Docstoc

Laporan Pemisahan Campuran Farmasetika Dasar

Document Sample
Laporan Pemisahan Campuran Farmasetika Dasar Powered By Docstoc
					           LAPORAN

         FARMASI FISIKA

         PERCOBAAN IV

    PEMISAHAN CAMPURAN




             OLEH :



 NAMA                : SRI RAMAYANTI

 NIM                 : 821309030

 KELAS               : A 2009

 KELOMPOK            : II (DUA)

 ASISTEN             : FADLI HUSAIN S.Si




 LABORATORIUM FARMASETIKA

       JURUSAN FARMASI

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

              2010




               1
                           KATA PENGANTAR

        Puji syukur kepada Allah SWT atas selesainya laporan ini, karena hanya

dengan limpahan Rahmat dan Karunia-Nya, laporan ini dapat selesai sesuai waktu

yang telah di tentukan.

        Penyusun menyadari bahwa, banyak kekurangan yang terdapat dalam

penyusunan lapora ini. Penyusun berharap kritik dan saran yang bersifat

membangun untuk menyempurnakan isi laporan ini.

         Oleh karena itu melalui momentum yang sangat berharga ini, dengan

penuh kesadaran serta kerendahan hati, secara tulus ikhlas, sambil memohon

Ridho dan Rahmat dari yang Maha Kuasa, maka izinkanlah penyusun

mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam

penyusunan laporan ini.



                                                  Gorontalo,   Desember 2010



                                                          Penyusun




                                      2
                                           DAFTAR ISI                                                    Halaman

Halaman Sampul ............................................................................................. 1

Kata Pengantar ................................................................................................. 2

Daftar Isi .......................................................................................................... 3

Bab I. Pendahuluan

        1.1 Latar Belakang ................................................................................. 4

        1.2 Tujuan .............................................................................................. 5

        1.3 Manfaat ............................................................................................ 5

Bab II Tinjauan Pustaka

        2.1. Teori ............................................................................................... 6

        2.2. Uraian Bahan .................................................................................. 11

Bab III. Metode Kerja

        3.1. Alat-alat yang digunakan ................................................................. 13

        3.2. Bahan-bahan yang digunakan ......................................................... 13

        3.3. Cara Kerja ........................................................................................ 13

Bab IV. Pembahasan

        4.1. Hasil Pengamatan ............................................................................ 15

        4.2 Pembahasan ..................................................................................... 17

Bab V. Penutup

        5.1. Kesimpulan ...................................................................................... 20

        5.2. Saran ............................................................................................. 20

Daftar Pustaka ............................................................................................. 21




                                                            3
                                      BAB I

                                PENDAHULUAN

.1. Latar Belakang

       Dalam dunia farmasi banyak terdapat bahan-bahan yang mempunyai

tingkat kelarutan yang berbeda-beda. Ada bahan-bahan yang bisa bercampur

homogen dan ada juga yang heterogen. Sehingga untuk dapat mengetahui zat-zat

apa yang terkandung dalam campuran yangt homogen tersebut maka harus

dilakukan pemisahan yang akan memisahkan campuran tersebut sesuai

komponen-komponennya.

       Pemisahan campuran dari dua zat bergantung dari campurannya.

Maksudnya adalah kedua zat ini apakah bercampur secara homogen atau

heterogen. Sehingga bisa diketahui pemisahan apa yang cocok untuk digunakan

dalam pemisahan campuran zat tersebut.

       Pada percobaan ini dimana akan memisahkan campuran menjadi

komponennya yang dimana pada percobaan ini digunakan dua zat yang dapat larut

dalam air (garam) dan yang tidak larut dalam air (pasir).

       Pemisahan campuran ini sangatlah penting dalam dunia farmasi, karena

dapat membantu dalam menemukan komponen apa yang terkandung dalam suatu

sediaan obat yang dalam bentuk cair sehingga dapat mengetahui kandungan atau

zat-zat apa yang terdapat dalam sediaan obat tersebut.




                                         4
.2. Maksud Percobaan

      Mengetahui komponen-komponen yang terkandung dalam suatu campuran

   padat dengan padat dengan melakukan pemisahan campuran dengan cara

   pemisahan secara sederhana atau dengan metode penyaringan.

