Docstoc

laporan keuangan

Document Sample
laporan keuangan Powered By Docstoc
					                                                                               Laporan Keuangan


                             L APOR AN KEU ANG AN (FIN AN C IAL ST ATEMENT )


                 Sebelum pembahasan mengenai laporan keuangan, ada hal penting yang harus
             dipahami terlebih dahulu, yaitu Jenis-jenis perusahaan. Karena perbedaan jenis
             perusahaan berpengaruh kepada format dan perkiraan-perkiraan yang digunakan dalam
             laporan.
             JENIS-JENIS PERUSAHAAN
                  Jenis-jenis perusahaan berdasarkan pemilikan dan status hukum dapat dibedakan
             menjadi 2 macam, yaitu :
             1. Perusahaan Perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki oleh perseorangan dan
                  biasanya    status   hukum   perusahaan   berbentuk    UD   (usaha   dagang),   CV
                  (commanditaire verschop), PD (perusahaan dagang) dan sebagainya.
             2. Perseroan Terbatas (PT) adalah perusahaan yang modalnya terbagi atas saham-saham
                yang dimiliki oleh banyak orang, yang disebut pemegang saham. Status hukum PT
                harus mendapat pengesahan Menteri Kehakiman RI.

             Setelah memahami jenis perusahaan dilihat dari sudut pemilikan dan status hukum,
             selanjutnya perlu dipahami adalah jenis perusahaan dilihat dari bidang usaha, yang mana
             terbagi atas 3 macam, yaitu :
             1. Perusahaan Jasa (Service Company), yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang
                penjualan jasa keahlian. Contoh seperti kantor akuntan publik, usaha salon, usaha
                bengkel, bank, asuransi, lembaga pendidikan, sekolah, universitas, klinik dokter,
                kantor notaris, perusahaan leasing, rumah sakit, usaha rental mobil, jasa pengurusan
                surat-surat, usaha jasa pengiriman,dan sebagainya.
             2. Perusahaan Dagang (Trading Company), yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang
                membeli dan menjual barang dagangan. Contoh seperti showroom atau dealer motor,
                apotik, toko elektronika, toko grosir, supermarket, minimarket, toko sparepart, toko
                pakaian, distributor, dan sebagainya.
             3. Perusahaan Industri (Manufacture), yaitu perusahaan yang mengolah bahan baku
                menjadi barang jadi dan kemudian menjual hasil produksi. Contoh seperti restaurant,
                usaha catering, kerajinan mebel, usaha furniture, pabrik semen, pabrik pasta gigi,
                pabrik permen/coklat, pabrik lampu pijar, dan usaha home industri lainnya.




                                             Irsan Lubis, SE.Ak                                   1
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                   Laporan Keuangan


             PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
                    Laporan keuangan adalah sekumpulan informasi keuangan perusahaan dalam
             suatu periode tertentu yang disajikan dalam bentuk laporan sistematis yang mudah
             dibaca dan dipahami oleh semua pihak yang membutuhkan.
             Laporan keuangan merupakan tujuan utama dari proses akuntansi. Penyusunan laporan
             keuangan ditentukan oleh jenis perusahaan dan kebutuhan pengguna.
                  Dalam praktik pembukuan perusahaan, laporan keuangan banyak dibuat setiap
             akhir bulan, atau disebut laporan keuangan interim. Sekarang ini perusahaan sudah
             menggunakan program komputer akuntansi, sehingga mudah dan cepat dalam menyusun
             laporan keuangan. Bahkan sekarang ini dapat dikatakan bahwa menyusun laporan
             keuangan sudah semudah klik mouse komputer saja.

             UNSUR LAPORAN KEUANGAN
                      Unsur utama Laporan Keuangan terdiri dari :
             1. Laporan Laba Rugi ( Income Statement )
             2. Laporan Perubahan Ekuitas (untuk perusahaan perseorangan) (Capital Statement)
                atau
                Laporan Saldo Laba (untuk perseroan terbatas) (Retained Earning Statement)
             3. Neraca ( Balance Sheet )
             4. Laporan Arus Kas ( Cash Flow Statement )
             5. Catatan Atas Laporan Keuangan

             Untuk lebih jelasnya, berikut ini diuraikan gambaran singkat dan bentuk umum masing-
             masing unsur laporan keuangan diatas.

