Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

pentingnya ilmu bagi kehidupan kita

VIEWS: 1,199 PAGES: 54

									  Kumpulan materi 
                     kultum                            Sesungguhnya Al lah 
                                                       SWT telah




Pentingnya
                                                       mewaj ibkan atas 
                                                       hartawan musl im suatu
                                                       kewajiban zakat yang 
                                                       dapat
                                                       menanggulangi 
                                                       kemiskinan. Tidaklah



Ilmu Bagi
                                                       mungkin ter jadi 
                                                       seorang faki r menderi 
                                                       ta
                                                       kelaparan atau kekur 
                                                       angan pakaian,


Kehidupan Kita                                         kecual i oleh sebab 
                                                       kebakhi lan yang ada
                                                       pada har tawan musl 
                                                       im. Ingat lah, Al lah
                                                       SWT akan melakukan 
                                                       perhi tungan yang
                                                       tel i ti dan meminta 
                                                       pertanggungjawaban
                                                       mereka dan selanjutnya 
                                       By : Al Fajar   akan menyiksa
                                                       mereka dengan siksaan 
                                                       yang pedih
                                                                                      
                                                       HR.Thabrani dalam Al 

           November                           25       Ausath an AshShoghir 

                                                                2010
      Adalah sudah menjadi fakta, bahwa                       Apabila
       k egiatan ekonomi sekarang adalah                 kamumelewati
  melahi rkan kesenjangan pendapatan yang
                                                          taman-taman
        semakin lebar dan semakin besar.
     Misalnya, sebagaimana dikemukakan
                                                              surga,
   dalam Human Development Repor t 2006                 minumlah hingga
     yang di terbi t kan oleh UNDP (United             puas. Para sahabat
       Nations Development Programme).                       bertanya,
      Berdasark an laporan tersebut , 10%               "Ya Rasulullah,
  k elompok k aya dunia menguasai 54% total            apa yang dimaksud
   k ekayaan dunia. Sedangkan sisanya 90%                  tamantaman
   masyar ak at dunia menguasai 46% total
                                                             surga itu
          k ekayaan dunia (Beik, 2006).

  WWW.ADABISNISHALAL.CO.CC
Pentingnya Ilmu                                    •     Bisa Masuk Penjara

       Nabi Muhammad SAW bersabda                  •     atau bisa Mati masuk neraka

Apabila kamu melewati taman-taman surga,         naudzubillah..
minumlah hingga puas. Para sahabat bertanya,
"Ya Rasulullah, apa yang dimaksud taman-         Maka Islam memberi jalan apa bila kita
taman surga itu?" Nabi Saw menjawab, "Majelis-   yang ingin
majelis taklim." (HR. Ath-Thabrani)
                                                   •     bahagia,
Begitu pentingnya ilmu sehingga tempat
mncari ilmu disebut taman surga, pada              •     tua kaya raya
hadits lainnya:
                                                   •     dan mati masuk surga
Man salaka thariiqay yaltamisu fii hi ilman,
Sahhallaahu thoriiqan ilal jannah                bukan dengan cara Foya foya tetapi
                                                 dengan iqra atau membaca atau
yang bermakna:                                   dengan mencari Ilmunya, apakah itu
Barangsiapa merintis jalan mencari                 •     Ilmu dari sekolah
ilmu maka Allah akan memudahkan
baginya jalan ke surga. (HR.                       •     Ilmu dari Kuliah dan
Muslim)
                                                   •     Ilmu dari Masjid2 (majelis
 Namun apa yang terjadi di indonesia                   Taklim) dan sebagainya
terkait soal ke surga, entah siapa yag
mengarang sebuah pepatah, pepatah yg             dengan ilmu, manusia bisa berbuat
salah, tapi terkenal, yang bunyinya              sesuatu. sesuatu karya yang baik
                                                 disebut amal shalih
   •      Muda Foya Foya
                                                   •     amal=perbuatan
   •      Tua Kaya Raya
                                                   •     shalih=kebaikan
   •      Mati Masuk Surga
                                                 (Jangan Baca Semua. kontak
Pepatah itu adalah pepatah yang                  pandangan dan baca perlahan-lahan
hampir mustahil terjadi, bila muda foya-
foya dan tak bertobat.                           di negara2 maju, penduduknya banyak
                                                 yg belum beriman tetapi mereka
 Kenyataanya yang sering terjadi                 beramal shalih atau (berkarya),
adalah, apabila
                                                 karena mereka rajin menuntut Ilmu
   •      Muda Foya Foya                         maka mereka mampu mengasilkan
                                                 alat2 teknologi yang bermanfaat,
   •    Cendrung banyak                          sehingga hidupnya lebih mudah
       maksiyatnya                               bagaikan mendapat surga dunia
   •      Bisa terjerat Narkoba
sesuai hadits nabi mengenai mudahnya         maka dari itu, kita perlu ingat kembali
jalan ke surga yaitu dengan Ilmu, tanpa     pada pentingnya Ilmu dengan
mereka sadari mereka mengamalkan            menghadiri majelis Ilmu, karena
sabda nabi tersebut                         menuntut ilmu hukumnya wajib. Nabi
                                            bersabda
Barangsiapa merintis jalan mencari
ilmu maka Allah akan memudahkan             Menuntut ilmu wajib atas tiap
baginya jalan ke surga. (HR.                muslim (baik muslimin maupun
Muslim)                                     muslimah). (HR. Ibnu Majah)

 baik surga di dunia maupun surga di         tanpa memandang siapa yang
akhirat. padahal surga dunia sangat         membagikan ilmu, apakah masih muda
kecil bila dibandingkan Surga di Akhirat    atau Tua yang penting apa yang
                                            disampaikannya adalah Ayat-ayat Allah,
Perbandingan dunia dengan akhirat           kalau ada orang yang meremehkan
seperti seorang yang mencelupkan            Ilmu, meremehkan kebenaran
jari tangannya ke dalam laut lalu           meremehkan orang yang membagikan
diangkatnya dan dilihatnya apa              Ilmu, hanya karena masih muda atau
yang diperolehnya. (HR. Muslim              sebab lainnya, khawatir orang itu
dan Ibnu Majah)                             termasuk orang yang sombong

maka dari itu, hampir semua masjid          seperti sabda nabi yang artinya
menyediakan fasilitas menambah Ilmu
(majlis taklim), menyediakan bacaan         Sombong adalah menolak
perpustakaan untuk dibaca agar              kebenaran dan merendahkan
memudahkan hambanya menuju                  (meremehkan) manusia” . (Hadits
Surga. Karena Allah perintahkan             Riwayat Muslim, at Tirmidzi dan
manusia untuk Iqra ! (bacalah) di           Abu Daud).
surah Al Alaq 1-5
                                            Hadirin yang disayangi Allah
 Manusia yang banyak membaca
akan banyak Ilmunya, akan banyak            Alhamdulillah di bulan penuh berkah
hal yang bisa disampaikan, bagaikan         dan rahmah ini masjid AlFurqan
teko yang selalu diisi air minum, maka      menyediakan fasilitas Ilmu
akan kelebihan air akan tumpah
membagi2kan ilmunya lewat lisan             Majelis Taklim
maupun tulisan.
                                            SanLat Untuk Anak-anak
Sebaliknya…
                                            Lomba dan Gebyar Ramadhan untuk
Orang yang malas menuntut ilmu,             anak
malas mendengarkan majelis taklim
dan/atau malas membaca biasanya             yang merupakan wujud amal shalih kita
hidupnya akan membosankan, karena            Semoga Allah membalas dengan
hidupnya tiada sesuatu yang baru,           pahala n kebaikan yang berlipat ganda
hanya itu itu melulu, karena ruhnya         bagi seluruh jamaah masjid
jarang diisi ilmu dan jarang diisi dengan   AlFurqan.amin,
bacaan Ayat Ayat AlQuran
 AlFurqan adalah nama lain dari            Duduk bersama para ulama adalah
AlQuran yang artinya                       ibadah. (HR. Ad-Dailami)
Penyaring/Pembeda antara kebaikan
dan keburukan.                                3.   Mendapat taman surga dunia

 Orang yang memiliki Furqan akan           Apabila kamu melewati taman-
bisa menyaring kebaikan dan                taman surga, minumlah hingga
menjauhi keburukan,                        puas. Para sahabat bertanya, "Ya
                                           Rasulullah, apa yang dimaksud
tahu dan mengerti cara                     taman-taman surga itu?" Nabi Saw
membedakan kebaikan dan                    menjawab, "Majelis-majelis
keburukan. Juga berkat rajin               taklim." (HR. Ath-Thabrani).
menuntut ilmu dan beribadah
                                           Merajut Pakaian Taqwa
penutup dan kesimpulan:
                                           Pada hakekatnya, pakaian adalah segala 
Ilmu sangat penting dan sangat perlu       yang “melekat” di badan ini; entah baju, 
kita perbarui setiap hari karena           celana, segala aksesoris yang “melekat” 
sebagai manusia kita tempatnya lupa        lainnya, termasuk perhiasan. Selaras 
maka kita perlu orang lain yang            dengan pengertian ini, bahkan Allah 
mengingatkannya
                                           membahasakan suami sebagai “pakaian” 
                                           dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari 
yaitu dengan cara
                                           suami (Q.S. Al­Baqarah: 187: hunna  
  •      rajin menghadiri majelis taklim   libaasul lakum wa antum libaasun  
       tanpa memandang usia,               lahunna). Mungkin karena suami dan istri 
                                           pun “melekat” satu sama lain, hingga 
  •      dengan banyak                     mereka tak ubahnya seperti pakaian.
       membaca,AlQuran dan
       terjemahannya,                      Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian 
                                           yang disebut di dalam Al­Qur’an. Pertama, 
  •       banyak membaca buku              pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An­
       islamnya                            Nuur: 58 dan Al­A’raf: 26). Kedua, pakaian 
                                           sebagai perhiasan (Q.S. Al­A’raf: 26). Dan 
karena Ilmu sangat penting untuk orang     ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni 
tua dan muda, untuk kita semua
                                           dari panas dan hujan, juga dari serangan 
                                           musuh (Q.S. An­Nahl:81).
Sebagai motivasi mari kita ingat
kembali manfaat dan keuntungan
                                           Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di 
Keuntungan Menuntut Ilmu                   dalam Al­Qur’an yang berbicara tentang 
                                           pakaian. Entah memakai bahasa 
  1.     bisa membuat kita dimudahkan      “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun 
       jalan ke surga.                     “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara 
                                           tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. 
  2.    Duduk bersama Ulama sudah          Hanya ada satu yang menyebutkan tentang 
       dianggap ibadah.                    pakaian ruhani.
Pakaian ruhani adalah sebenar­benar                                              sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan 
pakaian, yang menunjukkan baik buruknya                                          rajut kembali.
seseorang. Meski seseorang mengenakan 
pakaian lahiriah yang mewah dan mahal,                                           Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di 
tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek,                                      sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika 
terhina, maka dirinya akan terhina pula.                                         datang bulan Ramadan, maka dibuka 
Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa­                                        pintu­pintu syurga, ditutup pintu­pintu 
apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa                                                neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” 
melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan                                         (muttafaq ‘alaih). 
mulia dalam pandangan manusia, tetapi 
tidak dalam pandangan Allah.                                                     Semua tidak lain sebagai motivasi buat 
                                                                                 kita untuk memperbanyak amal kebaikan 
Apakah pakaian ruhani yang dimaksud?                                             kita. Mumpung kesempatan itu dibuka 
Al­Qur’an menyebutnya sebagai pakaian                                            lebar­lebar oleh Allah. Allah sedang 
taqwa (libaasut taqwa). Sebagaimana                                              membuka “Big Sale”. Obral besar­besaran. 
firmannya, “Dan pakaian takwa itulah                                             Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar 
yang paling baik. Yang demikian itu adalah                                       zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang 
sebahagian dari tanda­tanda kekuasaan                                            berbuka puasa, menghentikan menggunjing 
Allah, mudah­mudahan mereka selalu                                               orang. Semuanya adalah jalan­jalan 
ingat.” (Q.S. Al­A’raf: 26).                                                     kebaikan; jalan­jalan merajut pakaian 
                                                                                 takwa kita.
Tentang taqwa, imam Ali karramallahu  
wajhah berkata:                                                                  Hakikat Ramadhan

