laporan pemeliharaan broiler

Document Sample
laporan pemeliharaan broiler Powered By Docstoc
					MANAJEMEN PEMELIHARAAN BROILER
   (Manajemen Usaha Ternak Unggas)




               IRMA
             0814061043




      JURUSAN PETERNAKAN
      FAKULTAS PERTANIAN
     UNIVERSITAS LAMPUNG
                2010
                                   BAB I
                             PENDAHULUAN


I.   1 Latar Belakang
     Ternak unggas merupakan ternak yang mempunyai potensi untuk
     dikembangkan karena produknya quick yielding (cepat menghasilkan) dan
     mengandung nilai gizi tinggi. Performans yang baik pada unggas akan
     tampak apabila faktor genetik dan lingkungan pemeliharaannya juga baik.


     Khususnya mengenai faktor genetik, untuk broiler (ayam pedaging) dapat
     disimpulkan bahwa genetiknya sudah baik karena strain broiler yang
     dipasarkan merupakan produk dari breeding farm yamg mempunyai kualitas
     yang baik secara kontinu melakukan seleksi terhadap parent stock dan day
     old chick (DOC) yang dihasilkan.

     Pemberian ransum yang lebih banyak pada siang hari ini, merupakan
     praktek pemberian ransum yang kurang efisien karena unggas akan
     mengalami stres akibat suhu yang tinggi di siang hari dan stres tambahan
     karena panas metabolisme didalam tubuhnya setelah mengonsumsi ransum
     yang diberikan. Menurut Rao, Nagalashmi, dan Redy (2002) selama cuaca
     panas, unggas harus dijauhkan dari ransum sementara karena suhu akan
     meningkat dan mencapai puncaknya. Pemberian ransum pada jam-jam
     awal dan akhir dari hari terang akan membantu mengurangi kematian pada
     broiler.

I.   2 Tujuan
     Adapun tujuan dari adanya praktikum ini adalah sebagai berikut:
     1.     Mahasiswa dapat mengetahui pemeliharaan ayam broiler yang baik
     2.     Mahasiswa dapat menjalankan dengan benar cara pemeliharaan
            broiler
                                      BAB II
                             TINJAUAN PUSTAKA




Ayam Broiler

        Ayam broiler adalah galur ayam hasil rekayasa teknologi yang memiliki
karakteristik ekonomis dengan ciri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil
daging, masa panen pendek dan menghasilkan daging berserat lunak, timbunan
daging baik, dada lebih besar dan kulit licin (North and Bell, 1990). Menurut
Rasyaf (1999) ayam broiler merupakan ayam pedaging yang mengalami
pertumbuhan pesat pada umur 1 – 5 minggu. Selanjutnya dijelaskan bahwa ayam
broiler yang berumur 6 minggu sudah sama besarnya dengan ayam kampung
dewasa yang dipelihara selama 8 bulan. Keunggulan ayam broiler tersebut
didukung oleh sifat genetis dan keadaan lingkungan yang meliputi makanan,
temperatur lingkungan, dan pemeliharaan. Pada umumnya di Indonasia ayam
broiler sudah dipasarkan pada umur 5- 6 minggu dengan berat 1,3 – 1,6 kg
walaupun laju pertumbuhannya belum maksimum, karena ayam broiler yang
sudah berat sulit dijual (Rasyaf, 1999).

        Menurut Mountney (1983) ayam broiler yang baik adalah ayam yang
cepat tumbuh dengan warna bulu putih, tidak terdapat warna-warna gelap pada
karkasnya, memiliki konfirmasi dan ukuran tubuh yang seragam. Ayam broiler
akan tumbuh optimal pada temperatur lingkungan 19 – 210C (Soeharsono, 1976).

Konsumsi Ransum

        Ternak akan dapat mencapai tingkat penampilan produksi tertinggi sesuai
dengan potensi genetiknya bila memperolh zat-zat makanan yang dibutuhkannya.
Zat makanan tersebut diperoleh ternak dengan jalan mengkonsumsi sejumlah
makanan (Sutardi,1980). Menurut Maynard and Loosly (1962) tujuan ternak
mengkonsumsi ransom adalah untuk hidup, bertumbuh dan berproduksi.

        Konsumsi adalah jumlah makanan yang terkonsumsi oleh hewan bila
diberikan secara ad libitum. (Parakkasi, 1999). Sedangkan menurut Tillman et al.
(1991) konsumsi diperhitungkan dari jumlah makanan yang dimakan oleh ternak,
dimana zat makanan yang dikandungnya akan digunakan untuk mencukupi
kebutuhan hidup pokok dan untuk produksi hewan tersebut.

