Docstoc

makalah_perkembangan - PDF

Document Sample
makalah_perkembangan - PDF Powered By Docstoc
					    “KONSEP PERKEMBANGAN INDIVIDU & RELEVANSINYA
               TERHADAP PEMBELAJARAN”


Makalah Kelompok disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Perkembangan
                     Peserta Didik Pendidikan Dasar
                  Dosen: Dr. Juntika Nur Ikhsan, M.Pd



                                Oleh:

                    Dedi Haryono       (0704849)
                    Nandang Kosim      (0704859)
                    Abdul Aziz Hamdani (       )




              PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DASAR
                  SEKOLAH PASCASARJANA


              UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
                         TAHUN 2007




                                                                     1
A. PENDAHULUAN

       Pemahaman terhadap konsep perkembangan individu merupakan sebuah

keharusan bagi pendidik/guru, karena beberapa alasan diantaranya ;

   1. Peserta didik mengalami perkembangan fase alamiah yaitu perkembangan

       secara fisik maupun psikis

   2. Peserta didik sebagai subjek dalam pembelajaran, harus dapat diketahui

       secara psikologis, hal ikwal kecendrungan dalam hubungan interpersonal

       dengan sesamanya, guru, social serta keluarga

   3. Dalam setiap perkembangan mempunyai ciri-ciri tertentu yang harus

       diketahui oleh pendidik, beberapa fase yang dikenal dengan masa kanak-

       kanak, remaja dan dewasa. sehingga dalam persoalan ini pada setiap

       tingkatan    perlu   pemahaman       konsep     sebagai    bentuk   menyikapi

       kecendrungan yang dilakukan oleh peserta didik

       Dalam pembahasan makalah ini mencoba mengkaji tentang perkembangan

individu   secara   konseptual   sehingga     dapat    menemukan      kecendrungan-

kecendrungan peserta didik dalam berbagai fase yang telah disebutkan diatas

untuk dikaitkan dengan penerapan pendekatan pembelajaran, dan merelevansi

semua fase tersebut tetap dalam koridor interaksi edukatif. Dengan sistematika

pembahasan    dalam    makalah      ini   ditekankan    pada     pemahaman    konsep

perkembangan individu dan relevansinya terhadap proses pembelajaran.

       konsep perkembangan individu dan relevansinya terhadap proses

pembelajaran merupakan sebuah permasalahan yang sifatnya general bagi guru di

Indonesia khususnya pada pendidikan dasar yang notabene peserta didik pada

tahapan transisi dalam melepas dunia anak-anaknya dan menuju pada usia remaja.




                                                                                  2
Disebabkan bahwa guru tidak semata-mata melihat siswa sebagai wadah yang

begitu saja tanpa metode dalam melakukan pendekatan.



        “Pendidik perlu memahami karakteristik perkembangan peserta didik,
karena beberapa alasan, yaitu: (a) arah pendidikan adalah pengembangan potensi
atau fitrah peserta didik sebagai makluk yang berdimensi biopsikososiospritual
(biologis/fisik, psikis: intelektual dan emosi, social dan spritual); (b) telah terjadi
perbahan pandangan terhadap anak, yaitu pengakuan bahwa anak sebagai manusia
penuh dalam setiap fase perkembangannya dan dihormati penuh sebagai
menghormati orang lainnya; dan (c) perubahan tersebut berpengaruh terhadap
pola hubungan antara guru dengan peserta didik, yakni dari hubungan atasan dan
bawahan menjadi hubungan persahabatan, dimana guru menghormati pribadi
peserta didik. Alasan tersebut memberikan isyarat bahwa pemahaman guru
terhadap karakteristik perkembangan peserta didik merupakan aspek penting yang
menentukan mutu proses dan hasil pembelajaran”. (Syamsu Yusuf, LN: 2007)


       Dari pendapat diatas mengisyaratkan bahwa pentingnya bagi seorang

pendidik untuk memahami perkembangan individu untuk dapat mengenal

karateristik pada peserta didik. Karena peserta didik adalah subjek yang

mempunyai pribadi untuk diakui dan dipahami sebagai pribadi yang mandiri dan

mengalami perubahan secara alamiah baik secara biologis dan psikis, biologis

dalam hal ini perubahan pada tataran fisik yaitu organisme (tubuh) menuju pada

bentuk tertentu sesuai dengan perkembangan usianya. Salah satu contoh adalah

perubahan organ-organ seksual pada usia remaja. Sedangkan pada tataran psikis

merupakan keterpaduan kecendrungan yang terjadi dari perubahan biologis

tersebut, salah satu contoh disini pada fase tertentu, kemampuan peserta didik

dalam perbendaharaan kata yang dimilikinya bertambah disebabkan terjadinya

perkembangan individu tersebut.




