat diatas

6.13     Dalam kaitan dengan reasuransi treaty, jelaskan. (Mar 2006 no 14)
         a.     2 (dua) bentuk reasuransi proporsional beserta metode perhitungan preminya
         b.     2 (dua) bentuk reasuransi non-proporsional beserta metode perhitungan preminya

         Jawaban yang disarankan
         a.     2 bentuk reasuransi treaty proporsional (Bobot 50%)

                  (i)      Quota share
                           Suatu proporsi yang pasti dari setiap risiko sebagaimana ditetapkan dalam
                           perjanjian treaty akan direasuransikan

                           contoh
                           Penanggung langsung (direct office) sepakat untuk mereasuransikan 80%;
                           maka jika harga pertanggungan suatu risiko adalah USD 100.000 maka direct
                           office akan menahan / menanggung sendiri USD 20.000 dan
                           mereasuransikan USD 80.000

                                             Page 46 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


                  (ii)     Surplus
                           *      Direct office dapat menetapkan berapa besar dari suatu risiko yang
                                  akan ditahan sendiri (retensi) dihitung berdasarkan kerugian
                                  finansial yang diperkirakan
                           *      Direct office dapat mencari fasilitas reasuransi yang ditetapkan
                                  dalam lines
                                  1 line = retensi direct office
                                  fasilitas reasuransi berupa kelipatan dari line tersebut
                                  misal
                                 Retensi direct office = USD 20.000 => 1 line
                                 retensi = 1 line =  Treaty 10 lines USD 20.000
                                 surplus = 10 lines = USD 200.000
                                 -----------------
                                 kapasitas akseptasi risiko direct office = USD 220.000

                                    Penetapan premi
                                    -       Straightforward
                                    -       Proteksi reasuransi berupa suatu proporsi yang tetap
                                            klaim dan premi dibagi dalam proporsi yang sama tersebut
                                    -       Overidding commission
                                            diberikan reasuradur kepada direct office sebagai
                                            kompensasi atas biaya-biaya yang dikeluarkan direct office :
                                            biaya survey, promosi dan iklan, komisi perantara berupa
                                            persentase dari premi asal
                                    -       Profit commission
                                            diberikan reasuradur kepada direct office jika bisnis
                                            reasuransi tersebut ternyata bagus hasilnya

         b.       Reasuransi non proporsional (Bobot 50%)
                  Reasuradur setuju untuk membayar jumlah melebihi dan di atas (in excess of) suatu
                  jumlah yang direct office setuju untuk menahannya (reatain)
                  2 bentuk reasuransi treaty non proporsional
                  (i)     Excess of loss
                          *       Ddirect office membayar kerugian USD x pertama dari suatu
                                  kejadian, dan reasuradur membayar USD y di atas USD x tersebut
                                  missal
                                  Direct office membayar USD 5.000 atas setiap kerugian yang timbul
                                  dari suatu kejadian dan mempunyai treaty yang menjamin USD
                                  45.000 di atas (in excess of) USD 5.000

                  (ii)     Stop loss (excess of loss ratio)
                           *       Rreasuransi melindungi suatu portfolio risiko secara keseluruhan,
                                   bukan secara individual


                           *        Ketika loss ratio suatu cabang asuransi melebihi suatu angka
                                    tertentu, reasuradur setuju untuk membayar
                                    loss ratio berupa klaim sebagai persentase terhadap premi
                                    loss ratio 50% mis. premi USD 100, klaim USD 50

                                             Page 47 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                   12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                           *        Reasuradur tidak menanggung penuh jumlah kerugian di atas loss
                                    ratio loss ratio yang disepakati

                                    Menghindari hilangnya insentif bagai direct office untuk berhati-hati
                                    dalam sisi underwriting maupun klaimnya
                                    misal : reasuradur akan membayar 75% dari jumlah yang melebihi
                                    loss ratio yang disepakati

                                    Penetapan premi
                                    *      Biaya pada akhirnya yang ditanggung reasuradur hanya akan
                                           dapat diketahui ketika kalim telah dibayar bisa sampai
                                           beberapa tahun sesudah peristiwa kerugian terjadi
                                    *      Premi yang dibebankan kepada direct office harus cukup
                                           untuk menutup tingkat kerugian yang diperkirakan, biaya
                                           administrasi termasuk komisi pialang, dan laba bagi
                                           reasuradur
                                    *      Premi ditetapkan dengan perkalian antara suatu suku premi
                                           (rate) atas premi langsung dari direct office
                                    *      Suku premi (rate) berdasarkan pengalaman masa lalu, yang
                                           juga digunakan sebagai dasar premi masa yang akan datang

6.14     Dalam kaitan dengan reasuransi, jelaskan : (mar 2009 no 13)
         a.     Perbedaan antara reasuransi facultative dengan treaty (Bobot 20%)
         b.     masing-masing 2 (dua) bentuk reasuransi proportional treaty dan non-proportional
                treaty (Bobot 40%)
         c.     metode perhitungan premi reasuransi proportional treaty dan non-proportional
                treaty(Bobot 40%)

         Jawaban yang disarankan
         a.     Reasuransi facultative
                Setiap risiko, secara individual, ditawarkan oleh Penanggung Langsung (direct office
                = reinsured = ceding company) kepada Penanggung Ulang (reinsurer)
                Penanggung Ulang dapat memutuskan apakah akan mengkasep atau menolak risiko
                yang ditawarkan tersebut
                melibatkan beban administrasi yang cukup banyak dan biaya yang lebih besar

                  Reasuransi treaty
                  -      perjanjian dibuat antara Penanggung Langsung dan Penanggung Ulang
                         dimana semua risiko yang masuk dalam parameter tertentu yang telah
                         disepakati akan ditawarkan (ceded) kepada Penanggung Ulang
                  -      Penanggung Ulang tidak dapat menolak risiko yang ditawarkan tersebut
                  -      Penanggung Langsung tidak dapat memilih-milih risiko mana yang akan
                         ditawarkan dan mana yang akan ditahan sendiri



                  -        Penanggung Ulang diuntungkan dengan menerima semua risiko, tidak hanya
                           melulu risiko-risiko yang buruk saja yang memang memerlukan proteksi,
                           dengan sebaran tingkat risiko yang cukup luas, sehingga terdapat
                           keseimbangan yang cukup baik antara risiko-risiko yang bagus dan yang
                           buruk
                                             Page 48 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                   12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


                  -        Penanggung Langsung diuntungkan karena mempunyai fasilitas reasuransi
                           otomatis; tidak perlu membuat kontrak-kontrak reasuransi secara individual

         b.       2 (dua) bentuk proportional treaty
                  (i)     Quota share treaty
                          Suatu bagian / proporsi yang tetap dari setiap risiko yang didefinisikan dalam
                          treaty akan direasuransikan/disesikan
                          mis. suatu Penanggung Ulang setuju mereasuransikan 80%; maka atas risiko
                          sebesar USD 1 juta, Penanggung Ulang akan menahan sendiri USD 200 ribu
                          dan mereasuransikan USD 800 ribu

                  (ii)     Surplus treaty
                           Penanggung Ulang akan memutuskan berapa bagian dari setiap risiko yang
                           akan ditahannya sendiri (retensi) berdasarkan kerugian finansial yang
                           diperkirakan
                           Penanggung Ulang mengatur fasilitas reasuransi dalam bentuk lines
                                  1 line = retensi dari Penanggung Ulang, mis. USD 200 ribu
                                  fasilitas reasuransi berupa kelipatan dari line tersebut, mis. 10 lines
                                  dalam treaty dengan 10 lines, misalnya, Penanggung Ulang dapat
                                   mengaksep risiko sebesar USD 2,2 juta (= retensi USD 200 ribu
                                   ditambah 10 x lines masing-masing USD 200 ribu)

