; PARTIKEL ASING
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

PARTIKEL ASING

VIEWS: 705 PAGES: 7

  • pg 1
									     PARTIKEL ASING/
      PREFIKS BARU
Karena perkenalannya dengan bahasa asing, maka
tak dapat dihindari adanya pengaruh bahasa-bahasa
asing.
Prefiks baru keberadannya karena pengaruh bahasa
asing.
Komisi Istilah Pusat Bahasa telah menetapkan
beberapa prefiks baru sebagai terjemahan partikel
asing tesebut. Namun, penggunaannya tak dapat
dihindari, sehingga partikel asing dan prefiks
barunya digunakan secara bergantian.
    Prefiks yang dimaksud adalah:
   A, an, non , I, dan tak berfungsi menidakkan kata dasarnya.
    Misal: asosial, anorganik, taksosial, takorganik, nonblok,
    nonmuslim, nonstop, nonformal, illegal, dsb.
   Ante dan purba, menyatakan sebelum. Misal : antedate-
    purbatanggal, antedeluvium- purbakala, purbasangka.
   Prae, pre dan pra, menyatakan sebelum atau dimuka. Misal:
    prehistori-prasejarah, prejudis-prasangka, preview-pratinjau,
    dst.
   Anti atau contra dan prati menyatakan
    melawan. Misal: antibiotik, antiseptik,
    kontradiksi, antipati, pratirasa,pratijangkit,
    pratikunjung, dst.
   Auto dan swa, menyatakan sendiri. Misal:
    autobiografi- swariwayat, autodidak- swadidik,
    autokrasi- swakuasa, swakarsa.
   Inter, antar,dan trans menyatakan lokasi antara
    2 hal. Misal: interlokal- antartempat,
    interinsuler- antarpulau, interrelasi-
    antarhubungan, internasional, intersiti,
    interkultural, interaksi, trans-Sumatra, dst.
   Re dan ulang, menyatakan ulang. Misal:
    rekontruksi, rekapitulasi, regenerasi, reprint,
    ulangcetak, ulangsusun, ulangbuat
   Bi dan dwi, menyatakan satuan atas dua.
    Misal: bilingual,dwibahasa, bipolar, bilateral,
    dst.
   Pasca dan anu, menyatakan sesudah, sejajar
    dengan post dalam bahasa Inggris. Misal:
    anumerta (posthumous), pascapanen,
    pascajual, pascasarjana, pascakawin, dst.
   Serba menyatakan semua, segalanya. Misal:
    serbabaru, serbaputih, serbabisa, serbaguna, serbaada,
    serbasusah, dst.
   Maha menyatakan besar, teramat.
    Berkombinasi dengan kata dasar, penulisannya
    dirangkai. Misal: Maha Esa, mahabesar,
    mahaguru,mahasiswa, mahatahu, mahakuasa,
    mahasuci, dst.
    Berkombinasi dengan kata jadian, penulisannya
    dipisah. Misal: Maha Pengasih, Maha Penyayang,
    Maha pemurah, dst
   Tuna menyatakan kehilangan atau kekurangan,
    atau tidak memiliki. Misal: tunanetra,
    tunasusila, tunarungu, tunadaksa, tunawisma,
    tunagrahita, dst
   Eks menyatakan keluar atau bekas. Misal:
    eksport, eksternal, ekstrem, ekskecamatan,
    ekskaresidenan, ekskepala desa, dst.
   Multi menyatakan banyak. Misal: multifungsi,
    multimedia, multilateral, dst.
 Manakah penulisan kalimat di bawah ini yang
   benar!
1.   Dinda bercita-cita menjadi sopir bus antarkota.
2.   Banyak orang tua yang kebingungan pada masa
     pascasekolah.
3.   Agar tidak merasakan sakit, praoperasi harus
     disuntik pratirasa.
4.   Pamong praja mengadakan penertiban terhadap
     tunawisma yang tinggal di tepi jalan.
5.   Dinas pariwisata menggalakkan program
     saptapesona.

								
To top
;