    ِ ْ ِ ّ ِ ْ َ ِ ُ َ ْ ِ ْ ِ ْ َ ِ ِ ْ ْ َ ِ ُ َ َ ْ َ ِ ْ َِ َ ِ ُ ْ َ ْ َ
    ‫الخوف من الْجليل و العمل بالتنزيل و الستعداد ليوم الرحيل‬
                                                                                 Sudah berapa kali kita berjumpa 
(Takut kepada Zat Yang Mahaagung;                                                Ramadhan? Bagaimana kita memaknai 
mengamalkan apa yang diturunkan (al­                                             Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa 
Qur’an); dan menyiapkan diri untuk                                               melaluinya begitu saja? Ataukah kita 
menyambut datangnya hari yang kekal                                              menjalaninya dengan biasa­biasa saja? 
[akhirat]).                                                                      Ataukah kita benar­benar 
                                                                                 mengistimewakan dan mengoptimalkannya 
Ramadan adalah hari­hari dimana kita                                             untuk mengubah diri kita menjadi lebih 
memintal benang­benang pakaian takwa                                             baik lagi?
itu. Hari demi hari kita memintalnya, 
dengan harapan pada akhir Ramadan, hari                                          Jika kita ingin benar­benar 
kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah                                         mengistimewakan dan mengoptimalkan 
sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan                                          Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus 
di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk                                         memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini 
dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali.                                     beberapa makna dan hakikatnya.
Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu 
seharusnya kita pakai seterusnya sampai                                          Bulan Ramadhan adalah Bulan 
tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana                                          Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah)
kita akan memeriksa pakaian takwa itu 
kembali barangkali ada lubang, kotor,                                            Seberapa bersemangat dan seberapa 
                                                                                 mampu kita memanfaatkan Ramadhan 
pada setiap menit dan detiknya,                Rasulullah bersabda, “Barangsiapa 
merupakan indikasi ketaqwaan kita              berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan 
kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai      berharap pahala dari Allah, maka dosa­
diri kita, apakah kita termasuk hamba          dosanya yang telah lalu akan diampuni.” 
Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka      Beliau juga bersabda, “Barangsiapa berdiri 
menganiaya diri sendiri), atau yang            (menegakkan shalat malam, shalat 
muqtashid (yang pas­pasan saja), ataukah       tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar 
yang sabiqun bil khairat (yang bergegas        iman dan berharap pahala dari Allah, maka 
dalam melaksanakan berbagai kebaikan).         dosa­dosanya yeng telah lalu akan 
                                               diampuni.” Beliau bahkan berkata, 
Disamping itu, Ramadhan juga merupakan         “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata­
sarana yang sangat tepat bagi kita untuk       kata buruk dan tidak mengumpat maka ia 
bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq         akan keluar dari dosa­dosanya seperti 
‘alaih menyatakan bahwa selama bulan           keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh 
Ramadhan syetan­syetan dibelenggu. Nah,        ibunya.” Jadi, apa lagi yang kita tunggu. 
jika syetan­syetan telah dibelenggu tetapi     Mari kita banyak­banyak beribadah dan 
kita masih saja melakukan dosa dan             memohon ampunan kepada Allah, agar 
kemaksiatan maka seperti itulah diri kita      Ramadhan ini dapat menjadi penghapus 
yang sebenarnya.                               dosa­dosa kita.

Bulan Ramadhan adalah Bulan                    Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa 
Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah)               (Syahrush Shiyam)

Rasulullah bersabda, “Telah datang             Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya 
kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang            dengan meninggalkan makan, minum dan 
penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas      hubungan suami isteri pada siang hari. 
kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa       Lebih dari itu, puasa yang sejati adalah 
tidak mendapat bagian kebaikannya, maka        puasa yang bersifat total, yakni 
sungguh berarti ia telah dijauhkan dari        mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: 
rahmat Allah.”                                 akal pikiran, hati, mata, telinga, lidah, 
                                               tangan, kaki, dan anggota­anggota tubuh 
Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan         kita yang lainnya. Semuanya harus kita 
segenap rahmat­Nya melebihi pada bulan­        puasakan dari berbagai bentuk dosa dan 
bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah           kemaksiatan. Rasulullah bersabda, 
melipatgandakan pahala amal kebaikan,          “Barangsiapa tidak meninggalkan 
memberikan semangat ketaatan kepada            perkataan dan perbuatan yang keji, maka 
hamba­hamba­Nya, dan bahkan                    sekali­kali Allah tidak butuh dengan 
memberikan bonus satu malam yang lebih         puasanya yang hanya meninggalkan 
baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr.    makan dan minum saja.”
Karena itu, rugilah kita jika selama bulan 
ini kita tidak memanfaatkan limpahan           Bulan Ramadhan adalah Bulan Al­
rahmat Allah yang sedemikian besar.            Qur’an (Syahrul Qur’an)

Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat             Bulan Ramadhan adalah bulan 
(Syahrut Taubah)                               diturunkannya Al­Qur’an. Pada setiap 
bulan ini, Rasulullah selalu melakukan         Ramadhan Bulan Jihad (Bagian 
tadarrus Al­Qur’an bersama malaikat           Pertama): Memahami Makna Jihad
Jibril. Beliau ingin memberikan teladan 
kepada kita semua agar kita berinteraksi    Rasulullah SAW. selalu memotivasi para 
seakrab mungkin dengan Al­Qur’an selama     sahabat dengan kabar gembira akan 
bulan Ramadhan. Interaksi ini meliputi      datangnya Ramadhan, sebagaimana 
banyak hal: membacanya, memahami            sabdanya, “Telah datang kepada kalian 
maknanya, mengamalkannya, dan               bulan Ramadhan, rajanya bulan, sambut 
mendakwahkannya. Akan lebih baik lagi       dan hormatilah Ramadhan.” 
jika kita juga berusaha untuk 
menghafalnya sesuai dengan kemampuan        Lintasan sejarah Islam berbicara, terdapat 
yang kita miliki.                           hubungan yang penting antara jihad dan 
                                            Ramadhan. Selama kehidupan Rasulullah 
Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq           saw., dua buah peperangan terjadi di bulan 
dan Sedekah (Syahrul Infaq wash             Ramadhan, yang pertama adalah Perang 
Shadaqah)                                   Badar yang terjadi di tahun kedua setelah 
                                            hijrah, dan yang kedua Penaklukan 
Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk       Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun 
beribadah secara vertikal saja. Ia juga     kemudian.
kesempatan emas untuk beribadah secara 
horisontal, melakukan berbagai kebaikan     Bahkan, setelah kehidupan Rasulullah 
kepada sesama. Di bulan ini kita sangat     SAW, bulan Ramadhan tetap menjadi 
dianjurkan untuk banyak berinfak dan        bulan konfrontasi militer penting bagi 
bersedekah. Kita telah merasakan            kaum muslimin. Beberapa kejadian penting 
bagaimana rasanya kelaparan dan             yang berhubungan antara bulan Ramadhan 
kehausan. Sudah semestinya kita             dan jihad terus terjadi dalam kehidupan 
kemudian mampu berempati kepada             bersejarah kaum muslimin. Tentunya, 
mereka yang selama ini biasa kelaparan      Allah SWT yang paling mengetahui hikmah 
dan kehausan, dengan cara berinfaq dan      yang besar mengapa bulan Ramadhan 
bersedekah kepada mereka. Demikianlah       begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. 
yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.     Pastinya, Allah SWT sajalah yang 
Sebuah riwayat menyatakan bahwa             mengetahui hikmah itu semua dan 
kedermawanan beliau di bulan Ramadhan       memberikan indikasi dan tanda­tanda 
sampai menyerupai angin yang bertiup.       tersebut, yakni kaitan antara Ramadhan 
                                            dan jihad kepada kaum muslimin.
Demikianlah beberapa makna dan hakikat 
Ramadhan. Jika kita telah memahaminya       Untuk memahami lebih dalam hubungan 
maka selanjutnya kita harus bergegas        ini maka seseorang haruslah memahami 
untuk mengimplementasikannya dalam          esensi jihad sebaik dia memahami esensi 
hari­hari Ramadhan kita. Harapan kita,      shaum. Jihad adalah aktualisasi dari 
keluar dari Ramadhan kita telah menjadi     ibadah seorang muslim untuk 
pribadi yang jauh lebih bertaqwa,           membuktikan tidak ada kecintaan baginya 
la’allakum tattaqun.                        kecuali hanya Allah SWT saja, Rasulullah 
                                            SAW, dengan upaya sekuat tenaga untuk 
                Materi 3                    menggapai Ridho Ilahi. Seorang Mujahid 
dengan bersungguh­sungguh memberikan          bulan ini umat Islam mendapatkan panen 
semua apa pun miliknya di dunia,              pahala karena ada malam yang lebih baik 
termasuk hidupnya, ini merupakan bukti        dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar, dan 
bahwa dia sungguh­sungguh ikhlas              ketiga, dilipatgandakannya pahala semua 
beribadah hanya kepada Allah SWT.             amalan muslim dan muslimah. Yang wajib 
semata. Dia tidak memiliki keinginan lain,    dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah 
selain Allah SWT. Dia tidak menyembah         disamakan dengan pahala amalan wajib. 
materi apa pun dalam kehidupannya,            Dengan keistimewaan ini, dosa umat Islam 
keinginannya, dan semua semata­mata           terbakar oleh banyaknya pahala amalan 
ditujukan untuk menggapai keridloan­Nya.      kebajikan yang diraih pada bulan 
Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak       Ramadhan.
ada selain itu. 
                                              Barangkali, di sinilah rahasianya mengapa 
Untuk beberapa alasan, banyak muslim          Rasulullah senantiasa menanti bulan 
tidak mampu melakukan keikhlasan dalam        Ramadhan, sehingga berdoa, “Allahumma 
beribadah tersebut. Mereka masih              baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa 
membutuhkan atau mengharapkan sesuatu         ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati 
yang lain meskipun mereka tahu bahwa          kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban 
mereka adalah hamba Allah SWT, mereka         dan antarkan kami sampai ke bulan 
masih lebih mementingkan pekerjaan,           Ramadhan.).
keluarga, kesehatan, dan segala sesuatu 
yang merupakan kenikmatan dunia. Salah        Selain dari pada itu, Beliau senantiasa 
satu jalan untuk mencapai tingkat             berkhutbah ketika menyambut awal 
ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa,       Ramadhan. Di antara isi khutbahnya yang 
sebagaimana firman Allah SWT.                 diriwayatkan oleh Imam Ahmad
                                              dan An Nasa’i adalah sebagai berikut:
“Wahai orang­orang yang beriman 
diwajibkan atas kamu berpuasa                 “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, 
sebagaimana orang­orang sebelum kamu          penuh berkah. Allah mewajibkan atas 
agar kamu bertaqwa.” (QS 2 : 183)             kamu puasa di bulan itu. Pada bulan itu 
                                              semua pintu neraka terbuka lebar dan 
             Materi 4                         semua pintu neraka Jahim tertutup rapat 
    Ramadhan Bulan Jihad (Bagian              serta syetan­syetanpun dibelenggu. Di 
              Kedua)                          dalamnya terdapat suatu malam yang lebih 
                                              baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang 
1. Ramadhan Bulan Istimewa,                   tidak mendapatkan kebaikannya, maka 
                                              sesungguhnya orang yang tidak beramal 
Ramadhan adalah bulan kesempatan umat         kebaikan pada bulan ini sungguh amat 
Islam untuk membakar dosa lebih intensif      merugi.”
dibandingkan dengan bulan lain. Mengapa 
membakar dosa? Pertama, amalan puasa          Konotasi “pintu­pintu surga terbuka lebar 
adalah ibadah istimewa dan berpahala          dan pintu neraka tertutup rapat dan 
istimewa yang mampu meningkatkan              syetan­syetanpun dibelenggu”, maksudnya 
ketakwaan dan menepis semua bentuk            bahwa orang yang berpuasa berkesempatan 
kemunkaran dan maksiat. Kedua, pada           besar untuk masuk surga dan jauh dari 
neraka. Karena dengan puasanya ia              telah menghadapi jihad besar melawan 
berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda    kezhaliman dalam menegakkan keadilan.
oleh syetan yang terkutuk.
                                               Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan 
2. Ramadhan dan Jihad                          mencapai dua sasaran:

Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad       Pertama: Untuk mempertahankan diri dari 
melawan hawa nafsu. Orang yang tidak           serangan asing dan mempertahankan 
bisa menahan nafsu syahwatnya, nafsu           tanah air di mana mereka tinggal.
amarahnya, nafsu seksualnya, dan nafsu­
nafsu lainnya selama berpuasa, berarti         Kedua: Mempertahankan dakwah 
puasanya akan ditolak Rabbul Izzati.           Islamiyah dan ajaran­ajaran Ilahi sekaligus 
Rasulullah pernah menegaskan dengan            melindungi para pembawa panji­panjinya, 
sabdanya: “Barangsiapa yang tidak              demi menebarkan ajaran Islam dengan al­
meninggalkan ucapan dan perbuatan              hikmah, almau’izhah al hasanah dalam 
dusta, maka Allah tidak butuh darinya          suasana penuh aman dan kedamaian. 
untuk meninggalkan makanan dan                 Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam 
minumannya.”                                   tetap tersebar ke seantero dunia. Dakwah 
                                               bagaikan air yang harus dirasakan 
Inilah jihad muslim yang tiada hentinya,       manfaatnya oleh seluruh umat manusia. 
karena nafsu al ammarah bis suu’               Bila tidak disyariatkan jihad, maka 
senantiasa menyertainya, baik di kala jaga     kebatilan akan menggusur yang hak, 
atau tidur. Namun, selain jihad melawan        kerusakan akan menghantui dunia, dan 
hawa nafsu ini, umat Islam diperintahkan       panji­panji Islam akan tumbang diserang 
juga berjihad melawan kekafiran dan            kekufuran.
kesyirikan. Jihad untuk mempertahankan 
diri dari serangan kaum kufar ini sering       3. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas
disebut dengan jihad qitali.
                                               Ketika musuh­musuh Islam menyerang 
Allah swt. telah mensyariatkan jihad           dengan berbagai macam cara untuk 
melawan kekufuran sebagai sarana ibadah        memadamkan cahaya agama Allah, kondisi 
dan perjuangan untuk menyiapkan                ini menuntut umat Islam agar melakukan 
individu muslim yang mampu membawa             jihad dalam berbagai aspek kehidupan. 
beban untuk mencapai kebahagiaan dunia         Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad 
dan akhirat. Ibadah puasa penuh dengan         setiap saat bagi setiap muslim yang masih 
kebaikan dan sumber pengkaderan untuk          waras dan sehat. Jihad qitaali adalah wajib 
menyiapkan generasi yang mau berkorban         bila umat Islam diserang dengan senjata 
lii’laai kalimatillah.                         seperti di Palestina, Afghanistan, Irak, 
                                               Bosnia, dan belahan bumi lainnya. Selain 
Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan       jihad nafsiy dan jihad qitaali, masih banyak 
Ramadhan penuh dengan kenangan                 lagi tuntutan jihad lainnya, sebanyak 
peristiwa besar yang menggambarkan jihad       aneka ragam serangan musuh. Di antara 
kaum muslimin. Sejak Islam datang              jihad­jihad yang dituntut sekarang adalah:
menembus gelapnya kekufuran dan 
kesyirikan menuju cahaya Islam, umatnya        a. Jihad tablighi, yaitu jihad dengan lisan 
                                                  untuk menyampaikan ajaran Islam 
   dengan penuh hikmah, kelembutan, dan        kehidupan manusia, maka secara garis 
   kesejukan. Kita diwajibkan tablighi ini     besar struktur akhlak mulia terhadap 
   sebagai jihad bil­lisan untuk               seluruh ciptaan Allah itu dapat 
   meluruskan berbagai penyimpangan            digambarkan seperti struktur sederhana 
   yang terjadi dalam masyarakat.              berikut ini. Yang pertama yaitu ciptaan 
b. Jihad ta’limi, yaitu jihad melalui          Allah yang gaib, meliputi gaib dalam arti 
   pendidikan, baik formal atau Non            positif dan gaib dalam arti negatif. Gaib 
   formal. Saat ini umat Islam sangat          dalam arti positif di antaranya malaikat, 
   dituntut untuk menekuni jihad ta’limi       qada dan qadar, kiamat, alam kubur, 
   ini, karena sekolah­sekolah unggulan        padang mashar, sorga dan neraka beserta 
   umat Islam masih perlu peningkatan          penghuninya, dan lain sebagainya. 
   kualitas dan kuantitas. Apalagi sekolah­    Sedangkan gaib dalam arti negatif di 
   sekolah yang dikelola pendidikan non        antaranya iblis, jin, syetan, dan benda serta 
   Islam sarat dengan unsur­unsur yang         alam gaib lainnya. Yang kedua yaitu 
   bisa memadamkan semangat keislaman          ciptaan Allah yang nyata. Ciptaan Allah 
   siswa.                                      yang nyata meliputi sesama manusia (nabi 
c. Jihad Maali, yaitu jihad dengan harta       dan rasul, diri sendiri, orang tua, kerabat 
   dalam rangka menebarkan Syiar Islam,        dekat, kerabat jauh, tetangga dekat dan 
   melindungi kaum fuqara’ dan masakin         tetangga jauh, sesama muslim, non 
   dari kekufuran yang mengintai mereka.       muslim), selain manusia (tumbuhan dan 
   Jihad maali ini sering disebut Al­Qur’an    hewan), serta benda mati (bumi dan 
   lebih daripada jihad binnafsi, karen        segalanya serta benda angkasa). 