                                                                                     3
B. KONSEP PERKEMBANGAN INDIVIDU & RELEVANSINYA
   TERHADAP PEMBELAJARAN


    1. Konsep Perkembangan Individu

           Tugas seorang guru tidak terlepas dari aspek-aspek psikologis yang

    melatarbelakangi anak didiknya dalam proses belajar mengajar. Karena

    itu, penting sekali dibekali dengan prinsip-prinsip dasar psikologis untuk

    mendukung pekerjaannya yang harus mempersiapkan, melaksanakan,

    mengevaluasi    dan    membimbing      proses   belajar-mengajar.    (Abin

    Syamsuddin : 2005)

           Fase atau tingkatan individu dibagi kedalam tiga tingkat; (1) fase

    anak usia dini (2) fase anak sekolah (3) fase remaja, bahwa fase tersebut

    sebenarnya perubahan pada proses pematangan/dewasa individu, dalam

    setiap fase meminjam istilah ilmu tasawuf mengalami hal ikwal tertentu

    menuju pada penyempurnaan kepribadian atau kematangan / dewasa.

    Menurut Syamsu Yusuf L.N. (2007: 83) perkembangan individu

    berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan dengan

    pengertian; (1) sistematis, saling keterkaitan kesiapan tubuh dengan proses

    perkembangan, anak dapak berjalan ketika otot kaki mulai kuat. Dan anak

    dapat mengunyah makanan keras ketika gigi tumbuh. Pola kesiapan

    tersebut terus berkaitan sampai proses pendewasaan (2) progresif,

    perubahan yang terjadi bersifat maju, berkembang secara ukuran, dari

    pendek menjadi tinggi, kecil menjadi besar. Perubahan proporsi ini akan

    terjadi sejak masa bayi menuju anak-anak, remaja dan dewasa mengikuti

    proses pertumbuhan alamiah manusia. Serta progresif dalam tataran




                                                                             4
psikisnya (3) berkesinambungan, melalui proses yang teratur, contoh:

seorang anak dapat berjalan melalui proses tengkurap, duduk, merangkak,

berjalan..

         Pengaruh antara perkembangan fisik dengan psikis. Keterkaitan

tersebut dalam bebagai fase perkembangan baik pada anak-anak, remaja

dan usia dewasa. Perkembangan Tidak hanya dipahami sebagai perubahan

ciri tubuh semata. Tetapi mempunyai pola hubungan dengan psikis

(kejiwaan). Pada fase anak-anak dengan bentuk tubuh yang tidak

mencolok pada organ seksualnya kecendrungan psikisnya adalah

keinginan untuk selalu bermain, dan mempunyai pemahaman semuanya

berhak dimilikinya, sering terjadi keinginan memiliki yang sangat tingi

sekali terkadang merampas hak orang lain dengan tidak mengindahkan

proses yang wajar dalam sebuah interaksi social dan tidak memperhatikan

pola hubungan social. Alamnya pada dirinya tidak pada orang lain.

Berbeda sekali dengan pada usia remaja dan dewasa, dimana dia akan

mulai bergantung pada orang lain sebagai interaksi social sehingga dalam

hal    ini   alamnya   pada   dirinya   dan   orang   lain.   Kecendrungan

memperhatikan dan berhubungan dengan orang lain mulai tumbuh.


2. Relevansi Terhadap Pembelajaran

         Ada empat tingkat pendekatan pembelajaran bagi perkembangan
      anak menurut Erikson seperti yang dukutip oleh Agus Ruslan (2007),
      yaitu: (a) usia anak 0 - 1 tahun yaitu trust Vs mistrust. Pengasuhan
      dengan kasih sayang yang tulus dalam pemenuhan kebutuhan dasar
      bayi menimbulkan "trust" pada bayi terhadap lingkungannya. Apabila
      sebaliknya akan menimbulkan "mistrust" yaitu kecemasan dan