             LAPORAN LABA RUGI ( Income Statement )
                    Laporan laba rugi adalah suatu laporan sistematis yang menggambarkan hasil
             operasi perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu. Hasil operasi perusahaan
             diperoleh dengan cara membandingkan antara penghasilan yang diperoleh dengan beban-
             beban yang telah dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan tersebut. Mempertemukan
             penghasilan dengan beban yang dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan tersebut
             dalam akuntansi disebut dengan prinsip ‘Matching’.
             Laporan laba rugi harus diberi judul diatasnya secara urut baris terdiri atas:
                                                Nama perusahaan;
                                                 Laporan laba rugi;
                          Periode laporan (“Untuk Periode Berakhir Tanggal 31 Desember”)




                                             Irsan Lubis, SE.Ak                                  2
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                        Laporan Keuangan


             BENTUK LAPORAN LABA RUGI
                    Ada 2 (dua) macam bentuk Laporan Laba Rugi, yaitu Bentuk Single Step dan Multi
             Step. Dalam praktik pembukuan perusahaan di Indonesia, bentuk Multi Step yang lebih
             sering digunakan.
             Contoh : Laporan Laba Rugi (Bentuk Multi Step) - Perusahaan Jasa


                                               ‘NAMA PERUSAHAAN JASA’
                                                 LAPORAN LABA RUGI
                                  Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004
             Pendapatan Usaha                                                              Rp. 50.000.000,-
             Beban Usaha :
                    o Beban gaji karyawan                  Rp. 8.000.000,-
                    o Beban sewa kantor                    Rp. 4.000.000,-
                    o Beban listrik, telepon dan air       Rp. 2.000.000,-
                    o Beban penyusutan                     Rp. 2.000.000,-
                    o Beban lain-lain                      Rp. 1.000.000,-
                    o Jumlah beban usaha                                                   Rp. 19.000.000,-
             Laba Usaha                                                                    Rp. 31.000.000,-
             Pendapatan Luar Usaha :
                    o Pendapatan bunga                     Rp. 1.000.000,-
                    o Pendapatan jasa giro                 Rp. 500.000,-
             Jumlah pendapatan luar usaha                                  Rp. 1.500.000,-
             Beban Luar Usaha :
                    o Beban bunga pinjaman                 Rp. 800.000,-
                    o Denda keterlambatan                  Rp. 200.000,-
                    o Jumlah biaya luar usaha                              Rp. 1.000.000,-
             Pendapatan / Biaya luar usaha                                                 Rp. 500.000,-
             Laba bersih sebelum pajak                                                     Rp.31.500.000,-
             Pajak penghasilan badan (PPh ps 29) – lampiran                                Rp. 4.500.000,-
             Laba bersih setelah pajak                                                     Rp. 27.000.000,-

             Contoh : Laporan Laba Rugi ( Bentuk Multi Step ) – Perusahaan Dagang
                                             ‘NAMA PERUSAHAAN DAGANG’
                                                 LAPORAN LABA RUGI
                                  Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004
             Penjualan kotor (bruto)                                                      Rp. 80.000.000,-
                    Retur penjualan                                Rp. 2.000.000,-
                    Potongan penjualan                             Rp. 1.000.000,-
                                                                                          Rp. 3.000.000,-
             Penjualan bersih (neto)                                                      Rp. 77.000.000,-

             Harga pokok penjualan :
             Persediaan barang dagangan (awal)                     Rp. 25.000.000,-
             Pembelian barang dagangan            Rp. 40.000.000,-
             Ongkos angkut pembelian              Rp. 1.500.000,-
               Retur pembelian     Rp. 2.000.000,-
               Potongan pembelianRp. 1.000.000,-
                                                   (Rp. 3.000.000,-)
             Pembelian bersih                                      Rp. 38.500.000,-
             Barang siap dijual                                    Rp. 63.500.000,-
             Persediaan barang dagangan (akhir)                    Rp. 33.500.000,-
             Harga pokok penjualan                                                        Rp. 30.000.000,-
             Laba kotor                                                                   Rp. 47.000.000,-



                                                Irsan Lubis, SE.Ak                                            3
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                    Laporan Keuangan


             Laba kotor    (pindah dari halaman sebelumnya)                           Rp. 47.000.000,-
             Beban Usaha :
                    Beban penjualan :
                    o Beban gaji karyawan penjualan            Rp. 3.000.000,-
                    o Beban promosi                            Rp. 2.500.000,-
                    o Beban penjualan lain-lain                Rp. 500.000,-
                    Beban administrasi & umum:
                    o Beban gaji karyawan kantor               Rp. 2.000.000,-
                    o Beban sewa kantor                        Rp. 4.000.000,-
                    o Beban listrik, telepon dan air           Rp. 2.000.000,-
                    o Beban penyusutan                         Rp. 2.000.000,-
                    o Beban lain-lain                          Rp. 1.000.000,-
                    o Jumlah beban usaha                                              Rp. 19.000.000,-
             Laba Usaha                                                               Rp. 28.000.000,-

             Pendapatan Luar Usaha :
                   o Pendapatan bunga                          Rp. 1.000.000,-
                   o Pendapatan jasa giro                      Rp. 500.000,-
                   Jumlah pendapatan luar usaha                        Rp. 1.500.000,-
             Beban Luar Usaha :
                    o Beban bunga pinjaman                     Rp.    800.000,-
                    o Denda keterlambatan                      Rp.    200.000,-
                    Jumlah biaya luar usaha                             Rp. 1.000.000,-
             Pendapatan / Biaya luar usaha                                            Rp. 500.000,-
             Laba bersih sebelum pajak                                                Rp.28.500.000,-
             Pajak penghasilan badan (PPh ps 29) – lampiran                           Rp. 4.500.000,-
             Laba bersih setelah pajak                                                Rp.24.000.000,-


