Docstoc

Laporan PPL

Document Sample
Laporan PPL Powered By Docstoc
					                LAPORAN
PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2
DI SMP NEGERI 4 KOTA MAGELANG




                    Disusun Oleh:
    Nama                      : Elva Prihantina
    NIM                       : 2102407047
    Program Studi             : Pendidikan Bahasa Jawa




   FAKULTAS BAHASA DAN SENI
 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
               TAHUN 2010
                                 PENGESAHAN


Laporan PPL2 ini telah disusun sesuai dengan Pedoman PPL Unnes.
Hari           :
Tanggal        :


                                  Disahkan oleh :
Koordinator Dosen Pembimbing                    Kepala Sekolah




Kusumantoro,S.Pd,M.Si                           Dra. Sri Embang Sudarsih,M.Pd
NIP.19780505200501 1001                         NIP.19630511198803.2.010




                      Kepala Pusat Pengembangan PPL Unnes




                              Drs. Masugiono, M.Pd.
                            NIP 19520721 198012 1 001
                               KATA PENGANTAR


     Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Praktik Pengalaman
Lapangan 2 Di SMP Negeri 4 Kota Magelang.
     Selama melaksanakan PPL di SMP Negeri 4 Magelang sebagai praktikan, penulis
mendapat banyak dorongan dan bantuan dalam penyusunan laporan ini. Oleh karena itu
penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.   Prof. Dr. Soedijono Sastroatmojo, M.Si, selaku Rektor Universitas Negeri
     Semarang
2.   Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang.
3.   Dra. Endang Kurniati, M.Pd selaku Dosen pembimbing PPL
4.   Kusumantoro,S.Pd.M.Si, selaku Dosen koordinator PPL di SMP N 4 Kota
     Magelang
5.   Sri Embang Sudarsih,M.Pd, selaku Kepala Sekolah di SMP N 4 Kota Magelang.
6.   Diah Kusumaning B., S.S. selaku guru pamong praktikan di SMP N 4 Kota
     Magelang.
7.   Bapak dan Ibu Guru beserta seluruh staf karyawan SMP N 4 Kota Magelang.
8.   Rekan-rekan Mahasiswa Praktikan Praktik Pengalaman Lapangan di SMP N 4
     Kota Magelang.
9.   Siswa-siswi SMP N 4 Kota Magelang.
10. Semua pihak yang telah membantu kegiatan ini, yang tidak dapat disebutkan satu
     per satu.
       Laporan ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan yang dimiliki oleh
penulis. Akan tetapi penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
                                                           Magelang, November 2010
                                                             Penulis
                                                        DAFTAR ISI