                  2 (dua) bentuk non-proportional treaty
                  (i)     Excess of loss
                          Penanggung Langsung akan membayar sejumlah USD x yang pertama dari
                          suatu kerugian yang timbul dari suatu kejadian dan Penanggung Ulang akan
                          membayar USD y sisanya di atas dari (in excess of) USD x tersebut

                  (ii)     Stop loss (excess of loss ratio)
                           Memberikan proteksi atas keseluruhan portofolio risiko ketimbang untuk
                           kerugian-kerugian individual
                           Jika loss ratio (= persentase klaim terhadap premi) untuk suatu kelas asuransi
                           melebihi suatu nilai tertentu Penanggung Ulang setuju untuk membayar
                           kelebihan tersebut
                           Umumnya Penanggung Ulang tidak akan membayar 100% kelebihan di atas
                           loss ratio tersbut, karena akan menjadi kontra-insentif bagi Penanggung
                           Langsung untuk melakukan underwriting yang prudent
                           mis. Penanggung Ulang akan membayar 75% dari setiap jumlah yang
                           melebihi suatu nilai ratio tertentu




         c.       Metode perhitungan premi untuk :
                  (i)    Proportional treaty
                         straightforward
                         Proteksi reasuransi berupa suatu proporsi yang tetap
                          klaim dan premi dibagi dalam proporsi yang sama tersebut
                                             Page 49 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                    12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


                           Overiding commission
                            diberikan reasuradur kepada direct office sebagai kompensasi atas biaya-
                           biaya yang dikeluarkan direct office : biaya survey, promosi dan iklan,
                           komisi perantara

                           Profit commission
                            diberikan reasuradur kepada direct office jika bisnis reasuransi tersebut
                           ternyata bagus hasilnya

                  (ii)     Non-proportional treaty
                           Ongkos keseluruhan yang dikeluarkan reasuradur hanya dapat diketahui
                           setelah klaim dibayarkan dan dapat memakan waktu beberapa tahun setelah
                           terjadinya peristiwa yang dijamin itu sendiri
                           Reasuradur tetap perlu untuk menagihkan suatu premi kepada direct office
                           sebelum terjadinya peristiwa yang dijamin tersebut
                            harus cukup untuk meng-cover tingkat klaim yang diperkirakan, biaya
                           administrasi termasuk komisi broker dan sejumlah keuntungan bagi
                           reasuradur premi umumnya didapat dari perkalian antara suku premi
                           terhadap besar premi yang dihasilkan oleh direct office
                            umumnya, hasil statistik/pengalaman sebelumnya digunakan sebagai
                           dasar bagi penetapan premi selanjutnya

6.15     Dalam kaitan dengan reasuransi, uraikan : (Mar 2007 no 13)
         a.     perbedaan antara reasuransi facultative dan treaty (bobot 25%)
         b.     perbedaan antara proportional treaty dan non-proportional treaty (bobot 25%)
         c.     masing-masing 2 (dua) bentuk proportional treaty dan non-proportional treaty (bobot
                40%)

         Jawaban yang disarankan :

         a        Reasuransi facultative
                  •     setiap risiko, secara individual, ditawarkan oleh Penanggung Langsung
                        (direct office = reinsured = ceding company) kepada Penanggung Ulang
                        (reinsurer)
                  •     Penanggung Ulang dapat memutuskan apakah akan mengkasep atau menolak
                        risiko yang ditawarkan tersebut
                  •     melibatkan beban administrasi yang cukup banyak dan biaya yang lebih
                  besar

                  Reasuransi treaty
                  •     perjanjian dibuat antara Penanggung Langsung dan Penanggung Ulang
                        dimana semua risiko yang masuk dalam parameter tertentu yang telah
                        disepakati akan ditawarkan (ceded) kepada Penanggung Ulang
                  •     Penanggung Ulang tidak dapat menolak risiko yang ditawarkan tersebut

                  •        Penanggung Langsung tidak dapat memilih-milih risiko mana yang akan
                           ditawarkan dan mana yang akan ditahan sendiri
                  •        Penanggung Ulang diuntungkan dengan menerima semua risiko, tidak hanya
                           melulu risiko-risiko yang buruk saja yang memang memerlukan proteksi,
                           dengan sebaran tingkat risiko yang cukup luas, sehingga terdapat
                                             Page 50 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                           keseimbangan yang cukup baik antara risiko-risiko yang bagus dan yang
                           buruk
                  •        Penanggung Langsung diuntungkan karena mempunyai fasilitas reasuransi
                           otomatis; tidak perlu membuat kontrak-kontrak reasuransi secara individual

         b        Proportional treaty
                  •       Penanggung Langsung menentukan berapa bagian risiko yang akan
                          ditahannya sendiri dan setuju untuk mensesikan sisanya ke dalam treaty
                  •       kemudian premi dan kerugian dibagi dengan proporsi yang sama

                  Non-proportional treaty
                  •      berdasarkan besarnya nilai kerugian, bukan pada besarnya nilai harga
                         pertanggungan
                  •      Penanggung Ulang setuju untuk membayar sejumlah di atas dan melebihi,
                         atau in excess of, suatu jumlah yang Penanggung Langsung setujui untuk
                         membayar atau menahan sendiri

         c        2 (dua) bentuk proportional treaty
                  1.      Quota share treaty
                          •       suatu bagian /      proporsi yang tetap dari setiap risiko yang
                                 didefinisikan dalam treaty akan direasuransikan/disesikan
                          •      mis. suatu Penanggung Ulang setuju mereasuransikan 80%; maka
                                 atas risiko sebesar USD 1 juta, Penanggung Ulang akan menahan
                                 sendiri USD 200 ribu dan mereasuransikan USD 800 ribu

                  2.       Surplus treaty
                           •      Penanggung Ulang akan memutuskan berapa bagian dari setiap risiko
                                  yang akan ditahannya sendiri (retensi) berdasarkan kerugian finansial
                                  yang diperkirakan
                           •      Penanggung Ulang mengatur fasilitas reasuransi dalam bentuk lines
                                  1 line = retensi dari Penanggung Ulang, mis. USD 200 ribu
                                  fasilitas reasuransi berupa kelipatan dari line tersebut, mis. 10 lines
                                  dalam treaty dengan 10 lines, misalnya, Penanggung Ulang dapat 
                                  mengaksep risiko sebesar USD 2,2 juta (= retensi USD 200 ribu
                                  ditambah 10 x lines masing-masing USD 200 ribu)

                           2 (dua) bentuk non-proportional treaty
                           1.      Excess of loss
                                   Penanggung Langsung akan membayar sejumlah USD x yang
                                   pertama dari suatu kerugian yang timbul dari suatu kejadian dan
                                   Penanggung Ulang akan membayar USD y sisanya di atas dari (in
                                   excess of) USD x tersebut




