Minggu baca

Document Sample
Minggu baca Powered By Docstoc
					Minggu, 2009 Juni 07
Hambatan Membaca dan Cara Mengatasinya.

Ada beberapa hambatan yang sering dijumpai pada orang-orang tertentu di dalam
membaca sehingga orang tersebut tidak bisa membaca secara cepat dan efisien.
Hambatan-hambatan ini banyak berkaitan dengan kebiasaan membaca yang dipraktekkan
sejak masa kecil dan terbawa-bawa sampai dewasa.

Beberapa hambatan tersebut di antaranya adalah:

1. Membaca Bersuara
Membaca bersuara artinya mengucapkan setiap kata yang dibaca, baik keras maupun
lunak. Untuk mengetahui apakah kita membaca bersuara atau tidak, letakkan tangan di
leher pada sat membaca. Bila ada getaran di leher berarti kita mengeluarkan suara. Ada
orang yang membaca dengan melafalkan kata demi kata yang dibaca. Mungkin orang
tersebut kurang puas jika kata-kata yang dibaca itu tidak diucapkan. Cara membaca
seperti ini selain akan mengganggu orang lain, juga akan memperlambat pembacaan.
Lambat karena kata demi kata dibaca atau satu demi satu. Di samping itu, pembaca akan)
mudah lelah karena meng-ucapkan kata demi kata yang dibaca itu mengeluarkan banyak
energi. (Bandingkan dengan orang yang sedang mengajar di depan kelas, atau yang
sedang berpidato).

Untuk mengatasi ini dapat dilakukan dua cara. Pertama dengan merapatkan bibir ketika
membaca; dan kedua, dengan menguyah permen karet.

2. Menggerakkan Bibir
Ada lagi yang membaca dengan menggerakkan bibir. Bibirnya komat-kamit meng-ikuti
bunyi huruf di dalam teks bacaan. Cara membaca sepeti ini selain kurang enak di
pandang mata (karena bibir terus komat-kamit) juga kurang cepat dan efisien karena si
pembaca pada dasarnya membaca kata demi kata (bahkan huruf demi huruf) yang ada di
dalam teks bacaan. Cara membaca dengan komat-kamit juga bisa membuat bibir cepat
lelah, rahang atas dan bawah pegal, dan pada akhirnya mempengaruhi daya tahan baca.

Lakukan hal-hal berikut ini untuk mengatasi hambatan membaca dengan gerakan bibir:
1. Rapatkan bibir kuat-kuat, tekankan lidah ke langit-langit mulut.
2. Kunyahlah permen karet.
3. Ambil pensil atau sesuatu yang lain yang cukup ringan, lalu jepit dengan kedua bibir
(bukan gigi), usahakan pensil itu tidak bergerak.
4. Ucapkan berulang-ulang, "satu, dua, tiga" atau ""tu, wa, ga."
5. Bersiullah dengan tanpa mengeluarkan suara.

3. Menunjuk Kata
Sebagian lagi ada yang membaca de-ngan menunjuk-nunjuk teks yang sedang dibacanya
dengan jari atau alat tulis. Cara membaca seperti ini juga kurang cepat dan efesien karena
si pembaca melakukan pembacaan kata demi kata. Di samping itu, cara membaca dengan
menunjuk-nunjuk ini juga bisa membuat tangan cepat lelah dan pada akhirnya bisa
mempengaruhi daya tahan baca.

Untuk mengatasi hambatan ini bisa dilakukan dua cara berikut. Pertama dengan
memasukan tangan yang suka menunjuk-nunjuk itu ditugaskan memegang buku yang
sedang dibaca (sekaligus jari telunjuk dan jempol ditugaskan untuk menyiapkan dan
membuka `halaman berikut' yang akan dibaca).

4. Menggerakkan Kepala
Kebiasaan membaca dengan menggerakkan kepala merupakan bawaan sejak kecil.
Gerakan ini sangat menghambat kecepatan membaca. Seharusnya kita cukup
menggerakkan bola mata pada saat membaca. Mata kita mempunyai kemampuan melihat
beberapa objek benda dalam satu keumpulan. Demikian juga dalam membaca, kita
mampu melihat beberapa kelompok kata sekaligus sehingga untuk melihat kata yang
berdekatan kita tidak perlu menggerakkan kepala, tetapi cukup dengan menggerakkan
mata.

Untuk mencegah adanya gerakan kepala pada saat membaca, lakukan hal-hal berikut ini.
1. Letakkan telunjuk jari ke pipi dan sandarkan siku tangan ke meja selama membaca.
Apabila terasa tangan terdesak oleh gerakan kepala, maka hentikanlah gerakan kepala
Anda.
2. Peganglah dagu seperti memegang jenggot dan bila kepala bergerak, segera hentikan.
3. Letakkan ujung jari telunjuk di hidung. Bila terasa kepada Anda bergerak, segerak
hentikan.

