askep TB paru by AditSetia

VIEWS: 16,764 PAGES: 35

									                      LAPORAN PENDAHULUAN TB PARU



1.Pengertian
Tuberkulosis Paru adalah penyakit infeksi menular yang di sebabkan oleh mycobacterium
tuberculosa.

2. Etiologi
 Tuberculosis paru di sebabkan oleh basil mycobacterium tuberkulosa tipe humanus,
bakteri berbentuk batang yang sebagian besar komposisinya asam lemak (lipid). Kuman
ini tahan hidup pada udara kering maupun dalam keadaan dingin (dapat tahan bertahun-
tahun dalam lemari es ).hal ini terjadi karena kuman berada dalam sifat dormant dari
sifat doormant ini kuman dapat bangkit kembali dan menjadi tuberculosis aktif
kembali.sifat lain kuman adalah aerob. Sifat ini menmunjukan bahwa kuman lebih
menyenangi jaringan yang tinggi kandungan oksigenya. Dalam hal ini tekanan bagian
apical paru-paru lebih tinggi dari pada bagian lainya,sehingga bagian apical ini
merupakan tempat predileksi penyakit tuberkulosis.

3. proses penularan
a. penularan melalui droplet yang di keluarkan ke udara oleh individu terinfeksi dalam
fase aktif → airbomedisease.faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemaparan:
     Konsentrasi droplet dalam udara
     Lama individu bernafas dalam udara yang terkontaminasi
     Daya tahan individu
b. saluran pencernaan dan luka terbuka pada kulit (lebih jarang).

4. patofisiologi
Fisiologi system respirasi
Oksigenasi terdiri dari tiga proses:
    1. proses ventilasi,adalah proses pengambilan o2 dari atmosfir ke dalam paru.
        Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas ventilasi adalah jalan nafas paten,
        kondisi paru normal, otot-otot pernafasan adekuat ,dan perbandingan udara
        dengan volume paru adekuat.
    2. proses difusi, adalah pertukaran gas dalam alveolus.kecepatan difusi di pengaruhi
        oleh suhu,tebal membran, beda konsentrasi dan daya larut o2.
    3. proses perfusi, merupakan kemampuan sirkulasi kapiler paru dalam transportasi
        o2 dan co2
fisiologi respirasi:
konsentrasi o2 ↓,co2 ↑,H+ ↑ →kemoreseptor pada cabang aorta dan carotid merangsang
medulla oblongata →impuls yang melalui spinal cord → otot interkonstal kontraksi
,diafragma melengkung,paru mengembang (inhalansi)→alveoli →difusi 02 dan CO2 →
O2 larut dalam plasma dan diikat Hb, CO2 dibuang melalui ekspirasi → O2 masuk sel
→difusi O2 dan CO2 pada tingkat seluler.
Patofisiologi
   a) Invasi mycobacterium tuberculosa melalui inhalansi droplet,saluran cerna,atau
        luka terbuka pada kulit.
   b) Reaksi inflamasi di paru → fagositosis kuman oleh leukosit dan makrofag →
        penumpukan eksudat dalam alveoli.
   c) Alveoli yang terserang akan mengalami konsolidasi dan timbul gejala pneumonia
        akut (batuk,hipertermi) →demam,malaise,penurunan nafsu makan → penurunan
        BB.
   d) Terjadi nrkrosis yang lesi
     → pembentukan jaringan fibrosa
     → pembentukan kavitas di alveoli → kavitas diisi oleh jaringan perkijuan
      Keduanya mengakibatkan konsilidasi paru → proses ventilasi dan difusi terganggu
      → sesak
   e) Proses dapat berjalan terus,bakteri terus difagosit atau berkembang biak dalam sel
   f) Bakteri menyebar melalui saluran getah bening/pembuluh darah → lesi pada
        organ lain.
   g) Fitrasi bakteri ke pleura → pleuritis → nyeri dada.

5. Manifestasi Klinis
   Gambarkan klinik TB paru dapat dibagi menjadi 2 golongan, gejala respiratorik dan
  gejala sistemik :
  1.Gejala respiratorik, meliputi :
        a. Batuk
            Gejala batuk timbul paling dini dan merupakan gangguan yang paling sering
            dikeluhkan.Mula-mula bersifat non produktif kemudian berdahak bahkan
            bercampur darah bila sudah ada kerusakan jaringan.
        b. Batuk Darah
            Darah yang dikeluarkan dalam dahak bervariasi, mungkin tampak berupa
            garis atau bercak-bercak darah, gumpalan darah atau darah segar dalam
            jumlah sangat banyak. Batuk darah terjadi karena pecahnya pembuluh darah.
            Berat ringannya batuk darah tegantung dari besar kecilnya pembuluh darah
            yang pecah.
        c. Sesak Nafas
            Gejala ini ditemukan bila kerusakan parenkim paru sudah luas atau karena ada
            hal-hal yang menyertai seperti efusi pleura, pneumothorax, anemia dan lain-
            lain.
        d. Nyeri Dada
            Nyeri dada pada TB paru termasuk nyeri pleuritik yang ringan. Gejala ini
            timbul apabila system persarafan dipleura terkena.

 2.Gejala sistemik, meliputi :
      a) Demam
          Merupakan gejala yang sering dijumpai biasanya timbul pada sore dan malam
          hari.
      b) Gejala Sistemik Lain
           Gejala sistemik lain ialah keringat malam, anoreksia, penurunan berat badan
           serta malaise.
6. Pemeriksaan Diagnostik
    a. Foto thorax PA, umumnya menunjukan infiltrasi lesi awal dilapangan atas paru
       pada tahap dini tampak gambaran bercak seperti awan dengan batas tidak jelas
       pada kavitas, bayangan berupa cincin; pada kalsifikasi tampak bayangan bercak
       padat dengan densitas tinggi.
    b. Pemeriksaan bakteriologik (sputum), ditemukannya kuman Mycobacterium
       tuberculasa dari sputum penderita (5000 kuman /cc dahak →(+))
    c. Tes tuberculin, dianggap signifikasi bila indurasi 10 mm atau lebih luas, setelah
       48-72 jam → pada anak merupakan penanda bahwa telah terinfeksi
       mycobacterium tuberkulosa.
    d. Bronchografi, untuk melihat kerusakan bronkus atu paru karena TB paru.
    e. Hematologi, peningkatan leukosit dan Laju Endap Darah LED.
    f. Spirometri, menunjukan penurunan kapasitas vital paru.

7. Penanganan Medis
    a. Antibiotik
    b. Obat-obatan simptomatik
       Dikenal dengan “ OAT” yang direkomendasikan oleh WHO (rifampisin, INH,
       pirazinamid, etabutol, streptomisin). WHO juga melaksanakan strategi
       penanggulangan TB yang dikenakan dengan DOTS (Directly Observed Treatment
       Short Course).

KEAMANAN
Gejala : Adanya kondisi penekanan imun,contoh AIDS , kanker.
        Tes HIV positif
Tanda  : Demam rendah atau sakit panas akut.

ITERAKSI SOSIAL
Gejala  : Perubahan isolasi/penolakan karena penyajit menular.
          Perubahan pola biasa dalam tanggung jawab/perubahan kapasitas fisik
         untuk melaksanakan peran.

