Aliran Data Sistem Distribusi PERENCANAAN DISTRIBUSI FISIK ANDI

Description

Aliran Data Sistem Distribusi document sample

Shared by: syh10093
-
Stats
views:
321
posted:
12/9/2010
language:
Indonesian
pages:
22
Document Sample
scope of work template
							PERENCANAAN DISTRIBUSI FISIK
         ANDI WIJAYANTO
DISTRIBUTION MIX
 Fasilitas
 Persediaan
 Transportasi
 Komunikasi
 Unitisasi
FASILITAS
 Keputusan tentang fasilitas menyangkut tentang
  lokasi dan berapa jumlah gudang dan pabrik yang
  harus dibangun.
 Pertimbangan pengambilan keputusan terkait
  dengan fasilitas:
  - Sifat, besar, dan sebaran geografis kebutuhan.
  - Biaya penambahan jumlah lokasi (kenaikan biaya
  transportasi) dengan pengurangan biaya distribusi.
  - Tingkat layanan konsumen yang memuaskan.
FASILITAS
Pertimbangan dalam Perencanaan area distribusi:
 Kapasitas wilayah
  Pengetahuan yang perlu dikuasai agar dapat menggarap
  wilayah secara maksimal. Meliputi: luas daerah, jumlah
  penduduk, jumlah toko, omset penduduk, produk sampingan,
  hasil daerah, pendapatan penduduk, kebiasaan/tradisi, jarak
  tempuh, jumlah langganan, jumlah dan lokasi pasar,
  ketersediaan grosir, jumlah salesman per daerah, penambahan
  mess/gudang baru, dll.
 Kapasitas salesman
  Tugas-tugas yg harus dikerjakan oleh seorang salesman selama
  8-10 jam setiap hari selama 24 hari kerja. Meliputi: pencapaian
  target, penagihan dan penanganan bad debt, pencapaian
  effective call, hub. baik dengan pelanggan, jumlah kunjungan
  ke toko per hari, kekompakan kerjasama antar salesman,
  pengetahuan ttg produk, disiplin kerja, tugas tambahan, dan
  lain-lain.
Persediaan
Pertimbangan dalam pengambilan keputusan mengenai
  persediaan:
 Jumlah persediaan yg harus disimpan di masing-
  masing gudang.
 Dimana barang akan disimpan dan berasal dari pabrik
  mana barang akan diambil.
 Berapa jumlah persediaan untuk setiap kali
  pemesanan.
Transportasi
Tujuan perencanaan transportasi/pengiriman:
 Mencapai sasaran pengiriman produk yang
  didistribusikan.
 Mengurangi kendala tidak terfokusnya pada masalah
  pengiriman yang akan sangat merugikan
  pendistribusian produk.
 Mempersiapkan bagian pengiriman agar benar-benar
  siap untuk mengirim produk dalam keadaan darurat.
Transportasi
Pertimbangan dalam pengambilan keputusan
  transportasi:
 Apakah akan membeli atau me-leasing-kan
  kendaraan.
 Bagaimana proses pembuatan rencana pengiriman.
 Berapa sering melakukan pengiriman.
Komunikasi
 Sistem pemrosesan pesanan
 Sistem penagihan
 Sistem perkiraan kebutuhan.