        Palatabilitas juga merupakan faktor yang menentukan tingkat konsumsi
ransom pada ternak. Menurut Church (1979) palatabilitas dipengaruhi oleh
bentuk, bau, rasa tekstur, dan suhu makanan yang diberikan. Ewing (1963)
menambahkan bahwa ayam lebih menyukai bahan –bahan makanan yang
berwarna cerah.

        Unggas mengkonsumsi ransum kira-kira setara dengan 5% dari bobot
badan (Wiradisastra, 1986). Menurut Wahju (19970 konsumsi ransum ayam
jantan lebih besar daripada ayam betina. NRC (1994) menyebutkan bahwa rataan
konsumsi ransm ayam broiler yang dipelihara selama 4 minggu adalah 1616 gr
untuk jantan dan 1490 gr untuk betina.

Konsumsi Air

        Air merupakan senyawa penting dalam kehidupaan. Dua per tiga bagian
tubuh hewan adalah air dengan berbagai peranan untuk kehidupan (Parakkasi,
1999). Menurut Scott et al. (1982) , air mempunyai fungsi sebagai berikut : (1) zat
dasar dari darah, cairan interseluler dan intraseluler yang bekerja aktif dalam
transformasi zat- zat makanan, (2) penting dalam mengatur suhu tubuh karena air
mempunyais sifat menguap dan specific heat, (3) membantu mempertahankan
homeostatis dengan ikut dalam reaksi dan perubahan fisiologis yang mengontrol
pH, tekanan osmotis, konsentrasi elektrolit.
           Kandungan air dalam tubuh anak ayam berumur satu minggu adalah 85%
pada umur 42 minggu. Kehilangan air tubuh 10% dapat menyebabkan keruskan
yang sangat hebat dan kehilangan air tubuh 29% akan menyebabkan kematian
(Wahju, 1997).

           Pada ayam broiler konsumsi air minum erat hubungannya dengan bobot
badan dan konsumsi ransum. Menurut Ensminger et al (1990) pada umumnya
ayam mengkonsumsi air minum dua kali dari bobot pakan yang dikonsumsi.
Konsumsi air minum juga akan meningkatkan pada saat ayam pada temperatur
lingkungan yang inggi. (May and Lott, 1992). Menurut NRC (1994) konsumsi air
minum bertambah sekitar 7% setiap peningkatan suhu 10oC diatas suhu 2100C.

Pertumbuhan

           Salah satu hal penting dalam menentukan produksi ternak adalah dengan
mengetahui pertumbuhannya. Pertumbuhan merupakan suatu proses yang sangat
kompleks yang meliputi pertambahan bobot hidup dan pertumbuhan secara
merata dan serentak (Maynard et al., 1979). Sedangkan menurut Anggorodi
(1980) pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan dalam bentuk dan
jaringan seperti urat daging, tulang, jantung, otak, dan semua jaringan tubuh
lainnya.

           Pertambahan bobot badan diperoleh melalui pengukuran kenaikan bobot
badan dengan melakukan pertimbangan berulang-ulang dalam waktu tiap hari,
tiap minggu atau tiap bulan (Tillman et al., 19910. kecepatan pertumbuhan
mempunyai variasi yang cukup besar, keadaan ini bergantung pda tipe ayam, jenis
kelamin, galur, tata laksana, temperatur lingkungan, tempat ayam tersebut
dipelihara serta kualitas dan kuantitas makanan (Anggorodi, 1980). Scott et al
(1982) menyatakan bahwa dalam keaddan normal ayam jantan tumbuh lebih cepat
dari pada ayam betina.

           Keseimbangan zat-zat nutrisi terutama imbangan energi dan protein
penting karena nyata mempengaruhi pertumbuhan (Scott et al., 1982). Menurut
Siregar et l (9182) dan Wahju (1997) kualitas dari bahan-bahan makanan yang
dipergunakan untuk membuat ransum serta keserasiasn komposisi silai gizi yang
sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan merupakan dua hal yang penting
dalam menentukan puncak performan ayam broiler.

        Pada umumnya semua ternak unggas, khususnya ayam broiler termasuk
golongan yang memiliki pertumbuhan cepat. Scott et al. (1982) berpendapat
bahwa poertumbuhan ayam pedaging sengat cepat dan pertumbuhan dimulai sejak
menetas sampai umur 8 minggu, setelah itu kecepatan pertumbuhan akan
menurun.