                Akhlak Mulia                   Walau struktur yang disampaikan masih 
                                               sangat jauh dari lengkap dan sempurna, 
Secara garis besar, akhlak mulia itu dapat     namun diharapkan akan bisa memberikan 
dikelompokkan kedalam dua kelompok             gambaran cakupan akhlak mulia yang 
yaitu:                                         sudah dicontohkan dan diajarkan 
1. Akhlak kepada Allah, Akhlak mulia           Rasulullah Muhammad SAW. Seluruh 
kepada Allah berati mengikuti seluruh          sikap dan perilaku serta adab sopan santun 
perintah yang telah disampikan Allah           terhadap semua ciptaan Allah sudah 
kepada Rasul yang Maha Mulia                   termuat dan tercantum dalam Al­Quran 
Muhammad SAW. Seluruh perintah                 dan Hadist. Tinggal bagaimana kita bisa 
tersebut sudah tercatat dalam Al­Quran         mempelajarinya secara benar dan teliti 
dan Hadist.                                    serta mengamalkannya.
2. Akhlak kepada Ciptaan Allah, Akhlak 
terhadap ciptaan Allah meliputi segala         Pembahasan masalah Akhlak  adalah 
prilaku, sikap, perbuatan, adab dan sopan      pembahasan yang sangat luas, sama 
santun sesama ciptaan Allah yang terdiri       luasnya dengan seluruh asoek kehidupan 
atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan       manusia serta variasi ­ variasinya. Secara 
Allah yang nyata, benda hidup dan benda        garis besar fungsi dan tujuan pengamalan 
mati.                                          akhlak mulia bagi umat manusia adalah :
                                               1. Sebagai pengamalan syariat Islam. 
Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak        Sebagai pengamalan Syariat Islam. Islam 
ini karena menyangkut seluruh aspek            sebagai agama rahmat bagi seluruh alam 
semeste telah ,e,berikan tuntunan prilaku    suara, bentuk tubuh, atau pun sifat dan 
dan etika secar sempurna, sehingga dengan    karakter pasti akan berbeda. Allah SWT 
niat karena Allah SWT, pengamalan            telah menciptakan seluruh manusia dalam 
akhlak yang mulia itu insya Allah akan       keberagaman. Hingga anak­anak yang 
menjadi ibadah bagi umat islam yang          kembar siam pun tetap memiliki 
mengamalkanya.                               perbedaan. Perbedaan yang khas dari 
                                             milyaran umat manusia di dunia ini 
2. Sebagai Identitas. Sebagai Identias,      seharusnya makin menyadarkan manusia 
Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah    akan Maha Agung dan Maha Besar­nya 
kepada manusia yang berakal budi karena      Sang Maha Pencipta.
dengan tuntunan akhlak yang mulia akan 
bisa membedakan antara manusia denga         Sebagai seorang muslim, kita adalah 
hewan.                                       makhluk sosial. Allah telah mewajibkan 
                                             kita untuk hidup berinteraksi dengan 
3. Pengatur tatanan Sosial. Akhlak Mulia     masyarakat. Saat berinteraksi dengan 
Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti      masyarakat tentu saja kita harus dapat 
dengan pengamalan akhlak mulia yang          menempatkan diri di tengah­tengah 
sudah dicontohkan oleh yang Mulia            masyarakat dengan baik. Agar tidak terjadi 
Saydina Muhammad SAW mengukuhkan             masalah yang akan membuat suasana 
bahwa manusia sebagai makhluk sosial         hubungan yang harmonis menjadi 
tidak akan pernah bisa dan lepas dari        terganggu. 
pengaruh lingkungannya. Dengan akhlak 
mulia ini tatanan sosial yang terbentuk                  Materi 6 
semakin memberikan makna dan nilai yang      Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan
tidak saling merugikan.
                                             Siapa saja yang berpuasa pada bulan  
4. Rahmat bagi seluruh alam. Akhlak Mulia    Ramadhan dengan penuh keimanan dan  
Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti     hanya mengharapkan pahala Allah semata  
akhlak mulia yang diperuntukkan bagi         maka diampunilah dosanya yang telah  
manusia tidak hanya mengatur tatanan         berlalu. (HR al­Bukhari dan Muslim).
hubungan manusia dengan manusia 
lainnya tetapi juga hubungan antara           Allah SWT Yang Maha Pemurah dan 
manusia dengan makhluk – makluk lain         Maha Penyayang, melalui sabda Nabi saw. 
selian manusia dan alam sekitarnya.          tersebut, telah menegaskan kepada kaum 
                                             Muslim tentang berita pengampunan pada 
5. Perlindungan diri dan HAM. Akhlak         bulan Ramadhan. Sungguh, ini adalah 
Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak      bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang 
Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan         Pencipta kepada makhluk­Nya. Bulan 
menjalin hubungan yang baik berdasarkan      Ramadhan merupakan bulan yang penuh 
hukum dan syariat agama akan terbentuk       dengan pengampunan. Oleh sebab itu, pada 
hubungan yang saling menghargai dan          bulan Ramadhan umat Islam 
saling menguntungkan.                        diperintahkan untuk banyak memohon 
                                             ampunan kepada Allah Yang Maha 
Tidak ada manusia di dunia ini yang          Pengampun. 
memiliki kesamaan seratus persen. Baik 
Dosa merupakan konsekuensi dari                  itu bagi siapa yang dikehendaki­Nya. Siapa  
perbuatan maksiat kepada Allah SWT, baik         saja yang mempersekutukan Allah, maka ia  
karena mengabaikan kewajiban ataupun             sungguh telah berbuat dosa yang besar. 
melakukan keharaman. Manusia sering              (QS an­Nisa [4]: 48).
berbuat dosa, siang maupun malam hari. 
Di rumah, di masjid, di kantor, di angkot, di    Di samping Allah SWT telah menyuruh 
bis, di kendaraan pribadi, di kereta api, di     setiap Muslim untuk sering memohon 
terminal, di stasiun, di bandara, di sekolah,    ampunan kepada­Nya, Rasulullah saw. 
di kampus, di pabrik dan dimana saja             juga telah memberikan teladan kepadanya. 
seseorang sangat mungkin berbuat                 Dalam hadisnya, Rasul pernah 
kesalahan. Berbuat salah memang sudah            bersabda:”Demi Allah, sesungguhnya aku  
sunnatullah. Sebab, Rasul sendiri telah          benar­benar meminta ampunan kepada  
menyatakan bahwa manusia itu tempat              Allah dan bertobat kepada­Nya lebih dari  
salah dan lupa. Untuk itu, Allah SWT             tujuh puluh kali sehari. (HR al­Bukhari 
memerintahkan hamba­Nya untuk sering             dan Muslim) 
meminta ampunan kepada­Nya. Allah SWT 
berfirman:                                       Padahal Rasulullah saw. adalah seorang 
                                                 yang maksum, atau terpelihara dari dosa. 
Orang­orang yang apabila mengerjakan             Beliau dijamin masuk surga. Namun, 
perbuatan keji atau menganiaya diri              beliau tetap terus memohon ampunan 
sendiri, mereka segera mengingat Allah,          kepada Allah Yang Maha Pengampun dan 
lalu memohon ampunan atas dosa­dosa              Maha Penyayang. Karena itu, Muslim yang 
mereka—dan siapa lagi yang dapat                 menjadikan Baginda Rasul sebagai suri 
mengampuni dosa selain daripada Allah?           teladannya akan berupaya untuk sering 
Mereka tidak meneruskan perbuatan                meminta ampunan, khususnya pada bulan 
kejinya itu, sedangkan mereka mengetahui.        Ramadhan. Allah SWT Maha Penyayang 
(QS Ali Imran [3]: 135).                         tidak pilih kasih dalam memberikan 
                                                 ampunan kepada hamba­Nya. Apapun 
Selain itu, nash di atas juga                    dosanya, berapapun banyaknya, selama 
menggambarkan bahwa kaum Muslim                  hamba mau bertobat, Dia akan 
harus senantiasa memohon ampunan                 mengampuninya. 
kepada Allah SWT. Memang, jika Allah 
SWT menghendaki, dapat saja suatu dosa           Katakanlah, "Hai hamba­hamba­Ku yang  
seseorang langsung Dia ampuni. Namun,            melampaui batas terhadap diri sendiri,  
Dia sendiri memerintahkan kepada                 janganlah kalian berputus asa dari rahmat  
manusia untuk sering meminta ampunan             Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni  
kepada­Nya. Baru kemudian, Allah SWT             dosa­dosa semuanya. Sesungguhnya Dia­
akan mengampuninya. Allah SWT sendiri            lah Yang Maha Pengampun lagi Maha  
pasti akan mengampuni semua dosa                 Penyayang." (QS az­Zumar [39]: 53).
manusia, kecuali dosa syirik, tentu selama 
manusia tidak mau bertobat sampai akhir          Untuk itu, pada kesempatan Ramadhan 
hayatnyaAllah SWT berfirman:                     yang penuh ampunan ini, seorang Muslim 
Sesungguhnya Allah tidak akan                    sudah seharusnya banyak meminta 
mengampuni dosa syirik dan Dia                   ampunan kepada Allah SWT. Di samping 
mengampuni segala dosa selain dari syirik        itu, dia akan senantiasa melakukan 
muhâsabah (instrospeksi diri), dengan          Seorang muslim yang kontinu mengerjakan 
mengajukan banyak pertanyaan kepada            qiyamullail, pasti dicintai dan dekat 
dirinya sendiri tentang berbagai hal.          dengan Allah swt. Karena itu, Rasulullah 
”Berlomba­lombalah kalian mendapatkan          saw. menganjurkan kepada kita, 
ampunan dari Tuhan kalian dan surga            “Lazimkan dirimu untuk shalat malam 
yang luasnya seluas langit dan bumi, yang      karena hal itu tradisi orang­orang shalih 
disediakan bagi orang­orang yang beriman       sebelummu, mendekatkan diri kepada 
kepada Allah dan Rasul­rasul­Nya. Itulah       Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, 
karunia Allah, diberikannya kepada siapa       dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad)
yang dikehendaki­Nya. Allah memiliki  
karunia yang agung.                            Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di 
(QS al­Hadid [57]: 21).                        sisi Allah dan di mata manusia, 
                                               amalkanlah qiyamullail secara kontinu. 
              Materi 7                         Dari Sahal bin Sa’ad r.a., ia berkata, 
        Keutamaan Qiyamullail                  “Malaikat Jibril a.s. datang kepada Nabi 
                                               saw. lalu berkata, ‘Wahai Muhamad, 
Dari Jabir r.a., ia berkata, “Aku mendengar    hiduplah sebebas­bebasnya, akhirnya pun 
Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya        kamu akan mati. Berbuatlah semaumu, 
pada malam hari itu benar­benar ada saat       pasti akan dapat balasan. Cintailah orang 
yang seorang muslim dapat menepatinya          yang engkau mau, pasti kamu akan 
untuk memohon kepada Allah suatu               berpisah. Kemuliaan orang mukmin dapat 
kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah        diraih dengan melakukan shalat malam, 
akan memberikannya (mengabulkannya);           dan harga dirinya dapat ditemukan dengan 
dan itu setiap malam.” (HR. Muslim dan         tidak minta tolong orang lain.’”
Ahmad)
                                               Orang yang shalat kala orang lain lelap 
Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi        tertidur, diganjar dengan masuk surga. 
seorang hamba dengan Rabbnya. Sang             Kabar ini sampai kepada kita dari hadits 
hamba merasa lezat di kala munajat             yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari 
dengan Penciptanya. Ia berdoa,                 Abdullah bin Salam dari Nabi saw., beliau 
beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang       bersabda, “Wahai manusia, sebarkanlah 
Pencipta. Dan Allah Yang Maha Pengasih         salam, berikanlah makanan, dan shalat 
lagi Maha Penyayang, sesuai dengan             malamlah pada waktu orang­orang tidur, 
janjinya, akan mencintai hamba yang            kalian akan masuk surga dengan selamat.”
mendekat kepadanya. Kalau Allah swt. 
mencintai seorang hamba, maka Ia akan          Seorang dai yang ingin berhasil 
mempermudah semua aspek kehidupan              dakwahnya, harus mennabur kasih sayang 
hambaNya. Dan memberi berkah atas              kepada seluruh lapisan masyarakat. Hal 
semua aktivitas sang hamba, baik aktivitas     itu dapat digapai dengan wajah yang 
di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi,         berseri­seri, mengucapkan salam, 
sosial, budaya, maupun politik. Sang           mengulurkan bantuan, silaturahim, dan 
hamba akan dekat dengan Rabbnya,               pada malam hari memohon kepada Allah 
diampuni dosanya, dihormati oleh sesama,       diawali dengan qiyamulail. Tapi sayang, 
dan menjadi penghuni surga yang                yang melaksanakan qiyamulail secara 
disediakan untuknya.                           kontinu sangat sedikit jumlahnya. Semoga 
kita termasuk kelompok yang sedikit ini            jangan lupa pasang alarm sebelum 
dan berhak masuk surga tanpa dihisab.              tidur.
Rasululah saw. bersabda, “Seluruh              (7) Baik juga jika Anda janjian dengan 
manusia dikumpulkan di tanah lapang                beberapa teman untuk saling 
pada hari kiamat. Tiba­tiba ada panggilan          membangunkan dengan miscall melalui 
dikumandangkan dimana orang yang                   telepon atau handphone yang Anda 
meninggalkan tempat tidurnya, maka                 miliki.
berdirilah mereka jumlahnya sangat             (8) Buat kesepakatan dengan istri dan 
sedikit, lalu masuk surga tanpa hisab. Baru        anak­anak bahwa keluarga punya 
kemudiaan seluruh manusia diperintah               program qiyamullail bersama sekali 
untuk diperiksa.”                                  atau dua malam dalam sepekan.
                                               (9) Berdoalah kepada Allah swt. untuk 
Kiat Mudah Qiyamullail                             dipermudah dalam beribadah 
                                                   kepadaNya.
Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan 
kebulatan tekad. Jika ada tekad, akan                       Materi 8 
sangat mudah merealisasikannya dengan               Ramadhan:Syahrut Tarbiyah
izin Allah. Berikut ini kiat­kiat pendorong 
meninggalkan tempat tidur untuk                Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan 
bermunajat kepada Yang Maha Pengasih.          syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan 
                                               pendidikan)??
(1) Programlah aktivitas Anda di hari yang 
    malamnya Anda rencanakan untuk             Karena pada bulan ini umat Islam dididik 
    qiyamulail agar memungkinkan Anda          langsung oleh Allah SWT. dan diajarkan 
    tidak kelelahan. Sehingga tidak            oleh­Nya supaya bisa mengatur waktu 
    membuat Anda tidur terlalu lelap.          dalam kehidupan secara baik; Kapan 
(2) Pahamilah bahwa Anda punya                 waktu makan, kapan waktu bekerja, kapan 
    kebutuhan jasmani, aqli, dan ruhani,       waktu istirahat dan kapan waktu ibadah.
    serta Anda wajib memenuhinya dengan 
    seimbang.                                  Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen 
(3) Hindari maksiat. Sebab menurut             bagi kehidupan insan dan umat, karena 
    pengalaman Sufyan Ats­Tsauri, “Aku         dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah  
    sulit sekali melakukan qiyamullail         islamiyah mutakamilah mutawazinah 
    selama 5 bulan disebabkan satu dosa        (kepribadian islami yang utuh dan 
    yang aku lakukan.”                         seimbang) yang siap menjawab tantangan 
(4) Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan        zaman dengan segala problematika, ujian 
    keistimewaan qiyamulail. Dengan            dan cobaannya.
    begitu Anda termotivasi untuk 
    melaksanakannya.                           Dalam kontek tarbiyah itu sendiri; untuk 
(5) Tumbuhkan perasaan sangat ingin            menghasilkan kader­kader yang memiliki 
    bermunajat dengan Allah yang Maha          Syakhshiyah islamiyah mutakamilah  
    Pengasih lagi Maha Penyayang.              mutawazinah (kepribadian islami yang 
(6) Makan malam jangan kekenyangan,            utuh dan seimbang), maka pembinaan 
    berdoa untuk bisa bangun malam, dan        dalam Islam harus mampu merealisasikan 
                                               tujuan­tujuan berikut ini:
(1) Memahami Islam sebagai manhaj atau           Dalam bulan romadhan, Allah SWT ingin 
    pedoman hidup bagi Manusia yang              memberikan tarbiyah kepada kaum 
    bersifat syumiliyah (universal),             muslimin, agar tercetak sosok yang shalih, 
    mutawazinah (seimbang), mutakamilah          meningkat keimanannya, berakhlak dan 
    (integral), alamiyah (global), murunah       berpengetahuan yang lurus serta komitmen 
    (fleksibel) dan                              di jalan da’wah untuk menggapai ridho 
    waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah     Allah.
    (bersumber dari Allah).
(2) Memiliki komitmen pada Islam dalam           Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari 
    semua aspeknya; sosial, politik,             kata ramadla­yarmudlu­ramadlan artinya 
    ekonomi, pendidikan dan lain­lainnya;        panas membakar. Panas membakar ini bisa 
    sehingga semua nazhoriyah (teori)            berasal dari sinar matahari. Orang Arab 
    dapat teraplikasikan di dalam                dahulu ketika memindahkan nama­nama 
    kehidupan yang nyata.                        bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab, 
(3) Memperhatikan kondisi obyektif               mereka menamakan bulan­bulan itu 
