Docstoc

Mengakses dana hibah di Indonesia

Document Sample
Mengakses dana hibah di Indonesia Powered By Docstoc
					                          2010           1




MENGAKSES DANA HIBAH DAN PEMBIAYAAN
LAIN DARI LEMBAGA DONOR POTENSIAL DI
                          INDONESIA




                          Penyunting: Machfudh
                                2




MENGAKSES DANA HIBAH
 DAN PEMBIAYAAN LAIN
     DARI LEMBAGA DONOR POTENSIAL
                     DI INDONESIA




    2010
                                                                     3




MENGAKSES DANA HIBAH DAN PEMBIAYAAN LAIN
      DARI LEMBAGA DONOR POTENSIAL
               DI INDONESIA




                             EDISI 2010




                Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
                         Copy Right @ 2010

Sanksi Pelanggar Pasal 44:
Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang Perubahan atas Undang-
undang Nomor 6 Tahun 1982
Tentang Hak Cipta

  1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau
     memperbanyak suatu ciptaan atau member izin untuk itu, dipidana
     dengan pidana 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.
     100.000.000,- (seratus juta rupiah).
  2. Barangsiapa dengan sengaja menyerahkan, memamerkan,
     mengedarkan atau menjual kepada umum suatu ciptaan atau
     barang hasil pelanggaan Hak Cipta sebagaimana dimaksud dalam
     ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama (lima) tahun
     dan/atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta
     rupiah).
                                                                             4




                           KATA PENGANTAR

Pertanyaan utama yang dihadapi semua Organisasi non pemerintah
(Ornop/LSM), para mahasiswa paska sarjana, para peneliti dan para penggiat
kegiatan social di masyarakat ialah di mana dan bagaimana caranya
mengumpulkan dana untuk program maupun proyek-proyek yang sedang maupun
yang akan digarap? Bantuan berupa apa yang cocok, dan untuk aktivitas mana?
Bagaimana caranya pembiayaan jangka panjang dapat dijamin melalui berbagai
sumber pembiayaan? Begitu kita memutuskan untuk mencari dana dari pihak
luar (eksternal) guna membiayai program atau proyek kita, pertanyaan yang
timbul ialah: dimanakah permintaan bantuan tersebut harus diajukan:
pemerintah negara donor yang bersangkutan, yayasan internasional, sponsor,
perusahaan atau lembaga keuangan multilateral lainnya? Bagaimana mengakses
sumber pendanaan dari para lembaga donor tersebut?

Nah, untuk membantu para penggiat kegiatan kemasyarakatan maupun
penelitian, penyunting buku ini berinisiatif membantu memecahkan persoalah
yang dihadapi oleh para Ornop/LSM, mahasiswa paska sarjana maupun para
peneliti, khususnya dalam hal penyediaan informasi tentang lembaga-lembaga
donor yang ada di Indonesia dan berpotensi untuk dijadikan sumber
pembiayaan kegiatan yang kita punyai. Oleh karena itu, semoga saja buku ini
dapat bermanfaat khususnya bagi para penggiat kegiatan kemasyarakatan, para
mahasiswa paska sarjana, para aktivis Ornop/LSM.

Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada istriku tersayang,
anak-anak dan juga kawan-kawan yang telah banyak membantu dalam
mensukseskan penulisan buku ini. Juga kepada para pembaca, atas masukan dan
bantuannya menyebarkan informasi ini ke para kolega.

Tiada gading yang tak retak. Demikian juga dengan buku ini. Buku ini belum
sempurna dan masih banyak hal-hal yang perlu diperbaiki. Idealnya, memang
buku ini perlu dibuat se ‗perfect‘ mungkin baru kemudian di ‗release‘ ke
khalayak. Akan tetapi, setelah mempertimbangkan dari segi manfaat, maka
penulis memutuskan bahwa masalah ke-‗perfect‘an dapat dinomor duakan. Yang
utama adalah informasi ini dapat segera diakses oleh khalayak. Oleh karena
itu, penulis memohon ma‘af atas segala kekurangan yang ditemui dalam buku ini.
                                                                            5




Kami terbuka untuk menerima kriitik dari para pembaca sekalian. Dan akhirnya,
terima kasih banyak atas partisipasi dari semua pihak sehingga buku ini dapat
terwujud dihadapan para pembaca.

Salam



Bogor; 9 Februari 2010.
Penyunting
Machfudh
                                                                                                                          6




                                                   DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR ........................................................................................................ 5
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 8
BANTUAN PENDANAAN
  Pengertian Bantuan Pendanaan ............................................................................... 14
  Sifat Dan Bentuk Bantuan Pendanaan .................................................................. 16
  Sumber-sumber Bantuan Pendanaan ..................................................................... 19
  Cakupan Bantuan Pendanaan ................................................................................... 20
DAFTAR LEMBAGA PENYEDIA DANA ................................................................... 23
PROFIL 96 LEMBAGA DANA DAN CARA MENGAKSESNYA ........................... 30
DAFTAR REFERENSI ..................................................................................................517
                                                                             7




                              I. PENDAHULUAN

Semenjak saya bekerja di United Nations Development Program (UNDP)
Jakarta, yaitu suatu lembaga pendanaan untuk pembangunan di Indonesia,
banyak kolega atau kenalan saya yang bertanya atau meminta apakah dapat
membantu untuk mendapatkan dana bagi proyek atau usulan kegiatan yang
mereka punyai. Kebetulan sewaktu saya bekerja di UNDP tersebut, tugas
utama saya adalah mengembangkan proposal beberapa proyek untuk
mendapatkan dana dari ―global‖. Selain di UNDP ini, saya sebelumnya telah
bekerja di lembaga internasional lain yang antara lain juga menangani
pengembangan proposal untuk mendapatkan dana bagi suatu program lembaga
tersebut ke lembaga donor di ‗global‘.

Banyak macam pertanyaan yang ditanyakan. Ada yang bertanya tentang
bagaimana cara mendapatkan dana dari UNDP atau dari lembaga donor lainnya.
Ada juga pertanyaan bagaimana trik-trik yang jitu agar proposal yang
dibuatnya dapat di danai oleh lembaga donor tertentu. Salah seorang kolega
saya yang menjadi direktur sebuah BUMN malah pernah ada yang meng-―hire‖
saya untuk membuatkan sebuah proposal untuk diusulkan ke lembaga donor
internasional kalau tidak salah waktu itu adalah International Timber Trade
Organization – ITTO. Karena waktu itu saya lagi tidak ada ‗job‘ ya saya terima
(walaupun honornya honor ‗pertemanan‘ saja) dan alhamdulillaah proposalnya
disetujui untuk didanai. Kolega yang lain pernah juga ada yang membawa suatu
draft proposal penelitian ke saya dan meminta saya untuk mereview apakah
proposalnya tersebut layak didanai atau tidak bila dikirim ke suatu lembaga
donor internasional. Saya baca proposal tersebut dan saya tanya akan dikirim
kemana. Kolega saya menjawab :‖ Belum tahu. Apa ada saran kemana proposal
ini harus saya kirim?‖. Masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang diajukan
ke saya yang intinya adalah bagaimana agar proyek yang mereka punyai itu ada
yang mau membiayai.

―Dana‖ merupakan kata pendek yang tampaknya mempunyai peranan yang sangat
penting dalam menentukan berhasil tidaknya suatu kegiatan atau ide yang kita
punyai. Kita punya kegiatan atau ide untuk berbisnis, tetapi tanpa adanya
dukungan dana sebagai modal maka susah untuk menjalankan kegiatan atau ide
berbisnis tersebut. Kita telah mengembangkan proposal untuk suatu kegiatan
                                                                                8




sosial, tetapi bila dana tidak ada di tangan, maka susah untuk menjalankan
kegiatan sosial tersebut. Kita harus mencari dana kesana ke mari untuk
mensukseskan kegiatan sosial yang kita punyai. Kita mempunyai proposal
penelitian yang umumnya memerlukan dana sejumlah tertentu guna
merealisasikan atau melaksanakan penelitian tersebut. Sering kita temui
kendala utama tidak jalannya penelitian ini ya karena dananya tidak tersedia,
dananya tidak mencukupi alias terbatas, dan berbagai kendala lain yang
menghadang yang ujung-ujungnya juga menyangkut dana alias uang.

Berbicara tentang dana, orang pasti akan terpikir tentang siapa yang akan
mendanai. Siapa yang mau memberi dana untuk menjalankan kegiatan kita?
Apakah dana tersebut akan diberikan gratis alias tidak harus mengembalikan
(biasa dikenal dengan istilah dana hibah -grant) atau apakah kita harus
mengembalikan dana tersebut sesuai dengan kesepakatan bersama antara
penerima dan pemberi dana (biasa dikenal dengan dana pinjaman-loan). Kemana
harus mencari dana dan bagaimana caranya bila kita tidak punya cukup uang
untuk mendanai kegiatan yang kita punyai?

Berbicara masalah dana, memang kadang-kadang cukup memusingkan. Kalau
kita punya dana yang cukup, tidak menjadi masalah. Berbeda dengan kalau kita
tidak punya dana untuk membiayai kegiatan yang kita punyai. Cukup membuat
kepala kita pusing tujuh keliling. Apalagi kalau ditimpali dengan kendala lainnya
yaitu misalnya kegiatan tersebut harus selesai pada tanggal tertentu. Kemana
dana itu harus kita dapatkan?

Kalau kita jeli, sebenarnya sumber pendanaan atau lembaga donor di Indonesia
ini cukup banyak, baik lembaga donor itu merupakan suatu lembaga asing
ataupun suatu lembaga nasional. Baik lembaga sumber dana tersebut berstatus
pemerintah, swasta, lembaga asing, lembaga nir-laba atau NGO (Lembaga
Swadaya Masyarakat-LSM), atau bahkan perorangan. Hanya saja, banyak
diantara kita yang tidak mengetahui namanya, alamatnya, jenis pembiayaan yang
dapat diberikan, apalagi bagaimana cara memperoleh dana dari lembaga donor
dimaksud.

Nah!!!!!, berkaitan dengan keberadaan lembaga donor yang ada di Indonesia dan
bagaimana cara mengaksesnya, maka saya mencoba menulis buku ringkas ini.
Dengan menuliskan buku ini, maksud dan tujuan saya melakukannya adalah ingin
                                                                            9




membantu para pembaca baik dari kalangan pencari dana yang bermaksud untuk
mendapatkan informasi bagaimana mendapatkan dana guna mendukung kegiatan
kemaslahatan ummat baik yang dilakukan oleh individu-individu maupun oleh
lembaga, membantu para individu atau lembaga nir laba dalam mendapatkan
referensi tentang berbagai program sosial yang menjadi prioritas dari
lembaga-lembaga pendanaan, panduan bagi para pengambil kebijakan
penanganan masalah kemasyarakatan baik yang berada di pusat, provinsi
maupun kabupaten dan lokal, sehingga dapat dijadikan sebagai mitra kerja bila
diperlukan. Penulisan ini juga dimaksudkan membantu para peneliti atau
mahasiswa paska sarjana yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya untuk
mencari sumber pendanaan bagi kegiatan penelitiannya, membantu para aktivis
kemasyarakatan untuk mendukung lancarnya program kemasyarakatannya,
serta menjadi bahan masukan bagi para lembaga nirlaba untuk berkolaborasi
menjalankan program yang serupa atau saling mendukung bila diperlukan.

Sesuai dengan maksud dari penulisan buku ini, maka dalam melaksanakan
penyusunan buku ini, selain titik berat pada profil sumber-sumber pembiayaan
untuk menyediakan informasi mengenai pihak-pihak yang dapat membantu
pembiayaan suatu kegiatan yang sifatnya nir-laba, juga dikemukakan di
pendahuluannya tentang hal-hal yang terkait dengan masalah pembiayaan yang
ada di Indonesia. Dengan demikian, pembaca akan mengetahui secara luas
tentang hal-hal yang terkait dengan masalah pembiayaan atua pendanaan, baik
mengenai pengertiannya, macam-macamnya dan bagaimana lembaga donor
mengucurkan dananya ke pemohon. Secara ringkas, pengorganisasian
penyusunan buku ini dilakukan dengan urutan sebagai berikut:

Bab I tentang Pendahuluan, yaitu uraian tentang latar belakang penulisan buku
ini, maksud dan tujuan serta bagaimana saya mengorganisir penulisan buku ini.

Bab II tentang Dana dan Bantuan Teknis yang berisi uraian tentang apa itu
dana hibah, dana pinjaman, bantuan teknis; bagaimana bentuk-bentuk dana itu;
dan sumber dana-dana tersebut.

Bab III tentang List Lembaga Penyedia Dana yaitu daftar lembaga-lembaga
donor yang berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber pendanaan bagi
kegiatan-kegiatan yang kita punyai.
                                                                            10




Bab IV tentang Lembaga Donor yang ada di Indonesia yaitu suatu informasi
penting dari lembaga donor yang ada di Indonesia khususnya yang terkait
dengan kebijakan lembaga donor tersebut dalam mendistribusikan dana yang
mereka punyai.

Penulisan buku ini cukup memakan waktu, khususnya dalam mengumpulkan
informasi masing-masing lembaga donor tersebut. Tentu saja dalam
mengumpulkan informasi ini saya harus mengeluarkan energi baik dari segi
waktu, tenaga maupun dana. Untuk keperluan ini, saya tidak mencari dana dari
luar, artinya pendanaan untuk kegiatan ini bersumber dari saya sendiri. Ini
saya lakukan karena sewaktu ide penyusunan direktori ini muncul dalam pikiran
saya, saya akan melaksanakannya secara sambilan, tidak mengalokasikan waktu
secara khusus yang terus menerus. Saya melaksanakannya dengan cara
mengambil waktu senggang saya, baik dalam mengumpulkan informasi maupun
dalam penyusunannya. Mengapa harus cara ini yang saya tempuh? Alasannya
adalah karena informasi tentang lembaga donor ini masih terserak dimana-
mana, belum terorganisir dan juga setiap tahun sepengetahuan saya ada saja
lembaga donor baru yang muncul dan juga ada yang menghilang alias sudah pergi
dari bumi Indonesia.

Ada beberapa cara yang saya lakukan dalam mengumpulkan informasi lembaga
donor ini, antara lain melalui penelurusan lewat internet, brosur-brosur yang
dibagikan oleh lembaga donor, berbincang-bincang dengan staf dari suatu
lembaga donor, informasi dari kolega, dan lain-lainnya. Dalam mengumpulkan
informasi ini, ada template yang telah saya siapkan. Template ini perlu saya
buat agar dalam menggali informasi saya tidak terjebak ke dalam hal-hal yang
kurang penting, tetapi lebih mengfokuskan pada informasi yang memang sangat
diperlukan oleh para pembaca yang sedang mencari dana bagi kegiatan yang
dipunyainya. Template informasi yang saya buat mencakup paling tidak ada
informasi tentang:
    Informasi ringkas tentang lembaga donor dimaksud. Informasi ini saya
       anggap penting agar kita tahu sedikit tentang latar belakang organisasi
       atau lembaga donor dimaksud seperti sejarah dibentuknya lembaga
       tersebut, bidang apa yang menjadi fokus, kapan masuk di Indonesia,
       proyek-proyek apa saja yang sudah didanai, dan sebagainya.
    Alamat pos, telepon, fax, email, website, contact address. Informasi ini
       penting untuk diketahui agar kita bisa mengakses lembaga donor
                                                                           11




       tersebut ataupun mengirimkan proposal permintaan bantuan dana untuk
       kegiatan kita.
      Bidang garapan / program yang dapat didanai. Informasi ini sangat
       penting kita ketahui karena tidak setiap kegiatan dapat didanai oleh
       lembaga donor dimaksud.       Setiap lembaga donor biasanya hanya
       mendanai bidang-bidang atau program-program tertentu. Dengan
       mengetahui program yang akan didanai,          maka kita dapat memilih
       lembaga donor mana yang seharusnya kita kirimi proposal.
      Persyaratan pendanaan dan tatacara proses pengajuannya. Kalau kita
       ingin mendapatkan pendanaan dari suatu lembaga donor, maka kita harus
       mengikuti persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan.        Setiap
       lembaga donor mempunyai persyaratan yang berbeda-beda yang harus
       dipenuhi oleh para pengirim proposal. Kalau kita tidak mengikuti
       persyaratannya, jangan harap kita akan diberi dana. Jadi informasi ini
       sangat penting untuk diperhatikan dan diikuti.

Terakhir, perlu kami sampaikan kepada para pembaca bahwa :
    Sebagian besar sumber pembiayaan yang disajikan dalam buku ini adalah
     lembaga yang dapat dengan mudah diakses informasinya lewat internet.
    Ada kemungkinan besar bahwa tidak menutup kemungkinan masih banyak
     sumber pembiayaan lain yang belum teridentifikasi.
    Apabila alamat lembaga tidak berada di Indonesia, maka akses terhadap
     lembaga tersebut dapat dilakukan langsung ke kantor pusatnya yang
     berada di luar Indonesia. Apabila lembaga yang bersangkutan berada di
     Indonesia, maka sangat disarankan para pembaca untuk mengakses
     lembaga yang bersangkutan dengan alamatnya yang di Indonesia.
    Informasi tentang lembaga donor ini sangat dinamis, sering berubah.
     Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa ada informasi yang mengalami
     perubahan sewaktu pembaca membandingkan antara apa yang tertulis di
     buku ini dengan kondisi saat pembaca menghubungi lembaga donor yang
     bersangkutan. Saran kami, selalu kontak lembaga donor melalui alamat
     masing-masing lembaga donor yang ada dibuku ini untuk peng-update
     informasi terbaru dari lembaga donor dimaksud. Dari kami sendiri, kami
     berupaya untuk menyajikan informasi yang terkini sesuai dengan
     kemampuan kami dalam mengumpulkan informasi tersebut. Oleh karena
     itu, tidak menutup kemungkinan bahwa buku ini selalu akan mengalami
                                                                           12




      revisi dan penambahan informasi. Untuk itu, silahkan selalu kontak kami
      melalui alamat email address kami.

Semoga bermanfaat dan Good Luck!!!!!!
                                                                            13




                        II.   BANTUAN PENDANAAN

A, PENGERTIAN

Berbicara tentang dana atau pembiayaan, secara umum pikiran kita akan
terbawa tentang uang atau duit. Memang tidak disangkal bahwa dengan uang
atau duit ini kita dapat melakukan apa saja. Hanya saja, kalau kita hanya
berpikiran tentang duit dalam arti nyata, ini akan mengurangi ruang gerak kita
untuk menjalankan kegiatan yang kita punyai yang memerlukan pembiayaan.
Untuk itu, pembaca saya ajak untuk memperluas wawasannya tentang
pengertian bantuan pendanaan atau bantuan pembiayaan sedikit melebar. Hal
ini penting karena ada beberapa lembaga donor yang tidak mau memberikan
bantuan pendanaan berupa uang cash, tetapi berupa barang misalnya atau
berupa tenaga ahli, fasilitas menggunakan peralatan, tempat, dan sebagainya.
Pokoknya bantuan tidak berupa uang cash. Oleh karena itu, pengertian bantuan
pendanaan dalam buku ini mencakup semua jenis bantuan yang diberikan oleh
suatu negara/lembaga donor baik berupa dana cash, bantuan peralatan yang
kita perlukan, bantuan tenaga, atau bantuan-bantuan lain yang sifatnya adalah
untuk mendukung berhasilnya pelaksanaan kegiatan yang kita punya.



1. Bentuk Pembiayaan

Seperti dijelaskan di atas bahwa bantuan pendanaan atau bantuan pembiayaan
yang dimaksud dalam buku ini tidak terbatas dalam bentuk dana yang diberikan
secara langsung berupa cash, namun termasuk juga segala bentuk dana yang
diwujudkan dalam bentuk barang, kegiatan atau upaya untuk mendukung
pengembangan mikrohidro, baik secara langsung ataupun tidak.

Di dalam dunia pendanaan, ada beberapa kelompok bentuk bantuan pendanaan
yang perlu diketahui yaitu:

   a. Bantuan Program (Program AID). Bantuan ini biasanya diberikan oleh
      suatu Negara atau lembaga pendanaan internasional ke suatu Negara
      berkaitan dengan suatu program pembangunan tertentu. Bantuan ini
      berupa devisa yang diperlukan untuk menutup kekosongan neraca
                                                                       14




   pembayaran, yaitu untuk mengimpor barang-barang yang diperlukan oleh
   rakyat. Contohnya adalah bantuan pangan
b. Bantuan Proyek (Project Aid). Bantuan ini diberikan dalam bentuk
   fasilitas pembiayaan berupa, valuta asing atau valuta asing yang
   dirupiahkan, untuk membiayai berbagai kegiatan proyek pembangunan
   baik dalam rangka rehabilitasi, pengadaan barang/peralatan dan jasa,
   perluasan atau pengembangan proyek baru. Pemberian dana secara
   langsung ini, bisa dalam bentuk hibah (pemberian dana tanpa kewajiban
   untuk mengembalikan), pinjaman (pemberian dana dengan kewajiban
   untuk mengembalikan berdasarkan kesepakatan yang disetujui
   sebelumnya) atau investasi (pemberian dana dengan suatu harapan
   mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu tertentu, termasuk
   penyertaan modal). Bentuk pembiayaan ini umumnya diberikan oleh
   lembaga pemerintah, lembaga donor, organisasi nirlaba/non-pemerintah
   dan lembaga keuangan.
c. Bantuan Teknis (Technical Assistance). Bantuan ini diberikan kesuatu
   proyek tertentu dalam bentuk bantuan penyediaan tenaga ahli (expert),
   pendidikan dan latihan, barang dan peralatan dan atau kegiatan
   pendukung lainnya. Secara umum, bantuan teknis ini dapat dijelaskan
   sebagai berikut (imidap, 2009):
   1) Penyediaan perlengkapan fisik, mencakup pemberian secara langsung
      alat dan bahan untuk menunjang terlaksananya kegiatan pemohon,
      serta berbagai teknologi yang mendukung. Bentuk pembiayaan ini
      contohnya bantuan kereta rel listrik yang ada di Jabotabek yang
      diberikan oleh Kedutaan Besar Jepang kepada pemerintah Indonesia
      (dalam hal ini Departemen Perhubungan).
   2) Pendampingan. Bentuk pembiayaan ini banyak diberikan oleh lembaga
      donor dan organisasi nirlaba/non-pemerintah dalam hal pembentukan
      organisasi masyarakat, pembuatan atau perbaikan kebijakan,
      pengembangan jaringan pemasaran hasil industri rumah tangga, dan
      lainnya. Termasuk di dalam pendampingan adalah kegiatan fasilitasi,
      advokasi kebijakan, pembentukan jaringan, kerjasama atau asosiasi.
   3) Peningkatan kapasitas (capacity building). Yang dimaksud dengan
      peningkatan kapasitas adalah peningkatan kemampuan dan
      sumberdaya individu, organisasi dan komunitas dalam mengatasi
      perubahan pembangunan. Kegiatan yang termasuk di dalam kategori
      peningkatan kapasitas adalah pembentukan kesadaran (awareness),
                                                                            15




         pelatihan keterampilan, transfer pengetahuan, pemberian motivasi,
         pembentukan komitmen dan peningkatan kepercayaan diri.
      4) Pengkajian. Model pembiayaan ini terutama dilakukan oleh lembaga
         pemerintah, lembaga donor serta beberapa organisasi nirlaba/non-
         pemerintah. Bentuk bantuan pembiayaan dapat berupa studi atau
         pemberian advise/saran kepada pemohon.

      Ide dasar dari bantuan teknis ini adalah dimungkinkannya alih teknologi,
      yaitu mengisi kekosongan dalam bidang-bidang keahlian tertentu dan
      sekaligus memindahkan keahlian para tenaga ahli internasional tersebut
      kepada tenaga kerja Indonesia.



B. SIFAT / BENTUK           BANTUAN     PENDANAAN        DAN     MEKANISME
   PENYALURANNYA

1. SIFAT/BENTUK BANTUAN PENDANAAN

Perlu dimengerti oleh para pembaca bahwa pada kenyataannya, dijaman
sekarang ini, tidak ada sesuatu bantuan itu yang gratis. Yang ada adalah sifat
saling kerjasama untuk saling menguntungkan. Pihak lembaga pendanaan atau
lembaga donor pasti mempunyai suatu misi tertentu dimana lembaga tersebut
pasti menginginkan misinya tercapai. Ada yang mempunyai misi mendapatkan
keuntungan materi misalnya dananya bertambah dan ada juga yang mempunyai
misi service misalnya tujuan program yang dipunyainya dapat tercapai. Oleh
karena itu, setiap bantuan pendanaan, pihak pemberi bantuan pendanaan pasti
mempunyai persyaratan hasil yang harus dipenuhi oleh pemohon sebagai imbalan
dari bantuan pendanaan yang diberikan ke pemohon. Berdasarkan atas imbalan
yang harus dikembalikan oleh pemohon kepada lembaga donor, maka dapat
dikelompokkan sifat/bentuk bantuan pendanaan yang ada di Indonesia sebagai
berikut:
    a. Infaq/sedekah/zakat/hadiah
      Infaq/sedekah/zakat/hadiah     dapat   merupakan   salah   satu   bentuk
      bantuan   pendanaan    bagi   seseorang/kelompok/organisasi   tertentu.
      Pemberi dana tidak akan meminta pengembalian apapun terhadap bantuan
      yang telah dikeluarkan, tidak juga laporan pemakaian atau hasil
                                                                         16




   pemakaian dana tersebut. Bantuan dana ini sifatnya pemberian sukarela
   atau charity. Pemberi bantuan dana jenis ini biasanya adalah perorangan.
b. Hibah (grant).
   Bentuk bantuan pendanaan ini adalah suatu bantuan yang tidak
   mensyaratkan kepada pemohon untuk mengembalikan bantuan yang
   diberikan apabila kegiatan telah selesai tetapi pemohon cukup
   menyampaikan laporan hasil kegiatannya. Jadi tidak ada pembayaran
   balik dari penerima ke pemberi bantuan dana. Hasil kegiatan ini biasanya
   akan dipakai oleh lembaga donor tersebut sebagai salah satu pencapaian
   kegiatan lembaga donor. Hibah pada umumnya tidak hanya berbentuk
   modal/dana cash, tetapi bisa juga tenaga ahli dan manajemen, maupun
   alih teknologi. Hibah ini dapat berasal dari satu Negara (bilateral) dan
   dapat juga dari suatu lembaga pendanaan regional atau internasional
   (multilateral) misalnya lembaga-lembaga dibawah Perserikatan Bangsa-
   Bangsa (UNDP, FAO, WHO, dan lain-lain).
c. Pinjaman (loan).
   Sesuai dengan namanya, yakni pinjaman, maka pemberi bantuan dana ini
   akan meminta kembali dana yang telah diberikan, artinya penerima dana
   berkewajiban mengembalikan dana yang dia peroleh. Pinjaman sifatnya
   merupakan bantuan dana dalam jangka waktu tertentu dan penerima
   bantuan harus membayar kembali pinjaman serta bunganya bila telah
   jatuh waktunya. Bunga pinjaman ada yang bersifat sangat kecil atau
   biasa disebut pinjaman lunak (soft loan) dan ada juga yang bersifat
   bunga komersial.   Pinjaman bunga lunak biasanya diberikan oleh suatu
   lembaga pemerintah baik itu pemerintah Indonesia maupun pemerintah
   asing (bantuan luar negeri). Apabila bantuan pinjaman ini berasal dari
   luar negeri, maka sumber pendanaan tersebut dapat berasal dari satu
   Negara (pinjaman bilateral) atau dari suatu lembaga keuangan regional
   atau internasional (pinjaman multilateral) seperti Bank Dunia. Bank
   Pembangunan Asia, dan lain-lainnya. Selain pinjaman dari pemerintah atau
   lembaga keuangan regional/internasional, lembaga keuangan swasta pun
   dapat memberikan pinjaman dengan syarat-syarat tertentu yang telah
   ditetapkan.
                                                                             17




  2. Mekanisme Penyaluran dana oleh Lembaga Donor
     Begitu Anda mendapat persetujuan pembiayaan dari lembaga donor,
     maka jangan membayangkan bahwa uang akan segera diberikan ke Anda.
     Ada beberapa model para donor menyalurkan dananya ke penerima /
     pengaju proposal, antara lain:
     a. Donor akan memberikan dana cash langsung ke pemohon. Model ini
        seperti ini jarang terjadi, terkecuali donornya berasal dari individu.
     b. Donor akan mentransfer dananya ke rekening pemohon. Berkaitan
        dengan rekening pemohon ini, ada dua macam yaitu rekening atas
        nama pemohon/Ornop/LSM atau rekening atas nama proyek.
        Kebijakan jenis rekening ini ditentukan oleh lembaga donor. Bagi
        pemohon yang berasal dari lembaga pemerintah, pembukaan rekening
        ini tidak serta merta dapat dilangkukan di bank. Pemerintah
        mempunyai aturan tersendiri. Ada proses-proses yang harus diikuti
        agar rekening yang dipunyai tersebut tidak dikategorikan ‗rekening
        liar‘.
     c. Donor memberikan bantuannya dalam bentuk materi yang diperlukan
        oleh pemohon, bukan dalam bentuk uang cash. Pemohon memberikan
        daftar rencana pengeluaran anggarannya dan donor akan membayar
        langsung ke pihak penagih/pedagang/took/vendor. Pemohon tidak
        menerima sesenpun uang cash.

C. SUMBER BANTUAN PENDANAAN

Melihat asal atau sumbernya, bantuan pendanaan dapat diperoleh dari
berbagai sumber. Sumber-sumber tersebut dapat berasal dari:
1. Perseorangan
  Yang dimaksud dengan sumber dana dari perseorangan adalah bantuan
  pendanaan ini diperoleh dari seseorang yang secara individu menyediakan
  dana (baik dalam bentuk hibah atau pinjaman) untuk membiayai suatu
  kegiatan yang diajukan oleh pemohon. Sumber pendanaan dari kelompok ini
  tidak dicakup dalam penulisan buku ini karena sumber pendanaan perorangan
  pada umumnya sangat tertutup untuk umum.
2. Lembaga non pemerintah/swasta/yayasan
  Yang dimaksud dengan pembiayaan dari lembaga non pemerintah atau swasta
  adalah suatu pembiayaan yang berasal dari perusahaan swasta, BUMN dan
                                                                                  18




   organisasi nir laba seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau
   yayasan. Pembiayaan ini dapat mencakup pembiayaan sebagai bagian dari
   bisnis perusahaan atau dapat juga pembiayaan sebagai bagian dari
   Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Yang dimaksud dengan
   Corporate Social Responsibility (CSR) adalah sebuah tanggung jawab sosial
   dari sebuah perusahaan terhadap lingkungannya, khususnya di tempat
   mereka melakukan kegiatan usahanya, yang sudah menjadi sebuah etika
   bisnis, sehingga sebuah perusahaan yang ingin melakukan kegiatan usahanya
   secara berkesinambungan harus mau dan mampu melakukan program-
   program CSR dengan sebaik baiknya
3. Lembaga pemerintah.
   Yang   dimaksud   dengan     lembaga   pemerintah    disini   adalah    lembaga
   pemerintah baik yang berada di pusat maupun di daerah (propinsi,
   kabupaten) serta berbagai program pembangunan yang dilakukan melalui
   pemerintah.    Lembaga    pemerintah   ini   mencakup    lembaga       pelaksana
   pemerintahan    seperti   Kementerian-kementerian,      pemerintah      propinsi,
   pemerintah kabupaten, universitas, ataupun badan-badan pemerintah.
4. Lembaga keuangan.
   Definisi Lembaga Keuangan secara umum menurut Undang-undang No.14 /
   1967 Pasal 1 ialah semua badan yang melalui kegiatan kegiatannya di bidang
   keuangan, menaruh uang dari dan menyalurkannya ke dalam masyarakat.
   Artinya kegiatan yang dilakukan oleh lembaga keuangan selalu berkaitan
   dengan bidang keuangan. Dalam praktiknya, lembaga keuangan dapat dibagi
   menjadi bank, seperti bank komersial dan bank syariah; dan non-bank,
   seperti koperasi. Lembaga keuangan di sini mencakup lembaga keuangan
   swasta dan pemerintah.
5. Lembaga donor luar negeri.
   Yang dimaksud dengan lembaga donor luar negeri adalah lembaga-lembaga
   internasional baik yang berkantor di Indonesia maupun di luar negeri.
   Lembaga-lembaga ini dapat lembaga pemerintah Negara lain ataupun
   lembaga non-pemerintah.
                                                                              19




D. Bidang Cakupan Bantuan Pendanaan

Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa suatu lembaga donor akan memberikan
suatu bantuan apabila proposal yang diajukan itu sesuai dengan visi dan misi
lembaga donor tersebut. Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada lembaga donor
yang memberikan bantuan pendanaan dengan mencakup segala aspek. Lembaga-
lembaga donor ini telah mempunya cakupan program tertentu pada setiap
tahunnya, misalnya infrastruktur, lingkungan hidup, ekonomi, pembangunan
masyarakat tertinggal, politik, masalah gender, pendidikan, dan lain-lain. Untuk
itu, pemohon perlu melihat keterkaitan proposal yang diajukan dengan cakupan
program yang dipunyai oleh masing-masing lembaga donor. Ini penting untuk
diperhatikan agar sumber-sumber pembiayaan yang ada dapat dimanfaatkan
secara optimal. Bidang cakupan dari masing-masing sumber pembiayaan ini
sangat perlu diketahui oleh pemohon sebelum mengajukan permohonan
pembiayaan agar pemohon dapat memilih sumber pembiayaan yang sesuai
dengan arah program yang akan dikembangkan.

Selain itu, ada beberapa lembaga yang mengijinkan atau bahkan mensyaratkan
adanya program pendamping, tetapi ada yang tidak mensyaratkan, atau bahkan
berkeinginan bahwa program yang dibiayainya dalah program yang unik
sehiingga tidak diperlukan adanya program pendamping (pembiayaan
pendamping). Ini berarti bahwa ada kemungkinan bahwa suatu program dapat
dibiayai oleh beberapa lembaga donor.




         III. DAFTAR LEMBAGA PENYEDIA DANA (DONOR)

A. Bidang Pendanaan


1. Penelitian
   a. ACIAR
                                                                      20




   b. AIGRP
   c. AvH
   d. CCA
   e. DML
   f. Fulbright/AMINEF
   g. Hibah Pekerti Dikti
   h. HKI
   i.   IFAD
   j. Kedubes Jepang
   k. Mac Arthur Foundation
   l.   RUT-KRT
   m. Sasakawa
   n. Sumitomo
   o. Toyota
2. Bantuan Kemanusiaan (akibat Bencana)
   a. ADRA
   b. DD
   c. DFID
   d. HKI
   e. IRM
   f. Mercy International
   g. YND
3. Inovasi social / pembangunan masyarakat / Pengentasan kemiskinan
   a. Ashoka
   b. BAZIS DKI
   c. CCF
   d. DD
   e. DFID
   f. DML
   g. IRM
   h. IFAD
   i.   Kedubes Jepang
   j. Kedubes New Zealand
   k. Kehati
   l.   Mac Arthur Foundation
                                                21




   m. Mercy International
   n. Oxfam
   o. RAMP
   p. USAID
   q. WVI
   r. Yappika
   s. YBUL
4. Governance/Kelembagaan
   a. The Asia Foundation
   b. CUSO
   c. DD
   d. DFID
   e. FES
   f. FNS
   g. IRM
   h. Kedubes New Zealand
   i.   Mercy International
   j. Oxfam
   k. PCI
   l.   Sasakawa
5. Gender
   a. The Asia Foundation
   b. CUSO
   c. DFID
   d. FES
   e. IRM
   f. Kedubes Jepang
   g. Kedubes New Zealand
   h. Kehati
   i.   MMMF
   j. Oxfam
   k. Yappika
6. Hubungan Internasional / Pertukaran Budaya
   a. The Asia Foundation
   b. JF Asia Center
                                           22




   c. Sasakawa
7. Pendidikan/Beasiswa/Capacity Building
   a. AusAID
   b. BAZIS DKI
   c. CCA
   d. CCF
   e. DD
   f. DFID
   g. DML
   h. Fulbright / AMINEF
   i.   IRM
   j. JF Asia Center
   k. Kedubes Jepang
   l.   Kedubes Jerman
   m. Kedubes New Zealand
   n. Mac Arthur Foundation
   o. Mercy International
   p. MMMF
   q. YND
   r. RAI
   s. RAMP
   t. Sampoerna
   u. UNICEF
   v. USAID
   w. Yappika
8. Pemerintahan
   a. AusAID
   b. CUSO
   c. DFID
   d. FES
9. Keamanan (Security)
   a. AusAID
   b. FES
   c. IRM
   d. PACT
                              23




10. Kesehatan
   a. AusAID
   b. CCF
   c. CUSO
   d. CWS
   e. DFID
   f. HKI
   g. IRM
   h. Kedubes Jepang
   i.   Kedubes Jerman
   j. Mercy International
   k. PACT
   l.   PCI
   m. UNICEF
   n. USAID
   o. WHO
11. Lingkungan
   a. Birdlife
   b. CUSO
   c. CWS
   d. DFID
   e. DML
   f. GEF
   g. FNS
   h. HSS
   i.   Kedubes Jepang
   j. Kedubes New Zealand
   k. Kehati
   l.   Khaula
   m. Mac Arthur Foundation
   n. Oxfam
   o. UNICEF
   p. USAID
   q. Yappika
   r. YBUL
                                                        24




12. Bisnis / Koperasi / swasta / usaha kecil-menengah
   a. CCA
   b. CCF
   c. CUSO
   d. DD
   e. DFID
   f. DML
   g. FNS
   h. GEF
   i.   IRM
   j. KAS
   k. Kedubes Jepang
   l.   Yayasan Khaula
   m. Mercy International
   n. Oxfam
   o. USAID
   p. YBUL
13. Anak-anak
   a. CCF
   b. IRM
   c. PACT
   d. Terre des
   e. UNICEF
   f. WVI
   g. YBUL
14. Pertanian/Pangan
   a. CUSO
   b. CWS
   c. GEF
   d. IRM
   e. Khaula
   f. Oxfam
15. Resolusi Konflik
   a. CWS
   b. DFID
                                   25




   c. FES
   d. YND
   e. RAI
16. Media
   a. DFID
   b. DML
   c. FES
   d. Mac Arthur
   e. Sasakawa
   f. TIFA
17. Hukum / HAM / Politik
   a. FES
   b. FNS
   c. HSF
   d. KAS
   e. Kedubes New Zealand
   f. RAI
   g. TIFA
18. Penyandang cacat
   a. IBF
   b. Kedubes Jepang
19. Energi
   a. Khaula
   b. YBUL
   c. IBEKA
   d. DJLPE-ESDM


B. Kebolehan mengakses Pendanaan
   1. Individu/perorangan
       a. ACIAR
       b. AIGRP
       c. AvH
       d. ADRA
       e. Ashoka
       f. BAZIS DKI
                                        26




  g. DD
  h. The Asia Foundation
  i.   The JFAC
  j. Khaula Indonesia
  k. MMMF
  l.   Sampoerna
  m. TIFA


2. Kelompok/Lembaga
  a. ACIAR
  b. AIGRP
  c. AvH
  d. ADRA
  e. Ashoka
  f. The Asia Foundation
  g. AusAID
  h. BAZIS DKI
  i.   GEF
  j. The Japan Foundation Asia Center
  k. KAS
  l.   Kedubes Jepang
  m. Kedubes Jerman
  n. Kehati
  o. Kedubes New Zealand
  p. Mac Arthur
  q. YND
  r. UNICEF
  s. Yappika
                                                                                   27




          IV.    PROFIL 96 LEMBAGA DANA DAN CARA MENGAKSESNYA


      Dalam bab ini, sebanyak 96 lembaga donor yang ada di Indonesia dijelaskan
      profilnya. Setiap lembaga donor dijelaskan secara detil tentang :
      1. Riwayat serta penjelasan visi dan misi setiap lembaga donor.
      2. Alamat setiap lembaga donor yang dapat diakses baik alamat pos (di
          Indonesia maupun di Luar Negeri), nomor telepon dan fax, alamat e-mail
          serta alamat URL atau websitenya.
      3. Program yang dicakup atau yang didanai oleh lembaga donor termasuk
          cakupan wilayah kerjanya.
      4. Cara mengakses dana ke lembaga donor dimaksud. Di sub bab ini dibahas
          bagaimana syarat-syarat yang diajukan oleh lembaga donor dimaksud,
          bagaimana cara mengajukan/menyampaikan proposal, dan lain sebagainya.



                 1. Australian Community Development and
                    Civil Society Strengthening Scheme (ACCESS)
Tentang ACCESS              Australian Community Development and Civil
                            Society Strengthening Scheme (ACCESS) adalah
                            sebuah proyek yang didanai oleh Australian Agency
                            for International Development (AusAID) dan
                            menggantikan Indonesia Australia Small Activities
                            Scheme (IASAS). Program tersebut telah menjadi
                            sebuah bagian terpadu dari bantuan bilateral resmi
                            Australia kepada Indonesia sejak 1989.

                            Tujuan    ACCESS     adalah   untuk    mengurangi
                            kemiskinan dan menguatkan masyarakat sipil di
                            dalam fokus sektoral dan geografis dari kerjasama
                            pengembangan Australia dengan Indonesia. ACCESS
                            bekerja secara khusus untuk menyediakan bantuan
                            kepada para anggota masyarakat yang paling
                            terpinggirkan, termasuk kaum perempuan dan kaum
                            miskin. Untuk mencapai tujuannya, ACCESS bekerja
                                                                                  28




                           melalui sebuah program dana hibah yang bertujuan
                           untuk:
                            Memperbaiki kapasitas keorganisasian dari mitra
                             LSM/OMS         untuk    membantu    pengentasan
                             kemiskinan di daerah mereka.
                            Memperbaiki kapasitas masyarakat di dalam
                             perencanaan partisipatif dan manajemen kegiatan-
                             kegiatan     pengembangan   berkelanjutan   yang
                             diinisiasi secara lokal.

Alamat / Contact Address          Australian Community Development and Civil
                                               Society Strengthening Scheme
                                             PO BOX 3355 Denpasar, Bali 80033
                                                                        Indonesia
                                                            Telp.: 0361-288 428
                                                             Fax : 0361-287 509
                                                      Email: access-ind@indo.net.id
                                               Website: http://www.access-indo.or.id
Bidang Garapan / Program   Pendekatan        ACCESS        menyadari        bahwa
                           keberlanjutan manfaat yang didapat hanya akan
                           terjadi      bila     pemberdayaan         masyarakat
                           diprioritaskan bersama dengan upaya pencapaian
                           kebutuhan praktis masyarakat. Berikut adalah
                           pendekatan ACCESS:

                           CLAPP
                           ACCESS terfokus pada bantuan sebuah program
                           untuk memperbaiki keahlian LSM/OMS di daerah
                           sasaran dalam memfasilitasi Proses Penilaian dan
                           Perencanaan yang Dipimpin Oleh Masyarakat
                           (CLAPP) dan sesudah itu perbaikan keahlian melalui
                           pendampingan dan upaya-upaya pengembangan
                           kapasitas dalam pelaksanaan program partisipatif,
                           monitoring dan evaluasi.

                           ACCESS menyediakan sebuah dana hibah kecil
                           kepada mitra LSM/OMS dan masyarakat di desa
                                                29




terpilih di distrik sasaran untuk membantu
masyarakat dalam memfasilitasi proses CLAPP.



Pengarus-utamaan Jender dan Kemiskinan (GPI)
Pendekatan    ACCESS      terhadap   jender   dan
kemiskinan memastikan bahwa kegiatan apapun yang
didanai   oleh    ACCESS      sejak   awal   akan
memprioritaskan kebutuhan kaum perempuan dan
kaum miskin. ACCESS juga memastikan bahwa
kegiatan secara jelas didukung oleh para pemimpin
desa dan sebuah perwakilan dari masyarakat yang
menandatangani persetujuan dana hibah proyek
apapun.

Pendekatan GPI dalam proses perencanaan dan
penilaian program pengembangan kapasitas adalah
sebuah kriteria pengajuan yang penting dalam
mengakses dana hibah pengembangan kapasitas dan
pengembangan masyarakat. Usulan untuk dana hibah
ini harus secara jelas menunjukkan peran perempuan
dan kaum miskin di dalam partisipasi dan pembuatan
keputusan dan harus secara jelas mengidentifikasi
bagaimana kelompok-kelompok ini akan mendapat
keuntungan dari proyek.



Keberlanjutan
ACCESS sangat terfokus pada keberlanjutan
manfaat hasil dari program dana hibah bantuan
masyarakat dan pengembangan kapasitas. Sebuah
kegiatan yang berkelanjutan adalah yang terus-
menerus berfungsi baik setelah bantuan ACCESS
selesai, dalam arti dikelola dan digunakan secara
efektif oleh masyarakat, pada khususnya kaum
miskin. Monitoring dan evaluasi dari keberlanjutan
tersebut dibantu oleh Alat Snapshot Pengembangan
                                                                  30




                  Masyarakat.

                  ACCESS     dilaksanakan    diseluruh    Indonesia.
                  Bagaimanapun, pendanaan difokuskan di propinsi
                  sasaran seperti yang disetujui oleh Pemerintah
                  Australia dan Pemerintah Indonesia, diantaranya
                  Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa
                  Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Di
                  empat propinsi sasaran tersebut terdapat delapan
                  kabupaten   sasaran.    Kabupaten    sasaran   ini
                  menentukan wilayah sasaran ACCESS, yaitu
                   Kabupaten Buton
                   Kabupaten Muna
                   Kabupaten Jeneponto
                   Kabupaten Bantaeng
                   Kabupaten Lombok Barat
                   Kabupaten Lombok Tengah
                   Kabupaten Sumba Barat
                   Kabupaten Sumba Timur

Akses Pendanaan   Terdapat tiga jenis dana hibah dalam program
                  ACCESS dengan jumlah total anggaran dana hibah
                  diperkirakan sebanyak AUD 8,173,535 selama
                  masa lima tahun.

                  1. Dana Hibah Bantuan Masyarakat

                  Dana Hibah Pengembangan Masyarakat di Wilayah
                  Sasaran
                  Dana hibah di bawah kategori ini adalah untuk
                  membantu kegiatan masyarakat di wilayah sasaran
                  ACCESS. Mereka harus menyumbang terhadap
                  tujuan ACCESS tentang pengentasan kemiskinan
                  dan bantuan bentuk pemberdayaan masyarakat.
                  Usulan bagi bantuan di bawah kategori ini harus
                  menunjukkan    penggunaan    proses   pembuatan
                  keputusan yang partisipatif dan/atau keadilan di
                                                   31




dalam pembuatan keputusan. Kegiatan di bawah ini
akan termasuk bantuan untuk:
1. Proses Penilaian dan Perencanaan yang Dipimpin
   Oleh Masyarakat (CLAPP)
2. Pelaksanaan rencana pengembangan masyarakat
   berdasar pada CLAPP
3. Lokakarya Civil Society Index (untuk membuat
   Rencana Tindakan Masyarakat Sipil Kabupaten
   Setempat)
4. Pelaksanaan Rencana Tindakan Masyarakat Sipil
   Kabupaten
5. Dana hibah kreatif/inovatif

Dana Hibah Pengembangan Masyarakat di Luar
Wilayah Sasaran
Jumlah dana yang terbatas tersedia bagi kegiatan
diluar kabupaten sasaran. Kegiatannya harus
menyumbang terhadap tujuan ACCESS tentang
pengentasan kemiskinan dan/atau pemberdayaan
masyarakat dan meningkatkan keadilan. Walaupun
kegiatannya hanya akan berjangka pendek (kurang
dari 6 bulan), mereka harus menunjukkan secara
jelas dampak jangka panjangnya.

Dana hibah di bawah kategori ini harus didasarkan
pada ide atau pendekatan yang kreatif atau inovatif,
dan untuk mencobakan inisiatif baru yang berpotensi
bagi adopsi dan penerapan yang lebih luas lagi. Jenis
kegiatan yang dapat didukung termasuk kegiatan
percobaan (sebagai contoh tekhnologi yang cocok),
seminar, karya wisata, pengembangan media atau
kegiatan yang meningkatkan penyertaan jender dan
meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya
kaum miskin.


2. Dana Hibah Pengembangan Kapasitas
                                                  32




Dana hibah di bawah kategori ini adalah untuk
mendukung pengembangan kapasitas bagi LSM/OMS
yang terpilih di dalam kabupaten sasaran. Dukungan
dapat     disediakan    bagi    berbagai    kegiatan
pengembangan kapasitas, sebagai contoh pelatihan
tradisional     di    dalam      kelas,    pelatihan
praktis/berdasar di lapangan, study tour, produksi
bahan-bahan, seminar, pertukaran, pelatihan dan
pendampingan. Jenis dana hibah yang dapat didanai
dibawah kategori ini termasuk diantaranya:
1. Pengembangan       kapasitas     umum      (untuk
   memecahkan kebutuhan pengembangan kapasitas
   pada umumnya)
2. Dana hibah untuk mendukung peningkatan
   penilaian diri sendiri dan keahlian perencanaan
   keorganisasian
3. Pengembangan kapasitas perorangan (untuk
   kebutuhan khusus kelembagaan)
4. Penguatan bagi Penyediaan Layanan Propinsi
   (meningkatkan kualitas fasilitator lokal yang
   tersedia)


3. Dana Hibah Bantuan Khusus

Dana hibah di bawah kategori ini tersedia untuk
mendukung kegiatan-kegiatan yang tidak dicakup di
dalam kategori dana hibah lainnya dan didalam
menanggapi kegiatan-kegiatan khusus dan hanya
merupakan permintaan khusus dari AusAID. Dana
hibah ini mungkin untuk tanggapan yang cepat
terhadap kasus darurat atau pemulihan dikarenakan
bencana alam atau lainnya atau kekacauan sipil atau
untuk perdamaian, seperti halnya Bali Rehabilitation
Fund. Seluruh dana yang dikeluarkan di bawah
kategori ini akan memerlukan permintaan dan
persetujuan dari AusAID.
Kriteria Persyaratan
                                                  33




Proyek ini bertujuan untuk menyediakan bantuan
kepada organisasi terpilih yang berdedikasi kepada
tujuan proyek yang berupa pengentasan kemiskinan
melalui    pemberdayaan      masyarakat       dengan
pengarusutamaan jender dan kemiskinan, dan dapat
menyertakan LSM/OMS serta KSM setempat
(seperti halnya perkumpulan petani dan kelompok-
kelompok perempuan). Untuk menerima bantuan dari
proyek, organisasi bersangkutan harus, paling tidak:
 Keberadaannya benar-benar ada di Indonesia
  (secara resmi diakui oleh badan pemerintah)
  berikut bentuk komunikasi yang dapat dipercaya
 Mau dan mampu menunjukkan laporan keuangan
  tahunan atau pernyataan keuangan tahun lalu atau
  dibantu oleh sebuah organisasi dengan kemampuan
  tersebut
 Mau dan mampu untuk membuat sebuah rekening
  bank terpisah atau program akunting untuk
  menangani dana Proyek

Kriteria Pemilihan
Secara umum, sebuah usulan hanya akan
dipertimbangkan untuk dibantu apabila usulan
tersebut secara jelas dapat menunjukkan:
 Secara jelas sesuai dengan tujuan ACCESS
  tentang peningkatan kualitas hidup, khususnya bagi
  kelompok-kelompok yang paling terpinggirkan
 Pendekatannya adalah penyertaan jender dan
  kemiskinan, dan menyertakan sebuah analisa sosial
  dan jender yang solid
 Usulan berorientasi pada upaya keberlanjutan dan
  upaya menolong diri sendiri, dengan menunjukkan
  komitmen di bagian pihak penerima manfaat
  dan/atau otoritas setempat (sebagai contoh,
  pemerintah setempat) untuk menerapkan dan
  melanjutkan kegiatan. Usulan yang menyertakan
  kegiatan-kegiatan dimana penerima dana hibah
                                                  34




  telah membuat/ sedang membuat sebuah
  kontribusi penting dalam hal tenaga kerja, bahan-
  bahan bangunan atau uang tunai akan sangat
  dipertimbangkan
 Organisasi bersangkutan memiliki pengalaman yang
  relevan dan catatan prestasi yang memuaskan,
  dan/atau menunjukkan dukungan masyarakat, serta
  memiliki sebuah struktur organisasi untuk
  mendukung kegiatan yang diusulkan
 Organisasi bersangkutan (berikut stafnya) dapat
  menunjukkan bahwa saat ini tidak bertanggung
  jawab pada, atau sedang dalam pekerjaan yang
  digaji untuk, organisasi lainnya (sebagai contoh,
  Pemerintah atau lembaga donor lain) untuk
  kegiatan yang sama atau mirip. Usulan tersebut
  menggunakan pendekatan yang inovatif untuk
  mendorong pemberdayaan dan keadilan masyarakat
  yang memiliki potensi penerapan yang lebih luas di
  lingkungan masyarakat lainnya
 Usulan    tersebut     sesuai  dengan    prioritas
  pengembangan dari Pemerintah Indonesia dan
  Australia, dan tidak membutuhkan banyak biaya
 Organisasi bersangkuatan mau untuk bekerja
  secara kemitraan dengan ACCESS didalam
  menyempurnakan        rencana,    kegiatan    dan
  pendekatan monitoring dan evaluasi
 Bila perlu, organisasi telah melakukan penilaian
  terhadap kegiatan yang diusulkan dalam hal
  dampak lingkungannya, mengidentifikasi berbagai
  dampak yang memungkinkan dari kegiatan baik
  positif maupun negatif terhadap lingkungan, dan
  menjelaskan rencana untuk memonitor dan
  mengatasi dampak negatif yang mungkin terjadi.
Proses Pengajuan Usulan
LSM/OMS atau kelompok masyarakat yang tertarik
didalam pengajuan sebuah usulan direkomendasikan
untuk mendiskusikan konsep usulan mereka dengan
                                                 35




seorang Project Officer mengenai proses pengajuan
usulan tersebut. LSM/OMS atau kelompok
masyarakat akan diberi arahan dari Project Officer
ACCESS mengenai persyaratan usulan.

Penilaian dan Persetujuan
Proses penilaian telah dikembangkan sehingga
bersifat terbuka, adil dan transparan, berdasarkan
pada kejelasan panduan penilaian yang secara umum
tersedia (lihat website dengan alamat di atas).

Bagi dana hibah masyarakat yang lebih besar,
penilaian awal lapangan akan merupakan proses
pemberdayaan dan pembelajaran itu sendiri. Bila
dianggap sesuai (sebagai contoh, dana hibah
masyarakat besar), tim penilai akan mengunjungi
tiap masyarakat dan menyediakan kesempatan
kepada masyarakat untuk menunjukkan usulan dan
bagi tim penilai untuk mengajukan pertanyaan dan
mengadakan diskusi bersama calon penerima
manfaat selama mengunjungi/memantau desa.
Seorang ahli tehnik (setempat) yang independen
akan dilibatkan untuk menyediakan saran dalam tiap
penilaian. Demi kepentingan transparansi, staf
proyek yang melakukan penilaian tidak akan sama
dengan anggota staf yang terlibat di dalam proses
persiapan usulan.

Apabila      penilaian  dapat    berjalan    terus,
LSM/masyarakat membuat perubahan terhadap
usulan, bila perlu, dan memperhatikan rekomendasi
dari tim penilaian sebelum PGA dipersiapkan. Untuk
dana hibah masyarakat yang lebih besar, PGA
disosialisasikan bersama masyarakat dan LSM, untuk
memastikan bahwa semua memiliki pemahaman yang
jelas mengenai peran dan tanggung jawab tiap
kelompok, persyaratan pelaporan, dan proses untuk
                                                   36




menghadapi dugaan penyimpangan keuangan.

Di akhir tiap tahap di dalam proses penilaian usulan,
lembaga yang mengusulkan akan diberi tanggapan
balik dan kesempatan untuk meningkatkan kapasitas
mereka di dalam memfasilitasi rancangan dan
manajemen proyek. Sebuah contoh dari format dan
isu-isu yang akan disertakan di dalam proses
penilaian proyek termasuk di dalam daftar format
standar.

Usulan dapat diajukan kepada ACCESS kapanpun.
Hasil dari penilaian akan diberitahukan kepada
organisasi pengusul dalam waktu tiga minggu sejak
keputusan dibuat atas usulan tersebut. Apabila
usulan tersebut tidak berhasil, sebuah penjelasan
akan diberikan kepada organisasi pengusul, bersama
dengan rincian mengenai bagaimana cara untuk
memperbaiki usulan, atau lembaga donor alternatif
lainnya yang mungkin mampu menyediakan bantuan.
Guna     menghemat      waktu    dan   menghindari
kekecewaan,     sangat direkomendasikan bahwa
organisasi mendiskusikan rincian dan pendekatan
dari usulan dengan staf proyek sebelum
pengajuan usulan mereka.

Persetujuan Dana Hibah Proyek (PGA)
Apabila sebuah usulan yang dinilai berhasil, staf
ACCESS menyiapkan sebuah Persetujuan Dana
Hibah Proyek (PGA). Bentuk PGA agak berbeda di
antara jenis-jenis dana hibah umumnya. Persetujuan
tersebut merinci tentang peran dan tanggung jawab
masing-masing pihak, serta persyaratan pelaporan
keuangan dan perkembangan, profil pembayaran
keuangan dan proses yang harus diikuti berkaitan
dengan ketidakberesan keuangan atau dugaan
penyimpangan keuangan.
                                                   37




Seperti disampaikan di atas, bagi dana hibah
bantuan      masyarakat     yang    lebih    besar,
penandatanganan kontrak akan dilaksanakan di saat
―Sosialisasi PGA‖ berbasis desa. Setelah sosialisasi,
PGA harus ditandatangani dan disetujui oleh ketua
badan pengurus organisasi penerima dana hibah,
wakil masyarakat, dan wakil terpilih dari pihak
penerima     manfaat    (sebagai   contoh,    untuk
keseluruhan kegiatan desa, oleh ketua Badan
Perwakilan Desa – BPD).

Berbagai perubahan pada PGA, sepanjang perubahan
itu secara jelas sesuai dengan pendekatan dan
tujuan usulan aslinya, dapat dilakukan secara
langsung oleh Australian Team Leader.
                                                                           38




     2. The Australian Centre for International Agricultural
                                           Research (ACIAR)
Tentang ACIAR              ACIAR merupakan salah satu lembaga pemerintah
                           Australia yang menjalankan Program Bantuan
                           Pemerintah    Australia    yang    dikelola   oleh
                           Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan . ACIAR
                           membantu memecahkan masalah-masalah yang
                           berkaitan dengan penelitian di bidang pertanian di
                           negara-negara berkembang.

                           Saat ini, negara-negara yang menjadi partner
                           adalah Papua Nugini dan Negara-negara di
                           kepulauan Pasifik, Asia Tenggara (termasuk
                           Indonesia), Asia Utara, Asia Selatan dan Afrika
                           bagian selatan.

Alamat / Contact Address                                   ACIAR – Indonesia
                                                      c/o Australian Embassy
                                                    Jl. Rasuna Said Kav 15-16
                                                    Kuningan, Jakarta 12940.
                            Telepon: (021) 2550 5565, 2550 5578, 2550 5577
                                                                                                 39




                                                     Website: http://www.aciar.gov.au
Bidang Garapan / Program          Kegiatan    penelitian   di   bidang    pengentasan
                                  kemiskinan di wilayah Indonesia bagian timur
                                  khususnya yang berkaitan dengan sector pertanian
                                  meliputi ekonomi pertanian, peternakan, perikanan,
                                  perlindungan tanaman, kehutanan, pengelolaan lahan
                                  dan air serta tehnologi paska panen. Topik masing-
                                  masing bidang dapat dilihat di Tabel 1.
Akses Pendanaan                   Peneliti yang akan mengajukan proposal pendanaan
                                  diwajibkan melakukan kontak terlebih dahulu
                                  dengan manager penelitian masing-masing bidang
                                  tersebut. Informasi manager penelitian setiap
                                  bidang dapat dilihat di table 1 atau ditanyakan ke
                                  secretariat. Form-form pengajuan proposal serta
                                  detail    persyaratan     dapat    didownload    di
                                  http://www.aciar.gov.au


  Tabel 1. Daftar Bidang-bidang penelitian yang dicakup oleh ACIAR untuk Indonesia (untuk up date,
                            dipersilahkan menghubungi secretariat ACIAR)
             Bidang                                          Topik Penelitian
 Ekonomi Pertanian (Agriculture        Impact of 39ptimize39ization on natural resource management
           economics)                   and development of better management policies
                                        Impact of trade agreements on food security and incomes of
                                        small producers
                                        Empowerment of small producers in agribusiness for better
                                        access to production factors and market returns
                                       Structural adjustment options for agribusiness to 39ptimize
                                        economic and social benefits)
  Peternakan (Animal science)         Development of sustainable crop-livestock systems
                                 Enhancement of Bali cattle productivity through improved
                                 management and genetic improvement
                                      Management of livestock diseases to improve production and
                                      establish market access and trade relationships
                                      Disease risk assessment and risk management to enhance
                                       safety of foods of animal origin
  Perlindungan tanaman (Crop          Integrated Pest Management, especially in soybean, potato,
          protection)                  crucifers and other vegetables
                                      Rodent pest control, including strategies for management in
                                       upland crops as well as paddy rice
                                      Host plant surveys and pre-harvest control of fruit flies
                                      Diagnosis and control of phytophthora on citrus rootstocks,
                                       potato and pepper.
                                                                                                        40




                                         Management of major pests and diseases of bananas, including
                                          Fusarium wilt, blood disease and banana skipper
                                        Information systems for quarantine, including pest and disease
                                                                   compendia
    Perikanan (Fisheries)                Sustainable aquatic farming systems in inland, coastal and
                                          marine waters (genetic improvement, disease management,
                                          feeds and nutrition) for small and medium enterprises
                                        Stock assessment and management of shared and common-
                                        interest fisheries, including policy level research, IUU fishing
                                        issues, and environmentally friendly fishing techniques
                                         Management of inland open water fisheries including
                                        aquaculture
                                         Improved processing, packaging and transport technologies
                                        which extend product life and increase market value
   Kehutanan (Forestry)                  Development and domestication of Eastern Indonesian species
                                        for income generation from non-timber forest products
                                         Species selection and breeding to support plantation
                                        development, with emphasis on indigenous species, land
                                        rehabilitation and environmental services in Eastern Indonesia
                                         Development of tree farming (out-grower scheme) models with
                                        improved smallholder and plantation company cooperation
                                         Improved utilisation and value addition of timber from fast
                                        growing plantation species
Pengelolaan sumberdaya lahan             Improved irrigation efficiency and soil disease management in
  dan air (Land and Water                 vegetable cropping systems
   Resource Management)                   Establishment      of     prescriptive     regional   fertilizer
                                          recommendations, including for micronutrients
                                         Application of seasonal climate forecasting for improved crop
                                          management
                                         Efficient water management in Eastern Islands irrigation
                                          systems
Paska panen (post harvesting)            Postharvest disinfestation for quarantine
                                         Postharvest control of mycotoxins in maize, copra and
                                        medicinal plants
                                         Value addition to agricultural products and utilization of by-
                                        products, including for animal feed
                                                              41




                      3. Asian Development Bank (ADB)
Tentang ADB   Asian    Development   Bank   (ADB)    atau Bank
              Pembangunan Asia adalah lembaga keuangan
              multilateral yang didirikan pada tahun 1966 dan
              dimiliki oleh 67 negara anggota, 48 dari kawasan
              Asia Pasifik dan 19 lainnya dari kawasan lain di
              dunia. Indonesia adalah salah satu negara anggota
              yang ikut mendirikan ADB pada tahun 1996. Saham
              yang dimiliki oleh Indonesia sebesar 5,43% dengan
              jumlah suara 4.65%. Jika dilihat dari jumlah
              pinjaman yang disetujui hingga akhir 2007,
              Indonesia merupakan klien ADB terbesar dan
              merupakan penerima bantuan teknis kedua terbesar.

              ADB bertekad untuk mengurangi kemiskinan di
              seluruh kawasan Asia dan Pasifik dengan suatu visi
              mengenai negara-negara yang makmur, modern, dan
              terintegrasi satu dengan yang lain dan juga dengan
              dunia. Misi ADB adalah membantu negara
              berkembang yang menjadi anggotanya untuk
              mengurangi kemiskinan secara substansial dan
                                                                             42




                           meningkatkan kualitas hidup warganya.

                           Kantor pusat ADB berada di Manila, Filipina. Di
                           Indonesia, badan pemerintah yang menangani urusan
                           ADB adalah Departemen Keuangan. Kantor
                           Perwakilan ADB di Indonesia didirikan tahun 1987
                           dengan fungsi sebagai penghubung antara ADB
                           dengan para pemangku kepentingan dari pihak
                           pemerintah, sektor swasta dan masyarakat sipil.
                           Kantor perwakilan tersebut turut serta dalam dialog
                           kebijakan dan juga bertindak sebagai pusat
                           pengetahuan tentang isu-isu pembangunan di
                           Indonesia.

Alamat / Contact Address                      ADB-Indonesia Resident Mission
                                                     Gedung BRI II, 7th Floor
                                                Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46
                                                     Jakarta 10210, Indonesia
                                                                          atau
                                                           P.O. Box 99 JKPSA
                                                     Jakarta Pusat, Indonesia
                                                          Telp. : 021-251 2721
                                                           Fax : 021-251 2749
                                                       Email : adbirm@adb.org
                                           Website :http:// www.adb.org/irm
Bidang Garapan / Program   Mitra utama ADB adalah pemerintah, sektor swasta,
                           Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), lembaga
                           pembangunan, organisasi berbasis masyarakat dan
                           yayasan. ADB menyediakan bantuan teknis, pinjaman
                           dan hibah, serta menanamkan modal di sektor
                           swasta untuk membantu memobilisasi dana dari
                           sumber-sumber lain dengan cara mengurangi risiko.

                           Dalam melakukan kegiatannya, ADB mengikuti tiga
                           agenda strategis yang saling melengkapi, yaitu:
                           1. Pembangunan yang melibatkan semua pihak atau
                              inklusif. Agenda ini memiliki dua fokus strategis
                                                43




   yang saling menguatkan, yaitu pertumbuhan
   ekonomi yang kuat menciptakan dan memperluas
   kesempatan, dan akses yang lebih luas untuk
   mendapatkan kesempatan ini menjamin bahwa
   semua lapisan masyarakat memperoleh manfaat
   dari pertumbuhan. ADB menanamkan modal
   dalam bidang infrastruktur sebagai landasan
   bagi pertumbuhan perdagangan dan ekonomi
   sehingga masyarakat miskin dapat memperoleh
   akses terhadap layanan pokok. ADB juga
   menggalakan        pelatihan      pengembangan
   keterampilan dan pendidikan. ADB juga
   menyediakan layanan umum yang mendasar,
   seperti air dan sanitasi, yang terutama
   bermanfaat bagi orang miskin dan perempuan.
   Pertumbuhan inklusif seperti ini diharapkan
   dapat mengurangi ketimpangan yang ekstrim dan
   memberikan sumbangan bagi pertumbuhan
   ekonomi secara keseluruhan.
2. Pertumbuhan      yang      berkelanjutan    dan
   berwawasan lingkungan. Orang miskin dapat
   menjadi pihak yang paling menderita dari
   pendekatan     yang      hanya     mementingkan
   pertumbuhan      dan     mengabaikan     dampak
   lingkungan hidup. ADB mendukung transisi
   kawasan ini untuk mencapai pertumbuhan
   ekonomi dengan menggunakan karbon yang
   rendah dan ramah lingkungan. Hal ini dilakukan
   dengan memberikan bantuan kepada proyek dan
   program lingkungan hidup, termasuk prakarsa
   untuk mengurangi emisi karbon dioksida dan
   mebnatu     negara-negara     untuk   mengatasi
   perubahan iklim.
3. Mendukung kerjasama dan integrasi regional.
   ADB mengembangkan infrastruktur lintas negara
   untuk meningkatkan perdagangan dan hubungan
   fisik antar bangsa. ADB juga membantu para
                                                                    44




                     pemerintah     menangani   ancaman      bersama
                     terhadap lingkungan hidup, kesehatan dan
                     bencana alam. ADB mendukung sejumlah usaha
                     kerjasama regional. Di kawasan Pasifik, ADB
                     mendukung       prakarsa     regional     untuk
                     meningkatkan       keamanan        penerbangan,
                     menyediakan bantuan teknis keuangan, dan
                     mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS.
                     Dialog kebijakan secara regional dan aksi
                     kolektif untuk menanamkan sistem keuangan
                     yang baik dan manajemen makro ekonomi secara
                     bijaksana juga merupakan prioritas dalam agenda
                     ADB.

                  Program dan strategi ADB untuk Indonesia 2006-
                  2009 berfokus pada percepatan pertumbuhan,
                  penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan
                  kemiskinan melalui peningkatan kuantitas dan
                  kualitas infrastruktur fisik dan sosial, dan melalui
                  penggunaan sumber daya publik, eksternal dan
                  bidang swasta secara efektif. Reformasi kebijakan,
                  kelembagaan dan peraturan akan menjadi hal yang
                  vital untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan
                  dan meningkatkan rasa percaya diri masyarakat
                  serta investor. Pemberian pinjaman dan dukungan
                  teknis melalui strategi tersebut harus memenuhi
                  semua kebutuhan pembiayaan dan investasi yang
                  ditetapkan pemerintah. ADB akan berfokus pada
                  penguatan kemitraan publik-swasta dan akan
                  menyesuaikan dukungannya dengan program dan
                  proyek pemerintah untuk mengurangi biaya dalam
                  perancangan dan pemberian bantuan.

Akses Pendanaan   Instrumen ADB untuk membantu negara-negara
                  anggotanya adalah dialog kebijakan, pinjaman,
                  penyertaan modal, jaminan, hibah dan bantuan
                  teknis. Bantuan teknis merupakan layanan vital yang
                                                  45




digunakan untuk membantu negara-negara dalam
mengidentifikasi      dan     merancang      proyek,
meningkatkan      kelembagaan,     memformulasikan
strategi pembangunan, atau mendorong kerjasama
regional. Bantuan teknis dapat dibiayai dalam bentuk
hibah, atau pinjaman namun jarang, melalui anggaran
pusat ADB atau sejumlah dana khusus yang
disediakan oleh anggota lembaga donor ADB.
Dalam empat tahun terakhir, jumlah pinjaman ADB
rata-rata adalah $7 miliar per tahun, dengan
bantuan teknis rata-rata $218 juta dan dana hibah
proyek $616 juta. ADB juga mengatur sejumlah
trust fund dan menyalurkan pembiayaan hibah yang
disediakan oleh lembaga donor bilateral. Walaupun
sebagian besar pemberian bantuan dilakukan untuk
sektor publik dan pemerintah, namun ADB juga
menyediakan bantuan langsung bagi pengusaha
swasta di negara berkembang melalui penyertaan
investasi, jaminan dan pinjaman.
Pihak yang berminat dapat menghubungi langsung
alamat di atas untuk melihat kemungkinannya dan
persyaratan yang lebih detil.
                                                                     46




         4. Adventist Development and Relief Agency (ADRA)
Tentang ADRA        ADRA adalah suatu lembaga nir laba internasional
                    yang bergerak dibidang pembangunan dan pemulihan
                    musibah dengan memfokuskan pada proyek-proyek
                    pembangunan jangka panjang dan berkelanjutan.
                    Lembaga ini mempunyai jaringan yang luas dan telah
                    mempunyai kantor-kantor perwakilannya di lebih dari
                    120 negara di dunia, termasuk Indonesia. ADRA
                    membantu kepada siapa saja yang memerlukan
                    bantuan tanpa memandang suku, politik maupun
                    agama.

                    Di Indonesia, ADRA memperoleh dukungan dari
                    lembaga-lembaga pemerintah, perorangan, gereja-
                    gereja, organisasi lain-lainnya.    ADRA Indonesia
                    merupakan bagian dari jaringan operasi kemanusiaan
                    yang dimiliki oleh Gereja Advent Hari Ketujuh. ADRA
                    telah dikenal oleh berbagai lembaga donor dan telah
                    diakui sebagai anggota ECOSOC (Konsil ekonomi dan
                    sosial) di Perserikatan Bangsa-bangsa.
                                                                             47




Alamat / Contact Address                             Gedung Pertemuan Advent
                                           Jalan M. T. Haryono, Blok A, Kav 4-5
                                                                 Jakarta 12810
                                                          Telp: 021-8370 3185
                                                         Fax: 021 – 8370 7341
                                           Email: webmaster@adraindonesia.org
                                                                     Webpage:
                                    http://www.adraindonesia.com/contact.html

Bidang Garapan / Program   ADRA Indonesia mempunyai misi sebagai suatu
                           lembaga Kristen yang bergerak di bidang kemanusian
                           dan pemulihan bencana dengan menciptakan berbagai
                           peluang, pemberdayaan manusia dan berbagi harapan.
                           Program-program     Program     ADRA      Indonesia
                           dirancang sedemikian rupa dengan cakupan perbagai
                           proyek untuk kepentingan masyarakat Indonesia
                           yang memerlukan. Program-program ADRA dimaksud
                           untuk mendukung sasaran-saran sebagai berbagai
                           berikut:    meningkatkan    hubungan     kemitraan,
                           memfasilitasi masyarakat, mengurangi konflik dan
                           kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup dan berbuat
                           sebaik mungkin yang dapat dikerjakan oleh ADRA.

                           Saat ini ADRA bekerja di wilayah Sumatera, Jawa
                           dan Nusa Tenggara Timur, dan akan meluaskan
                           wilayah kerjanya ke Sulawesi dan Irian Jaya. Program
                           ADRA Indonesia dirancang sedemikian rupa dengan
                           cakupan    perbagai   proyek    untuk    kepentingan
                           masyarakat Indonesia yang memerlukan. Program-
                           program tersebut mencakup pendidikan dasar,
                           kesehatan primer, pengembangan ekonomi, siaga dan
                           respon terhadap bencana.

                           Pendidikan Dasar
                           Pendidikan memberikan masyarakat kekuatan untuk
                           keluar dari lingkaran kemiskinan. ADRA menggunakan
                           pendidikan primer untuk mengubah kehidupan anak-
                                                  48




anak.   Sebagai   tambahan,    bersamaan     dengan
pengajaran membaca dan menulis untuk perempuan,
mereka juga diajarkan tentang praktek-praktek
kesehatan primer dan keterampilan usaha kecil.
Kesehatan Primer
ADRA Indonesia menyediakan air bersih dan
pendidikan dasar kesehatan untuk mengubah
komunitas yang rentan dengan penyakit menjadi
komunitas yang sehat dengan sedikitnya anak-anak
yang meninggal karena sebab-sebab yang dapat
dicegah. ADRA menyediakan layanan kesehatan
kepada masyarakat dengan melatih tenaga dan
relawan kesehatan, mendidik masyarakat mengenai
HIV/AIDS/STI,      dan   membangun      pusat-pusat
kesehatan.

Pengembangan Ekonomi
Sumberdaya finansial sering tidak dapat diakses oleh
sebagian besar masyarakat di negara-negara
berkembang,     terutama    oleh   perempuan     dan
masyarakat miskin pedesaan. Menyadari kebutuhan
akan layanan finansial di negara berkembang, ADRA
mengimplementasikan                program-program
pengembangan ekonomi yang mengenalkan perbankan
masyarakat, menyediakan kesempatan-kesempatan
untuk para usahawan dan menstimulasi ekonomi
regional.

Kegiatan ADRA di bidang pengembangan ekonomi ini
mencakup:
 Pengembangan usaha kecil
 Peningkatan pendapatan
 Agrikultur non-tradisional
 Pendidikan dasar
 Pinjaman bagi perusahaan mikro
 Melek huruf
 Pelatihan kejuruan
                                                                    49




                   Lingkungan hidup

                  Siaga dan Respon terhadap Bencana
                  ADRA menanggapi bencana dengan menyediakan
                  makanan, air, shelter, pakaian dan peralatan
                  kesehatan. Sebagai tambahan, ADRA juga kerap
                  tinggal dan membantu masyarakat korban bencana
                  untuk membangun kembali. Hal ini termasuk program-
                  program rekonstruksi, membangun dan memperbaiki
                  sumber air atau sekolah.


Akses Pendanaan   ADRA Indonesia memberikan bantuan pada kegiatan-
                  kegiatan yang sesuai dengan portofolionya. Selain
                  dari proposal yang masuk, ADRA juga mencari wilayah
                  atau sasaran program dengan mengkaji data sekunder
                  dan melakukan asesmen, serta bekerjasama dengan
                  pemerintah daerah setempat. ADRA Indonesia
                  mendapatkan dana dari berbagai lembaga donor dan
                  menyalurkannya sesuai dengan mandat dari lembaga
                  donor terkait. Dana tersebut tidak diberikan secara
                  langsung kepada masyarakat yang membutuhkan
                  melainkan dikelola oleh ADRA. Umumnya ADRA
                  bekerja dengan kelompok-kelompok masyarakat,
                  seperti koperasi, untuk dibina dan dalam hal bantuan
                  pengembangan ekonomi, juga diberikan pinjaman
                  lunak. Namun demikian ADRA tidak menutup
                  kemungkinan untuk membina usaha perorangan.
                  Dengan membina kelompok-kelompok masyarakat
                  diharapkan terdapat suatu wadah yang akan
                  meneruskan program-program yang telah dibina oleh
                  ADRA jika suatu saat program berakhir.

                  Untuk mengimplementasikan program-programnya,
                  ADRA mempekerjakan staf dan tenaga ahli yang
                  kompeten di bidangnya. Proses monitoring dilakukan
                  pada semua proyek yang diimplementasikan oleh
                                                                               50




                            ADRA melalui pertemuan bulanan Project
                            Coordinator's Committee, supervisi lapangan dan
                            monitoring regular. Tinjauan dan evaluasi juga
                            dilakukan pada interval yang telah dijadwalkan.
                           Persyaratan untuk berkolaborasi dapat menghubungi
                           alamat ADRA seperti diatas. Permohonan bantuan
                           dapat diajukan dengan mengirimkan proposal secara
                           langsung ke alamat di atas. Proposal dengan kegiatan
                           yang sesuai dengan portofolio ADRA Indonesia akan
                           dipertimbangkan        dan      dicarikan       sumber
                           pembiayaannya.




                    5. Australian Indonesia Governance Research
                                             Partnership (AIGRP)
Tentang AIGRP
                             AIGRP (Kemitraan Pengembangan Penelitian Australia
                             Indonesia)    merupakan   inisiasi pendanaan    yang
                             disponsori oleh AusAID dalam menyatukan para peneliti
                             dari Australia dan Indonesia guna menangani masalah-
                             masalah umum yang dihadapi oleh pemerintah.

Alamat / Contact Address        Sampai dengan ditulisnya direktori ini, AIGRP masih
                               dalam proses pencarian tempat untuk lokasi kantor di
                               Indonesia. Alamat yang dapat dihubungi selagi belum
                                        ada kejelasan kantor di Indonesia adalah ke :
                               Australia-Indonesia Coordinator: Etsi Yudhini. E-mail:
                                    atsi.yudhini@anu.edu.au atau ke Direktur AIGRP:
                                   Professor Andrew MacIntyre Director, Crawford
                                 School of Economics & Government ANU College of
                                         Asia and the Pacific The Australian National
                                                    University Canberra, ACT, 0200 ;
                                http://www.crawford .anu.edu. au/ Tel: (61-2) 6125-
                                                                            51




                                                                         4765
                                                        Fax: (61-2) 6125-5448
                               Website: http://www.crawford.anu.edu.au/AIGRP/

Bidang Garapan / Program   Topik penelitian yang didanai berbeda tiap tahunnya.
                           Informasi topic-topik setiap tahunnya diumumkan lewat
                           iklan   dan      di    website     nya     yaitu   di
                           http://www.crawford.anu.edu.au/AIGRP/.

                           Pada intinya, tema-tema penelitian yang digarap oleh
                           AIGRP mencakup: (1) kebijakan ekonomi, reformasi
                           strategi dan hubungan-hubungan yang berkenaan
                           dengan pemerintahan, (2) institusi politik, administrasi
                           public, keterwakilan lembaga masyarakat dan sector-
                           sektor    dalam    proses-proses   yang     menyangkut
                           kebijakan, (3) hukum, institusi legal dan kontrak, (4)
                           berbagai respon terhadap korupsi dan anti-korupsi.

Akses Pendanaan            Proposal maksimum 2 (dua) halaman. Penjelasan detail
                           persyaratan pengajuan pendanaan dan hal-hal yang
                           perlu ditulis dalam proposal tersebut dapat dilihat di
                           http://www.crawford.anu.edu.au/AIGRP/pa_guidelines.
                           php atau menghubungi koordinator Australia-Indonesia:
                           Etsi Yudhini. E-mail: atsi.yudhini@anu.edu.au
                                                                        52




               6. Al Azhar Peduli Ummat, Lembaga Amil Zakat
Tentang LAZ-Al Azhar
                           Lembaga Amil Zakat Al Azhar Peduli Ummat didirikan
                           pada     tanggal    1    Desember    204      oleh
                            Yayasan Pesantren Islam Al Azhar
                           Lembaga ini mempunyai visi : ― Menjadi institusi
                           pengelola zakat yang amanah dan profesional dalam
                           menyelenggarakan berbagai program pemberdayaan
                           ummat‖
Alamat / Contact Address
                           Alamat : Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja,
                                                               Kebayoran Baru,
                            Jakarta Selatan 12110 Telp. 021 7221504 | Fax. 021
                                                                      7265241

                                       Website: http://www.alazharpeduli.com/
Bidang Garapan / Program
                           Dalam menjalankan kegiatannya, LAZ Al Azhar Peduli
                           Ummat mengembangkan suatu misi sebagai berikut:

                              1. Memotivasi masyarakat untuk menyalurkan dan
                                 a Zakat, Infaq dan Shadaqah
                                                              53




                     2. Menghimpun dan mengelola dana ZIS secara pr
                        ofesional dan transparan

                     3. Menjadi jembatan antara kepentingan muzakki
                        dan Mustahiq

                     4. Menyelenggarakan berbagai program pendidika
                        n, dakwah, sosial, dan, kemaslahatan ummat

                     5. Menyelenggarakan berbagai program pemberda
                        yaan ekonomi ummat
                  Untuk     menjalankan     programnya,   lembaga ini
                  memperoleh pendanaan dari sumber sebagai berikut:
                      1. Zakat
                      2. Infaq/ Sedekah
                      3. Dana Kemanusiaan
                      4. Donasi lain yang tidak mengikat
Akses Pendanaan   Bagi yang berminat untuk bekerjasama dengan LAZ-
                  Al Azhar Peduli Ummat, dapat menghubungi lembaga
                  tersebut dengan alamat seperti di atas.
                                                                       54




              7. The Alexander von Humboldt Foundation (AvH)
Tentang AvH
                          The Alexamder von Humboldt Foundation (AHF) di
                          dirikan pada tahun 1860 di Berlin oleh pemerintah
                          federal Jerman dan merupakan lembaga nir laba untuk
                          mempromosikan kerjasama penelitian internasional.
                          Lembaga ini memberikan fasilitas pengiriman tenaga
                          peneliti bukan warga Negara Jerman yang berkualitas
                          untuk tinggal di Jerman selama jangka waktu
                          penelitiannya dan mempromosikan kepastian kontak
                          dengan akademisi di Jerman. Yayasan Humbold ini
                          mempromosikan suatu jaringan para ilmuwan seluruh
                          dunia sejak tahun 1953, termasuk jaringan para
                          penerima hadiah Nobel. Lembaga ini di danai oleh
                          Kantor Kementerian Luar Negeri , Kantor Kementerian
                          Pendidikan dan Penelitian, Kantor kementerian
                          Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan Republik Federal
                          Jerman serta sejumlah mitra nasional maupun
                          internasional.
                                                                          55




Alamat / Contact Address
                                             Alexander von Humboldt Foundation
                                                              Jean-Paul-St. 12
                                                                 D-53173 Bonn
                                                                      Germany

                                                         Tel.: (+49) 0228-833-0
                                                       Fax: (+49) 0228-833-199
                                                              Email: info@avh.de
                                  Website: http://www.humboldt-foundation.de/

Bidang Garapan / Program
                           Program     The      Humboldt  Foundation    adalah
                           mempromosikan suatu jaringan ilmuwan yang aktif di
                           seluruh dunia.     Lembaga ini memberikan sponsor
                           kepada perorangan, bukan kepada suatu proyek.
                           Ilmuwan yang di sponsori terdiri dari ilmuwan yang
                           dengan latar belakang semua bidang ilmu. Lembaga ini
                           mendukung temuan-temuan melalui mimbar akademik
                           yang bebas. Peserta program ini bebas memilih topik
                           dan ilmuwan di Jerman yang diingini tanpa ada
                           intervensi dari pihak lembaga.

                           Ada dua program utama yang dapat dimanfaatkan oleh
                           ilmuwan Indonesia yaitu program Humboldt Research
                           Fellowships dan Georg Forster Research Fellowships.
                           Humboldt Research Fellowship diperuntukkan bagi
                           ilmuwan berbagai bidang ilmu yang berkualitas tinggi
                           untuk tinggal di Jerman dan melakukan penelitian
                           dengan di biayai oleh pemerintah Jerman. Pendanaan
                           tidak berlaku bagi kegiatan yang bersifat kunjungan
                           studi jangka pendek, partisipasi di konferensi-
                           konferenci ilmiah, dan juga pelatihan-pelatihan Tidak
                           ada quota dari setiap negara maupun dari setiap bidang
                           ilmu per tahunnya.

                           Bagi ilmuwan yang penelitiannya bersifat penelitian
                           dasar dapat mendaftar ke program Humbold Research
                                                                 56




                  Fellowship sedangkan ilmuwan yang peneltiannya lebih
                  terfokus pada negara berkembang dapat mendaftar di
                  Georg Foster Research.         Setiap proposal akan
                  dievaluasi oleh 8 orang ilmuwan anggota komite. Setiap
                  proposal akan dinilai dari segi keaslian, relevansinya
                  dengan issu-issu saat kini, dan relevansinya dengan
                  pembangunan kebijakan serta kualitas kerja akademik
                  sebelumnya (dibuktikan dengan misalnya referensi,
                  publikasi, dan lain-lain). Pemrosesan aplikasi akan
                  memakan waktu kurang lebih 3 – 6 bulan. Pelamar akan
                  diberitahu secepatnya terhadap hasil seleksi oleh
                  komite.
Akses Pendanaan
                  Untuk Humbold Research Fellowships, syarat-
                  syaratnya adalah:

                   Humboldt Research Fellowship:

                       Umur maksimum 40 tahun

                       Berasal dari Negara berkembang

                       Penelitian bersifat jangka panjang.

                       Untuk berbagai bidang ilmu.

                       Maksimum penerima dana sebanyak 600 orang
                        per tahun dari seluruh penjuru dunia.

                       Pendidikan terakhir PhD atau yang sederajat dan
                        mempunyai pengalaman penelitian beberapa tahun
                        dengan disertai bukti publikasi di jurnal
                        akademik internasional.    Kandidat PhD yang
                        tinggal menyelesaikan tugas akhirnya dalam
                        waktu 6 bulan lagi dapat juga mendaftar dengan
                        menyerahkan manuskrip atau disertasi PhDnya
                        atau publikasi-publikasi yang berisi hasil-hasil
                        disertasinya.

                       Terbukti dapat melakukan penelitian secara
                                              57




      sendirian dengan disertai bukti-bukti berupa
      publikasi di jurnal ilmiah internasional.

     Sudah ada persetujuan dari tuan rumah di
      Jerman yang bersedia menjadi partner dan
      menjadi supervise proposal penelitiannya dan
      menyediakan tempat kerja untuk melaksanakan
      penelitiannya.

     Harus lancar berbahasa Jerman atau Inggris.
      Ilmuwan yang akan melakukan penelitian di
      bidang kemanusiaan dan ilmu social harus lancar
      berbahasa Jerman.

     Lamaran dilengkapi dengan sertifikat mampu
      berbahasa Jerman maupun bahasa Inggris.

     Detail proposal penelitian dan jadwal waktu
      pelaksanaan    penelitian    telah     mendapat
      persetujuan dari ilmuwan mitranya di Jerman.

 George Foster Research Fellowships

     Umur maksimum 45 tahun.

     Berasal dari Negara berkembang selain Turki,
      India dan China.

     Penelitian di Jerman antara 6 – 12 bulan, dapat
      diperpanjang sampai 24 bulan atau lebih.

     Detail proposal penelitian dan jadwal waktu
      pelaksanaan    penelitian    telah     mendapat
      persetujuan dari ilmuwan mitranya di Jerman.

     Pendidikan terakhir PhD atau yang sederajat dan
      mempunyai pengalaman penelitian beberapa tahun
      dengan disertai bukti publikasi di jurnal
      akademik internasional.    Kandidat PhD yang
      tinggal menyelesaikan tugas akhirnya dalam
      waktu 6 bulan lagi dapat juga mendaftar dengan
                                               58




      menyerahkan manuskrip atau disertasi PhDnya
      atau publikasi-publikasi yang berisi hasil-hasil
      disertasinya.

     Terbukti dapat melakukan penelitian secara
      sendirian dengan disertai bukti-bukti berupa
      publikasi di jurnal ilmiah internasional.

     Sudah ada persetujuan dari tuan rumah di
      Jerman yang bersedia menjadi partner dan
      menjadi supervise proposal penelitiannya dan
      menyediakan tempat kerja untuk melaksanakan
      penelitiannya.

     Harus lancer berbahasa Jerman atau Inggris.
      Ilmuwan yang akan melakukan penelitian di
      bidang kemanusiaan dan ilmu social harus lancar
      berbahasa Jerman.

     Lamaran dilengkapi dengan sertifikat mampu
      berbahasa Jerman maupun bahasa Inggris.

Lembar pendaftaran serta informasi detailnya dapat
ditanyakan langsung ke alamat di atas. Lamaran dapat
dikirim setiap waktu dan dibahas oleh kemite pada
bulan-bulan Februari, Juni dan Oktober.       Lamaran
harus dilengkapi dengan surat pernyataan dari mitra di
Jerman. Surat pernyataan ini dapat dikirim oleh
mitranya langsung ke kantor Humboldt. Lamaran harus
dilengkapi dengan lembar persyaratan yang telah
lengkap. Lamaran yang tidak lengkap tidak akan
diproses.
                                                                59




                                 8. Yayasan Islam Al Huda

                  Yayasan Islam Al-Huda Bogor Indonesia adalah sebuah
Tentang Al Huda
                  yayasan yang bergerak di bidang sosial keagamaan
                  didirikan pada tanggal 1 Jumadats Tsaniyah 1413 H /
                  25 Nopember 1992 M.
                  Tujuan di dirikannya yayasan ini adalah mengajak umat
                  Islam khususnya dan umat non muslim secara umum
                  untuk kembali kepada jalan yang haq yaitu Islam yang
                  berasaskan Al Qur‘an dan Sunnah Nabi Muhammad
                  Shallallahu Alaihi Wasalam yang shahih berdasarkan
                  pemahaman salafus shalih, serta menyatukan ummat
                  Islam dimana pun berada di atas manhaj yang shahih,
                  manhaj AhluSunnah wal Jama‘ah.
                        Yayasan Islam Al-Huda mempunyai visi menjadi
                     pusat lembaga pendidikan, dakwah, informasi dan
                     kajian Islam yang berdasarkan Al Quran dan As
                     Sunnah dengan pemahaman Salafus shalih di
                     Indonesia.
                        Yayasan Darussunah Al Islamiyah menjalankan
                                                                            60




                           misinya :
                           1. Kembali kepada Al Quran dan As Sunnah dengan
                               pemahaman       dan     Pengamalan      Salafussalih
                               (sahabat, tabi‘in, atba‘ attabi‘in dan para imam).
                           2. Tashfiyah, menyerukan kemurnian ajaran Islam
                               dari segala noda syirik, bid‘ah, khurofat serta
                               dari     gerakan-gerakan        dan     pemahaman-
                               pemahaman yang menyimpang dari akidah dan
                               ajaran Islam yang benar.
                           3. Tarbiyah, menyerukan pembinaan dan pendidikan
                               kepada kaum muslimin untuk menghidupkan ilmu
                               dan amal di atas manhaj Ahlussunah Wal
                               Jama‘ah.
                           4. Menyelenggarakan pendidikan pesantren, kajian-
                               kajian Islam, seminar dan muktamar baik di
                               tingkat regional maupun nasional.
                           5. Menyelenggarakan program penyebaran dakwah
                               dan kajian Islam melalui media massa, media
                               elektronika, internet, radio, cd/vcd, kaset-kaset,
                               majalah, radio dakwah dan buletin dakwah atau
                               fasilitas lainnya yang tidak bertentangan dengan
                               hukum.
                           6. Membangun komunikasi dan kerjasama dalam
                               kebaikan dan ketaqwaan dengan institusi dan
                               organisasi yang sejalan di tingkat lokal maupun di
                               tingkat nasional.
                           7. Menjalankan dan menyelenggarakan fungsi
                               amaliah sosial sebagai perwujudan mu‘amalah
                               Islamiyah.

                                                           Yayasan Islam Al Huda
Alamat / Contact Address
                           Jln. Raya Kapten Yusuf, Gg Purnama RT 05/01 No. 61,
                                         Cimanglid, Sukamantri, Tamansari-Bogor
                                                 PO Box 01, Ciomas, Bogor 16610
                                                        Telp/Fax: 0251-8487512
                                                 Email: alhuda487512@gmail.com
                                              Website: http://www.alhuda.or.id/
                                                                          61




Bidang Garapan / Program       Yayasan     Islam   Al-Huda     Bogor    Indonesia
                           sedangmelaksanakandanmerencanakanberbagaimacam
                           program dankegiatansebagaiberikut:
                           A.Program JangkaPendek
                           1.Menyiapkan kader kader da'I dan da'iyah untuk
                           dikirim ke berbagai wilayah dan ditempatkan di masjid-
                           masjid yang dibangun oleh yayasan alhuda.
                           2.Menyelenggarakan pendidikan hafalan Al Quran dan
                           Hadits.
                           3.Menyelenggarakan pendidikan TKIT sampai STAIA.
                           4.Menyelenggarakan kajian rutin, dauroh, seminar dan
                           pesantren kilat.
                           5.Menerbitkan bulletin dakwah setiap pekan dan
                           memproduksi cd/vcd dan kaset-kaset kajian Islam,
                           kajian online sertabuku-buku Islami .
                           6.Menerima dan menyalurkan zakat, infaq, shodaqoh,
                           buka puasa, kurban dana malsosial lainnya.
                           7.Melakukan kegiatan untuk usaha dan penggalangan
                           dana dari kaum muslimin untuk terwujudnya
                           pembangunan pesan tren dibeberapa daerah.
                           B.Program Menengah dan Jangka Panjang
                           1.Membangun pusat-pusat kegiatan keagamaan seperti
                           sekolah boarding shcool, pesantren atau ma'had-
                           ma'had dan markaz dakwah.
                           2.Menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan
                           TKIT, SDIT, SMPIT, MAN, STAIA (Sekolah Islam
                           Terpadu).
                           3.Menyelenggarakan pendidikan pesantren untuk
                           tingkat SD dan Tingkat SMP dan Pasca SMA.
                           4.Menyelenggarakan pendidikan pesantren dengan
                           system Mulazamah dengan menerapkan pengajaran
                           kitab-kitab para ulama terpercaya.
                           5.Membangun beberapa studio radio dakwah seperti
                           fajrifm da lainnya.
                           6.Membentuk Organizing Comitte untuk menangani
                           Event Organizing, seminar, training, kajian-kajian dan
                           lain-lain.
                                                                 62




                  7.Membangun komplek perkampungan Islam di sekitar
                  Yayasan Islam Al-Huda Bogor Indonesia.
                  8.Membangun klinik kesehatan dengan metode
                  pengobatan nabawi dan pengobatan modern, guna
                  membatu pengobatan dan pemeliharaan kesehatan kaum
                  Muslimin terutama di wilayah sekitar Yayasan Al-Huda.
                  PROGRAM      BANTUAN       PAKET      PEMBANGUNAN
                  MASJID
Akses Pendanaan   Lembaga atau kelompok masyarakat yang bermaksud
                  mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi
                  langsung ke alamat tersebut di atas.
                  Untuk Paket pembangunan masjid, ada beberapa
                  persyaratan sebagai berikut:
                     1. Mengajukan surat permohonan bantuan paket
                          pembangunan masjid dalam satu bundel proposal
                          lengkap.
                     2.   Melampirkan surat keterangan status tanah.
                     3.   Data luas dan ukuran tanah (panjang & lebar).
                     4.   Data jumlah penduduk muslim (KK) di sekitar
                          lokasi.
                     5.   Jarak masjid terdekat yang ada dari lokasi.
                     6.   Foto lokasi tanah, dari berbagai arah (dari
                          dekat,sedang dan jauh), tampak rumah dan jalan
                          sekitar lokasi dengan kamera digital dalam
                          bentuk CD.
                     7.   Nomor telpon & Alamat rumah panitia.
                     8.   Pembangunan masjid 1 Lantai berupa paket dari
                          awal (0 %) hingga selesai (100 %), oleh
                          YAYASAN ISLAM AL HUDA BOGOR-
                          INDONESIA bekerjasam dengan masyarakat.
                     9.   Semua persyaratan di atas dikirim ke kantor
                          Yayasan dengan alamat seperti di atas.
                                                                               63




                                   9. AMERICAN EXPRESS FOUNDATION

Tentang AMEX Fund   Emerican Express Foundation merupakan program CSR dari
                    perusahaan American Express Company atau lebih dikenal
                    dengan singkatan namanya yaitu AMEX. American Express
                    Company merupakan suatu perusahaan yang bergerak
                    dibidang agen perjalanan, pembiayaan dan jasa layanan
                    dengan jaringannya di seluruh dunia. Perusahaan ini didirikan
                    pada tahun 1850 dan merupakan perusahaan terkemuka
                    dalam bidang kartu kredit, travel check, perjalanan,
                    perencanaan pembiayaan, jasa bisnis, asuransi dan bank
                    internasional.
Alamat / Contact
Address                                       American Express Philanthropy
                                                    3 World Financial Center
                                                       New York, NY 10285
                             http://home3.americanexpress.com/corp/csr.asp

                                                                            atau
                                                                          64




                                              American Express Foundation
                                                  c/o American Express Co.
                                                  American Express Tower,
                                                 New York, NY10285-4803
                                                  United States of America
                                                    Phone + 1 212 640 5661
                       http://home3.americanexpress.com/corp/philanthropy/
Bidang Garapan /
Program            Amex foundation memberikan hibah dalam tiga macam tema
                   program yaitu: program layanan masyarakat (Community
                   service), kebudayaan (Cultural Heritage) dan kepemimpinan
                   (Leadership).       Hibah        dikelompok       layanan
                   masyarakatdiberikan atas rekomendasi dari staf Amex
                   dan/atau penasehat Amex. Untuk kedua kelompok tema
                   lainnya, Amex Foundation menerima pengajuan proposal dari
                   masyarakat.
Akses Pendanaan    Prosedur pengajuan bantuan pendanaan:

                   Untuk mendapatkan hibah dari Amex Foundation, peminat
                   harus mengirim surat permohonan ke alamat AMEX
                   Foundation.

                   Surat permohonan untuk mendapatkan pendanaan diterima
                   dan direview sepanjang tahun. Untuk mendapatkan
                   pendanaan, para pemohon diminta untuk memperhatikan
                   bidang-bidang apa saja yang tidak didanai oleh Amex
                   Foundation.

                   Surat permohonan / proposal maksimum dibuat 1-2 halaman,
                   tidak ada lampiran. Surat permohonan ini harus berisi
                   penjelasan yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan
                   sebagai                                         berikut:

                   *        Apa          misi       organisasi        anda?
                   * Apa sifat proyek yang anda ajukan untuk mendapatkan
                   pendanaan?
                   * Bagaimana proyek ini dapat memberikan manfaat terhadap
                                                         65




program Amex Foundation yang terdiri atas kebudayaan,
kepemimpinan         dan       layanan        masyarakat?
* Bagaimana pengaturan waktu pelaksanaan proyek yang
anda                                              ajukan?
* Bagaimana rencana biaya proyek anda dan berapa yang
anda       mintakan      ke        Amex       Foundation?
* Apakah anda mempunyai pendukung atau permohonan yang
belum        diproses       untuk        proyek       ini?
* Apa criteria untuk mengevaluasi kesuksesan proyek anda?

Tema atau area program dimana anda mengajukan
permohonan (Cultural Heritage, Leadership, Community
Service) harus ditulis di amplop luar surat pengajuan.

          Untuk internasional, surat permohonan dikirim ke:

                           American Express Philanthropy
                                          Funding Priority
  (Select One: Cultural Heritage, Leadership or Community
                                                  Service)
                                  3 World Financial Center
                                       Mail code 01-48-04
                                New York, NY 10285-4804

AMEX Foundation memberikan hibah ke organisasi nir-laba
di seluruh dunia tanpa membedakan suku, bangsa, jender,
agama, umur atau orientasi sex.

AMEX Foundation tidak menerima permohonan bantuan
pendanaan untuk tujuan individu seperti beasiswa, bantuan
pendanaan, kegiatan penggalangan dana, olah raga, progam
pengiklanan berbuat baik, program souvenir, perjalanan
perorangan    ataupun    kelompok,   kegiatan   organisasi
keagamaan atau sectarian, politik, pencalonan pemimpin,
kampanye organisasi, artikel/buku/majalan di jurnal
ilmiah/professional, perjalanan exhibisi dan sponsor olah
raga.
                                                                         66




                 Semua proposal harus dikirim dalam bentuk hard-copy.
                 Besarnya bantuan dana yang diberikan oleh Amex
                 Foundation berkisar antara US$ 500 – 500,000.

