Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008

Document Sample
Permendiknas RI No. 52 Tahun 2008 Powered By Docstoc
					              SALINAN

                                MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
                                    REPUBLIK INDONESIA

                                         PERATURAN
                                MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

                                      NOMOR 52 TAHUN 2008

                                             TENTANG

                        KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI SEKOLAH
                             MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH

                           DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
                              MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

Menimbang :       a.     bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 86 ayat (1) Peraturan
                         Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan,
                         perlu dilakukan akreditasi pada setiap jenjang dan satuan pendidikan untuk
                         menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan;

                  b.     bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 7 Peraturan Menteri
                         Pendidikan Nasional Nomor 29 Tahun 2005 tentang Badan Akreditasi
                         Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), telah dirumuskan criteria dan
                         perangkat akreditasi dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk
                         ditetapkan oleh Menteri;

                  c.     bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan
                         b perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang
                         Perangkat Akreditasi Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah;

Mengingat :       1.     Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
                         (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 18, Tambahan
                         Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

                  2.     Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
                         Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41,
                         Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);

                  3.     Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi,
                         Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia
                         sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden
                         Nomor 20 Tahun 2008;

                  4.     Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai pembentukan
                         Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
                         dengan Keputusan Presiden Nomor 77/P Tahun 2008;

                  5.     Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 29 Tahun 2005 tentang Badan
                         Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah;

                  6.     Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 064/P/206 tentang
                         Pengangkatan Anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Badan
                         Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah, dan Badan Akreditasi Nasional
                         Pendidikan Nonformal;
                                        MEMUTUSKAN:

Menetapkan :           PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG KRITERIA
                       DAN    PERANGKAT     AKREDITASI   SEKOLAH   MENENGAH
                       ATAS/MADRASAH ALIYAH.

                                              Pasal 1

    (1). Kriteria dan perangkat akreditasi sekolah menengah atas/madrasah aliyah meliputi Instrumen
         akreditasi, petunjuk teknis pengisian instrumen akreditasi, Instrumen pengumpulan data dan
         informasi pendukung akreditasi, serta teknik penskoran dan pemeringkatan hasil akreditasi.

    (2). Kriteria dan perangkat akreditasi sebagaimann dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk
         penilaian kelayakan sekolah menengah atas/madrasah aliyah yang diakreditasi.

    (3). Kriteria dan perangkat akreditasi sekolah menengah atas/madrasah aliyah sebagaimana
         dimaksud pada ayat (1) tercantum pada Lampiran I, II, III dan IV Peraturan Menteri ini.




                                              Pasal 2

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

                                                         Ditetapkan di Jakarta
                                                         Pada tanggal 18 September 2008

                                                         MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,


                                                         TTD


                                                         BAMBANG SUDIBYO
SALINAN
LAMPIRAN 1           PERATURAN METERI PENDIDIKAN NASIONAL
                     NOMOR 52 TAHUN 2008 TANGGAL 18 SEPTEMBER 2008

                                     INSTRUMEN AKREDITASI

                     SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH



1.   Instrumen Akreditasi ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Petunjuk
     Teknis (Juknis) Pengisian Instrumen Akreditasi, oleh karena itu sebelum memilih jawaban
     pada butir-butir pernyataan instrumen Saudara harus mempelajari/memahami Juknis
     Pengisian Instrumen Akreditasi.

2.   Instrumen Akreditasi ini terdiri dari:

     a.    Pernyataan kepala sekolah/madrasah.

     b.    Data identitas sekolah/madrasah.

     c.    Butir pernyataan instrumen, meliputi 8 (delapan) komponen sesuai dengan standar
           nasional pendidikan:

           1)     Komponen standar isi, nomor 1 s.d 15.

           2)     Komponen standar proses, nomor 16 s.d 25.

           3)     Komponen standar kompetensi lulusan, nomor 26 s.d 50.

           4)     Komponen standar pendidik dan tenaga kependidikan, nomor 51 s.d 70.

           5)     Komponen standar sarana dan prasarana, nomor 71 s.d 100.

           6)     Komponen standar pengelolaan, nomor 101 s.d 120.

           7)     Komponen standar pembiayaan, nomor 121 s.d 145.

           8)     Komponen standar penilaian, nomor 146 s.d 165.

3.   Semua butir pernyataan pada Instrumen Akreditasi merupakan pernyataan tertutup yang terdiri
      ai l o sj a a a u A,B,C ,D , a E y n au d i e u i e g n u t
          i
          ma
     d r5( ) p i w b ny i “”“”“ ”“ ”d n“” a gh rs il s s a d n a b k
                a       t                          h
                                                  pi                i
     seperti dipersyaratkan dalam Juknis Pengisian Instrumen Akreditasi.

4.                          )
     Berilah tanda ceklis ( pada kotak jawaban yang telah disediakan.

5.   Jawablah semua butir pernyataan secara obyektif dan jujur sesuai dengan keadaan
     sebenarnya yang ada di sekolah/madrasah Saudara.
Yang bertanda tangan di bawah ini,

Nama                           : ________________________________________

Nama sekolah/madrasah          : ________________________________________

Alamat sekolah/madrasah        : ________________________________________

                                 ________________________________________

                                 ________________________________________

Dengan ini menyatakan bahwa:

1.     Data yang diberikan dalam dokumen ini adalah benar dan sesuai dengan keadaan
       sesungguhnya.
2.     Saya bertanggung jawab atas semua jawaban dan pernyataan yang diberikan dalam dokumen
       ini.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan penuh rasa tanggung jawab.




Pernyataan ini dibuat pada tanggal ______________, 20_____

Di _________________________

Kepala sekolah/madrasah,

              Materai

              Rp.6000,-

( ___________________________ )

Catatan:
1. Tanda tangan harus mengenai materai.
2. Bubuhkan stempel sekolah/madrasah Saudara.
1.    Nama Sekolah/Madrasah : ________________________________

2.     Nomor Statistik Sekolah/Madrasah
      (NSS/M)                          : ________________________________

3.    Alamat Sekolah/Madrasah         : ________________________________

      Kecamatan                       : ________________________________

      Kab/Kota (coret salah satu)     : ________________________________

      Provinsi                        : ________________________________

      Kode Pos                      : ________________________________

      Telepon dan Faksimil            : ________________________________

      E-mail                          : ________________________________

5.    Status Sekolah/Madrasah         :    Negeri    Swasta

6.    Nama Yayasan                  : ________________________________

7.    No Akte Pendirian/Kelembagaan: ________________________________

8.    Tahun Berdiri Sekolah/Madrasah : ________________________________

9.    Status Akreditasi/Tahun       : _______________ /__________

10.   Visi Sekolah/Madrasah           :

      ___________________________________________________________

      ___________________________________________________________

      ___________________________________________________________

      ___________________________________________________________

      ___________________________________________________________

      ___________________________________________________________

11.   Misi Sekolah/Madrasah     :

      ___________________________________________________________

      ___________________________________________________________

      ___________________________________________________________

      ___________________________________________________________

      ___________________________________________________________

      ___________________________________________________________
I. STANDAR ISI


 1.   Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

        A.      Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.

        B.      Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) komponen muatan KTSP.

        C.      Melaksanakan kurikulum berdasarkan 7 (tujuh) komponen muatan KTSP.

                 Melaksanakan kurikulum berdasarkan 6 (enam) atau kurang komponen
        D.
                 muatan KTSP.

        E.      Tidak melaksanakan KTSP.




 2.   Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum bersama-sama pihak terkait berpedoman
      pada panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP.

                 Bersama seluruh guru mata pelajaran, konselor,            dan    komite
        A.
                 sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.

                 Bersama representasi guru mata pelajaran, konselor,       dan    komite
        B.
                 sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.

                 Bersama representasi guru mata pelajaran dan komite sekolah/madrasah
        C.
                 atau penyelenggara lembaga pendidikan.

                 Bersama representasi guru mata pelajaran tanpa melibatkan komite
        D.
                 sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.

        E.      Tidak mengembangkan kurikulum.




 3.   Sekolah/Madrasah mengembangkan kurikulum melalui mekanisme penyusunan KTSP.

                 Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 7 (tujuh)
        A.
                 tahap penyusunan.

                 Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 5 (lima) atau
        B.
                 6 (enam) tahap penyusunan.

                 Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 3 (tiga) atau
        C.
                 4 (empat) tahap penyusunan.

                 Mengembangkan kurikulum melalui mekanisme yang mencakup 1 (satu) atau
        D.
                 2 (dua) tahap penyusunan.

        E.      Tidak mengembangkan kurikulum.
4.   Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan layanan
     pembelajaran, pengayaan layanan pembelajaran, pendayagunaan kondisi alam, serta
     pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.

               Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan
       A.     layanan pembelajaran, pengayaan layanan pembelajaran, pendayagunaan
               kondisi alam, serta pendayagunaan kondisi sosial dan budaya.

               Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan
       B.     layanan   pembelajaran,    pengayaan   layanan   pembelajaran,    dan
               pendayagunaan kondisi alam.

               Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan
       C.
               layanan pembelajaran dan pengayaan layanan pembelajaran.

               Sekolah/Madrasah melaksanakan kurikulum berdasarkan prinsip perbaikan
       D.
               layanan pembelajaran.

               Sekolah/Madrasah   melaksanakan    kurikulum   tidak   menggunakan   prinsip
       E.
               tersebut.




5.   Sekolah/Madrasah memiliki kurikulum muatan lokal yang penyusunannya melibatkan
     beberapa pihak.

               Penyusunan     kurikulum     muatan      lokal melibatkan guru, komite
       A.     sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dinas
               pendidikan, dan instansi terkait di daerah.

               Penyusunan    kurikulum muatan    lokal melibatkan   guru, komite
       B.     sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan, dan dinas
               pendidikan.

               Penyusunan kurikulum muatan lokal melibatkan guru           dan   komite
       C.
               sekolah/madrasah atau penyelenggara lembaga pendidikan.

       D.     Penyusunan kurikulum muatan lokal hanya melibatkan guru.

       E.     Tidak menyusun kurikulum muatan lokal.
6.   Sekolah/Madrasah memiliki program pengembangan diri dalam bentuk kegiatan konseling
     dan kegiatan ekstrakurikuler.

               Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 4 (empat) jenis atau lebih
       A.
               program ekstrakurikuler.

               Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 3 (tiga) jenis program
       B.
               ekstrakurikuler.

               Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 2 (dua) jenis program
       C.
               ekstrakurikuler.

               Di samping kegiatan konseling, melaksanakan 1 (satu) jenis program
       D.
               ekstrakurikuler.

       E.     Tidak melaksanakan kegiatan konseling dan kegiatan ekstrakulikuler.




7.   Sekolah/Madrasah memiliki beberapa mata pelajaran yang dilengkapi dokumen standar
     kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) untuk setiap mata pelajaran.

               Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki dokumen standar
       A.
               kompetensi dan kompetensi dasar.

               Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran
       B.
               memiliki dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.

               Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki
       C.
               dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.

               Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki
       D.
               dokumen standar kompetensi dan kompetensi dasar.

               Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki dokumen standar kompetensi dan
       E.
               kompetensi dasar.
8.   Sekolah/Madrasah menerapkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan ketentuan beban
     belajar yang tertuang pada lampiran Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006.

                Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam
       A.      pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah minggu efektif per
                tahun minimal 34 minggu.

                Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam
       B.      pembelajaran per minggu minimal 38 jam, dan jumlah minggu efektif per
                tahun kurang dari 34 minggu.

                Satu jam pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam
       C.      pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah minggu efektif per
                tahun kurang dari 34 minggu.

                Satu jam pembelajaran tatap muka kurang dari 45 menit, jumlah jam
       D.      pembelajaran per minggu kurang dari 38 jam, dan jumlah minggu efektif per
                tahun kurang dari 34 minggu.

       E.      Tidak menerapkan ketentuan beban belajar yang ditetapkan Depdiknas.




9.   Guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur kepada siswa.

                Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur
       A.
                kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.

                Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur
       B.
                kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.

                Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur
       C.
                kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.

                Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur
       D.
                kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.

                Tidak ada seorang pun guru pelajaran memberikan penugasan terstruktur
       E.
                kepada siswa maksimal 60% dari alokasi waktu tiap mata pelajaran.
10.   Guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur untuk mencapai kompetensi
      tertentu.

                Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak
        A.     terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi
                waktu tiap mata pelajaran.

                Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak
        B.     terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi
                waktu tiap mata pelajaran.

                Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak
        C.     terstruktur untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi
                waktu tiap mata pelajaran.

                Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur
        D.     untuk mencapai kompetensi tertentu maksimal 60% dari alokasi waktu tiap
                mata pelajaran.

                Tidak ada seorang pun guru pelajaran merancang tugas mandiri tidak terstruktur
        E.
                untuk mencapai kompetensi tertentu.




11.   Pengembangan KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan atau
      Kanwil Depag/Kandepag.

                Sebanyak 13 (tiga belas) silabus mata pelajaran atau lebih telah
        A.
                dikembangkan KTSP-nya.

                Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) silabus mata pelajaran
        B.
                telah dikembangkan KTSP-nya.

                Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) silabus mata pelajaran telah
        C.
                dikembangkan KTSP-nya.

                Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) silabus mata pelajaran telah
        D.
                dikembangkan KTSP-nya.

        E.     Tidak ada silabus mata pelajaran yang dikembangkan KTSP-nya.




12.   Dalam mengembangkan KTSP, guru menyusun silabus sendiri.

        A.     Sebanyak 76% - 100% guru menyusun silabus sendiri.

        B.     Sebanyak 51% - 75% guru menyusun silabus sendiri.

        C.     Sebanyak 26% - 50% guru menyusun silabus sendiri.

        D.     Sebanyak 1% - 25% guru menyusun silabus sendiri.

        E.     Tidak ada seorang pun guru menyusun silabus sendiri.
13.   Sekolah/Madrasah memiliki silabus untuk setiap mata pelajaran sesuai dengan panduan
      penyusunan KTSP.

        A.     Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki silabus.

                Sebanyak 9 (sembilan) sampai dengan 12 (dua belas) mata pelajaran
        B.
                memiliki silabus.

                Sebanyak 5 (lima) sampai dengan 8 (delapan) mata pelajaran memiliki
        C.
                silabus.

        D.     Sebanyak 1 (satu) sampai dengan 4 (empat) mata pelajaran memiliki silabus.

        E.     Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki silabus.




14.   Guru mengembangkan silabus sesuai dengan langkah–langkah pada panduan penyusunan
      KTSP.

                Sebanyak 76%-100% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 7 (tujuh)
        A.
                langkah.

                Sebanyak 51%-75% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 6 (enam)
        B.
                langkah.

                Sebanyak 26%-50% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 5 (lima)
        C.
                langkah.

                Sebanyak 1%-25% silabus mata pelajaran dikembangkan melalui 1 (satu)
        D.
                sampai 4 (empat) langkah.

        E.     Tidak mengikuti langkah-langkah pengembangan silabus.




15.   Sekolah/Madrasah menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran
      efektif, dan hari libur pada kalender akademik yang dimiliki.

                Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, pembelajaran efektif,
        A.
                dan hari libur.

                Menjadwalkan awal tahun pelajaran, minggu efektif, dan pembelajaran
        B.
                efektif.

        C.     Menjadwalkan awal tahun pelajaran dan minggu efektif.

        D.     Menjadwalkan awal tahun pelajaran.

        E.     Tidak memiliki kalender akademik.
II. STANDAR PROSES



 16.   Sekolah/Madrasah mengembangkan silabus secara mandiri atau cara lainnya
       berdasarkan standar isi, standar kompetensi lulusan, dan panduan penyusunan KTSP.

         A.       Mengembangkan silabus secara mandiri.

                   Mengembangkan silabus melalui kelompok guru mata pelajaran dalam
         B.
                   sebuah sekolah/madrasah.

                   Mengembangkan silabus         melalui   kelompok       guru   dari   beberapa
         C.
                   sekolah/madrasah.

         D.       Mengembangkan silabus dengan mengadopsi contoh yang sudah ada.

         E.      Tidak mengembangkan silabus.



 17.   Setiap mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.

                   Sebanyak 13 (tiga belas) mata pelajaran atau lebih memiliki RPP yang
         A.
                   dijabarkan dari silabus.

                   Sebanyak 9 (sembilan) sampai 12 (dua belas) mata pelajaran memiliki RPP
         B.
                   yang dijabarkan dari silabus.

                   Sebanyak 5 (lima) sampai 8 (delapan) mata pelajaran memiliki RPP yang
         C.
                   dijabarkan dari silabus.

                   Sebanyak 1 (satu) sampai 4 (empat) mata pelajaran memiliki RPP yang
         D.
                   dijabarkan dari silabus.

         E.      Tidak ada satu pun mata pelajaran memiliki RPP yang dijabarkan dari silabus.
18.   Penyusunan RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa, mendorong
      partisipasi aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.

                Sebanyak 76% - 100% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu
        A.     siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi
                dan komunikasi.

                Sebanyak 51% - 75% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu
        B.     siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi
                dan komunikasi.

                Sebanyak 26% - 50% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu
        C.     siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi
                dan komunikasi.

                Sebanyak 1% - 25% RPP sudah memerhatikan prinsip perbedaan individu
        D.     siswa, mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi
                dan komunikasi.

                Tidak ada satu pun RPP memerhatikan prinsip perbedaan individu siswa,
        E.     mendorong partisipasi aktif siswa, dan menerapkan teknologi informasi dan
                komunikasi.




19.   Sekolah/Madrasah melaksanakan proses pembelajaran dengan memenuhi persyaratan
      yang ditentukan.

        A.     Memenuhi 4 (empat) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.

        B.     Memenuhi 3 (tiga) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.

        C.     Memenuhi 2 (dua) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.

        D.     Memenuhi 1 (satu) persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.

        E.     Tidak memenuhi persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran.
20.   Proses pembelajaran di sekolah/madrasah dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah
      pembelajaran.

                Sebanyak 76% - 100% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai
        A.
                dengan langkah-langkah pembelajaran.

                Sebanyak 51% - 75% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai
        B.
                dengan langkah-langkah pembelajaran.

                Sebanyak 26% - 50% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai
        C.
                dengan langkah-langkah pembelajaran.

                Sebanyak 1% - 25% guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai
        D.
                dengan langkah-langkah pembelajaran.

                Tidak ada seorang pun guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan
        E.
                langkah-langkah pembelajaran.




21.   Pemantauan proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/ madrasah mencakup
      tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penilaian hasil pembelajaran.

                Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan serta dilakukan diskusi hasil
        A.
                pemantauan.

                Mencakup 3 (tiga) tahap pemantauan tanpa dilakukan diskusi hasil
        B.
                pemantauan.

        C.     Mencakup 2 (dua) tahap pemantauan.

        D.     Mencakup 1 (satu) tahap pemantauan.

        E.     Tidak pernah melakukan pemantauan.




22.   Supervisi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan cara
      pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.

        A.     Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 4 (empat) cara.

        B.     Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 3 (tiga) cara.

        C.     Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 2 (dua) cara.

        D.     Melakukan supervisi proses pembelajaran melalui 1 (satu) cara.

        E.     Tidak melakukan supervisi.
23.   Evaluasi proses pembelajaran dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah.

                 Dengan memerhatikan 2 (dua) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran dan
        A.
                 kinerja guru.

        B.      Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu proses pembelajaran.

        C.      Dengan memerhatikan 1 (satu) aspek evaluasi yaitu kinerja guru.

        D.      Evaluasi dilakukan tetapi tidak memerhatikan kedua aspek evaluasi.

        E.      Tidak ada proses evaluasi.




24.   Kepala sekolah/madrasah        melaporkan   pengawasan    proses   pembelajaran   kepada
      pemangku kepentingan.

                 Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan, dewan guru, dan
        A.
                 pengawas sekolah/madrasah.

        B.      Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan dan dewan guru.

        C.      Pengawasan dilaporkan kepada yang bersangkutan saja.

        D.      Tidak dilaporkan.

        E.      Tidak melakukan pengawasan.




25.   Kepala sekolah/madrasah melakukan tindak lanjut terhadap hasil pengawasan proses
      pembelajaran.

                 Sebanyak 76% - 100% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir
        A.
                 dilakukan tindak lanjut.

                 Sebanyak 51% - 75% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir
        B.
                 dilakukan tindak lanjut.

                 Sebanyak 26% - 50% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir
        C.
                 dilakukan tindak lanjut.

                 Sebanyak 1% - 25% hasil pengawasan selama satu tahun terakhir dilakukan
        D.
                 tindak lanjut.