             Laporan Perubahan Ekuitas ( Capital Statements )
                    Untuk perusahaan perseorangan, Laba atau rugi yang diperoleh perusahaan
             berpengaruh kepada jumlah modal pemilik. Modal juga dapat berubah disebabkan karena
             adanya tambahan investasi dari pemilik atau pengambilan pribadi oleh pemilik
             (prive/drawing). Perubahan modal pemilik pada akhir periode disajikan dalam suatu
             laporan, yang disebut Laporan Perubahan Ekuitas ( Capital Statements ).
             Contoh : Laporan Perubahan Ekuitas untuk Perusahaan Perseorangan

                                                  “NAMA PERUSAHAAN”
                                          LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                                  Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004

             Ekuitas (awal)                                                   Rp. 200.000.000,-
                     Laba bersih setelah pajak                 Rp. 24.000.000,-
                     Prive ( Drawing )                         Rp. 10.000.000,-
                     Penambahan modal                                         Rp. 14.000.000,-
             Ekuitas (akhir)                                                  Rp. 214.000.000,-




                                                 Irsan Lubis, SE.Ak                                      4
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                    Laporan Keuangan


             Laporan Saldo Laba ( Retained Earning Statements )
                    Untuk perseroan terbatas (PT), Laba atau rugi yang diperoleh perusahaan
             berpengaruh kepada jumlah laba ditahan, bukan pada modal saham.
             Pembagian hasil keuntungan kepada pemegang saham disebut Deviden, yang akan
             mengurangi jumlah laba ditahan. Sedangkan tambahan investasi dari pemegang saham
             berpengaruh terhadap modal saham, bukan pada laba ditahan.
             Perubahan laba ditahan pada akhir periode disajikan dalam suatu laporan, yang disebut
             Laporan Saldo Laba ( Retained Earning Statements ).
             Contoh : Laporan Saldo Laba untuk Perseroan Terbatas (PT)

                                           “NAMA PERSEROAN TERBATAS”
                                              LAPORAN SALDO LABA
                                Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004
             Saldo Laba (awal)                                                 Rp. 200.000.000,-
                    Laba bersih setelah pajak                   Rp. 24.000.000,-
                    Deviden                                     Rp. 10.000.000,-
                    Penambahan Laba Ditahan Periode Berjalan                   Rp. 14.000.000,-
             Saldo Laba (akhir)                                                Rp. 214.000.000,-



             NERACA ( Balance Sheet )
                    Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan, terdiri
             dari Aktiva (harta kekayaaan), Kewajiban dan Modal pada suatu tanggal tertentu.
             Neraca merupakan bentuk resmi dari persamaan akuntansi.
             Judul neraca ditulis secara urut baris, dimulai dari :
                                                 Nama Perusahaan;
                                                       Neraca;
                                      Tanggal Neraca ( “Per tanggal 31 Januari “)

             Bentuk Neraca Keuangan
                  Ada 2 (dua) macam bentuk neraca, yaitu bentuk skontro /daftar ( account form ) dan
             bentuk vertical /laporan ( report form ). Dalam praktik pembukuan perusahaan di
             Indonesia, lazim menggunakan neraca bentuk skontro / daftar, yang mana semua aktiva
             disusun di sebelah kiri ( debet ), sedangkan kewajiban dan modal disusun di sebelah
             kanan ( kredit ). Ditengah bagian atas neraca ditulis judul secara urut baris, yaitu Nama
             Perusahaan; Neraca; Per tanggal (akhir periode).




                                              Irsan Lubis, SE.Ak                                   5
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                  Laporan Keuangan



             Contoh : NERACA ( bentuk skontro )– Perusahaan Perseorangan Usaha Jasa
                                    “NAMA PERUSAHAAN PERSEORANGAN”
                                                  N E R A C A
                                          Per tanggal 31 Desember 2004
             Aktiva Lancar:                              Hutang Lancar:
             Kas ditangan                   15.000.000   Hutang usaha                    81.000.000
             Bank                           45.000.000   Hutang biaya                     8.000.000
             Deposito                      100.000.000   Hutang pajak                     2.000.000
             Piutang usaha                  60.000.000   Hutang bank                     50.000.000
             Piutang wesel                  10.000.000   Uang muka penjualan             10.000.000
             Perlengkapan                    3.000.000   Jumlah hutang lancar           151.000.000
             Biaya dibayar dimuka            5.000.000
             Pajak dibayar dimuka           3.000.0000   Hutang Jangka Panjang:
             Jumlah aktiva lancar          241.000.000   Hutang bank                    100.000.000
             Investasi Jangka Panjang:                   Hutang hipotik                 100.000.000
             Saham                         30.000.000
             Obligasi                      50.000.000    Jumlah hutang jangka panjang   200.000.000
             Jumlah Investasi Jk Panjang   80.000.000
             Aktiva Tetap :                              Ekuitas:
             Tanah                         200.000.000   Modal Pemilik                  550.000.000
             Bangunan                      300.000.000
             Kendaraan                      50.000.000   Jumlah modal                   550.000.000
             Peralatan Kantor               20.000.000
             Furniture                      10.000.000
             Jumlah Aktiva Tetap           580.000.000
             JUMLAH AKTIVA                 901.000.000   JUMLAH KEWAJIBAN & MODAL 901.000.000


