Docstoc

kuliah kwn keenam identitas nasional

Document Sample
kuliah kwn keenam identitas nasional Powered By Docstoc
					IDENTITAS NASIONAL
                       Menu Hari Ini

 Pengertian identitas nasional?
 Apa wujud identitas nasional?

 Seberapa pentingkah identitas nasional?

 Apakah perilaku masyarakat dewasa ini
  masih menunjukkan ciri identitas
  nasional Indonesia?
 Strategi mewujudkan identitas nasional?
     Apakah
Identitas Nasional
         ?
Manusia merupakan makhluk yg multidimensional,
                       paradoksal & monopluralistik.
Keadaan                     manusia yg demikian
                                    mempengaruhi
eksistensinya.
Eksistensi manusia selain
dipengaruhi keadaan tsb jg dipengaruhi       oleh
nilai2 yg dianutnya atau pedoman hidupnya.

Pada akhirnya yg menentukan identitas
manusia baik scr individu maupun kolektif
adlh perpaduan antara keunikan2 yg ada
Pd dirinya dng implementasi nilai2 yg dianutnya.
Identitas Nasional (nilai)
 Identitas nasional merupakan manifestasi nilai
  budaya bangsa dng ciri khas.
 Identitas nasional Indonesia merupakan
  manifestasi nilai budaya ratusan suku –
  dihimpun dalam “kesatuan Indonesia” menjadi
  ciri khas yg tercermin dlm pandangan hidup
  bangsa, Pancasila, sebagai kesepakatan bangsa.
 Identitas nasional bersifat terbuka, sesuai dng
  budaya yg menjadi “akar” yg selalu terbuka, utk
  diberi tafsir baru.
(Sumber : Prof. Koento Wibisono)
                                                           Nationality?
1. citizenship of particular nation :
the status of belonging to a specific nation by origin,
birth, or naturalization

2. people forming nation-state:
a people with a common origin, tradition, and often language,
who form or are capable of forming a nation-state

3. ethnic group within a larger entity:
an ethnic group that is part of a larger entity such as a stat

4. nationhood:
political independence as a separate nation

5. national character:
the character of a nation of people
Microsoft® Encarta® Reference Library 2003. © 1993-2002 Microsoft Corporation.
                 What Is Nationalism
(Graham Evans and Jeffrey Newnham, Penguin Dictionary of International
           Relations. 1st ed, London: Penguin, 1998, 346. )
     http://www.beyondintractability.org/essay/nationalism/

Political scientists draw a sharp distinction between
the concepts of state and nation.

State refers to government and other institutions
which run the country.

Nation, by contrast, is a psychological characteristic, what
individuals identify with.

There are nation-states in which almost everyone accepts the state
as theirs and makes it the primary home of their political identity
and loyalty.
Identitas : ciri-ciri, sifat2 khas yg melekat pd suatu hal shngga
menunjukkan suatu keunikkannya serta membedakannya dng hal2 lain.
Nasional (berasal dr kata Nation) : bangsa, menunjukkan kesatuan
komunitas sosio-kultural tertentu yg memiliki semangat, cita2, tujuan
serta ideologi bersama.
Identitas Nasional (Indonesia) : ciri2 atau sifat2 khas bangsa
(Indonesia) yg membedakannya dng bangsa2 lain di dunia. Identitas
nasional Indonesia bersifat pluralistik (ada keanekaragaman) baik
menyangkut sosiokultural atau religiusitas :
a. Identitas Fundamental/Ideal  PS yg merupakan falsafah bangsa.
b. Identitas Instrumental  identitas sebagai alat untuk menciptakan
Indonesia yg dicita-citakan. Alatnya berupa UUD 1945, lambang negara,
bahasa Indonesia, & lagu kebangsaan.
c. Identitas Religiusitas  Indonesia plural dlm agama & kpercayaan.
d. Identitas Sosiokultural  Indonesia plural dlm suku & budaya.
e. Identitas Alamiah  Indonesia neg. kepulauan terbesar di dunia.
             Identitas nasional sebagai
            karakter ideal bangsa adalah:
Ciri khas/karakter bangsa Indonesia yg dinamis &
mencerminkan perilaku berbudaya yg berdasar atas nilai2
ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, &
keadilan (Pancasila).
     Apakah
   Perwujudan
Identitas Nasional
         ?
         Wujud Kebudayaan