JUDUL ...............................................................................................................     i
PENGESAHAN .................................................................................................             ii
KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii
DAFTAR ISI ......................................................................................................        iv
BAB         I      PENDAHULUAN
                   A. Latar Belakang .........................................................................           1
                   B. Tujuan..................................................................................2
                   C. Manfaat................................................................................2
BAB II             LANDASAN TEORI
                   A. Pengertian PPL ........................................................................            4
                   B. Dasar Pelaksanaan PPL                        ….................................................4
                   C. Dasar Implementasi.............................................................5
                   D. Garis Besar Program Kerja.................................................6
BAB III            PELAKSANAAN
                   A. Waktu Pelaksanaan .................................................................                7
                   B. Tempat Pelaksanaan..........................................................7
                   C. Tahap Kegiatan...................................................................7
                   D. Mater Kegiatan................................................................. 10
                   E. Proses Bimbingan.............................................................13
                   F. Faktor Pendukung dan Penghambat................................14
                   G. Refleksi Diri......................................................................15
BAB IV             PENUTUP
                   A. Simpulan ................................................................................. 17
                   B. Saran …............................................................................17
LAMPIRAN
                                      BAB I
                                PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
        Era globalisasi menuntut keterbukaan berkompetisi atau bersaing dalam hal
   kualitas mutu pendidikan. Hal tersebut sangat mempengaruhi SDM setiap manusia.
   Dengan demikian, dituntutlah pengembangan dalam hal pendidikan yang merupakan
   juga hal vital dalam pengembangan suatu negara, khususnya Indonesia. Dunia
   pendidikan yang selalu berkembang menuntut adanya ketersediaan tenaga pendidik
   yang terampil dan berkompetensi di bidangnya. Tenaga pendidik ini didapatkan dari
   perguruan tinggi atau Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai salah satu LPTK
   yang berfungsi menghasilkan tenaga kependidikan yang berusaha meningkatkan
   mutu lulusan antara lain dengan menjalankan kerjasama dengan berbagai pihak yang
   kompeten dalam menjalankan pendidikan.
        Mata kuliah PPL merupakan bagian dari kurikulum tenaga kependidikan.
   Dengan demikian, PPL wajib diikuti oleh mahasiswa Program Kependidikan
   Universitas Negeri Semarang (Unnes). Adapun mahasiswa kependidikan yang
   berhak mengikuti PPL ialah mahasiswa yang telah mengikuti kuliah dengan syarat
   minimal 110 SKS, lulus mata kuliah MKDK, SBM 1, SBM 2 (Dasar Proses
   Pembelajaran 1, Dasar Proses Pembelajaran 2), dan mata kuliah pendukung lainnya.
        Setelah melakukan Praktik Pengalaman Lapangan 1 (PPL 1), mahasiswa
   melakukan Praktik Pengalaman Lapangan 2 (PPL 2) yang merupakan sarana
   pengembangan kompetensi mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya menjadi
   tenaga pendidik yang profesional. Dalam hal ini mahasiswa harus mampu
   mentransfer ilmunya kepada para siswa. PPL 1 dan PPL 2 saling berhubungan satu
   dengan yang lainnya. Jika dalam PPL 1 mahasiswa atau praktikan dituntut untuk
   dapat berinteraksi dengan para guru, karyawan, dan staf, dalam PPL 2 ini praktikan
   dituntut untuk mampu menjadi tenaga pendidik yang profesional. Di dalam
   pelaksanaan PPL 2 ini mahasiswa praktikan melaksanakan praktik belajar mengajar.
   Praktik belajar mengajar ini dimaksudkan agar mahasiswa praktikan dapat
   menerapkan ilmu yang telah diperolehnya dan juga untuk melihat kemampuan
   mahasiswa dalam mengkondisikan kelas.


B. Tujuan
         Program Praktik Pengalaman Lapangan II memiliki tujuan-tujuan sebagai
   berikut.
   1. Tujuan Umum
               Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bertujuan membentuk mahasiswa
      praktikan agar menjadi calon tenaga kependidikan yang professional, sesuai
      dengan     prinsip-prinsip   pendidikan    berdasarkan   kompetensi   peadagogik,
      kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.
   2. Tujuan Khusus
      a. Menghasilkan sarjana kependidikan yang berkualitas sehingga dapat mengelola
         proses pendidikan secara profesional.
      b. Meningkatkan, memperluas dan memantapkan kemampuan mahasiswa sebagai
         bekal untuk memasuki lapangan kerja sesuai dengan kebutuhan program
         pendidikan yang telah ditetapkan.
      c. Menumbuh kembangkan dan memantapkan sikap etis profesionalisme dan
         nasionalisme yang diperlukan mahasiswa untuk memasuki lapangan kerja,
         sesuai bidangnya..