             Contoh : NERACA ( bentuk skontro )– Perseroan Terbatas Usaha Dagang
                                        “NAMA PERSEROAN TERBATAS”
                                                  N E R A C A
                                          Per tanggal 31 Desember 2004
             Aktiva Lancar:                              Hutang Lancar:
             Kas ditangan                   15.000.000   Hutang dagang                   81.000.000
             Bank                           45.000.000   Hutang biaya                     8.000.000
             Deposito                       50.000.000   Hutang pajak                     2.000.000
             Piutang dagang                 60.000.000   Hutang bank                     50.000.000
             Piutang wesel                  10.000.000   Uang muka penjualan             10.000.000
             Persediaan barang dagangan     53.000.000   Jumlah hutang lancar           151.000.000
             Biaya dibayar dimuka            5.000.000   Hutang Jangka Panjang:
             Pajak dibayar dimuka            3.000.000   Hutang bank                     30.000.000
             Jumlah aktiva lancar          241.000.000   Hutang hipotik                  40.000.000
             Aktiva Tetap :                              Hutang obligasi                 50.000.000
             Tanah                         200.000.000   Jumlah hutang jangka panjang   120.000.000
             Bangunan                      300.000.000
             Kendaraan                      50.000.000   Ekuitas:
             Peralatan Kantor               20.000.000   Modal saham                    400.000.000
             Furniture                      10.000.000   Laba ditahan                   150.000.000
             Jumlah Aktiva Tetap           580.000.000   Jumlah modal                   550.000.000

             JUMLAH AKTIVA                 821.000.000   JUMLAH KEWAJIBAN & MODAL 821.000.000




                                              Irsan Lubis, SE.Ak                                      6
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                    Laporan Keuangan



             LAPORAN ARUS KAS ( STATEMENT OF CASH FLOW )

             Menurut PSAK No 2, Laporan arus kas adalah laporan yang memberikan informasi arus
             kas perusahaan sebagai dasar menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan
             menggunakan kas.
             Komponen laporan:
                Kas, terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro bank
                Setara Kas, adalah investasi yang sifatnya sangat likuid yang segera dapat dijadikan
                kas.
                Arus Kas, adalah arus kas masuk dan arus kas keluar atau setara kas
                Aktivitas Operasi, adalah aktivitas penghasil utama pendapatan dan aktivitas lain yang
                bukan investasi dan pendanaan. Contoh: penjualan barang dan jasa, penerimaan
                royalty, fee, komisi atau lainnya; pembayaran kepada pemasok/supplier atau
                karyawan.
                Aktivitas Investasi, adalah aktivitas perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang
                serta investasi lain. Contoh: pembelian aktiva tetap; penjualan tanah, bangunan,
                peralatan, dan sebagainya; uang muka dan pinjaman kepada pihak lain.
                Aktivitas Pendanaan, adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah
                serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Contoh: penerimaan emisi saham,
                obligasi, pinjaman, wesel, hipotik atau lainnya; pembayaran kepada pemegang saham,
                pelunasan pinjaman, dan sebagainya.

             Metode yang digunakan untuk menyusun Laporan Arus Kas adalah Metode Langsung
             (Direct Methods).
             Contoh:
                                          “NAMA PERSEROAN TERBATAS”
                                               LAPORAN ARUS KAS
                                 Untuk periode berakhir pada tanggal 31 Desember 2004


             Arus kas dari aktivitas operasi:
                Penerimaan uang dari pelanggan                                       xx
                Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan                           xx
                Kas yang dihasilkan operasi                                          xx
                Pembayaran bunga                                                    (xx)
                Pembayaran pajak penghasilan                                        (xx)
                Arus kas sebelum pos luar biasa                                      xx
                Penerimaan kas lain-lain (misal premi)                               xx
                Arus kas bersih dari aktivitas operasi                                         xx




                                             Irsan Lubis, SE.Ak                                     7
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                 Laporan Keuangan


