Docstoc

Daily Market Review 6 Desember 2010

Document Sample
Daily Market Review 6 Desember 2010 Powered By Docstoc
					     C


                                                   INDOSURYA Morning Call                                                                                                                                                                            06-Dec-10

                    World Equity Index                ∆%                 Currencies                     ∆%                      Commodities                                       ∆%
                    JCI          3,696.26             0.05               USD           9,014.00        -0.03                    Crude Oil (US$/barel)                87.66        1.25
                    DJIA        11,382.10             0.17               EUR           11,902.09        0.65                    Gold (US$/Troy Oz)                1,387.30        0.17
                    S&P 500      1,224.71             0.26               GBP           14,058.70       -0.11                    Natural Gas ($/mmBtu)                 4.34        1.17
                    Nasdaq       2,591.46             0.47               AUD           8,792.72         1.13                    Silver (US$/Troy Oz)                 28.39        0.75
                    FTSE 100     5,745.32            -0.39               CAD           8,977.21         1.37                    Tins (US$/Metric Ton)            25,450.00        1.29
                    Nikkei 225 10,178.30              0.10               JPY/100       10,768.14        0.44                    Nickel (US$/Metric Ton)          23,675.00        1.59
                    Hang Seng 23,320.50              -0.55               SGD            6,885.14        0.16
                    KOSPI        1,957.26             0.36
                                                                                                                                      JCI Sectoral Index
                                      Close           ∆%                                              Close           ∆%                                                         Close           ∆%
                    Agri             2,245.69         1.10               Property                     203.86         0.24                                      LQ-45               670.86       -0.26
                    Mining           3,009.46        -0.33               Infrastructure               831.76         -1.23                                     JII                 525.48       -1.14
                    Basic-Ind         395.03         -0.95               Finance                      486.66         2.07                                      MBX               1,059.41       0.09
                    Misc-Ind          945.93         -2.32               Trade                        442.11         1.07                                      DBX                 531.81       -0.28
                    Consumer         1,134.35        -0.93               Manufacture                  834.62         -1.35

                    Total Transaksi Bursa                     ∆%                      Transaksi Asing                                        ∆%                Reksa Dana                                    NAB/Unit   7D ∆% 30D ∆%
                    Market Cap (Rp. Tr)             3,210.70 -0.16                    Beli      Vol. (M. Shares)                     600.73 -16.07             Indosurya Balance Fund                          1,336.96 -0.61   0.03
                    Volume (M. Shares)             4,178.60 -38.80                              Value (Rp. B)                      1,734.70 -14.17             Indosurya Equity Fund                           1,379.97  2.58   0.61
                    Value (Rp. B)                  4,478.87 -26.80                    Jual      Vol. (M. Shares)                     372.80 -43.31
                                                                                                Value (Rp. B)                      1,353.31 -0.50
                 Indosurya Global Analysis
                   Kenaikan impor emas di China picu kenaikan harga kontrak emas
                    Kontrak harga emas naik seiring dengan peningkatan impor emas China dan pelemahan US$ sehingga mampu menjadikan emas diburu sebagai aset alternatif investasi paling aman. Kontrak harga emas untuk
                    pengantaran cepat naik 0,5% menjadi US$ 1.391,95/Oz. Sementara, kontrak harga emas untuk pengantaran Febuari 0,3% lebih tinggi dan bertengger di level US$ 1.393,40/Oz di Comex, New York. Dalam jangka
                    menengah dan panjang, China bisa merupakan faktor bullish bagi harga emas. Meski begitu, emas memerlukan momentum agar bisa melampui level US$ 1.400/Oz. Tingkat impor emas China naik hampir 5x lipat dalam
                    10 bulan pertama tahun ini dibanding tingkat impor sepanjang tahun lalu. Kenaikan permintaan emas di China diakibatkan oleh kecemasan akan melonjaknya inflasi. Tingkat impor emas naik ke posisi 209 MT dan
                    sepanjang tahun lalu tingkat impor emas hanya sebanyak 45 MT.
                    Data pengangguran negatif, bursa AS bergerak positif