C. Manfaat
         Praktik Pengalaman Lapangan (PPL II) dapat memberikan bekal kepada
   mahasiswa praktikan agar memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
   kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Dengan melaksanakan PPL II ini
   diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap semua komponen terkait, yaitu
   mahasiswa, sekolah latihan, dan perguruan tinggi yang bersangkutan.
   1. Manfaat Bagi Mahasiswa
      a. Mendapat kesempatan untuk mempraktikkan bekal yang diperoleh selama
         perkuliahan ke dalam proses belajar mengajar yang sesungguhnya di tempat
         PPL.
  b. Mengetahui dan mengenal secara langsung kegiatan pembelajaran serta
     kegiatan lain di sekolah latihan.
  c. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang pelaksanaan
     pendidikan.
  d. Mendewasakan cara berpikir, meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam
     melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan masalah pendidikan yang
     ada di sekolah.
2. Manfaat Bagi Sekolah Latihan
  a. Memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat digunakan dalam
     pengembangan sekolah.
  b. Memperluas dan meningkatkan jaringan kerja sama dengan Lembaga
     Pendidikan Tinggi Kejuruan (LPTK).
3. Manfaat Bagi Unnes
  a. Memperoleh masukan tentang kasus pendidikan yang dipakai sebagai bahan
     pertimbangan penelitian.
  b. Memperluas dan meningkatkan jaringan kerja sama dengan sekolah terkait.
  c. Memperoleh masukan tentang perkembangan pelaksanaan pembelajaran
     sehingga kurikulum, metode dan pengelolaan        proses belajar mengajar di
     sekolah dapat disesuaikan dengan tuntutan yang ada di lapangan.
  d. Sebagai informasi perkembangan ilmu pendidikan terhadap pengelolaan
     pembelajaran di Unnes dan sebagai penyalur pendidik yang dapat menciptakan
     calon-calon tenaga profesional yang berkompeten
                                       BAB II
                                LANDASAN TEORI


A. Pengertian Praktik Pengalaman Lapangan
        Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah semua kegiatan kurikuler yang
   harus dilakukan mahasiswa praktikan, sebagai pelatihan untuk menerapkan teori
   yang diperoleh dalam perkuliahan sebelumnya, sesuai dengan persyaratan yang telah
   ditetapkan agar mereka memperoleh pengalaman dan keterampilan lapangan dalam
   penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran di sekolah latihan. Kegiatan Praktik
   Pengalaman Lapangan meliputi: praktik mengajar, praktik administrasi, praktik
   bimbingan dan konseling serta kegiatan yang bersifat kokurikuler dan atau
   ekstrakurikuler yang berlaku di sekolah/tempat latihan.


B. Dasar Praktik Pengalaman Lapangan
        Dasar-dasar Praktik Pengalaman Lapangan adalah sebagai berikut.
   1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
      (Lembaran Negara RI Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara RI
      Nomor 4301).
   2. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran
      Negara RI Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor
      4586).
   3. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi
      (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 115, Tambahan Lembaran Negara RI
      Nomor 3859).
   4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standart Nasional
      Pendidikan (Lembaran Negara RI Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Negara RI
      Nomor 4496).
   5. Keputusan Presiden
      a. Nomor 271 Tahun 1965 tentang Pengesahan Pendidikan IKIP Semarang;
      b. Nomor 124/M Tahun 1999 tentang Perubahan Institut Keguruan dan Ilmu
        Pendidikan (IKIP) Semarang, Bandung dan Medan menjadi Universitas;
     c. Nomor 132/M Tahun 2006 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Negeri
        Semarang.
   6. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 278/O/1999 tentang
     Organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Semarang.
   7. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional:
     a. Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi;
     b. Nomor 225/O/2000 tentang Status Universitas Negeri Semarang;
     c. Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan
        Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar;
     d. Nomor 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti;
     e. Nomor 201/O/2003 tentang Perubahan Kepmendikbud.
   8. Keputusan Rektor
     a. Nomor 46/O/2001 tentang Jurusan dan Program studi di Lingkungan Fakultas
        serta Program Studi pada Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang;
     b. Nomor 162/O/2004 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Universitas Negeri
        Semarang;
     c. Nomor 163/O/2004 tentang Pedoman Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa
        Universitas Negeri Semarang;
     d. Nomor 35/O/2006 tentang Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan bagi
        Mahasiswa Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang.


C. Dasar Implementasi
        Pembentukan dan pengembangan sebagai seorang guru merupakan           usaha
   untuk menunjang keberhasilan dalam menjalankan profesinya sangat diperlukan.
   Mengingat guru adalah petugas profesional yang melaksanakan proses belajar-
   mengajar secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu
   diperlukan suatu kegiatan yang dapat menunjang keberhasilan kompetensi yang telah
   disebutkan di atas. Salah satu dari kegiatan tersebut adalah Praktik Pengalaman
   Lapangan.
        Belajar dan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang tidak terpisahkan dalam
   kehidupan manusia. Dengan belajar, manusia dapat mengembangkan potensi-potensi
   yang dibawa sejak lahir. Aktualisasi potensi ini sangat berguna bagi manusia untuk
   dapat menyesuaikan diri demi pemenuhan kebutuhannya. Kebutuhan manusia makin
   lama makin bertambah, baik kuantitas maupun kualitasnya. Tanpa belajar, manusia
   tidak mungkin dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.


