definisi konservasi

Document Sample
definisi konservasi Powered By Docstoc
					Konservasi dapat didefinisikan sebagai perlindungan, pengawetan dan pemeliharaan atau dengan
kata lain menjaga sesuatu dalam keadaan selamat atau aman.Jika diterapkan pada sumberdaya tanah
definisi untuk konservasi adalah pengawetan sumber daya bumi tanpa mengurangi efisiensi.

Pentingnya Konservasi dlm Kurikulum Pendidikan sekarang

Ada yang terlupakan dalam sistem pendidikan di Negara Indonesia, yakni belum masuknya pendidikan
konservasi atau alam lingkungan sekitar di sekolah-sekolah. Hal ini Nampak pada perilaku yang
berlebihan siswa setiap kali pengumuman kelulusan UN. Siswa yang lulus melakukan konvoi dengan
sepeda motor keliling kota disertai aksi corat-coret baik di baju maupun di tempat-tempat yang dilalui.
Tentu aksi vandalisme ini tidak akan terjadi, jika materi pendidikan konservasi sudah diberikan di
sekolah.

Demikian pula dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di sejumlah kawasan hutan lindung dan
konservasi akibat aktifitas perambahan dan pertambangan batu bara seluas 1,1 juta hektare per tahun
tidak akan terjadi jika masyarakat negeri ini mempunyai kesadaran akan konservasi dan lingkungan.
Siswa sekolah adalah generasi muda yang mewarisi negeri ini, sehingga harus dibekali ilmu untuk
berinteraksi dengan lingkungan alam sekitar. Jika manusia mengabaikan kerusakan lingkungan
akibatnya menimpa manusia sendiri, seperti bencana alam yang melanda wilayah Indonesia dalam 13
tahun terakhir (1997 hingga 2009) yang menelan korban tewas sebanyak 151.277 orang dari 6.632 kali
bencana alam (data Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB tahun 2010).

Mengapa Pendidikan Konservasi

Pendidikan Konservasi yang diberikan sedini mungkin, kepada anak-anak, akan lebih tertanam di
dalam hati sanubari mereka, sehingga kelak saat dewasa akan semakin bijak dalam berinteraksi dengan
lingkungan alam. Pendidikan konservasi merupakan salah satu bentuk usaha menjaga dan melindungi
keanekaragaman hayati yang ada, bertujuan untuk memperkenalkan alam kepada masyarakat dan
meningkatkan kesadaran akan nilai penting sumber daya alam yang beraneka dalam sebuah ekosistem
kehidupan.



Outbond Kalikuning, Pendidikan Konservasi Guru SD

Proses memperkenalkan alam dan isinya dengan cara berada langsung di alam bebas, dengan
melakukan pengamatan merupakan cara yang efektif untuk menghadirkan kesadaran pentingnya
keseimbangan dan keberadaan sebuah ekosistem. Program ini merupakan sebuah cara dalam
menyebarkan informasi tentang usaha pelestarian dan perlindungan pada suatu kawasan yang
dilindungi atau kawasan-kawasan yang perlu dilindungi beserta isinya. Program pendidikan konservasi
adalah sebuah program jangka panjang yang tiada batas kapan akan berakhir, karena program ini setiap
waktu terus berkembang, seiring dengan perubahan dan perkembangan jaman.

Pendidikan konservasi masuk dalam pendidikan lingkungan yang mengandung pengertian sebuah
proses yang ditujukan untuk membangun popilasi dunia yang sadar dan memperhatikan lingkungan
secara keseluruhan termauk masalah-masalahnya, dan memiliki pengetahuan, sikap motivasi,
komitmen, dan keterampilan untuk bekerja secara individu dan kelompok dalam mencari solusi
masalah saat ini dan mencegah masalah yang akan datang (Unesco 1978, Konferensi Unesco di Tbiisi,
Georgia, USSR). Pendidikan konservasi merupakan salah satu pembelajaran secara eksperiental.
Program ini memfokuskan pada beberapa hal antara lain:

a) Untuk mendukung kepedulian dan perhatian terhadap ekonomi, sosial dan keterkaitannya terhadap
lingkungan ekologis baik di perkotaan maupun di pedesaan.

b) Untuk menyediakan setiap orang dengan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan, nilai,
perlilaku, komitmen, kemampuan yang diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas
lingkungan hidup.
c) Untuk menciptakan pola sikap hidup yang positif baik dari tingkat individu, kelompok, dan
masyarakat secara keseluruhan terhadap lingkungan alamnya.

