Cash Flow Buat Pinjaman Bank - PowerPoint by ujd66827

VIEWS: 1,813 PAGES: 69

More Info
									ANALISIS KREDIT




                  1
PROSEDUR & PERSYARATAN
        KREDIT
# Calon Debitur :
Mengajukan surat permohonan / mengisi
  formulir aplikasi berikut
  kelengkapannya dengan lampiran
  sebagai berikut :
 Foto copy identitas pemohon
 Foto copy izin usaha
 Akta pendirian ( awal beserta
  perubahannya )
 Foto copy agunan ( SHM, BPKB, dll)
 Foto copy IMB




                                        2
PROSEDUR & PERSYARATAN
        KREDIT
# Bank :
 Terima surat permohonan + diregister

 Cek list kelengkapan dokumen

 Cek daftar Hitam BI -> jika termasuk-
  ditolak, jika tidak diproses
 Wawancara serta on the spot

 Buat surat penolakan jika pejabat
  pemutus mengatakan tidak layak




                                          3
PROSEDUR & PERSYARATAN
        KREDIT
# Bank ( lanjutan ) :
 Bila usaha calon debitur feasible ->
  bank akan memproses.
 Melakukan analisis ekonomi,
  pengumpulan dan pengecekan data
 Membuat memorandum analisis yuridis




                                         4
PROSEDUR & PERSYARATAN
        KREDIT
# Bank ( lanjutan ) :
Selanjutnya bank melakukan penilaian
  jaminan -> melihat kemungkinan
  pemasaran
 Proposal kredit yang lengkap
  diserahkan ke pejabat pemutus utk
  mendapat putusan
 Setelah diputus -> Bank akan buat surat
  pemberitahuan dan didalamnya memuat
  syarat dan ketentuan yang harus
  dipenuhi oleh calon debitur


                                            5
 IDENTIFIKASI
RESIKO KREDIT
( RESIKO KUALITATIF   5 C )




                              6
              CHARACTER

TUJUAN ANALISA CHARACTER/WATAK:
 Melihat tanggung jawab, kejujuran,keseriusan
  bisnis, keinginan untuk membayar semua
  kewajiban dengan seluruh kekayaan yang
  dimiliki, sehingga bank dapat meyakini itikad
  baik peminjam dan dapat mengetahui risiko
  atas kredit yang diberikan.




                                                  7
              CHARACTER
RESIKO WATAK :
 Nasabah pindahan
 Informasi tidak benar/terbuka
 Cara berhubungan mendesak/iming
  iming/janji/pemberian hadiah
 Kurang dikenal
 Kurang dipercaya pemasok/pelanggan/ rekan
  bisnis,info BI,catatan intern
  bank,pesaing,dsb
 Tingkah laku moral
 Istri lebih dari 1 (simpanan)
 Penarikan cek kosong,termasuk Daftar Hitam
 Catatan kriminal
 Manajemen tertutup,adm tidak tertib
 Ambisius,suka jalan pintas
 Tidak kooperatif dalam proses analisa


                                               8
            CAPACITY
MANAJEMEN PUNCAK :
 Kemampuan menetapkan visi, misi,
  tujuan dan strategi perusahaan.
 Kemampuan merencanakan manajemen
  (rencana kerja, penetapan standar
  operasional & anggaran).
 Kemampuan melaksanakan kegiatan
  manajemen organisasi (penyusunan
  struktur,pendelegasian wewenang).
 Kemampuan melakukan evaluasi dan
  pengawasan


                                      9
                CAPACITY

KEMAMPUAN MANAJ.PRODUKSI :
 Pabrik, mesin produksi kurang tepat guna

 Lokasi pabrik jauh

 Persediaan yang menumpuk

 Ketergantungan terhadap suplier/bahan
  tertentu
 Produk inferior

 Banyak di sub kontrak




                                             10
              CAPACITY
KEMAMP.MANAJ.PEMASARAN :

Kemampuan nasabah menjual produk :
 Angka keragaan masa lalu
 Angka proyeksi pemasaran
 Perencanaan, strategi pemasaran &
  marketing mix ( bauran pemasaran )