                Arus kas bersih dari aktivitas operasi (pindahan)                               xx
             Arus kas dari aktivitas investasi
                Perolehan dari anak perusahaan                                    (xx)
                Pembelian tanah, bangunan dan peralatan                           (xx)
                Hasil dari penjualan peralatan                                     xx
                Penerimaan bunga                                                   xx
                Penerimaan deviden                                                 xx
                Arus kas bersih dari aktivitas investasi                                        xx
             Arus kas dari aktivitas pendanaan
                Hasil dari penerbitan modal saham                                  xx
                Hasil dari pinjaman jangka panjang                                 xx
                Pembayaran hutang, sewa guna usaha, dll                           (xx)
                Pembayaran deviden                                                (xx)
                Arus kas dari aktivitas pendanaan                                               xx
             Kenaikan kas bersih dan setara kas                                                 xx
             Kas dan setara kas pada awal periode                                               xx
             Kas dan setara kas pada akhir periode                                              xx

             REKONSILIASI LABA BERSIH KE JUMLAH KAS DARI KEGIATAN USAHA
             Laba bersih                                                                 xx
             Penyesuaian untuk rekonsiliasi
                Depresiasi dan amortisasi                                  xx
                Kerugian piutang                                           xx
                Pelunasan piutang angsuran                                 xx
                Laba penjualan mesin                                      (xx)
                Kenaikan hutang bunga dan pajak                            xx
                Jumlah penyesuaian                                                       xx
             Jumlah kas dari kegiatan usaha                                              xx



             CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
             Umumnya terbagi atas 2 bagian, yaitu:
             1. Informasi Umum, meliputi nama dan alamat lengkap perusahaan, dokumen perjinan
                (Akta Pendirian, SIUPP, SKPKP, NPWP, TDR,dll), susunan pemilik atau pemegang
                saham, komposisi pemilikan modal, susunan pengurus, dan sebagainya.
             2. Kebijakan Akuntansi, meliputi prinsip-prinsip, dasar-dasar, konvensi, metode, sistim
                dan prosedur yang digunakan manajemen dalam penyusunan dan penyajian laporan
                keuangan (PSAK No 1).




                                                 Irsan Lubis, SE.Ak                                    8
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                Laporan Keuangan


             Penjelasan Perkiraan (Rekening) dalam Laporan Keuangan

             1. AKTIVA ( ASSETS )
                    Aktiva adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang dinyatakan
             dalam satuan uang. Aktiva terbagi dalama 3 subkelompok, yaitu Aktiva Lancar; Aktiva
             Tetap; dan Aktiva Lain-Lain.
             Aktiva Lancar ( Current Assets )
                    Aktiva lancar adalah harta kekayaan perusahaan yang diharapkan dapat
             diuangkan dalam jangka waktu pendek ( > 1 tahun ).
             Pos-pos aktiva lancar disajikan dalam neraca menurut urutan tingkat likwiditas atau
             kecepatan menjadi uang tunai.
             Yang termasuk dalam subkelompok ini adalah:
             a. Kas Ditangan ( cash on hand ); yaitu uang tunai yang ada di perusahaan, baik berasal
                dari dana kas kecil atau pembayaran pelanggan yang belum disetor ke bank.
             b. Bank ( cash on banks ); yaitu dana yang tersimpan dalam rekening giro bank yang
                sewaktu-waktu dapat diuangkan dengan menggunakan cek atau bilyet giro. Cek atau
                bilyet giro pelanggan yang sudah disetor ke bank, tetapi belum masuk kedalam
                rekening koran juga termasuk dalam perkiraan Bank.
             c. Deposito ( time deposits ); yaitu dana yang disimpan di bank dalam jangka waktu
                tertentu ( 1,2, atau 3 bulan ) dengan mendapatkan bukti berupa sertifikat deposito.
                Keuntungan deposito adalah memiliki tingkat bunga lebih tinggi dari rekening giro
                bank dan deposito dijamin oleh pemerintah.
             d. Piutang Dagang ( account receivable ); yaitu tagihan-tagihan kepada pihak lain yang
                timbul dari penjualan barang atau jas secara kredit tanpa disertai dengan surat hutang
                piutang secara resmi.
             e. Piutang Wesel /Wesel Tagih ( note receivable ); yaitu tagihan-tagihan kepada pihak lain
                yang dijamin dengan surat hutang piutang secara resmi berbentuk surat wesel yang
                pengaturannya sesuai dengan ketentuan Undang-undang.
             f. Perlengkapan ( supplies ); yaitu persediaan barang-barang yang akan digunakan dalam
                kegiatan usaha dan biasanya habis dipakai dalam waktu kurang dari satu tahun.
                Contoh perlengkapan kantor seperti kertas, pita printer, pulpen, staples, pensil, pita
                mesin tik, tip ex, dan sebagainya. Contoh perlengkapan toko seperti kertas
                pembungkus, kantor plastik (paper bag), tali, plakban, dan sebagainya.




