Docstoc

Asuhan Kebidanan

Document Sample
Asuhan Kebidanan Powered By Docstoc
					ASUAHAN KEBIDANAN KELUARGA RESIKO TINGGI
  PADA BALITA “ M “ DENGAN BERAT BADAN
        BAWAH GARIS MERAH ( BGM )
           DI DESA KANYORAN
               KEC SEMEN

                 KEDIRI




              Di Susun Oleh :
        DINA LIYA MANTRA TRIYANA
                 08610564




      PROGRAM STUDI KEBIDANAN D III
        FAKULTAS ILMU KESEHATAN
           UNIVERSITAS KADIRI
               KEDIRI 2010
                           LEMBAR PENGESAHAN


           ASUHAN KEBIDANAN KELUARGA RESIKO TINGGI
              PADA BALITA “ M “ DENGAN BERAT BADAN
                       BAWAH GARIS MERAH DI DESA

                           KANYORAN KEC. SEMEN
                                 KAB. KEDIRI




            Telah di sahkan pada tanggal        November 2010


                                   Mengetahui
                                   Mahasiswa




                           ( Dina Liya Mantra Triyana )


Pembimbing Institusi                                      Pembimbing Lahan




( Ratih Wibawanti, SST )                                  ( Umayatus,Amd. Keb )
                                          BAB I

                                 PENDAHULUAN



1.1 LATAR BELAKANG
            Secara klasik kata gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh
  yaitu untuk menyediakan energi, membangun dan memelihara jaringan tubuh, serta
  mengatur proses kehidupan dalam tubuh. Tetapi sekarang gizi mempunyai pengertian yang
  lebih luas, disamping untuk kesehatan gizi dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang,
  karena gizi berkaitan dengan otak, kemampuan belajar, dan produktifitas kerja. Oleh karena
  itu di Indonesia yang sekarang sedang dalam proses membangun, factor gizi dianggap
  penting untuk memacu pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan
  sumber daya manusia yang berkualitas.
            Saat ini malnutrisi masih melatar belakangi penyakit dan kematian anak,
  meskipun sering luput dari perhatian. Pada tahun 1990, lebih dari 30% anak balita di dunia
  memiliki berat badan rendah (BGM), denagn kisaran 11% (sekitar 6,4 juta orang) di
  Amerika Latin, 27% ( 31,6 juta orang ) di Afrika, dan 41 % ( 154,8 juta orang ) di Asia.
  Meskipun prevalensi berat badan rendah terus menurun, tetapi kasus malnutrisi ini tidak
  berkurang sesuai dengan angka yang diharapkan. Sebagian besar a nak di dunia ( sekitar
  80%) yang menderita malnutrisi bermukim di wilayah yang miskin akan bahan pangan kaya
  zat gizi, terutama di Indonesia, sehingga pemerintah Indonesia memberikan perhatian lebih
  untuk masalah gizi tersebut, agar pembangunan nasional dapat tercapai.
            Dari uraian di atas penulis tertarik untuk membuat asuhan kebidanan pada balita
  MEILA dengan berat badan rendah di Dusun Kletak Desa Kanyoran Kec. Semen Kab.
  Kediri.
1.2 TUJUAN
1.2.1   Tujuan Umum
               Dengan memberikan asuhan kebidanan pada keluarga, diharapkan dapat
        meningkatkan kemampuan keluarga dalam memelihara dan meningkatkan derajat
        kesehatan setiap anggota keluarga.
1.2.2   Tujuan Khusus
        Diharapkan mahasiswa mampu :
           Melakukan pengkajian data pada keluarga
           Melakukan interpretasi data dasar
           Melakukan perumusan masalah
           Menyusun prioritas masalah
           Melakukan perencanaan dan tindakan




1.3 TEKNIK PENGUMPULAN DATA
         Anamnese atau pengumpulan data
            1. Auto anamnese yaitu mengadakan tanya jawab langsung dengan klien dan
                keluarga.
            2. Allo anamneses yaitu mengadakan tanya jawab langsung dengan orang terdekat
                klien.
         Studi Pustakan
            Pemeriksaan pengumpulan data dengan cara mengambil data yang ada direferensi.
         Pemeriksaan
            1. Pemerikasaan fisik : inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi.
            2. Pemeriksaan penunjang : lab, dll.
         Studi dokumentasi
            Teknik pengumpulan data dengan cara mengambil data yang ada.
1.4 TEKNIK PENULISAN
  Bab I Pendahuluan terdiri dari latar belakang, tujuan, teknik pengumpulan data, dan teknik
  penulisan.
  Bab II Tinjauan pustaka terdiri dari konsep keluarga dan konsep balita dengan BGM.
  Bab III      Tinjauan kasus terdiri dari pengkajian, interpretasi data dasar, intervensi,
  implementasi, dan evaluasi.
  Bab IV Pembahasan
  Bab V Penutup terdiri dari kesimpulan dan saran.
                                           BAB II

                                 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KONSEP KELUARGA

2.1.1 DEFINISI

       Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari atas kepala keluarga dan
beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan
saling ketergantungan (Depkes.RI)

       Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertautan darah
adaptasi atau perkawinan (WHO.1969)

       Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam suatu rumah tangga dalam
kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat (Helvie.1981)