                 Online application:
                 http://home3.americanexpress.com/corp/gb/contacts.asp




                                           10. Ashoka Foundation
Tentang Ashoka
                       Ashoka     adalah   asosiasi   internasional    yang
                       memperkenalkan dan mendukung wirausaha sosial
                       yang beroperasi di Asia, Afrika, Amerika Latin dan
                       Eropa Tengah. Lembaga ini dirikan pada tahun 1980
                       oleh Bill Drayton, seorang warga Amerika Utara
                       yang mengkhususkan pada pendanaan kegiatan yang
                       berkaitan dengan tiga bagian misinya yaitu:
                       * Mengidentifikasi dan mendukung peluncuran ide-
                       ide inovatif dalam penyelesaian masalah-masalah
                       sosial;
                       * Membangun jaringan wirausaha sosial berskala
                       internasional,                                 serta
                       *     Memajukan      dan     memperkuat      profesi
                       kewirausahaan sosial.
                       Ashoka mendukung individu-individu yang percaya
                       bahwa mereka dapat menghasilkan perubahan
                                                                            67




                           sistematis di negara mereka dalam kurun waktu 10
                           sampai 15 tahun. Ashoka tidak mendukung seseorang
                           yang memiliki kerja yang terbatas hanya pada
                           tingkat lokal.

Alamat / Contact Address                                     Ashoka Indonesia.
                                                   Jl. Saninten No.37-Bandung
                                                                   Jawa Barat
                                                               Indonesia 40114
                                 telp/fax: 62-22-7234095 | mobile phone: 62-
                                                                    811227201
                                                    Website: www.ashoka.or.id
                                    e-mail: ashokaindonesia@bdg.centrin.net.id

Bidang Garapan / Program   Ashoka bukanlah sebuah lembaga penyandang dana.
                           Namun,    Ashoka mencoba       untuk    membangun
                           organisasi dalam bentuk berbeda, yaitu asosiasi
                           global wirausahawan sosial yang didasari atas rasa
                           saling menghormati dan kerjasama, yang kebanyakan
                           dirancang oleh dan untuk para Fellow itu sendiri.
                           Ashoka berharap dukungan yang dipadukan dengan
                           kesempatan untuk berkembang dan bekerjasama
                           dengan para wirausahawan sosial lain dalam program
                           Fellowship Ashoka, dapat membantu para Fellow
                           mencapai dampak yang lebih besar dan lebih cepat.
                           Dukungan Ashoka kepada wirausahawan sosial di
                           Indonesia adalah dukungan jaringan, penyebarluasan
                           gagasan dan finansial.

                           Untuk memenuhi kebutuhan akan kewirausahawan
                           sosial, Ashoka mengembangkan tiga strategi
                           pendekatan dalam fokus kegiatan dan program
                           kerjanya, yaitu:
                           1. Mendukung wirausahawan sosial, dilakukan melalui
                              usaha mencari dan menyeleksi Fellow, serta
                              menyebarluaskan gagasan dan institusi Fellow.
                           2. Menciptakan komunitas kewirausahawan sosial,
                                                                    68




                     dilakukan melalui pengembangan pola kerjasama
                     antar wirausahawan sosial agar perubahan di
                     bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, hak
                     asasi dan pengembangan ekonomi dapat terjadi
                     secara luas dan sistemik.
                  3. Membangun infrastruktur baru bagi sektor
                     masyarakat sipil, dilakukan sebagai landasan
                     penciptaan sektor masyarakat sipil yang berdaya
                     saing sehingga mewujudkan individu-individu
                     pembawa perubahan.

Akses Pendanaan   Ashoka mengikuti pendekatan ―Modal Ventura‖ dalam
                  membiayai perubahan sosial. Ashoka mengintervensi
                  pada periode ketika risiko sangat besar, ketika
                  hampir tidak ada dukungan tersedia, dan ketika
                  investasi yang kecil dapat menghasilkan pengembalian
                  sosial dalam skala luas. Ashoka memberikan dukungan
                  finansial dalam bentuk uang saku kepada individu-
                  individu yang sedang dalam tahap peluncuran
                  karya/idenya. Uang saku tersebut dibutuhkan
                  sebagai gaji penuh bagi wirausahawan sosial,
                  membebaskan mereka untuk berkonsentrasi secara
                  khusus kepada ide baru mereka bersamaan dengan
                  pengembangan fondasi institusional dimana ide
                  mereka dapat berjalan.

                  Namun demikian, dukungan finansial semata tidaklah
                  cukup untuk secara berhasil membantu para Fellow
                  memulai ide mereka, hingga Ashoka memperluas
                  investasinya dengan membuat berbagai pelayanan
                  yang bernilai tambah. Seperti asosiasi profesional,
                  Ashoka bekerja untuk memperkuat efektifitas para
                  anggotanya dengan menyediakan berbagai kontak dan
                  informasi, juga menumbuhkan kerjasama diantara
                  para Fellow di seluruh jaringan Fellow. Dana yang
                  didapat dari investor juga digunakan untuk menolong
                  para Fellow dalam pelayanan ini. Sementara dukungan
                                                   69




dana yang ditawarkan Ashoka terbatas selama tiga
tahun, peluang Fellowship terbuka bagi Fellow bahkan
setelah tunjangan berakhir, selama mereka menjadi
bagian dari jaringan kerja Ashoka.
Selama lebih dari dua dekade, Ashoka telah menguji
dan menyaring suatu proses pencarian dan seleksi
yang ketat yang meliputi lima tahap sebagai berikut:
 Rekomendasi kandidat oleh Nominator Ashoka atau
  pencalonan diri sendiri
 Penyaringan oleh staf lokal Ashoka termasuk
  tinjauan    lamaran,    wawancara,    pemeriksaan
  referensi dan kunjungan lapangan
 Wawancara dengan anggota staf internasional
 Wawancara dengan sekelompok panel penilai yang
  terdiri dari tiga sampai empat orang tokoh
  setempat dan seorang Dewan Ashoka atau anggota
  staf senior
 Tinjauan terhadap materi tertulis tentang kandidat
  dan rekomendasi panel penilai oleh Dewan Direktur
  Internasional Ashoka

Selain itu Ashoka juga telah mengembangkan dan
memilah     suatu      kelompok    kriteria     untuk
mengidentifikasi sosok wirausahawan sosial. Untuk
terpilih sebagai Fellow Ashoka, seseorang harus
mempunyai kualifikasi:
   1. Ide Baru
   Ashoka hanya memilih seseorang yang memiliki
   ide baru, solusi baru untuk masalah sosial yang
   dapat mengubah pola di lapangan, seperti
   menjadikan sesuatu memenuhi standar hak asasi
   dan kesehatan, di tingkat nasional atau ke wilayah
   yang lebih luas di negara-negara yang lebih kecil.
   2. Kreativitas
   Seorang wirausahawan sosial yang sukses
   haruslah kreatif dalam menentukan tujuan dan
   dalam memecahkan masalah-masalah --yang tidak
                                              70




terelakkan muncul-- saat ia mengejar visinya
tersebut. Mereka harus menggunakan daya
kreativitasnya dari hari ke hari, dari tahun ke
tahun, agar mencapai sukses. Untuk mengevaluasi
apakah seseorang memiliki daya kreativitas
esensial tersebut atau tidak, Ashoka meneliti
masa lalu mereka dari sejak masa remaja dalam
mengembangkan solusi kreatif terhadap masalah-
masalah.
3. Kemampuan Berwirausahawan
Ashoka mencari orang-orang yang memiliki tipe
kepribadian yang sangat tidak biasa, termotivasi
oleh keinginan untuk menciptakan perubahan
sosial yang signifikan. Wirausahawan sosial
bersifat    praktis   dan   pragmatis;    mereka
mengetahui bagaimana mengatasi rintangan, dan
mereka dikendalikan oleh ide dan niat mereka
untuk membuat ide tersebut menjadi kenyataan
secara institusional.
4. Dampak Sosial
Ashoka hanya menaruh minat pada ide-ide yang
dalam tujuan jangka panjang akan memberi
perubahan pada bidang-bidang kerja para
kandidat secara signifikan dan dapat memicu
dampaknya secara nasional, atau untuk negara-
negara yang lebih kecil dapat memperluas daerah
perubahan.
5. Karakter Etis
Untuk lebih meyakinkan bahwa asosiasi ini
dibangun berdasarkan kepercayaan dan saling
hormat, Ashoka mencari kandidat yang secara
naluriah dapat dipercaya. Selain itu, karena
kandidat    akan     memperkenalkan    perubahan
struktural yang besar dalam masyarakat, maka
penting artinya bagi mereka yang bekerja dengan
para wirausahawan untuk dapat benar-benar
mempercayainya. Dampak dalam skala luas yang
                                                                            71




                              mungkin terjadi dari ide kandidat, memerlukan
                              individu yang memiliki penilaian yang tepat akan
                              sesuatu hal dan berkarakter dapat dipercaya
                              untuk menuntun proses perubahan dalam arah
                              yang positif.

                           Untuk menjadi Fellow Ashoka dengan kriteria yang
                           telah ditentukan tersebut dapat menghubungi alamat
                           di atas secara langsung.




                                             11. Asia Foundation, The


Tentang Asia Foundation
                           The Asia Foundation adalah organisasi nirlaba, non
                           pemerintah, yang didirikan dengan maksud untuk
                           membantu tercapainya keadaan di Asia Pacific yang
                           damai, sejahtera, adil dan terbuka.. Lembaga ini
                           sudah berkiprah sejak tahun 1955. Dana The Asia
                           Foundation bersumber dari pemerintah Australia,
                           Canada, Denmark, the Netherlands, the United
                           Kingdom, USA, Give2Asia, ADB, the Internantional
                           Finance Corporation, dan perusahaan2 seperti
                           Microsoft serta Pfizer.
Alamat / Contact Address                        The Asia Foundation-Indonesia
                                                         PO BOX 6793 JKSRB
                                                               Jakarta12067
                                                                   Indonesia
                                                                            72




                                                   Jl. Dharmawangsa Raya 50,
                                               Kebayoran baru, Jakarta 12160.
                                                         Telp. 021-727 88424
                                                           Fax: 021-720 3123
                                                  E-mail: general@tafindo.org
                                               http://www.asiafoundation.org/

Bidang Garapan / Program   Selama lebih dari lima dekade Asia Foundation ikut
                           berkontribusi menjawab kebutuhan Indonesia
                           melalui serangkaian program. Program-program Asia
                           Foundation di Indonesia saat ini terfokus pada tata
                           pemerintahan yang baik, pengurangan kemiskinan,
                           pendidikan bermutu, dan pemberdayaan perempuan.
                           Kelembagaan Institusi Hukum
                           Di tahun 2000 Asia Foundation bersama berbagai
                           lembaga     masyarakat    dan   Mahkamah     Agung
                           meluncurkan program reformasi hukum yang
                           komprehensif. Hibah dan bantuan teknis Asia
                           Foundation difokuskan pada penguatan kapasitas
                           lembaga dan sumberdaya manusia di kehakiman,
                           kepolisian, fakultas-fakultas hukum, parlemen, dan
                           lembaga-lembaga publik lainnya; mendorong akses
                           pada informasi mengenai peraturan dan perundang-
                           undangan, serta membangun konstituensi dalam
                           kerangka reformasi hukum.

                           Tata Pemerintahan dan Reformasi Ekonomi Daerah
                           Melalui bantuan teknis, mitra Asia Foundation
                           mengembangkan     program     untuk    mendorong
                           kemampuan pemerintah dalam menyusun anggaran
                           yang menjawab kebutuhan perempuan dan keluarga
                           miskin.  Otonomi     daerah   juga    melimpahkan
                           kewenangan kebijakan ekonomi dan lingkungan bisnis
                           ke tingkat kota dan kabupaten. Namun, di banyak
                           daerah,     desentralisasi   berdampak       pada
                           bertambahnya biaya dan kebijakan lokal yang malah
                           menghambat laju ekonomi serta memandulkan upaya
                                                 73




mengurangi kemiskinan. Asia Foundation mendukung
inisiatif organisasi lokal dalam melakukan kajian
dampak kebijakan, termasuk menyediakan analisa
biaya-manfaat bagi berbagai peraturan baru di
daerah. Dalam upaya mendukung peningkatan
kapasitas pemda di bidang kebijakan, Asia
Foundation juga mendukung pengembangan One Stop
Shops (OSS - Pelayanan Satu Atap) untuk
merampingkan proses pemberian izin usaha di lebih
dari 55 kota dan kabupaten. Hal itu memungkinkan
berbagai usaha kecil dan menengah, yang
mempekerjakan sejumlah besar tenaga kerja di
Indonesia, berkembang dan karenanya berdampak
positif pada pengurangan angka pengangguran dan
kemiskinan.

Pendekatan Terpadu untuk Pembangunan Indonesia
Asia Foundation mengintegrasikan isu kesetaraan
jender di dalam semua programnya. Selain usaha
mengarustumakan jender tersebut, Asia Foundation
juga melaksanakan seperangkat program yang secara
eksplisit ditujukan untuk peningkatan partisipasi
politik dan penguatan peranan perempuan di
masyarakat. Pada saat yang sama, karena
kredibilitas lokal, otoritas moral, dan strukturnya
yang tersebar di seluruh wilayah, Asia Foundation
bermitra dengan organisasi-organisasi Islam di
hampir seluruh bidang programnya.

Manajemen Keuangan
Berbagai program Asia Foundation berjalan dengan
kemitraan dan dukungan dari lembaga pembangunan
bilateral maupun departemen khusus dari berbagai
negara. Selain itu, Asia Foundation bermitra dengan
Bank Dunia, yayasan dan perusahaan swasta yang
memberikan kontribusi dalam berbagai kerjasama
pembangunan yang kini sedang berjalan. Untuk
                                                                    74




                  mengelola   basis    pendanaan    dan    kolaborasi
                  pembangunan yang beragam ini, Asia Foundation
                  memiliki staf auditor, akuntan, dan pelatih
                  manajemen    keuangan     yang   profesional    dan
                  berpengalaman.    Para   pelatih   bekerja    untuk
                  meningkatkan kapasitas mitra penerima dana.
                  Dengan demikian, Asia Foundation tidak hanya
                  berkontribusi pada rancangan dan pengembangan
                  program yang efektif, tetapi juga pada peningkatan
                  kapasitas manajemen keuangan mitranya di
                  Indonesia. Asia Foundation percaya bahwa hal
                  tersebut merupakan komponen yang krusial bagi
                  keberlanjutan jangka panjang program reformasi
                  pemerintah dan ekonomi.

Akses Pendanaan   Asia Foundation mengusahakan pemberian hibah
                  kepada organisasi-organisasi sebagai sebuah proses
                  kolaborasi dalam identifikasi masalah dan rencana
                  strategis yang terkait dengan program-program Asia
                  Foundation. Pendanaan diberikan ke kegiatan-
                  kegiatan yang berdampak luas dan tercakup dalam
                  program yang dipunyai Asia Foundation. Pendanaan
                  diberikan kepada lembaga, tidak diberikan ke
                  perorangan.
                  Sebelum mengirimkan proposal, ada beberapa
                  langkah yang pelu dilakukan oleh pengusul, yaitu:
                   Mengkaji program-program Asia Foundation dan
                    daftar proyek-proyeknya
                   Mengirimkan proposal ke Perwakilan Program yang
                    sesuai dengan disertai surat pengantar yang berisi
                    penjelasan tentang organisasi pengusul, ringkasan
                    proyek yang akan diajukan, dan jumlah dana yang
                    diminta
                   Setelah surat diterima, pengusul akan mendapat
                    balasan dari Asia Foundation apakah proposalnya
                    diterima atau akan diminta penjelasan lebih lanjut
                    untuk klarifikasi.
                                                                     75




                    Permohonan dana dapat dilakukan setiap waktu.
                    Tidak ada formulir khusus untuk pengajuan proposal.




       12. Australian Agency for International Development
                                                   (AusAID)
Tentang AusAID
                      AusAID merupakan lembaga yang menangani program
                      bantuan untuk internasional yang didanai oleh
                                                                            76




                           pemerintah federal Australia dalam rangka membantu
                           menurunkan tingkat kemiskinan di negara-negara
                           berkembang. Tujuan program AusAID di Indonesia
                           adalah untuk mewujudkan keinginan pemerintah
                           Australia membantu pemerintah Indonesia dalam
                           menangani kemiskinan dan untuk mencapai pembangunan
                           yang berkelanjutan.      Program AusAID merupakan
                           program G to G (dari pemerintah Australia ke
                           pemerintah Indonesia)       dalam hal ini pemerintah
                           Indonesia diwakili oleh BAPPENAS.

Alamat / Contact Address    Kedutaan Besar Australia (AusAID Resident Office in
                           Indonesia), Jl. H.R. Rasuna Said Kav. C 15-16, Kuningan,
                                                        JAKARTA Selatan 12940;
                                 Telp. (021) 2550-5556; Fax. (021) 2550-5582
                                                 Email: ausaid.jakarta@dfat.gov.au
                                          Website: http://www.indo.ausaid.gov.au/
                                  Jam kerja: 07.45 – 16.00 WIB, Senin – Jum‘at.

                           Untuk masalah funding, dapat dihubungi:

                                  Bagian                 Nama
                                  Government             Greta Nielsen
                                  partnership fund
                                  (GPF)
                                  Program Manager        Iwan
                                  GPF                    Sriwidiyanto
                                  Program Officer        Amritha
                                  GPF                    Wedha (Mitha)

                           Beasiswa / Scholarship
                                  Program Manager        Heny Azis
                                  Scholarship

                           Alamat Kantor Pusat di Australia:
                                  Australia Agency for International Development
                               62 Northbourne Avenue, Canberra City ACT 2601,
                                                                               77




                                                                            Australia.
                                     Telp. (61-2) 6206-4000; Fax: (61-2) 6206-4880.
                                                      Email: infoausaid@ausaid.gov.au
                                                  Website: http://www.ausaid.gov.au/
                                             Jam kerja : 08.30 – 16.51; Senin – Jum‘at
                                    Alamat Pos: PO Box 887, Canberra City ACT 2601.

Bidang Garapan / Program
                                Di samping memberikan bantuan berskala besar untuk
                                jangka waktu yang lama, AusAID juga mengembangkan
                                Program Kegiatan Pembangunan Skala Kecil Indonesia-
                                Australia atau Indonesia-Australia Small Activities
                                Scheme (IASAS), yang merupakan bantuan langsung
                                pemerintah     Australia   untuk     kegiatan-kegiatan
                                pembangunan yang berswadaya di Indonesia. Program
                                ini dirancang untuk mendukung kegiatan pembangunan
                                di Indonesia secara cepat dan luwes.

                                Prioritas diberikan kepada masyarakat kelas bawah
                                seperti para petani penggarap, petani kecil,
                                masyarakat miskin yang hidup di perkotaan,
                                perempuan,      kelompok     masyarakat  penduduk
                                asli/pribumi, nelayan kecil, pemuda dan para
                                penyandang cacat. Namun demikian, bantuan dapat
                                juga diberikan untuk kegiatan lain.

                                Saat buku ini ditulis (2007), AusAID memfokuskan
                                pada 4 (empat) program utama yaitu:

                           1.                                   Peningkatan
                                pengelolaan ekonomi dan pertumbuhan melalui
                                kegiatan-kegiatan yang mendukung hal-hal yang

                                terkait dengan pengelolaan ekonomi dan erat kaitannya
                                dengan sektor swasta.

                           2.                                   Dukungan terhadap
                                peralihan (transisi) ke demokrasi dengan membantu
                                Indonesia dalam membangun institusi demokrasi yang
                                kuat dan membantu dengan berpartisipasi yang lebih
                                                       78




     luas dalam proses demokrasi di Indonesia. Termasuk
     dalam komponen ini adalah reformasi di bidang
     peradilan dan perundangan, kelembagaan hak azasi
     manusia dan akuntibilitas public, proses pemilihan
     umum dan keparlementeran, serta warga madani.

     Meningkatkan keamanan dan stabilitas dengan
     membantu membangun penerapan / implementasi
     peraturan (law enforcement) yang kompeten dan
     lembaga-lembaga emergensi, dan penguatan kapasitas
     Indonesia untuk merespon secara efektif terhadap
     penyakit-penyakit yang dapat dikomunikasikan seperti
     flu burung dan HIV/AIDS. Komponen ini mencakup
     juga masalah kegiatan yang terkait dengan isu konflik
     dan penanggulanan bencana serta bantuan kemanusiaan
     ke kelompok-kelompok yang mengalami kedua hal ini.

 Peningkatan assessibilitas dan kualitas dasar layanan
 masyarakat, khususnya di Indonesia wilayah Timur.
 Program-program dalam komponen ini mencakup
 kegiatan-kegiatan dari bantuan untuk pengembangan
 kebijakan pada level nasional untuk mmembantu
 perencanaan dan implementasinya pada tingkat
 kabupaten.    Kegiatan ini juga membantu kegiatan-
 kegiatan berbasis masyarakat maupun kegiatan
 pemerintah.

 Program Bantuan AusAID di Indonesia pada saat buku
 ini dibuat (2007) adalah sebagai berikut:

1.    Bidang Pendidikan (Education) – Pendidikan dan
     pelatihan yang terdiri atas proyek-proyek:

     a. Australian Development Scholarship (ADS)            -
        Beasiswa Pembangunan Australia.

     b. NTT Primary Education Partnership – Kemitraan di
        bidang pendidikan dasar di NTT

     c. Indonesia-Australia Partnership in Basic Education
                                                79




      (IAPBE) – Kemitraan Indonesia-Australia di bidang
      pendidikan dasar.

 d. UNICEF Creating Learning Communities for
    Children (CLCC) – Komunitas pembelajaran kreasi
    UNICEF untuk anak-anak

 e. Learning Assistance Program for Islamic Schools
    (LAPIS) – Program bantuan pembelajaran untuk
    sekolah-sekolah Islam.

 f. Islamic Schools English Language Project – Proyek
    bahasa Inggris untuk sekolah-sekolah Islam.

 g. Kang Guru Radio English – Bahasa Inggris lewat
    radio ―Kang Guru‖.

 h. International Seminar Support Scheme – Skema
    bantuan untuk seminar internasional.

2. Pemerintahan (Governance) – Ekonomi dan pemerintah
    sipil yang terdiri atas proyek-proyek:

 a.    Program for Eastern Indonesia SME Assistance
      (PENSA) - Program bantuan usaha kecil menengah
      untuk Indonesia bagian Timur.

 b. Technical Assistance Management Facility Phase
    III (TAMF III) – Bantuan teknis pengelolaan
    fasilitas phase III.

 c. Public Sector Linkages Program (PSLP) – Program
    hubungan swasta-publik.

3. Keamanan (Security) – Keamanan dan stabilitas;
   Bantuan kemanusiaan dan emergensi, yang terdiri
   atas proyek-proyek:

 a. Indonesia HIV/AIDS Prevention and Care Project
    Phase 2 (IHPCP) – Proyek Penceganan dan
    penanganan HIV/AIDS Indonesia phase II.
                                                 80




 b. Counter Terrorism Initiative – Inisiasi Perlawanan
    Terorisme.

 c. Humanitarian and Emergency Assistance – bantuan
    kemanusiaan dan emergensi (gawat darurat).

 d. Internally Displaced Persons (IDPs)/Conflict-
    Affected Communities – Penempatan kembali
    orang-orang tersingkir / masyarakat akibat konflik.

 e. Assistance to Jakarta Kuningan Bombing – Bantuan
    penanganan pengeboman di Kuningan Jakarta.

 f. Multi-Province Programs – Program-program multi
    propinsi.

 g. National Programs – program-program nasional.

 h. Natural Disasters – Bencana nasional.

 i. Food Security – Ketahanan pangan.

 j. Disaster Preparedness and Management                –
    Persiapan dan penanganan bencana.

4. Indonesia bagian Timur – Kesehatan; Suplai air dan
   sanitasi; penurunan kemiskinan- yang terdiri atas
   proyek-proyek:

 a. Indonesia HIV/AIDS Prevention and Care Project
    Phase 2 (IHPCP) – Proyek pencegahan dan
    penanganan HIV/AIDS Indonesia phase 2.

 b. Women's Health and Family Welfare Project
    (WHFW) – Proyek kesehatan wanita dan
    kesejahteraan keluarga.

 c. ADB Decentralised Health Services Project -
    Proyek pelayanan kesehatan terdesentralisasi ADB.

 d. Bali Health Assistance Package – Paket bantuan
    kesehatan Bali.
                                                                 81




                  e. Improving Maternal Health in Eastern Indonesia
                     (IMHEI) – Peningkatan kesehatan ibu hamil di
                     Indonesia Timur.

                  f. Water and Sanitation for Low Income Communities
                     Phase II Project (WSLIC II) – Proyek Air dan
                     Sanitasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah
                     phase 2.

                  g. Water Supply and Sanitation Policy Formulation
                     and Action Planning Phase 2 Project (WASPOLA 2)
                     – Proyek fomulasi kebijakan suplai air dan sanitasi
                     serta rencana aksi phase 2.

                  h.   Australia - Nusa Tenggara Assistance for Regional
                       Autonomy (ANTARA) Program – Bantuan untuk
                       otonomi regional Australia – Nusa Tenggara.
Akses Pendanaan
                  Program bantuan AusAID untuk Indonesia dalam
                  bentuk proyek-proyek yang dikelola oleh kontraktor
                  terpilih berdasarkan aturan di the Commonwealth
                  Procurement     Guidelines   pemerintah    Australia.
                  Penyaluran program ini dalam beberapa bentuk seperti
                  melalui proyek-proyek bilateral, melalui lembaga-
                  lembaga di bawah PBB seperti UNDP atau lainnya,
                  Institusi Pendanaan Internasional (International
                  Financial Institutions – IFIs), NGO internasional,
                  Organisasi Kemasyarakatan, dan kelompok-kelompok
                  masyarakat.    Semua kegiatan yang diajukan harus
                  mendapat pernyataan dukungan (endorsement) dari
                  pemerintah Indonesia.

                  Lembaga-lembaga yang memiliki rencana kerja yang
                  jelas dan inovatif, yang sesuai dengan program AusAID,
                  dapat mengajukan permohonannya ke alamat di atas.
                                                               82




                             13. Bank Rakyat Indonesia
                                                 (BRI)
Tentang BRI   BRI merupakan bank milik pemerintah pertama di
              Indonesia yang berdiri sejak 16 Desember 1895 di
              Purwokerto, Jawa Tengah dengan nama awal Hulp-en
              Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren
              atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi.
                                                                             83




                           Visi BRI adalah menjadi bank komersial terkemuka
                           yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
                           Sementara misi BRI adalah:
                            Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik
                             dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha
                             mikro, kecil dan menengah untuk menunjang
                             peningkatan ekonomi masyarakat.
                            Memberikan pelayanan prima kepada nasabah
                             melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan
                             didukung oleh sumber daya manusia yang
                             profesional dengan melaksanakan praktek good
                             corporate governance.
                            Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal
                             kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Alamat / Contact Address              PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk.
                                         Jl. Jend. Sudirman Kav 44-46 Jakarta
                                                                      Indonesia
                                                Telp.: 021-251 0244 / 251 0254
                                               Fax : 021-250 0077 / 250 0065
                                                 Website :http:// www.bri.co.id
Bidang Garapan / Program   BRI memberikan layanan nasabah dalam bentuk
                           simpanan, kredit dan syariah. Pelayanan PT. BRI
                           (Persero) didasarkan pada masyarakat kecil dengan
                           fokus pemberian fasilitas kredit kepada golongan
                           pengusaha kecil.

                           Seiring dengan perkembangan dunia perbankan yang
                           semakin pesat maka sampai saat ini Bank Rakyat
                           Indonesia mempunyai Unit Kerja berjumlah 4.447
                           buah, yang terdiri dari 1 Kantor Pusat, 12 Kantor
                           Wilayah, 12 Kantor Inspeksi /SPI, 170 Kantor
                           Cabang (dalam negeri), 145 Kantor Cabang Pembantu,
                           1 Kantor Cabang Khusus, 1 New York Agency, 1
                           Caymand Island Agency, 1 Kantor Perwakilan
                           Hongkong, 40 Kantor Kas Bayar, 6 Kantor Mobil
                                                                     84




                  Bank, 193 P.POINT, 3.705 BRI UNIT dan 357 Pos
                  Pelayanan Desa.

Akses Pendanaan   Beberapa layanan BRI yang bisa dimanfaatkan untuk
                  pengembangan energi mikrohidro adalah:

                  1. KUPEDES
                  Kupedes adalah suatu fasilitas kredit yang
                  disediakan oleh BRI Unit (bukan oleh Kantor Cabang
                  RI atau Bank lain), untuk mengembangkan atau
                  meningkatkan usaha kecil yang layak.

                  Ketentuan Umum
                  1. Kupedes memberikan apa yang debitur butuhkan:
                       Kesederhanaan, persyaratan dan proses yang
                        sederhana demi kemudahan pelayanan.
                       Kecepatan,     proses     persetujuan    kredit
                        disesuaikan dengan waktu kebutuhan dana yang
                        dibutuhkan debitur selambat-lambatnya 5 hari
                        kalender.
                       Kelenturan,     dapat    dipergunakan     untuk
                        pemenuhan berbagai kebutuhan pembiayaan
                        debitur       antara       lain:      pembelian
                        rumah/kios/toko,      pembelian      kendaraaan
                        bermotor, pembiayaan kebutuhan sekunder
                        lainnya, tambahan modal kerja, pembiayaan
                        pertanian (on farm), dan sebagainya.
                  2. Sasaran pelayanan:
                       Golongan masyarakat yang memiliki usaha baik
                        pada sektor pertanian, perdagangan, industri
                        dan jasa usaha lainnya.
                       Golongan masyarakat yang memiliki gaji/upah
                        tetap (berpenghasilan tetap)
                  3. Besarnya plafon kredit yang dapat disediakan
                    adalah maksimal Rp. 100 juta
                  4. Jangka waktu Kupedes
                       Untuk pengusaha maksimal 60 bulan
                                                  85




     Untuk berpenghasilan tetap maksimal 60 bulan
5. Pola angsuran
    Disediakan lebih dari 30 pilihan pola angsuran
    yang sesuai dengan kebutuhan dan cash flow
    debitur, dengan periode angsuran antara lain:
     Untuk pengusaha: bulanan, 3 bulanan, 6 bulanan
      atau sekali lunas
     Untuk berpenghasilan tetap: bulanan
6. Agunan Kupedes
     Untuk pengusaha: dapat menyediakan agunan
      baik dalam bentuk benda bergerak atau benda
      tidak bergerak. Untuk plafon tertentu syarat
      agunan dapat diabaikan
     Untuk berpenghasilan tetap: Gaji/upah
7. Biaya Provisi dan Administrasi
Hanya dikenakan bagi debitur dengan permintaan
jumlah kredit (plafon)      dan tigkat suku bunga
tertentu
8. Asuransi Jiwa
Seluruh debitur Kupedes diasuransikan jiwanya dan
biaya premi asuransi bisa sepenuhnya menjadi beban
BRI atau sharing dengan debitur tergantung tingkat
suku bunga yang ditetapkan.

Persyaratan Pengajuan Kredit
Untuk golongan pengusaha, persyaratan yang harus
dipenuhi antara lain :
   a. Surat Keterangan Identitas (KTP, SIM)
   b. Surat keterangan usaha
   c. Agunan kebendaan baik benda bergerak atau
      tidak bergerak.
   d. Membuka/memiliki tabungan di BRI Unit


Untuk golongan berpenghasilan tetap, persyaratan
yang harus dipenuhi antara lain:
   a. Surat Keterangan Identitas (KTP, SIM)
   b. SK pegawai/Pensiunan
                                                  86




   c.   Slip Gaji/Pensiunan

   d. Rekomendasi dari atas calon debitur.
   e.Membuka/memiliki tabungan di BRI Unit


2. Kredit Investasi
Kredit Investasi merupakan solusi tepat bagi para
pengusaha UMKM yang membutuhkan pembiayaan
investasi aktiva tetap (seperti pengadaan mesin,
peralatan,          kendaraan          operasional,
pembelian/renovasi bangunan usaha). Selain itu, BRI
juga memberikan Kredit Investasi Refinancing, yang
merupakan solusi bagi pengusaha yang telah/sedang
menjalankan proyek namun mengalami hambatan
biaya untuk menyelesaikan proyek tersebut. Dengan
memenuhi persyaratan umum dan menyediakan dana
sendiri minimum sebesar 35 % dari Total Biaya
Proyek, Kredit Investasi dapat diajukan dengan
pilihan jangka waktu angsuran yang disesuaikan
dengan cash-flow perusahaan Anda.

Persyaratan Umum
 Mempunyai usaha yang layak dibiayai, usaha
  minimal telah berjalan 2 tahun dengan
  perolehan laba minimal 1 tahun terakhir
 Mengajukan surat permohonan kredit
 Melampirkan dokumen identitas diri:
  - Copy KTP atau Surat Kewarganegaraan/ Surat
    Keterangan ganti nama
  - Copy Kartu Keluarga dan Akta Nikah
  - Pasfoto debitur
 Melampirkan dokumen identitas usaha:
  - Copy NPWP, SIUP, SITU, TDP, Surat Ijin
    Gangguan / HO atau Perijinan Lainnya.
  - Copy Akte Pendirian/ Perubahan Pendirian
    Usaha (Khusus usaha berbadan hukum)
 Agunan Pokok (usaha yang dibiayai) dan Agunan
                                                      87




  Tambahan (Fixed Asset)*
 Melampirkan copy rekening koran 3 bulan
  terakhir (bagi nasabah take over bank lain)
 Biaya administrasi, biaya provisi, biaya asuransi
  dan biaya notaris, sesuai ketentuan berlaku
* Tidak berlaku bagi debitur kredit dengan agunan
kas penuh

3. Kredit Modal Kerja
KMK (Kredit Modal Kerja) merupakan salah satu
layanan BRI yang bertujuan untuk membiayai
tambahan modal kerja, yaitu piutang, dan
tambahan persediaan. Seiring berkembangnya
usaha dan meningkatnya kebutuhan modal kerja
para nasabah pengusaha, BRI mampu dan
bersedia melayani kebutuhan penambahan plafon
(suplesi) kredit.

BRI memberikan alternatif bentuk pembiayaan
kredit sebagai berikut:
 Skim plafon kredit menurun dengan jangka
  waktu maksimal 3 tahun
 Skim plafon kredit tetap dengan jangka waktu
  maksimal 1 tahun
Dalam pengajuan kredit modal kerja, para
nasabah disyaratkan untuk menyediakan dana
sendiri minimum sebesar 30% dari total
kebutuhan modal usaha.

Persyaratan Umum
 Mempunyai usaha yang layak dibiayai, usaha
  minimal telah berjalan 2 tahun dengan
  perolehan laba minimal 1 tahun terakhir.
 Mengajukan surat permohonan kredit
 Melampirkan dokumen identitas diri :
  - Copy KTP atau Surat Kewarganegaraan/ Surat
    Keterangan ganti nama
                                                      88




  - Copy Kartu Keluarga dan Akta Nikah
  - Pasfoto debitur
 Melampirkan dokumen identitas usaha :
  - Copy NPWP, SIUP, SITU, TDP, Surat Ijin
    Gangguan / HO atau Perijinan Lainnya.
  - Copy Akte Pendirian/ Perubahan Pendirian
    Usaha (Khusus usaha berbadan hukum)
 Agunan Pokok (usaha yang dibiayai) dan Agunan
  Tambahan (Fixed Asset)*
 Melampirkan copy rekening koran 3 bulan
  terakhir (bagi nasabah take over bank lain)
 Biaya administrasi, biaya provisi, biaya asuransi
  dan biaya notaris, sesuai ketentuan berlaku
* Tidak berlaku bagi debitur kredit dengan agunan
kas penuh

4. Kredit Modal Kerja Ekspor
Para eksportir dapat memanfaatkan layanan
Kredit Modal Kerja Ekspor (KMK Ekspor), yaitu
fasilitas kredit untuk tujuan pembiayaan pre-
export (pembiayaan untuk produksi atau
pembelian barang-barang untuk diekspor) dan
pembiayaan post-export (pembiayaan untuk
melakukan negosiasi wesel ekspor).

Untuk kelancaran dan kemudahan nasabah, BRI
menyediakan berbagai alternatif jenis KMK
Ekspor sesuai dengan kebutuhan usaha:
1. KMK Ekspor Plafon
     Pemberian kredit didasarkan pada Sales
      Contract, Outstanding L/C atau rencana
      ekspor
     Persyaratan kredit berlaku persyaratan
      umum pengajuan kredit dan mempunyai
      pengalaman ekspor minimal 2 tahun
      berturut-turut, dan atau debitur baru
      Kredit Investasi yang produknya untuk
                                                   89




      produk ekspor
     Menyerahkan copy bukti-bukti ekspor
     Negosiasi ekspor melalui BRI
     Jangka waktu kredit maksimal 1 tahun
      (dapat diperpanjang sesuai kebutuhan)
2. KMK Ekspor Transaksional
     Pemberian kredit dikaitkan secara langsung
      dengan tersedianya L/C (outstanding).
     Menyerahkan Irrevocable L/C dari Luar
      Negeri
     Memiliki bukti ekspor selama 6 bulan
      terakhir
     Negosiasi ekspor melalui BRI
     Jangka waktu kredit sesuai jangka waktu
      L/C (maksimal 6 bulan) dan hanya dapat
      diperpanjang jika ada ammendement L/C

5. Kredit Modal Kerja Impor
Kredit Modal Kerja Impor (KMK Impor) adalah
fasilitas kredit yang disediakan bagi pembiayaan
aktivitas pembiayaan seluruh/sebagian kegiatan
transaksi impor, khususnya yang berhubungan
dengan L/C impor. Untuk kelancaran dan
kemudahan Anda, kami sediakan berbagai
alternatif jenis KMK Impor sesuai dengan
kebutuhan usaha Anda :
1. Penangguhan Jaminan Import
     Bisa digunakan dalam fasilitas Kredit
      Investasi atau Kredit Modal Kerja Import
     Jangka waktu disesuaikan dengan jadwal
      rencana impor dan jatuh tempo L/C
     Untuk tiap pembukaan sight L/C, jatuh tempo
      maksimal 7 hari sejak barang/dokumen tiba.
     Untuk pembukaan Usance L/C, jatuh tempo
      sama dengan jatuh tempo wesel impornya.
2. Kredit Investasi atau Kredit Modal Kerja
Impor.
                                                    90




    Jangka waktu maksimal 2 tahun

Persyaratan Khusus
 Perorangan/Perusahaan       berbadan     hukum
  Indonesia, berdomisili di Indonesia
 Mempunyai kegiatan impor/ usaha yang
  pendapatannya dalam valas
 Mempunyai rekening simpanan /kredit di BRI
 Memenuhi persyaratan umum pengajuan kredit
 Memberikan setoran jaminan impor *
   - Bisa berupa setoran tunai/simpanan sebesar
     nominal sales contract
   - Bisa juga berupa setoran non tunai (bisa berupa
     kelonggaran tarik kredit, atau penjaminan
     kredit dari lembaga penjaminan kredit, atau
     standby L/C, Back to Back L/C ataupun kontra
     garansi dari bank dalam/luar negeri)

6. Kredit Modal Kerja Konstruksi
Kredit Modal Kerja Konstruksi (KMK Konstruksi)
merupakan fasilitas pembiayaan modal kerja bagi
kontraktor yang memperoleh kontrak kerja/surat
perintah kerja/penyelesaian suatu proyek. Selain
fasilitas KMK Konstruksi, untuk pengerjaan suatu
proyek, kepada kontraktor dapat diberikan
fasilitas Bank Garansi.

Adapun jenis KMK Konstruksi yang kami sediakan
disesuaikan dengan karakteristik usaha:
1. KMK Konstruksi Plafon
     Khusus bagi para nasabah pengusaha yang
      mengerjakan beberapa proyek dalam satu
      periode dan bersifat rutin
     Jangka waktu maksimal 1 tahun (dapat
      diperpanjang sesuai kebutuhan)
     Berlaku persyaratan umum KMK dan
      dilampirkan dokumen legalitas usaha sebagai
                                                    91




      kontraktor
2. KMK Konstruksi Transaksional
     Khusus bagi para kontraktor yang hanya
      mengerjakan sebuah.
     Jangka    waktu    memperhatikan      waktu
      pelaksanaan dan cara pembyaran sesuai
      Kontrak Kerja (dapat diperpanjang dengan
      bukti addendum Kontrak Kerja)
     Berlaku persyaratan khusus Kredit Modal
      Kerja Konstruksi bagi para kontraktor

Persyaratan Khusus
 Asli Kontrak Kerja atas proyek yang akan
  dimintakan kredit modal kerja.
 Jika belum tersedia Asli Kontrak Kerja,
  Kontraktor memberikan Surat Pernyataan untuk
  menyerahkan Asli Kontrak, dengan disertai :
  - Surat Keterangan/ Pernyataan sebagai pemenang
    tender; atau
  - Surat Ijin Pelaksanaan Pekerjaan Mendahului
    Kontrak; atau
  - Letter of Intent (LoI); atau
  - Surat Penunjukan untuk mengerjakan suatu
    proyek (SPP) dari pemilik /pemberi proyek yang
    minimal mencantumkan para pihak, rumusan
    pekerjaan, hak dan kewajiban, cara pembayaran
    serta perihal cidera janji.
 Jika kedudukan debitur sebagai Sub Kontraktor,
  dilampirkan copy Kontrak Kerja antara pemilik
  proyek (bouwheer) dengan Kontraktor Utama.

2. Bank Garansi
BRI dapat membantu kelancaran bisnis dengan
mengeluarkan rekomendasi Jaminan Bank dalam
bentuk Bank Garansi.Bank Garansi merupakan
jaminan pembayaran yang diberikan pada pemilik
proyek dimana dengan jaminan tersebut, Bank
                                                92




menyatakan akan memenuhi kewaijban debitur
kepada pemilik proyek; apabila debitur tidak dapat
memenuhi kewajiban atau wanprestasi. Ada
beberapa macam Bank Garansi:

1. Bank Garansi Umum (Pemberian Bank Garansi
Keagenan Suatu Produk), khusus diberikan kepada
nasabah sebagai jaminan pembayaran pada supplier
yang memasok produk. Ragam Bank Garansi yang
dapat dimanfaatkan:
 BG untuk Pembelian/Pengadaan Bahan Baku/Stock
  Barang Dagangan dan Perdagangan (Agen/Dealer)
 BG untuk Kepentingan Pita Cukai Rokok
 BG untuk penangguhan pembayaran bea masuk dan
  pungutan lain-lain untuk pengadaan bahan baku
  impor
 BG untuk pembebasan bea masuk dan pungutan
  lain-lain guna pengadaan barang investasi
 Standby Letter of Credit (SBLC)

2. Bank Garansi Konstruksi (Pemberian Bank Garansi
kepada Kontraktor), khusus diberikan kepada
kontraktor dan terkait dengan kredit konstruksi.
Jangka waktu maksimal 1 tahun. Ragam Bank Garansi
yang dapat dimanfaatkan:

 BG untuk jaminan uang muka (Advanced Payment
 Bond)
 BG     untuk     jaminan   pelaksanaan   proyek
  (Performance Bond)
 BG untuk jaminan tender (Tender Bond)
Perorangan     atau     perusahaan    yang   ingin
memanfaatkan layanan BRI dapat langsung datang ke
Kantor Cabang atau Unit terdekat, sesuai dengan
ketentuan di atas.
                                                                            93




                                                 14. Bank Bukopin Syariah

Tentang Bank Bukopin Syariah   Bank Bukopin didirikan tanggal 10 Juli 1970 dengan
                               fokus pada segmen UMKMK, namun seiring dengan
                               terbukanya kesempatan dan peningkatan kemampuan
                               melayani kebutuhan masyarakat yang lebih luas, Bank
                               Bukopin telah mengembangkan usahanya ke segmen
                               komersial dan konsumer.
                                                                          94




                           Visi Bank Bukupin adalah menjadi bank yang terpercaya
                           dalam pelayanan jasa keuangan. Sementara misinya
                           adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada
                           nasabah, turut berperan dalam pengembangan usaha
                           menengah,    kecil,   mikro   dan   koperasi,   serta
                           meningkatkan nilai tambah investasi pemegang saham
                           dan kesejahteraan karyawan.

                           Pada tahun 2000, melalui Urusan Syariah, Bank Bukopin
                           mulai mengembangkan produk perbankan Syariah yang
                           sesuai dengan ajaran dan prinsip-prinsip Islam yang
                           beroperasi di bawah Direktorat Usaha Koperasi, Kecil
                           dan Mikro (UKKM). Cabang Syariah pertama Bank
                           Bukopin dibuka di Jakarta pada Desember 2001, saat
                           ini Bank Bukopin mempunyai 5 kantor cabang dan 3
                           kantor cabang pembantu Syariah. Bank Bukopin
                           mendapatkan ijin operasi dari Bank Indonesia dan
                           kegiatannya diatur dalam kebijakan khusus yang
                           ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional dan Bank
                           Indonesia (berkaitan dengan produk dan kegiatan
                           operasionalnya) yang merupakan bentuk pengawasan
                           tambahan     sebagaimana    diuraikan  pada    bagian
                           ―Pengawasan dan Peraturan Perbankan Indonesia‖.
                           Produk-produk Bank Syariah disetujui terlebih dahulu
                           oleh Dewan Syariah Nasional dan Bank Indonesia
                           sebelum di luncurkan ke pasar.

Alamat / Contact Address                                        PT. Bank Bukopin
                                        JL MT.Haryono Kav 50-51 Jakarta 12770
                                                  Telp.: 021-798 9837/798 8266
                                             Website : http:// www.bukopin.co.id
Bidang Garapan / Program   Urusan Syariah menawarkan produk pembiayaan,
                           pendanaan, dan jasa-jasa lain termasuk simpanan
                           (seperti tabungan Bank Bukopin lainnya, giro dan
                           deposito   berjangka),   jasa sewa beli        (ijaroh
                           mumtahiyah bit Tamlik) untuk pembelian barang-
                                                                 95




                  barang, jual beli (Murabahah) untuk pemilikan rumah,
                  kendaraan, investasi, dan barang konsumsi lainnya, dan
                  pembiayaan dengan sistem bagi hasil (Mudharabah
                  Musyarakah) sesuai dengan hukum Islam.

                  Mudharabah adalah kerjasama antara pemilik modal
                  dan pengelola untuk suatu usaha tertentu dengan
                  kesepakatan bagi hasil. Manfaat dari program yang
                  diperuntukkan perorangan dan badan usaha ini adalah
                  usaha 100% dibiayai oleh bank, dapat digunakan untuk
                  pembiayaan modal kerja usaha, sistem bagi hasil sesuai
                  hasil proyek/usaha, pembayaran dapat dilakukan sesuai
                  dengan cash-flow.
                  Musyarakah adalah kerjasama dua pihak atau lebih
                  untuk suatu usaha tertentu, masing-masing pihak
                  memberikan kontribusi dana dan atau karya/keahlian
                  dengan kesepakatan keuntungan dan risiko menjadi
                  tanggungan bersama sesuai kesepakatan. Manfaat dari
                  program yang diperuntukkan perorangan dan badan
                  usaha ini adalah dapat digunakan untuk pembiayaan
                  modal kerja usaha, sistem bagi hasil sesuai hasil
                  proyek/usaha, pembayaran dapat dilakukan sesuai
                  dengan cash-flow, jangka waktu pembiayaan sesuai
                  jadwal penyelesaian proyek.

Akses Pendanaan   Bank Bukopin Syariah saat ini sedang mengkaji untuk
                  ikut terlibat dalam pembangunan fisik PLTMH. Berikut
                  adalah beberapa indikasi skema pembiayaan yang
                  direncanakan dapat diterapkan dalam pembiayaan
                  pembangunan PLTMH.

                  1. Pembiayaan iB Murabahah
                  Jual beli barang pada harga asal dengan tambahan
                  keuntungan yang disepakati.

                  Manfaat
                   Dapat digunakan untuk memenuhi usaha modal kerja,
                                                      96




  investasi atau konsumtif (misalnya, kendaraan
  bermotor, rumah, dan lain-lain).
 Angsuran tetap selama masa perjanjian.
Fasilitas
 Dapat digunakan untuk pembiayaan konsumtif,
  seperti pembelian rumah dan kendaraan.
 Dapat digunakan untuk pembiayaan produktif,
  seperti pembelian mesin produksi.
 Pengembalian diangsur sesuai kemampuan.
 Dapat menggunakan mata uang Rupiah atau US
  Dollar.
 Jangka waktu pembiayaan maksimal 10 tahun.
Peruntukan
Perorangan dan badan usaha (CV, PT, Fa, Koperasi,
Yayasan, dan lain-lain).
Akad
 Akad yang digunakan adalah Murabahah.
 Murabahah adalah akad jual beli antara bank dan
  nasabah. Bank akan melakukan pembelian atau
  pemesanan barang sesuai permintaan nasabah
  kemudian menjualnya kepada nasabah sebesar harga
  beli ditambah keuntungan yang disepakati.
Persyaratan
   No   Jenis Dokumen                       Pegawai        Wiraswas.   Pro
   1    Copy identitas diri                 √              √           √
   2    Copy surat nikah                    √              √           √
   3    Copy kartu keluarga                 √              √           √
   4    Surat ijin praktek/SK Profesi       -              -           √
   5    Salinan rekening koran/tabungan 3
                                            √              √           √
        bulan terakhir
   6    Slip gaji asli bulan terakhir       √              -           -
   7    Salinan rek. PLN/PAM/Tlp            √              √           √
   8    Surat keterangan perusahaan/ Copy
                                            √              -           -
        SK Pengangkatan Pegawai
   9    NPWP atau SPT PPh 21*               √              √           √
   10   Laporan neraca, Laba/rugi           -              √           -
   11   Akta pendirian perusahaan           -              √           -
   12   Copy Perijinan, SIUP, TDP           -              √           -
*) untuk pinjaman diatas Rp. 100 juta
                                              97




2. Pembiayaan iB Bagi hasil (Musyarakah)
Kerjasama dua pihak atau lebih untuk suatu usaha
tertentu, masing-masing pihak memberikan kontribusi
dana dan atau karya/keahlian dengan kesepakatan
keuntungan dan risiko menjadi tanggungan bersama
sesuai kesepakatan

Manfaat
 Dapat digunakan untuk pembiayaan modal kerja
  usaha.
 Sistem bagi hasil sesuai hasil proyek/usaha.
 Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan cash-
  flow.
 Jangka waktu pembiayaan sesuai jadwal penyelesaian
  proyek.
 Dapat menggunakan mata uang Rupiah atau US
  Dollar.
Peruntukan
Perorangan dan badan usaha (CV, PT, Fa, Koperasi,
Yayasan, dan lain-lain).
Akad
 Akad yang digunakan adalah Musyarakah
 Murabahah adalah kerjasama 2 antara bank dengan
  nasabah untuk mencampurkan dana/modal mereka
  pada suatu usaha tertentu, dengan pembagian
  keuntungan berdasarkan nisbah bagi hasil yang telah
  disepakati.
Persyaratan
                                                     98




No    Jenis Dokumen                             Perorangan   Badan Usa
1     Copy identitas diri                       √            -
2     Copy surat nikah                          √            -
3     Copy kartu keluarga                       √            -
4     Copy Akta Pendirian usaha                 -            √
5     Identitas pengurus                        -            √
6     Legalitas usaha                           -            √
7     Laporan keuangan 3 tahun terakhir         √            √
8     Data obyek pembiayaan                     √            √
9     NPWP                                      √            √
10    Salinan rekening koran/tabungan 3 bulan
                                                √            √
      terakhir




3. Pembiayaan iB Bagi hasil (Mudharabah)
Kerjasama antara pemilik modal dan pengelola untuk
suatu usaha tertentu dengan kesepakatan bagi hasil.

Manfaat
 Usaha 100% dibiayai oleh bank.
 Dapat digunakan untuk pembiayaan modal kerja
  usaha.
 Sistem bagi hasil sesuai hasil proyek/usaha.
 Pembayaran dapat dilakukan sesuai dengan cash-
  flow.
Peruntukan
Perorangan dan badan usaha (CV, PT, Fa, Koperasi,
Yayasan, dan lain-lain).
Akad
 Akad yang digunakan adalah Mudharabah.
 Mudharabah adalah kerjasama antara bank dengan
  nasabah, dimana pihak bank menyediakan seluruh
  modal dan nasabah sebagai pengelola dengan
  pembagian keuntungan berdasarkan nisbah bagi hasil
  yang telah disepakati.
Persyaratan
 No     Jenis Dokumen                           Perorangan   Badan Usa
 1      Copy identitas diri                     √            -
                                                    99




 2    Copy surat nikah                          √        -
 3    Copy kartu keluarga                       √        -
 4    Copy Akta Pendirian usaha                 -        √
 5    Identitas pengurus                        -        √
 6    Legalitas usaha                           -        √
 7    Laporan keuangan 3 tahun terakhir         √        √
 8    Data obyek pembiayaan                     √        √
 9    NPWP                                      √        √
 10   Salinan rekening koran/tabungan 3 bulan
                                                √        √
      terakhir


4. Mudharabah IB Investasi Terikat (Mudharabah
   Muqoyyadah)
Pembiayaan yang diinvestasikan nasabah/pemilik dana
khusus untuk bisnis tertentu dengan syarat-syarat
yang telah ditetapkan oleh nasabah.

Manfaat
 Nasabah     dapat    menentukan    sendiri proyek
  pembiayaannya.
 Nasabah mendapatkan bagi hasil sesuai dengan hasil
  investasi terkait.
 Minimal pembiayaan Rp. 100 juta.
Persyaratan dan Ketentuan
 Investasi Mudharabah Muqayyadah diperuntukkan
  bagi perorangan maupun badan usaha (CV, PT, Fa,
  Koperasi, Yayasan, dan lain-lain).
 Persyaratan disesuaikan dengan kebijakan pedoman
  pembiayaan Bukopin Syariah.

5. Pembiayaan iB Jaminan Tunai
Pemberian pembiayaan dengan jaminan cash collateral
yang ada di bank Bukopin Syariah dan diblokir sampai
dengan pembiayaan lunas.

Manfaat
 Membantu penyediaan dana bagi debitur yang
  memiliki giro, deposito, dan tabungan tanpa perlu
                                               100




   mencairkan dana yang dimiliki.
 Mempermudah bagi nasabah individu yang ingin
   mendapatkan pembiayaan dari Bank Bukopin Syariah.
Persyaratan dan Ketentuan
 Diperuntukan      bagi    perorangan   (usaha   milik
   perorangan), badan usaha (CV, Fa), badan hukum (PT,
   Koperasi, Yayasan).
 Plafond pembiayaan sebesar 95% dari cash collateral
   yang dijaminkan.
 Jaminan berupa giro, deposito, tabungan.
3. Pembiayaan iB Istishna Pararel
Pembiayaan yang digunakan untuk jual beli dimana bank
(penjual) memesan barang kepada pihak lain (Produsen)
untuk menyediakan barang sesuai dengan kriteria dan
persyaratan tertentu yang telah disepakati nasabah
(pembeli)    dengan      pembayaran    sesuai   dengan
kesepakatan.

Manfaat
 Bank dapat memberikan pembiayaan kepada nasabah
  untuk pembelian barang yang dipesan. Biasanya
  dipakai untuk bisnis manufacturing/konstruksi.
Persyaratan dan Ketentuan
 Diperuntukan bagi nasabah perorangan dan nasabah
  badan usaha.
 Jangka Waktu Pengembalian maksimal 10 tahun.
 Self financing ditetapkan minimal 30% dari harga
  jual pada saat akad.
 Harga jual kepada nasabah telah memperhitungkan
  biaya atau nilai asset, mana saja yang nilainya lebih
  rendah ditambah marjin keuntungan Bank.
 Agunan dapat berupa Bank Garansi yang diterbitkan
  oleh bank yang memiliki reputasi baik atau agunan
  lain berupa fixed asset.
 Mekanisme pembayaran :
   - Penerimaan pembayaran dari nasabah pembeli
     dapat dilakukan secara termin selama progress
                                             101




     pembuatan aktiva istishna‘.
   - Penerimaan pembayaran secara cicilan, yaitu
     pembayaran cicilan dilakukan sejak progress
     pembuatan aktiva istishna‘ hingga akhir jangka
     waktu pembiayaan.
   - Penerimaan pembayaran saat penyerahan barang,
     yaitu pembayaran dilakukan sekaligus pada saat
     barang diterima oleh nasabah pembeli (metode
     akad selesai).
   - Penerimaan pembayaran dari nasabah pembeli
     dapat dilakukan secara cicilan sejak aktiva
     istishna‘ selesai dan diterima oleh nasabah
     pembeli.

Pihak yang berminat dapat menghubungi alamat di atas
atau kantor-kantor cabang Bank Bukopin Syariah
terdekat. Mengingat skema di atas masih dalam tahap
pengkajian, maka perlu dikofirmasikan kembali
penerapannya.
                                                                             102




                                                     15. Bank Danamon
Tentang Bank Danamon       PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (Bank Danamon)
                           berdiri pada tahun 1956 dengan nama PT Bank Kopra
                           Indonesia. Pada tahun 1976 namanya diganti menjadi
                           Bank Danamon Indonesia. Bank Danamon adalah bank
                           swasta nasional terbesar kedua dan termasuk dalam
                           lima besar bank komersial di Indonesia, dengan
                           pangsa pasar sebesar 5 persen dari jumlah pinjaman
                           dan deposit bank-bank di Indonesia. Bank Danamon
                           memiliki jaringan distribusi geografi yang terluas
                           dari semua bank di Indonesia dengan 500 kantor
                           cabang, 790 ATM serta didukung oleh lebih dari
                           13.000 karyawan. Bank Danamon saat ini dikenal
                           sebagai salah satu bank terkemuka di bidang
                           konsumen dan UKM selain melayani nasabah
                           korporasi dan kelembagaan di seluruh Indonesia.
                           Visi Bank Danamon adalah peduli dan membantu
                           jutaan orang mencapai kesejahteraan. Sedangkan
                           misinya adalah:
                            Danamon bertekad untuk menjadi "Lembaga
                             Keuangan     Terkemuka"     di    Indonesia    yang
                             keberadaannya diperhitungkan.
                            Suatu organisasi yang terpusat pada nasabah, yang
                             melayani semua segmen dengan menawarkan nilai
                             yang    unik    untuk    masing-masing      segmen,
                             berdasarkan keunggulan penjualan dan pelayanan,
                             dan di dukung oleh teknologi kelas dunia.
                            Aspirasi kami adalah menjadi perusahaan pilihan
                             untuk berkarya dan yang dihormati oleh nasabah,
                             karyawan, pemegang saham, regulator dan
                             komunitas dimana kami berada.

Alamat / Contact Address                      PT Bank Danamon Indonesia, Tbk
                                                 Jl. Jend. Sudirman No. 45-46
                                                Wisma Bank Danamon, Jakarta
                                                                                         103




                                                                        Indonesia
                                                          Danamon Access Center
                                                            PO.Box 8800 Jakarta
                                                            Telp.: 021-343 58888
                                                             Fax : 021-343 58800
                                           Email : danamon.access@danamon.co.id
                                             Website :http:// www.danamon.co.id
Bidang Garapan / Program   Bank Danamon menyediakan berbagai produk dan
                           layanan untuk memenuhi kebutuhan finansial
                           masyarakat Indonesia, diantaranya adalah consumer
                           banking, kartu kredit, SME & Commercial, trade
                           finance, treasury product, rencana keuangan, dan
                           lainnya
Akses Pendanaan            Untuk Usaha Mikro dan Kecil serta Komersial (SME
                           & Commercial), secara umum pelayanan di Bank
                           Danamon dibagi menjadi dua, yaitu layanan dan jasa
                           perbankan (funding bank) dan layanan berupa
                           pemberian kredit kepada debitur (lending bank).
                           Bank Danamon sebagai bank publik menyadari
                           perannya sebagai intermediasi bank dituntut untuk
                           memenuhi kebutuhan masyarakat untuk layanan
                           funding produk maupun lending produk. Segmentasi
                           kredit dibagi menjadi :
                           1. Kredit SME: Rp. 500 juta s/d Rp. 5 Milyar
                           2.      Kredit Komersial: Rp. 5 Milyar s/d Rp. 50
                              Milyar
                           3.      Kredit Korporasi: > Rp. 50 Milyar

                           Danamon Simpan Pinjam (DSP)
                           Kepedulian Bank Danamon kepada nasabah perbankan mikro serta
                           pengembangan ekonomi kerakyatan diwujudkan dengan diluncurkannya
                           layanan baru yang disebut "Danamon Simpan Pinjam" (DSP) pada tahun
                           2004. Layanan Unit DSP terbagi dua yaitu:


                           1. DSP untuk usaha mikro dan kecil
                           Di Indonesia terdapat sekitar 19,5 juta usaha
                           berskala mikro dan kecil dan sebagian besar tidak
                           mempunyai akses ke layanan perbankan. Oleh
                           karenanya pada bulan Maret 2004 Bank Danamon
                                                104




meluncurkan layanan DSP untuk melayani komunitas
tersebut. Usaha mikro dan kecil disini adalah usaha
yang memiliki tingkat penjualan tahunan tidak lebih
dari Rp 2 milyar atau memiliki kebutuhan pinjaman
antara Rp 1 juta hingga Rp 500 juta. Sebagian besar
usaha ini adalah usaha informal yang tidak berbadan
hukum, dimiliki dan dikelola oleh perorangan.

Beberapa karakteristik dari DSP adalah:
 Persyaratan jaminan dan dokumentasi fleksibel dan
  sederhana; proses transaksi dapat menggunakan
  cap jempol (teknologi biometrik)
 Proses persetujuan kredit cepat. DanaPinjam 50,
  pinjaman untuk modal usaha atau keperluan pribadi
  dengan jaminan, cair dalam 2 hari kerja, dengan
  maksimum pinjaman Rp 50 juta dan minimum
  pinjaman Rp. 1 juta. DanaPinjam 200, pinjaman
  untuk modal usaha atau keperluan pribadi dengan
  jaminan, cair dalam 3 hari kerja, dengan maksimum
  pinjaman Rp 500 juta dan minimum pinjaman Rp. 50
  juta. DanaTalangan, pinjaman jangka pendek untuk
  modal usaha atau keperluan pribadi, tanpa jaminan
  dan cair dalam 2 hari kerja, dengan maksimum
  pinjaman Rp 10 juta dan minimum pinjaman Rp. 1
  juta. DanaSiaga, pinjaman yang tersedia untuk
  penabung yang secara rutin menabung minimal Rp.
  100.000 selama 6 bulan berturut-turut, dan cair
  dalam 2 hari kerja, dengan maksimum pinjaman
  adalah 2 – 4 kali lipat dari saldo rata-rata
  tabungan selama 6 bulan sebelumnya atau Rp 10
  juta.
 Lokasi cabang berada dalam komunitas yang
  dilayani, transaksi dapat dilakukan di tempat
  kastemer, layanan jemput uang tunai setiap hari
  untuk menggalakkan kebiasaan menabung secara
  teratur.
 DSP melayani kebutuhan perbankan kastemer, baik
                                                   105




 bisnis maupun konsumtif.

2. DSP untuk nasabah berpenghasilan tetap
Sementara itu, dari seluruh populasi rakyat
Indonesia, lebih dari 20 juta rumah tangga adalah
individu berpenghasilan tetap dengan kisaran
penghasilan bulanan Rp 400 ribu hingga Rp 2,5 juta,
dimana dalam kesehariannya tidak terlepas dari
kegiatan pemenuhan berbagai kebutuhan primer
maupun sekunder. Untuk itulah dibentuk DSP yang
khusus melayani kelompok nasabah tersebut, melalui
kegiatan perbankan simpan dan pinjam yang mudah,
aman, cepat dan terpadu.

DSP dan Danamon Peduli
Danamon Peduli adalah yayasan yang dimiliki oleh
Bank Danamon yang mempunyai misi untuk
mengembangkan usaha mikro dan kecil. DSP dan
Danamon Peduli akan masuk ke komunitas secara
berdampingan untuk melayani dan membantu
mengembangkan potensi komunitas secara total.
Sumber dana Danamon Peduli berasal dari sebagian
keuntungan    Bank    Danamon     yang     disisihkan,
sumbangan dari kastemer dan karyawan Bank
Danamon. Kegiatan yang dilakukan diantaranya
adalah:
    pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan
      dan ketrampilan,
    membantu memperluas jaringan pemasaran
      produk,
    memberi akses kepada anak-anak mereka ke
      jenjang pendidikan yang lebih tinggi, serta
    membangun lingkungan hidup yang bersih.
Pihak yang berminat dapat menghubungi langsung
cabang Bank Danamon atau layanan Danamon Simpan
Pinjam terdekat.
                                                                             106




                                            16. Bank Syariah Mandiri
                                                               (BSM)
Tentang BSM                Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah bank umum
                           syariah, anak perusahaan dari Bank Mandiri. BSM
                           hadir sebagai bank yang mengkombinasikan idealisme
                           usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi
                           operasinya. Harmoni antara idealisme usaha dan
                           nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu
                           keunggulan BSM sebagai alternatif jasa perbankan
                           di Indonesia. Visi perusahaan ini adalah menjadi
                           bank syariah terpercaya pilihan mitra usaha.
                           Sementara misinya adalah:
                            Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang
                              berkesinambungan.
                            Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan
                              penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM.
                            Merekrut       dan     mengembangkan       pegawai
                              profesional dalam lingkungan kerja yang sehat.
                            Mengembangkan nilai-nilai syariah universal.
                            Menyelenggarakan operasional bank sesuai standar
                              perbankan yang sehat.

                           BSM beroperasi dengan prinsip-prinsip syariah,
                           termasuk dalam aktivitas pembiayaan. Pembiayaan
                           BSM dibatasi untuk tidak menyalurkan kepada tiga
                           kondisi, 1) obyek pembiayaan yang dilarang secara
                           syariah, 2) transaksi pembiayaan yang dilarang
                           secara syariah (judi, spekulasi, riba), 3) akad tidak
                           lengkap, misalnya: dalam akad jual beli harus ada
                           penjual, pembeli, harga jual dan barang yang
                           diperjual belikan.    BSM dilarang menyalurkan
                           pembiayaan jika barang yang hendak dibiayai tidak
                           jelas. Produk dan Layanan BSM diperuntukan bagi
                           seluruh lapisan masyarakat (universal).

Alamat / Contact Address                               PT Bank Syariah Mandiri
                                                                             107




                                    Divisi Pembiayaan Kecil, Mikro dan Program
                                                 Gd. Bank Syariah Mandiri Lt. 4
                                          Jl. MH Thamrin No. 5 Jakarta, 10340
                                                                       Indonesia
                                                            Telp.: 021-230 0509
                                                             Fax : 021-230 0594
                                           Email : callbsm@syariahmandiri.co.id
                                     Website :http:// www.syariahmandiri.co.id
Bidang Garapan / Program   Bank Syariah Mandiri (BSM) sejak tahun 2006 telah
                           menjalin kerjasama dengan Kementerian Lingkungan
                           Hidup (KLH) dalam program Debt for Nature Swap
                           (DNS). Berkaitan dengan itu maka BSM memberikan
                           berbagai macam kredit untuk pengembangan usaha
                           produktif yang ramah lingkungan. Saat ini BSM
                           dalam tahap pengkajian untuk ikut terlibat dalam
                           pembiayaan pengembangan mikrohidro.
Akses Pendanaan            Ada beberapa pola pembiayaan yang diterapkan oleh
                           BSM:
                              a. Pola    Executing,      nasabah     dan   BSM
                                 berhubungan secara langsung

                              b. Pola Channeling, nasabah dan BSM tidak
                                 berhubungan langsung, melainkan melalui
                                 Channeling Agent
                               c. Pola    Kemitraan,    nasabah     dan   BSM
                                  berhubungan langsung dalam permohonan dan
                                  pencairan dana, namun dalam operasionalnya
                                  bekerjasama dengan perusahaan mitra
                           Secara      khusus    untuk    pembiayaan     kredit
                           pengembangan usaha produktif yang ramah
                           lingkungan, berikut adalah syarat dan ketentuannya:.

                           Obyek yang Dibiayai
                           a. Peralatan pencegahan pencemaran
                              1) Peralatan produksi bersih: energi efisiensi dan
                                 perubahan teknologi, dan
                              2)Peralatan pencegahan kerusakan lapisan ozon
                                                   108




        (non Ozone Depleting Substance/non-ODS)
b.   Industri daur ulang: seluruh peralatan yang dapat
     digunakan untuk menghemat sumber daya alam
     dan mengurangi limbah (daur ulang limbah,
     plastik, logam dan kayu).
c.   Peralatan reduce, reuse, recycle (3R) yang dapat:
     1) Menghemat pemakaian sumber daya alam
     (SDA) dan energi, dan
     2)Meningkatkan nilai tambah limbah (plastik,
     logam, kertas)
d.   Peralatan pengolahan limbah (end of pipe
     technologies)
     1) Instalasi pengolahan air limbah,
     2)Instalasi pengendalian pencemaran udara, dan
     3)Instalasi pengolahan limbah padat
e.   Peralatan laboratorium lingkungan
     1) Peralatan untuk analisa emisi perbaikan
        kendaraan bermotor, dan
     2)Peralatan laboratorium untuk analisa kualitas
        lingkungan
f.   Pergantian bahan baku yang lebih ramah
     lingkungan seperti bahan baku bleaching agent
g.   Sertifikasi industri ramah lingkungan

 Kriteria Calon Nasabah
a. Calon nasabah harus memenuhi kriteria sebagai
    berikut:
    1) Memiliki dan menjalankan usaha produktif
    segmen usaha mikro dan kecil, yang feasible
    2)Usaha merupakan perorangan atau badan
    hukum
    3)Mempunyai legalitas dan perizinan usaha sesuai
    ketentuan yang berlaku
    4)Mempunyai pengalaman usaha minimal 2 (dua)
    tahun
b. Calon nasabah menyerahkan agunan senilai limit
    pembiayaan
                                                 109




Fitur Pembiayaan
a. Maksimum Plafon: Rp 50 juta (usaha mikro) atau
   Rp 500 juta (usaha kecil) per nasabah
   (tergantung pada UU UMKM yang berlaku)
b. Jangka Waktu            : Maks. 5 tahun
c. Self Financing: Minimal 5% (lima persen) dari
   kebutuhan dana
   Pricing Pembiayaan: 10% pa. Eff.
d. Tujuan Pembiayaan
   1)     Investasi: Min. 60% dari plafon pembiayaan
   2) Modal Kerja: Maks. 40% dari plafon
   pembiayaan
e. Agunan: Bentuk agunan dapat dikompromikan
   sesuai dengan kondisi dan kemampuan nasabah.
   Pihak yang menjamin tergantung pada pola
   pembiayaannya.
Permohonan dana bisa diajukan ke cabang BSM
terdekat. Jika nasabah berada di daerah terpencil
maka pola pembiayaan dapat dimodifikasi, seperti
bekerjasama dengan lembaga keuangan (a.l.
koperasi) yang dekat dengan lokasi atau dilihat
kondisi riilnya.
                                                                     110




                                          17. BAZIS DKI Jakarta
Tentang BAZIS DKI
                    Badan Amil Zakat, Infak dan Sedekah (BAZIS)
                    adalah sebuah lembaga yang bertujuan untuk
                    mengumpulkan zakat, infak dan sedekah, dari
                    masyarakat (umat Islam) kemudian menyalurkannya
                    kepada yang berhak. Sejalan dengan tuntutan dan
                    perkembangan masyarakat yang semakin maju,
                    Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada
                    tahun 1968 menyambut himbauan dari para ulama
                    dan presiden RI tentang zakat, infaq dan sodaqoh
                    dengan mendirikan suatu lembaga yang menangani
                    hal ini yang disebut Badan Amil Zakat (BAZ).
                    Pemerintah DKI terus berupaya mengadakan
                    beberapa perubahan dalam BAZ ini sebagai upaya
                    memupuk kesadaran dan motivasi yang lebih besar
                    dari masyarakat untuk menunaikan zakat. Pada
                    tahun 1973, lembaga BAZ ini ditata kembali dan
                    diberi nama BAZIS DKI Jakarta, yaitu dengan
                    dikelurkannya SK Gubernur DKI pada waktu itu
                    yaitu Ali Sadikin.

                    BAZIS DKI Jakarta merupakan bagian dari
                    birokrasi Pemerintah Daerah DKI Jakarta, dalam
                    arti bahwa pengurus badan tersebut merupakan
                    pegawai pemerintah daerah. Berdasarkan Surat
                    Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 280/Th.
                    1991, pengurus atau badan pelaksana ini berwenang
                    untuk mengambil kebijakan teknis dalam hal
                    pengumpulan dan pembagian ZIS. Kontrol terhadap
                    kinerja BAZIS dilakukan oleh Dinas Inspektorat
                    Daerah DKI Jakarta, untuk audit internal. Sedang
                    untuk audit eksternal dilakukan oleh Akuntan Publik.

                    Didirikannya Badan Amil Zakat dan Infak/Sedekah
                    di    DKI   Jakarta   memiliki   tujuan,  antara
                    lain, menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang
                    arti pentingnya membayar zakat dan mengeluarkan
                                                                           111




                           infak/sedekah sebagai tanggungjawab sosial, serta
                           pentingnya fungsi amil sebagai pengelola dana ZIS.
Alamat / Contact Address                                          Gedung LBIQ
                                                         Jl. K.H. Mas Mansyur
                                             Gg. H. Awaluddin II, Tanah Abang
                                                              JAKARTA 10230
                                                        Telp : (021)-314 4579
                                                              : (021)-390 1367
                                                        Fax : (021)-314 4579
                                                   Website: www.bazisdki.go.id
                                             Email : webmaster@bazisdki.go.id
Bidang Garapan / Program
                           Sesuai dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah
                           No. 57 Tahun 1998 tentang Organisasi dan Tata
                           Kerja Badan Amil lakat dan Infak/Sedekah DKI
                           Jakarta tertanggal 9 Januari 1998, maka tugas
                           pokok dan fungsi BAZlS DKI Jakarta ditetapkan
                           sebagai berikut:

                           1.     Melaksanakan pengumpulan segala macam
                                zakat dan infak/sedekah dari masyarakat
                                termasuk pegawai.

                           2.      Mendayagunakan hasil pengumpulan zakat dan
                                infak/sedekah tersebut kepada mustahik sesuai
                                dengan hukumnya.

                           3.     Penyuluhan kepada masyarakat dalam rangka
                                peningkatan hasil pengumpulan ZIS.

                           4.     Pembinaan pemanfaatan pendayagunaan ZIS
                                agar lebih produktif dan terarah.

                           5. Koordinasi, bimbingan dan pengawasan kegiatan
                              pengumpulan ZIS oleh pelaksana BAZIS
                              Kotamadya.

                           6. Pengendalian atas pelaksanaan pengumpulan dan
                              pendayagunaan ZIS.
                                                                   112




                  7. Pengurusan       ketatausahaan,      keuangan,
                     kepegawaian, perlengkapan dan rumah tangga.
                  Dana yang dihimpun oleh BAZIS dikeluarkan untuk
                  berbagai kegiatan, antara lain membantu fakir
                  miskin dengan modal bergulir, beasiswa, bantuan
                  kepada guru mengaji dan anak yatim, serta sarana
                  ibadah dan kesehatan.

Akses Pendanaan   Urutan kegiatan dalam mengelola ZIS di DKI
                  Jakarta adalah sebagai berikut:
                  1. Setiap awal tahun Gubernur menetapkan target
                     pengumpulan ZIS dan strategi prioritas
                     pendayagunaannya.
                  2. Berdasarkan target dan strategi tersebut,
                     BAZIS DKI Jakarta menyusun rencana dan
                     program kerja, termasuk cara-cara yang harus
                     ditempuh dalam pelaksanaannya.
                  3. Rencana dan program kerja ini disampaikan
                     kepada Badan Pembina untuk memperoleh
                     persetujuan (restu).
                  4. Setelah memperoleh restu Badan Pembina, Ketua
                     BAZIS DKI Jakarta menyampaikan dan
                     menjelaskan rencana dan program kerja tadi
                     kepada seluruh aparat jajaran BAZIS, untuk
                     pelaksanaan lebih lanjut.
                  5. Unit-unit operasional (BAZIS tingkat Pemerintah
                     Kotamadya, Kecamatan dan Kelurahan serta
                     BAZIS-BAZIS Unit/Satuan Kerja) melaksanakan
                     rencana dan program kerja yang telah
                     ditetapkan.    Dengan      diberikan   kebebasan
                     bertindak     dalam       pengembangan     teknis
                     operasional pengumpulan ZIS sepanjang tidak
                     bertentangan dengan ketentuan hukum dan
                     kebijaksanaan atasan. Hasil pengumpulan Z1S
                     tersebut disetorkan dan dilaporkan secara
                     berkala kepada BAZIS DKI Jakarta.
                  6. BAZIS DKI Jakarta menerima, memonitor dan
                                               113




    memberikan bimbingan yang diperlukan. Kemudian
    menyimpan hasil pengumpulan ZIS di Bank yang
    ditunjuk oleh Gubernur Kepala Daerah dan
    melaporkan    penyimpanan   tersebut    kepada
    Gubernur Kepala Daerah melalui Badan Pembina.
7. Dalam rangka penyaluran dan pendayagunaan dana
    ZIS yang terkumpul, BAZIS DKI Jakarta
    menampung dan menyeleksi semua usulan
    pendayagunaan ZIS yang berasal dari para
    mustahik yang dikoordinasikan oleh Pemerintah
    Kotamadya,     Kecamatan,    Kelurahan   serta
    Unit/Satuan Kerja.
8. Merumuskan strategi kebijaksanaan penyaluran
    dan pendayagunaan ZIS untuk tahun yang
    bersangkutan, untuk diusulkan kepada Gubernur
    Kepala Daerah guna memperoleh penetapan lebih
    lanjut.
9. Berdasarkan ketetapan kebijaksanaan Gubernur
    tersebut, Ketua BAZIS DKI Jakarta menetapkan
    kebijaksanaan pelaksanaan tentang alokasi dan
    rincian pendayagunaan hasil pengumpulan ZIS
    serta menyalurkan secara bertahap kepada yang
    berhak menerimanya.
10. BAZIS DKI Jakarta menyalurkan kepada
    mustahik dan membina usaha produktif para
    mustahik. Dalam pembinaan ini BAZIS DKI
    Jakarta melakukan kerjasama dengan semua
    instansi/lembaga sosial kemasyarakatan yang
    terkait.
11. Mengadakan evaluasi terhadap segala kegiatan
    yang telah dilakukan pada tahun itu dan
    merumuskan program dan rencana kerja untuk
    tahun berikutnya berdasarkan kebijaksanaan
    (target dan strategi) pendayagunaan yang
    ditetapkan oleh Gubernur Kepala Daerah.

Selain   menyalurkan   secara   langsung   kepada
                                               114




mustahik, BAZIS DKI Jakarta          juga dapat
bekerjasama dengan lembaga-lembaga lain. Bagi yang
berminat dapat mengirimkan proposalnya ke alamat
di atas.
                                                                           115




                                                 18. Birdlife Indonesia
Tentang Birdlife Indonesia
                             Birdlife Indonesia atau Perhimpunan Pelestari Burung
                             Indonesia merupakan organisasi konservasi nasional
                             yang berbasiskan keanggotaan, dan bekerja pada upaya-
                             upaya konservasi burung, penelitian dan pengelolaan
                             informasi, jaringan kerja, komunikasi dan advokasi,
                             serta pengembangan keanggotaan. Lembaga ini didirikan
                             di Indonesia pada bulan Juli 2002. Bisnis utamanya
                             adalah menyediakan kesempatan dan memberikan
                             pelayanan bagi publik untuk berperan serta pada upaya
                             pelestarian burung dan habitatnya di Indonesia.
                             Menjadi    organisasi    mandiri  berarti    membuka
                             kesempatan     untuk    mengembangkan     arah    dan
                             kepemimpinan lokal, serta mengembangkan konstituen
                             nasional. Lebih dari 1500 anggota telah bergabung
                             dengan lembaga ini dan mereka tersebar di lebih dari
                             29 provinsi. Para anggota ini biasa disebut sebagai
                             Sahabat Burung Indonesia (SBI) atau Firends of
                             Indonesian Birds.

Alamat / Contact Address                   Perhimpunan Burung Indonesia (Bird Life)
                                 Jl. Dadali 32, Bogor 16161, PO. Box 310/Boo, Bogor
                                                                   16003, Indonesia
                                                         Email: birdlife@burung.org
                                                       Web: http://www.burung.org

Bidang Garapan / Program
                             BirdLife Indonesia melaksanakan visi dan misi nya
                             dengan tiga pendekatan, yaitu:

                             Aksi konservasi

                             Untuk melestarikan spesies burung penting dan
                             habitatnya di Indonesia, BirdLife Indonesia melakukan
                             analisa data dan informasi serta secara aktif
                             melibatkan pihak masyarakat setempat, pemerintah
                             daerah dan pihak terkait lainnya.
                                              116




Selain   itu,    membangun     dan     mengembangkan
pendekatan-pendekatan inovatif, dinamis, dan realistis
dalam menjawab tantangan-tantangan konservasi yang
ada serta memberikan alternatif solusi yang relevan
dengan situasi dan kondisi Indonesia saat ini.

Pengembangan pusat pengetahuan,           data      dan
informasi (Knowledge Center)

Data dan informasi merupakan landasan penentuan
tujuan dan arah serta pengembangan kegiatan
konservasi. Keakuratan dan keterkinian data dan
informasi merupakan modal dasar penentuan strategi
konservasi baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Upaya-upaya konservasi yang dilakukan mengutamakan
skala prioritas yang bertumpu pada analisa dan kajian
yang akurat agar sumberdaya yang ada dapat
digunakan     secara    optimal  untuk     mengatasi
permasalahan konservasi.

Seluruh data dan informasi yang berkaitan dengan
jenis burung, lokasi-lokasi prioritas dan habitat
penting merupakan dasar bagi penentuan strategi
konservasi burung di Indonesia, dan informasi ini akan
dapat diakses dengan mudah oleh berbagai kalangan
untuk beragam kepentingan.

Dukungan Publik

Berbagai upaya pelestarian burung telah dilakukan
dengan melibatkan masyarakat secara langsung maupun
tidak langsung melalui fasilitasi yang mampu
merangsang kreatifitas dan inisiatif masyarakat
terhadap lingkungan melalui burung.

BirdLife Indonesia menyadari bahwa        masyarakat
memerlukan tempat untuk menyalurkan       aspirasinya.
Berangkat dari itu dibentuklah sebuah    wadah bagi
dukungan publik terhadap konservasi      burung dan
                                                                  117




                   habitatnya yang di lakukan oleh BirdLife Indonesia,
                   yang kemudian dikenal dengan Sahabat Burung
                   Indonesia.    BirdLife    Indonesia      akan    terus
                   mengembangkan SBI sebagai kelompok pendukung yang
                   efektif dan dapat menjadi bagian penting bagi
                   pelestarian burung dan habitat nya di Indonesia.

                   Birdlife Indonesia bekerjasama dengan lembaga-
                   lembaga non pemerintah, masyarakat local, institusi
                   pemerintah dan masyarakat luas untuk:

                     Memberikan      bantuan      dalam    meningkatkan
                      perencanaan dan pengelolaan situs-situs, jenis-jenis
                      dan habitat-habitat penting.

                     Memperkenalkan dan membikan bimbingan terhadap
                      ide-ide baru untuk mengintegrasikan konservasi
                      keanekaragaman hayati kedalam perencanaan dan
                      kebijakan,    misalnya   melalui    pengelolaan
                      berkolaborasi dan penggunaan sumberdaya alam
                      yang berkesinambungan.

                     Menggugah ketertarikan umum yang lebih besar
                      terhadap burung dan konservasi keanekaragaman
                      hayati.

                     Mengembangkan kapasitas untuk           peningkatan
                      pengelolaan situs, jenis dan habitat.

                     Menyediakan informasi keanekaragaman hayati dan
                      kawasan-kawasan yang dilindungi kepada para
                      perencana, pengambil kebijakan dan kelompok-
                      kelompok lain yang tertarik.

Akses Pendanaan   Birdlife Indonesia memberikan bantuan dalam bentuk
                  kerjasama dengan mitra lokal yang dituangkan dalam
                  MoU. Bantuan tersebut ditentukan berdasarkan hasil
                  kesepakatan    dengan   donor.   Birdlife  Indonesia
                  melakukan evaluasi terhadap dana yang akan dan telah
                                                  118




dikeluarkan kepada mitra lokal atau masyarakat.

Keanggotaan Birdlife Indonesia terbuka bagi setiap
orang atau lembaga, tanpa memandang agama, suku,
bangsa dan kedudukan sosial, asalkan setuju dengan visi,
misi dan tujuan organisasi. Perhimpunan ini bersifat non
pemerintah, dan non partisan, berdasarkan keanggotaan
dan bekerja untuk upaya pelestarian burung liar dan
habitatnya di Indonesia.

Pengajuan permohonan dana untuk suatu program atau
kegiatan dapat dilakukan dengan mengirimkan proposal
secara langsung ke alamat di atas. Pada dasarnya,
Birdlife Indonesia tidak memiliki anggaran khusus bagi
proposal yang diajukan oleh umum, namun proposal yang
berkaitan dengan proyek-proyek Birdlife Indonesia dan
dinilai penting akan diajukan dalam rapat manajemen
untuk dikaji lebih jauh.
                                                                           119




   19. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
                                         (BPPT
Tentang BPPT               Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
                           adalah lembaga pemerintah non-departemen yang
                           berada dibawah koordinasi Kementerian Negara
                           Riset dan Teknologi. Badan ini diharapkan dapat
                           melaksanakan tugas pemerintahan di bidang
                           pengkajian dan penerapan teknologi.

                           BPPT dibentuk atas gagasan Mantan Presiden
                           Soeharto kepada Prof Dr. Ing. B.J. Habibie pada
                           tanggal 28 Januari 1974. Prof Dr. Ing. B.J. Habibie
                           kemudian diangkat sebagai penasehat pemerintah di
                           bidang advance teknologi dan teknologi penerbangan
                           yang bertanggung jawab langsung pada presiden
                           dengan membentuk Divisi Teknologi dan Teknologi
                           Penerbangan (ATTP) Pertamina. Pada tahun 1976,
                           ATTP diubah menjadi Divisi Advance Teknologi
                           Pertamina dan diubah lagi menjadi Badan Pengkajian
                           dan Penerapan Teknologi pada tahun 1978.

                           BPPT memiliki visi mewujudkan teknologi sebagai
                           pilar utama pembangunan untuk meningkatkan daya
                           saing    industri   dalam     rangka    peningkatan
                           kesejahteraan masyarakat. Sedangkan misinya
                           adalah:
                            Meningkatkan daya saing industri.
                            Mewujudkan BPPT sebagai agen pembangunan
                             masyarakat dalam bidang teknologi.
                            Menyusun kebijakan pengkajian dan penerapan
                             teknologi.
                            Mengembangkan BPPT sebagai pusat unggulan
                             teknologi dan SDM yang handal (technology center
                             of excellence).
Alamat / Contact Address              Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
                                                                 Gedung BPPT
                                                                              120




                                          Jl. MH Thamrin No. 8 Jakarta 10340
                                                                   Indonesia

                                                           Telpon : 021-316 8200
                                                             Fax : 021-390 4573
                                                        Email : humas@bppt.go.id
                                                       Homepage: www.bppt.go.id
Bidang Garapan / Program   Tugas pokok BPPT adalah melaksanakan tugas
                           pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan
                           teknologi sesuai dengan ketentuan peraturan
                           perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian
                           BPPT memiliki fungsi:
                            Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di
                             bidang pengkajian dan penerapan teknologi.
                            Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan
                             tugas BPPT.
                            Pemantauan, pembinaan dan pelayanan terhadap
                             kegiatan instansi pemerintah dan swasta di bidang
                             pengkajian dan penerapan teknologi dalam rangka
                             inovasi, difusi, dan pengembangan kapasitas, serta
                             membina alih teknologi.
                            Penyelenggaraan      pembinaan      dan    pelayanan
                             administrasi umum di bidang perencanaan umum,
                             ketatausahaan,      organisasi    dan   tatalaksana,
                             kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian,
                             perlengkapan dan rumah tangga.

                           BPPT memiliki wewenang dalam hal:
                            Penyusunan rencana nasional secara makro di
                             bidangnya.
                            Perumusan    kebijakan   di    bidangnya  untuk
                             mendukung pembangunan secara makro.
                            Penetapan sistem informasi di bidangnya.
                            Kewenangan lain yang melekat dan telah
                             dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan
                             perundang-undangan yang berlaku, yaitu:
                             a. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu
                                                121




     di bidang pengkajian dan penerapan teknologi.
 b. Pemberian rekomendasi penerapan teknologi
     dan melaksanakan audit teknologi.
BPPT mulai terlibat dalam pengembangan energi
mikrohidro pada 1980an. Melalui UPT Hidroelektrik,
BPPT membangun beberapa PLTMH di Sumatera
Barat, Jawa Tengah dan Irian Jaya. Pembangunan
dengan menggunakan dana APBN tersebut dilakukan
bekerjasama dengan Pemda setempat. Dalam
perjalanannya, UPT tersebut kemudian dilebur dan
BPPT tidak lagi mengangkat masalah mikrohidro.

Pada akhir 1990an, BPPT kembali memberikan
perhatian pada mikrohidro dengan melaksanakan
studi, yaitu studi mikrohidro di Sulawesi Barat dan
studi minihidro di Bengkulu. Studi ini dilakukan
dengan      menggunakan     dana     APBN-Iptekda,
bekerjasama dengan LIPI. Hasil studi diharapkan
dapat menjadi stimulus bagi Pemda dan mitra
terkait agar bisa berkontribusi dalam pembangunan
fisik.

Saat ini mikrohidro tidak lagi menjadi prioritas
BPPT karena sudah dianggap sebagai teknologi yang
matang. BPPT tidak lagi memberikan dana, namun
bersedia memberikan saran atau tenaga ahli jika
dibutuhkan.   Arah    kebijakan   BPPT     adalah
memberdayakan daerah, antara lain dengan mencari
dana operasional untuk mendukung berbagai
kegiatan di daerah. Dengan cara ini, BPPT telah
membantu pembangunan sebuah PLTMH di Sulawesi
Selatan.

Pada tahun 2000an, melalui Pusat Teknologi Sumber
Daya Energi, BPPT telah memiliki perhatian pada
Clean Development Mechanism (CDM). BPPT
memfasilitasi berbagai pihak agar CDM dapat
                                                                  122




                  terlaksana. Dalam hal mikrohidro, BPPT pada
                  awalnya mencari informasi ke PT PLN (Persero)
                  mengenai potensi mikrohidro. Kemudian BPPT
                  melakukan studi potensi dan studi kelayakan
                  pembangunan PLTMH tersebut. Hasilnya kemudian
                  didiskusikan bersama dengan investor dan calon
                  pembeli CDM. Biaya studi biasanya ditanggung oleh
                  calon pembeli CDM.

                  Kendala dalam pelaksanaan CDM untuk mikrohidro
                  ini adalah marjin harga yang terlalu besar sehingga
                  kurang menguntungkan bagi pemiliki mikrohidro.
                  Salah     satu     solusinya    kemudian     adalah
                  menggabungkan beberapa pembangkit dalam wilayah
                  yang relatif dekat menjadi satu, namun perlu
                  dipikirkan kembali biaya untuk merangkainya.

Akses Pendanaan   BPPT tidak menyediakan dana untuk umum. Namun
                  jika ada pihak yang memerlukan bantuan saran,
                  tenaga ahli atau fasilitasi dapat menghubungi
                  langsung alamat di atas.
                                                                123




                                         20. CARE Indonesia
Tentang CARE   CARE    Indonesia merupakan bagian dari CARE
               International, sebuah kemitraan internasional yang
               terdiri dari organisasi di beberapa negara. Setiap
               anggota CARE International menggalang dana di
               negara masing-masing untuk mendukung program-
               program pembangunan dan kemanusiaan di cabang-
               cabang seperti CARE Indonesia. CARE Kanada
               merupakan lembaga utama yang bertanggung jawab
               dalam mengkoordinasi seluruh upaya-upaya yang
               dilakukan oleh CARE Indonesia.

               Misi CARE International adalah melayani individu
               dan keluarga pada kelompok masyarakat termiskin di
               dunia. CARE International memfasilitasi perubahan
               berkesinambungan dengan cara:
                Memperkuat kemampuan untuk mandiri
                Menyediakan peluang ekonomi
                Memberi bantuan kemanusiaan dalam keadaan
                 darurat
                Mempengaruhi pengambilan kebijakan pada semua
                 tingkat
                Menanggulangi segala macam bentuk diskriminasi
               Visi CARE International adalah mencari dunia yang
               penuh harapan, toleransi dan keadilan sosial, dimana
               kemiskinan teratasi dan masyarakat hidup dengan
               aman dan bermartabat.

               CARE Indonesia telah beroperasi di Republik
               Indonesia sejak tahun 1967. Mulai tahun 1997
               dimana terjadi krisis keuangan Asia dan berbagai
               bencana alam CARE Indonesia mengubah fokusnya
               menuju program untuk menghadapi kondisi darurat.
               Dalam menanggapi berbagai konflik dan bencana
               alam, CARE Indonesia mengembangkan beragam
               inisiatif yang    bertujuan   untuk   mengurangi
                                                                            124




                           penderitaan masyarakat sambil meletakkan landasan
                           kuat untuk pemulihan dan pengembangan di masa
                           yang akan datang.

Alamat / Contact Address                         CARE International Indonesia
                                          Gedung TIFA, Lantai 10, Suite 1005
                                         Jl. Kuningan Barat 26 Jakarta 12710
                                                                     Indonesia
                                                        Telp.: 021-529 22282
                                                         Fax : 021-529 22283
                                                     Email : info@careind.or.id
                                     Website : http://www.careindonesia.or.id/
                           Atau
                                               CARE International Secretariat
                                                        Chemin de Balexert 7-9
                                                     CH 1219 Chatelaine Geneva
                                                                    Switzerland
                                                        Telp.: +41-22-795-1020
                                                         Fax : +41-22-795-1029
                                            Email : info@care-international.org
                                   Website :http:// www.careinternational.org
Bidang Garapan / Program   Strategi CARE saat ini termasuk melaksanakan
                           berbagai program pembangunan jangka panjang
                           dalam sektor-sektor:
                            Pengurangan Risiko Bencana
                            Bantuan dalam Kondisi Darurat
                            Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya Alam
                            Kesehatan
                            Akuntabilitas Kemanusiaan
                            Mata Pencaharian
                            Air Bersih dan Sanitasi

                           Berikut adalah beberapa contoh proyek yang
                           dikerjakan oleh CARE Indonesia:
                            Green KDP - Proyek Pembangunan Kecamatan (PPK)
                             Hijau
                             Proyek Program Pembangunan Kecamatan (PPK)
                                                   125




    Hijau merupakan proyek berdurasi empat tahun
    yang didanai oleh Bank Dunia yang dikembangkan
    untuk mendukung program pemerintah dalam
    meningkatkan     kesadaran      dan    penjagaan
    masyarakat akan sumber daya alam setempat.
   PULIH - Penyediaan Akses terhadap Mata
    Pencaharian dan Pemulihan Kesehatan kepada
    Pengungsi
    Proyek PULIH bekerja di Timor Barat dan
    Sulawesi Tengah untuk merehabilitasi akses
    terhadap kebutuhan dasar manusia seperti air
    bersih, layanan kesehatan dan tempat tinggal,
    akses ke pasar untuk penjualan hasil bumi, serta
    perhatian terus menerus dari para pembuat
    kebijakan akan kebutuhan masyarakat pengungsi.
   SAN - Pertanian dan Gizi yang Berkelanjutan
    Melalui proyek Pertanian dan Gizi yang
    Berkelanjutan,      CARE       bekerja      untuk
    mempromosikan praktek pertanian berkelanjutan
    melalui penggunaan teknik pertanian rehabilitatif,
    meningkatkan gizi melalui pendidikan kesehatan,
    serta mengurangi kekurangan gizi melalui
    pemberian makanan tambahan.
   SENSE - Dukungan bagi Pemberdayaan Pengungsi
    yang tidak terintegrasi untuk memperbaiki
    Pemukiman dan Ekonomi
    Tujuan utama proyek ini adalah bahwa dalam dua
    propinsi Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan
    Tengah, 6.000 keluarga pengungsi serta tuan
    rumah mendapatkan akses yang lebih adil dan
    mencukupi akan tanah, pemukiman, fasilitas
    masyarakat, aset dan keterampilan mata pencarian
    serta pengambilan keputusan masyarakat untuk
    membentuk dasar pemukiman dan mata pencarian
    yang berkelanjutan.
   Simeulue Island Programme - Program Hunian
    yang Layak, Jaminan Mata Pencaharian dan
                                                                   126




                    Pengurangan Risiko Bencana di Simuelue
                    Dengan menggunakan pendekatan holistik, CARE
                    saat ini sedang bekerja dengan masyarakat korban
                    tsunami     untuk   membangun      komunitas    di
                    Simeulue—termasuk sistem perawatan kesehatan,
                    pekerjaan, sumber air yang aman, jalan-jalan dan
                    jembatan-jembatan, mata pencaharian, dan rasa
                    aman dan kebersamaan.
                   SLUICES       -   Pemanfaatan    Lahan    Gambut
                    Berkelanjutan     melalui   Sistem    Pengelolaan
                    Lingkungan berbasis Masyarakat Inovatif
                    Proyek SLUICES merupakan proyek berdurasi
                    tiga tahun yang didanai oleh Komisi Eropa. Proyek
                    ini secara umum bertujuan untuk memperbaiki peri
                    kehidupan masyarakat marjinal dan menekan
                    tingkat degradasi atau kerusakan lingkungan dan
                    emisi CO2 yang diakibatkan oleh kebakaran hutan
                    yang kerap terjadi di Kalimantan Tengah.
                   SWASH - Proyek Air Bersih dan Sanitasi di
                    Sulawesi
                    Tujuan dari Proyek Air Bersih dan Sanitasi di
                    Sulawesi (SWASH) ini adalah untuk membangun
                    dan merawat fasilitas air bersih dan sanitasi yang
                    dikelola oleh masyarakat, mengadopsi pola
                    kebersihan yang aman, serta mempengaruhi
                    kebijakan pemerintah setempat dan penyediaan
                    pelayanan air bersih.

Akses Pendanaan   Di seluruh program yang dijalankan, CARE Indonesia
                  berkoordinasi dengan lembaga-lembaga bantuan
                  internasional dan nasional lainnya, pemerintah
                  daerah, pemerintah Indonesia, serta berbagai
                  organisasi kemasyarakatan.

                  Kemitraan dengan pemerintah propinsi dan
                  kabupaten serta masyarakat
                  Pada tingkat propinsi, CARE memiliki kesepakatan
                                                127




teknis    yang   merupakan    bagian    dari   Nota
Kesepakatan (Memorandum of Understanding).
Kesepakatan teknis ini menjelaskan rincian mengenai
kerjasama antara proyek-proyek CARE Indonesia
dan     berbagai  departemen      dari   Pemerintah
Indonesia. Kesepakatan ini diperbarahui setahun
sekali.    Berbagai    perjanjian     teknis   juga
ditandatangani dengan berbagai lembaga di tingkat
propinsi.   CARE    berkoordinasi     erat   dengan
pemerintah daerah, dewan desa dan Pemerintah
Indonesia untuk memastikan agar program kerjanya
sesuai dengan kondisi setempat, menggunakan solusi
dan sumber daya setempat, dan melengkapi
kebijakan dan strategi pemerintah Indonesia.

CARE dan lembaga-lembaga donor multilateral
Lembaga-lembaga pembangunan dan kemanusiaan di
bawah PBB adalah mitra-mitra utama CARE
Indonesia. CARE berkoordinasi dengan berbagai
lembaga donor pemerintah dari seluruh penjuru
dunia.

CARE dan organisasi non-pemerintah lainnya
(LSM)
Dalam seluruh program kerjanya, CARE Indonesia
bekerja erat dengan berbagai lembaga bantuan
lainnya untuk saling berbagi sumber daya dan
pengalaman, serta untuk mengkoordinasikan kerja
dan untuk memastikan bahwa CARE Indonesia
menjangkau sebanyak mungkin orang. CARE
Indonesia sering bermitra dengan lembaga-lembaga
yang bertujuan sama.
Pihak yang berminat dan memiliki kesamaan visi dan
misi dengan CARE Indonesia dapat langsung
menghubungi alamat di atas.
                                                                           128




                           21. Canadian Cooperative Association
                                                          (CCA)
Tentang CCA
                           Canadian Cooperative Association (CCA) adalah
                           suatu lembaga nir laba koperasi yang didirikan pada
                           tahun 1987 di Kanada dengan misi untuk
                           mempromosikan koperasi sebagai perusahaan yang
                           demokratis dan berorientasi pada rakyat. Lembaga
                           ini dimiliki oleh anggota-anggotanya yang berasal
                           dari     berbagai    sektor     seperti     lembaga
                           pendanaan/bank, asuransi, makanan, pertanian,
                           grosir dan toko eceran, properti/perumahan,
                           kesehatan, dan sektor jasa. Kegiatan CCA adalah
                           memberikan kepemimpinan untuk mempromosikan,
                           mengembangkan dan menyatukan koperasi-koperasi
                           serta perkumpulan perkreditan (credit unions)
                           untuk manfaat bagi orang-orang Kanada dan dunia.

Alamat / Contact Address   Indonesia:
                                                 Jl. Petogogan I/16 A, Blok A
                                                             JAKARTA 12140
                                                         Telp. (021) 726 8564
                                                         Fax. (021) 726 8565
                                                 E-mail : ccajak@ccajak.or.id
                                           Website: http://www.coopcca.com
                           Pusat Kanada:
                                                            Cooperative House
                                                  275 Bank Street, Suite 400
                                                    Ottawa, Ontario, K2P 2L6,
                                                                      CANADA
                                                          Telp: (613) 238 6711
                                                          Fax: (613) 567 0658
                                               Email: info@CoopsCanada.coop
                                           Website : http://www.coopcca.com
Bidang Garapan / Program
                           Misi    CCA    adalah   untuk    mempromosikan
                           pembangunan dan pertumbuhan sector koperasi bagi
                           perbaikan ekonomi dan social bagi masyarakat di
                                               129




Kanada dan Internasional. Di internasional, CCA
menggunakan model koperasi untuk mengembangkan
solusi yang berbasis masyarakat dan berkelanjutan
terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kemiskinan
dan ketidak berdayaan.

