Manfaat Wakaf Bagi Perkembangan Islam

Document Sample
Manfaat Wakaf Bagi Perkembangan Islam Powered By Docstoc
					          TUGAS MAKALAH
MATA KULIAH ADMINISTRASI PERKAWINAN
           Dosen : Drs. H. Hanafi




            Disusun Oleh :
            Nama       : Luqman Awwalia
            NPM        : 01.02.1594
            No. Ujian : 0076
            Fakultas : Syari’ah
            Semester : VI (Enam)




INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM (IAID)
          CIAMIS JAWA BARAT
               2004/2005
          Manfaat Wakaf bagi Perkembang Islam

MUQODDIMAH


Menurut bahasa, wakaf adalah menahan sesuatu. Sedangkan menurut istilah hukum
syara’, wakaf adalah menyerahkan suatu benda atau barang yang mempunyai sifat tahan
lama dan dapat dimanfaatkan di jalan Allah. Orang Hukum mengatakan bahwa wakaf
adalah “perbuatan hukum seseorang atau kelompok orang atau badan hukum yang
memisahkan sebagian dari benda miliknya dan melembagakannya untuk selama-
lamanya guna kepentingan ibadat atau keperluan umum lainnya sesuai dengan ajaran
Islam”.


Benda atau barang yang berbentuk harta baik bergerak atau tidak bergerak dapat
diwakafkan apabila mempunyai sifat tahan lama, dan dapat diambil manfaatnya.
Misalnya seperti tanah, kendaraan, mesin, gedung, ataupun benda lainnya. Harta wakaf
dihukum tidak sah kalau hanya pengambilan manfaatnya hanya sekali saja, dan
dikemudian harinya harta wakaf itu menjadi sampah atau tidak dapat diambil
manfaatnya. Seperti halnya makanan, minuman, ataupun buku tulis yang hanya diambil
sekali atau dalam tempo waktu yang relatif singkat.


Semakin maraknya orang yang mewakafkan sebagian hartanya membuat pemerintah
Indonesia mengeluarkan anjuran untuk meningkatkan tahapan ibadahnya kepada Allah
yang maha bijaksana serta mengundang-undangkan ke dalam aturan pemerintah. Hal ini
dilakukan pemerintah karena manfaat dari wakaf itu sungguh besar bagi bangsa dan
Negara. Islam al-Quran memberikan anjuran kepada umatnya untuk menyisihkan
sebagai dari harta miliknya diwakafkan demi kepentingan orang banyak dengan tidak
lepas dari imbalan bagi orang yang berhak menerimanya (orang yang mewakafkan).
Bahkan ahli fuqoha dengan ijtihadinya memberikan hukum sunnat mua’akkad, sampai
Rasulullah sendiri menganjurkannya bagi orang yang mampu.
PELESTARIAN WAKAF


Ada hal-hal tertentu dalam pelestarian kepengurusan harta wakaf supaya tidak terjadi
perselisihan antara satu fihak dengan fihak yang lain, diantaranya :
   a. Harta yang telah diwakafkan oleh seseorang harus digunakan sesuai dengan
       tujuan orang yang mewakafkan. Ini mengandung arti bahwa harta wakaf tidak
       boleh digunakan ke dalam tujuan-tujuan lain kecuali tujuan yang diinginkan dari
       orang yang mewakafkan.
           Pada saat penyerahan harta wakaf harus disaksikan oleh-oleh orang-orang
           yang dipercaya dan disaksikan pula oleh ahli waris atau keluarganya, ini
           dimaksudkan supaya kepengurusan dan pelestarian harta wakaf setidaknya
           dapat dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan sesuai tujuannya, serta
           semua orang merasa memiliki dengan maksud sama-sama ingin mengambil
           manfaatnya harta wakaf untuk kepentingan masyarakat banyak. Didalam
           Kompilasi Hukum Islam di Indonesia yang diundang-undangkan oleh
           Keputusan Mentri Agama, diatur dalam pasal 219 ayat (4), yang mengatakan
           bahwa Nadzir (pengurus benda wakaf) sebelum melaksanakan tugas
           mengurus harta wakaf, itu harus bersumpah di depan Kepala KUA (Kantor
           Urusan Agama) kecamatan dan dihadapan sekurang-kurangnya dua orang
           saksi.   Dalam Kompilasi Hukum Islam di Indonesia yang diundang-
           undangkan oleh Keputusan Mentri Agama, pasal 219 ayat (5), yang
           esensinya adalah bahwa Jumlah Nadzir yang mengurus harta wakaf diatur
           minimal berjumlah 3 orang dan maksimal 10 orang.
   b. Harta wakaf tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau kepentingan
       golongan tertentu.
   c. Pengelolaan harta wakaf harus diserahkan kepada orang yang mampu dan
       mempunyai sifat amanah serta tanggungjawab.
   d. Untuk lebih menjamin kepestian hukum terhadap harta wakaf, hendaklah dibuat
       catatan atau perjanjian tertulis, supaya lebih kuat keberadaannya.
   e. Jika ada perselisihan antara ahli waris atau keluarga tentang harta wakaf
       tersebut, hendaknya para saksi menjelaskan dan menunjukan bukti-bukti yang
       sahdan meyakinkan.
Mewakafkan sebagian harta merupakan amal kebajikan yang sangat mulia yang sudah
pasti akan dibalas oleh Allah dengan balasan yang berlipat ganda. Sehingga wakaf
sangat bermanfaat baik untuk wakif (orang yang menyerahkan harta wakaf) nya ataupun
bagi yang menerima harta wakaf itu, serta bagi semua masyarakat. Karena intinya
fungsi wakaf itu untuk mengekalkan manfaat wakaf bagi masyarakat banyak di jalan
Allah sesuai dengan tujuan dari yang menyerahkan wakaf itu.