Resiko Kemamp.Manajemen Pemasaran :
 Lokasi kurang strategis, produk tidak
  diversifikasi, promosi terlalu besar,
  ketergantungan konsumen tertentu,
  segmen terbatas
                                          11
              CAPACITY
MANAJEMEN PERSONALIA:
 Menilai kekuatan perusahaan dilihat
  dari segi kualitas dan kuantitas
  tenaga kerjanya
 Menilai kemampuan perusahaan
  memelihara hub.yang baik antara
  pegawai dg perusahaan/pemilik.

Resiko Kemampuan Personalia :
“ one man show,tua/sakit-sakitan,tidak
   ada regenerasi,tergantung seseorang,
   produktifitas rendah,tumpang tindih
   tugas,SDM terbatas”.
                                          12
               CAPITAL
   Kemampuan sendiri perusahaan dalam
    memikul beban pembiayaan yang
    dibutuhkan
   Kemampuan menanggung beban resiko
    (risk sharing)
   Kesungguhan debitur dalam mengelola
    usahanya.




                                          13
              CAPITAL

INDIKATOR UTAMA : D E R
 DER adalah alat ukur ketergantungan
  debitur terhadap pihak luar
  perusahaan
 Semakin tinggi DER, kemampuan
  perush menanggung beban pembiayaan
  semakin rendah, semakin tinggi resiko
  yang dihadapi perusahaan
 Besarnya modal sendiri tidak
  mencerminkan kemampuan perusahaan
  dalam pembayaran hutangnya.


                                          14
            CAPITAL
KOMPONEN MODAL ;
1. Modal disetor
2. Laba ditahan
3. Tambahan modal disetor
4. Modal sumbangan
5. Modal revaluasi
6. Hutang pada pesero




                            15
               CAPITAL
PRINSIP-PRINSIP DALAM MENILAI
   MODAL SENDIRI:

1.   Harus ada pemisahan Assets secara
     jelas
2.   Pemisahan secara jelas atas hutang
3.   Perhitungan nilai assets hrs
     didasarkan pada prinsip akuntansi
4.   Nilai Equity diperoleh dari
     pengurangan total assets dngan
     seluruh hutang
5.   Debitur yang memiliki beberapa
     usaha agar dibuat neraca konsolidasi


                                            16
             CAPITAL
RESIKO CAPITAL :

1.   Leverage Ratio tinggi
2.   Profitabilitas rendah
3.   Prive/deviden besar
4.   Modal disetor belum notariil
5.   Laba ditahan rendah
6.   Pemilikan satu keluarga
7.   Pemilikan modal tidak dikenal
8.   Modal revaluasi
                                     17
          COLLATERAL
PERANAN AGUNAN KREDIT :

1.   Memberikan hak dan kekuasaan
     kepada bank untuk mendapatkan
     pelunasan dari hasil penjualan
     barang agunan apabila debitur
     cidera janji
2.   Menjamin agar debitur berperan
     serta didalam transaksi untuk
     membiayai dan mengembangkan
     usahanya.
3.   Mendorong debitur untuk
     memenuhi perjanjian kredit
                                      18
           COLLATERAL
SYARAT AGUNAN KREDIT :
A.ASPEK EKONOMIS
1.   Dapat diperjual belikan secara
     umum dan bebas
2.   Nilainya lebih besar dibandingkan
     kreditnya
3.   Dapat dipertukarkan
4.   Nilainya stabil dan cenderung naik
5.   Kondisi dan lokasi agunan
     strategis
6.   Manfaat ekonominya lebih panjang

