Docstoc

MAZHAB ABU HANIFAH

Document Sample
MAZHAB ABU HANIFAH Powered By Docstoc
					                  IMAM ABU HANIFAH ANNU’MAN

                                ( 80-150 H )



1. Tahun kelahiran Abu Hanifah

   Abu Hanifah dilahirkan pada tahun ke 80 Hijriah (659 M) nama asli beliau

   adalah Annu’man bin Tsabit bin Nu’man bin al-Marzuban. Beliau adalah

   bukan bangsa Arab tetapi berasal dari keturunan bangsa Persi. Beliau lahir di

   sebuah desa di wilayah pemerintahan Abdullah bin Marwan.



2. Abu Hanifah Menuntut Ilmu

   Imam Abu Hanifah termasuk salah seorang imam yang sangat menyenangi

   terhadap pelajaran yang banyak menggunakan pikiran. Hal ini bisa dilihat dari

   pertama kali beliau menuntut ilmu di Irak. Beliau tinggal di kota Kupah.Pada

   waktu itu kota ini merupakan pusat perubahan ilmu pengetahuan. Pelajaran

   yang pertama beliau pelajari dalam menambah ilmu pengetahuaan ialah sastra

   Arab kemudian beralih mempelajari fiqh karena ilmu bahasa tidak banyak di

   gunakan akal. Disamping ilmu fiqh, beliau sempat mempelajari ilmu tauhid.

   Diantara buku kajiannya antara lain: Al-Fiqhul Akbar, Al-rad Ala Al Qadariah

   dan Al-A’lim Wal-Muta’alim.
3. Masa hidup Abu Hanifah

   Abu Hanifah hidup di zaman pemerintahan kerajaan Umawiyah dan

   pemerintahan Abbassiyyah. Beliau hidup dizaman perkembangan ilmu

   pengetahuan, politik dan timbulnya agama. Zaman ini dikenal dengan zaman

   politik, agama, dan ideologi-ideologi atau isme-isme.

   Dikatakan zaman politik karena pada masa itu terjadi tekanan-tekanan

   terhadapa pemerintah sehingga mengakibatkan kekacauan terjadi di dalam

   negeri. Pada zaman pemerintahan Abbasiyyah Abu Hanifah dapat mengikuti

   perselisihan antara mereka yang pro-Abbasiyyah dan yang pro-Umawiyyah.

   Bermacam-macam agama dan ideology telah timbul. Penerjemah buku-buku

   menyebabkan pertalian Islam dengan filsafat Yunani (Greek Tua) lebih luas

   dan begitu juga dengan idiologi Persi dan Hindu.



4. Abu Hanifah dan Perdagangan

   Semula Abu Hanifah adalah seorang pedagang, sesudah itu ia beralih ke

   bidang ilmu pengetahuan. Ia seorang yang amanah dan pernah mewakili

   perdagangan pada waktu itu, ia berhasil meraih ilmu pengetahuan dan

   perdagangan sekaligus.



5. Kedudukan Abu Hanifah

   Imam Abu Hanifah seorang yang berjiwa besar dalam arti kata seorang yang

   berhasil dalam hidupnya, dia seorang yang bijak dalam bidang ilmu
   pengetahuan tepat dalam memberikan sesuatu keputusan bagi sesuatu masalah

   atau peristiwa yang dihadapi.

   Karena ia seorang yang berakhlak atau berbudi pekerti yang luhur, ia dapat

   menggalang hubungan yang erat dengan pejabat pemerintah, ia mendapat

   tempat yang baik dalam masyarakat pada masa itu, sehingga beliau telah

   berhasil menyandang jabatan atau gelar yang tertinggi yaitu, Imam Besar (Al-

   Imam Al-Adham) atau ketua agung.

   Imam Abu Hanifah terkenal sebagai seorang ahli dalam ilmu fiqh di Negara

   Irak, dan beliau juga sebagai ketua kelompok ahki piker (ahlu-Ra’yi).