        Pertumbuhan sangat erat hubungannya dengan konsumsi, dan
diperkirakan 63% dari penurunan pertumbuhan disebabkan karena menurunnya
konsumsi ransum dari ayam (Daghir, 1998). Leeson dan Summer (1991)
menjelaskan bahwa temperatur tinggi dan saat ayam dalam keadaan stress,
pertumbuhannya akan menurun karena konsumsi ransumnya menurun.

Konversi Ransum

        Konversi ransum merupakan suatu ukuran yang dapat digunkan untuk
menilai efisiensi penggunaan ransum serta kualitas ransum. Konversi ransum
adalah perbandingan antara jumlah ransum yang dikonsumsi dengan pertambahan
bobot badan dalam jangka waktu tertentu (North, 1984). Rasyaf (1992)
menyatakan bahwa salah satu ukuran efisiensi adalah dengan membandingkan
antara jumlah ransum yang diberikan (input) dengan hasil yang diperole baik itu
daging atau telur (output). Nilai suatu ransum selain ditentukan oleh nilai
konsumsi ransum dan tingkat pertumbuhan bobot badan juga ditentukan oleh
tingkat konversi ransum, dimana konversi ransum menggambarkan banyaknya
jumlah ransum yang digunakan untuk pertumbuhannya (Wiradisastra, 1986).
Semakin rendah angka konversi ransum berarti kualitas ransum semaikin baik.
Anggorodi (1980) menyatakan bahwa nilai konversi ransum dapat dipenuhi oleh
beberapa factor, diantaranya adalah suhu lingkungan, laju perjalanan ransum
melalui alat pencernaan, bentuk fisik, dan konsumsi ransum.

        Nilai konversi ransum berhubungan dengan biaya produksi, khususnya
biaya ransum, karena semakin tinggi konversi ransum maka biaya ransum akan
meningkat karena jumlah ransum yang dikonsumsi untuk menghasilkan bobot
badan dalam jangka waktu tertentu semakin tinggi. Nilai konversi ransum ransum
yang tinggi menunjukkan jumlah ransum yang dibutuhkan untuk menaikkan
bobot badan semakin meningkat dan efisiensi ransum semakin rendah (Card and
Nesheim, 1972)

Mortalitas

        Mortalitas atau angka kematian yaitu angka yang menunjukkan jumlah
ayam yang mati selama pemeliharaan. Mortalitas merupakan factor penting dan
harus diperhatikan dalam suatu usaha pengembangan peternakan ayam. Menurut
Togatorop et al. (1981) tingkat kematian ayam banyak terjadi pada minggu-
minggu pertama pemeliharaan dan sangat ditentukan oleh kondisi anak ayam pada
saat penetasan sampai pemeliharaan ayam.

        Tingkat mortalitas dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya bobot
badan, bangasa, tipe ayam, iklim, kebersihan lingkungan, sanitasi peralatan dan
kandang,penyakit (North, 1984), serta suhu lingkungan (Sugiaarti, 1981).

        Usaha-usaha dan pemberantasan penyakit yang dilaksanakan secara
teratur pada suatu peternakan ayam akan menguntungkan peternak, karena dapat
mengurangi tingkat kematian. Menurut Clayton (1967) tingkat kematian sebesar
5% tidak terlalu7 mempengaruhi biaya produksi, tetapi untuk kematian sebesar 20
30% pengaruhnya besar sekali terhadap biaya produksi. Selanjutnya salah satu
untuk menekan angka kematian adalah dengan memilih bibit ayam yang bermutu
baik.
                                         BAB III

                                METODE PRAKTIKUM




III.   1. Alat dan Bahan

        Alat yang digunakan untuk praktikum manajemen ternak unggas adalah
        sebagai berikut: timbangan, gelas ukur, kantong plastik pembungkus
        ransum untuk keperluan tiap minggu, chick feed tray, tirai plastik,
        brooder, kalkulator, mistar, soccorex, penggaru litter, gallon 2 liter.

        Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: anak
        ayam umur sehari (DOC), gula pasir, vitachick, air minum, ransum
        broiler, buku recording, vaksin gumboro, vaksin ND La Sota, sekam,

III.   2. Cara kerja

        Persiapan Pemeliharaan Broiler

              Membersihkan kandang, dinding kandang, atap, dan sekat
              dengan sapu dan membilasnya dengan air, biarkan kandang
              sampai kering.