                                      19
            COLLATERAL
SYARAT AGUNAN KREDIT :
B.ASPEK YURIDIS
1.   Benar-benar milik pihak yang bersedia
     mengagunkan
2.   Tidak dalam sengketa
3.   Memiliki bukti kepemilikan yang sah dan
     masih berlaku serta mempunyai kekuatan
     hukum
4.   Agunan dalam kondisi bebas




                                           20
          COLLATERAL
     JENIS AGUNAN KREDIT
 (BERDASARKAN SUMBER PENDANAANNYA)


1.   Agunan Pokok, meliputi
     seluruh assets perusahaan
     baik yg dibiayai dengan
     kredit maupun yg tdk
     langsung dibiayai dengan
     kredit
2.   Agunan Tambahan,
     merupakan harta milik
     debitur pribadi
                                     21
          COLLATERAL
     JENIS AGUNAN KREDIT
     (BERDASARKAN ASPEK YURIDIS)

1.   Agunan Kebendaan, meliputi
     seluruh benda bergerak dan
     tidak bergerak, berwujud dan
     tidak berwujud
2.   Agunan Penanggungan
     (borgtocht):
     - Personal guarantee
     - Corporate guarantee
     - Bank guarantee
                                    22
            COLLATERAL
     NILAI AGUNAN KREDIT

1.    Nilai saat ini :
      - Nilai Pasar Wajar (NPW)
      - Nilai Likuiditas (NL)

2.    Nilai akan datang/proyeksi :
     - Proyeksi Nilai Pasar Wajar (PNPW)
     - Proyeksi Nilai Likuidasi (PNL)



                                           23
          COLLATERAL
 DASAR PERTIMBANGAN PENETAPAN
          NILAI AGUNAN ( 5 P )
1. PENILAIAN, dengan cara dan
   metode yang berlaku
2. PENGIKATAN,bukti pemilikan yang
   sah menurut hukum
3. PENGUASAAN,dapat dikuasai atas
   nama pemohon,shg apabila
   dilikuidasi proses tdk panjang dan
   tdk butuh biaya besar.
4. PENGAMANAN,dapat ditutup
   dengan asuransi
5. PEMANFAATAN,sbg sumber
   pembayaran kembali thd kredit
                                        24
          COLLATERAL
BENTUK PENGIKATAN AGUNAN

1.   HAK TANGGUNGAN
2.   HIPOTIK atau CREDITVERBAND
3.   GADAI ( PAND )
4.   FIDUSIA
5.   CESSIE
6.   PENANGGUNGAN HUTANG
     (BORGTOCHT)

                                  25
           COLLATERAL
           RESIKO AGUNAN

1.   Bentuk pemilikan jaminan kurang
     kuat
2.   Pengikatan barang agunan kurang
     sempurna
3.   Harga barang agunan fluktuatif
4.   Nilai barang agunan menurun
5.   Barang agunan kurang marketable
6.   Nilai agunan tidak mengcover nilai
     kredit
7.   Agunan milik orang lain
                                          26
          CONDITION
1.   PEMASOK
2.   PEMBELI
3.   PERSAINGAN
4.   BARANG SUBSTITUSI
5.   POTENSI CALON PESAING
6.   PERATURAN PEMERINTAH
7.   PERDAGANGAN
     INTERNASIONAL

                             27
             CONDITION
Resiko CONDITION :
   PEMASOK, juml suplier sedikit, tidak ada
    bahan baku alternatif
   PEMBELI, pasar sasaran terbatas,
    bergaining power langganan tinggi
   PERSAINGAN, pesaing banyak, pesaing
    dominan,tdk ada asosiasi industri
   BARANG SUBSTITUSI
   KONDISI PUBLIK,publik kritis,
    perlindungan konsumen berlebihan,dll
   PERATURAN PEMERINTAH
   PERDAGANGAN INTERNASIONAL


                                               28
ANALISA LAPORAN
   KEUANGAN
   (Analisa Ratio)


                     29
     MANFAAT RATIO KEUANGAN

1.   Sebagai EARLY WARNING SIGN
2.   Mengenali kemampuan perusahaan
     secara umum dari aspek finansial
3.   Memusatkan Perhatian pemutus
     kredit
4.   Melihat dua angka secara
     bersamaan
5.   Menceritakan kondisi keuangan
     perusahaan.