2.1.2 BENTUK-BENTUK KELUARGA

       a.   Keluarga Inti (Nuclear Family) adalah Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan
            anak-anak.
       b. Keluarga Besar (Extended Family) adalah Keluarga inti ditambah dengan sanak
            saudara, misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dsb.
       c. Keluarga Berantai (Serial Family) adalah Keluarga yang terdiri dari wanita dan pria
            yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.
       d. Keluarga Duda/Janda (Single Family) adalah Keluarga yang terjadi karena
            perceraian atau kematian.
       e. Keluarga Berkomposisi (Composite) adalah Keluarga yang perkawinannya
            berpoligami dan hidup secara bersama.
       f.   Keluarga Mobitas (Cahabitation) adalah Dua orang yang menjadi satu tanpa
            pernikahan tetapi membentuk satu keluarga.
2.1.3 FUNGSI KELUARGA
1.Fungsi biologis
   a. Untuk meneruskan keturunan
   b. Memelihara dan membesarkan anak
   c. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
   d. Memelihara dan merawat anggota keluaraga
2. Fungsi psikologis
   a. Memberikan kasih sayang dan rasa aman
   b. Memberikan perhatian diantara anggota keluarga
   c. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
   d. Memberikan identitas keluarga
3. Fungsi sosialisasi
   a. Membina sosoialisasi pada anak
   b. Membina norma- norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak
   c. Meneruskan nilai- nilai keluarga
4. Fungsi ekonomi
   a. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
   b. Pengaturan dan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga
   c. Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang misalnya
       pendidikan anak,jaminan hari tua
5. Fungsi pendidikan
   a. Menyekolahkan anak-anak memberikan pengetahuan,ketrampilan dan membentuk
       perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki
   b. Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi
       perannya sebagai orang dewasa
   c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangan
    Menurut Friedman (1998)
1.Fungsi offective
   a. Menciptakan lingkungan yang menyenangakan dan sehat secara mental saling
       mengasuh,menghargai,terikat dan berhubungan
   b. Mengenal identitas individu
   c. Rasa aman
2. Fungsi sosialisasi peran
    a. Proses perubahan dan perkembangan individu untuk menghasilkan interaksi sosial dan
        belajar berperan
    b. Fungsi dan peran di masyarakat
    c. Sasaran untuk kontak sosial di dalam atau di luar rumah
3. Fungsi reproduksi
 Menjamin kelangsungan keluarga generasi dan kelangsungan hidup masyarakat
4. Fungsi ekonomi
   a. Memenuhi kebutuhan tiap anggota keluarga
   b. Menambah penghasilan keluarga sampai dengan pengalokasian dana
   c. Fungsi perawatan kesehatan
   d. Konsep sehat sakit keluarga


2.1.4 TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN KELUARGA
    Menurut Duvail adalah sebagai berikut :
   1. Tahap pembentukan keluaraga,tahap ini dimulai dari pernikahan yang dilanjutkan dalam
       membentuk keluaraga.
   2. Tahap menjelang kelahiran anak,tugas keluarga yang utama untuk mendapatkan
       keturunan sebagai generasi penerus,melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi
       keluarga yang merupakan saat-saat yang sangat dinantikan.
   3. Tahap menghadapi bayi dalam hal ini keluarga mengasuh,mendidik dan memberikan
       kasih sayang kepada anak,karena pada tahap ini bayi kehidupannya sangat tergantung
       kepada kedua orangtuanya,dan kondisinya masih sangat lemah.
4. Tahap menghadapi anak prasekolah,pada tahap ini anak sudah mengenal kehidupan
   sosialnya,sudah mulai bergaul dengan teman sebaya,tetapi sangat rawan dalam masalah
   kesehatannya.Krena tidak mengetahui mana yang kotor mana yang bersih,dalam fase ini
   anak sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan tugas keluarga adalah mulai
   menanamkan norma- norma kehidupan,norma agama,norma social.
5. Tahap menghadapi anak sekolah,dalam tahap ini tugas keluarganya adalah bagaimana
   mendidik anak,mengajari anak,untuk mempersiapkan masa depannya.Membiasakan anak
   belajar   secara   teratur,mengontrol   tugas-tugas   sekolah   anak,dan   meningkatkan
   pengetahuan anak.
6. Tahap menghadapi anak remaja,tahap ini adalah tahap yang paling rawan karena dalam
   tahap ini anak akan mencari identitas diri dalam bentuk kepribadiannya,oleh karena itu
   suri tauladan dari kedua orangtua sangat diperlukan.Komunikasi dan saling pengertian
   antara kedua orangtua dengan anak perlu dipelihara dean dikembangkan.
7. Tahap melepaskan anak ke masyarakat,setelah melalui tahap remaja dan anak telah dapat
   menyelesaikan pendidikannya,maka tahap selanjutnya adalah melepaskan anak ke dalam
   masyarakat dalam memulai kehidupannya yang seungguhnya dalam tahap ini akan
   memulai kehidupan berumah tangga.
8. Tahap berdua kembali,setelah anak besar dan menempuh kehidupan keluarga sendiri-
   sendiri,tinggalah suami istri berdua saja.Dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi dan
   bila tidak dapat menerima kenyataan akan dapat menimbulkan depresi dan stress.
9. Tahap masa tua,tahap ini masuk ke lanjut usia,dan kedua orangtua mempersiapkan diri
   untuk meninggalkan dunia yang fana ini.
2.1.5 PRINSIP-PRINSIP PERAWATAN KELUARGA
    Ada beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan dalam memberikan asuhan
        keperawatan kesehatan keluarga :
        1.    Keluarga sebagai unit atau satu kesatuan dalam pelayanan kesehatan.
        2.    Dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan,keluarga sehat sebagai tujuan
              utama.
        3.    Asuhan keperwatan yang diberikan sebagai sarana dalam mencapai peningkatan
              kesehatan keluarga.
        4.    Dalam memberikan asuahan keperwatan kesehatan keluarga perawat melibtakan
              peran aktif selruh keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya.
        5.    Lebih mengutamakan kegiatan-kegiatan yang bersifat promotif,preventif,serta tidak
              mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative.
        6.    Dalam memberikan asuhan keperwatan kesehatan keluarga memanfaatkan sumber
              daya keluarga semaksimal mungkin.
        7.    Sasaran asuhan perawatan kesehatan keluarga adalah keluarga secara keseluruhan.
        8.    Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pemecahan masalah dengan
              menggunakan proses keperwatan.
        9.    Kegiatan utama dalam memberikan asuhan keperwatan keluarga adalah penyuluhan
              kesehatan dan perwat dirumah.
        10. Diutamakan terhadap keluarga yang termasuk resiko tinggi.