CCA memberikan dukungan financial dan teknis ke
koperasi-koperasi serta lembaga-lembaga terkait di
negara-negara berkembang sebagai suatu alat untuk
mengurangi kemiskinan dengan melalui promosi
organisasi yang dimiliki dan dikontrol oleh para
anggota organisasi tersebut. Dalam menjalankan
kegiatannya ini, lembaga ini didanai oleh para
penyandang dana dari Kanada yang

disalurkan melalui Yayasan Pengembangan Koperasi
Kanada (Co-operative Development Foundation of
Canada)     serta    partisipan  dari   Lembaga
Pembangunan Internasional Kanada (Canadian
International Development Agency) dan donor-
donor lainnya

CCA membantu meningkatkan pendidikan dalam hal
teknik     pengelolaan koperasi dan misi-misi
pertukaran. Selain itu, CCA juga memberi masukan
kepada mitra kerjanya tentang pentingnya
kesempatan bagi perempuan, kesempatan untuk
kaum muda, gerakan pemberantasan buta huruf,
AIDS dan dampak lingkungan terhadap kehidupan.

Aktivitas CCA sendiri adalah menyelenggarakan
pendidikan, mengadakan riset, mewakili sektor
koperasi di lembaga pemerintah dan sektor publik.
mempromosikan perkembangan koperasi Kanada ke
luar negeri dan sebagainya.
CCA membantu para anggotanya dan sector
koperasi melalui pelayanan di tiga bidang:
pembangunan, kebijakan public dan kegiatan
                                                                 130




                   kepemerintahan, serta layanan umum.
                   Di Indonesia, CCA mempunyai program yang
                   berfokus pada penguatan kemampuan organisasi
                   koperasi sekunder dalam rangka meningkatkan
                   koperasi primer di lima sektor strategis. Kelima
                   mitra tersebut adalah: Dewan
                   Koperasi Indonesia (Dekopin), Gabungan Koperasi
                   Susu Indonesia (GKSI), Koperasi Asuransi
                   Indonesia (KAI), Badan Koordinasi Koperasi Kredit
                   Indonesia    (BK3I)     dan   Forum    Kerjasama
                   Pengembangan Koperasi (Formasi)
Akses Pendanaan   Pada tahun 2008 CCA hanya aktif di Aceh.
                  Pembiayaan dilakukan berdasarkan sistem kontrak
                  setiap proyek. Sebelum meluncurkan pembiayaan,
                  CCA menggandeng mitra lokal dan bersama-sama
                  mencari sumber-sumber pembiayaan yang tersedia.
                  Saat ini belum ada dana khusus yang disediakan
                  untuk Indonesia, namun CCA tetap menerima ide-ide
                  untuk berkolaborasi dimana CCA dan mitra lokal
                  mencari dana tambahan secara bersama-sama.

                  Agar dapat bekerjasama dengan CCA, lembaga atau
                  koperasi yang berminat disyaratkan untuk menjadi
                  anggota dari kelima mitra di atas. Lembaga atau
                  koperasi tidak dapat mengajukan bantuan langsung
                  ke CCA.
                                                                131




              22. Chistian Children’s Fund – Indonesia
                                                 (CCF)
Tentang CCF      Christian Children's Fund (CCF) adalah suatu
                 organisasi nir laba yang bergerak dibidang sosial dan
                 kemanusiaan.     CCF berkantor pusat di Richmond,
                 Virginia, Amerika Serikat. CCF mempunyai wilayah
                 kerja internasional, termasuk Indonesia. CCF bekerja
                 untuk kesejahteraan anak-anak (umur 0-18 tahun) di
                 seluruh    dunia    dalam    konteks    keluarga    dan
                 masyarakatnya. CCF didirikan pada tahun 1938, dengan
                 nama China Children's Fund dan bertujuan membantu
                 anak-anak korban perang Cina-Jepang. Nama tersebut
                 kemudian diganti menjadi Christian Children's Fund,
                 namun tidak berarti hanya mambantu anak-anak
                 Kristen, melainkan atas dasar cinta kasih sejati
                 membantu anak-anak yang membutuhkan pertolongan ,
                 tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku,
                 ras, bangsa ataupun politik. Predikat ―Kristen‖ semata-
                 mata hanya historis saja, yang berarti 'kasih' atau
                 melayani dengan penuh kasih, dan CCF tidak
                 dikemudikan oleh gereja, tetapi sebagai lembaga
                 otonom (independen).
                 CCF membantu anak-anak Indonesia sejak tahun 1958.
                 Pada tahun 1973, CCF secara resmi terdaftar di
                 Indonesia dan membuka kantor perwakilannya di
                 Jakarta. Saat ini (awal 2007), CCF-Indonesia telah
                 membantu sebanyak 439.000 anak-anak Indonesia dan
                 keluarganya yang tersebar di seluruh Indonesia.
                 Kehadiran CCF di Indonesia diawali dengan
                 ditandatanganinya Persetujuan Kerjasama antara
                 Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Departemen
                 Sosial dengan CCF pada tanggal 29 Januari 1973.
                 Tujuan CCF di Indonesia ialah membantu anak-anak
                 dan keluarga miskin, untuk bersama dengan
                 Pemerintah dan masyarakat berusaha meningkatkan
                 taraf hidup sehingga dapat mandiri dan menjadi warga
                                                                         132




                           negara yang berguna.
Alamat / Contact Address                                           CCF-Indonesia
                                                   Jl. Cempaka Putih Tengah I/5,
                                                                JAKARTA 10510
                                                                    P.O. Box 1364
                                                                   Jakarta 10013
                                                          Telp. : (021) 424 7292
                                                        Fax. : (021) 428 77840
                                         E-mail : ccfina@pacific.net.id, Website:
                                          http://www.christianchildrensfund.org
                                                                       CCF Pusat:
                                            2821 Emerywood Parkway, Richmond,
                                                                       VA 23294,
                                                                           U.S.A.
                                                         Telp. : (804) 756 2700
                                                         Fax. : (804) 756 2718

Bidang Garapan / Program   Organisasi ini mempunyai mandate untuk melakukan
                           lobi ke pemerintah-pemerintah dan lembaga PBB,
                           menyelenggarakan pelatihan atau pendidikan tentang
                           hak-hak anak, bekerja langsung dengan anak-anak,
                           bermitra dengan lembaga-lembaga lain.

                           Program-program CCF-Indonesia mencakup:


                           (a) Bidang kesehatan, gizi, sanitasi, usaha mikro,
                           pendidikan dan program pengembangan anak usia dini,
                           dengan cakupan program sebagai berikut:

                              • Early Childhood Development – Pembangunan
                              anak-anak usia dini.
                              • Nutrition improvement for children under 5 –
                              Peningkatan gizi anak-anak balita.
                              • Micro-enterprise/income generation – usaha
                              kecil/perolehan pendapatan.
                              • Community empowerment – pemberdayaan
                              masyarakat.
                                               133




   • Capacity building – Pembangunan
   kapasitas/kemampuan/ketrampilan.
   • Water source development – pembangunan
   sumberdaya air.

   • Development of community infrastructure –
   Pembangunan infrastruktur masyarakat.

(b) Bidang yang berkaitan dengan mengkonter
kemiskinan dan ketertinggalan dengan program
pendidikan non-formal tambahan dan peningkatan
kurikulum pendidikan diwalayah yang bersangkutan.


( c) Bidang pendidikan anak di sekolah khususnya yang
berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan
kebutuhan pembangunan intelektual, mental, emosi,
fisik, dan social.

Dalam menjalankan program-programnya, CF membagi
dalam lima jenis proyek yang berbeda sebagai berikut:

(a) Proyek masyarakat, yaitu pemberian bantuan yang
    sepenuhnya dikelola oleh lembaga atau kelompok
    masyarakat setempat. Pola diterapkan di wilayah
    masyarakat miskin

(b) Proyek pelayanan sosial, yaitu kegiatan yang
    memberikan berbagai pelayanan yang mendorong
    munculnya prakarsa dan kreativitas masyarakat.

(c) Proyek pengembangan anak, yaitu pemberian
    pelayanan terpadu untuk mengembangkan fisik,
    mental dan sosial anak-anak terlantar atau
    terbelakang secara mental

(d) Proyek sekolah, yakni pemberian layanan untuk
    perbaikan kualitas pendidikan yang telah ada.

(e) Proyek panti, yakni pemberian pelayanan kepada
                                                                 134




                    anak-anak terlantar yang tinggal di panti asuhan
                    atau asrama.

Akses Pendanaan
                  Lembaga atau organisasi yang berminat dapat
                  mengajukan permohonan kerjasama, namun terlebih
                  dahulu harus menghubungi CCF untuk mengetahui
                  kemungkinannya.
                                                                          135




               23. Canadian International Development Agency
                                                       (CIDA)
Tentang CIDA               CIDA adalah suatu lembaga / agen Kanada untuk
                           asistensi pembangunan. CIDA memiliki mandat untuk
                           mendukung     pembangunan    di     negara-negara
                           berkembang dalam rangka mengurangi kemiskinan
                           dan berkontribusi pada dunia yang lebih aman,
                           seimbang dan makmur.

                           Program kerjasama CIDA yang utama dengan para
                           mitra Indonesia mencakup pembangunan yang sedang
                           berjalan dan rekonstruksi gawat darurat, seperti
                           dituangkan dalam CIDA Country Development
                           Programming Framework for 2005–2009. Tujuan
                           CIDA adalah:
                            Mendukung upaya Indonesia untuk mengurangi
                              kerentanan pada kemiskinan, dengan fokus area
                              pada peningkatan pemerintahan di tingkat lokal,
                              pertumbuhan sektor usaha kecil menengah, dan
                              keseimbangan akses pada, dan keseimbangan
                              penggunaan dari sumber daya alam.
                            Menyediakan pendampingan rekonstruksi yang
                              berarti yang dikoordinasikan, diminta dan
                              diharmonisasikan dengan fokus pada area
                              pemerintahan serta rehabilitasi ekonomi dan
                              lingkungan hidup.
                           Isu jender akan memainkan bagian kunci dalam
                           kegiatan-kegiatan pembangunan di area-area fokus
                           tersebut.

Alamat / Contact Address                               CIDA Jakarta Office
                                                World Trade Center 6th Floor
                                                 Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-3
                                                 atau PO Box 8324 / JKS.MP
                                                               Jakarta 12920
                                                                    Indonesia
                                                                            136




                                                          Telp.:021-255 07870
                                                          Fax : 021-255 07813
                                    Email: stephen.weaver@dfait-maeci.gc.ca ,
                                                           info@acdi-cida.gc.ca
                                          Website: http:// www.acdi-cida.gc.ca
Bidang Garapan / Program   Bersama dengan mitranya, CIDA mendukung
                           program dan proyek di negara berkembang dalam
                           area kesehatan, pendidikan, pengembangan sektor
                           swasta,    kesinambungan       lingkungan     hidup,
                           keseimbangan antara perempuan dan laki-laki, serta
                           pemerintahan.
                           CIDA sudah membantu Indonesia sejak tahun 1991
                           dalam memberikan pendampingan pembangunan.
                           Program      multilateral   CIDA       menyediakan
                           pendampingan       melalui    sebuah      kombinasi
                           pemrograman, termasuk penyediaan dana utama
                           untuk organisasi multilateral. Program bilateral
                           CIDA akan mengikuti dua arus utama, yaitu
                           pendampingan pembangunan untuk Sulawesi dan
                           rekonstruksi untuk Aceh.

                           Program di Sulawesi fokus pada area:
                            Peningkatan pemerintahan lokal, menekankan pada
                             dukungan untuk desentralisasi. Inisiatif dilakukan
                             dengan institusi pemerintah di tingkat nasional
                             dan lokal dan akan berfokus pada manajemen
                             fiskal, proses konsultasi, dan ketentuan layanan
                             sosial.
                            Pertumbuhan sektoor usaha kecil, dengan
                             pertimbangan bahwa usaha kecil menengah
                             memiliki potensi yang besar untuk penciptaaan
                             lapangan     kerja,    kebijakan      pemerintah,
                             dikombinasikan dengan reformasi struktural,
                             bertujuan untuk mengenalkan usaha kecil
                             menengah yang lebih efisien dan produktif. Selain
                             itu ada juga kesempatan untuk menghilangkan
                             hambatan-hambatan jender pada pengusaha.
                                                                 137




                    Akhirnya, desentralisasi menyediakan kesempatan
                    bagi pemerintah kabupaten untuk menyediakan
                    kebijakan usaha kecil menengah yang ramah.
                   Penggunaan     sumber      daya     alam   yang
                    berkesinambungan, berfokus pada pencapaian
                    kesadaran dan peningkatan kapasitas untuk para
                    penyangga kepentingan di tingkat lokal.

                  Program di Aceh fokus pada area:
                   Meningkatkan     pemerintahan      lokal dengan
                    program-program yang hampir sama dengan di
                    Sulawesi namun penekanan pada penempatan
                    kembali, pelatihan dan penguatan kapasitas mitra
                    lokal dan nasional untuk memberikan layanan
                    publik yang pro masyarakat miskin.
                   Memulihkan lingkungan hidup, dengan target pada
                    pendampingan usaha dan pemulihan sumber daya
                    alam.

                  Isu jender merupakan bagian integral dalam kedua
                  program tersebut. Dukungan akan disediakan bagi
                  organisasi masyarakat sipil yang fokus pada
                  peningkatan     partisipasi   perempuan     dalam
                  pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan,
                  implementasi program dan proyek, serta proses
                  pemilihan. Peningkatan kapasitas diberikan kepada
                  pemerintah untuk memastikan bahwa program-
                  program sosial direncanakan dan diimplementasikan
                  untuk mengangkat kebutuhan perempuan.

Akses Pendanaan   CIDA bekerja dengan cara:
                   Sedikit proyek, lebih banyak program: CIDA
                    mendukung proyek yang berdiri sendiri dan
                    meningkatkan dukungannya ke seluruh program
                    pendampingan.
                   Bantuan    yang    tidak   mengikat:  untuk
                    memungkinkan CIDA meningkatkan keefektifan
                                                 138




  pembangunannya dan untuk lebih banyak
  berpartisipasi dalam inisiatif berbasis program,
  akan lebih banyak proyek-proyek bilateral yang
  tidak diikat.
 CIDA menggunakan lelang internasional yang
  kompetitif hanya dalam keadaan yang dicakup
  dalam Recommendation on Untying Official
  Development Assistance to the Least Developed
  Countries.

CIDA menyediakan pembiayaan bagi program dan
proyek pembangunan internasional melalui kontribusi
pada institusi Kanada dan internasional dalam
berbagai bentuk. CIDA bekerja dengan berbagai
organisasi, perusahaan, atau individu dengan
keahlian dan pengalaman yang diminta untuk
menyediakan proyek-proyek yang dikelola oleh CIDA
atau mitranya, atau untuk menerima pembiayaan
bagi proyek mereka sendiri. Mitra kerja CIDA
berbasis di Kanada, negara-negara berkembang dan
lokasi internasional lainnya, mencakup:
 Organisasi sektor swasta seperti perusahaan,
   bank dan organisais industri
 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
 Institusi seperti perserikatan, koperasi, asosiasi
   profesional dan universitas
 Badan pemerintah di segala tingkat
 Konsultan individu


Layanan dan barang yang diperlukan, baik untuk
bekerja langsung dengan CIDA ataupun dengan
mitra CIDA adalah:

 Layanan: technical assistance dan pelatihan dalam
  berbagai sektor; desain proyek, perencanaan,
  manajemen, pengawasan, audit dan evaluasi;
                                                 139




  pengembangan sumber daya manusia; teknologi
  informasi; penelitian dan analisa; dna komunikasi.
 Barang-barang: perlengkapan yang berkaitan
  dengan proyek seperti komputer, bahan-bahan
  material, barang-barang bantuan gawat darurat,
  kendaraan bermotor dan makanan tambahan.
Proyek pembangunan bisa mendapatkan pembiayaan
dari CIDA dengan cara:
 Sektor swasta dapat melakukan joint ventures
  dan berbagai bentuk kemitraan usaha.
 Lembaga nirlaba dapat melakukan co-financing
  untuk kegiatan-kegiatan pembangunan dengan
  rekanan CIDA di negara-negara berkembang.

CIDA     melayani     permintaan    proposal   atau
pendaftaran dukungan proyek-proyek secara online.
Untuk itu pemohon diharap membuka website CIDA.
Sebagai referensi, dalam website CIDA juga
tersedia informasi mengenai proyek-proyek yang
telah dibiayai oleh CIDA. Pihak yang berminat dapat
langsung membuka website atau menghubungi alamat
di atas.
                                                                             140




                           24. Canadian University Service Overseas
                                                             (CUSO)


Tentang CUSO                 Canadian University Service Overseas (CUSO) adalah
                             lembaga pembangunan internasional yang berbasis di
                             Canada yang didirikan untuk mewujudkan keadilan
                             social di seluruh dunia. CUSO berawal dari lembaga
                             kecil yang terdiri dari beberapa orang lulusan
                             universitas yang menjadi sukarelawan di negara-
                             negara berkembang. Pada tahun 1981, lembaga ini
                             melepaskan keterkaitannya dengan universitas dan
                             berganti nama dengan nama ―CUSO‖ saja tanpa ada
                             kepanjangannya. Salah satu elemen kunci program
                             CUSO adalah para relawan atau mitra yang bekerja
                             sebagai agen di luar negeri dalam bidang seperti
                             disebutkan di atas.
                             Secara khusus, CUSO bertujuan untuk:
                            (a) Memberikan kesempatan kepada warga Kanada
                                untuk merobah dunia melalui kesukarelawanan.
                            (b) Menghubungkan individu dan organisasi-organisasi
                                di seluruh dunia sehingga mereka dapat menangani
                                dengan cara yang lebih baik terhadap masalah
                                kesejahteraan social secara bersama-sama.
                            (c) Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat
                                terhadap isu global dan mendorong masyarakat
                                untuk bertindak.

                            Sumber dana CUSO berasal dari CIDA, the
                            Department of Foreign Affairs and International
                            Trade (DFAIT), the Canada Fund, the Ministère des
                            Relations international du gouvernment de Québec,
                            MCIC, SCIC dan lembaga pendanaan masyarakat
                            ataupun swasta lainnya.
Alamat / Contact Address                                         CUSO Indonesia
                                                      Jl. Danau Tamblingan F1/31
                                                             Pejompongan, Benhil
                                                                            141




                                                     Jakarta, Indonesia 10210
                                                            tel: 62 21 573 3604
                                                            fax: 62 21 571 0196
                                                  E-mail : cusoindo@indo.net.id
                                                 Website: http://www.cuso.org

                                                                   Alamat pos:
                              Jl. Tebet Utara IIIF No. 18, Jakarta Selatan, DKI
                                                                 Jakarta 12810,
                                                                  INDONESIA

                           CUSO Regional Asia Pacific:
                                                                  Alamat pos:
                              Jalan Mayang No. A42/14, Baciro Baru, Yogyakarta
                                                              55225 Indonesia
                                        Tel: 011-62-274-547-207 (speed #01)

                                                     Fax: 011-62-274-511-159
                                                                         Email:
                                                            cusoap@indo.net.id
                                                                  Kantor Pusat
                              Suite 400, 2255 Carling Avenue, Ottawa, ON, K2B
                                                                          1A6,
                                                                      CANADA
Bidang Garapan / Program   CUSO berkontribusi ke pembangunan masyarakat
                           yang berkelanjutan di seluruh dunia dengan memberi
                           bantuan dalam hal penurunan kemiskinan, promosi
                           pemerintahan yang demikrasi, dan hak azasi manusia,
                           serta dengan membantu praktek-praktek pengelolaam
                           sumber daya alam yang berdasarkan atas prinsip
                           kesinambungan dan kesetaraan. CUSO bekerja sama
                           dengan kelompok-kelompok dan individu-individu yang
                           mempunyai kesamaan tujuan untuk secara bersama-
                           sama    mencari     alternatif   pemecahan     bagi
                           ketidakadilan di bidang sosial, ekonomi dan politik
                           yang membatasi kebebasan manusia. Bidang lain yang
                           menjadi perhatian adalah bidang kebudayaan,
                                                                   142




                  kemasyarakatan, serta lingkungan hidup. CUSO
                  menjalankan misinya dengan cara membangun
                  kemitraan, promosi pertukaran informasi, dan berbagi
                  sumberdaya material dan kemanusiaan, serta
                  mempromosikan         kebijakan-kebijakan      untuk
                  pembangunan global yang berkelanjutan dengan para
                  mitra di belahan bumi selatan.CUSO menyediakan
                  tenaga-tenaga pendamping dan fasilitator untuk
                  berbagai bidang kegiatan, yang didatangkan dari
                  Kanada. Mereka bekerja bersama lembaga-lembaga
                  lokal di bidang hak-hak perempuan, pengembangan
                  usaha kecil, perburuhan, pertanian, koperasi,
                  lingkungan hidup, kesehatan dan pendidik

Akses Pendanaan   Lembaga yang ingin bekerjasama dengan CUSO dapat
                  terlebih dahulu menghubungi alamat di atas.
                                                                 143




                                  25. Church World Service
                                                    (CWS)
Tentang CWS
              CWS-Indonesia adalah lembaga nirlaba dengan kantor
              pusat di Amerika.     CWS memulai kegiatannya di
              Indonesia semenjak tahun 1964. Tujuan dari organisasi
              ini adalah membantu kebutuhan masyarakat yang
              terkena musibah. Saat ini, pendanaan kegiatan CWS ini
              berasal dari USAID, USDA, Action by Church
              Together (ACT), Lembaga PBB yang menangani
              pengungsi (UNHCR), Departemen Bantuan Kemanusiaan
              Uni Eropa (ECHO).

              Bersama-sama dengan Departemen Kesehatan RI dan
              Badan Kesejahteraan Sosial Nasional (BKSN), dan
              institusi-insitusi lainnya di daerah, CWS menjalankan
              berbagai program khususnya yang terkait dengan
              penguatan      demokrasi,     pembangunan  partisipasi
              masyarakat dan penguatan masyarakat madani di
              Indonesia.      Dalam menjalankan programnya, CWS
              bekerjasama dengan NGO lokal dengan pertimbangan
              bahwa melalui kerjasama dengan NGO lokal ini, CWS
              bisa menjangkau masyarakat yang termiskin dengan
              program yang efisient dan cukup. Dengan cara ini pula,
              CWS dapat mempererat hubungan berbagai berbagai
              suku dan agama.

              CWS Indonesia mempunyai misi dan visi untuk
              memperjuangkan      keadilan    dan     pembangunan
              berkesinambungan     di   Indonesia   dengan    cara
              meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin melalui
              penguatan    lembaga-lembaga     masyarakat    serta
              peningkatan kehidupan masyarakat dengan memakai
              strategi penguatan masyarakat.
              Dalam kurun waktu lima tahun mendatang, CWS
              Indonesia mempunyai target pemenuhan empat tujuan
              utamanya yaitu pembangunan social ekonomi, tanggap
                                                                               144




                           darurat musibah, membangun kemitraan yang kuat, dan
                           penguatan demokrasi di masyarakat. Dengan keempat
                           target utama ini maka visi organisasi dapat diwujudkan.
                           Adapun visi organisasi CWS adalah pembangunan
                           Indonesia yang adil dan berkelanjutan.

Alamat / Contact Address
                                                                  CWS Indonesia
                                                              Jl. Kemang Selatan
                                                                       II/No. 4-A
                                                                          Kemang
                                                                    Jakarta 12730
                                                            Tel.: +62-21-7197929
                                                           Fax: +62-21-71793387
                                                                           E-mail:
                                                          info@cwsindonesia.or.id
Bidang Garapan / Program
                           Fokus program CWS adalah penanganan kemiskinan di
                           perkotaan.   Program-program CWS saat ini dapat
                           dikelompokkan sebagai berikut:
                            Program pangan untuk kerja (Foods for Work-FFW)
                              yang intinya berupa penyediaan lapangan kerja dan
                              pencarian pendapatan bagi masyarakat miskin.
                            Bantuan pangan (beras dan lain-lainnya) ke
                              masyarakat miskin.
                            Peningkatan fasilitas sanitasi lingkungan.
                            Pemberian makanan kesehatan / tambahan untuk
                              anak-anak dan orang tua.
                            Resolusi dan reskonsiliasi konflik dengan cara
                              membangun dialog dan kerjasama dengan berbagai
                              kelompok/organisasi kemasyrakatan.
Akses Pendanaan            Dalam menjalankan misinya, CWS menjalankan
                           programnya dengan cara bekerjasama dengan lembaga-
                           lembaga lain. Bagi lembaga yang berminat bekerjasama
                           dapat menghubungi CWS a ke alamat di atas.
                                                                           145




                             26. Dompet Dhuafa Republika (DD)
Tentang DD
                           Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik
                           masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat
                           harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana
                           ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana
                           lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok,
                           perusahaan/lembaga). Kelahirannya berawal dari
                           empati kolektif komunitas jurnalis yang banyak
                           berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus
                           kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen
                           galang kebersamaan dengan siapapun yang peduli
                           kepada nasif dhuafa. Sejak kelahiran Harian Umum
                           REPUBLIKA       awal     1993,      wartawannya    aktif
                           mengumpulkan zakat 2,5% dari penghasilan. Dana
                           tersebut disalurkan langsung kepada dhuafa yang
                           kerap dijumpai dalam tugas. Dengan manajemen dana
                           yang dilakukan pada waktu sia-sia, tentu saja
                           penghimpunan maupun pendayagunaan dana tidak dapat
                           maksimal.

                           Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, DD
                           tercatat di Departemen Sosial RI sebagai organisasi
                           yang berbentuk Yayasan. Pembentukan yayasan
                           dilakukan di hadapan Notaris H. Abu Yusuf, SH tanggal
                           14 September 1994, diumumkan dalam Berita Negara
                           RI No. 163/A.YAY.HKM/1996/PNJAKSEL.

                           Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 38 Tahun 1999
                           tentang Pengelolaan zakat, DD merupakan institusi
                           pengelola zakat yang dibentuk oleh masyarakat.
                           Tanggal 8 Oktober 2001, Menteri Agama Republik
                           Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 439
                           Tahun 2001 tentang PENGUKUHAN DOMPET
                           DHUAFA REPUBLIKA sebagai Lembaga Amil Zakat
                           tingkat nasional.
Alamat / Contact Address
                                                       Dompet Dhuafa Republika
                                                                            146




                           Komplek Perkantoran Ciputat Indah Permai, Blok C 28-
                                      29 Jl. Ir. H. Djuanda No 50 Ciputat 15419
                              Telp. (021) 7416050 (hunting) fax. (021) 7416070

                                                  Email: mail@dompetdhuafa.or.id

                                        Webpage: http://www.dompetdhuafa.org/

Bidang Garapan / Program
                           DD       mempunyai       visi   untuk     bertekad
                           menumbuhkembangkan         jiwa  dan    kemandirian
                           masyarakat yang bertumpu pada sumber daya lokal
                           melalui sistem yang berkeadilan. Misi yang diemban
                           DD adalah: (a) Membangun diri menjadi lembaga yang
                           berfungsi sebagai lokomotif gerakan pemberdayaan
                           masyarakat. (b) Menumbuhkembangkan jaringan
                           lembaga       pemberdayaan      masyarakat.     (c)
                           Menumbuhkembangkan dan mendayagunakan aset
                           masyarakat yang berbasis kekuatan sendiri, dan (d)
                           Mengadvokasi paradigma ekonomi berkeadilan. Atas
                           dasar visi dan misi ini, maka DD mempunyai tujuan
                           sebagai berikut:

                              Meningkatnya efektivitas kinerja lembaga.

                              Meningkatnya otonomi jaringan lembaga melalui
                               devolusi (desentralisasi dan pelimpahan wewenang).

                              Meluasnya pemahaman, penerimaan dan pelaksanaan
                               ekonomi berkeadilan.

                              Meningkatnya pendayagunaan aset         masyarakat
                               melalui pengelolaan ziswaf dan derma.

                              Tercapainya kemandirian komunitas sasaran.

                           DD merupakan institusi pengelola zakat yang dibentuk
                           oleh masyarakat. Oleh sebab itu, cakupan program DD
                           adalah menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh yang
                           diamanahkan oleh masyarakat untuk diteruskan ke
                                                              147




                  masyarakat yang berhak menerimanya.
Akses Pendanaan
                  Informasi    persyaratan untuik berkolaborasi atau
                  bekerjasama serta        bagaimana syarat-syarat
                  memperoleh pendanaan dari DD        dapat diperoleh
                  secara detail dengan menghubungi alamat tersebut di
                  atas.
                                                                          148




                  27. Department for International Development
                                                          (DFID)
Tentang DFID               Department for International Development (DFID)
                           adalah sebuah institusi dalam pemerintahan Kerajaan
                           Inggeris yang mengurusi bantuan pemerintah Inggris
                           untuk negara-negara miskin dalam memerangi
                           kemiskinan. DFID berkantor pusat di London dan East
                           Kilbride dan dikepalai oleh seorang menteri senior
                           dalam kabinet. Dengan cara ini, pemerintah Inggris
                           menunjukkan     kesungguhannya   dalam   memerangi
                           kemiskinan di dunia.
                           DFID mendukung program-program jangka panjang
                           untuk menangani penyebab utama kemiskinan. DFID
                           juga memberikan perhatian terhadap hal gawat
                           darurat baik yang disebabkan oleh ulah manusia atau
                           karena alam.

Alamat / Contact Address                                   Seksi Pengembangan
                                                       Kedutaan Besar Inggeris
                                                           Jl. M.H. Thamrin 75
                                                                 Jakarta 10310
                                                         Telp : (021)-315 6264
                                                         Fax : (021)-314 1824
                                                            http://www.dfid.gov.uk/

Bidang Garapan / Program   DFID bekerja untuk mewujudkan              8    Tujuan
                           Pembangunan Milenium (MDGs) yaitu:
                           1. Memberantas kemiskinan dan kelaparan.

                           2. Mewujudkan pendidikan dasar untuk semua.

                           3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan
                              perempuan.

                           4. Menurunkan angka kematian anak.

                           5. Meningkatkan kesehatan ibu.
                                                    149




6. Memerangi penyebaran HIV/AIDS, malaria dan
   penyakit menular lainnya.

7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup.

8. Membangun kemitraan global dalam pembangunan.

Dalam menjalankan programnya, DFID bekerjasama
dengan pemerintah, masyarakat sipil, sector swasta
dan lain-lainnya. DFID juga bekejasama dengan
lembaga multilateral seperti Bank Dunia, lembaga-
lembaga dibawah PBB, dan Komisi Eropa.

Bantuan pemerintah Inggeris untuk Indonesia sudah
diselenggarakan sejak lama, untuk bidang-bidang
sebagaimana tersebut di atas. DFID juga memberikan
bantuan kepada LSM atau organisasi-organisasi lain
yang ingin melakukan kerjasama mengadakan kegiatan
dalam berbagai bidang, melalui The British-Indonesian
Small Grants Schme (SGS).         DFID tidak dapat
memberikan bantuan yang bersifat perorangan,
kegiatan amal serta pembelian peralatan yang mahal.
DFID memberikan bantuan dana hibah untuk
mempromosikan pembangunan yang berkelanjutan dan
untuk menghilangkan kemiskinan. Bantuan ini terbuka
untuk berbagai khalayak dan telah diorganisir
sedemikian rupa sehingga mencerminkan hal di atas.
Ada beberapa skema pendanaan DFID, yaitu:
  Funding for international students wishing to study in the
    UK- pendanaan untuk mahasiswa internasional yang
    ingin bersekolah di Inggris.
    Funding for not-for-profit organisations   – Pendanaan
     untuk NGO.
    Conflict and humanitarian funding   – Pendanaan untuk
     kemanusiaan dan konflik.
    Funding for the private sector      – Pendanaan untuk
     sector swasta.
                                                        150




     Funding for educational institutions    – pendanaan untuk
      institusi pendidikan.
     Funding for the media    – Pendanaan untuk media.
     Funding   for    local   authorities   – pendanaan untuk
      pemerintah daerah.
     Funding for specific countries or regions    – pendanaan
      untuk Negara atau wilayah tertentu.
     Closed funds     – pendanaan tertutup/ peruntukan
      terbatas.

DFID bekerjasama dengan pemerintah Indonesia dan
lembaga donor lainnya untuk memberikan bantuan
pembangunan yang efektif yang diperuntukkan bagi
masyarakat miskin di Indonesia dalam rangka
memenuhi 8 MDGs. DFID juga memberikan bantuak
kemanusian dan rekonstruksi di daerah bencana.
Proyek-proyek di Indonesia yang didanai oleh DFID
tercakup dalam bidang desentralisasi, strategi
pengentasan kemiskinan, kesehatan ibu, HIV/AIDS,
TBC, Kehutanan, reformasi pemerintahan, pencegahan
dan penyembuhan krisis, tsunami dan gempa bumi,
perikanan, dll.
Proyek-proyek di Indonesia yang didanai oleh DFID
tercakup dalam bidang:

Kemiskinan
Salah   satu          program    bidang
                                    di     ini adalah
Decentralisation Support Facility (DSF), yaitu sebuah
kantor multi-donor yang didirikan pada tahun 2005
untuk menguji cara baru dalam mengkoordinasikan
bantuan pembangunan internasional untuk mendukung
program      desentralisasi     Indonesia.     Melalui
penggabungan technical assistance dan program, DSF
bekerja untuk meningkatkan dukungan pada pemerintah
daerah dan organisasi masyarakat madani. Selain itu,
DFID juga mendukung program Poverty Reduction
                                              151




Strategy   Programme    (PRSP) di Indonesia yang
bertujuan untuk menguatkan kemampuan pemerintah
pusat dan daerah dalam rangka memahami dan
mengangkat sebab-sebab kemiskinan dan kerentanan.

Kesehatan dan Kesehatan Ibu
DFID menyediakan sejumlah dana untuk mendukung
program-program      kesehatan,    seperti  Maternal
Mortality Project dengan UNICEF dan Safer
Motherhood Project dengan GTZ.
Lingkungan Hidup dan Pemerintahan
Multi-stakeholder     Forestry    Programme    (MFP)
bertujuan untuk memberdayakan kelompok penyangga
kepentingan yang luas dan menolong mempromosikan
lingkungan hidup dimana masyarakat miskin dapat
menghasilkan peningkatan mata pencaharian dan
mendapatkan peran yang lebih besar dalam manajemen
sumber daya hutan. DFID juga telah menyediakan dana
untuk Partnership to Support Governance Reform yang
mendukung peningkatan sistem pemerintahan yang
transaparan, akuntabel dan merefleksikan partisipasi
masyarakat sipil yang luas dalam proses pemerintahan.
Melalui UNDP, DFID menyediakan dana untuk Crisis
Prevention and Recovery Unit (CPRU) yang bertujuan
untuk membantu pemerintah dan masyarakat sipil untuk
mendisain kebijakan sensitif yang kritis, mekanisme
dan program untuk mengurangi kerentanan komunitas di
daerah-daerah kunci.


Bantuan Tsunami dan Kemanusiaan
Pemerintah   Inggris   telah   berkomitmen   untuk
memberikan bantuan untuk keadaan darurat dan
kegiatan perbaikan bagi negara-negara yang terkena
dampak tsunami, termasuk Indonesia.

Masyarakat Sipil
Proyek-proyek di Indonesia di bidang ini didanai oleh
                                                                152




                  Civil Society Challenge Fund (CSCF), yaitu bantuan
                  dengan jumlah maksimal £500,000 dalam jangka waktu
                  5 tahun.


Akses Pendanaan   DFID bekerja dengan bermitra bersama organisasi
                  yang berbeda-beda untuk memastikan penggunaan yang
                  efektif dari anggaran pembangunan dan untuk
                  membantu pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium,
                  termasuk di dalamnya lembaga multilateral, pemerintah
                  setempat,    organisasi  masyarakat    madani     dan
                  masyarakat peneliti.

                  Walaupun sebagian besar pendanaan disalurkan melalui
                  lembaga multilateral, bantuan langsung dan program
                  skala besar, namun masih ada dukungan substansial
                  yang disediakan melalui sejumlah pendanaan untuk
                  inisiatif skala kecil. Semuanya ini bertujuan untuk
                  pembangunan yang berkesinambungan dan mengurangi
                  kemiskinan. Berikut adalah beberapa skema pendanaan
                  yang disediakan oleh DFID:
                   Pendanaan untuk LSM
                   Pendanaan untuk kemanusiaan dan konflik
                   Pendanaan untuk sektor swasta
                   Pendanaan untuk institusi pendidikan
                   Pendanaan untuk media
                   Pendanaan untuk pemerintah daerah
                   Pendanaan untuk negara atau wilayah tertentu
                   Pendanaan untuk mahasiswa internasional yang ingin
                    bersekolah di Inggris
                   Pendanaan tertutup/peruntukan terbatas
                  Pendanaan dapat diberikan kepada setiap lembaga yang
                  telah disahkan secara hukum dan dapat menunjukkan
                  kemampuannya.        Sebelum mengajukan proposal,
                  diharapkan untuk membaca panduan pendanaan yang
                  tersedia terlebih dulu agar mengetahui skema
                  pembiayaan yang cocok. Petunjuk teknis dan detail
                                             153




masing-masing skema pendanaan untuk pengajuan
proposal dapat dilihat dalam website atau diminta ke
alamat di atas.
                                                                     154




              28. The Deutsche Gesellschaft fur Technische
                                        Zusammenarbeit
                                               (GTZ) GmbH
Tentang GTZ         GTZ adalah perusahaan kerjasama internasional
                    untuk pembangunan yang berkesinambungan dengan
                    wilayah    operasional    seluruh    dunia.   GTZ
                    mempromosikan proses perubahan dan reformasi
                    yang kompleks, dan seringkali bekerja dalam situasi
                    yang sulit. Tujuan perusahaan ini adalah untuk
                    meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat dalam
                    dasar yang berkesinambungan. GTZ bekerja
                    berdasarkan keuntungan publik. Berbagai surplus
                    yang dihasilkan disalurkan kembali ke proyek
                    kerjasama internasionalnya untuk pembangunan yang
                    berkesinambungan.

                    Indonesia merupakan negara prioritas dalam
                    kerjasama pembangunan Jerman. GTZ telah bekerja
                    di Indonesia dan mendirikan kantor di Jakarta sejak
                    tahun 1975 mewakili German Federal Ministry for
                    Economic Cooperation and Development (BMZ).
                    Sementara kerjasama teknik dengan Indonesia
                    sudah dimulai sejak tahun 1958.

                    Sejak krisis ekonomi tahun 1997-1998, Indonesia
                    telah berhasil memperbaiki ekonomi makro dan
                    stabilitas politiknya. Akan banyak sekali tantangan
                    untuk      dihadapai     dalam     mempertahankan
                    keberhasilan ini. Dari hasil konsultasi dengan
                    pemerintah Indonesia dan lembaga donor lainnya,
                    kerjasama pembangunan saat ini dikonsentrasikan
                    pada area kesehatan, transportasi, reformasi
                    ekonomi dan desentralisasi. Pekerjaan pada prioritas
                    area tersebut ditambah dengan proyek-proyek di
                    bidang pendidikan dasar, saran pada kebijakan hutan
                    dan energi baru terbarukan.
                                                                            155




Alamat / Contact Address                                 GTZ Office Jakarta
                                            Deutsche Bank Building, 20th floor
                                         Jl. Imam Bonjol No. 80 Jakarta 10310
                                                                      Indonesia
                                                          Telp.: 021-319 24007
                                                          Fax : 021-319 24070
                                               Email: gtz-indonesien@id.gtz.de
                                          Website: http:// http://www.gtz.de/
Bidang Garapan / Program   Untuk mendukung proses reformasi Indonesia,
                           proyek kerjasama teknik Indonesia dan Jerman
                           dilaksanakan pada model-model dasar di propinsi
                           Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Timur, serta
                           Nusa Tenggara Barat dan Timur, dan dievaluasi di
                           tingkat nasional.

                           Kesehatan
                           Fokus bidang ini adalah meningkatkan akses bagi
                           kelompok masyarakat miskin kepada kebutuhan-
                           kebutuhan dan layanan kesehatan yang dapat
                           diberikan. Hal ini diuji dalam pilot projects dan
                           dikuatkan melalui pengenalan asuransi kesehatan
                           sosial, saran kebijakan dan peningkatan kapasitas
                           personil.

                           Transportasi
                           Meningkatkan mobilitasi kelompok masyarakat
                           berpenghasilan rendah merupakan tujuan utama di
                           bidang ini, yang berfokus pada pengangkutan
                           penumpang     di   pulau-pulau   di  daerah    dan
                           pengangkutan     penumpang     lokal  di   wilayah
                           metropolitan Jakarta. Kerjasama GTZ mencakup
                           kebijakan dan penentuan harga transportasi,
                           konsultasi manajemen untuk pengusaha transportasi
                           penumpang umum, dan kualifikasi pelaut untuk
                           standar internasional.

                           Reformasi Ekonomi
                                                                    156




                  Pertumbuhan, tenaga kerja, produksi penghematan
                  sumber daya dan instrumen pembiayaan yang efektif
                  merupakan faktor kunci dalam promosi ekonomi
                  regional untuk wilayah-wilayah yang secara struktur
                  lemah. Hal tersebut merupakan fokus kerjasama
                  Jerman-Indonesia di bidang ini.

                  Desentralisasi
                  Desentralisasi yang luas di tahun 2001 mentransfer
                  tanggung jawab untuk perencanaan pembangunan,
                  anggaran dan staf ke 437 kabupaten. Kerjasama
                  teknis Jerman dan Indonesia mendukung proses
                  reformasi ini di tingkat nasional dan regional dan
                  dalam respek teknik, untuk memastikan bahwa
                  sistem regulasi dan hukum, seperti yang diterapkan,
                  menghasilkan layanan yang optimal untuk warga
                  negara.

Akses Pendanaan   GTZ bekerja untuk klien, organisasi pembiayaan dan
                  mitra di lebih dari 130 negara berkembang, mulai
                  maju dan transisi. Dalam proyeknya, GTZ
                  memberikan saran kepada pemerintah, organisasi
                  dan perusahaan internasional, dan melaksanakan
                  proyek-proyek sebagai mitra atau berdasarkan
                  kontrak.
                  GTZ mencoba membangun kapasitas organisasi dan
                  menolong    memberikan      sumber     daya    untuk
                  penggunaan yang efektif dan efisien dalam rangka
                  mencapai tujuan pembangunan mitra dengan dasar
                  kesinambungan. Konsultan GTZ menjamin terjadinya
                  transfer pengetahuan dan pengalaman di lapangan.
                  Perubahan struktural yang lebih jauh dan sejalan
                  memerlukan kerjasama yang erat dengan pemerintah
                  dan administrasi. Tradisi-tradisi harus diperhatikan,
                  namun demikian tradisi tersebut tidak boleh
                  menghambat pembangunan baru. Dengan demikian,
                  keseimbangan harus tercapai antara kepentingan
                                                157




masyarakat, pemerintah dan ekonomi. GTZ juga
harus     meyakinkan      seluruh    pihak mengenai
keuntungan dari proyek yang dilakukan melalui
fasilitasi, arbitrasi dan kerjasama.

GTZ menawarkan berbagai bentuk kerjasama
dengan sektor swasta, seperti pengajuan permintaan
pada    GTZ    secara   langsung,   atau   dengan
merencanakan dan mengimplementasikan proyek
atau menyalurkan paket layanan yang dirancang
secara khusus.

Perusahaan juga dapat bergabung dengan GTZ untuk
bekerja dalam proyek pembangunan yang sedang
berjalan. Dalam kemitraan pembangunan (Public-
Private Partnerships-PPP), GTZ berbagi kontribusi
dan risiko dengan mitranya atas nama pemerintah
Jerman. Program PPP ini merupakan penggabungan
kekuatan antara mitra publik dan swasta dimana
proyek direncanakan, dibiayai dan diimplementasikan
bersama.
Consulting firm dan supplier dapat bekerjasama
dengan GTZ untuk menyediakan layanan:
 Implementasi proyek-proyek yang dikonsultasikan
 Persiapan laporan tenaga ahli sebagai bagian dari
  penilaian dan evaluasi proyek
 Studi kelayakan
Informasi, prosedur, formulir secara spesifik untuk
bekerjasama dengan GTZ dapat dilihat dalam alamat
website di atas.
                                                                   158




          29. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
                                                   (ESDM)
            Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (DJLPE)
Tentang             Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi
                    (DJLPE) adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan
                    fungsi Departemen, yang berada di bawah dan
                    bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan
                    Sumber Daya Mineral (ESDM). DJLPE mempunyai
                    tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan
                    dan standarisasi teknis di bidang listrik dan
                    pemanfaatan energi.

                    Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud,
                    Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi
                    menyelenggarakan fungsi:
                     Penyiapan rumusan kebijakan Departemen di
                      bidang listrik dan pemanfaatan energi;
                     Pelaksanaan kebijakan di bidang iistrik dan
                      pemanfaatan energi;
                     Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,
                      dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan
                      energi;
                     Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
                     Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal
                      Listrik dan Pemanfaatan Energi.

                    Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan
                    Energi, terdiri dari:
                     Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan
                      Pemanfaatan Energi
                     Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan
                     Direktorat          Pembinaan        Pengusahaan
                      Ketenagalistrikan
                     Direktorat        Teknik      dan     Lingkungan
                      Ketenagalistrikan
                     Direktorat     Energi    Baru   Terbarukan   dan
                                                                             159




                             Konservasi Energi.

Alamat / Contact Address          Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
                            Jalan Medan Merdeka Selatan No.18 Jakarta 10110
                                                                   Indonesia
                                                         Telp: 021-380 4242
                                                         Fax : 021-384 7461
                                                       Email: pie@esdm.go.id

                           Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi
                              Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2 Kav. 07-08 Jakarta
                                                                          12950
                                                                       Indonesia
                                                             Telp: 021-522 5180
                                                              Fax: 021-5256044
                                                 Email : kslr@djlpe.esdm.go.id /
                                                           ksri@djlpe.esdm.go.id
                                                 Website: www.djlpe.esdm.go.id
Bidang Garapan / Program   Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi
                           (DJLPE) adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan
                           fungsi Departemen, yang berada di bawah dan
                           bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan
                           Sumber Daya Mineral (ESDM). DJLPE mempunyai
                           tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan
                           dan standarisasi teknis di bidang listrik dan
                           pemanfaatan energi.

                           Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud,
                           Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi
                           menyelenggarakan fungsi:
                            Penyiapan rumusan kebijakan Departemen di
                             bidang listrik dan pemanfaatan energi;
                            Pelaksanaan kebijakan di bidang iistrik dan
                             pemanfaatan energi;
                            Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria,
                             dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan
                             energi;
                                                   160




 Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
 Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal
  Listrik dan Pemanfaatan Energi.

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan
Energi, terdiri dari:
 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan
  Pemanfaatan Energi
 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan
 Direktorat          Pembinaan        Pengusahaan
  Ketenagalistrikan
 Direktorat        Teknik      dan     Lingkungan
  Ketenagalistrikan
 Direktorat     Energi    Baru   Terbarukan   dan
  Konservasi Energi.

Dalam upaya mewujudkan penyediaan energi
berkelanjutan melalui Blue Print Pengelolaan Energi
Nasional telah ditetapkan target pemanfaatan
energi terbarukan dan konservasi energi sampai
dengan tahun 2025. Dengan demikian program
sektor energi adalah sebagai berikut:
 Tercapainya elastisitas energi lebih kecil dari satu
  pada tahun 2025.
 Terwujudnya energi (primer) mix yang optimal pada
  tahun 2025, yaitu peranan masing-masing jenis
  energi terhadap konsumsi energi nasional:
 a. minyak bumi menjadi kurang dari 20%
 b. gas bumi menjadi lebih dari 30%
 c. batubara menjadi lebih dari 33% (
 d. bahan bakar nabati (biofuel) menjadi lebih dari
    5%
 e. panas bumi menjadi lebih dari 5%
 f. energi baru dan energi terbarukan lainnya,
    khususnya biomassa, nuklir, tenaga air, tenaga
    surya, dan tenaga angin menjadi lebih dari 5%
 g. batubara yang dicairkan (liquifed coal) menjadi
                                                                 161




                     lebih dari 2%

                  Sektor ketenagalistrikan memiliki program:
                   Peningkatan rasio elektrifikasi dan rasio desa
                    berlistrik
                   Pembangunan fasilitas ketenagalistrikan
                   Pembangunan listrik perdesaan
                   Pengembangan energi terbarukan
                   Penyusunan kebijakan dan regulasi bisnis dan
                    keteknikan
                   Penyelesaian     RUU      Energi      dan   RUU
                    Ketenagalistrikan beserta peraturan perundangan.
                   Penanganan dan penyelesaian Tarif Dasar Listrik
                   Skema subsidi bagi masyarakat yang tidak mampu
                   Penyelesaian perizinan tenaga listrik

Akses Pendanaan   Secara khusus di bidang mikrohdiro, DJLPE
                  menyediakan dana dalam bentuk hibah melalui APBN
                  setiap tahunnya, umumnya dalam hal pengadaaan
                  bantuan fisik.
                  Dana dikeluarkan berdasarkan permintaan atau
                  proposal dari masyarakat yang diajukan melalui
                  Pemda setempat. Proposal yang diajukan oleh
                  masyarakat tersebut kemudian dilengkapi dengan
                  hasil studi Pemda setempat mengenai Detail
                  Engineering Design (DED), yaitu hal-hal yang dapat
                  memberikan informasi tentang jumlah daya yang
                  bisa dibangkitkan dan investasi yang diperlukan,
                  termasuk kelayakan teknisnya.

                  Dari situ proposal dikirim ke Departemen ESDM
                  atau DJLPE untuk diadakan evaluasi dokumen dan
                  survey lokasi. Pihak yang melakukannya adalah
                  Direktorat Pembinaan Program Kelistrikan bersama
                  dengan Direktorat Energi Baru Terbarukan dan
                  Konservasi Energi, DJLPE. Hasil evaluasi akan
                  menunjukkan apakah proposal tersebut layak atau
                                                  162




tidak layak untuk dibiayai. Jika layak, proposal akan
dimasukkan ke dalam Data Program Prioritas untuk
diusulkan menjadi suatu kegiatan proyek. Melalui
Departemen Keuangan kemudian akan dikeluarkan
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Pelaksana proyek akan ditentukan melalui lelang
kegiatan.
Bagaimana cara mendapatkan dana?
Permohonan dana dapat diajukan dengan membuat
proposal yang disampaikan kepada Pemda setempat.
Bersama Pemda, kemudian disiapkan juga laporan
survei dan Detail Engineering Design (DED). Seluruh
dokumen, bersama surat pengantar dari Pemda
setempat dapat dikirimkan ke Departemen Energi
dan Sumber Daya Mineral.

Syarat Permohonan Dana
1. Lokasi tidak terjangkau jaringan PLN
2. Adanya       partisipasi    masyarakat   dalam
   pembangunan
3. Potensi yang ada layak untuk dibangun secara
   ekonomis dan teknis
4. Ada kesediaan masyarakat untuk:
   - Menerima dan mengelola proyek yang akan
     dibangun
   - Menyediakan lahan untuk pembangunan
   - Bersedia membentuk lembaga pengelola
   - Apabila ada kebutuhan dana di luar kemampuan
     anggaran yang tersedia dalam APBN maka ada
     kemungkinan sharing dari APBD.
                                                           163




                 30. Dana Mitra Lingkungan (DML)
Tentang DML   Dana Mitra Lingkungan (DML) merupakan organisasi
              nirlaba independen yang didirikan oleh sekelompok
              enterpreneur bisnis dan figur masyarakat pada tahun
              1983 untuk mempromosikan kesadarn lingkungan
              khususnya bagi kalangan pimpinan industri.
               DML merupakan forum bagi para pimpinan industri
              untuk melihat dampak operasional kegiatan industri
              mereka terhadap lingkunan serta mencari alternative-
              alternatif     pemecahannya      sehingga    tercipta
              pembangunan yang ramah ekologi. Sentral kegiatan
              DML adalah mempromosikan metoda-metoda yang
              ramah     lingkungan    untuk   meningkatkan    dasar
              perusahaan      sekaligus     meningkatkan    standar
              kehidupan.
              DML membawa misi untuk meningkatkan kesadaran
              akan pentingnya perlindungan lingkungan serta
              menciptakan    keseimbangan antara  pelestarian
              lingkungan dengan pembangunan Negara melalui
              dukungan dunia usaha
              DML ingin meningkatkan kesadaran masyarakat
              tentang perlunya menyelamatkan alam yang selama ini
              dianggap sebagai barang gratis.
              DML memberikan perhatian pada permasalahan
              lingkungan di sekitar kawasan industri dan
              pembangunan perkotaan, yang meliputi penanganan isu-
              isu polusi akibat kegiatan industri, pengelolaan dan
              daur ulang limbah padat dan tak beracun, kebijakan
              umum, penguatan komunitas, dan kepedulian sosial
              perusahaan                                     (CSR).

              Para ahli dan mitra DML bekerja bersama dengan
              pemerintah setempat, masyarakat dan industriawan
                                                                         164




                           untuk mengembangkan intelektual dan proposal-
                           proposal praktis yang mendemostrasikan hidupnya
                           bisnis daur ulang limbah, hubungan antara pencegahan
                           polusi dan peningkatan produktivitas serta kontribusi
                           perusahaan terhadap usaha-usaha perlindungan
                           lingkungan dan peningkatan kualitas masyarakat.
                           DML mempunyai sumberdana dari iuran anggotanya
                           (perorangan dan lembaga), sumbangan perseorangan
                           dan perusahaan, lembaga donor asing.

Alamat / Contact Address                    ITC Fatmawati (Komplek Duta Mas)
                                                                  Blok B1 No. 12
                                                             Jl. RS. Fatmawati
                                                              JAKARTA 12510
                                          Phone : (62-21) 724 8884, 724 8885
                                                       Fax : (62-21) 720 4367
                                                        Telp. : (021) 724 8884
                                                                (021) 724 8885
                                                         Fax. : (021) 720 4367
                                                          Email: dml@dml.or.id
                                                          http://www.dml.or.id
Bidang Garapan / Program   DML mempunyai 4 (empat) program utama yang terdiri
                           atas:
                           1. Program kesadaran lingkungan. DML menjalankan
                              program kesadaran lingkungan ke beberapa sekolah
                              dengan maksud mensosialisakan betapa pentingnya
                              memelihara lingkungan kita dan memberikan
                              pemecahan dalam bentuk contoh-contoh yang
                              ditemui sehari-hari.

                           2. Kemitraan Lingkungan Perusahaan. DML merupakan
                              suatu media bagi para anggotanya untuk berdiskusi
                              dan berbagai pengalaman dan pengetahuan tentang
                              implementasi pengelolaan bisnis yang berwawasan
                              lingkungan, pengajuan inisiatif-inisiatf lingkungan
                              dan meningkatkan kepedulian perusahaan terhadap
                              kegiatan social.
                                                165




3. Program lingkungan pendanaan dan bank. Sebagai
   platform untuk bank, asuransi, dan sector keuangan
   lainnya, program DML merupakan media untuk
   diskusi tentang peran dan kontribusi sector ini
   terhadap       perlindungan     lingkungan     dan
   pengelolaannya. Forum ini bermaksud menghasilkan
   artikel-artikel yang berkaitan dengan kepedulian
   bersama      dan aksi sehari-hari yang kemudian
   diterbitkan serta disebar luaskan sebagai suatu
   rekomendasi        terhadap       instansi    yang
   berkepentingan/terkait.
Kegiatan penggalangan dana (Fundraising Events).
Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun dan
meningkatkan kapasitas masyarakat setempat yang
terdiri atas berbagai kelompok masyarakat sipil, yang
bekerja untuk memberikan semangat, mendidik dan
mempromosikan pembangunan berkelanjutan dalam
lingkupnya dengan cara berkerjasama dengan sector
bisnis/industri setempat, masyarakat, pemerintah dan
akademisi. Penggalangan dana untuk mendukung dan
melangsungkan inisiatif lingkungan yang dipunyai oleh
DML, untuk mencapai misi DML yaitu mempromosikan
praktek-praktek bisnis yang berkelanjutan dan
memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan sosial.
 Lingkup kegiatan DML mencakup:
 Bantuan teknis/konsultasi untuk kalangan LSM dank
  SM.

 Pelatihan (lokakarya, seminar, dan lain-lain) untuk
   kalangan LSM dan/atau KSM.

 Informasi, penelitian, dokumentasi dan penerbitan
   untuk kalangan LSM dan/atau KSM.

 Kegiatan jaringan untuk kalangan LSM dan/atau
  KSM.

 Bantuan   peralatan/mesin   sesuai   dengan    fokus
                                                               166




                     program dan kebutuhan masyarakat dampingan.

Akses Pendanaan   Sebagian besar dana yang diberikan melalui DML adalah
                  dalam bentuk hibah dan berasal dari dana CSR
                  perusahaan swasta. Masyarakat atau kelompok dapat
                  mengajukan proposal kepada DML untuk kemudian
                  dikaji oleh DML. DML menyampaikan proposal tersebut
                  kepada para perusahaan swasta           terkait agar
                  mendapatkan dukungan dana. Dana yang didapat
                  kemudian disalurkan oleh DML kepada mitra di daerah
                  untuk melaksanakan kegiatan yang diajukan dengan
                  pengawasan dari DML. Jika mitra di daerah dinilai
                  sudah cukup kuat maka perusahaan swasta terkait
                  dapat memberikan dananya secara langsung kepada
                  mitra di daerah.
                  Saat ini DML tidak memiliki dana tersendiri untuk
                  mengembangkan suatu program, namun DML dapat
                  menjadi mitra yang akan menghubungkan para pemilik
                  dana dengan masyarakat atau kelompok yang
                  membutuhkannya. Masyarakat atau kelompok dapat
                  mengirimkan proposal yang mencakup kegiatan terkait
                  dengan misi DML secara langsung ke alamat di atas.
                  Lembaga-lembaga      yang      berkeinginan untuk
                  bekerjasama dengan Dana Mitra Lingkungan dapat
                  langsung menghubungi alamat di atas.
                                                                           167




                  31. Dompet Peduli Ummat-Daarut Tauhid (DT)
Tentang DPUDT              DPU-DT didirikan oleh Yayasan Daarut Tauhid pada
                           tahun 1999 setelah melakukan evaluasi terhadap
                           distribusi zakat, infaq dan shodaqoh yang dianggap
                           belum optimal.
                           DPU-DT secara efektif menjalankan aktifitasnya
                           pada bulan Juni 2000, dengan berbasiskan pada
                           database, dimana setiap donator mempunyai nomor
                           dan kartu anggota sehingga kepedulian dan komitmen
                           donator dapat terukur.Dari aspek legal formal, DPU-
                           DT dikukuhkan sebagai Lembaga Amil Zakat Daerah
                           Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat tanggal 19
                           Agustus 2002. Di tahun 2004 DPU-DT berhasil
                           menjadi Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS)
                           pada tanggal 13 Oktober 2004 sesuai dengan SK
                           Menteri Agama No. 410 tahun 2004.

                           Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU-DT)
                           secara             structural     berada         di
                           bawahYayasanDaarutTauhiid dan secara otomatis
                           mengemban peran yang sama dengan misi Daarut
                           Tauhiid yaitu menyelenggarakan pendidikan dan
                           pelatihan, dakwah, pengabdian pada masyarakat serta
                           usaha-usaha kemandirian yang berlandaskan pada
                           nilai-nilai Islam.
Alamat / Contact Address                                               DPU-DT
                                               Jln. Gegerkalong Girang No. 32
                                                      Pesantren Daarut Tauhid
                                                                      Bandung
                                                            Telp.:022-2021861
                                                            Fax : 022-2021862
                                                   Email: info@dpu-online.com
                                          Website : http://www.dpu-online.com

Bidang Garapan / Program
                           Saat ini peningkatan kekuatan ekonomi dan
                           pembelajaran bagi masyarakat merupakan prioritas
                                                168




yang harus diutamakan, sehingga upaya-upaya untuk
menumbuhkan kemampuan dan kemandirian ummat
yang berasal dari sinergi potensi masyarakat patut
untuk diwujudkan secara bersama-sama.
Program2:
   A. PusatKemandirianUmmat
      Program pelatihan keterampilan life skill dan
      wirausaha untuk masyarakat dhuafa:


   1. Microfinance            BerbasisMasyarakat
      (MiSykat)
      Program unggulan DPU DT dalam bentuk
      pembiayaan dana bergulir, keterampilan
      berusaha, pembinaan mental dan karakter,
      hingga yang tadinya mustahik menjadi
      mandiri.

   2. DesaTernakMandiri
      Program pemberdayaan masyarakat dhuafa di
      pedesaan, khususnya peternak supaya bias
      mengelola kegiatan usaha terpadu, berupa
      penggemukkan    domba   dan    pengolahan
      singkong.


   B. PusatPendidkandanPelatihanUmmat
      Pemberdayaan di bidang pendidikan       yang
      diadakan oleh DPU Daarut Tauhiid


      1. ADZKIA        ISLAMIC        SCHOOL
         Komitmen DPU DT untuk membina dan
         mengembangkan     potensi  pendidikan
         masyarakat dhuafa. Pemberdayaan di
         bidang pendidikan sekolah gratis ini
         dijalankan melalui metode pembinaan
         mental dan akhlaq, serta entrepreuner
                                                  169




         dengan pengawasan pembinaan.


      2. BEASISWA                      PRESTATIF
         Program pemberian beasiswa kepada
         pelajar dhuafa berprestasi dari mulai
         tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga
         perguruan tinggi. Di samping itu, dilakukan
         pembekalan akhlaq serta mental berbasis
         leadership dan entrepreunership.


   C. Program                     SosialKemanusiaan
      Kegiatan social dan kemanusiaan yang
      dilakukan insindental / temporal


   1. Program                          Ramadhan
      Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional, DPU
      DT berupaya memaknai bulan Ramadhan
      dengan menyajikan beragam program yang
      lebih inovatif dan konkrit bagi masyarakat,
      yang dikemas dalam tema program "Program
      Zakat Mandiri‖


   2. Difable                                  Care


Keberpihakan terhadap orang yang mengalami
keterbatasan fisik (cacat) masih kurang, masyarakat
masih memandang orang cacat adalah beban, bahkan
tidak sedikit ada keluarga yang malu apabila ada
anggota keluarganya yang mengalami keterbatasan
fisik (CACAT), sehingga banyak diantaranya yang
terkucilkan atau jauh dari lingkungan pergaulan
masyarakat. Hal ini menuntut semua pihak untuk
dapat membantu mereka agar terangkat citra dan
kepercayaan dirinya Dompet Peduli Umat Daarut
                                                                 170




                  Tauhiid sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional yang
                  bergerak di bidang Sosial Kemanusiaaan mengajak
                  kepada para Muzaki untuk menyisihkan hartanya agar
                  membantu kaum difable memperoleh alat-alat sebagai
                  penunjang kegiatan sehari-harinya
Akses Pendanaan   Bagi individu atau lembaga yang berminat untuk
                  mendapatkan bantuan pendanaan dapat menghubungi
                  langsung ke alamat DPU-DT seperti di atas.
                                                                           171




                   32. Food Agriculture Organization-- TECHNICAL
                                                   COOPERATION
                                              PROGRAMME (TCP)
                                                            (FAO)
Tentang FAO--TCP
                          FAO didirikan pada tanggal 16 Oktober 1945 di kota
                          Quebec, Quebec, Kanada. Pada tahun 1951, kantor
                          pusat FAO dipindahkan dari Washington DC Amerika
                          Serikat ke Roma di Italia. Arah program lembaga ini
                          ditentukan oleh Konferensi Negara-negara anggotanya
                          yang bertemu setiap dua tahun sekali untuk melakukan
                          review hasil kerja lembaga serta untuk melakukan
                          persetujuan Program Kerja serta Budgetnya untuk
                          dua tahun ke depan.

                          FAO mempunyai delapan departemen: Administrasi
                          dan Keuangan, Pertanian dan Perlindungan Konsumen,
                          Pembangunan Ekonomi dan Sosial, Perikanan dan
                          Budidaya perairan, Kehutanan, Pengetahuan dan
                          Komunikasi, Pengelolaan Sumberdaya Alam dan
                          Kerjasama Tehnik.
                          Pada tahun 1976, FAO meluncurkan suatu program
                          yang disebut the Technical Cooperation Programme
                          (TCP yaitu suatu program kerjasama teknis dimana
                          program ini merupakan sarana yang esensial untuk
                          membuat FAO menspesialisasikan kompetensinya agar
                          lebih dapat dinikmati oleh Negara-negara anggotanya
                          dalam memedahkan problem-problem mereka yan g
                          paling krusial disektor pertanian, perikanan dan
                          kehutan serta pembangunan pedesaan.
                          Dengan program TCP ini, FAO mengalokasikan
                          sejumlah sumberdayanya untuk memenuhi salah satu
                          fungsi konstitusi kuncinya yaitu untuk menyediakan
                          suatu bantuan teknik yang diminta oleh Negara-negara
                          anggotanya yang memerlukan.
                          Ini memudahkan FAO merespon secara cepat
                          terhadap kebutuhan-kebutuhan urgen guna bantuan
                                                                              172




                           teknik dan emergensi di Negara-negara anggotanya
                           serta untuk berkontribusi dalam membangun
                           kapasitasnya. Program ini sangat terkait dengan
                           kegiatan bidang lainnya yang dipunyai oleh FAO, dan
                           berkontribusi dalam mencapai tujuan-tujuan program-
                           program regulernya.
Alamat / Contact Address                                                   FAO
                                                  Menara Thamrin Building 7th Fl
                                                         Jln. MH Thamrin Kav.3
                                                                       Jakarta
                                                                       Telepon:
                                                                           Fax:
                                                                         Email:
                                                                      Website:

                           Atau:
                                   FAO/Technical Cooperation Programme (TCP)
                                                    Via delle Terme di Caracalla
                                                                    Rome00100
                                                                           Italy
                                                     Phone ++ 39 06 570 56723
                                                       Fax ++ 39 06 570 53134
                                                              Organization URL
                                   http://www.fao.org/tc/tcd/tcdt/Default.htm

Bidang Garapan / Program   Fokus dari program ini adalah untuk meningkatkan
                           produksi makanan dan meningkatkan pendapatan serta
                           standar gizi para petani kecil serta tenaga kerja di
                           pedesaan. Program ini lebih diprioritaskan untuk
                           Negara-negara kurang berkembang (LDC-Least
                           Developed     Countries),      Negara-negara      yang
                           berpenghasilan rendah yang kekurangan makanan
                           (LIFDC- Low Income Food Deficit Countries), serta
                           industry-industri skala kecil beserta tenaga kerjanya.
                           Proyek-proyek        dibawah        program        TCP
                           diimplementasikan dengan melibatkan semaksimal
                           mungkin     para      penerima      manfaat      serta
                                                                    173




                  memaksimumkan      pemanfatan    personel    serta
                  sumberdayanya, dan juga melakukan pertolongan
                  melalui program Kerjasama antar Negara yang sedang
                  berkembang (TCDC-Technical Cooperation Among
                  Developing Countries) / Kerjasama Teknik antar
                  Negara-negara dalam Transisi (TCCT - Technical
                  Cooperation Among Countries in Transition) bila
                  memungkinkan dan sesuai.

Akses Pendanaan   Target kelompok yang mendapat bantuan pendanaan
                  adalah : institusi akademis, lembaga penelitian,
                  pemerintah, dan NGO.
                  Permintaan bantuan dapat diajukan oleh Negara
                  anggota FAO yang memenuhi kwalifikasi untuk
                  bantuan pembangunan dengan mengikuti aturan
                  system Perserikatan Bangsa-bangsa dan dengan
                  organisasi antar pemerintah dimana antar Negara
                  tersebut saling menghormati, atau dengan NGO
                  nasional bila disetujui oleh pemerintah.
                  TCP memberikan masukan-masukan teknis dalam
                  bentuk tenaga ahli jangka pendek serta jas konsultan,
                  jangka pendek, kegiatan pelatihan yang berorientasi
                  praktek serta jangka pendek, peralatan serta alat-
                  alat kantor yang dianggap esensial bagi kegiatan
                  proyek (tidak melebihi 50% dari total budget,
                  terkecuali pada kasus proyek emegensi).
                  Proyek-proyek TCP dapat menlakukan sub-kontrak
                  dengan institusi-institusi yang menyediakan jasa
                  teknik. Pemberian bantuan jasa tenaga ahli dapat juga
                  diberikan yang dikelola dibawah Program Kemitraan
                  FAO.
                  Para pemohon bantuan harus:
                      Menekankan         pada    peningkatan  produksi
                        makanan    dan   pertanian,   perikanan   serta
                        kehutanan dengan melihat pada peningkatan
                        pendapatan para industry skala kecil serta para
                                                        174




    pekerja di pedesaan.
   Termasuk program pemerintah yang prioritas
    dimana harus yakin bahwa fasilitas serta jasa-
    jasa didaerah akan tersedia dan tindak lanjut
    kegiatan-kegiatan akan dilaksanakan.
   Diarahkan ke problem-problem atau kebutuhan-
    kebuttuhahan      yang     urgen     serta    spesifik,
    terbatan pada sector atau area khusus dan
    melibatkan kegiatan praktis dengantujuan yang
    jelas serta hasil yang dpat diharap-harap.
   Tambahan,        bukan       duplikasi        kegiatan
    pembangunan lainnya, mengisi kesenjangan yang
    kritis,   dan    bila    memungkinkan,       bertindak
    sebagai katalist untuk kegiatan-kegiatan skala
    besar.
   Waktunya terbatas, secara normal berkisar
    antara 1-3 bulan, dan maksimum 2 tahun.
   Tidak melebihi US$400 000 per project dan
    harus melibatkan         metoda pelaksanaan yang
    sangat efektif, tidak memakan biaya.
   Memberikan jaminan pada partisipasi penuh
    pegawai     pemerintah       dalam     melaksanakan
    proyeknya       dengan     menggunakan       berbagai
    sarana seperti penggunaan          institusi nasional,
    personel serta sumberdaya-sumberdaya.
   Application form dapat diunduh / dilihat di URL
    FAO                     dengan                  alamat
    http://www.fao.org/tc/tcd/tcdt/G_intro.htm
                                                                         175




                                        33. Friedrich Ebert Stiftung
                                                                (FES)
Tentang FES                Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) adalah lembaga nir
                           laba yang didirikan pada tahun 1925 oleh Friedrich
                           Ebert (1871-1925), presiden pertama Jerman yang
                           terpilih secara demokratis dengan tujuan
                              Memajukan    pendidikan     sosial-politik  bagi
                               masyarakat dari berbagai segi kehidupan dalam
                               semangat demokrasi dan keberagaman/pluralisme.
                               Memberikan beasiswa bagi kaum muda berbakat
                               yang kurang mampu secara ekonomi untuk menuntut
                               ilmu di universitas dan melakukan berbagai
                               penelitian.
                              Berpartisipasi dalam menjalin kerjasama dan saling
                               pengertian internasional.
                           Kantor-kantor perwakilan FES tersebar di 63 negara
                           berkembang, meliputi Afrika, Asia, Timur Tengah, dan
                           Amerika Latin. Sekitar 90 staf Jerman - bekerjasama
                           dengan beberapa staf lokal – melaksanakan berbagai
                           proyek dalam pembangunan bidang sosial-politik,
                           ekonomi dan kesejahteraan sosial.

                           Yayasan ini mengalokasikan separuh dari budget
                           tahunannya untuk mendanai kegiatan internasional.
                           Mitra organisasi FES adalah para politisi, pengusaha,
                           asosiasi/perkumpulan, serikat buruh, akademisi, dan
                           juga dari sektor media komunikasi serta lembaga
                           kebudayaan.

Alamat / Contact Address                     Friedrich-Ebert-Stiftung Indonesia
                                                              Alamat kunjungan:
                               Jl. Kemang Selatan IX No. 1A & 1B, Jakarta 12730
                                             Telepon: +62-21-71792636 (hunting)
                                                       Faksimili: +62-21-7183714
                                                           E-mail: info@fes.or.id
                                                  Situs web: http://www.fes.or.id
                                                                         176




                                                                    Alamat pos:
                                           P.O.Box 7952 JKSKM , Jakarta 12079

                                                                   Kantor pusat:
                                                 Friedrich-Ebert-Stiftung Bonn
                                Bonner Haus, Godesberger Allee 149, Bonn 53170,
                                                                       Germany
                           Telp. : (049-0228) 88350, Fax. : (049-0228) 883396,
                                                     Website: http://www.fes.de
                                                Friedrich-Ebert-Stiftung Berlin
                            Berliner Haus , Hiroshimastraße 17, D-10785, Berlin,
                                                                       Germany
                             Telepon: +49-30-26935-6, Faksimili: +49-30-26935-
                                                                            850

Bidang Garapan / Program    FES memandang kegiatannya sebagai suatu kontribusi
                            untuk membantu terciptanya perdamaian dan saling
                            pengertian antarbangsa dan antarsesama manusia di
                            negara mitra; mendukung demokratisasi dalam
                            pemerintahan dan masyarakat serta memperkuat
                            keberadaan masyarakat sipil; meningkatkan kondisi
                            politik, ekonomi, dan sosial secara umum; memperkuat
                            serikat buruh yang bebas; mengembangkan struktur
                            media yang independen; memfasilitasi kerjasama
                            regional dan internasional antarnegara maupun antara
                            berbagai kelompok kepentingan; dan meningkatkan
                            kesadaran terhadap hak azasi manusia.
                           Friedrich-Ebert-Stiftung mendirikan kantor perwakilan
                           Indonesian pada tahun 1966. Sejak saat itu, FES
                           Indonesia telah menjalankan berbagai kegiatan untuk
                           mendukung proses demokratisasi dan pembangunan
                           sosial-ekonomi di Indonesia.


                           Termasuk dalam cakupan isu yang kami tangani antara
                           lain adalah demokratisasi dan good governance,
                           reformasi di bidang hukum, perlindungan hak azasi
                                              177




manusia, pencegahan dan resolusi konflik, reformasi
sektor keamanan, dukungan kepada media yang bebas
dan berimbang, serta isu-isu sosial, ketenagakerjaan,
dan gender.


FES Indonesia juga aktif dalam proses rehabilitasi dan
rekonstruksi Aceh pasca musibah tsunami dan gempa
global di penghujung tahun 2004. Kami membantu para
organisasi mitra dengan menyediakan infrastruktur
mereka dan mendukung program mereka sehingga
dapat kembali melanjutkan kegiatan mereka di Aceh.


Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan melalui
kerjasama dengan berbagai lembaga swadaya
masyarakat dan instansi pemerintah terkait. Bentuk
kerjasama itu terjalin dalam bentuk seminar,
lokakarya, diskusi, pelatihan, dan publikasi. FES
Indonesia juga mendukung dialog internasional dengan
mengirimkan berbagai delegasi, tenaga ahli, akademisi,
dan jurnalis senior sebagai peserta di forum regional
dan internasional. Secara berkala FES juga
mengundang ahli-ahli dari Jerman dan negara-negara
lain untuk memberikan presentasi di Indonesia.
FES menawarkan program beasiswa Strata 2 dan
Strata 3 bagi mahasiswa dan akademisi berprestasi
cemerlang dari Jerman maupun dari luar negeri.
Khususnya bagi mereka yang menganggap bahwa
pendidikan lanjutan bukan hanya penting bagi karir
profesi mereka, tetapi juga merupakan bentuk
pengungkapan komitmen mereka terhadap demokrasi,
negara dan masyarakat.


Dalam program seminar tambahan yang diadakan oleh
FES, diharapkan terbangun jembatan antara ilmu
pengetahuan dan penerapan praktisnya. Selain itu juga
untuk menciptakan pemahaman yang mendalam
                                                                178




                  mengenai tujuan dan sifat dasar dari demokrasi dan
                  kebijakan sosial.


                  Informasi lebih lanjut bisa dilihat di Website FES
                  Jerman (http://www.fes.de/studienfoerderung).


                  Sebagai instrument kerjasama untuk mencapai tujuan-
                  tujuan tersebut, FES mendukung dan mengorganisir
                  penyelenggaraan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
                  konferensi tingkat regional dan nasional; lokakarya;
                  seminar; konsultasi; penelitian yang berorientasi
                  kebijakan serta publikasi.

Akses Pendanaan   Kegiatan-kegiatan FES dilaksanakan melalui kerjasama
                  dengan berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
                  dan instansi pemerintah terkait. Bentuk kerjasama itu
                  terjalin dalam bentuk seminar, lokakarya, diskusi,
                  pelatihan, dan publikasi. FES Indonesia juga mendukung
                  dialog internasional dengan mengirimkan berbagai
                  delegasi, tenaga ahli, akademisi, dan jurnalis senior
                  sebagai peserta di forum regional dan internasional.
                  Secara berkala FES juga mengundang ahli-ahli dari
                  Jerman dan negara-negara lain untuk memberikan
                  presentasi di Indonesia.
                  Secara khusus di bidang pendidikan, FES menawarkan
                  program beasiswa Strata 2 dan Strata 3, khususnya
                  bagi mereka yang menganggap bahwa pendidikan
                  lanjutan bukan hanya penting bagi karir profesi
                  mereka, tetapi juga merupakan bentuk pengungkapan
                  komitmen mereka terhadap demokrasi, negara dan
                  masyarakat.
                  Lembaga resmi, atau yang berbadan hukum, yang
                  mempunyai tujuan sama dapat mengajukan bantuan
                  kegiatan kepada FES. Penjelasan lebih lanjut dapat
                  diperoleh dengan menghubungi alamat di atas.
                                                                                               179




                                   34. Friedrich Naumann Stiftung
                                                            (FNS)
Tentang FNS
                           FNS merupakan lembaga nirlaba yang bergerak di
                           bidang politik liberal Jerman. Program FNS adalah
                           mempromosikan prinsip-prinsip kebebasan individu
                           baik di Negara Jerman maupun di luar Jerman.
                           FNS berdiri dengan tujuan untuk mendukung
                           program-program yang merangsang dialog dan
                           pemikiran tentang keadaan sosial, politik dan
                           ekonomi agar secara bersama dapat mengupayakan
                           solusi dan menumbuhkan harapan baru bagi
                           kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Alamat / Contact Address                          Friedrich Naumann Foundation
                                                  P.O. Box 4395, Jakarta 12043
                                             Jalan Rajasa II/7, Kebayoran Baru,
                                                                  Jakarta 12110

                                                     Fax: (0062 21) 720 38 68
                                          Telephone: (0062 21) 725 60 12 / 13
                                             Email: jakarta@indonesia.fnst.org
                           Atau:
                                                                      Friedrich Naumann Foundation
                                     No. 29 BBC Tower, 25th Floor, Sukhumvit 63 Road Bangkok 10110
                                                                                            Thailand
                                                                  Telp:( 662) 365 0570 / 365 0567
                                                                               Fax : (662) 714 8384

                                                                Email : contact@fnst.org

                                                   Website :   http://www.fnfasia.org/
Bidang Garapan / Program
                           FNS berkiprah di Indonesia sejak tahun 1970-an.
                           Dari sejak ini, FNS telah membangun jaringan kerja
                           yang cukup luas. Saat ini, program FNS lebih
                           menekankan pada tantangan yang berkaitan dengan
                           masa transisi menuju demokrasi dengan cara
                           memberi bantuan proses dan perkembangan yang
                           ada. Lembaga ini lebih berkonsentrasi pada usaha-
                           usaha yang bersifat menguatkan demokrasi yang
                                                                   180




                  masih muda, peraturan perundangan dan ekonomi
                  pasar. Ketiga bidang ini merupakan tulang punggung
                  program FNS di Indonesia.

                  Untuk memperkuat demokrasi, FNS dan mitra
                  Indosianya berusaha untuk membantu DPRD melalui
                  peningkatan kapasitas dengan cara menghubungkan
                  wakil-wakil terpilih dengan massanya dan dengan
                  cara melakukan dialog politik yang lebih luas untuk
                  mencari solusi bagi berbagai permasalahan yang ada.

                  Untuk memberkuat aturan perundangan, FNS dan
                  mitranya mendukung konsep pemerintahaan yang
                  bersih (good governance). Di 6 (enam) propinsi di
                  Sumatra (Sumatra Barat, Bengkulu, Riau, Jambi,
                  Sumatra Selatan dan Lampung), telah didirikan
                  beberapa lembaga pemerintahan bersih dan
                  kebijakan public. Lembaga ini mengumpulkan
                  informasi tentang penyalahgunaan kekuasaan dan
                  kepedulian kewarganegaraan.          Lembaga ini
                  mengorganisir dialog-dialog dengan pemerintah,
                  DPRD, DPR, partai-partai politik dan masyarakat
                  sipil. Lembaga ini memberikan saran dan konsultasi
                  serta menjalankan berbagai pelatihan ketrampilan.
                  Untuk mendukung ekonomi pasar, FNS dan
                  partnernya telah         mengembangkan program
                  entrepreneur, membantu membuka jalan bagi
                  pendirian bisnis keluarga kecil, seperti usaha mikro
                  dan menengah.      Ketrampilan bisnis dan tehnik
                  diberikan kepada inisiasi bisnis tersebut agar
                  mereka lebih produktif dan dapat memberikan
                  untung. Tanpa enterpreneur, tidak akan ada pasar
                  bebas yang berarti tidak ada masyarakat yang
                  merdeka.

Akses Pendanaan   Bekerjasama dengan mitra organisasinya, FNF
                  menyediakan konsultasi kebijakan dan juga program
                  pendidikan untuk masyarakat umum, LSM dan
                                              181




lembaga pemerintah yang berminat di seluruh dunia
untuk menciptakan sebuah kebebasan, masyarakat
dunia yang lebih damai dan terbuka dimana manusia
hidup bebas dan dalam perdamaian.
Individu, LSM yang berminat dapat mengajukan
permohonan langsung ke alamat di atas jika sesuai
dengan tujuan umum FNF.
Lembaga-lembaga pemerintah yang mempunyai visi
yang sama dengan visi FNS dapat mengajukan
proposal. Untuk keterangan lebih lengkap dapat
menghubungi alamat di atas.
                                                                           182




                                          35. Ford Foundation-Indonesia

Tentang Ford Foundation   Ford Foundation adalah organisasi independen,
                          nirlaba, dan non-pemerintah yang didirikan dari
                          hadiah dan warisan Edsel dan Hendry Ford. Yayasan
                          ini terpisah dari Ford Motor Company. Ford
                          Foundation     didirikan   untuk    meningkatkan
                          kesejahteraan manusia, dengan tujuan khusus:
                           Menguatkan niali-nilai demokratis
                           Mengurangi kemiskinan dan ketidakadilan
                           Mengenalkan kerjasama internasional
                           Meningkatkan pencapaian manusia

                          Tantangan dasar bagi setiap negara adalah untuk
                          menciptakan sistem politik, ekonomi dan sosial yang
                          mempromosikan perdamaian, kesejahteraan manusia
                          dan kesinambungan lingkungan hidup tempat manusia
                          bergantung. Ford Foundation percaya bahwa cara
                          terbaik untuk memenuhi tantangan tersebut adalah
                          dengan menggali inisatif-inisiatif dari orang-orang
                          yang tinggal dan bekerja di tempat masalah-masalah
                          tersebut berada; mengenalkan kolaborasi di antara
                          lembaga nirlaba, pemerintah dan sektor swasta; dan
                          memastikan partisipasi laki-laki dan perempuan dari
                          komunitas yang berbeda dan seluruh tingkat
                          masyarakat. Ford Foundation terutama bekerja
                          dengan membuat dana hibah atau pinjaman yang
                          dapat membangun pengetahuan dan menguatkan
                          organisasi serta jaringan.

                          Di Indonesia, Ford Foundation didirikan tahun 1953
                          dengan kantornya di Jakarta. Hibah yang diberikan
                          oleh Ford Foundation dirancang untuk menguatkan
                          kapasitas institusi dan individu, mendukung praktek-
                          praktek inovatif dan mendiseminasikan informasi
                          pada pendekatan yang berhasil.
                                                                             183




Alamat / Contact Address                                       Ford Foundation
                                                                  P.O. Box 2030
                                                                 Jakarta 10020
                                                                       Indonesia
                                                           Telp.: 021-252 4073
                                                           Fax : 021-252 4078
                                              Email : ffjakarta@fordfound.org
                                          Website : http://www.fordfound.org
Bidang Garapan / Program   Setiap kantor regional memberikan bantuan dana
                           dalam bidang-bidang yang paling efektif mengatasi
                           masalah-masalah di kawasan tersebut. Ford
                           Foundation Jakarta mendukung kegiatan-kegiatan di
                           enam sektor kunci:

                           Filantrofi
                           Kegiatan yang didanai Ford Foundation dalam bidang
                           ini bertujuan untuk mengembangkan sektor
                           filantrofi yang bisa bekerjasama dengan pihak
                           pemerintah, universitas, dunia usaha, lembaga
                           keagamaan dan organisasi masyarakat sipil untuk
                           memajukan inklusivitas sosial, ketahanan lingkungan
                           dan keadilan. Ford Foundation juga mendukung
                           tumbuhnya kepemimpinan baru yang kreatif serta
                           program-program pelatihan pengembangan yang
                           menghubungkan pemerintah propinsi dan kabupaten,
                           universitas, lembaga swadaya masyarakat setempat
                           dan sektor swasta.

                           Lingkungan Hidup dan Pembangunan
                           Dalam bidang ini Ford Foundation memberikan
                           dukungan pada upaya-upaya yang mempromosikan
                           akses yang setara dan pemanfaatan sumber daya
                           alam secara berkesinambungan untuk meningkatkan
                           kualitas lingkungan hidup, meningkatkan sumber-
                           sumber penghidupan, dan menciptakan sistem
                           pengelolaan sumber daya alam yang lebih adil. Ford
                           Foundation berupaya meningkatkan peran, suara,
                                                 184




serta    pilihan    komunitas     setempat     dalam
pengembangan, pengelolaan, serta pemeliharaan
sumber-sumber daya alam. Untuk membentuk
strategi     pengelolaan     sumber     daya    yang
berkesinambungan       yang     mampu      membantu
memberantas kemiskinan serta memenuhi tujuan-
tujuan keadilan sosial dan lingkungan, kegiatan Ford
Foundation menghubungkan komunitas pedesaan
dengan     lembaga-lembaga       pemerintah,    non-
pemerintah, akademia serta swasta.

Media, Seni dan Budaya
Kegiatan yang didanai Ford Foundation dalam bidang
ini bertujuan meningkatkan penerimaan dan apresiasi
terhadap keanekaragaman, khususnya di bidang
ekspresi budaya, serta memperkuat sektor budaya
sebagai suara yang penting di tingkat nasional dan
internasional.

Pendidikan dan Beasiswa
Ford Foundation berupaya membangun sumber daya
intelektual, membina calon pemimpin dan pemikir,
membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan
lanjutan kepada mereka yang kurang mampu, serta
mendukung pendekatan yang inovatif dan pluralistik
untuk pendidikan agama.

Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi
Ford Foundation mendukung kegiatan yang
melibatkan organisasi-organisasi perempuan dan
kaum muda serta asosiasi profesi untuk merancang,
melaksanakan, menjamin mutu, memonitor dan
mengevaluasi program-program dan kebijakan
instansi pemerintah.

Tata Pemerintahan dan Masyarakat Sipil
Kegiatan yang didanai Ford Foundation dalam bidang
                                                                   185




                  ini bertujuan mempromosikan partisipasi langsung
                  kelompok-kelompok miskin dan terpinggirkan di
                  dalam lembaga-lembaga pengambilan keputusan
                  formal. Ford Foundation mendukung kegiatan-
                  kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya memperkuat
                  transparansi dan akuntabilitas organisasi-organisasi
                  masyarakat sipil agar mereka dapat meningkatkan
                  legitimasi untuk menuntut akuntabilitas negara dan
                  melakukan penggalangan dana publik.

Akses Pendanaan   Ford Foundation menyediakan dukungan dalam dua
                  cara, yaitu:

                  1. Hibah
                  Hibah merupakan komitmen Ford Foundation untuk
                  melakukan pembayaran pada sebuah organisasi atau
                  individu selama jangka waktu tertentu di dalam area
                  kerja Ford Foundation. Ford Foundation memberikan
                  otoritas bagi penerima hibah untuk mengatur dana
                  yang diterimanya namun dengan penandatanganan
                  surat persetujuan yang sesuai dengan syarat dan
                  ketentuan dana hibah. Beberapa tipe dana hibah
                  yang diberikan adalah dukungan umum/inti, proyek,
                  perencanaan, kompetisi, penyesuaian, pemulihan,
                  individu, sumbangan dan proyek yang diadminister
                  yayasan.

                  2. Program-Related Investments (PRIs)
                  Investasi ini umumnya berbentuk pinjaman yang
                  dibuat di bawah bunga pasar. PRIs dapat dibuat oleh
                  lembaga nirlaba atau bisnis selama dana digunakan
                  lebih lanjut untuk tujuan amal. PRI sangat membantu
                  bagi usahawan dan usahawan sosial yang memiliki
                  akses terbatas ke lembaga keuangan/perbankan
                  karena kurangnya riwayat kredit atau tidak pastinya
                  kesuksesan proyek.
                                                 186




Permohonan dana dapat diajukan jika sesuai dengan
persyaratan Ford Foundation. Pemohon diminta
untuk menggunakan formulir yang tersedia dalam
website dengan alamat di atas sebagai langkah awal
permohonan. Semua permohonan harus disampaikan
dalam Bahasa Inggris.

Cara Pemberian Bantuan Dana
Ford Foundation memberikan bantuan dana untuk
mengembangkan        gagasan-gagasan    baru    dan
memperkuat organisasi-organisasi yang berupaya
untuk mengurangi kemiskinan dan ketidakadilan
serta memajukan nilai-nilai demokrasi, kerjasama
internasional dan prestasi kemanusiaan. Untuk
mencapai     sasaran    tersebut,   berbagai   jenis
pendekatan diambil dalam kegiatan Ford Foundation,
termasuk      mendukung     munculnya    calon-calon
pemimpin; bekerja dengan berbagai gerakan serta
jejaring keadilan sosial; menjadi sponsor penelitian
dan dialog; membentuk organisasi-organisasi baru;
dan mendukung inovasi yang dapat meningkatkan
taraf hidup.

Misi Ford Foundation luas dan Ford Foundation
menetapkan sasaran secara hati-hati agar bantuan
dana yang diberikan dapat digunakan seefektif
mungkin. Ketika Ford Foundation memutuskan untuk
berkarya dalam satu bidang kegiatan atau lingkup
geografis, program officer Ford Foundation
berkonsultasi dengan para praktisi, peneliti,
pengambil kebijakan dan pihak lainnya guna
mengidentifikasi inisiatif yang dapat memberikan
kontribusi untuk kemajuan. Ford Foundation
menjajaki kerja-kerja spesifik yang dapat dilakukan
pihak penerima bantuan dana, tolok ukur untuk
perubahan dan biaya-biaya terkait. Seorang program
officer akan melakukan analisis ini dan kemudian
                                                  187




memaparkan gagasan tersebut dalam suatu
memorandum yang akan dikaji oleh rekan-rekan
sejawat, seorang penyelia (supervisor) dan minimal
dua orang officer lain di dalam Ford Foundation. Bila
persetujuan diberikan, program officer mulai
memberikan bantuan dana sesuai dengan parameter-
parameter yang terdapat dalam memorandum yang
disetujui dan alokasi anggaran yang diperoleh untuk
dua tahun. Staf Ford Foundation secara rutin
memberikan laporan kepada dewan pengurus tentang
bantuan dana yang diberikan serta lini pekerjaan
yang tengah dilaksanakan. Masyarakat umum dapat
mengetahui inisiatif program dan area-area baru
yang menjadi minat Ford Foundation melalui situs
internet serta materi publikasi yang diterbitkan.

Kegiatan yang Ford Foundation Danai
Ford Foundation berkeinginan untuk menemukan dan
menjajaki cara-cara yang inovatif guna memecahkan
masalah dan menyambut baik pemikiran segar dalam
bidang-bidang pendanaan Ford Foundation. Supaya
terfokus, bantuan dana di Indonesia diberikan untuk
lima kegiatan utama: Media, Seni dan Budaya; Tata
Pemerintahan dan Masyarakat Sipil; Lingkungan
Hidup dan Pembangunan (Hak-hak atas Sumber Daya
Alam dan Pemberdayaan Komunitas); Filantrofi;
serta Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi.
Proses Pemberian Bantuan Dana
Bila permohonan sesuai dengan bidang-bidang
kegiatan Ford Foundation, formulir yang dikirim
akan diberi nomor dan Ford Foundation akan
mengirimkan surat konfirmasi pada pemohon. Setiap
permohonan yang telah diberi nomor akan dikaji oleh
program officer terkait. Program officer ini
mencari gagasan-gagasan baru dan organisasi-
organisasi yang efektif yang dapat membantu
meningkatkan kinerja dalam bidang-bidang tertentu,
                                               188




serta juga mencari bukti-bukti bahwa organisasi
tersebut dan para stafnya mampu menjalankan
proyek mereka hingga berhasil serta mampu
bekerjasama dengan baik dengan pihak-pihak
lainnya. Ford Foundation mendukung pluralisme dan
kesamaan kesempatan dalam pemberian bantuan
dana serta dalam kebijakan internalnya. Dalam
mengevaluasi permohonan yang diajukan, program
officer akan memperhatikan apakah organisasi yang
bersangkutan memberikan kesempatan kepada
perempuan dan kelompok-kelompok marjinal lainnya.

Dana Ford Foundation terbatas dibandingkan dengan
banyaknya jumlah pemohon yang layak menerima
pendanaan. Pada umumnya, dalam satu tahun,
permohonan bantuan dana yang disetujui kurang dari
3 persen. Bila kajian Ford Foundation terhadap
permohonan awal menunjukkan hasil yang baik,
pemohon akan dihubungi guna mendiskusikan
gagasan-gagasan secara lebih rinci bersama dengan
program officer terkait untuk dapat membantu
penyusunan proposal secara lengkap.

Pemohon bisa mengirimkan permohonan dana kapan
saja sepanjang tahun. Pada umumnya para pemohon
akan menerima tanggapan dalam jangka waktu enam
minggu sehubungan dengan permohonan yang
diajukan apakah permohonan tersebut termasuk
dalam program kerja Ford Foundation dan
ketersediaan anggaran. Bila proposal tersebut
dipertimbangkan untuk bisa memperoleh bantuan
dana,       proses       persetujuannya—termasuk
rapat/pertemuan, kunjungan lapangan, negosiasi
bantuan dana, kajian administratif dan hukum serta
presentasi proyek untuk disetujui—secara umum
akan membutuhkan waktu tiga bulan. Namun, proses
tersebut dapat membutuhkan waktu yang lebih lama,
                                                189




tergantung pada tingkat kompleksitas proyek.

Kegiatan-kegiatan yang memperoleh bantuan dana
harus bersifat amal, untuk tujuan pendidikan atau
ilmiah, sebagaimana didefinisikan dalam ketentuan-
ketentuan yang terkait dalam U.S. Internal Revenue
Code and Treasury Regulations (Undang-undang
Perpajakan dan Peraturan Perbendaharaan Amerika
Serikat). Selain itu, guna memastikan bahwa bantuan
dana Ford Foundation digunakan secara layak, Ford
Foundation juga memiliki prosedur yang menyeluruh
untuk memberi dan memonitor bantuan dana. Bila
permohonan bantuan dana disetujui, pembayaran
pertama dari Ford Foundation akan dilakukan dalam
beberapa minggu, sesuai dengan jadwal pembayaran
yang telah dirundingkan sebelumnya.

Hal-hal yang Tidak Didanai Ford Foundation
Ford Foundation tidak memberikan beasiswa untuk
mahasiswa pra-sarjana, bantuan dana untuk
keperluan pribadi, maupun bantuan usaha komersial.
Bidang-bidang lainnya yang kerapkali diajukan
sebagai permohonan namun tidak Ford Foundation
danai mencakup diantaranya layanan kesehatan,
pembelian kendaraan, pembayaran kembali pinjaman
studi bagi siswa, dan penemuan-penemuan ilmiah.
Terkecuali untuk bantuan dana terbatas yang
diberikan melalui Good Neighbor Committee
(English) kepada lembaga-lembaga yang lokasinya
berdekatan dengan kantor Ford Foundation, pada
umumnya Ford Foundation tidak memberikan
dukungan bagi progam-program ekstra kurikuler
sekolah, kelompok-kelompok olahraga, panti asuhan
untuk yatim-piatu atau layanan asuhan bagi lansia.
                                                                          190




36. Fulbright / American Indonesia Exchange Foundation
                                              (AMINEF)
Tentang AMINEF             Fokus utama program Fulbright di Indonesia adalah
                           untuk mempromosikan pengertian bersama antara
                           Republik Indonesia dan USA melalui pertukaran
                           pendidikan dan pemberian beasiswa untuk pendidikan
                           tinggi.  Beasiswa-beasiswa Fulbright tersedia bagi
                           warganegara Indonesia yang memenuhi persyaratan
                           seperti yang akan diterangkan di bawah.

Alamat / Contact Address               American Indonesian Exchange Foundation
                                                Balai Pustaka Building, 6th. Floor
                                                    Jl. Gunung Sahari Raya No. 4
                                                                  Jakarta 10720
                                               http://www.aminef.or.id/noflash/
                                                        Untuk program Fullbright :
                                                         Telephone: (021) 3452016
                                                               Fax: (021) 3452050
                                               e -Mail: infofulbright@aminef.or.id

                                 Untuk informasi umum dan pendidikan di USA dan
                                                            Institutional TOEFL:
                                                      Telephone: (021) 3452016
                                                              Fax: (021) 3452050
                                                    e-Mail: infoeas@aminef.or.id
Bidang Garapan / Program   Secara regular, Fulbright mengumumkan program-
                           programnya setiap tahun. AMINEF sebagai lembaga
                           yang menangani program Fullbright untuk Indonesia
                           telah mengumumkan program-program beasiswa untuk
                           sekolah di USA tahun ajaran 2008-2009 dengan
                           pembiayaan dari Yayasan Fullbright sebagai berikut:



                           Programs for Indonesian:
                           1.   Fulbright American Political Science Association.
                                Program 12 bulan ini dirancang untuk memberikan
                                              191




     kesempatan kepada para ilmuwan dan professional
     asing mempelajari tentang kerja anggota
     konggress USA dan staff kongresss yang kerja
     secra penuh di dalam kantor congress selama
     kurang lebih enam bulan masa beasiswa. Sisa enam
     bulan    masa    pemberian    beasiswa    lainnya
     diperuntukkan bagi kegiatan-kegiatan seminar dan
     pengayaan.

2.   M.A. Program.     Priogram ini dirancang untuk
     memberikan kesempatan kepada para tenaga
     pengajar universitas negeri ataupun swasta di
     Indonesia.

3.   Freeport M.A. Program. Program ini dirancang
     untuk para tenaga pengajar perguruan tinggi
     negeri maupun swasta di Papua.

4.   Ph.D. Program. Program ini diperuntukkan bagi
     tenaga pengajar perguruan tinggi negeri dan
     swasta             di               Indonesia.


5.    Presidential Scholarship Program (Ph.D). Program
     ini dirancang untuk pelamar yang berasal dari
     tenaga pengajar atau yang berencana menjadi
     tenaga pengajar di perguruan tinggi di Indonesia
     dan belum pernah menerima beasiswa Fullbright.
     Program ini mencakup semua disiplin ilmu.
     Prioritas diberikan untuk bidang-bidang ilmu
     social, kajian keagamaan, ilmu dan teknologi,
     perundang-undangan, dan pendidikan khususnya
     pendidikan bahasa Inggris dan Administrasi
     perguruan tinggi.

6.   2008 International Fulbright Science and
     Technology Award for Ph.D. Study. Program ini
     dirancang untuk pelamar yang berkeinginan
     melanjutkan studi di perguruan tinggi rangking
                                                  192




     atas di USA dibidang ilmu, teknologi dan
     keinsinyuran.    dirancang untuk pelamar yang
     berkeinginan melanjutkan studi di perguruan tinggi
     rangking atas di USA dibidang ilmu, teknologi dan
     keinsinyuran. Bidang-bidang yang dapat diambil
     meliputi               Aeronautika               dan
     Astronomics/Aeronautical                 Engineering,
     Astronomy/Planetary           Sciences,      Biology,
     Biomedical Engineering, Chemistry, Computer
     Sciences/Engineering,        Energy,     Engineering
     (Electrical, Chemical, Civil, Mechanical, Ocean, dan
     Petroleum), Environmental Science/Engineering,
     Geology/Earth     dan     Atmospheric      Sciences,
     Information     Sciences/Engineering,      Materials
     Science/Engineering,                    Mathematics,
     Neuroscience/Brain dan Cognitive Sciences,
     Oceanography, adanPhysics ( penjelasan rinci
     masing-masing bidang ini dapat dilihat di
     www.aminef.or.id dalam menu Programs for
     Indonesians).

7.   Doctoral Dissertation Research Program. Program
     ini diperuntukkan bagi kandidat doctor Indonesia
     yang sedang dalam tahap akhir penulisan disertasi
     dengan kesempatan melakukan penelitian di USA.

8.   Senior Research Program.          Program ini
     diperuntukkan bagi ilmuwan Indonesia yang telah
     mempunyai gelar doctor atau profesi yang setara
     qualifikasinya.

9.   Fulbright Tsunami Relief Initiative Program. This
     program is specifically designed for individuals
     affected by the recent tsunami who wish to
     pursue an advanced degree at an American
     university in a discipline related to tsunami
     reconstruction efforts or future relief activity.
     Faculty members as well as other qualified
                                                  193




      individuals are eligible for these awards

10.   Foreign Language Teaching Assistant Program.
      Beasiswa ditawarkan kepada pengajar bahasa
      Inggris atau yang saat ini tengah mengikuti
      pelatihan untuk menjadi pengajar bahasa Inggris
      serta berkomitmen pada pengajaran bahasa
      tersebut setelah kembali ke Indonesia kelak.
      Beasiswa diberikan untuk satu tahun akademi
      (sembilan bulan).