Prinsip ekonomi dalam pemrosesan informasi:
 Efisiensi aliran barang akan meningkat jika
  pengumpulan dan pengolahan data dilakukan secara
  terpusat dan didistribusikan ke cabang-cabang.
 Principle of compatibility
 Co-ordination principle.
Unitisasi
 Pengemasan produk ke dalam unit yang lebih besar
  akan berpengaruh pada keekonomisan distribusi.
 Misal: kemampuan untuk menempatkan barang pada
  tempatnya. Penggunaan container yang mengubah
  transportasi internasional dan domestik.
PERENCANAAN DISTRIBUTOR DAN
 AGEN
 Strategi distribusi tidak terlepas dari peran
    distributor dan agen.
   Pertimbangan dalam mencari distributor dan agen
    yang handal adalah kapabilitas distributor dan agen.
   Alasan memilih agen:
   Produk dpt terdistribusi dg baik krn terfokus pada
    produk yg ada.
   Sistem keagenan memberi kinerja yg penuh
    komitmen karena agen harus mengikuti aturan yg
    ditetapkan produsen.
PERENCANAAN DISTRIBUTOR DAN
 AGEN
Kriteria distributor dan agen yang baik:
 Memiliki jaringan distribusi yang luas, menguasai toko eceran,
   grosir, minimarket, supermarket, hypermarket, maupun hotel,
   restoran/kantin dan koperasi.
 Memiliki kapasitas keuangan yang memadai.
 Memiliki sarana transportasi yang memadai.
 Memiliki armada penjualan yang besar.
 Memiliki cakupan area yang luas.
 Memiliki pengalaman distribusi produk yang memadai.
 Memiliki tingkat pelayanan yang baik di mata pelanggan.
 Mempunyai kemampuan, reputasi dan sejarah prestasi yang
   baik.
KRITERIA EVALUASI SALURAN
DISTRIBUSI
Kriteria evaluasi perantara yang perlu dilakukan produsen adalah:
1. Apakah perantara yang digunakan saat ini masih melayani target
    market?
2. Apakah jumlah sales force cukup memadai dan cukup terlatih untuk
    mencapai target penjualan?
3. Apakah jumlah lokasi perantara telab cukup untuk melayani pengecer
    yang ada?
4. Apakah kebijakan promosi dan anggaran yang disediakan telah
    mencukupi?
5. Apakah perantara yang telah ditetapkan memuaskan persyaratan
    layanan purnajual konsumen?
6. Apakah perantara yang telah ditentukan juga menjual produk pesaing?
7. Apakab kebijakan persediaan sesuai dengan target spreading, penetrasi
    dan coverage perantara?
8. Apakah perantara yang ditetapkan layak menerima kredit?
9. Apakah manajemen distributor yang telah ditetapkan bersifat agresif,
    fleksibel atau menerima apa adanya?
PRINSIP 3C DALAM EVALUASI
SALURAN DISTRIBUSI
1.   Coverage the market.
     Pihak prinsipal mempertimbangkan seberapa luas produknya dapat
     terdistribusi di outlet-outlet dan seberapa cepat konsumen tersebut
     mendapatkan produk. Juga digunakan untuk mengukur seberapa
     banyak outlet yang terdapat dalam area distribusi.
2.   Channel control.
     Seberapa jauh prinsipal ingin memiliki pengaruh terhadap
     distributor dalam kegiatan pemasaran (terutama pada kegiatan
     promosi dan distribusi). Misalnya program sales promotion yang
     meliputi diskon harga, promosi dengan cara bundling, display, dan
     berbagai sales promotion yang dilakukan oleh prinsipal.
3.   Cost.
     Cost yaitu mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan pada
     penentuan jalur distribusi yang dipilih. Semakin hemat biaya yang
     dikeluarkan dalam pelaksanaan distribusi maka distributor itu yang
     akan dipilih.
PRINSIP-PRINSIP SISTEM
DISTRIBUSI TANGGUH
1.   Organisasikan sistem distribusi secara komprehensif dan
     terintegrasi
2.   Memberikan perhatian yang paling besar pada Sumber Daya
     Manusia
3.   Memanfaatkan kekuatan sistem informasi
4.   Menjalin kemitraan yang kuat dengan pihak-pihak yang
     terlibat dalam distribusi
5.   Menggunakan ukuran kinerja finansial dan non finansial
6.   Menerapkan prinsip-prinsip ekonomi di bidang inventory,
     transportasi dan pemrosesan informasi.
Organisasikan Sistem Distribusi Secara
Komprehensif dan Terintegrasi
 Sistem distribusi melibatkan berbagai pihak (prinsipal,
  distributor, warehouse, retailer dan pemerintah) yang tersebar
  di daerah. Banyaknya pihak yang terlibat dan tersebar di
