Docstoc

laporan pendugaan bobot sapi

Document Sample
laporan pendugaan bobot sapi Powered By Docstoc
					                                     BAB I
                                 PENDAHULUAN


I. 1 Latar Belakang


       Pendugaan dan pengukuran pada ternak sapi sering di perlukan, bahkan
dalam menduga dan mengukur merupakan suatu hal yang mutlak harus dikuasai
seorang peternak atau yang berkecimpung dalam dunia peternakan.
       Penguasaan ketrampilan sangat diperlukan. Karena dalam kondisi
lapangan, keadaan peralatan serta fasilitas lainnya yang diperlukan untuk
menentukan parameter sering kali sulit diperoleh. Sebagai contoh, untuk
memperoleh bobot badan yang akurat dalam penimbangan bobot ternak sapi
diperlukan timbangan khusus ternak sapi (scale). Akan tetapi, alat timbangan ini
sulit ditemukan di lapangan. Kalau pun ada, terlalu repot membawa-bawa
timbangan yang demikian berat dan memakan tempat. Oleh karena itu, untuk
menduga bobot badan cukup dengan mengukur ukuran sapi tertentu yang
berkaitan dengan bobot ternak tersebut.
       Agar tidak terlalu melesat jauh dari bobot sebenarnya, dibuatlah rumus-
rumus bobot badan yang benar-benar telah teruji berdasarkan ukuran tubuh
tersebut.


I. 2. Tujuan
       Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
       1. Mahasiswa mengetahui rumus yang digunakan dalam menduga bobot
            tubuh ternak
       2. Mahasiswa mengetahui ukuran ternak yang diukur dalam menduga
            ukuran bobot tubuh
                                      BAB II
                              TINJAUAN PUSTAKA




         Menurut Y. Bambang Sugeng (2004) pemilihan bibit berdasarkan
penilaian bentuk luar akan semakin sempurna atau meyankinkan bila dengan
dilanjutkan pengukuran bagian-bagian tertentu seperti panjang tubuh, lebar dan
dalam dada, lingkar dada, dan sebagainya.
         Tinggi gumba merupakan ukuran tinggi sapi. Cara pengukuran kita
lakukan dari bagian tertinggi gumba ke tanah mengikuti garis tegak lurus. Tinggi
punggung atau kemudi diukur dari bagian punggung atau kemudi yang tertinggi
ke tanah mengikuti garis tegak lurus.Lebar dada adalah jarak antara sendi bahu
kiri dengan bahu kanan. Cara pengukuran kita lakukan dengan menarik garis
horizontal antara tepi luar sendi bahu kanan dan kiri atau antara rusuk kiri dan
kanan yang diukur di belakang tulang belikat.
         Lebar kemudi adalah jarak antara tepi sendi paha kiri dan kanan. Cara
pengukuran kita lakukan dengan menarik garis horizontal dari tepi luar sendi paha
kiri dan kanan. Ukuran ini merupakan besarnya tubuh sapi yang bersangkutan
untuk diukur melalu lingkar dada. Cara pengukuran kita lakukan dengan
menggunakan pita ukur atau raffia mengikuti lingkar dada atau tubuh di belakang
bahu melewati gumba. Dan, pada sapi berpunuk, pengukurannya tepat di belakang
punuk.
         Panjang badan merupakan jarak antara tepi depan sendi bahu dan tepi
belakang tulang tapis. Cara pengukuran kita lakukan dengan menarik garis
horizontal dari tepi depan sendi bahu sampai ke tepi belakang tulang tapis.
Panjang tungging merupakan jarak antara muka pangkal paha sampai tepi
belakang tulang tapis. Cara pengukuran kita lakukan dengan menarik garis
horizontal dari tepi luar pangkal paha sampai tepi belakang tulang tapis.
       Sedangkan Undang Santosa (2001) menyatakan bahwa pengukuran ukuran
tubuh ternak sapi dapat dipergunakan untuk menduga bobot badan seekor ternak
sapi dan sering kali dipakai juga sebagai parameter teknis penentuan sapi bibit
berbagai rumus penentuan bobot badan berdasarkan ukuran-ukuran tubuh telah
banyak diketahui, bahkan berbagai penelitian telah mengoreksi rumus tersebut
disesuaikan dengan keadaan lingkungan, pengaruh genetis, dan waktu.
       Rumus penentuan bobot badan berdasarkan ukuran tubuh bertolak dari
anggapan bahwa tubuh ternak sapi itu berupa sebuah tong. Oleh karena itu,
ukuran tubuh yang digunakan untuk menduga bobot tubuh biasanya adalah
panjang badan dan lingkar dada.
       Rumus yang telah dikenal adalah rumus Schoorl yang mengemukakan
pendugaan bobot badan ternak sapi berdasarkan lingkar dada sebagai berikut.