.3. Tujuan Percobaan

   a) untuk memisahkan suatu campuran padat dengan padat menjadi

      komponenny berdasarkan perbedaan kelarutan terhadap pelarutnya dengan

      menggunakan metode yang sesuai.

   b) Untuk menentukan kadar garam yang tercampur dalam campuran garam

      dan pasir




                                    5
                                     BAB II

                             TINJAUAN PUSTAKA

5.2 Teori

        Campuran adalah zat yang terbentuk dari beberapa jenis zat yang sifat-sifat

zat pembentuknya tetap masih ada (3). Campuran yang terbentuk dari gabungan

beberapa unsur dan senyawa, sebagai contoh air laut tersusun dari air dan garam,

dan zat padat terlarut lainnya. Susu tersusun dari lemak dan zat padat lain yang

terlarut (7).

        Campuran dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu Campuran

homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen adalah campuran jika

batas zat-zat penyusunnya tidak nampak dan masing-masing partikel zatnya

tersebar merata. Contohnya pada larutan oralit terbentuk oleh air, gula dan garam.

Sedangkan campuran heterogen adalah zat yang terbentuk oleh beberapa jenis zat,

yang batas zat penyusunnya masih dapat dilihat atau dikenal dan sifat-sifat zat

penyusunnya masih ada. Contohnya pada campuran yang terbentuk oleh air dan

minyak goreng, gula pasir dimasukan kedalam gelas yang berisi air hangat, gula

larut, rasa larutan dibagian bawah lebih manis dari pada dibagian permukaan,

suatu materi terbentuk oleh semen,batu kerikil dan batu pasir. Jika materi itu

dibelah, maka semen, batu pasirdan batu kerikilnya akan nampak jelas (3).

        Metode pemisahan merupakan suatu cara yang digunakan untuk

memisahkan atau memurnikan suatu senyawa atau sekelompok senyawa yang

mempunyai susunan kimia yang berkaitan dari suatu bahan, baik dalam skala

laboratorium maupun dalam skala industri (1).



                                         6
        Berdasarkan tahap proses pemisahan,metode pemisahan dapat dibedakan

menjadi dua golongan, yaitu :

1.   Metode pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan cara satu

     tahap. Proses ini terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang

     relatife sederhana.

2.   Metode pemisahan kompleks adalah metode yang memerlukan beberapa

     tahap kerja, diantaranya penambahahn bahan tertentu, pengaturan proses

     mekanik alat, dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan (1).

Ada beberapa dasar pemisahan campuran antara lain sebagai berikut (9):

a.   Ukuran partikel

     Bila ukuran partikel zat yang diinginkan berbeda dengan zat yang tidak

     diinginkan (zat pencampur), maka dapat dipisahkan dengan metode filtrasi

     (penyaringan).

b.   Titik didih

     Bila antara zat hasil dan zat pencampur memiliki titik didih yang jauh

     berbeda dapat dipishkan dengan metode destilasi. Apabila titik didih zat hasil

     lebih rendah daripada zat pencampur, maka bahan dipanaskan antara suhu

     didih zat hasil dan di bawah suhu didih zat pencampur

c.   Kelarutan

     Suatu zat selalu memiliki spesifikasi kelarutan yang berbeda, artinya suatu zat

     mungkin larut dalam pelarut A tetapi tidak larut dalam pelarut B, atau

     sebaliknya.




                                         7
d.   Pengendapan

     Suatu zat akan memiliki kecepatan mengendap yang berbeda dalam suatu

     campuran atau larutan tertentu. Zat-zat dengan berat jenis yng lebih besar

     daripada pelarutnya akan segera mengendap. Jika dalam suatu campuran

     mengandung satu atau beberapa zat dengan kecepatan pengendapan yang

     berbeda dan kita hanya menginginkan salah satu zat, maka dapat dipisahkan

     dengan metode sedimentasi atau sentrifugsi. Namun jika dalm campuran

     mengandung lebih dari satu zat yang akan kita inginkan, maka digunakan

     metode presipitasi.

e.   Difusi

     Dua macam zat berwujud cair atau gas bila dicampur dapat berdifusi

     (bergerak mengalir dan bercampur) satu sama lain. Gerak partikel dapat

     dipengaruhi oleh muatan listrik. Listrik yang diatur sedemikian rupa (baik

     besarnya tegangan maupun kuat arusnya) akan menarik partikel zat hasil ke

     arah tertentu sehingga diperoleh zat yang murni.

f.   Adsorbsi

     Adsorbsi merupakan penarikan suatu zat oleh bahan pengadsorbsi secara kuat

     sehingga menempel pada permukaan dari bahan pengadsorbsi. Penggunaan

     metode ini diterapkan pada pemurnian air dan kotoran renik atau organisme.