2.1.6        LANGAKAH-LANGKAH                 DALAM           PERWATAN            KESEHATAN
             KELUARGA
   1. Membina hubungan kerjasama yang baik dalam keluarga.
   2. Merlaksanakan peningkatan untuk menentukan masalah- masalah kesehatan keluarga.
   3. Menganalisa data keluarga untuk menentukan masalah- masalah kesehatan dan perawatan
        keluarga.
   4. Menggolongkan masalah kesehatan keluarga berdasarkan sifat masalah keluarga.
   5. Menentukan sifat dan luasnya masalah dan kesanggupan keluarga untuk melaksanakan
        tugas keluarga dalam bidang kesehatan.
  6. Menentukan atau menyusun skala prioritas masalah kesehatan dan keperawatan keluarga.
  7. Menyusun rencana asuhan keperawatan kesehatan keluarga sesuai dengan urutan
       prioritas.




2.2     KEBUTUHAN GIZI PADA BALITA

2.2.1 PENGERTIAN

             Sari makanan yang bermanfaat untuk kesehatan yang sebaik-baiknya yang harus
      dikonsumsi balita agar tubuh selalu dalam kesehatan yang optimal untuk tumbuh kembang,
      menjaga kesehatan bayi atau mencegah berbagai penyakit. (Peath, EF. 2004)

2.2.2 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GIZI BALITA

      1. Umur
         Umur menentukan kebutuhan gizi pada balita. Hal ini karena perkembangan dan fungsi
         sistem pencernaan dan sistem organ lain dipengaruhi oleh umur. Contohnya bayi usia
         kurang dari 6 bulan belum bias mencerna makanan padat tetapi setelah usia 6 bulan
         boleh makan makanan tambahan dan bertingkat teksturnya mulai makan lumat,
         makanan lembek sampai makanan ornag dewasa.
      2. Berat Badan
         Berat badan yang lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu
         merupakan factor untuk menentukan jumlah zat makanan yang harus diberikan agar
         tumbuh kembang berjalan lancar.
      3. Suhu Lingkungan
         Suhu tubuh dipertahankan pada 36,5 – 37,5°C untuk metabolisme yang optimum.
         Adanya perbedaan suhu antara tubuh dan lingkungannya, maka tubuh melepaskan
         sebagian panasnya yang harus diganti denagan hasil metabolism tubuh. Maka lebih
         besar perbedaan suhu tubuh dan lingkungan berarti lebih besar pula masukkan energy
         yang diperlukan.
    4. Aktifitas
       Setiap aktifitas memerlukan energi, semakinbanyak aktifitas yang dilakukan sedemikian
       banyak pula energi yang diperlukan.
    5. Status Kesehatan
       Pada kondisi sakit asupan energi tidak boleh dilupakan, karena dalam kondisi sakit diperlukan
       nutrisi untuk membantu proses penyembuhan.


2.2.3 MANFAAT GIZI PADA BALITA
    1. Gizi penghasil energi
       Zat gizi penghasil energi sebagian besar dihasilkan oleh makanan pokok seperti padi,
       umbi, sagu,jagung dll.
    2. Zat gizi pembangun sel
       Terutama diperoleh dari protein yang dihasilkan dari ikan, ayam, telur, daging,
       susu,kacang-kacangan dan hasil olahanya seperti tahu, tempe,oncom, oleh karena itu,
       lauk pauk tergolong ke dalam zat pembangun sel.
     3. Zat gizi pengatur
       Terdiri dari atas vitamin dan mineral yang diperoleh dari sayuran dan buah – buahan.
       ( Wiboworini,B. 2007 )
             Seacara klasik kata gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh, yaitu untuk
       menyediakan energy, membangun dan memelihara jarinagan tubuh, serta mengatur
       proses kehidupan dalam tubuh. Tetapi sekarang kata gizi mempunyai pengertian lebih
       luas, disamping untuk kesehatan, gizi berkaitan dengan perkembangan otak,
       kemampuan belajar dan produktifitas fisik.