              Membersihkan tirai,tempat ransum,tempat minum, nampan,
              batubata dengan air deterjen, kemudian bilaslah dengan
              larutan antisep



                Setelah kandang kering,semprot dengan larutan antisep
                dengan menggunakan sprayer kemudian kapuri.
      Buat area brooding dengan membuat area 1 x 1m dengan
      menggunakan sekat, kemudian taburkan litter setebal 10 cm.
      Letakkan batu bata untuk meninggikan tempat minum.



    Hidupkan brooder yang pemanasnya dari bohlam 60 watt
    untuk setiap area brooding.


 Pemeliharaan Broiler Pada Fase Starter



      Keluarkan doc yang baru dating dari dalam box, seleksi dan
      timbang bobotnya. Kemudian masukkan kedalam area
      brooding.


      Berikan air minum yang mengandung 50 gram dalam 1 liter
      air. Kemudian timbang ransum untuk satu minggu.



      Ransun diberikan 2- 3 kali /hari, kemudian air minum diberi
      vitachick sesuai kebutuhan dan diberikan berturut – turut. Dan
      catat konsumsi ransum serta konsumsi air minum
      perminggunya.



      Periksa penyebaran nayam diarea brooding, Untuk mengukur
      dan mencatat suhu serta kelembabannya.



       Pada hari ke-4 Lakukan vaksinasi ND melalui tetes mata atau
       hidung menggunakan vaksin Hitchner B1 yang sudah
       dilarutkan dengan larutan pengencernya.


       Celupkan kaki kedalam larutan dipping setiap masuk ke
       kandang. Kemudian membuat data recording.
      Memasang tirai plastik pada siang maupun malam hari supaya
      terhindar dari pengaruh udara luar
 Pemeliharaan Broiler Pada Minggu kedua



      Keluarkan tempat air minum dan tempat ransum dari area
      brooding.


      Menimbang dan mengukur sisa ransumdan air minum,
      Kemudian menghitung konsumsi ransum dan air minum ayam
      perekor per minggu.



     Menimbang bobot anak ayam umur 7 hari, kemudian
     menghitung pertambahan bobot tubuh ayam minggu pertama.



     Menghitung jumlah konversi ransum, efisiensi ransum dan
     mortalitas.
 Pemeliharaan Broiler Pada Minggu ketiga


    Keluarkan tempat air minum dan tempat ransum dari area
    brooding.


    Menimbang bobot anak ayam, kemudian menghitung
    pertambahan bobot tubuh ayam minggu pertama



    Saat ayam berumur 14 hari, Lakukan vaksinasi gumboro dengan
    suntikan intramuskular dengan vaksin Medivac Gumboro.


    Sediakan ransum dan air minum yang mengandung anti stress
    sesuai dosis.


      Pada Hari ke-21, Lakukan vaksin ND melalui air minum
      dengan menggunakan vaksin ND Lasota. Namun sebelum
      divaksin ayam dipuasakan terlebih dahulu selama 2-3 jam


      Buka tirai plastik 2/3 bagian pada siang dan malam hari, dan
      matikan brooder,dan menghidupkan lampu penerang pada
      malam harinya. Dan catat pada buku recording.
 Pemeliharaan Broiler Pada Minggu keempat




   Keluarkan tempat ransum dan air minum dari area brooding.
   Kemudian menghitung konsumsi ransum,konversi ransum,efisiensi
   ransum,sisa air minum ayam per ekor perminggu dalam data
   recording.




 Menimbang bobot ayam, menghitung pertambahan bobot ayam,dan
 Kemudian buka penuh tirai pada siang hari dan tutup pada malam hari.



                         Ayam siap dipanen
                                BAB IV

                     HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.   1. HASIL PENGAMATAN

LITTER 5 CM

                                                                   sisa
                           sisa pakan                              minum
                konsumsi                            konsumsi
Minggu     Hari Pakan    pagi                sore   minum          pagi     sore
         1   1        90            150                        1
             2       150             90                        1      850          550
             3       190             50                        1      700          750
             4       190             50                        1      600          500
             5       230             10                        1                   750
             6       240                                       1      250
                                                               1      600          700
         2    1      440                60                     1      550
              2      500                                       1      400
              3      470                30                     1      900
              4      490                10                     1      650          600
              5      450                50                     1      340          450
              6      500                                       1      500
              7      500                                       1      400
         3    1      850                                              650
              2      830             20                        1
              3      800             50                        1
              4      700            150                        1      150
              5      650            200                        1      100
              6      790             60                        1      150
              7      850                                       1
         4    1     1071                71                     2      250
              2     1071                                       2      500
              3     1051             20                        2      650
              4     1021             50                        2      450
              5     1011             60                        2      500
              6     1041             30                        2      450
              7     1711            900                        2      400
DATA
BOBOT
AYAM
            doc check
ayam        in         minggu 1 minggu 2 minggu3 minggu4
      1             50       170     440     950        1350
      2             50       210     400     700        1300
      3             50       160     310     650        1100
      4             50       180     410     850        1350
      5             50       190     490     850        1150
      6             50       180     410     800        1250
      7             50       150     430     700        1250
      8             50       140     440     900        1000
      9             50       160     350     800        1100
     10             50       160     360     800        1150
JUMLAH            500       1700    4040    8000       12000