PENYULUHAN/PEMBELAJARAN
Gejala     : Riwayat keluarga TB.
             Ketidakmampuan umum/kambuhnya TB.
             Tidak berpartisipasi dalam terapi.
Pertimbangan DRG menunjukkan rerata lama dirawat: 6,6 hari
Rencana penanggulangan : Memerlukan bantuan dengan/gangguan dalam terapi obat dan
bantuan perawatan diri dan pemeeliharaan rumah.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Kultur sputum : Positif untuk Mycobacterium tubercolosis pada tahap aktif penyakit.
Ziehl-Neelsen (pemakaian asam cepat pada gelas kaca untuk usapan cairan darah) :
Positif untuk basil asam cepat.
Tes kulit (PPD, Mantous, potongan Vollmer) : Reaksi positif ( area indurasi 10 mm,
terjadi 48-72 jam setelah injeksi intradermal antigen) me nunjukkan infeksi masa lalu dan
adanya antibody akan tetapi tidak secara berarti menunjukkan penyakit aktif. Reaksi
bermakna pada pasien yang secara klinik sakit bahwa TB aktif tidak dapat diturukan oleh
mikobakterium yang berbeda.
Foto torak : Dapat menunjukkan infiltrasi lesi awal pada area paru atas, simpanan
kalsium lesi sembuh primer, atau effuse cairan. Perubahan menunjukkan lebih luas TB
dapat termasuk rongga, area fibrosa.
Histologi atau kultur jaringan ( termasuk pembersihan gaster; urine dan cairan
serebrospinal, biopsy kulit ) : Positif untuk Mycobacterium tubercolosis.
Biopsis jarring pada jaringan paru : Positif untuk glanuroma TB ; adanya sel raksasa
menunjukkan nekrosis.
Elektrosit : Dapat tak normal tergantung pada lokasi dan beratnya infeksi; contoh
hiponatremia disebabkan oleh tak normalnya retensi air dapat ditemukan pada TB paru
kronis luas.
GDA : Dapat normal tergantung lokasi, berat dan kerusakan sisa pada paru.
Pemeriksaan fungsi paru : Penurunan kapasitas vital, peningkatan ruang mati,
peningkatan rasio udara residu dan kapasitas paru total, dan penurunan saturasi oksigen
sekunder infiltarsi parenkim, kehilangan jaringan paru, dan penyakit pleura (TB paru
kronis luas).

PRIORITAS KEPERAWATAN
  1. Meningkatakan/mempertahankan ventilasi/oksigenasi adekuat.
  2. Mencegah penyebaran infeksi.
  3. Mendukung prilaku/tugas untuk mempertahankan kesehatan.
  4. Meningkatkan strategi koping efektif.
  5. Memberikan informasi tentang proses penyakit/prognosis dan kebutuhan
     pengobatan.


TUJUAN PEMULANGAN
  1. Fungsi pernafasan adekuat untuk memenuhi kebutuhan individu
  2. Komplikasi dicegah
  3. Pola hidup/prilaku berubah diadopsi untuk mencegah penyebaran infeksi.
  4. Proses penyakit/prognosis dan program pengobatan dipahami.


DIAGNOSA KEPERAWATAN: INFEKSI, RISIKO TINGGI,
[PENYEBARAN/AKTIVASI ULANH]
Faktor risiko meliputi: pertahanan primer tak adekuat, penurunan kerja silia/stasis
                        sekret.
                        Kerusakan jaringan/tambahan infeksi
                        Penurunan pertahanan/penekanan proses inflamasi.
                        Malnitrisi.
                        Terpajan lingkungan.
                             Kurang pengetahuan untuk menghindari pemajanan
patogen.
Kemungkinan dibuktikan oleh: [Tidak dapat diterapkan, adanya tanda-tanda dan gejala-
                           gejala
                           Membuat diagnosa aktual].

HASIL YANG DI HARAPKAN/                 Mengidentifikasi intervensi untuk
                                        mencegah/menurunkan risiko
KRITERIA EVALUASI-                      penyebaran infeksi.
PASIEN AKAN:                            Menunjukan tekni/melakukan perubahan pola hidup
                                        untuk meningkatkan lingkungan yang aman.

        TINDAKAN/INTERVESI                             RASIONAL

        Mandiri
        Kaji patologi penyakit (aktif/fase             Membantu pasien
        tak aktif; diseminase infeksi melalui          menyadari/menerima perlunya
        bronkus untuk membatasi jaringan               mematuhi program pengobatan
        atau melalui aliran darah/sistem               untuk mencegah pengaktifan
        limfatik) dan potensial penyebaran             berulang/komplikasi. Pemahaman
        infeksi melalui droplet udara selalu           bagaimana penyakit disebarkan
        batuk, bersin, meludah, bicara,                dan kesadaran kemungkinan
        tertawa, menyanyi.                             transmisi membantu pasien/ orang
                                                       terdekat untuk mengambil langkah
                                                       untuk mencegah infeksi ke orang
                                                       lain.
        Identifikasi orang lain yang
        berisiko, contoh anggota rumah,                Orang-orang yang terpajan ini
        sahabat karib/teman.                           perlu program terapi obat untuk
                                                       mencegah penyebaran atau
                                                       terjadinya infeksi
        Anjurkan pasien untuk batuk/bersin
        dan mengelurkan pada tisu dan                  Prilaku yang diperlukan untuk
        menghindari meludah. Kaji                      mencegah penyebaran infeksi.
        pembuangan tisu sekali pakai dan
        teknik mencuci tangan yang tepat.
        Dorong untuk mengulangi
        demonstrasi.
                                                       Dapat membantu menurunkan rasa
        Kaji tindakan kontrol infeksi                  terisolaisi pesien dan membuang
        sementara, contoh masker                       stigma sosial sehubungan dengan
        atauisolasi pernapasan.                        penyakit menular.
                                      Reaksi demam indikator adanya
Awasi suhu sesuai indikasi            infeksi lanjut.

Identifikasi faktor risiko individu   Pengetahuan tentang faktor ini
terhadap pengaktifan berulang         membantu pasien untuk mengubah
tuberkulosis, contoh tahanan bawah    pola hidup dan
[alkoholisme, malnutrisi/bedah        menghindari/menurunkan insiden
bypass intestinal]; gunakan obat      eksaserbasi.
penekan imun/ kortikosteroid;
adanya diabetes melitus, kanker,
kalium.                               Periode singkat berakhir 2-3 hari
                                      setelah kemoterapi awal, tetapi
Tekankan pentingnya tidak             pada adanya rongga atau penyakit
menghentikan terapi obat.             luas sedang, risiko penyebaran
                                      infeksi dapat berlanjut sampai 3
                                      bulan

Kaji pentingnya mengikuti dan         Alat dalam pengawasan efek dan
kultur ulang secara periodik          keefektipan obat dan respons
terhadap sputum untuk lamanya         pasien terhadap terapi.
terapi
                                      Adanya anoreksia dan/atau
Dorong memilih/mencerna               malnutrisi sebelumnya
makanan seimbang. Berikan             merendahkan tahanan terhadap
makanan sering kecil makanan          proses infeksi dan mengganggu
kecil pada jumlah makanan besar       penyembuhan. Makan, kecil dapat
yang tepat.                           meningkatkan pemasukan semua.
Kolaborasi                            Kombinasi agen ati infeksi gabung
Berikan agen antiinfeksi sesuai       di gunakan,contoh dua obat primer
indikasi, contoh:                     atau satu primer tambah satu dan
Obat utama: Isoniazid (INH)           obat sekunder. INH biasanya obat
etambutal (Myaambutol); rifampin      pilihan untuk pasien infeksi dan
(RMP/Rifadin).                        pada resiko terjadi TB. Kemo
                                      terapi INH dan refampin jangan
                                      pernah (selama 9bulan) dengan
                                      etabutal ( selama du bulan pertama
                                      )pengobatan cukup untuk TB paru
                                      .etambutal tak harus di berikan bila
                                      sistem saraf pusat atau tak
                                      terkomplikasi ,penyakit diseminata
                                      terjadi apabila di curigai resisten .