       Bobot Badan (kg) =

       Rumus lain yang diturunkan adalah Winter yang telah menggunakan
lingkar dada dan panjang badan dalam pendugaannya. Rumus itu seperti berikut.


       Bobot badan (lbs) =
                                         BAB III
                                 METODE PERCOBAAN


III.1. Bahan dan Alat
     Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sapi tiap kelompok 2
ekor saja. Alat yang digunakan adalah kandang jepit, alat ukur, pita ukur,
timbangan, alat tulis, kalkulator.


III.2 Cara Kerja
     Cara kerja dari praktikum ini adalah
     1. Lakukan pengukuran panjang badan dan lingkar dada dengan
         menggunakan pita ukur pada setiap sapi
     2. Hitunglah bobot badan sapi dugaan dengan menggunakan rumus-rumus
         dugaan
     3. Timbanglah sapi dengan menggunakan timbangan ternak
     4. Bandingkanlah bobot badan hasil penimbangan dengan bobot badan
         dugaan
                                    BAB IV
                         HASIL DAN PEMBAHASAN




IV. 1 Hasil Pengamatan
      Didapat hasil pengamatan adalah sebagai berikut.
      Data 1
                            PO kecil          PO besar
               BB Nyata
               (kg)                        96              135
               LD (cm)                     99              115
               LD (inch)                38.97            45.28
               TG (cm)                    125              105
               PB (cm)                     88               85
               PB (inch)                34.65            33.46
               BB Pita (kg)               111              135
               Gigi         gigi susu semua gigi susu semua

      Data 2
                                     SAPI 4 SAPI 5
                     BB Nyata           207    218
                     LD (cm)            140    148
                     LD (inch)           52     58
                     TG (cm)            116    118
                     PB (cm)             85     86
                     PB (inch)         33.5   33.9
                     BB pita (kg)       235    257
                     gigi                 8      8
Hasil perhitungan
               Dengan menggunakan rumus dari Schoorl

         BB =

               Dengan menggunakan rumus Denmark

         BB =

               Dengan menggunakan rumus Winter

         BB =

               Cara menghitung penyimpangan adalah
          Hasil perikiraan bobot menggunakan rumus = X
         X—BB nyata = Y