11.   Hubert H. Humphrey Fellowship Program.
      Beasiswa Hubert H. Humphrey ditawarkan kepada
      profesional tingkat-menengah Indonesia untuk
      mengambil program nir-gelar yang menggabungkan
      perkuliahan tingkat pascasarjana dengan kegiatan
      pengembangan keprofesionalan di Amerika Serikat
      selama 9 bulan.      Pelamar umumnya tenaga
      administrator dalam posisi memimpin dan
      berpengalaman kerja paling sedikit lima tahun di
      lembaga publik atau swasta nir-laba termasuk
      Lembaga Swadaya Masyarakat yang berkomitmen
      pada pelayanan masyarakat.

12.   Fulbright-Sampoerna     Foundation    Program.
      Program    beasiswa   Fulbright-Sampoerna   ini
      dirancang untuk membantu mahasiswa Indonesia
      yang cerdas dengan memberikan kesempatan untuk
      melanjutkan sekolah dibidang bisnis pada level
      master (MBA) di universitas-universitan papan
      atas di USA.

13.   Fulbright Visiting Specialist Program. Program
      Pengajar Tamu Fulbright menyediakan beasiswa
      untuk jangka waktu dua sampai enam minggu
      kepada sarjana dan profesional dari luar negeri
      yang berkeinginan menambah pengetahuan dan
      pemahaman warga Amerika mengenai masyarakat
                                                                  194




                      dan kebudayaan lain.        Pengajar tamu akan
                      melibatkan lembaga dan kelompok masyarakat
                      dalam upaya meningkatkan dialog, pemahaman dan
                      saling pengertian, dan mengembangkan matakuliah,
                      program, kegiatan pertukaran dan hubungan antar
                      lembaga yang berkelanjutan. Kegiatan tadi akan
                      dilaksanakan di      universitas   dan kelompok
                      masyarakat setempat. Pengajar tamu juga akan
                      berceramah atau mengajar, mengajar bersama
                      pengajar Amerika, atau membantu dalam menyusun
                      suatu program dan kurikulum. Mereka juga akan
                      melakukan program kunjungan untuk berbicara di
                      depan kelompok-kelompok masyarakat, kelompok
                      agama dan sekolah. Peserta program ini berasalah
                      dari berbagai latar belakang di bidang seni, bisnis,
                      komunikasi dan jurnalistik, pendidikan, lingkungan,
                      humaniora, hukum, perpustakaan, kesehatan
                      masyarakat, ilmu-ilmu sosial dan perencanaan kota.
                      Prioritas bidang keahlian yang dicakup adalah
                      Agricultural Development/Agricultural Economics;
                      Communications/Journalism;                Economic
                      Development; Finance dan Banking; Human
                      Resources Management; Public Policy Analysis dan
                      Public Administration; Technology Policy dan
                      Management; Urban & Regional Planning; dan Public
                      Health Policy dan Management (termasuk
                      HIV/AIDS policy and prevention, drug abuse
                      education, treatment, and prevention). Peneliti,
                      spesialis pencegahan dan perlakuan, perencana
                      program di lembaga pemerintah maupun non-
                      pemerintah dapat juga mendaftar.).
Akses Pendanaan
                  Informasi Persyaratan Umum Program Fullbright:

                     Beasiswa    Fullbright dan Penghargaan Humphrey
                      mencakup    pembiayaan untuk travel internasional,
                      tunjangan   persiapan tugas (in-transit allowance),
                      tunjangan    tinggal di awal program (settling-in
                                              195




    allowance), SPP (tuitition and fees) universitas,
    asuransi kesehatan/kecelakaan, biaya bulanan,
    buku-buku,       computer,     dan      kegiatan
    keprofesionalan.

   Program beasiswa untuk tingkat master dengan
    pendanaan Fulbright diberikan selama 1 (satu)
    tahun dan dapat diperbaruhi untuk tahun
    berikutnya berdasarkan prestasi akademiknya.
    Untuk program PhD pendanaan diberikan untuk
    jangka waktu satu tahun dan dapat diperpanjang
    tiap tahun sampai dengan tahun ke tiga sesuai
    dengan prestasi akademiknya. Pendanaan untuk
    program disertasi doctoral dan penelitian
    lanjut/pertukaran dosen diberikan untuk jangka
    waktu dua kali 6 bulan.

   Pendanaan    tidak    dapat    diberikan  apabila
    pendidikan/penelitiannya dilaksanakan di dunia ke
    tiga.

   Fulbright tidak mendanai program pendidikan
    kedokteran.

        Pendanaan tidak dapat diberikan kepada
         individu yang mempunyai status ganda
         kewarganegaraan.

        Setiap penerima pendanaan dari Fulbright
         akan memperoleh visa J-1 USA.

        Pendidikan   minimal   untuk    memperoleh
         pendanaan adalah warga Indonesia dan
         berpendidikan minimal S1 serta mampu
         berbahasa Inggris secara profesional sesuai
         dengan standar graduate school universitas di
         USA. Silahkan dicheck kembali persyaratan
         untuk masing-masing program yang tersedia.

        Persyaratan umum untuk beasiswa Humphrey
                                           196




    adalah warga negara Indonesia, minimal telah
    berpendidikan S1, berpengalaman kerja 5
    tahun, lancar berbahasa Inggris, menunjukkan
    kemampuan kepemimpinan yang berkualitas
    dan    mempunyai     catatan    layanan   ke
    masyarakat.

   Calon peserta tidak disyaratkan untuk
    diterima atau mendapat penawaran dari
    universitas yang dituju. Penerimaan dari
    universitas yang dituju dapat dilakukan
    setelah    ada    pemberitahuan perolehan
    beasiswa dari Fullbright.

   Pemegang visa tinggal di USA atau pemegang
    kartu hijau USA (green card) tidak dapat
    memperolah pendanaan.

   Program-program Fulbright diumumkan setiap
    tahun. Blanko pendaftaran dapat diperoleh
    setiap saat secara langsung ke AMINEF atau
    diminta via pos atau didownload dari internet.
    Blanko yang sudah diisi harus sudah diterima
    oleh AMINEF / Fulbright Indonesia sebelum
    tanggal 31 Mei tiap tahunnya.

   Calon peserta program harus mengirimkan
    blanko pendaftaran yang telah diisi, surat
    rekomendasi, dan bukti kelulusan TOEFL
    internasional atau institusional.

   Setiap calon harus membuat surat
    pernyataan yang menerangkan secara jelas
    kenapa tertarik untuk belajar di USA, garis
    besar minatnya dan keterkaitannya dengan
    pendidikan lanjutan yang akan dilakukan.
    Surat ini harus dibuat secara ringkas dan
    padat, disertai pengalaman yang dimiliki, dan
    pertimbangan-pertimbangan lain yang
                                         197




    terkait. Harus juga dijelaskan kelebihan
    mengambil pendidikan lanjutan di USA ini
    dibandingkan dengan di negara lain seperti
    Phillipina atau negara lainnya. Juga perlu
    dijelaskan bagaimana peserta akan dapat
    berhasil selama satu atau dua tahun
    pendidikan di USA, juga alasan-alasan lain
    kenapa tertarik untuk belajar di USA.

   Calon penerima beasiswa juga harus
    menjelaskan bagaimana hasil pendidikannya
    atau pengalamannya di USA nanti akan
    membawanya ke posisi yang lebih baik di
    bidangnya.

   Untuk pendaftaran awal, calon peserta harus
    melengkapi minimal satu surat rekomendasi.
    Surat referensi dari atasan tempat kerja
    atau dari profesor yang mengetahui
    kemampuan akademisnya diperlukan bagi
    calon peserta.

   Lamaran yang dikirim akan dievaluasi
    terlebih dahulu dan apabila dianggap
    memenuhi persyaratan makan calon peserta
    akan dipanggil untuk interview. Interview
    akan dilakukan secara langsung orang per
    orang dan tidak dapat dilakukan lewat
    telepon.

   Komite yang menyeleksi surat pendaftaran
    terdiri atas dua sampai orang ilmuwan senior
    dari Indonesia dan Amerika yang berasal
    dari anggota Badan Komisi, Akademisi senior,
    ilmuwan     Fullbright    Amerika,   Alumni
    Fulbright, dan program officer AMINEF
    atau Direktur Eksekutif AMINEF yang akan
    berpartisipasi sebagai anggota yang tidak
                                                 198




          mempunyai suara dalam penentuan.

       Interview akan dilakukan dalam bulan Juli
        dan Agustus tiap tahun di kota-kota besar
        dimana cukup calon peserta yang memenuhi
        persyaratan.

       Hasil interview akan dikirim lewat pos pada
        akhir bulan September.

       Bagi calon peserta yang dinyatakan lolos
        dalam interview akan diminta untuk mengisi
        blanko isian yang nantinya akan diteruskan ke
        the Institute of International Education
        (IIE). IIE ini akan melihat blanko tersebut
        dan mencari empat universitas yang dianggap
        sesuai dan IIE akan mendaftarkan langsung
        ke universitas tersebut.

         Calon peserta diijinkan untuk mengajukan
          pilihan universitas tetapi apabila dirasa tidak
          memungkinkan       untuk     mendaftar       ke
          universitas pilihan tersebut maka IIE akan
          memilihkan universitas yang mempunyai
          peluang besar untuk diterima.

                                Calon       peserta
          disyaratkan untuk mempunyai tanda kelulusan
          TOEFL internasional dan GRE. Apabila calon
          peserta belum mempunyainya maka Fullbright
          akan membayarkan biaya untuk mengambil
          kedua test tersebut.
Selain persyaratan umum seperti di atas, setiap
program mempunyai persyaratan seperti diuraikan di
bawah. Untuk penjelasan lebih rinci serta blanko-
planko pendaftaran, para peminat dapat menghubungi
AMINEF secara langsung.
1.   FULBRIGHT/AMERICAN POLITICAL SCIENCE
                                                 199




ASSOCIATION     (APSA)    CONGRESSIONAL
FELLOWSHIP PROGRAM: FY 2007
Persyaratan yang harus dipenuhi:
   Harus warga Negara Indonesia.

   Pendaftar harus berasal dari professional
    akademisi, journalist, atau yang bergerak dibidang
    kebijakan public yang secara akademisi tertarik
    dengan hal-hal yang terkait dengan Kongress USA
    dan proses-proses penentuan kebijakan dan
    mempunyai komitmen untuk berkontribusi yang
    signifikan dalam proses pemahaman politik oleh
    masyarakat umum.        Bidang keahlian pendaftar
    harus masuk dalam kategori sebagai berikut: ilmu
    politik, komunikasi / journalism, administrai
    kebijakan public, sosiologi dan perundangan.

   Harus mengerti dan lancar berbicara bahasa
    Inggris seperti atau mendekati dengan orang-orang
    yang berbahasa ibu bahasa Inggris.

   Pendidikan minimal S1 atau yang sederajat.

Cara mendaftar:

Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi
dengan pernyataan proyek (project statement), tiga
surat rekomendasi/referensi, dan satu CV. Blanko
pendaftaran dapat diperoleh di kantor AMINEF di
Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl. Gunung Sahari
Raya 4, Jakarta 10720. Blanko pendaftaran ini dapat
juga    di   download   di   website      AMINEF      :
www.aminef.or.id. Apabila ada pertanyaan khusus,
dapat dikirim via email ke alamat berikut:
infofulbright@aminef.or.id
                                              200




2. FULBRIGHT MASTER’S DEGREE PROGRAM

Persyaratan yang harus dipenuhi        adalah sebagai
berikut:

 Calon peserta berasal dari pengajar universitas
    negeri atau swasta di Indonesia.

 Berpendidikan minimal S1 dengan IPK (GPA) minimal
    3.0 (skala penilaian 4.0)

 Mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik.

 Faham dengan baik budaya Indonesia dan budaya
    intgernasional.

 Menunjukkan komitmen terhadap bidang studi yang
    dipilih.

 Bersedia untuk kembali ke Indonesia setelah
    menyelesaikan program Fulbrightnya.

 Mempunyai nilai TOEFL paling rendah 550.
Cara Mendaftar:


Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi dengan
paling sedikit satu surat rekomendasi/referensi, dan
sertifikat TOEFL terbaru. Blanko pendaftaran dapat
diperoleh di kantor AMINEF di Gedung Balai Pustaka,
6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.
Blanko pendaftaran ini dapat juga di download di
website AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada
pertanyaan khusus, dapat dikirim via email ke alamat
berikut: infofulbright@aminef.or.id
                                                    201




3.  FULBRIGHT-FREEPORT MASTER’S DEGREE
PROGRAM

Syarat-syarat pendaftaran:

   Warga Negara Indonesia yang berasal dari Papua
    dan    berstatus    sebagai    tenaga     pengajar    di
    universitas negeri atau swasta.

   Pendidikan minilam S1 dengan IPK (GPA) paling
    sedikit 3.0 (skala penilaian 4.0).

   Mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik.

   Faham dengan baik budaya Indonesia dan budaya
    intgernasional.

   Menunjukkan komitmen terhadap bidang studi yang
    dipilih.

   Menunjukkan komitmen terhadap pembangunan dan
    layanan di Papua.

   Bersedia    untuk    kembali     ke     Papua   setelah
    menyelesaikan program Fulbrightnya.

   Mempunyai nilai TOEFL paling rendah 500.
Cara mendaftar:


Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi dengan
paling sedikit satu surat rekomendasi/referensi, dan
sertifikat TOEFL terbaru. Blanko pendaftaran dapat
diperoleh di kantor AMINEF di Gedung Balai Pustaka,
6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.
                                                202




Blanko pendaftaran ini dapat juga di download di
website AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada
pertanyaan khusus, dapat dikirim via email ke alamat
berikut: infofulbright@aminef.or.id


4. FULBRIGHT DOCTORAL DEGREE PROGRAM
Persyaratan pendaftaran:

   Hibah pendanaan diberikan untuk jangka waktu tiga
    (3) tahun.

   Pendaftar     berasal dari pengajar di perguruan
    tinggi negeri atau swasta di Indonesia.

   Pendidiikan paling rendah Master dengan IPK (GPA)
    paling rendah 3.0 (skala peniliaian 4.0).

   Mempunyai jiwa kepemimpinan yang baik.

   Faham dengan baik budaya Indonesia dan budaya
    intgernasional.

   Menunjukkan komitmen terhadap bidang studi yang
    dipilih.

   Bersedia untuk kembali ke Indonesia setelah
    menyelesaikan program Fulbrightnya.

   Mempunyai nilai TOEFL paling rendah 600.
Cara mendaftar:


Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi dengan
paling sedikit satu surat rekomendasi/referensi, dan
                                                    203




sertifikat TOEFL terbaru. Blanko pendaftaran dapat
diperoleh di kantor AMINEF di Gedung Balai Pustaka,
6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.
Blanko pendaftaran ini dapat juga di download di
website AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada
pertanyaan khusus, dapat dikirim via email ke alamat
berikut: infofulbright@aminef.or.id


5.  FULBRIGHT PRESIDENTIAL SCHOLARSHIP
PROGRAM (PH.D. PROGRAM)

Syarat pendaftaran:

   Berstatus atau berencana menjadi tenaga pengajar
     di perguruan tinggi negeri atau swasta di
     Indonesia dan belum pernah menerima beasiswa
     dari Fullbright sebelumnya.

   Pendidikan minimal S1 atau Master dengan IPK
     (GPA) paling rendah 3.0 (skala penilaian 4.0).

   Berjiwa pemimpin.

   Memahami budaya      Indonesia   dan    internasional
     secara baik.

   Mempunyai      komitmen   terhadap     bidang         yang
     dipelajari.

   Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai
     menjalani program Fullbright.

   Menjadi tenaga pengajar di Indonesia setelah
     selesai menjalani program Fullbright.

   Nilai TOEFL paling rendah 525.

Cara mendaftar:

Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
                                                204




penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi dengan
paling sedikit satu surat rekomendasi/referensi, dan
sertifikat TOEFL terbaru. Blanko pendaftaran dapat
diperoleh di kantor AMINEF di Gedung Balai Pustaka,
6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.
Blanko pendaftaran ini dapat juga di download di
website AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada
pertanyaan khusus, dapat dikirim via email ke alamat
berikut: infofulbright@aminef.or.id



6. 2008 INTERNATIONAL FULBRIGHT SCIENCE
AND
TECHNOLOGY AWARD FOR Ph.D. STUDY



Syarat-syarat pendaftaran:
   Berpendidikan S1 atau Master dengan nilai IPK
    (GPA) paling rendah 3.0 (skala nilai 4.0). Mahasiswa
    S1 yang akan lulus sebelum bulan Agustus pada
    tahun yang bersangkutan dapat juga mendaftar.

   Berjiwa pemimpin.

   Memahami budaya Indonesia dan budaya lain
    dengan baik.

   Bersedia untuk kembali ke Indonesia setelah
    selesai menyelesaikan program Fullbrightnya.

   Komitmen yang kuat terhadap bidang yang dipilih.

   Mempunyai nilai TOEFL paling rendah 580 pada
    saat melamar.

   Mempunyai nilai GRE quantitative paling rendah
    700 (Test GRE disyaratkan bila terpilih sebagai
                                              205




   calon penerima beasiswa.



Cara mendaftar:

* Pelamar dapat mengajukan lamaran secara on-line
mellalui
https://apply.embark.com/student/fulbright/internati
onal atau men-download blanko pendaftaran dalam
format file PDF dari website www.aminef.or.id yang
berlokasi di menu Programs for Indonesians menu.
Semua dokumen yang mencakup blanko pendaftaran,
transkrip akademis, tiga surat referensi, resume
keprofesionalannya, dan transkrip nilai TOEFL harus
sudah diterima oleh AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Informasi tanggal penutupan program ini
dapat ditanyakan langsung ke kantor AMINEF baik
lewat surat, telpon, ataupun email.      Apabila ada
pertanyaan khusus dapat diajukan via email ke
infofulbright@aminef.or.id.

7.   FULBRIGHT DOCTORAL             DISSERTATION
RESEARCH PROGRAM
Beasiswa untuk penelitian di Amerika ini ditawarkan
kepada mahasiswa program S3 di universitas Indonesia
yang tengah menulis disertasi. Jangka waktu penelitian
antara tiga sampai enam bulan. Pelamar diwajibkan
memiliki angka TOEFL paling rendah 575.

Cara mendaftar:


Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi dengan
paling sedikit satu surat rekomendasi/referensi, dan
                                             206




sertifikat TOEFL terbaru. Blanko pendaftaran dapat
diperoleh di kantor AMINEF di Gedung Balai Pustaka,
6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.
Blanko pendaftaran ini dapat juga di download di
website AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada
pertanyaan khusus, dapat dikirim via email ke alamat
berikut: infofulbright@aminef.or.id

8. FULBRIGHT SENIOR RESEARCH PROGRAM
Beasiswa untuk penelitian di Amerika ini ditawarkan
kepada sarjana Indonesia yang bergelar doktor atau
memiliki kualifikasi profesional yang setara. Jangka
waktu penelitian antara tiga sampai enam bulan.
Pelamar harus mampu berbahasa Inggris agar
penelitian dapat terlaksana dengan baik.

Cara Mendaftar:
Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi dengan
paling sedikit satu surat rekomendasi/referensi, dan
sertifikat TOEFL terbaru. Blanko pendaftaran dapat
diperoleh di kantor AMINEF di Gedung Balai Pustaka,
6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.
Blanko pendaftaran ini dapat juga di download di
website AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada
pertanyaan khusus, dapat dikirim via email ke alamat
berikut: infofulbright@aminef.or.id


9. FULBRIGHT TSUNAMI RELIEF INITIATIVE
PROGRAM


Syarat-syarat pendaftaran:
                                                 207




   Individu   yang     kena    dampak    tsunami      dan
    berkeinginan      untuk    melanjutkan    pendidikan
    tingginya di USA.

   Pendidikan minimal S1 dengan nilai IPK (GPA) paling
    rendah 3.0 (skala nilai 4.0).

   Berjiwa pemimpin

   Memahami dengan baik budaya Indonesia dan
    budaya internasional.

   Mempunyai komitmen terhadap bidang studi yang
    dipilih dan relevansinya terhadap usaha-usaha
    rekontruksi / pemulihan akibat tsunami.

   Nilai   TOEFL     paling   rendah   520   pada     saat
    mendaftar.
Cara Mendaftar:
Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi dengan
paling sedikit satu surat rekomendasi/referensi, dan
sertifikat TOEFL terbaru. Blanko pendaftaran dapat
diperoleh di kantor AMINEF di Gedung Balai Pustaka,
6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.
Blanko pendaftaran ini dapat juga di download di
website AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada
pertanyaan khusus, dapat dikirim via email ke alamat
berikut: infofulbright@aminef.or.id



10. FULBRIGHT FOREIGN LANGUAGE (BAHASA
INDONESIA)
                                                     208




TEACHING ASSISTANT (FLTA) PROGRAM


Syarat-syarat pendaftaran:

   Pelamar harus berprofesi sebagai guru bahasa atau
    sedang dalam pelatihan untuk menjadi guru bahasa
    Inggris.

   Bersedia kembali ke Indonesia dan menjadi guru
    bahasa     Inggris   di   Indonesia   setelah     selesai
    menjalani program Fullbright.

   Bersedia mengajar bahasa dan budaya Indonesia di
    USA 20 jam per minggu dan mengambil pelajaran
    paling sedikit dua kelas bidang studi tentang USA
    dan/atau metodologi ESL per semester secara
    penuh.

   Pelamar harus belum berusia 29 tahun pada tenggat
    waktu pendaftaran dan memiliki:

   Berpendidikan sarjana (S1) dengan IPK minimal 3.0
    (skala 4.00)

   berjiwa kepemimpinan

   mempunyai      pemahaman     dengan   baik      terhadap
    kebudayaan Indonesia dan asing

   komitmen pada bidang studi yang dipilih.

   kesediaan untuk kembali ke lembaga asal setelah
    Program Fulbright selesai

   angka TOEFL paling rendah 550.
Cara mendaftar:


Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
                                                    209




dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi dengan
paling sedikit satu surat rekomendasi/referensi, dan
sertifikat TOEFL terbaru. Blanko pendaftaran dapat
diperoleh di kantor AMINEF di Gedung Balai Pustaka,
6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.
Blanko pendaftaran ini dapat juga di download di
website AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada
pertanyaan khusus, dapat dikirim via email ke alamat
berikut: infofulbright@aminef.or.id


11.   HUBERT H. HUMPHREY FELLOWSHIP
PROGRAM FOR MID-CAREER PROFESSIONALS


Beasiswa Hubert H. Humphrey ditawarkan kepada
profesional     tingkat-menengah       Indonesia     untuk
mengambil program nir-gelar yang menggabungkan
perkuliahan tingkat pascasarjana dengan kegiatan
pengembangan keprofesionalan di Amerika Serikat
selama    9     bulan.     Pelamar     umumnya      tenaga
administrator      dalam     posisi     memimpin          dan
berpengalaman kerja paling sedikit lima tahun di
lembaga publik atau swasta nir-laba termasuk Lembaga
Swadaya       Masyarakat    yang      berkomitmen         pada
pelayanan masyarakat.      Pelamar harus memilik: (a)
gelar Sarjana (S1) dengan IPK minimal 2.75 (pada skala
4,00)b. angka TOEFL paling rendah 525.


Cara Mendaftar:


Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
                                                     210




penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi dengan
paling sedikit satu surat rekomendasi/referensi, dan
sertifikat TOEFL terbaru. Blanko pendaftaran dapat
diperoleh di kantor AMINEF di Gedung Balai Pustaka,
6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.
Blanko pendaftaran ini dapat juga di download di
website AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada
pertanyaan khusus, dapat dikirim via email ke alamat
berikut: infofulbright@aminef.or.id
12.   FULBRIGHT-SAMPOERNA FOUNDATION
MASTER'S DEGREE PROGRAM IN BUSINESS
ADMINISTRATION (MBA)


Syarat pendaftaran:

    Program beasiswa Fulbright-Yayasan Sampoerna
      ditawarkan kepada sarjana Indonesia yang ingin
      menyelesaikan program MBA di universitas
      terkemuka        di     Amerika    Serikat.    Pelamar
      harusbelum berusia 35 tahun pada tenggat
      waktu pendaftaran dan memiliki:

    gelar Sarjana (S1) dengan IPK 3.25 (pada skala
      4,00) dari perguruan tinggi di Indonesia, dengan
      pengalaman kerja dua tahun setelah lulus S1

    jiwa kepemimpinan

    komitmen      pada        pembangunan    nasional     dan
      masyarakat

    kesediaan untuk bekerja kembali di Indonesia
      selama    lima        tahun   berturut-turut   setelah
      Program Fulbright selesai
                                                        211




     angka TOEFL paling rendah 600 serta GMAT
          paling rendah 575.
Cara mendaftar:
Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko yang telah diisi ini harus dilengkapi dengan
paling sedikit satu surat rekomendasi/referensi, dan
sertifikat TOEFL terbaru. Blanko pendaftaran dapat
diperoleh di kantor AMINEF di Gedung Balai Pustaka,
6th floor, Jl. Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720.
Blanko pendaftaran ini dapat juga di download di
website AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada
pertanyaan khusus, dapat dikirim via email ke alamat
berikut: infofulbright@aminef.or.id



13.     FULBRIGHT                VISITING         SPECIALIST
PROGRAM


Program       Pengajar     Tamu      Fulbright     menyediakan
beasiswa untuk jangka waktu dua sampai enam minggu
kepada sarjana dan profesional dari luar negeri yang
berkeinginan menambah pengetahuan dan pemahaman
warga Amerika mengenai masyarakat dan kebudayaan
lain.   Pengajar tamu akan melibatkan lembaga dan
kelompok      masyarakat       dalam    upaya     meningkatkan
dialog,     pemahaman      dan      saling     pengertian,    dan
mengembangkan          matakuliah,       program,      kegiatan
pertukaran       dan     hubungan      antar     lembaga      yang
berkelanjutan. Kegiatan tadi akan dilaksanakan di
universitas     dan    kelompok      masyarakat      setempat.
Pengajar tamu juga akan berceramah atau mengajar,
                                                       212




mengajar bersama pengajar Amerika, atau membantu
dalam menyusun suatu program dan kurikulum. Mereka
juga      akan   melakukan     program     kunjungan      untuk
berbicara di depan kelompok-kelompok masyarakat,
kelompok agama dan sekolah. Peserta program ini
berasalah dari berbagai latar belakang di bidang seni,
bisnis,     komunikasi   dan     jurnalistik,     pendidikan,
lingkungan,       humaniora,      hukum,        perpustakaan,
kesehatan        masyarakat,     ilmu-ilmu       sosial      dan
perencanaan kota.
Cara Mendaftar:
Calon peserta harus melengkapi blanko pendaftaran
dan mengembalikannya ke AMINEF sebelum tanggal
penutupan. Informasi tanggal penutupan untuk
program ini dapat ditanyakan langsung ke AMINEF.
Blanko pendaftaran dapat diperoleh di kantor
AMINEF di Gedung Balai Pustaka, 6th floor, Jl.
Gunung Sahari Raya 4, Jakarta 10720. Blanko
pendaftaran ini dapat juga di download di website
AMINEF : www.aminef.or.id. Apabila ada pertanyaan
khusus, dapat dikirim via email ke alamat berikut:
infofulbright@aminef.or.id
                                                             213




              37. Global Environmental Facility (GEF)
Tentang GEF     Global Environment Facility (GEF) dibentuk tahun 1991
                untuk menggalang kerja sama international dalam
                mengatasi ancaman terhadap lingkungan global yaitu,
                kehilangan keanekaragaman hayati, perubahan iklim,
                degradasi kualitas perairan internasional, penipisan
                lapisan ozone, degradasi lahan dan persistent organic
                pollutants (POPs).

                Global Environment Facility merupakan suatu
                mekanisme      pendanaan     bersama    (Co-Financing
                Mechanism) untuk menjawab atau mengatasi tantangan
                lingkungan global. GEF memberikan hibah baru atau
                tambahan yang diperlukan bagi kepentingan lingkungan
                global. Artinya GEF hanya dapat digunakan untuk
                membiayai kebutuhan dana yang diperlukan untuk
                kepentingan lingkungan global yang disebut sebagai
                incremental cost. Oleh karena itu biasanya dana GEF
                tidak digunakan untuk membiayai seluruh kegiatan
                tetapi merupakan sebagian dari dana yang dipakai
                untuk aktivitas yang bersangkutan. Hanya pada kasus-
                kasus tertentu GEF dipakai untuk membiayai seluruh
                kegiatan dimana pada kegiatan tersebut biaya total
                aktivitas merupakan incremental cost. Misalnya untuk
                kegiatan    yang    berkaitan    dengan    pembuatan
                ―komunikasi nasional‖ kovensi PBB mengenai perubahan
                iklim (United Nations Framework Convention on
                Climate Change/UNFCCC), ecological base line studies
                untuk konvensi PBB mengenai keanekaragaman hayati
                (United Nations Convention on Biological Diversity)
                dimana biaya totalnya sama dengan incremental costs.
                Dimasing-masing negara, GEF mempunyai sekretariat
                yang dipimpin oleh seorang GEF Focal Point.
                Sekretariat ini merupakan kepanjangan tangan
                Sekretariat GEF yang berpusat di New York.
                Sekretariat ini bertugas memberikan rekomendasi
                                                                        214




                           proposal-proposal yang akan diajukan ke GEF
                           Sekretariat. Di Indonesia, Sekretariat GEF telah
                           membentuk tim kerja yang anggotanya terdiri dari
                           wakil-wakil sektor (departemen/kementerian). Tim ini
                           antara lain menentukan program-program prioritas
                           pemerintah yang akan diajukan untuk didanai oleh GEF.
                           Adapun sekretariat GEF Pusat yang diketuai oleh
                           seorang CEO bertugas mengawasi pelaksanaan program
                           hibah, menetapkan kebijakan pemberian hibah dan
                           melaksanakan petunjuk Dewan GEF dan Sekretariat
                           Konvensi Internasional. Sekretariat GEF Pusat ini
                           sangat menentukan karena Sekretariat mempunyai
                           kekuatan veto terhadap semua proyek yang diusulkan
                           oleh lembaga yang menjadi agen pendistribusian dana
                           GEF atau yang disebut Implementing Agencies (IA)
                           untuk mendapat persetujuan. Lembaga-lembaga yang
                           menjadi IA GEF adalah The World Bank/Bank Dunia,
                           United Nations Development Programme (UNDP),
                           United Nations Environment Programme (UNEP),
                           United Nations Industrial Development Organization
                           (UNIDO), Food and Agriculture Organization (FAO),
                           International Fund for Agricultural Development
                           (IFAD), African Development Bank / Bank
                           Pembangunan Afrika; Asian Development Bank (ADB) /
                           Bank Pembangunan Asia; European Bank for
                           Reconstruction and Development; dan Inter-American
                           Development Bank. Semua proyek dan program GEF
                           dikembangkan dan dilaksanakan dalam kemitraan
                           dengan salah satu IA ini.

Alamat / Contact Address
                                                      GEF Secretariat Indonesia
                                                  Kementerian Lingkungan Hidup
                                    Jalan DI Panjaitan Kavling 24, Jakarta Timur
                                                 Tel/fax.:021-8580110, 8518128
                                       E-mail:gefsecindonesia@gef-indonesia.org
                                                 WEB: http://gef-indonesia.org/
                                                                              215




                                                 Sekretariat GEF-SGP Indonesia:
                                                   Yayasan Bina Usaha Lingkungan
                              Jl. Hang Lekir VI No. 1, Kebayoran Baru, JAKARTA
                                                    12120; Telp.: (021) 720 6125;
                                   Fax.: (021) 722 0905; E-mail : ybul@indo.net.id

Bidang Garapan / Program   Program atau proyek-proyek GEF secara garis besar
                           terbagi dalam bidang-bidang atau focal areas:
                            Keanekaragaman hayati (biological diversity) yang
                             terdiri   atas     program   operasional-program
                             operasional sebagai berikut:

                                BD-1: Catalyze sustainability of protected areas
                                 at national level.

                                BD-2: Mainstream biodiversity         production
                                 landscape, seascape and sectors.

                                BD-3: Build capacity for the implementation of
                                 the Cartagena Protocol on Biosafety.

                                BD-4: Generate, disseminate and uptake of
                                 good practices for addressing current and
                                 emerging biodiversity issue.

                            Perubahan iklim (climate change) yang kemudian
                             dipecah menjadi program operasional-program
                             operasional sebagai berikut:
                                CC-1 : Promote energy-efficient building and
                                  appliances.
                                CC-2 : Promote industrial energy efficiency
                                CC-3 : Promote rehabilitation of power plants
                                CC-4 : Promote       on-grid   electricity     from
                                  renewable sources
                                CC-5 : Promote renewable energy for rural
                                              216




      energy services
     CC-6 : Support deployment of new, low GHG
       emitting energy technologies
     CC-7 : Facilitate market transformation for
       sustainable mobility
     CC-8 : Support piloting an operational approach
      to adaptation

 Perairan internasional (international waters)
  dengan program operasional-program operasional
  sebagai berikut:
     IW-1 : Catalyze information of agreed reforms
      and on-the-ground stress reduction investment
      to address transboundary water concern.
     IW-2 : Expand foundational capacity building to
      a limited number of new transboundary system
      through integrated approaches and foster
      replication through targeted learning for the
      international waters portfolio.
     IW-3 : Undertake innovative demonstrations
      addressing key program gaps with a focus on
      SIDs water supply/coastal protection and
      IWRM ISSD targets.

 Lapisan ozone (ozone layers) dengan program
  operasionalnya sebagai berikut:
     OZ-1 : Address HCFCs, residual use of MeBr,
      and strengthen institutions and other non-
      investment activities.



 Degradasi lahan (land degradation) dengan
  program-program operasionalnya sebagai berikut:
                                                   217




       SLM-1 : Foster system-wide change through the
        removal of policy, institutional, technical,
        capacity and financial barriers to SLM at the
        country level.
       SLM-2 : Demonstration and up-scalling
        successful SLM practices for the control and
        prevention     of     desertification    and
        deforestation.
       SLM-3      :  Generating and  disseminating
        knowledge addressing current and emergent
        issues in SLM
       SLMrev4 : Cross focal area synergies and
        integrated ecosystem approaches to sustainable
        land management.

    Persistent Organic Pollutans (POPs)               dengan
    program operasionalnya mencakup:
       POP-1 : Persistent in the development of NIP
        program and disseminate of best practices.
       POP-2 : Strengthen         capacity      for     NIP
        implementation.
       POP-3 : Encourage partnering in investments for
        NIP implementation.
       POP-4 : Promote partnering in demonstration in
        innovative technologies and practices for POPs
        reduction.

 Capacity Building dengan program operasionalnya
  mencakup:
       CB-1 : Enabling activities (climate change and
         biodiversity).
       CB-2 : Cross-cutting capacity building
                                                    218




 Integrated Approach to Ecosystem Management
  dengan program operasionalnya mencakup:
    EM-1 :Integrated         approaches    to   ecosystem
     management.

 Small Grant Program (SGP) dengan program
  operasionalnya mencakup:
         SGP-1 : Small Grants Programs



 Dari focal area yang ada, GEF merinci lebih lanjut ke
 dalam operational programs (OP) sebagai berikut:
    OP-1 : Arid and Semi arid zone ecosystems.
    OP-2 : Cosastal,          Marine     and    Freshwater
     ecosystems.
    OP-3 : Forest ecosystems
    OP-4 : Mountain exosystems
    OP-5 : Removal of barriers to energy efficiency
     and energy conservation.
    OP-6 : Promoting the adoption of renewable
     energy by removing barriers and reducing
     implementation costs.
    OP-7 : Reducing the long term cost of low
     greenhouse gas-emitting energy technologies.
    OP-8 : Waterbody-based operational program.
    OP-9 : Integrated land and water multiple focal
     area program.
        OP-10 : Contaminant based program.
        OP-11 : Sustainable transport.
                                                  219




       OP-12 : Integrated approach to ecosystem
        management.
       OP-13 : Conservation and sustainable use of
        biological diversity important to agriculture.
       OP-14 : Program for reducing and eliminating
        releases of persistent organic pollutants.
       OP-15 : Sustainable Land Management.
       STRM : Short term response measure.
       EA : Enabling activity.

    Ada beberapa skema pendanaan hibah GEF yang
    meliputi sebagai berikut:

    Full-size projects

    Full-sized project ini biasanya berlangsung selama 3–7
    tahun dengan total anggaran sebesar USD >1 juta.
    Lembaga yang mengajukan harus dari pemerintah.
    Dalam mengembangkan proposal pengajuan, pihak
    pemerintah dapat memakai fasilitas skema pendanaan
    PDF (lihat penjelasannya dibawah) Kegiatan dari hibah
    ini ditujukan untuk mengatasi akar permasalahan
    degradasi lingkungan. Peruntukan pendanaan ini adalah
    untuk membantu mempercepat tercapainya program
    prioritas pemerintah yang ada kaitannya dengan
    lingkungan global.

    Medium-sized projects
        Hibah medium-sized ditujukan untuk lebih
    meningkatkan fleksibilias GEF dan mendorong lebih
    beragam pihak-pihak pengusul dan pengembang
    projek. Anggaran untuk hibah ini maksimum USD 1
    juta. Skema pendanaan PDF juga dapat dimanfaakan
    untuk mengembangkan proposal medium-size ini.
                                                220




      Enabling Activities

    Hibah ini diberikan kepada negara untuk
    mempersiapkan inventori nasional, strategi dan
    langkah-langkah aksi yang berkaitan dengan
    pelaksanaan UNCBD dan UNFCCC seperti analisa
    kebijakan, konsultasi, pelatihan, pengembangan
    strategi dan rencana langkah tindak . Bantuan ini
    membantu negara dalam upaya mengevaluasi
    tantangan-tantangan     yang    dihadapi   dalam
    permasalahan perubahan iklim dan keanekaragaman
    hayati dari sudut pandang nasional untuk dapat
    menentukan kemungkinan yang paling menjanjikan
    bagi pengembangan full-sized project.

Project Preparation and Development Facility (PDF)

GEF juga memberikan hibah bagi pengembangan dan
persiapan proyek skala Full-sized projects dan
Medium-Sized projects .

Hibah jenis ini diberikan dalam tiga kategori A, B dan
C.
       PDF Block A; Persetujuan hibah kategori ini
    dilakukan oleh IA GEF. Anggarannya mencapai USD
    25,000. Hibah ini disediakan bagi upaya identifikasi
    proyek yang merupakan tahap awal dari suatu
    projek. Hibah Blok A ini dapat digunakan untuk
    mengembangkan kegiatan hibah Blok B, Medium-
    sized Project atau Full-sized Project.
       PDF Block B; Anggaran hibah untuk kategori ini
    dapat mencapai USD 350,000.           Hibah ini
    diperuntukkan bagi usaha pengumpulan infomasi
    untuk menyelesaikan suatu proposal proyek dan
    dokumen pendukung yang diperlukan. Untuk hibah
    ini persetujuan dilakukan oleh GEF CEO, dengan
                                                221




     memperhatikan rekomendasi dari komite operasi
     dan IA GEF. Hibah kategori ini dapat diawali
     dangan hibah PDF Block A. Hibah kategori ini hanya
     boleh digunakan untuk pengembangan Full-sized
     Project, tidak boleh digunakan untuk pengembangan
     Medium-sized project.
       PDF Block C; Anggaran kategori ini dapat
     mencapai USD 1,000,000 dan diperuntukkan sebagai
     tambahan dana yang dibutuhkan oleh projek-projek
     yang lebih besar untuk menyelesaikan perencanaan
     teknik dan studi kelayakan. Hibah blok C ini
     biasanya diberikan sesudah proposal proyek
     disetujui oleh Komite GEF.

     Small Grants Program (SGP)

     Program ini mulai diluncurkan oleh UNDP pada tahun
     1992 dengan sumber dana GEF. Kegiatan yang bisa
     didanai adalah kegiatan-kegiatan yang mendukung
     langkah-langkah masyarakat pada tingkat lokal yang
     berkaitan dengan Focal Areas GEF. Hibah ini
     ditujukan bagi kegiatan berbasis masyarakat
     (community-based      projects)   yang   merupakan
     kontribusi lokal bagi pelestarian lingkungan global
     dengan besar anggaran sampai USD 50,000.
     Pengelolaan hibah SGP ini di Indonesia dilakukan
     oleh Sekretariat SGP Indonesia yang beralamat di
     kantor Yayasan Bina Usaha Lingkungan. Persetujuan
     pemberian hibah dilakukan oleh Steering Committee
     SGP Indonesia sehingga waktu yang diperlukan bagi
     proses persetujuan pemberian hibah ini relatif
     cepat, 2-3 bulan. Lembaga Swadaya Masyarakat,
     Komunitas Masyarakat atau lembaga sejenis dapat
     mengajukan proposal untuk memperoleh pendanaan
     langsung ke sekreatiat GEF-SGP.

    Small and Medium Enterprise (SME).
                                              222




Program ini merupakan kerja sama dengan the
International Finance Corporation, suatu afiliasi Bank
Dunia. Program ini bertujuan untuk mempromosikan
kemungkinan investasi sektor swasta di negara sedang
berkembang      dengan   mendanai      proyek     yang
menunjukkan dampak positif dari lingkungan.



Special Climate Change Fund (SCCF)

Program    ini   dikembangkan    untuk    mendukung
implementasi kegiatan yang menyangkut adaptasi
terhadap perubahan iklim global yang akan
meningkatkan daya tahan pembangunan nasional
diberbagai sector. Proyek-proyek yang didanai harus
mengfokuskan pada program jangka panjang yang
menyangkut strategi, kebijakan dan pendekatan-
pendekatan, bukan untuk program jangka pendek. Jadi
program yang diajukan telah direncanakan secara
matang, bukan program yang bersifat reaktif. Lokasi
kegiatan harus di daerah yang benar-benar menerima
dampak dari perobahan iklim global dan lebih
ditekankan pada pembangunan untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak.
Kegiatan yang diajukan harus terkait atau telah
diinformasikan di dalam dokumen yang telah
dikembangkan oleh negara yang mengajukan yang
terdiri   atas   dokumen-dokumen:     (a)   National
communications to the UNFCCC, (b) National
Adaptation Programmes for Actions (NAPAs), (c)
Technology Needs Assessments, dan kajian nasional
maupun regional yang menggaris bawahi dampak
perobahan iklim global. Program SCCF ini menawarkan
suatu kesempatan untuk menghubungkan adaptasi
terhadap perobahan iklim dengan sektor sosial
ekonomi termasuk kaitannya dengan pengelolaan
sumberdaya air, pengelolaan lahan, pertanian,
                                                                      223




                  kesehatan, pembangunan sarana dan prasarana,
                  ekosistem yang kritis, pengelolaan terintegrasi zona
                  pantai, dan kesiapan penanggulangan bencana.
                  Kegiatan-kegiatan yang didukung adalah kegiatan-
                  kegiatan seperti (a) integrasi dari strategi, kebijakan
                  dan praktek berbagai sektor yang terkait dengan
                  penurunan resiko sebagai akibat perubahan iklim, (b)
                  penerapan pendekatan/cara adaptasi, (c) peningkatan
                  kapasitas lembaga dan pihak-pihak terkait serta
                  peningkatan kesadaran akan pentingnya kegiatan
                  adaptasi terhadap perubahan iklim.

Akses Pendanaan
                  Kriteria Umum proyek yang didanai GEF:
                     Memberikan keuntungan           global   atau    untuk
                      kepentingan global;
                     Country driven, selaras dengan kebijakan dan
                      program nasional ;
                     Secara finansial berkesinambungan (sustainable
                      financially);
                     Pendanaan bersama (Co-financing);
                     Cost-effectiveness ;
                     Replicability ;
                     Partisipasi dari stakeholder;
                     Mempunyai dasar scientific;
                     Negara yang bersangkutan merupakan anggota dari
                      Konvensi yang terkait dengan GEF, yaitu UNFCCC,
                      UNCBD,      United    Nation    Convention   on
                      Desertification    (UNCCD)     dan    Stockholm
                      Convention on POPs.

                  Pengusul dan pelaksana proyek GEF dapat berasal dari
                  berbagai macam institusi. Institusi ini dapat
                                               224




 merupakan:
     Lembaga/badan pemerintah
     Lembaga pendidikan
     Kelompok penelitian
                             Lembaga      Swadaya
     Masyarakat
                             Organisasi
     Kemasyarakatan; dan
                             Sektor Swasta.
Lembaga yang berencana untuk mengajukan proposal
untuk mendapatkan pendanaan dari GEF disarankan
menghubungi salah satu agen implementasi GEF yang
ada di Indonesia (UNDP, Bank Dunia, ADB, UNEP,
FAO, UNESCO, UNIDO) untuk mendapatkan petunjuk
lebih lanjut. Hal ini perlu dilakukan karena tanpa
konsultasi dengan pihak agen implementasi GEF ini
maka proposal tidak akan ada yang menindak lanjuti.

Khusus untuk lembaga swadaya masyarakat yang
bermaksud mengajukan pendanaan untuk nilai dibawah
US$ 50.000, disarankan menghubungi Sekretariat
GEF-SGP yang berkantor di Yayasan Bina Usaha
Lingkungan    dengan  memperhatikan     ketentuan-
ketentuan berikut:

Bentuk Layanan
 Bantuan dana sebesar hingga US$ 50,000 untuk full
  grant dengan lama proyek 18-24 bulan
 Bantuan tekhnis: pelatihan manajemen keuangan ,
  pengembangan proposal, manajemen proyek, strategi
  outreach,     pengembangan      institusi, berbagi
  pengalaman keahlian skala kecil
 Bantuan yang diberikan berbentuk planning grants
                                                  225




  dengan dana US$2,000 untuk pembangunan kapasitas,
  proyek-proyek awal (pilot project), monitoring dan
  analisa, dialog kebijakan, penyebaran informasi dan
  jaringan
 Proyek siap pakai dan manajemen bantuan (lima tahun
  diuji coba di Indonesia dan sepuluh tahun secara
  global)
 Bantuan teknis dalam daur proyek, mengadaptasi
  manajemen, administrasi keuangan, penggalangan dana
  dan jaringan

Kriteria Layanan
 Organisasi komunitas lokal dan lembaga swadaya
  masyarakat (lihat Kriteria Kelayakan Organisasi)
 Mendukung kerjasama dengan lembaga penelitian,
  sektor swasta, dan stakeholder lainnya
 Mengikuti kriteria GEF: konservasi keanekaragaman
  hayati, mengurangi akibat dari perubahan iklim, dan
  melindungi perairan internasional
 Mengikuti prioritas nasional
 Organisasi dengan iklim demokratis, transparansi
  internal dan akuntabilitas dapat diukur, membuktikan
  kerja komunitas, dan mampu
 Memiliki hubungan yang kuat terhadap aktivitas dalam
  upaya menghadapi ancaman ekologis, memberikan
  alternatif    mata      pencaharian,     membuktikan
  peningkatan taraf hidup
 Membuktikan adanya kerjasama yang baik antara
  komunitas lokal untuk memastikan perintah dan
  perwakilan yang jelas

Kriteria Kelayakan Organisasi
GEF SGP tidak memberikan fasilitas dana hibah kepada
organisasi pemerintah, politik dan penelitian. Berikut ini
adalah kriteria kelayakan menjadi mitra penerima
fasilitas GEF-SGP Indonesia:
 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Lembaga
                                              226




  Masyarakat Adat, Kelompok Perempuan, Kelompok
  Usaha Bersama (KUB) dan Lembaga Swadaya
  Masyarakat yang mempraktekkan cara-cara pelaporan
  dan pertanggungjawaban pengurus secara teratur dan
  transparan.
 Kepengurusan dan kepemimpinan lembaga dipilih
  secara demokratis dan mempraktekkan cara-cara
  pengambilan keputusan dan pembagian tanggung jawab
  secara partisipatif.
 Menunjukan kemampuan mengelola proyek sejak dari
  perencanaan hingga pelaksanaan (dapat dibuktikan
  dengan kemampuan manajemen dan pengelolaan
  keuangan secara sederhana berdasarkan prinsip-
  prinsip akutansi dasar).
 Membuktikan hubungan dan kerjasama baik dengan
  masyarakat (terutama bagi lembaga swadaya yang
  bermitra     dengan     masyarakat   atau    lembaga
  perantara).
 Sesuai dengan syarat-syarat dan kriteria GEF-SGP,
  misalnya membuktikan bahwa organisasi tidak
  mendukung partai politik tertentu, kepercayaan dan
  agama, termasuk kegiatan teroris.
 Organisasi yang pernah menerima dana GEF-SGP pada
  periode Operasional Program yang sama tidak
  diperkenankan untuk mendapatkan fasilitas kedua
  kalinya.
 Organisasi masyarakat atau LSM perintis yang tidak
  mendapatkan akses pendanaan dari lembaga lain
  namun memenuhi syarat kelayakan proyek GEF-SGP
  akan diprioritaskan.
 Mampu menggerakkan dan menggali sumberdaya
  berupa jasa dan dana untuk mendampingi dana GEF
  SGP sebesar 1:1, kecuali pada organisasi rakyat yang
  berada pada situasi yang tidak memungkinkan.
Asistensi teknis dalam bentuk perencanaan proyek
secara partisipatif, penyusunan video proposal,
pendampingan pengelolaan proyek dan pengelolaan
                                                227




keungan secara sederhana sesuai dengan ketentuan
GEF SGP akan diberikan kepada mitra atau calon mitra
yang belum pernah mendapatkan pendanaan dari
lembaga dana lain.

Kriteria Kelayakan Kegiatan Proyek
Secara umum, dana hibah akan diutamakan untuk usulan
kegiatan strategis sebagai berikut:
 Perencanaan proyek lingkungan berbasis masyarakat
  secara partisipatif sesuai dengan kriteria GEF SGP
  (planning grants sebesar 2,000 US$).
 Melibatkan perspektif jender dari sejak perencanaan
  hingga pelaksanaan proyek.
 Menunjukkan contoh usaha inovatif dan kreatif untuk
  mempromosikan penggunaan energi bersih dan
  terjangkau; pengelolaan sumberdaya alam secara
  lestari secara kolaboratif; merehabilitasi lahan-lahan
  kritis yang masuk dalam prioritas konservasi dan zona
  pemanfaatan berkelanjutan.
 Memberikan contoh dari penerapan nilai-nilai kearifan
  tradisional dalam pengelolaan sumberdaya biologis
  untuk mengubah perilaku yang merusak lingkungan.
 Kegiatan peningkatan kapasitas dan fasilitasi tukar
  pengalaman dan kemampuan kelompok masyarakat dan
  LSM sesuai dengan prioritas GEF SGP Indonesia,
  misalnya pelatihan pemasaran produk masyarakat;
  replikasi inisiatif kebijakan perlindungan dan
  pemanfaatan pengelolaan sumberdaya, publikasi
  pembelajaran bersama dan dokumentasi berbasis
  komunitas.
 Replikasi dan perluasan kebijakan pengelolaan
  sumberdaya alam berbasis masyarakat ketingkat
  kabupaten dan propinsi serta mempengaruhi
  pembuatan kebijakn global berdasarkan contoh-
  contoh dan praktek yang sudah berlaku.
 Membuka akses pasar lebih luas yang menjamin cara-
  cara kehidupan yang berkelanjutan dan perdagangan
                                               228




  ekologis.
 Upaya kolaborasi dari lembaga swadaya masyarakat
  dan penelitian sebagai bagian dari monitoring dan
  evaluasi berdasarkan kemampuan masyarakat (berupa
  dukungan data dan penelitian ilmiah sebagai bagian
  dari kegiatan masyarakat).

Untuk kegiatan konservasi keanekaragaman hayati dan
pengelolaan ekosistem terpadu serta pemanfaatan
sumber daya alam secara berkelanjutan dan lestari
berbasis masyarakat, sebaiknya mengacu pada
pertimbangan di bawah ini:
 Daerah kerja proyek yang diusulkan berada pada
  wilayah yang dinyatakan mengandung keanekaragaman
  hayati tinggi (lihat pada peta hot spot Indonesia
  Biodiversity Action Plans atau peta konservasi yang
  dikeluarkan oleh pemerintah dan lembaga konservasi);
  dan di daerah yang dijadikan tempat peristirahatan
  spesies migrasi.
 Daerah kerja proyek memiliki spesies atau jenis
  tanaman dan binatang khas yang tidak terdapat di
  tempat lain yang dilindungi atau terancam kepunahan.
 Kelompok masyarakat dapat menunjukkan ancaman-
  ancaman ekologis, yaitu kegiatan manusia yang
  mengancam keberlanjutan dan kelestarian ekosistem
  dan sumberdaya kehidupan pada ekosistem hutan
  maupun laut (jenis kegiatan dan jenis dampak
  kerusakan, luasan dampak perusakan, keseringan dan
  intensitas kegiatan). Usulan kegiatan yang dilakukan
  sebaiknya     berdasarkan      pembahasan     bersama
  masyarakat tentang apa yang sudah dilakukan dan
  akan dilakukan beserta keterangan diskusi tentang
  hasil dari kegiatan kolektif yang sudah dilakukan.
 Merupakan daerah yang dinyatakan dilindungi oleh
  konvensi internasional, misalnya World Heritage,
  Perjanjian Ramsar, dan lain-lain.
                                               229




Usulan kegiatan untuk pengurangan sebab-sebab
perubahan iklim melalui kegiatan yang memberdayakan
masyarakat      untuk     mengelola   energi    dengan
pemanfaatan teknologi energi bersih dan efisiensi
energi inovatif dan layak harga mohon disertakan
tenaga energi apa yang biasa digunakan dan energi
pengganti atau alternatif yang akan dipakai dan bisa
dipelihara sendiri oleh masyarakat (misalnya dari
minyak tanah atau diesel/solar menjadi tenaga listrik
tenaga mikrohidro pengering tenaga surya, listrik
tenaga surya, angin atau air untuk pusat komunitas dan
sekolah di daerah yang sulit dijangkau oleh listrik
negara, efisiensi energi pada tungku masak dan industri
rakyat).

GEF-SGP tidak mendukung pendanaan untuk:
1. Penelitian yang berdiri sendiri (bukan merupakan
   bagian kegiatan masyarakat)
2. Penyusunan data dasar (base-line study) dan
   sosialisasi kegiatan
3. Beasiswa
4. Biaya menghadiri konferensi atau kursus (travel
   grants)
5. Penyelenggaraan workshop, pertemuan, konferensi
   dan perlombaan yang tidak sesuai dengan
   pengembangan kapasitas mitra GEF-SGP.

Ketentuan Anggaran
GEF-SGP merekomendasikan untuk menyusun anggaran
kegiatan dengan komposisi:
 Administrasi   dan    biaya    pengelolaan   proyek
  (overhead): max 20% dari total keseluruhan anggaran.
 Kegiatan pelaksanaan proyek yang sebesar-besarnya
  dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat: 50-
  60% (termasuk 20% yang dapat digunakan sebagai
  modal kerja untuk menunjang sumber mata
  pencaharian berdasarkan sumberdaya alam secara
                                                230




  lestari dan berkelanjutan).
 Monitoring, Evaluasi & Pelaporan (termasuk gambar-
  gambar, baik berupa foto maupun stok audio visual
  untuk memastikan tersedianya gambar kegiatan
  sesudah dan sebelum kegiatan proyek dengan lebih
  jujur dan partisipatif): 20%
GEF-SGP menghargai partisipasi dan sumberdaya yang
disumbangkan oleh masyarakat dan lembaga, baik dari
sumber sendiri (penilaian tenaga, waktu, tanah atau
aset yang digunakan oleh proyek pada masa tertentu,
modal dan jasa lain) maupun yang berasal dari lembaga
dana lain baik yang berasal dari anggaran pemerintah,
industri dan lembaga dana lain (porsi perbandingan dana
dampingan lokal baik dalam bentuk tunai maupun jasa
adalah 1: 1 dalam arti setiap rupiah yang diberikan oleh
GEF akan didampingi 1 rupiah oleh mitra). Tim
Sekretariat GEF-SGP akan membantu melakukan
penilaian dan membantu menghubungkan dengan sumber
pendanaan dimana konsep kegiatan yang dinilai
memenuhi kriteria dan prioritas tema kerja GEF-SGP.

GEF SGP tidak mendanai pos pembiayaan berikut ini:
 Biaya pertemuan kampung (misalnya perdiem dan uang
  saku masyarakat, seluruh biaya konsumsi dan sewa
  tempat; namun hal ini bisa dimasukkan sebagai
  kontribusi dana dampingan dari masyarakat).
 Pembelian aset atau alat produksi yang dimiliki secara
  pribadi dan tidak melalui kesepakatan kampung atau
  kelompok masyarakat.
 Pembelian alat-alat produksi yang merusak lingkungan,
  tidak efisien energi dan bersifat konsumtif.
 Gaji bulanan (yang dibantu fasilitas GEF-SGP adalah
  honorarium pengganti waktu fasilitator dan pengelola
  proyek), gaji atau bayaran untuk dewan pembina dan
  pendiri yayasan.
 Pembelian barang tanpa melalui proses perbandingan
  harga, konsultasi dengan Koordinator Nasional dan
                                              231




 persetujuan kelompok.

Format Proposal
Format      proposal  atau     permohonan    kemitraan
diusahakan sesederhana dan sejelas mungkin dengan
panduan pokok berikut ini. Silahkan memberikan rincian
tambahan informasi yang relevan dengan kegiatan yang
diusulkan. Jika kelompok yang memerlukan bantuan
tidak dapat membaca dan menulis, bisa meminta
bantuan dengan bentuk power point bersuara atau film
pendek dengan alur yang sama dengan proposal
dilampiri budget. Prinsip utama yang diusulkan oleh
program ini dalam menyusun kegiatan adalah
partisipatif, bertanggung gugat, transparan, dan
memiliki cara pelaporan horizontal antar anggota
komunitas secara rutin. Usahakan untuk menyertakan
tanda persetujuan dari masyarakat yang didampingi
bagi LSM yang mengambil peran sebagai Perantara
Kegiatan
A. Keterangan Administrasi dan Komunitas/Lembaga
1. Judul proyek/kegiatan
2. Nama komunitas/LSM/kelompok usaha bersama
    (sertakan akte pendirian jika terdaftar dan atau
    kesepakatan pendirian kelompok beserta susunan
    pembina dan pengurus)
3. Kontak utama kegiatan dan penanggung jawab
    kegiatan (biasanya dua atau tiga orang berbeda,
    pada kelompok usaha bersama dapat diisi ketua yang
    dipilih secara demokratis atau pejabat desa
    setempat dengan ketua pelaksana kegiatan yang
    ditentukan kelompok)
4. Alamat kontak (bukan kode pos, telpon, fax, dan
    email)
5. Nomor rekening bank (tidak wajib isi, ketika sudah
    dinyatakan disetujui proposalnya oleh Panitia
    Pengarah     dan  menerima     surat    pernyataan
    persetujuan, komunitas atau lembaga pemohon
                                                232




     diharuskan atas nama lembaga atau rekening
     gabungan/joint account dengan penandatangan 2
     atau 3 orang yang tidak memiliki hubungan keluarga
     atau hubungan yang tidak setara antara pihak yang
     menandatangani rekening/account.)
6.

B. Keterangan Proyek/Kegiatan
1. Penjelasan letak geografis daerah kerja proyek:
    peta lokasi (jika ada); penjelasan singkat ekosistem
    daerah kerja; satwa dan tanaman endemic serta
    species migrasi jika ada dan bagaimana statusnya;
    luasan daerah kerja yang berpotensi menerima
    dampak; status hak pemanfaatan wilayah dan hak
    pengelolaan wilayah; status perlindungan dan
    konservasi (jika ada).
2. Sebutkan keadaan umum lokasi yang diusulkan dan
    makna tempat ini secara sosial dan ekonomi dengan
    masyarakatnya (berapa anggota masyarakat yang
    secara aktif menjadi penggerak proyek; berapa
    jumlah populasi laki-laki, perempuan dan anak-anak
    pada kampung atau kelompok masyarakat yang akan
    bermitra dengan GEF-SGP; bagaiamana kekuatan
    atau kelemahan pengorganisasian masyarakatnya;
    pola kepemimpinan dan pembagian tugas; apa sumber
    matapencaharian utama mereka; hubungan antara
    manusian dengan sumberdaya atau lingkungannya;
    jika ada sebutkan praktek-praktek kearifan
    tradisional yang masih dilakukan yang menghambat
    atau mendukung upaya pelestarian sumberdaya
    keaneragaman hayati.)
3. Sertakan analisa dari diskusi bersama masyarakat
    tentang ancaman ekologis yang dihadapi masyarakat;
    upaya apa saja yang sudah dilakukan secara kolektif
    bersama-sama; upaya mana yang berhasil dan upaya
    mana yang tidak berhasil; upaya-upaya mana yang
    akan diperkuat bersama-sama dan memerlukan
                                                  233




     bantuan dari GEF-SGP atau sumber dana lain.
4.   Kemampuan dan kelemahan kolektif yang dapat
     menjadi peluang dan tantangan untuk merubah
     perilaku dan kebijakan sehingga lebih ramah
     lingkungan.
5.   Analisa masalah dan usulan pemecahan masalah.
6.   Tujuan jangka panjang kegiatan yang dimintakan
     bantuan; sasaran atau tujuan jangka pendek; hasil-
     hasil yang diharapkan dan kegiatan apa yang
     diusulkan (sertakan pula bagaimana masyarakat akan
     mengukur sendiri arah dari tindakan bersama;
     apakah tepat arah mencapai tujuan atau tidak).
7.   Rencana keberlanjutan kegiatan sesudah selesai
     pendanaan dengan GEF-SGP (kegiatan dan perkiraan
     keberlanjutan kegiatan sesudah masa proyek selesai
     (jika revolving fund atau micro financing, maka siapa
     yang     akan     bertanggung     jawab     terhadap
     pengelolaannya. Jika yang diusulkan adalah kegiatan
     produksi, sertakan rencana usaha secara sederhana
     meliputi keterangan produksi, pengadaan bahan
     baku, asal dari bahan baku dan bagaimana
     mendapatkannya, bagaimana mutu produksi dijaga
     dan     bagaimana     pemasarannya.     Siapa   yang
     bertanggung jawab dalam kelompok mengenail
     pembukuan, pemasaran, penjualan, pengepakan,
     transportasi dan kontrol mutu.)
8.   Monitoring dan evaluasi kelompok (tentukan
     indikator pencapaian dan cara-cara mengukurnya
     yang sederhana dan dapat dilakukan bersama-sama
     oleh dan dengan masyarakat, meliputi indikator
     biologi dan index sustainabilitas sumberdaya;
     indikator sosial dan ekonomi; indikasi dampak
     ekologis,     sosial    dan    ekonomi;     petunjuk
     kecenderungan atau perkembangan kewiraushaan
     masyarakat jika kegiatan yang diusulkan menyangkut
     kegiatan produksi dari sumberdaya keanekaragaman
     hayati. Jika terdapa kegiatan untuk dialog kebijakan
                                             234




    dengan pihak-pihak yang berwenang, maka sertakan
    indikasi keberhasilan negosiasi posisi masyrakat
    dalam mengamankan hak pemanfaatan, pengelolaan
    dan perlindungan sumberdaya alamnya).
9. Perkiraan risiko dan tindakan yang diusulkan untuk
    mengurangi risiko yang dihadapi dalam mencapai
    tujuan atau selama pelaksanaan kegiatan.
10. Perkiraan anggaran.
                                                                            235




                            38. Penelitian Hibah Bersaing (PHB)



Tentang ACIAR
                                 Sebagai upaya untuk meningkatkan kegiatan
                                 dan mutu penelitian di perguruan tinggi,
                                 dikembangkan model penelitian yang bersifat
                                 kompetitif dan mandiri. Penelitian Hibah
                                 Bersaing yang dimulai sejak tahun 1992
                                 dilaksanakan sebagai salah satu model
                                 penelitian kompetitif multi tahun yang
                                 terdapat dalam kelompok penelitian mandiri
                                 yang lebih diarahkan untuk menciptakan inovasi
                                 dan pengembangan Ipteks melalui bimbingan
                                 mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhir
                                 pada jenjang S1, S2 atau S3.



                                 Penelitian Hibah Bersaing merupakan penelitian
                                 kemandirian berjangka panjang (multi tahun)
                                 pertama kali yang dilaksanakan secara
                                 kompetitif dan didanai 100% dari rupiah
                                 murni,. Mekanisme pengelolaan yang mantap
                                 mendapat pengakuan dari pemberi dana pada
                                 tahun 1992.



Alamat / Contact Address         Direktorat   Pembinaan    Penelitian     dan
                                 Pengabdian pada Masyarakat. Dirjen Pendidikan
                                 Tinggi. Kementerian Pendidikan Nasional.



Cakupan Garapan / Program
                                    Semenjak tahun diluncurkannya program ini
                                     sampai dengan tahun 1999, program ini
                                     berjalan lancar. Pada tahun 2000 program
                                                                  236




                            ini tidak menawarkan pendanaan karena
                            ketiadaan pasokan dana dari pemerintah.

                           Bidang-bidang yang telah didanai meliputi
                            bidang     Rekayasa,  kesehatan/Farmasi,
                            Pertanian,    MIPA/Biologi,   Pendidikan,
                            Hukum, Ekonomi, Humaniora.
                        Untuk mendapatkan mendanaan dari program
Persyaratan Pendanaan
                        ini, peminat disarankan untuk menghubungi
                        alamat di atas baik mengenai status program
                        tersebut maupun persyaratan-persyaratannya.
                                                                             237




                39. PENELITIAN KERJASAMA ANTAR PERGURUAN TINGGI
                                               (“HIBAH PEKERTI”)

Tentang Hibah Pekerti   Melalui berbagai program pembinaan penelitian yang
Dikti                   telah dilaksanakan oleh Ditjen Dikti (Depdiknas) dan
                        Kementerian Negara Riset dan Teknologi, serta
                        berbagai investasi pemerintah, telah berkembang cukup
                        banyak pusat-pusat penelitian maupun kelompok
                        kelompok peneliti unggulan di berbagai perguruan tinggi
                        di Indonesia.

                        Kelompok peneliti, laboratorium, dan pusat penelitian
                        tersebut telah memiliki kemampuan dan suasana
                        akademik yang kondusif untuk pengembangan dan
                        pelaksanaan penelitian yang baik. Sementara itu masih
                        cukup banyak dosen di berbagai perguruan tinggi yang
                        relative masih perlu meningkatkan kemampuan
                        melaksanakan penelitian yang bermutu baik.

                        Perkembangan kelompok peneliti, laboratorium, maupun
                        pusat penelitian yang baik tersebut belum merata pada
                        perguruan tinggi di Indonesia. Demikian pula akses ke
                        fasilitas penelitian yang baik dan lengkap. Oleh karena
                        itu kerja sama penelitian antarperguruan tinggi di
                        Indonesia masih perlu didorong dan ditingkatkan
                        sehingga sinergi pelaksanaan penelitian dapat lebih
                        meningkat dan dioptimalkan. Untuk itu mulai tahun
                        2003, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
                        meluncurkan Program Hibah Penelitian Kerjasama
                        Antarperguruan Tinggi (Hibah Pekerti).

                        Tujuan dari Hibah PEKERTI adalah memberikan wadah
                        kepada dosen/kelompok peneliti yang relatif baru
                        berkembang dalam kemampuan meneliti untuk dapat
                        memanfaatkan fasilitas dan keahlian, serta mengadopsi
                        dan mencontoh kultur penelitian yang bai dari
                        kelompok-kelompok peneliti yang telah maju pada
                        perguruan tinggi lain dalam melakssnakan penelitian
                                                                              238




                           yang berkualitas. Disamping itu, program ini bertujuan
                           pula untuk membangun kerjasama penelitian antar
                           perguruan tinggi di Indonesia.

Alamat / Contact Address                                             DP3M Dikti
                                            Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi
                                                          Departemen Pendidikan
                           http://www.dikti.go.id/Archive2007/p3m/modules.php-
                                        name=Content&pa=showpage&pid=39.htm
Bidang Garapan / Program
                           Peneltian yang dapat diusulkan dalam program Hibah
                           PEKERTI adalah semua bidang IPTEKS yang
                           dikelompokkan kedalam Kelompok bidang ilmu yang
                           meliputi: (1) MIPA, (2) Kesehatan, (3) Pertanian, (4)
                           Rekayasa, (5) Sosial dan Ekonomi, (6) Kependidikan,
                           dan (7) Humaniora (Sastra, Seni, Hukum). Sedangkan
                           untuk proposal Hibah Pascasarjana mohon dituliskan
                           pada ujung kanan sampul proposal bidang: (1) Ilmu-ilmu
                           Dasar, (2) Sumber Daya Hayati, Bioproduksi dan Bio-
                           proses, (3) Bioteknologi, (4) Manufakturing, (5)
                           Bangunan, Lingkungan dan Energi, (6) Teknologi
                           Informasi, (7) Bahan Baru, (8) Kesehatan, (9) Ekonomi,
                           Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan (10) Pendidikan dan
                           Humaniora. Hasil penellitian diharapkan mampu
                           mengembangkan IPTEKS dan bermanfaat bagi
                           masyarakat maupun pengembangan Ilmu Dasar.
                           Pendanaan program Hibah PEKERTI dilaksanakan
                           secara kompetitif. Usulan yang masuk di Ditjen Dikti
                           akan dievaluasi oleh Tim Pakar dari perguruan tinggi
                           dan Lembaga Penelitian lainnya yang ditunjuk oleh
                           Ditjen Dikti.
                           Kriteria evaluasi mencakup :
                           a. Kualitas penelitian yang diusulkan
                           b. Track record penelitian TPP
                           c. Potensi keberlanjutan penelitian yang diusulkan
                              setelah kontrak Hibah PEKERTI selesai.
                           d. Potensi kerjasama penelitian yang akan terbina.
                                                                      239




                  e. Track record penelitian TPM
                  f. Kelayakan TPM dari segi ketersediaan waktu
                     melaksanakan kerjasama dan fasilitas laboratorium
                     untuk menampung TPP.
                  g. Kelayakan usulan dana penelitian.

                  Kontrak penelitian akan dilakukan antara Direktorat
                  Pembinaan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
                  (DP3Mei 2002), Ditjen Dikti dengan Ketua Lembaga
                  Penelitian perguruan tinggi TPP. Hak dan tanggung
                  jawab masing-masing pihak (TPP dan TPM) agar
                  direncanakan bersama, dan harus telah tercermin dari
                  usulan penelitian yang diajukan.


Akses Pendanaan   Dosen PERGURUAN TINGGI NEGERI (PTN) maupun
                  PTS yang memenuhi syarat dapat mengajukan usul
                  penelitian Hibah PEKERTI ini. Kelompok peneliti yang
                  relatif baru berkembang berperan sebagai pengusul
                  (selanjutnya disebut Tim Peneliti Pengusul, TPP),
                  sedangkan kelompok peneliti lebih maju di perguruan
                  tinggi lain bertindak sebagai Tim Peneliti Mitra (TPM).
                  Untuk mengusulkan hibah ini pengusul harus memenuhi
                  beberapa persyaratan.
                   a. TPP terdiri atas ketua dan maksimum 2 anggota,
                      maksimal bergelar S2, tidak berstatus mahasiswa
                      dan tidak memegang jabatan struktural, dari
                      kelompok peneliti yang relatif baru berkembang
                      dalam kemampuan dan pengalaman melaksanakan
                      penelitian, serta sarana penelitian yang relatif
                      masih terbatas untuk topik penelitian yang
                      diusulkan.
                   b. TPM terdiri atas ketua dan 1 anggota, bergelar S3,
                      berasal dari kelompok peneliti, laboratorium, atau
                      pusat penelitian (misalnya Pusat Penelitian, Pusat
                      Riset Unggulan Nasional/Rusnas) di perguruan
                      tinggi dengan track record penelitian dan publikasi
                                                      240




     yang bermutu (misalnya Hibah Tim Penelitian
     Pascasarjana,    penelitian    internasional,  Riset
     Unggulan Kemitraan/RUK, Hibah Bersaing) yang
     menunjukkan kepeloporan dalam bidang penelitian
     yang diusulkan. TPM dapat pula berasal dari
     perguruan tinggi luar negeri, dengan batasan
     minimum 2 tahun sejak kelulusan bila TPP
     menempuh pendidikan lanjut di perguruan tinggi
     TPM tersebut.
c.   TPP dan TPM berasal dari perguruan tinggi yang
     berbeda.
d.   Topik penelitian yang diusulkan diharapkan dapat
     dilaksanakan dan dikembangkan di TPP.
e.   Usul penelitian dibuat untuk jangka waktu 2 tahun
f.   Biaya         yang         diajukan         maksimal
     Rp75.000.000,00/tahun

Dosen tidak diperkenankan menjadi TPP apabila:

1.     Sedang mengikuti pendidikan pascasarjana
2.     Berasal dari perguruan tinggiyang sama dengan
Tim Peneliti Mitra (TPM)

Sebelum menyusun usul penelitiannya , TPP harus
mencari/menghubungi Tim Peneliti Mitra (TPM) dari
perguruan tinggi lain. TPM dapat berasal dari Kelompok
Peneliti, Laboratorium, atau Pusat Penelitian (misalnya
Center Grant, PAU, Pusat RUSNAS) di perguruan
tinggi dengan track record penelitian dan publikasi
yang sangat baik (seperti misanya Hibah Tim Penelitian
Pascasarjana), penelitian internasional, RUK, Hibah
Bersaing, RUT, dll) yang mengajukan kepeloporan
dalam bidang penelitian yang diusulkan. TPM terdiri
dari seorang Ketua dan maksimum dua orang anggota.
Dalam menyusun dan menjagjukan usul penelitiannya,
TPP harus berkonsultasi, bekerjasama dan memperoleh
persetujuan dari Tim Peneliti Mitra (TPM) tersebut.
                                                  241




Usul penelitian yang diajukan harus mendapatkan
persetujuan (endorsement) dalam bentuk pertanyaan
yang ditandangani oleh Ketua TPM yang menyatakan
bahwa bahwa usulan yang diajukan memang sesuai
dengan lingkup keahlian dan bidang penelitian TPM
serta kondisi dan kapasitas Laboratorium TPM masih
memungkinkan untuk menampung TPP selama melakukan
penelitian. Selain itu, topik penelitian harus dapat
dilanjutkan dan dikembangkan di institusi TPP setelah
kontrak Hibah PEKERTI berakhir. Penelitian yang
sedang terkait kontrak melaksanakan penelitian lain
yang didanai oleh Pemerintah Indonesia, baik sebagai
ketua maupun sebagai anggota, tidak diperkenankan
mengusulkan Hibah PEKERTI.
 Usul penelitian agar diajukan melalui Lembaga
 Penelitian perguruan tinggi TPP kepada DP3M Dikti
 sesuai format yang telah ditentukan dalam “Format
 Usul Hibah PEKERTI”.
Mulai tahun 2006 DP2M mewajibkan pengisian lembar
pengesahan proposal secara elektronik yang merupakan
pelengkap dari proposal secara utuh. Proposal yang
dianggap sah adalah proposal yang lampiran lembar
pengesahannya dicetak dengan program dari DP2M.

Untuk dapat menerima data elektronik lembar
pengesahan proposal penelitian, Lembaga Penelitian
harus menggunakan program Sistem Informasi
Penelitian Pendidikan Tinggi (Simpati) dari DP2M
Ditjen Dikti. Informasi untuk mendapatkan program
Simpati dan update program Simpati silakan kunjungi
ke http://dikti.org/p3m/simpati.
Proposal yang diserahkan ke LP harus disertai dengan
arsip elektronik lembar pengesahan berupa disket atau
flash disk.
                                                                  242




                                                          40. Hivos

Tentang HIVOS   Hivos merupakan organisasi Belanda non-pemerintah
                yang diinspirasikan oleh nilai-nilai humanis. Dengan
                demikian Hivos bertujuan untuk menciptakan dunia
                yang bebas, adil dan berkesinambungan dimana
                warga negara, perempuan dan laki-laki, memiliki
                akses yang seimbang pada sumber daya dan
                kesempatan bagi pembangunan mereka. Hivos juga
                bertujuan agar seluruh masyarakat tersebut dapat
                secara aktif dan seimbang berpartisipasi dalam
                proses pengambilan keputusan yang menentukan
                hidup, masyarakat dan masa depan mereka. Hal ini
                dilakukan    dengan    menjalin     kerjasama    pada
                organisasi-organisasi   lokal     di    negera-negara
                berkembang.

                Hivos     memiliki  komitmen     untuk   membantu
                masyarakat miskin dan marjinal di Afrika, Asia,
                Amerika Latin dan Eropa Tenggara. Hingga akhir
                tahun 2007, jaringan Hivos mencakup 30 negara dan
                lebih dari 800 organisasi mitra. Sumber dana Hivos
                adalah pemerintah Belanda, EU, lembaga donor dan
                institusi swasta. Kantor regional Hivos berada di
                Zimbabwe, India, Indonesia dan Kostarika. Kantor-
                kantor tersebut terutama bertanggung jawab untuk
                berhubungan dengan para organisasi mitra.

                Kebijakan Hivos berfokus pada dua bidang kebijakan
                pusat:
                 Pembangunan masyarakat sipil, ditujukan pada
                  penguatan pembuatan keputusan yang demokratis
                  dan meningkatkan kondisi sehingga tidak ada yang
                  tertinggal.
                 Pembangunan ekonomi yang berkesinambungan,
                  ditujukan pada aspek ekonomi pembangunan dalam
                  perspektif kesinambungan sosial dan ekologi.
                                                                             243




                           Kedua bidang tersebut saling melengkapi, namun
                           juga merupakan kondisi yang penting jika peluang
                           hukum dan pembangunan ingin dicapai untuk
                           masyarakat dalam posisi marjinal.
                           Dalam bidang pembangunan masyarakat sipil, Hivos
                           mengkhususkan pada tema-tema: hak azasi manusia
                           dan AIDS, jender, perempuan dan pembangunan,
                           serta seni dan kebudayaan. Dalam bidang
                           pembangunan ekonomi yang berkesinambungan, Hivos
                           mengkhususkan pada dua tema, yaitu lingkungan
                           hidup dan pembangunan yang berkesinambungan,
                           serta kegiatan ekonomi dan fasilitas kredit. Hivos
                           juga mencurahkan perhatiannya pada Information
                           and Communication Technologies (ICT). Hivos
                           memiliki pandangan bahwa penggunaan akses yang
                           mudah, murah dan penerapan ICT yang demokratis
                           dapat mempercepat proses pembangunan.

Alamat / Contact Address                                   Hivos Asia Tenggara
                                       Jl. Brawijaya III No. 7, Kebayoran Baru
                                                         Jakarta Selatan 12160
                                                                      Indonesia
                                           Telp. : 62 21 724 4432 / 725 - 1528
                                                          Fax : 62 21 723 0774
                                                       Email : hivos@hivos.or.id
                                         Website : http://www.hivos.nl/english
                           Atau
                                                                        Hivos
                                                                   Raamweg 16
                                                              P.O. Box 85565
                                                         2508 CG The Hague
                                                                  Netherlands
                                                      Telp.: +31 70 376 5500
                                                       Fax : +31 70 362 4600
                                                         Email : info@hivos.nl
                                        Website : http://www.hivos.nl/english
Bidang Garapan / Program   Kegiatan utama Hivos adalah memberikan dukungan
                                                  244




finansial dan politik kepada organisasi-organisasi
sipil dan berbagai insiatif. Kegiatan utama Hivos
lainnya mencakup hubungan dan jaringan, lobi dan
pembagian pengetahuan.
 Pembiayaan. Hivos menyediakan sumberdaya
  finansial kepada organisasi-organisasi seluruh
  dunia hingga memungkinkan mereka melakukan
  kegiatan mereka dan sekaligus mencapai tujuan
  spesifik Hivos.
 Hubungan dan Jaringan. Hivos mempromosikan dan
  mendukung jaringan serta pertukaran antar
  organisasi seluruh dunia. Berkaitan dengan itu,
  Hivos menstimulasi penggunaan ICT sebagai
  sumberdaya yang berkekuatan untuk jejaring dan
  interaksi global.
 Lobi. Hivos melobi kegiatan-kegiatan yang
  berfokus pada pemerintah Belanda, pembuat
  kebijakan Belanda, opini publik Belanda, EU, IFI
  dan organisais internasional lainnya. Baik di
  Belanda ataupun di luar negeri, dua bidang utama
  dapat dibedakan atas: lobi dalam rangka
  mendorong posisi masyarakat sipil ke dalam
  kerjasama internasional, dan lobi yang berbasis isu
  yang berhubungan dengan keahlian Hivos.
 Pendidikan. Kegiatan pendidikan Hivos bertujuan
  untuk mendorong dukungan dasar bagi kerjasama
  internasional, mengkontribusikan kesadaran publik,
  dan menstimulasi refleksi kritis dan debat pada
  pertanyaan mengenai kesinambungan pembangunan
  di seluruh dunia. Isu-isu yang diangkat umumnya
  sama dengan kegiatan melobi Hivos.
 Pembagian Pengetahuan. Hivos ingin membuka
  pengetahuannya sendiri dalam cara yang lebih
  sistematis agar memberikan keuntungan pada
  mitra kerjanya yang luas, dan menciptakan
  landasan dimana mitranya sendiri (dan berbagai
  kelompok dan individu yang tertarik) dapat
                                                                   245




                   menambah     dan   menukar   informasi    serta
                   pengetahuan,   dan   belajar   dari    berbagai
                   pengalaman.

Akses Pendanaan   Pembiayaan Hivos dilakukan untuk kegiatan-kegiatan
                  spesifik,    program     atau    organisasi   secara
                  keseluruhan dengan ketentuan:
                   Tidak ada jumlah pembiayaan minimum atau
                    maksimal
                   Jumlah pembiayaan rata-rata adalah 40.000 euro
                    per tahun
                   Selain itu ada juga microfund bagi proyek-proyek
                    baru atau percobaan, dengan nilai pembiayan
                    maksimal 10.000 euro.
                   Hivos akan menandatangani kontrak antara 1-4
                    tahun, dengan durasi kontrak rata-rata 3 tahun
                   Persetujan bantuan pertama kali umumnya tidak
                    lebih dari 2 tahun
                   Durasi hubungan maksimal antara Hivos dengan
                    mitra adalah 10 tahun
                   Dalam kasus intitusi keuangan mikro dan kegiatan
                    komersial lainnya, Hivos juga memberikan dukungan
                    dalam bentuk pinjaman, jaminan dan partisipasi.

                  Kriteria Umum
                   Beroperasi dalam negara cakupan Hivos (Indonesia
                    termasuk di dalamnya)
                   Memiliki tujuan yang sejalan dengan kebijakan dan
                    sektor Hivos, yaitu layanan finansial dan
                    pembangunan       perusahaan;    produksi    yang
                    berkesinambungan; hak azasi dan demokrasi;
                    HIV/AIDS; seni dan kebudayaan; jender,
                    perempuan dan pembangunan; ICT, media dan
                    pembagian pengetahuan. Masing-masing sektor
                    memiliki kriteria khusus yang dapat dilihat dalam
                    website Hivos.
                   Tidak bersifat religius
                                                 246




 Bersifat non-pemerintah
 Memperlihatkan     perhatian    pada    kesetaraan
  jender, lingkungan hidup dan hak azasi manusia
 Memiliki kapasitas organisasi yang baik
 Menunjukkan kualitas profesional dalam bidang
  pekerjaannya
 Berorientasi pada keluaran dan hasil
 Memiliki rencana finansial yang baik

Hivos mengkoordinasikan dana yang dialokasikan
dengan organisasi pembangunan Belanda dan Eropa
lainnya. Jika sebuah organisasi telah memiliki
perjanjian dengan Novib, ICCO, Cordaid, Plan
Netherlands atau Terre des Hommes Netherlands
maka tidak bisa mendapatkan bantuan dari Hivos.
Permohonan pembiayaan dapat dilakukan secara on
line pada website Hivos dengan alamat di atas.
Sebelum mengisi formulir permohonan akan diadakan
tes penilaian diri (self-assessment test) untuk
mengetahui apakah suatu organisasi layak atau tidak
menerima pembiayan dari Hivos. Pihak yang berminat
juga dapat menghubungi langsung alamat di atas
untuk mengetahui lebih detil mengenai prosedur
permohonan pembiayaan.
                                                                          247




                  41. Helen Keller International
                                           (HKI)

Tentang HKI
                           Helen Keller International (HKI) adalah salah
                           satu organisasi nirlaba yang tertua yang didirikan
                           pada tahun 1915 yang bergerak dibidang tuna
                           netra dan kekurangan gizi. HKI berkantor pusat
                           di New York dan mempunyai program di 22 negara
                           di seluruh dunia termasuk Indonesia.

                           Program-program HKI adalah memerangi
                           kekurangan gizi, cataract, trachoma,
                           onchocerciasis (river blindness) dan refractive
                           error. Tujuan dari program-program HKI adalah
                           untuk mengurangi penderitaan dari penderita
                           yang tidak mempunyai kemampuan mengakses
                           insitusi kesehatan yang diperlukan atau pusat
                           perawatan mata serta mengentaskan masyarakat
                           dari kemiskinan.

                           HKI aktif di Indonesia sejak tahun 1970 dengan
                           member bantuan teknis ke pemerintah Indonesia
                           program vitamin A dan pada tahun 1973 program
                           ini dievaluasi. Kegiatan HKI bekerjasama dengan
                           pemerintah Indonesia meliputi

                              Vitamin A Deficiency (VAD) Control

                              Cataract Treatment

                              Food Fortification/In-Home

                              Opportunities for Vulnerable Children (OVC)
Alamat / Contact Address
                                                  Helen Keller International
                                             Jln. Patra Kuningan XIV No. 12,
                                                              Jakarta 12950
                                                                          248




                                                         Telp: 021-5263672,
                                                          Fax: 021-5250529

                                                               Kantor Pusat:
                                                 Helen Keller International
                                        352 Park Avenue South, 12th Floor
                                                        New York, NY 10010
                                                         Email: info@hki.org
                                                 Telepon: +1-212-532-0544
                                                Fax: +1-212-532-6014 (Fax)
                                      Website: http://www.hki.org/working-
                                             worldwide/program-partners/
Bidang Garapan / Program
                           Misi HKI adalah untuk menyelamatkan penglihatan
                           dan kehidupan orang-orang kecil terhadap
                           penyebab dan akibat dari kebutaan dan
                           kekurangan hizi dengan mengembangkan program-
                           program berdasarkan atas bukti nyata dan
                           penelitian terhadap mata, kesehatan dan gizi.
                           Visi HKI adalah menjadi suatu organizasi yang
                           berkompeten secara ilmiah dalam meningkatkan
                           isu yang terkait dengan mata dan gizi di seluruh
                           dunia.

                           HKI bekerja dengan memanfaatkan kapasitas
                           local dengan cara mengembangkan suatu program
                           yang lestari serta memberikan suatu bantuan
                           teknis dan akademis serta data ke pemerintah
                           dan internasional, regional, organisasi-organisasi
                           local di seluruh dunia. HKI bermitra dengan
                           berbagai organisasi.

                           Pada tahun 2003, HKI mengembangkan program
                           untuk     membantu     pemerintah   Indonesia
                           meningkatkan kapasitasnya dalam menangani
                           permasalahan anak-anak yang bermasalah dengan
                           penglihatannya. Program yang dikembangkan ini
                           meningkatkan akses penderita ke masalah
                                                                  249




                   pendidikan anak yang dimaksud serta memotivasi
                   para pengambil kebijakan untuk menempakatkan
                   anak-anak yang menderita ini dalam skala high
                   priority. Program ini telah membantu tokoh-tokoh
                   di masyarakat untuk melakukan identifikasi anak-
                   anak yang ada masalah dengan mata mereka yang
                   ada     di    luar   sekolah,     mendesain   dan
                   mengimplementasikan         pelatihan    penyuluh,
                   membantu mengembangkan kurikulum perguruan
                   tinggi, dan memberikan bantuak peningkatan
                   fasilitas untuk sekolah dimaksud.
                   Sampai buku ini ditulis, HKI telah melaksanakan
                   kegiatan-kegiatan di Indonesia, antara lain:
                    Bantuan pelatihan dan bantuan teknis kepada
                      lebih dari 2.000 guru, kepala sekolah dan
                      keluarganya di Indonesia guna membangun
                      kapasitas mereka guna terkait dengan
                      masalah ketuna-netraan.
                    Program perawatan mata berbasis sekolah.
                      Kegiatan yang dilakukan adalah screening,
                      regraction services dan program kacamata
                      bebas di lingkup sekolah.
                    Mendistribusikan vitamin A dan tablet isap
                      zinc ke anak-anak dibawah 5 tahun yang
                      tergabung dalam program Supplementation
                      with Micronutrients (SUM).
                    Melakukan Rapid Emergency Assessment and
                      Priotization    (REAP)     untuk     membantu
                      mengkoordinir usaha-usaha penanggulangan
                      bencana. Saat ini HKI masih melanjutkan
                      programnya untuk member bantuan kacamata
                      kepada siapa saja yang memerlukannya.

Akses Pendanaan   Pihak-pihak yang berminat disarankan menghubungi
                  alamat di atas untuk memastikan detail persyaratan
                  guna memperoleh bantuan pembiayaan.
                                                                            250




                                       42. Hanns Seidel Foundation
                                                             (HSF)
Tentang HSF                HSF adalah lembaga nirlaba Jerman yang berkantor
                           pusat di Munich. Lembaga ini didanai oleh
                           pemerintah Jerman dan bergerak dibidang
                           penguatan dasar-dasar politik dan mempromosikan
                           nilai-nilai kemanusiaan melalui kegiatan pendidikan.
                           Lembaga ini telah mempunyai kantor perwakilan di
                           65 negara.
                           Di Indonesia, HSF didirikan pada tahun 1993
                           dengan       mengembangkan      program-programnya
                           bersama-sama dengan mitranya yang ada di local,
                           nasional, maupun mitra dan tetap berfokus pada
                           promosi pendidikan lingkungan untuk Indonesia dan
                           wilayah ASEAN serta Asia-Pasifik.

Alamat / Contact Address    Menara Cakrawala (Skyline Building) 9th Floor, Jl.
                                                M.H. Thamrin 9 Jakarta 10340
                            Phone : 0062-21-3902369 , 0062-21-3141708 ext.
                                                                 2910 & 2911
                                                      Fax : 0062-21-3902381
                                      Email : hsfindo@hsfindo.org Homepage :
                                                       http://www.hsfindo.org

Bidang Garapan / Program   HSF membantu mendanai kegiatan yang bersifat
                           peningkatan,    penguatan      dan    pendayagunaan
                           sumberdaya manusia khususnya yang berkaitan
                           dengan bidang social, politik, budaya dan ekonomi di
                           Negara-negara      yang     mempromosikan      suatu
                           masyarakat yang demokratis sehingga mereka
                           dapat menyampaikan dan menyarakan haknya
                           sehingga dapat hidup dengan lingkungan yang jelas.
                           Program-program HSF meliputi bidang-bidang sbb:
                           Pendidikan lingkungan untuk SD-SLA
                           Program-program      pendidikan     dan    pelatihan
                           lingkungan yang telah dilaksanakan di Indonesia
                           antara lain berbagai pelatihan untuk guru-guru
                                                 251




dalam bidang yang terkait dengan air, udara,
keanekaragaman hayati, tanah dan air, dan
pembangunan yang berkelanjutan, khususnya bagi
SD-SLA dan LSM pada tingkat nasional. Lembaga ini
mempunyai      kerjasama     dengan     universitas-
universitas, BPPT, Departemen Pendidikan, KLH,
Sekretarian ASEAN, UNESCO, UNEP/ROAP,
ASEF,        semenjak didirikannya. HSS telah
mendirikan program-program untuk Pendidikan
Lingkungan di lingkup Negara-negara ASEAN dan
telah dituangkan dalam perencanaan kegiatan tahun
2006-2010. Indonesia merupakan salah satu Negara
yang terpilih untuk menjalankan program tersebut.
Program yang lain yang berkaitan dengan pelatihan
lingkungan adalah penyusunan kurikulum sekolah,
program kota berkelanjutan berwawasan lingkungan
dan pendidikan pembangunan berkelanjutan untuk
negara-negara ASEAN. Program ini dikerjasakam
bersama-sama      dengak    Sekretariat     ASEAN,
UNESCO, UNEP/ROAP, dan ASEF.
Dibidang pengelolaan lingkungan, beberapa kegiatan
yang dilaksanakan antara lain Among other
activities that have been jointly conducted for the
past        3       years        are      following:
HRDs and seminars on Land Degradation and Agro-
Forestry, Disaster Mitigation and Master Plan
Development, Disaster Mitigation Management,
Land, Coastal and Marine Resource, Wetland
Management, Enhancing Decision Makers Views on
Coastal and Marine Resources, Examining Trash
Bill, Integrated Management for Coastal Regions
and Small Island focusing on Marine Tourism.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan lingkungan
diarahkan ke pendidikan format. Pendekatan yang
dipakai   adalah   memperkuat    kapasitas  dan
kemampuan tenaga pengajar secara individu-
                                                  252




individu agar dapat memberikan dampak terhadap
perbaikan lingkungan.     Prioritas diberikan ke
sekolah-sekolah yang terletak di daerah berpolusi
tinggi seperti dekat terminal, stasiun, kawasan
industri, pelabuhan, dll.

Di bidang kampanye kesadaran lingkungan HSS
melakukan kekrjasama dengan NGO seperti dengan
YPBB, RMI, MKRI, YPPDT, PPLH Seloliman,
Organisasi Benih Matahari, dll. Kegiatannya
terfokuskan pada pendidikan lingkungan dan
pembangunan daerah pedesaan, taman nasional-
taman nasional, kebun raya-kebun raja, dll.
Demokrasi dan penerapan peraturan perundangan
HSF telah menjalin kerjasama dengan CETRO, the
Habibi Center, dan Yayasan Asia-Eropa untuk
menjalankan      program-programnya          dibidang
demokrasi yang meliputi: diskusi dengan topic-topik
khusus yang berkaitan dengan masalah kehakiman,
pertukaran tenaga peradilan Indonesia-German,
revisi kurikulum perundangan dan hokum, publikasi
kasus-kasus perundangan, seminar dan workshop
dengan topic-topik yang menyangkut kasus-kasus
peradilan dan perundangan, reformasi birokrasi,
akses ke peradilan dalam masa transisi, dll.
Dalam hal promosi demokrasi, HSF Jakarta
menjalankan lima program utama yang meliputi
adaptasi perundangan, kapasitas pengelolaan,
reformasi layanan masyarakat, dan pelatihan
penanganan demonstrasi secara benar dan
mempromosikan demokrasi di Indonesia. Program-
program ini didesain dan diimplementasikan dengan
bekerjasama dengan mitra lokal, nasional maupun
internasional yang mempunyai kesamaan visi dan
diperuntukkan bagi masyarakat luas. Target utama
HSF      Jakarta    adalah    mempercepat         dan
mempromosikan      pemgangunan     demokrasi       di
                                                              253




                  Indonesia.

Akses Pendanaan   HSF dapat memberikan bantuan dana atau teknis
                  kepada lembaga-lembaga yang bergerak di bidang
                  lingkungan dan demokrasi. Bantuan dana yang
                  diberikan menggunakan sistem cost-sharing. Bagi
                  yang berminat untuk mendapatkan pendanaan dapat
                  menghubungi alamat di atas.
                                                                              254




                                             43. Hanns Seidel Stiftung
                                                                  (HSS)
Tentang HSS                Hanns Seidel Foundation (HSS) adalah suatu
                           organisasi nir-laba dan non politik yang didanai oleh
                           pemerintah Jerman dan berbasis di Munich.
                           Organisasi ini bergerak dibidang promosi nilai-nilai
                           kemanusiaan melalui kegiatan pendidikan          yang
                           didasarkan pada pengalaman melaksanakan sistim
                           pendidikan tersebut di Jerman lebih dari 35 tahun
                           serta kerjasama dengan berbagai Negara di dunia.
                           HSS mempunyai kegiatan di lebih dari 65 negara di
                           duniaa          termasuk          Indonesia          .

                           HSS memulai mempunyai kegiatan di Indonesia pada
                           tahun 1993 dengan cara mengembangkan dan
                           mengimplementasikan program-program kerjasama
                           dengan mitra local, nasional maupun internasional.
                           Salah satu pilar utamanya adalah memfokuskan
                           pada mempromosikan pendidikan lingkungan, yang
                           mencakup pelatihan atau pembangunan kapasitas
                           dan kelembagaan, pertukaran program, dialog,
                           kesadaran masyarakat, workshop, seminar dan
                           publikasi,   dan      pendidikan    pembangunan
                           berkelanjutan untuk seluruh masyarakat di
                           Indonesia, ASEAN dan Regional Asia Pasific.

Alamat / Contact Address    Menara Cakrawala (Skyline Building) 9th Floor, Jl.
                                              M.H. Thamrin 9 Jakarta 10340
                            Phone : 0062-21-3902369 , 0062-21-3141708 ext.
                                                                 2910 & 2911
                                              Fax : 0062-21-3902381 Email :
                                            hsfindo@hsfindo.org Homepage :
                                                     http://www.hsfindo.org

Bidang Garapan / Program   HSS membantu mendanai kegiatan yang bersifat
                           peningkatan, penguatan   dan   pendayagunaan
                           sumberdaya manusia khususnya yang berkaitan
                                                                          255




                        dengan bidang social, politik, budaya dan ekonomi di
                        Negara-negara      yang     mempromosikan       suatu
                        masyarakat yang demokratis sehingga mereka dapat
                        menyampaikan dan menyarakan haknya sehingga
                        dapat hidup dengan lingkungan yang jelas.
                        Program-program HSS meliputi program-propgram
                        dibidang:
                        Pendidikan lingkungan untuk SD-SLA yang meliputi
                        pengelolaan    lingkungan,     Pelatihan   Pendidikan
                        Lingkungan, Kampanye Penyadaran Kepedulian
                        Lingkungan.
                        Spesifikasi Program di Indonesia
                        Dalam melakukan program-program perlindungan
                        lingkungan hidup, HSS telah bekerjasama dengan
                        Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
                        sejak tahun 1993, yang merupakan awal kegiatannya
                        di Indonesia. Sekarang sudah semakin banyak
                        instansi dan organisasi yang bekerjasama dengan
                        HSS. Di antara proyek-proyek penting yang
                        dikerjakan oleh HSS adalah upaya pelestarian Danau
                        Toba melalui pendidikan kesadaran lingkungan. HSS
                        juga memberikan konsultasi teknis bagi industri-
                        industri yang membahayakan lingkungan di Batam.
                        HSS juga memberikan konsultasi dalam penyusunan
                        data base mengenai kualitas air dan limbah air untuk
                        diberikan kepada instansi yang berkepentingan. Di
                        Jawa Timur HSS terlibat dalam pendidikan lanjutan
                        bagi para ahli PPLH. Sedangkan di Jawa Barat, HSS
                        memberikan pendidikan bagi para pemandu wisata di
                        Taman Nasional Gunung Gede dan Pangrango.

Persyaratan Pendanaan   HSS dapat memberikan bantuan dana atau bantuan
                        teknis kepada lembaga-lembaga yang bergerak di
                        bidang lingkungan. Bantuan dana yang diberikan
                        menggunakan sistem cost-sharing. Mereka dapat
                        menghubungi alamat di atas.
                                                                              256




                                 44. Institut Bisnis Ekonomi Kerakyatan
                                                                 (IBEKA)

Tentang IBEKA              Ibeka merupakan lembaga nirlaba yang membantu
                           desa-desa    terpencil   di    seluruh   Indonesia
                           menyediakan listrik sendiri melalui teknologi
                           mikrohidro. Selain masalah listrik pedesaan, Ibeka
                           juga banyak terlibat untuk penyediaan air bersih
                           dan sanitasi,     pemberdayaan ekonomi       serta
                           penyelamatan lingkungan secara umum.

Alamat / Contact Address                                           Yayasan Ibeka
                                                      Jl. Sulaeman 7A Rt 02/03
                                              Kel. Sukabumi Utara, Kebon Jeruk
                                                           Jakarta Barat, 11540
                                                                       Indonesia
                                                            Telp.: 021-533 2756
                                                             Fax : 021-533 2756
                                                          Email : pumi@lead.or.id
                                                                       Website :
Bidang Garapan / Program   Ibeka menampung permintaan pembangunan PLTMH
                           dari masyarakat. Sebelum membangun pembangkit
                           listrik, Ibeka selalu mengumpulkan data untuk
                           melihat kemungkinannya secara teknis dan kemudian
                           dibuat rencana teknik, dihitung rencana anggaran
                           biaya dan dicarikan dananya. Anggaran untuk
                           instalasi, operasional dan perawatan PLTMH
                           dihitung bersama masyarakat. Dana yayasan selama
                           ini diperoleh dari sumbangan lembaga-lembaga PBB,
                           pemerintah Jepang atau pihak swasta yang ingin
                           berinvestasi atau menyalurkan CSR, umumnya dalam
                           bentuk hibah.

                           Setelah dana tersedia, Ibeka lalu mengirim tim
                           sosial yang biasanya tinggal selama dua minggu
                           sampai satu bulan di desa. Pada saat itu proses
                           membangun komunitas dimulai dengan cara mengajak
                                                                  257




                  masyarakat secara aktif berdialog. Pada saat itu
                  juga masyarakat diminta membuat organisasi yang
                  akan mengurus turbin, menentukan siapa ketua,
                  bendahara, sekretaris, dan operator yang cukup
                  mengetahui masalah turbin. Selain membentuk
                  organisasi baru, dana PLTMH juga dapat dikelola
                  dengan memanfaatkan suatu lembaga keuangan yang
                  sudah ada di desa, biasanya koperasi. Setelah
                  organisasi terbentuk, masyarakat diajak menghitung
                  biaya yang harus dibayar pelanggan sebagai dana
                  abadi dan dana untuk memelihara pembangkit listrik
                  itu. Ketika kemudian tim teknis tiba, operator
                  turbin sudah ditunjuk dan bisa diajak terlibat
                  langsung dalam pemasangan turbin.