                                                Irsan Lubis, SE.Ak                                  9
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                               Laporan Keuangan


             g. Pembayaran Dimuka ( prepayment ), terdiri dari
                  1. Biaya Dibayar Dimuka ( prepaid expense ); yaitu pembayaran biaya tertentu
                  kepada pihak lain, tetapi pada saat tanggal neraca, perusahaan belum menerima
                  manfaat dari pembayaran tersebut. Contoh: asuransi, sewa, iklan, dan sebagainya.
                  2. Pajak Dibayar Dimuka ( prepaid tax ); yaitu pembayaran pajak kepada kas negara
                  sesuai dengan ketentuan perpajakan dan akan diperhitungkan sebagai unsur
                  pengurang (kredit pajak) terhadap kewajiban pajak terhutang perusahaan. Kredit
                  pajak terbagi atas 2 bagian, yaitu pajak yang dibayar sendiri (angsuran PPh pasal 25
                  dan PPN Masukan), dan pajak yang dipungut oleh pihak lain terhadap tagihan
                  perusahaan (PPh pasal 21, 22, dan 23).
             h. Persediaan barang ( Inventory ); yaitu persediaan barang dagangan yang dimiliki
                perusahaan pada suatu tanggal tertentu, baik diperoleh dari pembelian atau melalui
                proses produksi, dengan maksud untuk dijual kembali dan memperoleh keuntungan.

             Investasi ( Investment )
                    Investasi jangka panjang adalah penanaman dana perusahaan dalam bentuk
             saham dan obligasi yang umurnya lebih dari satu tahun. Biasanya perusahaan membeli
             surat saham dari bursa efek dan surat obligasi dari bank atau perusahaan penerbit surat
             obligasi.
             Saham ( stocks ) adalah surat bukti pemilikan atau andil dalam suatu perusahaan, baik
             perusahaan yang sudah terdaftar di bursa efek sebagai perusahaan terbuka atau belum
             terdaftar. Keuntungan dari investasi saham berasal dari pembagian deviden.
             Obligasi ( bonds ) adalah surat bukti bahwa perusahaan telah memberikan pinjaman dana
             kepada bank atau perusahaan penerbit obligasi. Keuntungan dari investasi obligasi
             berasal dari pembayaran bunga.

             Aktiva Tetap ( Fixed Assets )
                    Aktiva tetap adalah harta benda perusahaan yang nampak fisiknya atau berwujud,
             yang diperoleh dalam keadaan siap digunakan atau dibangun terlebih dahulu, dimaksud
             untuk digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan. Contoh: tanah, bangunan,
             kendaraan, peralatan kantor (komputer, kalkulator, mesin tik, dll) atau furniture ( meja,
             kursi, sofa, lukisan, barang keramik, dll ).




                                              Irsan Lubis, SE.Ak                                 10
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                   Laporan Keuangan


             3. KEWAJIBAN ( LIABILITIES )
                    Kewajiban adalah hutang yang harus dibayar perusahaan dengan uang atau jasa
             pada suatu saat tertentu sesuai dengan tanggal jatuh tempo kewajiban tersebut.
             Kewajiban dibagi atas 2 subkelompok yaitu Hutang lancar dan Hutang jangka panjang.
             Hutang Lancar ( current liabilities )
                    Hutang lancar adalah hutang-hutang perusahaan yang harus dibayar dalam jangka
             waktu kurang dari satu tahun. Termasuk kelompok ini adalah:
             Hutang dagang ( account payable ); yaitu hutang yang timbul karena adanya pembelian
             barang atau jasa secara kredit kepada pihak lain.
             Hutang biaya /Biaya yang masih harus dibayar ( accrued expense ); yaitu biaya-biaya yang
             masih dibayar perusahaan dalam waktu segera, seperti hutang gaji, hutang bunga, hutang
             biaya telepon, dan sebagainya.
             Hutang pajak /Pajak yang masih harus dibayar ( accrued tax ); yaitu pajak-pajak yang
             masih dibayar perusahaan dalam periode setelah tanggal neraca, seperti PPN Keluaran,
             Hutang PPH pasal 21, pasal 23, pasal 29, dan sebagainya.
             Hutang bank ( banks loan ); yaitu hutang kepada pihak bank yang timbul karena
             pinjaman, pemakaian kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), dan sebagainya. Biasanya
             perusahaan sering menggunakan fasilitas tersebut untuk keperluan perusahaan yang
             membutuhkan dana segar secara cepat.


             Hutang Jangka Panjang ( long terms liabilities )
                    Hutang jangka panjang adalah hutang-hutang perusahaan yang harus dibayar
             seluruhnya dalam waktu lebih dari satu tahun. Termasuk kelompok ini adalah :
             Hutang bank ( banks loan ); yaitu pinjaman kepada bank yang memiliki jangka waktu
             kredit lebih dari satu tahun. Contoh : kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI), kredit
             likwiditas (KL), dan sebagainya.
             Hutang hipotik ( mortatage payable ); yaitu pinjaman kepada pihak ketiga yang harus
             dijamin dengan harta tidak bergerak, seperti tanah, bangunan, dan lain-lain.


             Hutang obligasi ( bonds loan ); yaitu hutang yang diperoleh dari masyarakat melalui
             penerbitan dan penjualan surat-surat obligasi.