                          PBT
PBT PERMINGGU/10ekor      perminggu/ekor
PBT 1          1200       minggu 1    120
PBT 2          2340       minggu 2    234
pbt 3          3960       minggu 3    396
pbt 4          4000       minggu 4    400


pbt perhari/ekor
PBT 1           20
pbt 2    33.42857
PBT 3 56.57143
pbt4     57.14286



jumlah ransum
perminggu/10e                    sisa ransum perminggu/10ekor
minggu 1 1090                    minggu 1                     350
minggu 2 3350                    minggu 2                     150
minggu 3 5470                    minggu 3                     480
minggu 4 7977                    minggu 4                    1131
jumlah konsumsi               jumlah konsumsi ransum
ransum/mg                     perhari/ekor
minggu 1    740               minggu 1            10.57142857
minggu 2 3200                 minggu 2            45.71428571
minggu 3 4990                 minggu 3            71.28571429
minggu 4 6846                 minggu 3                    97.8




konsumsi ransum
(gr)                    konversi ransum (gr)     efisiensi ransum
minggu 1         74     minggu 1 0.6166667       minggu 1             162.162
minggu 2        320     minggu 2 1.3675214       minggu 2              73.125
minggu 3        499     minggu 3     1.260101    minggu 3             79.3587
minggu 4      684.6     minggu 4        1.7115   minggu 4             58.4283

FCR                     IP
minggu 1      0.43529   minggu 1    6.509009     BIAYA RANSUM               86768
minggu 2      0.79208   minggu 2   3.6432143     PENDAPATAN                200000
minggu 3      0.62375   minggu 3    6.107453
minggu 4       0.5705   minggu 4   7.7904372


rata2 bobot
minggu 1                                                          0.17
minggu 2                                                         0.404
minggu 3                                                            0.8
 minggu 4                                                           1.2
LITTER 10 CM

                             SISA PAKAN            SISA MINUM
                   KONSUMSI               KONSUMSI
MINGGU HARI        PAKAN     PAGI SORE    MINUM    PAGI     SORE
     1    1              100    140              1      850    700
          2              140    100              1      900    700
          3              160     80              1      650    650
          4              210     30              1      700    450
          5              210     30              1             800
          6              270                     1      350
                                                        800    600
       2       1         470    30               1      500
               2         490    10               1      370
               3         490    10               1      850
               4         500                     1      400
               5         450    50               1      450
               6         500   100               1      350
               7         500                     1
       3       1         850
               2         690   160               1      500
               3         760    90               1
               4         700   150               1
               5         850                     1      200
               6         770    80               1      150
               7         850                     1      100
       4       1        1071    71               2      300
               2        1071                     2      450
               3        1051    20               2      500
               4        1021    50               2      500
               5        1051    20               2      400
               6        1041    30               2      300
               7         471   600               2
           Data Bobot
                                MINGGU
           DOC CHICK
AYAM       IN             1             2       3             4
       1            50 180            390     800          1200
       2            50 180            440     750          1200
       3            50 200            440     800          1200
       4            50 160            390     800          1160
       5            50 160            380     850          1200
       6            50 180            390     800          1250
       7            50 180            370     800          1200
       8            50 200            370     800          1200
       9            50 190            400     800          1300
      10            50 160            410     750          1200
JUMLAH             500 1790          3980    7950         12110


PBT PERMINGGU/10ekor          PBT perminggu/ekor             PBT perhari/ekor
PBT 1             1290        minggu 1              129      PBT 1           21.5
PBT 2             2190        minggu 2              219      pbt 2       31.2857
pbt 3             3970        minggu 3              397      PBT 3       56.7143
pbt 4             4160        minggu 4              416      pbt4        59.4286