                                        30
    JENIS RATIO KEUANGAN

RATIO KEUANGAN YANG POKOK :

   Ratio Profitabilitas

   Ratio Perputaran (aktivitas)

   Ratio Likuiditas

   Ratio Leverage (solvabilitas)


                                    31
     RATIO PROFITABILITAS

   Menilai kinerja perusahaan dalam
    menciptakan profit ( laba )
   Mencerminkan kinerja perusahaan dan
    resikonya
   Metode : membandingkan indikator laba
    dengan berbagai ukuran kegiatan (misalnya
    penjualan, modal, assets)




                                                32
    RATIO PROFITABILITAS

GROSS PROFIT MARGIN :
  Menunjukkan kemampuan
   perusahaan menutup biaya barang
   (HPP) atau mencerminkan jumlah
   uang yang untuk menutupi biaya
   operasional,biaya bunga dan pajak,
   untuk memperoleh laba.
  Rumus :
    Penjualan – HPP    x 100% =.….%
        Penjualan


                                        33
      RATIO PROFITABILITAS

NET PROFIT MARGIN :
   Menunjukkan kemampuan memperoleh
    penghasilan untuk pemilik dari setiap rupiah
    penjualan setelah dikurangi semua biaya-
    biaya.
   Rumus :
       Laba bersih
        Penjualan




                                                   34
    RATIO PROFITABILITAS

RETURN ON EQUITY (ROE):
  Menunjukkan kemampuan
   perusahaan memperoleh laba
   dari investasi rata-rata yang
   telah ditanamkan
  Rumus :
        Laba bersih
           Modal


                                   35
     RATIO PROFITABILITAS

RETUR ON ASSETS (ROA):
   Menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan
    aktiva perusahaan
   Rumus :
       Laba bersih
      Total Assets




                                               36
     RATIO PROFITABILITAS

ROE dan ROA :
  Dalam keadaan normal dan bagi
   perusahaan yang sehat, lazimnya ROE
   > ROA
  Dalam periode yang sama bisa terjadi
   ROE naik tapi ROA turun, hal ini
   menunjukkan bahwa : melihat satu
   ratio saja tdk cukup, tambahan aktiva
   tidak dibiayai dari modal,

    Dari mana pendanaannnya ???
    Dapat dilihat dari analisa Leverage


                                           37
        LEVERAGE RATIO

   Mengukur seberapa besar peranan
    dana pihak ketiga
    (hutang)digunakan untuk
    pembiayaan perusahaan
   Hutang adalah comitment yang
    berdasarkan kontrak dan
    mengandung kewajiban mengangsur
    pokok/bunga yang tetap
   Bila komposisi tidak seimbang,
    perusahaan bisa bangkrut.


                                  38
         LEVERAGE RATIO

TOTAL LEVERAGE RATIO :
  Membandingkan antara hutang
   dengan total assets perusahaan
  Memberikan sinyal seberapa aman
   uang kreditur dijamin dengan assets
   perusahaan
  Resiko turunnya assets dapat
   menyebabkan tidak terbayarnya
   hutang
  Rumus :
       Total Hutang
       Total Assets

                                         39
         LEVERAGE RATIO

DEBT to EQUITY RATIO ( D E R ):
  Melihat seberapa besar sharing
   pemilik perusahaan dalam mengelola
   usahanya
  Resiko yang melekat apabila sharing
   pemilik kecil, maka peluang
   terjadinya “ Moral Hazard ” besar.
  Rumus :
       Total Hutang
           Equity