Model Pendidikan Konservasi untuk Sekolah

Dalam aplikasi atau penerapannya, pendidikan konservasi ini dapat dibangun dalam beberapa model
serta teknik atau pola belajar yang sesuai dengan lingkungan sekitarnya, isu konservasi/lingkungan
yang terjadi, serta tentunya kemampuan siswa itu sendiri. Model terapan yang disajikan berikut ini
dapat menjadi pilihan para guru atau pendidik lainnya yang dapat dikembangkan sendiri dan
dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini adalah beberapa model dan cara belajar pendidikan
lingkungan hidup agar lebih menarik dan tepat sasaran (CTRC, 2007).

1. Formal

      Sebagai Mata Pelajaran Tersendiri

Dibawakan sebagai suatu mata pelajaran yang menjadi bagian dari kurikulum, baik secara nasional
maupun daerah berupa muatan lokal atau khusus mata pelajaran tersendiri. Silabus diperlukan dan juga
memerlukan buku modul khusus, lengkap dengan evaluasi dan penilaian.

      Sebagai Bagian dari Mata Pelajaran Lain

Sebenarnya model pendekatan ini lebih dimungkinkan karena beban belajar siswa akan berkurang dan
beban guru juga. Selain itu dalam model ini penddikan lingkungan dapat diintegrasikan dalam
pelajaran Eksata maupun Non-Eksata; sehingga siswa dapat memahami bahwa masalah lingkungan
terintegrasi dengan semua bidang ilmu

      Sebagai Pendekatan Multidisiplin Ilmu

Hampir sama dengan model di atas, model ini lebih mentitikberatkan pada pemahaman multi disiplin
ilmu; dimana permasalahan lingkungan ditarik kepada permasalahan dengan masyarakat, sehingga
pemahaman siswa dapat lebih komprehensif.

2. Non Formal

Pilihan pada model non formal ini lebih leluasa dengan aktivitas eksrakurikuler seperti pecinta alam,
kelompok ilmiah remaja atau kegiatan lainnya. Langkah-langkah dalam pendidikan konservasi model
ini harus memilih teknik pembelajaran yang sesuai berdasarkan faktor-faktor berikut:

      Memilih isu lingkungan yang terjadi
      Menyesuaikan dengan pola pendidikan yang telah ada
      Mencari media yang tepat



Pembatas Buku dari Alam, Hasil Karya Pendidikan Konservasi Guru SD, Kalikuning, 5-6 Maret 2010

Pendidikan Konservasi adalah sebuah program yang dikemas dengan tujuan untuk memberikan
pengetahuan kepada siswa pada khususnya dan masyarakat pada umumnya agar lebih sadar dan lebih
perhatian mengenai lingkungan dan permasalahan serta hubungan timbal baliknya. Program ini dapat
diberikan melalui kegiatan teori dan praktek dalam bentuk teori, diskusi, permainan, serta observasi
lapangan dan menanamkan nilai-nilai konservasi alam dan lingkungan sedini mungkin pada siswa.
Hasil dari pendidikan konservasi yang tepat dapat menjadikan pemanfaatan sumber daya alam secara
optimal dan berkelanjutan (sustainable forest management).
KONSERVASI ALAM

Konservasi Alam adalah suatu manajemen terhadap alam dan lingkungan secara bijaksana untuk
melindungi tanaman dan binatang. Beberapa spesies binatang dan tumbuhan telah punah secara
alamiah (misalnya dinosaurus). Namun dewasa ini kegiatan manusia dan pertumbuhan jumlah
penduduk menyebabkan peningkatkan bahaya kerusakan alam, sehingga beberapa spesies jumlahnya
berkurang secara drastis bahkan spesies tertentu telah punah sekarang. Untuk itulah Konservasi Alam
sangat penting bagi manusia.

Sepanjang sejarah alam telah menderita disebabkan oleh manusia dan kegiatannya. Dengan semakin
meningkatnya penggunaan senjata yang semakin efisien seperti panah, senapan, pistol para pemburu
dapat membunuh beberapa spesies binatang liar dengan sangat mudah. Manusia membuka hutan,
mengeringkan rawa, membendung sungai untuk kegiatan perkebunan, pertanian, dan industri.
Kegiatan-kegiatan ini secara serius telah merusak habitat tumbuhan dan binatang liar secara luas.
Manusia juga telah menggangu proses alamiah habitat spesies yang tersisa. Beberapa habitat tertentu
menjadi lebih sempit dan tidak bisa berhubungan dengan ekosistem yang lain. Polusi juga sangat
berpengaruh terhadap kehidupan berbagai spesies tumbuhan dan binatang liar.