                  Selain memfasilitasi penyediaan dana, Ibeka juga
                  melakukan pendampingan masyarakat dalam hal
                  peningkatan ekonomi. Ibeka menyediakan dana
                  dalam    bentuk     hibah   dan   pinjaman    untuk
                  pemanfaatan produktif, seperti pengembangan
                  pabrikan lokal dan berbagai usaha mikro dan kecil.
Akses Pendanaan   Usulan pembiayaan datang dari masyarakat, baik
                  secara langsung atau difasilitasi oleh Ibeka atau
                  donor terkait. Setelah usulan disetujui dan dana
                  tersedia, pembangunan PLTMH atau pemberdayaan
                  ekonomi dilakukan langsung bersama masyarakat.
                  Pencairan dana dari donor dapat dilakukan melalui
                  Ibeka atau secara langsung ke masyarakat dengan
                  pendampingan dari Ibeka. Keuntungan yang didapat
                  masyarakat setelah dikurangi dana operasional dan
                  dibayarkan ke pemilik modal awal (jika dana didapat
                  dalam bentuk pinjaman), umumnya dipergunakan
                  untuk kepentingan masyarakat kembali.
                  Ibeka selalu mengutamakan usulan dari masyarakat.
                  Masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan dapat
                  mengirimkan proposal atau berkonsultasi secara
                  langsung ke alamat di atas.
                                                                                   258




                                    45. Inverso Baglivo Foundation, The
                                                                  (IBF)
Tentang IBF
                           The Inverso Baglivo Foundation (IBF) adalah sebuah
                           yayasan swasta dari Amerika Serikat, dengan nama
                           yang diambil dari dua keluarga pendiri utama lembaga
                           ini. Mereka adalah pengusaha dan dermawan yang
                           sudah lama memberikan sumbangan ke berbagai
                           lembaga sosial di Indonesia, juga sebelum yayasan ini
                           berdiri secara resmi. IBF diurus oleh sebuah dewan
                           di Amerika Serikat yang bertanggungjawab atas
                           kebijakan dan pendanaan programnya. IBF didirikan
                           pada tahun 1963 dan bekerja sebagian besar di
                           Indonesia, tetapi juga di Amerika Serikat, khususnya
                           pada proyek untuk anak cacat. Pada tahun 1996, IBF
                           membuat memorandum of understanding dengan
                           Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk
                           menjalankan dan membantu proyek pendidikan,
                           khususnya untuk anak cacat.

                           Inverso merupakan suatu grup perusahaan yang
                           bergerak di bidang kimia, manufaktur dan distribusi.

                                                          Jl. Poltangan No 48, JAKARTA
Alamat / Contact Address                                  12530; Telp.      : (021) 780
                                                          5708;Fax. : (021) 780 5708
                                                          E-mail : ibfjak@idola.net.id
                                                          Alamat Pusat : 824 Hood Road,
                                                          Swarthmore, PA 19081, U.S.A.
                                                          Tlp/Fax      : (610) 544-5665


Bidang Garapan / Program   Spesifikasi Program di Indonesia

                           Program utama IBF adalah membantu masyarakat
                           penyandang cacat, khususnya tuna rungu dan
                           tunanetra. Dalam hal ini IBF dapat membantu
                           program pendidikan, rehabilitasi, pelatihan guru dan
                           penyediaan alat-alat bantu baca dan wicara. IBF
                           dapat pula menyediakan buku-buku bertulisan Braille
                           atau kaset-kaset rekaman bagi lembaga-lembaga
                           yang memerlukan.
                                                                 259




                  Dalam skala kecil, IBF juga dapat memberi bantuan
                  untuk latihan keterampilan usaha kecil, dan
                  kesehatan untuk keluarga miskin.

Akses Pendanaan   Dana atau bantuan dapat diberikan kepada yayasan-
                  yayasan yang resmi yang menyantuni anak kurang
                  mampu atau cacat. Dana tidak dapat diberikan untuk
                  pembangunan gedung atau kepada perseorangan.
                  Pihak-pihak yang berminat disarankan lebih dahulu
                  menghubungi alamat di atas, untuk memastikan
                  apakah sesuai dengan spesifikasi program.
                                                                      260




        46. International Fund for Agricultural Development
                                                      (IFAD)
Tentang IFAD          International Fund for Agricultural Development
                      (IFAD) adalah lembaga khusus Perserikatan Bangsa-
                      Bangsa (PBB) yang didirikan untuk menghapuskan
                      kemiskinan dan kelaparan di daerah pedesaan
                      negara-negara berkembang. IFAD yang didirikan
                      tahun 1977 ini merupakan sebuah lembaga keuangan
                      yang     dihasilkan  dari   Konferensi    Pangan
                      Internasional tahun 1974. Melalui pinjaman
                      berbunga rendah dan hibah, IFAD mengembangkan
                      dan membiayai proyek-proyek yang memungkinkan
                      masyarakat desa untuk mengatasi kemiskinannya
                      sendiri.

                      IFAD memiliki tujuan untuk memberdayakan
                      masyarakat desa yang miskin di negara-negara
                      berkembang untuk memperoleh pendapatan yang
                      lebih tinggi dan meningkatkan keamanan pangan.
                      IFAD akan memastikan bahwa masyarakat tersebut
                      juga memiliki akses yang lebih baik, dan
                      keterampilan serta organisasi yang diperlukan untuk
                      mendapatkan keuntungan dari:
                       Sumber daya alam, terutama keamanan akses
                        tanah dan air, dan meningkatkan manajemen
                        sumber daya alam serta praktek-praktek
                        perlindungan
                       Meningkatkan tekhnologi pertanian dan layanan
                        produksi yang efektif
                       Layanan finansial yang luas
                       Pasar yang transparan dan kompetitif untuk input
                        dan produksi pertanian
                       Kesempatan bagi tenaga kerja desa non-pertanian
                        dan pengembangan usaha
                       Kebijakan lokal dan nasional, serta proses
                        pemprograman
                                                                           261




                           IFAD membantu Indonesia sejak tahun 1980. Mitra
                           kerja IFAD di Indonesia adalah Asian Development
                           Bank (ADB), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Islamic
                           Development Bank (IDB), NZAID, Bank Dunia,
                           UNDP, UNOPS dan lembaga PBB lainnya.
                           Selama     membantu       Indonesia,   IFAD  telah
                           mempelajari adanya sebuah kebutuhan bagi IFAD
                           untuk:
                            Meningkatkan dan memperdalam kontribusinya
                             pada perubahan kebijakan berdasarkan pengalaman
                             operasional lapangannya
                            Mencapai keseimbangan yang lebih baik antara
                             pemberdayaan masyarakat miskin dan investasi
                             untuk meraih produktivitas pertanian dan non-
                             pertanian
                            Mempromosikan pembangunan pasar dan hubungan
                             pasar, serta aktivitas agro-processing
                            Membangun dan memeliharan kemitraan yang
                             strategis dengan LSM, organisasi masyarakat yang
                             bekerja dengan masyarakat miskin untuk
                             menemukan solusi baru yang dapat diterapkan dan
                             untuk mencapai peningkatan pendapatan serta
                             pemberdayaan masyarakat miskin pedesaan
                            Meningkatkan lebih jauh keefektifan, dampak dan
                             kesinambungan intervensi proyek
                            Memberikan perhatian yang memadai untuk
                             mengimplementasikan dukungan
                            Mendukung partisipasi masyarakat dalam investasi
                             infrastruktur desa, pemeliharaan dan operasional
                             untuk berkontribusi pada rasa memiliki dan
                             tanggung jawab yang lebih besar.

Alamat / Contact Address      International Fund for Agricultural Development
                                                         Via del Serafico, 107
                                                                  00142 Rome
                                                                         Italy
                                                                            262




                                                            Tel: +39-0654591
                                                         Fax: +39-065043463
                                                          Email: ifad@ifad.org
                                               Website : http://www.ifad.org/
Bidang Garapan / Program
                           Pada tahun 2005/2006, IFAD memformulasikan
                           suatu program yang disebut ―a Country Strategic
                           Opportunities Paper (COSOP)‖. Dalam strategi ini
                           dilaporkan bahwa Assessment of the rural sector
                           policy and institutional framework akan menjadi
                           basis untuk mengidentifikasi prioritas-prioritas
                           strategy. COSOP ini mencakup program kebijakan
                           dan pengembangan model-model inovatif untuk
                           mengentaskan kemiskinan di seluruh Negara.

                           Saat ditulis buku ini, proyek IFAD di Indonesia
                           adalah:

                           Post-Crisis Programme for Participatory Integrated
                           Development in Rainfed Areas
                           Proyek ini dirancang untuk membangun lembaga
                           masyarakat miskin pedesaan dalam bentuk kelompok
                           penolong mandiri yang bekerja dekat dengan
                           organisasi masyarakat lainnya dalam mengatur
                           sumber daya lokal. Anggota kelompok dapat
                           mengembangkan keterampilan mereka, melakukan
                           serangkaian inisiatif melalui tindakan koletif dan
                           menjadi percaya diri. Tujuan dari program ini adalah
                           untuk meraih 450.000 orang yang hidup di beberapa
                           desa termiskin di Indonesia. Dalam implementasinya,
                           IFAD bekerja melalui kemitraan yang kuat dengan
                           LSM.

                           Rural Empowerment for Agricultural Development
                           Programme di Sulawesi Tengah
                           Sebagai propinsi termiskin kelima, perasingan
                           terhadap sumber daya alam di Sulawesi Tengah
                                                                  263




                  telah berpengaruh pada degradasi lingkungan hidup
                  dan marjinalisasi masyarakat pribumi. Tujuan dari
                  program ini adalah untuk meraih pendapatan dan
                  menyediakan mata pencarian bagi masyarakat miskin
                  pedesaan yang hidup di beberapa komunitas yang
                  paling tidak menguntungkan di propinsi Sulawesi
                  Tengah. Program ini mengenalkan tekhnologi dan
                  praktek pertanian yang berkesinambungan dan
                  menyediakan dana bergulir dimana petani miskin
                  dapat    melakukan   sejumlah    kegiatan   untuk
                  meningkatkan pendapatannya dan menciptakan
                  akses. Pekerjaan dalam program ini mencakup
                  menolong masyarakat dalam merencanakan kegiatan
                  dan mengatur kebutuhan pembangunan mereka
                  sendiri, meningkatkan produksi pertanian dan
                  mengembangkan usahawan desa serta akses pasar,
                  membangun infrastruktur seperti jalan, air dan
                  irigasi.

Akses Pendanaan   Pinjaman diberikan kepada negara-negara termiskin
                  dengan      masalah   pangan   sebagai    prioritas
                  perhatiannya. Proyek-proyek yang dikerjakan harus
                  berdampak pada struktur sosial dan ekonomi
                  pedesaan. Hibah diberikan untuk mendukung
                  penelitian pembangunan dan program pembangunan
                  kapasitas yang berkaitan. Pemberian hibah berfokus
                  pada     intervensi  yang    memiliki   keuntungan
                  komparatif yang signifikan terhadap pinjaman
                  sebagai instrumen pembiayaan. Hibah harus
                  melengkapi program pemberian pinjaman yang ada.
                  Cofinancing dilakukan oleh pemerintah, penerima
                  manfaat, lembaga donor multilateral dan bilateral,
                  serta mitra lainnya.

                  IFAD tidak memiliki kantor perwakilan di Indonesia.
                  Pihak-pihak yang berminat dapat mengajukan
                  permohonan langsung ke alamat di atas. Informasi
                                                   264




lebih detail (Lending Policies and Criteria, Policy on
Grant Financing) dapat terlebih dulu dilihat dalam
website dengan alamat di atas.
                                                                               265




                           47. International Finance Corporation (IFC)
                                                   World Bank Group
Tentang IFC                    IFC merupakan bagian dari Grup Bank Dunia yang
                               memiliki misi melawan kemiskinan dengan semangat
                               dan profesionalisme hingga hasil akhir, menolong
                               masyrakat untuk menolong diri mereka sendiri dan
                               lingkungan mereka dengan menyediakan sumber
                               daya, berbagi pengetahuan, membangun kapasitas
                               dan membina kemitraan dalam sektor publik dan
                               swasta.

                               Visi IFC adalah masyarakat yang memiliki
                               kesempatan untuk keluar dari kemiskinan dan
                               meningkatkan kehidupan mereka. Visi tersebut
                               selaras dengan tujuan IFC sebagai tangan Grup Bank
                               Dunia di sektor swasta:
                                Mengenalkan pasar yang terbuka dan kompetitif
                                 di negara-negara berkembang
                                Mendukung perusahaan-perusahaan dan mitra
                                 sektor swasta lainnya
                                Mendorong munculnya         pekerjaan-pekerjaan
                                 produktif dan menyalurkan layanan dasar
                                Menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk
                                 keluar dari kemiskinan dan meningkatkan
                                 kehidupan mereka

Alamat / Contact Address                                  IFC Jakarta, Indonesia
                                                 Jakarta Stock Exchange Building
                                                              Tower 2, 9th Floor
                                                   Jl. Jend. Sudirman Kav 52 - 53
                                                                     Jakarta 12190
                                                                         Indonesia
                                                             Telp.: 021-529 93001
                                                             Fax : 021-529 93002
                                        Email : Advisory Services: bhelms@ifc.org
                                                   Website : http:// www.ifc.org/
                                                                           266




Bidang Garapan / Program   IFC menggabungkan investasi dan layanan pemberian
                           saran untuk memenuhi empat tujuan kunci:
                           1. Memperluas akses terhadap pembiayaan untuk
                              segmen pasar yang tidak mendapat layanan.
                           2. Meningkatkan akses terhadap infrastruktur,
                              terutama di daerah-daerah tertinggal.
                           3. Menguatkan     rantai    penyediaan    berbasis
                              komoditas, terutama daloam bidang agribisnis dan
                              kehutanan.
                           4. Meningkatkan iklim bisnis di seluruh sektor,
                              terutama usaha kecil memengah.
                           Pengangkatan isu perubahan iklim merupakan tema
                           yang umum untuk seluruh kegiatan IFC di Indonesia.

                           Dengan     tujuan    tersebut    IFC     mendorong
                           perkembangan ekonomi yang berkesinambungan di
                           negara-negara berkembang dengan cara membiayai
                           investasi sektor swasta, memobilisasi modal dalam
                           pasar finansial internasional, dan menyediakan
                           layanan pemberian saran untuk pengusaha dan
                           pemerintah. IFC juga menolong perusahaan-
                           perusahaan     dan     lembaga    finansial   dalam
                           mengembangkan pasar yang menciptakan pekerjaan,
                           membangkitkan pendapatan dari pajak, meningkatan
                           lembaga hukum pemerintah dan pencapaian
                           lingkungan hidup, dan berkontribusi kepada
                           komunitas lokal mereka.
Akses Pendanaan            IFC menawarkan serangkaian produk finansial dan
                           layanan pemberian saran untuk kliennya dan terus
                           mengembangkan alat-alat finansial baru yang
                           memungkinkan perusahaan untuk mengatur risiko
                           dan mengembangkan akses mereka pada pasar modal
                           luar dan dalam negeri.

                           Produk finansial yang ditawarkan adalah:
                            Loans for IFC's Account
                            Syndicated Loans
                                                  267




   Equity Finance
   Quasi-Equity Finance
   Equity & Debt Funds
   Trade Finance
   Structured Finance
   Intermediary Services
   Risk Management Products
   Local Currency Financing
   Subnational Finance

Layanan pemberian saran IFC diatur dalam lima
garis bisnis, yaitu:
 Lingkungan yang memungkinkan perkembangan
  usaha
 Akses terhadap pembiayaan
 Kesinambungan lingkungan hidup dan sosial
 Infrastruktur
 Saran untuk perusahaan
Sebagian besar pekerjaan layanan pemberian saran
IFC dilakukan melalui fasilitasi yang diatur oleh IFC
namun dibiayai melalui kemitraan dengan donor
pemerintah atau lembaga donor multilateral lainnya.

Sebagai sumber pembiayaan global yang beroperasi
di banyak wilayah dan sektor, IFC bekerja dengan
serangkaian kelompok yang memiliki keterkaitan
dalam proyek IFC, dipengaruhi oleh pekerjaan IFC,
atau menolong IFC untuk menguatkan dampak pada
perkembangan sektor swasta yang
berkesinambungan. Mitra kerja tersebut mencakup:
 Masyarakat sipil
 Lembaga pembangunan
 Lembaga donor
 Yayasan dan perusahaan
 Negara anggota IFC
 Komunitas lokal
 Media
                                                 268




 Asosiasi profesional dan akademisi
Pihak yang berminat dapat menghubungi langsung
alamat di atas untuk mencari bentuk pembiayaan
yang tepat dan persyaratan lebih lengkap.
                                                              269




                        48. Islamic Development Bank
                                                          (IDB)
Tentang IDB   Islamic Development Bank (IDB) atau Bank
              Pembangunan Islami adalah lembaga keuangan
              multilateral yang didirikan untuk meningkatkan
              kualitas kehidupan sosial ekonomi negara anggota
              serta masyarakat muslim di negara bukan anggota,
              dengan berlandaskan prinsip-prinsip Islami/Syariah.
              IDB didirikan tahun 1975 (1392 H) oleh Organisasi
              Konferensi Islam (OKI).

              Saat ini IDB memiliki 56 negara anggota. Indonesia
              merupakan negara anggota dan sekaligus salah satu
              pendiri IDB. Dasar keanggotaan IDB adalah calon
              negara anggota harus memiliki keanggotaan OKI.
              Hubungan Indonesia dengan IDB dilakukan melalui
              Departemen Keuangan. Gubernur IDB untuk
              Indonesia adalah Menteri Keuangan dan Bappenas,
              sementara Wakil Gubernur dipegang oleh Gubernur
              Bank Indonesia. Hingga saat ini Indonesia telah
              memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan
              IDB, seperti pembiayaan hibah, peningkatan
              kapasitas, serta beasiswa.

              Visi IDB adalah menjadi pemimpin dalam membantu
              perkembangan pembangunan sosial ekonomi negara
              anggota dan masyarakat muslim yang tinggal bukan
              di negara anggota, sesuai dengan prinsip
              Islami/Syariah. Misi IDB adalah mendukung
              pembangunan manusia secara komprehensif dengan
              fokus pada pengurangan kemiskinan, peningkatan
              kesehatan, serta peningkatan pengelolaan dan
              kesejahteraan rakyat.

              Fungsi utama IDB adalah memberikan pembiayaan
              berdasarkan    prinsip-prinsip Islami   untuk
                                                                             270




                           pembangunan ekonomi dan sosial, terutama untuk
                           proyek-proyek yang dapat meningkatkan kualitas
                           hidup masyarakat.

Alamat / Contact Address               IDB Field Representative for Indonesia
                                                  Jl. Lap. Banteng Timur No. 2-4
                                                    Gedung Induk Lt. 2 Ruang 16
                                                             Jakarta Pusat 10710
                                                                       Indonesia
                                     Telp.: 021-344 1048 / 344 9230 ext. 3250
                                                             Fax : 021-345 2582
                                                Email : idbindonesia@yahoo.com
                                         Website : http://www.idbindonesia.org
                                                            http://www.isdb.org/
Bidang Garapan / Program   IDB berperan serta dalam menyediakan dana bagi
                           perusahaan dan proyek-proyek produktif untuk
                           pembangunan sosial ekonomi negara anggota. IDB
                           juga menyediakan dan mengoperasikan dana untuk
                           tujuan khusus, yaitu membantu masyarakat muslim di
                           negara-negara bukan anggota. Selain memberikan
                           bantuan pendanaan, IDB juga dapat menerima
                           deposito dan mengelola sumber daya keuangan
                           dengan model Syariah atau sejenisnya. Fungsi IDB
                           juga    mencakup      bertanggung      jawab    untuk
                           meningkatkan perdagangan luar negeri, terutama
                           dalam bentuk barang atau modal antar negara-
                           negara anggota, menyediakan bantuan teknis ke
                           negara-negara anggota, mengembangkan fasilitas
                           pelatihan personil yang terlibat dalam aktifitas
                           pembangunan negara-negara muslim, sesuai dengan
                           prinsip Syariah.

                           Fokus kerjasama IDB adalah:
                            Pembangunan manusia
                            Pembangunan pertanian dan ketahanan pangan
                            Pembangunan infrastruktur
                            Kerjasama perdagangan antar negara anggota
                                                                    271




                   Pembangunan sektor swasta
                   Kajian dan pengembangan di bidang ekonomi,
                    perbankan dan keuangan islam

                  Untuk membantu percepatan pembangunan sosial dan
                  ekonomi Indonesia dan untuk mengatasi kondisi
                  keuangan negara yang terbatas, pemerintah
                  Indonesia meminta IDB untuk menyediakan bantuan
                  pendanaan proyek-proyek strategis.

Akses Pendanaan   IDB memiliki beberapa model Syariah untuk
                  membiayai proyek-proyek pembangunan di negara-
                  negara anggota. Pembiayaan proyek IDB dilakukan
                  dengan mengacu pada Strategic Framework dari
                  grup IDB.

                  Instrumen Pembiayaan
                  IDB menggunakan berbagai instrumen pembiayaan
                  Syariah      untuk     mendukung       proyek-proyek
                  pembangunan      di    negara-negara      anggotanya.
                  Instrumen tersebut dikategorikan sebagai berikut:
                  1. Loan
                      Umumnya diberikan untuk pemerintah atau
                      lembaga publik yang memiliki jaminan dari
                      pemerintah dan menyediakan pembiayaan jangka
                      panjang untuk proyek pembangunan di bidang
                      infrastruktur dan pertanian.
                  2. Technical Assistance
                      Tujuannya adalah untuk membiayai tambahan
                      keahlian   teknik    untuk    menyiapkan     atau
                      mengimplementasikan proyek khusus, atau untuk
                      tujuan memformulasikan kebijakan, atau untuk
                      menyediakan     dukungan     institusional   atau
                      pembangunan, dan pelatihan sumber daya
                      manusia.
                  3. Leasing
                     IDB menyediakan aset, seperti mesin atau
                                                272




  peralatan yang diperlukan untuk produksi,
  kemudian menyewakannya pada penerima manfaat
  untuk jangka waktu tertentu.
4. Instalment Sale
   IDB membeli mesin atau peralatan yang
   diperlukan untuk proyek tertentu kemudian
   menjualnya kembali kepada penerima manfaat
   dengan penambahan tertentu yang disepakati
   antara IDB dengan penerima manfaat.
5. Istisna'a
   Bentuk ini diterapkan dalam pembiayaan
   pembuatan barang-barang dan perlengkapan,
   termasuk pembiayaan pekerjaan konstruksi.
6. Lines of Financing
   IDB meluaskan garis pembiayaannya kepada
   National   Development Financing Institutions
   (NDFIs)    atau Islamic Banks (IBs) untuk
   mengenalkan pertumbuhan usaha skala kecil dan
   menengah, terutama di sektor industri.
7. Equity Participation
   IDB berpartisipasi dalam pembagian modal
   industri yang produktif dan proyek agro-industri
   yang secara ekonomi dan finansial dapat terus
   berjalan.
Murabaha
   Bentuk ini digunakan dalam pembiayaan
   perdagangan luar negeri, baik impor maupun
   ekspor. IDB membeli bahan komoditi yang
   diminta dan dijual kembali pada penerima
   manfaatnya.    Untuk    pembiayaan     impor,
   waktunya dapat mencapai 30 bulan, sementara
   untuk ekspor dapat mencapai 120 bulan.
8. Profit Sharing
   Bentuk kemitraan yang melibatkan pengumpulan
   dana antara IDB dan pihak lain untuk pembiayaan
   sebuah proyek. Setiap mitra memperoleh
   persentase keuntungan bersih yang muncul dari
                                                 273




   venture. Bentuk ini mungkin cocok untuk proyek-
   proyek yang diharapkan memiliki          tingkat
   pengembalian finansial yang tinggi.

Karakteristik Pembiayaan
 Menggunakan sistem syariah
 Biaya pinjaman/pembiayaan IDB hanya dikenakan
  terhadap dana yang telah ditarik
 Tidak dikenakan biaya di muka (up front fee,
  commitment fee) dan menerapkan biaya mark up
  atau biaya administrasi
 Adanya rabat (potongan/diskon) jika terjadi
  pembayaran kembali pinjaman secara tepat waktu
 Pemilihan jenis kegiatan/proyek yang akan dibiayai
  disesuaikan dengan kebutuhan negara/anggota
  peminjam (borrower/member driven)
 Jika pelaksanaan tidak sesuai dengan jadwal, akan
  dikenakan penalti.
Prosedur pencairan dana dilaksanakan dengan
memperhatikan ketentuan dari IDB dan peraturan
perundangan yang berlaku di Indonesia. Prosedur
pencairan dana secara garis besar terdiri dari :
 Pembayaran langsung (direct payment)
 Imprest account (special account)
 Komitmen (Letter of Credit, L/C)
 Penggantian pembayaran (reimbursment)

Siklus Proyek
Setiap proyek yang dibiayai oleh IDB melewati
sebuah siklus yang meliputi :
1. Identifikasi proyek
2.     Persiapan
3.     Penilaian/negosiasi
4.     Persetujuan dan penandatanganan
5.     Implementasi dan tindak lanjut
6.     Post-Evaluation setelah penyelesaian
                                                274




Pihak yang berminat dapat berkonsultasi langsung ke
alamat di atas.
                                                                             275




                           49. Islamic Relief’s Mission
                                                  (IRM)
Tentang IRM
                           Islamic Relief (IR) adalah lembaga internasional
                           yang bergerak dalam bidang rehabilitasi akibat
                           bencana    dan    juga  donasi   (charity)   untuk
                           pembangunan dengan sasaran untuk mengentaskan
                           kemiskinan yang diderita oleh masyarakat miskin.
                           Lembaga     ini   merupakan    lembaga     swadaya
                           masyarakat (NGO) yang independen. Lembaga ini
                           didirikan pada tahun 1984 di Inggris oleh Dr. Hany
                           El Banna.

                           IRM secara resmi terdaftar beroperasi di
                           Indonesia pada tanggal 6 Maret 2003. Kehadiran
                           kantor IRM di Indonesia ini merupakan kehadiran
                           kantor IR yang pertama kali di regional Asia
                           Tenggara.
Alamat / Contact Address
                           Islamic Relief International Head Office



                                                             19 Rea Street South
                                                                     Birmingham
                                                                         B5 6LB
                                                                             UK

                                                         Donate: 0121 622 0622
                                               General Enquiries: 0121 605 5555
                                                            Fax: 0121 622 5003

                                               Email: HQ@islamic-Relief.org.uk
                                               Website: www.islamic-relief.com
                                  Website contact: queries@islamic-relief.com
                             Online donation queries:donation-queries@islamic-
                                                                  relief.org.uk
                                                                           276




                           Indonesia:
                                                Jln. Cipinang Jaya Raya No. 98
                                                                Cipinang Muara
                                                                Jakarta Timur
                           Country Representative.: Haroon Kash,
                           Program Coordinator: Ede Surya & Rindro Suluh.

Bidang Garapan / Program
                           Selain sebagai lembaga internasional yang bergerak
                           dibidang rehabilitasi pasca bencana dan emergensi,
                           lembaga ini juga bergerak dibidang pembangunan
                           social ekonomi dengan cara bekerjasama dengan
                           masyarakat local tanpa memandang suku, agama
                           maupun jender.

                           IRM bekerja di empat sector utama yaitu
                           Rehabilitasi Pasca Bencana, Pembangunan, Anak-anak
                           dan Wakaf.

                           Di Indonesia, aktivitas IRM mencakup:
                              1. Santunan anak yatim
                              2. Penyiapan menghadapi bencana dan unit
                                 respon yaitu program untuk merespon
                                 secara cepat bila terjadi bencana agar
                                 dapat membantu/menolong yang terkena
                                 bencana. Program ini juga memberikan
                                 pelatihan response terhadap becana secara
                                 cepat dan efektif sesuai dengan aturan
                                 internasional.
                              3. Pendidikan dan Pelatihan mencakup:
                                 Distribusi peralatan sekolah.

                                 Pendidikan bagi wanita tentang kesehatan dan
                                  gizi.

                                 Mengorganisasi program-program pendidikan
                                  tambahan.
                                                    277




        Mensponsori pendidikan anak-anak.

        Membangun sekolah baru dan melakukan
         rehabilitasi sekolah-sekolah yang rusak akibat
         perang.

        Pemberantasan buta huruf dan pendidikan
         pelatihan ketrampilan untuk orang dewasa.

        Memberikan bantuan ke sekolah-sekolah dan
         universitas dalam bentuk computer, buku-
         buku dan sumberdaya lainnya.
4.      Emergensi dan Rehabilitasi Pasca Bencana
     yang mencakup:
      Memberikan bantuan kebutuhan pokok yang
        paling minimum harus ada kepada para
        penderita bencana seperti pemberian bantuan
        makanan, air bersih dan pelayanan kesehatan.
      Menyalurkan bantuan-bantuan untuk bencana
        secepat mungkin.
      Bersama-sama          dengan       masyarakat
        internasional    merencanakan       cara-cara
        menyalurkan bantuan dan layanan bencana ke
        para korban yang terbaik.
     5. Air Besih dan Sanitasi.
     6. Kesehatan dan nutrisi yang mencakup:
      Program perawatan kesehatan ibu dan anak.
      Pembangunan dan rehabilitasi klinik/rumah
        sakit.
      Distribusi peralatan medis dan ambulan ke
        rumah sakit-rumah sakit.
      Program     pertanian untuk meningkatkan
        produksi pertanian dan ketahanan pangan.
      Makanan di sekolah untuk anak-anak kurang
        gizi.
      Imunisasi dan check up kesehatan.
      Program-program fisik dan perawatan secara
                                                                 278




                        psikis korban-korban trauma perang.
                       Peningkatan kesadaran akan pentingnya
                        kesehatan dan pengaturan gizi di masyarakat
                        miskin.


                    7. Sumber pendapatan


                    Program IRM ini dimaksudkan untuk mengubah
                    keadaan kehidupan masyarakat miskin melalui
                    peningkatan kapasitas local yang ada di
                    masyarakat sehingga mereka dapat berdikari.
                    IRM memberikan pelatihan dan pinjaman
                    pendanaan berdasarkan syariah Islam agar
                    masyarakat dapat mencari pendapatan untuk
                    peningkatan kulitas hidupnya dengan menjalankan
                    usaha kecil atau mencari pekerjaan dengan
                    gaji/pendapatan yang baik.

                  Program Sumber Pendapatan mencakup:
                       Pelatihan ketrampilan (computer, menjahit,
                        kerajinan tangan, dan lain-lain).
                       Pinjaman dana tanpa bunga untuk memulai
                        suatu usaha kecil.
                       Peningkatan kesejahteraan wanita (pelatihan-
                        pelatihan dan kredit mikro).
                       Pendistribusian ternak.
                       Mempromosikan pertanian: pendistribusian
                        biji, benih dan pupuk, peningkatan irigasi.
                       Penguatan governance masyarakat.

Akses Pendanaan   Bagi yang berminat untuk mendapatkan pendanaan
                  dari IRM dapat menghubungi alamat di atas.
                                                                             279




                    50. International Timber Trade Organization
                                                         (ITTO)
Tentang ITTO               ITTO adalah suatu organisasi antar pemerintah
                           untuk mempromosikan konservasi, pengelolaan yang
                           lestari, penggunaan dan perdagangan sumberdaya
                           hutan tropika. Anggota organisasi ini mewakili kira-
                           kira 80% hutan tropika yang ada di dunia dan 90%
                           perdagangan kayu tropika dunia.
                           ITTO dibentuk atas mandate dari Lembaga
                           Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1986
                           terkait dengan meningkatnya keprihatinan terhadap
                           kondisi hutan tropika. Hampir setiap orang merasa
                           khawatir terhadap makin meningkatnya deforestasi
                           hutan tropika, tetapi di satu sisi, semua setuju
                           bahwa perdagangan kayu tropika merupakan kunci
                           pembangunan ekonomi Negara yang bersangkutan.
Alamat / Contact Address            International Tropical Timber Organization
                                   International Organization Center – 5th Floor
                                Pacifico-Yokohama, 1-1-1 Minato Mirai, Nishi-ku
                                                           Yokohama 220-0012
                                                                          Japan
                                                         Telp: +81-45-223 1110
                                                          Fax: +81-45-223 1111
                                                   Website: http://www.itto.int
Bidang Garapan / Program   ITTO mengembangkan berbagai dokumen yang
                           menyangkut kebijakan yang disetujui secara
                           internasional untuk mempromosikan pengelolaan
                           hutan yang lestari dan konservasi hutan serta
                           membantu      Negara-negara     anggotanya     untuk
                           menyesuaikan       kebijakan    tersebut      dengan
                           mempertimbangkan lingkungan masing-masing dan
                           untuk menerapkannya di lapangan melalui berbagai
                           proyek.     Selain dari itu, ITTO mengumpulkan,
                           menganalisa dan mendesiminasikan data produksi
                           dan perdagangan kayu tropika dan membiayai
                           proyek-proyek serta aksi lainnya yang ditujukan
                                                                    280




                  untuk   mengembangkan industry pada skala
                  masyarakat dan industry. Aksi-aksi ITTO serta
                  program-program ITTO saat ini dapat dilihat di
                  proyek-proyek yang didanai oleh ITTO atau
                  Program ITTO yang dikembangkan setiap dua tahun.
                  Semua proyek ITTO dibiayai melalui kontribusi
                  secara sukarela dari anggota-anggotanya yang
                  berasal dari Negara-negara konsumen kayu tropika.
                  Sejak beroperasi pada tahun 1987, ITTO telah
                  mendanai lebih dari 800 proyek, pre-proyek dan
                  kegiatan-kegiatan lainnya dengan nilai lebih dari 300
                  juta USD.

Akses Pendanaan   Setiap Negara anggota ITTO dapat mengajukan
                  proposal ke ITTO untuk direview dan didanai sesuai
                  dengan siklus proyek ITTO.

                  Untuk pengajuan proposal dari pemerintah
                  Indonesia, lembaga yang berminat dapat meminta
                  penjelasan lebih rinci ke Pusat Kerjasama Luar
                  Negeri, Kementerian Kehutanan yang beralamat di
                  Gedung Manggala Wanabhakti, Blok 7, Lantai 4, Jln.
                  Gatot Subroto, Jakarta.

                  Selain membiayai proyek yang diajukan oleh Negara-
                  negara anggotanya, ITTO mempunyai program
                  pendanaan untuk penelitian bagi mahasiswa pasca
                  sarjana melalui program Freezaillah Fellowship.
                  Untuk informasi detail program ini dapat dilihat di
                  website ITTO seperti di atas.
                                                                            281




                             51. Japan Foundation ASIA CENTER
                                               (JF Asia Center)
Tentang JF Asia Center
                         The Japan Foundation didirikan pada tahun 1972
                         sebagai sebuah lembaga resmi di bawah naungan
                         Kementerian Luar Negeri Jepang. Pada awalnya,
                         lembaga ini bertujuan mempromosikan persahabatan
                         dan rasa saling pengertian di kancah internasional.
                         Yayasan ini merupakan organisasi pertama dalam
                         bidang pertukaran kebudayaan internasional di
                         Jepang, yang mencakup pertukaran dengan tujuan
                         akademik, seni, publikasi, media audiovisual, olahraga
                         dan kebudayaan pada umumnya.


                         Kantor Japan Foundation pertama kali didirikan pada
                         tahun 1972, melalui keputusan dari Parlemen Jepang.
                         Pada tahun 1979, Japan Foundation membuka
                         kantornya di Jakarta.
                         Untuk mendukung kegiatan-kegiatannya, kantor
                         Japan Foundation Jakarta memiliki sejumlah
                         fasilitas seperti perpustakaan, bunkabihin (benda-
                         benda kebudayaan, seperti Yukata, papan Igo, dan
                         lain-lain), serta sejumlah ruangan seperti Aula dan
                         Galeri Mini di lantai 2, yang dapat digunakan untuk
                         kegiatan pameran, pementasan, seminar dan lain-lain.
                         Sejak didirikannya, Japan Foundation telah berupaya
                         untuk mempromosikan saling pengertian dan
                         toleransi antar Jepang dan negara-negara lain di
                         dunia. Kami mempromosikan hal tersebut melalui
                         kegiatan-kegiatan     dalam   bidang    kebudayaan-
                         kesenian, bahasa Jepang, dan keilmuan. Sampai
                         sekarang, Japan Foundation telah membantu
                         berbagai institusi dimana dia berada, dalam
                         pementasan dan pameran kesenian, bantuan
                         pendidikan bahasa Jepang, pertukaran tenaga ahli,
                         dan sebagainya.
                                                                            282




Alamat / Contact Address            THE JAPAN FOUNDATION ASIA CENTER
                             Summitmas Tower I, Lt. 3, Jl. Jenderal Sudirman,
                                                  Kav. 61-62, JAKARTA 12069;
                           Telp. : (62-21) 520 1266; Fax. : (62-21) 525 5159;
                                                           Email: pkj@jpf.or.id
                                                                     Indonesia
                                               The Japan Foundation, Jakarta
                                                           http://www.jpf.or.id
                            Summitmas I, 2-3F, Jalan Jenderal Sudirman, Kav.
                                                                         61-62
                                              Jakarta Selatan 12190, Indonesia
                                    Tel: 62-21-520-1266 Fax: 62-21-525-5159
                            Akasaka Twin Tower, 1F 2-17-22 Akasaka, Minato-
                                                         ku,Tokyo 107 , JAPAN
                            Telp. : (81-3) 5562-3891; Fax : (81-3) 9954-0777

Bidang Garapan / Program   Bidang kegiatan Japan Foundation adalah dalam
                           kegiatan pertukaran kebudayaan internasional,
                           pengajaran bahasa Jepang di luar Jepang, dan
                           pengembangan studi Jepang serta pertukaran ahli
                           dalam ilmu sosial dan humaniora.
                           Kegiatan kebudayaan yang dilakukan oleh Japan
                           Foundation Jakarta adalah pemberian bantuan dana
                           terhadap penyelenggaraan pameran, pementasan,
                           peminjaman ruang, peminjaman alat, dan lain-lain.
                           Japan Foundation Jakarta membuka kursus bahasa
                           Jepang untuk level menengah ke atas. Selain itu,
                           kantor Jakarta juga menfasilitasi pertemuan para
                           pengajar bahasa Jepang yang diadakan setiap
                           bulannya. Kegiatan dalam bidang bahasa juga
                           dilakukan melalui penyusunan dan penerbitan buku
                           pengajaran bahasa Jepang.
                           Program pengembangan studi Jepang dan pertukaran
                           intelektual, umumnya diberikan dalam bentuk
                           pendanaan kegiatan untuk penelitian, pengadaan
                           acara seminar, diskusi atau lokakarya, dalam bidang
                           ilmu sosial dan humaniora. Namun, selain itu, Japan
                                                  283




Foundation juga setiap tahunnya mendatangkan ahli
dari Jepang untuk memberikan ceramah keliling di
berbagai kota di Indonesia.

Tentang Program Bantuan

Japan Foundation memberikan sejumlah program
bantuan dalam bidang-bidang yang menjadi wilayah
aktivitasnya, yaitu kebudayaan dan kesenian,
pengajaran bahasa Jepang, pengembangan studi
Jepang       dan       pertukaran        intelektual.
Pada dasarnya, program bantuan Japan Foundation
terbagi menjadi dua jenis, yaitu program bantuan
dari kantor Jakarta dan program bantuan kantor
pusat.
Program bantuan dari kantor Jakarta adalah
program     bantuan    yang     diberikan     dengan
menggunakan dana dari, dan diseleksi langsung oleh,
kantor Jakarta. Dana yang disalurkan dalam program
ini tidak begitu besar, namun demikian, anda bisa
mengirimkan proposal anda setiap saat untuk
diseleksi oleh kantor Jakarta. Hal ini berbeda
dengan program kantor pusat, dimana proposal hanya
diterima dalam rentang waktu tertentu.
Program bantuan dari kantor pusat adalah program
bantuan yang diberikan dengan menggunakan dana
dari, dan diseleksi oleh, kantor Japan Foundation
pusat di Tokyo. Dana yang disalurkan dalam program
ini cukup besar, akan tetapi, anda hanya bisa
mengirimkan proposal permohonan bantuan dalam
rentang-rentang waktu tertentu, dan dengan syarat-
syarat yang lebih ketat daripada program bantuan
kantor Jakarta. Biasanya setiap tahun, rentang
waktu pengiriman proposal adalah dari bulan Agustus
hingga 1 Desember. Persyaratan pengiriman proposal
dikirimkan pada bulan Juni hingga Juli, dan juga
dapat di download pada website ini. Hasil
                                                284




penyeleksian proposal biasanya akan diumumkan pada
bulan April atau Mei setiap tahunnya.

Program rutin kantor Jakarta.
Program rutin kantor Jakarta ada tiga jenis, yaitu
program    Japan    Foundation   Public  Lecture,
pemutaran film-film Jepang, dan program dukungan
terhadap seniman muda. Program terakhir ini diberi
nama neo pion.

The Japan Foundation Asia Center
Pada bulan Oktober 1995, The Japan Foundation
Asia Center didirikan sebagai salah satu bagian The
Japan Foundation. Asia Center didirikan dengan
tujuan untuk membangun hubungan yang lebih
terbuka antara negara Jepang dan negara
tetangganya di Asia. Sasaran utama dari lembaga ini
adalah memupuk saling pengertian dan kerjasama
antarnegara di wilayah Asia, melalui program dialog
dan pertukaran. Lembaga ini mendapatkan dana dari
bantuan pemerintah Jepang serta bantuan lain dari
sektor swasta. Japan Foundation Asia Center
menyelenggarakan kegiatan sendiri dan menyediakan
dana bantuan untuk program kebudayaan yang
diadakan oleh kelompok lain di Jepang atau di luar
Jepang.
Spesifikasi Program Asia Center di Indonesia

Asia Center menyediakan bantuan untuk program
kebudayaan dengan prioritas kegiatan sebagai
berikut:

   1. Peningkatan    saling    pengertian    pada
      keanekaragaman Asia, berupa studi dan
      penelitian mengenai daerah tertentu, diskusi
      tentang perbedaan etnis, penelitian tentang
      hak asasi manusia dan kaitannya dengan nilai-
                                                285




      nilai lokal.

   2. Pemecahan persoalan kontemporer dengan
      kerjasama internasional, misalnya dengan
      melakukan seminar tentang keselamatan
      manusia, penelitian mengenai hubungan antara
      kebudayaan dan konservasi alam, penelitian
      tentang migrasi lintas batas negara dan lain-
      lain.

   3. Pengembangan       masyarakat   yang    lebih
      sederajat dan lebih terbuka, misalnya untuk
      meningkatkan      peran   perempuan    dalam
      masyarakat, kerjasama penelitian     ekonomi
      dalam masa transisi, seminar yang melibatkan
      para pembuat kebijakan dan ahli-ahli hukum
      untuk mendiskusikan reformasi hukum dan
      kegiatan lainnya.

   4. Perlindungan     dan       pendokumentasian
      peninggalan budaya, termasuk lokakarya
      tentang pemeliharaan manuskrip dalam iklim
      tropis, dokumentasi tradisi budaya asli
      kelompok minoritas, pelatihan untuk pengurus
      museum dan sebagainya.

   5. Upaya pelestarian seni tradisional. Lembaga
      akan menyediakan dana untuk kegiatan-
      kegiatan kebudayaan seperti konferensi
      internasional tentang musik etnis dalam
      kurikulum sekolah, program pameran untuk
      mempromosikan disain tekstil tradisional dan
      kegiatan-kegiatan yang sejenis.


Program Bantuan Japan Foundation Urawa
Kantor pusat The Japan Foundation di Jepang setiap
tahun menyelenggarakan berbagai program bantuan
                                                286




yang ditujukan bagi masyarakat di luar negera
Jepang. Program the Japan Foundation Urawa
mencakup antara lain:

Training Program for Teachers of the Japanese
Language
Program ini dimaksudkan untuk memberikan
kesempatan kepada guru bahasa Jepang di luar
negara Jepang untuk meningkatkan kemampuan
bahasa Jepang dan metodologi pengajaran serta
memperdalam pengetahuan tentang Jepang. Lamaran
untuk ketiga macam program di bawah ini terbuka
bagi pengajar bahasa Jepang dari luar negara
Jepang sesuai dengan tingkat kemampuan dan tujuan
dari masing-masing pelamar.

Japanese Language Teaching Materials Donation
Program
Program ini menyediakan bantuan berbagai bahan
pengajaran    untuk    lembaga    pendidikan   yang
menyelenggarakan pelajaran bahasa Jepang. Bantuan
ini akan menjadi milik lembaga penerima dan tidak
dapat dimiliki secara pribadi oleh pengajar ataupun
murid. Jenis bantuan berupa: Buku teks bahasa
Jepang, peralatan audio visual, kamus, buku-buku
referensi,   materi    CAI    (Computer    Assisted
Instruction) dan perangkat lunak (software)
komputer dapat diminta. Permohonan untuk bahan
pengajaran yang tidak terdapat dalam daftar
bantuan juga boleh diajukan.

Japanese Language Education Fellowship.

Program Fellowship ini ditujukan bagi lembaga
pendidikan dan penerbitan di luar negara Jepang
yang ingin mengirim ahli bahasa Jepang untuk
mengadakan survei atau penelitian di Jepang dalam
                                                287




rangka pengembangan bahan pengajaran, metode
pengajaran atau kurikulum pengajaran bahasa
Jepang yang berdasarkan pada tema dan bahan
pengajaran yang sudah ada.

Assistance Program for Japanese Language Teaching
Materials

Program     ini    dimaksudkan     untuk mendorong
penerbitan bahan-bahan pengajaran bahasa Jepang
dalam berbagai media seperti buku ajar, kamus,
tape, disc, dll. melalui bantuan dana bagi penerbit
dan lembaga pendidikan yang tertarik untuk
meluncurkan terbitan tersebut ke pasaran. Produksi
materi asli (original) diperbolehkan.

Support Program for Japanese-Language Course
Abroad
Program ini terdiri dari dua jenis, yaitu:

(1)Salary                               Assistance
Program ini dimaksudkan untuk membantu dalam
membuat sebuah posisi pengajar bahasa Jepang full-
time (posisi pengajar part-time atau yang terlibat
dalam pengajaran mata kuliah lain tidak termasuk
dalam program ini) di universitas, akademi atau
lembaga pendidikan lain yang memberikan pengajaran
bahasa Jepang dengan cara memberikan bantuan gaji
maksimum untuk periode 3 tahun untuk membentuk
instruktur bahasa Jepang lokal dan memperluas
pengajaran bahasa Jepang sampai ke tahap dimana
lembaga tersebut dapat mandiri dalam hal
pembiayaan pada saat akhir periode bantuan.

(2)Support for Courses.

Program     ini   dimaksudkan   untuk    membantu
                                                  288




mempertahankan dan menambah tenaga pengajar di
lembaga nirlaba yang mengajarkan bahasa Jepang
namun kekurangan dana pelaksanaan, dengan cara
memberi bantuan dana dalam bentuk gaji mengajar
yang dihitung per jam. Tujuan program ini adalah
untuk memperkuat pengajaran bahasa Jepang di luar
negara Jepang. Diharapkan program pengajaran yang
dibantu tersebut dapat memperlihatkan kemampuan
serta komitmen untuk bisa segera mandiri pada
jangka waktu yang tidak lama.

Japanese Speech Contest Support Program.

Tujuan     dari  program    ini   adalah    untuk
mengembangkan      jaringan   (network)    antara
pembelajar, pengajar dan lembaga bahasa Jepang
melalui lomba pidato, juga untuk meningkatkan
tingkat      pembelajaran     bahasa      Jepang.
Program ini menyediakan bantuan sebagian hadiah
dan biaya penyelenggaraan untuk lomba pidato
bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh organisasi
di luar Jepang.

Support Program for Developing Networks of
Japanese-Language Teachers and Institution.

Program ini menyediakan bantuan bagi seminar,
workshop, kursus pelatihan dan pertemuan ilmiah
yang berhubungan dengan pendidikan bahasa Jepang
dan diselenggarakan oleh asosiasi pengajar, kelompok
akademisi serta lembaga penelitian dan pendidikan
tinggi untuk tujuan mengembangkan jaringan lembaga
dan pengajar bahasa Jepang di luar Jepang.

Program Bantuan Japan Foundation Kansai
Program Kansai ini mencakup:
Japanese Language Programs         for    Specialists
                                                         289




Program bantuan yang ditawarkan oleh The Japan
Foundation Japanese-Language Institute, Kansai ini
berupa pelatihan bahasa Jepang bagi para ahli di
bidangnya yang membutuhkan bahasa Jepang untuk
pekerjaan    atau   penelitian   yang  digelutinya.
Kurikulumnya dipersiapkan secara khusus untuk
setiap bidang pekerjaan dan keahlian yang berbeda
agar para peserta dapat memiliki kemampuan bahasa
Jepang praktis untuk menunjang pekerjaan mereka.

Program   ini   terbagi   menjadi   dua  yaitujenis,
Japanese-Language Program for Librarians, dan
Japanese-Language Program for Researchers and
Postgraduate                         Students.

(1)Japanese-Language Program for Librarians
Program pelatihan bahasa Jepang jangka panjang ini
diperuntukkan    bagi    para    pustakawan    pada
perpustakaan umum, lembaga pendidikan lanjutan,
lembaga penelitian dan organisasi budaya di luar
Jepang yang membutuhkan kemampuan bahasa
Jepang untuk menunjang pekerjaan mereka.
(2)Japanese-Language Program for Researchers and
Postgraduate                               Students
Program ini adalah pelatihan intensif bahasa Jepang
bagi akadimisi dan peneliti bidang ilmu-ilmu sosial
atau humaniora, yang diharapkan akan terlibat dalam
pekerjaan yang berkaitan dengan studi Jepang di
masa mendatang dan perlu mempelajari bahasa
Jepang untuk kegiatan penelitian akademisnya.

Program Bantuan Kantor Jakarta
Bantuan ini merupakan bantuan di luar Program
Bantuan The Japan Foundation Jepang, dan selama
ini diberikan bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan
sebagai berikut :
   1. Benkyookai          MGMP            /            PGBJ
                                              290




   Kegiatan ini dilaksanakan oleh Musyawarah
   Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jepang
   di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa
   Tengah (termasuk D.I. Yogyakarta), Jawa
   Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat,
   Kalimantan Selatan dan Sulawesi Utara serta
   Perhimpunan Guru Bahasa Jepang (PGBJ) di
   beberapa wilayah, seperti Jabodetabek.
   Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka
   meningkatkan kemampuan bahasa Jepang dan
   metodologi pengajaran bahasa Jepang yang
   dimiliki oleh guru bahasa Jepang SLTA. Dalam
   kegiatan ini Tenaga JJLE yang ditugaskan di
   wilayah bersangkutan turut serta membimbing
   para pengajar bahasa Jepang anggota MGMP
   Bahasa                Jepang              ini.


2. Shokeishuu                           MGMP.
   Kegiatan Lokakarya atau Penataran kecil yang
   diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Jepang di
   daerah ini ditujukan untuk Pengajar Bahasa
   Jepang SLTA yang berlokasi di tempat
   berjauhan dari pusat kegiatan MGMP di
   wilayahnya. The Japan Foundation, Jakarta
   memberikan      bantuan    sebagian     dana
   pelaksanaan serta mengirim Tenaga JJLE
   untuk menjadi salah seorang Tim Penatar.


3. Kegiatan Asosiasi Studi Pendidikan Bahasa
   Jepang                             Indonesia
   Sejak didirikan pada tahun 1999, wadah para
   pengajar    bahasa    Jepang   ini    melalui
   koordinator wilayah Sumatera, DKI Jakarta,
   Jawa Barat, DI. Yogyakarta, Jawa Timur dan
   Sulawesi    telah   melaksanakan    berbagai
                                            291




   program, a.l:

      a. Seminar Nasional Bahasa Jepang

      b. Penataran bagi pengajar bahasa Jepang

      c. Penerbitan Jurnal (dalam proses)

      d. Benkyoukai
   Dalam pelaksanaan program-program ini, The
   Japan Foundation, Jakarta memberikan
   bantuan baik berupa dana maupun tenaga ahli
   bahasa                             Jepang.


4. Penyusunan Buku Ajar Bahasa Jepang untuk
   Siswa      SMA      dan     SMK       (UJP)
   Berbagai buku pelajaran bahasa Jepang
   banyak diterbitkan, namun hampir tidak ada
   yang sesuai dengan Kurikulum Tahun 2004
   yang ditetapkan oleh Pemerintah RI. Oleh
   karena    itu,   The    Japan    Foundation
   bekerjasama dengan Dit. Pembinaan SMA,
   Ditjen. Manajemen Dikdasmen, Depdiknas
   sejak tahun 2002 telah melaksanakan proyek
   penyusunan buku ajar Bahasa Jepang untuk
   Siswa SMA Kelas 11 & 12. Saat ini, buku ajar
   kelas 11 sudah selesai disusun dan sedang
   dalam proses ujicoba. Sedangkan buku ajar
   kelas 12 sedang disusun oleh Tim Penyusun
   yang terdiri dari Guru Bahasa Jepang
   SMA/MA serta Tenaga Ahli .dan Tenaga
   Pengajar    Bahasa   Jepang   The     Japan
   Foundation.


5. Pekan     Budaya     &    Bahasa    Jepang
   Bantuan ini diberikan kepada lembaga
   pendidikan (Perguruan Tinggi dan SLTA) yang
                                                                   292




                        menyelenggarakan pengajaran bahasa Jepang
                        setelah lembaga bersangkutan mengajukan
                        proposal kegiatan dan proposal tersebut
                        disetujui oleh The Japan Foundation, Jakarta.
                        Pengajuan proposal kegiatan dilakukan paling
                        lambat 2 bulan sebelumnya pelaksanaan
                        kegiatan.
                  Diklat bagi Guru Bahasa Jepang SMA / MA
                  Diklat  ini   dilaksanakan   oleh PPPG Bahasa
                  bekerjasama dengan The Japan Foundation, Jakarta
                  untuk guru bahasa Jepang SMA/MA dalam
                  meningkatkan kemampuan bahasa Jepang dan
                  pengetahuan tentang metodologi pengajaran sesuai
                  dengan Kurikulum pemerintah.

Akses Pendanaan   The Japan Foundation Asia Center
                  Asia Center menerima proposal dari institusi
                  pemerintah, organisasi internasional, universitas
                  atau lembaga penelitian, perpustakaan atau lembaga
                  kearsipan, museum dan LSM. Permohonan dari
                  individu atau dari organisasi profit tidak diterima.
                  Proposal kegiatan yang diajukan harus memuat
                  informasi tentang lembaga yang mengajukan
                  permohonan, format anggaran kegiatan serta
                  deskripsi kegiatan yang akan dilakukan. Bagi LSM
                  yang ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas
                  dapat menghubungi alamat di atas.

                  Japanese Language Teaching Materials Donation
                  Program.

                  Persyaratan :Pelamar adalah lembaga pendidikan
                  yang menyelenggarakan pengajaran bahasa Jepang
                  secara regular. (pertanggung jawaban dan anggaran
                  rumah tangganya sudah ditetapkan sebagaimana
                  mestinya)
                                                  293




Japanese Language Education Fellowship Program.

Persyaratan: Lembaga pendidikan bahasa Jepang dan
penerbit yang merencanakan untuk mengembangkan
sumber, metode atau kurikulum pengajaran bahasa
Jepang dapat melamar program ini. Perorangan tidak
dapat melamar program ini.

Assistance Program for Japanese Language Teaching
Materials


Persyaratan

   1. Hanya penerbit/lembaga yang bertanggung
      jawab secara legal terhadap penerbitan
      bahan-bahan ini yang dapat mengajukan
      lamaran untuk program ini. Perorangan tidak
      dapat melamar program ini.

   2. Terbitan sudah siap dipasarkan antara 1 April
      2006 /d 28 Pebruari 2007.

   3. Naskah harus sudah diselesaikan pada saat
      mengajukan permohonan.

   4. Dalam hal penerbitan yang menyangkut
      penerjemahan atas karya yang sudah ada baik
      sebagian atau seluruhnya, ijin tertulis dari
      pemegang hak cipta harus disertakan pada
      saat pengajuan lamaran.
Support Program for Japanese-Language Course
Abroad

   (1) Salary
Persyaratan
Lembaga pendidikan di luar negeri Jepang, seperti
perguruan tinggi yang menyelenggarakan pengajaran
                                                 294




bahasa Jepang, tidak termasuk lembaga yang tidak
diperbolehkan oleh pemerintah negaranya untuk
menerima     bantuan     dari    negara     lain.

Lembaga pelamar harus memenuhi kondisi-kondisi
sebagai berikut:
   1. Setelah bantuan dana dari The Japan
      Foundation selama 3 tahun berakhir, maka
      lembaga•@pelamar harus terus membantu
      posisi tersebut dengan biaya yang berasal dari
      lembaga pelamar.

   2. Alasan dan tujuan pembentukan dan perluasan
      dari program harus dinyatakan dengan jelas.

   3. Pimpinan lembaga pelamar dan para pengajar
      yang bertanggung jawab atas program harus
      bersungguh-sungguh terhadap pembentukan
      dan perluasan program yang dimaksud.
   (2) Support for Courses.

Persyaratan
Lembaga nirlaba di luar negeri Jepang yang terlibat
dalam pendidikan bahasa Jepang, kecuali bagi
lembaga yang tidak diijinkan oleh hukum negara
bersangkutan untuk menerima bantuan dari negara
lain.



Japanese Speech Contest Support Program.

Persyaratan: Kelompok/organisasi nirlaba setempat
yang menyelenggarakan lomba pidato bahasa Jepang.



Support Program for Developing Networks of
Japanese-Language Teachers and Institution.
                                                   295




Persyaratan: Organisasi nirlaba di luar Jepang yang
berkecimpung dalam bidang pendidikan bahasa
Jepang (a.l.: asosiasi pengajar, kelompok akademisi,
lembaga penelitian dan pendidikan tinggi, dll.). Tidak
termasuk lembaga yang secara legal diatur dalam hal
penerimaan bantuan dari pihak luar negeri sesuai
hukum yang berlaku di negara bersangkutan.



Program Bantuan Japan Foundation Kansai
      (1)Japanese-Language Program for Librarians.
       Persyaratan :

Universitas, akademi, atau lembaga pendidikan
tinggi, lembaga penelitian, organisasi budaya dan
perpustakaan umum dapat melamar program ini
(pelamar    perorangan     tidak  akan   diterima).
Pustakawan yang dicalonkan harus memenuhi seluruh
kriteria peserta berikut ini:

   1. Pustakawan dari lembaga pelamar atau akan
      diangkat menjadi pustakawan lembaga pelamar
      setelah menyelesaikan program.

   2. Terlibat atau akan terlibat dalam pekerjaan
      yang memerlukan kemampuan berbahasa
      Jepang.

   3. Pada saat pengajuan lamaran, pustakawan
      harus telah memiliki kemampuan bahasa
      Jepang setingkat level 3 Ujian Kemampuan
      Bahasa Jepang/Nihongo Noryoku Shiken
      (telah menguasai tata bahasa tingkat dasar,
      300     kanji,   1.500   kosakata,    mampu
      menyampaikan percakapan bahasa Jepang
      sehari-hari, dan dapat membaca serta menulis
      kalimat bahasa Jepang yang sederhana).
                                                 296




  4. Belum berusia 40 tahun pada tanggal 1
     Desember 2005.

  5. Sehat jasmani dan rohani.

  6. Tidak pernah menyelesaikan wajib belajar di
     Jepang.

  7. Tidak dijadwalkan untuk berangkat ke Jepang
     guna belajar atau mengikuti pelatihan, kecuali
     untuk program yang dilamar ini

  8. Warga negara dari negara-negara yang
     memiliki hubungan diplomatik dengan Jepang.
     (2)Japanese-Language      Program         for
      Researchers and Postgraduate Students.
      Persyaratan:

Perorangan harus memenuhi seluruh persyaratan
yang tercantum di bawah ini saat mengajukan
lamaran untuk mengikuti program ini:
  1. Sedang melakukan kegiatan penelitian selaku
     pengajar (misalnya profesor, instruktur, atau
     asisten dosen) atau peneliti dari organisasi
     yang termasuk kategori A, atau terikat
     pekerjaan yang menyangkut penelitian khusus
     dalam organisasi yang termasuk kategori B.
     Kategori A: Lembaga pendidikan tinggi a.l.
     perguruan tinggi dan pusat penelitian, atau
     organisasi-organisasi penelitian lainnya (tidak
     termasuk lembaga-lembaga sejenis yang
     berada                di               Jepang).
     Kategori B: Organisasi-organisasi umum a.l.
     badan-badan        pemerintah,        kelompok
     cendekiawan, dan lain-lain (tidak termasuk
     organisasi-organisasi sejenis yang berada di
     Jepang).
     Atau, Masih terdaftar secara resmi sebagai
                                             297




   peserta full-time pada Program Master (S2)
   atau Program Doktor (S3) di sebuah
   Perguruan Tinggi di luar Jepang pada bulan
   September 2006. (Tidak termasuk mereka
   yang berstatus mahasiswa peneliti atau
   mahasiswa pendengar).

2. Mengambil spesialisasi di bidang ilmu-ilmu
   sosial atau humaniora.

      a. Memerlukan pelatihan bahasa Jepang
         untuk melaksanakan penelitian di bidang
         keahliannya; dan bagi peserta program
         Pascasarjana, pelamar harus sudah
         mempunyai rencana untuk menulis tesis
         (Master) atau Disertasi (Doktor) untuk
         subyek yang berhubungan dengan
         Jepang dan perlu mempelajari bahasa
         Jepang         untuk      melaksanakan
         penelitiannya.

      b. Pada saat pengajuan lamaran, calon yang
         diajukan    harus     sudah    memiliki
         kemampuan bahasa Jepang setingkat
         level 3 Ujian Kemampuan Berbahasa
         Jepang/Nihongo Noryoku Shiken (harus
         sudah menyelesaikan tata bahasa
         tingkat dasar, mengetahui 300 kanji
         dan      1500      kosakata,     mampu
         menyampaikan      percakapan    bahasa
         Jepang sehari-hari, dan dapat membaca
         dan menulis kalimat bahasa Jepang yang
         sederhana)

3. Berusia di bawah 40 tahun.

4. Sehat jasmani dan rohani

5. Belum pernah menyelesaikan wajib belajar di
                                               298




     Jepang

  6. Tidak dijadwalkan untuk pergi ke Jepang guna
     mengikuti pelatihan lain atau belajar, selain
     dari program pelatihan ini

  7. Warga negara dari negara yang memiliki
     hubungan diplomatik dengan Jepang



Program-program bantuan dari the Japan Foundation
selalu di update tiap tahun. Jadwal dan syarat-
syarat masing-masing program dapat dilihat di
homepage alamat di atas.
                                                                            299




                           52. Japan Bank for International Cooperation
                                                                 (JBIC)

Tentang JBIC               JBIC adalah lembaga keuangan pemerintah Jepang
                           yang bertujuan (i) membantu pembangunan
                           masyarakat dan perekonomian negara-negara
                           anggotanya di dunia agar stabil dan otonom, dan (ii)
                           mempererat dan memperkokoh hubungan ekonomi
                           antara Jepang dengan negara-negara lain di dunia.
                           Didirikan pada tanggal 1 Oktober 1999, sebagai
                           hasil penggabungan antara JEXIM dan OECF, JBIC
                           mengambil alih kedua jenis operasi tersebut, yaitu
                           Operasi Keuangan Internasional (International
                           Financial Operations-IFOs) dan Operasi Kerjasama
                           Ekonomi Luar Negeri (Official Development
                           Assistance-ODA atau Bantuan Pembangunan Resmi-
                           BPR). Namun demikian, kedua operasi ini tetap
                           terpisah secara ketat dalam hal sumber keuangan
                           maupun pembukuannya.

                           Peristiwa merger tersebut menghasilkan total
                           pinjaman dan investasi berjalan senilai lebih dari
                           $200 milyar dan memperluas cakupan geografisnya
                           hingga lebih dari 160 negara dengan 27 kantor
                           perwakilan JBIC di seluruh dunia.

                           JBIC mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 1960
                           melalui pemberian kredit ekspor (melalui JEXIM),
                           dan diikuti dengan pinjaman BPR (melalui OECF)
                           pada tahun 1968. Sejak itu, bantuan keuangan
                           berbentuk berbagai fasilitas kredit JEXIM dan
                           OECF untuk Indonesia meningkat hingga lebih dari
                           500 proyek dan program. Hal ini bertepatan dengan
                           peningkatan aktivitas dan hubungan dagang
                           Indonesia-Jepang.

Alamat / Contact Address               JBIC Representative Office in Jakarta
                                                        Gd. Summitmas II Lt.7
                                                                             300




                                   Jl. Jend. Sudirman Kav 61-62 Jakarta 12190
                                                                      Indonesia
                                                           Telp.: 021-522 0693
                                                            Fax : 021-520 0975
                                                 Website :http:// www.jbic.or.id
Bidang Garapan / Program   Operasi Keuangan Internasional di Indonesia
                           Operasi Keuangan Internasional JBIC membantu
                           mempromosikan ekspor-impor dan kegiatan ekonomi
                           Jepang di luar negeri, serta menjaga stabilitas
                           tatanan keuangan internasional. Melalui Operasi
                           Keuangan Internasional tersebut, JBIC telah
                           meningkatkan pinjaman ekspor untuk membiayai
                           sejumlah proyek di Indonesia. Di samping itu, JBIC
                           juga telah meningkatkan pinjaman tak-mengikat
                           guna mendukung reformasi ekonomi serta dana
                           investasi bagi para investor Jepang di Indonesia,
                           khususnya pada beberapa tahun terakhir setelah
                           krisis ekonomi di Asia.

                           Dukungan JBIC Terhadap Program BPR
                           Operasi Kerjasama Ekonomi Luar Negeri JBIC
                           mencakup pemberian pinjaman Bantuan Pembangunan
                           Resmi (BPR) sebagai suatu perangkat keuangan
                           utama dan merupakan bagian dari BPR Jepang yang
                           diberikan kepada negara-negara berkembang dengan
                           kewajiban membayar kembali. Dengan demikian,
                           JBIC melaksanakan operasi ini sesuai dengan
                           kebijakan-kebijakan pemerintah Jepang.

                           Tujuan operasi ini adalah untuk membantu upaya
                           swasembada negara-negara berkembang dalam
                           mengembangkan prasarana sosial-ekonomi dan
                           menstabilkan perekonomian negara-negara tersebut.
                           Caranya adalah melalui pemberian konsesi keuangan
                           dengan periode pengembalian jangka panjang dan
                           tingkat bunga yang rendah. Bantuan keuangan ini
                           dirancang untuk memenuhi kebutuhan negara
                                                                  301




                  penerima pinjaman, sedangkan penelitian dalam hal
                  masalah-masalah dan proyek-proyek pembangunan
                  dilaksanakan untuk memperkuat operasi tersebut.

                  Pada    tanggal    1   Desember,   1999,   JBIC
                  memperkenalkan "Kebijakan Jangka Menengah untuk
                  Operasi Kerjasama Ekonomi Luar Negeri", yang
                  dengan tegas menetapkan bidang-bidang prioritas
                  dari pinjaman BPRnya. Untuk Asia perhatian JBIC
                  berada pada tiga area berikut:
                  1. Dukungan terhadap pembangunan sosial-ekonomi
                     dan pengentasan kemiskinan
                  2. Tindakan terhadap permasalahan global
                  3. Dukungan terhadap perbaikan ekonomi

                  Secara    khusus,    JBIC      mencoba      mencari
                  keseimbangan yang diperlukan antara pembangunan
                  prasarana sosial-ekonomi dan perindustrian yang
                  dapat    mendorong     peningkatan    pertumbuhan
                  ekonomi, dan distribusi yang merata atas hasil
                  pertumbuhan melalui tindakan-tindakan yang dapat
                  mengurangi     kemiskinan     dan     meningkatkan
                  pembangunan sosial. JBIC juga akan meningkatkan
                  usahanya dalam menangani masalah lingkungan hidup,
                  masalah energi dan pangan, dan berencana untuk
                  menanggapi krisis moneter dan krisis lainnya secara
                  efektif.

Akses Pendanaan   Operasi   Keuangan   Internasional (International
                  Financial Operations - IFOs)
                  Salah satu sumber-keuangan yang penting adalah
                  dana dari Program Fiskal Investasi dan Pinjaman
                  (PFIP), yang mengelola dana tabungan dari kantor
                  pos, dana pensiun pegawai serta dana pensiun
                  nasional. Sumber-sumber lain, misalnya, adalah
                  melalui penerbitan obligasi di pasar modal
                  internasional  dan    dana   internal,  termasuk
                                                302




pendapatan bunga dari pinjaman terdahulu. Operasi
Keuangan Internasional wajib menjaga kesehatan
keuangannya, agar dapat menjamin efektivitas dan
efisiensinya. Secara khusus, Undang-Undang JBIC
mengharuskan adanya jaminan kepastian dalam
pengembalian pinjaman (kepastian pembayaran
kembali). Menurut UU ini, pengeluaran juga tidak
boleh melampaui pendapatan (pendapatan harus
cukup untuk menutup pengeluaran). Berbagai jenis
bantuan yang ditawarkan adalah:
 Pinjaman Ekspor
 Pinjaman Impor
 Pinjaman Investasi Luar Negeri
 Pinjaman Tak Mengikat
 Pinjaman Penjembatanan
 Penyertaan Modal
 Jaminan

Operasi Kerjasama Ekonomi Luar Negeri (OECOs)
Syarat Pinjaman Konsesi
Sebagai salah satu ketentuan umumnya, pinjaman
BPR diberikan dengan tingkat bunga rendah. Sebagai
contoh, pinjaman BPR yang disetujui pada tahun
anggaran 1999 memiliki tingkat bunga rata-rata
1.4% per tahun dengan jangka waktu pengembalian
rata-rata 33 tahun satu bulan. Selanjutnya,
tenggang waktu (antara tujuh dan sepuluh tahun)
telah ditetapkan dalam pinjaman ini. Ciri khas dari
pinjaman BPR ini adalah persyaratan konsesinya yang
mempertimbangkan sepenuhnya keadaan yang
berlaku di negara-negara berkembang.

Syarat Pengadaan
Pengadaan barang dan jasa sangat penting dalam
pelaksanaan suatu proyek. Dalam pinjaman BPR,
persyaratan utama adalah "umum tidak-mengikat",
dimana pengadaan dapat dilakukan dengan hampir
                                                  303




seluruh negara di dunia. Dalam prakteknya, sistim
tender internasional (ICB) dilaksanakan dengan
tujuan membeli barang dari negara lain dengan mutu
tinggi tetapi nilai barang dan jasanya tidak mahal.
Penjelasan tentang pengadaan secara rinci, lihat
pedoman-pedoman terkait yang dapat di download di
website dengan alamat di atas.

Daerah Sasaran
Pinjaman BPR diberikan kepada negara-negara
berkembang dimana Asia memperoleh sekitar 80%
dari pinjaman tersebut disusul dengan Afrika,
Amerika Latin, dan Timur Tengah. Pada beberapa
tahun terakhir ini, bantuan kepada Eropa Timur dan
Asia Tengah telah bertambah, yang mengakibatkan
jumlah negara-negara penerima pinjaman BPR pada
akhir tahun anggaran 1999 meningkat menjadi 93
negara.

Sektor Sasaran
Sebagian besar pinjaman BPR ditujukan untuk
prasarana sosial-ekonomi seperti, pembangkit
tenaga listrik, transportasi, telekomunikasi, irigasi
dan pertanian. Pada beberapa tahun terakhir ini,
sektor sasaran dibagi menjadi beberapa golongan
termasuk      diantaranya,    dukungan    terhadap
stabilisasi   perekonomian    negara-negara     yang
mengalami kesulitan ekonomi, konservasi lingkungan
hidup, pembangunan sosial dan peningkatan sumber
daya manusia

Jenis- jenis Pinjaman BPR
Pinjaman BPR terdiri dari berbagai bentuk,
tergantung      pada    kebutuhan negara-negara
berkembang tersebut:
 Tipe proyek
  - Pinjaman proyek
                                                 304




  - Pinjaman jasa rekayasa (E/S)
  - Pinjaman perantara (pinjaman dua-tahap)
 Tipe non-proyek
  - Pinjaman barang
  - Pinjaman perbaikan structural (SAL)
  - Pinjaman sektor program (SPL)
Pinjaman ODA diberikan sesuai dengan berbagai
jenis prosedur berikut ini:
1. Persiapan proyek
2. Permohonan pinjaman
3. Pemeriksaan, penilaian
4. Pertukaran Nota (E/N), perjanjian pinjaman dan
evaluasi pra-proyek
5. Pelaksanaan proyek
6. Penyelesaian proyek, evaluasi lanjutan dan tindak
lanjut

Pemerintah, proyek atau pihak swasta yang ingin
mengajukan pinjaman dapat menghubungi langsung
alamat di atas.
                                                                       305




               53. Japan International Cooperation Agency
                                                    (JICA)
Tentang JICA     JICA adalah institusi administratif Jepang yang dibentuk
                 di bawah ketetapan hukum tahun 2002 untuk
                 berkontribusi dalam peningkatan ekonomi dan sosial di
                 negara-negara berkembang, dan menolong kelancaran
                 kerjasama internasional Jepang.

                 Sejalan dengan krisis ekonomi di akhir 1990an, Jepang
                 memfokuskan bantuannya untuk Indonesia pada isu-isu
                 jangka pendek yang mendesak dan menolong Indonesia
                 untuk keluar dari krisis tersebut, serta menolong anggota
                 masyarakat yang dirugikan. Pada tahun-tahun belakangan
                 ini, fokus bantuan telah berubah menjadi tantangan
                 jangka menengah dalam mencapai stabilitas ekonomi
                 makro dan kesinambungan pertumbuhan yang digerakkan
                 oleh sektor swasta, dan tantangan jangka panjang dalam
                 menyadari masyarakat yang berkeadilan dan demokratis.

                 Untuk mencapai kesinambungan pembangunan yang
                 digerakkan oleh sektor swasta, JICA menyalurkan
                 bantuannya untuk menyampaikan isu-isu pembangunan
                 berikut:
                 1. Pembentukan kesinambungan fiskal
                 2. Reformasi sektor finansial
                 3. Infrastruktur ekonomi untuk meningkatkan lingkungan
                    investasi
                 4. Dorongan untuk industri-industri pendukung dan usaha
                    kecil-menengah
                 5. Pembentukan dan penyediaan dorongan sistem ekonomi
                    yang berkaitan dengan hukum
                 Untuk membangun masyarakat yang berkeadilan dan
                 demokratis, JICA menyalurkan bantuannya untuk
                 menyampaikan isu-isu pembangunan berikut :
                 1. Pengurangan kemiskinan
                 2. Reformasi pemerintahan
                                                                                     306




                   3.   Perlindungan lingkungan hidup

Alamat / Contact           Japan International Cooperation Agency (JICA)
Address                                                        Indonesia
                        Sentral Senayan II, Lantai 14, Jl. Asia Afrika No.8
                                             Gelora Bung Karno - Senayan
                                                      Jakarta Pusat 10270
                                                                       Indonesia
                                                          Telp. : 021-579 52112
                                                           Fax : 021-579 52116
                                               Website :http:// www.jica.or.id

                           Japan International Cooperation Agency (JICA)
                                                            Headquarters
                                  6th–13th floors, Shinjuku Maynds Tower
                                2-1-1 Yoyogi, Shibuya-ku, Tokyo 151-8558
                                                                            Japan
                                         Telp.: +81-3-5352-5311/5312/5313/5314
                                                  Website : http:// www.jica.go.jp


Bidang Garapan /   Berdasarkan arahan kebijakan pemerintah serta dalam
Program            menanggapi berbagai kebutuhan mendesak, termasuk di
                   dalamnya melanjutkan berbagai proyek kerjasama yang
                   sedang berjalan, JICA telah meninjau kembali rencana
                   program kerjasamanya di Indonesia untuk tahun anggaran
                   2007 menjadi enam bidang prioritas yang diuraikan lebih
                   lengkap pada tabel di bawah ini.

                           Program            Bidang        Program      Sub Program
                                             Prioritas      Prioritas
                        Kesinambungan     Pertumbuhan    Dukungan bagi   Kebijakan
                        Pertumbuhan       Ekonomi yang   Kebijakan       Ekonomi,
                        Ekonomi           Digerakkan     Ekonomi,        Fiskal, &
                        melalui Sektor    oleh           Fiskal, dan     Keuangan
                        Swasta            Investasi      Keuangan
                                          Swasta         Dukungan bagi   Pengembangan
                                                         Pengembangan    Jaringan
                                                         Prasarana       Transportasi
                                                        307




                              Ekonomi         Jaringan
                                              Teknologi
                                              Komunikasi &
                                              Informasi
                                              Perencanaan
                                              &
                                              Pengembangan
                                              Prasarana
                                              Perkotaan
                                              Pertambangan
                                              & Energi
                              Dukungan bagi   Promosi UKM
                              Pengembangan    & Industri
                              Sektor          Pendukung,
                              Swasta          Promosi
                                              Investasi,
                                              Pengembangan
                                              SDM bidang
                                              Industri
Menciptakan    Reformasi      Dukungan bagi   Reformasi
Masyarakat     Tata           Reformasi       Tata
yang           Pemerintahan   Tata            Pemerintahan
Demokratis &                  Pemerintahan
Berkeadilan    Pengentasan    Dukungan bagi   Peningkatan
               Kemiskinan     Pemenuhan       Pendidikan
                              Pelayanan       Dasar &
                              Minimum dan     Menengah
                              Tujuan          Peningkatan
                              Pembangunan     Pelayanan
                              Milenium        Kesehatan &
                              (MDGs)          Medik
                                              Pengembangan
                                              Prasarana
                                              Pedesaan
                                              Stabilitas
                                              Penyediaan
                                              Pangan &
                                              Peningkatan
                                              Pendapatan
                                              Perdesaan
               Pembangunan    Dukungan bagi   Pembangunan
               Daerah         Pembangunan     Daerah
               (Pendekatan    Kawasan         Propinsi
               Wilayah        Timur           Sulawesi
                                                            308




                  Prioritas)     Indonesia       Selatan
                                 (KTI)           Pembangunan
                                                 Daerah Timur
                                                 Laut
                                                 Indonesia
                  Pelestarian    Dukungan bagi   Pelestarian
                  Lingkungan     Pelestarian     Lingkungan
                                 Lingkungan      Peningkatan
                                                 Kualitas
                                                 Lingkungan
                                                 Perkotaan
   Perdamaian &   Perdamaian &   Dukungan bagi   Dukungan bagi
   Stabilitas     Stabilitas     Perdamaian &    Rekonstruksi
                                 Stabilitas      Aceh dan
                                                 Yogya
                                                 Dukungan bagi
                                                 Keamanan &
                                                 Penanganan
                                                 Terorisme
                                                 Penanganan
                                                 Bencana


Bidang-bidang prioritas di atas didasarkan pada
pendekatan sebagai berikut:
 Memperkenalkan pendekatan program berdasarkan
  rencana bergulir (rolling plan program based
  approach) melalui penetapan tujuan program dengan
  kombinasi berbagai skema proyek yang tepat untuk
  kerangka jangka menengah (3-4 tahun), termasuk untuk
  memfasilitasi demi kelanjutan proyek yang tengah
  berlangsung.
 Memperkenalkan pendekatan model program kerjasama
  berbasis wilayah dengan cara menetapkan tujuan
  program yang lebih lintas-sektoral dan lintas isu dalam
  suatu daerah, contohnya KTI.
 Merancang program yang lebih fleksibel dalam
  menanggapi kebutuhan mendesak dan darurat bagi
  pembangunan Indonesia, termasuk bantuan untuk
  bencana alam dan isu ancaman global seperti flu burung,
  serta mempromosikan kerjasama teknik dalam
                                                                      309




                   mendukung dimulainya Kesepakatan Kemitraan Ekonomi
                   Jepang-Indonesia (JIEPA).

Akses Pendanaan   JICA menyediakan dukungan bagi Pelatihan Ekspor
                  Regional dan Pusat Promosi yang dibangun di Surabaya,
                  Medan, Makassar, dan Banjarmasin untuk menawarkan
                  pelatihan yang berkaitan dengan perdagangan, informasi
                  pasar, dan layanan promosi perdagangan di lokasi-lokasi
                  tersebut. Berikut adalah beberapa skema bantuan yang
                  disediakan oleh JICA:

                  Proyek Kerjasama Teknik
                  Proyek kerjasama teknik ini menekankan pada hasil,
                  dengan Jepang bersama negara berkembang menyatukan
                  pengetahuan, pengalaman dan keterampilan mereka untuk
                  memecahkan isu spesifik dalam jangka waktu tertentu.
                  Proyek dapat melibatkan tenaga ahli yang dikirim dari
                  Jepang untuk menyediakan dukungan teknik, undangan
                  bagi individu dari negara berkembang untuk pelatihan,
                  atau pelengkapan alat-alat yang dibutuhkan.

                  Setelah menerima permintaan dari negara berkembang,
                  JICA mendukung berbagai pendekatan kerjasama
                  (cooperation tools). Dalam rangka mencapai tujuan
                  pengenalan pembangunan, JICA menentukan bagaimana
                  mengkombinasikan pendekatan kerjasama tersebut,
                  berapa lama akan diimplementasikan, dan bagaimana
                  mengatur waktunya agar mendapatkan hasil yang paling
                  efektif dan efisien. Proyek kerjasama teknik
                  diimplementasikan menurut rencana yang dibuat melalui
                  konsultasi dengan negara penerima. Untuk mengangkat
                  tiap masalah sehingga kebutuhan-kabutuhan negara
                  berkembang secara luas dapat dipenuhi secara efektif
                  dan efisien, rencana kerjasama dirangkai dan
                  diimplementasikan    bersama-sama   dengan    negara
                  penerima.
                                                      310




Program Bantuan Hibah Jepang
Bantuan hibah ini merupakan bentuk dari Official
Development Assistance (ODA) yang berkaitan dengan
persediaan dana untuk pemerintah negara-negara
berkembang tanpa kewajiban untuk mengembalikan (lebih
lanjut mengenai ODA lihat bagian Kedutaan Besar
Jepang).

Bantuan hibah diminta oleh negara berkembang dan
dievaluasi oleh JICA. Kepentingan, kemendesakkan dan
masalah teknik menjadi perhatian utama. Hasilnya
kemudian diserahkan kepada Menteri Luar Negeri Jepang
(Ministry of Foreign Affairs-MOFA). MOFA memilih
proyek berdasarkan refererensi dari JICA. Dengan
instruksi dari MOFA, JICA memulai studi desain awal
yang melibatkan desain dasar dan hitungan perkiraan
biaya sebagai bagian dari kerjasama teknik. Setelah
selesai, JICA memasukkan laporan proyek kepada negara
penerima dan MOFA. MOFA mempresentasikan proyek
kepada kabinet setelah konsultasi antara MOFA dengan
Menteri Keuangan. Keputusan akhir dibuat setelah
kabinet memberikan persetujuannya. Proyek bantuan
hibah diinisiasikan dengan penandatanganan Exchange of
Notes (E/N) oleh pemerintah Jepang dan negara
penerima. Setelah itu MOFA memerintahkan JICA untuk
mulai memfasilitasi pelaksanaan proyek. Pada saat proyek
selesai dan diserahkan kepada negara penerima, JICA
menyediakan kerjasama lanjutan bila pemerintah negara
tersebut tidak mampu memelihara dan mengatur
proyeknya sendiri.


Program Pelatihan Teknik
Penerimaan partisipan untuk program pelatihan teknik
melibatkan transfer pengetahuan dan tekhnologi yang
dibutuhkan oleh masing-masing negara melalui pelatihan
administrator kunci, ahli teknik dan peneliti di negara-
negara berkembang. Pelatihan ini berkaitan dengan isu-
                                                      311




isu seperti lingkungan hidup dan HIV/AIDS, serta isu-
isu baru seperti demokratisasi dan transisi ekonomi
pasar, sebagai tambahan pada bidang pembangunan
dasar seperti administrasi, pekerjaan umum, agrikultur,
kehutanan dan perikanan, pendidikan, kesehatan dan
perawatan kesehatan, pertambangan dan industri.
Berbeda dengan program lainnya, program ini
membolehkan bantuan yang lebih aktif dan langsung.

Sebagai tambahan untuk program pelatihan konvensional,
pada tahun fiskal 1999 JICA memulai program pelatihan
jangka panjang (beasiswa) yang menerima murid dari luar
negeri yang memerlukan gelar sarjana dari univeristas di
Jepang dengan tujuan untuk mendapatkan keahlian yang
lebih tinggi dan keterampilan serta pengetahuan yang
terspesialisasi.

Studi Pembangunan
Studi pembangunan (development studies) merupakan
bagian dari kerjasama teknik JICA yang mendukung
formulasi rencana untuk proyek umum yang memberi
keuntungan pada pembangunan sosial dan ekonomi di
negara-negara berkembang. Kegiatan ini juga dapat
mentransfer metode perencanaan, serta survei dan
keterampilan analitis sebagai rekanan di negara penerima.
Keterampilan yang ditransfer dalam cara ini digunakan
ketika negara penerima bekerja dalam proyek dan
melaksanakan studi lainnya dengan dana mereka sendiri.

Laporan-laporan tersebut, yang disiapkan pada dasar
hasil studi, menyediakan data bagi pemerintah penerima
untuk menilai kebijakan pembangunan sosial dan ekonomi
mereka. Laporan-laporan tersebut juga dapat ditawarkan
kepada organisasi internasional dan negara sumber donor
untuk mempelajari kebutuhan bagi bantuan finansial dan
kerjasama teknik. Dalam banyak kasus, renana yang
diajukan dalam laporan-laporan ini telah diungkapkan
                                                         312




dengan bantuan finansial, seperti hibah atau pinjaman.

Beberapa contoh komponen dari studi pembangunan
adalah:
 Master Plan Studies, memformulasikan rencana
  pembangunan yang komprehensif dan dalam jangka
  waktu panjang untuk seluruh negara atau wilayah
  tertentu.
 Regional Integrated Development Planning Studies,
  strategi     dasar     untuk     pembangunan      yang
  mengembangkan ciri wilayah spesifik sambil memikirkan
  langkah terbaik untuk membentuk hubungan antar
  berbagai sektor.
 Preparation of basic data, mengumpulkan dan
  menyediakan data dasar yang diperlukan untuk
  memformulasikan rencana pembangunan dan studi yang
  dilaksanakan lainnya.
 Feasibility Studies, menguji secara obyektif apakah
  proyek individual yang sesuai dengan prioritas dalam
  studi     pembangunan      dan     kebijakan     dapat
  diimplementasikan.
 Policy and Program Support Studies, memformulasikan
  startegi dasar dan rencana komprehensif untuk
  kebijakan yang dikenalkan untuk mengurangi proses
  transisi pada sebuah pasar ekonomi dan untuk membuka
  pasar melalui reformasi moneter dan finansial,
  penyesuaian sistem hukum, dan privatisasi usaha negara
  bagian dan publik.
 Sector        Program       Development       Studies,
  memformulasikan dan mengimplementasikan rencana
  pembangunan untuk mencakup seluruh sektor melalui
  dialog dengan pemerintah negara berkembang dan donor
  lainnya
 Follow-up    Studies, melaak implementasi studi
  pembangunan, Master Plan Studies dan Feasibility
  Studies
                                                  313




Pertolongan Darurat Bencana
Program ini mengirim tim Japan Disaster Relief (JDR)
dan menyediakan penyaluran pertolongan darurat ketika
bencana besar terjadi, terutama di negara-negara
berkembang, sebagai respon dari permintaan yang
diterima dari pemerintah negara yang terkena dampak
atau lembaga internasional.
Pemerintah, pihak swasta atau individu yang ingin
mengajukan permohonan bantuan dapat menghubungi
langsung alamat di atas.
                                                                            314




          54. The Joep van Schaik Bright Futures Programme
                                                       (JVS)
Tentang JVS
                           Joep van Schaik, pada mulanya adalah seorang ‗buyer‘
                           furniture dengan pengecer Kwantum Belanda.
                           Kemudian dia menjadi seorang advokat dari Tropical
                           Forest Trust (TFT), dan lebih umum lagi dia adalah
                           pengusaha yang mengerti rantai asal usul pemasok
                           kayu dari furniture yang dia perdagangkan serta
                           bagaimana dampaknya terhadap sumber daya hutan.
                           Dia mempunyai program menawarkan ke para
                           pedagang/pengusaha eksekutif suatu kesempatan yang
                           unik yaitu untuk mengunjungi proyek-proyek yang
                           didanai oleh TFT yang berada di Asia Tenggara dan
                           Afrika Tengah dengan tujuan untuk memperoleh
                           pengetahuan yang lebih baik mengenai keaslian dan
                           asal usul produknya serta bagaimana dampaknya.


Alamat / Contact Address   TFT Indonesia
                           Office Address : Jl. Kawi No. 8 Semarang 50232,
                                                    Central Java - Indonesia
                                           Telephone       : +62 24 8449343
                                        Fax                : +62 24 8315708
                                              a.smith@tropicalforesttrust.com
                              http://www.tropicalforesttrust.com/scholarships-
                                                                 vanschaik.php

Bidang Garapan / Program
                           Program yang ditawarkan oleh JVS merupakan suatu
                           program yang unik yakni suatu program yang ditujukan
                           untuk membangun pengetahuan pesertanya terhadap
                           isu-isu social, lingkungan dan sumberdaya hutan
                           dihubungkan dengan produk-produk kayu kerasnya.

                           Program pembangunan pengetahuan ini berlangsung
                           selama 16 hari dan merupakan kombinasi sesi
                           pengajaran yang disampaikan oleh para staf senior
                           TFT dengan partisipasi aktif peserta dalam kehutanan
                                                                      315




                  TFT serta sistem kerja pengontrolan kayu.

                  Partipan akan mengunjun gi hutan-hutan dan pabrik-
                  pabrik dengan didampingi oleh staf lapangan senior
                  TFT untuk memperoleh pengalaman dan belajar
                  tentang:

                        Pengelolaan hutan tropis dan operasional hal-hal
                         tentang kehutanan;

                        Praktek-praktek pengamanan secara legal,
                         produk kayu yang dapat dirunut balik serta
                         lestari.

                        Implementasi system pengontrolan kayu di
                         pabrik yang mengeluarkan kayu-kayu yang tidak
                         diinginkan.

                  Melaui kegiatan ini, partisipan akan memperoleh
                  pandangan yang kritis terhadap:

                        Terancamnya sumberdaya dasar dan proses
                         produksi yang complex dari produl-produk kayu
                         tropik

                        Hubungan yang ada antara produk-produk
                         mereka, lingkungan hutan dan komunitas di
                         sekitar hutan.


Akses Pendanaan
                  Siapa dapat mengajukan pendanaan?
                  Para anggota pebisnis yang tergabung dalam TFT
                  dapat mencalonkan para staff eksekutif pedagang
                  pengecernya untuk ambil bagian dalam program ini.
                  Calon yang sukses akan:

                        Mempunyai pengalaman bagaimana         membeli
                         produk-produk kayu tropika.

                        Menjadi pengambil keputusan yang memikirkan
                                                 316




       masa depan

      Mampu mengkomunikasikan pengelamannya ke
       dalam perusahaannya.

      Memanfaatkan pandangan-pandangannya untuk
       memperkuat kebijakan dan strategi pembelian
       kayu tropis di perusahaannya.

Pendaftaran dan syarat-syarat berpartisipasi
Setiap tahun, JVS akan menerima aplikasi sebanyak 6
peserta.     Anggota bisnis JVS diminta untuk
mengontak TFT Clien Managernya untuk mencalonkan
salah satu staffnya ke dalam program JVS.

Program ini sangat intensif dan mencakup kerja di
daerah yang beriklim tropika.       Partipan akan
mendapatkan detil jadwal kegiatannya dan suatu
daftar yang terkait dengan masalah kesehatan dan
resiko keamanan. Sebelum bergabung ke dalam
program ini, setiap peserta harus melakukan
konfirmasi bahwa mereka mempunyai sejarah
kesehatan yang baik serta mempunyai asuransi
kesehatan dan kecelakaan yang memadai.

Siapa yang akan membayar?
TFT akan mengorganisis dan menjalankan program
pendidikan ini dengan gratis.

Perusahaan dimana staf berasal akan menanggung
semua biayanya, termasuk didalamnya:

      Menanggung semua biaya yang terkait dengan
       perjalanan ke Negara produser (termasuk tiket
       pesawat, biaya visa dan asuransi.

      Selama   program,    peserta   masih    tetap
       mendapatkan gaji bulanannya;
                                                 317




      Penerbangan domestic di Negara penghasil kayu
       tropis;

      Akomodasi dan makanan di    Negara penghasil
       kayu tropis.

Untuk berpartisipasi dalam program ini di Indonesia,
peminat dapat menghubungi alamat TFT seperti di
atas.
                                                                    318




                          55. Konrad Adenauer Stiftung
                                                  (KAS)
Tentang KAS   Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) adalah sebuah
              yayasan politik dari Republik Federal Jerman, yang
              sejak tahun 1968 telah secara aktif memberikan
              kontribusi kepada kerjasama dan pemahaman
              internasional dengan program-program dan proyek-
              proyeknya di Indonesia. Nama Konrad Adenauer
              diambil dari seorang kanselir Jerman (Barat)
              pertama, yang merasa prihatin melihat Jerman
              terbelah dua seusai Perang Dunia II. Ia ingin
              melihat Jerman yang merdeka dan bersatu dalam
              wilayah Eropa yang merdeka pula.
              Tujuan dari kerja internasional lembaga ini adalah
              mendorong        demokrasi        dan      pembangunan,
              mempromosikan saling pengertian antarnegara dan
              batas     budaya,     membantu       kemandirian     dan
              memerangi akar penyebab kemiskinan dan kerusakan
              lingkungan. Pada awalnya, kebijakan kerja KAS lebih
              terfokus pada pengembangan hubungan politik
              antarkelompok di dalam negeri Jerman. Namun pada
              pertengahan tahun 1960-an program ditekankan
              bagi pembinaan masyarakat dan kerjasama
              internasional, media serta usaha kecil dan
              menengah. Sementara sejak tahun 1980-an program
              difokuskan pada pembinaan organisasi perempuan
              dan lingkungan.
              Tujuan utama aktivitas KAS di Indonesia :
               Konsultasi politik bagi elit-elit politik di Indonesia.
               Dukungan untuk membangun masyarakat madani
                melalui pendidikan politik bagi pemuka-pemuka
                politik dan masyarakat.
               Pendampingan bagi proses reformasi politik
                (terutama      demokratisasi,        parlementarisme,
                desentralisasi dan penegakan hukum).
               Pencegahan konflik melalui promosi dialog antar
                                                                            319




                             etnis dan antar agama.
                            Memfasilitasi proses reformasi ekonomi termasuk
                             pemulihan ekonomi di negeri ini, terutama dengan
                             penguatan usaha kecil dan menengah.

Alamat / Contact Address         Konrad Adenauer Stiftung, Kantor Perwakilan
                                                                   Indonesia
                                                     Plaza Aminta, 4th Floor
                            Jl. Let. Jend. TB Simatupang Kav. 10 Jakarta 12310
                                                                      Indonesia
                                                          Telp.: 021-759 09411
                                                          Fax : 021-759 09415
                                                       Email : info@kasindo.org
                                                         Website : www.kas.de
Bidang Garapan / Program   Tugas-tugas KAS di Indonesia mencakup:
                            Penguatan demokrasi dan dukungan terhadap
                             keparlementeran, melalui penguatan tugas-tugas
                             tenaga ahli parlemen dan peningkatan kualitas
                             wakil-wakil DPR, serta pelaksanaan kegiatan-
                             kegiatan yang terutama untuk memperkuat
                             parlemen daerah dan pada saat yang sama
                             mendukung proses desentralisasi.
                            Penguatan demokrasi dan masyarakat sipil, melalui
                             pendidikan dan konsultasi politik: pendampingan
                             organisasi mitra dalam pendidikan politik,
                             pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk pendidikan
                             dan     konsultasi  politik   untuk    mendukung
                             demokratisasi dan penegakan hukum, serta
                             membangun dialog agama yang bertujuan untuk
                             mengurangi ketegangan dan mencegah radikalisme
                             serta terorisme.
Akses Pendanaan            KAS memiliki dua jenis kemitraan dengan mitra-
                           mitranya di Indonesia, yaitu:
                            Kerjasama dengan kesepakatan untuk jangka
                             waktu lama dengan organisasi mitra, yaitu
                             SATUNAMA dan PUKTI
                                               320




 Kerjasama dengan basis proyek satuan (single
  project) dengan berbagai institusi pemerintah,
  masyarakat sipil dan media. Kegiatan-kegiatan
  proyek satuan KAS dilaksanakan baik untuk hasil
  jangka     panjang    maupun     jangka pendek.
  Dikarenakan fleksibelitas dan kemampuannya
  untuk bereaksi dengan cepat, kegiatan-kegiatan
  proyek satuan ini adalah kekuatan penggerak
  konsultasi politik di Indonesia, bahkan pada
  tingkat-tingkat yang sangat tinggi.
Lembaga-lembaga yang memiliki tujuan dan aktivitas
yang sama dengan KAS dapat mengajukan
permohonan dana, namun terlebih dulu melakukan
konsultasi pada alamat di atas.
                                                                           321




                                        56. Kedutaan Besar Belanda
Tentang Kedubes Belanda    Kedutaan Besar Belanda adalah kantor perwakilan
                           diplomatik Belanda di Indonesia. Kantor ini
                           membawahi urusan konsuler; ekonomi; politik; pers
                           dan kebudayaan; kerjasama pembangunan; pertanian,
                           alam dan kualitas pangan; serta pertahanan.

Alamat / Contact Address                               Kedutaan Besar Belanda
                                                 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3
                                                      Kuningan, Jakarta 12950
                                                                     Indonesia
                                                          Telp. : 021-525 1515
                                                           Fax : 021-570 0734
                                                        Email : jak@minbuza.nl
                                          Website : http://www.mfa.nl/jak-id/
Bidang Garapan / Program   Berikut adalah beberapa bidang kegiatan Kedutaan
                           Besar Belanda yang dapat berkaitan dengan
                           pengembangan energi mikrohidro di Indonesia:


                           Bidang Lingkungan
                           Belanda    memulai   Program     Pembelian   Clean
                           Development Mechanism (CDM) tahun 2001. Melalui
                           program ini, Belanda dapat membeli penurunan emisi
                           sesuai dengan komitmennya dalam Protokol Kyoto.
                           Untuk itu, Belanda telah mengalokasikan anggaran
                           negaranya sebesar €450 juta. Kerjasama CDM
                           secara formal dengan Indonesia dimulai pada
                           tanggal 22 Februari 2005. MoU yang ditandatangani
                           kedua    pihak    bertujuan   untuk   memproduksi
                           sedikitnya 2 juta ton penurunan gas emisi rumah
                           kaca, sebagai hasil dari proyek di Indonesia dalam
                           bidang energi baru terbarukan (secara khusus di
                           bidang energi biomassa dan geothermal), efisiensi
                           energi, penanganan sampah padat dan transportasi.

                           Bidang Kerjasama Pembangunan
                                                 322




Di lingkungan Kementerian Luar Negeri Belanda,
bantuan    kerjasama   pembangunan      merupakan
tanggung jawab Menteri Kerjasama Pembangunan.
Kementerian Keuangan mempunyai tugas untuk
berunding dengan IMF dan bersama Kementerian
Luar Negeri bertanggung jawab kepada Kelompok
Bank Dunia dan Bank Perkembangan Regional (RDB).
Tanggung jawab bantuan bilateral di tingkat negara
diserahkan oleh Kementerian Luar Negeri kepada
perwakilan-perwakilan Kerajaan Belanda di luar
negeri.

Tujuan utama bantuan kerjasama pembangunan
Belanda adalah penanggulangan kemiskinan secara
berkelanjutan. Jalan terbaik untuk mencapai ini
adalah mendukung Tujuan Pembangunan Milenium
atau Millennium Development Goals (MDG's).
Anggaran Belanda untuk Kerjasama Pembangunan
Resmi atau Official Development Cooperation (ODA)
adalah jumlah persentase tetap sebesar 0,8% dari
Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Hampir semua
ODA tersedia dalam bentuk bantuan yang tidak
terikat.
Sejak tahun 2005, program pembangunan di
Indonesia dimasukkan dalam prioritas kebijakan
strategis Belanda (tidak hanya terbatas pada ODA),
misalnya memajukan iklim investasi serta keamanan
dan stabilitas, dengan fokus utama pada isu lintas
tema good governance (di bidang ekonomi). Menteri
Kerjasama Pembangunan juga sangat mendukung
pengembangan sektor swasta sebagai pendorong
pertumbuhan ekonomi. Anggaran khusus telah
ditetapkan untuk pendidikan (15% dari anggaran
yang tersedia), lingkungan dan sektor air (0.1% dari
PDB). Untuk bidang penyediaan air, Belanda
menargetkan akan menyediakan air minum bersih
dan sanitasi bagi 50 juta orang sebelum tahun 2015
                                                   323




dan menyediakan 10 juta fasilitas aliran listrik baru.

Bidang Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan
Kementerian Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan
mempunyai kantor perwakilan sendiri di Indonesia
dengan      misi     memperkuat       perkembangan
kelembagaan dan program capacity building,
investasi bersama dan mendorong perdagangan.