     Mekanisme pemisahan pada Partikel-partikel zat padat cenderung memisah

dengan adanya perbedaan ukuran, kerapatan, bentuk, dan sifat-sifat lain dari

partikel yang membentuknya. Proses segregasi (pemisahan) terjadi selama

pencampuran, dan selama urutan penanganan dari campuran yang telah sempurna,



                                         8
hal ini terutama nyata pada serbuk yang mengalir bebas. Serbuk-serbuk yang tidak

mengalir bebas, atau yang mengadakan gaya kohesi dan adhesi yang tinggi antara

partikel-partikel yang mempunyai komposisi sama atau tidak sama sering sukar

dicampur karena terjadinya pengumpulan (aglomerasi). Untuk keadaan demikian,

gumpalan pertikel dapat dipecahkan dengan menggunakan mikser yang

menimbulkan gaya shear yang tinggi atau yang menyebabkan serbuk memadat.

Jika serbuk-serbuk ini telah dicampur, mereka mungkin tidak dapat terpisah lagi,

karena gaya antar partikel yang relatif tinggi yang menahan gerakan antar pertikel

untuk memisah (4).

Ada beberapa Jenis-Jenis Metode Pemisahan yakni :

1.   Filtrasi atau penyaringan

     Filtrasi Merupakan metode pemisahan untuk memisahkan zat padat dari

     cairan dengan menggunakanalat berpori (penyaring). Dasar pemisahan

     metode ini adalah perbedaan ukuran pertikel antara           pelarut dan zat

     terlarutnya (2). Proses filtrasi yang dilakukan adalah bahan harus dibuat

     dalam bentuk larutan atau berwujud cair kemudian disaring. Hasil

     penyaringan disebut filtrat sedangkan sisa yang tertinggal dipenyaring disebut

     residu (ampas). Contohnya yaitu menghilangkan pirogen (pengotor) pada air

     suntik injeksi dan obat-obat injeksi , dan membersihkan sirup dari kotoran

     yang ada pada gula (2).

2.   Sublimasi

     Sublimasi merupakan metoda pemisahan campuran dengan menguapkan zat

     padat tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak



                                         9
     menyublim akan tertinggal (2). Bahan-bahan yang menggunakan metode ini

     adalah bahan yang mudah menyublim, seperti kamfer dan iod (2).

3.   Kristalisasi

     Kristalisasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang

     terlarut dalam suatu larutan. Dasar metode ini adalah kelarutan bahan dalam

     suatu pelarut dan perbedaan titik beku (2). Kristalisasi ada dua cara yaitu

     kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan. Contoh proses kristalisasi

     yaitu pembuatan garam da;pur dari air laut. Mula-mula air laut ditampung

     dalam suatu tambak, kemudian dengan bantuan sinar matahari dibiarkan

     menguap. Setelah proses penguapan, dihasilkan garam dalm bentuk kasar dan

     masih bercampur dengan pengotornya. Sehingga untuk mendapatkan garam

     yang bersih diperlukan proses rekristalisasi (pengkristalan kembali) (2).

4.   Destilasi

     Destilasi merupakan metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang

     berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang mempunyai

     titik didih yang berbeda (2). Bahan yang dipisahkan oleh metode ini adalah

     bentuk larutan cair, tahan terhadap pemanasan dan perbedaan titik didihnya

     tidak terlalu dekat. Contoh destilasi adalah proses penyulingan minyak bumi,

     pembuatan minyak kayu putih, dan memurnikan air minum (2).

5.   Ekstrasi

     Ekstrasi merupakan metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran

     dalam pelarut yang sesuai. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan

     bahan dalam pelarut tertentu (2).



                                         10
6.   Kromatografi

     Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan

     perambatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode

     ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan oleh

     bahan   penyerap,   dan    vilatilitas    (daya   penguapan).   Contoh   proses

     kromagtografi sederhana adalah kromagtografi kertas untuk memisahkan tinta

     (2).