TINDAKAN INTERVESI                    RASIONAL

KOLABORASI                            INH terapi luas (sampai 24 bulan)
                                      di indikasikan untuk kasus
                                      reaktifasi,reaktifasi TB
                                      ekstrapulmonal,atau adanya
                                      masalah medik lain, contoh
                                      diabetis melitus atausilikosis.
                                      Profilaksis dengan INH SELAMA
                                      12 bulan haruus di pertimbangkan
                                      pada pasien dengan HIV positif
Pirazinamida                          dengan PPD positif.
(PZA/Aldinamide);para-amino
salistik (PAS);sikoloserin            Ini obatsekunder di perlukan bila
(seromicycin);(stricin).              infeksi resisten terhadap atau tidak
                                      toleran obat primer.
awasi
pemerikasalaboratorium,contoh hasil   Pasien yang mengalami tiga
usap seputum.                         usapan negatif
                                      (memerlukan 3-5 bulan), perlu
                                      mentaati prigram obat, dan
                                      asimtomatik akan di klasifikasikan
AST/ALT                               tak menyebar.

Laporkan kedepartemenkesehatan        Efek merugikan terapi obat
lokal                                 termasuk hepatitis.
                                      Membantu mengidentifikasi
                                      lemgbaga yan dapat di hubungi
                                      untuk menurunkan penyebaran
                                                 infeksi




DIAGNOSA KEPERAWATAN :         BERSIHKAN JALAN NAFAS,TAK EFEKTIF
Dapat di hubungkan dengan:     sekret kental,atau sekret darah.
                               Kelemahan,upaya batuk buruk
                               Edema trakeal/faringeal
Kemungkinan di buktikan oleh : frekuensi pernafasan, irama,kedalaman tak normal.
                               Bunyi nafas tak normal,(ronki,mengi,)stridor.
                               Dispnea.
HASIL YANG DI HARRAPKAN/ mempertahankan jalan nafas pasien
KRITERIA EVALUASI –            megeluarkan sekret tanpa bantuan
PASIEN AKAN:                   menunjukan prilaku untuk
                               memperbaiki/mempertahankan kebersihan jalan
                               nafas.
                               Berpartisipasi dalam program pengobatan,dalam
                               tingkat kemempuan /situasi.
                               Mengidentifikasi potensial komlikasi dan
                               melakukan tindakan tepat.


      TINDAKAN/INERVENSI                        RASIONAL


      Mandiri
      Kaji fungsi pernapasan, contoh            Penurunan bunyi nafas dapat
      bunyi nafas,kecepatan,irama dan           menunjukan atelektasis.
      kedalaman,dan penggunaan otot             Ronki,mengi,menunjukan
      aksesori.                                 akumulasi sekret/ketidak mampuan
                                                untuk membersihkan jalan nafas
                                                yang dapat menimbulakan
                                                penggunaaan ootot aksesori
                                                pernapasan dan peningkatan kerja
                                     pernafasan.

Catat kemampuan untuk
mengeluarkan mukosa/ batuk           Pengeluaran sulit bila sekretsangat
efektif;catat karakter,jumlah        tebal (misal efek infeksi dan /atau
seputum,adanya hemoptisis            tidak adekuat hidrasi).
                                     Sputum berdarah kental atau darah
                                     cerah di akibatkan oleh kerusakan
                                     (kavitasi) paru atau luka bronkial
                                     dan dapat memerlukan evaluasi
Berikan pasien posisi semi atau      /intervensi lanjut.
fowler tinggi.                       Posisi membantu memaksimalkan
 Bantu pasien untuk batuk dan        ekspansi paru dan menurunkan
latihan nafas dalam                  upaya pernafasan.ventilasi
                                     maksimal membuka area atelektasis
                                     dan meningkatkan gerakan sekret
                                     kedalam jalan nafas besar untuk di
Bersihkan sekt\ret dari mulut dan    keluarkan
trakea;penghisapan sesuai
keperluan                            Mencegah
                                     obstruksi/aspirasi.penghisapan
                                     dapat di perlukan bila pasien tak
                                     mampu mengeluarkan sekret
Pertahankan masukan cairan
sedikitnya 2500 ml perhari kecuali
kontra indikasi.                     Pemasukan tinggi cairan membantu
                                     untuk mengencerkan
                                     sekret,membuatnya mudah di
Kolaborasi                           keluarkan
Lembabkan udara/oksigen
inspirasi.
                                     Mencegah pengeringan membran
                                     mukosa;membantu pengenceran
Beri obat-obatan sesuai indikasi     sekret.

Agen mukolitiok,contoh
asetilsitein(Mucomyst);
                                     Agen mukolitik menurunkan
Bronkodilator,contoh strifillin      kekentalan dan perlengketan sekret
(Choldyl);teofillin (Theo-Dur).      paru untuk memudahkan
                                                    pembersihan.
                                                    Bronkodilator meningkatkan ukuran
       Kortikosteroid (Prednison).                  lumen percabangan trakeobronkial,
                                                    sehingga menurunkan tahanan
                                                    terhadap aliran udara.

       Bersiap untuk /membantu intubasi             Berguna pada adanya keterlibatan
       darurat.                                     luas dengan hipoksemia dan bila
                                                    respons inflamasi mengancam hidup
                                                    .

                                                    Intubasi di perlukan pada kasus
                                                    jarang bronkogenik TB dengan
                                                    edema laring atau pendarahan paru
                                                    akut.


DIAGNOSIS KEPERAWATAN :              PERTUKARAN GAS,KERUSAKAN.RESIKO
                                     TINGGI TERHADAP
Faktor risiko meliputi :             penurunan permukaan efektif paru, atelektasis.
                                     Kerusakan membran alviolar-kapiler.
                                     Sekret kental,tebal.
                                     Edema bronkial.
Kemungkinan di buktikan oleh :       (tidak dapat di terapkan;adanya tanda- tanda dan
                                     gejala-gejala membuat diagnosa aktual).
HASIL YANH DI HARAPKAN/              Melaporkan tak adanya /penurunan dispnea
KRITERIA EVALUASI-
PASIEN AKAN:                         Menunjukan perbaikan ventilasi dan oksigenasi
                                     jaringan adekuat dengan GDA dalam tentang
                                     normal.
                                     Bebas dari distres pernapasan.


       TINDAKAN /INTERVENSI                         RASIONAL

       Mandiri

                                                    TB paru menyebabkan efek luas
       Kaji dispenia,takipnea,tak                   pada paru-paru dari bagian kecil
       normal/menurunya bunyi nafas,                bronkopneumonia sampaiinflamasi
       peningkatan upayan                           difusluas,nekrosis,effusi pleura dan
       pernafasan,terbatasnya ekspansi              fibrosis luas.efek pernapasan dapat
      dinding dada,dan kelemahan.               dari ringan sampai distpnea berat
                                                sampai disteres pernapasan.

                                                Akumulasi sekret/pengaruh jalan
      Evaluasi perubahan pada tingkat           nafas dan menganggu oksigenasi
      kesadaran.catat sianosis dan/atau         organ vital dan jarigan (rujuk ke
      perubahan pada warna kulit,               DK:bersihkan jalan nafas ).
      termasuk membran mukosa dan
      kuku.
                                                Membuat tahanan melawan udara
      Tunjukan atau dorong bernafas             luar, untuk mencegah
      bibir selama ekshalasi, khususnya         kolaps/penyempitan jalan nafas,
      untuk pasien dengan vibrosis atau         sehingga membantu menyebarkan
      kerussakan parentim.                      udara melalui paru dan
                                                menghilangkan/menurunkan nafas
                                                pendek.

      Tingkatkan tirah baring/batasi            Menurunkan konsumsi
      aktivitas dan bantu aktivitas             oksigen/kebutuhan selama periode
      perawatan diri sesuai keperluan.          penurunan pernafasan dapat
                                                menurunkan beratnya gejala.
      Kolaborasi

      Awasi seri GDA/nadi obsimetri
                                                Penurunan kandungan oksigen
                                                (Pao2) dan/atau saturasi atau
                                                peningkatan PaCO2 menunjukan
                                                kebutuhan untuk
      Berikan oksigen tambahan yang             interpensi/perubahan program
      sesuai.                                   terapi.