5. Regresi
Regresi artinya kembali ke belakang atau melihat kembali kata yang telah terlewati,
padahal seharusnya dalam membaca mata terus bergerak ke depan atau ke kanan dan
tidak kembali ke kata di sebelah kiri. Hal ini sangat menghambat kecepatan membaca.
Regreasi tidak membuat pemahaman kita menjadi lebih baik akan tetapi justru bisa
menjadi kacau. Keinginan melihat ke belakang antara lain karena kurang percaya diri,
merasa kurang tepat menangkap arti, merasa kehilangan sesuatu, atau salah baca pada
sebuah kata.

Untuk mengatasi regresi dapat ditempuh cara berikut ini.
1. Tanamkan kepercayaan diri. Jangan berusaha mengerti setiap kata atau kalimat di
paragraf itu. Jangan terpaku pada detail. Teruslah membaca tanpa tergoda untuk kembali
ke belakang.
2. Hadapi bahan bacaan. Apa yang sedang Anda baca, bacalah terus dan yang sudah
tertinggal, tinggalkan saja. Teruskan membaca dan perhatikan apa yang sedang Anda
hadapi.
3. Terus saja baca hingga kalimat selesai. Apa yang Anda rasa tertinggal nanti akan Anda
temui lagi. Teruslah membaca, maka Anda akan mengetahui bahwa Anda benar-benar
tidak kehilangan sesuatu.
Dikirim oleh Abdul Hadi pada 21:19
Topik: Keterampilan Membaca, Membaca Cepat
0 komentar:

Poskan Komentar

Link ke posting ini

Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru Posting Lama Halaman Muka
Langgan: Poskan Komentar (Atom)


Posted January 5th, 2009 by Rasyid_com

      Bahasa Indonesia

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Salah satu upaya untuk meningkatkan minat membaca bagi para siswa atau mahasiswa,
maka kami menyusun makalah ini supaya dapat memberikan pengertian bagi para siswa
maupun mahasiswa yang ingin mengetahui apa makan membaca, karena begitu
pentingnya makna membaca bagi kita yang bergelut dalam pendidikan. Disi kami juga
memberikan beberapa pemahaman dan pengertian membaca, dan mengungkapkan ide-
ide dari tokoh-tokoh terkemukan di dalam mejelaskan pengertian membaca, peranan
membaca, tujuan membaca, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan
membaca.
Membaca memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena lewat
membaca segala bentuk kejadian dan informasi dapat kita ketahui dengan cara membaca.

1.2 Tujuan
Kami membuat makalah ini bertujuan untuk memudahkan para siswa atau mahasiswa
dalam memahami pengertian membaca, peranan dan proses membaca. Dan untuk
memudahkan kita dalam menelaah dan menemukan informasi secara cepat dan akurat.

      click link
      2134 clicks

Untuk dapat merequest file lengkap yang dilampirkan pada setiap judul, anda harus
menjadi special member, klik Register untuk menjadi free member di Indoskripsi.

Semua Special Member dapat mendownload data yang ada di website ini.
NB: Ada kemungkinan beberapa data belum ada filenya, karena dikirim oleh member
biasa dan masih menunggu konfirmasi dari member yang bersangkutan. Untuk
memastikan data ada atau tidak silahkan login di download area.
Untuk mengetahui apa yang diinginkan pembaca The Muse, biasanya saya selalu
mengklik menu blogstats untuk melihat referensi apa yang mereka ingin cari. Maka,
suatu ketika saya menemukan kata yang tertera dalam menu itu: “pengertian membaca”.
Membaca, apa itu?

Memang tidak ada (dan belum ada) artikel yang menjelaskan secara detail tentang topik
itu di blog ini. Sejak lama memang saya ingin membahas masalah itu, mengingat
kelemahan budaya kita juga terletak pada poin itu.

Sekarang, saya akan mencoba memberikan opini tentang makna membaca. Di sekolah,
saya masih ingat waktu kecil dulu, hal paling utama diajarkan adalah pelajaran membaca.
Jelas maksudnya, agar kita bisa melangkah pelajaran-pelajaran berikutnya. Demikan
halnya dari pembacaan huruf, hingga simbol-simbol numerik (angka atau simbol lain
yang memiliki arti).

Namun apakah pengertian membaca hanya sampai di situ saja? Hanya merupakan
kemampuan memberikan arti dari jejeran huruf atau simbol yang tersusun secara
harmonis dan logis hingga terpetiklah pesan yang disampaikan di sana?

Cukuplah sampai di situ pengertian yang sempit itu. Sekarang marilah masuk ke
pengertian membaca yang sebenaranya.