        E.      Tidak ada satu pun hasil pengawasan ditindaklanjuti.
III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN



 26.   Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menunjukkan kemampuan berpikir logis,
       kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan.

                 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan
         A.
                 75,0 atau lebih.

                 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan
         B.
                 70,0 sampai 74,9.

                 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan
         C.
                 65,0 sampai 69,9.

                 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan
         D.
                 60,0 sampai 64,9.

                 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran kelompok iptek ditetapkan
         E.
                 kurang dari 60.




 27.   Siswa terlibat dalam kegiatan belajar yang berkaitan dengan analisis dan pemecahan
       masalah-masalah kompleks.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan
         A.     memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau
                 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan
         B.     memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3
                 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan
         C.     memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2
                 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan siswa yang dapat menganalisis dan
         D.     memecahkan masalah-masalah kompleks sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1
                 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan siswa yang dapat
         E.
                 menganalisis dan memecahkan masalah-masalah kompleks.
28.   Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan sosial.

                 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 75,0
        A.
                 atau lebih.

                 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 70,0
        B.
                 sampai 74,9.

                 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 65,0
        C.
                 sampai 69,9.

                 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan 60,0
        D.
                 sampai 64,9.

                 Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran IPA dan IPS ditetapkan kurang
        E.
                 dari 60.




29.   Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam kelompok mata pelajaran iptek secara efektif.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan
        A.      memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, perpustakaan,
                 laboratorium, dan internet.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan
        B.      memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, perpustakaan,
                 dan laboratorium.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan
        C.      memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar, buku teks, dan
                 perpustakaan.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa dengan memanfaatkan dan
        D.
                 memfungsikan sumber belajar meliputi bahan ajar dan buku teks.

                 Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan siswa dengan sumber
        E.
                 belajar.
30.   Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk mencari
      informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari
        A.     informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 4
                (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari
        B.     informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 3
                (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari
        C.     informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 2
                (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk mencari
        D.     informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar sebanyak 1
                (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembiasaan untuk
        E.
                mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar.




31.   Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan secara
      produktif dan bertanggung jawab.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang                mampu
        A.     memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak
                4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang          mampu
        B.     memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak
                3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang          mampu
        C.     memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak
                2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang          mampu
        D.     memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab sebanyak
                1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang
        E.
                mampu memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab.
32.   Siswa memperoleh pengalaman mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui
        A.      kegiatan seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali
                 atau lebih dalam satu tahun.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui
        B.      kegiatan seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam
                 satu tahun.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui
        C.      kegiatan seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam
                 satu tahun.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri melalui
        D.      kegiatan seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali
                 dalam satu tahun.

                 Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi siswa untuk mengekspresikan diri
        E.
                 melalui kegiatan seni dan budaya.




33.   Siswa memperoleh pengalaman mengapresiasikan karya seni dan budaya.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan
        A.      karya seni dan budaya sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau
                 lebih dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan
        B.      karya seni dan budaya sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam
                 satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan
        C.      karya seni dan budaya sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam
                 satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk mengapresiasikan
        D.      karya seni dan budaya sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam
                 satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi           kegiatan   siswa    untuk
        E.
                 mengapresiasikan karya seni dan budaya.
34.   Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap
      percaya diri dan bertanggung jawab.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan
        A.      dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 4
                 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan
        B.      dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 3
                 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan
        C.      dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 2
                 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan kesiswaan guna menumbuhkan
        D.      dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab sebanyak 1
                 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan kesiswaan guna
        E.
                 menumbuhkan dan mengembangkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab.




35.   Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan
      sosial.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial
        A.      sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun
                 terakhir.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial
        B.
                 sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial
        C.
                 sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan sosial
        D.
                 sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

                 Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan penegakan aturan-aturan
        E.
                 sosial.
36.   Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap kompetitif untuk
      mendapatkan hasil terbaik.

                Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah,
        A.
                juara jurusan, juara kelas, dan juara mata pelajaran.

                Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah,
        B.
                juara jurusan, dan juara kelas.

                Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah
        C.
                dan juara kelas.

        D.     Sekolah/Madrasah memberikan penghargaan bagi juara sekolah/madrasah.

        E.     Sekolah/Madrasah tidak memberikan penghargaan bagi juara.




37.   Siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu menumbuhkan sikap sportif untuk
      mendapatkan hasil terbaik.

                Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu
        A.     menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 4
                (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu
        B.     menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 3
                (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu
        C.     menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 2
                (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memberikan layanan pembelajaran yang mampu
        D.     menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik sebanyak 1
                (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan pembelajaran yang
        E.
                mampu menumbuhkan sikap sportif untuk mendapatkan hasil terbaik.
38.   Siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat melibatkan partisipasi siswa dalam
      kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah
      NKRI.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan
                partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
        A.
                secara demokratis sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau
                lebih dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan
                partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
        B.
                secara demokratis sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu
                tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan
                partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
        C.
                secara demokratis sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu
                tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah menjalankan kegiatan pembelajaran yang melibatkan
                partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
        D.
                secara demokratis sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu
                tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah tidak pernah menjalankan kegiatan pembelajaran yang
        E.     melibatkan partisipasi siswa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
                bernegara secara demokratis.




39.   Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan
      rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan.

                Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk
                karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan
        A.
                sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun
                terakhir.

                Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk
        B.     karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan
                sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk
        C.     karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan
                sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah melaksanakan program bagi siswa untuk membentuk
        D.     karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan
                sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan program bagi siswa untuk
        E.     membentuk karakter, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan
                lingkungan.
40.   Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui pembiasaan untuk memahami hak dan
      kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.

                 Sebanyak 76% - 100% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan
        A.      Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan
                 memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.

                 Sebanyak 51% - 75% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan
        B.      Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan
                 memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.

                 Sebanyak 26% - 50% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan
        C.      Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan
                 memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.

                 Sebanyak 1% - 25% silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan
        D.      Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan
                 memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.

                 Tidak ada satu pun silabus khususnya mata pelajaran Pendidikan
        E.      Kewarganegaraan dan IPS memuat kegiatan pembelajaran dalam kemampuan
                 memahami hak dan kewajiban orang lain dalam pergaulan di masyarakat.




41.   Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui kelompok mata pelajaran agama dan akhlak
      mulia yang bersifat afektif.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi 4 (empat) jenis atau lebih kegiatan
        A.
                 pembiasaan dan pengamalan ajaran agama.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi 3 (tiga) jenis kegiatan pembiasaan dan
        B.
                 pengamalan ajaran agama.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi 2 (dua) jenis kegiatan pembiasaan dan
        C.
                 pengamalan ajaran agama.

                 Sekolah/Madrasah memfasilitasi 1 (satu) jenis kegiatan pembiasaan dan
        D.
                 pengamalan ajaran agama.

                 Sekolah/Madrasah tidak melaksanakan kegiatan pembiasaan dan pengamalan
        E.
                 ajaran agama.
42.   Siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agama, bangsa,
      suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.

                Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai
                keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam
        A.
                lingkup global sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih
                dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai
                keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam
        B.
                lingkup global sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun
                terakhir.

                Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai
                keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam
        C.
                lingkup global sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun
                terakhir.

                Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk menghargai
                keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam
        D.
                lingkup global sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun
                terakhir.

                Tidak ada kegiatan pembelajaran untuk menghargai keberagaman agama,
        E.
                bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global.




43.   Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam pembentukan akhlak mulia melalui
      pembiasaan dan pengamalan.

                Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri
        A.
                sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih setiap minggu.

                Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri
        B.
                sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali setiap minggu.

                Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri
        C.
                sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali setiap minggu.

                Ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan diri
        D.
                sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali setiap minggu.

                Tidak ada kegiatan pembentukan akhlak mulia melalui program pengembangan
        E.
                diri.
44.   Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui program pembiasaan untuk menghargai
      perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain.

                Sebanyak 76% - 100% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan
        A.
                diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.

                Sebanyak 51% - 75% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan
        B.
                diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.

                Sebanyak 26% - 50% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan
        C.
                diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.

                Sebanyak 1% - 25% kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan
        D.
                diskusi, kerja kelompok, dan persaingan sehat.

                Tidak ada kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan diskusi, kerja
        E.
                kelompok, dan persaingan sehat.




45.   Siswa memperoleh pengalaman dalam menghasilkan karya kreatif baik individual maupun
      kelompok.

                Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya
        A.     kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4
                (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya
        B.     kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3
                (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya
        C.     kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2
                (dua) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk menghasilkan karya
        D.     kreatif baik individual maupun kelompok sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1
                (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah tidak pernah memfasilitasi kegiatan            siswa   untuk
        E.
                menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok.
46.   Siswa memperoleh pengalaman dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan secara
      efektif dan santun.

                Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik
        A.     lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 4 (empat) jenis
                dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik
        B.     lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 3 (tiga) jenis
                dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik
        C.     lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 2 (dua) jenis
                dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik
        D.     lisan maupun tulisan secara efektif dan santun sebanyak 1 (satu) jenis
                dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah tidak memfasilitasi kegiatan siswa untuk berkomunikasi baik
        E.
                lisan maupun tulisan secara efektif dan santun.




47.   Siswa memperoleh keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan
      estetis.

                Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba,
        A.     laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan, majalah dinding, dan
                buletin siswa internal sekolah/madrasah.

                Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba,
        B.
                laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan, dan majalah dinding.

                Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba,
        C.
                dan laporan hasil kunjungan karya wisata/studi lapangan.

        D.     Tersedianya kumpulan karya tulis siswa baik dari penugasan maupun lomba.

        E.     Tidak tersedia kumpulan karya tulis siswa.
48.   Siswa memperoleh keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara baik dalam
      Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

                Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan
        A.
                Bahasa Inggris ditetapkan 75,0 atau lebih.

                Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan
        B.
                Bahasa Inggris ditetapkan 70,0 sampai 74,9.

                Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan
        C.
                Bahasa Inggris ditetapkan 65,0 sampai 69,9.

                Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan
        D.
                Bahasa Inggris ditetapkan 60,0 sampai 64,9.

                Rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa
        E.
                Inggris ditetapkan kurang dari 60.




49.   Siswa memperoleh pengalaman belajar dalam mengembangkan iptek seiring dengan
      perkembangannya.

                Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek
        A.     sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4 (empat) kali atau lebih dalam satu tahun
                terakhir.

                Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan                      iptek
        B.
                sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan                      iptek
        C.
                sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah memberikan layanan dalam pengembangan iptek
        D.
                sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu) kali dalam satu tahun terakhir.

                Sekolah/Madrasah tidak pernah memberikan layanan dalam pengembangan
        E.
                iptek.
50.   Siswa memperoleh pengalaman belajar agar menguasai pengetahuan untuk melanjutkan
      ke jenjang pendidikan tinggi.

                Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan
        A.     seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 4 (empat) jenis dan/atau 4
                (empat) kali atau lebih dalam satu semester.

                Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan
        B.     seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 3 (tiga) jenis dan/atau 3 (tiga) kali
                dalam satu semester.

                Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan
        C.     seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 2 (dua) jenis dan/atau 2 (dua) kali
                dalam satu semester.

                Sekolah/Madrasah melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir dan
        D.     seleksi masuk perguruan tinggi sebanyak 1 (satu) jenis dan/atau 1 (satu)
                kali dalam satu semester.

                Sekolah/Madrasah tidak melakukan kegiatan untuk menghadapi ujian akhir
        E.
                dan seleksi masuk perguruan tinggi.
IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN



 51.   Guru memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV).

         A.      Sebanyak 76% - 100% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.

         B.      Sebanyak 51% - 75% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.

         C.      Sebanyak 26% - 50% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.

         D.      Sebanyak 1% - 25% guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.

         E.      Tidak ada seorang pun guru berpendidikan minimum S1 atau D-IV.




 52.   Guru pelajaran mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

                  Sebanyak 76% - 100% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata
         A.
                  pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya.

                  Sebanyak 51% - 75% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata
         B.
                  pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya.

                  Sebanyak 26% - 50% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata
         C.
                  pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya.

                  Sebanyak 1% - 25% guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata
         D.
                  pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya.

                  Tidak ada seorang pun guru pelajaran memiliki kesesuaian antara mata
         E.
                  pelajaran yang diampu dengan latar belakang pendidikannya.




 53.   Guru sehat jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar.

                  Sebanyak 76% - 100% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam
         A.
                  satu semester terakhir.

                  Sebanyak 51% - 75% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam
         B.
                  satu semester terakhir.

                  Sebanyak 26% - 50% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam
         C.
                  satu semester terakhir.

                  Sebanyak 1% - 25% guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam
         D.
                  satu semester terakhir.

                  Tidak ada seorang pun guru hadir untuk menjalankan tugas mengajar dalam
         E.
                  satu semester terakhir.
54.   Guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan
      prinsip-prinsip pembelajaran.

                 Sebanyak 76% - 100%          guru merencanakan, melaksanakan, dan
        A.
                 mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.

                 Sebanyak 51% - 75%          guru merencanakan, melaksanakan, dan
        B.
                 mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.

                 Sebanyak 26% - 50% guru merencanakan, melaksanakan, dan
        C.
                 mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.

                 Sebanyak 1% - 25% guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi
        D.
                 pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.

                 Tidak ada seorang pun guru merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi
        E.
                 pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.




55.   Guru memiliki integritas kepribadian dan bertindak sesuai dengan norma agama, hukum,
      sosial, serta peraturan dan ketentuan yang berlaku.

                 Semua guru bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, serta
        A.
                 peraturan dan ketentuan yang berlaku.

                 Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan
        B.      ketentuan yang berlaku; dan telah dikenai sanksi yang sepadan seperti
                 dibebastugaskan dari mengajar atau dikeluarkan.

                 Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan
        C.      ketentuan yang berlaku namun diberi kesempatan memperbaiki diri dan
                 dilakukan pembinaan.

                 Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan
        D.
                 ketentuan yang berlaku namun hanya diberikan peringatan tertulis.

                 Ada guru yang melanggar norma agama, hukum, sosial, serta peraturan dan
        E.
                 ketentuan yang berlaku namun tidak diberikan sanksi apa pun.
56.   Guru berkomunikasi secara efektif dan santun dengan sesama guru, tenaga kependidikan,
      dan orangtua siswa.

                 Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah,
        A.      guru dan komite sekolah/madrasah, serta pertemuan antara guru dan
                 orangtua siswa.

                 Adanya rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/madrasah,
        B.
                 serta guru dan komite sekolah/madrasah.

                 Adanya rapat dewan         guru   serta   rapat   antara   guru   dan   kepala
        C.
                 sekolah/madrasah.

        D.      Adanya rapat dewan guru.

        E.      Tidak pernah diadakan rapat.




57.   Guru menguasai materi pelajaran yang diampu serta mengembangkannya dengan metode
      ilmiah.

                 Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata
        A.      pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata di atas 9
                 tahun.

                 Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata
        B.      pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata antara 7
                 sampai dengan 9 tahun.

                 Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata
        C.      pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata antara 4
                 sampai dengan 6 tahun.

                 Adanya kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata
        D.      pelajaran yang diampu dengan pengalaman mengajar rata-rata 3 tahun atau
                 kurang.

                 Tidak ada kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru dengan mata
        E.
                 pelajaran yang diampu.
58.   Kepala sekolah/madrasah berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan Surat
      Keputusan (SK) sebagai kepala sekolah/madrasah.

                 Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, dan memiliki SK sebagai
        A.
                 kepala sekolah/madrasah.

                 Berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki SK
        B.
                 sebagai kepala sekolah/madrasah.

                 Berstatus sebagai guru, memiliki sertifikat pendidik, tetapi tidak memiliki SK
        C.
                 sebagai kepala sekolah/madrasah.

                 Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, tetapi memiliki
        D.
                 SK sebagai kepala sekolah/ madrasah.

                 Tidak berstatus sebagai guru, tidak memiliki sertifikat pendidik, dan tidak
        E.
                 memiliki SK sebagai kepala sekolah/madrasah.




59.   Kepala sekolah/madrasah memiliki kualifikasi akademik minimum sarjana (S1) atau diploma
      empat (D-IV).

                 Memiliki kualifikasi akademik minimum S1             atau   D-IV kependidikan
        A.
                 dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi.

                 Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV Kependidikan
        B.
                 dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi.

                 Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan
        C.
                 dikeluarkan oleh perguruan tinggi terakreditasi.

                 Memiliki kualifikasi akademik minimum S1 atau D-IV nonkependidikan
        D.
                 dikeluarkan oleh perguruan tinggi tidak terakreditasi.

        E.      Tidak memiliki kualifikasi akademik minimum yang dipersyaratkan.




60.   Kepala sekolah/madrasah memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun.

        A.      Memiliki pengalaman mengajar 5 (lima) tahun atau lebih.

        B.      Memiliki pengalaman mengajar 3 (tiga) sampai dengan 4 (empat) tahun.

        C.      Memiliki pengalaman mengajar 2 (dua) sampai dengan 3 (tiga) tahun.

        D.      Memiliki pengalaman mengajar 1 (satu) sampai dengan 2 (dua) tahun.

        E.      Memiliki pengalaman mengajar kurang dari 1 (satu) tahun.
61.   Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan manajerial yang ditunjukkan dengan
      keberhasilan mengelola siswa.

                 Sebanyak 76% - 100% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada
        A.
                 dua tahun terakhir.

                 Sebanyak 51% - 75% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada
        B.
                 dua tahun terakhir.

                 Sebanyak 26% - 50% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada
        C.
                 dua tahun terakhir.

                 Sebanyak 1% - 25% lulusan diterima di perguruan tinggi terakreditasi pada
        D.
                 dua tahun terakhir.

                 Tidak ada seorang pun lulusan yang diterima di perguruan tinggi terakreditasi
        E.
                 pada dua tahun terakhir.




62.   Kepala sekolah/madrasah memiliki kemampuan kewirausahaan yang ditunjukkan antara lain
      dengan adanya naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sebagai
      sumber belajar siswa.

                 Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara
        A.      mandiri sebanyak 76% - 100% dari dana ekstrakurikuler dalam Rencana
                 Kerja Sekolah/ Madrasah (RKS/M).

                 Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara
        B.
                 mandiri sebanyak 51% - 75% dari dana ekstrakurikuler dalam RKS/M.

                 Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara
        C.
                 mandiri sebanyak 26% - 50% dari dana ekstrakurikuler dalam RKS/M.

                 Mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler secara
        D.
                 mandiri sebanyak 1% - 25% dari dana ekstrakurikuler dalam RKS/M.

                 Tidak mampu menggalang dana pengembangan kegiatan ekstrakurikuler
        E.
                 secara mandiri.
63.   Kepala sekolah/madrasah melakukan supervisi dan monitoring.

                 Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi
        A.      sebanyak 76% - 100% dari kegiatan monitoring yang direncanakan dalam
                 RKS/M.

                 Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi
        B.      sebanyak 51% - 75% dari kegiatan monitoring yang direncanakan dalam
                 RKS/M.

                 Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi
        C.      sebanyak 26% - 50% dari kegiatan monitoring yang direncanakan dalam
                 RKS/M.

                 Melakukan supervisi dan monitoring secara terencana dengan implementasi
        D.      sebanyak 1% - 25% dari kegiatan monitoring yang direncanakan dalam
                 RKS/M.

        E.      Tidak melakukan supervisi dan monitoring.




64.   Tenaga administrasi minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau
      yang sederajat.

                 Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik
        A.
                 pendidikan menengah atau yang sederajat.

                 Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik
        B.
                 pendidikan menengah atau yang sederajat.

                 Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik
        C.
                 pendidikan menengah atau yang sederajat.

                 Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik
        D.
                 pendidikan menengah atau yang sederajat.

                 Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki kualifikasi akademik
        E.
                 pendidikan menengah atau yang sederajat.
65.   Tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.

                 Sebanyak 76% - 100% tenaga administrasi memiliki latar belakang
        A.
                 pendidikan sesuai dengan tugasnya.

                 Sebanyak 51% - 75% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan
        B.
                 sesuai dengan tugasnya.

                 Sebanyak 26% - 50% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan
        C.
                 sesuai dengan tugasnya.

                 Sebanyak 1% - 25% tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan
        D.
                 sesuai dengan tugasnya.

                 Tidak ada seorang pun tenaga administrasi memiliki latar belakang pendidikan
        E.
                 sesuai dengan tugasnya.




