Docstoc

Panduan KKN STAI Al-Jawami 2008/2009

Document Sample
Panduan KKN STAI Al-Jawami 2008/2009 Powered By Docstoc
					PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Keberadaan kampus di tengah masyarakat, menyiratkan sebuah tanda tanya besar. Sejauh manakah peran kampus dalam memberikan kontribusinya bagi pembangunan dan kemajuan masyarakat? Kampus sebagai „kawah candradimuka‟, selayaknya mampu memberikan bekal praktis bermasyarakat dan bekerja sama dengan masyarakat dalam rangka mengisi pembangunan dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat dengan nuansa akademis. Kuliah Kerja Nyata, di satu sisi merupakan amanat kurikulum yang harus ditempuh oleh mahasiswa, namun di sisi lain memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk mencoba „menjajal‟ ilmunya di tengah masyarakat yang unpredictable. Melibatkan mahasiswa ke tengah masyarakat merupakan satu upaya untuk memperkenalkan mahasiswa kepada kehidupan yang sesungguhnya, sekaligus mengemban amanat untuk menyebarkan ilmu dan pengetahuan yang diperolehnya di bangku perkuliahan. Perhelatan antara konsep dan teoritis dengan kenyataan praktis kadang memerlukan persiapan yang lebih dari sekedar kemampuan menguasai materi perkuliahan, akan tetapi juga kemampuan berkreasi dan berinovasi. Masyarakat melihat sosok mahasiswa sebagai seorang yang hampir mencapai tingkat paripurna dalam segala segi: keilmuan, kejiwaan dan kemampuannya. Itulah tantangan yang sebenarnya bagi mahasiswa yang diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat. Buku panduan ini adalah bekal yang akan mengarahkan mahasiswa menuju gerbang kuliah di tengah-tengah masyarakat dalam bentuk pembelajaran makro. Pembelajaran makro yang akan ditempuhnya ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan pencerahan kepada mahasiswa sehingga mereka mampu menciptakan frame of thinking yang 1

lebih matang dalam menghadapi berbagai persoalan yang akan dihadapinya di masa yang akan datang. Untuk itulah, maka KKN memerlukan tingkat kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor yang handal. Itulah sebabnya KKN selalu ditempatkan pada program kurikulum bagi mahasiswa tingkat akhir. Dengan demikian, tingkat kematangan dan kemampuan serta kesiapan mereka untuk terjun ke masyarakat akan lebih besar. Sebagai uji coba kemampuan, maka selayaknya peserta KKN mampu „titip diri sangsang raga‟ di tengah-tengah masyarakat tempat mereka praktek. Artinya, bahwa sikap dan idealism sebagai mahasiswa harus mampu diimbangkan dengan situasi dan kondisi serta adat istiadat setempat. Tugas peserta KKN di tengah masyarakat bukanlah untuk merubah tatanan positif yang telah ada, melainkan untuk berperan serta dalam membantu masyarakat mencapai tujuan yang hendak diraih. Diterjunkannya mahasiswa adalah untuk mencoba menganalisa dan mengeksplorasi potensi dan kelebihan yang memungkinkan untuk dikembangkan demi menciptakan tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik lagi. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu terselesaikannya buku panduan ini. Semoga amal baik mereka mendapat imbalan yang lebih baik dari Allah SWT. Amin. Akhirnya kami ucapkan selamat melaksanakan KKN dan selamat berkerja. Wassalamu‟alaikum Wr. Wb.

Bandung, Mei 2009 P3M STAI Yapata Al-Jawami Ketua, ttd. Busiri

2

SAMBUTAN KETUA PELAKSANA

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Kuliah Kerja Nyata merupakan satu agenda resmi intrakurikulum yang wajib ditempuh oleh mahasiswa yang sedang menggali ilmu di bangku perkuliahan. Karena ia merupakan bagian dari kurikulum, maka akan memiliki standar kompetensi dan kompetensi dasar yang melandasinya, sehingga output yang outcome dari proses pembelajaran melalui mata kuliah KKN ini dapat tercapai. Yang membedakan KKN dengan mata kuliah lainnya adalah peran mahasiswa dalam proses perkuliahan mengambil posisi terbesar, sedangkan dosen pembimbing hanya berfungsi sebagai pengarah saja. Proses pembelajaran pada mata kuliah KKN mengambil laboratorium praktikumnya hadir dan tercipta langsung di tengah-tengah masyarakat, termasuk persoalan pokok pembahasan yang harus diselesaikan oleh mereka. Dengan demikian mahasiswa akan tertantang untuk mampu mengidentifikasi, mengobservasi dan mengeksplorasi permasalahan serta mencari formulasi pemecahan masalahnya yang tentunya menggunakan cara yang didasarkan kepada pendekatan ilmiah. Tugas ini akan terasa berat apabila mahasiswa tidak memiliki bekal dan kemampuan yang harus dipersiapkan. Oleh karena itulah, maka proses KKN selalu diawali dengan pemberian bekal kepada mahasiswa yang diterjunkan. Selain itu, panduan yang memadai juga harus terlebih dahulu dipahami dan dimengerti secara komprehensif. Dengan demikian, maka kesiapan untuk terjun ke tengah-tengah masyarakat akan lebih mantap. Dan setelah mereka belajar di tengah-tengah masyarakat, maka mahasiswa diwajibkan untuk membuat sebuah laporan akhir sebagai bentuk evaluasi dan penilaian dari proses pembelajaran tersebut. Karena proses pembelajaran mata kuliah KKN hanya berlangsung selama satu bulan, maka diharapkan dapat diikuti dengan penuh kesungguhan dan keseriusan. Jika tidak, maka KKN bagi hanya akan menjadi guyonan belaka “kurulang-kuriling-nyatu”! 3

Yang perlu ditekankan oleh mahasiswa bahwa dunia masyarakat sangat jauh berbeda dengan dunia kampus. Oleh karena itu, maka ada baiknya dipegang filosofi: “datanglah dengan senyuman orang lain, sementara anda menangis kaget. Dan pulanglah dengan senyumanmu, biarkan orang lain menangis”. Artinya, mahasiswa yang melaksanakan KKN harus mampu memberikan polesan dan warna bagi masyarakat. Jangan hanya menambah kuantitas saja, tetapi juga harus menambah kualitas. Dengan demikian, masyarakat tempat anda melaksanakan KKN akan menyambut dengan gembira, dan akan merasa berat ketika anda harus pulang ke kampus. Terakhir, saya atas nama pribadi dan institusi menitipkan pesan “jaga almamater kampus”, sebarkan nama harum kampus sehingga masyarakat mampu mengetahui kelebihan yang kita miliki. Kami akan sangat apresiatif apabila kepulangan anda ke kampus disertai calon adik kelas anda yang siap meniru anda menjadi mahasiswa, bukan hanya pulang membawa gadis anak pak Kepala Desa. Dan terakhir sekali, kami ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia atas kerja keras, komitmen dan loyalitasnya. Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang lebih baik. Billahit Taufiq wal Hidayah. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bandung, Mei 2009 Ketua Panitia, ttd. Drs. H. Hasjim Rochimi