                           2.       Stop loss (excess of loss ratio)
                                    •       Memberikan proteksi atas keseluruhan portofolio risiko
                                            ketimbang untuk kerugian-kerugian individual
                                    •       Jika loss ratio (= persentase klaim terhadap premi) untuk
                                            suatu kelas asuransi melebihi suatu nilai tertentu
                                             Page 51 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                   12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                                             Penanggung Ulang setuju untuk membayar kelebihan
                                             tersebut
                                    •        Umumnya Penanggung Ulang tidak akan membayar 100%
                                             kelebihan di atas loss ratio tersbut, karena akan menjadi
                                             kontra-insentif bagi Penanggung Langsung untuk melakukan
                                             underwriting yang prudent
                                    •        mis. Penanggung Ulang akan membayar 75% dari setiap
                                             jumlah yang melebihi suatu nilai ratio tertentu

6,16     Dalam kaitan dengan reasuransi, jelaskan: (mar 2008 no 13)
         a.     Pengertian reasuransi
         b.     Perbedaan antara reasuransi facultative dan treaty
         b.     Perbedaan antara proportional treaty dan non-proportional treaty

         Jawaban           : lihat diatas




                 BAB VII GENERAL FEATURES OF CLAIM PROCEDURE


7.1      Dalam kaitan dengan klaim asuransi: (sept 2008 no 13. mar 2010 no 12)
         a.     Sebutkan 7(tujuh) hal yang perlu diteliti oleh petugas klaim
                                             Page 52 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         b.       Jelaskan peranan loss adjuster
         c        Jelaskan perbedaan antara indemnity dan reinstatement dalam perhitungan ganti rugi

         Jawaban :
         a.     7(tujuh) hal yang perlu diteliti oleh petugas klaim
                1.      Polis operative pada saat terjadi kerugian
                2.      Tertanggung benar mengasuransikan
                3.      Peril dicover dalam polis
                4.      Tertanggung telah merngambil langkah-langkah untuk mengurangi kerugian
                5       Condition have all been completed with
                6.      Tidak ada pengecualian yang tepat
                7       Nilai kerugian reasonable
                8       Premi sudah dubayar

         b.       Jelaskan peranan loss adjuster
                  Dalam klaim asuransi kebakaran, penanggung biasanya menunjuk perusahaan loss
                  adjusters untuk melakukan investigasi atas klaim dan memberikan rekomendasi
                  tentang pembayaran klaim tersebut.

         c        Jelaskan perbedaan antara indemnity dan reinstatement dalam perhitungan ganti rugi

                  Indemnity
                  Sebagai kompensasi finansiil yang pasti dan cukup menempatkan tertanggung dalam
                  posisi keuangan tertanggung sesudah kerugian sebagaimana yang ia alami segera
                  sebelum peristiwanya terjadi.

                  Reinstatement
                  Artinya pemulihan kembali harta benda yang dipertanggungkan kepada kondisi sesaat
                  sebelum kerugian.
                  Apabila terjadi total loss, indemnity dilakukan dengan cara rebuilding, sedangkan
                  apabila terjadi partial loss dilakukan repair.
                  Reinstatment bisa terjadi dalam keadaan sebagai berikut:
                  1.       oleh penanggung dalam terms of the policy
                  2.       oleh penanggung dalam UU
                  3.       oleh tertanggung dalam UU dan kontrak
                  Menghindari kesulitan dalam menghitung nilai kerugian dalam kontrak indemnitas
                  Tertanggung harus memperhitungkan biaya pemulihan kembali (reinstatement) pada
                  saat dilakukannya reinstatement, dan dapat lebih tinggi dibanding biaya
                  penggantian saat ini.
                  Faktor keterlambatan pemesanan barang juga perlu diperhitungkan

7.2      Uraikan pengertian prinsip pemberian ganti rugi secara reinstatement. (Mar 2006 no 5)

         Jawaban yang disarankan : lihat diatas


7.3      Uraikan perbedaan antara indemnity dan reinstatement dalam penyelesaian klaim (sept
         2007 no 7, sept 2009 no 8)

         Jawaban : Lihat diatas

                                             Page 53 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
7.4.     Berkaitan dengan Principle of indemnity, jelaskan :
         a.      Pengertian Indemnity
         b.      Pengertian dan perbedaan antara excess dan francisse disertai contoh
         c.      4(empat) metode dalam memberikan indemnity

         Jawaban :
         a.     Pengertian Indemnity

                  Jawaban : Lihat Diatas

         b.       Pengertian dan perbedaan antara excess dan francisse disertai contoh
                  Excess
                  -       Adalah jumlah dari setiap claim yang merupakan faktor pengurang dalam
                          pembayaran klaim
                  -       Biasanya diperjanjikan dalam polis sebagai kesepakatan jumlah
                  -       Secara teori berarti tertanggung menahan sebagai risiko sendiri sendiri yang
                          konsekuensinya dia akan menerima penggantian kurang dari indemnity

                  Franchise
                  Adalah sejumlah tertentu yang disepakati bersama antara penanggung dan
                  tertanggung di mana apabila kerugian kurang dari jumlah tersebut maka klaim tidak
                  dibayar. Tapi apabila jumlah mencapai jumlah minimum maka klaim akan diganti
                  seluruhnya.

         c.       4(empat) metode dalam memberikan indemnity
                  1.     Payment (of money) atau cash (Bobot 25%)
                         Penanggung memberikan indemnitas dengan cara membayar dengan
                         sejumlah uang tunai.
                         Kontrak asuransi adalah janji akan membayar sejumlah uang bila terjadi
                         kerugian.
                         Cara pembayaran menurut pengalaman: dengan uang kontan, dengan cheque,
                         dengan giro bilyet
                         Jika menyangkut pihak ketiga pembayaran seperti tersebut di atas langsung
                         kepada pihak ketiga
                         Biasanya dilakukan untuk asuransi kebakaran, marine dan life

                  2.       Repair (Bobot 25%)
                           Penanggung memberikan indemnitas dengan cara memperbaiki obyek
                           asuransi yang mengalami kerusakan.
                           Biasanya untuk asuransi kendaraan bermotor
                           Penanggung dapat memberikan indemnity dengan cara ini, biasanya dia
                           menyediakan fasilitas bengkel atau bahkan bengkel kepunyaan penanggung
                           sendiri.



                           Caranya tertanggung tinggal menarik mobil yang rusak ke bengkel
                           penanggung kemudian mengisi formulir, kendaraan diperiksa oleh petugas
                           bengkel dan pekerjaan perbaikan bisa dimulai

                  3.       Replacement (Bobot 25%)
                                             Page 54 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                  12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                           Penanggung memberikan indemnitas dengan cara mengganti barang obyek
                           asuransi yang mengalami kerusakan.
                           Biasanya untuk asuransi glass insurance, perhiasan, mobil baru
                           Penanggung memanfaatkan discount dari perusahaan yang dibelinya.
                           Menyimpang dari prinsip indemnity, pada motor insurance ada “new for
                           old” tapi hanya sedikit sekali perbedaannya dan penanggung sudah
                           mendapat discount waktu pembelian

                  4.       Reinstatement (Bobot 25%)

                           Jawaban : lihat diatas


                  TAMBAHAN : Measurement of Indemnity
                  Pada asuransi non life berlaku unliquidated damages, artinya besarnya claim yang
                  akan dituntut tidak diketahui sebelumnya.
                  Untuk asuransi life, berlaku liquidated damages, artinya jumlah uang yang akan
                  diberikan sudah pasti sebelumnya.

7.6      Uraikan 4(empat) pilihan cara pemberian ganti rugi yang dapat diambil berdasarkan Polis
         Standar Asuransi kenakaran Indonesia(PSAKI) (Okt 2010 no 7)

         Jawaban : lihat metode dalam pemberian indemnity
7.5      Jelaskan 5 (lima) hal yang membatasi besarnya indemnity yang menjadi hak dari tertanggung
         dalam asuransi kerugian.