Berbagai macam spesies tumbuhan dan binatang telah punah jauh sebelum manusia muncul di muka
bumi. Namun spesies-spesies lainnya muncul menggantikan berbagai spesies yang punah dan
keanekaragaman kehidupan tidak berkurang. Dewasa ini kegiatan manusia telah membinasakan
berbagai spesies mahkluk hidup tanpa ada harapan untuk menggantikannya, sehingga
keanekaragaman kehidupan menjadi berkurang. Beberapa ratus spesies binatang dan ribuan spesies
tanaman liar menghadapi bahaya kepunahan, seperti harimau, orang utan, badak, gorilla, paus biru,
singa asia, dll.

PENTINGNYA KONSERVASI ALAM

Jika manusia tidak melakukan konservasi alam maka berbagai spesies tumbuhan dan binatang liar
yang terancam punah akan segera menjadi punah. Spesies-spesies lainyapun menjadi terancam
kepunahan. Jika hal ini terjadi maka manusia akan mengalami kerugian yang sangat luar biasa karena
kepunahan tersebut tidak dapat dimunculkan lagi.

Kehidupan alam bebas sangat penting bagi manusia karena memiliki beberapa faktor manfaat
diantaranya:
1. Faktor keindahan
2. Manfaat ekonomi
3. Manfaat ilmiah
4. Manfaat bagi kelangsungan hidup

Faktor Keindahan
Setiap jenis tumbuhan dan binatang adalah berbeda satu sama lainnya dan hal ini memberikan
keindahan bagi alam dengan cara yang berbeda-beda. Sebagian besar manusia merasakan bahwa
keindahan alam ini dapat memperkaya kehidupan mereka. Hal ini juga dapat menambah kenikmatan
alam bagi orang yang melakukan camping, hiking, dan rekreasi alam lainnya. Seorang pendaki
gunung akan merasa lebih senang bila melintasi kawasan gunung yang berhutan dan dihuni oleh
binatang-binatang liar seperti gn. Gede, gn. Argopuro dan gn. Slamet dibandingkan gunung yang
gundul tak berhutan seperti gn.Sumbing, gn.Sundoro, dan gn.Merbabu.

Manfaat Ekonomi
Berbagai spesies tumbuhan dan binatang liar menyediakan produk-produk yang sangat bernilai,
seperti kayu, rotan, dan hasil-hasil tanaman lainnya, serat, daging, makanan, kulit dan bulu binatang.
Manfaat ekonomi dari kehidupan alam liar memiliki nilai yang sangat penting bagi beberapa negara.
Bagi masyarakat di negara-negara industri rekreasi melihat binatang di kebun binatang atau ke alam
bebas bisa juga menjadi sumber pendapatan.

Manfaat ilmu
Mempelajari kehidupan tumbuhan dan satwa liar memberikan kepada kita suatu pengetahuan yang
sangat berharga tentang variasi proses kehidupan. Beberapa penelitian tertentu dapat membantu para
ilmuwan untuk memahami bagai mana fungsi tubuh manusia dan mengapa manusia bertingkah laku
seperti itu. Para ilmuwan juga dapat meningkatkan pengetahuan pengobatan dan menemukan obat-
obat baru dengan mempelajari kehidupan alam bebas. Dengan mengamati pengaruh-pengaruh polusi
lingkungan terhadap kehidupan liar, para ilmuwan menjadi tahu bagaimana pengaruh polusi bagi
manusia.

Manfaat kehidupan
Setiap spesies memiliki peran dalam membantu menjaga keseimbangan sistem kehidupan di bumi.
Sistem-sistem ini harus berfungsi terus menerus jika kehidupan ingin tetap berlangsung. Sehingga
hilangnya beberapa spesies dapat mengancam semua kehidupan, termasuk kehidupan manusia. Lebih
dari 40 jenis pohon di hutan penyebaran bijinya sangat tergantung pada orangutan. Ular membantu
mengendalikan populasi tikus. Burung madu, kupu-kupu dan kumbang membantu penyerbukan
bunga.

Pembagian Kerawanan satwa dan tumbuhan liar.