4

DAFTAR ISI

PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN A. Dasar Pemikiran ----- 7 B. Dasar Hukum ----- 9 C. Pengertian, Sejarah Singkat dan Falsafah KKN ----- 11 D. Maksud dan Tujuan KKN ----- 13 E. Sasaran dan Manfaat ----- 15 F. Sifat-sifat KKN ----- 15 G. Kompetensi Dasar KKN ----- 16 BAB II : PANDUAN KKN STAI YAPATA AL-JAWAMI A. Pengantar ----- 17 B. Bobot Mata Kuliah KKN ---- 18 C. Tahap Pembekalan ----- 18 D. Tahap Pelaksanaan ---- 21 E. Penyusunan Rencana Program Kegiatan ---- 25 F. Tahap Pelaporan ----- 26 G. Penilaian ----- 27 BAB III : PENUTUP ----- 31 LAMPIRAN BUKU LAPORAN HARIAN INDIVIDU

5

6

BAB I PENDAHULUAN A. Dasar Pemikiran Sebagai dasar pengelolaan operasional Pendidikan Tinggi di seluruh tanah air sebelum Undang Undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah Undang Undang No.22 1961 dengan konsep Tridharma-nya, yaitu : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Undang Undang ini dijabarkan lebih lanjut menjadi Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980 yang diikuti dengan peraturan lain yang lebih mudah. Untuk memenuhi perkembangan zaman, maka diterbitkan Undang Undang No.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional sebagai pengganti Undang Undang No. 22 tahun 1961. Secara eksplisit istilah Tridharma pada Undang Undang tersebut tidak tercantum, namun istilah Tridharma hanya tercantum pada penjelasan pasal 22 ayat 1 yang berbunyi “Pengembangan Perguruan Tinggi diarahkan pada kemampuan menyelenggarakan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, yaitu kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi”. Petunjuk Pelaksanaan operasional Undang Undang No.2 tahun 1989 tersebut diikuti oleh peraturan yang lebih rendah, yaitu Peraturan Pemerintah No. 30 tahun 1990 tentang Pendidikan Tinggi. Salah satu bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat ialah Kuliah Kerja Nyata yang selanjutnya lebih populer dengan sebutan KKN. KKN merupakan bentuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bersifat khusus, karena dalam Kuliah Kerja Nyata yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan Ilmu, dan Pengabdian Kepada Masyarakat diterapkan secara bersamaan pada kegiatannya yang melibatkan sejumlah mahasiswa dalam kampus dan unsur masyarakat diluar kampus. Kuliah Kerja Nyata apabila ditangani dengan baik dapat menjadi ujung tombak yang handal dari Perguruan Tinggi sebagai 7

partisipasi aktif Perguruan Tinggi khususnya pada mahasiswa dalam Pembangunan Nasional. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan perkuliahan Mahasiswa yang dilaksanakan di lapangan. Penetapan KKN sebagai bagian integral dari kurikulum dan bersifat intrakulikuler adalah berdasarkan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi dan sebagai salah satu Misi kelembagaan /perguruan tinggi, yaitu “ Meningkatkan Peran Perguruan Tinggi Seni dalam Pembangunan Otonomi Daerah” Secara historis, embrio kegiatan KKN dimulai pada tahun 1971 sebagai proyek perintis dengan nama “ Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat”, dan dilaksanakan oleh 3 perguruan tinggi, yaitu Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Hassanudin Ujung Pandang , Sulawesi Selatan, dan Universitas Andalas Sumatera. Melihat manfaat dari kegiatan tersebut, maka pada tahun 1972, terdapat kebijakan Perguruan Tinggi tentang penyelenggaraan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, agar efektif dan efisien dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat mahasiswa KKN diwajibkan tinggal di desa binaan. Pada tahun 1973, Direktorat Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa (perkuliahan praktek lapangan) di Perguruan Tinggi dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) dan diberi nama Kuliah Kerja Nyata (KKN). Di Sekolah Tinggi Agama Islam Yapata Al-Jawami Bandung, Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dikelola oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM), program KKN pertama kali dilaksanakan pada tahun akademik 2001/2002. Wilayah-wilayah binaan KKN STAI Yapata Al-Jawami Bandung, lokasi kegiatan tidak hanya daerah Kabupaten yang ada di lingkungan Daerah Kabupaten Bandung, akan tetapi juga dilaksanakan di luar kabupaten Bandung. Lokasi Kuliah Kerja Nyata STAI Yapata Al-Jawami Bandung tahun akademik 2006/2006 mengambil lokasi di beberapa kabupaten sebagai berikut: Kab. Bandung, Kab. Sumedang, Kab. Garut, Kab. Subang, Kab. Cianjur, dan Kab. Sukabumi. 8

B. Dasar Hukum Kuliah Kerja Nyata sebagai salah satu kegiatan intrakurikuler telah dinyatakan dalam ketetapan MPR Nomor : 1. TAP MPR Nomor IV/MPR/1973 tanggal 23 Maret 1973 pada Bab “Pendidikan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pembinaan Generasi Muda”. 2. TAP MPR Nomor IV/MPR1978, tanggal 22 Maret 1978 (Garis Besar Haluan Negara) pada bagian pendidikan disebutkan bahwa “Pendidikan Tinggi dikembangkan dan Peranan Perguruan Tinggi” diarahkan untuk : a. Menjadikan Perguruan Tinggi sebagai Pusat Pemeliharaan, Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sesuai dengan kebutuhan pembangunan masa sekarang dan masa datang. b. Mendidik mahasiswa agar berjiwa penuh pengabdian serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa dan negara. c. Menggiatkan mahasiswa untuk berpartisipasi aktif bagi usahausaha pembangunan nasional dan daerah. d. Mengembangkan tata kehidupan kampus yang memadai dan tampak jelas corak khas Indonesia. 3. Surat Dirjen Dikti Nomor 258/D/O/1985 tanggal 31 Januari 1985 tentang keharusan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata 4. Pedoman Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Perguruan Tinggi Edisi III Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Depdikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. 5. Pedoman Penyelenggaran Program Akademik Universitas Kuningan, bahwa KKN berstatus intrakurikuler wajib dengan bobot 2 SKS. C. Pengertian, Sejarah Singkat dan Falsafah KKN KKN merupakan suatu kegiatan perkuliahan intrakurikuler dalam bentuk pengabdian kepada masyrakat yang dilakukan mahasiswa 9

secara interdisipliner dan lintas sektoral. Kegiatan ini ditujukan untuk mengembangkan kepekaan rasa dan kognisi sosial mahasiswa serta membantu proses pembangunan terutama di pedesaan. Bertitik tolak dari pengertian tersebut, maka KKN merupakan suatu kegiatan terpadu antara pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengalaman ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa dalam melaksanakan tugasnya harus tinggal di desa dan bekerja selama jangka waktu tertentu guna membantu masyarakat pedesaan dalam melaksanakan pembangunan dan membantu memecahkan masalahmasalah yang dihadapi dalam pembangunan sebagai bagian dari kurikulum pendidikan. Para mahasiswa dipersiapkan terlebih dahulu dalam berbagai bidang keterampilan sehingga disamping keahliannya dalam jurusan masing-masing, mereka mendapatkan kemampuan untuk turut memecahkan problema yang dihadapi desa, dibawah koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Para mahasiswa dapat membantu pembinaan para pemuda potensi desa dalam pengembangan desa menuju kepada swadaya masyarakat desa. Dengan demikian Proyek KKN dapat menjadi sarana pendidikan non-formal yang berdaya guna dan berhasil guna. Kuliah Kerja Nyata adalah bagian integral dari proses pendidikan yang mempunyai ciri-ciri khusus. Karenanya sistem penyelenggaraannya memerlukan landasan idiil yang secara filosofis akan memberikan gambaran serta pengertian yang utuh tentang apa, bagaimana, serta untuk apa Kuliah Kerja Nyata itu diselenggarakan. KKN sekurang-kurangnya mengandung lima aspek yang bernilai fundamental dan berwawasan filosofis yang tidak terpisahkan satu dengan lainnya, yaitu : 1. Keterpaduan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. KKN merupakan suatu bentuk kegiatan yang memadukan dharma Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian serta Pengabdian Kepada Masyarakat dalam satu kegiatan. Sebagai kegiatan Pendidikan dan Pengajaran KKN bagian integral dari kurikulum pendidikan strata satu (S-1). Hal ini berarti : 10

