Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

konsep dasar masa nifas by juanRivero

VIEWS: 2,877 PAGES: 6

									Konsep Dasar Masa Nifas
Mortalitas dan morbilitas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara
berkembang. Dinegara miskin, 25-50% kematian wanita usia subur disebabkan hal berkaitan
dengan kehamilan.

Asuhan masa nifas diperlukan mkarena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya.
Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50%
kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama salah satu masalah pada nifas adalah
mastitis atau abses payudara

Tujuan pembelajaran
Mahasiswa setelah mengikuti mata kuliah ini dapat :

   1.   Menjelaskan pengertian masa nifas
   2.   Menjelaskan tujuan asuhan masa nifas
   3.   Menjelaskan peran dan tanggungjawab bidan dalam masa nifas
   4.   Menjelaskan tahapan masa nifas
   5.   Mengetahui kebijakan program nasional masa nifas

Pengertian Masa Nifas

   1. Masa nifas adalah masa dimulai beberapa jam sesudah lahirnya plasenta sampai 6
      minggu setelah melahirkan (Pusdiknakes, 2003:003).
   2. Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan
      kembali seperti keadaan sebelum hamil yang berlangsung kira-kira 6 minggu. (Abdul
      Bari,2000:122).
   3. Masa nifas merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang
      meliputi minggu-minggu berikutnya pada waktu saluran reproduksi kembali ke
      keadaan tidak hamil yang normal. (F.Gary cunningham,Mac Donald,1995:281).
   4. Masa nifas adalah masa setelah seorang ibu melahirkan bayi yang dipergunakan untuk
      memulihkan kesehatannya kembali yang umumnya memerlukan waktu 6- 12 minggu.
      ( Ibrahim C, 1998).

Tujuan Asuhan Masa Nifas
Tujuan dari pemberian asuhan pada masa nifas untuk :

   1. Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologis.
   2. Melaksanakan skrinning secara komprehensif, deteksi dini, mengobati atau merujuk
      bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.
   3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, KB, cara
      dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayi sehari-hari.
   4. Memberikan pelayanan keluarga berencana.
   5. Mendapatkan kesehatan emosi.

Peran dan Tanggung Jawab Bidan dalam Masa Nifas
Bidan memiliki peranan yang sangat penting dalam pemberian asuhan post partum. Adapun
peran dan tanggung jawab dalam masa nifas antara lain :
   1. Memberikan dukungan secara berkesinambungan selama masa nifas sesuai dengan
      kebutuhan ibu untuk mengurangi ketegangan fisik dan psikologis selama masa nifas.
   2. Sebagai promotor hubungan antara ibu dan bayi serta keluarga.
   3. Mendorong ibu untuk menyusui bayinya dengan meningkatkan rasa nyaman.
   4. Membuat kebijakan, perencana program kesehatan yang berkaitan ibu dan anak dan
      mampu melakukan kegiatan administrasi.
   5. Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan.
   6. Memberikan konseling untuk ibu dan keluarganya mengenai cara mencegah
      perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta
      mempraktekkan kebersihan yang aman.
   7. Melakukan manajemen asuhan dengan cara mengumpulkan data, menetapkan
      diagnosa dan rencana tindakan serta melaksanakannya untuk mempercepat proses
      pemulihan, mencegah komplikasi dengan memenuhi kebutuhan ibu dan bayi selama
      priode nifas.
   8. Memberikan asuhan secara professional.

Tahapan Masa Nifas
Masa nifas terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu :

   1. Puerperium                                                                      dini
      Suatu masa kepulihan dimana ibu diperbolehkan untuk berdiri dan berjalan-jalan.
   2. Puerperium                                                              intermedial
      Suatu masa dimana kepulihan dari organ-organ reproduksi selama kurang lebih enam
      minggu.
   3. Remote                                                                  puerperium
      Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat kembali dlam keadaan sempurna
      terutama ibu bila ibu selama hamil atau waktu persalinan mengalami komplikasi.