Sehubungan dengan perkembangan kelembagaan dan
capacity building, kantor perwakilan di Jakarta
bekerja erat dengan Departemen Pertanian dan
Departemen Kelautan dan Perikanan Republik
Indonesia, sektor swasta dan kelompok petani untuk
kepentingan bersama. Kantor perwakilan ini
mendukung perkembangan Kemitraan di Akses Pasar
atau Partnership on Market Access yang bertujuan
untuk memajukan akses pasar produk pangan dan
pertanian dari negara-negara berkembang ke pasar
Eropa dan negara industri lainnya. Kantor ini juga
bekerjasama erat dengan organisasi masyarakat
setempat untuk memajukan pendidikan dan sadar
lingkungan yang lebih baik lewat program KNIP
(Inisiatif di Bidang Alam Berskala Kecil).
Selanjutnya kantor perwakilan ini juga memonitor
dinamika kebijakan pertanian Indonesia dan
menyebarluaskan informasi tentang kebijakan
Belanda saat ini dan mendatang kepada organisasi
agribisnis Belanda untuk dapat membantu mereka
dengan lebih baik dalam menjalankan kegiatan-
kegiatan pemasaran internasional mereka. Kantor
perwakilan    ini    juga    membantu  perusahaan-
perusahaan Belanda dan Indonesia dalam kegiatan
perdagangan       dan    investasi  mereka   serta
memberikan saran tentang Financial Instruments
(Wadah Pendanaan).
                                                                  324




                  Bidang Ekonomi dan Perdagangan
                  Bagian Ekonomi dan Perdagangan (Economische
                  Afdeling – EA) Kedutaan Besar Belanda memberikan
                  bantuan kepada lembaga-lembaga Belanda dan
                  Indonesia dengan tujuan untuk menjaga dan
                  meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan.
                  Bantuan yang diberikan oleh EA terutama berfokus
                  pada hubungan bilateral ekonomi antara pemerintah
                  Indonesia dan Belanda, baik di tingkat pusat maupun
                  regional, dan memberikan informasi umum kepada
                  kalangan bisnis.

                  Dalam memberikan informasi, Kedutaan erat
                  bekerjasama dengan Indonesian          Netherlands
                  Association (INA). Bagian EA memberikan informasi
                  umum tentang ekonomi dan perdagangan dan juga
                  tentang instrumen bantuan finansial (financial
                  support instruments), sementara INA memberikan
                  informasi yang lebih terperinci atau segala sesuatu
                  yang berkaitan dengan bisnis dan perdagangan.

Akses Pendanaan   Berikut adalah instrumen bantuan finansial yang
                  disediakan oleh Kedutaan Besar Belanda:

                  Development Related Export Transaction (ORET)-
                  -Transaksi ekspor berkaitan dengan pembangunan
                  Program ORET memberikan fasilitas kepada ekspor
                  Belanda ke negara-negara berkembang apabila
                  mereka turut memberikan kontribusi terhadap
                  pekerjaan yang berkelanjutan, pengembangan sektor
                  swasta dan kemajuan lingkungan di negara-negara
                  itu. Program ini mengurangi biaya proyek, yang
                  memenuhi tujuan-tujuan itu untuk Indonesia,
                  melalui bantuan dari Belanda untuk pembelian
                  barang modal, layanan dan jasa dari Belanda. Jika
                  perusahaan Belanda membutuhkan asistensi untuk
                  transaksi, maka dana diberikan kepada Indonesia
                                                   325




dan dipakai untuk pembayaran kepada leveransir
Belanda.

Insuring an export transaction (EKV)--Penjaminan
transaksi ekspor
Para eksportir dihadapi dengan berbagai risiko
pembayaran yang dapat dijamin melalui bantuan
EKV:
 Risiko kredit
 Risiko manufaktur
 Risiko harga
 Risiko yang berkaitan dengan jaminan yang
  diberikan oleh eksportir
Transaksi ekspor dapat dijamin melalui EKV dengan
bantuan finansial aset (ABF) dan bantuan finansial
proyek (PF):
 Keistimewaan ABF adalah bahwa eksportir atau
  bank memegang kepemilikan yang sah atas
  barang-barang modal yang diekspor, seperti
  halnya dalam sewa menyewa.
 Keistimewaan PF adalah bahwa hasil keuntungan
  dari proyek digunakan sebagai jaminan untuk
  pembayaran kembali.
 Dengan ABF dan PF, bantuan keuangan dijamin
  keamanannya, yang tercakup dalam perhitungan
  EKV.

Feasible Studies (PESP)--Studi kelayakan
Tujuan Programme for Economic Co-operation in
Projects (PESP) adalah untuk memajukan ekspor ke
dan kerjasama ekonomi dengan pasar berkembang.
Melalui PESP, perusahaan bisa memperoleh bantuan
finansial melalui kegiatan berikut ini:
 Studi kelayakan
 Studi persiapan investasi

Financing   via   subordinated   loans   in   emerging
                                               326




markets    (IFOM)--Bantuan     finansial melalui
ipnjaman subordinasi di pasar berkembang
Melalui IFOM, dana diberikan untuk mendorong
investasi usaha kecil menengah (UKM) Belanda di
Indonesia. Melalui IFOM, pinjaman subordinasi
diberikan kepada cabang-cabang lokal dan joint
venture dimana usaha kecil menengah Belanda
menanamkan investasi yang berisiko. Pinjaman IFOM
dimaksudkan untuk menguatkan neraca perusahaan
Indonesia untuk menarik dana komersial tambahan.
Subordinasi berarti bahwa jika perusahaan lokal
gagal    atau   diperkenankan    untuk    menunda
pembayaran, pinjaman IFOM pada dasarnya tidak
akan diperoleh kembali hingga kreditor lain telah
membayarnya. Ini mengurangi risiko bagi investor
Belanda.

Financing of technical assistance in developing
countries (IPTA)--Pendanaan bantuan teknis di
negara berkembang
IPTA dirancang untuk memajukan sektor swasta di
Indonesia. Pada saat yang bersamaan, IPTA
memberikan peluang kepada perusahaan-perusahaan
(Belanda) yang tanggap terhadap investasi asing,
metode manajemen dan teknologi modern dan
pengembangan pasar dan produk baru. Kegiatan-
kegiatan utama yang didanai adalah: 1) Studi
kelayakan untuk memajukan investasi, 2) Konsultasi
sementara untuk jangka pendek, 3) Pelatihan yang
berkaitan dengan pekerjaan dengan maksud untuk
bantuan teknis.

Insurance of investment transactions      (RHI)--
Asuransi transaksi investasi
Dengan RHI, risiko non-komersial yang berkaitan
dengan investasi asing dapat diasuransikan melalui
Atradius. Risiko non-komersial adalah: pembelian
                                               327




paksa dan nasionalisasi, larangan pembayaran dan
transfer, perang, pelanggaran kontrak oleh
pemerintah negara tuan rumah.

Financing of technical assistance in emerging
markets (TAEM)--Bantuan finansial untuk bantuan
teknis dalam pasar berkembang
Skema TAEM mempunyai dua tujuan, yaitu
membantu perkembangan yang berkelanjutan di
pasar berkembang dan memajukan posisi usaha kecil
menengah Belanda di pasar-pasar berkembang ini.
TAEM membantu kegiatan-kegiatan di bidang
pengalihan ilmu, untuk Dukungan Manajemen (dengan
tujuan     untuk     meningkatkan    produktifitas
perusahaan di Indonesia) dan Pelatihan (kursus
pelatihan, penempatan pelatihan, seminar dan
pelatihan yang bertujuan untuk spesialisasi dan
peningkatan keahlian).

Pilot Projects in Emerging Markets (PSOM)--Proyek
percontohan di pasar berkembang
PSOM dirancang untuk mendorong investasi
bersama di pasar berkembang. PSOM terdiri dari
proyek-proyek, yang mencoba metode produksi atau
layanan baru di negara-negara berkembang dalam
skala percontohan. Setiap tahun, perusahaan-
perusahaan Belanda dapat mengajukan proposal
bersama perusahaan Indonesia melalui prosedur
tender.

Financing via share investment in developing
countries (NIMF)--Dukungan melalui investasi
bersama di negara berkembang
Tujuan NIMF adalah untuk memajukan investasi
langsung di negara-negara berkembang. Modal
NIMF     disediakan dalam  bentuk   investasi,
penyertaan    modal atau  sebagai  pendanaan
                                               328




sementara, biasanya dalam bentuk pinjaman yang
dapat dialihkan atau pinjaman subordinasi.

Innovation Subsidy Co-operation with Emerging
Markets (IS-OM)--Inovasi subsidi kerjasama
dengan pasar berkembang
Dengan IS-OM, Kementerian Ekonomi bermaksud
untuk mendukung dan mendorong kerjasama
internasional antara perusahaan-perusahaan Belanda
dan Indonesia di bidang teknologi (kerjasama R&D).
Di samping subsidi, IS-OM melakukan kegiatan yang
mencakup:
 Informasi
 Pencarian mitra
 Pertemuan dan loka karya
 Misi teknologi

Centre for the promotion of import from developing
countries (CBI)--Pusat promosi impor dari negara
berkembang
CBI adalah suatu badan di bawah Kementerian Luar
Negeri Belanda. Misi CBI adalah untuk meningkatkan
saham negara berkembang di pasar Uni Eropa.
Kompetensi CBI adalah pengetahuan pasar,
pengembangan produk/produksi, kendali mutu,
pemasaran dan manajemen ekspor.
 Bagi para eksportir, CBI menerapkan pendekatan
  sektor secara intens yang terdiri dari langkah-
  langkah berikut ini:
 Praseleksi permohonan perusahaan (formulir ECP
  dan profil perusahaan)
 Kunjungan adaptasi oleh tenaga ahli CBI kepada
  partisipan yang terpilih
 Seminar EXPRO perwakilan perusahaan yang
  dilatih di Rotterdam
 Pameran perdagangan yang disubsidi oleh CBI,
  yang ikut serta dalam pameran perdagangan
                                                 329




  Eropa.
 Konsolidasi pasar, tindak lanjut setelah pamearn
  perdagangan.

Netherlands Management Co-operation Program
(NMCP)--Program Kerjasama Manajemen Belanda
NMCP adalah sebuah organisasi independen yang
mempertemukan para konsultan senior dengan
perusahaan dan organisasi Indonesia. Bantuan dari
NMCP untuk kegiatan lanjutan bagi pemohon dari
Indonesia seperti magang di Belanda atau
berpartisipasi dalam program jaringan bisnis bisa
menjadi suatu pilihan lanjutan.

Secara khusus untuk kegiatan-kegiatan di bidang
kerjasama pembangunan, sebagian besar dana
bantuan Belanda telah dialokasikan untuk program-
program pemerintah Indonesia dan juga progam-
progam yang telah dijalankan oleh pemerintah.
Namun demikian, dana-dana ini disalurkan melalui
badan-badan multilateral, yang bertanggung jawab
atas supervisi, pemantauan dan koordinasi. Oleh
karena itu, dana bantuan Belanda tidak digunakan
untuk membiayai proyek-proyek Belanda mandiri,
tetapi sebaliknya justru disalurkan ke sektor
kebijakan Indonesia dan ke pendanaan multilateral.
Dengan cara ini, penyaluran bantuan Belanda bebas
dari penyelewengan, sehingga bantuan Belanda akan
menjadi    lebih   efektif   dan    hasilnya  pun
berkelanjutan.
Pihak-pihak yang berminat dapat mengajukan
proposal langsung ke perwakilan masing-masing
instrumen bantuan finansial yang dipilih dengan
alamat yang tersedia dalam website.
                                                                           330




                                        57. Kedutaan Besar Jepang
                                                 (Kedubes Jepang)
Tentang Kedubes Jepang   Jepang dan Indonesia membina hubungan baik di
                         berbagai bidang yang meliputi politik, ekonomi,
                         kebudayaan, dan lainnya, dengan memperdalam
                         kerjasama dan pertukaran yang didasarkan pada
                         hubungan     ekonomi  yang    saling  melengkapi.
                         Pernyataan bersama ―Kemitraan Strategis dalam
                         Menuju Masa Depan yang Damai dan Makmur‖ telah
                         disepakati tahun 2006 oleh pemimpin kedua negara,
                         dan EPA (Perjanjian Kemitraan Ekonomi) akan
                         meningkatkan hubungan kerjasama antara Jepang
                         dan Indonesia.

                         Kerjasama      ekonomi   Jepang      dan   Indonesia
                         dilaksanakan sesuai dengan falsafah dan prinsip yang
                         tercantum dalam Piagam Official Development
                         Assistance (ODA). Kebijakan dasar dalam ODA
                         adalah:
                          Mendukung usaha swadaya negara-negara yang
                           sedang      berkembang      berdasarkan       tata-
                           pemerintahan yang baik, yaitu dengan memberikan
                           kerjasama     bagi   pengembangan      sumberdaya
                           mereka,     pembangunan      institusi    termasuk
                           pengembangan sistem hukum, dan pembangunan
                           prasarana ekonomi dan sosial, yang merupakan
                           basis bagi pembangunan negara-negara tersebut.
                          Perspektif "keamanan manusia" dengan melakukan
                           usaha-usaha untuk melindungi individu-individu dan
                           komunitas-komunitas dari ancaman seperti konflik,
                           kejahatan, kemiskinan dan penyakit-penyakit
                           menular,    dan    memberikan       bantuan    bagi
                           pemberdayaan rakyat agar mereka dapat
                           mengatasi berbagai ancaman tersebut.
                          Jaminan keadilan dengan mempertimbangkan
                           kondisi kaum yang rentan secara sosial, jurang
                                                                            331




                             antara si kaya dan si miskin serta jurang yang
                             terdapat antar berbagai kawasan di negara-negara
                             yang sedang berkembang. Selanjutnya, akan
                             diberikan perhatian penuh terhadap dampak
                             lingkungan dan sosial dari proyek-proyek ODA.
                             Jepang akan melakukan usaha-usaha selanjutnya
                             untuk memperbaiki status kaum wanita.
                            Pemanfaatan pengalaman dan keahlian Jepang
                             sementara mempertimbangkan berbagai kebijakan
                             dan kebutuhan akan bantuan di negara-negara yang
                             sedang berkembang.
                            Kemitraan dan kolaborasi dengan masyarakat
                             internasional,    seperti    organisasi-organisasi
                             internasional, negara-negara donor lainnya, LSM
                             dan sektor swasta.

                           Bantuan ODA Jepang di Indonesia dimulai dari
                           tahun 1954, dalam bentuk penerimaan trainee untuk
                           mendapatkan     pelatihan  di    bidang    industri,
                           komunikasi transportasi, pertanian dan kesehatan.
                           Selanjutnya ODA Jepang juga telah memberikan
                           kontribusi besar di bidang pengembangan SDM,
                           pembangunan infrastruktur, sosial dan ekonomi.

Alamat / Contact Address                 Kedutaan Besar Jepang di Indonesia
                                             (Embassy of Japan in Indonesia)
                                                         Jl. M.H. Thamrin 24
                                                      Jakarta Pusat (10350)
                                                      Tel : +62-21-31924308
                                                      Fax: +62-21-31925460
                                               http://www.id.emb-japan.go.jp
Bidang Garapan / Program   Sesuai dengan Rencana Pemberian Bantuan bagi
                           Masing-Masing Negara, dalam rangka membantu
                           Indonesia di dalam proses kemandiriannya, pada
                           bulan November 2004 pemerintah Jepang telah
                           menetapkan 3 pilar utamanya untuk bantuan
                           Indonesia:
                                                 332




1. Bantuan untuk mewujudkan "Pertumbuhan yang
   berkesinambungan oleh sektor swasta"
   Penyediaan        finansial   yang    kemungkinan
   berkesinambungan, pembangunan infrastruktur
   ekonomi dalam rangka memperbaiki iklim
   investasi, promosi industri pendukung dan
   perusahaan kecil dan menengah, pembenahan
   berbagai sistem ekonomi dan reformasi di sektor
   moneter.
2. Bantuan untuk "Mewujudkan masyarakat yang
   demokratis dan adil"
   Pengurangan kemiskinan (penciptaan lapangan
   kerja melalui pembangunan desa pertanian dan
   nelayan,       peningkatan     penghasilan    dan
   kesejahteraan, peningkatan pelayanan umum
   seperti pendidikan, kesehatan dan fasilitas medis
   dan      lain-lain),    reformasi    pemerintahan
   (reformasi penegak hukum, reformasi kepolisian,
   otonomi daerah dan lain-lain), lingkungan hidup,
   dan lain-lain.
3. Bantuan terhadap "Perdamaian dan Keamanan"
   Penciptaan perdamaian, bantuan rehabilitasi dan
   rekonstruksi, penjagaan keamanan (anti teror,
   anti bajak laut, penguatan sistim keamanan di
   laut) di Aceh, Maluku, Papua dan lain-lain.

Bantuan ODA Jepang di Indonesia dapat dibedakan
berdasarkan bidangnya:
 Sektor Energi, yaitu Bantuan Pemantapan
  Kemampuan Distribusi Listrik di Indonesia,
  mencakup:
  - Kondisi dan permasalahan permintaan dan
    ketersediaan listrik di Indonesia
  - Bantuan    terhadap      peningkatan   kapasitas
    ketersediaan listrik Jawa Bali yang mendesak
  - Bantuan pembangunan kelistrikan dalam rangka
    menjawab perubahan iklim
                                                                  333




                   Sektor Pertanian, Perkebunan dan Perikanan,
                    diantaranya dukungan untuk irigasi
                   Sektor Kesehatan dan Kebersihan, mencakup
                    kesehatan ibu dan anak
                   Sektor Informasi dan Komunikasi, mencakup siaran
                   Sektor Pemerintahan
Akses Pendanaan   Selama ini Jepang telah memberikan berbagai
                  bentuk bantuan kepada negara-negara berkembang,
                  seperti bantuan dana dan teknik yang dibutuhkan
                  untuk pembangunan sosial ekonomi. Demikian pula
                  halnya dukungan untuk membantu para korban
                  bencana, dan lain-lain. Bantuan yang diberikan di
                  bawah pemerintah sebagai pelaku utama disebut
                  Bantuan Pembangunan Pemerintah atau Official
                  Development Assistance (ODA). ODA diberikan
                  dalam bentuk:
                   Pinjaman Yen
                    Pinjaman dana dengan persyaratan ringan, yaitu
                    berjangka panjang dan berbunga rendah, yang
                    dibutuhkan negara berkembang, dalam rangka
                    menata fondasi sosial ekonominya, yang akan
                    menjadi dasar dari pembangunan. Pinjaman Yen ini
                    dilaksanakan melalui Japan Bank for International
                    Cooperation (JBIC).
                   Bantuan Dana Hibah
                    Bantuan dana yang tidak disertai dengan kewajiban
                    untuk membayar kembali.
                   Kerjasama Teknik
                    Kerjasama teknik adalah kerjasama yang diberikan
                    untuk membantu pengembangan SDM di negara-
                    negara berkembang.          Agar teknik serta
                    pengetahuan yang telah dibangun oleh Jepang
                    dapat dialihkan kepada para teknisi dan pejabat
                    dari negara berkembang, maka Jepang menerapkan
                    cara dengan mengundang tenaga magang, mengirim
                    tenaga ahli dan relawan, mengirim bantuan mesin
                    dan peralatan, survey, atau kesemuanya ini yang
                                                334




 tercakup dalam bentuk Proyek Kerjasama Teknik
 dan lain-lain. Kerjasama teknik ini dilaksanakan
 oleh suatu badan pemerintah independen yang
 bernama Japan International Cooperation Agency
 (JICA).

Di luar itu, pemerintah Jepang juga menawarkan
program bantuan dana hibah untuk proyek
pembangunan yang dikenal sebagai Bantuan Dana
untuk Proyek Masyarakat Bawah atau Grant
Assistance for Grassroots Projects (GGP). Program
bantuan ini disediakan bagi proyek-proyek
pembangunan di tingkat bawah untuk mendorong
masyarakat di negara-negara berkembang agar
dapat memenuhi kebutuhannya. Lembaga penerima
bantuan adalah LSM, sekolah dasar, rumah sakit,
lembaga penelitian, atau organisasi non-profit
lainnya. Sektor-sektor kegiatan yang dapat dibantu
mencakup pendidikan dasar, pengentasan
kemiskinan, kesehatan, lingkungan hidup, dan
peningkatan peranan perempuan dalam pembangunan.
Contoh-contoh spesifik bantuan yang dapat
diberikan misalnya pengadaan perlengkapan untuk
sekolah dasar, perlengkapan rumah sakit, atau
penyelenggaraan latihan untuk orang cacat atau
pemerintah daerah yang berwenang. Program GGP
ini mempunyai reputasi yang baik, sebab
menyediakan dukungan dana yang fleksibel dan tepat
waktu. Program ini memberikan makna baru
terhadap bantuan luar negeri pemerintah Jepang,
sebab dengan cara ini masyarakat bawah dapat
secara langsung merasakan bantuan itu. Paket-paket
bantuan ini tidak akan melebihi $100 ribu.
Pihak-pihak yang berminat dapat mengajukan
permohonan ke alamat tersebut di atas, disertai
penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan dan
tentang organisasi yang bertanggung jawab. Namun
                                                335




demikian ada beberapa persyaratan spesifik yang
perlu   ditanyakan  terlebih  dahulu    sebelum
mengajukan permohonan.

Catatan
1. Bantuan GGP yang berasal dari pemerintah
   Jepang tidak disalurkan melalui agen maupun
   instansi perantara, baik lokal maupun asing.
2. Kedutaan Besar Jepang juga tidak memungut
   biaya apapun dalam seluruh proses permohonan
   bantuan (konsultasi, pengajuan proposal dan lain
   sebagainya). Dengan demikian, pengajuan yang
   dilakukan lewat agen tersebut sama sekali tidak
   menjamin perolehan bantuan GGP karena tidak
   ada hubungan dengan Kedutaan Besar Jepang.
3. Kedutaan Besar Jepang tidak bertanggung jawab
   sama sekali atas segala biaya yang telah dibayar
   oleh pemohon kepada organisasi tersebut
   walaupun permohonan bantuan tersebut tidak
   dikabulkan.
4. Kedutaan Besar Jepang menghimbau dan
   menyarankan setiap institusi/organisasi yang
   ingin mengajukan proposal bantuan GGP atau
   menanyakan informasi tentang bantuan tersebut
   untuk menghubungi Kedutaan Besar Jepang
   secara langsung tanpa melalui agen maupun
   instansi perantara lainnya.

Pihak-pihak yang berminat dapat mengajukan
permohonan ke alamat tersebut di atas, disertai
penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan dan
tentang organisasi yang bertanggung jawab.

Terdapat beberapa persyaratan spesifik yang perlu
lebih dahulu ditanyakan. Kedutaan Besar Jepang
menghimbau        dan       menyarankan      setiap
institusi/organisasi yang ingin mengajukan proposal
                                        336




bantuan hibah grass-roots atau menanyakan
informasi    tentang bantuan tersebut untuk
menghubungi Kedutaan Besar Jepang secara
LANGSUNG tanpa melalui agen maupun instansi
perantara lainnya.
                                                                             337




                                         58. Kedutaan Besar Jerman
                                                  (Kedubes Jerman)
Tentang Kedubes Jerman     Kebijakan pembangunan dari Republik Federal
                           Jerman adalah bidang yang independen dari
                           kebijakan    luar   negeri   Jerman.   Kebijakan
                           pembangunan tersebut dirumuskan oleh Kementerian
                           Federal untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi,
                           BMZ. Kantor Luar Negeri juga memiliki kompetensi
                           yang luas dalam hal kerjasama pembangunan.
                           Kedutaan-kedutaan          besar          Jerman
                           mengkoordinasikan    kegiatan    yang   dilakukan
                           berdasarkan kebijakan pembangunan Jerman di
                           masing-masing negara di mana mereka berada,
                           bekerjasama erat dengan organisasi-organisasi
                           pelaksana.

                           Pemerintah Jerman melihat kebijakan pembangunan
                           sebagai tanggung jawab bersama masyarakat
                           internasional, karena itu Jerman memberikan
                           kontribusi yang efektif dan berprofil tinggi. Melalui
                           pembagian tenaga kerja yang jelas di tingkat
                           internasional serta konsultasi dan koordinasi yang
                           sehat dengan para donor lainnya, Pemerintah Jerman
                           bertujuan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan
                           pembangunan Jerman sejalan dengan prinsip
                           Deklarasi Paris mengenai Efektivitas Bantuan.
                           Untuk membantu peningkatan kualitas masyarakat di
                           negara-negara berkembang, Kedutaan Besar Jerman
                           menyelenggarakan Proyek Pendanaan Skala Kecil,
                           yang menitikberatkan usaha pemenuhan kebutuhan
                           dasar dari orang-orang miskin yang merupakan
                           bagian dari masyarakat.
Alamat / Contact Address                                 Jl. M.H. Thamrin No 1,
                                                              JAKARTA 10310;
                                                         Telp. : 021-398 55149
                                                          Fax. : 021-390 1757
                                                                           338




                                         Website : http://www.jakarta.diplo.de

Bidang Garapan / Program   Kerjasama dengan Indonesia yang saat ini dilakukan
                           melalui Kedutaan Besar Jerman salah satunya adalah
                           di bidang ekonomi dan kerjasama pembangunan, yang
                           mencakup:



                           Hubungan ekonomi bilateral
                           Dalam bidang ini, Kedutaan telah membangun
                           Institusi Jerman Ekonomi di Indonesia, dimana
                           Dinas Ekonomi Kedutaan Jerman memberikan
                           informasi   dan   konsultasi    bagi   perusahaan-
                           perusahaan Jerman di bidang makroekonomi dan
                           politik ekonomi, membantu dalam masalah dengan
                           kantor-kantor pemerintah dan berfungsi sebagai
                           ‗pembuka pintu‘ bagi politik dan administrasi (tata
                           usaha).

                           Dukungan ekonomi luar negeri
                           Salah satu yang dilakukan Kedutaan adalah
                           membangun Institusi Jerman Dukungan Ekonomi
                           Luar Negeri (Ostasiatischer Verein e.V.-OAV), yaitu
                           Perkumpulan Ekonomi Jerman yang membantu minat
                           bisnis para anggotanya di Asia dengan memberikan
                           berbagai informasi, konsultasi dan menawarkan
                           partisipasi pada berbagai acara di Jerman dan di
                           Asia.



                           Kerjasama pembangunan
                           Kerjasama pembangunan dilakukan bekerjasama
                           dengan berbagai institusi, seperti GTZ, KfW, DEG,
                           dan lainnya.



                           Penelitian dan teknologi
                                                                 339




                  Saat ini lebih dari setengah produksi industri di
                  Jerman merupakan industri-industri riset dan
                  pengembangan yang intensif. Kedutaan menyediakan
                  berbagai informasi tentang dunia riset dan
                  kemungkinan-kemungkinan bantuannya.

                  Dari   berbagai   bentuk    kerjasama   tersebut,
                  kerjasama pembangunan adalah titik berat dalam
                  hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman.
                  Salah satu kegiatan dalam kerjasama ini adalah
                  pemberian dana hibah untuk proyek-proyek berskala
                  mikro.


                  Proyek Pendanaan Skala Kecil akan membantu
                  organisasi-organisasi masyarakat termasuk LSM,
                  terutama di bidang perawatan kesehatan, pendidikan
                  dan sebagainya.
Akses Pendanaan   Setiap tahun disediakan dana bantuan melalui
                  Kedutaan Besar Jerman Jakarta untuk melaksanakan
                  proyek-proyek berskala mikro di Indonesia dan
                  Timor Leste. Kegiatan ini ditujukan terutama untuk
                  memenuhi kebutuhan dasar lapisan penduduk yang
                  miskin dan termiskin secara langsung. Pihak-pihak
                  yang dapat dibantu adalah proyek-proyek yang
                  dilaksanakan oleh pemohon dari Indonesia
                  (umpamanya LSM, gereja, komunitas desa, dan
                  lainnya), apabila proyek tersebut bertujuan untuk
                  memperbaiki keadaan masyarakat dan organisasi,
                  terutama dari kalangan miskin. Dalam pemilihan
                  proyek, Kedutaan sangat memperhatikan proyek-
                  proyek yang memberikan manfaat secara
                  berkesinambungan dan proyek yang mengedepankan
                  aspek jender.
                  Proyek-proyek yang berpeluang mendapat bantuan
                  adalah proyek-proyek mikro yang memenuhi
                  persyaratan sebagai berikut:
                                                    340




 Proyek      tersebut      harus     mandiri       dan
  berkesinambungan serta tidak boleh menimbulkan
  kewajiban-kewajiban berikutnya di masa datang.
 Kontribusi biaya yang ditanggung sendiri oleh
  pelaksana haruslah dalam jumlah yang pantas;
  kontribusi dapat pula berupa tenaga kerja.
 Batas jumlah bantuan adalah 8.000 EURO.
 Proyek tersebut harus sudah selesai termasuk
  pertanggung jawaban keuangannya pada tahun yang
  sama, dimana proyek tersebut disetujui.
 Biaya operasional yang ditimbulkan oleh proyek
  tersebut seperti gaji, honorer, biaya perjalanan
  dan biaya administrasi, tidak dapat diambil alih.

Apabila sebuah proyek disetujui, maka Kedutaan
akan membuat kontrak bantuan pendanaan sesuai
hukum Jerman dengan pihak pelaksana proyek.
Pencairan dana dapat dilakukan secara bertahap
(pada tahap awal proyek Kedutaan akan melakukan
pembayaran awal sebesar maksimal 70% dari nilai
proyek). Bila dilaksanakan seperti itu maka pihak
pelaksana proyek harus dapat membuktikan
penggunaannya sebelum Kedutaan membayarkan sisa
jumlahnya. Setelah proyek diselesaikan, maka
laporan akhir yang disertai dengan kwitansi asli dari
seluruh pengeluaran harus segera diserahkan kepada
Kedutaan Jerman.

Pihak-pihak yang berminat dapat mengajukan
permohonan ke alamat tersebut di atas, disertai
penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan dan
tentang organisasi yang bertanggung jawab.
Terdapat beberapa persyaratan spesifik yang perlu
lebih dahulu ditanyakan.
Proposal/saran proyek dapat diserahkan setiap saat
dengan memperhatikan persyaratan-persyaratan
tersebut di atas. Informasi lebih lanjut dan formulir
                                          341




permohonan dapat diperoleh di alamat di atas
dengan menghubungi bagian Proyek Skala Mikro.
                                                                            342




                                 59. Kedutaan Besar Selandia Baru
                                              (Kedubes Selandia Baru)
Tentang Kedubes Selandia   Sebagai perwujudan dari komitmen dan partisipasi
Baru                       dalam pembangunan masyarakat dunia, pemerintah
                           Selandia Baru membentuk suatu program yang
                           disebut   New   Zealand   Official Development
                           Assistance (NZODA).
                           Tujuan utama program ini adalah ikutserta dalam
                           usaha untuk mengubah kondisi kehidupan manusia ke
                           arah yang lebih baik bagi masyarakat di negara-
                           negara berkembang, terutama mereka yang tergolong
                           miskin.

                           Program NZODA mempunyai wilayah kerja di negara-
                           negara Kepulauan Pasifik, Asia Timur dan Asia
                           Tenggara. Dasar kebijakan NZODA adalah bahwa
                           masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama
                           dalam memanfaatkan berbagai sumber yang ada,
                           untuk      meningkatkan     kesejahteraan    mereka.
                           Pembangunan harus berarti proses bertambahnya
                           pilihan-pilihan aktivitas kehidupan, dan semua orang
                           harus ikutserta secara aktif mengambil berbagai
                           keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka.
                           NZODA mendukung kegiatan-kegiatan yang membawa
                           perbaikan yang berkelanjutan di bidang ekonomi,
                           sosial dan politik. NZODA berusaha memperkuat
                           daya rekat sosial dengan meningkatkan kemandirian
                           dan standar hidup kelompok masyarakat yang kurang
                           beruntung.
Alamat / Contact Address                         Kedutaan Besar Selandia Baru
                              Jalan Jendral Sudirman Kav 44-46 Jakarta 10210
                                                                      Indonesia
                                                           Telp.: 021-570 9460
                                                           Fax.: 021-570 9457
                                                  Email : nzembjak@cbn.net.id
                                                                                 343




                                           Website:http:// www.nzembassy.com
                                           http://www.NZAID.govt.nz/adaf/index.html;
                                          http://www.NZAID.govt.nz/ladaf/index.html;
                                             http://www.NZAID.govt.nz/pic/index.html;
                                      http://www.NZAID.govt.nz/koha-picd/index.html;
                                     http://www.NZAID.govt.nz/scholarship/index.html

Bidang Garapan / Program   Beberapa program yang dilakukan di Indonesia
                           adalah:

                           Pendidikan Dasar
                           NZAID mendukung program jangka panjang dengan
                           Departemen Pendidikan      dan Departemen Agama
                           untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

                           Pemerintahan
                           NZAID berkomitmen untuk meningkatkan investasi di
                           pemerintahan. NZAID berkontribusi pada Kemitraan
                           untuk Reformasi Pemerintahan, sebuah gabungan
                           inisiatif pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta
                           dan donor yang bertindak untuk menguatkan
                           pemerintahan di berbagai area.
                           Kesinambungan Matapencarian Pedesaan
                           Sektor usaha mikro, kecil dan menengah yang
                           bersemangat merupakan elemen kunci penting dalam
                           pertumbuhan ekonomi daerah. NZAID menyediakan
                           dana untuk tujuh LSM besar di Indonesia di dalam
                           program lima tahun yang mendukung pemberdayaan
                           masyarakat melalui kredit mikro dan pembangunan
                           usaha mikro atau kecil. Sebagai tambahan, program
                           masyarakat kehutanan dengan Leuser International
                           Foundation di Aceh dan WWF di Papua menolong
                           masyarakat di daerah penyangga untuk membangun
                           mata pencarian yang ikut melindungi hutan.


                           Pembangunan Perdamaian dan Hak Azasi
                           Program pelatihan hak azasi yang baru dimulai tahun
                           2007 membawa pegawai pemerintah dan LSM ke
                                                                   344




                  Selandia Baru untuk mengikuti program intensif. Para
                  peserta akan mengembangkan rencana aksi dan akan
                  mendukung implementasi rencana-rencana tersebut
                  melalui seminar tindak lanjut dan mentoring selama
                  dua tahun berikutnya.


                  Beasiswa
                  Setiap tahunnya 11 orang Indonesia diseleksi untuk
                  menerima beasiswa studi di Selandia Baru dengan
                  preferensi kandidat dari wilayah timur Indonesia dan
                  Aceh.


                  Aceh dan Sumatera Utara
                  NZAID mendukung program rekonstruksi dan
                  rehabilitasi di Aceh dan Nias dengan berkontribusi
                  melalui Multi–Donor Fund for Aceh and Nias (MDF).
                  NZAID juga menyediakan dukungan jangka panjang
                  kepada SurfAid International di bidang kesehatan
                  masyarakat di Nias, dan memberikan dana kepada
                  ILO untuk mendukung usahawan perempuan.



Akses Pendanaan   Sebagian besar program-program NZAID difokuskan
                  di wilayah Pasifik dan Asia Tenggara. NZAID
                  menyadari bahwa bantuan pembangunan perlu
                  disalurkan melalui sejumlah cabang dalam rangka
                  memaksimalkan hasil bagi negara berkembang yang
                  menjadi mitranya. Penyaluran bantuan NZAID dapat
                  dibagi menjadi:

                  1. Bantuan Bilateral dan Regional
                  Bantuan ini melibatkan bantuan langsung berbasis
                  negara-negara dalam bentuk kegiatan dan proyek
                  pembangunan. Indonesia merupakan salah satu negara
                  yang mendapatkan bantuan ini. Untuk wilayah Asia,
                  pelaksanaan bantuan ini dipandu oleh Asia Strategy
                  yang telah disetujui tahun 2004. Seluruh kegiatan
                                                   345




sejalan dengan strategi penanggulangan kemiskinan
dan rencana pembangunan pemerintah negara mitra,
dan upaya koordinasi komunitas donor internasional.

2. Bantuan Multilateral
Sebagian isu pembangunan lebih cocok diangkat di
tingkat global, karena itu Selandia Baru bermitra
dengan lembaga donor dan organisasi lainnya, seperti
the United Nations, the Commonwealth, lembaga
finansial internasional dan agen-agen relawan
internasional.


3. Bekerja dengan LSM
NZAID terlibat secara aktif dengan LSM Selandia
Baru    dan menyediakan dana untuk mendukung
berbagai program LSM bersama mitra lapangan di
luar negeri. Kendaraan utama untuk dukungan
semacam itu adalah KOHA-PICD, sebuah program
pendanaan yang diatur bersama NZAID dan LSM
Selandia Baru. Di samping itu, NZAID menyediakan
dana inti untuk the Volunteer Service Abroad, the
Council for International Development, the
Development Resource Centre (dikenal sebagai Dev-
Zone) dan Trade Aid. Kelompok kerja gabungan
NZAID dengan LSM didirikan pada tahun 2005 untuk
memantau dan memonitor implementasi kebijakan
NZAID dan LSM Selandia Baru. Penguatan organisasi
sipil di negara mitra merupakan kunci dari pekerjaan
NZAID. Hubungan tersebut mencakup ikatan jangka
panjang dengan organisasi payung di Papua New
Guinea, Fiji, Samoa, Tonga dan Indonesia. Dukungan
juga disediakan kepada LSM dan kelompok
masyarakat melalui dana proyek kecil untuk
pembangunan pedesaan dan pembangunan kapasitas
lokal.

Beberapa jenis pendanaan yang disediakan adalah:
                                                346




 Asia Development Assistance Facility-Partnerships
  for Sustainable Development (ADAF-PSD)
 Kaihono hei Oranga Hapori o te Ao-Partnerships
  for International Community Development (KOHA-
  PICD)
 Humanitarian Action Fund (HAF)
 New Zealand Government Agencies Fund (GAF)
 Global Education Fund (GEF)
 International Development Research Fund (IDRF)
 Postgraduate Field Research Fund
Keterangan lengkap dan formulir yang diperlukan
dapat dilihat dalam website dengan alamat di atas.
Sebelum mengajukan permohonan sebaiknya pemohon
mengkaji jenis pendanaan yang sesuai.
                                                                347




                 60. Yayasan Keaneka Ragaman Hayati
                                           (Kehati)
Tentang Kehati
                 Yayasan    Keanekaragaman      Hayati    Indonesia
                 (KEHATI) adalah organisasi yang independen dan
                 non profit. Organisasi ini mempunyai misi untuk
                 membantu memelihara kekayaan alam Indonesia.
                 Meskipun Indonesia telah aktif di lapangan
                 konservasi hayati selama beberapa dekade,
                 pertambahan     populasi        dan     percepatan
                 perkembangan ekonomi meningkatkan tekanan pada
                 sumberdaya tanah di sepanjang kepulauan. Tekanan
                 ini berdampak pada kelangsungan kegunaan
                 keanekaragaman hayati, oleh karena itu usaha-usaha
                 konservasi harus ditingkatkan. Yayasan KEHATI
                 intensif bertindak sebagai katalis mekanisme
                 pendanaan yang fleksibel, untuk mengidentifikasi
                 jalan yang inovatif untuk mengkonservasi dan
                 memelihara kelangsungan kegunaan kekayaan hayati.
                 Yayasan KEHATI dibentuk pada tanggal 12 Januari
                 1994 di Jakarta, sebagai hasil kerjasama antara
                 Indonesia dengan Amerika Serikat dan dibentuk
                 untuk mencegah erosi sumber daya alam serta
                 meningkatkan manfaat keanekaragaman hayati bagi
                 pengembangan kualitas hidup manusia. Saat ini
                 Yayasan KEHATI merupakan bagian dari pengurus
                 program konservasi keanekaragaman hayati di
                 Indonesia yang merupakan kerjasama antara
                 pemerintah Indonesia, Jepang dan Amerika Serikat.
                 Sebagai lembaga independen, yayasan KEHATI
                 didirikan oleh orang-orang yang duduk dalam dewan
                 penyantun yang terdiri dari 22 dari berbagai latar
                 belakang, yakni ilmuwan, akademisi , pimpinan LSM,
                 rohaniawan, budayawan dan komunitas bisnis.
                                                                                348




                           Yayasan Kehati memiliki tujuan strategis:
                            Mendukung upaya konservasi dan pemanfaatan
                             aneka sumberdaya hayati secara berkelanjutan
                             melalui pengelolaan informasi secara terpadu,
                             pendidikan kritis yang berwawasan pembangunan
                             berkelanjutan dan penelitian yang mengedepankan
                             kepentingan kesejahteraan masyarakat dan
                             memperhatikan prinsip kehati-hatian dini.
                            Mendukung upaya-upaya konservasi, pemanfaatan
                             berkelanjutan dan adanya benefit sharing dari
                             beragam sumber daya hayati yang didukung oleh
                             kearifan     lokal    dengan      berprinsip     pada
                             keanekaragaman,      keberlanjutan,     kemandirian,
                             kepedulian, keadilan dan akuntabilitas.
                            Mendukung pembuatan, perubahan dan penegakan
                             kebijakan dalam pengelolaan sumber daya hayati
                             berkelanjutan dan berkeadilan.
                            Mengembangkan kemampuan organisasi dalam
                             menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk
                             menjamin       keberlanjutan       program-program
                             keanekaragaman hayati melalui penggalangan
                             dukungan finansial maupun non finansial dari
                             berbagai pihak.
                            Mengembangkan kemampuan kelembagaan dan
                             kepemerintahan         organisasi       (institutional
                             governance) untuk mendukung program-program
                             strategis yang ditetapkan untuk jangka pendek,
                             menengah dan panjang.

Alamat / Contact Address                                Jl. Bangka VIII No. 3B
                                                                 Pela Mampang,
                                                                 Jakarta 12720
                                                Telp : 021-718 3185, 718 3187
                                                             Fax : 021-719 6131
                                             Website: http://www.kehati.or.id
Bidang Garapan / Program   Untuk mencapai tujuannya, Kehati saat ini
                           mengembangkan empat tema utama, yaitu:
                                                                  349




                   Kegiatan     pelestarian     dan    pemanfaatan
                    keanekaragaman hayati yang berkelanjutan dan
                    berkeadilan.
                   Program-program pemberdayaan masyarakat
                   Pembentukan dan penguatan kemampuan organisasi
                    mitra kerja dan jaringan
                   Penyadaran, pelatihan dan pendidikan masyarakat
                    luas mengenai isu-isu yang berkaitan dengan
                    keanekaragaman hayati Indonesia dan dunia
                   Penelitian, analisis dan advokasi kebijakan
                    keanekaragaman hayati
                   Penelitian    ilmiah      mengenai    topik-topik
                    keanekaragaman hayati yang relevan
                   Publikasi, penerbitan, penyiaran dan penayangan
                    informasi      dan      pengetahuan     mengenai
                    keanekaragaman hayati.

                  Keseluruhan tema di atas dicakup dalam empat
                  program utama Kehati, yaitu:
                   Program Informasi, Pendidikan dan Penelitian
                   Program      Konservasi      dan     Pemanfaatan
                    Berkelanjutan
                   Program Advokasi Kebijakan Publik
                   Program      Komunikasi     dan     Pengembangan
                    Sumberdaya
Akses Pendanaan   Dukungan dana awal untuk Kehati berasal dari dana
                  cadangan abadi (endowment fund) yang diperoleh
                  dari Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1995
                  melalui sebuah kesepakatan kerjasama berjangka
                  waktu 10 tahun (1995-2005). Dana ini diinvestasikan
                  di pasar internasional yang menghasilkan pendapatan
                  untuk mendanai program-program Kehati.

                  Selain itu, Kehati juga melakukan upaya-upaya untuk
                  menggalang sumber daya finansial maupun lainnya
                  dari berbagai sumber, baik internasional maupun
                  domestik. Dunia usaha dan individual di Indonesia
                                                350




yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian
keanekaragaman hayati adalah mitra penting yang
dapat memperluas kerjasama Kehati. Kriteria dasar
untuk membentuk kemitraan Kehati adalah:
 Calon mitra mempunyai komitmen pada pelestarian
  dan      pemanfaatan    keanekaragaman     hayati
  berkelanjutan
 Kemitraan tidak bertentangan dengan nilai-nilai
  dasar Kehati
 Calon mitra dan Kehati mempunyai kesamaan visi
  dan misi
 Adanya kesediaan untuk berbagi sumber daya,
  risiko, beban, wewenang dan kekuasaan
 Kemitraan tidak mengandung konflik kepentingan
 Calon mitra mempunyai kompetensi, akuntabilitas
  dan dapat dipercaya

Untuk kebutuhan pengembangan data dasar,
dokumentasi dan penyebaran informasi terkini serta
teknologi    mengenai    keanekaragaman     hayati
Indonesia, Kehati menjalin kerjasama erat dengan
masyarakat ilmiah di perguruan-perguruan tinggi,
lembaga-lembaga penelitian, di samping kelompok
dan anggota swadaya masyarakat yang secara
tradisional memiliki kearifan dan telah melakukan
upaya tersebut.

Untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan
mengenai lingkungan dan keanekaragaman hayati,
Kehati menjalin kerjasamanya dengan kalangan
akademis       (sekolah    dan     universitas),
lembaga/instansi pemerintah, serta LSM dan
masyarakat lokal.

Untuk melaksanakan program konservasi dan
pemanfaatan keanekaragaman hayati berkelanjutan,
Kehati menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga
                                                351




teknis di bidang keanekaragaman hayati, baik milik
pemerintah maupun lembaga independen (non
pemerintah), di samping dengan kelompok dunia
usaha yang memiliki kepedulian dan kredibilitas
untuk mencapai tujuan-tujuan program yang telah
ditetapkan.

Untuk menangani masalah-masalah kebijakan, sistem
dan peraturan/perundang-undangan yang menjadi
faktor tidak langsung terhadap merosotnya
keanekaragaman hayati, Kehati menjalin kerjasama
dengan lembaga maupun jaringan Ornop/LSM lokal,
nasional   dan    internasional, dengan   instansi
pemerintah di tingkat nasional dan daerah, dengan
lembaga-lembaga legislatif MPR, DPR dan DPRD,
partai politik, media massa dan lembaga-lembaga
pengkajian isu terkait.

Dalam upaya penegakan hukum, Kehati menjalin
kerjasama dengan perseorangan maupun lembaga
yang memiliki kompetensi dan akuntabilitas, baik
dari kelompok/lembaga swadaya masyarakat maupun
lembaga penegak hukum dan peradilan.

Untuk pengembangan sumber daya, Kehati menjalin
kerjasama lembaga-lembaga donor, dunia usaha
maupun pihak-pihak lain yang dapat mendukung
terwujudnya program-program penggalangan sumber
daya.

Hubungan kemitraan dengan kelompok-kelompok
strategis tersebut dijalin dalam kerangka kerjasama
hibah (mitra sebagai grantees) maupun bukan hibah
(kolaborasi, koalisi). Bersama dengan mitranya dari
lembaga internasional maupun nasional, Kehati juga
mengupayakan mekanisme-mekanisme pendanaan
konservasi    yang      inovatif untuk    menunjang
                                                  352




keberlanjutan program konservasi keanekaragaman
hayati di Indonesia.

Setiap mitra, baik perseorangan maupun lembaga,
dipilih karena memenuhi kriteria berikut:
 Menunjang pencapaian visi dan misi Kehati
 Tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar Kehati
 Kerjasama yang terjalin tidak akan memunculkan
  benturan kepentingan; handal, dapat dipercaya dan
  bertanggung-gugat; serta memiliki komitmen
  terhadap upaya pelestarian keanekaragaman
  hayati.
Sejak tahun 2002 Yayasan Kehati mengembangkan
skema program yang disebut Program Tematik,
artinya Yayasan Kehati tidak lagi menyediakan dana
untuk proyek/program yang dibuat berdasarkan
usulan para mitra/calon mitra (demand driven),
tetapi Yayasan Kehati secara pro aktif akan
mendanai program-program yang didasarkan pada
sasaran strategis organisasi bersama para mitranya.
Dengan demikian proposal permohonan pendanaan
kegiatan     akan   diterima    apabila    memenuhi
mekanisme, program dan cakupan seperti yang
disebutkan di atas.
Lembaga dan Organisasi yang dapat menerima Dana
Hibah Yayasan Kehati adalah:
 Organisasi yang dibentuk oleh masyarakat
  setempat
 Organisasi non pemerintah, organisasi relawan
 Lembaga penelitian ilmiah dan kajian kebijakan
 Institut pendidikan dan lembaga pelatihan
 Kelompok agama, kelompok sosial budaya
 Organisasi    pemuda,     mahasiswa,     organisasi
  perempuan
 Asosiasi profesi dan kelompok tenaga ahli

Lembaga dan Organisasi yang tidak dapat menerima
                                                  353




Dana Hibah Yayasan Kehati adalah:
 Semua instansi aparat pemerintah, tidak termasuk
  lembaga penelitian universitas dan lembaga
  pendidikan tinggi negara
 Perusahaan-perusahaan swasta dan publik (nasional
  dan asing) yang komersial
 Koperasi dan asosiasi yang disponsori pemerintah
 Asosiasi pekerja dan asosiasi pengusaha
 Organisasi militer dan para militer
 Organisasi politik dan organisasi internasional
 Perseorangan (individu)

Kehati tidak dapat menyalurkan dana hibah-nya
kepada perorangan dalam rangka pendidikan
tertentu, konferensi, perjalanan, dan sebagainya;
pembangunan, perbaikan dan renovasi bangunan/
kantor, pembelian atau pemilikan tanah dan
bangunan, maupun pembelian kendaraan dan
perlengkapan lainnya.

Syarat Pengajuan Proposal
 Dibuat secara tertulis sesuai dengan format baku
  yang disediakan oleh Kehati
 Memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan, yaitu
  setiap tanggal 15 Januari, 31 Mei dan 31
  September

Mekanisme Pengajuan Proposal
 Melalui Simpul Jaringan, untuk proposal yang
  berasal dari lembaga yang berwilayah kerja di
  wilayah prioritas, yaitu Jawa, Bali, Kalimantan dan
  Papua.
 Langsung ke Kehati, untuk proposal yang:
  - Berasal dari luar wilayah prioritas
  - Berasal dari wilayah prioritas tapi yang
      mencakup isu yang berdampak nasional dan
      bahkan internasional, serta bersifat aktual
                                                354




     (emerging issues)
 -   Mengangkat isu yang bersifat lintas program
     Kehati
 -   Merupakan hibah skala kecil (grant-in-aid)

Prosedur Proposal
 Kehati akan mengirimkan surat tanda terima
  proposal kepada lembaga pengaju usulan kegiatan
  paling lambat satu minggu setelah proposal
  diterima oleh Kehati.
 Proposal yang diterima akan dinilai oleh Panel
  Penelaah Proposal yang independen, terdiri dari
  para pakar yang bidang keahliannya sesuai dengan
  tema proposal. Penelaahan dilaksanakan paling
  lambat satu bulan setelah tenggat waktu
  penerimaan proposal.
 Kehati     maupun     Simpul    Jaringan     akan
  memberitahukan hasil penelaahan proposal kepada
  lembaga pengaju paling lambat satu bulan setelah
  proses penelaahan tersebut selesai. Tenggat
  waktunya 15 Februari, 31 Juni dan 31 Oktober.
                                                                           355




                                61. YAYASAN KHAULA KARYA
Tentang Yayasan Khaula
                         Yayasan Khaula Karya (Khaula) adalah organisasi
Karya
                         nirlaba yang didirikan sebagai wujud keprihatinan
                         terhadap kondisi ekonomi masyarakat miskin
                         produktif yang semakin terpuruk. Selama ini
                         masyarakat miskin produktif memiliki posisi tawar
                         yang rendah dalam tata perekonomian sehingga tidak
                         memiliki daya tumbuh baik secara aset, permodalan
                         maupun pengetahuan dan keahlian. Kondisi tersebut
                         menyebabkan mereka semakin sulit untuk keluar dari
                         lingkaran kemiskinan.

                         Khaula didirikan pada awal tahun 2006 oleh
                         sekelompok      wirausahawan       sosial     (social
                         entrepreneurs) dari berbagai latar belakang dan
                         keahlian, dengan tujuan memfasilitasi masyarakat
                         miskin produktif agar bisa memiliki daya tumbuh
                         secara mandiri dan lestari, dalam mekanisme pasar
                         yang sesungguhnya. Khaula percaya bahwa hal
                         tersebut dapat dicapai melalui peran aktif
                         masyarakat miskin produktif dalam semua lini
                         kegiatan ekonomi, mulai dari proses produksi,
                         pengolahan paska panen, industri hingga perniagaan.

                         Nama KHAULA sendiri terdiri dari dua kalimat yaitu
                         KAULA, yaitu dari bahasa Jawa kawula yang artinya
                         adalah masyarakat/komunitas, dan HAULA, dari
                         bahasa Arab yang artinya adalah kekuatan.
                         Sedangkan kata ―Karya‖, memili arti artinya
                         membangun atau menciptakan. Sehingga ‖Yayasan
                         Khaula Karya‖ secara utuh diartikan sebagai
                         organisasi yang bertujuan untuk membangun
                         kekuatan masyarakat dalam hal berusaha. Khaula
                         percaya bahwa jika diberi kesempatan, kemampuan
                         dan akses yang memadai, masyarakat dapat memiliki
                                                                                   356




                           bisnis yang berkelanjutan yang menyeimbangkan nilai
                           ekonomi, sosial dan lingkungan.

                           Untuk tujuan ini, maka Khaula sadar akan banyak sumber daya
                           dan dana, tenaga handal, pemikiran serius dan strategi jitu
                           yang harus dicurahkan. Oleh karenanya, kerjasama dengan
                           banyak pihak yang mempunyai kepedulian dan antusiasme yang
                           sama, sangat diharapkan.

                           Yayasan Khaula Karya mendapat komitmen dan
                           dukungan dari personil yang mempunyai latar
                           belakang keahlian dan pengalaman yang saling
                           melengkapi, mulai dari sektor riil (pertanian,
                           perikanan, kehutanan) dan sektor keuangan hingga
                           hal-hal lain yang relevan bagi aktivitas Khaula
                           seperti kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat
                           dan kalangan akademisi.

Alamat / Contact Address                                Yayasan Khaula Karya
                                                               Graha BS, lt. 2
                               Jl. Kemang Utara A No.3 Jakarta Selatan 12730
                                                 Telp. 021 718 3483 (hunting)
                                                          Faks. 021 718 3554

Bidang Garapan / Program   Khaula memiliki area fokus untuk:
                            Sektor Riil: pertanian, perikanan dan kehutanan
                            Sektor Infrastruktur: energi
                            Sektor Keuangan: pembiayaan usaha mikro, kecil &
                             menengah, model ventura dan lembaga keuangan
                             mikro syariah.

                           Inkubasi Bisnis
                           Sebagai inkubator pengembangan usaha, Khaula
                           membantu kelompok-kelompok usaha masyarakat
                           untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah,
                           kemampuan manajerial dan pemasaran, serta
                           efisiensi pembiayaan. Fasilitasi tersebut ditujukan
                           agar kelompok-kelompok usaha tersebut memiliki
                           kemampuan tumbuh secara mandiri dan lestari
                                                357




menjadi entitas usaha yang unggul dan makmur,
mencakup antara lain:
 Pengembangan produk-produk bernilai tambah
 Pemanfaatan teknologi dan teknik tepat guna guna
  mendukung sistem produksi
 Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi
 Pengembangan layanan energi alternatif yang
  terjangkau
 Pemanfaatan skema-skema bisnis yang inovatif
 Pengembangan pola-pola pembiayaan yang kreatif
  dan terjangkau
 Pengembangan jaringan kerjasama usaha antar
  pelaku usaha (ekosistem usaha)
 Pengembangan infrastruktur pasar yang adil dan
  lestari.
Intervensi Khaula dalam hal-hal tersebut dapat
dilakukan secara langsung melalui skema waralaba
maupun secara tidak langsung melalui peran
fasilitator lokal.

Skema Waralaba
Khaula secara spesifik menggunakan skema waralaba
sebagai suatu cara untuk menciptakan usaha-usaha
baru/inovatif di kalangan masyarakat miskin
produktif secara terpola, cepat, mudah dan dengan
risiko usaha yang terkelola. Berbagai waralaba yang
akan dikembangkan oleh Khaula akan menggabungkan
kepentingan masyarakat miskin produktif di tingkat
hulu/pedesaan (seperti petani, nelayan, pemanfaat
produk hutan) selaku penyuplai bahan baku produk
waralaba, dengan masyarakat miskin produktif di
tingkat hilir/perkotaan (seperti pedagang) selaku
penerima waralaba. Skema waralaba ini dimaksudkan
untuk menghilangkan hambatan masyarakat miskin
produktif dalam memulai bisnis baru, melingkupi:
 Desain produk dan sistem produksi yang handal,
  teruji dan mudah diterapkan
                                                 358




   Sistem pengelolaan usaha dan keuangan yang baik
   Sistem layanan pelanggan yang baik
   Merek dagang/jasa yang menjangkar terhadap
    target konsumen
   Suplai bahan baku yang terjamin (secara kualitas
    maupun kontinuitas)
   Dukungan permodalan dan fasilitas kredit
   Dukungan promosi (termasuk edukasi publik) dan
    pemasaran.

Produk-produk yang akan dikembangkan melalui
skema waralaba Khaula adalah:
 Produk    yang melibatkan potensi partisipasi
  masyarakat miskin produktif (sebagai bagian dari
  mata rantai suplai) dalam jumlah yang cukup besar
  dan memberikan mereka suatu nilai tambah yang
  signifikan bagi pertumbuhan aset dan permodalan.
 Nilai investasi unit waralaba yang terjangkau oleh
  masyarakat miskin produktif, misalnya masuk
  dalam kategori kredit mikro (maksimum Rp 50
  juta).
 Memiliki karakteristik produk yang unggul dan
  terjangkau oleh konsumen umum.
 Mudah dioperasikan oleh masyarakat miskin
  produktif calon penerima waralaba.
 Merupakan bisnis yang layak bagi kacamata
  investor dan perbankan.

Akses ke Pendanaan
Khaula sepenuhnya menyadari bahwa masyarakat
miskin produktif memiliki kesulitan untuk mengakses
pendanaan terutama yang bersumber dari sektor
keuangan komersial seperti perbankan. Kondisi
tersebut memaksa mereka mengandalkan sumber-
sumber pembiayaan informal yang cenderung sangat
mahal sehingga membebani biaya produksi dan
menyisakan margin usaha yang sangat tipis.
                                                 359




Dukungan Khaula dalam bidang ini meliputi:
 Jasa inkubasi bisnis yang dapat menghantarkan
  mereka mencapai suatu kelayakan usaha yang
  sesuai dengan persyaratan lembaga pembiayaan
  komersial
 Jasa     pembentukan      kerjasama    pembiayaan
  (financial arrangement) lintas pelaku guna
  meningkatkan daya ungkit (leverage) nilai
  pembiayaan maupun dan/atau mengurangi risiko
  pembiayaan.
 Penyediaan ‖bridging financing‖ atau ‖equity
  financing‖ bagi usaha-usaha peserta Inkubasi
  Bisnis, penerima waralaba yang diinisiasi oleh
  Khaula, atau peserta Program yang dikelola oleh
  Khaula, serta mitra-mitra usaha Khaula lainnya.
 Jasa fasilitasi peningkatan akses kredit melalui
  berbagai instrumen seperti penjaminan, anjak
  piutang (factoring), resi gudang (warehouse
  financing), subsidi bunga pinjaman, dan pelamaan
  jangka waktu kredit. Khaula juga memfasilitasi
  lembaga-lembaga donor yang ingin mengembangkan
  jasa fasilitasi peningkatan akses kredit baik dari
  sisi perancangan maupun pengimplementasian.

Konsultasi
Khaula juga menyediakan jasa konsultansi bagi
pengembangan usaha dan pengembangan program
yang baik secara langsung maupun tidak langsung
dapat membantu masyarakat miskin produktif untuk
mendapatkan manfaat. Karakteristik konsultansi
yang     diberikan oleh   Khaula  adalah    yang
mencerminkan prinsip pro-pasar, komprehensif
(memperhatikan mata rantai dan ekosistem usaha),
inovatif, berorientasi pada nilai tambah, dan
pembangunan berkelanjutan (triple bottom line).
Klien-klien utama Khaula untuk jasa konsultansi
meliputi lembaga pemerintah, lembaga donor/agen
                                                 360




pembangunan, lembaga keuangan dan swasta. Jasa
konsultansi ini melingkupi:
 Perencanaan Usaha/Program (Business/Program
   Planning)
 Aransemen Usaha/Program (Business/Program
   Arrangement)
 Implementasi/Pengelolaan         Usaha/Program
   (Business/Program Implementation/Hosting)
Layanan dan Produk
1. DENKHA
Untuk menjawab kebutuhan akan solusi energi yang
lebih baik dan lebih murah bagi masyarakat
pedesaan, Khaula sedang mengembangkan DEPOT
ENERGI KHAULA (DENKHA) yang merupakan usaha
waralaba     untuk     layanan energi   pedesaan.
Wirausahawan pedesaan, koperasi, atau fasilitator
pemberdayaan masyarakat dapat menjadi pelaku
usaha yang mengoperasikan outlet DENKHA.

Dukungan Khaula terhadap operator DENKHA
mencakup aspek teknis maupun pembiayaan, yaitu:
perencanaan usaha (studi kelayakan dan rencana
usaha), mobilisasi dana awal (start up capital),
proses pendirian usaha (legal, konstruksi dan
interior outlet), panduan operasi usaha, pengelolaan
suplai teknologi dari produsen terpilih serta
pendampingan teknis       dan manajemen        Jenis
produk/layanan energi yang ditawarkan dapat
mencakup listrik, bahan bakar alternatif dan
peralatan produksi berbasis energi alternatif/energi
terbarukan seperti alat pengering, pendingin, pompa,
kompor bahan bakar nabati dan sebagainya.

Khaula membuka kesempatan bagi para penyedia
teknologi serta fasilitator dan investor sektor
energi untuk bekerjasama dalam pengembangan
usaha berbagai outlet DENKHA, sehingga layanan
                                                                    361




                  energi pedesaan yang modern, handal dan langgeng
                  dapat terbentuk di berbagai wilayah pedesaan.

                  2. KEDAI KHAULA
                  Dalam rangka memberikan kesempatan bagi
                  masyarakat produsen (petani, nelayan, industri kecil)
                  untuk meningkatkan daya saing produk dan
                  menikmati skema perdagangan yang adil dan
                  berkelanjutan, Khaula mengembangkan KEDAI
                  KHAULA sebagai suatu jaringan penjualan bersama.
                  Melalui KEDAI KHAULA, masyarakat produsen
                  dapat menjual produknya secara langsung dan
                  berkelanjutan kepada konsumen akhir dengan beban
                  biaya yang terjangkau.

                  3. Khaula Sunday Market (KSM)
                  Sebagai alternatif sarana penjualan produk-produk
                  segar seperti sayur, buah, daging, ikan, dan makanan,
                  Khaula mengembangkan pasar tradisional setiap hari
                  minggu dari jam 6:30 hingga 13:00 yang disebut
                  Khaula Sunday Market (KSM). Produk-produk yang
                  ditawarkan diutamakan bagi produk-produk yang
                  organik. Melalui sarana ini, produsen dapat
                  berinteraksi langsung dengan konsumen sehingga
                  dapat diperoleh pelanggan tetap.
Akses Pendanaan
                  Khaula sepenuhnya menyadari bahwa masyarakat
                  miskin produktif memiliki kesulitan untuk mengakses
                  pendanaan terutama yang bersumber dari sektor
                  keuangan komersial seperti perbankan. Kondisi
                  tersebut memaksa mereka mengandalkan sumber-
                  sumber pembiayaan informal yang cenderung sangat
                  mahal sehingga membebani biaya produksi dan
                  menyisakan margin usaha yang sangat tipis.

                  Dukungan Khaula dalam meningkatkan kemampuan
                  masyarakat miskin produktif dalam mengakses
                  lembaga pembiayaan komersial meliputi:
                                                  362




      Jasa      inkubasi   bisnis     yang  dapat
       menghantarkan mereka mencapai suatu
       kelayakan     usaha   yang    sesuai dengan
       persyaratan lembaga pembiayaan komersial
       (lihat halaman ‖Inkubasi Bisnis‖)

      Jasa pembentukan kerjasama pembiayaan
       (financial arrangement) lintas pelaku guna
       meningkatkan daya ungkit (leverage) nilai
       pembiayaan maupun dan/atau mengurangi
       resiko pembiayaan.

      Penyediaan ‖bridging financing‖ atau ‖equity
       financing‖ bagi usaha-usaha peserta Inkubasi
       Bisnis, penerima waralaba yang diinisiasi oleh
       Khaula, atau peserta Program yang dikelola
       oleh Khaula, serta mitra-mitra usaha Khaula
       lainnya.

      Jasa fasilitasi peningkatan akses kredit
       melalui     berbagai     instrumen    seperti
       penjaminan, anjak piutang (factoring), resi
       gudang (warehouse financing), subsidi bunga
       pinjaman, dan pelamaan jangka waktu kredit.
       Khaula juga memfasilitasi lembaga-lembaga
       donor yang ingin mengembangkan jasa
       fasilitasi peningkatan akses kredit baik dari
       sisi perancangan maupun pengimplementasian.
Pengusaha dapat mengajukan proposal usahanya
kepada Khaula. Usaha tersebut mencakup diseminasi
teknologi,   layanan  berbasis     teknologi   atau
demonstrasi produk. Khaula kemudian melakukan
asesmen atau memberikan saran atau pendampingan.
Jika    diperlukan,   Khaula     akan    membantu
menyempurnakan rencana bisnis atau pemasaran
untuk selanjutnya memfasilitasi pengusaha tersebut
dalam mencari pendanaan. Khaula juga akan
memfasilitasi pemasaran, antara lain dengan layanan
                                               363




Denkha yang membantu promosi produk pengusaha
ke jaringan yang dimiliki Khaula.

Layanan Khaula terbatas pada technical assistance
untuk penerapan teknologi. Pendanaan dilakukan
berdasarkan kasus yang ditemui dengan pendekatan
kerjasama bisnis dan modal sosial. Proposal usaha
dapat langsung diajukan ke alamat di atas. Khusus
untuk layanan Kedai Khaula, formulir untuk ikut
serta dapat dilihat dalam website dengan alamat di
atas.
                                                                    364




          62. Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil
                                               Menengah
                                                 (KKUKM)
Tentang KKUKM       Kedudukan KKUKM adalah sebagai unsur pelaksana
                    pemerintah dengan tugas membantu presiden untuk
                    mengkoordinasikan    perumusan  kebijakan   dan
                    pelaksanaan kebijakan pemberdayaan koperasi dan
                    UMKM di Indonesia.

                    Sesuai dengan itu maka KKUKM telah menetapkan
                    visi, yaitu menjadi lembaga pemerintah yang
                    kredibel   dan    efektif   untuk     mendinamisasi
                    pemberdayaan koperasi dan UMKM dalam rangka
                    meningkatkan produktivitas, daya saing dan
                    kemandirian. Sementara misi KKUKM adalah
                    memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan
                    nasional melalui perumusan kebijakan nasional;
                    pengkoordinasian perencanaan, pelaksanaan dan
                    pengendalian kebijakan pemberdayaan di bidang
                    koperasi dan UMKM; serta peningkatan sinergi dan
                    peran aktif masyarakat dan dunia usaha dalam
                    rangka meningkatkan produktivitas, daya saing dan
                    kemandirian koperasi dan UMKM secara sistimatis,
                    berkelanjutan dan terintegrasi secara nasional.

                    Tujuan KKUKM secara umum adalah menjadikan
                    koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah sebagai
                    pelaku ekonomi utama dalam perekonomian nasional
                    yang berdaya saing. Tujuan selama periode tahun
                    2005 – 2009 dapat dirumuskan sebagai berikut:
                     Mewujudkan kondisi yang mampu menstimulan,
                       mendinamisasi dan memfasilitasi tumbuh dan
                       berkembangnya 70.000 (tujuh puluh ribu) unit
                       koperasi yang berkualitas usahanya dan
                       6.000.000 (enam juta) unit usaha UMKM baru;
                     Menumbuhkan iklim usaha yang kondusif bagi
                                                                         365




                               pengembangan usaha koperasi dan UMKM pada
                               berbagai tingkatan pemerintahan;
                              Meningkatkan produktivitas, daya saing dan
                               kemandirian koperasi dan UMKM di pasar dalam
                               dan luar negeri;
                              Mengembangkan sinergi dan peran serta
                               masyarakat dan dunia usaha dalam pemberdayaan
                               koperasi dan UMKM;
                              Memberikan pelayanan publik yang berkualitas,
                               cepat, tepat, transparan dan akuntabel.

Alamat / Contact Address   Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
                           Deputi Bidang Produksi
                           Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3-5 Kuningan, Jakarta
                           12940
                           Indonesia
                           Telp.: 021-529 92882 / 520 4375
                           Fax : 021-520 4378 / 529 92727
                           Website : http://www.depkop.go.id

Bidang Garapan / Program   Program pemberdayaan koperasi dan UMKM dalam
                           RPJM Periode Tahun 2004-2009 diarahkan pada 5
                           program pokok, yaitu:
                           2. Program penciptaan iklim usaha yang kondusif
                              bagi UMKM
                           3. Program pengembangan sistem pendukung usaha
                              bagi UMKM
                           4. Program pengembangan kewirausahaan dan
                              keunggulan kompetitif UKM
                           5. Program Pemberdayaan Usaha Skala Mikro
                           6. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan
                              Koperasi

                           Secara khusus di bidang mikrohidro, KKUKM telah
                           membangun sekitar 27 PLTMH. Pembangunan
                           tersebut dilakukan dengan menggunakan dana APBN
                           pada tahun 2004, 2005 dan 2007, serta dana hibah
                                                                   366




                  dari JICA dan Kedutaan Jepang. Peran KKUKM
                  dalam pembangunan dengan menggunakan dana dari
                  JICA hanya sebagai fasilitator.

Akses Pendanaan   Pemberian dana dilakukan berdasarkan permintaan
                  masyarakat. Masyarakat membuat proposal (dengan
                  syarat-syarat di bawah) dan diajukan kepada
                  KKUKM. Proposal yang diajukan harus sudah
                  dilengkapi dengan Studi Kelayakan yang umumnya
                  dilakukan atas biaya APBD. KKUKM kemudian
                  melakukan pengecekan ke lapangan secara teknis dan
                  kelembagaan dengan dana dari Pemda setempat. Dari
                  situ dihasilkan Detail Desain dan Rencana Anggaran
                  Biaya (RAB) untuk kemudian menjadi usulan dalam
                  APBN. Pagu maksimal yang ditetapkan adalah Rp 600
                  juta. Pemda setempat harus ikut berkontribusi
                  melalui APBD yang disetujui oleh DPRD sebesar 30%
                  dari total biaya pembangunan. Jika dana sudah
                  terkumpul maka KKUKM akan melakukan tinjauan
                  lapangan kembali sebelum melakukan penetapan.

                  Jika proposal dinyatakan layak untuk dibiayai maka
                  koperasi setempat akan mendapatkan dana cair dari
                  KPPN secara langsung ke rekeningnya. Koperasi
                  kemudian melakukan kontrak dengan pihak ketiga
                  sebagai     pelaksana     pembangunan.      Setelah
                  pembangunan selesai dan beroperasional, koperasi
                  atau pengelola diminta untuk mengembalikan 27%
                  dari keuntungan bersih ke dalam rekening
                  perguliran. Rekening perguliran hanya bisa dicairkan
                  atas persetujuan KKUKM dan digunakan untuk
                  membangun PLTMH lainnya. Monitooring dan evaluasi
                  dilakukan minimal tiga kali dalam setahun. Koperasi
                  penerima bantuan wajib memberikan laporan kepada
                  Pemda dengan tembusan ke dinas propinsi dan
                  KKUKM.
                  Masyarakat dapat mengajukan permohonan dana
                                                  367




melalui koperasi yang dimilikinya dengan syarat:
1. Koperasi primer
2. Mempunyai badan hukum yang masih aktif (telah
    dilegalisir oleh Dinas Kabupaten/Kota)
3. Tersedia kantor dan sarana kerja
4. Pengurus aktif disertai dengan fotokopi Kartu
    Tanda Penduduk (KTP) yang disertai dalam
    proposal
5. Telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan
    (RAT) disertai dengan Berita Acara RAT yang
    diadakan tahun sebelum proposal diajukan
6. Mempunyai prospek usaha yang berkaitan dengan
    kegiatannya (PLTMH/PLTMS)
7. Melampirkan proposal rencana kegiatan usaha
8. Memperoleh          dukungan/rekomendasi      dari
    Bupati/Walikota dan atau dinas/instansi yang
    membidangi pembinaan koperasi, usaha kecil
    menengah kabupaten/kota dan propinsi
9. Memiliki Nomor Wajib Pajak (NPWP) yang
    disertakan fotokopinya sebagai lampiran dalam
    proposal
10. Memiliki tabungan giro atas nama koperasi yang
    bersangkutan yang disertai dalam proposal
11. Surat pernyataan dari pengurus (ketua,
    sekretaris     dan    bendahara)   bahwa     akan
    melaksanakan program bantuan perkuatan dengan
    sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab
12. Susunan pengurus diketahui oleh Kepala Dinas
13. Kontribusi dan dukungan terhadap program dari
    pemerintah kabupaten/kota dan propinsi
14. Pernyataan tanggung jawab Pemda dalam
    pembinaan dan pengawasan dari pemerintah
    kabupaten/kota atau propinsi
15. Detail desain dan RAB akan program tersebut
16. Neraca rugi/laba
17. Ketersediaan tenaga pengelola
                                                368




Proposal yang telah dilengkapi dengan persyaratan
tersebut dapat dikirimkan ke KKUKM dengan alamat
di atas.

Perlu   diperhatikan   bahwa,  terhitung  sejak
dikeluarkannya     Peraturan  Menkeu     Nomor
99/PMK.05/2008 tanggal 7 Juli 2008 maka KKUKM
tidak lagi menjalankan fungsi sebagai penyalur dana
bergulir. Pada tahun anggaran ini KKUKM hanya
melakukan fungsi monitoring dan evaluasi. Dana
Bantuan Perkuatan APBN yang selama ini digunakan
untuk memberikan bantuan pembangunan PLTMH
tidak lagi diberikan kepada KKUKM. Fungsi penyalur
dana dilakukan oleh Lembaga Penyalur Dana Bergulir
(LPDB).
                                                             369




                         63. Kementerian Negara
              Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT)
Tentang PDT   Kementerian Negara PDT mempunyai tugas
              membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan
              dan koordinasi di bidang Pembangunan Daerah
              Tertinggal. Tugas dan fungsi tersebut secara rinci
              adalah:
               Perumusan    kebijakan    nasional   di  bidang
                Pembangunan Daerah Tertinggal
               Koordinasi pelaksanaan kebijakan di bidang
                Pembangunan Daerah Tertinggal
               Pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang
                menjadi tanggung jawabnya
               Pengawasan atas pelaksanaan tugasnya
               Penyampaian laporan hasil evaluasi, saran dan
                pertimbangan di bidang tugas dan fungsinya
                kepada Presiden.

              Visi Kementerian Negara PDT adalah terwujudnya
              daerah tertinggal sebagai daerah yang maju dan
              setaraf dengan daerah lain di Indonesia. Visi
              tersebut dibuat dengan berlandaskan pada
              kenyataan bahwa masih banyak daerah yang
              tertinggal.

              Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi
              Kementerian Negara PDT adalah:
               Mengembangkan     perekonomian   lokal   melalui
                pemanfaatan sumber daya lokal (sumber daya
                manusia dan kelembagaan) melalui partisipasi
                semua pemangku kepentingan (stakeholders) yang
                ada.
               Memberdayakan masyarakat melalui peningkatan
                akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan
                dan kesehatan, penciptaan lapangan kerja,
                peningkatan akses modal usaha, teknologi, pasar,
                                                                             370




                             informasi.
                            Meningkatkan kapasitas kelembagaan pemerintah
                             daerah dan masyarakat.
                            Memutuskan keterisolasian daerah tertinggal
                             melalui peningkatan sarana dan prasarana
                             komunikasi dan transportasi sehingga memiliki
                             keterkaitan dengan daerah lainnya.
                            Mengembangkan daerah perbatasan sebagai
                             beranda negara kesatuan RI melalui pengembangan
                             pusat pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya
                             alam dan pengembangan sektor-sektor unggulan.
                            Mempercepat rehabilitas dan pemulihan daerah-
                             daerah paska bencana alam dan paska konflik serta
                             mitigasi bencana.

                           Pembangunan daerah tertinggal bertujukan untuk
                           memberdayakan masyarakat yang terbelakang agar
                           terpenuhi hak dasarnya sehinga dapat menjalankan
                           aktifitasnya    untuk  berperan    aktif   dalam
                           pembangunan yang setara dengan masyarakat
                           Indonesia lainnya.

Alamat / Contact Address      Kantor Kementerian Negara Pembangunan Daerah
                                                                      Tertinggal
                                       Deputi Sumber Daya Mineral dan Energi
                                Jl. Abdul Muis 7, Lantai 6, Jakarta Pusat 10110
                                                                      Indonesia
                                                            Telp.: 021-3500334
                                                             Fax : 021-3521501
                                       Website: http://www.kemenegpdt.go.id

Bidang Garapan / Program   Fungsi Kementerian Negara PDT pada awalnya hanya
                           sebagai koordinator dan fasilitator, namun sejak
                           tahun 2005 fungsi tersebut ditambahkan juga
                           dengan pengadaan infrastruktur. Kementerian
                           Negara PDT mulai ikut membangun mikrohidro pada
                           tahun 2006, yaitu sebanyak 2 unit. Tahun 2007
                                                 371




Kementerian Negara PDT juga membangun 7 unit,
tahun 2008 sebanyak 12 unit dan untuk tahun 2009
telah terpilih 24 unit. Masing-masing unit memiliki
kapasitas sekitar 10 KW. Lokasi pembangunan
PLTMH tersebut harus merupakan bagian dari 199
daerah tertinggal yang telah ditetapkan oleh
Kementerian Negara PDT.

Pengembangan energi mikrohidro di Kementerian
Negara PDT ditangani oleh tiga Deputi, yaitu:
1. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya
   Asdep Urusan Sumber Daya Mineral dan Energi
   menangani pengelolaan awal pembangunan PLTMH
   dengan cara menyediakan data potensi energi
   mikrohidro dan menghubungi Pemda terkait agar
   dapat     mengirimkan    proposal    pembangunan
   PLTMH. Data potensi energi mikrohidro tersebut
   didapat melalui pemetaan yang dilakukan oleh
   Kementerian Negara PDT sebelumnya. Asdep ini
   kemudian memberikan masukan kepada Asdep
   Urusan Infrastruktur Energi tentang lokasi-
   lokasi yang potensial melakukan pembangunan
   PLTMH.
2. Deputi Bidang Peningkatan Infrastruktur
   Berdasarkan masukan di atas, Asdep Urusan
   Infrastruktur Energi kemudian melakukan
   penentuan lokasi dan konfirmasi kepada Pemda
   terkait. Jika suatu lokasi sudah terpilih maka
   Asdep ini dapat melanjutkan proses pembangunan
   PLTMH. Asdep ini juga bertanggung jawab untuk
   memonitor dan mengevaluasi proyek PLTMH yang
   telah dilakukan.
3. Deputi Bidang Pengembangan Daerah Khusus
   Asdep Urusan Wilayah Perbatasan akan
   dilibatkan jika lokasi terpilih berada di wilayah
   perbatasan.
                                                                   372




Akses Pendanaan   Dana pembangunan PLTMH sepenuhnya diambil dari
                  APBN, dengan kontribusi sedikitnya 10% dari APBD.
                  Namun demikian, tidak menutup kemungkinan juga
                  adanya kerjasama dengan pihak swasta dalam hal
                  Kementerian Negara PDT menyediakan data awal
                  mengenai potensi mikrohidro dan pihak swasta
                  melakukan pembangunan PLTMH, jika APBN atau
                  APBD tidak mencukupi.
                  Setelah Asdep Sumber Daya Mineral dan Energi
                  memberikan masukan tentang potensi mikrohidro
                  maka dikirim surat ke Pemda terkait untuk
                  memastikan apakah potensi yang dimaksud memang
                  benar-benar ada atau tidak. Jika benar, maka Pemda
                  terkait diharapkan segera melakukan studi
                  kelayakan, dengan menggunakan dana pendamping
                  masing-masing, dan membuat proposal untuk
                  dikirimkan kepada Kementerian Negara PDT. Adanya
                  studi kelayakan dan proposal tersebut menjadi
                  indikator   kesiapan Pemda       dalam   melakukan
                  pembangunan PLTMH.

                  Proposal yang disetujui oleh Asdep Infrastruktur
                  Energi    kemudian      dimasukkan   dalam    DIPA
                  Kementerian Negara PDT untuk tahun anggaran
                  berikutnya. Penentuan pelaksana pembangunan
                  dilakukan melalui lelang. Pada bulan kedua setelah
                  proyek disetujui akan diadakan pengecekan
                  administratif ke lokasi. Setelah pembangunan selesai
                  maka PLTMH diserahkan kepada Organisasi
                  Masyarakat Sipil (OMS) setempat yang akan
                  bertanggung jawab dalam operasionalnya. Monitoring
                  dan evaluasi dilakukan setiap tahun. OMS
                  bertanggung jawab kepada Pemda untuk kemudian
                  dilaporkan kepada Asdep Infrastruktur Energi.
                  Pembiayaan didasarkan pada data potensi energi
                  mikrohidro yang dimiliki oleh Kementerian Negara
                  PDT. Pemda atau Dinas yang ada dalam daftar
                                             373




tersebut umumnya diinformasikan oleh Kementerian
Negara PDT secara resmi dan diminta untuk
mengkonfirmasi kebenaran data serta mengirimkan
proposal. Dengan demikian permohonan pembiayaan
tidak dibuka secara umum namun dapat dilakukan
tindakan pro aktif dari pihak Pemda.
                                                                                      374




           64. Leadership for Environment and Development
                                           (LEAD) Indonesia
Tentang LEAD          LEAD adalah lembaga nirlaba internasional dengan
                      tugas memberikan inspirasi kepemimpinan bagi dunia
                      yang berkesinambungan. Hal ini dilakukan dengan
                      cara       mencari      orang-orang       terkemuka,
                      mengembangkan potensi kepemimpinan mereka
                      melalui program pelatihan inovatif, dan bekerja
                      dengan mereka untuk memobilisasi yang lainnya.
                      Dengan demikian diharapkan tercipta perubahan
                      masa depan yang signifikan bagi bumi. LEAD melatih
                      pelaku bisnis, pegawai pemerintah, akademisi, LSM,
                      aktivis, akademisi dan profesional media.

                      Di Indonesia, LEAD didirikan oleh Yayasan Pembangunan Berkelanjutan
                      (YPB). Selama tahun 1992-2002, YPB memiliki satu program utama yang
                      mempromosikan pembangunan berkesinambungan melalui LEAD Associate
                      Training (LAT). Saat itu LAT didukung sepenuhnya oleh   Rockefeller
                      Foundation.   Dalam    perkembangannya,       untuk
                      mengimplementasikan program, YPB mendapat
                      dukungan dari berbagai macam lembaga, seperti
                      Ford Foundation, CIDA, Darwin Initiatives, UNIDO,
                      British Embassy, LEAD International, dan lainnya.

                      Visi LEAD Indonesia adalah menjadi pusat pemimpin
                      bagi berbagai penyangga kepentingan untuk
                      pembangunan berkesinambungan di Indonesia.
                      Sementara        misinya      adalah    mengenalkan
                      kepemimpinan      dan    pola    pembangunan   yang
                      mengintegrasikan kesinambungan ekonomi, sosial dan
                      lingkungan hidup melalui pelatihan, penelitian dan
                      pembagian pengetahuan. LEAD Indonesia memiliki
                      pendekatan yang unik:
                       Dialog antar sektor
                       Studi kasus sebagai alat analisa
                       Penyediaan alat-alat aplikasi
                                                                                                375




Alamat / Contact Address                                                     LEAD Indonesia
                                         Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB)
                                                  Jl. BDN II No 35 Jakarta 12430
                                                                          Indonesia
                                                  Telp.: 021-769 5491 / 758 16941
                                                              Fax : 021-758 16938
                                                             Email : lead@lead.or.id
                                                  Website : http://www.lead.or.id/
                           Atau
                                                              LEAD International
                                     Sundial House, 114 Kensington High Street
                                                              London W8 4NP, UK
                                                     Telp.: +44 (0) 20 7938 8716
                                   Email : Senior Program Manager: Trevor Rees-
                                                              trevor@lead.org
                                                 Website : http://www.lead.org
Bidang Garapan / Program   Pada tahun 2007–2011, fokus strategi LEAD
                           Indonesia adalah:
                            Keamanan pangan
                            Pemenuhan air
                            Industri bahan baku
                            Konversi penggunaan tanah
                            Perubahan iklim

                           Fokus tersebut dituangkan dalam tiga aktivitas
                           utama, yaitu:
                           1. LEADing by Sharing
                           Kegiatan ini mencakup pelatihan, konsultasi dan
                           wacana publik. Seluruh aktivitas ditujukan untuk
                           membangun pemahaman tentang pembangunan yang
                           berkesinambungan, kapasitas di bidang ekologi,
                           kepemimpinan dan dialog pemecahan masalah,
                           latihan,    kunjungan      lapangan,     magang,
                           mengembangkan proyek dan memformulasikan road
                           map.
                           2. LEADing by Knowledge
                           Aktivitas ini mencakup penelitian yang terdiri dari pembangunan data-base
                           bagi kebijakan publik, dokumentasi studi kasus sebagai alat analisa dalam
                                                                      376




pelatihan, analisa data sebagai referensi dalam merancang aktivitas baru.
3. LEADing by Strategic Partnership
Aktivitas ini merupakan upaya YPB dalam mendukung
implementasi pembangunan yang berkesinambungan
agar lebih berkembang, dan untuk meraih lebih
banyak pihak serta memberikan keuntungan yang
lebih luas. Melalui dukungan yang menggali kolaborasi
di antara institusi yang relevan ini, akan tersedia
akses bagi para tenaga ahli dan sumber pembiayaan.
Salah satu upaya YPB tersebut adalah penyediaan
listrik pedesaan di Desa Palanggaran, Jawa Barat
bagi pembangunan masyarakat dan konservasi taman
nasional. Upaya ini dilakukan bersama LEAD
Internasional, Yayasan Ibeka dan masyarakat Desa
Palanggaran.

Untuk mengembangkan aktivitas-aktivitasnya, ke
depannya YPB akan melakukan kolaborasi dengan
berbagai institusi, termasuk kelompok bisnis. Proyek
yang saat ini dikerjakan oleh LEAD Indonesia
adalah:
 LEAD Associate Training (LAT), berusaha untuk
  memfasilitasi pengetahuan kolektif, berbagi
  keahlian dan pengalaman dari seluruh mid-
  profesional yang datang dari berbagai latar
  belakang (pemerintah, sektor swasta, intitusi
  akademis, LSM dan media massa). Secara teratur,
  LEAD Indonesia merekrut LEAD Associate
  mengikuti LAT untuk membangun pemahaman akan
  pentingnya kepemimpinan bagi pembangunan yang
  berkesinambungan, dan untuk mengadaptasi
  pembangunan berkesinambungan di organisasi
  masing-masing       partisipan   LAT.     Setelah
  menyelesaikan pelatihan, partisipan menjadi LAT
  Fellow.
 Bridging Leadership Program (BLP), bertujuan
   untuk         meningkatkan             kapasitas          pemimpin
                                                                     377




                    masyarakat yang potensial di tingkat kabupaten
                    melalui pengetahuan pada paradigma pembangunan
                    yang berkesinambungan, keterampilan memimpin,
                    metode mobilisasi sumber daya, dan rencana
                    strategis pembangunan jangka panjang.
                   Developing Sustainable Business (DSB), bertujuan
                    untuk mengenalkan skema pembangunan yang
                    berkesinambungan kepada komunitas bisnis,
                    menggunakan AtKisson Compass, yaitu alat
                    aplikasi yang mudah diadaptasi oleh sektor swasta
                    ke dalam strategi bisnisnya.
                   Promoting       Leadership       for    Integrated
                    Development        (PLID),      dirancang    untuk
                    meningkatkan pemahaman pembuat keputusan
                    publik kunci di tingkat kabupaten akan pentingnya
                    pembangunan        yang      terintegrasi    untuk
                    mengamankan masa depan yang berkesinambungan
                    dengan memperhitungkan kelangsungan hidup
                    ekonomi,     keadilan      social,   kesinambungan
                    lingkungan hidup dan pertumbuhan serta
                    pembangunan yang baik.

Akses Pendanaan   LAT diikuti oleh tingkat karir menengah dari
                  berbagai sektor pemerintah (untuk isu kebijakan),
                  sektor swasta (untuk tekhnologi baru), LSM (untuk
                  inisiatif dan keterlibatan publik), institusi akademis
                  (untuk temuannya sebagai dasar bagi kebijakan dan
                  peningkatan tekhnologi), dan media (untuk program
                  keasadaran publiknya), yang memiliki visi membawa
                  perubahan. Keterlibatan atau keahlian di bidang
                  energi dan perubahan iklim merupakan keuntungan.
                  Setiap peserta harus membayar sejumlah uang
                  untuk dapat mengikuti program ini.

                  Bridging Leadership Program (BLP)
                  Setiap angkatan akan direkrut 30 pemimpin
                  masyarakat potensial dari berbagai latar belakang.
                                                378




Para pemimpin masyarakat tersebut akan dilibatkan
selama satu tahun untuk mempelajari kerangka
konsep pembangunan yang berkesinambungan dalam
kehidupan sehari-hari.

Developing Sustainable Business (DSB)
Pada tahap pertama, LEAD Indonesia menjalin
kerjasama dengan perusahaan pertambangan,
perkembunan dan pembangkit listrik. Pada tahap
berikutnya,  LEAD    Indonesia  akan    menjalin
kerjasama dengan perusahaan manufaktur, jasa dan
pertambangan swasta.
Promoting Leadership for Integrated Development
(PLID)
Program ini didukung oleh Ford Foundation dengan
dana hibah untuk mengembangkan kurikulum, studi
kasus kebijakan, modul, fasilitator dan materi
promosi. Pada tahun 2008, LEAD Indonesia
menerima Special Opportunity Investment Fund
(SOIF) dari LEAD International.
Pihak-pihak yang berminat untuk mengikuti program
terkait atau mengajukan kerjasama dengan LEAD
Indonesia dapat menghubungi alamat di atas atau:
 Untuk informasi lebih lanjut mengenai program
  LAT dapat email inquiry@lead.or.id atau telp Tari
  Menayang atau Lisa Savitri di 021-769 5491 /
  758-16941
 Untuk informasi lebih lanjut mengenai BLP di NAD
  dapat menghubungi Catharina Any Sulistyowati
  (Project Coordinator), email anyapd@gmail.com
 Untuk menjadi mitra program DSB dapat
  meghubungi Gita Meidita (Program Officer), email
  gmeidita@lead.or.id atau telp 021-758 16938
 Untuk mengadakan pelatihan PLID di kabupatennya
  dapat menghubungi Bayu Ludvianto (Project
  Coordinator), email stargazer6600@yahoo.com
                                                                           379




                                              65. Mac Arthur Foundation
Tentang Mac Arthur
                           The John D. and Catherine T. Mac Arthur
                           Foundation adalah organisasi penyedia dana swasta
                           dan independen. Lembaga Mac Arthur didirikan pada
                           tahun 1978 oleh John D. Mac Arthur (1897-1978)
                           yang mempunyai perusahaan perbankan dan bisnis-
                           bisnis lain di Florida dan New York. Istrinya,
                           Catherine (1909-1981) menggantikan posisinya dalam
                           beberapa perusahaan dan menjadi direktur dalam
                           Mac Arthur Foundation. Lembaga ini mendukung
                           pluralitas di seluruh jenjang profesi institusinya,
                           baik dalam hal perbedaan gender, ras, etnis,
                           nasionalitas,   kepercayaan,   orientasi   seksual,
                           kemampuan fisik, latar belakang pendidikan maupun
                           pengalaman kerja.

                           Mac Arthur Foundation bertujuan untuk mendorong
                           masyarakat dan individu dalam memperbaiki kondisi
                           kehidupannya, menciptakan perdamaian suatu bangsa
                           dan antar bangsa, mendukung pilihan yang
                           bertanggungjawab atas reproduksi manusia serta
                           ikut menjaga ekosistem global untuk kepentingan
                           kesehatan manusia. Tujuan tersebut dapat diraih
                           dengan memberi dukungan terhadap kegiatan-
                           kegiatan   penelitian,   kebijakan    pembangunan,
                           penerangan, pendidikan, pelatihan dan praktek.
Alamat / Contact Address       Office of Grants Management, 140 S. Dearborn
                                              Street, Chicago, IL 60603, USA;
                              Phone : (312) 726.8000 ; Fax. : (312) 920.6258
                             Admiralty II Building, 4400 PGA Boulevard, Suite
                                                     900, Palm Beach Gardens;
                                                               FL 33410, USA;
                                Phone : (561) 624.4900; Fax. : (561) 624.4932
                                                E-mail : answers@macfdn.org
Bidang Garapan / Program
                           Lembaga Mac Arthur menyediakan dana untuk
                           kegiatan-kegiatan yang digolongkan dalam 2 program
                                                                   380




                  besar sebagai berikut:

                     1. Pembangunan manusia dan masyarakat, yang
                        bertujuan untuk mendukung kesehatan
                        individu dan terciptanya masyarakat yang
                        efektif. Kesehatan individu dimaksudkan
                        sebagai    kesehatan   fisik   dan  mental.
                        Sementara masyarakat yang efektif diartikan
                        lebih dari sekedar tempat yang nyaman untuk
                        hidup, tetapi juga memiliki jaringan relasi
                        yang baik antar warga yang dilembagakan.
                        Agar menjadi efektif, suatu masyarakat
                        harus menghilangkan diskriminasi yang ada,
                        baik ketidakadilan dalam hal kekuasaan,
                        pendapatan         maupun       kesempatan.




                     2. ‗Keselamatan    dan     kelangsungan  global‘.
                        Termasuk dalam kategori ini adalah persoalan
                        lingkungan hidup, sumber daya alam serta hal-
                        hal yang berkaitan dengan keselamatan dan
                        kelangsungan global lainnya.

                  Selain program-program tersebut, lembaga ini juga
                  menyediakan dana bagi pengembangan gagasan-
                  gagasan baru dalam bidang kemanusiaan dan
                  kemasyarakatan, serta proyek-proyek media, di
                  samping juga memiliki program beasiswa.
Akses Pendanaan
                  Lembaga Mac Arthur menerima permohonan dana
                  untuk dipertimbangkan, dengan mencantumkan
                  berbagai aspek informasi tentang kegiatan yang
                  diusulkan,   serta  tentang   organisasi  yang
                  mengusulkan.
                                                                 381




                          66. Mercy Corps International
                                                  (MCI)
Tentang MCI
              Mercy Corps International (MCI) adalah sebuah
              organisasi nirlaba, non-pemerintah yang bertujuan
              untuk memfasilitasi masyarakat marjinal melalui
              program pengembangan menuju masyarakat yang
              aman, produktif dan adil. MCI adalah sebuah
              organisasi internasional yang berkomitmen untuk
              meringankan     penderitaan    masyarakat      miskin
              sekaligus memberikan solusi terbaik dalam mengatasi
              masalah sosial tersebut. MCI membutuhkan mitra
              yang dapat mengembangkan pelayanan kepada
              masyarakat rentan dan marjinal. Masyarakat rentan
              yang dimaksud di antaranya adalah rumah tangga
              yang memiliki pendapatan di bawah upah minimum,
              kepala keluarga perempuan, balita dan lanjut usia.

              Sejak 1979, organisasi ini telah bekerja di lebih dari
              68 negara. Untuk meringankan beban penderitaan
              masyarakat miskin, pada tahun 1999 organisasi ini
              menyediakan    makanan,      perumahan,     pelayanan
              kesehatan dan program pengembangan ekonomi bagi
              lebih dari 3 juta orang dari 24 negara, serta
              mengirimkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk
              makanan dan barang-barang untuk 8 negara lainnya.

              MCI memulai kegiatannya di Indonesia sejak
              Pebruari 1999. Sejak Oktober 1999, MCI memulai
              program penyaluran bantuan dana hibah yang didanai
              oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat. Dana
              hibah tersebut disalurkan untuk membiayai program-
              program     peningkatan     kondisi  perekonomian
              masyarakat marjinal serta program peningkatan
              status kesehatan bagi masyarakat. MCI juga
              mendukung     pembiayaan     program   peningkatan
              kapasitas lembaga-lembaga swadaya masyarakat.
                                                                            382




Alamat / Contact Address                                Mercy Corps Indonesia
                                               Jl. Kemang Selatan I/3, Bangka
                                                       Jakarta Selatan 12730
                                                                     Indonesia
                                                         Telp. : 021-719-4948
                                                       Fax. : 021-7179-0703
                                              E-mail : nfo@id.mercycorps.org
                                   Website : http://indonesia.mercycorps.org/
                           Atau
                           Microfinance Innovation Center for Resources and
                                                         Alternatives (MICRA)
                                                    c/o Mercy Corps Indonesia
                                               Jl. Kemang Selatan I/3, Bangka
                                                        Jakarta Selatan 12730
                                                                      Indonesia
                                                           Telp.: 021-719 4948
                                                          Fax : 021-717 90907
                                               Email : info@id.mercycorps.org
                                   Website : http://indonesia.mercycorps.org/

Bidang Garapan / Program   Program Mercy Corps saat ini menekankan
                           perkembangan ekonomi yang berkesinambungan
                           melalui pelatihan kemampuan dan program usaha
                           pengembangan diri; dan melalui perbaikan situasi
                           kehidupan masyarakat rentan krisis, khususnya
                           dengan fokus terhadap kesehatan, gizi dan
                           lingkungan bersih bagi masyarakat kurang mampu.
                           Program Mercy Corps Indonesia tengah dilaksanakan
                           di daerah-daerah Jakarta dan sekitarnya, beberapa
                           daerah di Jawa, Sumatra Barat disamping Riau,
                           Bengkulu dan Lampung selain kepulauan Maluku, yaitu
                           Ambon, Kep. Haruku dan Seram. Program bantuan
                           juga diberikan kepada daerah yang terkena dampak
                           bencana alam sebagai bagian dari upaya pemulihan.
                           Program-progam Mercy Corps di Indonesia meliputi:

                           Program Urban (Perkotaan)
                                                 383




Program ini terfokus pada pencarian jalan dalam
meningkatkan kehidupan di urban Jakarta, dengan
topik-topik kunci yaitu: peningkatan gizi dan
kesehatan anak balita dan menanggapi permasalahan
lingkungan hidup (contoh: air dan sanitasi,
pengaturan sampah dan kesempatan ekonomi), yang
terkait dengan layanan infrastruktur dalam
kemitraan dengan berbagai pihak sambil mencari
solusi nyata dan mengembangkan kesempatan
ekonomi.

Program Sekolah Sehat (HSP)
Program yang didanai bersama oleh Departemen
Pertanian Amerika Serikat (USDA) dan Starbucks-
ETHOS water ini bertujuan untuk memerangi
penyakit anemia, cacingan dan infeksi parasitis
lainnya, disamping meningkatkan pendidikan anak,
orangtua dan guru mengenai kesehatan, gizi dan
kebersihan.

Program Pemulihan Aceh
Mecy Corps Indonesia telah beroperasi di Aceh
sejak tanggal 28 Desember 2004 dengan
menjalankan berbagai program senilai kurang lebih
$21 juta melalui program tunai untuk kerja (Cash for
Work),    program-program      dukungan    terhadap
kepulangan dan pemulihan setiap desa, rehabilitasi
penghidupan, akses keuangan dan revitalisasi sosial.

Program Pemulihan Ekonomi Maluku (MERP)
Dengan bantuan dari European Commission (EC) dan
New Zealand Aid, Mercy Corps menerapkan sebuah
proyek selama dua tahun untuk mendukung
reintegrasi dari 10,000 keluarga di 40 desa di 7
kecamatan di pulau Seram, Ambon dan kepulauan
Lease melalui dukungan intensif untuk pemulihan
ekonomi dan resolusi damai persengketaan. Target
                                                384




utama adalah masyarakat yang pulang, masyarakat
pendatang, setempat dan tuan rumah.

Yayasan   Microfinance Innovation     Center   for
Resources and Alternatives (MICRA)
Pada awal 2005, IFC PENSA dan Mercy Corps
bersama meluncurkan Proyek Perdana Hubungan
Komersil Keuangan Mikro. Proyek perdana yang
terlaksana di bawah pengelolaan Mercy Corps ini
meliputi: pengembangan, pengkajian dan penerapan
sebuah alat pengukur untuk lembaga keuangan mikro
di Indonesia; penyediaan garansi modal untuk LKI
yang disarankan melalui proses pengukuran dan
penyediaan layanan teknis untuk LKM yang terlibat
untuk menambah kapasitas mereka dan mengurangi
risiko pembayaran kembali mereka.

Dalam      menjawab       kebutuhan    pasar    dan
kemampuannya       dalam    menanggapi    kebutuhan
tersebut, Mercy Corps telah mengembangkan konsep
Pusat Terobosan Keuangan Mikro Untuk Sumber
daya dan Alternatif atau dalam bahasa Inggris,
MICRA. MICRA akan mengambil alih dan
mengembangkan kegiatan dengan proyek perdana
Indonesia meliputi unit-unit operasionalnya sebagai
berikut:
 Pengukuran dan Penilaian
 Bantuan teknis (baik untuk MFI dan penyedia
  bantuan teknis lainnya)
 Riset dan Terobosan
 Pengembangan Jaringan
 Layanan Keuangan

MICRA dibayangkan sebagai sebuah fasilitator pasar
yang menciptakan sinergi antara penyedia bantuan
teknis baik untuk industri ini, maupun pemegang
kepentingan nasional dan internasional seperti
                                                                   385




                  industri perbankan, pemerintah, penanam modal
                  sosial dan donor.

                  Tujuan keuangan bagi MICRA adalah untuk menjadi
                  lembaga waralaba sepenuhnya yang mengijinkan
                  mitra penyandang dana utama menarik diri dari
                  peran mereka sebagai donor. Setiap unit akan
                  diperlakukan sebagai sebuah cost-center dan
                  diharapkan untuk menutup bagiannya sendiri untuk
                  pengeluaran administratif dengan basis alokasi
                  pengeluaran, berdasarkan jumlah staf setiap unitnya.
                  Kegiatan MICRA akan dinilai dari peluncurannya
                  untuk menutupi pengeluaran dan diharapkan
                  membawa pemasukan untuk mempertahankan pusat
                  ini dan kegiatannya, yang pada akhirnya berubah
                  menjadi lembaga waralaba. Klien untuk layanan ini di
                  antaranya termasuk: lembaga keuangan mikro,
                  lembaga donor, penanam modal sosial internasional,
                  pemerintah, dan industri perbankan.