Jumlah Ransum perminggu/10e          Sisa Ransum perminggu/10ekor
minggu 1     1090                    minggu 1                       380
minggu 2     3400     16737          minggu 2                       200
minggu 3     5470    16.737          minggu 3                       480
minggu 4     6777                    minggu 4                       791

                                     Jumlah Konsumsi Ransum
Jumlah Konsumsi Ransum/mg            perhari/ekor
minggu 1      710                    minggu 1              10.142857
minggu 2     3200                    minggu 2              45.714286
minggu 3     4990                    minggu 3              71.285714
minggu 4     5986                    minggu 3              85.514286
Konsumsi Ransum (gr)                   Konversi Ransum (gr)          Efisiensi Ransum
minggu 1                71             minggu 1        0.55039       minggu 1          181.69
minggu 2               320             minggu 2        1.46119       minggu 2         68.4375
minggu 3               499             minggu 3        1.25693       minggu 3         79.5591
minggu 4             598.6             minggu 4        1.43894       minggu 4         69.4955

FCR                                    IP
                                                                     BIAYA
minggu 1                   0.39665     minggu 1            7.52136   RANSUM            81873
minggu 2                   0.80402     minggu 2             3.5358   PENDAPATAN       200000
minggu 3                   0.62767     minggu 3            6.03135   IOFC            2.44281
minggu 4                    0.4943     minggu 4             10.208


Rata2 Bobot
minggu 1 0.179
minggu 2 0.398
minggu 3 0.795
minggu 4 1.211




PERHITUNGAN

KONSUMSI RANSUM
                                     litter 10
             litter 5 cm             cm
minggu       x1            (x2)2     x2        (x2)2
         1            74        5476        71      5041
         2           320     102400        320   102400
         3           499     249001        499   249001
         4         684.6   468677.2      598.6   358322
total             1577.6   825554.2     1488.6   714764
rata-rata          394.4   206388.5     372.15   178691
PBT

                                    LITTER
          LITTER 5                  10
MINGGU x1               (x1)2       x2           (x2)2
1         120           14400       129          16641
2         234           54756       219          47961
3         396           156816      397          157609
4         400           160000      416          173056
total     1150          385972      1161         395267
rata-rata 287.5         96493       290.25       98816.75



konversi ransum
                                       LITTER
             litter 5                  10
minggu       x1       (x1)2          x2       (x2)2
         1    0.6166     0.38019556      0.55    0.3025
         2      1.367       1.868689    1.461 2.134521
         3       1.26         1.5876    1.256 1.577536
         4      1.711       2.927521    1.438 2.067844
total         4.9546     6.76400556     4.705 6.082401
rata-
rata         1.23865    1.69100139     1.17625      1.5206



FCR
             litter 5            litter 10
minggu x1       (x1)2     x2       (x2)2
      1   0.435 0.189225     0.396 0.156816
      2   0.792 0.627264     0.804 0.646416
      3   0.623 0.388129     0.627 0.393129
      4    0.57    0.3249    0.494 0.244036
total      2.42 1.529518     2.321 1.440397
rata-
rata      0.605 0.38238 0.58025 0.360099
 IP
             litter 5            litter10
                            2
 minggu x1       (x1)     x2       (x2)2
       1   6.509 42.36708    7.521 56.56544
       2   3.643 13.27145    3.535 12.49623
       3   6.107 37.29545    6.031 36.37296
       4   8.765 76.82523  10.207 104.1828
 total   25.024 169.7592   27.294 209.6175
 rata-
 rata      6.256 42.4398   6.8235 52.40437



                                         rata-
 Rata-rata                               rata
 konsumsi                                PBT
 S12          618152.3467                S12           18449
              618.1523467                              18.449
 S22            530103.13                S22         19428.92
                530.10313                            19.42892
 F hit        1.166098277                F hit       0.949564



 konversi
 ransum                          FCR
 S12         0.208997            S12             0.021806
 S22         0.182715            S22             0.031212
 F hit       1.143841            F hit           0.698636



 IP
 S12          4.40302
 S22         7.792289
 F hit       0.565048



F(0,05) (n1 – 1) : n2 – 1 = F(0,05) (3 : 3) = 9,28

F(0,01) (n1 – 1) : n2 – 1 = F(0,01) (3 : 3) = 29,46
IV.    2. PEMBAHASAN

Untuk memelihara broiler, dibutuhkan persiapan kandang terlebih dahulu.
Kandang dibersihkan kemudian disemprot dengan antiseptic kemudian dicat
dengan kapur agar kuman atau jamur tidak tumbuh. Kandang dibiarkan selama 1
minggu betujuan agar rantai penyakit terputus dan tidak menyebabkan broiler
terserang penyakit. Selain itu, perlu adanya cairan dipping sebelum masuk ke
kandang yang tujuannya agar pengunjung atau pemelihara tidak menimbulkan
penyakit. Kemudian, pengunjung atau pemelihara disemprot atau difumigasi
dengan disinfektan agar kuman penyakit mati.