         Penyimpangan (%) =

Maka didapat tabel penyimpangan rumus sebagai berikut.
Data 1
             Sapi PO                       Sapi PO
             Kecil                         besar
Rumus        Perkiraan     Penyimpangan    Perkiraan     Penyimpangan
             bobot (kg)    (%)             bobot (kg)    (%)
Schoorl      146.41        34.43070828     187.69        28.07289
Winter       175.405334    45.26962331     228.6744      40.96409
Denmark 136.89             29.8706991      176.89        23.68138
Pita ukur 111              13.51351351     135           0
Data 2
             Sapi 5                        Sapi 6
Rumus        Perkiraan     Penyimpangan    Perkiraan     Penyimpangan
             bobot (kg)    (%)             bobot (kg)    (%)
Schoorl      262.44        21.12483        289           24.56747
Winter       305.552       32.25376        380.132       42.6515
Denmark 249.64             17.0806         275.56        20.88837
Pita ukur 235              11.91489        257           15.1751
IV.2 Pembahasan
       Dalam praktikun ini pengukuran dilakukan di kandang sapi jurusan
peternakan fakultas pertanian universitas Lampung pada hari Jumat tanggal 3
Desember 2010. Pengukuran meliputi tinggi gumba, panjang badan, lingkar dada,
bobot badan nyata, dan bobot nyata berdasarkan pita ukur.
       Selain menggunakan pita ukur, pendugaan bobot tubuh menggunakan
rumus Schoorl, Winter, dan Denmark. Terdapat banyak perbedaan hasil bobot
tubuh dari masing-masing rumus. Dari perbedaan hasil, terdapat hasil
penyimpangan pula dari bobot tubuh nyata.
       Untuk data pertama, didapatkan penyimpangan bobot tubuh. Rumus
Schoorl memperkirakan bobot tubuh adalah 146.41 kg, rumus Winter
memperkirakan bobot tubuh 175.405334 kg, rumus Denmark memperkirakan
bobot tubuh 136.89 kg, dan menggunakan pita ukur 111 kg. Sedangkan untuk
bobot tubuh nyata adalah 96 kg. Maka yang mendekati dari bobot tubuh nyata
adalah menggunakan pita ukur. Penyimpangan yang diperoleh antara bobot tubuh
nyata dengan pita ukur hanya 13.51351351 kg, ini adalah penyimpangan terkecil
dari rumus yang ada, sedangkan untuk penyimpangan bobot tubuh nyata yang
terbesar adalah menggunakan rumus Winter. Hal ini mungkin disebabkan ukuran
tubuh sapi yang berbeda dari negara asal ditemukannya rumus, sehingga kurang
cocok digunakan untuk sapi peranakan yang ada di Indonesia.

       Data kedua pun tidak jauh berbeda dari data pertama. Untuk
penyimpangan terbesar adalah menggunakan rumus Winter yang hampir 50%
penyimpangannya daripada menggunakan rumus lain. Tetapi, yang paling
mendekati dengan bobot tubuh nyata adalah menggunakan pita ukur. Dengan
menggunakan pita ukur, hanya butuh mengukur lingkar dada. Sehingga, untuk di
lapangan, dapat digunakan bobot pita ukur saja tanpa membawa timbangan nyata.

       Dari data kedua didapat penyimpangan dari rumus Schoorl 21.12483%
dari bobot tubuh nyata, rumus Winter 32.25376%, rumus Denmark 17.0806%,
dan menggunakan pita ukur hanya 11.91489%. Maka,dari hasil tersebut,
penyimpangan dari hasil rumus Winter terlalu besar, sehingga tidak cocok
digunakan.
                            BAB V

                        KESIMPULAN




Adapun kesimpulan dari laporan ini adalah

1. Rumus yang digunakan dalam menggunakan pendugaan bobot tubuh
   adalah menggunakan rumus Schoorl, rumus Winter, rumus Denmark,
   dan Pita Ukur.
2. Dalam menduga ukuran bobot tubuh, dapat diukur pula dari ukuran
   tubuh sebagai berikut: panjang badan, lingkar dada, dan tinggi gumba.
                             DAFTAR PUSTAKA




Santosa, Undang. 2001. Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Jakarta:
       Penebar Swadaya.

Sugeng, Y.Bambang. 2004. Sapi Potong. Jakarta: Penebar Swadaya.

http://blogs.unpad.ac.id/SaulandSinaga/?p=227

http://disertasibambang.blogspot.com/2008/10/bab-iii.html
       PENDUGAAN BOBOT TUBUH SAPI

       (Laporan Praktikum Ilmu Tilik Ternak)




                  Oleh kelompok 3

Andreas Sumantri              (0514061015)

Budi Kurniawan                (0814061028)

Furi Nursyamsi                (0714061040)

Nesti Anggraini               (0714061051)

Irma                          (0814061043)




            JURUSAN PETERNAKAN

            FAKULTAS PERTANIAN

           UNIVERSITAS LAMPUNG

                       2010


           UNIVERSITAS LAMPUNG

                       2010

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2495
posted:12/11/2010
language:Indonesian
pages:10