                                         40
       RATIO PERPUTARAN

   Melihat efisiensi penggunaan
    assets oleh perusahaan
   Menghitung waktu yang
    dibutuhkan dalam siklus operasi
    perusahaan
   Ratio-ratio perputaran :
     - Perputaran Aktiva
     - Perputaran Aktiva Tetap
     - Perputaran Piutang
     - Perputaran Persediaan


                                      41
      RATIO PERPUTARAN

PERPUTARAN AKTIVA :
  Mengukur efisiensi penggunaan
   aktiva total
  Kelemahannya tidak jelas,
   aktiva mana yang tetap atau
   lancar yang tidak efisien
  Rumus :
        Penjualan
          Aktiva

                                   42
      RATIO PERPUTARAN

PERPUTARAN AKTIVA TETAP:
  Mengukur efisiensi penggunaan
   aktiva tetap
  Apabila rationya rendah,
   mengindikasikan bahwa banyak
   aktiva tidak produktif (kapasitas
   tdk terpakai)
  Rumus :
        Penjualan
     Aktiva Tetap


                                       43
      RATIO PERPUTARAN

PERPUTARAN PIUTANG DAGANG :
  Menunjukkan jumlah siklus dan
   pengumpulan piutang dagang
   dalam satu tahun
  Rumus :
        Penjualan
    Piutang Dagang



                                   44
      RATIO PERPUTARAN

DAY Of RECEIVABLE ( D O R ) :
  Menunjukkan waktu rata-rata
   (dalam hari) yang diperlukan
   menagih piutang dagang (dalam
   satu siklus)
  Rumus :
     Piutang Dagang x…hari = …hari
       Penjualan



                                     45
     RATIO PERPUTARAN

PERPUTARAN PERSEDIAAN :
 Menunjukkan siklus
   berputarnya persediaan
   dalam satu tahun
 Rumus :

           HPP
        Persediaan


                            46
      RATIO PERPUTARAN

DAY Of INVENTORY ( D O I ) :
  Menunjukkan jumlah hari yang
   diperlukan dalam satu siklus
   persediaan
  Rumus :
     Persediaan x …hari = …hari
        HPP




                                  47
     RATIO PERPUTARAN

PERPUTARAN HUTANG
   DAGANG :
 Menunjukkan siklus
   berputarnya persediaan
   dalam satu tahun
 Rumus :
           HPP
     Hutang Dagang

                            48
      RATIO PERPUTARAN

DAY Of PAYABLE ( D O P ) :
  Menunjukkan jumlah hari yang
   diperlukan dalam satu siklus
   hutang dagang
  Rumus :
  Hutang Dagang x …hari = …hari
        HPP




                                  49
      RATIO PERPUTARAN

SIKLUS OPERASI :
  Menunjukkan rata-rata waktu
   yang diperlukan perusahaan untuk
   menggunakan kas untuk
   membeli/memproduksi barang dan
   menjual, sampai menerima kas
   dari hasil penjualan barang
  Rumus : (WCTO)
      WCTO = DOR + DOI


                                      50
       RATIO LIKUIDITAS

   Menunjukkan kemampuan
    perusahaan untuk memenuhi
    kewajiban jangka pendek tepat
    pada waktunya
   Ratio-ratio Likuiditas yang
    penting :
     - Current Ratio
     - Quick Ratio



                                    51
       RATIO LIKUIDITAS

CURRENT RATIO :
  Mengukur kemampuan perusahaan
   untuk memenuhi kewajiban jangka
   pendek dengan menggunakan
   assets lancar (aktiva Lancar)
  Rumus :
   Aktiva lancar (current assets)
   Hutang lancar (current liabilities)



                                         52
      RATIO LIKUIDITAS

QUICK RATIO :
 Inventory dianggap kurang
  likuid
 Inventory dikeluarkan dari
  aktiva lancar
 Rumus :

      Aktiva lancar - inventory
             Hutang lancar
                                  53
     KEGUNAAN RATIO KEUANGAN
        BAGI KREDITUR (BANK)
1.    MENILAI HASIL OPERASIONAL
      PERUSAHAAN