Tumbuhan dan hewan yang menghadapi kepunahan dikelompokkan menjadi tiga macam:
1. Terancam Punah
2. Rawan Punah
3. Beresiko rendah

Spesies yang terancam menghadapi ancaman kepunahan yang sangat serius. Mereka membutuhkan
perlindungan secara langsung dari manusia untuk dapat tetap bertahan hidup. Seperti orangutan,
harimau, gajah, badak karena habitatnya semakin menyempit perlu dilindungi.

Spesies yang rawan biasanya berlimpah di beberapa area tetapi mereka menghadapi bahaya yang
serius. Bahaya ini bisa disebabkan oleh perubahan lingkungan yang tidak ramah atau perburuhan yang
terus menerus. Seperti rusa dan babi hutan jumlahnya cukup banyak di beberapa wilayah namun bila
diburu terus menerus dapat terancam punah.

Spesies beresiko rendah dikenal juga dengan sebutan spesies yang jarang, biasanya hidup di wilayah
yang dilindungi namun jumlahnya tidak berkurang. Misalnya pohon cemara gunung atau edelweis
yang hanya tumbuh di puncak-puncak gunung.



Metode Konservasi Alam
Metode yang digunakan untuk melindungi Alam tergantung pada sumber-sumber ancaman terhadap
spesies-spesies tersebut. Hal yang paling umum biasanya dengan menjamin tersedianya makanan, air,
dan tempat tinggal yang memadai. Metode ini disebut manajemen habitat, mencakup juga konservasi
tanah, pengelolaan hutan dan air yang baik.

Beberapa spesies terancam karena manusia telah merusak habitatnya. Sebagai contoh manusia telah
mengeringkan rawa-rawa dan merubahnya menjadi pemukiman atau keperluan lainnya. Habitat rawa
yang tersisa menjadi berkurang karena faktor-faktor kegiatan manusia, diantaranya mengalihkan
aliran air yang seharusnya menuju rawa, penurunan tinggi air rawa, endapan lumpur, racun bahan
kimia dan terisolasinya rawa yang satu dengan rawa yang lain. Perladangan yang buruk juga merusak
tanah, atau pelebaran kota dan industri dapat meratakan habitat berbagai spesies. Polusi dapat
meracuni udara, air, tanaman dan binatang. Untuk menyelamatkan habitat satwa dan tumbuhan
manusia harus mengontrol polusi dan mengatur wilayah yang digunakan bagi kehidupan satwa dan
tumbuhan untuk tetap hidup.

Binatang yang terancam karena adanya perburuan yang terlalu sering dapat dilindungi dengan
undang-undang yang melarang atau mengatur penangkapannya. Hukum ini juga dapat digunakan
untuk mengatur seberapa banyak spesies tertentu yang dapat diburu atau dibunuh. Hukum juga dapat
melindungi tanaman-tanaman dari para pengumpul. Jika suatu habitat tertentu membutuhkan
perlindungan maka wilayah tersebut dapat dijadikan taman nasional atau cagar alam. Dalam beberapa
kasus binatang predator yang membunuh binatang yang terancam punah harus dikontrol sampai
jumlahnya binatang yang terancam punah bertambah banyak.

Dilain pihak suatu spesies bisa berkembang menjadi sangat banyak. Jika hal ini terjadi maka dapat
mengancam kehidupan spesies itu sendiri atau spesies lainnya dengan memakan terlalu banyak
persediaan makanan. Masalah ini bisa terjadi dengan rusa dan kuda nil di taman nasional. Untuk itu
jumlahnya harus dikurangi dengan dibunuh atau dengan mengembalikan musuh alaminya yang
membuat mereka menjadi jarang.

Jika suatu spesies tidak dapat bertahan lama di lingkungan alaminya, maka binatang tersebut dapat
dibesarkan di dalam penangkaran dan kemudian dilepaskan di hutan yang dilindungi. Begitu juga
dengan satwa yang sukar berkembang biak dapat dikawinkan di dalam penangkaran.

Suatu spesies yang terancam oleh penyakit dapat dibantu dengan mengatur kebersihan habitatnya.
Tumbuhan langka dapat dirawat di kebun tanaman atau biji-bijinya dapat disimpan untuk ditanam di
masa yang akan datang.

Kunci keberhasilan dari konservasi alam tergantung pada pengetahuan akan ekologi dari suatu spesies
dan kekuatan yang bekerja pada habitatnya. Dengan kata lain diperlukan suatu pemahaman tentang
cara hidup suatu spesies dan hubungannya dengan segala hal yang ada di dalam lingkungannya

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5437
posted:12/10/2010
language:Indonesian
pages:5