Gagasan, ide, pemikiran  nilai budaya

Perilaku  sosial

Benda budaya  wujud fisik
              Cultural Universals
   Koentjaraningrat (Sistem religi & upacara keagamaan,
    Sistem & organisasi kemasyarakatan, Sistem pengetahuan,
    Bahasa, Seni, Sistem pencaharian/ekonomi, Sistem
    teknologi & peralatan)
   JWM Baker (pengetahuan bahasa & khasanah kata dasar,
    cara pergaulan sosial, adat-istiadat, pernilaian2 umum,
    reaksi2 yg predictable, kemampuan mencari nafkah, dsb)

CATATAN :
Orang/masyarakat yg memiliki cultural universals
bisa dianggap sebagai “basic personality”, &
jk memiliki secara sempurna disebut ”ideal personality”
    Manifestasi Nilai2 Identitas Nasional
   Sebagai sebuah Identitas Nasional, Sumpah Pemuda yg
    dihasilkan melalui Kongres Pemuda ke-2 di Jakarta pd tanggal
    26-28 Oktober 1928 tlh membangkitkan semangat kesadaran
    kolektif nasional. Tali pengikat yg kuat dlm merealisasikan
    nasionalisme Indonesia tercermin dalam tri tunggalnya Sumpah
    Pemuda yg mempunyai makna pengertian wilayah, bangsa &
    bahasa sebagai alat komunikasi yg homogen (Suhartono 1989).

   Dng dicetuskannya Sumpah Pemuda sebagai Identitas
    Nasional , sesungguhnya membuktikan keberadaan organisasi
    kepemudaan pd waktu itu mempunyai visi kebangsaan yg jelas.
    Meskipun mereka terdiri dr kultur yg heterogen dr berbagai suku,
    bahasa & agama, namun perbedaan tsb tdk mengarah pd
    perpecahan dlm menentukan orientasi baik pd wilayah, program
    maupun corak gerakan.

Dikutip dari Hendi Hendrar Prihadi, “Visi Kebangsaan Gerakan Pemuda“,
dalam SUARA MERDEKA - WACANA.htm, Rabu, 27 Oktober 2004 .
    Empat elemen Identitas Nasional
             (Indonesia)
   Pancasila
   UUD 1945
   Negara Kesatuan
   Bhineka Tunggal Ika
BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN



                 ATRIBUT KENEGARAAN




   Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih (Pasal 35 UUD
    1945)
   Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia (Pasal 36 UUD 1945)
   Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka
    Tunggal Ika (Pasal 36A UUD 1945) **
   Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya (Pasal 36B UUD 1945) **
   Pentingkah
Identitas Nasional
         ?
Identitas Nasional sebagai
 Salah Satu Faktor Penting
dalam Membangun Bangsa
    Bahmueller, C. F. (1997) dalam A Framework For Teaching
    Democratic Citizenship : An International Project In The
        International Journal of Social Education, 12,2
      mengidentifikasi sejumlah faktor yg berpengaruh terhadap
           perkembangan demokrasi suatu negara, yaitu:

“…the degree of economic development; …a sense of national identity; …historical
                    experience and elements of civic culture.”

   Maksudnya: tingkat perkembangan ekonomi, kesadaran identitas
    nasional, dan pengalaman sejarah serta budaya kewarganegaraan
   merupakan faktor2 yg mempengaruhi perkembangan demokrasi
                           suatu negara.
     Perilaku
   Masyarakat
  Masih Sesuai
Identitas Nasional
         ?
Terjadi krisis Identitas Nasional :
• Nilai2 solidaritas sosial, kekeluargaan, keramahtamahan sosial, & rasa cinta tanah air yg
pernah dianggap sbg kekuatan pemersatu & ciri khas bangsa Indonesia, makin pudar
bersamaan dng menguatnya nilai2 materialisme.
• Kebanggaan atas jati diri bangsa seperti penggunaan bahasa Indonesia scr baik &
benar, semakin terkikis oleh nilai2 yg dianggap lbh unggul.
• Cepatnya penyerapan budaya global yg negatif.
• Ketidakmampuan bangsa Indonesia mengadopsi budaya global yg lbh relevan bg upaya
pembangunan bangsa & karakter bangsa (nation and character building).
• Lajunya pembangunan ekonomi yg kurang diimbangi oleh pembangunan karakter
bangsa tlh mengakibatkan krisis budaya yg selanjutnya memperlemah ketahanan budaya.
                Aneka Persoalan
   Keretakan sosial, antar suku, kelompok
   Egoisme
   Korupsi
   Narkoba
   Pornografi
   Pergaulan bebas
   Mafia peradilan
   Krisis nasional, ekonomi sampai moral
   Masyarakat kehilangan orientasi
   dll.
Integrasi Nasional, Globalisasi & Kearifan Lokal
Taufik Abdullah