                    Pergerakan saham-saham di bursa AS tak tergganggu meskipun data pengangguran menunjukkan tren yang negatif dan tidak sesuai dengan harapan. Menutup akhir pekan, indeks-indeks saham utama di bursa AS
                    berhasil ditutup positif. Indeks Dow Jones naik 19,68 poin (0,17%), lalu indeks S&P500 naik 3,18 poin (0,26%), dan indeks Nasdaq naik 12,11 poin (0,47%). Sepanjang perdagangan Jumat kemarin, ketiga indeks tersebut
                    berada di zona merah namun, berhasil naik di akhir-akhir perdagangan. Depnaker AS mengeluarkan data pengangguran yang mengecewakan. Angka pengangguran di AS naik 0,2% menjadi 9,8%, yang memunculkan
                    keraguan akan pemulihan ekonomi. Data tenaga kerja di November sangat mengecewakan, yang menggambarkan tidak adanya kemajuan. Pelaku pasar diingatkan bahwa pemulihan ekonomi di AS sangat rapuh.

                    Utang jangka panjang Yunani akan di downgrade
                    Standard & Poor's, akan mendowngrade utang jangka panjang Yunani dalam waktu 3 bulan jika aturan baru bailout Eropa diterapkan untuk membuktikan pemegang swasta obligasi negara. S&P mengeluarkan peringatan
                    serupa terhadap Portugal minggu ini. MenKeu Eropa setuju untuk menciptakan suatu mekanisme permanen untuk menangani krisis utang masa depan di 16 negara yang menggunakan Euro. Mekanisme yang akan
                    diluncurkan pada pertengahan 2013 ini bisa memaksa investor seperti bank atau hedge fund untuk mengambil kerugian jika sebuah negara kehabisan uang. Yunani terhindar dari kebangkrutan Mei setelah mendapatkan
                    paket pinjaman dari mitra Uni Eropa dan IMF sebesar $ 150 miliar untuk 3 tahun. Sebagai imbalannya, Pemerintah memberlakukan program konservasi yang ketat. Dengan konversi tersebut, S & P memberikan pringkat
                    BB+ untuk kredit jangka panjang Yunani dengan CreditWatch dengan implikasi negatif.


                 Indosurya Market Analysis
                   Penyerapan pinjaman luar negeri tak maksimal, Pemerintah terpaksa bayar denda
                    Pemerintah terpaksa membayar biaya (fee) akibat penyerapan pinjaman luar negeri yang tak maksimal. Besarnya biaya komitmen tersebut bervariasi mulai dari 0,25% hingga 0,75% dari sisa pinjaman yang tidak terpakai.
                    Pembayaran biaya tersebut sebagai konsekuensi dari tidak maksimalnya penyerapan. Pemerintah mendapatkan komitmen utang dari sejumlah lembaga untuk menambal defisit anggaran tahun ini yang diperkirakan
                    mencapai 2,1%. Ternyata, hingga akhir tahun ini, defisit anggaran hanya sebesar 1,5% saja karena banyak anggaran belanja yang tidak terpakai dan meningkatnya penerimaan negara sehingga pinjaman lembaga
                    peminjam tersebut juga tidak terpakai. Penundaan pencairan utang itu tidak menambah beban utang pemerintah.
                    Kementerian BUMN akan lakukan IPO BUMN untuk antisipasi aliran dana asing
                    Aliran dana asing yang sangat deras ke Indonesia sampai pertengahan tahun depan akan dimanfaatkan Pemerintah untuk melepaskan saham BUMN ke pasar modal melalui mekanisme IPO. Menteri BUMN berharap
                    rencana IPO BUMN tak akan terkendala karena dana asing yang masuk bisa menjadi kesempatan BUMN menambah modalnya dan akan mengambil pelajaran dari masalah IPO KS sehingga ke depan tidak terganggu
                    lagi. Selain itu, juga akan meningkatkan komunikasinya dengan DPR soal rencana-rencana privatisasi BUMN sehingga masalah misscommunication tak akan terjadi lagi. Untuk 1H11 BMRI dan Garuda akan dilakukan
                    aksi korporasi karena saat ini aliran dana asing lagi besar. Tahun depan, akan ada 7-10 BUMN yang akan melakukan privatisasi lewat IPO. Jika kesemuanya disetujui oleh DPR. Kementerian BUMN tak bisa memungkiri
                    banyak pihak asing yang saat ini mengincar saham BUMN. Ini karena tingkat kepercayaan investor asing terhadap BUMN cukup tinggi saat ini.
                    TIP-KS akan serahkan hasil rekomendasi pada 10 Desember 2010
                    Tim independen privatisasi KS (TIP-KS) merekomendasikan Kementerian BUMN untuk segera membentuk court of conduct . Hal itu salah satu yang hasil rekomendasi yang akan diberikan TIP-KS ke Kementerian BUMN
                    pada 10 Desember mendatang. Menurut Tim, secara umum semua bentuk benturan kepentingan harus dikelola supaya tidak merusak. Dicontohkan, kalau di Direksi, bila ada suplier yang datang maka tidak boleh
                    mengambil keputusan. Selain itu, TIP-KS juga akan merekomendasikan untuk setiap IPO atau corporate action BUMN harus punya misi untuk membangun investor lokal yang berpengetahuan atau paham mengenai
                    pasar modal sehingga menjadikan pasar modal Indonesia kuat. Meskipun dana asing ditarik, pasar modal tidak langsung goyah dan tidak menjadikan bursa itu seperti kasino. Terkait harga IPO KS sebesar Rp 850 yang
                    dianggap berbagai kalangan terlau murah, TIP-KS menyatakan tidak ada di bursa manapun pembuktian mengenai hal itu dan akan diserahkan pada mekanisme pasar.
                    PT Martina Berto telah kantongi izin efektif IPO
                    Rencana PT Martina Berto (MB) untuk IPO kian mulus karena Bapepam-LK sudah merilis izin efektif pelaksanaan IPO. Rencananya, MB akan menawarkan 33% saham, setara dengan 355 juta lembar saham. Target
                    dana yang diharapkan terkumpul dalam IPO tersebut mencapai Rp 300 miliar. Terkait hal itu, MB akan segera melakukan due diligence meeting pada 8 Desember. Setelah itu, diharapkan saham tercatat di bursa pada
                    Januari 2011. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk ekspansi bisnis dan modal kerja dan nantinya akan fokus pada ekspansi ke luar negeri. Tahun depan kinerja diharapkan bisa naik 20%.