Kebijakan Program Nasional Masa Nifas
Kebijakan program nasional pada masa nifas yaitu paling sedikit empat kali melakukan
kunjungan pada masa nifas, dengan tujuan untuk :

   1. Menilai kondisi kesehatan ibu dan bayi.
   2. Melakukan pencegahan terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya gangguan
      kesehatan ibu nifas dan bayinya.
   3. Mendeteksi adanya komplikasi atau masalah yang terjadi pada masa nifas.
   4. Menangani komplikasi atau masalah yang timbul dan mengganggu kesehatan ibu
      nifas maupun bayinya.
Asuhan yang diberikan sewaktu melakukan kunjungan masa nifas:

 Kunjungan              Waktu                                      Asuhan
     I           6-8 jam post partum        Mencegah perdarahan masa nifas oleh karena atonia
                                               uteri.
                                            Mendeteksi dan perawatan penyebab lain
                                               perdarahan serta melakukan rujukan bila perdarahan
                                               berlanjut.
                                            Memberikan konseling pada ibu dan keluarga
                                               tentang cara mencegah perdarahan yang disebabkan
                                               atonia uteri.
                                            Pemberian ASI awal.
                                            Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu
                                               dan bayi baru lahir.
                                            Menjaga bayi tetap sehat melalui pencegahan
                                               hipotermi.
                                            Setelah bidan melakukan pertolongan persalinan,
                                               maka bidan harus menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam
                                               pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu
                                               dan bayi baru lahir dalam keadaan baik.
     II           6 hari post partum        Memastikan involusi uterus barjalan dengan normal,
                                               uterus berkontraksi dengan baik, tinggi fundus uteri
                                               di bawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal.
                                            Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi dan
                                               perdarahan. Memastikan ibu mendapat istirahat
                                               yang cukup.
                                            Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi
                                               dan cukup cairan.
                                            Memastikan ibu menyusui dengan baik dan benar
                                               serta tidak ada tanda-tanda kesulitan menyusui.
                                            Memberikan konseling tentang perawatan bayi baru
                                               lahir.
     III         2 minggu post partum   Asuhan pada 2 minggu post partum sama dengan asuhan
                                        yang diberikan pada kunjungan 6 hari post partum.
    IV           6 minggu post partum   Memberikan konseling KB secara dini.


Tahapan-tahapan. Selama masa nifas ini, vagina akan terus-menerus
mengeluarkan darah. Biasanya darah tersebut mengandung trombosit, sel-sel
'tua', sel-sel mati (nekrosis), serta sel-sel dinding rahim (endometrium), yang
disebut lokia. Ibu pasca melahirkan akan mengalami empat tahapan perubahan
lokia dalam masa nifas ini:
      Merah segar (lokia lubra). Tahap pertama ini akan berlangsung selama
       tiga hari pertama setelah melahirkan. Darah pada tahapan pertama ini
       berpotensi mengandung banyak kuman penyakit.
      Merah dan berlendir (lokia sanguinolenta). Untuk tahapan kedua ini
       biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu.
      Kuning kecoklatan lalu merah muda (lokia serosa). Cairan yang
       berwarna seperti ini biasanya mulai keluar dua minggu hingga satu bulan
       setelah melahirkan.
      Kekuningan lalu bening (lokia alba). Cairan ini keluar selama sekitar
       dua minggu, yakni dari minggu keempat sampai minggu keenam. Bila
       cairan lokia sudah berwarna bening, tandanya masa nifas Anda
       berlangsung normal.



        PERAWATAN MASA NIFAS
         Perawatan masa nifas adalah perawatan terhadap wanita hamil yang telah selesai
bersalin sampai alat-alat kandungan kembali seperti sebelum hamil, lamanya kira-kira 6-8
minggu. Akan tetapi, seluruh alat genetelia baru pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan
dalam waktu 3 bulan.
        Perawatan masa nifas dimulai sebenarnya sejak kala uri dengan menghindarkan
adanya kemungkinan-kemungkinan perdarahan post partum dan infeksi. Bila ada perlukaan
jalan lahir atau luka bekas episiotomi, lakukan penjahitan dan perawatan luka dengan sebaik-
baiknya. Penolong persalinan harus tetap waspada sekurang-kurangnya 1 jam sesudah
melahirkan, untuk mengatasi kemungkinan terjadinya perdarahan post partum.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perawatan masa nifas :
    1. Mobilisasi
        Umumnya wanita sangat lelah setelah melahirkan, lebih-lebih bila persalinan
        berlangsung lama, karena si ibu harus cukup beristirahat, dimana ia harus tidur
        terlentang selama 8 jama post partum untuk memcegah perdarahan post partum.
        Kemudian ia boleh miring ke kiri dan ke kanan untuk memcegah terjadinya trombosis
        dan tromboemboli. Pada hari kedua telah dapat duduk, hari ketiga telah dapat jalan-
        jalan dan hari keempat atau kelima boleh pulang. Mobilisasi ini tidak mutlak,
        bervariasi tergantung pada adanya komplikasi persalinan, nifas, dan sembuhnya luka.
    2. Diet / Makanan
        Makanan yang diberikan harus bermutu tinggi dan cukup kalori, yang mengandung
        cukup protein, banyak cairan, serta banyak buah-buahan dan sayuran karena si ibu ini
        mengalami hemokosentrasi.
    3. Buang Air Kecil
        Buang air kecil harus secepatnya dilakukan sendiri. Kadang-kadang wanita sulit
        kencing karena pada persalinan m.sphicter vesica et urethare mengalami tekanan oleh
        kepala janin dan spasme oleh iritasi musc. sphincter ani. Juga oleh karena adanya
        oedem kandungan kemih yang terjadi selama persalinan. Bila kandung kemih penuh
        dengan wanita sulit kencing sebaiknya lakukan kateterisasi, sebab hal ini dapat
        mengundang terjadinya infeksi. Bila infeksi telah terjadi (urethritis, cystitis, pyelitis),
        maka pemberian antibiotika sudah pada tempatnya.
    4. Buang Air Besar
        Buang air besar harus sudah ada dalam 3-4 hari post partum. Bila ada obstipasi dan
        timbul berak yang keras, dapat kita lakukan pemberian obat pencahar (laxantia)
        peroral atau parenterala, atau dilakukan klisma bila masih belum berakhir. Karena jika
        tidak, feses dapat tertimbun di rektum, dan menimbulkan demam.
5. Demam Sesudah bersalin, suhu badan ibu naik ± 0,5 C dari keadaan normal, tapi tidak
melebihi 38C. Dan sesudah 12 jam pertama suhu badan akan kembali normal. Bila suhu lebih
dari 38 C/ mungkin telah ada infeksi.
    6. Mules-mules