                                                Alat dalam memperbaiki
                                                hipoksemia yang dapat terjadi
                                                sekunder terhadap penurunan
                                                fentilasi/menurunnya permukaan
                                                alveolar.

DIAGNOSA KEPERAWATAN:               NUTRISI, PERUBAHAN, KURANG DARI
                                    KEBUTUHAN TUBUH.
Dapat dihubungkan dengan:           Kelemahan
                                    Sering batuk/produksi sputum;dispnea.
                                    Anoreksia
                                    Ketidakcukupan sumber keuangan
Kemungkinan dibuktikan oleh:        Berat badan dibawah 10%-20% ideal untuk bentuk
                                    tubuh dan berat.
                                    Melaporkan kurang tertarik pada makanan,
                                    gangguan sensasi pengecap.
                                    Tonus otot buruk.
HASIL YANG DIHARAPKAN/              Menunjukan berat badan meningkat mencapai
                                    tujuan
KRITERIAEVALUASI-                   dengan nilai laboratorium normal dan bebas tanda
                                    Malnutrisi.
PASIEN AKAN:                        Melakuakan prilaku/perubahan pola hidup untuk
                                    meningkatkan dan/atau mempertahankan berat yang
                                    tepat.

      TINDAKAN/INTERVENSI                          RASIONAL

      Mandiri

      Catat status nutrisi pasien pada             Berguna dalam mendefinisikan
      penerimaan, catat turgor kulit, berat        derajat/luasnya masalah dan
      badan dan derajat kekurangan berat           pilihan intervensi yang tepat.
      badan, integritas mukosa oral,
      kemampuan/ketidakmampuan
      menelan, adanya tonus usus, riwayat
      mual/muntah atau diare.
                                                   Membantu dalam mengidentifikasi
      Pastikan pola diet biasa pasien, yang        kebutuhan/kekuatan khusus.
      disukai/ tak disukai                         Pertimbangan keinginan individu
                                                   dapat memperbaiki masukan diet.

                                                   Berguna dalm mengukur
      Awasi masukan/pengeluaran dan                keefektifan nutrisi dan dukungan
      berat badan secara periodik.                 cairan.


      Selidiki anokresia, maul, dan muntah         Dapat mempengaruhi pilihan diet
      dan catat kemungkinan hubungan               dan mengidentifikasi area
      dengan obat Awasi frekuensi,                 pemecahan masalah untuk
      voleme, konsistensi feses.                   meningkatkan
                                                   pemasukan/penggunaan nutrien.
Dorong dan berikan periode istirahat   Membantu menghemat energi
sering.                                khususnya bila kebutuhan
                                       metabolik meningkat saat demam.

Berikan perawatan mulut sebelum
dan sesudah tindakan pernapasan.       Menurunkan rasa tak enak karena
                                       sisa sputum atau obat untuk
                                       pengobatan respirasi yang
Dorong makan sedikit dan sering        merangsang pusat muntah.
dengan makanan tinggi protein dan
karbohidrat.                           Memaksimalkan masukan nutrisi
                                       tanpa kelemahan yang tak
                                       perlu/kebutuhan energi dari makan
                                       makanan banyak dan menurunkan
Dorong orang terdekat untuk            iritasi gaster.
membawa makanan dari rumah dan
untuk membagi dengan pasien            Membuat lingkungan sosial lebih
kecuali kontraindikasi.                norma selama makan dan
                                       membantu memenuhi kebutuhan
Kolaborasi                             personal dan kultural.
Rujuk ke ahli diet untuk menentukan
komposisi diet.
                                       Memberikan bantuan dalam
                                       perencanaan diet dengan nutrisi
Konsul dengan terafi pernafasan        adekut untuk kebutuhan metabolik
untuk jadwal pengobatan 1-2 jam        dan diet.
sebelum/ setelah makan.
                                       Dapat membantu menurunkan
                                       insiden mual dan muntah
                                       sehubungan dengan obat atau efek
Awasi pemeriksaan laboratorium,        pengobatan pernafasan pada perut
contoh BUN,protein, serum, dan         yang penuh.
albumin.
                                       Nilai rendah menunjukan malnitrisi
                                       dan menunjukan kebutuhan
Berikan antipiretik tepat.             intervensi/ perubahan program
                                       terapi.

                                       Demam meningkatkan kebutuhan
                                       metabolik dan juga konsumsi
                                                   kalori.




DIAGNOSA KEPERAWATAN:              KURANG PENGETAHUAN ( KEBUTUHAN
                                   BELAJAR) MENGENAI KONDISI, ATURAN
                                   TINDAKAN, DAN PENCEGAHAN.
Dapat dihubungkan dengan:          Kurang terpajan pada/salah interpretasi informasi.
                                   Keterbatasan kognitif.
                                   Tak akurat/ tak lengkap informasi yang ada.
Kemungkinan dibuktikan oleh:       Permintaan informasi.
                                   Menunjukan kesalahan konsep tentang stasus
                                   kesehatan.
                                   Kurang atau tak akurat mengikuti intruksi/prilaku.
                                   Menunjukan atau memperlihatkan perasaan teranca.
HASIL YANG DIHARAPKAN/             Menyatakan pemahaman proses penyakit/prognosis
                                   dan
KRITERIA EVALUASI-                 kebutuhan pengobatan .
PASIEN AKAN:                       Melakukan prilaku/perubahan pola hidup untuk
                                   memperbaiki kesehatan umum dan menurunkan
                                   risiko pengaktifan ulang TB.
                                   Mengidentifikasi gejala yang memerlukan
                                   evaluasi/intervensi.
                                   Menggambarkan rncana untuk menerima perawatan
                                   kesehatan adekuat

      TINDAKAN/INTERVENSI                         RASIONAL

      Mandiri
      Kaji kemampuan pasien untuk                 Belajar tergantung pada emosi dan
      belajar, contoh tingkat takut,              kesiapan dan ditingkatkan pada
      masalah, kelemahan, tingkat                 tahapan individu.
partisipasi, lingkungan terbaik
dimana pasien dapat belajar,
seberapa banyak,media
terbaik,siapa yang terlibat.
                                        Dapat menunjukan kemajuan atau
Identifikasi gejala yang harus          pengaktifkan ulang penyakit atau
dilaporka ke perawat, contoh            efek obat yang memerlukan
hemoptisis, nyeri dada, demam,          evaluasi lanjut.
kesulitan bernafas, kehilangan
pendengaran, vertigo.                   Memenuhi kebutuhan metabolik
Tekankan pentingnya                     membantu meminimalkan
mempertahankan protein tinggi dan       kelamahan dan meningkatkan
diet karbohidrat dan pemasukan          penyembuhan. Cairan dapat
cairan adekuat (rujuk ke                mengencerkan/mengeluarkan
DK:Nitrisi,perubahan,kurang dari        sekret.
kebutuhan tubuh.
Berikan instruksi dan informasi         Informasi tertulis menurunkan
tertulis khusus pada pasien untuk       hambatan pasien untuk mengingat
rujukan contoh jadwal obat.             sejumlah besar informasi.
                                        Pengulangan menguatkan belajar.
Jelaskan dosis obat, frekuensi
pemberian, kerja yang diharapkan,       Meningkatkan kerja sama dalam
dan alasan pengobatan lama. Kaji        program pengobatan dan mencegah
potensial interaksi dengan              penghentian obat sesuai perbaikan
obat/substansi lain.                    kondisi pasien.

Kaji potensial efek samping
pengobatan (contoh mulut kering,        Mencegah/menurunkan
konstipasi, gangguan penglihatan,       ketidaknyamanaan sehubungan
sakit kepala, hipertensi ortostastik)   dengan teripai dan meningkatkan
dan pemecahan masalah.                  kerja sama dalam program.