MANFAAT WAKAF BAGI PERKEMBANGAN ISLAM


Diantara manfaat wakaf antara lain :
           1. Menambah keimanan dan ketaqwaan yang menyerahkan harta wakaf,
              serta memperoleh balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Allah
              sangat memuji orang yang berani menyerahkan harta untuk kepentingan
              dan kemajuan agamanya sehingga dapat meningkatkan tarap hidup orang
              banyak, sehingga Allah memberinya imbalan dan balasan yang sangat
              besar dengan melipatgandakan pahalanya dengan Tujuh Ratus kali lipat
              ganda:
              1. Firman Allah, S. Al-Baqarah ; 261 :




              Artinya : ”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang
                         yang menafkahkan harta dijalan Allah adalah serupa dengan
                         sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap
                         butir seratus biji, Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi
                         siapa yang dikehendaki… (QS. Al-Baqarah : 261).
   2. Firman Allah, S. Yusuf ; 88 :




   Artinya : “… Dan bershadaqahlah kepada Kami. Sesungguhnya Allah
             memberi balasan kepada orang yang bershadaqoh. (QS.
             Yusuf ; 88)


3. Menjadikan sumber dan dan kekuatan bagi umat Islam. Sesuai dengan
   hakikat dan fungsi dari wakaf       yang harus dimanfaatkan untuk
   kepentingan masyarakat banyak di jalan Allah.
   Dengan adanya perwakafan, berarti orang yang mewakafkan itu telah
   memberi suplaian dana bagi perkembangan dan kemajuan agama,
   sehingga Islam menjadi agama yang kuat.
4. Menambah kesejahteraan dan kemajmuran msyarakat. Kalau harta wakaf
   diambil manfaatnya dengan sungguh-sungguh untuk kepentingan
   masyarakat banyak, seperti tanah wakaf yang diatasnya dibangun
   sekolah atau pesantren, setidaknya dari segi kebutuhan wahana
   pendidikan masyarakat dapat terpenuhi.
5. Untuk syi’ar dakwah Islam.
   Perkembangan dan kemajuan Islam tidak akan lepas dari proses
   penyebaran dakwah syari’at Islam itu sendiri kepada umatnya.
   Apabila wakaf itu berbentuk tanah, yang diatasnya dibangun gedung
   untuk pesantren ataupun sekolah temapt pembelajaran pendidikan agama
   ataupun pengetahuan lain yang nantinya diharapkan melahirkan generasi
   yang siap menyebarkan dakwah syari’at. Ini berarti perwakafan telah
   memberikan kontribusi yang sangat besar dalam memenuhi kebutuhan
   mendasar masyarakat banyak khusus bidang pendidikan baik tahid, fiqih,
   atau sekalipun pengetahuan umum. Sehingga dapat mewujudkan
   masyarakat yang madani dengan ruh tauhid dan jihad yang kuat.
6. Wakaf merupakan diantara amalan yang tidak putus pahalanya sekalipun
   orang yang menyerahkan wakaf untuk kepentingan syi’ar agama Allah
   telah meninggal dunia.
   Hadits Nabi:




   Artinya : “Apabila seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah
             semua amalannya, kecuali tiga perkara : shadaqoh jariah,
             ilmu yang bermanfaat atau anak yang shaleh yang selalu
             mendo’akan kedua orang tuanya”. (HR. Muslim)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:704
posted:12/11/2010
language:Indonesian
pages:6