2.    MEMAHAMI SIFAT-SIFAT INDUSTRI

3.    MEMPERKIRAKAN KEBUTUHAN DANA
      PERUSAHAAN

4.    INDIKATOR DALAM MONITORING
      (DITETAPKAN DALAM PERJANJIAN KREDIT)




                                             54
ANALISA KEBUTUHAN
      KREDIT



                    55
     ANALISA KEBUTUHAN KREDIT


1.    KREDIT MODAL KERJA LOKAL
       - Working Capital Turn Over (WCTO)
       - Spread sheet ( cash flow )
       - Net Trading Asset ( NTA )
2.    KREDIT MODAL KERJA EKSPOR
3.    KREDIT MODAL KERJA IMPOR
4.    KREDIT MODAL KERJA KONSTRUKSI
5.    KREDIT INVESTASI
6.    PENANGGUHAN JAMINAN IMPOR
7.    KREDIT DENGAN CASH COLLATERAL



                                            56
        ANALISA KEBUTUHAN
        KREDIT MODAL KERJA

    Working Capital Turn Over (WCTO)
      - Day of Inventory ( DOI )
      - Day of Receivable ( DOR )
2.   Out of Pocket Expenses ( OPE )
     Rumus :
        = HPP (diluar penyusutan) + biaya
          penjualan + biaya umum + biaya
          administrasi
3.   Net Working Capital (NWC) = Modal Kerja
     Sendiri



                                               57
 PERHITUNGAN KREDIT MODAL
    KERJA METODE WCTO
* Kebutuhan modal kerja
    DOI + DOR       x OPE x proyeksi penjl (%)..= A
   Periode (hari)

 Modal Kerja sendiri (NWC)………………………………………= B -
 Kekurangan /kebutuhan modal kerja…………………… = C

 Sumber lain :
   - Hutang dagang       = …..
   - Uang muka penjualan = …….
   - Lainnya             = ……                  = D -

 Jumlah kebutuhan KMK yang dipertimbangkan     = E


                                                       58
  PERHITUNGAN KREDIT MODAL
  KERJA METODE SPREAD SHEET

Additional Cash Needed (ACN)……………………       = A

Gross Operating Fund generation (GOFG)     = B -

Net Financing Needs…………………………………….         = C

Kas……………………………………………………………………..            = D (+/-)

Tambahan Kredit yang dibutuhkan……………       = E

Saldo Pinjaman (posisi terakhir)………………….   = F   +

Jumlah Kredit yang dipertimbangkan………….    = G


                                                       59
  PERHITUNGAN KREDIT MODAL
  KERJA METODE SPREAD SHEET
ADDITIONAL CASH NEEDED (ACN) :

Kenaikan / (Penurunan) aktiva lancar (excl.Kas) =    A
(Kenaikan) / penurunan hutang lancar (excl pinj) =   B
Perubahan modal kerja………………………………………………. =           C
Perubahan aktiva tetap (+/-) …………………………………. =        D
Additional cash needed (ACN)…………………………………. =         E



 Besarnya SDS KMK min 30% dari proyeksi kebutuhan
              modal kerja, dengan rumus :

               NWC                   x 100%    > 30%
   Proyeksi kebutuhan modal kerja


                                                         60
    PERHITUNGAN KREDIT MODAL
    KERJA METODE SPREAD SHEET

GROSS OPERATING FUND GENERATION
   (GOFG) :

    Laba operasional – bunga + pendapatan non
     operasional – biaya non operasional – pajak –
     deviden

    Laba bersih + biaya non cash (penyusutan)




                                                 61
 PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA
          EKSPOR (KMKE)

PLAFOND KMKE :

     OPE    x 70% x TE/bln x PU
  PENJUALAN

 OPE   = Out of Pocket Ekspenses
 TE    = Target Ekspor dalam satu periode
 PU    = Perputaran Usaha (WCTO) satu periode