         Jawaban :
         1.     Sum Insured :
                -     Maksimum batas penggantian kerugian
                -     Batas tanggung jawab penanggung

         2.       Average
                  -     Terjadi karena ada under insurance
                  -     Dikarenakan penanggung hanya menikmati premi penyelesaian claim sebagai
                        indemnity, dengan rumusan sebagai berikut:
                        Sum Insured x Loss
                        Full value
                  -     Tertanggung menerima kurang dari apa yang dideritanya tapi secara implisit
                        tertanggung mendanai sendiri karena under insurance or self insurance

         3.       Excess
                  -      Adalah jumlah dari setiap claim yang merupakan faktor pengurang dalam
                         pembayaran klaim
                  -      Biasanya diperjanjikan dalam polis sebagai kesepakatan jumlah
                  -      Secara teori berarti tertanggung menahan sebagai risiko sendiri sendiri yang
                         konsekuensinya dia akan menerima penggantian kurang dari indemnity




         4.       Franchise
                                             Page 55 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  Adalah sejumlah tertentu yang disepakati bersama antara penanggung dan
                  tertanggung di mana apabila kerugian kurang dari jumlah tersebut maka klaim tidak
                  dibayar. Tapi apabila jumlah mencapai jumlah minimum maka klaim akan diganti
                  seluruhnya.

         5.       Limit
                  Adalah batas jumlah maksimum penggantian wardingnya “In the event of loss not
                  more than Rp 100.000,- akan dibayar setiap artikel”
                  Jadi Rp 100.000,- adalah maksimum limit penggantian apabila kerugiannya Rp
                  200.000,- maka jumlah yang dibayar adalah tetap Rp 100.000,-

         6.       Deductible
                  Pada prinsipnya sama dengan excess namun biasanya untuk jumlah yang cukup
                  besar. Seperti dalam marine insurance, deductible 1% of SI, dalam pabrik Rp 150
                  juta.

7.6      Uraikan penerapan ketentuan average dalam perhitungan jumlah ganti rugi. (mar 2009 no 8)

         Jawaban yang disarankan

         Dalam hal harga pertanggungan lebih rendah dari nilai harta benda / kepentingan yang
         diasuransikan itu sendiri, pembayaran atas suatu klaim akan berkurang secara proporsional
         menurut perbandingan antara harga pertanggungan dengan nilai harta benda/kepentingan
         tersebut
         misal dalam asuransi kebakaran :
         o         harga pertanggungan : Rp. 30 Milyar
         o         nilai harta benda sebenarnya : Rp. 40 Milyar
         o         kerugian akibat peristiwa yang dijamin polis : Rp. 10 Milyar
         o         maka, pembayaran klaim :
         Rp. 30.000.000.000
         ------------------------ x Rp. 10.000.000.000 = Rp. 7.500.000.000
         Rp. 40.000.000.000

7.7.     Berdasarkan Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI), jelaskan ketentuan
         tentang : (Okt 2010 no 11)
         a.      Ganti rugi pertangungan rangkap
         b.      Pertangungan Dibawah Harga
         c.      Penghentian pertangungan

         Jawaban :
         a.     Ganti rugi pertangungan rangkap




                                             Page 56 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924




                  I        Menyimpang dari Pasal 277 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang,
                           dalam hal terjadi kerugian atau kerusakan atas harta benda dan atau
                           kepentingan yang dipertanggungkan dengan Polis ini, di mana harta benda
                           dan atau kepentingan tersebut sudah dijamin pula oleh satu atau lebih
                           pertanggungan lain dan jumlah seluruh harga pertanggungan polis yang ada
                           (berlaku) lebih besar dari harga sebenarnya dari harta benda dan atau
                           kepentingan yang dimaksud itu sesaat sebelum terjadinya kerugian, maka
                           jumlah ganti rugi maksimum yang dapat diperoleh berdasarkan Polis ini
                           berkurang secara proporsional menurut perbandingan antara harga
                           pertanggungan polis ini dengan jumlah seluruh harga pertanggungan polis
                           yang ada (berlaku), tetapi premi tidak dikurangi atau dikembalikan.
                  Ii       Ketentuan di atas akan dijalankan, biarpun segala pertanggungan yang
                           dimaksud itu dibuat dengan beberapa polis yang diterbitkan pada hari yang
                           berlainan, dengan tidak mengurangi ketentuan pada Pasal 277 Kitab Undang-
                           Undang Hukum Dagang, yaitu jika pertanggungan                    atau semua
                           pertanggungan itu tanggalnya lebih dahulu daripada tanggal Polis ini dan
                           tidak berisi ketentuan sebagaimana tersebut pada ayat (15.1.) di atas.
                  Iii      Dalam hal terjadi kerugian atau kerusakan, Tertanggung wajib
                           memberitahukan secara tertulis pertanggungan-pertanggungan lain yang
                           sedang berlaku atas harta benda dan atau kepentingan yang sama pada saat
                           terjadinya kerugian atau kerusakan.

                  Dalam hal Tertanggung tidak memenuhi persyaratan ini maka haknya atas ganti
                  rugi menjadi hilang.

         b.       Pertangungan Dibawah Harga
                  i.     Jika pada saat terjadinya kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh
                         risiko yang dijamin Polis ini, di mana harga pertanggungan keseluruhan
                         harta benda lebih kecil daripada nilai sebenarnya dari keseluruhan harta
                         benda yang dipertanggungkan sesaat sebelum terjadinya kerugian atau
                         kerusakan, maka Tertanggung dianggap sebagai penanggungnya sendiri
                         atas selisihnya dan menanggung sebagian kerugian yang dihitung secara
                         proporsional.
                  Ii     Jika Polis ini menjamin lebih dari satu jenis barang , ketentuan ini berlaku
                         untuk masing-masing jenis barang tersebut secara terpisah.
                                             Page 57 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  Perhitungan ini dilakukan sebelum pengurangan risiko sendiri yang terdapat dalam
                  polis.

         c.       Penghentian pertangungan
                  I      Selain dari hal-hal yang diatur pada pasal 1 ayat (1.2.), Penanggung dan
                         Tertanggung masing-masing berhak setiap waktu menghentikan
                         pertanggungan ini dengan memberitahukan alasannya.
                         Pemberitahuan penghentian dimaksud dilakukan secara tertulis melalui surat
                         tercatat oleh pihak yang menghendaki penghentian pertanggungan kepada
                         pihak lainnya di alamat terakhir yang diketahui. Penanggung bebas dari
                         segala kewajiban berdasarkan Polis ini, 5 (lima) hari kalender terhitung sejak
                         tanggal pengiriman surat tercatat atas pemberitahuan tersebut.
                  Ii     Apabila terjadi penghentian pertanggungan sebagaimana dimaksud pada ayat
                         (22.1.) di atas, premi akan dikembalikan secara prorata untuk jangka waktu
                         pertanggungan yang belum dijalani, setelah dikurangi biaya akuisisi
                         Penanggung. Namun demikian, dalam hal penghentian pertanggungan
                         dilakukan oleh Tertanggung di mana selama jangka waktu pertanggungan
                         yang telah dijalani, telah terjadi klaim yang jumlahnya melebihi jumlah
                         premi yang tercantum dalam Ikhtisar Pertanggungan, maka Tertanggung
                         tidak berhak atas pengembalian premi untuk jangka waktu pertanggungan
                         yang belum dijalani.