2.2.4 STATUS GIZI KURANG PADA BALITA
2.2.4.1 Pengertian Status Kurang Gizi
             Suatu keadaan tubuh yang mengalami kekurangan satu atua lebih zat –zat gizi
      essential. ( Wiboworini, B. 2007 )
      Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan pengguna zat
      gizi. ( Al- Matsier, S. 2004 )
      Status gizi adalah keadaan keseimbangan antara asupan (intake) dan kebutuhan
      (requirement) zat gizi. ( Soejianto, B.dkk. 2007 )
2.2.4.2 Istilah Dengan Penilaian Status Gizi
              Pengertian menurut “ buku pedoman penanggulangan kurang energy protein
      (KEP)” yang disusun oleh proyek perbaikan gizi masyarakat Dinkes Jatim (2001),
      sebagai berikut :
        a) Kurang energy protein (KEP) adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan
             rendahnya konsumsi energy dan protein dalam makanan sehari- hari sehingga tidak
             memenuhi angka kecukupan gizi (AKG).
        b) Klasifikasi KEP :
             1. KEP ringan adalah jika berat badan menurut umur ( BB / U ) 70% - 80% baku
               median WHO – NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan ( BB / TB )
               80% - 90% baku median WHO-NCHS .
             2. KEP sedang adalah jika berat badan menurut umur ( BB / U ) 60% - 70% baku
               median WHO – NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB / TB )
               70% - 80% baku median WHO – NCHS.
             3. KEP berat adalah jika berat badan menurut umur ( BB / U ) < 70% baku median
               WHO – NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan ( BB / TB ) < 70 %
               baku median WHO –NCHS.
        c)    KEP Nyata adalah istilah yang digunakan pengelola program gizi di lapangan
             meliputi : KEP tingkat sedang dan KEP tingkat berat atau gizi buruk ( jika dilihat
             pada kartu menuju sehat maka berat badan anak berada di bawah garis merah ).
        d) KEP Total adalah istilah yamh digunakan pengelola program gizi di lapangan yang
             meliputi : KEP tingkat rinngan, sedang, dan berat atau BB / U < 80% baku median
             WHO –NCHS.
        e) Kwasiokor adalah gejala klinis dari KEP berat atau gizi buruk dengan tanda –tanda
             sbb :
                 1. Odema umumnya diseluruh tubuh terutama pada punggung kaki.
                 2. Wajah bulat dan sembab.
                 3. Pandangan mata sayu.
       4. Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa
           rasa sakit, serta mudah rontok.
       5. Perubahan status mental, apatis dan rewel.
       6. Pembesaran hati.
       7. Otot mengecil ( hipotropi ) terlihat nyata jika diperiksa pada posisi berdiri
           atau duduk.
       8. Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna
           menjadi coklat kehitaman dan terkelupas.
f) Marasmus adalahgejala klinis dari KEP berat atau gizi buruk dengan tanda –tanda
   sbb :
       1. Tampak sangat kurus.
       2. Wajah seperti orang tua.
       3. Cengeng dan rewel.
       4. Kulit keriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada
           terlihat seperti celana longgar atau baggy pant.
       5. Perut cekung.
       6. Iga gambang.
       7. Sering disertai penyakit infeks, diare.
g) Marasmus Kwasiokor adalah gejala klinis dari KEP berat atau gizi buruk dengan
  tanda –tanda campuran dari beberapa gejala klinis kwasiokor dan marasmus, dengan
  BB / U 80% baku median WHO – NCHS dan disertai denga odema yang tidak
  mencolok.
h) BGM (Bawah Garis Merah ) adalah keadaan dimana letak titik berat badan balita
  dibawah garis merah pada kartu menuju sehat ( KMS ).
i) Kejadian luar biasa ( KLB ) gizi buruk adalah ditemukannya satu atau lebih kasus
  KEP berat atau gizi buruk disuatu desa.
j) Pelacakan KLB gizi adalah kegiatan penulusuran secara langsung ( investigasi )
  kasus gizi buruk untuk menentukan penyebab dan ususlan tindakan.
                                         BAB III
                                  TINJAUAN KASUS


1 .PENGKAJIAN
    Dilakukan pada tanggal 26 November 2010 jam

A.Data Subyektif

   1. Data umum
      Kecamatan      : Semen
      Desa           : Kanyoran
      Dusun          : Kletak
      RT             : 01
      RW             : 06

      Nama kepala keluarga         : Tn. Suk Adi
      Umur                         : 41 thn
      Agama                        : Islam
      Pendidikan                   : SD
      Pekerjaan                    : Tani
      Suku/bangsa                  : Jawa/Indonesia
      Alamat                       : RT 01/RW 06

   2. Susunan keluarga
      No      NAMA           JK    UMUR      Hubungan   Pekerjaan   Pendidikan    Keadaan
       .                                     dalam KK                             kesh.saat
                                                                                 kunjungan
      1.    Suk Adi          L    41 tahun    KK        Tani        SD           Baik
      2.    Yantik           P    37 tahun   Istri      Tani        SD           Baik
      3.    Koko Santoso     L    18 tahun   Anak       Belum       STM          Baik
                                                        bekerja
      4.    Yenti            P    11 tahun   Anak       Belum       SD           Baik
            Sulistiyowati                               bekerja
      5.    Meila            P    28 bulan   Anak       Belum       Belum        Baik
                                                        bekerja     sekolah
3. Genogram
                                                     Keterangan :