    masyarakat dalam hal aplikasi,               menurut masa yang dilaluinya. Kebetulan 
    komunikasi dan interaksi dengan              bulan Ramadhan masa itu sedang melalui 
    prinsip­prinsip Islam. Semua itu harus       musim panas akibat sengatan terik 
    disesuaikan dengan situasi, kondisi,         matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas 
    waktu dan tempat. Apakah dengan              padang pasir pada masa itu.
    kaum muslimin ataukah dengan non 
    muslim dan baik dalam ta’amul da’awi         Ramadhan bermakna panas membakar 
    (interaksi da’wah) maupun ta’amul            juga di dasarkan karena perut orang­orang 
    siyasi (interaksi politik).                  yang berpuasa tengah terbakar akibat 
                                                 menahan makan minum seharian. Panas 
Selain itu juga perlu dilihat apakah di          membakar bulan Ramadhan bisa juga 
dalam masyarakat yang mono­loyalitas             berarti karena bulan Ramadhan 
ataukah multi­loyalitas; karena memang           memberikan energi untuk membakar dosa­
tidak mungkin mengaplikasikan Islam              dosa yang dilakukan manusia.
hanya dengan satu model. Oleh karena itu 
diperlukan ta­shil syari (pengokohan             Pada bulan yang sangat istimewa ini, 
                                                 terdapat sekian banyak wahana yang bisa 
hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan 
                                                 dimanfaatkan dalam rangka 
orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan 
                                                 penggemblengan dan pemanasan diri itu. 
manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas 
                                                 Dari yang wajib seperti puasa dan zakat 
landasan ini.
                                                 fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf, 
(4) Memperhatikan tanggung jawab                 tadarus, tarawih, sedekah, dan sebagainya. 
    pendidikan Islam. Dalam rangka               Dari yang berbentuk fisik seperti memberi 
    mencetak generasi sholih yang bisa           makanan berbuka kepada fakir miskin 
    bergaul dengan masyarakat luar;              hingga yang psikis seperti sabar, tawakal, 
    mampu mempengaruhi, menguasai dan            amanah, jujur dan sebagainya.
    tidak menganggap mereka sebagai 
                                                               Materi 9 
    musuh walaupun perlakuan mereka 
    keras, kasar dan menyakitkan.                  Sarana­sarana Tarbiyah Ramadhan
Secara garis besar dapat kita temui bahwa      sedang musafir (dalam perjalanan); yang 
Ramadhan merupakan sarana tarbiyah             mana kesemua itu merupakan keringanan 
yang meliputi :                                (rukhsah) bagi mereka; karena ketidak 
                                               mampuan, atau karena kesehatan janin 
1. Ramadhan merupakan sarana                   dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang 
Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan                    yang sedang musafir. (Lihat surat al­
spiritual)                                     baqarah ayat 184). Selain itu juga dengan 
                                               puasa dari segi kesehatan akan 
Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah         membersihkan usus­usus, memperbaiki 
perintahkan kepada hamba­hamba­Nya,            kerja pencernaan, membersihkan tubuh 
selain merupakan kewajiban dan alasan          dari sisa­sisa endapan makanan, 
diciptakannya manusia dan makhluk              mengurangi kegemukan dan menenangkan 
lainnya; juga merupakan sarana untuk           kejiwaan atas aspek materil yang ada 
membersihkan diri manusia itu sendiri dari     dalam diri manusia.
kotoran dan dosa yang melumuri jiwa, 
sehingga tidak ada satu ibadahpun yang         3. Ramadhan merupakan sarana 
lepas dari arah tersebut; shalat misalnya      tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan 
merupakan sarana untuk mencegah                sosial)
diri dari perbuatan keji dan mungkar. 
Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya         Selain melatih diri, puasa juga memiliki 
merupakan sarana untuk membersihkan            sisi pendidikan sosial, apalagi dalam 
diri dan hartanya dari kotoran yang            kewajiban puasa ramadlan, seluruh umat 
terdapat dalam hartanya, seperti yang          islam di dunia diwajibkan berpuasa, tanpa 
tersirat dalam surat At­Taubah (9) ayat 103    terkecuali; baik yang kaya atau miskin, 
dan Al­Lail (92) ayat 18. Begitupun dengan     pria atau wanita, kecuali bagi mereka yang 
bulan ramadhan yang di dalamnya                ada udzur, disinilah letak pendidikan 
terdapat ibadah puasa, berfungsi sebagai       sosial, mereka sama dihadapan perintah 
sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa),      Allah, sama dalam merasakan lapar dan 
dimana orang yang berpuasa selain              dahaga, dan sama dalam ketundukan 
menjaga diri untuk tidak makan dan             terhadap perintah Allah.       
minum, juga dituntut untuk mematuhi 
perintah Allah dan menjauhi larangan­Nya.      Puasa juga dapat membiasakan umat 
                                               untuk hidup dalam kebersamaan, bersatu, 
 2. Ramadhan merupakan sarana                  cinta keadilan dan persamaan, begitupun 
tarbiyah jasadiyah (pembinaan                  juga melahirkan kasih sayang kepada 
jasmani)                                       orang­orang miskin, sehingga orang­orang 
                                               yang mampu dan kaya merasakan apa 
Ibadah puasa merupakan ibadah yang             yang di derita oleh orang­orang fakir dan 
tidak hanya membutuhkan pengendalian           miskin dan mau memberi dari rizki yang 
hawa nafsu tapi juga membutuhkan               Allah anugrahkan kepadanya. Sehingga 
kekuatan fisik, karenanya puasa tidak          dari sinilah di harapkan timbul rasa 
diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya       persaudaraan dan solidaritas.
tidak prima, seperti orang tua yang telah 
renta, orang sakit, wanita yang sedang 
hamil tua atau menyusui serta orang yang 
4. Ramadhan merupakan sarana                  yang nyata, karenanya peperangan yang 
tarbiyah khuluqiyah (pembinaan                terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan 
akhlak)                                       para sahabatnya kebanyakan di bulan 
                                              puasa, dan justru dengan berpuasa mereka 
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits          dapat lebih semangat dalam berjihad. 
yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a.:
                                              “Barangsiapa yang bersungguh­sungguh 
“Apabila seorang dari kamu sekalian           dijalan kami maka Kami akan tunjukkan 
berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor     jalan­jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. 29 
dan berteriak. Bila dicela orang lain atau    ayat 69)
dimusuhi, maka katakanlah: “Aku ini 
sungguh sedang puasa”. Dalam hadits lain      Dan puncak tarbiyah  yang dapat di raih 
disebutkan: Rasulullah SAW bersabda:          oleh seorang muslim pada bulan ramadhan 
“Barangsiapa yang tidak mampu                 adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah 
meninggalkan perkataan dusta, dan             SWT, sebagaimana yang telah difirmankan 
melakukan perbuatan dusta, maka Allah         Allah  dipenutup perintah­Nya untuk 
tidak membutuhkan lapar dan dahaga            berpuasa, “agar kamu bertaqwa”, karena 
mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud).           dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan 
                                              jasad (jasmani) terjaga.
Mengenai hadits yang terakhir, Al’Allamah 
Asy­Syaukani berkata: “Menurut Ibnu                         Materi 9
Bathal, maksud hadits di atas bukan           Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya 
berarti orang itu disuruh meninggalkan             hidup Islami Vs Jahiliyah
puasa, tetapi merupakan peringatan agar 
jangan berkata bohong atau melakukan          Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia
perbuatan yang memuat dusta. Sedangkan        dalam hidup ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-
menurut Ibnu Arabi, maksud hadits ini         khair), dan yang kedua ialah kebahagiaan (as
                                              sa’adah). Hanya saja masing-masing orang
ialah bahwa puasa seperti itu tidak 
                                              mempunyai pandangan yang berbeda ketika
berpahala. Dan berdasarkan hadits ini, 
                                              memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah
Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa             yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya
perbuatan­perbuatan buruk tersebut di         hidup manusia.       Dalam pandangan Islam gaya
atas dapat mengurangi pahala puasa            hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua
                                              golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya
 5. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah        hidup jahiliyah. 
jihadiyah
                                              Gaya hidup Islami mempunyai landasan 
            Puasa juga merupakan sarana       yang mutlak dan kuat, yaitu Tauhid. Inilah 
dalam menumbuhkan semangat jihad              gaya hidup orang yang beriman. Adapun 
dalam diri umat, terutama jihad dalam         gaya hidup jahili, landasannya bersifat 
memerangi musuh yang ada dalam jiwa           relatif dan rapuh, yaitu syirik. Inilah gaya 
setiap muslim, mengikis hawa nafsu, dan       hidup orang kafir.      Setiap Muslim sudah 
berusaha menghilangkan dominasi jiwa          menjadi keharusan baginya untuk memilih 
yang selalu membawanya kepada                 gaya hidup Islami dalam menjalani hidup 
perbuatan yang menyimpang. Sebagaimana        dan kehidupan­nya. Hal ini sejalan dengan 
puasa juga menumbuhkan semangat jihad         firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan  
(agama)ku, aku dan orang­orang yang                                        Hadits tersebut menggambarkan suatu 
mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah                                   zaman di mana sebagian besar umat Islam 
dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah,                                 telah kehilangan kepribadian Islamnya 
dan aku tiada termasuk orang­orang yang                                    karena jiwa mere­ka telah terisi oleh jenis 
musyrik”. (QS. Yusuf: 108).                                                kepribadian yang lain. Mereka kehilangan 
 Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa                                  gaya hidup yang hakiki karena telah 
bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas                                   mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya 
setiap Muslim, dan gaya hidup jahili adalah                                tak ada kehilangan yang patut ditangisi 
haram baginya. Hanya saja dalam                                            selain dari kehilangan kepribadian dan gaya 
kenyataan justru membuat kita sangat                                       hidup Islami. 
prihatin dan sangat menyesal, sebab justru 
                                                                                         Materi 10 
gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah 
                                                                             Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): 
yang melingkupi sebagian besar umat Islam. 
                                                                             Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum)
Fenomena ini persis seperti yang pernah 
disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi 
                                                                           Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam 
wa Salam . Beliau bersabda:
                                                                           bersabda:
‫ل تقوم الساعة حتى تأخذ أمتي بأخذ القروْن قبلها شبرا بشبْر‬
ٍ ِ ِ ً ْ ِ َ َْ َ ِ ُ ُ ْ ِ ْ َِ ْ ِ ّ ُ َ ُ ْ َ ّ َ ُ َ ّ ُ ْ ُ َ َ
                                                                                                               ْ ُ ْ ِ َ ُ َ ٍ ْ َ ِ َ َّ َ ْ َ
                                                                           .(‫من تشبه بقوم فهو منهم. )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس‬
ِ ‫َ ِ َ ً ِ ِ َ ٍ َ ِ ْ َ َ َ ُ ْ َ ِ َ َ ِ َ َ ّ ْ ِ َ َ َ َم‬
‫وذراعا بذراع. فقيل: يا رسول ال، كفارس والروم. فقال: و َن‬
                                                  َ َِ ُِّ‫ّس‬
.(‫النا ُ إل أولـئك. )رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح‬
                                                                                   Artinya: “Barangsiapa menyerupai  
“Tidak akan terjadi kiamat sebelum                                         suatu kaum, maka ia termasuk golongan  
                                                                           mereka” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari 
umatku mengikuti jejak umat beberapa  
                                                                           Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan).
abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal  
                                                                           Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya
dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang  
                                                                           menyerupai umat yang lain (tasyabbuh)
bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang                                  hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Lalu
Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa                                   dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi
lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al­Bukhari                                  berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara
dari Abu Hurairah z, shahih).                                              lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/
                                                                           berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan
ْ َ ّ َ ٍ َ ِ ِ ً َ ِ َ ٍ ْ ِ ِ ً ْ ِ ْ ُ َْ َ َ َ ْ َ َ َ َ ّ َ ِ ّ َ َ
‫لتتبعن سنن من كان قبلكم شبرا بشبر وذراعا بذراع حتى لو‬                      adat istiadat mereka”.
‫دخلوا جحر ضب تبعتموهم. قلنا: يا رسول ال، اليهود‬
ُ ْ ُ َ ْ َ ِ َ ْ ُ َ َ َ ْ ُ ْ ُ ْ ُ ُ ْ ِ َ ّ َ َ ْ ُ ْ َُ َ             Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh 
                                                 ْ ََ َ َ َ َ ّ َ
،‫والنصارى. قال: فمن. )رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري‬                      yang sudah membudaya dan mengakar di 
.(‫صحيح‬
                                                                           masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. 
                                                                           Mungkin kita boleh bersenang hati bila 
“Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak  
                                                                           melihat berbagai mode busana Muslimah 
orang­orang yang sebelum kamu, sejengkal  
                                                                           telah mulai bersaing dengan mode­mode 
demi sejengkal dan sehasta demi sehasta,  
                                                                           busana jahiliyah. Hanya saja masih sering 
bahkan kalau mereka masuk ke lubang  
                                                                           kita menjumpai busana Muslimah yang 
biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”.  
                                                                           tidak memenuhi standar seperti yang 
Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang  
                                                                           dikehendaki syari’at. Busana­busana itu 
Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa  
                                                                           masih mengadopsi mode ekspose aurat 
lagi?” (HR. Al­Bukhari dari Abu Sa’id Al­
                                                                           sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang 
Khudri z, shahih).
                                                                           lebih memprihatinkan lagi adalah busana 
                                                                           wanita kita pada umumnya, yang mayoritas 
beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai      Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi 
mode pakaian umum tersebut yang tidak           dan situasi masyarakat belum terjamah oleh 
mengekspose aurat. Kalau tidak memper­          risalah dan dakwah Islam. Periode ini sering 
tontonkan aurat karena terbuka, maka            juga disebut dengan istilah Pra­Islam. 
ekspose itu dengan menonjolkan keketatan        Seiring dengan perkembangan dan 
pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap          akulturasi bahasa, istilah ini juga melekat 