7.7      Sebutkan 4 (empat) contoh fraud dalam klaim asuransi (Mar 2007 no 8)

         Jawaban yang disarankan :
         (contoh jawaban dapat bervariasi; keleluasaan bagi Pemeriksa untuk menilai)
         •       Mengada-adakan suatu kejadian kerugian yang sebenarnya tidak terjadi; mis.
                 Perampokan
         •       Membesar-besarkan jumlah barang yang hilang akibat suatu pencurian yang secara
                 jujur dilaporkan terjadi
         •       Secara sengaja menciptakan suatu kejadian yang dijamin; mis. menumpahkan cat
                 pada karpet di rumah
         •       Membesar-besarkan akibat dari suatu kejadian yang dijamin; mis. berpura-pura
                 seolah-olah terjadi cedera badan yang lebih parah dari yang sebenarnya dialami
                 untuk memperoleh kompensasi yang lebih besar




7.8      Berdasarkan Polis standar Asuransi Kebakaran Indonesia : (mar 2010 no 13)
         a.     Jelaskan ketentuan tentang fraudulent report
         b.     Uraikan 4(empat) hal yang dapat menyebabkan hilangnya hak ganti rugi
         c.     4(empat) pilihan bagi penanggung dalam memberikan ganti rugi

         Jawaban :
         a.     ketentuan tentang fraudulent report
               Tertanggung yang bertujuan memperoleh keuntungan dari jaminan Polis ini , yang
               dengan sengaja :
               1.      Memperbesar jumlah kerugian yang diderita ;
                                             Page 58 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  2.       Memberitahukan barang-barang yang tidak ada sebagai barang-barang
                           yang ada pada saat peristiwa dan menyatakan barang-barang tersebut musnah
                  3.       Menyembunyikan barang-barang yang terselamatkan atau barang-barang
                           sisanya dan menyatakan sebagai barang - barang yang musnah
                  4.       Mempergunakan surat atau alat bukti palsu , dusta atau tipuan
                  5.       Melakukan atau menyuruh melakukan tindakan-tindakan yang menimbulkan
                           kerugian atau kerusakan yang dijamin Polis ini
                  6.       Melakukan kesalahan atau kelalaian yang sangat melampaui batas sehingga
                           menimbulkan kerugian dan atau kerusakan yang dijamin Polis ini ; tidak
                           berhak memperoleh ganti rugi.

         b.       4(empat) hal yang dapat menyebabkan hilangnya hak ganti rugi
                  1.     Tidak memenuhi kewajiban berdasarkan isi polis

                  2.       Tidak mengajukan tuntutan ganti rugi dalam waktu 12 (dua belas) bulan
                           sejak terjadinya kerugian atau kerusakan ;

                  3.       Tidak     mengajukan keberatan atau menempuh upaya penyelesaian
                           melalui arbitrase atau upaya hukum lainnya dalam waktu 6 (enam) bulan
                           sejak Penanggung memberitahukan secara tertulis bahwa Tertanggung
                           tidak berhak untuk mendapatkan ganti rugi.

                  4.       Hak Tertanggung atas ganti rugi yang lebih besar dari yang disetujui
                           Penanggung akan hilang apabila dalam waktu 3 (tiga) bulan sejak
                           Penanggung memberitahukan secara tertulis, Tertanggung tidak mengajukan
                           keberatan atau menempuh upaya penyelesaian melalui arbitrase atau upaya
                           hukum lainnya.

         c.       4(empat) pilihan bagi penanggung dalam memberikan ganti rugi

                  1.       Payment (of money) atau cash
                           Penanggung memberikan indemnitas dengan cara membayar dengan
                           sejumlah uang tunai.
                           Kontrak asuransi adalah janji akan membayar sejumlah uang bila terjadi
                           kerugian.
                           Cara pembayaran menurut pengalaman: dengan uang kontan, dengan cheque,
                           dengan giro bilyet
                           Jika menyangkut pihak ketiga pembayaran seperti tersebut di atas langsung
                           kepada pihak ketiga
                           Biasanya dilakukan untuk asuransi kebakaran, marine dan life

                  2.       Repair
                           Penanggung memberikan indemnitas dengan cara memperbaiki obyek
                           asuransi yang mengalami kerusakan.
                           Biasanya untuk asuransi kendaraan bermotor
                           Penanggung dapat memberikan indemnity dengan cara ini, biasanya dia
                           menyediakan fasilitas bengkel atau bahkan bengkel kepunyaan penanggung
                           sendiri.
                           Caranya tertanggung tinggal menarik mobil yang rusak ke bengkel
                           penanggung kemudian mengisi formulir, kendaraan diperiksa oleh petugas
                           bengkel dan pekerjaan perbaikan bisa dimulai
                                             Page 59 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


                  3.       Replacement
                           Penanggung memberikan indemnitas dengan cara mengganti barang obyek
                           asuransi yang mengalami kerusakan.
                           Biasanya untuk asuransi glass insurance, perhiasan, mobil baru
                           Penanggung memanfaatkan discount dari perusahaan yang dibelinya.
                           Menyimpang dari prinsip indemnity, pada motor insurance ada “new for
                           old” tapi hanya sedikit sekali perbedaannya dan penanggung sudah
                           mendapat discount waktu pembelian

                  4.       Reinstatement
                           Penanggung memberikan indemnitas dengan cara membangun kembali harta
                           benda (obyek asuransi) yang mengalami kerusakan.
                           Artinya pemulihan kembali harta benda yang dipertanggungkan kepada
                           kondisi sesaat sebelum kerugian.
                           Apabila terjadi total loss, indemnity dilakukan dengan cara rebuilding,
                           sedangkan apabila terjadi partial loss dilakukan repair.

7.9      Dalam kaitan dengan penyelesaian perselisihan klaim, uraikan : (Mar 2007 no 14)
         a.     perbedaan antara litigation dan arbitration (bobot 25%)
         b.     pengertian Alternative Dispute Resolution (ADR) (bobot 20%)
         c      3 (tiga) bentuk Alternative Dispute Resolution (ADR) (bobot 45%)

         Jawaban yang disarankan :
         a      Litigation
                Pengajuan tuntutan melalui pengadilan oleh Tertanggung atau Pemegang Polis
                (Policyholder) atas klaim yang ditolak dibayar oleh Penanggung atas perselisihan
                tentang dijamin atau tidaknya suatu klaim menurut Polis, atau tentang timbul atau
                tidaknya kewajiban Penanggung untuk membayar klaim.