                                                               : Laki – laki



                                                                : Perempuan




2. Data Khusus

  1. Imunisasi : Anaknya sudah mendapat imunisasi lengkap.
  2. Bila ada anggota keluarga yang sakit kadang berobat ke bidan, kadang ke dokter,
     kadang ke puskesmas, dan kadang membeli obat sendiri di took.
  3. Jenis penyakit yang sedang di derita
     Keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular (HIV/AIDS,TBC);menurun
     (HT,DM,TBC);dan menahun (HT,DM,TBC).Keluarga sering menderita penyakit
     seperti batuk,pilek,dan panas.
  4. Riwayat kesehatan keluarga
       Tn. Suk Adi
        Pada saat pengkajian Tn. Sedang bekerja disawah.Tetapi Ny.Yantik mengatakan
        bahwa Tn. Suk Adi dalam kondisi sehat.
       Ny. Yantik
        Pada saat pengkajian ibu mengatakan tidak ada keluhan dan dalam kondisi sehat.
       An. Koko Santoso
        Pada saat pengkajian anak sedang nonton tv dan ibu mengatakan bahwa anaknya
        dalam keadaan baik.
       An.Yenti sulistiyowati
        Pada saat pengkajian anak sedang ikut ke sawah bersama bapaknya dan ibu
        mengatakan bahwa anaknya dalam keadaan baik.
       An. Meila
        Pada saat pengkajian anak sedang bermain dan ibu mengatakan berat badan anak
        masih rendah.
  5. Pemeriksaan kehamilan
     Saat ibu hamil ibu memeriksakan kehamilannya di bidan.
6. Pertolongan persalinan
        Persalinan anak pertama di tolong oleh mbah dukun secara normal dengan BB
          2500 gram, tidak ada penyulit yang menyertai.
        Persalinan anak kedua di tolong oleh bidan secara normal dengan BB 2400
          gram, dan tidak ada penyulit yang menyertai .
        Persalinan anak ketiga di tolong oleh bidan secara normal dengan BB 2400
          gram, tidak ada penyulit yang menyertai.
7. Kebiasaan menyapih
       Anak pertama disapih usia 1,5 tahun
       Anak kedua disapih usia 2 tahun
       Anak ketiga masih menetek sampai sekarang
8. Pemberian makanan pada bayi
   Mulai anak ke satu sampai anak ke tiga setelah lahir diberikan ASI dan makanan
   pendamping ASI ( pisang ), setelah usia 6 bulan diberi bubur tim ( sun ) + nasi.
9. Tanggapan keluarga tentang KB
        Tanggapan KB baik sekali
        Ibu pernah menggunakan KB spiral setelah anak pertama usia 3 tahun kemudia
          ibu memakai pil selama 4 tahun dan menggunakan suntik sekarang ini setelah
          anaknya yang ketiga lahir.
10.      Pola kebiasaan sehari- hari
              Tn. Suk Adi      Ny. Yantik      An. Koko        An. Yenti        An. Meila
                                                Santoso      Sulistiyowati
    Pola    Siang hari :     Siang hari :    Siang hari :   Siang hari :     Siang hari :
 istirahat tidak pernah      tidur siang 1- tidak pernah tidur 1-2 jam tidur siang
    dan     tidur siang      2 jam/hari,     tidur          Malam hari : mulai jam
   tidur    dan malam        tapi kadang     Malam hari : tidur jam          11.00-13.00
            tidur pukul      ibu istrahat    tidur mulai    20.30-05.00      Malam hari:
            22.00-05.00      sambil          jam 22.00-                      tidur mulai
                             nonton tv,      05.30                           jam 20.00-
                             malam hari :                                    05.00
                             tidur mulai
                             jam 21.00-
                             04.00
    Pola    BAB : lancar     BAB :lancar BAB :              BAB : lancar BAB : lancar
   BAB      1x/hari,warna 1x/hari warna lancar              1x/hari warna 1-2x/hari
    dan     kuning,          kuning,         1x/hari        kuning           warna kuning
   BAK      BAK : lancar     BAK : lancar warna             BAK : lancar BAK : lancar
            5-6x/hari        5-6x/hari       kuning,        5-6x/hari        6-7x/hari
            warna            warna jernih BAK :             warna            warna
            jernih,waktu     dan waktu       lancar         jernih,waktu jernih,waktu
            kencing tidak kencing tidak 5-6x/hari           kencing tidak kencing tidak
            tersa sakit      tersa sakit     warna          tersa sakit      terasa sakit
                                               jernih,waktu
                                               kencing
                                               tidak tersa
                                               sakit
     Pola     Tn. Suk Adi      Ibu             Anak           Anak masih      Anak bermain
   aktvitas   bekerja          melakukan       dirumah dan    sekolah dan     dengan
              disawah milik    pekerjaan       belum          belum           temannya dan
              sendiri dan      rumah dan       bekerja        bekerja         kadang
              memelihara       kadang juga                                    bermain
              ayam             ikut di sawah                                  sendiri di
                                                                              rumah
     Pola     Mandi            Mandi           Mandi          Mandi           Mandi
   hygiene    2x/hari, gosok   2x/hari,gosok   2x/hari,       2x/hari,gosok   2x/hari,gosok
              gigi, ganti      gigi,ganti      gosok gigi,    gigi, ganti     gigi, ganti
              pakain tiap      pakain tiap     ganti pakain   pakaian tiap    pakain tiap
              kali             kali kotor,     tiap kali      kali kotor,     kali
              kotor,keramas    keramas         kotor,         keramas         kotor,keramas
              2x/minggu        2x/minggu       keramas        2x/minggu       2x/minggu
                                               2x/minggu
     Pola     Tn. Suk Adi      Ibu beragama    Anak           Anak            Anak
   religius   beragama         islam dan       beragama       beragama        beragama
              islam dan        menjalankan     islam dan      islam dan       islam dan
              mejalankan       sholat 5        kadang         menjalan        sudah mulai
              sholat 5 waktu   waktu           menjalankan    sholat 5        diajarkan
                                               sholat         waktu           sholat