a. KKN sebagai program tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dari tujuan dan isi pendidikan tinggi lainnya. b. Berfungsi sebagai perekat dan perangkum semua isi kurikulum, sekaligus pelengkap isi kurikulum yang telah ada. c. Merupakan pengalaman belajar yang menghubungkan konsepkonsep akademis dengan realita kehidupan dalam masyarakat. d. Pengetahuan teori mahasiswa dapat diperkaya melalui pengalaman praktis di laboratorium alam nyata yang begitu luas e. Akhirnya akan mematangkan kepribadian mahasiswa, menumbuhkan rasa percaya diri sebagai calon penerus bangsa yang handal bagi pembangunan. Dalam kaitannya dengan penelitian, mahasiswa di dalam KKN diajak untuk mengamati, menelaah, menganalisis, menarik kesimpulan dari data kondisi dan situasi wilayah kerja yang dikumpulkannya, kemudian merumuskan permasalahan yang dihadapi, lalu mengambil keputusan untuk penangggulangannya dari berbagai alternatif yang ada, sesuai dengan kondisi wilayah kerja dan kemampuannya. Sebagai pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa dapat mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) yang dikuasainya, melembaga dan langsung kepada masyarakat yang akan menikmati manfaat IPTEKS tersebut. 2. Pendekatan Interdisipliner dan Komprehensif. KKN merupakan pengamalan ilmu yang menuntun mahasiswa kepada pola berfikir interdisiplin dan komprehensif. Usaha berbagai masalah nyata timbul dalam pembangunan masyarakat dengan pendekatan interdisipliner, merupakan pengalaman belajar baru. KKN bertolak dari permasalahan nyata dari masyarakat, yang didekati dengan menggunakan segala ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang sudah, sedang dan akan dipelajari. 3. Lintas Sektoral Keterpaduan dalam melaksanakan proses pembangunan di Indonesia oleh beragam sektor yang ada merupakan prinsip yang penting. Hal ini terkait dengan kompleksnya permasalahan serta 11

upaya membangun manusia Indonesia seutuhnya dengan ragam budaya dan aspirasi yang dianutnya. Melalui KKN pola berfikir sektoral ditinggalkan oleh mahasiswa. Hal ini dilandasi oleh kenyataan bahwa hampir setiap masalah dalam kehidupan masyarakat selalu mempunyai kaitan yang satu dengan yang lain. 4. Dimensi Luas dan Kepragmatisan Modal KKN bukan hanya ilmu yang dipelajarinya secara formal diperguruan tinggi, tetapi juga segala pengetahuan, pengalaman dan intelegensia yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa. Dengan kata lain, semua yang dikerjakan mahasiswa melalui KKN harus berdimensi luas, namun relevan dengan upaya memajukan masyarakat dan secara nyata berguna bagi masyarakat. Selama KKN pikiran dan perhatian mahasiswa tidak hanya terpaku pada pembuatan laporan ilmiah pada bidang ilmu yang bersangkutan saja, namun mereka harus terpadu pada peningkatan komitmennya kepada masyarakat di lokasi KKN. Mahasiswa menyusun program kerja secara pragmatis atas dasar masalah dan kendala dalam pelaksanaan pembangunan yang dihadapinya. 5. Keterlibatan Masyarakat secara aktif Di dalam melaksanakan KKN harus terjalin kerjasama yang baik serta keterlibatan yang aktif di antara mahasiswa dan masyarakat sejak proses pengumpulan data dan informasi, analisis situasi, idetifikasi dan perumusan masalah, memilih pemecahan masalah, perumusan program dan rencana kerja, serta pelaksanaan dan evaluasi hasilnya. Aspek keterlibatan masyarakat secara aktif sangat diperlukan karena kegiatan KKN adalah membantu masyarakat dalam memecahkan masalah pembangunan agar selanjutnya masyarakat mampu memecahkan masalah-masalah tersebut secara mandiri. D. Maksud dan Tujuan KKN Program Kuliah Kerja Nyata dimaksudkan agar: 12

1. Mahasiswa memperoleh pengalaman (melalui keterlibatan dengan masyarakat binaan secara langsung), dalam menemukan, merumuskan, memecahkan, dan menanggulanggi permasalahan pembangunan dilaksanakan secara pragmatis dan interdisipliner. 2. Mahasiswa dapat menyumbangkan pemikiran berdasarkan ilmu, tehnologi dan seni dalam upaya menumbuhkan, membina dan mempercepat dilaksanakan dengan mempersiapkan kader-kader pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat binaan. 3. Merintis kerjasama yang saling menguntungkan antara Lembaga Pendidikan Tinggi Seni dengan Pemerintah Daerah (sinergi pemberdayaan potensi-potensi masyarakat / sibermas) dalam pembangunan bidang seni. Tujuan utama KKN diarahkan kepada 3 aspek utama yang meliputi pengembangan kepribadian mahasiswa, pengembangan kelembagaan dan pengembangan masyarakat (Hardjasoemantri, 1997). 1. Agar perguruan tinggi menghasilkan sarjana sebagai penerus pembangunan yang lebih menghayati permasalah yang sangat kompleks yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan dan belajar menanggulangi permasalahan tersebut secara pragmatis dan interdisipliner. Hal ini erat kaitannya dengan pengembangan kepribadian mahasiswa (personality development). 2. Untuk lebih mendekatkan perguruan tinggi kepada masyarakat, dan lebih menyesuaikan keberadaan pendidikan tinggi kepada tuntutan pembangunan (institutional development). Pengalaman mahasiswa selama mengikuti KKN membawa pemahaman tentang kekurangan yang ada pada dirinya yang seharusnya diisi oleh perguruan tinggi dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan pengalaman tersebut para mahasiswa melalui Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dapat mengajukan saran-saran konkrit yang perlu diperhatikan oleh Universitas dalam upaya untuk meningkatkan relevansi keberadaan Perguruan Tinggi dengan kebutuhan masyarakat. 3. Membantu pemerintah dalam percepatan laju pembangunan dan mempersiapkan kader-kader pembangunan di pedesaan (community development). 13