2.2. Uraian Bahan

     1. Air Suling (5)

        Nama Resmi             : Aqua destilata

        Nama Lain              : Air suling

        Rumus Molekul          : H2O

        BM                     : 18,02

        Pemerian               : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau,tidak

                                mempunyai rasa

        Penyimpanan            : Dalam wadah tertutup baik

        Kegunaan               : Sebagai pelarut

     2. Garam (5)

        Nama Resmi             : Natrii chloridum

        Nama Lain              : Natrium klorida

        Rumus Molekul          : NaCl

        BM                     : 58,44

        Pemerian               : Hablur heksahedrat, tidak berwarna atau serbuk



                                          11
               hablur putih ; tidak berbau, rasa asin

Kelarutan     : Larut dalam 2,8 bagian air, dalam 2,7 bagian air

               mendidih dan dalam lebih kurang 10 bagian

               gliserol P ; sukar larut dalam etanol (95%) P

Penyimpanan   : Dalam wadah tertutup baik

Kegunaan      : Sumber ion klorida dan ion natrium




                        12
                                  BAB III

                               METODE KERJA

3.1 Alat-alat yang digunakan

    1) Timbangan analitik

    2) Gelas piala kecil

    3) Gelas ukur 25 ml

    4) Cawan penguap

    5) Batang pengaduk

    6) Corong plastik

    7) Kaca arloji

    8) Oven

    9) Gegep kayu

    10) Sendok tandu

5.2 Bahan-bahan yang digunakan

    1) Garam (NaCl)

    2) Pasir

    3) Air suling

    4) Kertas saring

    5) Kertas perkamen

3.3 Cara kerja

    1) Timbang saksama beker gelas kecil

    2) Timbang sakasama 5 g zat uji kedalam gelas piala




                                     13
3) Larutkan dengan air sebanyak 3 kali masing-masing 25 ml, 15 ml, 10 ml

    (Tiap kali melarutkan disaring dengan saksama kedalam piring penguap)

4) Uapkan filtrat dengan api asbes yang kecil

5) Kalau airnya sudah habis menguap, lanjutkan pengeringan dengan oven

    selama 30 menit pada suhu 105o C.

6) Dinginkan dalam eksikator, kemudian timbanag saksama

7) Catat datanya, kemudian hitunglah kadar garam dapur dalam campuran

    tersebut.




                                  14
                                   BAB IV

                               PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan

   Sampel (garam + pasir)

   Sampel A1

    Sampel sebelum          Sampel sesudah           Kadar Garam

     dilarutkan (a)          dilarutkan (b)               x 100 %

          5g                   4,8628 g                2,744 %



   Sampel A2

    Sampel sebelum          Sampel sesudah           Kadar Garam

     dilarutkan (a)          dilarutkan (b)               x 100 %

          5g                   7,8174 g               56,348 %



   Sampel A3

    Sampel sebelum          Sampel sesudah           Kadar Garam

     dilarutkan (a)          dilarutkan (b)               x 100 %

          5g                   5,8487 g                16,874 %
Dimana diketahui :

Sampel sesudah dikeringkan = berat sampel setelah kering – berat beker kosong

Perhitungan :

a. Sampel A1

  Berat beker kosong = 61,6658 g

  Berat sampel A1 setelah kering = 66,5286 g



                                      15
  Sampel sesudah dikeringkan = berat sampel kering – berat beker kosong

                              = 66,5286 g – 61,6658 g

                              = 4,8628 g

          Kadar garam A       =

                              =

                              = 2,744%

b. Sampel A2

  Berat beker kosong = 62,5398 g

  Berat sampel A2 setelah kering = 70,3572 g

  Sampel sesudah dikeringkan = berat sampel kering – berat beker kosong

                              = 70,3572 g – 62,5398 g

                              = 7,8174 g

          Kadar garam B       =

                              =

                              =

                              = - 56,348%

c. Sampel A3

  Berat beker kosong = 62,7541 g

  Berat sampel A3 setelah kering = 68,6028 g

  Sampel sesudah dikeringkan = berat sampel kering – berat beker kosong

                              = 68,6028 g – 62,7541 g

                              = 5,8487 g


                                     16
           Kadar garam C       =

                               =

                               =

                               = - 16,974%

5.2 Pembahasan

       Pada praktikum ini dilakukan percobaan pemisahan campuran antara padat

dengan padat, yaitu antara pasir dan garam yang dilarutkan dalam aquadest yang

dimana pasir dan garam memiliki perbedaan kelarutan dalam pelarut. Garam

merupakan zat yang mudah larut dengan aquadest sehingga disebut dengan

campuran homogen, sedangkan pasir sangat sukar larut dalam aquadest sehingga

disebut dengan campuran heterogen yaitu campuran yang memiliki dua fase.

       Perbedaan campuran homogen dan heterogen yaitu campuran homogen

dimana semua bagian campuran memiliki susunan yang sama dan seragam.