    Revolusi informasi  deterritorilization / internationalization of taste 
penisbian nilai/relativation of values.
   Apakah jadinya dng negara kita yg didirikan & diperjuangkan dng darah, airmata, &
doa, kalau globalisasi itu tlh semakin merupakan kenyataan yg dominan?
   Akankah negara ini lebur begitu saja dlm proses deterritorialization, atau seperti kata
Ohmae: borderless state?
   Apakah dng begini Identitas Nasional, yg entah apa isinya, ttpi selalu dielus-elus
Orde Baru, akan hilang begitu saja?
   Apakah kebanggaan lokal hanya akan menjadi kenangan belaka?
   Pengaruh media global melalui internet, berperan penting dlm pembentukan
identitas nasional yg terus berlangsung.
   Sementara itu di pihak lain, Identitas Nasional pun bersifat ambivalen. Di satu sisi
berwajah sangat industrialis & di sisi lain mengacu pada nilai2 kejayaan masa lalu.
   Dari sudut pandang yg sedikit evolusionistis, dpt dikatakan bahwa orang2 Indonesia
berada dlm tahapan pre-literate cultures, literate, dan post-literate.
   Hal lain yg sangat kontekstual adlh ketergantungan negara pd organisasi
internasional yg turut berperan dlm pembentukan identitas.
“Identitas nasional digantikan oleh
identitas kontinental.
Mulai tahun 2025, aspek kebudayan
lokal atau nasional mulai
menghilang, dan hanya sekedar
sebagai obyek pariwisata dan
komoditi perdagangan”



Ref : Globalization Odysses
           PERSOALAN KITA

   Apakah setiap individu WNI masih
    mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari
    bangsa Indonesia dan ingin menjadi WNI
    Nomor 1?
   Apakah hampir semua warganegara menerima
    negara sebagai miliknya dan membuatnya
    sebagai rumah utama dari identitas politik dan
    kesetiaannya?
     Mengapa Identitas Nasional
      sering sulit diwujudkan ?

 Nilai ideal sulit diwujudkan, das Sollen >< das
  Sein. Hubungan : nilai ideal – norma hukum –
  implementasinya.
 Faktor internal : sistem, personal, budaya
  masyarakat tdk saling mendukung,
  lebih bangga terhadap budaya asing, dll.
 Faktor eksternal : globalisasi, masuknya budaya
  asing, dll.
     Strategi
  Mewujudkan
Identitas Nasional
         ?
Pasal 31(5), 32(1) &                   Kebudayaan bangsa adlh kebudayaan yg
32(2) UD 1945                          timbul sbg buah usaha budi daya rakyat
                                       Indonesia seluruhnya.
     Pemerintah memajukan ilmu
  pengetahuan dan teknologi dengan     Kebudayaan lama & asli yg terdapat sbg
 menjunjung tinggi nilai-nilai agama   puncak kebudayaan di daerah2 di seluruh
dan persatuan bangsa untuk kemajuan
 peradaban serta kesejahteraan umat    Indonesia, terhitung sbg kebudayaan bangsa.
              manusia
         [Pasal 31 (5)****]            Usaha kebudayaan hrs menuju ke arah
  Negara memajukan kebudayaan          kemajuan adab, budaya & persatuan, dng tdk
    nasional Indonesia di tengah
 peradaban dunia dengan menjamin       menolak bahan2 baru dr kebudayaan asing yg
   kebebasan masyarakat dalam          dpt memperkembangkan atau memperkaya
  memelihara dan mengembangkan
        nilai-nilai budayanya
         [Pasal 32 (1)****]
                                       kebudayaan bangsa sendiri, srt mempertinggi
                                       derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.