E. Sasaran dan Manfaat KKN mempunyai 3 (tiga) manfaat, yaitu : Mahasiswa sebagai penerus pembangunan, Lembaga Perguruan Tinggi, dan Masyarakat. 1. Mahasiswa a. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang: i. Cara berfikir dan bekerja secara interdisipliner dan lintas sektoral. ii. Kegunaan hasil pendidikannya bagi pembangunan umumnya dan daerah pedesaan khususnya. iii. Kesulitan yang dihadapi masyarakat desa dalam pembangunan. iv. Konteks keseluruhan dari masalah pembangunan dan pengembangan daerah pedesaan. b. Mendewasakan alam fikiran mahasiswa untuk melaksanakan penelaahan dan pemecahan masalah yang ada dalam masyarakat secara pragmatis ilmiah. c. Meberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program-program pengembangan dan pembangunan desa. d. Membina mahasiswa untuk menjadi seorang “transformer, change agent, motivator, dinamisator, fasilitator dan problem solver”. e. Memberikan pengalaman dan keterampilan kepada mahasiswa sebagai kader pembangunan disamping diharapkan terbentuknya sikap dan rasa cinta serta tanggung jawab terhadap kemajuan masyarakat pedesaan. f. Membuka wawasan para mahasiswa, sehingga mereka mengetahui secara teknis permasalahan-permasalahan yang dihadapi para pelaku ekonomi kecil yang kadang kala tidak terdapat dalam teori. 2. Perguruan Tinggi a. Perguruan Tinggi tidak akan lebih mantap dalam pengisisan ilmu dan pendidikan kepada mahasiswa, dengan adanya umpan balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan

14

masyarakat, sehingga kurikulum perguruan tinggi dapat disesuaikan dengan tuntutan pembangunan. b. Tenaga pengajar memperoleh berbagai kasus yang berharga, yang dapat digunakan sebagai contoh dalam proses pendidikan. c. Mempererat dan meningkatkan kemitraan antara perguruan tinggi dengan instansi-instansi atau departemen-departemen lainnya dalam pelaksanaan pembangunan. 3. Masyarakat. a. Memperoleh tenaga dan pemikiran untuk merencanakan serta melaksanakan proyek pembangunan. b. Meningkatkan cara berfikir, bersikap dan bertindak sehingga siap menerima dan berpartisipasi dalam program pembangunan. c. Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskan dan melaksanakan pembangunan. d. Terbentuknya kader-kader pembangunan di dalam masyarakat, sehingga mendorong kesinambungan pembangunan. e. Membantu masyarakat dalam pengembangan usaha ekonomi produktif keluarga melalui pelatihan dan pembinaan yang diberikan mahasiswa. f. Memotivasi masyarakat desa agar membentuk kelompokkelompok usaha dalam mengembangkan kegiatan usahanya. F. Sifat-sifat KKN Sifat-sifat KKN mencakup hal-hal sebagai berikut : a. Mahasiswa tidak hanya belajar di masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, tetapi secara nyata turut membangun desa yang dikunjungi. b. Masyarakat bukan dijadikan objek studi tetapi sebagai mitra. Dimana mahasiswa memberi bimbingan dan mendorong motivasi masyarakat untuk melaksankan pembangunan. c. Dalam penanggulangan permasalahan di desa para mahasiswa dapat mengembangkan kerjasama dengan mahasiswa dari bidang ilmu yang berbeda. d. Pelaksanaan KKN memungkinkan terjadinya hubungan antara kampus dengan masyarakat sasaran. 15

G. Kompetensi Dasar KKN a. Kompetensi Dasar Melalui KKN mahasiswa dan masyarakat diharapkan : 1) 2) Memiliki pengetahuan, pemahaman dan wawasan kemasyarakatan (kompetensi pengetahuan). Mampu melakukan identifikasi masalah, memecahkan masalah, mengambil keputusan, melaksanakan kegiatan dan mengevaluasi (kompetensi ketrampilan). Mampu membangun kebersamaan, kejujuran, kesetaraan, dan kemandirian yang didasarkan pada nilai-nilai Islami (kompetensi nilai). Mengemban misi Dakwah Islamiyah yang melekat pada setiap mahasiswa (kompetensi dakwah Islamiyah. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan memahami kondisi sosial masyarakat. Masyarakat memahami peran mahasiswa sebagai pendamping dalam melaksanakan program kemasyarakatan. Mahasiswa bersama masyarakat mampu memecahkan masalah, mengambil keputusan, melaksanakan kegiatan dan mengevaluasi. Mahasiswa bersama masyarakat mampu membangun kebersamaan, kejujuran, kesetaraan, dan kemandirian yang didasarkan pada nilai-nilai Islami. Mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan misi Dakwah Islamiyah dalam bentuk bilhal, bilkitabah dan bilmaqol

3)

4)

b. Indikator Pencapaian KKN 1) 2) 3)

4)

5) 6)

16

BAB II PANDUAN KULIAH KERJA NYATA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM YAPATA AL-JAWAMI BANDUNG TAHUN AKADEMIK 2008/2009 A. Pengantar Mata kuliah Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah intrakurikuler dalam bentuk mata kuliah wajib yang dilaksanakan oleh semua program studi di STAI Yapata Al-Jawami yang harus diambil oleh mahasiswa program strata S-1. Kegiatan yang berkaitan dengan KKN ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat STAI Yapata Al-Jawami Bandung yang dijabarkan pada kegiatan tatap muka berupa kuliah pembekalan dan praktek lapangan yang setara dengan 2 (dua) sks. Kuliah pembekalan adalah untuk mempersiapkan mahasiswa dalam melaksanakan KKN dilapangan. Dengan maksud melalui kuliah pembekalan, diharapkan akan terjadi perubahan sikap, pengetahuan dan keterampilan mahasiswa yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan KKN di lapangan. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian dari proses pendidikan yang berhubungan erat dengan pembinaan mahasiswa secara utuh dikaitkan dengan pengembangan dan kemampuan masyarakat. Dengan demikian KKN menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi. Adapun nilai-nilai yang diharapkan dapat dicapai dengan adanya pembekalan adalah : 1. Tertanamnya pemahaman dan penghayatan mahasiswa akan falsafaf, arti dan tujuan KKN. 2. Diperoleh pengetahuan dan pengalaman untuk dapat memahami, menghayati serta meningkatkan kepekaan terhadap berbagai masalah pembangunan serta membantu memikirkannya. 3. Diperoleh pengetahuan dan keterampilan yang praktis untuk bekerja bersama masyarakat dilokasi KKN. 17

4. Diperoleh petunjuk untuk dapat bersikap dan bekerja dalam kelompok secara interdisipliner dan lintas sektoral dalam rangka penyelesaian tugas di lapangan. 5. Diperoleh tentang kondisi, potensi dan permasalahan baik fisik, sosial maupun ekonomi dalam rangka kegiatan lapangan. 6. Diperoleh petunjuk dan informasi tentang aspek budaya dan sosial kemasyarakatan Dengan tercapainya tujuan ini diharapkan mahasiswa peserta KKN dapat melaksanakan peranannya sebagai, inovator, motivator, dinamisator dan sekaligus sebagai mediator. Pelaksanaan program kerja lapangan oleh mahasiswa adalah menjalankan rencana kegiatan yang sudah tersusun serta dikonsultasikan dengan aparat pemerintah, pemuka adat, pemuka agama tokoh pemuda dan tokoh masyarakat setempat. B. Bobot Mata Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Yapata Al-Jawami Bandung telah menetapkan KKN sebagai mata kuliah wajib dengan bobot 2 sks. Hal ini diputuskan setelah mempelajari :  Pedoman Pelaksanaan KKN di Perguruan Tinggi, Diknas, Ditjen Dikti  Pengalaman beberapa Perguruan Tinggi lain yang telah melaksanakan KKN  Usulan dari Fakultas/Jurusan/Program Studi yang ada di lingkup STAI Yapata Al-Jawami Bandung Petunjuk Pelaksanaannya diatur dengan memberikan bobot sks kepada seluruh peserta KKN dengan rincian sebagai berikut:  Pelaksanaan kegiatan KKN di lapangan = 1 sks  Kuliah pembekalan = 1 sks C. Tahap Pembekalan (Coaching) Kuliah Pembekalan ini disusun dengan mengacu pada :  Pedoman Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Perguruan Tinggi Edisi III Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

18



Depdikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Pembinaan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Pedoman Akademik STAI Yapata Al-Jawami Bandung.