66.   Tenaga perpustakaan minimum memiliki kualifikasi akademik pendidikan menengah atau
      yang sederajat.

                 Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang,
        A.
                 keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).

                 Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang,
        B.
                 salah satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).

                 Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan
        C.
                 memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).

                 Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan
        D.
                 tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).

        E.      Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan.




67.   Tenaga perpustakaan memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.
                 Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang,
        A.
                 keduanya sesuai dengan tugasnya.
                 Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 2 (dua) orang,
        B.
                 salah satu di antaranya sesuai dengan tugasnya.
                 Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang,
        C.
                 keduanya sesuai dengan tugasnya.
                 Sekolah/Madrasah memiliki tenaga perpustakaan minimal 1 (satu) orang dan
        D.
                 tidak sesuai dengan tugasnya.
        E.      Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga perpustakaan.
68.   Tenaga laboratorium memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan.

                  Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang,
        A.
                  keduanya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).

                  Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah
        B.
                  satu di antaranya memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).

                  Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan
        C.
                  memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).

                  Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan
        D.
                  tidak memenuhi kualifikasi Diploma satu (D-I).

        E.       Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium.




69.   Tenaga laboratorium memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan tugasnya.

                  Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang,
        A.
                  keduanya sesuai dengan tugasnya.

                  Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 2 (dua) orang, salah
        B.
                  satu di antaranya sesuai dengan tugasnya.

                  Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang,
        C.
                  keduanya sesuai dengan tugasnya.

                  Sekolah/Madrasah memiliki tenaga laboratorium minimal 1 (satu) orang dan
        D.
                  tidak sesuai dengan tugasnya.

        E.       Sekolah/Madrasah tidak memiliki tenaga laboratorium.




70.   Sekolah/Madrasah memiliki tenaga layanan khusus.

        A.       Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih tenaga layanan khusus.

        B.       Memiliki 3 (tiga) jenis tenaga layanan khusus.

        C.       Memiliki 2 (dua) jenis tenaga layanan khusus.

        D.       Memiliki 1 (satu) jenis tenaga layanan khusus.

        E.       Tidak memiliki satupun tenaga layanan khusus.
V. STANDAR SARANA DAN PRASARANA



 71.   Lahan sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.

                  Memiliki lahan seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas lahan
         A.
                  minimal.

         B.      Memiliki lahan seluas 51% - 75% dari ketentuan luas lahan minimal.

         C.      Memiliki lahan seluas 26% - 50% dari ketentuan luas lahan minimal.

         D.      Memiliki lahan seluas 1% - 25% dari ketentuan luas lahan minimal.

         E.      Tidak tersedia lahan.




 72.   Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang aman, terhindar dari potensi bahaya yang
       mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan
       dalam keadaan darurat.

                  Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam
         A.      kesehatan dan keselamatan jiwa, serta memiliki akses untuk penyelamatan
                  dalam keadaan darurat.

                  Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam
         B.      kesehatan dan keselamatan jiwa, tetapi tidak     memiliki akses untuk
                  penyelamatan dalam keadaan darurat.

                  Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam
                  keselamatan jiwa, tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya yang
         C.
                  mengancam kesehatan jiwa, serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan
                  dalam keadaan darurat.

                  Berada di lokasi aman, terhindar dari potensi bahaya yang mengancam
                  kesehatan jiwa, tetapi tidak terhindar dari potensi bahaya yang mengancam
         D.
                  keselamatan jiwa, serta tidak memiliki akses untuk penyelamatan dalam
                  keadaan darurat.

         E.      Tidak berada di lokasi aman.
73.   Lahan sekolah/madrasah berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan
      pencemaran air, kebisingan, dan pencemaran udara serta memiliki sarana untuk
      meningkatkan kenyamanan.

                 Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air,
        A.      kebisingan, dan pencemaran udara serta memiliki sarana untuk
                 meningkatkan kenyamanan.

                 Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air,
        B.      kebisingan, dan pencemaran udara, tetapi tidak memiliki sarana untuk
                 meningkatkan kenyamanan.

                 Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air dan
        C.      kebisingan, tetapi tidak terhindar dari gangguan pencemaran udara, serta
                 tidak memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.

                 Berada di lokasi yang nyaman, terhindar dari gangguan pencemaran air,
        D.      tidak terhindar dari gangguan kebisingan dan pencemaran udara, serta tidak
                 memiliki sarana untuk meningkatkan kenyamanan.

        E.      Tidak berada di lokasi yang nyaman.




74.   Sekolah/Madrasah berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak
      atas tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah.

                 Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, memiliki status hak atas
        A.
                 tanah dan ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah.

                 Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya dan memiliki status hak
        B.      atas tanah, tetapi tidak memiliki ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas
                 tanah.

                 Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki status
        C.      hak atas tanah, tetapi memiliki ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas
                 tanah.

                 Berada di lokasi yang sesuai dengan peruntukannya, tidak memiliki status
        D.      hak atas tanah dan tidak memiliki ijin pemanfaatan dari pemegang hak atas
                 tanah.

        E.      Tidak berada di lokasi sesuai dengan peruntukannya.
75.   Lantai sekolah/madrasah memenuhi ketentuan luas minimal.

        A.      Memiliki lantai seluas 76% - 100% atau lebih dari ketentuan luas minimal.

        B.      Memiliki lantai seluas 51% - 75% dari ketentuan luas minimal.

        C.      Memiliki lantai seluas 26% - 50% dari ketentuan luas minimal.

        D.      Memiliki lantai seluas 1% - 25% dari ketentuan luas minimal.

        E.      Tidak memiliki gedung sendiri.




76.   Bangunan sekolah/madrasah memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi
      dengan sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir.

                 Memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta dilengkapi dengan sistem
        A.
                 pencegahan bahaya kebakaran dan petir.

                 Memiliki struktur yang stabil dan kokoh tetapi tidak dilengkapi dengan sistem
        B.
                 pencegahan bahaya kebakaran.

                 Memiliki struktur yang stabil tetapi tidak kokoh dan tidak dilengkapi dengan
        C.
                 sistem pencegahan bahaya kebakaran.

                 Memiliki struktur yang tidak stabil dan tidak kokoh tetapi dilengkapi dengan
        D.
                 sistem pencegahan bahaya kebakaran.

                 Tidak memiliki struktur yang stabil dan kokoh serta tidak dilengkapi dengan
        E.
                 sistem pencegahan bahaya kebakaran dan petir.




77.   Bangunan sekolah/madrasah memiliki sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.

        A.      Memiliki 4 (empat) jenis atau lebih sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.

        B.      Memiliki 3 (tiga) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.

        C.      Memiliki 2 (dua) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.

        D.      Memiliki 1 (satu) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan.

        E.      Tidak memiliki sanitasi memenuhi persyaratan kesehatan.
78.   Bangunan sekolah/madrasah memiliki ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.

        A.      Memiliki ventilasi udara memadai dan pencahayaan memadai.

        B.      Memiliki ventilasi udara yang kurang memadai tetapi pencahayaan memadai.

        C.      Memiliki ventilasi udara kurang memadai dan pencahayaan kurang memadai.

                 Tidak memiliki ventilasi udara tetapi memiliki pencahayaan yang kurang
        D.
                 memadai.

        E.      Tidak memiliki ventilasi udara dan pencahayaan.




79.   Bangunan sekolah/madrasah memiliki instalasi listrik dengan daya minimum 1300 Watt.

        A.      Memiliki instalasi listrik dengan daya 1300 Watt atau lebih.

        B.      Memiliki instalasi listrik dengan daya 900 Watt.

        C.      Memiliki instalasi listrik dengan daya 450 Watt.

                 Memiliki instalasi listrik dengan memanfaatkan sumber daya lain yang
        D.
                 digunakan secara bersama.

        E.      Tidak memiliki instalasi listrik.




80.   Sekolah/Madrasah memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan
      sesuai dengan peruntukannya.

                 Memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan sesuai
        A.
                 dengan peruntukannya sebelum bangunan berdiri.

                 Memiliki izin mendirikan bangunan, dan memiliki izin penggunaan bangunan
        B.
                 sesuai dengan peruntukannya setelah bangunan berdiri.

        C.      Memiliki izin mendirikan dan memiliki izin penggunaan bangunan sementara.

        D.      Memiliki izin mendirikan tetapi tidak memiliki izin penggunaan bangunan.

        E.      Tidak memiliki izin mendirikan bangunan dan izin penggunaan bangunan.
81.   Sekolah/Madrasah melakukan pemeliharaan terhadap bangunan secara berkala.

                 Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan secara
        A.
                 berkala sesuai ketentuan.

                 Melakukan pemeliharaan ringan dan berat terhadap bangunan, tetapi
        B.
                 melebihi waktu dalam ketentuan.

                 Melakukan pemeliharaan ringan tetapi melebihi waktu yang sesuai ketentuan,
        C.
                 dan tidak pernah melakukan pemeliharaan berat.

                 Melakukan pemeliharaan terhadap bangunan, jika sudah ada bagian
        D.
                 bangunan yang rusak berat.

        E.      Tidak pernah melakukan pemeliharaan.




82.   Sekolah/Madrasah memiliki prasarana yang lengkap.

        A.      Memiliki 15 (lima belas) atau lebih jenis prasarana yang dipersyaratkan.

                 Memiliki 11 (sebelas) sampai dengan 14 (empat belas) jenis prasarana yang
        B.
                 dipersyaratkan.

                 Memiliki 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) jenis prasarana yang
        C.
                 dipersyaratkan.

                 Memiliki 1 (satu)     sampai   dengan    5   (lima)   jenis   prasarana    yang
        D.
                 dipersyaratkan.

        E.      Tidak memiliki prasarana sendiri.




83.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai
      ketentuan.

        A.      Memiliki ruang kelas dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi
        B.
                 memiliki sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang kelas dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi
        C.
                 memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang kelas dengan ukuran, jumlah, dan sarana tidak sesuai
        D.
                 ketentuan.

        E.      Tidak memiliki ruang kelas atau gedung sendiri.
84.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana sesuai dengan
        A.
                 ketentuan.

                 Memiliki ruang perpustakaan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi
        B.
                 memiliki sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang perpustakaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki
        C.
                 sarana tidak sesuai ketentuan.

        D.      Memiliki ruang perpustakaan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.

        E.      Tidak memiliki ruang perpustakaan.



85.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium biologi yang dapat menampung minimum
      satu rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu
        A.
                 rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu
        B.      rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
                 sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang laboratorium biologi, yang dapat menampung minimum satu
        C.      rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana
                 tidak sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang laboratorium biologi, yang tidak dapat menampung minimum
        D.
                 satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.

        E.      Tidak memiliki ruang laboratorium biologi.



86.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium fisika yang dapat menampung minimum satu
      rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu
        A.
                 rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu
        B.      rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
                 sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang laboratorium fisika, yang dapat menampung minimum satu
        C.      rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana
                 tidak sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang laboratorium fisika, yang tidak dapat menampung minimum
        D.
                 satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.

        E.      Tidak memiliki ruang laboratorium fisika.
87.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium kimia yang dapat menampung minimum
      satu rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu
        A.
                rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu
        B.     rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
                sarana sesuai ketentuan.

                Memiliki ruang laboratorium kimia, yang dapat menampung minimum satu
        C.     rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana
                tidak sesuai ketentuan.

                Memiliki ruang laboratorium kimia, yang tidak dapat menampung minimum
        D.
                satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.

        E.     Tidak memiliki ruang laboratorium kimia.




88.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium komputer yang dapat menampung minimum
      satu rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
                Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum
        A.
                satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
                Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum
        B.     satu rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
                sarana sesuai ketentuan.
                Memiliki ruang laboratorium komputer, yang dapat menampung minimum
        C.     satu rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana
                tidak sesuai ketentuan.
                Memiliki ruang laboratorium komputer, yang tidak dapat menampung
        D.     minimum satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tidak sesuai
                ketentuan.
        E.     Tidak memiliki ruang laboratorium komputer.



89.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang laboratorium bahasa yang dapat menampung minimum
      satu rombongan belajar dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
                Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu
        A.
                rombongan belajar, dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.
                Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu
        B.     rombongan belajar, dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
                sarana sesuai ketentuan.
                Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang dapat menampung minimum satu
        C.     rombongan belajar, dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana
                tidak sesuai ketentuan.
                Memiliki ruang laboratorium bahasa, yang tidak dapat menampung minimum
        D.
                satu rombongan belajar, dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.
        E.     Tidak memiliki ruang laboratorium bahasa.
90.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

        A.      Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang pimpinan dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
        B.
                 sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang pimpinan dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana
        C.
                 tidak sesuai ketentuan.

        D.      Memiliki ruang pimpinan dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.

        E.      Tidak memiliki ruang pimpinan.




91.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

        A.      Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang guru dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
        B.
                 sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang guru dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana
        C.
                 tidak sesuai ketentuan.

        D.      Memiliki ruang guru dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.

        E.      Tidak memiliki ruang guru.




92.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

        A.      Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang tata usaha dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
        B.
                 sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang tata usaha dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki
        C.
                 sarana tidak sesuai ketentuan.

        D.      Memiliki ruang tata usaha dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.

        E.      Tidak memiliki ruang tata usaha.
93.   Sekolah/Madrasah memiliki tempat beribadah bagi warga sekolah/ madrasah dengan luas
      dan perlengkapan sesuai ketentuan.

        A.      Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan sesuai ketentuan.

                 Memiliki tempat beribadah dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
        B.
                 perlengkapan sesuai ketentuan.

                 Memiliki tempat beribadah dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki
        C.
                 perlengkapan tidak sesuai ketentuan.

                 Memiliki tempat beribadah dengan luas dan perlengkapan tidak sesuai
        D.
                 ketentuan.

        E.      Tidak memiliki tempat beribadah.




94.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

        A.      Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang konseling dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
        B.
                 sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang konseling dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana
        C.
                 tidak sesuai ketentuan.

        D.      Memiliki ruang konseling dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.

        E.      Tidak memiliki ruang konseling.




95.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan dengan
      luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana
        A.
                 sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas tidak
        B.
                 sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas sesuai
        C.
                 ketentuan tetapi memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah dengan luas dan sarana
        D.
                 tidak sesuai ketentuan.

        E.      Tidak memiliki ruang Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah.
96.   Sekolah/Madrasah memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai
      ketentuan.

                 Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana sesuai
        A.
                 ketentuan.

                 Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas tidak sesuai ketentuan
        B.
                 tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas sesuai ketentuan tetapi
        C.
                 memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.

                 Memiliki ruang organisasi kesiswaan dengan luas dan sarana tidak sesuai
        D.
                 ketentuan.

        E.      Tidak memiliki ruang organisasi kesiswaan.




97.   Sekolah/Madrasah memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.

        A.      Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran tidak sesuai ketentuan tetapi
        B.
                 memiliki sarana sesuai dengan ketentuan.

                 Memiliki jamban dengan jumlah dan ukuran sesuai ketentuan tetapi memiliki
        C.
                 sarana tidak sesuai ketentuan.

        D.      Memiliki jamban dengan jumlah, ukuran, dan sarana tidak sesuai ketentuan.

        E.      Tidak memiliki jamban.




98.   Sekolah/Madrasah memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

        A.      Memiliki gudang dengan luas dan sarana sesuai ketentuan.

                 Memiliki gudang dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana
        B.
                 sesuai ketentuan.

                 Memiliki gudang dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki sarana tidak
        C.
                 sesuai ketentuan.

        D.      Memiliki gudang dengan luas dan sarana tidak sesuai ketentuan.

        E.      Tidak memiliki gudang.
99.    Sekolah/Madrasah memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.

         A.      Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas sesuai ketentuan.

                  Memiliki ruang sirkulasi dengan luas tidak sesuai ketentuan tetapi memiliki
         B.
                  kualitas sesuai ketentuan.

                  Memiliki ruang sirkulasi dengan luas sesuai ketentuan tetapi memiliki kualitas
         C.
                  tidak ketentuan.

         D.      Memiliki ruang sirkulasi dengan luas dan kualitas tidak sesuai ketentuan.

         E.      Tidak memiliki ruang sirkulasi.




100.    Sekolah/Madrasah memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai
        ketentuan.

                    Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana sesuai
           A.
                    ketentuan.

                    Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas tidak sesuai ketentuan
          B.
                    tetapi memiliki sarana sesuai ketentuan.

                    Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas sesuai ketentuan tetapi
           C.
                    memiliki sarana tidak sesuai ketentuan.

                    Memiliki tempat bermain/berolahraga dengan luas dan sarana tidak sesuai
           D.
                    ketentuan.

           E.      Tidak memiliki tempat bermain/berolahraga.
VI. STANDAR PENGELOLAAN


 101.   Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan visi lembaga.

                  Merumuskan dan       menetapkan    visi,     mudah      dipahami    dan      sering
          A.
                  disosialisasikan.

                  Merumuskan dan      menetapkan     visi,   mudah        dipahami    dan      pernah
          B.
                  disosialisasikan.

                  Merumuskan dan       menetapkan    visi,     mudah      dipahami    tetapi    tidak
          C.
                  disosialisasikan.

          D.     Merumuskan dan menetapkan visi, sulit dipahami dan tidak disosialisasikan.

          E.     Tidak merumuskan dan menetapkan visi.




 102.   Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan misi lembaga.

                  Merumuskan dan      menetapkan     misi,     mudah      dipahami    dan      sering
          A.
                  disosialisasikan.

                  Merumuskan dan      menetapkan misi, mudah dipahami dan pernah
          B.
                  disosialisasikan.

                  Merumuskan dan      menetapkan     misi,     mudah      dipahami    tetapi    tidak
          C.
                  disosialisasikan.

                  Merumuskan dan        menetapkan     misi,     sulit    dipahami     dan      tidak
          D.
                  disosialisasikan.

          E.     Tidak merumuskan dan menetapkan misi.




 103.   Sekolah/Madrasah telah merumuskan dan menetapkan tujuan lembaga.
                  Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan sering
          A.
                  disosialisasikan.
                  Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami dan pernah
          B.
                  disosialisasikan.
                  Merumuskan dan menetapkan tujuan, mudah dipahami tetapi tidak
          C.
                  disosialisasikan.
                  Merumuskan dan       menetapkan     tujuan,     sulit    dipahami    dan      tidak
          D.
                  disosialisasikan.
          E.     Tidak merumuskan dan menetapkan tujuan.
104.   Sekolah/Madrasah memiliki rencana kerja jangka menengah (empat tahunan) dan rencana
       kerja tahunan.

                  Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan dan
         A.
                  sudah disosialisasikan oleh pimpinan.

                  Memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan tetapi
         B.
                  belum disosialisasikan oleh pimpinan.

                  Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan dan
         C.
                  sudah disosialisasikan oleh pimpinan.

                  Memiliki rencana kerja jangka menengah atau rencana kerja tahunan tetapi
         D.
                  belum disosialisasikan oleh pimpinan.

         E.      Tidak memiliki rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan.




105.   Sekolah/Madrasah memiliki pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan secara
       tertulis yang mudah dipahami oleh pihak-pihak terkait.

                  Memiliki 7 (tujuh) atau 8 (delapan) dokumen aspek pengelolaan secara
         A.
                  tertulis.

         B.      Memiliki 5 (lima) atau 6 (enam) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.

         C.      Memiliki 3 (tiga) atau 4 (empat) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.

         D.      Memiliki 1 (satu) atau 2 (dua) dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.

         E.      Tidak memiliki dokumen aspek pengelolaan secara tertulis.




106.   Sekolah/Madrasah memiliki struktur organisasi dengan kejelasan uraian tugas.

                  Memiliki struktur organisasi yang dipajang di dinding dan disertai uraian
         A.
                  tugas yang jelas.

         B.      Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas yang jelas.

         C.      Memiliki struktur organisasi dan disertai uraian tugas tetapi tidak jelas.

         D.      Memiliki struktur organisasi tetapi tidak ada uraian tugas.

         E.      Tidak memiliki struktur organisasi.
107.   Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja tahunan.
                  Sebanyak 76% - 100% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja
         A.
                  tahunan.

         B.      Sebanyak 51% - 75% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.

         C.      Sebanyak 26% - 50% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.

         D.      Sebanyak 1% - 25% kegiatan dilaksanakan sesuai rencana kerja tahunan.

         E.     Tidak melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja tahunan.




108.   Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan kesiswaan.

         A.      Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kesiswaan.

         B.      Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kesiswaan.

         C.      Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kesiswaan.

         D.      Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kesiswaan.

         E.     Tidak memiliki dokumen kegiatan kesiswaan.




109.   Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran.

