Docstoc

KEHILANGAN ISI HATI

Document Sample
KEHILANGAN ISI HATI Powered By Docstoc
					                              KEHILANGAN ISI HATI


        Seiring dengan perkembangan zaman, umat islam di seluruh dunia khususnya
umat islam di Indonesia semakin bertambah ilmu pengetahuannya. Mereka semakin tahu
terhadap Tuhannya dan semakin tahu pula terhadap ajaran agamanya. Jelasnya umat
islam jaman sekarang semakin hari – semakin pintar terhadap agamanya. Kondisi seperti
ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat islam dan kelak akan membawa kemajuan
islam. Dikampung dan dikota setiap umat sudah mengerti terhadap ajaran agamanya.
        Memang umat islam semakin pintar terhadap ajaran agamanya, namun tidak
sedikit umat itu semakin jauh dari ajaran agamanya. Tidak sedikit mereka mengerti
dengan al-qur'an dan hadits, tetapi hidupnya tidak sesuai dengan alqur'an dan hadits.
Banyak umat islam yang merngerti arti dari kebaikan, tetapi mereka tak bisa berbuat
kebaikan. Banyak umat islam yang tahu mencuri itu perbuatan tercela, dan dilarang
agama tetapi taksedikit umat islam yang mencuri uang rakyat.
        Kalau digolongkan umat islam saat ini sedang kehilangan isi hati. Kehilangan isi
hati dalam arti sedang copot iman. Hati adalah raja dan tidak dikatakan raja jika tidak
memiliki wilayah kekuasaan. Jika raja itu baik, maka akan baik pula wilayah
kekuasaannya dan jika raja itu buruk maka akan buruk pula wilayahnya. Demikian juga
dengan manusia jika hatinya buruk maka buruk pula tindakannya.
        “Allah adalah Tuhanku”, begitulah pengakuan seorang muslim saat ditanya siapa
Tuhannya. Pengakuan inipun secara mayoritas diakui umat muslim di seluruh dunia.
Mereka berkeyakinan bahwa Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah Rasulnya dan
islam agamanya. Keyakinan ini ditanam didalam jiwanya dan diungkapkan dengan
lisannya. Itulah yang dikenal oleh kita dengan ungkapan Rhaditu billahi Roba, wabil
Islami Dina, wabi Muhammadin Nabiyawwarosula.
        Umat islam merasa bahwa ungkapan diatas masih menghunjam di dadanya,
namun bila diartikan maka akan jelas bahwa kata-kata itu telah hilang dari dadanya.
Karena itu untuk mengukur masih ada atau tidak adanya di dada umat islam maka amat
perlu untuk mengartikan dan memaknai arti dari rhaditu billahi rabba. Sebab bila masih
ada dalam dada umat islam maka tidak mungkin akan terjadi segala bentuk pelanggaran
yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman.
                                 AKHIRNYA

           KEBOHONGAN SEORANG MUSLIM PUN TERUNGKAP



      Benar Allah adalah Tuhan seorang muslim, saat itu ia bersaksi bahwa Allah

adalah Tuhannya, Muhammad adalah rasulnya dan islam adalah agamanya.




                   KETUNDUKAN HATI KEPADA ILLAHI




      Pada saat itu seorang manusia berdiri di depan cermin dan memandangi

dirinya dari ujung rambut hingga ujung kaki, dalam batinnya dia berkata

“sungguh indah diriku ini”
                     AMANAH TUHAN TERHADAP MANUSIA




1. Kesempurnaan bentuknya

Sesungguhnya kami telah ciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.(Q.S. At-

tin;4)

         Manusia dibelahan dunia ini memang diakui sangat menakjubkan baik dengan

kecerdasan intelektualnya, emosionalnya dan spiritualnya. Ketiga komponen yang ada

dalam diri manusia ini kemudian membawa seseorang ke pintu kesuksesan.

         Dialah manusia yang memiliki keindahan bila dipandang dan seolah-olah ada

daya magnetik bila berdekatan. Sepasang makhluk Tuhan yang katanya lebih mulia di

antara makhluk lain.Tempo dulu manusia berada dalam rahim seorang ibu, sembilan

bulan katanya ia dikandung.Dengan susah payah sang ibupun rela dan sabar menanti

pujaan hati terlahir ke bumi. Dan akhirnya yang dinantipun terlahir disambut dengan rasa

gembira. Rasa letih dan lelah serta kesusahan yang selama ini ia rasakan seolah-olah

hilang tanpa bekas terhapus dengan rasa bangga dan bahagia dengan sang pujaan yang

baru lahir. Indah, yah memang indah anakku ini, katanya. Manusia baru itupun terbuka

matanya dan badannya bergerak hingga sampai hari ini, hingga sebesar ini. Entahlah

apakah dia masih ingat ataupun tidak saat itu ia menyusahkan ibunya selama sembilan

bulan lamanya. Ataukah sekarangpun masih menyusahkan orang tuanya. Sampai kapan

akan seperti itu. Kapankah ia akan berbakti sama orang tuanya?

         Waktupun bergulir dan manusia yang kemarin lahir itu berubah dengan kondisi

dan lingkungan yang berbeda. Hal ini kemudian menjadi berbeda pula sifat dan
karakternya. Jelasnya manusia semakin hari-semakin bertambah ilmu dan

pengetahuannya. Merka akhirnya tahu siapa dirinya dan siapa Tuhannya. Sebagai

makhluk yang berakal manusia itupun belajar dari alam sekitarnya sehingga akhirnya

lahirlah ilmu pengetahuan baru sampai hari ini.

2. Almnya

3. sosialnya

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:36
posted:12/11/2010
language:Indonesian
pages:4