       Hal ini timbul akibat kontraksi uterus dan biasanya lebih terasa sedang menyusui. Hal
       ini dialami selama 2-3 hari sesudah bersalin. Perasaan sakit ini juga timbul bila masih
       ada sisa selaput ketuban, plasenta atau gumpalan dari di cavum uteri. Bila si ibu
       sangat mengeluh, dapat diberikan analgetik atau sedativa supaya ia dapat beristirahat
       tidur.
   7. Laktasi

   8. Jam sesudah persalinan si ibu disuruh mencoba menyusui bayinya untuk merangsang
       timbulnya laktasi, kecuali ada kontraindikasi untuk menyusui bayinya, misalnya:
       menderita thypus abdominalis, tuberkulosis aktif, thyrotoxicosis,DM berat, psikosi
       atau puting susu tertarik ke dalam, leprae.

       Atau kelainan pada bayinya sendiri misalnya pada bayi sumbing (labiognato
       palatoschizis) sehingga ia tidak dapat menyusu oleh karena tidak dapat menghisap,
       minuman harus diberikan melalui sonde.


PEMERIKSAAN PASCA PERSALINAN

       Pada wanita yang bersalin secara normal, sebaiknya dianjurkan untuk kembali 6
minggu sesudah melahirkan. Namun bagi wanita dengan persalinan luar biasa harus kembali
untuk kontrol seminggu kemudian.

       Pemeriksaan pasca persalinan meliputi :

       a. Pemeriksaan keadaan umum: tensi, nadi, suhu badan, selera makan, keluhan, dll

       b. Keadaan payudara dan puting susu.

       c. Dinding perut, perineum, kandung kemih, rektrum.

       d. Sekret yang keluar (lochia, flour albus).

       e. Keadaan alat-alat kandungan (cervix, uterus, adnexa).


        Pemeriksaan sesudah 40 hari ini tidak merupakan pemeriksaan terakhir, lebih-lebih
bila ditemukan kelainan meskipun sifatnya ringan. Alangkah baiknya bila cara ini dipakai
sebagai kebiasaan untuk mengetahui apakah wanita sesudah bersalin menderika kelainan
biarpun ringan. Hal ini banyak manfaatnya agar wanita jangan sampai menderita penyakit
yang makin lama makin berat hingga tidak dapat atau susah diobati.
Nasihat untuk ibu post natal:

   1. Fisioterapi pastnatal adalah baik diberikan

   2. Susukanlah bayi anda

   3. Kerjakan senam hamil

   4. Ber-KB untuk menjarangkan anak dan untuk kesehatan ibu, bayi dan keluarganya.

   5. Bawalah bayi untuk imunisasi.



SUMBER:

       http://library.usu.ac.id/download/fk/obstetri-tmhanafiah.pdf
       http://www.docstoc.com/docs/9279819/askeb-nifas

       http://www.google.co.id/#hl=id&biw=1503&bih=601&q=nifas&aq=f&aqi=&aql=&o
       q=&gs_rfai=&fp=8533cda2c2f06c54

								
To top