Kuliahan Pembekalan KKN STAI Yapata Al-Jawami Bandung terdiri dari 6 (enam) pokok bahasan yaitu : 1. Pengenalan KKN 2. Pengenalan Daerah sasaran (Informasi Potensi Daerah/Kabupaten) 3. Teknik Menggerakkan dan Pemberdayaan Masyarakat ke Arah Pembangunan 4. Metodologi KKN sebagai kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat 5. Pendekatan Sosial dan Analisis Masalah 6. Teknik Penyusunan Program dan Laporan Kriteria Dosen Pembekalan dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dosen yang memberikan pembekalan dan bimbingan di lapangan terdiri dari dosen Universitas Kuningan dan Unsur Pemerintah Daerah dengan persyaratan :     Dosen STAI Yapata Al-Jawami Bandung. Diusulkan oleh Jurusan Mengikuti Pembinaan sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Unsur pemerintah dan/ atau tokoh masyarakat yang ditunjuk STAI Yapata Al-Jawami sebagai nara sumber.

Untuk kelancaran penyelenggaraan kegiatan tersebut, perlu adanya Tata Tertib Diklat Pembekalan KKN sebagai berikut: DPL memiliki tugas dan kewajiban sebagai berikut: 1) Mengikuti pertemuan DPL, untuk informasi Panduan dan Juknis Bimbingan yang diselenggarakan PP-KKN; 2) Melaksanakan kegiatan orientasi lokasi dan konsultasi kepada aparat desa/kelurahan setempat mengenai penempatan peserta sebelum pelaksanaan KKN; 3) Menjadi nara sumber pada kegiatan diklat/pembekalan peserta yang menjadi bimbingannya; 4) Menghadiri upacara pelepasan/pemberangkatan; 19

5) Mendampingi peserta menuju lokasi, dan melaksanakan acara penyerahan peserta di tingkat kecamatan; 6) Melaksanakan pendampingan secara akademik selama pelaksanaan penyusunan program (Lokakarya I), Evaluasi Program (Lokakarya II), dan jika memungkinkan melaksanakan bimbingan kegiatan langsung di lokasi pada pelaksanaan program; 7) Menjemput dan melaksanakan acara pamit pemularangan di tingkat desa/ kecamatan; 8) Menetapkan nilai prestasi peserta (NPP) yang dibimbingnya dan menyerahkannya kepada PP-KKN berikut berkas BLH/BLK. TATA TERTIB DIKLAT KKN 1. Mahasiswa wajib mengikuti kegiatan pembekalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. 2. Mahasiswa Wajib menandatangani daftar hadir 15 menit sebelum pembekalan dimulai. 3. Daftar hadir ditarik oleh panitia 15 menit dari jadwal yang ditentukan. 4. Mahasiswa wajib menandatangani daftar hadir yang disediakan panitia,dan juga bertanggungjawab atas diri pribadi. Apabila dipalsukan atau terjadi kelebihan tanda tangan (sebagai konsekwensi presensi dinyatakan tidak berlaku). 5. Mahasiswa yang terlambat dan daftar hadir sudah ditarik oleh panitia, tidak berkenan mengisi daftar hadir pada sesion yang berikutnya. 6. Bersikap santun, tertib, tenang dan berpakaian rapi/pantas selama mengikuti kegiatan Pembekalan KKN. 7. Apabila dipandang perlu, petugas/panitia berhak menegur, mencatat atau mengeluarkan peserta yang dianggap mengganggu kelancaran kegiatan dan dinyatakan tidak hadir. 8. Apabila presensi pembekalan KKN kurang dari 75%, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak diijinkan mengikuti kegiatan lapangan. 9. Tidak diperkenankan merokok di dalam ruang selama mengikuti pembekalan KKN. 10. Mahasiswa yang ingin meninggalkan ruangan wajib melapor kepada panitia. 20

Upacara pelepasan/penerjunan mahasiswa KKN STAI Yapata AlJawami Bandung oleh Ketua dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2009 di Kampus STAI Yapata Al-Jawami Bandung. Selama pelaksanaan upacara pelepasan mahasiswa peserta KKN diwajibkan memakai Jaket dan Topi KKN Penerjunan mahasiswa KKN ke lokasi Kabupaten, dilaksanakan tgl. 1 Juni 2009 dengan menggunakan sarana transpotasi yang disediakan panitia dan pemberangkatannya dikoordinasi oleh masing-masing DPL. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka dalam acara penerjunan ke Lokasi KKN maupun penarikan dari lokasi KKN, mahasiswa diwajibkan hanya menggunakan sarana transpotasi yang disediakan panitia. Hal-hal tehnis yang lain akan disampaikan saat pelaksanaan penerjunan mahasiswa ke lokasi KKN pada tanggal tersebut. D. Tahap Pelaksanaan Tahap ini pada dasarnya merupakan tahap pelaksanaan KKN di lapangan yang dilaksanakan oleh mahasiswa. Tahap Lapangan ini meliputi 2 (dua) hal pokok : 1. Penyusunan Program Kerja : Yang dimaksud disini adalah penyusunan program kerja dari mahasiswa peserta KKN. Penyusunan program mahasiswa ini dibuat sebelum mahasiswa terjun ke lapangan, yang dilandasi atas materi yang telah diterima pada saat kuliah pembekalan. Penyusunan porgram ini disusun oleh kelompok, meskipun didalamnya terdapat program dari masing-masing individu mahasiswa. Program yang telah dibuat dapat diubah atau disesuaikan lagi setelah mahasiswa diberi kesempatan untuk mengadakan orientasi lapangan. Orientasi lapangan itu dimaksudkan agar mahasiswa dapat melihat sendiri kondisi lapangan dan mengenal secara baik kondisi yang sebenarnya sehingga dapat menggali

21

permasalahan yang ada dan merencanakan atau mencocokan program yang akan dilaksanakan. Penilaian terhadap penyusunan program ini didasarkan pada kesesuaian antara program yang dibuat dengan kebutuhan/kondisi setempat.antara lain :  Ketepatan dalam menentukan tujuan  Ketepatan dalam memilih prioritas masalah 2. Pelaksanaan Program Kerja : Pelaksaknaan program kerja adalah pelaksanaan fisik dari program yang telah dibuat sendiri oleh mahasiswa dalam program kerjanya. Penilaian pada tahap ini meliputi 2 (dua) hal, yaitu : a. Kegiatan mahasiswa Yaitu kegiatan dari mahasiswa dalam rangka melaksanakan program yang telah dibuat sebelumnya. Dalam menilai aktivitas ini hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :       Keseriusan atau kesungguhan mahasiswa dalam bekerja Inisiatif atas ide-ide yang dilakukan Kreatifitas dalam melaksanakan pekerjaan Kemampuan mengemukakan pendapat Kepemimpinan dalam bekerja Kedisiplinan dalam waktu peserta KKN selama

b. Sikap mahasiswa Sikap yaitu perilaku mahasiswa melaksanakan kegiatan di lapangan.