D. Garis Besar Program Kerja
        Program kerja PPL meliputi program intra dan ekstra kurikuler. Program intra
   kurikuler meliputi kegiatan administratif sekolah dan pembelajaran. Program
   ekstakurikuler meliputi program aktifitas non akademik sebagai sarana penunjang
   kompetensi siswa dalam pendidikan.
        Perencanaan program merupakan kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa PPL
   mulai dari persiapan dan rancangan dengan bimbingan guru pamong mata pelajaran
   terkait di sekolah. Perencanaan terdiri dari administrasi sekolah, upacara bendera
   rutin setiap hari senin dan hari besar, kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler
   sebagai penambah wawasan bagi guru.
        Kegiatan mahasiswa praktikan sebelum memulai program pembelajaran yang
   direncanakan yaitu dengan terlebih dahulu mengadakan pengamatan langsung
   (observasi) di kelas dan dilanjutkan dengan membuat persiapan pelaksanaan belajar
   mengajar yang dibimbing oleh guru pamong. Persiapan tersebut meliputi materi ajar,
   satuan pelajaran, rencana pengajaran, media dan hal-hal lain yang dibutuhkan dalam
   mengajar.
                                     BAB III
                                PELAKSANAAN


A. Waktu Pelaksanaan
        Praktik Pelaksanaan Lapangan (PPL) dilaksanakan mulai tanggal 9 Agustus
   2010 sampai dengan 2 November 2010. PPL tersebut dilaksanakan dalam dua tahap
   yaitu: PPL 1 dilaksanakan mulai tanggal 9 Agustus 2010 sampai dengan 23 Agustus
   2010. PPL 2 dilaksanakan mulai tanggal 23 Agustus 2010 sampai dengan 2
   November 2010. Kegiatan praktek pengalaman lapangan ini dilaksanakan setiap hari
   belajar dari Senin sampai Sabtu, kecuali hari libur. Adapun waktu belajar di SMP
   Negeri 4 Magelang yaitu untuk hari Senin s.d. Kamis dan juga hari Sabtu
   pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.00 s.d. 13.00 WIB,
   sedangkan pada hari Jumat dimulai pukul 07.00 s.d. 11.15 WIB.


B. Tempat Pelaksanaan
        Praktik Pengalaman Lapangan bertempat di SMP Negeri 4 Magelang, yang
   yang beralamat di Jalan Pahlawan 41 Kota Magelang.