11. Adat kebiasaan/selamatan
      Keluarga biasanya mengadakan selamatan 7 bulanan, selamatan untuk kelahiran bayi
        dan selamatan un²tuk orang meninggal
      Kalau ada orang meninggal keluarga ikut melayat
      Pada saat hari raya keluarga berkunjung ke sanak saudara
12. Penggunaan waktu senggang
      Waktu senggang keluarga berkumpul sambil berbincang-bincang dengan anggota
     keluarga
13. Situasi sosial buadaya dan ekonomi
      Hubungan keluarga dengan masyarakat baik
      Kebutuhan sehari- hari terpenuhi dari hasil panen
B.Data Obyektif
  1. Rumah           : luas 45 m²
     Jenis rumah     : petak
     Letak           :-
     Dinding         : tembok
     Atap            : genting
     Lantai          : keramik
     Cahaya          : baik
     Jendela         : terbuka
    Ventilasi        : baik
    Jumlah ruangan   : 3 kamar

  2. Air minum
     Asal            : sumber
     Nilai air       : bersih dan kadang keruh
     Konsumsi air    : memasak, mencuci, minum, mandi

  3. Pembuangan sampah
     Sampah dibuang di sembarang tempat
     Keadaan : kotor

  4.Jamban dan kamar mandi
       Keluaraga memiliki sendiri
       Ada kamar mandi, cukup bersih

  5. Pekarangan dan selokan
      Pekarangan : Ada
      Kebersihan : cukup
      Air limbah : dibuang di selokan, terbuka dan tergenang

  6. Kandang ternak
     Terdapat kadang ternak ( ayam ) terletak disamping rumah dak tidak jauh dari rumahny
7. Denah rumah dan keterangan

   U                      DAPUR&RM           KAMAR
           Tempat    4m                              TERAS
           sampah




                          KAMAR      KAMAR   RT
             Kamar
   s         mandi




A.Data Subyektif
1. Biodata
   Nama klien   : An. Meila                            Nama ibu      : Ny. Yantik
   Umur         : 2,5 tahun                            Umur          : 37 tahun
   Agama        : Islam                                Agama         : Islam
   Alamat        : RT 01/RW 06 Dusun Kletak            Pendidikan    : SD
                  Desa kanyoran                        Pekerjaan     : IRT
                                                       Penghasilan   :-
                                                       Alamat        : RT 01/RW 06 Dusun
                                                                       Kletak Desa Kanyoran



2. Keluhan utama
    Ibu mengatakan bahwa berat badannya selalu rendah

3 .Riwayat kesehatan
   a) Penyakit yang lalu
      Ibu mengatakan bahwa anaknya tidak pernah menderita penyakit yang parah,namun
      berat badan anaknya selalu rendah
   b) Penyakit sekarang
      Ibu mengatakan berat badan anaknya masih rendah
   c) Penyakit keluarga
      Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang mempunyai penyakit

4. Riwayat natal
     Ibu mengatakan umur kehamilannya 38 minggu, lahir spontan di bidan dengan BB
     2400 gram / 47 cm
5. Riwayat gizi
    Ibu mengatakan anaknya mengkonsumsi ASI secara eksklusif, diberikan MP-ASI
    Berupa kerokan pisang dan kadang nasi tim sejak usia 8 bulan. Saat ini balita
    mengkonsumsi nasi dan sayuran seperti orang dewasa.
     Namun nafsu makan kurang baik jika makan nasi.

6. Riwayat perkembangan
     Usia 28 bulan : anak sudah bisa berjalan dan berbicara

7. Riwayat psikososial
    Ibu mengatakan ini adalah anak ke 3 ,dan anak diasuh oleh orang tua sendiri



B. Data obyektif
  1. Pemeriksaan umum
      K/U       : baik                          BB     : 11 kg
      Kesadaran : composmentis                  TB     : 78 cm
      Suhu      : 36,5°C
      RR        : 27x/menit
      N         : 90x/menit

  2. Pemeriksaan fisik
     Inspeksi
         Kepala : kulit kepala bersih,rambut pirang,tipis,tidak mudah rontok
         Mata      : konjunctiva merah muda,sklera putih
         Hidung : tidak ada sekret dan tidak ada polip
         Telinga : simetris,tidak ada serumen
         Mulut     : mukosa bibir lembab,tidak ada stomatitis,gigi sudah tumbuh
         Leher     : tidak ada luka
         Dada      : pernafasan normal tidak ada tarikan intercosta
         Perut     : tidak buncit
         Genetalia : tidak ada kelainan,labia mayora menutup labia minora



     Palpasi
        Leher     : tidak ada pembesaran vena jugularis dan kelenjar tiroid
        Perut     : tidak ada pembesaran hepar
        Perkusi
           Reflek patella : +/+

        Auskultasi
             Perut : tidak ada wheezing dan ronkhi

II.   INTERPRETASI DATA DASAR
Tanggal/bln/thn           Diagnosa                            Data Dasar
26 – 11 – 2010    Keluarga dengan          DS : Ibu mengatakan sampah dibuang dilubang
                  kurangnya pengetahuan        sampah (sembarang tempat).
                  tentang pembuangan            Ibu mengatakan air limbah dibuang diselokan
                  sampah dan limbah            terbuka dan menggenang.
                                                Ibu mengatakan jambanya berbentuk latrin.
                                           DO: Pembuangan sampah dibuang di lubang
                                               sampah (disembarang tempat)
                                                Air limbah dibuang diselokan terbuka dan
                                               menggenang.
                                                Jamban berbentuk latrin.