  berbagai daerah akan menyulitkan untuk melakukan
  koordinasi.
 Pengorganisasian sistem distribusi sebaiknya menggunakan
  konsep gabungan antara sentralisasi dengan desentralisasi.
  Pengorganisasian secara sentralisasi berarti menangani
  persediaan, pergudangan dan transportasi harus di bawah
  pengendalian satu unit bisnis sehingga integrasi dari ketiga
  operasi tersebut dapat tercapai maksimal dan tujuan perusahan
  secara keseluruhan dicapai dengan lebih baik.
 Desentralisasi akan berjalan dengan lebih baik bila sistem
  informasi distribusi sangat mendukung.
Memberikan Perhatian Yang
Paling Besar Pada SDM
 Pada perusahaan distribusi sangatlah penting untuk
  menekankan pada semua karyawan tentang
  pentingnya arti kualitas pelayanan bagi kelangsungan
  hidup perusahaan. Rekruitmen, education, training,
  job enrichment, dan skema insentif semuanya harus
  dilakukan untuk meningkatkan kualitas Iayanan.
Memanfaatkan Kekuatan Sistem
Informasi
 Daerah operasi dan sistem distribusi barang meliputi
  area yang sangat luas. Fasilitas, barang, personil dan
  keputusan yang harus diambil tersebar di mana-
  mana.
 Untuk dapat mengambil putusan yang tepat dan
  cepat ketersediaan informasi yang akurat di semua
  area manajemen sangat penting.
 Sistem distribusi yang tangguh harus didukung oleh
  jaringan sistem informasi yang handal.
Jalin Kemitraan Yang Kuat Dengan Pihak-
pihak Yang Terlibat Dalam Distribusi
 Strategic alliance jangka panjang harus
  dilakukan.
 Strategi aliansi dapat dilakukan dengan jalan
  share value dan strategic objectives antara
  pihak-pihak yang terlibat dalam distribution
  channel.
 Pada tingkat operasional, produsen dan
  distributor dapat membuat Production
  Planning and Control dan Distribution
  Planning and Control secara bersama-sama.
Menggunakan Ukuran Kinerja
Finansial Dan Non Finansial
 Kinerja dan sistem distribusi harus diukur dengan ukuiran kinerja
  yang seimbang antara finansial dan non finansial.
Contoh ukuran kinerja yang dapat dipakai adalah:
 Untuk kepentingan pemegang saham distributor: profit dan harga
  saham.
 Untuk kepentingan manajemen distributor: turnover, ROl, efiensi,
  produktivitas dan efektivitas.
 Untuk kepentingan konsumen: order cycle time, consistency and
  reliability of delivery, inventory availability, order size constraint,
  ordering convenience, delivery time and flexi invoicing procedure and
  accuracy, complaints procedure, condition of goods, order status
  information dan number of complaint.
 Untuk kepentingan karyawan distributor: employee satisfaction.
 Untuk kepentingan pemerintah adalah ketersediaan barang di semua
  daerah, perbedaan harga barang di berbagai daerah, kesempatan
  industri kecil dan koperasi dapat akses ke end user.
Menerapkan Prinsip-prinsip Ekonomi di Bidang
Inventory, Transportasi & Pemrosesan Informasi
 prinsip ekonomi di bidang transportasi: principle of
  transportation cost, separation principle, dan unit load principle,
 prinsip ekonomi di bidang persediaan: jumlah persediaan akan
  minimum jika slow moving product disimpan di tempat
  (selective stocking principle) dan diferensiasi produk hendaknya
  ditunda sejauh mungkin (principles of postponent)
 Prinsip ekonomi dari pemprosesan informasi: efisiensi aliran
  barang akan meningkat jika pengumpulan dan pengolahan
  data dilakukan secara terpusat kemudian didistribusikan ke
  cabang-cabang (uncertainty absorption principles), principles of
  data compatibility dan coordination principles.
Faktor-faktor Yang Menentukan Keberhasilan
di Bidang Distribusi dan Logistik
 Ketrampilan Management
  Communication - written/verbal, Lead, influence and
  work with others, Common sense/practical,
  Proactive/initiative, Integrity/honesty, and
  Professionalism.
 Ketrampilan Business: Problem solving business,
  Numerate, Prioritize.
 Ketrampilan Distribution: Customer service
  distribution
Referensi
 Kodrat, David Sukardi. 2009. Manajemen Distribusi
  Berbasis Teori dan Praktek. Yogyakarta: Graha Ilmu.

						
Related docs