C. Tahapan Kegiatan
   1. Pembekalan
     Sebelum Praktik Pengalaman Lapangan dilaksanakan, para praktikan terlebih
     dahulu memperolah pembekalan dari UPT Praktik Pengalaman Lapangan (PPL)
     yag dilaksanakan pada tanggal 2-5 Agustus 2010. Pembekalan dimaksudkan
     untuk memberikan pengarahan kepada para praktikan agar mereka mengetahui
     hal-hal yang harus mereka lakukan atau tidak boleh mereka lakukan selama PPL
     berlangsung.
   2. Penempatan
     Setelah diberikann pembekalan oleh UPT PPL, mahasiswa praktikan akan
     mengetahui di mana mereka akan melakukan PPL. Penempatan dilakukan secara
     acak oleh pihak UPT PPL. Hal ini dimaksudkan agar praktikan benar-benar siap
     untuk ditempatkan di sekolah manapun yang meliputi wilayah Kendal, Kudus,
  Kota Semarang, Kabupaten Semarang, ataupun Kota Magelang.
3. Penerjunan
  Setelah tiga hari diberikan pembekalan oleh pihak UPT PPL, kemudian
  penempatan maka praktikan akan diterjunkan ke sekolah-sekolah praktikan.
  Disini para praktikan mulai melaksanakan tugas-tugas PPL 1 dan PPL 2 kurang
  lebih selama tiga bulan.
4. Pengenalan
  Pada tahap pengenalan, materi kegiatan praktikan adalah melakukan observasi
  tentang kondisi sekolah. Observasi dilakukan agar praktikan mengenal keadaan
  fisik dan lingkungan sekolah dan dapat berinteraksi dengan baik dengan para
  guru, karyawan, dan staf sekolah. Hal tersebut juga dimaksudkan agar praktikan
  dapat melaksanakan PPL dengan lancar dan nyaman karena praktikan telah
  mengenal para penghuni sekolah. Pengenalan ini telah dilaksanakan praktikan
  dalam PPL 1. Kegiatan yang dilakukan pada program PPL I ini adalah sebagai
  berikut.
  a. Observasi mengenai keadaan atau kondisi fisik sekolah latihan SMP Negeri 4
     Kota Magelang yaitu mengenai bangunan-bangunan yang ada di lingkungan
     SMP Negeri 4 Kota Magelang beserta kondisinya.
  b. Observasi mengenai struktur organisasi sekolah. Hal-hal yang diobservasi,
     antara lain fungsi dan peranan dari tiap-tiap komponen yang ada dalam struktur
     organisasi sekolah.
  c. Observasi mengenai sistem administrasi sekolah. Dalam hal ini dilakukan
     observasi terhadap fungsi dan peranan dari Tata Usaha (TU) sekolah.
  d. Observasi mengenai kegiatan belajar mengajar oleh guru pamong di dalam
     kelas.
  e. Observasi mengenai seluk beluk kurikulum yang digunakan di SMP Negeri 4
     Kota Magelang.




5. Pembimbingan
  Setelah melakukan observasi selama dua minggu dalam PPL 1, kemudian
  praktikan mendapat kesempatan untuk melaksanakan PPL 2. Sebelum
  melaksanakan PPL 2, praktikan mendapatkan guru pamong sebagai pembimbing
  dalam kegiatan belajar mengajar dalam kelas yang dilakukan praktikan. Materi
  kegiatan yang dibahas dalam tahap ini adalah pembagian kelas dan jam mengajar
  dengan praktikan lain namun masih satu guru pamong.
6. Proses Belajar Mengajar
  Dalam tahap ini, praktikan secara mandiri melaksanakan proses belajar mengajar.
  Guru pamong hanya bertugas sebagai evaluator tentang proses belajar mengajar
  yang praktikan laksanakan. Sebelum melakukan proses belajar mengajar, terlebih
  dahulu praktikan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan
  kemudian dikonsultasikan kepada guru pamong. Dalam proses belajar mengajar
  ini, praktikan dituntut untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Untuk
  itu praktikan harus menguasai materi yang akan diberikan kepada siswa. Tidak
  hanya itu, praktikan juga dituntut untuk bisa mengkondisikan kelas agar para
  siswa benar-benar memahami materi yang diberikan.
7. Penilaian
  Setelah melaksanakan proses belajar mengajar secara mandiri, praktikan berhak
  untuk dinilai baik oleh guru pamong maupun dosen pembimbing. Komponen-
  komponen yang dinilai adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,
  sosial, dan profesional. Kemudian nilai tersebut akan direkap dan akan menjadi
  nilai PPL 2 bagi praktikan.
8. Penarikan
  Penarikan dilakukan setelah praktikan selesai melaksanakan PPL 1 dan PPL 2
  yaitu melaksanakan observasi dan proses kegiatan belajar mengajar. Setelah
  penarikan diharapkan praktikan memperoleh ilmu dan pengalaman yang bisa
  membantu praktikan di kemudian hari.