                  Keluarga dengan status   DS: Ibu mengatakan anaknya yang ketiga ( Meila )
                  gizi rendah ( BGM )        berat badannya rendah (BGM ) dan sekarang
                                             berusia 28 bulan.
                                           DO: -
III. PERUMUSAN MASALAH
        Dari data yang didapat,maka masalah keluarga yang ada dapat dirumuskan sebagi
berikut:

       1. Keluarga dengan balita berat badan rendah (BGM)
       2. Keluarga dengan kurangnya pengetahuan tentang pembuangan sampah dan limbah
      Susunan prioritas masalah
      1. Keluarga dengan balita berat badan rendah (BGM)

No       Kriteria     Perhitung    Skor                       Pembenaran
 .
1.    Sifat masalah    3/3 x 1      1      Krisis
2.    Kemungkinan      2/2 x 2      2      Masalah dapat diubah dengan pemberian makanan
      masalah dapat                        secara benar sesuai usia dan melakukan posyandu
      diubah                               secara rutin.
3.    Potensi          2/3 x 2     1/3     Masalah gizi buruk ( Kwsiokor dan marasmus )
      pencegahan                           dapat dicegah dengan penanganan masalah gizi
                                           dengan segera seperti pemberian modisco dan
                                           makanan bergizi.
4.    Penonjolan       2/2 x 1      1      BGM mempengaruhi pertumbuhan dan
      masalah                              perkembangan balita yang seharusnya optimal
                                           menjadi tidak optimal.
      Total skor                  4 1/3


   2. Keluarga dengan kurangnya pengetahuan sampah dan limbah
No       Kriteria   Perhitung     Skor                        Pembenaran
 .
1.   Sifat masalah  2/3 x 2     1/3      Mendesak
2.   Kemungkinan                         Masalah dapat diubah dengan pemberian
     maksimal                            penyuluhan dan pengertian tentang pembuangan
     dapat diubah                        sampah.
3.   Potensi        2/3 x 2     1/3      Masalah pembuangan sampah dan limbah yang
     pencegahan                          tidak benar dapat dicegah dengan pemberian
                                         penyuluhan.
4.   Penonjolan                          Keluarga tahu tentang pembungan sampah yang
     masalah                             benar, tapi tidak dilakukan.
     Total skor


      Urutan prioritas masalah :
      1. Keluarga dengan berat badan dibawah garis merah ( BGM ).
      2. Keluarga dengan kurangnya pengetahuan tentang pembuang sampah.
No.        Dx          Tujuan         Intervensi         Rasional         Implementasi         Evaluasi
 1.   Keluarga       Tujuan :      1. Anujrkan      1.Dengan            1.Menganjurkan      29-11-2010
      dengan         Keluarga         keluarga        memberikan          keluarga u/       10.00 WIB
      balita berat   dapat            untuk           makanan             memberikan
      badan          meningkatk       memberikan      bersih,sehat        makanan
      rendah         an status        makanan         dan bergizi         bersih,sehat,     S: Ibu
      (BGM)          gizi balita      bersih,sehat,   akan                dan bergizi       mengatakan
                                      dan bergizi     meningkatkan                          paham dg
                     KH :             pada anakny     status gizi                           penjelasan
                     -BB balita                       balita dan                            yang yg
                     naik dan                         balita tidak                          diberikan
                     tidak BGM                        mudah
                     lagi                             terserang                             O:
                     -BB ± 10                         penyakit                               BB:8,5kg
                     kg            2.Anjurkan       2.Vitamin pada      2.Menganjurkan       TB:78cm
                                      keluarga        balita              keluarga u/       N:90x/mnt S:
                                      untuk           mengandung          memberikan        36,5°C
                                      memberiksn      kandungan           vitamin pada      RR: 27x/mnt
                                      tambahan        penambah            balita
                                      vitamin         nafsu makan                           A: Keluarga
                                      pada balita                                           dengan balita
                                   3.Ajarkan        3.Modisco           3.Mengajarkan       BGM
                                      keluarga        mengandung          pembuatan
                                      untuk           kandungan           modisco dan       P:
                                      pembuatan       banyak lemak        menganjurkann     Menganjurkan
                                      modisco dan     yang dapat          ya diberikan      ibu u/
                                      memberikan      meningkatkan        pada balita       memberikan
                                      nya     pada    BB balita                             makanan
                                      balita                                                bergizi,Anjur
                                   4.Beri           4.Peningkatan       4.Memberikan        kan ibu u/
                                     pengertian       pengertian          pengertian        selalu
                                     keluarga         tentang             tentang gizi      memberikan
                                     tentang gizi     pentingnya gizi     pada keluarga     modisco
                                     balita           balita akan
                                                      meningkatkan
                                                      kesadaran
                                                      keluarga
                                                      sehingga
                                                      keluarga mau
                                                      melakukannya
                                   5.Anjurkan       5.Dengan rutin      5.Menganjurkan
                                     keluarga         membawa ke        keluarga u/ rutin
                                     untuk rutin      posyandu,maka     melakukan
                                     melakukan        dapat             posyandu
                                     posyandu         memantau
                                     balita           pertumbuhan
                                                  dan
                                                  perkembangan
                                                  balita
                                                  mendapatkan
                                                  informasi yang
                                                  berguna u/
                                                  keluarga
2.   Keluarga     Tujuan :      1. Lakukan       1. Menciptakan     1. Melakukan      S: Ibu
     dengan       terciptanya      pendekatan       suasana            pendekatan     mengatakan
     kurangnya    derajat          dengan           nyaman dan         dengan         mengerti
     pengetahua   kesehatan        keluarga.        kekeluargaan.      keluarga.      dengan
     n tentang    yang baik     2. Berikan       2. Peningkatan     2. Memberikan     penjelasan
     pembuanga    untuk            penjelasan       pengetahuan        penjelasan     yang
     n limbah     keluarga         manfaat dan      dan wawasan        tentang        diberikan oleh
     dan                           kesehatan        keluarga.          manfaat dan    petugas
     sampah       KH :             lingkungan.                         kebersihan     kesehatan.
     yang baik    Keluarga                                             lingkungan.
                  mengerti      3. Berikan       3. Peningkatan     3. Memberikan     O: -
                  tentang          penjelasan       pemahaman          penjelasan
                  kesehatan        tentang          tentang            tentang        A: masalah
                  diri dan         kebersihan       kesehatan.         kebersihan     teratasi
                  lingkungan       lingkungan.                         lingkungan.    sebagian.
                                4. Beritahu      4. Pembuangan      4. Memberitahu
                                   keluarga         limbah yang        kan keluarga   P: pembuatan
                                   bagaimana        tepat dapat        bagaimana      lubang
                                   pembuangan       mengurangi         pembuangan     sampah dan
                                   limbah yang      tempat             limbah yang    kemudian
                                   memenuhi         bersarangnya       memenuhi       setelah penuh
                                   syarat.          penyakit.          syarat         dibakar
                                                                       kesehatan
                                           BAB IV
                                     PEMBAHASAN