                  Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen kegiatan kurikulum dan
         A.
                  pembelajaran.

         B.      Memiliki 3 (tiga) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.

         C.      Memiliki 2 (dua) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.

         D.      Memiliki 1 (satu) dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.

         E.     Tidak memiliki dokumen kegiatan kurikulum dan pembelajaran.



110.   Sekolah/Madrasah melaksanakan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
                 Melaksanakan 4 (empat) atau 5 (lima) program pendayagunaan pendidik
         A.
                 dan tenaga kependidikan.
                 Melaksanakan 3 (tiga) program pendayagunaan pendidik dan tenaga
         B.
                 kependidikan.
                 Melaksanakan 2 (dua) program pendayagunaan pendidik dan tenaga
         C.
                 kependidikan.
                 Melaksanakan 1 (satu) program pendayagunaan pendidik dan tenaga
         D.
                 kependidikan.
                 Tidak melaksanakan program pendayagunaan pendidik dan tenaga
         E.
                 kependidikan.
111.   Sekolah/Madrasah mengelola sarana dan prasarana pembelajaran.

         A.     Mengelola 4 (empat) atau 5 (lima) program sarana dan prasarana.

         B.     Mengelola 3 (tiga) program sarana dan prasarana.

         C.     Mengelola 2 (dua) program sarana dan prasarana.

         D.     Mengelola 1 (satu) program sarana dan prasarana.

         E.     Tidak mengelola program sarana dan prasarana.




112.   Sekolah/Madrasah mengelola pembiayaan pendidikan.

         A.     Memiliki 4 (empat) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.

         B.     Memiliki 3 (tiga) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.

         C.     Memiliki 2 (dua) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.

         D.     Memiliki 1 (satu) program pengelolaan pembiayaan pendidikan.

         E.     Tidak memiliki program pengelolaan pembiayaan pendidikan.




113.   Sekolah/Madrasah menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang
       kondusif.

                 Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan
         A.
                 lingkungan pembelajaran yang kondusif.

                 Memiliki 3 (tiga) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan
         B.
                 pembelajaran yang kondusif.

                 Memiliki 2 (dua) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan
         C.
                 pembelajaran yang kondusif.

                 Memiliki 1 (satu) kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan
         D.
                 pembelajaran yang kondusif.

                 Tidak memiliki kegiatan menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan
         E.
                 pembelajaran yang kondusif.
114.   Sekolah/Madrasah melibatkan masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga
       lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan.

                  Memiliki 4 (empat) atau lebih dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan
         A.      membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam
                  pengelolaan pendidikan.

                  Memiliki 3 (tiga) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun
         B.      kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan
                  pendidikan.

                  Memiliki 2 (dua) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun
         C.      kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan
                  pendidikan.

                  Memiliki 1 (satu) dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan
         D.      membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam
                  pengelolaan pendidikan.

                  Tidak memiliki dokumen tentang keterlibatan masyarakat dan membangun
         E.
                  kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam pengelolaan pendidikan.




115.   Sekolah/Madrasah memiliki program pengawasan yang disosialisasikan kepada pendidik
       dan tenaga kependidikan.

         A.      Memiliki 4 (empat) atau 5 (lima) dokumen program pengawasan.

         B.      Memiliki 3 (tiga) dokumen program pengawasan.

         C.      Memiliki 2 (dua) dokumen program pengawasan.

         D.      Memiliki 1 (satu) dokumen program pengawasan.

         E.      Tidak memiliki dokumen program pengawasan.




116.   Sekolah/Madrasah melaksanakan kegiatan evaluasi diri.

         A.      Melaksanakan evaluasi diri setidak-tidaknya sekali dalam 1 (satu) semester.

         B.      Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 2 (dua) semester.

         C.      Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 3 (tiga) semester.

         D.      Melaksanakan evaluasi diri sekali dalam 4 (empat) semester.

         E.      Tidak melaksanakan evaluasi diri.
117.   Sekolah/Madrasah melaksanakan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.

                  Melaksanakan 4 (empat) atau lebih program evaluasi kinerja pendidik dan
         A.
                  tenaga kependidikan.

                  Melaksanakan 3 (tiga) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga
         B.
                  kependidikan.

                  Melaksanakan 2 (dua) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga
         C.
                  kependidikan.

                  Melaksanakan 1 (satu) program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga
         D.
                  kependidikan.

         E.      Tidak melakukan program evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan.




118.   Sekolah/Madrasah mempersiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk akreditasi.

         A.      Memiliki 4 (empat) bahan persiapan akreditasi.

         B.      Memiliki 3 (tiga) bahan persiapan akreditasi.

         C.      Memiliki 2 (dua) bahan persiapan akreditasi.

         D.      Memiliki 1 (satu) bahan persiapan akreditasi.

         E.      Tidak memiliki persiapan bahan akreditasi.




119.   Sekolah/Madrasah memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga
       kependidikan.

                  Memiliki kepala sekolah/madrasah dan 3 (tiga) atau lebih wakil kepala
         A.
                  sekolah/madrasah.

                  Memiliki kepala sekolah/madrasah           dan   2   (dua)    wakil   kepala
         B.
                  sekolah/madrasah.

                  Memiliki kepala sekolah/madrasah          dan    1   (satu)   wakil   kepala
         C.
                  sekolah/madrasah.

                  Memiliki kepala sekolah/madrasah tetapi tidak memiliki wakil kepala
         D.
                  sekolah/madrasah.

         E.      Tidak memiliki kepala sekolah/madrasah dan wakil kepala sekolah/madrasah.
120.   Sekolah/Madrasah memiliki sistem informasi manajemen untuk mendukung administrasi
       pendidikan.

         A.     Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas dan petugas khusus.

                 Memiliki sistem informasi dan memiliki fasilitas tetapi tidak memiliki petugas
         B.
                 khusus.

                 Memiliki sistem informasi dan memiliki petugas khusus tetapi tidak memiliki
         C.
                 fasilitas.

                 Memiliki sistem informasi tetapi tidak memiliki fasilitas dan/atau petugas
         D.
                 khusus.

         E.     Tidak memiliki sistem informasi.
VII. STANDAR PEMBIAYAAN

 121.   Sekolah/Madrasah memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan
        prasarana secara menyeluruh.
                  Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana
          A.
                  secara menyeluruh selama 3 (tiga) tahun terakhir.
                  Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana
          B.
                  secara menyeluruh hanya selama 2 (dua) tahun terakhir.
                  Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana
          C.
                  secara menyeluruh hanya selama 1 (satu) tahun terakhir.
                  Memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan prasarana
          D.
                  secara tidak menyeluruh hanya selama 1 (satu) tahun terakhir.
                  Tidak memiliki catatan tahunan berupa dokumen nilai aset sarana dan
          E.
                  prasarana.



 122.   Sekolah/Madrasah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga
        kependidikan berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M).
                  Membelanjakan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengembangan
          A.
                  pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M.
                  Membelanjakan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengembangan
          B.
                  pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M.
                  Membelanjakan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengembangan
          C.
                  pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M.
                  Membelanjakan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengembangan
          D.
                  pendidik dan tenaga kependidikan dalam RKA-S/M.
                  Tidak membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga
          E.
                  kependidikan.




 123.   Sekolah/Madrasah memiliki modal kerja untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan
        selama satu tahun terakhir.

                  Memiliki modal kerja sebanyak 76% - 100% untuk membiayai seluruh
          A.
                  kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.

                  Memiliki modal kerja sebanyak 51% - 75% untuk membiayai seluruh
          B.
                  kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.

                  Memiliki modal kerja sebanyak 26% - 50% untuk membiayai seluruh
          C.
                  kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir.

                  Memiliki modal kerja sebanyak 1% - 25% untuk membiayai seluruh kebutuhan
          D.
                  pendidikan selama satu tahun terakhir.

          E.     Tidak memiliki modal kerja sama sekali.
124.   Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi guru pada
       tahun berjalan.
                  Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan
         A.
                  lain bagi guru pada tahun berjalan.
                  Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, dan transport bagi guru,
         B.
                  tetapi tidak mengeluarkan dana tunjangan lain bagi guru pada tahun berjalan.
                  Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, dan insentif bagi guru, tetapi tidak
         C.      mengeluarkan dana transport dan tunjangan lain bagi guru pada tahun
                  berjalan.
                  Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji bagi guru, tetapi tidak
         D.      mengeluarkan dana insentif, transport dan tunjangan lain bagi guru pada tahun
                  berjalan.
         E.      Tidak mengeluarkan dana apapun bagi guru pada tahun berjalan.



125.   Sekolah/Madrasah membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain bagi tenaga
       kependidikan pada tahun berjalan.
                  Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, transport, dan tunjangan
         A.
                  lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan.
                  Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, insentif, dan transport, tetapi tidak
         B.
                  mengeluarkan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan.
                  Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji dan insentif, tetapi tidak
         C.      mengeluarkan transport dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada
                  tahun berjalan.
                  Mengeluarkan dana untuk pembayaran gaji, tetapi tidak mengeluarkan insentif,
         D.
                  transport dan tunjangan lain bagi tenaga kependidikan pada tahun berjalan.
                  Tidak mengeluarkan dana apa pun bagi tenaga kependidikan pada tahun
         E.
                  berjalan.




126.   Sekolah/Madrasah mengalokasikan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan
       pembelajaran selama tiga tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penunjang
         A.
                  pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penunjang
         B.
                  pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penunjang
         C.
                  pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penunjang
         D.
                  pelaksanaan kegiatan pembelajaran selama tiga tahun terakhir.

                  Tidak mengeluarkan biaya dari anggaran penunjang pelaksanaan kegiatan
         E.
                  pembelajaran selama tiga tahun terakhir.
127.   Sekolah/Madrasah mengalokasikan dana untuk kegiatan kesiswaan.
                  Mengeluarkan dana sebanyak 76% - 100% dari anggaran kegiatan kesiswaan
         A.
                  selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan dana sebanyak 51% - 75% dari anggaran kegiatan kesiswaan
         B.
                  selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan dana sebanyak 26% - 50% dari anggaran kegiatan kesiswaan
         C.
                  selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan dana sebanyak 1% - 25% dari anggaran kegiatan kesiswaan
         D.
                  selama satu tahun terakhir.
                  Tidak mengeluarkan dana dari anggaran kegiatan kesiswaan selama satu
         E.
                  tahun terakhir.



128.   Sekolah/Madrasah mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat tulis
         A.
                  selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat tulis
         B.
                  selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat tulis
         C.
                  selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat tulis
         D.
                  selama satu tahun terakhir.
         E.      Tidak mengeluarkan biaya pengadaan alat tulis selama satu tahun terakhir.



129.   Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan
       pembelajaran.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan bahan
         A.
                  habis pakai selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan bahan
         B.
                  habis pakai selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan bahan
         C.
                  habis pakai selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan bahan
         D.
                  habis pakai selama satu tahun terakhir.
                  Tidak menyediakan biaya pengadaan bahan habis pakai selama satu tahun
         E.
                  terakhir.
130.   Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan
       pembelajaran.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan alat
         A.
                  habis pakai selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan alat
         B.
                  habis pakai selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan alat
         C.
                  habis pakai selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan alat habis
         D.
                  pakai selama satu tahun terakhir.

                  Tidak menyediakan biaya pengadaan alat habis pakai selama satu tahun
         E.
                  terakhir.




131.   Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan
         A.
                  kegiatan rapat selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan kegiatan
         B.
                  rapat selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan kegiatan
         C.
                  rapat selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan kegiatan
         D.
                  rapat selama satu tahun terakhir.

                  Tidak menyediakan biaya pengadaan kegiatan rapat selama satu tahun
         E.
                  terakhir.



132.   Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan
         A.      transport dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan transport
         B.      dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan transport
         C.
                  dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.
                  Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan transport
         D.
                  dan perjalanan dinas selama satu tahun terakhir.
                  Tidak menyediakan biaya pengadaan transport dan perjalanan dinas selama
         E.      satu tahun terakhir.
133.   Sekolah/Madrasah menyediakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran penggandaan soal-
         A.
                  soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran penggandaan soal-
         B.
                  soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran penggandaan soal-
         C.
                  soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran penggandaan soal-
         D.
                  soal ulangan/ujian selama satu tahun terakhir.

                  Tidak menyediakan biaya penggandaan soal-soal ulangan/ujian selama satu
         E.
                  tahun terakhir.




134.   Sekolah/Madrasah menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 76% - 100% dari anggaran pengadaan daya
         A.
                  dan jasa selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 51% - 75% dari anggaran pengadaan daya dan
         B.
                  jasa selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 26% - 50% dari anggaran pengadaan daya dan
         C.
                  jasa selama satu tahun terakhir.

                  Mengeluarkan biaya sebanyak 1% - 25% dari anggaran pengadaan daya dan
         D.
                  jasa selama satu tahun terakhir.

                  Tidak menyediakan biaya pengadaan daya dan jasa selama satu tahun
         E.
                  terakhir.




135.   Sekolah/Madrasah menyediakan anggaran untuk mendukung kegiatan operasional tidak
       langsung selama tiga tahun terakhir.
                  Memiliki biaya sebanyak 76% - 100% untuk mendukung kegiatan operasional
         A.
                  tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
                  Memiliki biaya sebanyak 51% - 75% untuk mendukung kegiatan operasional
         B.
                  tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
                  Memiliki biaya sebanyak 26% - 50% untuk mendukung kegiatan operasional
         C.
                  tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
                  Memiliki biaya sebanyak 1% - 25% untuk mendukung kegiatan operasional
         D.
                  tidak langsung selama tiga tahun terakhir.
                  Tidak memiliki biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung
         E.
                  selama tiga tahun terakhir.
136.   Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat digunakan untuk kesejahteraan dan
       peningkatan mutu pendidikan sekolah/madrasah.

                 Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan
         A.     guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengembangan kurikulum
                 dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan ketatausahaan.

                 Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan
                 guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, dan pengembangan
         B.
                 kurikulum dan kegiatan pembelajaran, tetapi tidak untuk kegiatan
                 ketatausahaan.

                 Digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/madrasah, pengembangan
                 guru dan tenaga kependidikan, dan sarana prasarana, tetapi tidak untuk
         C.
                 pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran, serta kegiatan
                 ketatausahaan.

                 Digunakan    untuk  kesejahteraan  warga      sekolah/madrasah      serta
                 pengembangan guru dan tenaga kependidikan, tetapi tidak untuk sarana dan
         D.
                 prasarana, pengembangan kurikulum dan pembelajaran, serta kegiatan
                 ketatausahaan.

         E.     Hanya digunakan untuk kesejahteraan warga sekolah/ madrasah.




137.   Penetapan uang sekolah/madrasah mempertimbangkan kemampuan ekonomi orangtua
       siswa.

                 Sebanyak 76% - 100% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan
         A.
                 keringanan.

                 Sebanyak 51% - 75% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan
         B.
                 keringanan.

                 Sebanyak 26% - 50% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan
         C.
                 keringanan.

                 Sebanyak 1% - 25% siswa dari keluarga tidak mampu mendapatkan
         D.
                 keringanan.

         E.     Tidak ada seorang pun siswa mendapatkan keringanan.
138.   Siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap awal tahun pelajaran.

                  Tidak ada seorang pun siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap
         A.
                  awal tahun pelajaran.

                  Sebanyak 1% - 25% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap
         B.
                  awal tahun pelajaran.

                  Sebanyak 26% - 50% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap
         C.
                  awal tahun pelajaran.

                  Sebanyak 51% - 75% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap
         D.
                  awal tahun pelajaran.

                  Sebanyak 76% - 100% siswa dikenakan biaya pendaftaran ulang pada setiap
         E.
                  awal tahun pelajaran.




139.   Sekolah/Madrasah melaksanakan subsidi silang untuk membantu siswa kurang mampu.

                  Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa
         A.
                  kurang mampu selama 4 (empat) tahun terakhir.

                  Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa
         B.
                  kurang mampu selama 3 (tiga) tahun terakhir.

                  Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa
         C.
                  kurang mampu selama 2 (dua) tahun terakhir.

                  Melaksanakan subsidi silang untuk membantu minimal 90 persen siswa
         D.
                  kurang mampu selama 1 (satu) tahun terakhir.

         E.      Tidak melaksanakan subsidi silang.



140.   Sekolah/Madrasah melakukan       pungutan   biaya   personal   lain   di   samping   uang
       sekolah/madrasah.
                  Tidak melakukan      pungutan    biaya   personal   lain   di   samping   uang
         A.
                  sekolah/madrasah.
                  Melakukan 1 (satu) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang
         B.
                  sekolah/madrasah.
                  Melakukan 2 (dua) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang
         C.
                  sekolah/madrasah.
                  Melakukan 3 (tiga) jenis pungutan biaya personal lain di samping uang
         D.
                  sekolah/madrasah.
                  Melakukan 4 (empat) jenis atau lebih pungutan biaya personal lain di samping
         E.
                  uang sekolah/madrasah.
141.   Pengambilan keputusan dalam penetapan dana dari masyarakat sebagai biaya personal
       dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

                  Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah,
         A.      komite sekolah/madrasah, perwakilan guru, dan perwakilan tenaga
                  kependidikan.

                  Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah,
         B.
                  komite sekolah/madrasah, dan perwakilan guru.

                  Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan, kepala sekolah/madrasah,
         C.
                  dan komite sekolah/madrasah.

         D.      Melibatkan penyelenggara pendidikan/yayasan dan kepala sekolah/madrasah.

         E.      Hanya melibatkan kepala sekolah/madrasah.




142.   Pengelolaan dana dari masyarakat sebagai biaya personal dilakukan secara sistematis,
       transparan, efisien, dan akuntabel.

         A.      Sebanyak 76% - 100% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.

         B.      Sebanyak 51% - 75% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.

         C.      Sebanyak 26% - 50% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.

         D.      Sebanyak 1% - 25% dana dari masyarakat tercantum dalam RKA-S/M.

         E.      Tidak tercantum dalam RKA-S/M.




143.   Sekolah/Madrasah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam
       penyusunan RKA-S/M.

                  Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan
         A.
                  RKA-S/M selama 4 (empat) tahun terakhir.

                  Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan
         B.
                  RKA-S/M selama 3 (tiga) tahun terakhir.

                  Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan
         C.
                  RKA-S/M selama 2 (dua) tahun terakhir.

                  Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan
         D.
                  RKA-S/M selama 1 (satu) tahun terakhir.

                  Tidak memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam
         E.
                  penyusunan RKA-S/M.
144.   Sekolah/Madrasah memiliki pembukuan biaya operasional.

         A.      Memiliki pembukuan biaya operasional selama 4 (empat) tahun terakhir.

         B.      Memiliki pembukuan biaya operasional selama 3 (tiga) tahun terakhir.

         C.      Memiliki pembukuan biaya operasional selama 2 (dua) tahun terakhir.

         D.      Memiliki pembukuan biaya operasional selama 1 (satu) tahun terakhir.

         E.      Tidak memiliki pembukuan biaya operasional.




145.   Sekolah/Madrasah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan
       menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan.

                  Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan
         A.      menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 4 (empat) tahun
                  terakhir.

                  Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan
         B.      menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 3 (tiga) tahun
                  terakhir.

                  Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan
         C.      menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 2 (dua) tahun
                  terakhir.

                  Membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan
         D.      menyampaikannya kepada pemerintah atau yayasan selama 1 (satu) tahun
                  terakhir.

         E.      Tidak membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan.
VIII. STANDAR PENILAIAN



 146.   Guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata
        pelajaran kepada siswa pada semester yang berjalan.

                   Sebanyak 76% - 100% guru menginformasikan rancangan dan kriteria
          A.
                   penilaian kepada siswa.

                   Sebanyak 51% - 75% guru menginformasikan rancangan dan kriteria
          B.
                   penilaian kepada siswa.

                   Sebanyak 26% - 50% guru menginformasikan rancangan dan kriteria
          C.
                   penilaian kepada siswa.

                   Sebanyak 1% - 25% guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian
          D.
                   kepada siswa.

                   Tidak ada seorang pun guru menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian
          E.
                   kepada siswa.