Penilaian terhadap sikap ini sangat pribadi sifatnya, karena sangat dipengaruhi oleh sifat dan latar belakang masingmasing pribadi mahasiswa. Namun demikian dalam hal ini diharapkan dapat mencerminkan :  22 Sopan santun dan Ramah tamah

 

Kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan Kerjasama baik antar sesama mahasiswa maupun dengan masyarakat

3. Pembinaan dan Bimbingan Masa pengabdian yang wajib dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN adalah 1 (satu) bulan penuh, terhitung sejak diserahkan kepada Pemerintah Daerah setempat sampai saat penarikan kembali ke Kampus. Untuk menunjang kepentingaan pengabdian di desa binaan, mahasiswa diperkenankan meninggalkan lokasi KKN yang diatur dengan Tata-Tertib. Pekan pertama (setelah penerjunan) digunakan untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat, aparat Desa dan kecamatan serta aparat instansi terkait, sekaligus melakukan observasi lapangan, pembuatan rencana kegiatan serta proposal. Pekan berikutnya adalah awal pelaksanaan kegiatan berdasarkan rencana kerja dan penyerahan proposal melalui DPL kepada LPM untuk ditindak lanjuti (catatan : bahwa bantuan dana kegiatan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah I sifatnya hanya stimulan). Waktu selanjutnya dapat dimulai semua kegiatan pengabdian kepada masyarakat kepada masyarakat/desa binaan dengan bekerjasama dengan aparat setempat serta instansi terkait yang relevan. 4. Tata Tertib Pelaksanaan a. Selama kegiatan KKN, mahasiswa wajib tinggal di lokasi KKN b. Mahasiswa wajib melaksanakan tugas/program KKN dengan penuh tanggungjawab dan dedikasi yang tinggi. c. Mahasiswa wajib menghayati dan menyesuaikan dengan kondisi kehidupan masyarakat setempat . d. Mahasiswa wajib membina kerjasama antar sesama mahasiswa peserta KKN dan keerjasma dengan masyarakat, instansi / dinas pemerintah dan pihak-pihak lain yang relevan. e. Atribut KKN (Topi, Buku kerja dan surat-surat dinas & ijin) tidak boleh hilang atau dipindah tangankan kepada orang lain. 23

f. Dilarang mengikuti kegiatan di Fakultas (kuliah, praktikum dan lain-lain). g. Mahasiswa dilarang mengikuti kegiatan politik praktis dan tindakan asusila yang dapat mencemarkan nama baik almamater. h. Mahasiswa diperkenankan mencari sponsor kegiatan dan harus diketahui/seijin ketua STAI Yapata Al-Jawami sebagai penanggungjawab penyelenggaraan KKN. i. Mahasiswa dilarang membawa kendaraan roda 4 tanpa seijin penanggung jawab KKN. j. Toleransi meninggalkan lokasi hanya diijinkan 5x secara tidak berurutan dengan ketentuan tehnis akan diberitahu DPL. 1 x ijin maksimum 36 jam. k. Dalam hal khusus, ijin meninggalkan lokasi diberikan oleh koordinator KKN dan diketahui oleh Ketua LPM. l. Mahasiswa tidak diperkenankan membawa anak ke lokasi KKN. m. Keluarga/teman dari mahasiswa tidak diperkenankan menginap di loksi dengan alasan apapun. n. Mahasiswa dilarang menginap di pondokan mahasiswa lain dengan alasan apapun. o. Mahasiswa dilarang membuat dan atau menggunakan stempel dan kop surat yang mengatasnamakan LPM STAI Yapata AlJawami Bandung. p. Selama menjalankan kegiatan dilokasi/desa binaan diwajibkan menggunakan jaket almamater. 5. Sanksi Pelaksanaan KKN Dalam meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam mempertahankan citra dan cinta almamater, maka dipandang perlu memberi rambu-rambu sangsi terhadap pelanggaran tatatertib dan tugas-tugas yang dilakukan selama mengikuti kegiatan KKN, yang dampaknya berpengaruh terhadap nilai akhir KKN : 1) Pelanggaran ringan :    24 Tidak mengisi Buku harian 3 hari atau lebih bertuurt-turut. Surat ijin belum ditanda tangani mahasiswa dan kormades atau yang dipondoki Surat ijin tidak diisi lengkap

            E.

Tidak mengisi daftar harian yang telah disediakan

2) Pelanggaran Sedang : Meninggalkan lokasi tanpa ijin (walau kurang 24 jam) Meninggalkan lokasi kerja melebihi ijin yang diajukan. Membawa Kendaraan Roda 4 tanpa ijin Keluarga/teman menginap di lokasi kerja

3) Pelanggaran Berat : Meninggalkan lokasi 3 hari tanpa ijin atau lebih bertuturturut dengan alasan apapun. Tidak dapat beradaptasi dengan kehidupan di loksi kerja setelah 7 hari Tidak membuat rencana kegiatan kolektif Mencari sponsor/bantuan yang mengikat tanpa prosedur yang ditetapkan LPM Melakukan tindakan yang dikatagorikan tindakan kriminal dan politik prkatis serta tindakan asusila (mis. Pemalsuan tanda tangan) yang mencemarkan nama baik almamater. Membuat stempel dan kop surat dengan mengatasnamakan LPM STAI Yapata Al-Jawami Bandung Tidak mengisi daftar harian.

Penyusunan Rencana/ Program Kegiatan 1. Tolok Ukur Penyusunan Rencana /Program KKN o Kegiatan harus memiliki tujuan yang jelas dan memenuhi azas manfaat bagi masyarakat o Jenis program dan sifat kegiatan berskala swadaya masyarakat, diantaranya melalui bentuk program mandiri dan kelompok oleh mahasiswa, program kerjasama dengan istansi lain dan program lanjutan hasil KKN (mis : penyuluhan seni). o Jumlah dan sumber biaya program harus transparan dan terperinci. o Sasaran program dituliskan secara langsung dan jelas, misalnya : Karang taruna, PKK, KKLKMD, Sekolah-sekolah, kantor Desa dan lain sebagainya. 25

o Lokasi kegiatan dan area program disesuaikan dengan domisili mahasiswa/kelompoknya. o Waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan setiap satu kegiatan/program harus terencana secara efektif /proporsional dengan masa kerja mahasiswa dalam kegiatan KKN. o Rencana kegiatan harus disetujui oleh DPL, Kades atau Camat dan ketua LPM. 2. Jenis Kegiatan Untuk mempermudah kegiatan mahasiswa, perlu memahami pokok-pokok kegiatan yaitu : a. b. c. d. e. Bidang Keagamaan Bidang Kepemudaan, Seni dan Olahraga Bidang Pembangunan Sarana Fisik Bidang Pendidikan Bidang lainnya, yang mungkin dikembangkan!