       Dalam kasus pada keluarga Tn. Suk Adi dengan salah satu anggota keluarganya
mengalami berat badan bawah garis merah (BGM ) yang dilakukan di Desa Kanyoran Kec.
Semen Kab. Kediri, bahwa keluarga ini memiliki pengetahuan yang rendah tentang pembuangan
limbah dan sampah yang benar sehingga hal ini akan menjadi masalah bagi keluarga.

       Pada interpretasi data dasar tidak ada penyimpangan antara kasus dengan teori yang ada,
sehingga antara data subyektif dan obyektif dijadikan dasar penentu diagnose dan masalah.

        Berdasarkan teori, intervensi dalam asuhan keluarga yang diutamakan ke KIE dengan
tujuan untuk pencegahan terjadinya masalah yang akan datang :

       1. Pada kasus keluarga dengan berat badab bawah garis merah intervensi yang diberikan
          antara lain : anjurkan keluarga untuk memberikan makanan yang bersih, sehat, dan
          bergizi pada anaknya,anjurkan kelurga untuk memberikan tambahan vitamin pada
          balita, anjurkan keluarga untuk membuatkan modisco dan memberikannya pada
          balita, beri pengertian keluarga tentang gizi balita dan anjurkan keluarga untuk rutin
          mengikuti posyandu.
       2. Pada kasus keluarga dengan kurangnya pengetahuan tentang pembunangan sampah
          dan limbah yang benar,intervensi yang diberikan antara lain lakukan pendekatan
          dengan keluarga, berikan penjelasan tentang manfaat dari kebersihan lingkungan,
          beritahu kelurga tentang bagaimana pembuangan limbah yang memenuhi syarat.

        Implementasi yang telah mengacu pada kondisi klien dan telah disesuaikan dengan
interventasi yang diberikan.
        Evaluasi yang diharapkan setelah pemeriksaan dan penyusunan yaitu ada perubahan yang
lebih besar. Evaluasi setelah diberikan KIE ibu dan keluarga sudah mampu menjelaskan kembali
nasehat yang diberikan. Ibu dan keluarga juga mengatakan bahwa mereka bersedia
melaksanakan nasehat yang telah disampaikan untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga.
                                     BAB V
                                    PENUTUP


5.1 KESIMPULAN
  a) Setelah melakukan pengkajian data pada keluarga di dapatkan bahwa keluraga ada yang
     mengalami berat badan bawah garis merah, didapatkan hasil bahwa ia dalam keadaan
     baik – baik saja dan berat badannya sekarang berangsur – angsur menuju normal yaitu
     11,5 kg sekarang ini.
  b) Dari data yang didapat maka masalah keluarga yang ada dapat dirumuskan sebagai
     berikut :
           Keluarga dengan balita berat badan bawah garis merah ( BGM )
           Keluarga dengan kurangnya pengetahuan tentang pembuangan sampah dan
               limbah yang benar.
  c) Intervensi yang diberikan pada keluarga adalah memberikan KIE tentang masalah yang
     dialami keluarga.
  d) Implementasi yang dilakukan sesuai dengan intervensi.
  e) Setelah dievaluasi, klien mengerti dan menjalankan KIE yang diberikan bidan.

5.2 SARAN
  a) Keluarga
     Pada anak balita BGM diharapkan rutin ke posyandu dan memberikan makan makanan
     bergizi,dan meningkatan kebersihan lingkungan sehingga meningkatkan derajat
     kesehatan.
  b) Petugas Kesehatan
     Perlu meningkatkan terus mutu sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan yang
     berkelanjutan.
  c) Lahan Praktek
     Diharapkan tempat pelayanan melengkapi peralatan yang dibutuhkan untuk memberikan
     pelayanan serta menjaga kesterilan peralatan – peralatan yang ada.
  d) Mahasiswa
     Meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam pembuatan asuhan kebidanan pada
     keluarga sehingga untuk selanjutnya dapat menyusun asuhan kebidanan pada keluarga
     dengan lebih baik dan benar.
                         DAFTAR PUSTAKA


Doenges, Marlin Dkk. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan . Jakarta : EGC

Effendy, Nasrul. 1998. Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : EGC