 147.   Silabus mata pelajaran dilengkapi dengan indikator pencapaian kompetensi dasar (KD) dan
        teknik penilaian.
                   Sebanyak 76% - 100% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator
          A.
                   pencapaian KD dan teknik penilaian.
                   Sebanyak 51% - 75% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian
          B.
                   KD dan teknik penilaian.
                   Sebanyak 26% - 50% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian
          C.
                   KD dan teknik penilaian.
                   Sebanyak 1% - 25% silabus mata pelajaran dilengkapi indikator pencapaian
          D.
                   KD dan teknik penilaian.
                   Tidak ada satu pun silabus dilengkapi indikator pencapaian KD dan teknik
          E.
                   penilaian.



 148.   Guru mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan
        teknik penilaian.
                   Sebanyak 76% - 100% guru mengembangkan instrumen dan pedoman
          A.
                   penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
                   Sebanyak 51% - 75% guru mengembangkan instrumen dan pedoman
          B.
                   penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
                   Sebanyak 26% - 50% guru mengembangkan instrumen dan pedoman
          C.
                   penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
                   Sebanyak 1% - 25% guru mengembangkan instrumen dan pedoman
          D.
                   penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian.
                   Tidak ada seorang pun guru mengembangkan instrumen dan pedoman
          E.
                   penilaian.
149.   Guru menggunakan teknik penilaian berupa tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk
       lain dalam menilai siswa.

                  Sebanyak 76% - 100% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes,
         A.
                  pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandiri, dan/atau bentuk lain.

                  Sebanyak 51% - 75% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes,
         B.
                  pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandiri, dan/atau bentuk lain.

                  Sebanyak 26% - 50% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes,
         C.
                  pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandiri, dan/atau bentuk lain.

                  Sebanyak 1% - 25% guru menggunakan teknik penilaian berupa tes,
         D.
                  pengamatan, penugasan terstuktur, penugasan mandiri, dan/atau bentuk lain.

         E.      Tidak ada seorang pun guru melaksanakan penilaian.




150.   Guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan
       belajar siswa.

                  Sebanyak 76% - 100% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui
         A.
                  kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.

                  Sebanyak 51% - 75% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui
         B.
                  kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.

                  Sebanyak 26% - 50% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui
         C.
                  kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.

                  Sebanyak 1% - 25% guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui
         D.
                  kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.

                  Tidak ada seorang pun guru mengolah hasil penilaian untuk mengetahui
         E.
                  kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa.




151.   Guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai balikan/komentar yang
       mendidik.
                  Sebanyak 76% - 100% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan
         A.
                  siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
                  Sebanyak 51% - 75% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan
         B.
                  siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
                  Sebanyak 26% - 50% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan
         C.
                  siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
                  Sebanyak 1% - 25% guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan
         D.
                  siswa disertai balikan/komentar yang mendidik.
                  Tidak ada seorang pun guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan
         E.
                  siswa.
152.   Guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
                  Sebanyak 76% - 100% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan
         A.
                  pembelajaran.
                  Sebanyak 51% - 75% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan
         B.
                  pembelajaran.
                  Sebanyak 26% - 50% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan
         C.
                  pembelajaran.
                  Sebanyak 1% - 25% guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan
         D.
                  pembelajaran.
                  Tidak ada seorang pun guru memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan
         E.
                  pembelajaran.



153.   Guru melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala
       sekolah/madrasah dalam bentuk laporan prestasi belajar siswa.
                  Sebanyak 76% - 100% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar
         A.
                  siswa kepada kepala sekolah/madrasah.
                  Sebanyak 51% - 75% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa
         B.
                  kepada kepala sekolah/madrasah.
                  Sebanyak 26% - 50% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa
         C.
                  kepada kepala sekolah/madrasah.
                  Sebanyak 1% - 25% guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa
         D.
                  kepada kepala sekolah/madrasah.
         E.      Tidak ada seorang pun guru melaporkan hasil penilaian prestasi belajar siswa.



154.   Guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru pendidikan agama dan hasil
       penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi
       untuk menentukan nilai akhir semester.
                  Sebanyak 76% - 100% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada
         A.      guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru
                  Pendidikan Kewarganegaraan.
                  Sebanyak 51% - 75% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada
         B.      guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru
                  Pendidikan Kewarganegaraan.
                  Sebanyak 26% - 50% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada
         C.      guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru
                  Pendidikan Kewarganegaraan.
                  Sebanyak 1% - 25% guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada
         D.      guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru
                  Pendidikan Kewarganegaraan.
                  Tidak seorang pun guru melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru
         E.      Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru
                  Pendidikan Kewarganegaraan.
155.   Sekolah/Madrasah menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran
       melalui rapat dewan guru.

                  Sebanyak 76% - 100% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat
         A.
                  dewan guru.

                  Sebanyak 50% - 75% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat
         B.
                  dewan guru.

                  Sebanyak 26% - 50% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat
         C.
                  dewan guru.

                  Sebanyak 1% - 25% mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat
         D.
                  dewan guru.

                  Tidak ada satu pun mata pelajaran ditentukan KKM-nya melalui rapat dewan
         E.
                  guru.




156.   Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester dan ulangan akhir
       semester.

         A.      Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah dan akhir semester.

         B.      Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan akhir semester saja.

         C.      Sekolah/Madrasah mengkoordinasikan ulangan tengah semester saja.

         D.      Tidak tentu.

         E.      Tidak pernah.




157.   Sekolah/Madrasah menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran
       (beban Sistem Kredit Semester/SKS) melalui rapat.

                  Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran
         A.
                  melalui rapat dewan guru.

                  Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran
         B.
                  melalui rapat dengan perwakilan guru-guru mata pelajaran.

                  Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran
         C.
                  melalui rapat dengan wali kelas saja.

                  Menentukan kriteria kenaikan kelas atau kriteria program pembelajaran
         D.
                  melalui rapat pimpinan sekolah.

         E.      Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.
158.   Sekolah/Madrasah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak
       mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan
       kesehatan.

                  Menentukan nilai akhir melalui       rapat              dewan     guru      dengan
         A.
                  mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.

                  Menentukan nilai akhir melalui rapat dewan guru tanpa mempertimbangkan
         B.
                  hasil penilaian oleh guru.

                  Menentukan nilai akhir tanpa melalui rapat                   dewan   guru    tetapi
         C.
                  mempertimbangkan hasil penilaian oleh guru.

         D.      Menentukan nilai akhir bersama wali kelas saja.

         E.      Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.




159.   Sekolah/Madrasah menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menentukan kelulusan
       siswa sesuai dengan kriteria yang berlaku.

         A.      Lebih tinggi dari 1,1 atau lebih di atas kriteria yang berlaku.

         B.      Lebih tinggi dari 0,6 sampai 1,0 di atas kriteria yang berlaku.

         C.      Lebih tinggi dari 0,1 sampai 0,5 di atas kriteria yang berlaku.

         D.      Sama dengan kriteria yang berlaku.

         E.      Tidak menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah.




160.   Sekolah/Madrasah melaporkan hasil penilaian setiap akhir semester kepada orang tua/wali
       siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa.
                  Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan
         A.      penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang tua/wali siswa dan siswa
                  yang bersangkutan.
                  Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah dilanjutkan
         B.      penjelasan wali kelas dengan masing-masing orang tua/wali siswa tanpa
                  siswa yang bersangkutan.
                  Diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/madrasah tetapi langsung
         C.      dari wali kelas ke masing-masing orang tua/wali siswa dengan siswa yang
                  bersangkutan.
                  Tanpa diawali dengan penjelasan umum kepala sekolah/ madrasah tetapi
         D.      langsung dari wali kelas ke masing-masing orang tua/wali siswa tanpa siswa
                  yang bersangkutan.
         E.      Tidak melaporkan hasil penilaian langsung kepada siswa.
161.   Sekolah/Madrasah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada
       Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau Kanwil Depag.

         A.      Kurang dari 1 (satu) bulan setelah akhir semester.

         B.      Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) bulan setelah akhir semester.

         C.      Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) bulan setelah akhir semester.

         D.      Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) bulan setelah akhir semester.

         E.      Lebih dari 1 (satu) semester.




162.   Sekolah/Madrasah menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan.

                  Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dewan
         A.
                  guru.

                  Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan
         B.
                  perwakilan guru-guru mata pelajaran.

                  Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat dengan
         C.
                  wali kelas saja.

                  Menentukan kelulusan siswa sesuai kriteria kelulusan melalui rapat
         D.
                  pimpinan sekolah.

         E.      Hanya ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah.




163.   Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional
       (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti Ujian Nasional (UN).

         A.      Kurang dari 1 (satu) minggu setelah pengumuman hasil ujian.

         B.      Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah pengumuman hasil ujian.

         C.      Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah pengumuman hasil ujian.

         D.      Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian.

         E.      Lebih dari 4 (empat) minggu setelah pengumuman hasil ujian.
164.   Sekolah/Madrasah menerbitkan dan menyerahkan ijazah kepada setiap siswa yang
       telah lulus.

                 Kurang dari 1 (satu) minggu setelah blangko ijazah diterima dari Dinas
         A.
                 Pendidikan/Kandepag.

                 Antara 1 (satu) sampai 2 (dua) minggu setelah blangko ijazah diterima dari
         B.
                 Dinas Pendidikan/Kandepag.

                 Antara 2 (dua) sampai 3 (tiga) minggu setelah blangko ijazah diterima dari
         C.
                 Dinas Pendidikan/Kandepag.

                 Antara 3 (tiga) sampai 4 (empat) minggu setelah blangko ijazah diterima dari
         D.
                 Dinas Pendidikan/Kandepag.

                 Lebih dari 4 (empat) minggu setelah blangko ijazah diterima dari Dinas
         E.
                 Pendidikan/Kandepag.




165.   Sekolah/Madrasah menggunakan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs/ Paket B sebagai
       salah satu penentu penerimaan siswa baru.

                 Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara transparan sebagai
         A.
                 penentu penerimaan siswa baru.

                 Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara
         B.
                 transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.

                 Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B dan seleksi masuk secara tidak
         C.
                 transparan sebagai penentu penerimaan siswa baru.

                 Menggunakan hasil UN SMP/MTs/Paket B secara tidak transparan sebagai
         D.
                 penentu penerimaan siswa baru.

                 Tidak menggunakan UN SMP/MTs/Paket B sebagai penentu penerimaan siswa
         E.
                 baru.
SALINAN

LAMPIRAN II   PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
               NOMOR 52 TAHUN 2008 TANGGAL 18 SEPTEMBER 2008

                PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN INSTRUMEN AKREDITASI
                   SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH

                                  PETUNJUK TEKNIS

   1. Petunjuk Teknis (Juknis) Pengisian Instrumen Akreditasi ini berisi penjelasan dan
      rincian informasi tentang bukti fisik, dokumen atau fakta yang harus diperhatikan
      oleh pihak sekolah/madrasah maupun yang diperoleh tim asesor pada saat
      dilakukan visitasi untuk menjawab setiap butir pernyataan pada Instrumen
      Akreditasi.
   2. Setiap jawaban pada butir pernyataan instrumen harus dibuktikan dengan fisik,
      dokumen, atau fakta seperti dijelaskan pada Juknis Pengisian Instrumen
      Akreditasi.
   3. Bukti   fisik,   dokumen   maupun     fakta   yang   sama   dapat   digunakan   untuk
      membuktikan atau mendukung jawaban dari butir-butir pernyataan lain yang
      berkaitan.
   4. Pengisian Instrumen Akreditasi merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari
      kepala sekolah/madrasah.
   5. Bila perlu sekolah/madrasah membentuk tim yang terdiri dari pihak-pihak
      relevan, agar dapat mengisi seluruh butir pernyataan dalam Instrumen Akreditasi
      dengan akurat, tepat, dan objektif.
   6. Sebelum mengisi instrumen Akreditasi, kepala sekolah/madrasah dan tim yang
      terlibat dalam pengisian (jika ada) hendaknya mempelajari secara seksama
      setiap butir pernyataan pada masing –masing komponen.
   7. Apabila dipandang perlu, untuk memperoleh informasi dan klarifikasi lebih
      lengkap terhadap setiap butir pernyataan pada Instrumen Akreditasi, kepala
      sekolah/madrasah dan tim       (jika ada) dapat berkonsultasi dengan Badan
      Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP-S/M) atau Unit Pelaksana Akreditasi
      Sekolah/Madrasah (UPA-S/M) Kabupaten/Kota.
   8. Telitilah kembali jawaban untuk setiap butir pernyataan secara seksama sebelum
      diserahkan kepada BAP-S/M. Sebab data tersebut merupakan data final sebagai
      bahan untuk menetukan hasil akreditasi sekolah/madrasah.
I.        STANDAR ISI

     1.   Pelaksanaan kurikulum meliputi:
           a.  Pembelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia.
           b.  Pembelajaran   kelompok    mata    pelajaran    kewarganegaraan    dan
               kepribadian.
          c.   Pembelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
          d.   Pembelajaran kelompok mata pelajaran estetika, serta
          e.   Pembelajaran kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
          Yang dimaksud 9 (sembilan) komponen muatan KTSP adalah:
           a.   Mata Pelajaran.
           b.   Muatan lokal.
           c.   Kegiatan pengembangan diri.
           d.   Pengaturan beban belajar.
           e.   Ketuntasan belajar.
           f.   Kenaikan kelas dan kelulusan.
           g.   Penjurusan.
           h.   Pendidikan kecakapan hidup, dan
           i.   Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
 2.        Keterlibatan pengembangan kurikulum dibuktikan dengan berita acara rapat dan
           tanda tangan dari berbagai pihak yang terlibat. Bagi sekolah/ madrasah yang
           belum memiliki komite sekolah/madrasah, dapat digantikan oleh yayasan atau
           lembaga penyelenggara pendidikan atau sejenisnya.
 3.        Penyusunan KTSP melalui mekanisme 7 (tujuh) kegiatan sebagai berikut:
           a.   Melibatkan tim penyusun (guru, konselor, kepala sekolah/madrasah,
                komite sekolah/madrasah).
           b.   Dilakukan melalui workshop.
           c.   Kegiatan revieu dan revisi.
           d.   Menghadirkan narasumber.
           e.   Tahap finalisasi.
           f.   Pemantauan dan penilaian.
           g.   Dokumen hasil penyusunan kurikulum.
     4.    Jawaban dibuktikan dengan dokumen remidial untuk prinsip perbaikan layanan
           pembelajaran.
           Jawaban dibuktikan dengan dokumen tambahan jam pembelajaran untuk
           prinsip pengayaan layanan pembelajaran.
           Jawaban dibuktikan dengan dokumen pembelajaran di alam untuk prinsip
           mendayagunakan kondisi alam.
           Jawaban dibuktikan dengan dokumen kegiatan sosial dan budaya untuk prinsip
           mendayagunakan kondisi sosial budaya.
     5.   Jawaban dibuktikan dengan adanya mata pelajaran muatan lokal, dan bukti
          tertulis dari pihak-pihak yang menyusunnya.
     6.   Jawaban dibuktikan dengan adanya program pengembangan diri yaitu:
          kegiatan konseling tentang kehidupan pribadi, sosial, karir, kesulitan belajar,
          dan sebagainya; dan kegiatan ekstrakurikuler seperti kepramukaan,
          kepemimpinan, Palang Merah Remaja (PMR), Karya Ilmiah Remaja (KIR),
          sanggar seni, dan lain-lain.
7.    Jawaban dibuktikan dengan adanya SK dan KD untuk seluruh mata pelajaran
      termasuk muatan lokal untuk setiap program/jurusan. Jumlah mata pelajaran
      dimaksud adalah per program/jurusan (IPA, IPS, Bahasa, dan/atau
      Keagamaan).
8.    Tatap muka adalah kegiatan pembelajaran berupa proses interaksi antara
      siswa dengan pendidik.
      Jawaban dibuktikan dengan adanya kesesuaian alokasi waktu satu jam
      pembelajaran tatap muka selama 45 menit, jumlah jam pembelajaran per
      minggu minimal 38 jam, dan jumlah minggu efektif per tahun minimal 34
      minggu.
9.    Tugas terstruktur adalah tugas pendalaman materi pembelajaran oleh siswa
      yang dirancang oleh guru di mana waktu penyelesaian penugasannya
      ditentukan oleh guru.
      Jawaban dibuktikan dengan dokumen pemberian tugas, hasil pekerjaan siswa,
      nilai tugas dan sejenisnya.
10.   Kegiatan mandiri tidak terstruktur adalah tugas pendalaman materi
      pembelajaran oleh siswa yang dirancang oleh guru di mana waktu penyelesaian
      penugasannya ditentukan oleh siswa.
      Jawaban dibuktikan dengan dokumen pemberian tugas mandiri tidak
      terstruktur. Misalnya: Pemberian tugas dari guru kepada siswa untuk membaca
      dan mengerjakan topik tertentu.
11.   KTSP telah disahkan oleh Dinas Pendidikan yang bersangkutan untuk SMA, dan
      Kanwil Depag/ Kandepag untuk MA, atau instansi yang berwenang.
      Jawaban dibuktikan dengan      banyaknya    silabus   mata   pelajaran   yang
      dikembangkan KTSP-nya.
12.   Jawaban dibuktikan dengan dokumen silabus setiap mata pelajaran yang
      disusun sendiri oleh guru.
13.   Jawaban dibuktikan dengan dokumen silabus setiap mata pelajaran yang
      disusun sendiri oleh guru.
14.   Tujuh langkah pengembangan silabus:
      a.   Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar (pemetaan).
      b.   Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran.
      c.   Mengembangkan kegiatan pembelajaran.
      d.   Merumuskan indikator pencapaian kompetensi.
      e.   Menentukan jenis penilaian.
      f.   Menentukan alokasi waktu, dan
      g.   Menentukan sumber belajar.
      Jawaban dibuktikan dengan adanya dokumen silabus yang dimiliki oleh
      sekolah.
15.   Minimal ada 4 (empat) kegiatan pada kalender akademik.
II. STANDAR PROSES


16.   Sudah jelas.
17.   RPP yang dikembangkan guru memuat:
      a.    Identitas mata pelajaran.
      b.    SK.
      c.    KD dari silabus yang akan dicapai.
      d.    Indikator pencapaian kompetensi.
      e.    Tujuan pembelajaran.
      f.    Materi ajar.
      g.    Alokasi waktu yang diperlukan.
      h.    Metode pembelajaran.
      i.    Kegiatan pembelajaran.
      j.    Penilaian hasil belajar, dan
      k.    Sumber belajar.
      Jumlah mata pelajaran dimaksud diperhitungkan pada setiap program/
      jurusan (IPA, IPS, Bahasa, dan/atau Keagamaan).
18.   Jawaban dibuktikan dengan mengecek metode pembelajaran serta sumber
      belajar dan/atau media pembelajaran dalam RPP.
19.   Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran meliputi:
      a.   Rombongan belajar SMA/MA maksimal 32 siswa.
           Dalam akreditasi ini setidaknya 90% rombongan belajar tidak melebihi
           persyaratan maksimal siswa.
      b.   Beban mengajar guru sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam
           satu minggu.
           Dalam akreditasi ini setidaknya 90% guru memenuhi persyaratan
           minimal tatap muka.
      c.   Tersedianya 1 (satu) buku teks pelajaran untuk setiap siswa.
           Dalam akreditasi ini setidaknya 90% siswa memenuhi persyaratan
           ketersediaan buku teks.
      d.   Pengelolaan kelas.
20.   Langkah-langkah pembelajaran meliputi:
      a.   Kegiatan pendahuluan.
      b.   Kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi), dan
      c.   Kegiatan penutup.
      Jawaban dibuktikan dengan observasi secara acak saat melakukan visitasi,
      dan/atau melihat hasil supervisi kepala sekolah/madrasah, dan/atau melihat
      kesesuaian RPP dengan pelaksanaan proses pembelajaran, dan/atau
      mengamati hasil penilaian berbasis kelas yang dilakukan oleh guru.
21.   Tahap-tahap pemantauan meliputi:
      a.    Perencanaan.
      b.    Pelaksanaan, dan
      c.    Penilaian hasil pembelajaran.
      Jawaban dibuktikan dengan laporan pemantauan proses pembelajaran pada
      setiap tahapnya disertai catatan kepala sekolah/madrasah dan tanda tangan
      guru yang dipantau.
22.   Tahap-tahap supervisi meliputi:
      a.   Tahap perencanaan.
      b.   Tahap pelaksanaan, dan
      c.   Tahap penilaian hasil pembelajaran.
      Jawaban dibuktikan dengan laporan pelaksanaan supervisi proses
      pembelajaran pada setiap aspeknya, mencakup 4 (empat) cara yaitu:
      pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.
23.   Jawaban dibuktikan dengan catatan hasil evaluasi proses pembelajaran oleh
      kepala sekolah/madrasah.
24.   Jawaban dibuktikan dengan adanya dokumen laporan pengawasan proses
      pembelajaran   kepada   pemangku    kepentingan   seperti: guru yang
      bersangkutan, dewan guru, dan pengawas sekolah/madrasah.
25.   Bukti tindak lanjut meliputi:
      a.   Memberikan penghargaan terhadap guru yang telah memenuhi standar,
           dan/atau
      b.   Memberikan teguran yang bersifat mendidik terhadap guru yang belum
           memenuhi standar, dan/atau
      c.   Memberikan      kesempatan     para    guru     untuk     mengikuti
           pelatihan/penataran.
III. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN


26.   Jawaban dibuktikan dengan ketuntasan belajar di dalam KTSP yang ditetapkan
      oleh sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran iptek seperti Bahasa,
      Matematika, IPA, IPS, dan TIK. Kriteria ideal ketuntasan minimal 75,0. Dihitung
      rata-rata nilai ketuntasan belajar mata pelajaran iptek pada satu tahun terakhir.
27.   Jawaban dibuktikan dengan adanya dokumen kumpulan hasil diskusi siswa,
      kumpulan kliping, laporan kegiatan hasil analisis tentang terjadinya gempa
      bumi, banjir, gejala sosial, pengangguran, dan lain-lain, yang diikuti setidak-
      tidaknya oleh 90% siswa.
28.   Jawaban dibuktikan dengan ketuntasan belajar di dalam KTSP yang ditetapkan
      oleh sekolah/madrasah untuk mata pelajaran IPA dan IPS. Kriteria ideal
      ketuntasan minimal 75,0. Bukti dokumen diambil pada satu tahun terakhir.
29.   Jawaban dibuktikan dengan difungsikannya sumber-sumber belajar dalam
      kegiatan pembelajaran yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa dan
      ditunjukkan dengan dokumen pemanfaatan berbagai fasilitas.
30.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya
      oleh 90% siswa seperti: mengunjungi perpustakaan, mengakses internet,
      menyelenggarakan kelompok ilmiah remaja, kelompok belajar Bahasa Asing
      (misalnya Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin,
      Bahasa Perancis dan lain-lain), sumber-sumber belajar lapangan (misalnya
      museum, kebun raya, pusat industri dan lain-lain).
31.   Jawaban dibuktikan dengan adanya dokumen pelaksanaan kegiatan yang diikuti
      setidak-tidaknya oleh 90% siswa dan dapat memberikan pengalaman tentang
      pemanfaatan lingkungan baik di dalam maupun di luar kelas seperti: kebun
      untuk praktik biologi, daur ulang sampah, kunjungan ke laboratorium alam,
      outbound dan lain-lain.
32.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh
      90% siswa seperti: pekan bahasa, seni dan budaya, pentas seni, pameran
      lukisan, teater, latihan tari, latihan musik, keterampilan membuat barang seni,
      dan lain sebagainya.
33.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya
      oleh 90% siswa seperti: mengunjungi pameran lukisan, konser musik,
      pagelaran tari, drama dan sebagainya.
34.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan terprogram yang diikuti setidak-
      tidaknya oleh 90% siswa seperti: layanan konseling (misalnya: perencanaan
      karir, kehidupan pribadi, kemampuan sosial, dan lain-lain); dan/atau kegiatan
      ekstrakurikuler (misalnya: kegiatan kepramukaan, latihan kepemimpinan, PMR,
      seni, olahraga, pecinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, bakti sosial, dan
      lain-lain).
35.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan penegakan aturan-aturan sosial
      yang diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa, dan/atau peraturan-peraturan
      yang di dalamnya mengatur ketertiban siswa seperti: datang tepat waktu,
      pemakaian baju seragam, tidak terlibat tawuran, tidak terlibat penyalahgunaan
      obat-obat terlarang, menghadiri ceramah penanggulangan HIV, sosialisasi
      narkoba, dan sebagainya.
36.   Jawaban dibuktikan dengan penghargaan yang diberikan                oleh   sekolah/
      madrasah seperti: sertifikat, piala atau hadiah-hadiah yang lain.
37.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya
      oleh 90% siswa seperti: pertandingan olahraga antarkelas, lomba olahraga di
      tingkat kabupaten/provinsi/nasional, dan lain-lain.
38.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya
      oleh 90% siswa seperti: upacara hari besar kenegaraan, PMR, kegiatan
      OSIS/M, dan lain-lain.
39.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh
      90% siswa seperti: program pembiasaan 7K, prestasi bidang olahraga, PMR,
      lomba kebersihan antar kelas, dan muatan lokal yang relevan, dan lain-lain.
40.   Jawaban dibuktikan dengan adanya silabus khususnya mata pelajaran
      Pendidikan Kewarganegaraan dan IPS yang memuat materi tentang hak dan
      kewajiban orang lain dalam pergaulan masyarakat.
41.   Jawaban dibuktikan dengan kegiatan-kegiatan pembiasaan dan pengamalan
      ajaran agama seperti: aktivitas ibadah bersama, peringatan hari-hari besar
      agama, membantu warga sekolah/madrasah yang memerlukan, dan
      menolong warga masyarakat kurang mampu.
42.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya
      oleh 90% siswa seperti: peringatan hari-hari besar nasional dan internasional,
      peringatan hari-hari besar keagamaan, pentas seni budaya berbagai negara,
      dan bulan bahasa, dan lain-lain.
43.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya oleh
      90% siswa seperti: layanan pengembangan diri dalam bentuk konseling
      dan/atau kegiatan ekstrakurikuler baik terprogram maupun tidak terprogram
      seperti, layanan konseling, upacara bendera, ibadah, kebersihan, dan lain-lain.
44.   Jawaban dibuktikan dengan hasil diskusi atau kerja kelompok.
45.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya
      oleh 90% siswa seperti: melukis, kerajinan tangan, karya teknologi tepat
      guna, seni tari, lagu ciptaan, seni pertunjukan, dan lain-lain.
46.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya
      oleh 90% siswa seperti: membuat pantun, membuat dan membaca puisi,
      prosa, esai, monolog, naskah drama, naskah cerpen yang memperoleh
      penghargaan/pujian, dan memiliki tradisi senyum, sapa, dan salam (3S).
47.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya
      oleh 90% siswa seperti: penugasan latihan keterampilan menulis siswa, hasil
      portofolio siswa, buletin internal karya siswa, majalah dinding yang terisi
      dengan rubrik tulisan terbaru, hasil karya siswa yang memperoleh
      penghargaan/pujian, latihan drama, daftar para juara lomba pidato serta
      penulisan karya tulis, laporan kunjungan ke industri, laporan studi kunjungan
      lapangan seperti ke museum dan lain-lain.
48.   Jawaban dibuktikan dengan ketuntasan belajar di dalam KTSP yang ditetapkan
      oleh sekolah/madrasah untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa
      Inggris. Kriteria ideal ketuntasan minimal 75,0. Dihitung rata-rata nilai untuk 1
      tahun terakhir.
49.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan yang diikuti setidak-tidaknya
      oleh 90% siswa seperti: pendalaman materi matematika, fisika, kimia, biologi,
      lomba karya ilmiah remaja (LKIR), olimpiade, dan lain-lain.
50.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kegiatan untuk siswa kelas XII yang
      diikuti setidak-tidaknya oleh 90% siswa, seperti: try out, kegiatan pengayaan
      dan remedial, kegiatan menghadapi ujian akhir dan seleksi penerimaan
      mahasiswa baru.
IV. STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN


51.   Jawaban dibuktikan dengan memperlihatkan ijazah dan/atau sertifikat keahlian
      yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Perhitungan
      dilakukan dengan cara membandingkan jumlah guru berkualikasi minimum S1
      atau D-IV dengan jumlah seluruh guru.
52.   Jawaban dibuktikan dengan melihat kesesuaian antara latar belakang pendidikan
      dengan mata pelajaran yang diampu.
53.   Jawaban dibuktikan dengan jumlah kehadiran seluruh guru dalam waktu satu
      semester.
54.   Jawaban dibuktikan di dalam RPP dengan melihat kesesuaian antara
      perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dengan prinsip-prinsip
      pembelajaran serta dokumen hasil supervisi akademik kepala sekolah/madrasah
      dan catatan penilaian guru.
55.   Jawaban dibuktikan dengan:
      a.   Tidak ada satu pun guru yang tersangkut perkara kriminal dan tidak ada
           pengaduan dari masyarakat.
      b.   Kalau ada guru yang melakukan pelanggaran, telah ditindak oleh
           sekolah/madrasah seperti dibebastugaskan atau dikeluarkan.
      c.   Melihat peraturan sekolah/madrasah (kode etik guru) dan tindakan yang
           diambil.
      d.   Peristiwa dalam satu tahun terakhir.
56.   Jawaban dibuktikan dengan adanya undangan, daftar hadir, dan/atau notulen
      rapat dewan guru, rapat antara guru dan kepala sekolah/ madrasah, rapat
      guru dan komite sekolah/madrasah, serta pertemuan antara guru dan
      orangtua siswa. Pertemuan-pertemuan tersebut dihadiri setidak-tidaknya oleh
      76% guru tetap.
57.   Jawaban dibuktikan dengan kesesuaian antara latar belakang kompetensi guru
      dengan mata pelajaran yang diampu dan dihitung dari rata-rata lama mengajar
      pada semua guru.
58.   Jawaban dibuktikan dengan adanya Surat Keputusan (SK) dari yayasan/
      penyelenggara pendidikan atau pemerintah, sertifikat pendidik (untuk kepala
      sekolah yang belum disertifikasi dapat diganti Akta IV/S1 kependidikan), dan
      jadwal mengajar.
59.   Jawaban dibuktikan dengan ijazah kepala sekolah/madrasah.
60.   Jawaban dibuktikan dengan surat keterangan pengalaman mengajar.
61.   Jawaban dibuktikan dengan data lulusan sekolah/madrasah yang diterima di
      perguruan tinggi terakreditasi pada dua tahun terakhir dari data penelusuran
      alumni.
62.   Jawaban dibuktikan dengan data yang menunjukkan kemampuan kepala
      sekolah/madrasah dalam menggalang dana      pengembangan kegiatan
      ekstrakurikuler secara mandiri.
63.   Jawaban dibuktikan dengan jadwal dan bukti pelaksanaan kegiatan monitoring
      dan evaluasi; apabila sekolah/madrasah melakukan monitoring tetapi tidak ada
      dalam Rencana Kegiatan Sekolah/Madrasah (RKS/M), masuk jawaban D.
64.   Jawaban dibuktikan dengan ijazah tenaga administrasi dari lembaga pendidikan
      menengah atau yang sederajat.
65.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kesesuaian antara jenis pekerjaan dengan
      ijazah yang bersangkutan.
66.   Kualifikasi akademik yang dipersyatakan adalah berpendidikan minimal diploma
      satu (D-I). Jawaban dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat.
67.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kesesuaian penugasan dengan ijazah yang
      bersangkutan    atau    sertifikat kompetensi    pengelolaan   perpustakaan
      sekolah/madrasah dari lembaga yang ditetapkan oleh pemerintah. Jika berijazah
      SMA/MA dan telah memiliki sertifikat pelatihan perpustakaan atau berijazah
      SMA?MA dan mempunyai pengalaman selama 3 tahun dianggap relevan.

68.   Jawaban dibuktikan dengan adanya ijazah tenaga laboratorium sesuai dengan
      jenis laboratorium, minimal dari program diploma satu (D-I).

69.   Jawaban dibuktikan dengan adanya kesesuaian antara penugasan dengan ijazah
      yang bersangkutan. Jika berijazah SMA/MA dan telah mempunyai pengalaman
      selama 3 tahun dianggap relevan.

70.   Jawaban dibuktikan dengan adanya tenaga layanan khusus yang tidak
      dirangkap. Adapun lima jenis tenaga layanan khusus adalah sebagai berikut:
       a.   Penjaga sekolah/madrasah.
       b.   Tukang kebun.
       c.   Tenaga kebersihan.
       d.   Pengemudi, dan
       e.   Pesuruh.
V.   STANDAR SARANA DAN PRASARANA


71. Ketentuan luas minimum lahan sekolah/madrasah berdasarkan Permendiknas
       Nomor 24 Tahun 2007 sebagaimana tercantum pada Tabel 1 berikut ini.

                        Tabel 1. Luas Minimum Lahan Sekolah/Madrasah


                      Siswa                           Luas Minimum Lahan (m2)
         Rombel
                    (maksimal)    Bangunan 1 lantai      Bangunan 2 lantai     Bangunan 3 lantai
           3            96              3504                  1852,8
           4-6         192             4377,6                 2342,4                     1555,2
           7-9         288             5299,2                 2793,6                      1872
         10-12         384             6259,2                 3340,8                     2265,6
         13-15         480              7152                   3792                       2544
         16-18         576              8064                   4320                      2822,4
         19-21         672              9072                  4838,4                     3225,6
         22-24         768            10137,6                  5376                      3609,6
         25-27         864            11059,2                 5875,2                     3974,4
 72.   Jawaban dibuktikan dengan cara mengamati                        lingkungan        di     sekitar
       sekolah/madrasah serta prasarana yang tersedia.
 73.   Jawaban dibuktikan dengan cara mengamati                    lingkungan       di        sekitar
       sekolah/madrasah serta prasarana yang tersedia.
74.    Jawaban dibuktikan dengan adanya keterangan tentang peruntukan pada izin
       mendirikan bangunan.
 75.   Ketentuan luas minimum lantai sekolah/madrasah berdasarkan pada Permendiknas
       Nomor 24 Tahun 2007 sebagaimana tercantum pada Tabel 2 berikut ini.

                         Tabel 2. Luas Minimum Lantai Sekolah/Madrasah


        Rombongan      Siswa                    Luas Minimum Lantai Bangunan (m2)
          Belajar    (maksimal)   Bangunan 1 lantai       Bangunan 2 lantai     Bangunan 3 lantai
            3           96             1046,4                  1113,6
           4-6          192            1305,6                  1401,6                    1401,6
           7-9          288             1584                   1670,4                    1670,4
          10-12         384            1881,6                  1996,8                    2035,2
          13-15         480             2160                    2256                      2304
          16-18         576            2419,2                   2592                      2592
          19-21         672            2755,2                  2889,6                    2889,6
          22-24         768            2995,2                  3225,6                    3225,6
          25-27         864            3283,2                  3542,4                    3542,4
76.    Jawaban dibuktikan dengan mengamati kondisi bangunan sekolah/ madrasah dan
       prasarana yang ada.
77.   Empat (4) jenis sanitasi sebagai persyaratan kesehatan sekolah/ madrasah
      meliputi:
      a.       Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan untuk memenuhi
               kebutuhan air bersih.
      b.       Memiliki saluran air kotor dan/atau air limbah.
      c.       Memiliki tempat sampah dengan jumlah yang cukup, dan
      d.       Memiliki saluran air hujan.
78.   a.       Pencahayaan yang memadai artinya cahaya dalam ruangan cukup
               terang untuk membaca dan menulis.
      b.       Ventilasi udara yang memadai artinya ruangan tidak lembab.
79.   Sudah jelas.
80.   Jawaban dibuktikan dengan dokumen izin mendirikan bangunan.
81.   Ketentuan pemeliharaan sekolah/madrasah berdasarkan Permendiknas Nomor
      24 Tahun 2007 meliputi:
      a.       Pemeliharan ringan.
               Dilakukan minimum sekali dalam lima tahun, meliputi: pengecatan ulang,
               perbaikan jendela dan pintu, lantai, penutup atap, plafon, instalasi air
               dan listrik.
      b.       Pemeliharan berat.
               Dilakukan minimum satu kali dalam 20 tahun, meliputi: penggantian
               kerangka atap, kerangka plafon, dan kusen.
82.   Yang dimaksud prasarana sekolah/madrasah yaitu seluruh ruang dan tempat
      berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 sebagaimana tercantum
      pada Tabel 3 berikut ini.

                              Tabel 3. Prasarana Sekolah/Madrasah

           No.               Jenis                 No.              Jenis
           1      Ruang kelas                      10    Ruang tata usaha
           2      Ruang perpustakaan               11    Tempat beribadah
           3      Ruang laboratorium biologi       12    Ruang konseling
           4      Ruang laboratorium fisika        13    Ruang UKS
           5      Ruang laboratorium kimia         14    Ruang organisasi kesiswaan
           6      Ruang laboratorium               15    Jamban
                  komputer
           7      Ruang laboratorium bahasa        16    Gudang
           8      Ruang pimpinan                   17    Ruang sirkulasi
           9      Ruang guru                       18    Tempat bermain/berolahraga
83.   Ruang kelas adalah ruang untuk pembelajaran teori dan praktik yang tidak
      memerlukan     peralatan-peralatan khusus.   Ketentuan    ruang    kelas
      sekolah/madrasah:
      a.       Ukuran minimum sama dengan jumlah siswa x 2m 2, dengan lebar
               minimum 5 m dan luas minimum 30 m2.
      b.       Jumlah yang sama atau lebih banyak dari jumlah rombongan belajar, dan
      c.       Sarana ruang kelas berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007
               sebagaimana tercantum pada Tabel 4 berikut ini.
                                     Tabel 4. Sarana Ruang Kelas


       No             Jenis              Rasio           No          Jenis                Rasio
        1    Kursi siswa            1 buah/siswa         7     Papan tulis           1 buah/ruang
        2    Meja siswa             1 buah/siswa         8     Tempat sampah 1 buah/ruang
        3    Kursi guru             1 buah/guru          9     Tempat cuci           1 buah/ruang
                                                               tangan
        4    Meja guru              1 buah/guru          10    Jam dinding           1 buah/ruang
        5    Lemari                 1 buah/ruang         11    Kotak kontak          1 buah/ruang
        6    Papan pajang           1 buah/ruang
84.   Ruang perpustakaan adalah ruang untuk menyimpan dan memperoleh informasi
      dari berbagai jenis bahan pustaka. Ruang perpustakaan memiliki ketentuan:
      a.    Luas minimum sama dengan 1½ x ruang kelas, dan lebar minimum 5 m.
      b.    Sarana ruang perpustakaan berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun
            2007 sebagaimana tercantum pada Tabel 5.