Negara menghormati dan memelihara
                                       “Sebagai komitmen nasional, & secara
  bahasa daerah sebagai kekayaan
          budaya nasional
                                       konstitusional --- menjadi dasar & arah
        [Pasal 32 (2)****]             pengembangan kebudayaan & sekaligus jg bg
                                       pengembangan Identitas Nasional”.
Perwujudan & Pemerkuatan Identitas Nasional yg
sesuai dng nilai2 luhur budaya bangsa :

• Pengembangan kebudayaan
• Reaktualisasi nilai2 kearifan lokal sbg salah satu dasar pengembangan
etika pergaulan sosial.
                • Memperkokoh ketahanan budaya nasional shngga
                mampu menangkal penetrasi budaya asing yg bernilai
                negatif.
                • Memfasilitasi proses adopsi & adaptasi budaya asing
                yg bernilai positif & produktif.
                • Pembangunan moral bangsa yg mengedepankan nilai2
                kejujuran, amanah, keteladanan, sportivitas, disiplin,
                etos kerja, gotong-royong, kemandirian, sikap toleransi,
                rasa malu & tanggungjawab.
                • Pengarusutamaan nilai2 budaya pd setiap aspek
                pembangunan.
                Tiga konsep yg harus dibangun
     agar negara lebih stabil dlm arti keseluruhannya


   Identitas Nasional (National Identity)
   Integritas Nasional (National Integrity)
   Kredibilitas Nasional (National Credibility)
Dikutip dari Drs. H.Subrata, M.H.,
“Tiga Konsep Pembangunan Seutuhnya”, dalam ensiklopeditokohindonesia.htm
Identitas Nasional (National Identity)
   Apakah betul kita lebih menjunjung nilai2 budaya bangsa atau
    malah sdh larut kpd pengaruh budaya luar?
   Arti global sudah multidimensi. Kalau dulu, kita menghadapi
    imperialisme fisik, ttpi sekarang kita hrs menghadapinya dlm berbagai
    bidang kehidupan. Dicontohkannya, mengenai produk2/program
    televisi, kalau di negara maju mereka sangat concern dlm peranan
    sebagai how to inform, how to educate, how to entertain. Mereka
    sll berlandaskan pd identitas nasional, integritas nasional, &
    kredibilitas nasionalnya. Seperti di Australia atau negara yg
    memproduksi film-nya sendiri, program2 TV disana sifatnya edukatif.
    Walau mereka ttp memproduk film2 bertema sadisme namun
    umumnya hanya utk diekspor.
   Budaya sbg parameter identitas nasional hrs didefinisikan sbg totalitas
    dr segala sikap, tingkah laku, perbuatan manusia. Kalau budaya hanya
    diartikan sempit seolah-olah budaya itu hanya berkesenian saja mk
    menjadi tdk tepat.
   “Jadi marilah kita temukan kembali identitas diri kita, identitas
    nasional. Bukankah puncak-puncak budaya daerah itu
    merupakan budaya nasional.”
Integritas Nasional (National Integrity)

   Binneka Tunggal Ika
   Kita memiliki 17.506 pulau stlh dikurangi pulau Sipadan &
    Ligitan. Sedangkan suku bangsa ada 318 suku. Dan 524 bahasa
    daerah atau dialek yg sangat berbeda.
   Sadarkah kita bahwa keragaman suku, budaya, bahasa, pulau &
    lainnya itu merupakan kekayaan yg tdk terhingga &
    sesungguhnya hrs merupakan suatu potensi persatuan &
    kesatuan. Kekayaan ini bisa diekspor kalau dipoles bagus.
   Tawuran dan segala macam, itu semua karena bangsa ini sdh
    kehilangan integritas nasional shgga diperlukan adanya pola pikir
    yg sama, semua elemen bangsa hrs bertemu pd satu titik sbg
    SATU BANGSA.
Kredibilitas Nasional (National Credibility)