   Ia dapat penghargaan di masa itu. Aeorang utusan yang diantar oleh Abdullah

   bin al-Mubaraq ( seorang pejabat ketika itu ) berkata: “ imam Abu Hanifah

   adalah akal ilmu pengetahuan”; dan perutusan lainpun berkata dia sebagai

   pakar dalam ilmu fiqh.



6. Asal-usul Mazhab Abu Hanifah

   Abu Hanifah mendasarkan mazhabnya dengan dasar pada al-qur’an, hadits,

   Al-Ijma, Al-Qiyas dan Al-Istihsan. Seperti yang di kutif oleh DR. Ahmad

   Asy-Syurbasi dalam bukunya Sejarah dan Biografi Empat Imam Mazhab,

   bahwa Abu Hanifah berkata “Aku memberikan hukum berdasarkan Alqur’an

   apabila tidak saya jumpai dalam al-Qur’an maka aku menggunakan hadis

   Rasulullah dan jika tidak ada dalam keduamnya aku dasarkan pada pendapat

   para sahabatnya. Aku berpegang kepada pendapat siapa saja dari para sahabat

   dan aku tinggalkan apa saja yang tidak kusukai dan tetap berpegang pada satu
  pendapat saja.Jika ada Hadits Rasul, kamu (gunakan) tetapi pendapat-

  pendapat sahabat kami berbeda dan pendapat-pendapat tabi’in kami bahas

  bersama atau bertukar fikiran dengan mereka ” . “mereka para tabi’in adalah

  kaum yang berijtihad maka akupun berijtihad seperti mereka berijtihad.



7. Tujuan Mazhab Abu Hanifah

  Pemikiran-pemikiran dan tujuan mazhab Abu Hanifah ialah Pertama

  memberikan kemudahan dalam beribadah dan pekerjaan sehari-hari,

  contohnya hukum mencuci kain atau baju yang terkena najis. Beliau

  mengharuskan mencucinya dengan menggunakan air mawar, cuka atau

  sebagainya dan tidak tertentu hanya pada air saja.Kedua menjaga hak-hak

  fakir miskin, contohnya wajib zakat pakaian, emas dan perak.Ketiga

  mengakui peradaban manusia.contohnya, pengakuan keislaman anak-anak

  bekum akil sebagai seorang islam yang sempurna sama seperti orang dewasa.

  Keempat memelihara kehormatan dan perikemanusiaan, contohnya bagi anak-

  anak perempuan yang sudah sampai pada umur untuk mencari pasangan hidup

  tidak dibenarkan ada paksaan wali. Kelima memberikan kuasa penuh kepada

  kerajaan, pemimpin-pemimpin Negara, contohnya kerajaan atau pembesar

  berhak mengendalikan kekayaan Negara seperti tanah dan sebagainya untuk

  kepentingan umum.

8. Kedudukan Mazhab Abu Hanifah

  Mazhab Abu Hanifah merupakan salah satu dari mazhab empat dalam Islam.

  Ada beberapa pendapat dari orang-orang Islam tentang kedudukan mazhab
   ini, sebagian mereka berpendapat bahwa mazhab Abu Hanifah ialah satu

   mazhab yang baru serta lain dari mazhab-mazhab yang lain. Sebagian lagi

   berpendapat bahwa Abu Hanifah belum sampai kepada taraf pangkat

   berijtihad tentang hukum bahkan beliau hanya pengikut pada orang lain saja.

   Namun secara sadar pendapat ini di tentang dengan posisi Imam Abu Hanifah

   yang pada masa itu ia hidup di Irak yang notabene menjadi tempat

   perkembangan ilmu fiqh. Beliau menerima pelajaran ilmu fiqh serta memberi

   tambahan pada kaidah ilmu fiqh.

9. Abu Hanifah Meninggal Dunia.

   Abu Hanifah meninggal pada tahun 150 Hijriah. Imam nawawi berpendapat

   Imam Abu Habnifah meninggal dunia ketika dalam tahan.




   Referensi:

   1. DR. Ahmad As-Syurbasi “Sejarah dan Biografi Empat Imam Mazhab”,Pt.

   Bumi Aksara Jakarta.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:431
posted:12/11/2010
language:Malay
pages:5