                                Tabel 5. Sarana Ruang Perpustakaan

       No          Jenis                Rasio                No        Jenis                Rasio
            Buku                                             12 Meja                  1 buah/petugas
                                                                kerja/sirkulasi
       1    Buku teks         1 buku/mata                    13 Lemari katalog        1 buah/sekolah
            pelajaran         pelajaran/siswa, dan 2
                              buku/mata
                              pelajaran/sekolah
       2    Buku panduan      1 buku/mata                    14 Lemari                1 buah/sekolah
            guru              pelajaran/guru ybs dan 1
                              buku/ mata
                              pelajaran/sekolah
       3    Buku pengayaan 870 judul/sekolah                 15 Papan                 1 buah/sekolah
                                                                pengumuman
       4    Buku referensi    30 judul/sekolah               16 Meja multimedia       1 buah/sekolah

       5    Sumber belajar    30 judul/sekolah                    Media Pendidikan
            lain
            Perabot                                          17 Peralatan             1 set/sekolah
                                                                multimedia
       6    Rak buku          1 set/sekolah                       Perlengkapan Lain
       7    Rak majalah       1 buah/sekolah                 18 Buku inventaris       1 buah/sekolah
       8    Rak surat kabar   1 buah/sekolah                 19 Tempat sampah         1 buah/ruang
       9    Meja baca         15 buah/sekolah                20 Kotak kontak          1 buah/ruang
       10 Kursi baca          15 buah/sekolah                21 Jam dinding           1 buah/ruang
       11 Kursi kerja         1 buah/petugas

85.   Ruang laboratorium biologi memiliki ketentuan:
       a.     Rasio minimum 2,4 m2/siswa dan luas minimum 48 m2.
       b.     Sarana laboratorium biologi berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun
              2007 sebagaimana tercantum pada Tabel 6.
                        Tabel 6. Sarana Laboratorium Biologi

No                          Jenis                                     Rasio
     Perabot
1    Kursi                                           1 buah/siswa dan 1 buah/guru
2    Meja kerja                                      1 buah/7 siswa
3    Meja demonstrasi                                1 buah/lab

4    Meja persiapan                                  1 buah/lab
5    Lemari alat                                     1 buah/lab
6    Lemari bahan                                    1 buah/lab
7    Bak cuci                                        1 buah/2 kelompok, dan 1 buah di
                                                     ruang persiapan
     Peralatan Pendidikan
     Alat peraga :
8    Model kerangka manusia                          1 buah/lab
9    Model tubuh manusia                             1 buah/lab
10   Preparat mitosis                                6 buah/lab
11   Preparat meiosis                                6 buah/lab
12   Preparat anatomi tumbuhan                       6 set/lab
13   Preparat anatomi hewan                          6 set/lab

14   Gambar kromosom                                 1 set/lab
15   Gambar DNA                                      1 set/lab
16   Gambar RNA                                      1 set/lab
17   Gambar pewarisan Mendel                         1 buah/lab
18   Gambar contoh-contoh tumbuhan dari berbagai     1 set/lab
     divisi
19   Gambar contoh-contoh hewan dari berbagai        1 set/lab
     filum
20   Gambar/model sistem pencernaan manusia          1 buah/lab
21   Gambar/model sistem pernapasan manusia          1 buah/lab
22   Gambar/model sistem peredaran darah manusia 1 buah/lab
23   Gambar/model sistem pengeluaran manusia         1 buah/lab
24   Gambar/model sistem reproduksi manusia          1 buah/lab

25   Gambar/model sistem syaraf manusia              1 buah/lab
26   Gambar sistem pencernaan burung, reptil,        1 set/lab
     ampibi, ikan, dan cacing tanah
27   Gambar sistem pernapasan burung, reptil,        1 set/lab
     ampibi, ikan, dan cacing tanah
28   Gambar sistem peredaran darah burung, reptil,   1 set/lab
     ampibi, ikan, dan cacing tanah
29   Gambar sistem pengeluaran burung, reptil,       1 set/lab
     ampibi, ikan, dan cacing tanah
30   Gambar sistem reproduksi burung, reptil,        1 set/lab
     ampibi, ikan, dan cacing tanah.
31   Gambar sistem syaraf burung, reptil, ampibi,    1 set/lab
     ikan, dan cacing tanah.
32   Gambar pohon evolusi                            1 buah/lab
     Alat dan Bahan Percobaan:
33   Mikroskop monokuler                             6 buah/lab
34   Mikroskop stereo binokuler                      6 buah/lab
35   Perangkat pemeliharan mikroskop                 2 set/lab
36   Gelas benda                                     6 pak/lab (isi 72)
37   Gelas penutup                                  6 pak/lab (isi 50)
38   Gelas arloji                                   2 pak/lab (isi 10)
39   Cawan petri                                    2 pak/lab (isi 10)
40   Gelas kimia                                    10 buah/lab
41   Corong                                         10 buah /lab
42   Pipet ukur                                     6 buah/lab
43   Tabung reaksi                                  6 kotak/lab (isi 10)
44   Sikat tabung reaksi                            10 buah /lab
45   Penjepit tabung reaksi                         10 buah /lab
46   Erlenmeyer                                     10 buah /lab
47   Kotak preparat                                 6 buah/lab (isi 100)
48   Lumpang dan alu                                6 buah/lab
49   Gelas ukur                                     6 buah/lab
50   Stop watch                                     6 buah/lab
51   Kaki tiga                                      6 buah/lab
52   Perangkat batang statif (panjang dan pendek)   6 set/lab

53   Klem universal                                 10 buah/lab
54   Bosshead (penjepit)                            10 buah/lab

55   Pembakar spiritus                              6 buah/lab
56   Kasa                                           6 buah/lab
57   Aquarium                                       1 buah/lab
58   Neraca                                         1 buah/lab
59   Sumbat karet 1 lubang                          6 buah/lab
60   Sumbat karet 2 lubang                          10 buah/lab
61   Termometer                                     10 buah/lab
62   Potometer                                      6 buah/lab
63   Respirometer                                   6 buah/lab
64   Perangkat bedah hewan                          6 set/lab
65   Termometer suhu tanah                          6 buah/lab
66   Higrometer putar                               2 buah/lab
67   Kuadrat                                        6 buah/lab
68   Petunjuk percobaan                             6 buah/percobaan
     Media Pendidikan
69   Papan tulis                                    1 buah/lab
     Bahan Habis Pakai (kebutuhan per tahun)
70   Asam sulfat                                    500 ml/lab
71   HCL                                            500 cc/lab
72   Acetokarmin                                    10 gram/lab
73   Eosin                                          25 gram/lab
74   Etanol                                         2500 ml/lab
75   Glukosa                                        500 gram/lab
76   Indikator universal                            4 rol/lab
77   Iodium                                         500 gram/lab
78   KOH                                            500 gram/lab
79   MnSO4                                          500 gram/lab
80   NaOH                                           500 gram/lab
81   Vaseline                                       500 gram/lab
82   Kertas saring                                  6 pak/lab
     Perlengkapan Lain
83   Kotak kontak                                   9 buah/lab
84   Alat pemadam kebakaran                         1 buah/lab
85   Peralatan P3K                                  1 buah/lab
86   Tempat sampah                                  1 buah/lab
       87   Jam dinding                                       1 buah/lab


86.   Ruang laboratorium fisika memiliki ketentuan:
      a.     Rasio minimum 2,4 m2/siswa dan luas minimum 48 m2.
      b.    Sarana laboratorium fisika berdasarkan Permendiknas Nomor 24                   Tahun
            2007 sebagaimana tercantum pada Tabel 7.

                                  Tabel 7. Sarana Laboratorium Fisika

              No                  Jenis                               Rasio
                    Perabot
               1    Kursi                         1 buah/siswa, dan 1 buah/guru
               2    Meja kerja                    1 buah/7 siswa
               3    Meja demonstrasi              1 buah/lab
               4    Meja persiapan                1 buah/lab
               5    Lemari alat                   1 buah/lab
               6    Lemari bahan                  1 buah/lab

               7    Bak cuci                      1 buah/2 kelompok, dan 1 buah di ruang
                                                  persiapan.
                    Peralatan Pendidikan
                    Bahan dan Alat Ukur Dasar:
               8    Mistar                        6 buah/lab
               9    Rolmeter                      6 buah/lab
               10   Jangka sorong                 6 buah/lab
               11   Mikrometer                    6 buah/lab
               12   Kubus massa sama              6 set/lab
               13   Silinder massa sama           6 set/lab
               14   Plat                          6 set/lab
               15   Beban bercelah                10 buah/lab
               16   Neraca                        1 buah/lab
               17   Pegas                         6 buah/lab
               18   Dinamometer (pegas presisi)   6 buah/lab
               19   Gelas ukur                    6 buah/lab
               20   Stopwatch                     6 buah/lab
               21   Termometer                    6 buah/lab
               22   Gelas Beaker                  6 buah/lab
               23   Garputala                     6 buah/lab
               24   Multimeter AC/DC 10 kilo      6 buah/lab
                    ohm/volt
               25   Kotak potensiometer           6 buah/lab
               26   Osiloskop                     1 set/lab
               27   Generator frekuensi           6 buah/lab
               28   Pengeras suara                6 buah/lab
               29   Kabel penghubung              1 set/lab
               30   Komponen elektronika          1 set/lab
               31   Catu daya                     6 buah/lab
               32   Transformator                 6 buah/lab
               33   Magnet U                      6 buah/lab
                    Alat Percobaan:
               34   Percobaan Atwood atau         6 set/lab
                    Percobaan Kereta dan
                    Pewaktu ketik
                   35     Percobaan Papan Luncur       6 set/lab


                   36     Percobaan Ayunan Sederhana 6 set/lab
                          atau Percobaan Getaran pada
                          Pegas
                   37     Percobaan Hooke              6 set/lab
                   38     Percobaan Kalorimetri        6 set/lab
                   39     Percobaan Bejana             6 set/lab
                          Berhubungan
                   40     Percobaan Optik              6 set/lab
                   41     Percobaan Resonansi Bunyi    6 set/lab
                          atau Percobaan Sonometer
                   42     Percobaan Hukum Ohm          6 set/lab
                   43     Petunjuk percobaan           6 buah/percobaan
                          Media Pendidikan
                   44     Papan tulis                  1 buah/lab
                          Perlengkapan Lain
                   45     Kotak kontak                 9 buah/lab
                   46     Alat pemadam kebakaran       1 buah/lab
                   47     Peralatan P3K                1 buah/lab
                   48     Tempat sampah                1 buah/lab
                   49     Jam dinding                  1 buah/lab

87.   Ruang laboratorium kimia memiliki ketentuan:
      a.         Rasio minimum 2,4 m2/siswa dan luas minimum 48 m2.
      b.         Sarana laboratorium kimia berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun
                 2007 sebagaimana tercantum pada Tabel 8.

                                        Tabel 8. Sarana Laboratorium Kimia

           No.                      Jenis                                    Rasio
                  Perabot
           1      Kursi                                   1 buah/siswa, dan 1 buah/guru
           2      Meja kerja                              1 buah/siswa
           3      Meja demonstrasi                        1 buah/lab
           4      Meja persiapan                          1 buah/lab
           5      Lemari alat                             1 buah/lab
           6      Lemari bahan                            2 buah/lab
           7      Lemari asam                             1 buah/lab
           8      Bak cuci                                1 buah/2 kelompok, dan 1 buah di ruang
                                                          persiapan.
                  Peralatan Pendidikan
           9      Botol zat                               24 buah/lab
           10     Pipet tetes                             100 buah/lab
           11     Batang pengaduk diameter 5 mm dan       masing-masing 25 buah/lab
                  10 mm
           12     Gelas kimia 50 ml, 150 ml, 250 ml       masing-masing 12 buah/lab
           13     Gelas kimia 500 ml, 1000 ml, 2000 ml masing-masing 3 buah/lab
           14     Labu erlenmeyer                         25 buah/lab
           15     Labu takar volume 50 ml, 100 ml, dan masing-masing 50, 50, dan 3 buah/lab
                  100 ml
           16     Pipet volume 5 ml dan 10 ml             masing-masing 30 buah/lab
           17     Pipet seukuran volume 10 ml, 25 ml      masing-masing 30 buah/lab
                  dan 50 ml
           18   Corong diameter 5 cm dan 10 cm        masing-masing 30 dan 3 buah/lab
           19   Mortar diameter 7 cm dan 15 cm        masing-masing 6 dan 1 buah/lab
           20   Botol semprot                         15 buah/lab
           21   Gelas ukur volume 10 ml, 50 ml, 100   masing-masing 15,15,15,3, dan 3 buah/ lab
                ml, 500 ml dan 1000 ml
           22   Buret + klem                          10 buah/lab
           23   Statif dan klem                       10 buah/lab
           24   Kaca arloji                           10 buah/lab
           25   Corong pisah                          10 buah/lab
           26   Alat destilasi                        2 set/lab
           27   Neraca                                2 set/lab
           28   pH meter                              2 set/lab
           29   Centrifuge                            1 buah/lab
           30   Barometer                             1 buah/lab
           31   Termometer                            6 buah/lab
           32   Multimeter AC/DC, 10 kilo ohm/volt    6 buah/lab
           33   Pembakar spiritus                     8 buah/lab
           34   Kaki tiga + alas kasa kawat           8 buah/lab
           35   Stopwatch                             6 buah/lab
           36   Kalorimeter tekanan tetap             6 buah/lab
           37   Tabung reaksi                         100 buah/lab
           38   Rak tabung reaksi                     7 buah/lab
           39   Sikat tabung reaksi                   10 buah/lab
           40   Tabung centrifuge                     8 buah/lab
           41   Tabel Periodik Unsur-unsur            1 buah/lab
           42   Model molekul                         6 set/lab
           43   Petunjuk percobaan                    6 buah/percobaan
                Media Pendidikan
           44   Papan tulis                           1 buah/lab
                Perlengkapan Lain
           45   Kotak kontak                          9 buah/lab
           46   Alat pemadam kebakaran                1 buah/lab
           47   Pengaman kecelakaan kimiawi (seperti 1 set/lab
                shower, masker khusus)
           48   Peralatan P3K                         1 buah/lab
           49   Tempat sampah                         1 buah/lab
           50   Jam dinding                           1 buah/lab
                Bahan habis pakai
           51   Meliputi bahan kimia, dengan banyak setiap saat 1,2 x banyak yang dibutuhkan. Bahan
                kimia meliputi zat-zat yang diperlukan dalam percobaan-percobaan: Pengenalan
                Reaksi Kimia, Teknik Pemisahan dan Pemurnian, Titrasi Asam-Basa, Elektrokimia,
                Energetika, Pembuatan Produk Terapan Pengetahuan Kimia.

      Untuk nomor butir 85, 86, dan 87 bagi sekolah/madrasah yang tidak membuka
      jurusan IPA, maka laboratorium biologi, fisika, dan kimia dapat terintegrasi
      dalam satu ruangan.
88.   Ruang laboratorium komputer memiliki ketentuan:
      a.    Rasio minimum 2 m2/siswa dan luas minimum 30 m2.
      b.    Sarana laboratorium komputer berdasarkan Permendiknas Nomor 24
            Tahun 2007 sebagaimana tercantum pada Tabel 9 berikut ini.
                                    Tabel 9. Sarana Laboratorium Komputer

               No          Jenis             Rasio                    No           Jenis               Rasio
               1    Kursi siswa      1 buah/siswa                      9     LAN                Sesuai banyak
                                                                                                komputer
               2    Meja             1 buah/2 siswa                   10 Stabilizer             Sesuai banyak
                                                                                                komputer
               3    Kursi guru       1 buah/guru                      11 Modul praktek          1 set/komputer
               4    Meja guru        1 buah/guru                      12 Papan tulis            1 buah/lab
               5    Komputer         1 unit/2 siswa, dan 1            13 Kotak kontak           Sesuai banyak
                                     unit untuk guru                                            komputer
               6    Printer          1 unit/lab                       14 Tempat sampah          1 buah/lab
               7    Scanner          1 unit/lab                       15 Jam dinding            1 buah/lab
               8    Titik akses      1 titik/lab


89.    Ruang laboratorium bahasa memiliki ketentuan:
       a.           Rasio minimum 2 m 2/siswa dan luas minimum 30 m2.
       b.           Sarana laboratorium bahasa berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun
                    2007 sebagaimana tercantum pada Tabel 10 berikut ini.

                                    Tabel 10. Sarana Laboratorium Bahasa

               No           Jenis          Rasio             No                 Jenis                 Rasio
                1     Kursi siswa    1 buah/siswa            6        Perangkat                1 set/lab
                                                                      multimedia
                2     Meja siswa     1 buah/siswa            7        Papan tulis              1 buah/lab
                3     Kursi guru     1 buah/guru             8        Kotak kontak             2 buah/lab
                4     Meja guru      1 buah/guru             9        Tempat sampah            1 buah/ruang
                5     Lemari         1 buah/lab              10       Jam dinding              1 buah/lab



90.   Ruang pimpinan adalah ruang untuk pimpinan melakukan kegiatan pengelolan
      sekolah/madrasah. Ruang pimpinan memiliki ketentuan:
      a.       Luas minimum 12 m2 dan lebar minimum 3 m.
      b.       Sarana ruang pimpinan berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007
               sebagaimana tercantum pada Tabel 11.

                                      Tabel 11. Sarana Ruang Pimpinan

       No               Jenis                Rasio                No               Jenis                   Rasio
           1   Kursi pimpinan         1 buah/ruang                5        Papan statistik        1 buah/ruang
           2   Meja pimpinan          1 buah/ruang                6        Simbol kenegaraan      1 set/ruang
           3   Kursi dan meja tamu 1 set/ruang                    7        Tempat sampah          1 buah/ruang
           4   Lemari                 1 buah/ruang                8        Jam dinding            1 buah/ruang

91.   Ruang guru adalah ruang untuk guru bekerja di luar kelas, beristirahat, dan
      menerima tamu. Ruang guru memiliki ketentuan:
      a.       Rasio minimum 4 m2/guru dan luas minimum 56 m2.
      b.       Sarana ruang guru berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007
               sebagaimana tercantum pada Tabel 12 berikut.

                                       Tabel 12. Sarana Ruang Guru


           No       Jenis                Rasio                 No        Jenis          Rasio

           1    Kursi kerja    1 buah/guru ditambah 1          6    Papan         1 buah/sekolah
                               buah/satu wakil kepala               pengumuman
                               sekolah

           2    Meja kerja     1 buah/guru                     7    Tempat sampah 1 buah/ruang

           3    Lemari         1 buah/guru atau 1 buah         8    Tempat cuci   1 buah/ruang
                               yang digunakan bersama               tangan
                               semua guru

           4    Kursi tamu     1 set/ruang                     9    Jam dinding   1 buah/ruang




92.   Ruang tata usaha adalah ruang untuk pengelolaan administrasi sekolah/
      madrasah. Ruang tata usaha memiliki ketentuan:
      a.       Rasio minimum 4 m2/staf dan luas minimum 16 m2.
      b.       Sarana ruang tata usaha berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun
               2007 sebagaimana tercantum pada Tabel 13.

                                   Tabel 13. Sarana Ruang Tata Usaha

       No.           Jenis              Rasio            No.          Jenis             Rasio
           1    Kursi kerja       1 buah/petugas         7     Filing cabinet     1 buah/sekolah
           2    Meja kerja        1 buah/petugas         8     Brankas            1 buah/sekolah
           3    Lemari            1 buah/ruang           9     Telepon            1 buah/sekolah
           4    Papan statistik   1 buah/ruang           10 Jam dinding           1 buah/ruang
           5    Tempat sampah 1 buah/ruang               11 Kotak kontak          1 buah/ruang
           6    Mesin ketik/      1 buah/sekolah         12 Penanda waktu         1 buah/sekolah


93.   Tempat beribadah adalah ruang tempat warga sekolah/madrasah melakukan
      ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-masing pada waktu sekolah.
      Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tempat beribadah memiliki
      ketentuan:
      a.       Luas minimum 12 m2.
      b.       Perlengkapan ibadah sesuai kebutuhan.
      c.       Sebanyak 1 buah lemari/rak, dan
      d.       Sebanyak 1 buah jam dinding.


94.   Ruang konseling adalah ruang untuk siswa memperoleh layanan konseling yang
      berkaitan dengan pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Berdasarkan
      Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 ruang konseling memiliki ketentuan:
      a.       Luas minimum 9 m2, dan
      b.       Sarana ruang konseling sebagaimana tercantum pada Tabel 14.
                                  Tabel 14. Sarana Ruang Konseling

            No         Jenis        Rasio          No           Jenis               Rasio
            1    Meja kerja      1 buah/ruang      6    Instrumen konseling     1 set/ruang
            2    Kursi kerja     1 buah/ruang      7    Buku sumber             1 set/ruang
            3    Kursi tamu      2 buah/ruang      8    Media pengembangan 1 set/ruang
                                                        kepribadian
            4    Lemari          1 buah/ruang      9    Jam dinding             1 buah/ruang
            5    Papan           1 buah/ruang


95.   Ruang UKS/M adalah ruang untuk menangani siswa yang mengalami gangguan
      kesehatan dini dan ringan di sekolah/madrasah. Berdasarkan Permendiknas
      Nomor 24 Tahun 2007 ruang UKS/M memiliki ketentuan:
      a.        Luas minimum 12 m2, dan
      b.        Sarana ruang UKS/M sebagaimana tercantum pada Tabel 15.