Membaca adalah aktivitas memahami, menafsirkan, mengingat, lalu yang terakhir adalah
menuliskannya kembali berdasarkan analisis pikiran kita sendiri.

Kebiasaan filsuf-filsuf terdahulu menjelaskan, membaca adalah semacam kreasi berpikir.
Ia bukan sekadar melafalkan huruf, kata, kalimat, paragraf hingga bab demi bab. Tapi,
juga ruang di mana pikiran tertantang untuk kritis. Menerjemahkan teks-teks terdahulu,
menginterpretasikannya, lalu menuliskan poin apa lagi yang bisa ditelaah dari teks itu
hingga semakin tercapailah apa yang dinamakan kebenaran (verstehen).

Proses inilah yang dinamakan metode hermeneutika. Yang pada awalnya digunakan
sebagai salah satu cara untuk menerjemahkan kitab suci. Kita tahu, sebuah kitab suci
sarat dengan makna yang jika disalahmengerti akan menimbulkan bias.

Kemudian metode ini berkembang dan diterapkan dalam kajian sastra. Beberapa
penggiatnya antara lain F.D.E. Schleirmacher, Wilhelm Dilthey, Martin Heidegger,
Husserl, Emilio Betti, Hans-Georg Gadamer, Jurgen Habermas, Paul Ricoeur, dan
Jacques Derrida (jelasnya klik di sini).

Lalu, sampai kapan kebenaran itu akan tercapai? Kita tidak bisa memastikannya.
Sepanjang peradaban manusia, kebenaran selalu diintimidasi oleh berbagai kepentingan.
Dan, hingga kini manusia tak pernah selesai menelusuri makna kebenaran itu lewat
penemuan-penemuan ilmu pengetahuan.
Memang manusia tak pernah puas. Akan tetapi, itu jugalah salah satu keharusan
sesungguhnya dalam pembacaan. Filsuf Franz Magniz-Suseno pernah bilang: “bukuku
surgaku.” Nah, jika kebosanan itu datang menjemput, maka surga itu pun perlahan-lahan
akan ikut hilang. Bagaimana dengan Anda?

Salam…

Teknik Membaca
Posted on 22/12/2008 by pencilbooks

Dalam melakukan kegiatan membaca, kita perlu mengetahui berbagai teknik membaca
agar dapat membaca secara efisien. Efisiensi membaca akan lebih baik, jika informasi
yang dibutuhkan sudah dapat ditentukan lebih dahulu.
Ada beberapa teknik membaca untuk dapat menemukan informasi fokus dengan efisien,
di antaranya: (Tampubolon dalam Farida Rahim, 2005)

baca-pilih (selecting)
baca-lompat (skipping)
baca-layap (skimming)
baca-tatap (scanning)

Untuk kajian kali ini, penulis akan [...]

DIarsipkan di bawah: Kumpulan teori dan konsep | Ditandai: Membaca | 5 Komentar »

Pengertian Membaca
Posted on 16/12/2008 by pencilbooks

Klein, dkk. (dalam Farida Rahim, 2005: 3) mengemukakan bahwa definisi membaca
mencakup: pertama, membaca merupakan suatu proses. Maksudnya adalah informasi dari
teks dan pengetahuan yang dimiliki oleh pembaca mempunyai peranan yang utama dalam
membentuk makna. Kedua, membaca adalah strategis. Pembaca yang efektif
menggunakan berbagai strategi membaca yang sesuai dengan teks dan konteks dalam
rangka mengonstruk [...]

DIarsipkan di bawah: Kumpulan teori dan konsep | Ditandai: Membaca | 1 Komentar »

Rendahnya minat baca
Posted on 26/08/2008 by pencilbooks

Persoalan minat baca pada anak adalah masalah yang klasik. Berbagai upaya terus
dilakukan untuk dapat meningkatkan minat baca. Namun pada kenyataannya, minat baca
anak Indonesia masih begitu rendah. Berikut ini beberapa artikel dan hasil penelitian
yang membahas berbagai masalah terkait dengan fenomena rendahnya minat baca di
Indonesia:
Menurut Ita Dwaita Lantari, rendahnya minat baca anak, tentu [...]

DIarsipkan di bawah: Hasil penelitian | Ditandai: Minat Baca | 4 Komentar »

Meningkatkan pengetahuan dan wawasan dengan
kegiatan membaca
Posted on 27/07/2008 by pencilbooks

Kegiatan belajar, tidak lepas dari kegiatan membaca. Karenanya, kemampuan untuk
dapat membaca sangat penting untuk dikuasai. Apalagi, jika kemampuan membaca yang
baik yang telah dimiliki, dapat diterapkan lagi dengan menggemari kegiatan membaca
tersebut dan menjadikan sebuah kebiasaan. Farida Rahim (2005: hal. 1) mengungkapkan
bahwa proses belajar yang efektif antara lain dilakukan melalui membaca. Masyarakat
yang [...]