Dalam pemeliharaan broiler pada praktikum ini digunakan strain broiler CP 707.
Broiler dikenal dengan ayam yang pertumbuhannya cepat. Masa pemeliharaan
hanya 1—8 minggu, pada umur 8 minggu sudah siap panen. Saat DOC datang,
disiapkan air gula untuk mengembalika energy yang terbuang pada saat perjalanan
menuju kandang A jurusan Peternakan Universitas Lampung yang berada di
belakang masjid Al Wasi’i. Selain untuk mengembalikan emergi yang terbuang,
air gula juga mampu menghilangkan stress pada ayam.

Kemudian, DOC ditimbang untuk mengetahui bobot awal ayam. Setelah
ditimbang, ayam dimasukkan ke kandang dengan pembagian 1 kelompok 20 ekor
DOC. 1 kelompok memiliki 2 perlakuan yang berbeda yaitu perlakuan litter 5 cm
dan perlakuan litter 10 cm. Litter yang digunakan dalam praktikum ini adalah
sekam. Sekam dipercaya memiliki daya serap yang tinggi dan memiliki kehangat
yang baik, cocok dengan DOC untuk digunakan sebagai alas litter.

Pada umur 1—2 minggu, kandang dipasangkann brooder berbentuk lampu
bohlam yang dapat mengeluarkan panas sehingga ayam bisa merasa hangat seperti
dihangatkan induk. Kemudian setelah ayam hangat, diharapkan pertumbuhan bulu
tidak cepat tumbuh karena broiler diharapkan memiliki bobot daging yang
banyak.
Setelah itu, DOC diberi makan dengan pakan starter yang berbentuk crumble.
Pakan berbentuk crumble lebih mudah masuk kedalam paruh DOC. Karena
kombinasi dari bentuk mash dan pellet. Kemudian, ayam pada umur 1 minggu
memerlukan pakan 170 gr/ekor. Pakan ayam diberikan secara bertahap. Pada pagi
hari, siang hari, dan malam hari. Dengan menggunakan feedtray, pakann ayam
diberikan secara sedikit-sedikit pada pagi hari dan siang hari. Kemudian, pakan
ayam diberikan banyak pada malam hari

Pengaturan pemberian pakan diharapkan dapat berpengaruh kepada pertumbuhan
ayam. Pakan yang digunakan adalah HI PRO jenis BR 1HP 611 dari PT. VISTA
GRAIN. Pakan jenis ini berbentuk crumble.

Setelah umur ayam hari keempat, ayam diberi vaksin AI dan vaksin New Castle
Deasses. Pelaksanaan vaksin pada sore hari tanggal 11 Oktober 2010 di kandang
A jurusan peternakan universitas Lampung. Vaksin AI diberikan dengan
menggunakan soccorex, disuntik ke intra muscular pada ayam. Vaksinn AI
dengan merk Aflovet didapat dari poultry shop. Kemudian, untuk vaksin New
Castle Deasses menggunakan tetes mata dengan campuran dari larutan diluents.
Dengan dosis satu tetes tiap ekor ayam, aplikasi pada penggunaan vaksin ini dapat
melalui cara tetes mata, tetes hidung, maupun tetes mata. Setelah ayam divaksin,
kemudian ayam diberi minum dengan vita chick bertujuan agar ayam tidak stress
setelah divaksin.

Setelah itu, pada umur minggu kedua, ayam dapat mengkonsumsi pakan 350
gr/ekor. Pada umur minggu ketiga kebutuhan makan ayam adalah 600 gr/ekor dan
pada umur keempat minggu adalah 750 gr/ekor.

Vaksin kedua adalah vaksin Gumboro dengan strain medivac dengan label freeze
dried vaccine again. Dengan apllikasinya adalah dengan menggunakan larutan
diluents. Kemudian dengan cara diteteskan ke mata ayam atau diteteskan melalui
hidung ayam. vaksin ini dilakukan pada hari ke 14 pada tanggal 18 Oktober 2010.
Kemudian, vaksin terakhir pada minggu keempat pada tanggal 25 Oktober 2010
adalah vaksin New Castle Deasses dengan strain La Sota cara kerjanya adalah
dengan diteteskan menggunkan larutan diluents.