9. Penulisan Laporan
  Setelah praktikan selesai melaksanakan PPL 1 maupun PPL 2, praktikan
  berkewajiban untuk melaporkan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh praktikan.
  Laporan PPL 1 akan praktikan upload kepada UPT PPL melalui website UNNES
      yakni http://akademik.unnes.ac.id secara kolektif dengan praktikan lain yang
      melaksanakan PPL dalam satu sekolah. Laporan PPL 2 ini praktikan juga akan di
      upload secara individu setelah selesai melakukan PPL 2. Dalam laporan ini terdiri
      dari tiga bab yaitu; pendahuluan memuat latar belakang, tujuan dan manfaat, bab
      dua tentang tinjauan atau landasan teori dan bab terakhir memuat tentang
      pelaksanaan PPL.

D. Materi Kegiatan
   1. Pengenalan Kondisi Sekolah Latihan
             Dalam mengenal kondisi lapangan sekolah latihan yaitu SMP Negeri 4
     Kota Magelang. Pengenalan lebih dalam terhadap kondisi fisik dan lingkungan,
     serta sistem yang berlaku disekolah latihan. Kegiatan ini dilakukan selama 1
     minggu.
   2. Tinjauan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
             Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang
     disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Silabus
     merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi
     pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk
     penilaian.
             Kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai perwujudan dari kurikulum
     pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh
     setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah / madrasah di bawah
     koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama
     Kabupaten / Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan
     menengah berpedoman pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan serta
     panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP. Penyusunan kurikulum
     tingkat satuan pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh Dinas
     Pendidikan Propinsi, dan berpedoman pada Standar Isi dan Standar Kompetensi
     Lulusan serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP .
     Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut:
     a. berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta
  didik dan lingkungannya;
b. beragam dan terpadu;
c. tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;
d. relevan dengan kebutuhan kehidupan;
e. menyeluruh dan berkesinambungan;
f. belajar sepanjang hayat.
       Adapun komponen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sebagai berikut.
1) Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
          Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dirumuskan mengacu
  kepada tujuan umum pendidikan berikut.
  a) Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,
     kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan
     mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  b) Tujuan     pendidikan    menengah    adalah      meningkatkan   kecerdasan,
     pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup
     mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  c) Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan,
     pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup
     mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.
2) Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
          Kurikulum tingkat satuan pendidikan disusun dengan memperhatikan
  hal-hal sebagai berikut.
  a) Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.
  b) Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat
     perkembangan dan kemampuan peserta didik.
  c) Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkung.
  d) Tuntutan pembangunan daerah dan nasional.
  e) Tuntutan dunia kerja, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
  f) Agama.
  g) Dinamika perkembangan global.
  h) Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan.