Tekankan kebutuhan untuk tidak
minum alkohol sementara minum           Kombinasi INH dan alkohol telah
INH.                                    menunjukan peningkatan insiden
                                        hepatitis.
Rujuk untuk pemeriksaan mata
setelah memulai dan kemudian tiap       Efek samping utama menurunkan
bulan selama minum atambutal.           penglihatan; tanda awal
                                        menurunnya kemampuan untuk
      Dorong pasien/orang terdekat untuk         melihat warna hijau.
      menyatakan takut/masalah. Jawab
      pertanyaan secara nyata. Catat             Membarikan kesempatan untuk
      lamanya penggunaan                         memperbaiki kesalahan
      penyangkalan.                              konsepsi/peningkatan ansietas.
                                                 Ketidakadekuatan
                                                 keuangan/penyangkalan lama dapat
                                                 mempengaruhi koping
      Evaluasi kerja pada pengecoran             dengan/manajemen tugas untuk
      logam/tambang gunung, semburan             meningkatkan/mempertahankan
      pasir.                                     kesehatan.

                                                 Terpajan pada debu silikon
                                                 berlebihan meningkatkan risiko
      Dorong untuk tidak merokok.                silikosis, yang dapat secara negatif
                                                 mempengaruhi fungsi
                                                 pernapasan/bronkitis.

      Kaji bagaimana TB ditularkan               Meskipun merokok tidak
      (misalnya;khusus nya inhalasi              merangsang berulangnya TB, tetapi
      organisme udara tetapi dapat juga          meningkatkan disfungsi
      menyebar melalui feses atau urine          pernafasan/bronkitis.
      bila infeksi ada pada sistem ini) dan
      bahaya reaktivasi.                         Pengetahuan dapat menurunkan
                                                 risiko penularan/reaktipasi ulang.
                                                 Komplikasi sehubungan dengan
                                                 reaktifasi termasuk kavitasi,
                                                 pembentukan abses, empisema
                                                 destruktif, pneumotorak spontan,
                                                 pirosis interstisial difus, effusi
                                                 serosa, empiema, brokiektasis,
                                                 hemoptisis, luka GI, fistula
                                                 bronkopleural, laringitis
                                                 tuberkulosis, dan penyebaran
                                                 miliare.



Bibliografi
Referensi umum
Bellak,Jp and banford, PA :Nursing Assessment; A multidimensional Approach.jones &
Berkow ,R (ed):The merck,ed 15.merck sharp & Dohme Research laboratories,Rahway
                                   NJ ,
1987.
Cella,JH and waston,J: Nurse’s manual of laboratory Tests.FA Davis,philadelpia,1989.
Thomas ,CL(ed):Taber;sa, cyclopedic medical Dictionary,ed 16.FA
Davis,philaadephia,1991.

Artikel
Anderson ,S:ABBGs:six easy steps to interpreting blood gases,AJN 90(8):42,1990
Bella ,LA :steroidphobia and the pulmonary blood gases.AJN 90(8):26,1992.
Carroll,P:What’s new in chest tube management. RN 54 (5) :34,1991.
Caruthers ,DD:infectius pneumonia in the eldery.AJN. 20(2):56.1991.




            ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS TB PARU
       DASAR DATA PENGKAJIAN PASIEN
       Data tergantung pada pengkajian dan derajat yang terkena.

       AKTIVITAS / ISTIRAHAT
       Gejala       :kelelahan umum dan kelemahan.
                     Napas pendek karena kerja.
                    Kesulitan tidur pada malam atau demam malam hari, menggil dan/
       berkeringat.
                    Mimpi buruk.
       Tanda        :takikardi, takipnea/dispnea, pada kerja.
                    Kelelahan otot, nyeri, dan sesak (tahap lanjut).

       INTEGRITAS EGO
       Gejala          :adanya/factor stres lama.
                       Masalah keuangan rumah.
                       Perasaan tak berdaya/tak ada harapan.
                       Populasi budaya/etnik: Amerika Asli atau imigran dari amerika
       tengah, asia tengara,Indian anak benua.
       Tanda           :menyangkal (khususnya selama tahap dini)
                       Ansietas, ketakutan,mudah terangsang.
     MAKANAN/CAIRAN
     Gejala   : kehilangan nafsu makan.
              Tak dapat mencerna.
              Penurunan berat badan.
     Tanda    :turgor kulit buruk, keringat/kulit bersisik.
              Kehilangan otot./hilang lemak subkutan.

     NYERI/KENYAMANAN
     Gejala    :nyeri dada meningkat karena batuk berulang.
     Tanda     :berhati-hati pada area yang sakit.
               Perilaku distraksi, gelisah.

     PERNAPASAN
     Gejala         :batuk, produktif atau tak produktif.
                    Napas pendek.
                    Riwayat tuberkolosis/terpajan pada individu terinfeksi.
     Tanda          :peningkatan frekuensi pernapasan.
                    Pengembangan pernapasan tak simetris.
                    Perkusi pekak dan penurunan fremitus. Bunyi napas: menurun/tak
     ada secara bilateral atau unilateral. Bunyi napas



     ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN.X DENGAN TD PARU

A.   Pengkajian
     I.identitas pasien          :
         Nama                    : Tn.X
         Umur                    : 44 th
         Jenis kelamin           : laki - laki
         Agama                   : Islam
         Pendidikan              : SMA
         Pekerjaan               : Wiraswasta
         Alamat tempat tinggal   : Sukamerindu
         Status                  : Menikah
         Suku bangsa             : Indonesia

        Penanggung jawab                :
        Nama                     : Ny.B
        Umur                     : 40 th
        Jenis kelamin            : perempuan
        Agama                    : Islam
        Pendidikan               : SMA
        Pekerjaan                : IRT
        Alamat tempat tinggal    : Sukamerindu
          Status                 :Menikah
          Hubungan dengan pasien : Istri

       No Nama        Umur     Hubungan dengan pasien       Kondisi kesehatan
       1  Ny. X       40 th    Istri                        Sehat
       2  An. A       12 th    anak                         sehat

II. KELUHAN UTAMA
    Pasien datang kerumah sakit pada tanggal     jam     dalam keadaan sadar, pasien
    mengatakan, dalam 7 hari terakhir batuk berdahak disertai darah, sesak napas saat
    melakukan aktivitas berat, pasien mengatakan cepat lelah berkeringat malam,
    penurunan berat badan dan tidak nafsu makan.

III. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG

P       : Pasien pernah mengalami batuk yang lama dan tidak sembuh-sembuh, pernah
        berobat tetapi tidak sembuh, pernah berobat tetapi tidak teratur dan riwayat
        kontak dengan penderita TB paru.
Q       : batuk berdahak disertai darah, pasien mengatakan cepat lelah berkeringat malam
      dan tidak nafsu makan.
R       : paru – paru.
S       : Daya tahan tubuh yang tidak menurun,fibrosis parenkim paru, pleural, effuse
        pleura dan penurunan fremitus.
T       : pada saat melakukan aktivitas berat.
IV. RIWAYAT KESEHATAN LALU
    Pasien pernah mengalami batuk yang lama dan tidak sembuh-sembuh, pernah berobat
    tetapi tidak sembuh, pernah berobat tetapi tidak teratur dan riwayat kontak dengan
    penderita TB paru.

V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
   keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit menular ataupun penyakit
   keturunan.