             4. MODAL / EKUITAS ( CAPITAL / EQUITY )
                    Modal adalah hak pemilik terhadap perusahaan yang timbul sebagai akibat
             penanaman modal investasi pemilik kedalam perusahaan.


                                                Irsan Lubis, SE.Ak                                    11
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                               Laporan Keuangan


             Jika perusahaan dimiliki oleh satu pemilik atau perusahaan perseorangan, maka modal
             disebut dengan istilah “Modal Pemilik ( capital )”. Pengambilan uang perusahaan untuk
             kepentingan pribadi pemiliki disebut Prive ( drawing / withdrawls) Laba rugi usaha akan
             mempengaruhi langsung kepada Modal Pemilik.
             Jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT), modal terbagi atas saham-saham
             yang dimiliki oleh banyak orang atau pemegang saham, maka modal disebut dengan
             istilah “Modal Saham ( common stocks )”. Laba rugi yang diperoleh perusahaan
             mempengaruhi perkiraan Laba Ditahan ( retained earning ). Dalam perseroan terbatas,
             pemegang saham tidak diperbolehkan mengambil uang perusahaan untuk kepentingan
             pribadi, seperti halnya perusahaan perseorangan. Pemegang saham memperoleh
             pembagian keuntungan yang diperoleh perusahaan secara berkala yang disebut dengan
             istilah Deviden.

             UNSUR PERUBAHAN EKUITAS
             Laba rugi usaha akan mempengaruhi langsung kepada Struktur Modal atau Ekuitas
             Perusahaan. Komponen dalam memperhitungkan laba rugi usaha adalah :
             1. PENGHASILAN (REVENUE)
                  Penghasilan adalah aliran penerimaan kas atau harta lain yang diterima sebagai
             hasil kegiatan penjualan barang atau jasa.
             Menurut PSAK, Penghasilan adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi
             dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang
             mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.

             Unsur penghasilan dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu :
             a. Penghasilan dari kegiatan utama perusahaan (Operating Income)
                Kegiatan utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagangan,
                berarti pendapatan utama perusahaan dagang adalah hasil penjualan barang
                dagangan. Maka penghasilan disebut dengan “PENJUALAN (SALES)”.
                Kegiatan utama perusahaan jasa adalah menjual jasa yang menjadi bidang usaha
                perusahaan, berarti pendapatan utama perusahaan adalah penerimaan hasil
                penjualan jasa. Maka penghasilan disebut dengan “PENDAPATAN JASA “
             b. Pendapatan dari luar usaha /bukan kegiatan utama (Non Operating Income)
                Pendapatan ini bersifat sampingan, terjadinya sewaktu-waktu dan tidak berhubungan
                dengan kegiatan utama perusahaan. Contoh pendapatan bunga, jasa giro, laba
                penjualan aktiva tetap, keuntungan nilai tukar uang, hadiah, dan sebagainya.




                                            Irsan Lubis, SE.Ak                                  12
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                  Laporan Keuangan


             2. BEBAN ( EXPENSE )
                    Beban adalah harga pokok barang yang dijual dan pengorbanan ekonomis yang
             dilakukan untuk memperoleh penghasilan.
             Menurut PSAK, beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam
             bentuk arus kas keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan
             penuruan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal.

             Unsur beban dikelompokkan menjadi 2 golongan, yaitu ;
             a. Beban usaha atau operasi ( Operating Expense )
                Bagi perusahaan dagang, yang dimaksud adalah biaya untuk membeli barang
                dagangan (harga pokok) dan biaya-biaya yang dikeluarkan berhubungan dengan
                kegiatan pemasaran dan kegiatan administrasi.
                Bagi perusahaan jasa, yang dimaksud adalah biaya-biaya yang dikeluarkan
                berhubungan dengan kegiatan usaha dalam memberikan jasa.
             b. Beban diluar usaha ( Other Expense )
                Biaya-biaya yang terjadi yang tidak berhubungan dengan kegiatan usaha perusahaan,
                seperti biaya bunga, denda, rugi penjualan aktiva tetap, dan sebagainya.

             3. LABA ATAU RUGI USAHA ( PROFIT / LOSS )
                    Laba atau rugi usaha merupakan selisih antara penghasilan yang diperoleh dan
                beban yang terjadi dalam satu periode akuntansi.

             4. PAJAK PENGHASILAN BADAN ( PPH PASAL 29 )
                    PPh pasal 29 merupakan pajak yang dikenakan terhadap laba yang diperoleh
                perusahaan dalam satu tahun. Besarnya PPh pasal 29 dihitung berdasarkan tarif pajak
                progresif (sesuai ketentuan) dikalikan dengan Laba Kena Pajak (LKP). Besarnya LKP
                ditentukan dari hasil perhitungan laba rugi menurut versi pajak (laba fiscal), yaitu
                besarnya laba rugi menurut versi perusahaan (laba komersil) setelah dilakukan
                rekonsiliasi fiscal.