        i) Kondisi sosial budaya masyarakat setempat.
        j) Kesetaraan jender.
        k) Karakteristik satuan pendidikan
          Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi,
     dan ciri khas satuan pendidikan
     3) Observasi proses belajar mengajar
          Setelah mengadakan observasi di lapangan praktikan mulai melakukan tugas
     observasi proses belajar mengajar di ruang kelas atau bengkel. Pengamatan yang
     dilakukan meliputi metode dan media yang digunakan dalam proses belajar
     mengajar. Pelaksanaan observasi PBM pada minggu ketiga dimulai dari cara
     mengajar guru pamong di kelas yang nantinya diharapkan agar dapat digunakan
     sebagai bahan pertimbangan praktikan pada saat mengajar. Selain itu praktikan
     juga diberi tugas untuk membuat rencana pengajaran berikut perangkatnya, agar
     guru praktikan mempunyai rancangan terhadap materi yang disampaikan.
     4) Pengajaran terbimbing
          Dalam pengajaran terbimbing ini guru praktikan juga dituntut untuk
     menyesuaikan diri terhadap rancangan pengajaran yang telah disusun oleh guru
     pamong. Sebab rancangan pengajaran tersebut berfungsi sebagai rambu-rambu
     pengajaran. Proses pengajaran ini dilaksanakan pada minggu ketiga.
          Dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 2 ini, praktikan telah mengajar
     pada seluruh kelas VII yang meliputi VII A, VII B, VII C,
     VII D, dan VII E dan mata pelajaran yang praktikan ajarkan adalah Bahasa Jawa.
     Adapun materi yang telah diberikan diantaranya adalah sebagai berikut.
     a) Tembang macapat Pangkur
     b) Mendengarkan pacelathon
     c) Mendengarkan wara- wara
     d) Membaca geguritan
     e) Membaca huruf jawa
E. Proses Pembimbingan
   1. Guru Pamong
     Pembimbingan dengan guru pamong dilakukan sebelum melakukan proses belajar
      mengajar    di   kelas.   Pertama,   praktikan   membuat   rencana    pelaksanaan
      pembelajaran (RPP), kemudian dikonsultasikan kepada guru pamong. Setelah
      mengkonsultasikannya dan telah disetujui oleh guru pamong, praktikan bisa
      melaksanakan proses belajar mangajar. Pada saat pembimbingan dengan guru
      pamong, praktikan akan memperoleh masukan-masukan yang dapat dijadikan
      sebagai koreksi diri oleh praktikan agar praktikan menjadi lebih baik dalam
      melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas.
   2. Dosen Pembimbing
      Dosen pembimbing menyempatkan datang ke sekolah praktik, namun secara utuh
      memberikan kepercayaan guru pamong dan pihak sekolah pada umumnya untuk
      membimbing atau mengarahkan praktikan. Pembimbingan dengan Dosen
      pembimbing dilakukan pada saat dosen pembimbing berkunjung ke sekolah.
F. Hal-hal yang Mendukung dan Menghambat Selama PPL
        Praktikan dalam melaksanakan kegiatan PPL II dapat berjalan dengan lancar
   karena di dukung oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
   1. Dosen pembimbing dan guru pamong yang baik dan sabar dalam membimbing
     praktikan selama pelaksanaan PPL.
   2. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan segenap guru dan karyawan yang
     sangat ramah dan menerima praktikan dengan tangan terbuka.
   3. Teman-teman praktikan yang sangat baik dan kooperatif.
   4. Para siswa yang baik dan semangat dalam belajar.
   5. Ketersediaan sarana dan prasarana KBM yang lengkap.
        Adapun hal-hal yang menghambat dalam pelaksanaan PPL II ini antara lain
   sebagai berikut.
  1. Meskipun fasilitas di sekolah latihan sudah cukup baik, namun praktikan dan para
     siswa belum sepenuhnya bisa memakai fasilitas tersebut, khususnya ruangan
     laboratorium Bahasa sehingga para siswa merasa bosan karena proses belajar
     mengajar cenderung monoton.
  2. Ketersediaan LCD yang sangat terbatas sehingga tidak memungkinkannya untuk
     pemakaian setiap saat.
                                   REFLEKSI DIRI