                  Ttidak ada yang dapat menghalangi Tertanggung untuk mengajukan tuntutan melalui
                  pengadilan
                  Tidak bersifat sukarela (voluntary)
                  Jika sudah dimulai tidak ada pihak yang dapat menariknya tanpa persetujuan pihak
                  lawan

                  Arbitration
                  Fasilitas penyelesaian perselisihan tentang jumlah yang harus dibayar Penanggung
                  atas suatu klaim yang sudah diakui tanggung jawabnya oleh Penanggung


                  Melibatkan penunjukan arbiter independen yang akan membuat suatu keputusan yang
                  bersifat final dan mengikat kedua pihak yang berselisih
                  bersifat sukarela
                  Kedua pihak mengambil jalan arbitrase atas dasar kesepakatan tanpa paksaan

         b        Alternative Dispute Resolution (ADR)
                  Suatu pihak luar atau pihak ketiga, yang benar-benar independen, dilibatkan untuk
                  membantu mencapai kesepakatan
                  Sangat bersifat sukarela dalam kaitan tujuannya memfasilitasi suatu kesepakatan
                  yang dapat diterima bersama untuk mengakhiri perselisihan
                                             Page 60 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  Tidak dapat memberlakukan suatu resolusi kepada pihak-pihak yang berselisih
                  dapat mengajukan saran mereka sendiri untuk pemecahan masalah; saran-saran yang
                  Tidak mungkin diajukan pihak-pihak yang berselisih tanpa merasa takut kehilangan
                  muka

         c        3 (tiga) bentuk ADR :
                  1.       Mediation and conciliation
                           Pihak ketiga memilih seorang mediator yang dibekali pernyataan tertulis oleh
                           kedua pihak
                           Mereka mendiskusikan kasusnya secara mendalam dengan masing-masing
                           pihak dan menegaskan bahwa opini mereka adalah murni berdasarkan tanpa-
                           praduga
                           Masing-masing pihak dapat meminta mediator tidak meneruskan ke pihak
                           lawan informasi yang dianggapnya rahasia
                           Tujuan utama diskusi adalah untuk mengidentifikasi masalah sebenarnya dari
                           ketidaksepakatan dan kemudian menyempitkan perselisihan itu sendiri
                           Mediator akan menyarankan pemecahan yang konstruktif
                           Umumnya proses mediasi dilakukan dalam waktu yang sama dan pada tempat
                           yang sama sehingga mediator dapat leluasa berpindah dari satu pertemuan ke
                           Pertemuan yang lain selama para pihak belum secara formal mengadakan
                           pertemuan
                           Sangat penting bahwa pihak-pihak diwakili oleh orang-orang yang
                           mempunyai kuasa (authority) untuk membentuk suatu kesepakatan pada hari
                           itu

                  2.       Mini-trial of structured settlement procedure
                           •       Para pihak menunjuk seseorang yang netral untuk menjadi ketua
                                   dalam “persidangan” yang terdiri dari seorang ketua dan wakil senior
                                   dari masing-masing pihak
                           •       Sangat penting bahwa para wakil tidak berkaitan langsung dengan
                                   perselisihan tersebut tetapi juga mempunyai kuasa untuk membentuk
                                   suatu kompromi saat dan jika mereka menganggapnya sesuai
                           •       Mereka bertindak sebagai panelis yang membaca semua detil dari
                                   kasus yang disampaikan oleh kedua pihak
                           •       Kemudian mereka bernegosiasi dengan masing-masing dan arbiter
                                   independen untuk mencapai penyelesaian

                  3.       Expert appraisal
                           •      Para pihak merujukkan perselisihan kepada seorang ahli dalam suatu
                                  bidang tertentu untuk mendapatkan opininya

                           •        Meskipun opini tersebut tidak mengikat para pihak; namun dapat
                                    mempengaruhi pendekatan dari para pihak menuju negosiasi
                                    selanjutnya

7.10     Dalam kaitan dengan perselisihan antara tertanggung dan penanggung, jelaskan : (sept 2008
         no 14)
         a.     Perbedaan antara arbitratation dan litigation
         b.     Ketentuan arbritase menurut polis-polis standar Indonesia yang dikeluarkan oleh
                AAUI.


                                             Page 61 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                  12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         c.       Peran mediation and reconcillation sebagai salah satu metode alternative Dispute
                  Resolution

         Jawaban :
         a.     Perbedaan antara arbitratation dan litigation

                  Jawaban : Lihat diatas

         b.       Ketentuan arbritase menurut polis-polis standar Indonesia yang dikeluarkan oleh
                  AAUI.
                  Pada umumnya polis asuransi standar Indonesia memuat klausula arbitrase yang
                  mengatur bahwa dalam hal terjadi perselisihan tentang klaim (claim disputes),
                  masalah itu akan diselesaikan melalui arbitrase. Klausula arbitrase biasanya juga
                  mengatakan bahwa putusan arbiter yang ditunjuk untuk memeriksa perkara itu akan
                  mengikat bagi kedua belah pihak yang berperkara.
                  Polis-polis asuransi standar Inggris biasanya memuat klausula arbitrase yang
                  mengatur bahwa hanya perselisihan yang menyangkut soal jumlah klaim saja yang
                  diserahkan kepada arbitrase. Jadi perselisihan tentang klaim yang diserahkan kepada
                  arbitrase untuk diputuskan adalah perselisihan tentang klaim yang liabilitynya telah
                  diakui oleh penanggung dan hanya jumlah klaim yang masih atau tidak diakui oleh
                  penanggung.
                  Sebagian polis asuransi standar Indonesia emuat suatu klausula arbitrase yang
                  menyatakan bahwa bilamana terjadi perselisihan tentang klaim, baik mengenai
                  masalah apakah penanggung liable atau tidak maupun tentang jumlah klaim, dapat
                  diminta penyelesaiannya melalui arbitrase.
                  Klausula arbitrase dicantumkan dalam polis oleh penanggung dengan alasan-alasan
                  sebagai berikut:
                  1.       lebih cepat daripada penyelesaian melalui pengadilan
                  2.       putusan yang dihasilkan oleh arbiter didasarkan pada keahlian (expert
                           judgement) yang sesuai, keahlian mana yang kemungkinan besar tidak
                           dimiliki oleh hakim di pengadilan
                  3.       sidang arbitrase dilakukan secara tertutup sehingga penanggung dapat
                           terhindar dari publikasi yang jelek; sedangkan sidang pengadilan dilakukan
                           secara terbuka
                  4.       biaya arbitrase kemungkinan lebih rendah dibandingkan dengan biaya
                           berperkara di pengadilan

         c.       Peran mediation and reconcillation sebagai salah satu metode alternative Dispute
                  Resolution

                  Jawaban lihat diatas

7.11     Uraikan perbedaan antara arbitrase dan litigation (mar 2010 no 8)

         Jawaban : Lihat duatas

7.12     Uraikan pengaturan penyelesaian sengketa melalui arbritase menurut polis-polis standard
         AAUI. (sept 2009 no 14)

         Jawaban :


                                             Page 62 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         Perselisihan diselesaikan melalui arbitrase dengan ketentuan:
         a.      Kedua belah pihak menunjuk 1 arbiter, maksud ini disampaikan secara tertulis oleh
                 yang bersangkutan ke pihak lainnya.
         b.      Bila tidak terlaksana dalam 15 hari, masing-masing menunjuk satu arbiter dan kedua
                 arbiter tersebut menunjuk arbiter ketiga
         c.      Bila tidak terlaksana dalam 60 hari, pihak yang lebih siap memohon kepada DAI
                 mengangkat 3 orang arbiter yang salah satunya menjadi Ketua Majelis Arbitrase
         d.      Kematian salah satu pihak tidak membatalkan/mempengaruhi kekuasaan arbiter. Bila
                 arbiter meninggal, pihak yang menunjuk arbiter tersebut menunjuk penggantinya.
         e.      Hak, kewajiban dan tanggung jawab serta tata cara perdagangan arbitrase ditetapkan
                 oleh para arbiter dan didasarkan kepada peraturan perundangan yang berlaku




                     BAB VIII SUPERSVISION OF INSURANCE
8.1      Jelaskan 5 (lima) hal yang menjadi sasaran pengawasan Pemerintah terhadap industri
         asuransi yang tujuannya untuk melindungi kepentingan masyarakat secara umum. (sept 2006
         no 11, mar 2008 no 14, mar 2009 no 14, mar 2010 no 14)