  Investasi masuk hrs dimulai dr dlm negeri
   sendiri, seperti “ilmu laron”.
  „The rule of the game’.
   Aturan main hrs disetujui bersama dulu.
  Yg sering terjadi sekarang ini, adlh dimana
   aturan sdh dibuat tp tdk diterapkan
   sebagaimana mestinya sehingga aturan atau
   undang2 tsb menjadi sia2 dan hanya menjadi
   slogan saja.
    Kebudayaan yg berkembang di Indonesia
          mestinya selaras dng nilai2
        Identitas Nasional antara lain:

   berdasar atas nilai2 keTuhanan, kemanusiaan,
    persatuan, permusyawaratan, & keadilan (Pancasila)
   menuju ke arah kemajuan adab, budaya & persatuan
   tidak menolak bahan2 baru dari kebudayaan asing yg
    dpt memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan
    bangsa
   mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia
           TIGA bentuk dinamika
penilaian/pemahaman terhadap PANCASILA

Pertama, Pancasila terdiri dr butir2 gagasan yg muluk & kurang
  padu, dicampur sedemikian rupa utk mencapai kompromi politik
  (Geertz, 1973:225).

Kedua, simplifikasi bahwa Pancasila tdk lebih dr alat pemersatu
  (Pabotinggi, 1977:119-125).

Ketiga, kecenderungan yg menilai Pancasila merupakan ideologi
  khas milik bangsa Indonesia, semua gagasan dlm Pancasila
  dipandang asli milik bangsa Indonesia (Anderson, 1966:111).
Ref. : Rinaldy Damanik
                                      Jadi :
Meski ada perbedaan tafsiran & perdebatan mendasar,
tapi ketiganya -- Geertz, Pabotinggi & Anderson –
sepakat akan urgensi Pancasila sebagai suatu Identitas
Nasional yg bisa menjadi pegangan semua komunitas,
kelompok apa pun warnanya.

Hal itu berangkat dr kesadaran akan pentingnya Identitas
Nasional atau simbol pemersatu bagi suatu negara yg
sangat plural.
Dikutip dari MB Idham Chalid, “Memulihkan Nama Baik Pancasila?”,
dalam suarakaryaonline.htm, Sabtu, 12 Agustus 2006.
 Bahasa Indonesia adalah Identitas Nasional

Bahasa Indonesia (selanjutnya disingkat BI) berfungsi
Sebagai:
(1) lambang kebanggaan nasional,
(2) lambang identitas nasional,
(3) pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial
      budaya bahasa, dan
(4) alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah
[Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 1975:5]

Dalam pergaulan internasional, BI mewujudkan
identitas bangsa sbg identitas fonik,
disamping identitas fisik,
yakni Bendera Merah Putih & Garuda Pancasila,
serta identitas lagu Indonesia Raya.
          PENJELASAN ATAS UU 38/2008
  PENGESAHAN CHARTER OF THE ASSOCIATION OF
SOUTHEAST ASIAN NATIONS (PIAGAM PERHIMPUNAN
        BANGSA-BANGSA ASIA TENGGARA)

   Prinsip2 yg terkandung dlm Piagam ASEAN antara lain:
     menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan,
  integritas wilayah dan identitas nasional; menolak agresi;
              bebas dr campur tangan eksternal;
              meningkatkan konsultasi & dialog;
      mengedepankan penyelesaian sengketa scr damai;
            menghormati kebebasan fundamental,
pemajuan & perlindungan hak asasi manusia; & menghormati
           perbedaan budaya, bahasa, dan agama.
                      WARNING
1. Bahan ajar/paparan ini disusun keseluruhannya oleh
Kolonel Sus Drs. Mardoto, M.T. dan untuk itu segala hak
cipta melekat padanya.
2. Bagi siapapun diijinkan mempergunakan bahan
ajar/paparan ini untuk keperluan pribadi atau dinas secara
cuma-cuma, sepanjang tidak untuk kegiatan komersial
dengan kewajiban menyebutkan sumber referensinya, yaitu:
Materi Kuliah Kewarganegaraan Edisi 2010, Kolonel Sus Drs. Mardoto, M.T.,
www.mardoto.wordpress.com

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2427
posted:12/8/2010
language:Indonesian
pages:38