Elva Prihantina (2102407047), 2010. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) 1 SMP
Negeri 4 Kota Magelang. Pendidikan Bahasa Jawa. Fakultas Bahasa dan Seni.


        Refleksi diri ini ditulis untuk memberikan sedikit gambaran umum tentang
pelaksanaan praktik pengalaman lapangan ( PPL ) I di SMP Negeri 4 Magelang yang
telah selesai dilaksanakan sejak tanggal 09 Agustus 2010 sampai dengan 18 Agustus
2010. Praktik Pengalaman Lapangan ( PPL ) I yang dilaksanakan di SMP Negeri 4
Magelang, yang terletak di Jl. Pahlawan 41 Magelang memiliki banyak manfaat dan
pengaruh bagi mahasiswa. Saya memperoleh banyak pengalaman di sekolah praktik dan
kita lebih bisa mengembangkan potensi diri yang saya peroleh sebelum saya mulai
melaksanakan PPL 2.
        SMP Negeri 4 Magelang ini merupakan salah satu sekolah unggulan di Kota
Magelang. Sarana dan prasarana yang tersedia sangat memadai untuk menunjang
kegiatan belajar mengajar, seperti ruang belajar, ruang praktik atau laboratorium,
perangkat / alat belajar dan perangkat administrasi serta sarana – sarana lainnya. Kegiatan
belajar mengajar di sekolah tersebut berjalan dengan baik. SMP Negeri 4 Magelang
termasuk dalam sekolah berkategori SN (Standar Nasional).
        Sesuai dengan jurusan pada saat kuliah, dalam pelaksanaan PPL di SMP Negeri 4
Magelang praktikan mengampu mata pelajaran Bahasa Jawa. Mata pelajaran ini
disesuaikan dengan guru pamong yang ditunjuk oleh pihak sekolah ( kepala sekolah ).
Selama pelaksanaan PPL ini, peran guru pamong sangat penting, karena praktikan belum
banyak tahu tentang kondisi sekolah atau siswa dan terutama menyangkut strategi
pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu koordinasi dengan guru pamong sangat
diperlukan. Menurut pengamatan praktikan selama mengikuti guru pamong, beliau dalam
mengajar sangat baik, tegas, dan selalu menggunakan variasi dalam mengajar. Namun
sangat disayangkan karena belum adanya pemanfaatan laboratorium bahasa untuk mata
pelajaran bahasa jawa ini.
        Dalam hubunganya dengan mata pelajaran bahasa jawa khususnya,SMP 4
Magelang memiliki dua orang guru bahasa jawa. Untuk itu saya mendapatkan tugas
untuk mengajar di kelas tujuh. Siswa kelas tujuh pada dasarnya siswa yang cerdas,
namun pada pelajaran bahasa jawa mereka lemah, karena mungkin dipengaruhi pengaruh
bahasa ibu sejak mereka kecil ataupun bahasa pergaulan sehari- hari sehingga tidak
banyak mengetahui kosakata bahasa jawa. Hal tersebut merupakan daya tarik sekaligus
juga tugas berat untuk praktikan bahasa jawa di SMP Negeri 4 Magelang.
        Kegiatan PPL 1 telah memberikan banyak gambaran tentang kondisi fisik dan
lingkungan sekolah. Observasi saat pemodelan memberikan pengalaman langsung
kepada praktikan bagaimana cara guru membelajarkan siswa, dan juga aktifitas siswa saat
pembelajaran. Praktikan dapat mengetahui model serta metode pembelajaran yang
diterapkan oleh guru dalam pemodelan yang digunakan sebagai salah satu referensi untuk
menyusun perangkat dan juga metode pembelajaran yang akan digunakan dalam
pelaksanaan PPL 2.
        Demikian bentuk refleksi diri praktikan dalam kegiatan PPL 1, semoga
bermanfaat dalam melaksanakan kegiatan PPL 2 sehingga dapat menciptakan kondisi
belajar mengajar yang interaktif dan menarik.




                                            Magelang, 19 Agustus 2010

  Mengetahui,
  Guru Pamong                               Mahasiswa PPL




  Dyah Kusumaning B, S.S                    Elva Prihantina
  NIP. 19750317.200604.2.005                NIM. 2102407047
                                        BAB IV
                                      PENUTUP


A. Simpulan
           Pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP Negeri 4 Kota
  Magelang telah berjalan cukup baik. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang
  dapat diambil dari pelaksanaan PPL yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Kota
  Magelang dari seluruh aktivitas akademiknya. Di sini seorang guru dituntut untuk
  memiliki kompetensi-kompetensi yang dapat menunjang profesinya yang meliputi
  kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan
  kompetensi sosial. Dalam proses belajar mengajar guru harus bisa mengelola kelas
  dengan baik serta harus senantiasa memberikan motivasi kepada peserta didiknya.


B. Saran
  1. Untuk Mahasiswa PPL
     a. Senantiasa menjaga dan menjalin komunikasi yang baik dengan sesama
           mahasiswa PPL maupun dengan guru dan staf karyawan sekolah.
  2. Untuk Pihak Sekolah
     a. Perlu adanya pengoptimalan sarana dan prasarana yang ada sehingga lebih
           memacu daya kreativitas siswa untuk berkarya baik dalam bidang akademik
           maupun non akademik.
     b. Perlu adanya pengembangan teknik pengajaran untuk meningkatkan kualitas
           siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar.
  3. Untuk Pihak Unnes
     a. Perlu adanya perbaikan birokrasi dalam penanganan PPL, baik ke dalam
           maupun ke luar (sekolah latihan) agar komunikasi dan informasi dapat terjaga
           dengan baik.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3942
posted:12/4/2010
language:Indonesian
pages:20