                                                                        5
kecurigaan terhadap lingkungan; (b) usia 2 - 3 tahun, yaitu autonomy
Vs shame and doubt. Pengasuhan melalui dorongan untuk melakukan
apa yang diinginkan anak, dan sesuai dengan waktu dan caranya
sendiri dengan bimbingan orang tua/guru yang bijaksana, maka anak
akan mengembangkan kesadaran autonomy. Sebaliknya apabila guru
tidak sabar, banyak melarang anak, menimbulkan sikap ragu-ragu pada
anak. Jangan membuat anak merasa malu. (c) usia 4 - 5 tahun, yaitu
Inisiative Vs Guilt, yaitu pengasuhan dengan memberi dorongan
untuk bereksperimen dengan bebas dalam lingkungannya. Guru dan
orang tua tidak menjawab langsung pertanyaan anak (ingat metode
Chaining nya Gagne), maka mendorong anak untuk berinisiatif
sebaliknya, bila anak selalu dihalangi, pertanyakan anak disepelekan,
maka anak akan selalu merasa bersalah.(d) usia 6 - 11 tahun, yaitu
Industry Vs Inferiority, bila anak dianggap sebagai "anak kecil" baik
oleh orang tua, guru maupun lingkungannya, maka akan berkembang
rasa rendah diri, dampaknya anak kurang suka melakukan tugas-tugas
yang bersifat intelektual, kurang percayadiri.
   Dalam Al-Qur’an Allah berfiman yang artinya : “Katakanlah,
tiap-tiap orang berbuat menurut keadaanya masing-masing”,
(QS.Al Isra’/17 :84). Dari ayat ini dapat dipahami bahwa setiap
individu mempunyai perbedaan, baik dari karakteristik dan tingkat
pemahaman, dalam artian bahwa setiap fase merupakan manifestasi
dari bagian integral perkembangan individu. Peserta didik dalam fase
tertentu mempunyai tingkat intelegensi, minat, dan kepribadian
mengikuti tahapan perkembangan individu.
   Seorang pendidik mempunyai keharusan untuk memahami pada
tahapan-tahapan proses perkembangan individu tersebut, sehingga
dapat memutuskan pendekatan dalam menyampaikan pelajaran /
pendidikan. Tidak serta merta hanya menguasai kecakapan materi
tanpa memperhatikan tahapan psikis kemampuan siswa. Hal tersebut
akan berakibat fatal bagi proses pembelajaran selanjutnya. Salah satu
contoh ketika pada pendekatan pembelajaran awal anak usia dini akan




                                                                   6
           berpengaruh sekali terhadap pembelajaran pada masa usia berikutnya.
           Karena masih dalam proses menuju pematangan nalar pemahaman
           (intelegency)



KESIMPULAN

       Penulis dalam pembahasan makalah ini dapat menyimpulkan bahwa

pengetahuan akan konsep perkembangan individu mempunyai peran berbanding

lurus dengan kecakapan penguasaan terhadap materi pembelajaran. Kecakapan

merelevansikan diri dari pendidik terhadap peserta didik pada fasenya akan

berakibat terhadap efektifnya proses pembelajaran.

       Rasululullah bersabda: “Didiklah anakmu pada zamannya, tidak pada

zamanmu”.      Artinya     seorang   pendidik   harus   memahami   kecendrungan-

kecendrungan yang terjadi dalam tahapan anak-anak pada masa tersebut, guru

tidak dapat melihat anak didik sebagai miniaturnya, dengan pengertian hanya

melampiaskan keinginan tanpa dasar terhadap pemahaman biologis dan psikis

peserta didik pada fase tertentu.




                                                                              7
Kajian Pustaka

Hallen A, Dra., M.Pd,    (2005) Bimbingan & Konseling, Jakarta : Quantum

      Teaching

Hurlock Elizabeth. (1980). Developmental Psichology, New york : Mc Graw Hill

Makmun, Abin Syamsuddin, H. (2005) Psikologi Kependidikan, Bandung :

      Remaja Rosdakarya

Ruslan, Agus, Drs. M.Pd (2007) Pendidikan Usia Dini yang Baik Landasan

      Keberhasilan Pendidikan Masa Depan (Makalah), Bandung: Darul

      Ma'arif

Yusuf, Syamsu L.N. (2007). Pedagogik Pendidikan dasar, Bandung : Sekolah

      Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.




                                                                           8

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:778
posted:12/1/2010
language:Malay
pages:8