Akses Pendanaan   Secara umum Mercy Corps memberikan bantuan
                  dalam bentuk hibah, bantuan teknis, pelatihan
                  kemampuan dan pengembangan diri.
                  Lembaga-lembaga       swadaya    masyarakat    yang
                  berminat dapat mengajukan permohonan bantuan
                  dana dengan membuat proposal proyek sesuai dengan
                  format yang telah disediakan dalam website dengan
                  alamat di atas. Setiap proposal harus mencantumkan
                  latar belakang organisasi, pengalaman, dan uraian
                  kegiatan dengan staf pendukungnya, rincian anggaran
                  serta hasil yang diharapkan.
                                                                              386




                      67. the Margaret McNamara Memorial Fund
                                                      (MMMF)
Tentang MMMF
                           The MMMF adalah suatu lembaga nir-laba yang
                           didirikan pada tahun 1981 dan berbasis di
                           Washington      DC,    Amerika    Serikat,   untuk
                           menghormati      dan mengenang     Margaret Craig
                           McNamara, istri Robert S McNamara, presiden
                           Bank Dunia pada tahun 1968-1981. Dana dari MMMF
                           diafiliasikan dengan the World Bank Family Network
                           (WBFN) dan dikelola oleh para staff yang bekerja
                           secara sukarela. Dewan Direktor MMMF membuat
                           kebijakan dan mencari dana; Komite Penyeleksian
                           memproses aplikasi, dan Panel Penyeleksian memilih
                           calon-calon penerima dan hibah.

                           Setiap tahun, the MMMF memberikan hibah ke para
                           wanita dari Negara berkembang yang sedang
                           mengambil kuliah pasca sarjana di Amerika Serikat
                           dan Kanada yang mempunyai dedikasi untuk bekerja
                           bagi kepentingan wanita dan anak-anak di Negara
                           berkembang. Sejak tahun 1983 sampai dengan
                           dituliskannya buku ini, the MMMF telah memberikan
                           hibah tidak kurang dari 114 wanita pemohon hibah
                           yang berasal dari 53 negara.
Alamat / Contact Address
                                             The Margaret McNamara Memorial Fund
                                                        World Bank Family Network
                                                   1818 H Street, NW, MSN H2-204
                                                           Washington, DC 20433

                                          Tel: 202-473-8751; Fax: 202-522-3142
                                                    Email: MMMF@worldbank.org
                                                            Web: www.wbfn.org
Bidang Garapan / Program
                           Mandat MMMF adalah untuk memberikan hibah dana
                           ke wanita-wanita dari Negara berkembang yang
                           sedang sekolah pasca sarjana di Amerika Serikat
                           dan Kanada dan bekerja bagi kepentingan wanita dan
                           anak-anak di Negara berkembang, dan harus
                                                             387




                  merencanakan kembali ke Negaranya seusai
                  sekolahnya.

Akses Pendanaan   Untuk mengajukan proposal bantuan pendanaan,
                  pemohon harus berusia paling sedikit 25 tahun,
                  harus menunjukkan komitmen untuk bekerja bagi
                  kepentingan wanita dan anak-anak di Negara
                  berkembang, dan harus merencanakan kembali ke
                  Negara asalnya dalam waktu dua tahun setelah
                  menerima beasiswa.
                                                               388




              68. Nurani Dunia Foundation / Yayasan Nurani Dunia
                                                          (YND)

Tentang YND
              Nurani Dunia didirikan sebagai respon terhadap
              terjadinya konflik antar agama yang terjadi di
              Maluku pada bulan Januari 1999. Situasi di Maluku
              tersebut telah memotivasi sejumlah jurnalis,
              akademisi dan para ahli pembangunan untuk
              mengunjungi wilayah tersebut sehingga mereka
              dapat melihat langsung kondisi masyarakat yang
              menjadi korban konflik tersebut. Perjalanan ke
              Maluku yang dilakukan pada tanggal 25 – 29 Maret
              1999 , para anggota tim berkesimpulan bahwa
              ditengah keanekaragaman yang ada, adalah sangat
              penting dari segi kemanusiaan untuk mengembalikan
              situasi masyarakat yang ada dari bercerai berai ke
              kebersamaan dan penuh cinta kasih.

              Nurani Dunia percaya bahwa kegiatan kemanusiaan
              yang melibatkan semua pihak yang bertikai tanpa
              memandang suku, agama, ras dan budaya dapat
              membangun kembali kepercayaan antar kelompok dan
              akan mendorong kelekatan masyarakat.

              Ditengah situasi konflik dan bencana yang telah
              menyebabkan banyak orang terpaksa harus
              meninggalkan kampung halamannya, orang-orang ini
              harus diberi kesempatan untuk membangun
              kehidupannya kembali dan merencanakan masa
              depannya walaupun masih dalam situasi yang belum
              normal. Nurani Dunia menyadari bahwa partisipasi
              masyarakat luas dalam memberikan layanan bantuan
              untuk menghubungkan para anggota kelompok
              masyarakat    dan   menanam    rasa    solidaritas
              kemanusiaan, membangun kembali kepercayaan yang
              telah hilang.

              Nurani Dunia percaya bahwa di dalam wilayah
              konflik, pembangunan yang bersifat partisipatif akan
                                                                               389




                           memberikan suatu sarana untuk mengobati luka
                           psikis yang diakibatkan dari konflik. Nurani dunia
                           telah menetapkan untuk focus pada pembangunan
                           masyarakat dan membangun perdamaian, dengan
                           penekanan khusus pada rekontruksi sekolah-sekolah
                           umum yang rusak di daerah konflik dan perbaikan
                           sekolah-sekolah yang rusak di daerah-daerah yang
                           masyarakatnya miskin.

                           Kerjasama ini merupakan simbul kepedulian dan
                           saling bantu antar kelompok serta saling berbagi
                           tanggung jawab.       Untuk alas an ini,      dalam
                           mengimplementasikan program pembangunan kembali
                           sekolah-sekolah,    Nurani    Dunia   menempatkan
                           prioritas yang tinggi pentingnya proses partisipatif
                           atau pendekatan ―bottom up‖ yang memungkinkan
                           kelompok-kelompok yang bertikai dapat berinteraksi
                           kembali. Pendekatan ini merupakan salah satu
                           pendekatan untuk membantu membangun kembali
                           masyarakat yang majemuk.
                           Dengan motto ―People to People Aid‖ atau ― Dari Kita
                           Untuk Sesama‖ , Nurani Dunia mengajak masyarakat
                           untuk bersama-sama melalui suatu jaringan
                           kerjasama antar organisasi yang terdiri dari
                           lembaga-lembaga non pemerintah (NGO), kelompok-
                           kelompok   mahasiswa,    dan    kelompok-kelompok
                           masyarakat   untuk    memberikan      bantuan     ke
                           masyarakat yang memerlukan.

Alamat / Contact Address                                 Jl. Proklamasi No. 37,
                                               Jakarta Pusat 10320, Indonesia
                                Tel. (+6221) 391-3768 / Fax. (+6221) 3910-579
                                                      http://www.nuranidunia.or.id/

Bidang Garapan / Program
                           VISI

                           Sebagai suatu lembaga nir laba, Yayasan Nurani
                           Dunia bekerja dengan suatu visi untuk bertindak
                                                390




cepat dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke para
korban bencana alam dan social dengan berdasarkan
pada prinsip-prinsip non-partisan, transparansi,
independen, dan professional dengan tujuan untuk
mengembalikan kehidupan para korban bencana ke
kehudupan yang normal.

MISSION

   1. Melakukan identifikasi para korban bencana
      alam dan social yang ada di Indonesia.

   2. Melakukan tindakan emergensi penyaluran
      program-program        kemanusiaan     dan
      pembangunan kembali masyarakat untuk saling
      percaya,   membangun      kebersamaan  dan
      kedamaian di daerah konflik.

   3. Menanam partisipasi masyarakat mulai dari
      individu-individu, kelompok dan lembaga dalam
      upaya untuk memulihkan daerah yang terkena
      bencana serta untuk membangun kembali
      tanggung jawab masyarakat.

   4. Bekerjasama dengan organisasi-organisasi dan
      masyarakat local untuk mempromosikan dan
      memfasilitasi interaksi kesehariannya dalam
      rangka mewujudkan suatu kesadaran yang
      lebih luas dari anggota masyarakat tentang
      pentingnya pendidikan sebagai kebutuhan
      bersama.

   5. Melakukan monitoring dan evaluasi proyek-
      proyek bantuan yang diberikan oleh Yayasan
      Nurani Dunia.
Programs
Yayasan Nurani Dunia didirikan dengan tujuan untuk
membantu sesame telah melakukan banyak kegiatan
                                                                391




                  membangun para korban bencana.          Disamping
                  memberikan dana bantuan, Yayasan Nurani Dunia
                  juga mempunyai program-program yang didesain
                  untuk   memberdayakan     masyarakat     sehingga
                  masyarakat yang terkena dampak dari bencana itu
                  dapat pulih kembali.     Yayasan Nurani Dunia
                  mempunyai program dan kegiatan yang meliputi:

                          1. Program      pengelolaan     emergensi
                             (bencana alam, bencana social).

                          2. Pembangunan       masyarakat     yang
                             terintegrasi.

                          3. Pembangunan di sector pendidikan
                             (pembangunan kembali sekolah yang
                             rusak, pemberian beasiswa, peningkatan
                             kapasitas, kampanye perdamaian).

                          4. Kesehatan    (Kesadaran     kesehatan
                             masyarakat-Pemberdayaan      ekonomi,
                             Manajemen bencana).

                          5. Kampanye Kesadaran Umum.

                          6. Program-program Aceh.
Akses Pendanaan   Untuk mengajukan proposal bantuan pendanaan,
                  pemohon dapat menghubungi langsung ke alamat
                  YND di atas.
                                                                   392




                       69. Oxfam Great Britain Indonesia
Tentang Oxfarm
                 Oxfam Great Britain adalah lembaga swasta
                 penyedia dana dari Inggeris. Lembaga ini berawal
                 dari gerakan amal skala kecil untuk membantu orang
                 yang kelaparan dengan nama Komite Oxford untuk
                 Bantuan Kelaparan. Pada tahun 1942, selama Perang
                 Dunia II, Yunani diduduki oleh NAZI. Sekutu
                 melakukan blokade, sehingga rakyat kekurangan
                 makanan, obat-obatan dan akibatnya banyak orang
                 yang mati di jalanan. Komite itu mendapatkan
                 sumbangan untuk membantu Yunani pada tahun 1943.
                 Namun setelah perang berakhir, Oxfam memutuskan
                 untuk tetap membantu penderitaan akibat perang --
                 atau karena sebab lain -- dan mulai membuka toko
                 amalnya yang pertama di Broad Street, Oxford.

                 Tahun 1960 dana amal Oxfam semakin bertambah,
                 orientasi kerjanya pun berubah. Sumbangan lembaga
                 ini mulai diarahkan pada masyarakat miskin di negara
                 dunia ketiga. Selama kelaparan di Bihar, India (1966-
                 1967) Oxfam mengirim beberapa sukarelawan, dan
                 mulai menolong masyarakatnya agar mandiri, dapat
                 memperbaiki       sistem pengairan, pertanian dan
                 kesehatan mereka.

                 Pada tahun 1970 jaringan bisnis toko Oxfam
                 berkembang pesat dan menjadi salah satu sumber
                 dana utama bagi lembaga amalnya. Di kemudian hari,
                 berdirilah lembaga-lembaga Oxfam di Amerika
                 Serikat, Canada, Quebec, Australia, Belgia, Hong
                 Kong, Irlandia dan Inggeris yang masing-masing
                 berdiri sendiri tetapi diikat dengan jaringan Oxfam
                 internasional.

                 Visi dan misi Oxfam adalah mengusahakan
                 masyarakat yang terbebas dari kemiskinan,
                                                                                393




                           kesusahan dan penderitaan dengan cara membantu
                           mengatasinya. Oxfam memimpikan agar seluruh
                           masyarakat mendapatkan makanan yang cukup,
                           tempat tinggal, prasarana bagi kelangsungan hidup,
                           memperoleh pendidikan dasar dan perawatan
                           kesehatan, penghargaan atas hak asasi manusia,
                           bebas menjalankan agama, menemukan cita-cita
                           mereka sendiri dan bebas dari konflik militer.
Alamat / Contact Address                    Oxfam Great Britain (GB) Indonesia
                                     Jl. Sulawesi No. 28 Sono, Sinduadi, Mlati,
                                                    Sleman, Yogyakarta 55284
                                                                    Indonesia
                                                          Telp.: 0274-881 181
                                                          Fax : 0274-882 730
                                  Website :http:// www.oxfam.org.uk/indonesia
                           Atau
                              Alamat Pusat: Oxfam Great Britain, 274 Banbury
                                                     Road, Oxford OX2 7DZ
                                                        UNITED KINGDOM;

Bidang Garapan / Program   Oxfam GB bekerja di semua tingkatan, dari global
                           hingga lokal, dengan pemerintah nasional dan
                           internasional, institusi global, masyarakat lokal, dan
                           individu, untuk memastikan bahwa hak setiap orang
                           terpenuhi dan terlindungi.
                           Oxfam GB bekerja secara langsung dengan
                           masyarakat dan mitra dalam area:
                           1. Meningkatkan mata pencarian buruh dan petani
                              kecil
                           2. Menyelamatkan         kehidupan     dengan       cara
                              menyalurkan bantuan kemanusiaan dan membantu
                              komunitas untuk bersiap-siap terhadap bencana
                              alam
                           3. Membantu        untuk     menajamkan       kebijakan
                              pemerintah dalam membantu masyarakat miskin
                              dan kelompok minoritas
                           4. Mempromosikan keseimbangan jender dalam
                                                                 394




                     seluruh programnya

                  Sejak tahun 1990an, fitur utama dari pekerjaan
                  Oxfam     GB    Indonesia    adalah    mendukung
                  pembangunan     pedesaan,     membantu      untuk
                  memberikan akses masyarakat miskin terhadap
                  perdagangan yang adil, mendukung organisasi
                  perempuan dan mengenalkan integrasi kesadaran
                  jender. Oxfam GB Indonesia juga mendukung
                  pembangunan kapasitas institusi LSM lokal untuk
                  menganalisa sebab-sebab kemiskinan dan untuk
                  menolong mereka mengintegrasikan advokasi ke
                  dalam pekerjaan mereka, dan memfasilitasi
                  pembentukan jaringan advokasi, lokal dan nasional.
                  Oxfam juga melanjutkan pekerjaan kemanusiaannya
                  dengan merespon bencana alam dan juga menyiapkan
                  pemerintah dan masyarakat untuk meresponnya.

                  Secara khusus, saat ini Oxfam GB Indonesia
                  mempunyai beberapa program kerja, yaitu:
                  1. Mengembangkan     hak    dasar    perekonomian
                     masyarakat termasuk akses dan kontrolnya
                     terhadap sumber daya alam di Flores, Maluku,
                     Timor dan Sumba
                  2. Pengenalan dan pengembangan pertanian organik
                     khususnya di Jawa
                  3. Program perempuan, dengan melakukan program
                     'engendering' yang difokuskan pada organisasi
                     dan program-program mitra Oxfam
                  4. Mendukung pengembangan dan peningkatan
                     kemampuan serta integritas LSM di Indonesia
                  5. Membantu produsen yang marginal untuk
                     mendapatkan akses dalam perdagangan yang adil


Akses Pendanaan   Oxfam GB Indonesia memberikan dukungan dalam
                  bentuk:
                                               395




- Pendanaan, meliputi bantuan proyek kecil dan
  dukungan program
- Sumber daya
- Dokumentasi/penelitian/informasi
- Jaringan internasional
- Lobi /advokasi
- Pelatihan
Organisasi-organisasi lokal yang berminat untuk
bekerjasama dapat mengajukan usulan program ke
alamat di atas. Apabila terdapat kesesuaian dengan
rencana strategis Oxfam, maka usulan akan dinilai
dan dipertimbangkan.
                                                                     396




         70. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi
                                        Ketenagalistrikan
                    dan Energi Baru Terbarukan (P3TKEBT)
Tentang P3TKEBT     Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi
                    Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan
                    (P3TKEBT) dahulu dikenal dengan nama Pusat
                    Penelitian dan Pengembangan Teknologi Energi dan
                    Ketenagalistrikan (P3TEK). Unit ini berada di bawah
                    Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan
                    Sumber      Daya    Mineral   (Balitbang    ESDM),
                    Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, dan
                    mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian serta
                    pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan
                    dan energi baru terbarukan.

                    Visi P3TKEBT adalah terwujudnya Lembaga
                    Penelitian     dan      Pengembangan       Teknologi
                    Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan yang
                    profesional dan handal serta mampu memberikan
                    hasil-hasil yang nyata bagi kemajuan teknologi
                    ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan di
                    Indonesia. Sementara misinya adalah:
                    1. Melakukan      penelitian   dan    pengembangan
                       ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan
                    2. Memberikan masukan kepada pemerintah dalam
                       pembuatan kebijakan bidang ketenagalistrikan
                       dan energi baru terbarukan
                    3. Memberikan pelayanan jasa teknologi dan
                       rekayasa     serta     jasa   informasi   bidang
                       ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan

                    Dalam melaksanakan tugasnya, P3TKEBT memiliki
                    tiga kelompok penelitian dan pengembangan yaitu:
                    1. Kelompok Penelitian dan Pengembangan Teknologi
                       Energi Baru Terbarukan,        melaksanakan dan
                       memberikan       pelayanan     penelitian    dan
                                                                             397




                              pengembangan bidang teknologi energi baru
                              terbarukan dengan menyelengarakan fungsi
                              perumusan rencana strategis dan program,
                              pengaturan pelaksanaan, pengelolaan kerjasama,
                              pengelolaan data dan informasi hasil, evaluasi
                              pelaksanaan, dan pembinaan sumberdaya manusia.
                           2. Kelompok Penelitian dan Pengembangan Teknologi
                              Ketenagalistrikan, melaksanakan dan memberikan
                              pelayanan penelitian dan pengembangan bidang
                              teknologi         ketenagalistrikan         dengan
                              menyelengarakan fungsi perumusan rencana
                              strategis dan program, pengaturan pelaksanaan,
                              pengelolaan kerjasama, pengelolaan data dan
                              informasi hasil, evaluasi pelaksanaan, dan
                              pembinaan sumberdaya manusia.
                           Kelompok Penelitian dan Pengembangan Teknologi
                           Tekno Ekonomi, Konservasi dan Lingkungan, Energi
                           dan     Ketenagalistrikan,      melaksanakan      dan
                           memberikan pelayanan penelitian dan pengembangan
                           bidang tekno ekonomi, konservasi dan lingkungan
                           energy       dan        ketenagalistrikan      dengan
                           menyelengarakan       fungsi    perumusan     rencana
                           strategis dan program, pengaturan pelaksanaan,
                           pengelolaan kerjasama, pengelolaan data dan
                           informasi hasil, evaluasi pelaksanaan, dan pembinaan
                           sumberdaya manusia.
Alamat / Contact Address                                               P3TKEBT
                                                    Komplek Perkantoran Lemigas
                                      Jl. Ciledug Raya Kav. 109 Kebayoran Lama
                                                          Jakarta Selatan 12230
                                                                       Indonesia
                                                            Telp.: 021-720 3530
                                                             Fax : 021-720 3525
                                      Website: http://www.p3tkebt.esdm.go.id
Bidang Garapan / Program   Kegiatan yang dilakukan oleh P3TKEBT antara lain
                           dalam bentuk penelitian, jasa dan kerjasama.
                                                398




Penelitian
1. Teknologi energi baru terbarukan, kegiatan
   penelitian dan pengembangan yang telah
   dilaksanakan antara lain:
 Penelitian dan pengembangan Pembangkit Listrik
   Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan Tenaga Piko
   Hidro (PLTPH). Kegiatan yang telah dilakukan
   adalah pembangunan 3 percontohan PLTMH
   (Subang-Jawa Barat, Garut-Jawa Barat, Malang-
   Jawa Timur), 1 percontohan PLTPH (Malang-Jawa
   Barat) dan Studi Potensi PLTMH di Bangka
   Belitung, Papua, Sulawesi, Sumatra Barat, Jambi,
   Kalimantan Timur dan Maluku Utara.
 Penelitian dan pengembangan pemanfaatan
   biomassa sebagai bahan bakar dan sumber energi
   meliputi pemanfaatan biogas sebagai sumber
   energi, pemanfaatan Jarak Pagar sebagai bahan
   bakar mesin pembangkit listrik, pengolahan
   sampah kota menjadi bahan bakar alkohol,
   pengembangan kompor biomassa, pengembangan
   gasifikasi biomassa, dan pemanfaatan alga
   sebagai bahan baku biodiesel.
 Penelitian dan pengembangan pemanfaatan panas
   bumi sebagai sumber energi, meliputi studi
   potensi panas bumi, Reservoar Analysis,
   pemanfaatan langsung energi panas bumi,
   Reservoir Characteristic. Kegiatan yang telah
   dilakukan diantaranya adalah simulasi reservoir
   dengan Pertamina, Simulasi Sumuran dengan
   PT.Hamoseas, Simulasi sumuran dan pengukuran
   bottomhole pressure dan temperatur dengan PT.
   Star Energy.
 Penelitian dan pengembangan energi terbarukan
   lainnya.
2. Teknologi ketenagalistrikan, kegiatan penelitian
   dan pengembangan yang telah dilakukan antara
   lain:
                                                399




  Melakukan penelitian dan pengembangan Kincir
   Air Kaki Angsa yang bekerjasama dengan penemu
   Kincir Air Kaki Angsa.
 Melakukan       penelitian dan     pengembangan
   penelitian dan pengembangan Kincir Sudu
   Bergerak bekerjasama dengan penemu Kincir Air
   Sudu Bergerak
3. Tekno ekonomi, konservasi dan lingkungan, energi
dan ketenagalistrikan

Jasa
Untuk bidang mikrohidro mencakup:
 Konsultasi Teknis Perencanaan Pembangunan
  PLTMH
 Studi Potensi PLTMH, DED
 Pembangunan Percontohan PLTMH (Mikro Hidro)
  dan PLTPH (Piko Hidro)

Kerjasama
Dilakukan terutama dalam bentuk kerjasama riset
dengan instansi pemerintah maupun swasta, baik
dalam dan luar negeri.

Dari berbagai kegiatan di atas, secara khusus
kegiatan P3TKEBT untuk mikrohidro dapat dibagi
menjadi dua, yaitu:
1. Membantu melakukan studi kelayakan bagi
   daerah-daerah yang tidak memiliki dana (APBD)
   tersendiri. Hasil studi kelayakan ini menjadi
   modal bagi daerah terkait untuk mengajukan
   proposal dan permohonan dana pembangunan
   PLTMH ke pihak lain.
2. Melakukan kegiatan percontohan, terutama untuk
   uji coba turbin. Percontohan yang sukses
   diharapkan dapat menarik pihak swasta untuk
   berinvestasi dan menjadi pilihan model untuk
   diterapkan.
                                                                    400




Akses Pendanaan   Seluruh kegiatan P3TKEBT didanai dari APBN
                  Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
                  (ESDM). Namun demikian, ada juga kegiatan yang
                  didanai bekerjasama dengan Pemda setempat. Dalam
                  kerjasama     tersebut,   P3TKEBT     menyediakan
                  technical assistance sementara Pemda melalui APBD
                  menyediakan dana untuk keseluruhan proyek.

                  Daerah yang didanai oleh P3TKEBT dipilih dari
                  proposal yang masuk ataupun usulan internal.
                  Kriteria utama pemilihannya adalah daerah-daerah
                  tersebut     harus    memiliki      kesesuaian   atau
                  kesinambungan         dengan         program-program
                  Departemen ESDM yang sudah ada.
                  Selain usulan dari internal lembaga, pihak yang
                  berminat dapat mengirimkan proposalnya secara
                  langsung ke:
                  Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan
                  Sumber Daya Mineral (Balitbang ESDM)
                  Alamat : JL. Ciledug Raya Kav.109, Cipulir, Kebayoran
                  Lama, Jakarta Selatan 12230
                  Telp                    : 021-727 98311, 727 98359
                  Fax                             : 021-727 98202
                  Email                      : info@litbang.esdm.go.id
                                                                               401




                                                                    71. PACT


Tentang                    PACT adalah sebuah lembaga pembangunan swasta
                           yang berkantor pusat di Amerika Serikat. PACT
                           didirikan pada tahun 1971 sebagai mediator antara
                           USAID      (U.S.     Agency      for    International
                           Development)      dan     LSM     di   negara-negara
                           berkembang. Tujuan            utama PACT adalah
                           memfasilitasi perubahan jangka panjang yang
                           bermanfaat dengan membantu LSM lokal pribumi
                           dengan maksud        agar menjadi organisasi yang
                           percaya diri dan berkesinambungan. Saat ini PACT
                           mendapatkan dana dari USAID, organisasi -
                           organisasi multilateral, dan lembaga-lembaga swasta
                           di dalam dan di luar Amerika Serikat.

                           Program-program PACT di seluruh dunia difokuskan
                           untuk memperkuat masyarakat yang didukung oleh
                           sektor non-profit. Hal itu dilakukan antara lain
                           dengan cara menjalin kerjasama dengan rekanan
                           lokal untuk mmperbaiki kondisi keadilan sosial,
                           ekonomi dan lingkungan hidup.
Alamat / Contact Address     Jl. Tebet Barat I/8, JAKARTA SELATAN 12810;
                                                       Telp. (021) 829 3156;
                                                      Fax. (021) 829 0482;
                                                   E-mail : pactcr@rad.net.id
                                                          http://www.pactworld.org/
                                                          Alamat Pusat : Pact
                                                               1828 L St, NW
                                                                    Suite 300
                                                        Washington, DC 20036
                                      Phone:                        202-466-5666
                                        Fax:                        202-466-5665
                                  E-mail : pact@pacthq.org, info@pactworld.org
                                                Website: www.pactworld.org
Bidang Garapan / Program   PACT   mengelola dua program hibah global :
                                                                402




                  Penguatan Masyarakat Sipil dan Community REACH.
                  Program hibah ini didanai oleh USAID. Dibawah
                  program Community REACH, organisasi local dan
                  internasional   mempunyai    kesempatan    untuk
                  mengajukan proposal bagi kegiatan yang terfokus
                  pada masalah intervensi HIV/AIDS.
                  PACT hadir di Indonesia sejak tahun 1990 dengan
                  kegiatan utama pemberdayaan masyarakat lewat
                  pengembangan program-program yang berorientasi
                  pada penanganan berbagai masalah sosial yang
                  muncul dalam proses pembangunan. Beberapa contoh
                  programnya    adalah   pencegahan    HIV/AIDS,
                  penanganan anak jalanan, pengentasan kemiskinan,
                  pembentukan jaringan dan penguatan kapasitas
                  LSM, serta penguatan masyarakat sipil secara
                  umum.


Akses Pendanaan   PACT dapat menjalin kerjasama dengan lembaga-
                  lembaga yang memiliki bidang aktivitas yang sama.
                  PACT lebih memilih kerjasama dengan lembaga yang
                  memiliki staf penuh waktu.
                                                                        403




              72. Project Concern International Indonesia
                                                    (PCI)
Tentang PCI
                       Project Concern International (PCI) didirikan pada
                       tahun 1961 oleh seorang dokter berkebangsaaan
                       Amerika, dr. James Turpin di San Diego, California,
                       USA. Dalam lima tahun pertama, peran PCI semata-
                       mata hanya memberikan pengobatan bagi masyarakat
                       kurang   beruntung     di    negara-negara  sedang
                       berkembang. Dengan berkembangnya organisasi ini,
                       maka fokus kegiatan PCI berkembang dari pelayanan
                       pengobatan medis kekegiatan yang mencakup segala
                       aspek pelayanan kesehatan bagi keluarga, dengan
                       penekanan pada pencegahan penyakit, serta
                       penguatan institusi guna tercapainya kesinambungan
                       dalam                 jangka               panjang.

                       Pada masa kini PCI mempunyai program-program
                       kesehatan masyarakat di sepuluh negara, yaitu:
                       Bolivia, El Salvador, Guatemala, India, Indonesia,
                       Mexico, Nicaragua, Romania, Zambia dan Amerika
                       Serikat (San Diego, California dan Indianapolis,
                       Indiana).

                       Program tersebut terfokus pada imunisasi anak,
                       pencegahan penyakit menular termasuk HIV/AIDS,
                       kesehatan reproduksi dan keluarga berencana,
                       penyediaan air bersih dan sanitasi, ketersediaan
                       pangan dan nutrisi, penguatan kapasitas organisasi
                       dan institusi pemerintah yang memberikan layanan
                       kesehatan.

                       PCI berkedudukan di Amerika Serikat dan merupakan
                       suatu organisasi kesehatan internasional, swasta dan
                       nirlaba yang melaksanakan program kesehatan
                       masyarakat tanpa membedakan suku, agama, jenis
                       kelamin, gaya hidup dan status sosial. PCI menerima
                                                                               404




                           sumbangan sukarela dari berbagai pemerintah,
                           organisasi internasional, organisasi swasta dan
                           perusahaan, serta sumbangan perorangan, namun PCI
                           tidak berafiliasi dengan kelompok-kelompok tersebut.

                           PCI dijalankan oleh Dewan Pelaksana, dan mendapat
                           arahan dari Komite Penasihat Kesehatan. Kantor
                           Pusat PCI berada di San Diego, California, USA.
                           Untuk mengetahui lebih jauh mengenai PCI, Anda
                           dapat mengunjungi www.projectconcern.org

                           PCI INDONESIA didirikan di Indonesia pada tahun
                           1972, dan bermitra dengan Departemen Kesehatan,
                           organisasi lokal non-pemerintah dan masyarakat
                           setempat, untuk meningkatkan sistem pelayanan
                           kesehatan baik di tingkat masyarakat dan juga di
                           tingkat    nasional.   PCI    INDONESIA       telah
                           melaksanakan secara langsung atau mendukung
                           kegiatan-kegiatan di Bali, DKI Jakarta, Jawa Timur,
                           Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Riau,
                           Maluku, dan Irian Jaya.
Alamat / Contact Address              Jl. Tirtayasa Raya No. 51, Kebayoran Baru
                                               Jakarta Selatan 12160, Indonesia.
                                          Telp. (65) - (021) - 7248049, 7399708
                                                       Fax. (65) - (021) – 7221136
                                                                beacono@pci.or.id
                                     http://www.pci.or.id/nonflash/sitemap.htm

Bidang Garapan / Program   Selama dekade terakhir memasuki millenium ketiga,
                           Project Concern Internastional (PCI) Indonesia telah
                           menjadi mitra aktif dalam bidang pengembangan
                           kapasitas organisasi (capacity building) dari lembaga-
                           lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak
                           dalam bidang pencegahan HIV/AIDS di Indonesia.

                           Peran PCI Indonesia sebagai mitra dari proyek
                           Pencegahan HIV/AIDS (HAPP) adalah memberikan
                                                  405




bantuan dalam pengembangan kapasitas organisasi
bagi LSM-LSM yang terlibat dalam HAPP dengan
tujuan memperkuat kemampuan organisasi mereka
dalam melaksanakan proyek-proyek pencegahan dan
penanggulangan HIV/AIDS, agar mereka dapat
memenuhi tujuan proyek-proyek mereka sendiri.

Berdasarkan studi kajian kebutuhan yang dilakukan
PCI pada tahun 1998 tentang capacity building
diantara LSM-LSM penyelenggara proyek HAPP,
dihasilkan alasan kuat untuk mengkhawatirkan
kelanjutan proyek-proyek yang selama ini didanai oleh
HAPP di 3 daerah (Jakarta, Surabaya dan Menado).
Kekhawatiran ini umumnya muncul dari LSM-LSM
relatif baru yang belum memiliki perencanaan dan
strategi dalam kelanjutan program dan keberlanjutan
organisasinya. Hal ini sangat disayangkan, karena
proyek-proyek tersebut merupakan salah satu aset
Indonesia yang berharga dan merupakan kontribusi
yang sangat penting bagi pencegahan HIV/AIDS di
Indonesia.
Sejak tahun 1985, PCI INDONESIA telah
melaksanakan Proyek Kelangsungan Hidup Anak
untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan pelayanan
kesehatan ibu dan anak. Sejak tahun 1991,
bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat,
program PCI INDONESIA terfokus pada kesehatan
Ibu dan Anak. Kegiatan program yang telah
dilaksanakan meliputi diantaranya:
            Pelatihan bidan di desa, dukun bayi dan
             petugas kesehatan.

            Peningkatan      Sistem       Informasi
             Kesehatan.

            Pemberian vitamin kepada wanita dan
             anak-anak.
                                                                   406




                             Penyuluhan kesehatan dan kampanye
                              imunisasi untuk sasaran wanita dan anak-
                              anak serta evakuasi keadaan darurat
                              kebidanan.

                             Pemasaran sosial     posyandu    melalui
                              sistem sekolah.
                  Sejak tahun 1992, PCI INDONESIA telah
                  memperluas programnya mencakup pencegahan
                  transmisi PMS/HIV/ AIDS dan pencegahan
                  kecanduan obat terlarang, kesehatan bagi pekerja
                  pabrik, serta penguatan kapasitas manajemen dan
                  program LSM lokal.
Akses Pendanaan
                  PCI dapat melakukan kerjasama dengan lembaga-
                  lembaga lokal yang mau mengirimkan profil
                  lembaganya, yang kemudian akan dipilih sendiri.
                                                                          407




                                    73. Pos Keadilan Peduli Ummat
                                                             (PKPU)
Tentang PKPU
                           Krisis yang terjadi pada 1997 mempengaruhi kondisi
                           perekonomian bangsa dan rakyat Indonesia.
                           Menyikapi krisis yang berkembang, 17 September
                           1998, sejumlah anak-anak muda yang enerjik
                           melakukan aksi sosial disebagian besar wilayah
                           Indonesia.

                           Menindak    lanjuti  aksinya,   mereka    kemudian
                           menggagas entitas kepedulian publik yang bisa
                           bergerak secara sistematis. Maka pada 10 Desember
                           1999 lahirlah lembaga sosial yang bernama Pos
                           Keadilan Peduli Ummat (PKPU).

                           Dalam perkembangannya, PKPU menyadari bahwa
                           potensi dana ummat yang berasal dari Zakat, Infaq
                           dan Shadaqah sangat besar. Sebagai negara
                           berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia
                           bisa    mengoptimalkan  dana     ZIS-nya    untuk
                           memberdayakan masyarakat miskin.

                           8 Oktober 2001, PKPU mendapat pengukuhan sebagai
                           Lembaga Amil Zakat Nasional sesuai dengan SK.
                           Menteri Agama RI No 441. Hal itu membuktikan
                           bahwa kepercayaan masyarakat kepada PKPU semakin
                           besar.

                           Pada hari Selasa, 22 Juli 2008, Lembaga
                           Kemanusiaan Nasional PKPU telah memperoleh
                           register di PBB sebagai lembaga dengan status
                           ―Special Consultative Status‖ dari Economic and
                           Social Council (Ecosoc)


Alamat / Contact Address
                                           Pos Keadilan Peduli Ummat [PKPU]
                                               408




   Alamat : Jl. Raya Condet No. 27-G Batu Ampar
                             Jakarta Timur 13520

                        Telepon : (021) 87780015

                        Facsimile: (021) 87780013

           E-mail : customer_relation@pkpu.or.id

                 Website : http://www.pkpu.or.id



                           PKPU di daerah-daerah:

                                 PKPU BANDUNG
          Jl. Cikutra No. 138, Kelurahan Padasuka,
      Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung 40125.
                          Telp/Fax (022) 7100035

                               PKPU SEMARANG
       Jl. Setiabudi No. 70 Kelurahan Sumurboto,
      Kecamatan Banyumanik, Semarang. Telp/Fax
                      (024) 7477405, 70787578

                            PKPU YOGYAKARTA
             Jl. Prof DR Sardjito No.4, Kelurahan
         Pasiraman, Kecamatan Jetis, Yogyakarta
       55233. Telp (0274) 7485549, 561525 Fax
                                  (0274) 555041

                               PKPU SURABAYA
      Jl. Krukah Utara No. 25 Surabaya. Telp/Fax
                                  (031) 5028053

                               PKPU NAD (ACEH)
        Jl. Tgk. Chik Dibeuthong No. 10, Kelurahan
       Pasheu Beuthong, Kecamatan Darul Imarah,
              Aceh Besar. Telp/Fax (0651) 44769
                                           409




                               PKPU MEDAN
  Jl. Setia Budi Komp. Business Point Blok CC
   No.5, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan
  Medan Sunggal, Medan. Telp (061) 8212502
                Fax (061) 8212643, 7879551

                              PKPU PADANG
      Komplek Kodam Blok J No.8, Kecamatan
        Siteba, Padang. Telp (0751) 7054623

                        PKPU BUKITTINGGI
 Jl. Syekh Arrasuli (belakang stasiun) No. 76,
              Bukittinggi. Telp (0752) 23450

                           PKPU BENGKULU
      Jl. Merapi No. 92, Kelurahan Panorama,
 Kecamatan Gading Cempaka, Bengkulu 88226.
                     Telp/Fax. (0736) 26425

                          PKPU MAKASSAR
Komp. LIQO NT Building 1st Fl Jl. Pengayoman
 Ruko Jasper III/11 Makasar Telp/Fax (0411)
                                     424383

                            PKPU KENDARI
    Jl. Rambutan No.23 Kelurahan Wowanggu,
 Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari. Telp/Fax.
                             (0401) 3191950

                                   PKPU PALU
    Jl. Ir. H. Juanda I No. 1A, Kelurahan Lolu
    Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu
        94112. Telp/Fax. (0451) 455473 Flexi
             04514706411 Fax (0451) 455473

                             PKPU MANADO
                                                                            410




                                     Jl Pogidon Raya No 110, Gedung RSI Sitti
                                  Maryam Lt III, Manado. Telp (0431) 3631345

                                                                PKPU MALUKU
                                     Klinik Al-Aqsho. Komp. BTN Bukit Manusela
                                  Blok B/5-6, Jl. Kebun Cengkeh, Kecamatan Air
                                          Kuning, Ambon 97128. Telp/Fax (0911)
                                                                    312658-59

                                                              PKPU TERNATE
                                       Jl. Cempaka No. 79 Rt. 09/Rw. 02 Tanah
                                                                Tinggi Ternate

Bidang Garapan / Program
                           Dalam rangka memfasilitasi antara dermawan
                           (aghniya) disatu pihak dengan fakir miskin (dhuafa)
                           dilain pihak, kerja yang Amanah dan Profesional
                           merupakan keharusan bahkan tuntutan yang kami
                           wujudkan dalam kultur dan etos kerja lembaga.

                           Menunaikan dan menyampaikan kewajiban serta hak
                           sesuai dengan amanah secara profesional, adil dan
                           transparan hingga kepercayaan donatur dan bantuan
                           yang diberikan pada dhuafa meningkat menjadi
                           harapan kami.

                           Untuk merealisasikan visi dan misi tersebut. Lembaga
                           Kemanusiaan Nasional PKPU, mempunyai 4 strategi
                           pemberdayaan ummat yaitu:

                              1. Pengumpulan Dana dan Bantuan Masyarakat

                                    a. Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Wakaf
                                       serta dana CSR Perusahaan

                                    b. Dana Khusus bencana kemanusiaan

                                    c. Pakaian, bahan makanan (sembako) dan
                                       obat-obatan.
                                                  411




        d. Dana Hewan Kurban

  2. Misi Penyelamatan Kemanusiaan

        a. Daerah-daerah     Bencana       Alam   dan
           Kemanusiaan

        b. Daerah kritis dan minus

  3. Rehabilitasi Kemanusiaan

        a. Rehabilitasi fasilitas kesehatan dan air
           bersih

        b. Rehabilitasi fasilitas pendidikan

        c. Rehabilitasi fasilitas ibadah

        d. Rehabilitasi fasilitas ekonomi

  4. Pembangunan Masyarakat

        a. Pemberdayaan ekonomi umat

        b. Pendidikan alternatif

        c. Pembangunan      pelayanan       kesehatan
           mandiri

        d. Distribusi hewan kurban

Keseluruhan aktivitas tersebut kami dedikasikan
pada umat dan rakyat Indonesia untuk bersama

  1. 7 PROGRAM UNGGULAN PKPU

        o   PROGRAM CBDRM (Community Based
            Disaster      Risk       Management)
            Penanggulangan risiko bencana oleh
            komunitas merupakan upaya pemandirian
            masyarakat dalam menghadapi risiko
            bencana yang kerap dihadapi. Komunitas
                                          412




    terlibat dan    bertanggung    jawab
    terhadap program sejak perencanaan
    hingga                   pelaksanaan.

    Partisipasi aktif masyarakat diharapkan
    akan    mengurangi     kerentanan   dan
    memperkuat kapasitas komunitas dalam
    penanggulangan bencana secara swadaya.
    Dengan        demikian      menghindari
    ketergantungan komunitas pada pihak
    eksternal.

    PKPU menghadirkan program ini dalam
    rangka      mengalihkan       kesigapan
    penanganan bencana dari para pegiat
    tanggap   darurat     bencana   kepada
    masyarakat potensi korban bencana.
    Dengan demikian tindakan penanganan
    bencana akan lebih cepat dilakukan dan
    meminimalisir resiko     dari potensi
    bencana yang terjadi.

o   IBU      SADAR       GlZl    (BUDARZI)
    Program Pondok Gizi Budarzi (PG
    Budarzi)    merupakan     program    gizi
    masyarakat yang berorientasi pada
    pemeliharaan kesehatan dan gizi balita,
    pembangunan kesadaran masyarakat
    khususnya ibu untuk menerapkan kaidah
    gizi dan kesehatan dalam menyusun
    menu     keluarga    khususnya    balita,
    mendampingi      dan    melayani   serta
    memanfaatkan potensi lokal dalam upaya
    meningkatkan dan memperbaiki status
    gizi masyarakat.

o   PROGRAM       KOMUNITAS          SEHAT
                                              413




         Terdiri    dari    Program    Kesehatan
         Masyarakat         Keliling     Terpadu
         (PROSMILING         TERPADU)       yaitu
         program layanan kesehatan keliling yang
         dilaksanakan secara terpadu (berbagai
         program kesehatan di satukan dalam
         paket bersama) dan dikemas secara
         populis, yang dilaksanakan secara cuma-
         cuma bagi masyarakat fakir miskin yang
         tempat tinggalnya jauh dari akses
         pelayanan        kesehatan.       Selain
         PROSMILING, PKPU memiliki program
         Klinik Peduli yang didirikan di daerah-
         daerah minus dan bencana

2. PROGRAM           KOMUNITAS           HIJAU
   Komunitas hijau atau green community adalah
   program       pemberdayaan        masyarakat
   (community development) yang berorientasi
   pada perubahan perilaku masyarakat dalam
   hidup bersih dan sehat serta perbaikan kondisi
   lingkungan tempat tinggal. Program ini
   dilakukan di daerah miskin dan membutuhkan
   perhatian berupa pendampingan kesehatan
   lingkungan.

3. PROSPEK
   Program Sinergi Pemberdayaan Komunitas
   (PROSPEK) merupakan program pemberdayaan
   ekonomi usaha kecil melalui kelompok.
   Masyarakat yang menjadi sasaran dalam
   program ini adalah kelompok petani gurem,
   peternak, pengrajin, pedagang kecil, tukang
   ojek dan nelayan. Masyarakat dihimpun dalam
   Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk
   mendapatkan pelatihan dan pendampingan
   rutin. KSM, kemudian dihimpun dalam koperasi
                                                                     414




                       yang dikelola oleh, dari dan untuk anggota.

                    4. PROGRAM        PENDlDlKAN          BERBASIS
                       POTENSI                        MASYARAKAT
                       Pendidikan berbasis potensi dan kearifan lokal.
                       Dilaksanakan untuk melengkapi pendidikan
                       formal yang ada sehingga peserta didik
                       diharapkan memiliki motivasi, pengetahuan dan
                       keterampilan      untuk        mengembangkan
                       daerahnya.

                    5. VOUCHER                              YATIM
                       Voucher Yatim Merupakan program filantropi
                       dalam bentuk voucher belanja untuk anak-anak
                       yatim sehingga mereka dapat memilih barang
                       yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus
                       keinginan mereka.


Akses Pendanaan   Bagi yang berminat untuk menjalin kerjasma dengan
                  lembaga ini, dapat menghubungi alamat seperti di
                  atas.
                                                                               415




                           74. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
                                                               (PLN)
Tentang PLN                    Pembangkit tenaga listrik mulai dibangun di
                               Indonesia pada akhir abad ke-19 oleh beberapa
                               perusahaan Belanda untuk keperluan sendiri.
                               Pengusahaan tenaga listrik tersebut berkembang
                               menjadi untuk kepentingan umum dan pada akhirnya
                               diserahkan kepada pemerintah Indonesia. Tahun
                               1992, pemerintah memberikan kesempatan kepada
                               sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis
                               penyediaan tenaga listrik. Sejalan dengan kebijakan
                               di atas, pada bulan Juni 1994 Perusahaan Listrik
                               Negara (PLN) menjadi Perusahaan Perseroan
                               (Persero).

                               PT PLN (Persero) memiliki visi untuk diakui sebagai
                               Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh kembang,
                               Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada
                               Potensi Insani. Sementara misinya adalah:
                               1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain
                                   yang terkait, berorientasi pada kepuasan
                                   pelanggan, anggota perusahaan, dan pemegang
                                   saham.
                               2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk
                                   meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
                               3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi
                                   pendorong kegiatan ekonomi.
                               Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan
                               lingkungan.
Alamat / Contact Address                           PT PLN (Persero) Kantor Pusat
                                      Jl. Trunojoyo Blok M I/135 Jakarta 12160
                                                                         Indonesia
                                                            Telp.: 021-725 1234
                                                           Fax : 021-720 4929
                                                      Email : kontakkami@pln.co.id
                                                    Website :http:// www.pln.co.id
                                                                          416




Bidang Garapan / Program   Cakupan operasi PLN sangat luas meliputi seluruh
                           wilayah Indonesia yang terdiri lebih dari 13.000
                           pulau. Dalam perkembangannya, PT PLN (Persero)
                           telah mendirikan 6 Anak Perusahaan dan 1
                           Perusahaan Patungan.         Sebagai Perusahaan
                           Perseroan Terbatas, maka Anak Perusahaan
                           diharapkan dapat bergerak lebih leluasa dengan
                           antara lain membentuk Perusahaan Joint Venture,
                           menjual Saham dalam Bursa Efek, menerbitkan
                           Obligasi dan kegiatan-kegiatan usaha lainnya. Di
                           samping itu, untuk mengantisipasi Otonomi Daerah,
                           PLN juga telah membentuk Unit Bisnis Strategis
                           berdasarkan kewilayahan dengan kewenangan
                           manajemen yang lebih luas.

                           Pembangkitan
                           Pada akhir tahun 2003 daya terpasang pembangkit
                           PLN mencapai 21.425 MW yang tersebar di seluruh
                           Indonesia. Kapasitas pembangkitan sesuai jenisnya
                           adalah          sebagai          berikut         :
                           -Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), 3.184 MW
                           -Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), 3.073
                           MW
                           -Pembangkit Llistrik Tenaga Uap (PLTU), 6.800 MW
                           -Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), 1.748 MW
                           -Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU),
                           6.241 MW
                           -Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), 380
                           MWUntuk energi mikrohidro, PLN juga telah
                           membangun beberapa Pembangkit Listrik Tenaga
                           Mikrohidro yang tersebar di beberapa wilayah
                           Indonesia.

                           Transmisi dan Distribusi
                           Di Jawa-Bali memiliki Sistem Interkoneksi
                           Transmisi 500 kV dan 150 kV sedangkan di luar
                           Jawa-Bali PLN menggunakan sistem Transmisi yang
                                                                   417




                  terpisah dengan tegangan 150 kV dan 70 kV. Pada
                  akhir tahun 2003, total panjang jaringan Transmisi
                  500 kV, 150 kV dan 70 kV mencapai 25.989 kms,
                  jaringan Distribusi 20 kV (JTM) sepanjang 230.593
                  kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang
                  301.692 kms.

                  Sistem Kontrol
                  Pengaturan      daya     dan     beban     Sistem
                  Ketenagalistrikan di Jawa-Bali dan supervisi
                  pengoperasian sistem 500 kV secara terpadu
                  dilaksanakan oleh Load Dispatch Center / Pusat
                  Pengatur Beban yang terletak di Gandul, Jakarta
                  Selatan. Pengaturan operasi sistem 150 kV
                  dilaksanakan oleh Area Control Center yang berada
                  di bawah pengendalian Load Dispatch Center. Di
                  Sistem Jawa-Bali terdapat 4 Area Control Center
                  masing-masing di Region Jakarta dan Banten, Region
                  Jawa Barat, Region Jawa Tengah & DI Yogyakarta
                  dan Region Jawa Timur & Bali.

Akses Pendanaan   PLN membangun PLTMH terutama dengan tujuan
                  investasi perusahaan. Dana pembangunan didapat
                  dari subsidi pemerintah atau bantuan lembaga-
                  lembaga donor, baik dalam bentuk hibah maupun
                  pinjaman lunak. Pelaksanaan pembangunan dilakukan
                  melalui lelang oleh PLN pusat. Setelah selesai, aset
                  diserahkan dan digunakan oleh PLN daerah
                  setempat.
                  Selain membangun PLTMH, melalui Keputusan
                  Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral No. 1122
                  K/30/MEM/2002 PLN juga memiliki kewajiban
                  untuk membeli listrik yang diinterkoneksikan ke
                  jaringan PLN dengan harga dan ketentuan tertentu.
                  PLN tidak memberikan dana untuk umum. Namun
                  demikian ada koperasi PLN di beberapa cabang yang
                  dapat memberikan pinjaman modal. Selain itu ada
                                                418




juga program Corporate Social Responsibility (CSR)
yang memberikan dana hibah untuk kondisi-kondisi
tertentu sebagai bentuk tanggung jawab sosial di
sekitar tempat melakukan kegiatan usaha. Program
CSR dari PLN berfokus pada pemberdayaan
masyarakat dan perbaikan lingkungan dengan sifat
berkelanjutan dan terdapat unsur pembelajaran,
sehingga masyarakat di sekitar wilayah instalasi
tidak selamanya bergantung pada bantuan PLN.
PLN tidak memberikan dana untuk umum, namun
kemungkinan pembiayaan dapat ditanyakan ke
cabang-cabang terdekat. Secara khusus untuk
pembiayaan     dengan    mekanisme      CSR    bisa
mendapatkan      informasi    lebih    lanjut    di
http://www.pln.co.id/csr atau menghubungi Ibu DR.
Dewi     Setiani    (VP    CSR)     dengan    email
emasari@pln.co.id.
                                                                      419




           75. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
                                         (PNPM) Mandiri
Tentang PNPM         Untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan
                     kemiskinan    dan    penciptaan    lapangan   kerja,
                     pemerintah     meluncurkan      Program     Nasional
                     Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai
                     tahun 2007. Melaui PNPM Mandiri dirumuskan
                     kembali mekanisme upaya penanggulangan kemiskinan
                     yang melibatkan unsur masyarakat, mulai dari tahap
                     perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan dan
                     evaluasi. Melalui proses pembangunan partisipatif,
                     kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat,
                     terutama    masyarakat     miskin,    dapat   dapat
                     ditumbuhkembangkan sehingga mereka bukan
                     sebagai obyek melainkan sebagai subyek upaya
                     penanggulangan kemiskinan.

                     Pelaksanaan PNPM Mandiri tahun 2007 dimulai
                     dengan Program Pengembangan Kecamatan (PPK)
                     sebagai    dasar    pengembangan     pemberdayaan
                     masyarakat    di    perdesaan   beserta    program
                     pendukungnya seperti PNPM Generasi; Program
                     Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP)
                     sebagai dasar bagi pengembangan pemberdayaan
                     masyarakat     di   perkotaan;   dan    Percepatan
                     Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK)
                     untuk pengembangan daerah tertinggal, pasca
                     bencana, dan konflik. Mulai tahun 2008 PNPM
                     Mandiri diperluas dengan melibatkan Program
                     Pengembangan      Infrastruktur  Sosial    Ekonomi
                     Wilayah (PISEW) untuk mengintegrasikan pusat-
                     pusat pertumbuhan ekonomi dengan daerah
                     sekitarnya. PNPM Mandiri diperkuat dengan
                     berbagai program pemberdayaan masyarakat yang
                     dilaksanakan oleh berbagai departemen/sektor dan
                     pemerintah daerah. Pelaksanaan PNPM Mandiri 2008
                                                    420




juga akan diprioritaskan pada desa-desa tertinggal.

Dengan     pengintegrasian       berbagai     program
pemberdayaan masyarakat ke dalam kerangka
kebijakan PNPM Mandiri, cakupan pembangunan
diharapkan dapat diperluas hingga ke daerah-daerah
terpencil dan terisolir. Efektivitas dan efisiensi dari
kegiatan yang selama ini sering berduplikasi antar
proyek    diharapkan      juga    dapat   diwujudkan.
Mengingat proses pemberdayaan pada umumnya
membutuhkan waktu 5-6 tahun, maka PNPM Mandiri
akan dilaksanakan sekurang-kurangnya hingga tahun
2015. Hal ini sejalan dengan target waktu
pencapaian tujuan pembangunan milenium atau
Millennium Development Goals (MDGs). Pelaksanaan
PNPM Mandiri yang berdasar pada indikator-
indikator keberhasilan yang terukur akan membantu
Indonesia mewujudkan pencapaian target-target
MDGs tersebut.

PNPM Mandiri Perdesaan
PNPM Mandiri Perdesaan merupakan salah satu
mekanisme program pemberdayaan masyarakat yang
digunakan PNPM Mandiri dalam upaya mempercepat
penanggulangan     kemiskinan     dan    perluasan
kesempatan kerja di wilayah perdesaan. Program ini
dilakukan untuk lebih mendorong upaya peningkatan
kualitas hidup, kesejahteraan dan kemandirian
masyarakat di perdesaan. PNPM Mandiri Perdesaan
ini menjadi bagian tak terpisahkan dari PNPM
Mandiri dan telah dilakukan sejak 1998 melalui
Program     Pengembangan      Kecamatan      (PPK).
Pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan berada di
bawah binaan Direktorat Pemberdayaan Masyarakat
dan Desa (PMD), Departemen Dalam Negeri. Selama
pelaksanaan PPK (PPK I, PPK II, PPK III dan PNPM
PPK) sejak 1998-2007, program pemberdayaan
                                                                               421




                           masyarakat terbesar ini telah menjangkau lebih dari
                           separuh desa termiskin di tanah air. Pada 2008,
                           PNPM Mandiri Perdesaan dilaksanakan di 35.530
                           desa termiskin di Indonesia atau 56,6% dari total
                           desa di tanah air.

Alamat / Contact Address              Sekretariat Tim Pengendali PNPM Mandiri
                                 Jl. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta Pusat,
                                                                            10110
                                                                       Indonesia
                                                            Telp.: 021-386 0565
                                                            Fax.: 021-352 4695
                                                  Email: info@pnpm-mandiri.org
                                               Website : www.pnpm-mandiri.org
Bidang Garapan / Program   Ruang lingkup kegiatan PNPM Mandiri pada dasarnya
                           terbuka bagi semua kegiatan penanggulangan
                           kemiskinan    yang     diusulkan    dan     disepakati
                           masyarakat, meliputi :
                            Penyediaan      dan     perbaikan pasarana/sarana
                              lingkungan      permukiman,         sosial      dan
                              ekonomi secara kegiatan padat karya.
                            Penyediaan sumberdaya keuangan melalui dana
                              bergulir dan kredit mikro untuk mengembangkan
                              kegiatan ekonomi masyarakat miskin. Perhatian
                              yang lebih besar diberikan bagi kaum perempuan
                              untuk memanfaatkan dana bergulir ini.
                            Kegiatan      terkait      peningkatan       kualitas
                              sumberdaya manusia, terutama yang bertujuan
                              mempercepat pencapaian target MDGs.
                            Peningkatan      kapasitas      masyarakat       dan
                              pemerintahan lokal melalui penyadaran kritis,
                              pelatihan    ketrampilan     usaha,     manajemen
                              organisasi dan keuangan, serta penerapan tata
                              kepemerintahan yang baik.

                           PNPM Mandiri Perdesaan dilaksanakan melalui
                           upaya-upaya pemberdayaan   dan    partisipasi
                                                422




masyarakat di wilayah perdesaan melalui tahapan-
tahapan kegiatan berikut:
 Sosialisasi dan penyebaran informasi program,
   baik secara langsung melalui fórum-forum
   pertemuan maupun dengan mengembangkan/
   memanfaatkan      media/     saluran   informasi
   masyarakat di berbagai tingkat pemerintahan
 Proses Partisipatif Pemetaan Rumah Tangga
   Miskin (RTM) dan Pemetaan Sosial. Masyarakat
   diajak untuk bersama-sama menentukan kriteria
   kurang     mampu     dan   bersama-sama     pula
   menentukan rumahtangga yang termasuk kategori
   miskin/ sangat miskin (RTM). Masyarakat juga
   difasilitasi untuk membuat peta sosial desa
   dengan tujuan agar lebih mengenal kondisi/
   situasi sesungguhnya desa mereka, yang berguna
   untuk mengagas masa depan desa, penggalian
   gagasan untuk menentukan kegiatan yang paling
   dibutuhkan,    serta   mendukung     pelaksanaan
   kegiatan pembangunan dan pemantauannya
 Perencanaan Partisipatif di Tingkat Dusun, Desa
   dan Kecamatan. Masyarakat memilih Fasilitator
   Desa atau Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa
   (KPMD) --satu laki–laki, satu perempuan-- untuk
   mendampingi proses sosialisasi dan perencanaan.
   KPMD ini kemudian mendapat peningkatan
   kapasitas untuk menjalankan tugas dan fungsinya
   dalam mengatur pertemuan kelompok, termasuk
   pertemuan khusus perempuan, untuk melakukan
   penggalian    gagasan     berdasarkan    potensi
   sumberdaya alam dan manusia di desa masing-
   masing, untuk Menggagas Masa Depan Desa.
   Masyarakat kemudian bersama-sama membahas
   kebutuhan dan prioritas pembangunan di desa
   dan bermusyawarah untuk menentukan pilihan
   jenis kegiatan pembangunan yang prioritas untuk
   didanai. PNPM Mandiri Perdesaan sendiri
                                                 423




    menyediakan tenaga konsultan pemberdayaan dan
    teknis di tingkat kecamatan dan kabupaten guna
    memfasilitasi/ membantu upaya sosialisasi,
    perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Usulan/
    gagasan dari masayarakat akan menjadi bahan
    penyusunan     Rencana    Pembangunan    Jangka
    Menengah Desa (RPJMDes)
   Seleksi/ Prioritas Kegiatan di Tingkat Desa dan
    Kecamatan. Masyarakat melakukan musyawarah
    di tingkat desa dan kecamatan untuk memutuskan
    usulan kegiatan prioritas yang akan didanai.
    Musyawarah ini terbuka bagi segenap anggota
    masyarakat untuk menghadiri dan memutuskan
    jenis kegiatan yang paling prioritas/ mendesak.
    Keputusan akhir mengenai kegiatan yang akan
    didanai, diambil dalam forum musyawarah antar-
    desa (MAD) di tingkat kecamatan, yang dihadiri
    oleh wakil–wakil dari setiap desa dalam
    kecamatan yang bersangkutan. Pilihan kegiatan
    adalah open menu untuk semua investasi
    produktif, kecuali yang tercantum dalam daftar
    larangan (negative list). Dalam hal terdapat
    usulan masyarakat yang belum terdanai, maka
    usulan tersebut akan menjadi bahan kajian dalam
    Forum Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
   Masyarakat Melaksanakan Kegiatan Mereka.
    Dalam forum musyawarah, masyarakat memilih
    anggotanya sendiri untuk menjadi Tim Pelaksana
    Kegiatan (TPK) di setiap desa untuk mengelola
    kegiatan yang diusulkan desa yang bersangkutan
    dan mendapat prioritas pendanaan program.
    Fasilitator Teknis PNPM Mandiri Perdesaan akan
    mendampingi TPK dalam mendisain sarana/
    prasarana (bila usulan yang didanai berupa
    pembangunan        infrastruktur     perdesaan),
    penganggaran kegiatan, verifikasi mutu dan
    supervisi. Para pekerja yang terlibat dalam
                                                                    424




                      pembangunan sarana/ prasarana tersebut berasal
                      dari warga desa penerima manfaat
                     Akuntabilitas dan Laporan Perkembangan. Selama
                      pelaksanaan kegiatan, TPK harus memberikan
                      laporan perkembangan kegiatan minimal dua kali
                      dalam pertemuan terbuka desa, yakni sebelum
                      program mencairkan dana tahap berikutnya dan
                      pada pertemuan akhir, dimana TPK akan
                      melakukan serah terima kegiatan kepada desa,
                      serta badan operasional dan pemeliharaan
                      kegiatan atau Tim Pengelola dan Pemelihara
                      Prasarana (TP3).

                  Secara khusus di bidang mikrohidro, PPK
                  bekerjasama dengan GTZ dan Sofei telah membiayai
                  beberapa    pembangunan     PLTMH.    Pembiayaan
                  tersebut dilakukan atas usulan dari masyarakat
                  dengan skema yang telah ditetapkan. Selain
                  membiayai pembangunan PLTMH, PPK juga ikut
                  membiayai    pengembangan     ekonomi   produktif
                  masyarakat berbasis mikrohidro.

Akses Pendanaan   Sumber dana PNPM Mandiri berasal dari:
                  a. Swadaya masyarakat
                  b. Cost-sharing yang bersumber dari APBD
                  c. APBN yang bersumber dari pinjaman luar negeri
                     dan rupiah murni
                  d. Partisipasi dunia usaha atau pihak lain yang tidak
                     mengikat.

                  Penyaluran dana yang berasal dari pemerintah pusat
                  mengikuti ketentuan yang diatur dalam Surat Edaran
                  Direktur Jenderal Pembendaharaan, Departemen
                  Keuangan. Penyaluran dana cost-sharing yang berasal
                  dari pemerintah daerah dilakukan melalui APBD dan
                  diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal
                  Pembendaharaan, Departemen Keuangan. Besarnya
                                                 425




cost sharing ini disesuaikan dengan kapasitas fiskal
masing-masing daerah, sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Keuangan No. 73/ PMK.02/2006
per 30 Agustus 2006. Dana cost-sharing tersebut
harus disalurkan lebih dulu ke masyarakat sebelum
dana dari APBN yang bersumber dari pinjaman luar
negeri. Penyaluran dana yang bersumber dari APBN
dilakukan melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan
Negara (KPPN), sementara penyaluran dana yang
bersumber dari APBD melalui Kantor kas Daerah
setempat.
Dari KPPN atau Kantor Kas Daerah setempat, dana
dimasukkan dalam rekening kolektif desa pada bank
pemerintah setempat (jika dana bersumber dari
APBN) atau bank pemerintah daerah atau lainnya
(jika dana bersumber dari APBD). Rekening tersebut
diadministrasikan oleh Unit Pengelola Kegiatan
(UPK). Pencairan dana dari rekening kolektif ke desa
dilakukan melalui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK)
masing-masing     desa   sesuai    kebutuhan     dan
perencanaan desa serta kemajuan pelaksanaan
kegiatan.

Setiap penyaluran dana yang turun ke masyarakat
harus sesuai dengan dokumen yang dikirimkan ke
pusat agar memudahkan penelusuran. Warga desa,
dalam hal ini TPK atau staf Unit Pengelola Kegiatan
(TPK)    di    tingkat   kecamatan    mendapatkan
peningkatan kapasitas dalam pembukuan, manajemen
data, pengarsipan dokumen dan pengelolaan
uang/dana secara umum, serta peningkatan
kapasitas lainnya terkait upaya pembangunan
manusia dan pengelolaan pembangunan wilayah
perdesaan.
PNPM Mandiri menyediakan dana secara langsung
dari tingkat nasional hingga ke rekening kolektif
desa di tingkat kecamatan. Alokasi dana ditetapkan
                                                   426




antara Rp 500 juta-Rp 1 milyar per kecamatan.
Penetapan     besarnya    alokasi  dana    dilakukan
berdasarkan      jumlah    penduduk    dan     lokasi.
Masyarakat desa kemudian menggunakan dana
tersebut sebagai hibah untuk kegiatan pembangunan
infrastruktur yang produktif, pinjaman modal kerja
kepada kelompok-kelompok yang ada, atau investasi
sosial di bidang kesehatan dan pendidikan.
Kegiatan yang akan dibiayai harus memenuhi
kriteria:
a. Lebih bermanfaat bagi masyarakat miskin
b. Mendesak untuk dilaksanakan
c. Bisa dikerjakan oleh masyarakat
d. Didukung oleh sumberdaya yang ada di
   masyarakat
e. Memiliki potensi berkembang dan berkelanjutan.
Untuk memanfaatkan dana yang ada, setiap desa
dapat mengajukan paling banyak tiga usulan dimana
tiap usulan terdiri atas satu jenis kegiatan/paket
kegiatan yang secara langsung saling berkaitan.
Ketiga usulan tersebut adalah:
1. Usulan kegiatan sarana prasarana dasar atau
   kegiatan peningkatan kualitas hidup masyarakat
   (kesehatan atau pendidikan) yang ditetapkan oleh
   musyawarah desa khusus perempuan.
2. Usulan kegiatan simpan pinjam bagi kelompok
   perempuan yang ditetapkan oleh musyawarah
   desa khusus perempuan.
3. Usulan kegiatan sarana prasarana dasar atau
   kegiatan peningkatan kualitas hidup masyarakat
   (kesehatan atau pendidikan) yang ditetapkan oleh
   musyawarah desa perencanaan.
Usulan-usulan yang ada kemudian dikompetisikan di
tingkat kecamatan dengan tahapan yang telah
disebutkan di atas. Maksimal nilai satu usulan
kegiatan yang dapat didanai adalah Rp 350 juta.
                                                                              427




                           76. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup
                                                          (PPLH)
Tentang PPLH                 Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) dikenal
                             juga dengan nama PPLH Seloliman atau PPLH Trawas
                             karena letaknya di desa Seloliman, kecamatan
                             Trawas. PPLH merupakan Lembaga Swadaya
                             masyarakat (LSM) yang tidak komersial. Pada
                             awalnya PPLH yang didirikan tahun 1990 ini berada
                             di bawah Yayasan Indonesia Hijau (YIH). Selain di
                             Seloliman, PPLH juga terdapat di Bali, yaitu PPLH
                             Bali.

                             Tujuan utama PPLH adalah mendorong terwujudnya
                             kepedulian semua lapisan dan golongan masyarakat,
                             baik secara sendiri atau bersama terhadap
                             lingkungan hidup di sekitarnya, sehingga terwujud
                             masyarakat lestari yang peduli terhadap lingkungan
                             hidupnya.    Dengan    demikian,   kerusakan     dan
                             permasalahan lingkungan yang terjadi akibat
                             aktifitas kehidupan sehari-hari dapat dikurangi atau
                             bahkan dihindarkan dan sumber daya alam yang ada
                             bisa terus dilestarikan dan akhirnya bisa dinikmati
                             dan diwariskan kepada generasi mendatang.

                             Program dan aktifitas PPLH Seloliman ditujukan bagi
                             semua golongan dan lapisan masyarakat dengan
                             berbagai latar belakang, seperti pelajar TK hingga
                             Perguruan Tinggi, pendidik dan akademisi, tenaga
                             ahli dan profesional di bidang industri, LSM dan
                             pemerhati     lingkungan,    pemerintah,    petani,
                             masyarakat desa, dan masyarakat umum. Program
                             dan aktivitas PPLH, selain ditujukan kepada
                             masyarakat umum sebagai kelompok sasaran, juga
                             bagi pelaku dan pelaksana program dan kegiatan
                             lingkungan hidup di masyarakat.

Alamat / Contact Address                                                   PPLH
                                                                           428




                                                           P.O. Box 03 Trawas
                                                Mojokerto, Jawa Timur 61375
                                                                     Indonesia
                                                         Telp. : 0321-618 752
                                                           Fax : 0321-618 754
                                                  Email : seloliman@pplh.or.id
                                                     Website : www.pplh.or.id
                           Atau
                                                        PPLH Kantor Surabaya
                                        Jl. Karah No.99 Surabaya, Jawa Timur
                                                                     Indonesia
                                                         Telp.: 031- 829 8587
                                                        Email : sby@pplh.or.id
                                                      Website : www.pplh.or.id

Bidang Garapan / Program   Untuk mencapai tujuannya, PPLH melakukan
                           berbagai program dan kegiatan yang dilakukan baik
                           di dalam lokasi PPLH Seloliman ataupun di luar (di
                           masyarakat). Program-program tersebut umumnya
                           merupakan program jangka panjang (minimal 1 tahun)
                           dan dilaksanakan oleh berbagai divisi yang ada di
                           PPLH atau kerjasama dengan lembaga lain. Bentuk
                           program dan kegiatan dikemas dalam bentuk
                           seminar, lokakarya, pelatihan, atau kursus yang
                           ditawarkan kepada masyarakat umum minimal
                           sebulan sebelumnya.

                           Bidang gerak utama PPLH adalah pendidikan
                           lingkungan untuk semua golongan dan lapisan
                           masyarakat, yang kemudian dilakukan dalam tiga isu
                           strategis utama:

                           1. Pendidikan Lingkungan bagi Proses Penyadaran
                              Pendidikan lingkungan yang dilakukan oleh PPLH
                              Seloliman adalah pendidikan yang membawa setiap
                              orang pada seluruh proses pembelajaran, mulai
                              tahap mengetahui sampai tahap aksi, serta
                                                                   429




                    evaluasi yang didapatkan melalui pembelajaran
                    dan pengalaman langsung             di lingkungan
                    sebenarnya.      Hasil   akhir   dari  pendidikan
                    lingkungan ini adalah adanya perubahan pola pikir
                    dan perilaku dari setiap orang dalam memandang
                    lingkungan hidup di sekitarnya yang diwujudkan
                    melalui aksi (tindakan) konkret.

                  2. Pendampingan       bagi    Pemberdayaan      dan
                     Pengembangan Masyarakat
                     Pendidikan lingkungan PPLH ditujukan juga kepada
                     kelompok masyarakat di sekitar lokasi PPLH. PPLH
                     secara aktif mendatangi kelompok masyarakat
                     tersebut untuk belajar dan berproses bersama
                     mengenai pengelolaan lingkungan di tempat
                     masing-masing sampai akhirnya mereka mampu
                     secara mandiri mengelola dan mengembangkan
                     sumber daya yang mereka miliki. Beberapa bidang
                     yang didampingi diantaranya pertanian ekologis
                     (organik),     pengelolaan    sampah      kertas,
                     pengembangan tanaman obat, pemberdayaan
                     perempuan pedesaan, dan konservasi hutan.

                  3. Pertanian Ekologis (Organik) menuju Pertanian
                     yang Berkelanjutan
                     Pertanian ekologis berusaha mengembalikan
                     kondisi tanah di PPLH kepada kondisi alami penuh.
                     Dalam hal sosialisasi pertanian ekologis, PPLH
                     mengajak petani untuk berproses bersama dalam
                     mengenali dan menyadari akan berbagai sumber
                     daya alam yang dimilikinya bagi penerapan
                     pertanian ekologis di lahannya. Selain itu juga
                     dengan berpraktek langsung di lahan serta saling
                     tukar informasi dan pengalaman diantara petani
                     sendiri.

Akses Pendanaan   Dalam menjalankan program dan kegiatannya, serta
                                                430




untuk mempercepat upaya pelestarian lingkungan
hidup melalui Pendidikan Lingkungan, PPLH Seloliman
mengadakan kerjasama dengan berbagai lembaga,
baik di Indonesia maupun di luar negeri. Lembaga
tersebut antara lain PanEco – Switzerland, Yayasan
Kehati, GEF-SGP, Hans Seidel Foundation (HSF),
dan Laubach Literacy. Kerjasama dilakukan dalam
bentuk dukungan pendanaan atau pelaksanaan suatu
program. Selain itu PPLH Seloliman juga ikut
bergabung dan aktif dalam berbagai jaringan yang
sesuai dengan visi dan misinya.
Pihak yang berminat dapat menghubungi langsung
alamat di atas.
                                                                    431




    77. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya
                                                  Air
                                              (Pusair)
TentangPusair      Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya
                   Air (Pusair) berada di bawah Departemen Pekerjaan
                   Umum. Visi lembaga ini adalah menjadi lembaga
                   terkemuka dalam menyediakan jasa keahlian
                   teknologi     untuk      mendukung    tersedianya
                   infrastruktur sumber daya air yang handal.
                   Sementara misi lembaga ini adalah:
                    Meneliti dan mengembangkan teknologi tepat
                      guna bidang sumber daya air yang kompetitif dan
                      ramah lingkungan
                    Menyusun norma, standar, pedoman, manual
                      bidang konstruksi dan bangunan sumber daya air
                    Memberikan advis dan pelayanan teknis bidang
                      sumber daya air
                    Menyediakan data dan informasi bidang sumber
                      daya air.

                   Ruang lingkup kegiatan lembaga ini mencakup:
                    Penyusunan program, pelaksanaan, evaluasi, dan
                      analisis hasil penelitian dan pengembangan
                      sumber daya air
                    Pengkajian penerapan teknologi sumber daya air
                    Pengumpulan dan pengolahan data sumber daya
                      air
                    Pelaksanaan pengujian dan penyiapan saran teknis
                      teknologi lingkungan keairan, hidrologi, bangunan
                      hidraulik dan geoteknik keairan, sungai dan sabo,
                      rawa dan pantai, serta irigasi
                    Standarisasi di bidang pengembangan dan
                      pengelolaan sumber daya air
                    Peningkatan kualitas sumber daya manusia di
                      bidang pengembangan dan pengelolaan sumber
                      daya air
                                                                            432




                             Diseminasi dan sosialisasi hasil penelitian dan
                              pengembangan sumber daya air
                            Pengembangan korporasi dan layanan dalam
                              penelitian dan pengembangan sumber daya air.
                           Balai Bangunan Hidraulik dan Geoteknik Keairan
                           (BHGK)
                           Balai ini mempunyai tugas dan fungsi untuk
                           melaksanakan litbang serta pengkajian teknologi
                           yang berkaitan dengan bangunan hidraulik dan
                           geoteknik     keairan   dalam     menunjang   upaya
                           pendayagunaan, pengendalian daya rusak dan
                           konservasi sumberdaya air. Balai ini dilengkapi
                           dengan Laboratorium Hidraulika, Laboratorium
                           Mekanika Tanah, Laboratorium Mekanika Bantuan,
                           Laboratorium Bahan Bangunan dan Piranti Uji Model
                           Numerik Bidang Hidraulika dan Geoteknik. Balai ini
                           bertugas pula untuk menyusun norma, standar,
                           pedoman, manual yang berkaitan dengan bangunan
                           hidraulik dan geoteknik keairan.
Alamat / Contact Address       Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya
                                                                           Air
                                                   Departemen Pekerjaan Umum
                              Jl. Ir. H. Juanda 193 Bandung, Jawa Barat 40135
                                                                     Indonesia
                                                Telp: 022-250 5936 / 251 6374
                                                            Fax: 022-250 5936
                                                 Email: b_bhgk@pusair-pu.go.id,
                                                         sta_bhgk@melsa.net.id
                                           Website : http://www.pusair-pu.go.id
Bidang Garapan / Program   BHGK       berkemampuan       untuk    melaksanakan
                           pemecahan masalah serta memberikan layanan
                           teknik yang berkaitan dengan:
                            Survei, investigasi dan disain dengan uji model
                              hidraulik fisik dan matematik untuk mendukung
                              bangunan keairan.
                            Penyelidikan lapangan dan uji laboratorium dalam
                              disain fondasi bangunan hidraulik, tubuh
                                                                   433




                      bendungan, tanggul banjir dan perbaikan sifat
                      teknik tanah, serta instrumentasi pemantau,
                      termasuk evaluasi keamanan bangunan keairan.
                     Pelatihan dalam bidang disain, operasi dan
                      pemeliharaan bangunan hidraulik, penyelidikan
                      lapangan dan uji laboratorium geoteknik dan
                      mekanika tanah.

                  Cakupan kegiatan litbang bidang hidraulika meliputi:
                   Permasalahan aliran (debit, kecepatan aliran dan
                     tinggi muka air)
                   Energi hidraulik (pemanfaatan energi dan
                     pemecahan energi)
                   Instrumen hidraulika, pengendalian aliran dan
                     angkutan sedimen

                  Cakupan kegiatan litbang bidang geoteknik meliputi:
                   Permasalahan bahan bangunan (tanah dan batuan)
                   Stabilitas bangunan dan lereng, galian dan
                     timbunan
                   Permeabilitas/porositas     tanah,    kegempaan,
                     instrumen geoteknik, daya dukung tanah dan
                     batuan

                  Sesuai dengan ruang lingkup kegiatannya dalam
                  mengembangkan teknologi tepat guna, Pusair melalui
                  BHGK telah membuat beberapa turbin mikrohidro
                  dan telah membangun sekitar 10 PLTMH di
                  Indonesia sebagai salah satu bentuk penerapan hasil
                  penelitiannya.

Akses Pendanaan   Biaya pembuatan turbin didapat dari usulan
                  penelitian yang dikeluarkan tim Balai Bangunan
                  Hidraulik dan Geoteknik Keairan (BHGK). Usulan
                  tersebut disampaikan melalui Satuan Kerja
                  Puslitbang Departemen Pekerjaan Umum. Jika
                  disetujui maka usulan akan menjadi Rencana Kerja
                                               434




yang kemudian dianggarkan dalam APBN untuk
kemudian dikeluarkan DIPA dari Departemen
Keuangan kepada Departemen Pekerjaan Umum. Dari
situ dana kemudian diturunkan lagi kepada tim
kegiatan di BHGK melalui Puslitbang Departemen
Pekerjaan Umum. Tim kegiatan melakukan kontrak
dengan pihak ketiga untuk melaksanakan kegiatan.
Hasil penelitian kemudian diterapkan di masyarakat
bekerjasama dengan pengguna, seperti Dinas Energi
dan Pertambangan setempat, dan lainnya, baik
dengan mengajukan dana baru atau menggunakan
dana sisa penelitian.
Pusair tidak menerima permohonan dana secara
umum. Kegiatan didasarkan pada usulan internal.
Namun dalam hal penerapan hasil penelitian dapat
dilakukan kerjasama dengan pihak-pihak yang
berkepentingan.
                                                                           435




                     78. Rabithat Alam Islamy – Liga Islam Dunia
                                                            (RAI)
Tentang RAI                Liga Muslim Dunia atau Rabithat ‗Alam Islamy adalah
                           suatu lembaga internasional nir laba non pemerintah
                           yang berbasis di Kota Suci Mekah. Lembaga ini
                           dibentuk sesuai dengan resolusi Konferensi Islam
                           Sedunia yang dilaksanakan di Kota Suci Makah pada
                           tanggal 14 Dzulhijjah 1381 H atau 18 Mei 1962.

Alamat / Contact Address                      Jalan Raya Cipinang Jaya No. 90
                                                         Jakarta Timur 13410
                                               P.O. Box 4563, Jakarta 12045
                                                                    Indonesia

                               Headquarters: Makkah al- Mukarramah – Om al-
                                                          Jood, Saudi Arabia.
                                               Mailing address: P.O. Box, 357
                                                       Tel: 009662/5600919
                                             Fax: 009662/5601267 -5601319
                                                   Telefax: 450390 – 540009

Bidang Garapan / Program   Liga Islam Dunia membantu orang—orang muslim
                           untuk memecahkan permasalahan yang dihadapinya
                           di mana saja di dunia dengan cara menjalankan
                           proyek-proyek     yang    bernuansakan     dakwah,
                           pendidikan dan budaya. Organisasi ini memakai
                           berbagai sarana yang tidak bertentangan dengan
                           syariah (hokum Islam) untuk mencapai tujuannya,
                           menolak semua tindak kekerasan, mempromosikan
                           dialog dengan orang atau budaya lainnya. Program
                           dan kegiatannya mencakup antara lain:
                               Mengajak ke setiap individu, komunitas dan
                                  Negara untuk menjalankan hokum Islam.
                               Mengkoordinir kegiatan-kegiatan keislaman di
                                  dunia.
                               Meningkatkan metoda penyampaian dakwah
                                  Islam sesuai dengan aturan al Qur‘an dan As
                                                                 436




                        Sunnah.
                       Meningkatkan standard an produktifitas
                        muslim di berbagai media, pendidikan, dakwah
                        dan budaya.
                       Mengorganisir seminar-seminar dan pelatihan-
                        pelatihan penyegaran.
                       Pada musim haji, mengundang intelektual
                        Muslim untuk secara bersama-sama dan
                        mendorong pertukaran pandangan diantara
                        mereka.
                       Melakukan pengawasan kegiatan Badan Fiqih.
                       Membantu usaha-usaha untuk mempromosikan
                        dan memunculkan standar bahasa Arab.
                       Mendirikan Biro Keislaman dan Pusat-pusat
                        Keislam untuk tujuan-tujuan yang terkait
                        dengan Islam di masa mendatang.
                       Penanganan Emergensi terhadap korban
                        bencana perang dan bencana alam.
                       Membantu      mengaktifkan     peran     dan
                        pengelolaan masjid-masjid.

Akses Pendanaan   Lembaga-lembaga yang berminat untuk bekerjasama
                  dapat menghubungi alamat di atas.
                                                                                      437




     79. RAMP (Recognition and Mentoring Program)
                                        Indonesia
Tentang RAMP Indonesia   Recognition   And     Mentoring    Program   (RAMP)    merupakan
                         inisiatif The Lemelson Foundation (TLF), sebuah
                         lembaga filantrofi yang didirikan oleh Jerome Lemelson dan
                         keluarganya. Jerome Lemelson adalah salah satu penemu
                         berkewarganegaraan Amerika Serikat yang paling produktif,
                         dengan jumlah paten individu nomor 2 terbanyak setelah
                         Thomas Alfa Edison. Lemelson memanfaatkan kekayaannya
                         guna memberikan inspirasi, mendorong, dan mengakui
                         keberadaan para penemu, inovator, dan wirausaha, khususnya
                         mereka-mereka yang mengembangkan penemuan untuk
                         memenuhi kebutuhan yang besar dalam mendukung pelaksanaan
                         pembangunan berkelanjutan.

                         RAMP telah dan akan dilaksanakan di beberapa negara,
                         termasuk India dan Amerika Latin. Di Indonesia, program ini
                         dinamakan     RAMP    Indonesia,   dimana    Yayasan     Khaula
                         Karya (Khaula) berfungsi sebagai Coordinating Institution
                         (CI) sekaligus Principle Operating Institution (POI). Pada
                         pelaksanaannya,      Khaula   bekerjasama    dengan    Institut
                         Pertanian Bogor sebagai salah satu POI pula.

                         Tujuan jangka panjang RAMP Indonesia adalah pengentasan
                         kemiskinan melalui peningkatan dan pengembangan aplikasi
                         teknologi yang efisien dan efektif, penciptaan lingkungan
                         kondusif bagi tumbuhnya invensi dan inovasi, serta mengisi
                         kesenjangan antara kebutuhan dan pasokan teknologi di
                         masyarakat.

                         Tujuan jangka menengah dan pendek RAMP Indonesia adalah:

                            1. Memfasilitasi innovator akar rumput dalam
                               mewujudkan ide-ide mereka ke dalam praktik,
                               sehingga memberikan manfaat baik langsung
                               maupun tidak langsung bagi masyarakat
                               marjinal sebagai pemanfaat teknologi terkait.
                               Menumbuhkembangkan kemampuan berinovasi
                               dan berusaha di kalangan mahasiswa yang
                               pada akhirnya dapat mendorong penciptaan
                                                             438




       lapangan kerja secara mandiri.

   2. Menyediakan pilihan-pilihan teknologi dan
      inovasi yang terjangkau bagi masyarakat
      marjinal     agar      dapat      meningkatkan
      produktivitas, efsiensi dan kualitas hidupnya.

   3. Menyediakan solusi-solusi teknologi dan
      inovasi   yang     terjangkau   dan   dapat
      menciptakan        peluang     komersialisasi
      pemanfaatan sumber daya alam Indonesia
      secara lebih baik dan lestari.

Aktivitas utama RAMP adalah memberikan fasilitasi mentoring
yang komprehensif mencakup aspek pengembangan teknologi
(product and production system development) maupun aspek
bisnis (studi pasar, studi kelayakan, perencanaan bisnis). Selain
dari mentoring, RAMP Indonesia juga mengadakan kegiatan
pelatihan bagi mahasiswa (Student Technopreneurship), studi
kebijakan (policy study), promosi dan pembentukan kerjasama
(promotion and outreach) dan dukungan penyertaan modal bagi
entreprises/produk berbasis teknologi (venturing techno-
based entreprises/products).

Di Indonesia, pengelolaan program dipercayakan kepada
Yayasan Khaula Karya sebagai Coordinating Institution (CI)
dimana Country Director akan dibantu oleh Program
Secretariat. CI bertanggung jawab kepada National Steering
Committee (NSC) yang memberikan panduan dan arahan pada
pelaksanaan L-RAMP maupun penentuan inovasi/invensi yang
akan didukung. Dalam memberikan arahan, NSC juga
berkoordinasi dengan The Lemelson Foundation (TLF) melalui
perwakilannya di Indonesia.

Tugas utama CI antara lain:

   1. Memastikan pelaksanaan kegiatan RAMP
      sesuai dengan kebijakan, arah dan target yang
      telah ditentukan dan disetujui oleh NSC dan
      TLF.

   2. Mengelola proses seleksi dukungan bagi
      inovasi/invensi yang dibantu oleh Tenaga Ahli
                                                                                     439




                                  untuk memastikan penilaian yang objektif
                                  berdasarkan kelayakan teknologi yang akan
                                  dipilih.

                              3. Mengelola administrasi, komunikasi dan
                                 publikasi program secara keseluruhan dan
                                 melakukan seleksi awal pada semua proposal
                                 fasilitasi mentoring.

                           Pada pelaksanaan program, CI dibantu oleh beberapa Principal
                           Operating Insitution (POI) yang akan bertanggung jawab
                           terhadap penyelenggaraan beberapa kegiatan dalam RAMP
                           sesuai dengan kemampuan para POI. Saat ini POI terdiri dari
                           dua institusi yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) yang
                           bertanggung jawab pada kegiatan mentoring, pelaksanaan
                           student technopreneurship, dan studi kebijakan. POI lainnya
                           adalah Yayasan Khaula Karya yang bertanggung jawab pada
                           kegiatan mentoring dan venturing bagi inovasi yang terpilih.

                           Terutama pada saat mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan
                           mentoring, POI dapat meminta jasa bantuan dari fasilitator
                           lokal maupun konsultan yang sesuai dengan bidang keahlian yang
                           diperlukan oleh inovator terpilih, untuk memastikan kualitas
                           pemberian layanan.


Alamat / Contact Address                          Sekretariat RAMP Indonesia
                                                                     RAMP-IPB
                                                       Jl. Pajajaran No.1 Bogor
                                            Kampus IPB Baranangsiang Pintu 3
                                                      Bogor Jawa Barat, 16144
                                                                      Indonesia
                                          Telp.: 0251-317 386 / 0815 9608123
                                                        Email : lramp@ipb.ac.id
                                                            rampipb@yahoo.com
                                     Website : http://www.ramp-indonesia.org
                                                   http://rampipb.multiply.com
Bidang Garapan / Program   Tujuan jangka panjang RAMP adalah pengentasan
                           kemiskinan melalui peningkatan dan pengembangan
                           aplikasi teknologi yang efisien dan efektif,
                           penciptaan lingkungan kondusif bagi tumbuhnya
                                                 440




invensi dan inovasi, serta mengisi kesenjangan
antara kebutuhan dan pasokan teknologi di
masyarakat.



Tujuan jangka menengah dan pendek RAMP adalah:
1. Memfasilitasi inovator akar rumput dalam
   mewujudkan ide-ide mereka ke dalam praktik,
   sehingga memberikan manfaat baik langsung
   maupun tidak langsung bagi masyarakat marjinal
   sebagai pemanfaat teknologi terkait.
2. Menumbuhkembangkan kemampuan berinovasi dan
   berusaha di kalangan mahasiswa yang pada
   akhirnya dapat mendorong penciptaan lapangan
   kerja secara mandiri.
3. Menyediakan pilihan-pilihan teknologi dan inovasi
   yang terjangkau bagi masyarakat marjinal agar
   dapat meningkatkan produktivitas, efsiensi dan
   kualitas hidupnya.
4. Menyediakan solusi-solusi teknologi dan inovasi
   yang terjangkau dan dapat menciptakan peluang
   komersialisasi pemanfaatan sumber daya alam
   secara lebih baik dan lestari.

Program Utama RAMP-IPB adalah:
1. Memfasilitasi mentoring
2. Melakukan peningkatan                  kapasitas
   technopreneurship mahasiswa
3. Melakukan studi kebijakan

Selain program utama, RAMP-IPB mempunyai
kegiatan-kegiatan penunjang sebagai berikut:
1. Jejaring eksternal untuk membangun kerjasama
   dengan enterprenur, bisnis inkubator, lembaga
   penelitian, lembaga keuangan, lembaga bisnis,
   dan para pakar terkait di bidang pengembangan
   inovasi teknologi dan bisnis.
                                                                           441




                  2. Jejaring internal untuk membangun kerjasama
                     dengan calon-calon penemu, baik dari kalangan
                     mahasiswa, dosen, maupun peneliti; serta
                     institusi pengembang technopreneurship di
                     lingkungan IPB.
Akses Pendanaan   Fasilitasi mentoring yang diberikan oleh RAMP meliputi aspek
                  pengembangan teknologi (produk maupun proses) hingga
                  pengembangan bisnisnya. RAMP memberikan fasilitasi
                  mentoring pada inovasi dan invensi yang terpilih dan bersifat
                  dana bergulir (bukan hibah).


                  Sesuai dengan mandatnya,    sasaran dukungan fasilitasi
                  RAMP adalah:
                  1. Inovator dan inventor, baik yang berasal dari akar
                      rumput    maupun      mahasiswa     yang     akan
                      mengembangkan,     mengkomersialisasikan,     dan
                      memasarkan inovasi dan invensi mereka,
                  2. Technopreneur yang dapat membantu inovator dan
                      inventor dalam mengemas teknologi/proses yang
                      inovatif menjadi produk yang berdaya jual dan
                      memenuhi kelayakan komersial.

                  Syarat mutlak untuk mendapatkan fasilitasi mentoring
                  tersebut adalah:
                  1. Peminat fasilitasi mentoring mengisi dan
                     mengirimkan proposal sesuai dengan format yang
                     disediakan RAMP
                  2. Inovator berada di Jawa maupun Indonesia bagian
                     timur, yang tidak masuk dalam daerah konflik
                  3. Inovasi/invensi           terkait         dengan
                     pengelolaan/penyediaan air, energi, kesehatan,
                     pertanian dan keanekaragaman hayati
                  4. Kepemilikan pada inovasi jelas
                  5. Berorientasi pada kebutuhan masyarakat dalam
                     memperbaiki kualitas hidupnya
                  6. Berorientasi pada prinsip cost efficiency dan
                     terjangkau oleh masyarakat
                  7. Merupakan usaha yang layak dan berkelanjutan
                                                          442




  (seimbang antara keuntungan secara ekonomi,
  sosial dan lingkungan).

Adapun pertimbangan         penilaian akan memperhatikan
faktor faktor:
1. Kebaruan/inovativeness dari inovasi yang diajukan
2. Efektifitas dampak yang dihasilkan karena
   aplikasi teknologi yang bersangkutan
3. Dapat direplikasi atau dibuat ulang di tempat lain,
   sehingga memperluas jangkauan inovasi
4. Potensi penggalangan kerjasama dengan pihak lain,
   termasuk potensi komersialisasi teknologi.

Kegiatan fasilitasi mentoring ini dikelola oleh
Institut Pertanian Bogor dan institusi pelaksana lain,
yang kesemuanya akan dikoordinasikan oleh
Coordinating Institution (CI). Sebelum benar-benar
dapat menerima dukungan fasilitasi mentoring dari RAMP,
disadari adanya kemungkinan kesulitan para inovator dalam
membuat dan mengembangkan proposal yang baik. Oleh sebab
itu, RAMP dapat memberikan bantuan pada Pengembangan
Proposal (Proposal Development Assistance-PDA) bagi proposal
proyek yang dianggap berpotensi tinggi untuk mendapat
dukungan fasilitasi mentoring dari RAMP. Dana PDA dapat
digunakan untuk menyewa tenaga ahli yang dinamakan dengan
fasilitator lokal, melengkapi data dasar atau melakukan survei
lapangan yang lebih rinci.


Student Technopreneurship
Program ini merupakan bagian dari aktivitas utama
RAMP yang ditujukan khusus untuk melibatkan
mahasiswa dan dirancang sebagai berikut:
1. Program Pelatihan Technopreneurship Intensif di
   IPB (Intensive Student Technopreneurship
   Program/I-STEP). Mahasiswa dengan ide atau
   solusi teknologi dalam pemenuhan kebutuhan
   dasar atau pembangunan berkelanjutan mengikuti
   program untuk mempelajari kelayakan ide atau
   solusi teknologi dalam menyelesaikan suatu
                                                  443




   masalah,   mengidentifikasi    intervensi   yang
   dibutuhkan dan mengkomunikasikannya dalam
   suatu proposal. Proposal ini kemudian diharapkan
   mampu berkompetisi untuk memperoleh fasilitasi
   inkubasi RAMP.
2. Workshop Technopreneurship Satu Hari di
   Beberapa     Perguruan     Tinggi    (One    day
   Technopreneurship Workshop). Workshop ini
   terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan
   tinggi, semua jenjang pendidikan dan semua
   jurusan. Perguruan Tinggi yang berminat dapat
   mengirimkan proposal kerjasama sesuai dengan
   ketentuan dalam TOR yang disediakan.

Studi Kebijakan
Kegiatan ini dikelola dan dijalankan langsung oleh
IPB. Kegiatan studi kebijakan merupakan wujud
partisipasi RAMP Indonesia dalam mengembangkan
berbagai     masukan    yang    konstruktif   bagi
pembentukan lingkungan yang kondusif terhadap
tumbuhkembangnya kegiatan inovasi dan invensi yang
memiliki dampak positif bagi pembangunan di
Indonesia.

Venturing
Salah satu faktor yang terbilang paling menghambat
tumbuh dan berkembangnya inovasi dan invensi di
Indonesia adalah karena ketiadaan skema keuangan
yang diperlukan pada tahap awal teknologi (start-
up). Untuk mengatasi kendala ini, RAMP Indonesia
menyediakan alternatif pembiayaan (sebagai modal
penyertaan) bagi usaha berbasis teknologi yang
memenuhi kriteria kelayakan usaha tetapi belum
bankable. Fasilitasi ini hanya ditujukan bagi peserta
fasilitasi mentoring yang sudah mencapai tahap
komersialisasi dan memiliki tingkat pengembalian
investasi yang cukup tinggi atau usaha melibatkan
                                                  444




teknologi yang memiliki dampak yang besar.Untuk
memperbesar dampak dan cakupan dukungan
fasilitasi venturing ini, RAMP Indonesia mengundang
partisipasi dari berbagai pihak untuk melakukan
pembiayaan bersama, yaitu dari Pemerintah (pusat
maupun daerah), venture capital, pihak perbankan,
agen bilateral, pengelola program maupun pihak lain
yang berpotensi.

Kemitraan
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan,
menumbuhkan minat partisipasi dan kerjasama
banyak pihak, baik di tingkat program (RAMP)
maupun langsung di tingkat proyek (inovasi/invensi)
yang sedang difasilitasi oleh RAMP. Kerjasama di
tingkat     program     dapat    dimaksudkan    untuk
menambah kemampuan dukungan fasilitasi yang
diberikan pada inovasi dan invensi yang berpotensi.
Sedangkan dukungan di tingkat proyek, dapat
dimaksudkan untuk memperkuat potensi kesuksesan
proyek menuju komersialisasi. Untuk itu, RAMP
mengundang keterlibatan lembaga-lembaga donor,
agen pembangunan (pemerintah, swasta dan non-
pemerintah), maupun pengelola program untuk
melakukan kolaborasi yang mencakup:
4. Penyediaan dana padanan (matching fund)
5. Penyediaan mentor
6. Penyediaan fasilitasi untuk promosi dan publikasi
7. Fasilitasi komersialisasi produk inovasi
8. Dan lain-lain.


Selain dari pembuatan berbagai jenis media
informasi, RAMP Indonesia juga akan
menyelenggarakan ―investor forum‖ yang salah
satunya dimaksudkan untuk digunakan sebagai wadah
pengembangan kerjasama antara proyek yang telah
mendapat dukungan fasilitasi mentoring dari RAMP
                                                445




Indonesia dengan pihak pihak yang berpotensi,
termasuk para investor
Pengajuan proposal dapat dilakukan kapan saja
sepanjang tahun dan dikirimkan langsung ke alamat
di atas sesuai dengan kegiatan dan format yang
ditentukan. Format proposal dapat dilihat dalam
website dengan alamat di atas. Seleksi dilakukan
setiap tiga bulan sekali, yaitu pada bulan Maret,
Juni, September, Desember.
                                                                           446




80. Riset Unggulan Terpadu (RUT)- Kementerian Riset dan
                                        Teknologi (KRT)
Tentang RUT-KRT            Sebagai upaya meningkatkan kapasitas ilmu
                           pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan
                           nasional, sejak tahun anggaran 1992/1993 telah
                           dilaksanakan kegiatan Riset Unggulan Terpadu
                           (RUT).     Riset     Unggulan     Terpadu    (RUT)
                           dikoordinasikan melalui Deputi Bidang Program
                           Riset, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. KRT terlibat
                           secara langsung dalam pe-ngembangan kebijakan dan
                           penganggaran RUT, sedangkan Lembaga Ilmu
                           Pengetahuan Indonesia (LIPI) tetap melakukan
                           fungsinya dalam melak-sanakan pengelolaan harian
                           RUT termasuk pelaksanaan seleksi, monitoring dan
                           evaluasi yang dilakukan oleh Tim Panel.

Alamat / Contact Address                       Kementerian Riset dan Teknologi
                                                                  Gedung BPPT
                                          Jl. MH Thamrin No. 8 Jakarta 10340
                                                                     Indonesia

Bidang Garapan / Program   RUT merupakan suatu kegiatan penelitian yang: 1)
                           dilaksanakan dalam kurun waktu tidak lebih dari 3
                           (tiga) tahun berdasarkan ketentuan yang akan
                           dijelaskan lebih lanjut dalam buku petunjuk
                           penyusunan proposal ini; 2) mencakup kegiatan
                           penelitian yang diarahkan untuk memecahkan
                           masalah-masalah ilmiah sesuai dengan bidang yang
                           dirinci dalam buku panduan ini. Unggulan dalam
                           program RUT mengandung arti bahwa riset yang
                           dilaksanakan memiliki terobosan ilmiah dan nilai
                           strategis-ekonomis yang tinggi. Alur pemikiran
                           mengenai latar belakang, masalah, hipo-tesis,
                           metodologi, dan analisis harus memiliki orientasi
                           ilmiah yang jelas. Ke-Terpadu-an dalam program
                           RUT meliputi aspek-aspek kerja-sama antar instansi
                                                  447




dan antar disiplin ilmu dengan memperhatikan
kekhususan lembaga keilmuan yang ada dalam rangka
pemanfaatan SDM, fasilitas dan dana. Pada lembaga
riset departemen dan non-departemen, keterpaduan
dapat merupakan kerja sama antar unit kerja
(Eselon II), sedangkan pada Perguruan Tinggi dapat
berbentuk kerjasama antar jurusan.



Bidang-bidang penelitian RUT (RUT XII), adalah:

1. Pengembangan Sistem-sistem Nasional, Sektoral
dan Daerah 2. Pertanian dan Pangan 3. Kesehatan 4.
Lingkungan 5. Kelautan, Kebumian dan
Kedirgantaraan 6. Transportasi dan Logistik 7.
Energi 8. Manufaktur 9. Informasi dan
Mikroelektronika 10. Bahan Baru


   1. Pengembangan system-sistem nasional,
      sektoal dan daerah
Dalam proposal penelitian bidang ini, yang
diutamakan adalah pemenuhan kriteria interdisiplin,
integratif dan masalah strategis terkait dengan
peningkatan daya saing daerah. Interdisiplin, secara
sistemik memadukan pendekatan berbagai disiplin
ilmu. Dalam keinterdisiplinan, tercermin pada
perspektif keilmuan serta metodologi yang dipakai.
Integratif, persoalan yang dikaji hendaknya
ditujukan mencari penyelesaian secara menyeluruh
dan tidak bias pada salah satu sektor atau bidang,
holistik-sistemik serta peka terhadap
keterhubungan antar aspek. Keluaran penelitian
berupa alternatif bagi perumusan kebijakan publik
dalam meningkatkan daya saing daerah.

Isu strategis, masalah yang dihampiri merupakan
masalah strategis yang mempunyai daya ungkit
                                                448




(leverage) tinggi, sehingga penanganan yang
diberikan akan memberi dampak luas. Beberapa
contoh kajian sistem misalnya: sistem peningkatan
daya saing daerah, sistem pendidikan, sistem
pembangunan berkelanjutan, sistem kesehatan
masyarakat, sistem integrasi nasional, sistem
bioregional (pengembangan kawasan berbasis
pengelolaan sumberdaya hayati secara
berkelanjutan), sistem pengentasan kemiskinan
yang berkelanjutan, sistem pertanahan nasional,
dan lain sebagainya.