                    Daily Our View Stock Action
                    Code           Open       High              Low       Close             S1          S2            S3            Pivot         R1                R2             R3            ∆%
                    AALI          21,150     25,950            25,150     25,400          22,875      23,613        22,075         24,413       23,675            25,213         24,475         1.20
                    MIDI            480        550              480        495             453         431           383             501         523               571            593           4.21
                    PTBA          21,650     21,900            21,450     21,550          21,375      21,188        20,925         21,638       21,825            22,088         22,275         1.41
                    CPIN           9,300      9,550            9,300      9,450           9,250       9,150         9,000          9,400        9,500             9,650          9,750          1.61
                    LSIP          12,400     12,450            11,900     11,950          11,900      11,625        11,350         12,175       12,450            12,725         13,000         -0.42
                    ASII          53,500     54,050            52,650     52,750          52,425      51,838        51,025         53,238       53,825            54,638         55,225         -2.41
                    SMGR           9,500      9,550            9,400      9,450           9,400       9,325         9,250          9,475        9,550             9,625          9,700          0.00
                    SGRO           3,150      3,175            3,075      3,100           3,075       3,025         2,975          3,125        3,175             3,225          3,275          -0.80
                    BDMN           6,400      6,650            6,400      6,650           6,400       6,275         6,150          6,525        6,650             6,775          6,900          3.91
                    INDF           4,925      4,975            4,825      4,850           4,813       4,744         4,663          4,894        4,963             5,044          5,113          -1.02

                 Reza Priyambada
Investment       Marissa Rahmatwati
      &          manajerinvestasi@indosurya.net / indosurya_securities@yahoo.com
 Research
  Division
                 PT Asjaya Indosurya Securities does not give any warranty in relation to the accuracy, completeness and reliability of this report as it only expresses his/her personal views. This report is prepared for internal use and the clients of PT Asjaya Indosurya
T 021-57905068
                 Securities only. PT Asjaya Indosurya Securities does not responsible for any transaction with regard to any recommendation mentioned in this report. The final desicion in in your hands. Please learned of risk & return first before making an investment.
F 021-57905069
                 Your Investment Partner                                                                                                                                                                                                                        1
                                                               INDOSURYA Morning Call
                                           IHSG