dengan dua bentuk itu; mempertontonkan          erat pada sifat orang­orang yang tidak taat 
dan menonjolkan aurat. Belum lagi               pada aturan agama yang telah diproyeksikan 
kejahilan ini secara otomatis dilengkapi        oleh Al­Qur’an dan As­Sunnah.
dengan tingkah laku yang ­kata mereka­          Kebiasaan­kebiasaan kaum jahiliyah yang 
selaras dengan mode pakaian itu.                realitasnya berseberangan dengan anjuran 
Na’udzubillahi min dzalik.                      Rasulullah s.a.w tersebut disebabkan oleh 
                                                sifat keras kepala, apriori dan ta’assub 
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam         (fanatik yang berlebihan) terhadap 
pernah bersabda:   "Dua golongan ahli           peninggalan dan tradisi para leluhur yang 
Neraka yang aku belum melihat mereka (di        mengental rekat dalam ritual yang selalu 
masaku ini) yaitu suatu kaum yang               disakralkan. 
membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka  
                                                Seperti kebiasaan dahulu orang­orang 
memukuli manusia dengan cambuk itu.             jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan 
(Yang kedua ialah) kaum wanita yang             bertelanjang tanpa busana, akhirnya 
berpakaian (tapi kenyataan­nya) telanjang       terwarisi dengan kebiasaan generasi 
(karena mengekspose aurat), jalannya            berikutnya yang tidak malu 
berlenggak­lenggok (berpenampilan               mempertontonkan auratnya di depan publik, 
menggoda), kepala mereka seolah­olah            sehingga hal seperti itu dianggap lumrah 
punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak       bahkan dianggap sebagai modernisasi.
akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan  
                                                Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam 
baunya, padahal baunya Surga itu tercium        Masail Al­Jahiliyyah mengatakan, bahwa 
dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim,       agama mereka (orang­orang jahiliyah) 
dari Abu Hurairah z, shahih).                   terbangun oleh beberapa pondasi yang 
            Jika tasyabbuh dari aspek busana    menjadi akar dan pijakan. Yang terbesar 
wanita saja sudah sangat memporak­              diantaranya ialah “TAQLID”, yaitu sebuah 
porandakan kepribadian umat, maka tidak         sistim yang besar yang selalu menjadi 
ada alasan bagi kita untuk tinggal diam.        tumpuan semua orang­orang kafir, sedari 
Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh         dahulu kala hingga akhir zaman. 
aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada        Sebagaimana Allah SWT berfirman di 
orang­orang kafir yang jelas­jelas bergaya      berbagai ayat di dalam Al­Qur’an: 
hidup jahili.                                   “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi 
                                                qaryatin min nadziirin illaa qaala 
                                                mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa­ana ‘ala 
               Materi 10                        ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim 
          Pengertian Jahiliyah: Masa            muqtaduun”; 
               Sebelum Islam                    “Dan demikianlah, Kami tidak mengutus 
                                                sebelum kamu seorang pemberi peringatan 
                                                pun dalam suatu negeri, melainkan orang­
orang yang hidup mewah di negeri itu            kelompok individu lain lakukan, sedangkan 
berkata: “Sesungguhnya kami mendapati           objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk 
bapak­bapak kami menganut suatu agama           menjadi percontohan (maslahat). 
dan sesunguhnya kami adalah pengikut            Sebagaimana Allah SWT berfirman: 
jejak­jejak mereka”(QS.Az­Zukhruf:23).          “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi 
“Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa              qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna 
anzalallahu, qaaluu bal nattabi’u maa           wajadnaa aabaa­ana ‘ala ummatin, wa innaa 
wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana, awalaw              ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”;
kaanasy­syaythaanu yad’uuhum ilaa               Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah 
‘adzaabis­sa’iir”;                              “mereka (para penduduk) yang hidup mewah 
“Dan apabila dikatakan kepada mereka:           sejahtera dan bergelimang harta pada 
“Ikutilah apa yang diturunkan Allah”.           umumnya, karena mereka adalah orang­
Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami            orang yang cenderung berbuat jahat, 
(hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari      sombong, dan tiada keinginan menerima 
bapak­bapak kami mengerjakannya.” Dan           kebenaran. Berbeda halnya dengan kaum 
apakah mereka (akan mengikuti bapak­            faqir dan dhuafa, yang pada umumnya 
bapak mereka) walaupun syaithan itu             bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima 
menyeru mereka ke dalam siksa api yang          kebenaran.
menyala­nyala (neraka)?(QS.Luqman:21).          Kaum yang mengagung­agungkan harta, 
“Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum      tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah, 
walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a.         yang dahulu ketika para Rasul memberi 
Qaliilan maa tadzakkaruun”:                     peringatan dan mengajak mereka kepada 
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu          jalan yang benar, mereka selalu membantah 
dari Tuhanmu, dan janganlah kamu                dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa­ana 
mengikuti pemimpin­pemimpin selainnya           ‘ala ummatin, wa innaa ‘alaa aatsaarihim 
(pemimpin yang membawa kepada                   muqtaduun”; “Sesungguhnya kami 
kesesatan). Amat sedikitlah kamu                mendapati bapak­bapak kami menganut 
mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS.Al­     suatu agama dan sesungguhnya kami adalah 
A’raf:3).                                       penganut jejak­jejak mereka.” Dengan kata 
                                                lain (secara tidak langsung) mereka 
Syeikh DR.Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah 
                                                bermaksud: Kami tidak butuh peran dan 
Al­Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al­
                                                kehadiranmu wahai Rasul, kami lebih 
Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka 
                                                percaya dengan apa yang telah dibudayakan 
(orang­orang jahiliyah) tidak menegakkan 
                                                oleh leluhur kami. Hal inilah yang di dalam 
agama mereka sesuai dengan apa yang telah 
                                                literatur Islam disebut dengan istilah “at­
para Rasul sampaikan kepada mereka, 
                                                taqlid al­a’maa” atau dalam istilah kita: 
sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama 
                                                “fanatisme buta” (blind obedience), yang 
mereka dengan dasar­dasar yang mereka 
                                                tergolong dalam salah satu perangai kaum 
mengada­adakannya sendiri sekehendak hati 
                                                jahiliyah.
mereka, dan mereka enggan merobah diri 
serta beranjak dari kebiasaan itu. Perihal                       Materi 11
inilah yang dalam dunia Islam disebut            Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): 
sebagai “at­taqlid”, atau dalam istilah Arab             Tidak Mau Berpikir
juga akrab dengan sebutan “al­muhakah”, 
yaitu sebagian orang meniru cara­cara yang 
Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa                menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang 
A’idzhukum biwaahidatin. An taquumuu             benar­benar sesuai dengan apa yang 
lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma              dituntunkan oleh syariat), namun 
tatafakkaruu. Maa bishaahibikum min              hakikatnya adalah kesesatan yang nyata.
jinnatin”;
“Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak            Hal inilah yang menjadi sebab mengapa 
memperingatkan kepadamu satu hal saja,           dahulu Rasulullah s.a.w melarang para 
yaitu supaya kamu menghadap Allah                sahabat untuk berziarah kubur, sebelum 
(dengan ikhlas) berdua­dua atau sendiri­         akhirnya beliau me­mansukh­kan hadits itu 
sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang         dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an 
Muhammad), tidak ada penyakit gila               ziyaaratil qubuur, fazuuruhaa fa innahaa 
sedikitpun pada kawanmu itu” (QS.Saba’:          tudzakkirukumul aakhirah”; “Sesungguhnya 
46).                                             dahulu aku mencegahmu untuk berziarah 
                                                 kubur, (sekarang) berziarahlah kamu, 
Orang­orang Jahiliyah yang mendengar ayat        sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu 
ini tidak mau berpikir sejenak seraya            akan kematian (kehidupan akhirat)” 
mempertimbangkan kandungan dan arti dari         (HR.Abu Daud, Turmudzi, An­Nasa’i, Ibnu 
ayat yang menarik ini. Mereka lebih memilih      Majah, dan Ahmad) (“Al­Ibdaa’u fi Madhaaril 
untuk menjawab: “Kami telah berpegang            Ibtidaa’ ”, As­Syaikh Ali Mahfudz, Daarul 
teguh terhadap apa yang telah dilakukan          Bayan Al­‘Arabi, Kairo).
oleh para leluhur kami. Kami tidak sudi          Itulah beberapa praktek jahiliyah, yang 
mematuhi orang ini, Muhammad s.a.w.”             hanya bersandar pada dugaan­dugaan dan 
                                                 hawa nafsu, yang turun temurun terwarisi 
                                                 dari para leluhur mereka, yang dianggap 
Demikianlah kaum jahiliyah, yang 
                                                 sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang 
senantiasa memutarbalikkan fakta, 
                                                 benar, padahal pada dasarnya adalah 
menuding bahwa Rasulullah adalah orang 
                                                 kesesatan yang teramat nyata.
gila, pendongeng sejati, dan orang yang tidak 
tahu diri, tanpa berpikir terlebih dahulu dan    Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat 
membuktikan bahwa perkataannya itu               Islam, bahwa perangai Jahiliyah menganut 
sesuai dengan realitas yang hakiki. Hal ini      satu kaidah (asas): “Al­Ightirar bil Aktsar”; 
diakibatkan karena diri mereka yang tidak        “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the 
mau mendengar, tidak sudi berpikir dengan        most). Mereka berhujjah bahwa yang banyak 
akal sehatnya, dan senantiasa menyelimuti        pelaku dan pengikutnya, itulah yang benar. 
diri mereka dengan hawa nafsu, yang              Mereka mengambil kesimpulan bahwa 
mengantarkan mereka pada kesesatan yang          sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) 
nyata.                                           dan sedikit penganut atau pengikutnya. 
                                                 Itulah prinsip dasar yang mereka pegang, 
                                                 dan mereka suka memutarbalikkan fakta 
Maka dari itu, hendaknya ini menjadi titik 
                                                 yang ada di dalam Al­Qur’an dengan 
sentral perhatian orang­orang yang beriman 
                                                 menukar­nukar kandungan tafsir Al­Qur’an 
agar cermat memilah dan memilih, yang 
                                                 sekehendak hawa nafsunya.
mana hidayah (petunjuk) dan yang mana 
                                                 Sudah menjadi sunnatullah, bahwa kebaikan 
dhalalah (kesesatan), karena tidak sedikit 
                                                 itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu 
kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase 
hidayah. Tidak jarang orang­orang 
banyak peminatnya. Sebagaimana Allah             “Wassaabiquunal awwaluuna minal 
SWT berfirman:                                   muhaajiriina wal anshaari walladziinat­
“Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi              taba’uuhum bi ihsanin, radhiyallahu ‘anhu 
yudhilluuka ‘an sabiilillah. In yattabi’uuna     wa radhuu ‘anhu. Wa a’adda lahum 
illadzh­dzhonna wa in hum illa                   jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru 
yakhrushuun”;                                    khaalidiina fiiha abadan. Dzalikal fawzul 
                                                 adhziim”;
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan 
orang­orang yang di muka bumi ini, niscaya       “Orang­orang yang terdahulu yang pertama­
mereka akan menyesatkanmu dari jalan             tama (masuk Islam) diantara orang­orang 
Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti      Muhajirin dan Anshar dan orang­orang yang 
persangkaan belaka, dan mereka tak lain          mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha 
hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS.Al­       kepada mereka dan merekapun ridha kepada 
An’am:116).                                      Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka 
                                                 surga­surga yang mengalir sungai­sungai di 
“Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. 
                                                 dalamnya; mereka kekal di dalamnya 
Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin”
                                                 selama­lamanya. Itulah kemenangan yang 
“Dan kami tidak mendapati kebanyakan 
                                                 besar.”(QS.At­Taubah:100).
mereka berjanji. Sesungguhnya kami 
mendapati kebanyakan mereka orang­orang 
yang fasik”(QS.Al­An’am: 102).                   Maka dari itu Allah berfirman dalam hal 
                                                 perangai jahiliyah:
Nabi s.a.w bersabda: “Bada­al Islaamu  
ghariiban, wa saya’uudu ghariiban kamaa          “Wa idzaa qiila lahumut­tabi’uu maa 
bada­a”; “Islam pada mulanya (hadir)             anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna 
dianggap sebagai hal yang aneh (asing), dan      ‘alaihi aabaa­ana awalaw kaana aabaa­uhum 
kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing     laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun.”
sebagaimana dahulu ia datang”. Allahu            “Dan apabila dikatakan kepada mereka: 
A’lam bishawaab.                                 “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” 
                                                 mereka menjawab: “(Tidak), tatapi kami 
                 Materi 12
                                                 hanya mengikuti apa yang telah kami dapat 
  Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul)             dari (perbuatan) nenek moyang kami.” 
                                                 (Apakah mereka akan mengikuti juga), 
Lawan dari istilah “at­taqlid al­a’maa” atau 
                                                 walaupun nenek moyang mereka itu tidak 
dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind 
                                                 mengetahui suatu apapun, dan tidak 
obedience), yang tergolong dalam salah satu 
                                                 mendapat petunjuk? (QS.Al Baqarah: 170).
perangai kaum jahiliyah adalah “at­taqlid fil 
khair”, yakni mengikuti dalam ruang lingkup      Sesungguhnya tidak akan mendatangkan 
kebaikan, dalam istilah Islam disebut Ittiba’    maslahat (kebaikan), jika orang yang tidak 
dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani.      berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk 
Sebagaimana yang termaktub dalam                 (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan 
(QS.Yusuf:38), firman Allah SWT tentang          panutan. Pada dasarnya teladan itu 
kisah Nabi Yusuf a.s:  “Dan aku mengikuti        hanyalah tertuju pada orang yang mau 
agama bapak­bapakku Ibrahim, Ishaq dan           berpikir dan mendapat hidayah. Maka dari 
Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi)     itu, fanatisme yang berlebihan memantik 
mempersekutukan sesuatu apapun dengan            untuk menolak kebenaran yang hakiki, 
Allah.”(QS.Yusuf:38).                            karena pada dasarnya, kebenaran yang 
Dan di dalam QS.At­Taubah:10 
hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada     dan tidak lagi merasakan sakitnya 
pada diri Rasulullah dan para pengikutnya.    pembakaran tersebut. Beda halnya bila 
                                              seseorang dibakar dengan api neraka, 
             Materi 13                        na’udzubillah. Karena Allah Subhanahu  
 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api           wa Ta’ala berfirman,
     Neraka (Bagian Pertama)
                                               “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan  
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman           padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi  
dalam kitab­Nya yang mulia:                   mereka.” (Al –Isra’:97)