             Pengelompokkan Perkiraan (Rekening)
                     Setiap transaksi dikelompokkan dan dicatat dalam Buku Besar pada kelompok
                perkiraan yang sesuai. Yang dimaksud Buku Besar (General Ledger) adalah kumpulan
                perkiraan yang terkait satu sama lain sehingga merupakan satu kesatuan. Perkiraan-
                perkiraan dalam buku besar pada dasarnya dikelompokan menjadi 2 (dua) kategori
                perkiraan:



                                             Irsan Lubis, SE.Ak                                     13
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                  Laporan Keuangan



                1. Perkiraaan Riil ( Neraca )
                   Perkiraan-perkiraan yang masuk kategori ini adalah:
                   a. Kelompok Perkiraan Aktiva (Assets)
                       Aktiva adalah sumber-sumber ekonomis (kekayaan) yang dimiliki perusahaan
                       yang dinilai dengan satuan uang. Contoh: kas, bank, piutang dagang,
                       persediaan,   tanah,     bangunan,   biaya   dibayar   dimuka,   dan   lain-lain.
                       Selengkapnya lihat bagan perkiraan.
                   b. Kelompok Perkiraan Hutang (Liabilities)
                       Hutang adalah pengorbanan ekonomis (kewajiban) yang harus dilakukan
                       perusahaan di masa mendatang yang disebabkan oleh transaksi / tindakan
                       pada masa lalu. Contoh: hutang dagang, hutang biaya, hutang pajak, hutang
                       bank, dan lain-lain. Selengkapnya lihat bagan perkiraan.
                   c. Kelompok Perkiraan Modal (Equity / Capital)
                       Modal adalah selisih antara aktiva dan hutang. Contoh: modal saham, laba yang
                       ditahan, dan lain-lain. Selengkapnya lihat bagan perkiraan.
             2. Perkiraan Nominal ( Laba Rugi )
                Perkiraan-perkiraan yang masuk kategori ini adalah:
                a. Kelompok Perkiraan Pendapatan ( Income )
                   Pendapatan adalah tambahan kemampuan ekonomis yang diperoleh perusahaan
                   yang dapat dipakai untuk menambah kekayaan perusahaan. Contoh: pendapatan
                   jasa, penjualan, pendapatan bunga, pendapatan sewa, dan lain-lain. Selengkapnya
                   lihat bagan perkiraan.

                b. Kelompok Perkiraan Biaya ( Expense )
                   Biaya adalah semua pengorbanan ekonomis yang dilakukan untuk memperoleh
                   pendapatan dalam satu periode. Contoh: biaya gaji, biaya sewa, listrik, dan lain-
                   lain. Selengkapnya lihat bagan perkiraan.
             Data transaksi yang sudah dikelompokkan dalam perkiraan-perkiraan buku besar,
             diringkas dan disusun menjadi Laporan Keuangan.
             Dari kelompok perkiraan aktiva, hutang dan modal disusun Neraca. Dari kelompok
             perkiraan pendapatan dan biaya disusun Laporan Laba Rugi.




                                              Irsan Lubis, SE.Ak                                  14
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
                                                                                  Laporan Keuangan


             KODE PERKIRAAN ( ACCOUNT CODE / ACCOUNT LIST )
                    Dengan semakin banyak perkiraan yang digunakan dalam buku besar, semakin
             diperlukan cara sistematis untuk memudahkan pencatatan, pemeriksaan dan pencarian
             dokumen transaksi ketika diperlukan sewaktu-waktu.
                    Cara sistematis tersebut biasanya dengan membuat kode untuk setiap perkiraan.
             Metode pemberian kode perkiraan menggunakan kode kelompok (group code), dimana
             setiap perkiraan diberi nomor yang terdiri dari beberapa angka. Dari lima kelompok
             perkiraan diatas dapat diberi nomor kode kelompok sebagai berikut:
                     Aktiva/Harta               assets               kode   kelompok : 1
                     Hutang/Kewajiban           Liabilities          kode   kelompok : 2
                     Modal/Ekuitas              Equity               kode   kelompok : 3
                     Pendapatan                 Income               kode   kelompok : 4
                     Harga Pokok Penjualan      Cost Of Good Sold    kode   kelompok : 5
                     Beban                      Expense              kode   kelompok : 6
                     Pendapatan Lain-lain       Other Income         kode   kelompok : 7
                     Biaya Lain-lain            Other Expense        kode   kelompok : 8

             Sistem penulisan kode perkiraan terdiri dari lima angka, yaitu :

                  X.         X         X        X        X


                      Kode Sub Kelompok      Kode Perkiraan
             Kode kelompok


             Daftar kode-kode perkiraan disebut dengan Bagan Perkiraan (Chart Of Accounts).




                                             Irsan Lubis, SE.Ak                               15
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

				
DOCUMENT INFO