                                    Tabel 15. Sarana Ruang UKS/M

       No              Jenis             Rasio          No            Jenis           Rasio
        1    Tempat tidur           1 set/ruang          9   Tensimeter           1 buah/ruang
        2    Lemari                 1 buah/ruang        10 Termometer badan       1 buah/ruang
        3    Meja                   1 buah/ruang        11 Timbangan badan        1 buah/ruang
        4    Kursi                  2 buah/ruang        12 Pengukur tinggi badan 1 buah/ruang
        5    Catatan kesehatan      1 set/ruang         13 Tempat sampah          1 buah/ruang
             siswa
        6    Perlengkapan P3K       1 set/ruang         14 Tempat cuci tangan     1 buah/ruang
        7    Tandu                  1 buah/ruang        15 Jam dinding            1 buah/ruang
        8    Selimut                1 buah/ruang

96.   Ruang organisasi kesiswaan adalah ruang untuk melakukan kegiatan
      kesekretariatan pengelolaan organisasi siswa. Berdasarkan Permendiknas Nomor
      24 Tahun 2007 ruang organisasi kesiswaan memiliki ketentuan:
      a.     Luas minimum 9 m2.
      b.     Dengan sarana meliputi:
              Sebanyak 1 buah meja.
              Sebanyak 4 buah kursi.
              Sebanyak 1 buah papan tulis.
              Sebanyak 1 buah lemari, dan
              Sebanyak 1 buah jam dinding.
97.   Jamban adalah ruang untuk buang air besar dan/atau kecil. Berdasarkan
      Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 sekolah/madrasah memiliki jamban
      dengan ketentuan:
      a.        Minimum 3 unit, dengan luas minimum tiap unit 2 m2, minimum 1 jamban
                untuk setiap 40 siswa pria, 1 jamban untuk setiap 30 siswa wanita dan 1
                jamban untuk guru/karyawan.
       b.       Dengan dinding, atap, mudah dibersihkan, dapat dikunci, selalu dalam
                keadaan bersih, dan tersedia air bersih yang cukup.




       c.    Dengan sarana meliputi:
              Sebanyak 1 buah kloset jongkok.
              Sebanyak 1 buah tempat air.
              Sebanyak 1 buah gayung, dan
              Sebanyak 1 buah gantungan pakaian.
98.    Gudang adalah ruang untuk menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas,
       peralatan   sekolah/madrasah  yang  tidak/belum  berfungsi,  dan    arsip
       sekolah/madrasah. Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 gudang
       memiliki ketentuan:
       a.    Luas minimum 21 m2.
       b.    Dengan sarana meliputi:
             Sebanyak 1 buah lemari dan 1 buah rak.
99.    Ruang sirkulasi adalah ruang penghubung antar bagian bangunan
       sekolah/madrasah. Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 ruang
       sirkulasi memiliki ketentuan:
       a.       Memiliki luas minimum 30% dari luas total seluruh ruang pada bangunan,
                lebar minimum 1,8 m, dan tinggi minimum 2,5 m.
       b.       Dapat menghubungkan ruang-ruang dengan baik, beratap, serta
                memperoleh cahaya dan udara yang cukup.
100.    Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 sekolah/madrasah memiliki
        ketentuan:
       a.       Tempat bermain/berolahraga dengan rasio minimum 3 m 2/siswa dan luas
                minimum 1000 m2, memiliki permukaan datar dengan drainase yang baik.
       b.       Luas minimum tempat berolahraga 30 m x 20 m.
       c.       Sarana tempat bermain olah raga sebagaimana tercantum pada Tabel 16
                berikut ini.

                              Tabel 16. Sarana Tempat Bermain/Berolahraga

            No             Jenis              Rasio       No          Jenis              Rasio
            1    Tiang bendera           1 buah/sekolah   7    Peralalan atletik   1 set/sekolah
            2    Bendera                 1 buah/sekolah   8    Peralatan seni      1 set/sekolah
                                                               budaya
            3    Peralatan bola voli     2 buah/sekolah   9    Peralatan           1 set/sekolah
                                                               ketrampilan
            4    Peralatan sepak bola    1 set/sekolah    10 Pengeras suara        1 set/sekolah
            5    Peralatan bola basket   1 set/sekolah    11 Tape recorder         1 buah/sekolah
            6    Peralatan senam         1 set/sekolah
VI. STANDAR PENGELOLAAN


101.   Yang dimaksud dengan sering disosialisasikan, jika sekolah/madrasah
       mensosialisasikan visi lembaga sebanyak 2 (dua) kali atau lebih kepada warga
       sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada satu
       semester terakhir.
102.   Yang dimaksud dengan sering disosialisasikan, jika sekolah/madrasah
       mensosialisasikan misi lembaga sebanyak 2 (dua) kali atau lebih kepada warga
       sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada satu
       semester terakhir.
103.   Yang dimaksud dengan sering disosialisasikan, jika sekolah/madrasah
       mensosialisasikan tujuan lembaga sebanyak 2 (dua) kali atau lebih kepada
       warga sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan pada satu
       semester terakhir.
104.   Jawaban dibuktikan dengan adanya dokumen tertulis rencana kerja jangka
       menengah (empat tahunan) dan rencana kerja tahunan yang disosialisasikan
       kepada seluruh warga sekolah/madrasah. Di dalam rencana kerja tahunan
       memuat ketentuan-ketentuan yang jelas tentang: kesiswaan, kurikulum dan
       kegiatan   pembelajaran,   pendidik   dan   tenaga   kependidikan    serta
       pengembangannya, sarana dan prasarana, keuangan dan pembiayaan, budaya
       dan lingkungan masyarakat, peran serta masyarakat dan kemitraan, rencana-
       rencana kerja lainnya yang mengarah pada peningkatan dan pengembangan
       mutu sekolah/madrasah.
105.   Pedoman yang mengatur aspek pengelolaan terdiri dari 8 (delapan) dokumen
       sebagai berikut:
       a.     KTSP.
       b.     Kalender pendidikan/akademik.
       c.     Struktur organisasi sekolah/madrasah.
       d.     Pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan.
       e.     Peraturan akademik.
       f.     Tata tertib sekolah/madrasah.
       g.     Kode etik sekolah/madrasah, dan
       h.     Biaya operasional sekolah/madrasah.
106.   Jawaban dibuktikan dengan bagan atau struktur organisasi sekolah/ madrasah
       yang lengkap serta uraian tugas dari masing-masing anggota organisasi.
107.   Jawaban dibuktikan dengan dokumen tentang adanya kesesuaian antara
       rencana kerja tahunan dengan laporan pelaksanaan kegiatan.
108.   Kegiatan kesiswaan terdiri dari 5 (lima) dokumen yang terdiri atas:
       a.     Seleksi penerimaan siswa baru.
       b.     Memberikan layanan konseling.
       c.     Melaksanakan kegiatan ekstra dan kokurikuler.
       d.    Melakukan pembinaan prestasi unggulan, dan
       e.    Melakukan pelacakan terhadap alumni.



109.   Kegiatan kurikulum dan pembelajaran terdiri dari 5 (lima) dokumen yang
       terdiri dari:
       a.    KTSP.
       b.    Kalender pendidikan.
       c.    Program pembelajaran.
       d.    Penilaian hasil belajar siswa, dan
       e.    Peraturan akademik.
110.   Lima program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan terdiri atas:
       a.    Pembagian tugas.
       b.    Penentuan sistem penghargaan.
       c.    Pengembangan profesi.
       d.    Promosi dan penempatan, serta
       e.    Mutasi.
111.   Lima program pengelolaan sarana prasarana meliputi:
       a.   Perencanaan, pemenuhan serta pendayagunaan sarana dan prasarana
            pendidikan.
       b.   Evaluasi serta pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi
            dalam mendukung proses pendidikan.
       c.   Perlengkapan fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di
            sekolah/madrasah.
       d.   Penyusunan skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai
            dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat, serta
       e.   Pemeliharaan seluruh fasilitas fisik dan peralatan dengan memerhatikan
            kesehatan dan keamanan lingkungan.
112.   Empat program pengelolaan pembiayaan pendidikan terdiri atas:
       a.   Sumber pemasukan, pengeluaran, dan jumlah dana yang dikelola.
       b.   Kewenangan dan tanggung jawab kepala sekolah/madrasah dalam
            membelanjakan anggaran pendidikan sesuai dengan peruntukannya.
       c.   Pembukuan semua penerimaan dan pengeluaran, serta
       d.   Penggunaan     anggaran    untuk     dilaporkan   kepada      komite
            sekolah/madrasah atau lembaga penyelenggara pendidikan serta institusi
            di atasnya.
113.   Jawaban dibuktikan dengan dokumen pelaksanaan kegiatan sekolah/ madrasah
       untuk menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan yang kondusif seperti:
       seminar ilmiah, pelatihan, kebersihan, kedisiplinan, penanaman nilai-nilai
       kejuangan, dan sebagainya.
114.   Jawaban dibuktikan dengan dokumen tertulis tentang keterlibatan masyarakat
       dan/atau lembaga lain yang relevan dalam mendukung pengelolaan pendidikan
       di    sekolah/madrasah,     seperti    penyusunan     program     kegiatan
       sekolah/madrasah, pelaksanaan program kegiatan, MoU dengan lembaga lain,
       dsb.
115.   Program pengawasan terdiri dari 5 (lima) dokumen:
       a.   Pemantauan.
       b.   Supervisi.
       c.    Evaluasi.
       d.    Pelaporan, dan
       e.    Tindak lanjutnya.


116.   Kegiatan evaluasi diri adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekolah/ madrasah
       untuk mengetahui gambaran secara menyeluruh tentang kinerja dan keadaan
       dirinya melalui pengkajian dan analisis berkenaan dengan kekuatan,
       kelemahan, peluang, dan tantangan. Jawaban dibuktikan dengan dokumen
       laporan evaluasi diri sekolah/madrasah.
117.   Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi 4 (empat)
       program yang terdiri dari:
       a.     Kesesuaian penugasan dengan keahlian.
       b.     Keseimbangan beban kerja.
       c.     Kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan
             tugas, serta
       d.     Pencapaian prestasi pendidik dan tenaga kependidikan.
118.   Bahan dan/atau kebutuhan persiapan akreditasi terdiri dari:
       a.    Dokumen yang diperlukan oleh instrumen akreditasi.
       b.    Personal yang akan mendampingi asesor.
       c.    Bukti fisik nondokumen, dan
       d.    Sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan akreditasi.
119.   Kepala SMA/MA dibantu minimal oleh tiga wakil kepala sekolah/ madrasah
       untuk bidang akademik, sarana prasarana, dan kesiswaan. Dalam hal tertentu
       atau sekolah/madrasah masih berada dalam taraf pengembangan, kepala
       sekolah/madrasah dapat menugaskan guru untuk melaksanakan fungsi sebagai
       kepala sekolah/madrasah.
120.   Petugas khusus adalah petugas yang diangkat berdasarkan SK kepala
       sekolah/madrasah untuk menangani sistem informasi manajemen.
VII. STANDAR PEMBIAYAAN


121.   Sudah jelas.
122.   Biaya pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi biaya
       pendidikan lanjut, pelatihan, seminar dan lain-lain termasuk yang dibiayai oleh
       pemerintah/pemerintah daerah, yayasan, maupun lembaga lain.
123.   Modal kerja tetap adalah anggaran yang disediakan untuk membiayai gaji
       pendidik dan tenaga kependidikan, biaya operasi pendidikan dan biaya
       pendidikan tidak langsung agar terlaksana proses pembelajaran secara teratur
       dan berkelanjutan. Jawaban dibuktikan dengan buku kas keuangan dan
       Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-S/M), istilah lainnya
       adalah Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Sekolah/Madrasah
       (RAPB-S/M).
124.   Pengeluaran gaji guru serta tunjangan yang melekat pada gaji (insentif,
       transport, dan tunjangan lain) pada tahun berjalan. Jawaban dibuktikan
       dengan struktur dan sistem penggajian.
125.   Gaji tenaga kependidikan serta tunjangan yang melekat pada gaji pada tahun
       berjalan. Jawaban dibuktikan dengan struktur dan sistem penggajian.
126.   Biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran antara lain
       meliputi: pengadaan alat peraga, penyusunan modul, buku teks pelajaran, CD
       pembelajaran, kamus, globe, peta, ensklopedia dan sejenisnya. Jawaban
       dibuktikan dengan laporan keuangan.
127.   Kegiatan kesiswaan yang dibiayai sekolah/madrasah antara lain: kegiatan
       pramuka, kerohanian, olahraga, UKS/M, OSIS/M, LKIR dan lain sebagainya.
128.   Biaya untuk pengadaan alat tulis sekolah/madrasah misalnya: pengadaan
       pensil, pena, penghapus, penggaris, stapler, kertas, buku-buku administrasi,
       penggandaan atau fotocopi dan lain sebagainya. Jawaban dibuktikan dengan
       adanya alokasi dana dalam RKA-S/M dan laporan keuangan untuk pengadaan
       alat tulis.
129.   Biaya pengadaan bahan habis pakai sekolah/madrasah misalnya: pengadaan
       bahan-bahan praktikum, tinta, bahan kebersihan dan sebagainya. Jawaban
       dibuktikan dengan adanya alokasi dana dalam RKA-S/M dan laporan keuangan
       pengadaan bahan habis pakai.
130.   Biaya untuk pengadaan alat habis pakai sekolah/madrasah seperti: alat-alat
       olahraga, set alat jahit, alat kebersihan dan sebagainya. Jawaban dibuktikan
       dengan adanya alokasi dana dalam RKA-S/M dan laporan keuangan pengadaan
       alat habis pakai.
131.   Biaya rapat yang dibiayai antara lain: rapat penerimaan siswa baru, rapat
       evaluasi semester siswa, rapat kenaikan kelas, rapat kelulusan, rapat
       pemecahan masalah, rapat koordinasi, rapat wali murid, dan sebagainya.
132.   Biaya pengadaan transport atau perjalanan dinas di antaranya: perjalanan
       dinas kepala sekolah/madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Jawaban
       dibuktikan dengan adanya alokasi dana dalam RKA-S/M dan laporan keuangan
       pengadaan transport atau perjalanan dinas.
133.   Biaya pengadaan penggandaan soal ulangan/ujian seperti: ulangan tengah
       semester, ulangan akhir semester, ujian kenaikan kelas dan sebagainya.
       Jawaban dibuktikan dengan adanya alokasi dana dalam RKA-S/M dan laporan
       keuangan penggandaan soal ujian.


134.   Biaya pengadaan daya dan jasa misalnya: listrik, telepon, dan air. Jawaban
       dibuktikan dengan adanya alokasi dana dalam RKA-S/M dan laporan keuangan
       daya dan jasa.
135.   Biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung di antaranya:
       uang lembur, konsumsi, asuransi dan lain sebagainya. Jawaban dibuktikan
       dengan adanya RKA-S/M dan laporan keuangan.
136.   Sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat merupakan biaya yang
       dikeluarkan oleh calon siswa untuk dapat diterima sebagai siswa dengan
       berbagai istilah antara lain: uang pangkal, uang gedung, pembiayaan investasi
       sekolah/madrasah.      Sekolah/Madrasah     negeri  mengikuti  aturan   yang
       dikeluarkan oleh Dinas/Kanwil setempat.
137.   Penetapan uang sekolah/madrasah (iuran bulanan) mempertimbangkan
       kemampuan ekonomi orangtua siswa. Jawaban dibuktikan dengan data siswa
       tidak mampu, bukti (kartu bayaran) uang sekolah/madrasah yang dibayarkan,
       atau surat ketetapan kepala sekolah/madrasah atau yayasan.
138.   Biaya pendaftaran ulang merupakan biaya yang dikeluarkan oleh siswa pada
       awal tahun ajaran baru. Sekolah/Madrasah negeri mengikuti aturan yang
       dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kanwil Depag dan/atau Dinas
       Pendidikan Kab/Kota/Kandepag setempat atau Yayasan.
139.   Sekolah/Madrasah melakukan bantuan subsidi silang kepada siswa yang
       kurang mampu secara ekonomi, baik melalui pengurangan dan pembebasan
       biaya pendidikan (SPP), pemberian beasiswa dan sebagainya untuk membantu
       siswa dari keluarga kurang mampu agar dapat mengikuti pendidikan secara
       teratur dan berkelanjutan. Bantuan pemerintah, pemerintah daerah, maupun
       lembaga lain dapat dimasukkan sebagai bantuan.
140.   Biaya personal lain adalah biaya yang dikeluarkan oleh siswa selain uang
       sekolah/madrasah. Yang dimaksud dengan 4 (empat) jenis pungutan biaya
       personal meliputi:
       a.    Biaya ujian.
       b.    Biaya praktikum.
       c.    Biaya perpisahan, dan
       d.    Biaya studi tour.
141.   Proses pengambilan keputusan dalam penggalian dana dari masyarakat
       dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak.
142.   Sudah jelas.
143.   RKA-S/M berpedoman pada pengelolaan keuangan diputuskan komite
       sekolah/madrasah    dan   ditetapkan   oleh   kepala  sekolah/madrasah.
       Sekolah/Madrasah dapat menunjukkan bukti kesesuaian antara pedoman
       pengelolaan keuangan dengan rincian komponen-komponen dalam RKA-S/M.
144.   Sudah jelas.
145.   Sekolah/Madrasah dapat menunjukkan bukti kesesuaian antara pedoman
       pengelolaan keuangan dengan rincian komponen-komponen biaya operasional
       yang telah dibelanjakan selama satu tahun dan jika ada disertakan pula bukti
       pelaporan.




VIII. STANDAR PENILAIAN


146.   Jawaban dibuktikan dengan adanya bukti berupa bahan yang dibagikan kepada
       siswa atau bahan sosialisasi (foto) atau bukti sosialisasi lainnya yang bisa
       dipertanggungjawabkan. Apabila tidak ada bukti dapat dilakukan wawancara
       secara acak kepada beberapa siswa.
147.   Jawaban dibuktikan dengan lengkapnya indikator dan teknik penilaian dalam
       silabus.
148.   Jawaban dibuktikan dengan perangkat tes buatan guru.
149.   Empat teknik penilaian yang digunakan guru meliputi:
       a.    Tes.
       b.    Pengamatan.
       c.    Tugas terstruktur, dan
       d.    Tugas mandiri.
       Dibuktikan dengan adanya kumpulan arsip nilai tes, nilai pengamatan, dan nilai
       tugas terstruktur maupun mandiri.
150.   Jawaban dibuktikan dengan hasil analisis tes.
151.   Jawaban dibuktikan dengan buku pekerjaan rumah (PR) siswa yang di
       dalamnya terdapat tanda tangan orang tua/wali murid atau dokumen lain yang
       mendukung.
152.   Jawaban dibuktikan dengan:
       a.    Program remedial dan pengayaan, dan
       b.    Perbedaan antara RPP tahun yang lalu dengan tahun yang sedang
             berjalan baik dilihat dari materi, metode, strategi, dan alat evaluasi yang
             digunakan oleh guru.
153.   Jawaban dibuktikan dengan adanya arsip hasil evaluasi belajar yang telah
       ditandatangani guru dan kepala sekolah/madrasah.
154.   Jawaban dibuktikan dengan adanya catatan laporan penilaian akhlak dan
       kepribadian siswa dari guru-guru lain di kelas yang bersangkutan selain guru
       Pendidikan Agama dan Pendidikan Kewarganegaraan.
155.   Jawaban dibuktikan dengan adanya dokumen rapat dewan guru untuk menentukan
       Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
156.   Jawaban dibuktikan dengan Surat Keputusan kepala sekolah/madrasah tentang
       kepanitiaan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.
157.   Jawaban dibuktikan dengan berita acara rapat dan hasil rapat.
158.   Jawaban dibuktikan dengan surat undangan, berita acara rapat, dan hasil
       rapat.
159.   Jawaban     dibuktikan   dengan    berita  acara   penyelenggaraan     ujian
       sekolah/madrasah dan penentuan kelulusan siswa sesuai dengan Standar
       Operasional Prosedur (SOP) ujian sekolah/madrasah. Misalnya sesuai SOP
       batas kelulusan ujian sekolah/madrasah suatu mata pelajaran sebesar 6,0. Jika
       sekolah/madrasah menentukan batas kelulusan mata pelajaran tersebut
       sebesar 7,1 (=6,0 + 1,1) maka sekolah/madrasah tersebut memperoleh skor 4
        o s jwa a A )
       ( p ia b n“ ”.


160.   Jawaban dibuktikan dengan undangan kepada wali murid, daftar hadir orang
       tua, dan buku laporan hasil belajar siswa.
161.   Jawaban   dibuktikan  dengan   tanda   terima   dari Dinas  Pendidikan
       Kabupaten/Kota untuk SMA dan Kanwil Departemen Agama untuk MA.
162.   Pedoman ketentuan kelulusan siswa adalah:
       a.   Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
       b.   Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata
            pelajaran kelompok mata pelajaran: (i) agama dan akhlak mulia, (ii)
            kewarganegaraan dan kepribadian, (iii) estetika, dan (iv) jasmani,
            olahraga, dan kesehatan.
       c.   Lulus ujian sekolah/madrasah, serta
       d.   Lulus UN.
163.   Jawaban dibuktikan dengan tanda terima Surat Keterangan Hasil Ujian
       Nasional (SKHUN) dari minimal 90 persen setiap siswa yang mengikuti ujian
       nasional.
164.   Jawaban dibuktikan dengan tanda terima telah menerbitkan ijazah dari
       minimal 90 persen siswa yang lulus dari satuan pendidikan.
165.   Jawaban dibuktikan dengan berita acara rapat penentuan kelulusan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:312
posted:12/7/2010
language:Indonesian
pages:99