                                                                                    IHSG mulai tertahan kenaikannya. Pekan lalu hanya naik 1,68 poin di tengah transaksi yang sangat ramai hingga mencapai
                                                                                    Rp 12 triliun. Aksi profit taking masih melanda perdagangan sehingga laju penguatan IHSG tertahan. Penguatan saham-
                                                                                    saham blue chip perbankan bisa menahan indeks sehingga tidak turun ke zona negatif. Dengan demikian, pada akhirnya
                                                                                    IHSG belum berhasil bertengger di level 3.700 meski sempat menyentuh level tertingginya di atas 3.700. Di awal sesi, IHSG
                                                                                    menguat 18,288 poin (0,49%) ke level 3.712,868 dan terus naik hingga akhir sesi perdagangan namun, sedikit terhalang aksi
                                                                                    profit taking . Pelemahan yang terjadi masih bisa ditahan oleh saham-saham perkebunan, properti, dan finansial.
                                                                                    diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.653-3.675 dan resistance 3.723-3.750. IHSG membentuk candle doji star
                                                                                    sesudah terbentuk candle putih dimana mengindikasikan kekuatan daya beli mulai berkurang. Pasar mulai masuk dalam
                                                                                    kondisi jenuh namun, diperlukan candle berikutnya untuk mengkonfirmasi adanya pola reversal. MACD terlihat masih
                                                                                    mencoba bersinggungan dengan kecendrungan menguat. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area overbought namun, mulai tertahan.




                                           MEDC



                                                                                    Akhir pekan lalu, MEDC ditransaksikan naik seiring dengan aksi korporasi yang akan dilakukannya. Dikabarkan, MEDC
                                                                                    memutuskan rencana kerjasama dengan Pertamina demi menerima pinangan dari perusahaan minyak asal Timur Tengah.
                                                                                    Selain itu, MEDC juga telah melakukan penjualan 5 juta saham secara placement dengan perusahaan asal Dubai di harga
                                                                                    Rp 4.000. Dengan aksi korporasi ini MEDC akan mengantongi dana Rp10 triliun kalau menjual saham sebanyak 5 juta lot di
                                                                                    harga Rp 4.000. Memang lebih baik MEDC bekerja sama dengan pihak swasta luar dibandingkan dengan Pertamina yang
                                                                                    nantinya bisa terganggu kinerjanya karena adanya campur tangan pihak di luar manajemen Pertamina. Diperkirakan
                                                                                    MEDC berada pada support 2.950-3.100 dan resistance 3.400-3.550. MACD masih bergerak turun. RSI , Williams %R, dan
                                                                                    Stochastic mulai bergerak naik dan berusaha meninggalkan area oversold.
MORNING STOCKS NEWS & TECHNICAL REVIEW




                                           AALI




                                                                                    Kontrak harga minyak sawit (CPO) masih terus menanjak. Akhir pekan lalu, harga CPO ditransaksikan dengan kenaikan
                                                                                    tertinggi dalam 5 bulan terakhir. Ada optimisme di pasar kalau peningkatan permintaan di China akan memangkas suplai
                                                                                    CPO global seiring tingginya curah hujan dan kekeringan di negara-negara produsen CPO. Kontrak harga CPO untuk
                                                                                    pengantaran Februari naik 1,1% menjadi US$ 1.123 MT. Kenaikan harga CPO ini kembali mendorong harga saham-saham
                                                                                    berbasis CPO dengan kenaikan tertinggi dialami oleh AALI. Sentimen positif ini diharapkan dapat berlanjut pada
                                                                                    perdagangan Senin ini. Diperkirakan AALI bergerak dengan support 24.700-25.050 dan resistance 25.850-26.300. MACD
                                                                                    berusaha membentuk golden cross . RSI, Stochastic, dan William's %R bergerak meninggalkan area oversold.