DIarsipkan di bawah: Kumpulan teori dan konsep | Ditandai: Manfaat Membaca | Leave a
Comment »

Penelitian tentang media violence dan priming
Posted on 19/07/2008 by pencilbooks

Josephson (1987) melakukan investigasi atas dampak kekerasan media terhadap perilaku
anak-anak. Anak-anak laki-laki disuruh menyaksikan program televisi, baik yang bersifat
kekerasan maupun yang tidak berisi kekerasan, lalu dibandingkan dan dikaitkan dengan
kegemarannya. Setelah menyaksikan program-program tersebut, anak-anak laki-laki
diwawancara dan diajak ke gymnasium sekolah untuk bermain hockey lantai. Sebagian
anak-anak laki-laki menunjukkan perilaku kekerasan dan [...]

DIarsipkan di bawah: Hasil penelitian | Ditandai: Dampak negatif dari tayangan
kekerasan | Leave a Comment »

Beberapa penelitian terkait dengan dampak yang
timbul dari tayangan kekerasan
Posted on 11/07/2008 by pencilbooks

Untuk memperkuat kemungkinan dampak yang timbul dari tayangan kekerasan, berikut
disajikan beberapa penelitian dan hasil temuannya. (Sparks & Sparks dalam Bryant, J.
and D. Zillman (Eds). 2002).
Liebert dan Baron (1971) menguatkan tesis hubungan media violence dengan perilaku
agresif.
Stein dan Friedrich (1972) menunjukkan adanya hubungan positif antara media violence
dan perilaku agresif.
Leonard Berkowitz, dkk (1963, 1966, [...]

DIarsipkan di bawah: Hasil penelitian | Ditandai: Dampak negatif dari tayangan
kekerasan | Leave a Comment »

Tiga konsep penting dalam penelitian efek media
Posted on 10/07/2008 by pencilbooks

Ada 3 konsep penting yang digunakan dalam penelitian-penelitian efek media, yaitu:
(Glenn G. Sparks dan Cheri W. Sparks dalam J. Bryant and D. Zillman (Eds), 2002)

media violence atau kekerasan di media. Yaitu isi media yang ditampilkan mengandung
unsur-unsur kekerasan. Hal ini bisa berupa unsur kekerasan yang terdapat dalam film,
televisi, berita, dan lain-lain. Adapun pada [...]

DIarsipkan di bawah: Kumpulan teori dan konsep | Ditandai: Efek media | Leave a
Comment »

Ayo, membangun bangsa lewat buku!
Posted on 27/06/2008 by pencilbooks

Menurut sumber Republika Online, selama tahun 2006, Cina telah menerbitkan 140 ribu
buku dengan jumlah penduduk 1,3 miliar. Vietnam menerbitkan 15 ribu buku dengan
jumlah penduduk 80 juta. Malaysia menerbitkan 10 ribu buku dengan jumlah penduduk
26 juta. Sementara Indonesia juga menerbitkan 10 ribu buku tapi dengan jumlah
penduduk 220 juta jiwa. (Purnimasari dalam Mencintai [...]

DIarsipkan di bawah: Kumpulan Artikel | Leave a Comment »

Memberikan nasihat kepada anak lewat bacaan
Posted on 09/05/2008 by pencilbooks

Berbicara mengenai efek media, anak merupakan makhluk yang sangat mudah
terpengaruh oleh apa yang dia dengar dan lihat. Mereka memang makhluk yang mudah
meniru (imitation). Hal ini membuat orang tua harus lebih selektif terhadap apapun yang
dekat dengan anak mereka, termasuk media buku sebagai sumber bacaan.
Dari sifat anak-anak yang peniru itu, satu sisi dapat membawa [...]
DIarsipkan di bawah: Kumpulan Artikel | Leave a Comment »

Membentuk Minat Baca Sejak Usia Dini
Posted on 18/03/2008 by pencilbooks

Pendidikan anak usia dini perlu mendapatkan perhatian yang khusus. Berbagai hasil studi
menunjukkan, jika pada masa usia dini terutama masa emas (4 tahun ke bawah) seorang
anak mendapat stimuIasi maksimal, maka potensi anak akan tumbuh dan berkembang
secara optimal. (Website Sampoerna Foundation. Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini
Terabaikan. http://www.sampoernafoundation.org). Selain itu, menurut penelitian para
ahli [...]

DIarsipkan di bawah: Kumpulan Artikel | Ditandai: Pendidikan a
i: Pendidikan a

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:104
posted:12/10/2010
language:Indonesian
pages:8