   2. Pertanian dan Pangan

   Bidang pertanian difokuskan pada kegiatan yang
   mampu mendayagunakan sumberdaya alam hayati
   Indonesia dan mencari terobosan ilmiah
   mendasar untuk memecahkan berbagai
   permasalahan di bidang pertanian dengan tema:
   (i) Penanda molekular (molecular marker) dan
   analisis genom (genome analysis) sumberdaya
   alam hayati, khususnya sumberdaya alam hayati
   lokal (asli Indonesia); (ii) Transformasi,
   transgenesis, dan mikropropagasi tanaman; (iii)
   Genetik dan reproduksi ternak dan ikan; (iv)
   Interaksi tanaman/hewan dengan jasad renik;
   dan (v) Teknologi pangan dan pakan untuk
   peningkatan mutu dan keamanannya

   3. Kesehatan


Bidang kesehatan difokuskan pada upaya untuk
mengatasi permasalahan kesehatan utama
masyarakat di Indonesia seperti beban ganda
(double burden of diseases) berkaitan dengan re-
emerging penyakit-penyakit infeksi, beban penyakit
                                                  449




degeneratif dan keganasan, maupun kecenderungan
(trend) perubahan penyakit. Tema-tema yang dapat
dicakup, antara lain adalah:

   1. Penyakit menular, dalam hal ini tuberkulosis,
      malaria dan hepatitis;

   2. Penyakit degeneratif, seperti diabetes,
      kardiovaskuler dan penyakit sendi;

   3. Penyakit keganasan utama di Indonesia
      seperti kanker payudara dan mulut rahim;

   4. Penyakit gizi yaitu kekurangan dan kelebihan
      gizi;

   5. Biologi reproduksi yang berhubungan dengan
      fertilitas dan infertilitas, teknologi
      reproduksi, kontrasepsi serta vaksin; f.
      Penemuan dan pengembangan obat, vaksin dan
      kit diagnostik.

Usulan penelitian diprioritaskan menggunakan
pendekatan bioteknologi/biologi molekuler, genetik,
dan imunologi dengan memperhatikan "health
economic impact" dari keluaran penelitian.


   4. Lingkungan

   Penelitian difokuskan pada tema-tema: a.
   Bioteknologi bagi pemanfaatan keanekaragaman
   hayati dari kawasan-kawasan konservasi in situ:
   bioprospecting dari keanekaragaman hayati bagi
   pengembangan produktivitas pertanian,
   kehutanan, perikanan, peternakan dan
   biopharmaceutical industry, termasuk mekanisme
   konservasi dan hak paten; b. Pemanfaatan
   komponen keanekaragaman hayati bagi program
   pengendalian pencemaran (tanah, udara, air),
                                                  450




   program rehabilitasi lingkungan yang rusak
   sebagai akibat kegiatan pertambangan.

   5. Kelautan, Kebumian dan Kedirgantaraan


Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi
pada pengembangan ilmu dan pengelolaan
sumberdaya alam, dengan penekanan pada
kegiatanpenelitian yang mengandung tema:
   1. Iklim dan Cuaca;
   2. Pengelolaan Sumberdaya Air;
   3. Dinamika/Perubahan Tutupan Lahan (Land Use
      Change);
   4. Mitigasi Bencana Alam;
   5. Dinamika Laut.

   6. Transportasi dan Logistik


Penelitian difokuskan pada kegiatan penelitian yang
mengandung tema:
   1. Iklim dan Cuaca;
   2. Pengelolaan Sumberdaya Air;
   3. Dinamika/Perubahan Tutupan Lahan (Land Use
      Change);
   4. Mitigasi Bencana Alam;
   5. Dinamika Laut.

   7. Energi


Bidang energi difokuskan pada tema-tema :
   a. Konservasi Sumberdaya Energi Ditujukan pada
      upaya penghematan dan perpanjangan usia
                                                  451




      cadangan sumberdaya energi, termasuk di
      dalamnya metode eksplorasi dan
      eksperimentasi sumberdaya energi yang baru
      dan terbarukan;
   b. Optimasi Pemanfaatan Sumberdaya Energi
      Difokuskan pada masalah pembangkitan,
      konversi, penyimpanan, pengiriman dan
      penyebaran, serta pemanfaatan untuk
      berbagai keperluan dalam rangka menjamin
      penyediaan energi secara berkesinambungan;
   c. Ekstensifikasi dan Diversifikasi Ditekankan
      pada upaya untuk menggali sumber-sumber
      energi baru, termasuk energi alternatif yaitu
      yang bersifat terbarukan, ramah lingkungan
      dan sesuai dengan kebutuhan yang ada,
      terutama yang berdampak luas terhadap
      kebutuhan dan penyediaan energi secara
      nasional (misalnya batubara, biomassa, bahan
      bakar hydrogen, biofuel, tenaga surya, tenaga
      angin, tenaga ombak, panas bumi, dan
      sebagainya).

   8. Manufaktur


Lingkup penelitian bidang manufacturing ditekankan
pada:
   a. Substitusi komponen import-reverse
      engineering;
   b. Peningkatan ekspor;
   c. Pengembangan proses dan produk (harus
      menunjukkan aspek positif terhadap tekno-
      ekonomi);
   d. Manajemen manufaktur yang inovatif;
   e. Manufaktur peralatan untuk menunjang agro-
                                                                      452




                        industri.

                     9. Informasi dan Mikroelektronika


                  Penelitian untuk bidang Informasi dan
                  Mikroelektronika difokuskan pada kegiatan yang
                  menunjang pengembangan e-government baik secara
                  langsung maupun tidak langsung.

                     10. Bahan Baru


                  Diutamakan penelitian yang berorientasi kepada
                  masalah-masalah bidang bahan baru yang dapat
                  memberikan nilai strategis - ekonomis. Penelitian
                  bidang bahan baru pada RUT XII lebih ditekankan
                  pada pemanfaatan local resources, misalnya yang
                  berkaitan dengan teknologi produksi sawit dan
                  turunannya, dan pengembangan teknologi produksi
                  untuk menghasilkan material baru (misalnya
                  komponen fuel cell).

Akses Pendanaan   Kedudukan peneliti adalah di lembaga riset,
                  perguruan tinggi dan industri, baik pemerintah
                  maupun swasta. Penelitian harus dilaksanakan di
                  Indonesia.
                  Setiap riset dilaksanakan oleh seorang Peneliti
                  Utama dan sebanyak-banyaknya 2 (dua) orang
                  Peneliti lainnya, serta dibantu oleh sebanyak-
                  banyaknya 3 (tiga) orang Teknisi/pembantu peneliti
                  dengan bidang keahlian yang saling mendukung.
                  Mengingat bahwa RUT adalah suatu program
                  unggulan, maka RUT tidak dapat membiayai riset
                  untuk program S2 dan S3, namun informasi yang
                  diperoleh dapat digunakan sebagai bagian dari
                  tesis/disertasi. Oleh karenanya, Peneliti Utama
                  dianjurkan untuk melibatkan mahasiswa (S1, S2, S3)
                                          453




sebagai tenaga Teknisi/pembantu peneliti yang
mendapat honor sesuai ketentuan yang berlaku,
dengan syarat adanya supervisi ketat.
                                                                             454




                                 81. SAMPOERNA FOUNDATION

Tentang Sampoerna
                           Sampoerna Foundation (SF) adalah institusi
Foundation
                           independent yang terdaftar sebagai organisasi
                           nirlaba di pemerintah yang berdedikasi untuk
                           memperbaiki kualitas dan akses pada pendidikan di
                           Indonesia.
                           SF secara menyeluruh berupaya untuk membantu
                           para pendidik di Indonesia untuk memperbaiki
                           kualitas sekolah maupun universitas lokal dan
                           menyediakan kesempatan bersekolah bagi para anak
                           bangsa yang membutuhkan.

                           Salah satu visi dari Sampoerna Foundation adalah
                           mengambil peranan aktif dalam meningkatkan dan
                           menimbulkan kepedulian para pihak swasta dalam
                           upaya memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia.
                           Untuk mewujudkan visi ini, yayasan ini terus
                           berupaya mengalang kerjasama dengan perusahaan
                           maupun organisasi lain yang mempunyai tujuan atau
                           keinginan yang sama dalam memajukan pendidikan di
                           Indonesia. Kami percaya di masa yang akan datang,
                           akan semakin banyak mitra lain yang tergerak untuk
                           bergabung     dalam    kerjasama    yang    sangat
                           menguntungkan ini.

Alamat / Contact Address                               Sampoerna Foundation
                                                Sampoerna Strategic Square
                                                         Tower B, 3rd Floor
                                                 Jl. Jend. Sudirman Kav. 45
                                                             Jakarta 12930
                                                  Telephone (021) 577 2340
                                                        Fax (021) 577 2341
                                    Website: http://www.sampoernafoundation.org/
                                                                             455




Bidang Garapan / Program
                           SF mempunyai Misi sebagai berikut:

                                 SF percaya bahwa menyediakan pendidikan
                                  yang berkualitas bagi anak bangsa merupakan
                                  tanggung jawab bersama setiap warga
                                  Indonesia di seluruh Nusantara;

                                 SF berkomitmen membantu pendidik-pendidik
                                  Indonesia menghasilkan warga negara yang
                                  akan berguna secara efektif dan etis di
                                  lingkungan global;

                                 SF menyambut dan aktif mencari partisipasi,
                                  kerjasama, dan bantuan dari organisasi-
                                  organisasi swasta maupun publik, domestik
                                  atau internasional, yang peduli terhadap kerja
                                  kami;

                           Sejak tahun 2005, SF telah membentuk beberapa
                           program perbaikan kualitas pendidikan. Salah
                           satunya adalah SF United Schools Program (USP),
                           yang bertujuan memperbaiki kualitas Sekolah
                           Menengah Atas di Indonesia. SF USP telah
                           mengadopsi enam sekolah di Sumatra, Jawa,
                           Kalimantan dan Bali sampai dengan Juli 2006. Pada
                           tahun 2006, SF telah meluncurkan Sampoerna
                           Foundation Teacher Institute dan Sampoerna
                           School of Business and Management-ITB.

                           Sampai saat ini, SF telah memberikan lebih dari
                           19,700 beasiswa dari tingkat SD hingga S2 kepada
                           siswa yang memiliki kemampuan terbaik namun
                           mengalami kesulitan keuangan. SF memiliki 111 alumni
                           S1 dan S2 dan 4,704 alumni SMA. Melalui
                           pemberdayaan secara personal maupun profesional,
                           SF memberikan kesempatan kepada para penerima
                           beasiswanya untuk memberikan kontribusi kepada
                           pembangunan bangsa.
                                                                      456




                  SF juga memfasilitasi sektor swasta yang
                  mendukung perkembangan pendidikan nasional
                  melalui    program     CSR    (Corporate     Social
                  Responsibility) dengan cara mengelola dana CSR dan
                  memberikan akses magang di perusahaan-perusahaan
                  besar bagi penerima beasiswa SF. Di Aceh,
                  Yogyakarta, Jawa Tengah dan Pangandaran, SF
                  bekerjasama dengan mitra lokal dan internasional
                  untuk menata kembali sistem pendidikan yang
                  hancur.

                  Program2
                  Sekarang, SF memiliki beberapa Program termasuk
                  Program Beasiswa (Nasional dan Luar Negri),
                  Program Pengembangan Kualitas Sekolah (SQIP),
                  Program Institut Guru (TI), Program Pengembangan
                  Institusi (IDP) dan Sampoerna Language Centre.
Akses Pendanaan   Peminat program Sampoerna Foundation dapat
                  menghubungi alamat di atas untuk mendapatkan
                  informasi lebih lanjut. Bagi para pencari beasiswa, ini
                  adalah    kesempatan       yang     berharga    untuk
                  meningkatkan kualitas hidup Anda.
                                                                                   457




                            82. Sasakawa Peace Foundation, The

Tentang Sasakawa           Sasakawa Peace Foundation (SPF) adalah sebuah lembaga
                           swasta yang tidak mencari keuntungan, dan mempunyai misi
                           untuk ikut serta menciptakan kerukunan, kesejahteraan dan
                           perdamaian di dunia. SPF didirikan pada tahun 1986 dengan
                           mengandalkan dana abadi yang diberikan oleh Nippon
                           Foundation dan masyarakat penggemar balapan perahu
                           bermotor. Sebagai lembaga yang berorientasi global, SPF
                           mengutamakan       program-program     yang      berdimensi
                           internasional, dan mengharapkan munculnya pendekatan baru
                           sebagai alternatif dari apa yang selama ini dilakukan oleh
                           pemerintah dan sector bisnis. Semua masalah harus didekati
                           secara multi disiplin dalam perspektif multilateral. Dalam
                           menjalankan misinya, SPF berperan sebagai lembaga pelaksana
                           dan pemberi dana.



                           SPF menyusun program-program jangka menengah yang sesuai
                           dengan persoalan yang dianggap penting dan strategis. Dua
                           program jangka menengah yang telah dirumuskan didasarkan
                           pada kecenderungan ―saling ketergantungan‖ antar bangsa-
                           bangsa (1989-1994), dan pada munculnya ―interaksi‖ antar
                           berbagai macam aktor dan kelompok kepentingan di seluruh
                           dunia (1994-2000). Hal penting yang diperhatikan oleh SPF di
                           masa pergantian milenium ini adalah munculnya aktor-aktor
                           baru yang ikut serta mengatasi berbagai permasalahan
                           kehidupan.   Termasuk dalam aktor-aktor tersebut adalah
                           lembaga-lembaga atau kelompok local masyarakat yang
                           merupakan alternatif atau pelengkap bagi badn-badan
                           pemerintah maupun internasional.


Alamat / Contact Address   Sasakawa Hall,
                           3-12-12 Mita, Minato-ku,
                           TOKYO                     108-0073,                 JAPAN;
                           Telp. : (81) 3-3769-6914;
                           Fax. : (81) 3-3769-2090;
                           Website : http://www.spf.org
Bidang Garapan / Program   Sesuai dengan misi yang diembannya, SPF
                           memfokuskan programnya pada tiga bidang pokok.
                           Yang pertama mengenai berbagai masalah hubungan
                           antar masyarakat global, seperti membina dialog
                                                                  458




                  internasional, mendorong kerjasama regional, dan
                  meningkatkan harmoni antar etnik.           Kedua,
                  membangun jaringan aksi dalam berbagai bidang
                  kehidupan oleh kelompok-kelompok masyarakat pada
                  tingkat kota dan desa. Termasuk dalam hal ini
                  adalah tukar menukar informasi dan tenaga ahli,
                  latihan bersama, kerjasama antar kota, serta
                  penelitian bersama. Sedangkan yang ketiga adalah
                  peningkatan aktivitas lembaga-lembaga nirlaba, yang
                  harus lebih banyak mengambil peranan bersama-
                  sama dengan pemerintah dan sector bisnis. Dalam
                  kaitan ini, SPF mendukung survey atau penelitian
                  lembaga-lembaga swadaya masyarakat, peningkatan
                  kapasitas mereka, serta pelembagaan dan sosialisasi
                  karya-karya mereka agar tidak tersembunyi dan
                  terpencar-pencar.


Akses Pendanaan   Lembaga-lembaga yang berminat dapat mengajukan
                  proposal untuk pendanaan kepada SPF. Tidak ada
                  ketentuan mengenai format proposal yang harus
                  diikuti, dan dapat dikirimkan setiap waktu. Namun
                  demikian, proposal harus ditulis dalam bahasa
                  Inggeris atau Jepang. Informasi lebih lengkap
                  dapat diperoleh dari alamat di atas, atau email :
                  pr@spf.org
                                                                               459




                              83. PT Sosial Enterprener Indonesia
                                                             (SEI)
Tentang SEI                PT Sosial Enterprener Indonesia (SEI) didirikan
                           pada bulan September 2007 oleh empat investor
                           Indonesia, yaitu Teddy Permadi Rachmat, Shanti
                           Poesposoetjipto, Pramukti Surjaudaja dan Amit
                           Lohia, dengan disponsori oleh Grassroots Business
                           Initiatives  (GBI)    /    International  Finance
                           Corporation (IFC). SEI didirikan untuk mendukung
                           usaha-usaha kecil dan menengah di Indonesia dalam
                           rangka meningkatkan lapangan pekerjaan dan
                           pemberdayaan ekonomi bagi kaum miskin dan tidak
                           mampu.

                           Tujuan SEI adalah membawa input bisnis menjadi
                           usaha dan inisiatif yang menjanjikan, melewati
                           tahapan percobaan awal, memiliki kombinasi yang
                           kokoh antara komersialisasi dan jangkauan pada
                           masyarakat di akar rumput namun dalam kebutuhan
                           penguatan    sebelum    meningkatkan   dan/atau
                           mereplikasi.

                           Visi SEI adalah untuk mengembangkan dan
                           mendorong semangat usahawan Indonesia yang akan
                           berkontribusi       secara       substansial       pada
                           pengembangan sosial dan ekonomi di Indonesia. Misi
                           SEI adalah mendukung usaha kecil dan menengah
                           untuk tumbuh dan bertahan secara sosial dan
                           ekonomi. SEI juga berharap menjadi salah satu
                           institusi pilihan bagi investor (institusi/sosial) yang
                           giat mengembangkan usaha kecil dan menengah di
                           Indonesia.

Alamat / Contact Address   PT Sosial Enterprener Indonesia
                           Graha Irama 15 Fl Unit A
                           Jl. HR Rasuna Said Blok XI Kav 1-2
                                                                            460




                           Kuningan, Jakarta Selatan
                           Indonesia
                           Telp.: 021-526 1170
                           Fax : 021-526 4381
                           Email : info@se-indo.com
Bidang Garapan / Program   SEI memfokuskan bisnisnya untuk mendukung
                           pertumbuhan usaha kecil dan menengah melalui
                           berbagai produk investasi, dengan garis bawah:
                           1. Kesinambungan Finansial
                              Memperoleh pengembalian yang cukup dalam
                               investasi yang akan menjamin keberlanjutan dan
                               pertumbuhan perusahaan
                              Mempekerjakan operasi dan tekhnologi yang
                               benar, yang akan menegakkan operasi yang
                               efisien, yang akan menjamin dibayarkannya
                               keuntungan perusahaan/klien dalam cara yang
                               layak dan menghindari penerusan inefesiensi
                               harga yang dibayarkan oleh klien akhir
                              Konstruksi persetujuan bisnis didasarkan pada
                               pendekatan komersial yang akan memastikan
                               bahwa bisnis diikuti dengan dinamika pasar
                             
                           2. Kesinambungan Sosial
                              Dengan bertumbuhnya perusahaan, potensi
                               penciptaan kerjaan baru diharapkan dan
                               direncanakan dengan baik
                              Rasa hormat terhadap perbedaan dan tidak ada
                               diskriminasi terhadap karyawan yang melawan
                               kepercayaan, ras, etnis, ketidakmampuan fisik
                               dan     jender.   Tentu     saja    juga   tidak
                               mempekerjakan anak-anak di bawah umur.

                           3. Kesinambungan Lingkungan
                              Menjamin bahwa proses produksi, produk dan by-
                               products akan mencegah kerusakan lingkungan
                              Penggunaan berbagai sumber daya alam harus
                               dijamin bahwa hal tersebut berasal dari operasi
                                                                   461




                     ilegal dan tidak akan merusak lingkungan hidup.

                  Untuk mencapai tujuannya, SEI menyediakan
                  layanan:
                  Investasi pinjaman, menyediakan layanan finansial
                  untuk usahawan yang memenuhi syarat
                  Investasi/partisipasi equity, menyediakan investasi
                  equity/pembagian keuntungan untuk meningkatkan
                  dan mengembangkan bisnis dan program
                  Technical Assistance, menyediakan technical
                  assistance yang terspesialisasi (training, coaching)
                  berdasarkan kebutuhan, untuk mendukung usaha
                  agar tumbuh atau menjadi usaha yang memenuhi
                  syarat untuk mendapatkan pembiayaan dari SEI
                  Mentoring, menyediakan mentoring dan layanan
                  konsultasi bisnis untuk usaha
                  Jejaring, menyediakan pengantar dan referensi
                  kepada penyedia dana dan pendukung potensial
                  lainnya atau untuk menyuplai rantai dan mitra
                  pemasaran, atau untuk menyediakan pertemuan
                  jejaring para investor untuk berbagi bisnis.



Akses Pendanaan   SEI memberikan pinjaman dengan ketentuan sebagai
                  berikut:
                   Peminjam adalah usaha kecil, menengah yang
                    memiliki status hukum (CV, PT, Koperasi, dan
                    lainnya); atau pengusaha lokal perorangan yang
                    usahanya melibatkan banyak orang, memiliki NPWP
                    atau tanda daftar usaha sederhana lainnya.
                   Lokasi peminjam dan usahanya dapat berada di
                    desa atau di kota, namun saat ini SEI masih
                    membatasi pada wilayah pulau Jawa, pulau Bali dan
                    Sumatera Selatan.
                   Jenis usaha harus mengandung unsur produksi.
                    SEI tidak memberikan pembiayaan untuk
                    perdagangan (trading) namun dapat memberikan
                                                 462




  pembiayaan untuk jasa, seperti pendatangan
  tenaga ahli.
 Selain memiliki misi komersial (keuntungan), usaha
  juga harus memberikan nilai kepada masyarakat,
  yaitu dampak sosial dan/atau lingkungan hidup.
 Jumlah pinjaman minimal Rp 200 juta.
 Bunga pinjaman 14% dengan diskon bungan 1 bulan
  dan grace periode 6 bulan. Jaminan dibutuhkan
  namun bentuknya dapat disepakati antara SEI
  dengan peminjam.
 Usaha      harus      bersifat   transparan    dan
  membolehkan SEI untuk mengaudit pelaksanaan
  finansial dan bisnis.
Pihak yang berminat dapat mengirimkan proposal
yang disertai dengan identitas badan hukum
perusahaan atau usaha perorangan dan laporan
keungan selama dua tahun terakhir ke alamat di
atas.
                                                                             463




                                       84. Sumitomo Foundation, The
Tentang Sumitomo Foundation   The Sumitomo Foundation adalah lembaga donor
                              yang dibentuk pada tanggal 25 September 1991 oleh
                              20 perusahaan yang tergabung dalam grup
                              Sumitomo, yang juga bertindak sebagai penyedia
                              dana, untuk memperingati 300 tahun hari jadi Beshi
                              Copper Mine yang merupakan tonggak awal bisnis
                              grup Sumitomo.
                              Misi lembaga Sumitomo adalah mendukung upaya
                              pembangunan masyarakat agar menjadi lebih baik.
                              Dana diberikan pada kegiatan-kegiatan dalam
                              berbagai bidang, dengan tujuan untuk membantu
                              memecahkan persoalan. Aset Sumitomo Foundation
                              pada bulan April 1998 mencapai 16 milyar yen, dan
                              direncanakan akan meningkat menjadi 20 milyar yen
                              pada tahun 2000.
Alamat / Contact Address                                   1-12-16 Shibadaimon,
                                                     Minato-ku, Tokyo 105-0012,
                                                                        JAPAN;
                                                        Telp.: (81 3) 5473 0161;

Bidang Garapan / Program      Prioritas program lembaga Sumitomo mengalami
                              perubahan setiap tahunnya. Untuk tahun fiskal 1998
                              prioritas program Sumitomo Foundation adalah:
                                 1. Program penelitian yang berkaitan dengan
                                    Jepang. Program ini diperuntukkan bagi para
                                    peneliti dari Asia Timur dan Tenggara dalam
                                    bidang ilmu sosial dan humaniora yang
                                    berkaitan            dengan         Jepang.




                                 2. Program perlindungan, pemeliharaan dan
                                    perbaikan kekayaan budaya di luar Jepang.
                                    Program ini menyediakan dana untuk
                                                                   464




                        perlindungan atau pemeliharaan benda-benda
                        seni atau sejarah yang memiliki nilai akademis
                        yang perlu diketahui oleh generasi mendatang.
Akses Pendanaan   Tidak ada format proposal baku yang ditentukan
                  oleh Sumitomo Foundation. Hanya saja karena
                  Sumitomo memperbaharui tema program dalam
                  setiap tahun, maka pemohon dana diharapkan
                  menjalin hubungan informasi secara langsung dengan
                  lembaga ini.
                                                                             465




                                                 85. Terre Des Hommes
Tentang Terre Des Hommes
                           Terre des Hommes Netherlands didirikan di Belanda
                           pada tahun 1965 dan merupakan anggota dari
                           Federasi Internasional Terre des Hommes (Bumi
                           Manusia) yang berkedudukan di Geneva, Swiss.
                           Terre des Hommes Netherlands mendukung
                           sepenuhnya Charter of International Federation
                           yang tidak mempunyai kaitan apapun dengan agama
                           maupun politik.

                           Terre des Hommes Netherlands sangat peduli
                           terhadap     segala    usaha     bagi     peningkatan
                           kesejahteraan, terutama anak-anak yang kurang
                           beruntung dan sedang dalam kesulitan hidup. Logo
                           Terre des Hommes melambangkan tetesan air.
                           ―Tetesan air yang paling kecil sekalipun bila menetes
                           terus menerus akan dapat menembus batu yang
                           paling besar‖. Terre des Hommes hanyalah
                           organisasi yang kecil, namun percaya bahwa dengan
                           ketekunan, masalah yang paling berat sekalipun akan
                           dapat teratasi.
Alamat / Contact Address                                 Jl. Cenderawasih II/2,
                                                               Gandaria Selatan,
                                                              JAKARTA 12420;
                                       Telp. : (021) 769 2405, (021) 751 3622;
                                                 E-mail : tdhfvd@attglobal.net
                                                                  Alamat Pusat :
                                                             Van Speijkstraat 3,
                                         2518 EV The Hague,The Netherlands;
                               Telp. : (031-70) 363 7940, (031-70) 365 2160;
                                                     Fax. : (031-70) 365 2160
                                                   E-mail : terrepv@email.com
Bidang Garapan / Program   Terre des Hommes sudah aktif di Indonesia sejak
                           tahun 1976, dengan melakukan berbagai kegiatan
                           yang bertujuan untuk membantu anak-anak yang
                           kurang beruntung atau dalam kesulitan. Termasuk di
                                                                 466




                  dalamnya adalah program pendidikan formal dan
                  informal, kesehatan, panti asuhan, lingkungan,
                  advokasi anak terlantar, pengembangan masyarakat,
                  kredit kecil dan sebagainya.
Akses Pendanaan
                  Torres des Hommes dapat melakukan kerjasama
                  dengan lembaga-lembaga yang memiliki kesamaan
                  program. Bagi yang berminat hendaknya
                  menghubungi lebih dahulu untuk memperoleh rincian
                  tatacaranya .
                                                                             467




                                                       86. Yayasan TIFA
Tentang TIFA               Yayasan Tifa adalah sebuah lembaga yang bertujuan
                           untuk memperkuat masyarakat sipil di Indonesia,
                           sebagai sarana menuju demokrasi dan untuk
                           menyiapkan pemberdayaan rakyat dalam menghadapi
                           berbagai tantangan. Untuk mendukung terwujudnya
                           otonomi daerah dan desentralisasi, Yayasan Tifa
                           memfokuskan kegiatannya di tingkat propinsi.
                           Yayasan Tifa yang diresmikan tanggal 8 Desember
                           2000 membawa misi untuk mengembangkan
                           masyarakat terbuka di Indonesia, yang menghormati
                           perbedaan, menghargai hukum, keadilan dan
                           persamaan. Visi Yayasan Tifa adalah terwujudnya
                           masyarakat yang menjunjung tinggi hak-hak pribadi,
                           terutama hak dan pandangan perempuan, kelompok
                           minoritas dan kelompok yang tidak diuntungkan
                           lainnya. Yayasan ini juga mendukung terciptanya
                           pemerintahan (governance) yang baik.
Alamat / Contact Address                                          Yayasan Tifa
                                                    Jl. Jaya Mandala II No. 14E
                                                                 Menteng Dalam
                                                          Jakarta Selatan, 12870
                                                                       Indonesia

                                                       Tel : (62) 021 829 2776
                                                      Fax : (62) 021 837 83648
                                               email: public@tifafoundation.org

                                                 http://www.tifafoundation.org/

Bidang Garapan / Program
                           Di tengah tidak menentunya kondisi perkembangan
                           masalah tata pemerintahan, pembaharuan hukum,
                           dan penghormatan HAM (termasuk kebebasan
                           berpendapat pada umumnya, dan kebebasan pers
                           pada khususnya), Tifa memfokuskan perhatian pada
                           dua Program Prioritas, yaitu Program Hak-hak Asasi
                           Manusia, Tata Pemerintahan Lokal, yang didukung
                           oleh dua program pendukung yaitu Program Media,
                                                           468




Penguatan Kapasitas Organisasi. Masing-masing
Program Prioritas mempunyai dua sampai tiga
Program Inti yang mencakup berbagai masalah
strategis. Di samping itu, Tifa juga mempunyai fokus
geografis, yaitu Aceh dan Nusa Tenggara Timur.
Tujuan dari fokus geografis adalah untuk mendorong
sinergi di antara Program Prioritas Tifa dan juga
sinergi di antara para penerima dana Tifa untuk
meningkatkan dampak dari program.

Fokus Program

1. Penguatan jaringan bantuan hukum dan paralegal;
     ● Mendukung kelembagaan, program dan         peningkatan
       kapasitas Organisasi Bantuan Hukum (OBH)
     ● Mendukung penguatan, jaringan paralegal, dan kebijakan
       yang mengakomodir eksistensi paralegal ditingkat
       nasional
     ● Mendukung pengembangan model bantuan hukum atas
       inisiatif rakyat
     ● Mendukung adanya media pendidikan publik         untuk
       peningkatan kesadaran hak-hak kewarganegaraan
     Penguatan komunitas keluarga dan atau kelompok korban
2.
     pelanggaran HAM;
     ● Mendukung penguatan komunitas korban pelanggaran
       HAM dalam memperjuangkan hak-haknya
     ● Mendukung jaringan dan peningkatan kapasitas organisasi
       korban pelanggaran HAM agar bisa berkelanjutan
     ● Mendukung adanya media alternatif untuk pendidikan
       politik di tingkat komunitas
     Advokasi regulasi yang mendukung upaya kaum marjinal
3.
     mengakses hak-haknya;
     ● Mendorong lahirnya kebijakan publik yang menyesuaikan
       dengan instrumen internasional HAM, UU HAM, UU Hak
       EKOSOB, UU Hak SIPOL
     ● Mendorong terbentuknya jaringan kelompok strategis
       yang terorganisir dalam upaya mendukung proses
       advokasi kebijakan di tingkat lokal dan nasional
     ● Pengembangan database untuk advokasi hak kaum
       marjinal   dengan     fokus   pada KUHP, ADRE,
       Ketenagakerjaan, dan Buruh Migran
     ● Mendukung jaringan wartawan dalam upaya mengangkat
                                                         469




    issue strategis kaum marjinal
4. Penguatan komunitas dalam menangani konflik komunal
  ● Mendukung adanya community leaders di komunitas
    dampingan yang berperan sebagai inisiator perdamaian
  ● Mendukung jaringan multi stakeholders untuk pencegahan
    konflik
  ● Mendorong     terciptanya    model-model      instrumen
    pencegahan konflik diluar EWS
  ● Mendukung adanya media alternatif yang dapat
    memobilisasi informasi dalam upaya  mendukung
    perdamaian.



3. Reformasi Hukum

Program    ini    bertujuan  untuk  meningkatkan
kemampuan LSM dan lembaga-lembaga lain untuk
merancang      undang-undang   dan  meningkatkan
keterbukaan dan akses pada keputusan pengadilan.
Program ini juga bertujuan untuk membangun
kesadaran publik dan anggota legislatif tentang
perlunya mengubah undang-undang tentang pemilihan
umum dan undang-undang dasar, di samping
memberikan pelatihan tentang hukum dagang,
penelusuran kekayaan dan pemberantasan korupsi.

4. Pemerintahan Daerah

Program ini bertujuan untuk pengembangan
kapasitas pegawai pemerintah daerah di dalam
perencanaan kebijakan, ekonomi dan penanggulangan
konflik, di samping mendorong LSM untuk
meningkatkan pengawasan terhadap pemerintah.
Peranan perempuan di daerah didukung dengan
menambah jumlah mereka yang duduk di DPRD,
meningkatkan ketrampilan mereka, dan merancang
peraturan yang mendukung mereka sebagai wakil
rakyat.

Bertujuan untuk mewujudkan ruang partisipasi dalam
                                                           470




mendorong pengelolaan sumberdaya yang adil,
transparan    dan   akuntabel dalam   rangka
meningkatkan kualitas pelayanan publik dan
kesejahteraan kaum marginal.

Upaya untuk mewujudkan tujuan tersebut, Tifa
mendukung program alokasi anggaran yang berpihak
kepada orang miskin, mendukung transparansi dan
akuntabilitas APBD, mendukung      pengembangan
pemerintahan desa serta penguatan masyarakat sipil
dalam pelaksanaan Pilkadal.

Fokus Program

1. Anggaran untuk Rakyat;
  ● Mendorong Replikasi Inovasi Jembrana
  ● Mendukung reformasi politik anggaran lokal
  ● Memfasilitasi     Penguatan        kapasitas   Organisasi
    Masyarakat Sipil (OMS)
  ● Mendukung Pengembangan Expert Pool
  ● Mendukung penguatan media alternatif untuk kerja-kerja
    anggaran, seperti radio komunitas dan media lokal
2. Transparency and Accountability of Regional Budget;
  ● Mendukung Transparansi dan Akuntabilitas APBD
  ● Revenue watch
  ● Publish What You Pay
  ● Memfasilitasi koalisi OMS dan kelompok masyarakat
    untuk advokasi terhadap korupsi APBD
  ● Memfasilitasi koalisi OMS dan kelompok masyarakat
    untuk memonitor belanja dan pendapatan APBD
  ● Membangun Media Alternatif dan Pendidikan masyarakat
3. Pengembangan Villlage Governance;
  ● Pengawalan proses perencanaan dan penganggaran dari
    bawah, melalui Musrenbang
  ● Memfasilitasi proses pengembangan BUMDesa
  ● Memfasilitasi proses kebijakan dan pengelolaan Alokasi
    Dana Desa
4. Penguatan Masyarakat Sipil dalam pelaksanaan Pilkadal
  ● Pengawalan Agenda ANGGUR dalam proses Pilkadal
  ● Politician Tracking bagi kandidat dalam Pilkadal
  ● Penyusunan Dokumen Politik antara simpul pemilih dengan
                                                           471




     kandidat

5. Media

Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan
kemampuan media masyarakat lokal, termasuk radio,
televisi dan cetak, untuk melakukan advokasi rakyat,
di samping membantu pengembangan kebudayaan
daerah.
 Tifa, melalui program ini berupaya mendukung
profesionalisme jurnalis dan kebebasan pers di
Indonesia juga berupaya mendukung pengembangan
radio komunitas di Indonesia guna membangun suatu
masyarakat yang lebih terbuka dan mudah untuk
mengakses informasi.
Program media juga diharapkan dapat menjadi
sarana bagi program-program Tifa lainnya dalam
memberikan pendidikan politik bagi masyarkat
diantaranya dalam isu buruh migran dan anggaran
untuk rakyat.

Fokus Program

1. Profesionalisme jurnalis dan kebebasan pers di Indonesia;
  ● Mendukung perangkat hukum yang mendukung kebebasan
    pers
  ● Mendukung profesionalisme wartawan
2. Pengembangan radio komunitas di Indonesia;
  ● Medukung Advokasi peraturan yang terkait dengan radio
    komunitas
  ● Memfasilitasi Institutional Building radio komunitas
    dalam bentuk pengembangan forum bersama radio
    komunitas dan capacity building
  ● Mendukung Kantor Berita Media Komunitas, Saluran
    Informasi Akar Rumput (SIAR)
3. Pengembangan media untuk pendidikan politik masyarakat;
  ● Pengembangan media untuk isu buruh migran
  ● Pengembangan media untuk isu Anggaran untuk Rakyat


6. Penguatan kapasitas
                                                                                472




                  Tujuan program ini yaitu menghasilkan Organisasi
                  Masyarakat Sipil (OMS) yang kuat, efektif dan
                  akuntabel (yang memiliki kapasitas sejajar dengan
                  kalangan pemerintah dan bisnis) dan mampu
                  memfasilitasi kepentingan kaum marginal dalam
                  kerangka mendorong masyarakat terbuka dan
                  demokratis.     Melalui     upaya    pengembangan
                  transparansi dan akuntabilitas pada OMS itu sendiri
                  dan pengembangan resource center yang diharapkan
                  dapat menjadi rujukan bagi kerja-kerja OMS.



                  Fokus Program

                       Pengembangan    Transparansi    dan   Akuntabilitas     OMS,
                  1.
                       melalui:

                       ● Penerapan Transparency and Accountability of NGO




                       ● Penguatan Organisasi Rakyat

                       ● Pengembangan    model-model         keberlanjutan      dan
                         kemandirian OMS

                  2. Pengembangan Resource Center, melalui:

                       ● Pengembangan    jaringan trainers      ,   experts,    dan
                         community practices di tingkat lokal

                       ● Penyediaan resources dan jejaring pengetahuan

                       ● Pembangunan pusat data dan informasi yang mendukung
                         kerja organisasi di berbagai bidang



                  Monitoring dan evaluasi program

Akses Pendanaan   Lembaga-lembaga swadaya masyarakat,
                                             473




pemerintah maupun universitas dapat
mengajukan usulan bantuan program atau
bantuan teknis ke alamat di atas. Usulan
program hendaknya mencantumkan latar
belakang organisasi, uraian kegiatan, staf
pendukungnya, hasil yang diharapkan serta
anggarannya.


Untuk lebih memperlancar dan memudahkan
dalam mekanisme pemberian grant, maka
mulai tahun 2007 ini dan seterusnya, Yayasan
Tifa mempunyai dua periode dalam kebijakan
penerimaan proposal setiap tahunnya, yaitu:
  a. Periode pertama, antara tanggal 15
     Juni –15 Juli.

  b. Periode kedua, antara tanggal 15
     Desember–15 Januari.


Semua proposal yang masuk, selanjutnya akan
diproses sesuai dengan prosedur yang
berlaku      di        Yayasan         Tifa.

Bagi Proposal yang diterima melewati tanggal
penerimaan tersebut, maka akan diproses
pada periode berikutnya. Misalnya proposal
diterima pada tanggal 17 Juli 2007, maka
akan diproses pada periode 15 Desember-15
Januari, begitu seterusnya.

Yayasan   Tifa   mempunyai   dua   mekanisme
                                                              474




pemberian     dana    hibah     (grant-making)     :
Pertama: melalui pendekatan proaktif dimana
Yayasan Tifa akan berperan aktif dalam kerjasama
dengan organisasi yang memiliki misi sejalan dengan
Tifa,       disebut        Pro-actice        Grants.
Kedua: melalui penerimaan usulan program yang
sesuai dengan arahan strategis dan program
prioritas/pendukung Tifa, disebut Open Grants.


Dana Hibah diberikan kepada :
•   Organisasi dengan usulan program kegiatan sejalan dengan
    visi dan misi Tifa.
•   Organisasi yang memiliki ―track record‖ yang tidak tercela
    baik sepanjang berhubungan dengan Tifa maupun dengan
    lembaga donor lainnya.
•   Organisasi yang berbadan hukum.
•   Organisasi yang bekerja sama dengan lembaga pemerintah.
•   Universitas atau lembaga di bawah universitas.


*Catatan:Bila pengaju berbentuk koalisi, jaringan, forum atau
         sejenisnya maka salah satu anggota yang berbadan
         hukumlah yang bertindak untuk dan atas nama
         kelompok tadi dalam administrasi hibah.



Dana Hibah tidak diberikan kepada :
•   Perseorangan (Individu), termasuk usulan untuk beasiswa,
    perjalanan, konfrensi dan lain-lain.
•   Semua instansi aparat pemerintah (kecuali universitas),
    badan legislatif, yudikatif, partai politik, militer atau yang
    berafiliasi/terkait langsung dengannya.
•   Semua organisasi yang bertujuan mencari laba.
•   Usulan program yang produk atau hasil akhirnya dijual
    kepada umum (kecuali atas persetujuan Tifa)
•   Organisasi yang sedang memiliki kerjasama dengan Tifa
    pada periode berjalan kecuali atas pertimbangan khusus.


Informasi             Tambahan                                :
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam                    proses
pemberian dana hibah.
                                                           475




1.   Organisasi pengaju proposal untuk kategori Open Grants
     dapat melihat perkembangan status proposalnya melalui
     website Tifa dengan menggunakan nomor registrasi yang
     diinformasikan dalam surat pemberitahuan penerimaan
     proposal yang dikirimkan Yayasan Tifa.
2.   Organisasi yang mengajukan proposal lebih dari 1 (satu),
     maka organisasi tersebut harus menentukan proposal
     yang akan dipilih untuk diproses.

3.   Selama proses pengkajian, akan dilakukan komunikasi oleh
     Program Officer Tifa. Komunikasi dilakukan untuk
     meminta informasi tambahan, mengusulkan perubahan
     kegiatan termasuk juga usulan atas perubahan anggaran
     yang diusulkan. Komunikasi dapat dilakukan lewat telepon,
     e-mail,         faximile         dan          sebagainya.
     Dengan komunikasi ini TIDAK berarti bahwa Tifa sudah
     memberi persetujuan atas usulan kegiatan.
4.   Persetujuan pemberian dana hibah diberikan dalam
     bentuk Surat Perjanjian Kerjasama Pemberian Dana
     Hibah yang sudah ditandatangani oleh Direktur Eksekutif
     Yayasan Tifa.Dengan demikian Tifa TIDAK memiliki
     komitmen untuk mendanai usulan kegiatan sebelum Surat
     Perjanjian Kerjasama Pemberian Dana Hibah ditanda-
     tangani.
5.   Yayasan Tifa TIDAK mendanai pengeluaran untuk
     kegiatan yang sudah dilakukan (reimbursable cost)
     sebelum tanggal Surat Perjanjian Kerjasama Pemberian
     Dana Hibah.


Informasi tentang status proposal tersedia di dalam
website Yayasan Tifa.
                                                                                        476




                                                87. Toyota Foundation, the
Tentang Toyota Foundation   The Toyota Foundation adalah lembaga nirlaba
                            swasta yang berfungsi sebagai organisasi penyedia
                            dana. Lembaga ini didirikan oleh Toyota Motor dalam
                            rangka memperingati ulang tahun ke-40 perusahaan
                            ini dalam memproduksi mobil. The Toyota Foundation
                            di sahkan oleh Perdana Menteri Jepang pada tanggal
                            15 Oktober 1974. Tujuan awal Yayasan Toyota ini
                            adalah mendorong upaya untuk memajukan Ilmu
                            Pengetahuan dan Teknologi yang sejajar dengan
                            Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Lembaga
                            ini menyediakan bantuan finansial untuk penelitian
                            dan proyek-proyek lain di Jepang dan di luar Jepang-
                            -khususnya di negara berkembang-- yang menghadapi
                            persoalan-persoalan yang perlu segera direspon
                            sekarang ini. Persoalan tersebut misalnya dalam
                            bidang kehidupan dan lingkungan alam, keadilan
                            sosial, serta pendidikan dan kebudayaan. Kegiatan
                            harus memiliki perspektif global, dengan maksud
                            memberikan kontribusi pada aktivitas sosial yang luas
                            dan berjangka panjang.


Alamat / Contact Address        The Toyota Foundation, Shinjuku Mitsui Building
                                         37F, 2-1-1 Nishi-Shinjuku, Shinjuku-ku,
                                                         Tokyo 163-04, JAPAN;
                                                          Phone: (03) 33441701;
                                                            Fax: (03) 3342-6911
                                Website : http://www.toyotafound.or.jp/english/

                            Toyota Foundation tidak mempunyai perwakilan di Indonesia




Bidang Garapan / Program
                            Lembaga menyediakan dana untuk program penelitian
                            yang berhubungan dengan manusia dan lingkungan
                            hidup serta bidang-bidang lain. Program penelitian
                                                                   477




                  harus    dalam    rangka    mengidentifikasi dan
                  memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh
                  masyarakat kontemporer saat ini. Ada 4 prioritas
                  bidang yang berkaitan dengan ini:

                  1. Bidang yang berkaitan dengan saling pengertian
                     dan kehidupan bersama antar budaya yang
                     berbeda.

                  2. Menyiapkan sistem sosial baru dengan membangun
                    civil society

                  3. Lingkungan global dan potensi daya tahan manusia

                  4. Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam era civil
                    society

                  Untuk wilayah Asia Tenggaran, Toyota Foundation
                  telah memberikan dana untuk berbagai kegiatan yang
                  tercakup dalam bidang-bidang tersebut di atas. Di
                  samping itu ada pula program ―Know Our
                  Neighbours,‖ yang berupa penerjemahan buku-buku
                  tentang masyarakat Asia Tenggara ke dalam bahasa-
                  bahasa di kawasan ini.
Akses Pendanaan   Toyota Foundation membagi program hibahnya dalam
                  tiga kategori umum yang kemudian dibagi lagi dalam
                  tema atau isu penelitian yang akan dilaksanakan.
                  Berikut adalah program-program yang dapat diajukan
                  oleh individu atau lembaga di Indonesia:
                  Program Jaringan Tetangga Asia
                  Area kunci yang diangkat dalam program ini meliputi
                  pembangunan perdamaian, perpindahan masyarakat,
                  manajemen sumber daya dan penciptaan kebudayaan.
                  Jumlah dana hibah maksimal yang diberikan adalah
                  ¥20.000.000 per proyek dengan periode 2 tahun.

                  Program Penelitian Hibah
                  Hibah penelitian disediakan untuk proyek-proyek
                  yang diajukan secara umum, prioritas diberikan
                                                  478




kepada proyek yang mengangkat isu-isu praktis dan
memiliki potensi untuk menggambarkan kekuatan
komunitas lokal. Jumlah dana hibah yang disediakan
adalah ¥20.000.000 per proyek dengan jangka waktu
2 tahun.

Program Komunikasi dengan Masyarakat
Kandidat dipilih melalui monitoring dan cara lainnya,
serta bekerjasama dengan penerima hibah untuk
memastikan bahwa hasil-hasil ditransmisikan dan
didiseminasikan kepada masyarakat dengan cara yang
efektif. Hibah disediakan untuk berkomunikasi
dengan masyarakat dalam berbagai cara, seperti
media cetak, media visual, media digital, simposium,
workshop, dan media massa. Jumlah dana yang
diberikan maksimal ¥40.000.000.

Program Inisiatif
Salah satu kegiatan dalam program ini adalah
Southeast Asian Studies Regional Exchange Program
(SEASREP) yang mendukung penelitian di Asia
Tenggara oleh orang Asia Tenggara sendiri. Program
ini direncanakan dan diatur oleh SEASREP
Foundation dengan empat cakupan, yaitu hibah
pelatihan bahasa Asia Tenggara, beasiswa Luisa
Mallari, hibah penelitian komparatif dan kolaboratif,
dan program pelatihan.
Lembaga atau individu yang ingin mengajukan
permohonan dana diharapkan menentukan kategori
hibah yang disediakan dalam website terlebih dulu.
Periode permohonan dan tanggal aktivasi berbeda
untuk tiap program. Informasi lebih lanjut dan
format proposal bisa diperoleh dengan menghubungi
alamat di atas. Toyota Foundation tidak memiliki
perwakilan di Indonesia.
                                                                            479




                     88. United Nations Development Programme
                                                         (UNDP)
Tentang UNDP               UNDP adalah salah satu lembaga yang merupakan
                           bagian dari Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa
                           (PBB-United Nations) dan menjadi mitra Pemerintah
                           yang menyalurkan pendanaan dalam bentuk hibah.
                           Sebagai tindak lanjut dari penandatangan Komitmen
                           Jakarta yang berisi kesepakatan antara mitra
                           pemerintah baik bilateral maupun multilateral
                           dengan pemerintah Indonesia untuk melaksanakan
                           langkah-langkah    bersama      bagi    peningkatan
                           efektifitas dalam pemanfaatan pinjaman/hibah luar
                           negeri menuju tercapainya efektifitas pembangunan
                           nasional di Indonesia, Pemerintah dan UNDP akan
                           terus melakukan upaya bersama untuk meningkatkan
                           efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kerjasama
                           dalam pembangunan.
Alamat / Contact Address                                      Menara Thamrin
                                                             Lantai 8-9, Kav. 3
                                                             Jln. M.H. Thamrin
                                                                  PO Box 2338
                                                                Jakarta 10250
                                                           Telp : 021-314 1308
                                                           Fax : 021-315 0382
                                             Website : http://www.undp.or.id/

Bidang Garapan / Program   Sesuai dengan Country Programme Document (CPD)
                           periode 2006-2010, UNDP mempunyai fokus
                           kerjasama dalam bidang tata pemerintahan dan
                           demokratisasi, pembangunan sumber daya manusia
                           dan upaya pencapaian Millennium Development Goals
                           (MDGs), pengurangan kerentanan terhadap krisis,
                           rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias pasca
                           tsunami, serta pengelolaan lingkungan hidup yang
                           berkelanjutan dan pemanfaatan energi yang lebih
                           efisien dan efektif.
                                                                    480




Akses Pendanaan   Kegiatan yang dibiayai dari hibah luar negeri
                  merupakan bagian dari upaya untuk mencapai
                  sasaran RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka
                  Menengah Nasional). Hibah UNDP diarahkan untuk
                  mencapai sasaran prioritas yang telah ditetapkan
                  dalam RPJMN.
                  Tahap perencanaan kegiatan yang akan didanai hibah
                  UNDP secara umum
                  adalah sebagai berikut:
                  1. Penyusunan Concept Note dan PIP berdasarkan
                  Country Programme (CPD dan CPAP);
                  2. Pengusulan kegiatan secara resmi kepada
                  Bappenas oleh calon implementing partner;
                  3.    Persiapan    substansi,  kelembagaan     dan
                  administrasi;
                  4. Finalisasi dokumen kegiatan (project document)
                  dan pertemuan Project Appraisal Committee (PAC);
                  dan
                  5. Penandatanganan Project Document.

                  Sesuai dengan PP No. 2/2006 dan Permenneg PPN
                  No.5/2006,       Kementerian      Negara/Lembaga/
                  Pemerintah Daerah/BUMN dapat menyampaikan
                  usulan kegiatan untuk dibiayai dari hibah luar negeri
                  kepada     Kementerian      Negara      Perencanaan
                  Pembangunan        Nasional/Badan       Perencanaan
                  Pembangunan Nasional (Bappenas).

                  Berkaitan dengan ketentuan diatas, dalam hal
                  kerjasama dengan UNDP, konsep Dokumen Kegiatan
                  yang sudah disusun oleh instansi calon pelaksana
                  kegiatan dan UNDP harus diusulkan secara resmi
                  kepada   Bappenas.   Usulan   disampaikan   oleh
                  Menteri/Pimpinan   Lembaga/Kepala     Pemerintah
                  Daerah kepada Menteri Negara PPN/Kepala
                  Bappenas c.q.
                  Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan. Kegiatan
                                                 481




yang diusulkan harus sesuai dengan Rencana
Strategis Kementerian Negara/Lembaga, Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),
dan     pagu    indikatif  untuk    Kementerian
Negara/Lembaga tersebut yang ditetapkan bersama
oleh Bappenas dan Departemen Keuangan.

Dalam mengajukan usulan kegiatan, terdapat
beberapa kriteria dan persyaratan yang harus
dipenuhi. Kriteria umum pengajuan hibah luar negeri
adalah:
a. Kegiatan sesuai dengan arahan dan sasaran
RPJMN;
b. Kegiatan dalam rangka pencapaian sasaran
program yang merupakan
prioritas pembangunan nasional;
c. Harus mempertimbangkan kemampuan pelaksana
proyek dalam melaksanakan kegiatan;
d. Secara teknis dan pembiayaan kegiatan tersebut
lebih efisien untuk dibiayai dari pinjaman dan/atau
hibah luar negeri; dan
e. Hasil kegiatan dapat dioperasikan oleh
sumberdaya dalam negeri dan dapat diperluas untuk
kegiatan lainnya.

Persyaratan umum pengajuan usulan kegiatan untuk
dibiayai dari hibah luar negeri adalah:
a. Pengisian Daftar Isian Pengusulan Kegiatan (DIPK)
dan Ringkasan Kegiatan (Project Digest);
b. Dokumen Studi Kelayakan Kegiatan (Feasibility
Study Report/FS), dan
c.    Kerangka     Acuan    Kegiatan    (Terms    of
Reference/ToR).

Untuk UNDP, Dokumen Kegiatan mencakup hasil
studi kelayakan dan kerangka acuan kegiatan.
Dengan demikian, persyaratan pengusulan kegiatan
                                               482




adalah dengan menyertakan Dokumen Kegiatan,
DIPK dan project digest. Format DIPK dan project
digest telah disediakan oleh Bappenas. DIPK dan
project digest disusun oleh implementing partner
sebagai bagian dokumen yang menjadi lampiran surat
pengusulan kegiatan ke Bappenas.

Selain mekanisme baku seperti diatas, seringkali
UNDP mempunyai kegiatan ‗call for proposal‘. Untuk
penjelasan lebih lanjut tentang mekanisme ini,
lembaga yang berminat dapat menghubungi unit-unit
kerja yang ada di UNDP secara langsung dengan
alamat seperti di atas.
                                                                 483




                                                89. UNICEF INDONESIA

Tentang UNICEF
                 UNICEF membantu Indonesia pertama kali pada
                 1948. Saat itu terjadi situasi darurat yang
                 memerlukan penanganan cepat akibat kekeringan
                 hebat di Lombok. Kerjasama resmi antara UNICEF
                 dan pemerintah Indonesia dijalin pertama kali pada
                 1950.
                 Sejak awal masa kemerdekaan, UNICEF tetap
                 dianggap mitra Indonesia yang berkomitmen untuk
                 memperbaiki hidup anak-anak dan wanita di seluruh
                 nusantara.   Prioritas   awal    UNICEF     adalah
                 memberikan pelayanan dan persediaan yang sangat
                 diperlukan untuk memperbaiki kesehatan anak
                 Indonesia dan keluarganya.

                 Pada awal 1960an, UNICEF berkembang menjadi
                 organisasi pembangunan yang lebih terkonsentrasi
                 pada kesejahteraan anak daripada sekedar bantuan
                 kemanusiaan. Pada 1962, UNICEF melaksanakan
                 program gizi di 100 desa dari delapan propinsi.

                 Pada November 1966, Menteri Luar Negeri Adam
                 Malik menandatangani perjanjian kerjasam UNICEF
                 dan pemerintah Indonesia sesudah Indonesia
                 bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
                 Awalnya    fokus     kerjasama    menitikbertakan
                 kelangsungan hidup anak-anak. Baru kemudian fokus
                 berkembang pada masalah-masalah lain yang
                 menguntungkan kedua belah pihak.

                 Selama 50 tahun, UNICEF memainkan peranan
                 penting dalam membantu pemerintah memajukan
                 hidup anak-anak dan wanita. Sekarang UNICEF
                 berkarya di 12 kantor wilayah untuk membantu
                 melaksanakan program di 15 propinsi yang mencakup
                 lebih   dari    20    juta    orang     Indonesia.
                 Bersama dengan mitra-mitranya UNICEF berhasil
                                                                          484




                           membantu mengembangkan dan melobi adopsi
                           Undang-undang Perlindungan Anak 2002. Undang-
                           undang ini akan menjadi landasan hukum bagi
                           perlindungan hak anak.
Alamat / Contact Address   Wisma Metropolitan II, 10th, 11th & 12th floors
                           Jalan Jenderal Sudirman kavling 31, Jakarta 12920
                           Phone: (62 21) 570 5816
                           Fax: (62 21) 571 1326
                           E-mail: jakarta@unicef.org
                           http://www.unicef.org/indonesia/
                           Mail address: UNICEF Representative, P.O. Box
                           8318/JKSMP, Jakarta 12083, Indonesia

Bidang Garapan / Program
                           Aktifitas UNICEF di Indonesia berhubungan dengan
                           program Kesehatan dan Gizi, Pendidikan Dasar untuk
                           Semua, Perlindungan Anak, Memerangi HIV/AIDS
                           serta Air & Kebersihan Lingkungan.
Akses Pendanaan            Lembaga-lembaga yang ingin mengajukan permohonan
                           dana, dapat menghubungi UNICEF secara langsung
                           melalui alamat di atas.
                                                                                485




                                        90. Unilever Indonesia, Yayasan
Tentang Unilever           Unilever Indonesia menyadari pentingnya memberi dan
                           berbagi, bukan semata untuk meningkatkan reputasi
                           tetapi membantu kami terus tumbuh dan berkembang.
                           Bagi kami, tanggung jawab sosial perusahaan tidak
                           terpisahkan dari bisnis.

                           Sejak bertahun-tahun, Unilever telah memulai upaya
                           memberikan kontribusi social bagi keluarga dan individu
                           Indonesia. Upaya ini telah kami mulai jauh sebelum
                           adanya tuntutan akanTanggung Jawab Sosial Perusahaan
                           (CSR)   serta sebelum      dipopulerkannya petunjuk
                           pelaksanaan CSR. CSR (Tanggung Jawab Sosial
                           Perusahaan) merupakan dampak
                           keseluruhan kegiatan perusahaan terhadap masyarakat.
                           Tanggung jawab sosial merupakan tujuan perusahaan
                           Unilever: ―Keberhasilan menuntut standar tertinggi
                           dalam perilaku perusahaan, karyawan, pelanggan,
                           masyarakat dan dunia di mana kami berada.‖

                           Unilever Indonesia membentuk Yayasan Unilever
                           Indonesia Peduli (UPF) pada tanggal 27 November 2000
                           sebagai langkah penting dari perwujudan
                           komitmen tanggung jawab sosial perusahaan untuk
                           berkembang bersama masyarakat dan lingkungan yang
                           berkelanjutan.
Alamat / Contact Address                                 Yayasan Unilever Indonesia
                                                                    Graha Unilever
                                                 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 15
                                                       Jakarta 12930 – Indonesia
                                                          Tel : +62 21 526 2112
                                                          Fax : +21 21 526 4053

                                                                           Email :

                                       Env-Project.East-Indonesia@unilever.com
                                           (Surabaya, Yogjakarta, Makassar, dan
                                                                           486




                                                                Banjarmasin)

                    Env-Project.West-Indonesia@unilever.com (Jakarta,
                                                Medan, dan Bandung)
Bidang Garapan /   Yayasan memfokuskan kegiatannya ke dalam empat
Program            program utama, yaitu:
                   • Program Pengembangan Usaha Kecil Menengah;
                   • Program Pelestarian Sumber Air;
                   • Program Daur Ulang dan
                   • Program Pendidikan Kesehatan Masyarakat.
                   Dalam mengembangkan programnya, Yayasan berpegang
                   pada 4 strategi utama yaitu:
                   • Mengembangkan program yang terkait usaha kami;
                   • Merumuskan model kegiatan atau program percontohan
                   yang dapat diterapkan di daerah lain;
                   • Bekerja sama dengan unsur-unsur masyarakat seperti
                   LSM, lembaga pemerintah, pranata pendidikan pelaku
                   bisnis lain dan
                   • Membuat replikasi model di daerah-daerah lain.

                   Dalam melaksanakan inisiatif tanggung jawab sosial,
                   Unilever menerapkan pendekatan menyeluruh bagi setiap
                   inisiatif. Melihat konteks yang lebih luas, mulai dari yang
                   kecil untuk memastikan pencapaian hasil yang baik lalu,
                   kami bergerak cepat untuk mereplikasikan inisiatif
                   tersebut, sehingga dampaknya dapat dirasakan
                   masyarakat luas.

                   Link:
                   Program lingkungan:
                         http://www.ygc-2008.blogspot.com/

                         http://yogyakartagreenandclean.blogspot.com/

                         http://www.greenmgc.blogspot.com/

                   Program pendidikan kesehatan:
                                                                       487




                        http://jakartastopaids.wordpress.com/

                  Program UKM:

                        http://spektra-ceritatentangp3kh.blogspot.com
Akses Pendanaan   Bagi yang berminat untuk mendapatkan bantuan
                  pendanaan dari Unilever atau ingin mengetahui lebih jauh
                  tentang program dan cara mengakses pendanaan dari
                  Unilever, dapat menghubungi alamat Yayasan Unilever
                  Indonesia seperti di atas.
                                                         488




                                 91. USAID Indonesia
Tentang
          United    States     Agency   for    International
          Development (USAID) adalah sebuah lembaga
          pemerintah federal Amerika Serikat yang bersifat
          independen, yang diresmikan oleh John F.Kennedy,
          sebagai bagian dari Undang-Undang tentang Bantuan
          Luar Negeri tahun 1961. Misinya adalah mengelola
          bantuan kemanusiaan dan ekonomi bagi negara-
          negara asing.

          Lembaga ini memberikan bantuan kemanusiaan
          berupa bahan makanan dan barang-barang lain,
          termasuk bantuan bagi korban bencana alam.
          Lembaga ini juga memberikan bantuan untuk
          program pemeliharaan kesehatan, seperti vaksinasi,
          imunisasi, perlindungan dari AIDS, gizi untuk ibu
          dan anak, dan pelayanan program Keluarga
          Berencana.

          USAID juga mempromosikan pertumbuhan ekonomi
          dengan menggunakan kemampuan dan sumber daya
          yang ada di tingkat lokal. USAID mendukung
          pembangunan yang berwawasan lingkungan, dan
          mencegah timbulnya berbagai masalah sebagai
          akibat dari polusi udara, penebangan hutan,
          pemanasan global, polusi air tanah, dan pembuangan
          limbah ke laut. Saat ini, USAID juga memperluas
          bidang kerjanya dengan membiayai sejumlah
          program untuk mendukung pelaksanaan pemilu yang
          bebas dan adil dan pengembangan kehidupan
          demokrasi.

          Wilayah kerja USAID mencakup negara-negara di
          Afrika, Asia, Eropa Timur dan Eropa Tengah,
          Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah, dan
          negara-negara yang pernah bergabung dengan Uni
          Sovyet. Lembaga ini bekerjasama dengan individu-
                                                                                489




                           individu, pemerintah dan organisasi lain dalam
                           membantu pembangunan di sejumlah bidang.
Alamat / Contact Address                   Jl. Medan Merdeka Selatan No.3 -5,
                                                                  Jakarta 10110;
                                                          Telp. : (021) 344 2211
                                             Fax. : (021) 380 6694, 385 8560
                                                      Email: jakarta-info@usaid.gov
                                                Website: http://indonesia.usaid.gov
Bidang Garapan / Program   Di Indonesia, USAID memberi dukungan untuk
                           berbagai program yang sesuai dengan misi dan
                           tujuan lembaga ini, yaitu upaya perbaikan di bidang
                           ekonomi dan transisi menuju demokrasi. Dalam
                           jangka pendek, program-program USAID diharapkan
                           dapat mengurangi dampak krisis ekonomi yang
                           dialami masyarakat. Saat ini, program bantuan
                           USAID di Indonesia berfokus pada pendidikan
                           dasar, pemerintahan demokrasi, pembangunan
                           kembali paska tsunami, pembangunan ekonomi,
                           kesehatan, air, makanan dan lingkungan hidup.

                           Anak-anak Indonesia Belajar Keterampilan untuk
                           Hidup
                           Pendidikan di Indonesia menghadapi ketidakcukupan
                           biaya dan penurunan kualitas. USAID bekerja
                           dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk
                           meningkatkan manajemen sekolah, melatih guru dan
                           memberikan para remaja kehidupan yang lebih baik
                           dan keterampilan kerja.

                           Mempromosikan Pemerintahan Demokratis dan
                           Kestabilan Politik
                           Dengan mengkonsolidasikan reformasi demokratis di
                           Indonesia, USAID membangun pemerintahan yang
                           efektif dan akuntabel, mengurangi konflik dan
                           menggali partisipasi kesemuanya. USAID telah
                           menolong 60 pemerintah daerah untuk menguatkan
                           proses legislatif daerah, mengikat warga negara
                                                                490




                  dalam pembuatan keputusan pemerintah         dan
                  meningkatkan pemberian layanan dasar.

                  Indonesia Menguatkan Ekonominya
                  Selama beberapa tahun, korupsi telah menghambat
                  ekonomi Indonesia, namun hal tersebut telah
                  terbayarkan oleh upaya-upaya terbaru untuk
                  meningkatkan sektor finansial dan membangun iklim
                  bisnis yang lebih baik. USAID mendukung
                  pembentukan 15 pusat layanan one-stop untuk
                  registrasi   bisnis,  memotong     waktu    untuk
                  pendaftaran sebuah bisnis dan memotong biaya.

                  Pemulihan Tsunami dan Rekonstruksi Terus Berjalan
                  Lebih dari 600.000 korban tsunami yang
                  bertahan mendapatkan keuntungan dari bantuan
                  USAID, termasuk tempat berlindung, makanan,
                  air dan layanan sanitasi, uang modal kerja dan
                  kegiatan-kegiatan perlindungan anak dan psiko-
                  sosial.

                  Menyalurkan Layanan Dasar Kemanusiaan yang
                  Berkualitas untuk Masyarakat
                  Dengan     tanggung   jawab    untuk   kesehatan,
                  pendidikan    dan   layanan   lainnya,   sekarang
                  pemerintah di tingkat daerah atau kabupaten
                  harus meningkatkan pemberian layanan dasar
                  kemanusiaan. USAID telah memberikan langkah
                  untuk menolong, dengan hasil yang signifikan.
                  Sebagai tambahan untuk layanan kesehatan,
                  USAID bekerja dalam hal perlindungan titik air
                  untuk meningkatkan air bersih, melawan penjualan
                  kayu ilegal dan penggunaan tanah yang bijaksana.

Akses Pendanaan   Didasarkan pada kemitraan yang aktif dengan
                  pemerintah negara tuan rumah, pihak swasta
                  setempat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),
                                                  491




tugas USAID Indonesia adalah mengidentifikasi
kebutuhan-kebutuhan dan membentuk sebuah
strategi untuk menyalurkan bantuan ke negara tuan
rumah. Otoritas untuk merancang, memperoleh dan
mengimplementasikan kegiatan-kegiatan spesifik
secara luas didelegasikan kepada pembawa tugas,
didasarkan pada persetujuan USAID Washington
dalam strategi negara. Bantuan USAID disalurkan
melalui sejumlah kontraktor dan penerima hibah,
termasuk bisnis swasta Amerika, LSM setempat dan
LSM Amerika, organisasi relawan swasta dan
lembaga-lembaga internasional. Bantuan tersebut
dapat diperoleh dengan mengajukan permohonan
kepada USAID sesuai dengan ketentuan yang
dikeluarkan. Dalam beberapa kasus, proposal khusus
dapat diajukan untuk inisatif-inisiatif yang unik dan
inovatif.

USAID     hampir    selalu    mengimplementasikan
program-programnya melalui organisasi mitra,
bekerja denggan pihak-pihak yang memiliki
jangkauan dalam dan luas di bidangnya. USAID
memiliki  mitra   yang     cukup   banyak   untuk
mengimplementasikan      program-program     yang
dibiayai.

Dengan menyadari kunci utama dari pihak swasta
dalam     peningkatan  pembangunan,     USAID
mempromosikan kemitraan publik-swasta untuk
meningkatkan tambahan sumber daya dan menggali
keefektifan.

Pemilihan kontraktor dan penerima hibah secara
spesifik didasarkan pada proses yang kompetitif dan
panduan prokurmen Amerika. Pihak-pihak yang
berminat dapat mengajukan permohonan bantuan
dana dengan membuat proposal proyek sesuai
                                             492




dengan format yang telah ditentukan. Panduan dan
format proposal pengajuan dapat dilihat dalam
website dengan alamat di atas.
                                                                              493




                                                                     92. WHO


Tentang
                           Badan Kesehatan Dunia (PBB) Indonesia adalah
                           organisasi    Perserikatan      Bangsa-Bangsa yang
                           berfokus pada pencapaian kehidupan masyarakat
                           yang lebih sehat di negara ini.

                           Indonesia bergabung ke dalam organisasi ini pada
                           tanggal 23 Mei 1950 dan sejak itu, WHO bekerja
                           sama dengan erat dengan pemerintah, sekaligus
                           memainkan peranan penting dalam peningkatan
                           kesehatan nasional.

                           WHO Indonesia mendukung Departemen Kesehatan
                           Republik Indonesia dengan memberikan bantuan
                           teknis, training, pendidikan, kerangka acuan dan
                           standar yang berlaku internasional. Dengan staf
                           internasional dan lokal, WHO Indonesia juga
                           memberi dukungan ketika terjadi situasi darurat di
                           dalam neeri, seperti bencana tsunami dan wabah
                           penyakit.

                           Kantor WHO Indonesia berada di bawah wilayah
                           Asia Tenggara, di mana kantor regionalnya
                           berkedudukan di New Delhi, India. Negara-negara
                           lain di bawah wilayah Asia Tenggara adalah
                           Bangladesh, Birma, DPR Korea, India, Myanmar,
                           Nepal, Sri Lanka, Thailand dan Timor Leste.
Alamat / Contact Address    Bina Mulia I, Floor 9. Jl. HR. Rasuna Said Kav. 10-11
                                                         Kuningan Jakarta 12950
                              Phone : (62-21) 520 4349 Fax : (62-21) 520 1164
                                                            Email: who@who.or.id
                                © Copyright 2002 World Health Organization –
                                                                       Indonesia
                                            http://www.who.or.id/eng/index.asp

Bidang Garapan / Program
                           PROGRAM KERJA DI INDONESIA
                                                                 494




                  Penyakit Menular

                  Penyakit tidak Menular

                  Kesehatan Keluarga dan Masyarakat

                  Pembangunan yang Berkesinambungan dan Lingkungan
                  Sehat

                  Teknologi Kesehatan dan Farmasi

                  Bukti dan Informasi untuk Kebijakan

                  Produk dan Informasi

Akses Pendanaan   Lembaga-lembaga      yang   berminat    mengajukan
                  permohonan bantuan dana dapat meminta penjelasan
                  lebih lanjut dengan menghubungi alamat di atas.
                                                                      495




                                                    93. World Bank
                                                      (Bank Dunia)
Tentang Bank Dunia   Bank Dunia atau The World Bank adalah organisasi
                     internasional yang dimiliki oleh 184 negara maju
                     maupun negara berkembang. Tujuan Bank Dunia
                     adalah    untuk    mengurangi    kemiskinan  dan
                     meningkatkan standar kehidupan masyarakat di
                     negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.

                     Bank Dunia merupakan salah satu sumber dana
                     terbesar di dunia untuk mendukung pemerintah yang
                     menjadi negara-negara anggotanya dalam usaha
                     berinvestasi di bidang kesehatan, penyediaan air dan
                     listrik, melawan penyakit dan melindungi lingkungan
                     hidup. Dukungan ini disediakan melalui proyek atau
                     pemberian dana hibah dan pinjaman berbasis
                     kebijakan, termasuk juga technical assistant seperti
                     saran dan studi.

                     Bank Dunia telah aktif di Indonesia sejak 1967,
                     mendanai sekitar 278 proyek pembangunan dan
                     program-program yang bernilai hingga US$ 25
                     milyar dalam semua sektor pembangunan. Saat ini
                     Bank Dunia Indonesia memiliki lebih dari 42 proyek
                     yang sedang diimplementasikan (termasuk 10
                     diantaranya di Aceh) dan sekitar 16 sedang dalam
                     tahap persiapan.

                     Selain program pinjaman, Bank Dunia Indonesia
                     mengelola hingga 140 Trust Funds senilai lebih dari
                     US$850 juta dalam bentuk hibah (grant). Hibah ini
                     meliputi beragam aktifitas, dari rekonstruksi di
                     Aceh hingga tata pemerintahan, pembuatan
                     kebijakan dan persiapan proyek pada sektor-sektor
                     pendidikan dan kesehatan. Dengan adanya World
                     Bank's Disclosure Policy, banyak dokumen-dokumen
                                                                             496




                           Bank Dunia yang kini dapat diakses oleh publik.

Alamat / Contact Address                                       The World Bank
                                             Jakarta Stock Exchange Building
                                                           Tower 2, 12th Floor
                                    Sudirman Central Business District (SCBD)
                                              Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
                                                     Jakarta 12190, Indonesia
                                          (postal address: P.O. Box 1324/JKT)
                                                       Tel: (62-21) 5299-3000
                                                        Fax: (62-21) 5299-3111
                                                E-mail: Asteer@worldbank.org
                                            Web: http://www.worldbank.org/id
Bidang Garapan / Program   Bank Dunia menyediakan pembiayaan proyek kepada
                           pemerintah Republik Indonesia untuk berbagai
                           program pembangunan. Proyek-proyek ini melibatkan
                           kegiatan konstruksi, pembelian, pelatihan dan
                           organisasi yang bertujuan untuk pemberdayaan
                           komunitas dan pemberantasan kemiskinan. Program
                           peminjaman ini biasanya diatur oleh dokumen yang
                           disebut Country Assistance Strategy (CAS) yang
                           dipersiapkan   berdasarkan     konsultasi    dengan
                           pemerintah dan stakeholders. CAS yang juga harus
                           mendapatkan pesetujuan dari Board of Executive
                           Directors Bank Dunia merupakan outline dari
                           program non pinjaman bagi negara-negara tertentu.

                           Di Indonesia, Bank Dunia menyediakan pembiayaan
                           proyek kepada pemerintah untuk berbagai program
                           pembangunan. Proyek-proyek ini melibatkan kegiatan
                           konstruksi, pembelian, pelatihan dan organisasi yang
                           bertujuan untuk pemberdayaan komunitas dan
                           pemberantasan kemiskinan.
                           Bidang kerja Bank Dunia di Indonesia meliputi:
                            Flu Burung
                            Kemiskinan
                            Desentralisasi
                                                 497




 Pengeluaran Publik
 Pendidikan
 Tenaga Kerja dan Perlindungan Sosial
 Energi dan Pertambangan
 Rekonstruksi dan Tsunami
 Lingkungan Hidup
 Pembangunan Pedesaan
 Pemberantasan Korupsi
 Pembangunan Sosial
 Pembangunan di Sektor Keuangan dan Swasta
 Transportasi
 Jender
 Pembangunan Perkotaan
 Kesehatan, Nutrisi dan Populasi
 Pasokan Air dan Sanitasi
 HIV/AIDS
 Kepemudaan

Secara khusus di bidang energi, Sektor Energi dan
Pertambangan Bank Dunia Indonesia saat ini (2008)
memiliki program listrik pedesaan yang dilakukan
bekerjasama dengan Ditjen Listrik dan Pemanfaatan
Energi (DJLPE). Di tingkat nasional, program ini
mengkaji kerangka kebijakan bagi perluasan akses
kelistrikan. Sementara di tingkat lokal, program ini
mendukung pemerintah lokal untuk pengembangan
akses kelistrikan.

Selain itu, Bank Dunia juga sedang merintis program
Intermediarisk Lending yang akan mengalokasikan
sejumlah dana kepada bank-bank lokal untuk
kemudian didistribusikan kepada kegiatan-kegiatan
yang berhubungan dengan pengembangan energi baru
terbarukan.


Bank Dunia juga selalu mengawasi secara ketat
proyek-proyek yang didanai Bank Dunia untuk
                                                                   498




                  meyakinkan bahwa seluruh proyek dijalankan dengan
                  transparan, adil dan terjamin akuntabilitasnya.Bank
                  Dunia melawan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam
                  proyek-proyel yang dibiayai oleh Bank Dunia.
                  Program Bank Dunia di setiap negara diatur dalam
                  Country Assistance Strategy (CAS). CAS adalah
                  perangkat utama bagi evaluasi yang dilakukan oleh
                  World Bank Board mengenai strategi bantuan Grup
                  Bank Dunia kepada para peminjam IDA dan IBRD.
                  Dokumen CAS menjelaskan strategi Grup Bank Dunia
                  berdasarkan tingkat prioritas di sebuah negara dan
                  menunjukkan level dan komposisi bantuan yang akan
                  diberikan berdasarkan portfolio dan kinerja ekonomi
                  dari negara tersebut. Karena itu CAS memiliki nilai
                  strategis mengingat perannya dalam mengatur
                  rencana bisnis Grup Bank Dunia secara keseluruhan
                  serta proses pemberian pinjaman di sebuah negara.
                  Sebuah CAS biasanya disiapkan setiap tiga tahun
                  untuk masing-masing negara dimana WB beroperasi.
                  Dokumen-dokumen ini diberikan kepada World
                  Bank‘s Board of Executive Directors untuk
                  diperiksa. Proses CAS ini telah diatur agar berjalan
                  pararel dengan persiapan perencanaan pemerintah
                  untuk Propenas lima tahun, juga dengan proses
                  pengukuran kemiskinan yang kami kerjakan. Kami
                  akan berkonsultasi dengan para donor, masyarakat
                  sipil serta sektor swasta untuk meningkatkan rasa
                  memiliki kepada negara.
                  Meski CAS dilaksanakan dengan berkolaborasi
                  dengan pemerintah, CAS merupakan milik Bank
                  Dunia. Perubahan terbaru di dalam Bank Dunia juga
                  mengutamakan      pendekatan    partisipatori yang
                  mencakup adanya konsultasi CAS dengan banyak
                  stakeholder dari masyarakat sipil.
Akses Pendanaan   Bank Dunia memberikan uang kepada negara-negara
                  berpendapatan rendah dan menengah untuk
                  mendukung pembangunan dan perubahan. Proyek-
                                                499




proyek pembangunan diimplementasikan oleh negara-
negara peminjam dengan mengikuti peraturan dan
prosedur tertentu untuk menjamin bahwa uang yang
diberikan mencapai target yang diinginkan.

Secara umum terdapat tiga jenis pembiayaan yang
diberikan oleh Bank Dunia, yaitu:
1. Pinjaman (loan), diberikan kepada pemerintah
2. Hibah (grant), diberikan kepada pemerintah
3. Trust funds, diberikan secara umum kepada
organisasi masyarakat madani yang membutuhkan
dalam bentuk hibah dengan jumlah maksimal US$
200,000. Hibah ini meliputi beragam aktifitas, dari
rekonstruksi di Aceh hingga tata pemerintahan,
pembuatan kebijakan dan persiapan proyek pada
sektor-sektor pendidikan dan kesehatan.

Selain pembiayaan proyek, pada saat Indonesia
mengalami krisis keuangan Bank Dunia juga
menyediakan adjustment loans. Adjustment loan
adalah bantuan dana yang dapat dicairkan dengan
cepat yang ditujukan kepada negara-negara yang
membutuhkan bantuan keuangan eksternal untuk
mendukung reformasi struktural di sektor tertentu
maupun bagi ekonomi secara keseluruhan. Reformasi
struktur yang dimaksud adalah perubahan-
perubahan pada kebijakan dan institusi yang
bertujuan untuk menciptakan lingkungan dan situasi
yang kondusif bagi pertumbuhan yang berkelanjutan
dan merata.

Strategi Negara dan Identifikasi Proyek
Bank Dunia bekerja dengan pemerintah negara
peminjam dan pemangku kepentingan lainnya untuk
menentukan bagaimana pembiayaan dan asistensi
dapat dirancang untuk mendapatkan dampak yang
lebih luas. Setelah pekerjaan analitis dilakukan,
                                                500




peminjam dan Bank Dunia mengeluarkan strategi
dan prioritas untuk mengurangi kemiskinan dan
meningkatkan standar kehidupan.

Identifikasi proyek berkisar di antara spektrum
ekonomi dan sosial dari infrastruktur, pendidikan,
kesehatan,     hingga     manajemen       keuangan
pemerintah.    Bank    Dunia    dan    pemerintah
menyetujui     konsep      proyek     awal     dan
pemanfaatnya, dan tim proyek Bank Dunia
mengkerangkakan     unsur-unsur     dasar    dalam
Project     Concept     Note.      Dokumen      ini
mengidentifikasi tujuan yang diajukan, risiko
terdekat, alternatif skenario, dan jadwal untuk
proses persetujuan proyek. Dua dokumen Bank
Dunia lainnya dikeluarkan selama tahap ini.
Project Information Document berisi sumber-
sumber publik yang berguna untuk mengaitkan
dokumen-dokumen pelelangan untuk tujuan proyek,
dan Integrated Safeguards Data Sheet yang
tersedia secara umum dan mengidentifikasi isu-isu
kunci yang berhubungan dengan Kebijakan Jaring
Pengaman Bank Dunia untuk isu-isu lingkungan dan
sosial.

Persiapan Proyek
Pemerintah negara peminjam dan impelementing
agency atau agen-agen lain bertanggung jawab
untuk tahap persiapan proyek, yang dapat
memakan waktu hingga beberapa tahun untuk
mengadakan studi kelayakan dan menyiapkan
disain   tekhnik  dan    tekhnikal.   Pemerintah
mengkontrak konsultan dan perusahan sektor
publik   lainnya untuk    menyediakan    barang,
pekerjaan dan jasa, jika dibutuhkan, tidak hanya
selama tahap ini namun juga selanjutnya dalam
tahap implementasi proyek. Pemanfaat dan
                                                  501




pemangku kepentingan juga dikonsultasikan pada
saat ini untuk memenuhi feedback dan mendaftar
dukungan mereka dalam proyek. Berkaitan dengan
jumlah waktu, upaya dan sumberdaya yang
terlibat, komitmen penuh dari pemerintah kepada
proyek merupakan hal yang vital.

Bank Dunia secara umum membuat aturan laporan
dan menawarkan analisis dan saran ketika diminta,
selama tahap ini. Bagaimanapun, Bank Dunia menilai
kapasitas relevan implementing agency pada titik ini,
dalam rangka mencapai kesepakatan dengan
peminjam tentang pengaturan untuk seluruh
manajemen proyek, seperti sistem yang dibutuhkan
untuk manajemen finansial, perekrutan, pelaporan,
monitoring dan evaluasi.

Penyaringan awal oleh staf Bank Dunia dapat
menentukan bahwa proyek yang diajukan memiliki
dampak sosial dan lingkungan yang termasuk dalam
Safeguard Policies Bank Dunia. Jika perlu, peminjam
pada saat ini menyiapkan Environmental Assessment
Report yang menganalisa dampak lingkungan dari
proyek yang direncanakan dan menggambarkan
langkah-langkah untuk mengurangi kemungkinan
gamngguan. Dalam kaitannya dengan isu besar
lingkungan di negara, Environmental Action Plan
peminjam         menjelaskan       masalah-masalah,
mengidentifikasi sebab utama, dan memformulasikan
kebijakan dan tindakan nyata untuk berhubungan
dengan itu. Dari sudut pandang sosial, berbagai studi
bertujuan untuk menganalisa sebuah potensi proyek
yang berlawanan efek pada kesehatan, sumberdaya
produktif, ekonomi, dan budaya dari masyarakat
pribumi mungkin dapat diangkat. Sebuah Indigenous
Peoples Plan mengidentifikasi rencana intervensi
peminjam dalam area pribumi yang mungkin
                                              502




dibutuhkan, dengan tujuan untuk menghindari atau
mengurangi    potensi   dampak    negatif    pada
masyarakat. Rencana-rencana ini diitengrasikan ke
dalam rencana proyek.

Penilaian Proyek
Penilaian memberikan kesempatan bagi para
pemangku kepentingan untuk mengkaji rancangan
proyek secara detil dan memecahkan berbagai
pertanyaan yang belum terjawab. Pemerintah dan
Bank Dunia mengkaji pekerjaan yang dilakukan
selama identifkasi dan tahap persiapan dan
mengkonfirmasi keluaran proyek yang diharapkan,
pemanfaat yang ditujukan dan alat evaluasi untuk
perkembangan monitoring. Kesepakatan dicapai
pada kelangsungan seluruh aspek dari proyek saat
ini. Tim Bank Dunia mengkonfirmasi bahwa seluruh
aspek dari proyek konsisten dengan seluruh
persyaratan     operasional   Bank    Dunia   dan
pemerintah memiliki kesepakatan institusional
untuk mengimplementasikan efisiensi proyek.
Seluruh pihak menyetujui jadwal proyek dan
penyingkapan umum dari dokumen kunci dan
mengidentifikasi berbagai usaha yang belum
selesai yang diperlukan untuk persetujuan final
Bank Dunia. Langkah terakhir adalah penilaian
kesiapan    proyek    untuk    implementasi   dan
persetujuan akan kondisi untuk efektifitas.
Project Information Document diperbaharui dan
dikeluarkan    ketika   proyek   disetujui  untuk
dibiayai.

Persetujuan Proyek
Pada saat seluruh detil proyek dinegosiasikan dan
diterima oleh pemerintah dan Bank Dunia, tim
proyek menyiapkan Project Appraisal Document
(untuk   pemberian   investasi)   atau    Program
                                               503




Document      (untuk    pemberian     pembangunan
kebijakan), sejalan dengan dokumen finansial dan
hukum lainnya, untuk diajukan kepada Board of
Executive Directors Bank Dunia untuk pertimbangan
dan persetujuan. Ketika persetujuan pembiayaan
dilakukan, kondisi untuk efektifitas dipertemukan,
dan dokumen hukum diterima dan ditandatangani,
dimulailah tahap implementasi.

Implementasi Proyek
Pemerintah peminjam mengimplementasikan proyek
pembangunan dengan dana dari Bank Dunia.
Dengan technical assistance dan dukungan dari
tim Bank Dunia, implementing agency pemerintah
menyiapkan spesifikasi proyek dan melaksanakan
perekrutan untuk barang, pekerjaan dan jasa
yang diperlukan, begitu juga dengan kelonggaran
dampak lingkungan dan sosial yang dirancang
dalam rencana yang telah disetujui. Tenaga ahli
manajemen finansial dan perekrutan tim proyek
Bank Dunia meyakinkan bahwa kontrol penggadaian
yang ada untuk penggunaan dana proyek telah
sesuai. Seluruh komponen pada tahap ini sudah
siap, namun penundaan proyek dan hal-hal yang
tidak     diharapkan     dapat      sewaktu-waktu
menyarankan restrukturisasi tujuan proyek.
Pada saat proyek berjalan, implementing agency
pemerintah melaporkan secara regular kegiatan-
kegiatan proyek. Pemerintah dan Bank Dunia juga
bersama-sama mendorong dan menyiapkan mid-
term review untuk perkembangan proyek. Sebagai
tambahan, Laporan Bank Dunia untuk Status
Proyek yang Dilakukan, ringkasan singkat dari
seluruh proyek yang sedang aktif dibiayai Bank
Dunia pada tiap akhir tahun fiskal, tersedia untuk
publik. Jika proyek ditutup selama tahun fiskal,
maka proyek dikeluarkan dari laporan ini karena
                                              504




Laporan Kelengkapan Implementasi dan Hasilnya
secara publik sudah ditutup.

Perkembangan proyek, keluaran dan dampak pada
pemanfaat dimonitor oleh pemerintah dan Bank
Dunia selama tahap implementasi untuk melengkapi
data    untuk    mengevaluasi   dan    menghitung
efektifitas pelaksanaan dan hasil proyek.

Penyelesaian Proyek
Ketika sebuah proyek selesai dan ditutup pada
akhir periode pencairan pinjaman, sebuah proses
yang dapat dilakukan dari mana saja dalam 1-10
tahun, Bank Dunia dan pemerintah peminjam
mendokumentasikan hasil-hasil yang dicapai;
permasalahan yang ditangani; pembelajaran; dan
pengetahuan yang didapat dengan melaksanakan
proyek tersebut. Tim pelaksana Bank Dunia
menggabungkan informasi dan data ini dalam
sebuah Implementation Completion Report, dengan
menggunakan masukan dari implementing agency
pemerintah,    co-financiers dan mitra atau
penyangga kepentingan lainnya. Laporan tersebut
menggambarkan dan mengevaluasi keluaran akhir
proyek.    Keluaran    akhir   proyek   kemudian
dibandingkan dengan hasil yang diharapkan.
Informasi yang didapat selama pelatihan ini juga
terkadang      digunakan     untuk    menentukan
penghitungan      tambahan     pemerintah    dan
peningkatan kapasitas apa yang diperlukan untuk
menyinambungkan keuntungan-keuntungan yang
dihasilkan dari proyek. Sebagai tambahan, tim
evaluasi menilai seberapa baik keseluruhan
pelaksanaan memenuhi penghitungan dan kebijakan
opersional Bank Dunia     untuk kegunaan sumber
Bank Dunia. Pengetahuan yang didapat dari hasil
ini menghitung proses yang bertujuan untuk
                                                505




menguntungkan proyek-proyek yang sama di masa
depan.

Evaluasi
Grup Evaluasi Independen Bank Dunia (IEG)
menilai pelaksanaan satu dari empat proyek
secara acak (sekitar 70 proyek dalam setahun),
menghitung keluaran dibandingkan dengan tujuan
aslinya, kesinambungan dari hasil   dan dampak
pembangunan institusional. Dari waktu ke waktu,
IEG juga menghasilkan Laporan Evaluasi Dampak
untuk menilai harga ekonomis dari proyek dan
efek jangka panjang pada masyarakat dan
lingkungan melawan hal-hal yang berlawanan
dengan fakta.

Dana pinjaman dan hibah diajukan oleh pemerintah
Indonesia melalui lembaga pemerintah terkait,
sementara trus funds dapat diajukan secara
langsung oleh LSM atau organisasi masyarakat
madani kepada Bank Dunia (bank execution) atau
pemerintah (national execution) sesuai dengan
program Bank Dunia yang ada.

Untuk mendapatkan data informasi tentang aktivitas
Bank Dunia di Indonesia dan juga publikasi Bank
Dunia lainnya, dapat langsung datang ke Layanan
Informasi     Pembangunan     Indonesia    Layanan
Informasi Pembangunan Indonesia (IDIS) di kantor
Bank Dunia Jakarta. Selain itu Bank Dunia juga
memiliki 16 Pusat Informasi Regional yang berlokasi
di perpustakaan universitas-universitas rekanan di
beberapa ibukota propinsi di seluruh Indonesia.
Sebagai tambahan, terdapat pula beberapa Pusat
Informasi di kantor-kantor perwakilan Bank Dunia di
Makassar dan Banda Aceh.
Lembaga-lembaga     yang    berminat    mengajukan
                                             506




permohonan bantuan dana dapat meminta penjelasan
lebih lanjut dengan menghubungi alamat di atas.
                                                                          507




                                     94. World Vision International
                                                              (WVI)
Tentang WVI                Lembaga World Vision Internasional didirikan pada
                           tahun 1950 oleh Robert Pierce untuk menolong anak-
                           anak kurban perang di Korea. Organisasi ini
                           dilahirkan sebagai panggilan iman kristiani untuk
                           menolong sesama. Saat ini World Vision telah
                           berkembang di 100 negara dengan kegiatan
                           menolong anak-anak dan masyarakat miskin
                           meningkatkan kesejahteraan melalui bantuan di
                           bidang     pendidikan,    kesehatan,  peningkatan
                           pendapatan, dan sebagainya. Bantuan umumnya
                           disalurkan dengan pendekatan pengembangan
                           masyarakat yang komprehensif untuk jangka waktu
                           tertentu (antara 5 sampai 15 tahun). Program-
                           program diarahkan agar berkelanjutan dan
                           menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat yang
                           dilayani pada saat bantuan diakhiri.
Alamat / Contact Address           Jl. Wahid Hasyim No 33, JAKARTA 10340 ;
                                                         Telp. (021) 327 467;
                                                         Fax. (021) 310 7846
                                                    Email: Indonesia@wvi.org
                                    Alamat Pusat : 800 West hestnut Avenue,
                                               Monrovia, CA 91016-3198 ,USA

Bidang Garapan / Program   WVI       memfokuskan       pelayanannya      pada
                           pemberdayaan masyarakat miskin, baik di pedesaan
                           maupun di perkotaan dengan tujuan mendorong
                           masyarakat menjadi mandiri. Bantuan umumnya
                           disalurkan dengan pendekatan pengembangan
                           masyarakat yang komprehensif untuk jangka waktu
                           tertentu (antara 5 sampai 15 tahun). Selama jangka
                           waktu tersebut, staf WVI secara aktif mendampingi
                           masyarakat. Program-program diarahkan agar
                           berkelanjutan dan menumbuhkan kemandirian bagi
                                                 508




masyarakat yang dilayani pada saat bantuan diakhiri.


Dalam pelaksanaan program pengembangan jangka
panjangnya, WVI bermitra dengan lebih dari 100
yayasan sosial-kemanusiaan di daerah-daerah yang
dilayani. Saat ini ada sekitar 200 program
pengembangan masyarakat yang tersebar di 20
propinsi yang sedang didukung oleh WVI. Pada
tahun-tahun mendatang, WVI akan memprioritaskan
program pengembangan wilayah jangka panjang
untuk beberapa propinsi saja, khususnya untuk
wilayah-wilayah yang masih sangat tertinggal di
kawasan timur Indonesia. Secara garis besar
program WVI terdiri dari tiga bagian besar, yaitu:


Area Development Program (ADP)
Program      ini     merupakan    program      yang
menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat
melalui   metode      pengembangan    transformasi
(transformational development). WVI mendorong
dan memfasilitasi masyarakat untuk menemukan dan
menggunakan gagasan serta keterampilan mereka
sendiri agar dapat beralih dari kemiskinan menuju
kemandirian.     Program   ini  mencakup     bidang
kesehatan, produksi, pertanian, air dan sanitasi,
pendidikan, advokasi, pengembangan usaha kecil, dan
kebutuhan-kebutuhan        masyarakat       lainnya.
Intervensi dapat segera dilakukan di daerah-daerah
yang membutuhkan.

Tanggap Darurat
Program ini dilakukan sebagai respon dari situasi
darurat yang terjadi di suatu wilayah akibat
bencana, pasca perang, kelaparan, dan lainnya.
                                                                  509




                  Advokasi
                  WVI bekerja untuk memampukan masyarakat dalam
                  memahami dan menyuarakan hak-hak mereka baik di
                  tingkat   lokal,    nasional  hingga    ke  tingkat
                  internasional.   Di    beberapa    wilayah  dimana
                  masyarakat tidak dimungkinkan untuk menyuarakan
                  aspirasinya, WVI menjalankan peran sebagai
                  pengemban aspirasi tersebut dan menyampaikannya
                  kepada pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk
                  mengambil tindakan dan kebijakan. Melalui program
                  ini WVI juga terus menyerukan pentingnya
                  pendidikan bagi anak dan kesetaraan jender.

                  Di bidang mikrohidro, WVI pernah membantu
                  penyaluran turbin untuk wilayah Papua dan
                  memastikan bahwa turbin tersebut diterima oleh
                  masyarakat yang membutuhkan.


Akses Pendanaan   80% sumber dana World Vision International
                  berasal dari pihak swasta termasuk individu/
                  perorangan, perusahaan, dan yayasan. Sisanya
                  berasal dari pemerintah dan lembaga donor
                  internasional.

                  Umumnya, WVI memfokuskan pelayanan pada
                  daerah-daerah yang paling membutuhkan bantuan.
                  Jika satu daerah benar-benar membutuhkan
                  bantuan, organisasi ini akan menjalin kerjasama
                  dengan lembaga setempat yang dianggap memiliki
                  kapasitas pengembangan dan memiliki kemauan untuk
                  melayani masyarakat dalam jangka panjang. WVI dan
                  lembaga tersebut akan bersama-sama merancang
                  program kerja dan pendanaannya untuk jangka
                  waktu yang disepakati.


                  Secara umum, World Vision menyalurkan bantuan
                                               510




dalam dua jenis, yaitu bantuan yang diterima sudah
dalam bentuk barang, misalnya beras, minyak
goreng, dan lainnya, dan bantuan yang diterima
dalam bentuk uang. Bantuan yang diterima dalam
bentuk barang akan disalurkan dalam bentuk barang
sesuai dengan kesepakatan dengan pihak donor.
Bantuan yang diterima dalam bentuk uang akan
disalurkan sesuai dengan apa yang sudah dirancang
dalam proposal. Sebelumnya proposal perlu
mendapatkan persetujuan dari pihak donor. Jika
proposal sudah disetujui maka dana akan dikirimkan
kepada WVI untuk kemudian digunakan sesuai
kesepakatan dalam proposal. Jika dalam pelaksanaan
ada hal-hal yang harus diubah, maka akan dilakukan
amandemen/perubahan untuk disetujui pihak donor.
Pihak-pihak yang membutuhkan bantuan terkait
dengan program WVI dapat mengirimkan proposal
dan menghubungi alamat di atas.
                                                                             511




                                                               95. Yappika
Tentang Yappika
                           YAPPIKA atau Yayasan Penguatan Partisipasi,
                           Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia
                           adalah sebuah aliansi LSM untuk masyarakat sipil
                           dan demokrasi. Lembaga ini mempunyai visi
                           terwujudnya masyarakat         yang bebas, adil dan
                           setara.Yappika muncul sebagai kelanjutan dari
                           Kelompok Kerja Indonesia dalam Indonesia - Canada
                           Forum/ Yayasan Persahabatan Indonesia - Kanada
                           (ICF/YAPIKA), yang bersinergi dan berkembang
                           sebagai organisasi sepenuhnya. Saat ini anggota
                           Yappika terdiri dari 10 LSM, namun keanggotaan ini
                           terbuka untuk organisasi lain yang independen dan
                           pro demokrasi dan tidak berafiliasi pada partai
                           politik, institusi pemerintah dan militer.

                           Misi Yappika adalah pemberdayaan masyarakat sipil
                           melalui LSM dengan melakukan pendidikan dan
                           penegakan hak asasi manusia, etnis, ras, maupun
                           jenis kelamin. Misi ini dicapai dengan memberikan
                           dana, training, bantuan teknis, serta pembentukan
                           jaringan LSM.

Alamat / Contact Address                Jl Pedati Raya No 20, RT 007/RW 09,
                                                             JAKARTA 13350;
                                                        Telp.: (021) 819 1623;
                                       Fax. (021) 850 0670, (021) 8590 5262;
                                                 Email: yappika@indosat.net.id
                                                    Website: www.yappika.org

Bidang Garapan / Program   Pada saat ini Yappika mendukung berbagai program,
                           antara lain pengelolaan sumberdaya dan berbasis
                           masyarakat, termasuk di dalamnya konservasi
                           keragaman hayati dan ekowisata; pendidikan untuk
                           pemberdayaan masyarakat, termasuk di dalamnya
                           analisa sosial, hak asasi manusia, kesetaraan gender,
                                                                    512




                  serta participatory rural appraisal (PRA); dialog dan
                  advokasi kebijakan, terutama yang muncul dari
                  penelitian atau lokakarya aktor-aktor pembangunan;
                  dan penguatan LSM dan jaringannya, melalui
                  pelatihan manajemen dan keterampilan teknis, serta
                  pertukaran gagasan dan informasi.

Akses Pendanaan   Yappika dapat menerima permohonan dana dari
                  lembaga-lembaga yang berminat dan memiliki
                  kesamaan      program.        Terdapat berbagai
                  persyarakatan teknis yang lebih dahulu perlu
                  ditanyakan ke alamat di atas.
                                                                                     513




                             96. Yayasan Bina Usaha Lingkungan
                                                         (YBUL)
Tentang YBUL               Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YABUL) adalah lembaga yang
                           mengembangkan misi untuk melestarikan kekayaan sumber
                           daya alam Indonesia dan untuk memperbaiki kualitas hidup
                           masyarakat. Lembaga ini dikelola di bawah bimbingan Dewan
                           Penasehat yang terdiri dari tokoh-tokoh dalam pemerintahan,
                           usahawan, serta para pakar lingkungan dan keuangan.

                           YABUL bekerja dengan cara menawarkan bantuan teknis dan
                           pendanaan kepada usahawan yang berwawasan lingkungan di
                           seluruh Indonesia. Diharapkan, usahawan Indonesia yang
                           dibantu dapat membangun bisnis yang berwawasan lingkungan,
                           yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga bertanggung
                           jawab terhadap lingkungan. Misalnya, usaha dalam bidang
                           sumber daya energi yang dapat diperbaharui (renewable
                           resource), pengolahan limbah dan daur ulang. Usaha-usaha
                           semacam ini berdampak positif bagi masyarakat, seperti
                           meningkatkan lapangan kerja, memajukan pembangunan
                           pedesaan, menambah investasi yang ramah lingkungan dan
                           menyelamatkan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
                           YABUL juga dipercaya oleh UNDP dan Kementerian Lingkungan
                           Hidup untuk mengelola dan melakukan pemantauan terhadap
                           pelaksanaan Global Environment Facility-Small Grants
                           Programme(GEF-SGP) di Indonesia. Program ini diperuntukkan
                           bagi LSM atau KSM yang memiliki dan menjalankan program
                           kemasyarakatan dan lingkungan hidup secara terpadu

Alamat / Contact Address    Jl. Hang Lekir VIII. No. 1, Kebayoran Baru, JAKARTA 12120;
                                                                   Telp.: (021) 720 6125;
                                                                    Fax.: (021) 726 6341
                                                                  E-mail :agus@ybul.or.id
                                                         Website : http://www.ybul.or.id/
Bidang Garapan / Program   Selain melaksanakan program ramah lingkungan
                           bersama dunia industri dan bisnis, YABUL juga
                           memfasilitasi pemberian hibah kecil dari UNDP.
                           Kegiatan yang dapat dibantu dengan hibah tersebut
                           antara lain pengembangan strategi pelestarian
                           lingkungan, penelitian dan pengumpulan data tentang
                           lingkungan,   peningkatan     kualitas  sumberdaya
                           manusia dan pengenalan terhadap energi yang
                                                                          514




                  terbarukan

Akses Pendanaan   Lembaga-lembaga yang berminat mendapat bantuan program
                  GEF-SGP dapat mengirimkan proposal kegiatan yang mencakup:
                  ringkasan usulan kegiatan, profil organisasi, kemampuan dan
                  pengalaman yang dimiliki, kegiatan yang diusulkan, deskripsi
                  kegiatan dan lampiran lainnya. Keterangan lebih lanjut dapat
                  diperoleh dengan menghubungi alamat di atas.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: hibah, donor
Stats:
views:47300
posted:12/6/2010
language:Indonesian
pages:514
Description: Dokumen ini menjelaskan tentang hal-hal terkait dengan dana hibah yang ada di Indonesia dan bagaimana cara mengaksesnya.