                                           ADHI




                                                                                    ADHI berhasil meraih proyek jembatan jalan layang dari Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta senilai Rp 214,99 miliar.
                                                                                    Nama proyek yang akan dikerjakan adalah Pembangunan Jalan Layang Non-Tol Kp. Melayu-Tanah Abang (stage 1:
                                                                                    Sudirman-Casablanca) Paket Satrio (multi years). Lokasi proyek berada di Jl. Prof. Dr. Satrio dengan lingkup pekerjaan box
                                                                                    girder, pier pile cap,dll. Adapun waktu pelaksanaan proyek mencapai 630 hari. Tentu saja pekerjaan ini akan bisa
                                                                                    menambah pendapatan ADHI di tahun ini sehingga diperkirakan pendapatan ADHI bisa melampui perolehan tahun lalu.
                                                                                    Diperkirakan ADHI bergerak dengan support 770-800 dan resistance 880-930. MACD gagal membentuk golden cross dan
                                                                                    melanjutkan pelemahannya. RSI, Stochastic, dan William's %R terus bergerak menuju areaoversold.




                                           RALS




                                                                                    Menjelang penutupan akhir tahun membawa berkah bagi emiten ritel. Meski tidak setinggi ketika jelang Lebaran yang
                                                                                    kenaikannya sampai 3x lipat, jelang Natal dan tahun baru omzet ritel bisa naik sekitar 20% - 30% dari bulan biasa. Akhir
                                                                                    tahun ini diprediksi, omzet ritel bisa mencapai Rp 100 triliun, naik sekitar 15% dari tahun 2009. Kenaikan permintaan di sektor
                                                                                    ritel dipicu pula karena adanya bonus akhir tahun. Sehingga, masyarakat yang tidak merayakan natal pun, akan
                                                                                    berbelanja. Tahun depan omset ritel bisa naik sekitar 10% - 15%. Diperkirakan RALS akan berada pada support 810-820 dan
                                                                                    resistance 850-870. MACD bergerak naik setelah terbentuk golden cross . RSI, Williams %R, dan Stochastic masih bergerak
                                                                                    menuju area overbought .




                                         Your Investment Partner                                                                                                                                     2
                                                                         INDOSURYA Morning Call
                                               KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH INDONESIA

                                                                                                                                                                                                           GOVERNMENT BOND INDEX                      ∆%     bps
                                                                                                                                                                                                           IGBI-Clean Price  119.1043                  0.53 52.75
                                                                                                                                                                                                           IGBI-Gross Price  122.2975                  0.54 53.87
                                                                                                                                                                                                           IGBI-Total Return 138.1225                  0.54 53.86

                                                                                                                                                                                                           GOVERNMENT YIELD INDEX                     ∆%     bps
                                                                                                                                                                                                           IGBI-Effective Yield 7.4003                 -0.08 7.58
                                                                                                                                                                                                           IGBI-Gross Yield     7.9436                 -0.09 9.16




                                               KURVA YIELD OBLIGASI KORPORASI INDONESIA
MORNING GOVERNMENT & CORPORATE BOND REVIEW




                                             Sumber: www.ibpa.co.id



                                               Harga Benchmark Obligasi Pemerintah                      Harga Obligasi Korporasi Teraktif
                                               Seri       Kupon (%) Harga       ∆%                                  Seri                      Harga Rating           Maturity      Kupon (%)
                                               FR0027       9.50        111.62 0.04                     Telkom II B 2010                       108.55 idAAA          06-Jul-15       9.60
                                               FR0031       11.00       125.11 1.15                     Mudharabah Mayora I 2008               113.48 idA+(Sy)       05-Jun-13       0.00
                                               FR0040       11.00       120.75 1.05                     Ciliandra Perkasa II 2007              102.05 idA+           27-Nov-12       11.50
                                               FR0052       10.50       114.93 0.66                     Telkom II A 2010                       104.25 idAAA          06-Jul-20       10.20
                                               FR0050       10.50       112.80 0.09                     SMS Finance I A 2009                   100.25 BBB+(idn)      13-Jan-11       11.50