F. Tahap Pelaporan Tahap ini merupakan tahap akhir dari seluruh program KKN yang dilakukan olehmahasiswa. Setelah seluruh kegiatan selesai dilaksanakan, maka mahasiswa dapat mengakhiri kegiatan KKN dan dibuktikan dengan Surat Keterangan Selesai dari Kepala Dusun/RW setempat yang diketahui Kepala Desa/Lurah. Surat Keterangan Selesai diserahkan kepada DPL untuk persyaratan pembuatan laporan. Laporan dibuat oleh mahasiswa yang bersangkutan sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan dan dijilid dalam satu bundel. Di dalam laporan tersebut harus dijelaskan mengenai realisasi dari program yangtelah direncanakannya, baik faktor pendukung maupun hambatan-hambatan. Laporan dibuat sesederhana mungkin tetapi cukup jelas dan dapat mencapai sasaran yang terdiri dari laporan kelompok dan laporan individu. Laporan harus dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan. Penyerahan Laporan dan Penetapan Nilai Peserta melingkupi langkahlangkah sebagai berikut: 26

a) Laporan kegiatan KKN dituangkan dalam BLH dan BLK; b) Laporan pada BLH adalah deskripsi kegiatan individual dalam bentuk dokumentasi dan catatan agenda kegiatan harian; c) Laporan pada BLK adalah deskripsi kegiatan kumulatif kelompok yang dikoordinasikan oleh KKP; d) Laporan dituangkan sesuai dengan format yang tersedia pada BLH dan BLK; e) Laporan pada BLH dianggap sah jika telah ditandatangani oleh KKP dan Kepala Desa/Kelurahan setempat; f) Khusus laporan pada BLH dapat dilengkapi berkas term of reference (ToR) pada setiap kegiatan; g) BLH dan BLK dikoordinasikan oleh KKP untuk diserahkan kepada DPL pada akhir kegiatan KKN guna dievaluasi dan dinilai; h) Batas waktu penyerahan hasil evaluasi dan nilai dari DPL ke PPKKN selambat-lambatnya 17 (tujuh belas) hari dari pemulangan peserta; i) Penyerahan nilai dari PP-KKN ke setiap jurusan selambatlambatnya 24 (dua puluh empat) hari setelah pemulangan peserta; j) Pengumuman nilai KKN kepada mahasiswa dilaksanakan di jurusan/ program studi masing-masing. G. Penilaian Penilaian merupakan tahapan akhir dari proses evaluasi kegiatan mahasiswa selama mengikuti KKN. a. Penilai program kegiatan KKN, terdiri dari: 1) 2) 3) 4) 1) DPL, dengan mempertimbangkan proses aktivitas yang dilakukan mahasisa. Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (bidang data dan pelaporan) Tokoh Masyarakat (tokoh masyarakat formal dan atau informal) Antar Teman Se-Unit Afeksi, yang terdiri atas komponen sebagai berikut :

b. Aspek-aspek penilaian KKN adalah sebagai berikut :

27

 Akhlak, kesungguhan menampilkan sosok muslim serta keteguhan dalam kejujuran.  Kesungguhan dalam menegakkan kedisiplinan.  Kesungguhan dalam menjalin kerjasama, baik dengan teman se-KKN-nya maupun dengan masyarakat di lokasi.  Kesungguhan menjalani seluruh proses kegiatan KKN. 2) Kognisi, yang terdiri atas komponen sebagai berikut :  Kemampuan mengidentifikasi dan merumuskan masalah.  Kemampuan merumuskan tujuan, program, dan rincian kegiatan.  Kemampuan menentukan strategi dan metode yang sesuai.  Kemampuan memanfaatkan keunggulan dan potensi wilayah.  Kemampuan mengembangkan gagasan dan pola berfikir alternatif/kreatif. 3) Psikomotorik, yang terdiri atas komponen sebagai berikut :  Kemampuan melaksanakan dan mengendalikan kegiatan yang telah direncanakan.  Kemampuan melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan program kegiatan.  Kemampuan mengatasi berbagai perubahan kegiatan.  Kemampuan mengkoordinasi dan memobilisasi ptensi yang dimilikinya (termasuk teman-teman se-unitnya).  Kemampuan mempertanggungjawabkan seluruh kegiatan dan membuat laporan. c. Pedoman Penilaian Komponen yang dinilai dalam kegiatan KKN meliputi: 1) Tahap pembekalan dan pembuatan program; 2) Tahap pelaksanaan KKN di Lapangan; 3) Tahap Pelaporan Pada masing-masing tahapan ditentukan bobot dan kriteria-kriteria yang penilaian serta prosentase bobot penilaian. Secara lebih terinci

28

komponen serta bobot penilaian tersebut dapat dilihat pada table berikut ini: No 1 Tahapan dan Kegiatan Tahap Pembekalan dan Pemb. Prog. Kegiatan a. Kehadiran b. Penyusunan Program Kerja - Ketepatan menentukan tujuan - Ketepatan memilih Prioritas Masalah Tahap Pelaksanaan Afeksi, meliputi: a. Akhlak b. Disiplin c. Kerjasama d. Kesungguhan melaksanakan program Kognisi, meliputi: a. Identifikasi dan merumuskan masalah; b. Merumuskan tujuan, program & rincian. Keg. c. Menentukan strategi dan metode yang sesuai d. Memanfaatkan keunggulan & potensi wilayah e. pengembangan gagasan & pola berfikir alt/kreat Psikomotoris, meliputi: a. Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan b. Melibatkan masyarakat dalam kegiatan c. Mampu mengatasi perubahan kegiatan d. Koord. & mobilisasi potensi e. Pertanggungjawaban kegiatan dan laporan Tahap Pelaporan a. Laporan Individu b. Laporan Kelompok Total % Bobot

15%

2

20%

20%

20%

3

25% 100%

Tata Nilai 1) Nilai angka yang diberikan memiliki kisaran 0 – 100; 2) Nilai akhir diberikan dalam bentuk huruf mutu dan predikat. 29

ANGKA 80 – 100 68 – 79.99 56 – 67.99 45 – 55.99 0 – 44.99

HM A B C D E

AM 4 3 2 1 0

PREDIKAT Sangat Baik Baik Cukup Kurang Buruk

KET Lulus Lulus Lulus Lulus Tidak Lulus

Evaluasi dan Laporan PP-KKN a) b) Evaluasi program kegiatan dimaksudkan sebagai proses kegiatan dalam usaha mengukur tingkat keberhasilan KKN; Aspek dan sasaran yang dievaluasi, meliputi:  Respon masyarakat;  Keterlibatan masyarakat;  Perubahan dan perkembangan kehidupan agama dan masyarakat;  Pemanfaatan masyarakat terhadap nilai yang diterima dari mahasiswa;  Keterbukaan terhadap innovasi;  Ketepatan program, rencana, kurikulum dan umpan balik pasca pelaksanaan kegiatan KKN. Laporan penyelenggaraan disampaikan oleh PP-KKN.

c)

30

BAB III PENUTUP Buku panduan ini dibuat dalam rangka memberikan penjelasan mengenai bagaimana program KKN dapat dilaksanakan secara tertib dan sesuai prosedur yang berlaku. Meski demikian, banyak sekali kekurangan dalam buku panduan ini. Dan untuk itu, maka peran dan fungsi pembekalan dan pembimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan menjadi penentu keberhasilan program KKN di lapangan. Untuk itu, maka ketentuan dan hal-hal lain yang tidak tercantum dalam buku panduan ini ditentukan dalam ketentuan tersendiri. Bandung, Mei 2009 Ketua STAI Yapata Al-Jawami ttd. DR. H. Deding Ishak IS, SH, MM.

