Docstoc

Abdullah Bin Abbas; Faqih Sepanjang Hayat

Document Sample
Abdullah Bin Abbas; Faqih Sepanjang Hayat Powered By Docstoc
					                           Abdullah bin Abbas
                  Sang Faqih Sepanjang Hayat

      Abdullah bin Abbas adalah salah satu tokoh yang lahir di dalam
masa Islam. Ibunya adalah Ummu Fadhl Lubabah binti Harits, saudara
kandung Maimunah binti Harits, isteri Rasulullah Saw. Ayahnya adalah
Abbas bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah. Maka, Abdullah bin Abbas
merupakan kemenakan sekaligus sepupu Nabi Saw.
      Sejak kecil, Abdullah bin Abbas telah menunjukkan tanda-tanda
kecerdasan yang luar biasa. Ia gemar bertanya, senang belajar dan tak
segan untuk meminta penjelasan akan hal-hal yang tidak dimengertinya.
Apa yang didengar dan diajarkan kepadanya mampu diserap dan
diingatnya dengan baik. Tak heran, dalam usia masih sangat muda ia
sudah banyak menghapal ayat-ayat Qur’an dan memahami pejelasan-
penjelasannya.
      Kecerdasan dan kehausan belajar Abdullah bin Abbas menjadi
terpenuhi secara maksimal karena sejak kecil, Abdullah bin Abbas biasa
tinggal dan bermalam di rumah sepupu sekaligus pamannya Muhammad
Saw. Maka, ia pun menyerap ilmu Islam, hafalan Qur’an, tafsir, penjelasan
hukum dan berbagai sunnah dari sumber pertamanya: Rasulullah Saw.
      Bukan sekali dua Abdullah kecil terlihat beriringan dengan Rasul
dalam berbagai majelis ilmu dan sholat berjamaah. Abdullah melihat
sendiri kehidupan mulia sang paman hingga ia mencintai sang paman
dengan sepenuh hati dan begitu pula sebaliknya.
      Pada suatu hari, sangat tengah berjalan bersama, Rasulullah
berkata dengan penuh kasihnya kepada Abdullah: “Wahai anakku,
maukah kamu dengarkan beberapa kalimat yang sangat berguna?
Jagalah   Allah    Swt   (ajaran-ajarannya,   red)   maka   engkau   akan
mendapatkanNya menjagamu. Jagalah Allah Swt (dalam larangan-
larangannya) maka engkau akan mendapatkanNya selalu dekat di
hadapanmu.    Kenalilah     Allah   dalam    sukamu,    maka      Allah   akan
mengenalimu dalam dukamu. Bila engkau meminta, mintalah kepada
Allah, jika engkau memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Allah.
Semua hal (yang terjadi denganmu) telah selesai ditulis. Ketahuilah,
seandainya semua makhluk bersepakat untuk membantumu dengan apa
yang tidak ditakdirkan Allah untukmu, mereka tidak akan mampu
membantumu.     Atau      bila   mereka     bersatu   menghalangi       engkau
memperoleh apa yang sudah Allah takdirkan bagimu, mereka juga tidak
akan dapat melakukannya. Semua aktivitasmu, kerjakanlah dengan
keyakinan dan keikhlasan. Ketahuilah, bersabar dalam musibah itu akan
memberikan hasil yang positif dan bahwa kemenangan itu dicapai
dengan kesabaran. Dan kesuksesan itu sering dilalui lewat cobaan-
cobaan dan bahwa kemudahan itu akan tiba setelah kesulitan” (HR
Ahmad, Hakim dan Tirmidzi).
     Begitupula, di saat yang lain, Rasulullah diketahui beberapa kali
mendoakan    Abdullah     bin    Abbas    lewat   perkataannya:    Ya     Allah,
faqihkanlah ia dalam perkara agamaMu dan ajarilah dia tafsir kitabMu.
     Maka, dengan bekal tarbiyah Rasulullah inilah Abdullah bin Abbas
tak pernah lepas bergiat mencari ilmu, mengkaji dan memahaminya.
     Al Qur’an dihafalnya dengan cepat dan ribuan hadits melekat erat
dalam ingatannya berikut penjelasan dan pemahaman yang langsung
didapatnya dari Rasulullah Muhammad Saw.
     Ketika Rasulullah Saw wafat, Abdullah bin Abbas baru berusia 13
tahun. Namun ia terus menjalani hari-harinya untuk belajar Islam dengan
mendatangi para sahabat dan sahabaiyah untuk mengkaji uraian ayat
atau hadits yang mungkin saja belum diketahuinya. Tak heran, Abdullah
bin Abbas benar-benar menjadi seorang faqih ditengah masyarakat,
sebagaimana doa Rasulullah, dalam usianya yang begitu belia.
     Hari-hari ibnu Abbas setelah itu banyak diisi dengan menjadi
seorang guru dengan membentuk berbagai majelis tadzkir (pendidikan)
termasuk di rumahnya. Dia aktif sebagai seorang da’I dan pernah pula
menjabat sebagai gubernur kota Bashrah di zaman kekhalifahan Ali bin
Abi Thalib.
      Dalam usia 71 tahun, Abdullah bin Abbas wafat. Namun, semua
sahabat yang hadir menyaksikan betapa umur panjang ibnu Abbas benar-
benar diisinya dengan penuh manfaat sejak semula hingga di akhir hayat.
(Zirlyfera Jamil)

				
DOCUMENT INFO
Description: Keteladanan bisa kita dapat dari manusia yang sudah teruji kemuliannya hingga akhir hayatnya, salah satunya dapat kita petik dari sahabat Rasulullah Saw ini, Abdullah bin Abbas Ra.