Pada litter 5 cm, didapat FCR sebesar 0.5705 yang artinya setiap penambahan
bobot badan sebanyak 1 gr diperlukan pakan sebanyak 0.5 gr. Untuk konsumsi
ransum tiap ekor ayam/minggu dihasilkan angka sebesar 684.6, konversi ransum
1.7115 sedangkan untuk efisiensi ransum didapat angka 1.7115, dan IP sebesar
7.7904372. untuk IOFC didapatkan 2.305

Setiap minggu adanya pencatatan data yang tertera pada hasil pengamatan. Untuk
ayam yang dipelihara dengan ketebalan litter 10 cm didapatkan hasil bahwa FCR
pada minggu terakhir adalah 0.49 yang artinya adalah setiap 1 gram pakan dapat
menghasilkan bobot sebanyak 0.49 gram. Untuk konsumsi ransum menghabiskan
598.6 gr/ekor selama 4 minggu, konversi ransum setiap pertambahan bobot 1
gram ayam diperlukan ransum 1.43894 gr. Sedangkan untuk efisien ransum, pada
litter 5 cm didapat sebanyak 69.495 gr dan IP didapat angka 10.208, dan IOFC
2.44281

Dengan adanya data diatas, dapat disimpulkan bahwa perbandingan pemeliharaan
ayam lebih baik pada perlakuan 10 cm dengan IP 10.208 dan konversi ransum
yang kecil adalah 1.43894. Untuk IOFC pun lebih baik ayam yang dipelihara pada
litter 10 cm daripada 5 cm. setiap 1 gr ayam didapatkan Rp 2.4 sedangkan untuk
litter 5 cm hanya didapat Rp 2.3 setiap gr.

Perbedaan hasil ini disebabkan oleh ketebalan litter yang berbeda. Suhu pada litter
10 lebih hangat dibandingkan dengan litter 5 cm. Selain itu, pada litter 10
penyerapan amoniaknya lebih cepat, pada masa brooder, litter 10 cm keadaannya
lebih hangat sehingga ayam merasa lebih nyaman sehingga jumlah konsumsi
pakan dengan pertumbuhan bobot tubuh sesuai sehingga hasil perhitungan pada
litter 10 lebih baik dari litter 5 cm.
Untuk hasil yang diperoleh selama pemeliharaan litter 5 cm dan 10 cm berbeda
namun tidak nyata (P<0.1). Sehingga walaupun berbeda namun tidak mencolok
dan perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui perbedaan penggunaan litter
pada broiler. Pada praktikum ini, kelompok 2 tidak mengalami adanya mortalitas
pada ayam.
                                    BAB V

                                KESIMPULAN




Adapun kesimpulan yang diperoleh dari praktikum ini adalah:

1.     Cara pemeliharaan broiler dimulai dari persiapan kandang, persiapan saat
       DOC datang, pemeliharaan fase starter dan fase finisher serta cara panen
2.     Persiapan kandang dengan tidak melupakan biosekuriti agar ayam tidak
       mudah terserang penyakit, kumudian pakan diberikann secara ad libitum
       pada umur 1—2 minggu dan diberikan terbatas pada umur 2—4 minggu.
       Pemberian air minum dilakukan secara ad libitum. Vaksinasi diberikan
       secara bertahap dan sesuai dengan jadwal. Saat panen, ayam diiusahakan
       tidak stress pada saat penangkapan agar bobot tubuh tidak turun.
                              DAFTAR PUSTAKA

Amrullah, I.K. 2003. Nutrisi Ayam Broiler. Cetakan ke-1. Lembaga Satu Gunung
       Budi. Bogor.

Anggorodi, R. 1985. Kemajuan Mutakhir Ilmu Makanan Ternak Unggas. Cetakan
       ke-1. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Anggorodi, R. 1980. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Gramedia Pustaka
       Utama. Jakarta
Church, D. C. 1979. Livestock Feed and Feeding. Durhan and Cowney, Inc.
       Portland. Oregon. Delmar Publisher Inc. Canada.
North, M. O. and D. D. Bell. 1990. Commercial Chicken Product Manual. 4th Ed.
       Van Nostrand Reinhold. New York.
http://www.scribd.com/doc/12862568/Ayam-Broiler

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5854
posted:12/11/2010
language:Indonesian
pages:26