Docstoc

metabolisme sperma

Document Sample
metabolisme sperma Powered By Docstoc
					  METABOLISME SPERMA
(Makalah Teknologi Reproduksi)




     Rahadian fachrudin
         0814061019




  JURUSAN PETERNAKAN
  FAKULTAS PERTANIAN
  UNIVERSITAS LAMPUNG
            2010
Metabolisme spermatozoa harus dipelajari di dalam kondisi yang dapat
dipergunakan pengukuran secara cermat dengan sedikit perubahan kuantitatif bagi
sejumlah bahan bakar di lingkungan cairan plasma air mani, pada waktu terjadi
pertukaran zat antara pemberi dan penerimanya dan sedikit sekali dengan
pertukaran zat berupa gas. Pertukaran demikian sering memerlukan persyaratan
pemisahan spermatozoa dari lingkungannya yang normal ke lingkungan yang
dapat dikendalikan.


Peristiwa tadi dapat dijelaskan dengan salah satu alas an, umpama sedikit
diketahui mengenai aktivitas metabolism spermatozoa di dalam air mani. Plasma
seminalis tersusun dari bahan-bahan yang kompleks dan sering membingungkan.
Enersi yang langsung terpakai untuk pergerakan spermatozoa dihasilkan oleh
serabut ekor berasal dari uraian ATP yang disangka terdapat di dalam sabuk spiral
yang mengikat berkas serabut. Nukleotid ini tersusun dari basa adenosine, yaitu
ikatan lingkaran dari 5 karbon ribose dan tiga ikatan fosfat, kedua dari yang
terakhir mengandung banyak enersi dan hanya tersusun menjadi satu kelompok
dengan tambahan enersi yang sangat banyak. Bila ATP siaktifkan oleh enzim
tertentu maka ikatan fosfat pertama yang mengandung banyak enersi akan terurai,
dilepaskan enersi, ditinggalkan ADP dan terbentuklah fosfat organik:
ATP            ADP+HPO3-+ENERSI
      FOSFATASE
Ikatan kaya enersi yg kedua kemudian dapat terurai dari ADP, melepaskan enersi
untuk kontraksi fibril, dan terbentuklah fosfat anorganik:
ADP            AMP+HPO3-+ENERSI

      FOSFATASE


Dalam kondisi yang menguntungkan pelepasan enersi dapat dipergunakan untk
enersi mekanik (pergerakan) atau enersi kimiawi (biosintesa); bila enersi yang
dilepaskan tidak terpakai, maka enersi ini dibuang sebagai panas. Bila persediaan
P     P dalam ATP dan ADP telah habis, kontraksi fibril spermatozoa berhenti dan
gerakan juga berhenti. Supaya motilitas masih dapat berlangsung ADP dan ATP
harus bangun kembali.


Untungnya, reaksi ini dapat berbalik. Untuk membangun kembali ATP dan ADP,
atau pembentukan ADP dari AMP, dengan menambahkan kelompok fosfat,
sumber enersi dari luar diperlukan. Kebanyakan aktifitas faali disertai dengan
pelepasan enersi uraian reaksi dari bahan organik saperti karbohidrat dan lemak.
Sumber fosfat anorganik dalam jumlah minimum diperlukan untuk membentuk
lagi ikatan P    P. Pembentukan kembali ATP dapat terjadi tanpa oksigen bila
disertai glikolisis dan respirasi.


ditinjau dari pola metabolisme spermatozoa, oksigen tidak merupakan sebagai
unsure yang mutlak harus ada. Oksigen hanya diperlukan bila aktifitas metabolism
tidak dapat terjadi tanpa oksigen. Factor lain mengemudikan derajat kebutuhan
oksigen untuk menghasilkan enersi untuk tenaga gerak. Jadi, meskipun produksi
enersi dari tiap unit karbon jauh lebih efisien bila disertai dengan oksidasi
daripada hanya glikolisis, tetapi ternyata hasil percobaan dalam kondisi tertentu
menghasilkan produksi enersi dari glikolisis sama cepatnya di bawah pengaruh
oksigen atau tanpa oksigen.


Faktor-faktor yang mempengaruhi angka metabolisme spermatozoa adalah:
    -   Temperature
        Spermatozoa yang didinginkan di bawah temperature tubuh menunjukan
        bahwa motilitas menurun bila temperature dibawah suhu badan dan
        berhenti sama sekali bila temperature itu berada beberapa derajat diatas
        titik beku. Sedangkan metabolisme tidak berhenti tetapi berjalan perlahan-
        lahan.
    -   Konsentrasi sel mani
        Konsentrasi tidak terlalu berpengaruh pada metabolisme sperma, namun
        akan berpengaruh apabila dilakukan pengenceran dengan bahan yang
        berbeda-beda.
-   Fosfat anorganik
    Kenaikan minimum konsentrasi ion-ion posfat berperan dalam
    pengendalian metabolisme aerob spermatozoa. Ion posfat dapat
    menghambat pemakaian oksigen sampai setengahnya dan menggantinya
    dengan metabolisme anaerob. Dengan kata lain metabolisme tidak
    menurun tetapi berganti penggunaannya.
-   pH
    pH akan menghambat pekerjaan enzim dalam spermatozoa, sehingga akan
    memperlambat metabolisme spermatozoa.
-   Kation dan anion
    Kation dan anion berpengaruh dalam kestabilan tekanan osmosis dalam
    metabolisme spermatozoa. Karena apabila tekanan osmosis terganggu,
    maka metabolisme spermatozoa akan terhenti

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:561
posted:12/11/2010
language:Indonesian
pages:5