VI. KEBUTUHAN SEHARI-HARI
Kebiasaan            Di rumah                               Di rumah sakit
1.Nutrisi
a.Makan
 -Frekuensi                    3X Sehari                             3X sehari
 -jenis makanan          Nasi 1 centong,sayur-               Nasi 1/2centong,lauk tahu
                       sayuran 1 mangkok,lauk                 goreng1 potong,ayam
                      tahu goring 2 potong,ayam                  goreng 1 potong.
                           goring 2 potong.
-Makanan pantangan
b.Minum
-Frekuensi                  6-8 gelas/sehari                       ± 3 gelas/hari
-Jenis minuman            Air putih dan kopi                         Air putih
-Infus terpasang                        -            Ada,RL/xx/i
2.Eliminasi
a.BAK
-Frekuensi                         ±4x sehari         ±4x sehari
-Bau                                 Khas               Khas
-Warna                              Kuning             Kuning
-Kateter terpasang                     -              Tidak ada
b.BAB
-Frekuensi                          2x sehari         1x sehari
-konsistensi                        Lembek            Lembek
-bau                                  Khas              Khas
-warna                               Kuning            Kuning
-kesulitan                              -               Ada
3.Kebiasaan tidur
-frekuensi/lama                    ±8 jam/hari       ±6 jam/hari
-sulit tidur                            -                Ada
4.Personal Higien
a.mandi
-frekuensi                          2x sehari             -
-pakai sabun                           Ya                 -
b.cuci rambut
-frekuensi                          2x sehari             -
-pakai shampoo                         Ya                 -
c.sikat gigi
-frekuensi                          2x sehari             -
-pakai pasta gigi                      Ya                 -
d.potong kuku
-frekuensi.                        1xseminggu             -
5.Aktifitas
-kegiatan sehari-hari               Mandiri      Dibantu keluarga dan
6.Spiritul                                             perawat
-sholat                             5x sehari             -
-mengaji                            2xsehari              -



VII. PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum    : lemah
Kesadaran       : compos mentis.
TD              : 130/80 mmHg.
P               : 98x/i
RR              : 30x/i
T               : 37 oc

1). kepala
                 Bentuk        :simetris
                 Kebersihan :bersih
                 Massa     :tidak ada
2). Rambut
                   Distribusi      :merata
                   Kebersihan      :bersih
                   Warna           :hitam
3). Mata
                   Sclera          :anikterik
                   Konjungtiva     :ananemis
                   Palpebra        :tidak ada pembengkakan dan tidak ada
                                    peningkatan TIO
                   Pupil           :issocort
                   Fungsi          :baik
4). Hidung
                   Bentuk       :simetris
                   Kebersihan   :bersih
                   Polip        :tidak mengalami pembesaran
                   Mukosa hidung:lembab
                   Fungsi       :baik
5). Telinga
                   Kebersihan      :bersih
                   Bentuk          :simetris
                   Daun telinga    :lengkap
                   Fungsi                  :baik
6). Mulut
                   Kebersihan     :bersih
                   Bau                    :khas
                   Gigi                   :lengkap
                   Plak pada gigi :tidak ada
                   Lidah                  :warna merah muda
                   Tonsil                 :warna merah
                   Mukosa         :lembab
                   Fungsi                 :baik
7). Leher
                   Pembesaran kelenjar typoid :tidak ada
                   Pembesaran kelenjar limpe :ada
                   Pembesaran pena jungularis :tidak ada
8). Dada
                   Bentuk         :simetris
                   Berbenjol      :tidak ada
                   Menggunakan pernapasan        :diafragma
                   Auskultrasi    :terdengar bunyi ronkhi basa.
                   Sesak nafas,pengembangan pernapasan tidak simetris dan
                                   perkusi pekak.
                   Nyeri dada.
9). Abdomen
                           Bentuk         :simetris
                           Massa                   :tidak ada
                           Hati kanan atas :tidak ada pembesaran
                           Bising usus    : 15x/i.
10). Ekstremitas
                             A. atas
                           Bentuk         :simetris
                           Pergerakan     :baik
                           Jari-jari      :lengkap
                             B. bawah
                           Bentuk         :simetris
                           Pergerakan     :baik
                           Jari-jari      :lengkap
                            11)genetalia
                           Kebersihan     :bersih
                           Kateter        :tidak ada
                           Kebersihan     :bersih
12). Anus dan rectum
                           Kebersihan     :bersih




DATA PENUNJANG
     Kultur sputum:BTA +.
     Foto Torak:dapat menunjukan infiltrasi lesi awal pada area paru atas,simpanan
     kalsium lesi sembuh primer,atau effusi cairan.perubahan menunjukan lebih luas
     TB dapat termasuk rongga area fibrosa.
     Tes darah:peningkatan leukosit (11.000/mm3) dan terjadi peningkatan LED.


B. ANALISA DATA
No Data penunjang                             Etiologi            Masalah
1   DS : pasien mengatakan pasien mengatakan, peningkatan secret. Bersihan jalan nafas
         dalam 7 hari terakhir batuk berdahak                     tidak efektif.
         disertai darah, sesak napas saat
         melakukan aktivitas berat.

     DO: Pada Auskultrasi :terdengar bunyi
         ronkhi           basa.,           sesak
         nafas,pengembangan pernapasan tidak
         simetris dan perkusi pekak. nyeri dada.
         TD:130/80 mmHg.
         P:98x/i
         RR:30x/i
2.   DS : pasien mengatakan ada riwayat kontak Penurunan     daya Resiko          tinggi
          dengan penderita TB paru, Pasien tahan tubuh            infeksidan penyebaran
          mengatakan pernah mengalami batuk                       infeksi
          yang lama dan tidak sembuh-sembuh,
          pernah berobat tetapi tidak sembuh,
          pernah berobat tetapi tidak teratur.


     DO : Kultur sputum:BTA +.
        Foto Torak:dapat menunjukan infiltrasi
        lesi awal pada area paru atas,simpanan
        kalsium lesi sembuh primer,atau effusi
        cairan.perubahan menunjukan lebih luas
        TB dapat termasuk rongga area fibrosa.
        Tes       darah:peningkatan     leukosit
        (11.000/mm3) dan terjadi peningkatan
        LED

3.   DS:pasien mengatakan tidak nafsu makan, Asupan         nutrisi Gangguan pemenuhan
        cepat lelah,berkeringat pada malam hari yang inadekuat.     kebutuhan nutrisi.
        dan mengalami penurunan BB.

     DO: Adanya produksi sputum.
        TD: 130/80 mmHg.
        P: 98x/i
        RR: 30x/i
        T: 37



C. Diagnosa keperawatan
    Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan peningkatan secret
    Resiko tinggi infeksi dan penyebaran infeksi berhubungan dengan penurunan
       daya tahan tubuh.
    Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi berhubungan asupan nutrisi yang
       inadekuat.
    D. RENCANA ASKEP PASIEN DENGAN TB PARU
No.    Diagnosa            Tujuan               Rencana keperawatan
Dp     keperawatan                              intervensi             rasional
1      Bersihan jalan      Klien dapat:        a. Kaji         fungsi Penurunan Bunyi Napas
       nafas tidak efektif    a. mempertaha pernafasan:bunyi            Indikasi Atelektasis, Ronki
       berhubungan                nkan jalan      nafas,kecepatan,      Indikasi          Akumulasi
       peningkatan                napas paten. irama,kedalaman          Secret/Ketikmampuan
       secret                                     dan penggunaan Membersihkan Jalan Napas
                              b. Mengeluark obat aksesori.              Sehingga Otot Aksesori
                                  an secret                             Digunakan     Dan      Kerja
                                  tanpa                                 Pernapasan Meningkat.
                                  bantuan.
                              c. Menunjukk b. Catat                     Pengeluran Sulit Bila Secret
                                  an prilaku        kemampuan           Tebal, Sputum Berdarah
                                  untuk             untuk               Akibat Kerusakan Paru Atau
                                  memperbaik        mengeluarkan        Luka     Bronchial     Yang
                                  i bersihan        secret atau batuk Memerlukan
                                  jalan nafas.      efektif,     catat Evaluasi/Intervensi Lanjut.
                                                    karakter,jumlah
                              d. Berpartisipa       sputum, adanya
                                  si dalam          hemoptisis.
                                  program
                          pengobatan c. Berikan pasien          Meningkatkan    Ekspirasi
                          sesuai         posisi semi atau       Paru, Ventilasi Maksimal
                          kondisi.       fowler,                Membuka Area Atelektasis
                                         Bantu/ajarkan          Dan Peningkatan Gerakan
                       e. Mengidentif    batuk efektif dan      Secret     Agar   Mudah
                          ikasi          latihan     napas      Dikeluarkan.
                          potensia       dalam.
                          komplikasi
                          dan         d. Bersikan secret        Mencegah
                          melakukan      dari mulut dan         Obstruksi/Aspirasi, Suction
                          tindakan       trakea, suction        Dilakukan Bila Pasien Tidak
                          tepat.         bila perlu.            Mampu          Mengeluarkan
                                                                Secret.