KMKE TRANSAKSIONAL :

 = OPE / PENJUALAN x 70% x O/S SIGT L/C

 = OPE / PENJUALAN x 70% x SALES CONTRACT


                                                62
 PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA
          IMPOR (KMKI)

PLAFOND KMKI :

   WCTO ( i ) x HPP ( i ) x proyeksi
    Periode

 WCTO = Perput modal kerja impor khusus u brg2 impor
 HPP ( i )= HPP u brg impor ( diasumsikan biaya2 lainnya
            dibebankan ke KMK lokal )
 Proyeksi= proyeksi pertumbuhan produksi/sales



KMK lokal = total kebutuhan KMK-( keb KMKE+KMKI )



                                                           63
 PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA
           KONSTRUKSI

PLAFOND KMK KONSTRUKSI :

   ( T ( NP-P-K ) – ( % UM x NP ) )



 T  = Termin pertama ( max.65% )
 NP = Nilai Proyek ( nilai awal / nilai sisa proyek )
 P  = Pajak ( Ppn sebesar 10 % )
 UM = Uang muka proyek (tergantung ketentuan
      umum kontrak )



KMK untuk jasa (hotel,angkutan,bioskop,dll dihitung
    berdasarkan kebutuhan riil max 70% keb riil)

                                                        64
    PERHITUNGAN KREDIT INVESTASI
KRITERIA INVESTASI :
   Net Present Value (NPV) positif
   B/C ratio > 1
   IRR > interest ( discount factor )
   KI = TPC + SDS

Keterangan :
    NPV = PV Proceed – PV TPC
      - PV proceed adalah pendapatan yang
       akan diterima dimasa yad dinilai saat
       ini dengan     discount faktor (DF)
       tertentu
    B/C Ratio = PV proceed : PV TPC
    IRR = i1 ( i2-i1 ) x (NPV+)
                (NPV+)-(NPV-)
i1=Tk.bunga dimana NPV+ ; i2=Tk.bunga dimana
    NPV-
                                               65
  PERHITUNGAN KREDIT INVESTASI


PROCEED UNTUK PROYEK BARU :
   GOFG + bunga + deviden/prive + biaya lain –
    deviden yang diterima – penghasilan lain
PROCEED UNTUK PROYEK PERLUASAN :
   Proceed setelah Investasi – proceed sebelum
    investasi.

YANG PERLU DIPERHATIKAN :
   Total project cost (TPC) & interest during
    construction (IDC)
   Sharing Dana Sendiri (SDS) min. 35% x TPC
   Max. KI 65% x TPC
   Proceed



                                                  66
    KETENTUAN KREDIT INVESTASI


   Angsuran pokok KI harus sesuai dengan
    kemampuan keuangan (arus kas)
   Masa tenggang (grace periode) > atau dapat
    diberikan sebelum angsuran pertama (bila arus kas
    demikian)
   Bunga dibayar sesuai persyaratan kredit (bulanan,
    tidak boleh > 3 bulan) sejak penarikan pertama
   Dalam masa tenggang tidak diperkenankan
    membayar bunga kredit dengan pembebanan
    langsung dari KInya, kecuali jika diperjanjikan
    sebelumnya dalam bentuk Interest During
    Construktion (IDC), dimana IDC dikapitalisir
    menjadi pokok kredit.
   Balloon payment (pemby.kembung) tidak dianjurkan



                                                        67
    KETENTUAN KREDIT INVESTASI



   Harus ada tanggal yang pasti
    tentang berakhirnya masa
    penarikan fasilitas KI
   Harus ada klausula yang dapat
    mempercepat penarikan kembali
    kredit sebelum jatuh tempo, jika
    kondisi keuangan / usaha debitur
    mulai memburuk / ingkar janji
   Ketentuan Commitment fee
   Dll.
                                       68
69

								
To top