         Jawaban yang disarankan
         1.     Menjaga solvency
                -       Berkaitan dengan pendapatan premi
                                             Page 63 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
                  -        Ditetapkan suatu rasio antara margin dan jumlah bisnis yang diaksep
                  -        untuk mencegah orang-orang yang bertujuan penipuan (fraudulent) dari
                           menyediakan asuransi; dan bertindak sebagai pengawasan berkesinambungan
                           atas pihak-pihak yang telah melakukan transaksi bisnis asuransi

         2.       Equity
                  -      Juga diartikan morality, fairness atau reasonableness
                  -      Mengimplikasikan fakta bahwa unsur fairness harus ada di antara
                         penanggung dan pemegang polis
                  -      Kontrak asuransi cukup kompleks sehingga diperlukan alat kontrol untuk
                         melindungi pemegang polis

         3.       Competence
                  -     Tidak ada barang nyata (tangible) yang diperjualbelikan dalam kontrak
                        asuransi; melainkan suatu janji untuk menyediakan indemity; suatu
                        kompensasi yang tepat / pasti
                  -     Perlu dipastikan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis janji tersebut
                        adalah orang-orang yang kompeten dan dapat memenuhi janjinya saat
                        dibutuhkan
                  -     Peraturan perundangan diperlukan dalam manajemen dari bisnis asuransi dan
                        investasi

         4.       Insurable Interest
                  -      Perlu untuk menerbitkan peraturan perundangan untuk menghilangkan unsur
                         perjudian (gambling)
                  -      Tidak dapat diterima jika seseorang akan mendapatkan keuntungan dengan
                         membeli polis asuransi dimana dia tidak mempunyai kepentingan finansial
                         dalam kerugian potensial melainkan keuntungan yang akan diperolehnya jika
                         kerugian tersebut terjadi

         5.       Penyediaan bentuk asuransi tertentu
                  -      asuransi wajib, seperti asuransi jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) di
                         Indonesia, juga dapat diberlakukan sebagai intervensi Pemerintah
                  -      intervensi tidak dilakukan dengan bentuk Pemerintah yang menyediakan
                         secara langsung jaminan, tetapi mengatur bentuk jaminan yang akan
                         diberikan

         6.       National Insurance
                  -      jaminan diberikan sepenuhnya oleh suatu Pemerintah
                         contoh : unemplyoment, sickness and widow‟s benefits di Inggris


                  -        Pemerintah menanggung risiko tersebut secara langsung di bawah skema
                           national insurance

8.2.     Uraikan pengertian solvency margin. (Mar 2006 no 6, Mar 2009 no 7)

         Jawaban yang disarankan :
         -      Suatu jumlah dimana kekayaan (asset) harus melebihi kewajiban (liabilities)
         -      Setiap perusahaan harus menjaga suatu selisih minimum antara kekayaan yang
                dimilikinya dan jumlah yang harus dibayarnya sebagai kewajiban
                                             Page 64 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                  12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
         -        Memperkecil risiko suatu perusahaanasuransi dari tidak mempunyai dana yang
                  cukup untuk membayar klaim saat ini dan yang akan datang

8.3      Uraikan 3(tiga) alasan Pemerintah menetapkan asuransi wajib (mar 2010 no 3)

         Jawaban :
         1      Mewajibkan masyarakat untuk melakukan asuransi tertentu dengan maskud dan
                tujuan
                untuk memberikan perlindungan dasar bagi kesejahteraan masyarakat.
                Contoh yang tergolong sebagai program asuransi sosial berdasarkan Undang-undang
               No 2/1992 adalah:
               a.      Dana Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang (UU No 33 Tahun 1964)
               b.      Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (UU No 34 Tahun 1964)
               c.      Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (UU No 3 Tahun 1992)

         2.       Program asuransi untuk pegawai negeri sipil dan ABRI, yaitu meliputi asuransi
                  tabungan hari tua (THT) dan asuransi kesehatan (askes)

         3.       Diselenggarakan secara wajib berdasarkan suatu undang-undang dan hanya dapat
                  diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara yang dibentuk khusus untuk itu

8.4      Insurance Companies Act 1982 banyak mengatur mengenai pengawasan pemerintah terhadap
         perusahaan asuransi. Uraikan secara garis besar, peraturan-peraturan yang terkait :

         Jawaban :
         1      Restriction on carrying on Insurance Business
                Peraturan ini mengatur mengenai hal-hal yang harus dipenuhi jika ingin menjalankan
                suatu Class of Business

         2.       Regulation Of Insurance Companies
                  Peraturan ini mengatur hal-hal mengenai keuangan, seperti annual accounts, aktuaris,
                  dll.

         3.       Conduct of Insurance Business
                  Mengatur mengenai hal-hal yang sifatnya lebih ke operasional, seperti advertisement,
                  pemberitahuan cooling off pada asuransi jiwa, dll.




                        BAB IX CONSUMER PROTECTION
                          DIBACA KALAU ADA WAKTU
              KEMUNGKINAN SANGAT KECIL KELUAR DALAM SOAL UJIAN

9.1      Uraikan tujuan perlindungan pelanggam dimana dananya digunakan untuk investasi

         Jawaban :
                                             Page 65 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                 12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
           •      Ide perlindungan kepada investor di Inggris muncul atas dasar:
                  -        laporan penelitian Gower thn 1984
                  -        perubahan besar di Bursa Efek Inggris thn 1986
           •      Ditandai dgn disetujuinya  Financial Services Act 1986
           •      Tujuan utama dari Undang-Undang ini:
                  -        Memastikan  investor menanamkan investasinya di UK dgn aman
                  -        Keyakinan  menemukan integritas & standar bisnis yg baik
                  -        Pada saat investasi atau mencari saran dm berinvestasi
                  -        Di instrumen investasi yg tersedia (termasuk as. Jiwa)
           •      Wewenang/ kekuatan pd UU ini  Secretary of State for Trade & Industry
           •        Didelegasikan kembali pd  Securities & Investments Board (SIB)

9.2        SIB: private limited company yg didanai oleh industri jasa keuangan & terdiri atas beberapa
           Self-Regulating Organisations (SRO), uraikan pada awalnya :

           Jawaban :
           -      The Securities & Futures Authority (SFA)
                   Institusi yg mengatur perantara dlm produk securities & financial futures

           -        The Financial Intermediaries, Managers & Brokers Regulatory Association
                    (FIMBRA)
                    Institusi yg mengatur anggota yg bisnis utamanya adalah pengelolaan asuransi
                    jiwa, unit-link & investasi kolektif lainnya utk konsumen retail, termasuk
                     pengelolaan investasi dlm saham, namun tidak termasuk futures & options.