Campuran homogen juga sering disebut dengan larutan. Sebagai contoh pada

campuran teh dan campuran susu. Ini disebabkan karena komponen dalam larutan

ini sudah tercampur menjadi satu dan memiliki susunan komponen yang sama

disemua bagian larutan (8). Sedangkan campuran heterogen merupakan campuran

yang penyusunnya tidak seragam atau tidak sama. Contoh campuran herogen

yaitu campuran ntara tanah dan batu kerikil. Hal ini terjadi karena komponen

penyusun campurannya masih dapat dibedakan antara tanah dan batu kerikil (8).

       Garam dan pasir ditimbang seksama masing-masing 5g. Timbang seksama

yang dimaksud disini adalah penimbangan yng diperkenankan tidak lebih dari



                                      17
0,1% dari jumlah yang ditimbang. Kemudian garam dan pasir dimasukkan dalam

gelas beker kecil dicampur dan dilarutkan dalam 50 ml aquadest. Akan tetapi

tidak sekaligus 50 ml aqudest melainkan dilakukn sebanyak 3 kali masing-masing

25 ml, 15 ml, dan 10 ml aquadest.

       Campuran garam dan pasir yang pertama dilarutkan dalam 25 ml aquadest

diaduk dengan menggunakan batang pengaduk kemudian disaring. Hasil

penyaringan atau filtrat dimasukkan kedalam cawan porselin. Kemudian residu

atau ampas dilarutkan kembali dengan 15 ml aquadest, hal tersebut dilakukan agar

garam dapat larut sempurna. Hal yang sama juga dilakukan pada 10 ml aquadest

terhadap residu penyaringan campuran yang sebelumnya agar garam tersebut

diharapkan sudah habis terlarut dalam aquadest atau dalam pelarut.

       Kemudian hasil filtrat dari campuran garam dan pasir yang telah dilarutkan

dengan 50 ml aquadest yang dilakukan sebanyak 3 kali(25 ml, 15 ml, 10 ml),

dimasukkan kedalam oven agar kandungan air dari campuran tersebut habis atau

kering sehingga yang tersisa tinggallah garam yang dihasilkan dari proses

penguapan tadi. Suhu oven yang digunakan adalah 1800 C. Tujuan digunakan

suhu 1800 C agar dapat mempercepat proses pengeringan.

       Dari hasil pengamatan yang diperoleh kadar garam A yaitu 2,744%, untuk

kadar garam B yaitu –56,348%, dan untuk kadar garam C yaitu -16,974%.

Adapun hasil ini merupakan hasil yang kurang valid sebab kadar yang terdapat

pada B dan C bukanlah menghasilkan nilai yang negative atau bertanda negatif

melainkan haruslah bartanda positif dan tidak boleh lebih dari 7%. Perbedaan ini




                                       18
diakibatkan kurang telitinya hasil timbangan yang diperoleh pada hasil

penimbangan setelah dikeringkan.




                                   19
                                   BAB V

                                 PENUTUP

5.2 Kesimpulan

   Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, didapatkan hasil kadar garam

dalam campuran garam dan pasir, yaitu :

1) Kadar garam A adalah 2,744%

2) Kadar garam B adalah – 56,348%

3) Kadar garam C adalah – 16,974%

5.2 Saran

   Sebaiknya alat-alat yang ada dilaboratorium dapat dilengkapi seperti

destilator, sehingga praktikum dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil

yang maksimal.




                                      20
                           DAFTAR PUSTAKA

1. Direktorat Jenderal pengawasan Obat dan Departemen Kesehatan RI .,

   1979. Farmakope Indonesia Edisi III, Departemen Kesehatan Republik

   Indonesia : Jakarta

2. http://alicezah.files.wordpress.com/2009/05/microsoft-word-pemisahan-

   camp.pdf

3. http: //mantrek,blogspot.com/2009/06/campuran

4. http://id.wikipedia.org/wiki/Proses_pemisahan

5. http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kulia

   web/2008/DIDAH%20RAHAYU%20%280606371%29/halaman 10.html

6. http://kimia.upi.edu/utama/bahanajar/kulia

   web/2008/DIDAH%20RAHAYU%20%280606371%29/halaman 12.html

7. http://kimiadasyat.blogspot.com

8. Leon Lachman.dkk., 2007. Teori dan Praktek farmasi Industri,

   Universitas Indonesia Press : Jakarta

9. Tungadi. R., 2009. Penuntun Praktikum Fisika, Universitas Negeri

   Gorontalo ; Gorontalo




                                     21

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6598
posted:12/11/2010
language:Indonesian
pages:21