 “Wahai orang­orang yang beriman, jagalah      “Setiap kali kulit mereka hangus, Kami  
diri kalian dan keluarga kalian dari api      ganti kulit mereka dengan kulit yang lain,  
neraka yang bahan bakarnya adalah             supaya mereka terus merasakan azab.” (An­
manusia dan batu, penjaganya malaikat­        Nisa’: 56)
malaikat yang kasar, yang keras, yang  
tidak mendurhakai Allah terhadap apa           “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa  
yang diperintahkan­Nya kepada mereka          yang dapat mengantarkan mereka kepada  
dan selalu mengerjakan apa yang               kematian (mereka tidak mati dengan  
diperintahkan.” (At­Tahrim: 6)                siksaan di neraka bahkan mereka terus  
                                              hidup agar terus merasakan siksa) dan  
Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha             tidak pula diringankan azabnya dari 
Agung kepada orang­orang yang beriman,        mereka.” (Fathir: 36) [Al­Khuthab Al­
berisi perintah dan peringatan berikut        Minbariyyah fil Munasabat 
kabar tentang bahaya besar yang               Al­‘Ashriyyah, Asy­Syaikh Shalih Al­
mengancam. Seruan ini ditujukan kepada        Fauzan, dengan subjudul Fit Tahdzir  
insan beriman, karena hanya mereka yang       minan Nar wa Asbab Dukhuliha, 2/164­
mau mencurahkan pendengaran kepada            165]
ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala, 
berpegang dengan perintah­Nya dan             Orang yang masuk ke dalam api yang 
mengambil manfaat dari ucapan­ucapan­         sangat besar ini tidak mungkin dapat lari 
Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala                untuk meloloskan diri, karena yang 
perintahkan mereka agar menyiapkan            menjaganya adalah para malaikat yang 
tameng untuk diri mereka sendiri dan          kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai 
untuk keluarga mereka guna menangkal          Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa 
bahaya yang ada di hadapan mereka serta       yang diperintahkan­Nya kepada mereka 
kebinasaan di jalan mereka. Bahaya yang       serta selalu mengerjakan apa yang 
mengerikan itu adalah api neraka yang         diperintahkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala 
sangat besar, tidak sama dengan api yang      berfirman:
biasa kita kenal, yang dapat dinyalakan 
dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh          “Penjaganya adalah malaikat­malaikat  
air. Api neraka ini bahan bakarnya adalah     yang kasar, yang keras” (At­Tahrim: 6)
tubuh­tubuh manusia dan batu­batu. Ini 
berbeda sama sekali dengan api di dunia.      Al­Imam Al­Qurthubi rahimahullahu  
Bila orang terbakar dengan api dunia, ia      menjelaskan, “Penjaganya adalah para 
pun meninggal berpisah dengan kehidupan       malaikat Zabaniyah yang hati mereka 
keras, kaku, tidak mengasihi jika dimohon       Sebagaimana ayat ini mengharuskan 
kepada mereka agar menaruh iba…                 seseorang menjaga keluarga dan anak­anak 
                                                dari api neraka dengan cara memberikan 
     ‫د د‬
Kata ‫ دددد‬maksudnya keras tubuh                 pendidikan dan pengajaran kepada mereka, 
mereka. Ada yang mengatakan, para               serta memberitahu mereka tentang 
malaikat itu kasar ucapannya dan keras          perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. 
perbuatannya. Ada yang berpendapat,             Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali 
malaikat tersebut sangat kasar dalam            bila ia menegakkan apa yang Allah 
menyiksa penduduk neraka, keras                 Subhanahu wa Ta’ala perintahkan 
terhadap mereka. Bila dalam bahasa Arab         terhadap dirinya dan orang­orang yang di 
dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa            bawah penguasaannya, baik istri­istrinya, 
fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya          anak­anaknya, dan selain mereka dari 
dengan kuat, menyiksanya dengan                 orang­orang yang berada di bawah 
berbagai macam siksaan.                         kekuasaan dan pengaturannya.