31

32

DAFTAR LAMPIRAN FORMAT 1. Format Daftar Kehadiran Peserta (DKP) 2. Format Buku Tamu dan Supervisi (BTS) 3. Format Berita Acara Pelaksanaan Kegiatan (BAPK) 4. Format Cover Laporan Akhir Kegiatan KKN 5. Format Outline Laporan Akhir Kegiatan 6. Format Berita Acara Serah Terima Laporan

33

34

Lampiran 1: DAFTAR HADIR PESERTA KULIAH KERJA NYATA (KKN) STAI YAPATA AL-JAWAMI KELOMPOK ….. DESA …………………………… NO NAMA 1 2 3 TANGGAL dst KET S I A

Pembimbing,

……………, ……………………… Ketua Kelompok,

………………………….

…………………………. 35

Lampiran 2: FORMAT BUKU TAMU KULIAH KERJA NYATA (KKN) STAI YAPATA AL-JAWAMI KELOMPOK ….. DESA …………………………… No Hari/Tanggal Nama & Alamat Tamu Maksud & Pesan Tandatangan

Pembimbing,

……………, ……………………… Ketua Kelompok,

………………………….

………………………….

36

Lampiran 3: FORMAT BUKU TAMU KULIAH KERJA NYATA (KKN) STAI YAPATA AL-JAWAMI KELOMPOK ….. DESA …………………………… No Hari/Tanggal Nama & Jabatan Uraian Supervisi Tandatangan

Pembimbing,

……………, ……………………… Ketua Kelompok,

………………………….

………………………….

37

Lampiran 4: FORMAT BERITA ACARA PELAKSANAAN KEGIATAN Pada hari ini …….. tanggal … bulan ………… tahun ………… telah/sedang dilaksanakan kegiatan …............................................................ …………..…………………………………………………………………… yang dikoordinir oleh peserta KKN STAI Yapata Al-Jawami Bandung dengan rincian sebagai berikut: Nama Kegiatan Lama/Durasi Peserta/Sasaran Tempat Maksud & Tujuan Tema Kegiatan : ………………………………………………………. : ………………………………………………………. : ………………………………………………………. : ………………………………………………………. : ………………………………………………………. : ………………………………………………………. Dokumen dan Arsip kegiatan terlampir

Demikian berita acara ini dibuat dengan sesungguhnya agar yang berkepentingan menjadi maklum. ……………, ……………………… Ketua Kelompok,

Pembimbing,

………………………….

………………………….

Mengetahui: Fasilitator/Kep. Desa (Aparat),

…………………………….

38

Lampiran 5: LAPORAN AKHIR KULIAH KERJA NYATA (KKN)

Disusun sebagai Salah Satu Syarat Melengkapi Tugas Akhir Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Yapata Al-Jawami Bandung Dosen Pembimbing : …………………………………………

Kelompok Lokasi Peserta

Disusun Oleh: : ……………………… : ……………………… : ……………………… ……………………… ……………………… ……………………… dst

KULIAH KERJA NYATA (KKN) SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM YAPATA AL-JAWAMI BANDUNG 2009

39

Lampiran 6: OUTLINE LAPORAN AKHIR KATA PENGANTAR SAMBUTAN PEMBIMBING SAMBUTAN KETUA KELOMPOK DAFTAR ISI BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Nama, Waktu dan Lokasi Kegiatan C. Gambaran Singkat Kondisi Objektif Lokasi D. Program Kerja Kegiatan BAB II : INVENTARISASI PERMASALAHAN A. Bidang I : ………………………………........ B. Bidang II : ………………………………........ C. Bidang III : ………………………………........ D. Bidang IV : ………………………………........ E. Bidang V : ………………………………........ F. dst. BAB III : REALISASI KEGIATAN A. Bidang I : ………………………………........ B. Bidang II : ………………………………........ C. Bidang III : ………………………………........ D. Bidang IV : ………………………………........ E. Bidang V : ………………………………........ F. dst. BAB IV : PENUTUP A. Kesimpulan B. Implikasi dan Konsekuensi C. Saran LAMPIRAN BUKTI KEGIATAN

40

Lampiran 7: BERITA ACARA SERAH TERIMA LAPORAN AKHIR Pada hari ini ………… tanggal ……. Bulan ………. Tahun ……… telah diserahkan satu bundle laporan akhir kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah tinggi agama Islam Yapata Al-Jawami Bandung dari: Nama Jabatan Lokasi KKN Kepada : Nama Jabatan Lokasi KKN : …………………………………………………………… : Ketua Kelompok : …………………………………………………………… : …………………………………………………………… : Pembimbing Lapangan : ……………………………………………………………

Yang kemudian untuk diserahkan kepada Ketua Panitia Pelaksana Kuliah Kerja Nyata (PP-KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam Yapata Al-Jawami Bandung. Demikian berita acara ini dibuat agar yang berkepntingan menjadi maklum adanya, ……………, ……………………… Ketua Kelompok,

Pembimbing,

………………………….

………………………….

41

Lampiran 8: BERITA ACARA SERAH TERIMA LAPORAN AKHIR Pada hari ini ………… tanggal ……. Bulan ………. Tahun ……… telah diserahkan satu bundle laporan akhir kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah tinggi agama Islam Yapata Al-Jawami Bandung dari: Nama Jabatan Lokasi KKN Kepada : Nama Jabatan Lokasi KKN : …………………………………………………………… : Dosen Pembimbing Lapangan : …………………………………………………………… : …………………………………………………………… : Ketua Panitia : ……………………………………………………………

Yang kemudian untuk diberikan penilaian dan evaluasi. Demikian berita acara ini dibuat agar yang berkepntingan menjadi maklum adanya, ……………, ……………………… Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok …..,

Ketua Penitia,

………………………….

………………………….

42

Lampiran 9: AGENDA KEGIATAN KKN NO TANGGAL 1 31/05/2009 KEGIATAN Pembekalan (Coaching) Pelepasan oleh Ketua Penentuan Pengurus Kelompok Pengarahan DPL Serah Terima Peserta di Lokasi Kec/Desa dipimpin oleh DPL dan Supervisor Proses adaptasi awal Observasi Lanjutan Perancangan Program Penyusunan Program dipandu DPL Pelaksanaan Program KKN KET Kampus

2

01/06/2009

Lokasi

3

4

5 6 7

02/06/2009 s.d. 05/06/2009 06/06/2009 s.d. 01/07/2009 24/06/2009 02/06/2009

Lokasi

Lokasi

Evaluasi Pelaksanaan Program Perlombaan Pemulangan dipimpin DPL Supervisor Penutupan KKN

Kampus dan Loakasi Kampus

43

44

BUKU LAPORAN KEGIATAN HARIAN INDIVIDU

KULIAH KERJA NYATA (KKN)
STAI YAPATA AL-JAWAMI BANDUNG TAHUN AKADEMIK 2008/2009

45

46

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 47

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 48

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 49

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 50

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 51

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 52

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 53

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 54

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 55

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 56

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 57

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 58

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 59

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 60

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 61

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 62

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 63

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 64

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 65

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 66

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 67

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 68

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 69

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 70

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 71

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 72

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 73

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 74

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, ………………………….

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, …………………………. 75

Hari : …………………………… Tanggal : ……………………….. Bid. Kegiatan : ……………………………………………………………... NO WAKTU DURASI URAIAN KEGIATAN/ MATERI TANDA BUKTI

Ketua Kelompok, …………………………. 76

……………, ……………………… Penanggungjawab Bidang, ………………………….


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: Panduan
Stats:
views:5290
posted:5/28/2009
language:Indonesian
pages:76