       -           The Investment Management Regulatory Organisation (IMRO)
                    Mengatur masalah:
                   -      manajemen investasi (baik kegiatan utama/ tidak kegiatan utama)
                   -      manajemen investasi dana kolektif
                   -      trustee dr regulated collective investment schemes
                   -      manajemen dana pensiun & pensions fund trustee
                    -     investment advice

           -       The Life Assurance & Unit Trust Regulatory Organisation (LAUTRO)

9.3        Uraikan role of the insurance ombudsman

           Jawaban :



           •       Institusi independen utk penyelesaian masalah antara insured dgn insurer
           •       Didirikan oleh sekumpulan perusahaan asuransi
           •       Concern thd masalah dlm personal insurance saja
           •       Dispute awal diselesaikan  senior management dr perusahaan asuransi
           •       Jika tertanggung tidak puas  diserahkan pada IO (plg lambat 6 bln)
           •        Tertanggung dpt menerima/ tdk menerima keputusan IO
           •        Metode ini hanya dapat digunakan  insurer yg tergabung dlm IO


9.4        Uraikan ethiycal issues in insurance
                                             Page 66 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                                  12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


         Jawaban :
         •      Peraturan dibutuhkan  people can live peacefully
         •      Terdapat UU dan Peraturan serta sanksi di dalamnya  hrs dipatuhi
         •      Selain UU terdapat  moral & ethical conventions  jg harus dipatuhi
         •      Mengabaikan aspek etika ini  masalah serius bg perusahaan

         ETHICAL STANDARDS, CONSUMER ATTITUDES & PROFESSIONAL STATUS:
         PROFESSIONAL DISCIPLINE
         •     Kenyataan yg terjadi dlm industri saat ini:
         •     sadar akan integritas dan kejujuran tapi tidak merefer kepada „ethics‟
         •     high competition  kompromi standar praktek yg ada (ke arah yg buruk)
         •     ethical question ada di posisi kedua
         •     diskusi etika tdk diikuti dengan aplikasinya
         •     perlunya pelatihan khusus masalah etika dan aplikasinya dlm perusahaan
         •     perlu respon thd „unethical behaviour‟ dr konsumen
         •     old practitioner view vs young practitioner view


                                           SELAMAT BELAJAR,
                                          SELAMAT BERJUANG
                                              PASTI LULUS




               PEDOMAN CARA MENJAWAB SOAL UJIAN
 1.      Bacalah dengan baik semua instruksi yang tertulis dalam lembar soal dan cover depan buku
         jawaban
 2.      Pastikan semua pertanyaan Bagian I dijawab dan pilih 4 (empat) dari 6 (enam) pertanyaan
         Bagian II
 3.      Apabila pertanyaan Bagian II dijawab lebih dari 4 (empat) soal, maka yang akan dinilai
         hanyalah jawaban dengan urutan pengerjaan 1 (satu) sampai 4 (empat) tanpa memperhatikan
         nomor urut soal.
 4.      Bacalah semua soal dengan baik dan kerjakan lebih dahulu soal-soal yang paling dikuasai.
                                             Page 67 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924
 5.      Untuk menghemat waktu, tidak perlu menulis kembali soal pada buku jawaban.
 6.      Apabila jawaban yang telah ditulis dianggap salah, jawaban tersebut harus dicoret silang.
 7.      Jawaban harus ditulis dengan tinta hitam / biru dan dilarang menulis nama, tanda tangan,
         kode, tulisan/komentar-komentar yang tidak relevan dengan jawaban atau pewarnaan dalam
         buku jawaban.
8.       Jawaban harus straight forward, tidak berbelit-belit. Jawaban yang berbeli-belit (padding)
         dapat mengurangi nilai atau tidak mendapatkan nilai tambah karena score maksimal masing-
         masing pertanyaan telah ditetapkan.
9.       Contoh:
                 Pertanyaan pada Bagian I yang dimulai dengan intruksi „Uraikan‟ atau „Sebutkan‟
                  hanya mengharapkan jawaban cukup sederhana, sehingga tidak akan mendapat nilai
                  tambah sekalipun dijawab secara sangat komprehensip. Nilai maksimum untuk
                  masing-masing soal Bagian I adalah 1/8 x 25% dari full mark.
                 Jawaban yang keluar dari konteks pertanyaan sama sekali tidak mendapatkan nilai.
10.      Jawaban yang keluar dari konteks pertanyaan sama sekali tidak mendapatkan nilai.
11.      Jawaban terhadap soal dengan perhitungan harus dibuat secara rinci dan sistematis atau
         dengan urutan yang mudah diikuti. Metode perhitungan yang betul akan mendapatkan nilai
         disamping hasil akhir perhitungan.
12.      Jawaban yang dilengkapi dengan contoh yang relevan akan mendapatkan nilai tambah, tapi
         sebaliknya penggunaan contoh yang salah dapat mengurangi nilai.
13.      Pertanyaan yang dimulai dengan kata „Sebutkan‟ cukup dijawab dengan dengan memberikan
         daftar substansi jawaban, tidak perlu dilengkapi dengan uraian, penjelasan atau contoh.
14.      Pertanyaan yang dimulai dengan kata „Uraikan‟ cukup dijawab dengan memberikan definisi
         atau pengertian umum, bisa dilengkapi dengan contoh sederhana.
15.      Pertanyaan yang dimulai dengan kata‟Jelaskan‟ harus dijawab secara komprehensif yaitu
         mencakup tetapi tidak terbatas pada konsep dasar dari substansi pertanyaan, aplikasinya
         dalam praktek serta modifikasi yang mungkin diterapkan terhadap konsep tersebut.
         Pemberian contoh yang relevan juga akan menambah nilai.
16.      Pertanyaan yang dimulai dengan kata „Diskusikan‟ harus dijawab secara komprehensif
         sebagaimana dengan pertanyaan yang dimulai dengan kata „Jelaskan‟ tetapi juga diharapkan
         adanya pendapat dan analisa dari peserta ujian. Penggunaan contoh akan menambah nilai.




                                         Bobot Soal
Bagian I
      Terdiri dari 8(delapan) soal, masing-masing mempunyai bobot yang sama (equal mark).
      Bobot total dari seluruh soal 25% dari full mark atau masing-masing soal adalah 1/8 dari
       25%.
      Masing-masing soal dapat dijawab secara sempurna dalam waktu sekitar 5 (lima) menit atau
       45 (empat puluh lima) menit untuk seluruh soal.
      Pertanyaan soal terbatas dengan kata „Sebutkan‟ dan „Uraikan‟.

                                             Page 68 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).
PT ASURANSI ALLIANZ UTAMA INDONESIA
Summitmas II, 9th floor      Phone (62-21) 252 2470
Jl. Jend. Sudiman Kav. 61-62 Fax (62-21) 252 3246
Jakarta 12190 Indonesia      252 3445, 252 11924


Semua soal wajib dijawab.


Bagian II
       Terdiri dari 6(enam) soal, masing-masing mempunyai bobot yang sama (equal mark).
       Peserta ujian wajib menjawab 4(empat) dari 6(enam) pilihan soal yang tersedia.
       Bobot total dari seluruh soal 75% dari full mark atau masing-masing soal adalah 1/4 dari
        75%.
       Masing-masing soal dapat dijawab secara sempurna dalam waktu sekitar 30 (tiga puluh)
        menit atau 2 (dua) jam 15 (lima belas) menit untuk seluruh soal.
       Pertanyaan soal menggunakan:
        -       Kata „Jelaskan‟, „Diskusikan‟ atau „Hitunglah‟.
        -       Kata „Uraikan‟ jika dalam soal terdapat lebih dari satu pertanyaan atau satu
                pertanyaan yang menghendaki jawaban (fakta relevan) yang banyak.
        -       Kombinasi dari kata „Sebutkan‟, „Uraikan‟, „Jelaskan, ‟diskusikan‟ dan ‟Hitunglah‟.




                                             Page 69 of 69
PRAKTEK ASURANSI -101 (Soal - jawaban)                                               12/11/10
Disusun Oleh : Ir Sudarno Hardjo Saparto AAIK,QIP, Ahli K3 ( KEBAKARAN & LISTRIK).

								
To top