                                        e. Pertahankan       Membantu    Mengencerkan
                                           intake     cairan Secret Sehingga Mudah
                                           minimal     2500 Dikeluarkan.
                                           ml/hari kecuali
                                           kontraindikasi.

                                        f. Lembabkan            Mencegah     Pengeringan
                                           udara/oksigen        Membrane Mukosa.
                                           inspirasi.

                                        g. Bantu inkubasi Diperlukan    Pada    Kasus
                                           darurat   bila Jarang Bronkogenik, Dengan
                                           perlu.         Edema       Laring     Atau
                                                          Perdarahan Paru Akut.

                                        h. Berikan              Menurunkan      Kekentalan
                                           obat:agen            Secret, Lingkaran Ukuran
                                           mukolitik,           Lumen       Trakeabronkial,
                                           bronkodilator,       Berguna    Jika     Terjadi
                                           kortikosteroid       Hipoksemia Pada Kavitas
                                           sesuai indikasi.     Yang Luas

2   Resiko tinggi   Klien dapat:      a. Review patologi        Membantu Pasien Agar Mau
    infeksi dan        a. Mengidentif penyakit           fase   Mengerti Dan Menerima
    penyebaran             ikasi         aktif/yidak aktif,     Terapi Yang Diberikan Untuk
    infeksi.               intervensi    penyebaran infeksi     Mencegah Komplikasi.
                           untuk         melalui bronkus
                           mencegah/     pada       jaringan
                           menurnkan     sekitarnya      atau
                           resiko        aliran darah /
                           penyebaran    system limped an
                           infeksi.      resiko       infeksi
                 melalui   batuk,
b. Menunjukk     bersin, meludah,
   an/melakuk    teryawa,
   an            ciuman/menyanyi.
   perubahan
   pola hidup
   untuk      b.Identifikasi orang- Orang-Orang Yang Beresiko
   meningkatk   orang          yang Perlu Program Terapi Obat
   an           beresiko terkena Penyebaran Infeksi.
   lingkungan   infeksi      seperti
   yang aman.   anggota
                keluarga,teman
                orang dalam satu
                perkumpulan.

               c. Anjurkan pasien Kebiasaan        Ini     Untuk
                  menutup       mulut Mencegah         Terjadinya
                  dan       membung Penularan Infeksi.
                  dahak di tempat
                  penampungan yng
                  tertutup jika batuk.


               d.Gunakan masker Mengurangi                Penyebaran
                 setiap melakukan Infeksi.
                 tindakan.

               e. Monitor                 Febris Merupakan Indikasi
                  temperatur.             Penyebaran Infeksi.


               f. Identifikasi            Pengetahuan Tentang Factor-
                  individu        yang    Faktor Dan Membantu Pasien
                  berisiko       tinggi   Mengubah Gaya Hidup Dan
                  untuk      terinfeksi   Menghinari/Mengurangi
                  ulang tuberkolosis      Keadaan Yang Lebih Buruk.
                  paru,
                  seperti:alkoholism
                  e,       malnutrisi,
                  operasi       bypass
                  intestinal,
                  menggunakan obat
                  penekan
                  imun/kortikosteroi
                  d,            adanya
                  diabetesmelitus,
                                                kanker.

                                              g.Tekankan untuk        Periode    Menular    Dapat
                                                tidak                 Terjadi Hanya 2-3 Hari
                                                menghentikan          Setelah Permulaan Kemotrapi
                                                terapi       yang     Jika      Sudah      Terjadi
                                                dijalani.             Kavitas,Resiko,Penyebaran
                                                                      Infiksi   Dapat    Berlanjut
                                                                      Sampai 3 Bulan.

                                              h.Pemberian terapi INH Adalah obat pilihan bagi
                                                INH, etambutol, penyakit tuberkolosis primer
                                                rifampisin.      dikombinasikan dengan obat-
                                                                 obat lainnya. pengobatan
                                                                 jangka pendek. INH dan
                                                                 Rifampisin selama 19 bulan
                                                                 dan etambutol untuk 2 bulan
                                                                 pertama.

                                              i. Pemberian terapi Obat-obat sekunder diberikan
                                                 Pyratizamid         jika obat-obat primer sudah
                                                 (PZA)/Aldinamide resisten.
                                                 ,para-amino salisik
                                                 (PAS),
                                                 sikloserin,strepto
                                                 misin.

                                              j. Monitor   sputum Untuk mengawasi keefektifan
                                                 BTA.             obat dan efeknya serta respon
                                                                  pasien terhadap terapi.


3.   Perubahan nutrisi   Klien dapat:       a. Catat status nutrisi   Berguna               dalam
     kurang dari            a. Menunjukk       klien: turgor kulit,   mendefinisikan      derajad
     kebutuhan tubuh.           an berat       timbang       berat    masalah dan intervensi yang
                                badan          badan,integritas       tepat.
                                meningkat      mukosa
                                mencapai       mulut,kemampuan
                                tujuan         menelan,adanya
                                dengan niali bising          usus,
                                laboratoriu    riwayat
                                m normal       mual/muntah atau
                                dan bebas      diare.
                                tanda
                                malnutrisi. b.Kaji pola diet
                                               pasien        yang     Membantu          intervensi
b. Melakukan     disukai/tidak          kebuhan                yang
   perubahan     disukai.               spesifik,meningkatkan intake
   pola hidup                           diet pasen.
   untuk
   meningkatk c. Monitor       intake   Mengukur keefektifan nutrisi
   an dan        dan output secara      dan cairan.
   mempertaha periodic.
   nkan berat
   badan yang
   tepat.     d.Catat        adanya     Dapat menentukan jenis diet
                 anoreksia, mual,       dan        mengidentifikasi
                 muntah,2         dan   pemecahan              untuk
                 tetapkan jika ada      meningkatkan intake nutrisi.
                 hubungannya
                 dengan medikasi.
                 Awasi frekuensi,
                 volume, konsisten
                 Buang Air Besar
                 (BAB).

                e. Anjurkan bedrest.    Membantu menghemat energi
                                        khusus saat demem terjadi
                                        peningkatan metabolic.


                f. Lakukan              Mengurangi rasa tidak enak
                   perawatan mulut      dari sputum atau obat-obat
                   sebelum      dan     yang     digunakan    yang
                   sesudah tindakan     dapatmerangsang muntah.
                   pernapasan.

                g.Anjurkan makan Memaksimalkan             intake
                  sedikit dan sering nutrisi      dan menurunkan
                  makanan      tinggi iritasi gaster.
                  protein         dan
                  karbohidrat.

                h.Rujuk keahli gizi Memberikan bantuan dalam
                  untuk menentukan perencanaan diet dengan
                  komposisi diet.   nutrisi  adekuat   untuk
                                    kebutuhan metabolic dan
                                    diet.


                i. Konsul dengan tim Membantu      menurunkan
                   medis       untuk insiden mual dan muntah
                                            jadwal pengobatan karena efek samping obat.
                                            1-2           jam
                                            sebelum/setelah
                                            makan.