                                             Indosurya Bond & Sukuk Market Analysis
                                               Pemerintah kembali lakukan buyback
                                               KemenKeu telah melaksanakan transaksi pembelian kembali surat utang negara (SUN) secara langsung di pasar sekunder dengan menggunakan fasilitas dealing room DJPU senilai Rp 360,782 miliar yang terdiri dari 2
                                               seri SUN. Transaksi SUN secara langsung ini ditujukan untuk melakukan pengelolaan portofolio SUN yaitu dengan mengurangi jumlah SUN yang tidak likuid untuk tenor pendek dan menengah dan dilakukan dengan tetap
                                               mempertimbangkan efektifitas biaya bagi Pemerintah. Hasil pelaksanaan transaksi SUN secara langsung ialah seri FR0033 yang jatuh tempo pada 15 Maret 2013 dengan unit jumlah pembelian sebesar 252.026 unit
                                               dengan nominal Rp252,026 miliar. Selain itu, seri FR0049 yang jatuh tempo pada 15 September 2013 dengan unit jumlah pembelian 198.756 dengan nominal Rp108.756 miliar.
                                               PT. BCA Finance telah terbitkan MTN
                                               PT BCA Finance menerbitkan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) senilai Rp 100 miliar berjangka waktu 1 tahun. MTN II BCA Finance tahun 2010 telah didistribusikan secara elektronik mulai 26
                                               November lalu. Efek ini memiliki masa jatuh tempo adalah 11 Desember 2011. BCA Finance memberi bunga tetap dengan kupon 7,75% dimana pembayaran bunga pertama dilakukan pada 26 Februari 2011. BCA
                                               Finance telah menunjuk Trimegah Sekuritas sebagaiarranger .
                                               Peringkat utang Indonesia akan direview Moody's
                                               Moody's Investor Service berencana meningkatkan peringkat Indonesia. Terhadap rencana itu, KemenKeu menyatakan, peringkat Indonesia memang layak naik karena kinerja ekonomi saat ini berjalan baik. Kinerja
                                               ekonomi domestik mulai meningkat setelah krisis global usai. Pemerintah akan menyambut baik rencana tersebut. Kinerja ekonomi yang baik itu tampak dalam balance of payment dan balance of trade . Cadangan devisa
                                               juga terus meningkat. Posisi cadangan devisa saat ini telah mencapai US$ 93 miliar. Selain itu, pengendalian inflasi serta upaya mengelola subsidi juga bisa menjadi faktor mendorong kenaikan peringkat itu. Sebelumnya,
                                               Moody's telah menetapkan peringkat surat utang Indonesia di level Ba2, dua level di bawah peringkat layak investasi (investment grade ). Bila Indonesia bisa masuk ke level invesment grade , yield untuk surat utang
                                               negara menjadi lebih rendah. Dengan kata lain, jika kembali menerbitkan surat utang, bunga yang harus dibayar semakin murah.




                                             Your Investment Partner                                                                                                                                                                                      3
                                    INDOSURYA Morning Call




                                                                                   Head Office :

                                                                                   Grha Surya
                                                                      Komp. Taman Perkantoran Kuningan
                                                            Jl. Setiabudi Selatan I Kav. 9. Jakarta 12920. Indonesia
                                                                             Telp : 021 – 5790 5068
                                                                             Fax : 021 – 5790 4859
                                                                          Website: www.indosurya.net




                                                                               Branch Office :
               Jakarta Branch :                                            Medan Branch :
               Grha Kencana Lt. 2                                          West Plaza Lt. 5
               Jl. Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk.                          Jl. Diponegoro No. 16 Medan 20152
               Jakarta Barat                                               Telp : 061 – 455 8545
               Telp : 021 – 5365 0385                                      Fax : 061 – 457 5548
               Fax : 021 – 5366 0695

               Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok J No. 5                   Surabaya Branch :
               Jl. Letjend. Suprapto. Jakarta Pusat 10640                  Indosurya Tower Lt. 2
               Telp : 021 - 4288 3322                                      Jl. Basuki Rahmat 75. Surabaya
               Fax : 021 - 4288 0268                                       Telp : 031 – 535 3333



                Padang Branch :                                            Solo Branch :
                Jl. Belakang Olo No. 35A, Padang                           Jl. Slamet Riyadi No. 401
                Telp : 0751 – 841 845                                      Surakarta 57139
                Fax : 0751 – 841 894                                       Telp : 0271 – 711 958
                                                                           Fax : 0271 - 737 477
                Palembang Branch :
                Jl. Letkol. Iskandar No. 762. Palembang
                Telp : 0711 – 373 666
                Fax : 0711 - 367 149




kkkkkkkkkkk Your Investment Partner                                                                                    4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:118
posted:12/6/2010
language:English
pages:4