                                         j. Berikan antipiretik Demam          meningkatkan
                                            tepat.              kebutuhan metabolic dan
                                                                konsumsi kalori.

                                         k.Awasi periksaan Nilai rendah menunjukkan
                                           laboratorium.       malnutrisi dan perubahan
                                           (BUN,       protein program terapi.
                                           serum,         dan
                                           albumin).




    E. IMPLEMENTASI
No.    Hari / tanggal Jam    Implementasi               Evaluasi formatif        Paraf
Dp
1.                          a.mengkaji         fungsi   Setelah dilakukan
                              pernafasan:bunyi          pengkajiaan terjadi
                              nafas,kecepatan,          penurunan bunyi
                              irama,kedalaman dan       napas.
                              penggunaan         obat
                              aksesori.

                            b.mencatat kemampuan
                              untuk     mengeluarkan
                              secret    atau   batuk
                              efektif,          catat
                              karakter,jumlah
                              sputum,         adanya
                              hemoptisis.

                            c.memberikan        pasien Setelah posisi pasien
                              posisi semi atau fowler, diatur, pasien terlihat
      Bantu/ajarkan      batuk dan mengatakan
      efektif dan       latihan nyaman.
      napas dalam.


     d.membersikan        secret Setelah dilakukan
       dari mulut dan trakea, tindakan pasien
       suction bila perlu.       terlihat segar.


     e.mempertahankan              Pasien mengatakan
       intake cairan minimal       tidak ada kesulitan
       2500 ml/hari kecuali        dalam mengeluarkan
       kontraindikasi.             secret.


     f.memlembabkan             Membrane mukosa
       udara/oksigen inspirasi. pasien terlihat
                                lembab.

     g.membantu        inkubasi
       darurat bila perlu.

     h.memberikan obat:agen        Setelah tindakan
       mukolitik,                  pasien mengatakan
       bronkodilator,              merasa enakan
       kortikosteroid sesuai       setelah diberi obat.
       indikasi

2.   a. mereview      patologi
        penyakit           fase
        aktif/yidak       aktif,
        penyebaran infeksi
        melalui bronkus pada
        jaringan sekitarnya
        atau aliran darah /
        system limped an
        resiko infeksi melalui
        batuk,          bersin,
        meludah,      teryawa,
        ciuman/menyanyi.

     b. Identifikasi  orang- Setelah dilakukan
        orang yang beresiko indentifikasi
        terkena       infeksi diketahui dengan
        seperti      anggota siapa pasien kontak
   keluarga,teman orang dengan penderita TB
   dalam            satu paru.
   perkumpulan.

c. Anjurkan     pasien       Setelah dilakukan
   menutup mulut dan         tindakan pasien
   membung dahak di          mematuhi anjuran
   tempat penampungan        perawat.
   yng tertutup jika
   batuk.

d. Gunakan      masker
   setiap    melakukan
   tindakan.

e. Monitor temperatur.       Setelah tindakan
                             suhu tubuh pasien
                             normal.

f. Identifikasi individu
   yang berisiko tinggi
   untuk        terinfeksi
   ulang     tuberkolosis
   paru,
   seperti:alkoholisme,
   malnutrisi,     operasi
   bypass      intestinal,
   menggunakan obat
   penekan
   imun/kortikosteroid,
   adanya
   diabetesmelitus,
   kanker.

g. Tekankan untuk tidak Setelah tindakkan
   menghentikan terapi pasien mengatakan
   yang dijalani.       ingin mengikuti
                        terapi sampai tuntas.

h. Pemberian       terapi Setelah dilakukan
   INH,        etambutol, tindakkan pasien
   rifampisin.            terlihat segar dan
                          merasa baikan.

i. Pemberian        terapi Setelah dilakukan
   Pyratizamid             tindakkan pasien
        (PZA)/Aldinamide,pa terlihat segar dan
        ra-amino        salisik merasa baikan.
        (PAS),
        sikloserin,streptomisi
        n.

     j. Monitor       sputum Setelah dilakukan
        BTA.                 pemeriksaan BTA +.


3.   a. Catat status nutrisi     Hasil tindakkan
        klien: turgor kulit,     turgor kulit masih
        timbang          berat   kering TB (saat sakit
        badan,integritas         50 kg dan sebelum
        mukosa                   sakit 63 kg) dan
        mulut,kemampuan          mukosa bibir
        menelan,adanya           lengkap.
        bising usus, riwayat
        mual/muntah       atau
        diare.

     b. Kaji pola diet pasien
        yang     disukai/tidak
        disukai.

     c. Monitor intake dan Hasil monitoring
        output       secara intake dan output
        periodic.           balance.


     d. Catat         adanya     Hasil tindakan
        anoreksia,     mual,     pasien mengatankan
        muntah, dan tetapkan     masih tidak nafsu
        jika             ada     makan, mual dan
        hubungannya dengan       muntah.
        medikasi.      Awasi
        frekuensi,   volume,
        konsisten Buang Air
        Besar (BAB).


     e. Anjurkan bedrest.        Pasien mengatakan
                                 akan mengikuti
                                 anjuran perawat.

     f. Lakukan    perawatan
                                          mulut sebelum dan
                                          sesudah     tindakan
                                          pernapasan.


                                       g. Anjurkan     makan Setelah tindakan
                                          sedikit dan sering pasien
                                          makanan      tinggi menghabiskan ½
                                          protein         dan porsi makan yang
                                          karbohidrat.        tersedia.

                                       h. Rujuk keahli gizi
                                          untuk   menentukan
                                          komposisi diet.

                                       i. Konsul dengan tim
                                          medis untuk jadwal
                                          pengobatan 1-2 jam
                                          sebelum/setelah
                                          makan.

                                       j. Berikan       antipiretik Setelah tindakan
                                          tepat.                    pasien istirahat.



                                       k. Awasi       periksaan     Setelah tindakan
                                          laboratorium. (BUN,       belum ada
                                          protein serum, dan        perubahab kadar
                                          albumin).                 BUN, protein dan
                                                                    albumin kearah
                                                                    normal.




      F. EVALUASI
No.       Hari / tanggal     Jam                            Evaluasi                    Paraf
Dp
1.       Senin,            08.00 wib    S :
         15/03/2010                           * pasien mengatakan nyaman dengan
                                              posisinya sekarang.
                                              * pasien mengatakan tidak ada kesulitan
                                              dalam mengeluaran secret
          * pasien mengatakan merasa enakan
          setelah minum obat.

     O:
          * membran mukosa terlihat lembab.
          * Pasien telihat segar.
          * Terjadi penurunan bunyi napas.

     A:
          Masalah teratasi.

     P:
          Lanjutkan intervestasi.


2.   S:
          * Pasien mengtakan rekan kerjanya ada
          yang menderita TB PARU.
          * Pasien mengatakan akan mengikuti
          anjuran perawat untuk melakukan terapi
          sampai tuntas dan membuang dahak di
          tempat pembuangan.
     O:
         * pasien terlihat segar dan mengerti apa
     yang di anjurkan perawat.
         * suhu tubuh normal 37.
         * BTA +

     A:
          Masalah teatasi sebagian.
     P:
          Ulangi intervensi no 6,7dan 8


3.   S:
         * pasien mengatakan tidak mampu makan,
     mual dan muntah + .
         * pasien mengatakan akan mengikuti
     anjuran PS.

     O:
        * turgor kulit masih kering, membrane
     mukosa masih lembab, penurunaan berat
     badan 77 kg.
        * intake dan output balance.
        * belum ada perubahan kearah normal dari
hasil pemeriksaan lab.
   * pasien hanya menghabiskan ½ porsi yang
diisediakan.
A:
   masalah belum teratasi.

P:
     ulangi intervensi

								
To top