Ada pula yang berpendapat bahwa yang            Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa  
                 ‫د د‬
dimaksud dengan ‫ دددد‬adalah sangat              Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat­
besar tubuh mereka, sedangkan maksud            sifat yang mengerikan agar menjadi 
    ‫د‬
‫ دددد‬adalah kuat.                               peringatan terhadap manusia jangan 
                                                sampai meremehkan perkaranya. Allah 
Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,        Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Jarak antara dua pundak salah seorang 
dari malaikat tersebut adalah sejauh             “…yang bahan bakarnya adalah manusia  
perjalanan setahun. Kekuatan salah              dan batu…” (At­Tahrim: 6)
seorang dari mereka adalah bila ia 
memukul dengan alat pukul niscaya               Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala 
dengan sekali pukulan tersebut tersungkur       berfirman,
70.000 manusia ke dalam jurang 
Jahannam.” (Al­Jami’ li Ahkamil Qur’an,          “Sesungguhnya kalian dan apa yang  
18/218)                                         kalian sembah selain Allah (patung­
                                                patung) adalah bahan bakar/kayu bakar  
Al­‘Allamah Asy­Syaikh Abdurrahman ibnu         Jahannam, kalian sungguh akan  
Nashir As­Sa’di rahimahullahu berkata           mendatangi Jahannam tersebut.”1
menafsirkan ayat ke­6 surah At­Tahrim di 
atas, “Jagalah diri kalian dan keluarga         Penjaganya malaikat­malaikat yang kasar  
kalian dari api neraka, yang disebutkan         dan keras. Yaitu akhlak mereka kasar dan 
dengan sifat­sifat yang mengerikan. Ayat        hardikan mereka keras. Mereka membuat 
ini menunjukkan perintah menjaga diri           kaget dengan suara mereka dan membuat 
dari api neraka tersebut dengan ber­iltizam     ngeri dengan penampilan mereka. Mereka 
(berpegang teguh) terhadap perintah Allah       melemahkan penghuni neraka dengan 
Subhanahu wa Ta’ala, menunaikan                 kekuatan mereka dan menjalankan 
perintah­Nya, menjauhi larangan­Nya, dan        perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala 
bertaubat dari perbuatan yang Allah             terhadap penghuni neraka, di mana Allah 
Subhanahu wa Ta’ala murkai serta                Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan 
perbuatan yang menyebabkan azab­Nya.            azab atas penghuni neraka ini dan 
mengharuskan azab yang pedih untuk           beritakan kepada kalian bahwa ada  
mereka.                                      pasukan berkuda dari balik bukit ini akan  
                                             menyerang kalian. Adakah kalian akan  
Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap      membenarkan aku?” Mereka serempak  
apa yang diperintahkankan­Nya kepada         menjawab, “Iya.” Beliau melanjutkan,  
mereka dan selalu mengerjakan apa yang       “Sungguh aku memperingatkan kalian  
diperintahkan. Di sini juga ada pujian       sebelum datangnya azab yang pedih.” (HR 
untuk para malaikat yang mulia dan           Al­Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu 
terikatnya mereka kepada perintah Allah      ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma). Aisyah 
Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan           radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa 
mereka kepada Allah Subhanahu wa             ketika turun ayat di atas, Rasulullah 
Ta’ala dalam seluruh perkara yang            Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit 
diperintahkan­Nya.” (Taisir Al­Karimir       seraya berkata, “Wahai Fathimah putri 
Rahman, hal. 874)                            Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul 
                                             Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! 
             Materi 14                       Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di 
Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari           hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala 
    Api Neraka (Bagian Ketiga):              untuk menolong kalian kelak. (Adapun di 
Penjagaan Rasulullah SAW terhadap            kehidupan dunia ini) maka mintalah harta 
            Keluarganya                      dariku semau kalian.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam      Al­Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu 
sebagai uswah hasanah bagi orang­orang       meriwayatkan dari hadits Aisyah 
yang beriman telah memberikan arahkan        radhiyallahu ‘anha, istri Nabi Shallallahu  
dan peringatan kepada kerabat beliau         ‘alaihi wasallam, bahwa bila hendak shalat 
dalam rangka menjaga mereka dari api         witir, beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam 
neraka. Tatkala turun perintah Allah         membangunkan Aisyah radhiyallahu  
Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah     ‘anha. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi  
peringatan kepada kerabatmu yang             wasallam sendiri telah bersabda dalam 
terdekat.” (Asy Syu’ara: 214)                hadits yang diriwayatkan oleh Al­Imam 
                                             Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah  
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam      merahmati seorang lelaki yang bangun di  
mendatangi bukit Shafa dan menaikinya,       waktu malam lalu mengerjakan shalat dan  
lalu menyeru manusia untuk berkumpul.        ia membangunkan istrinya lalu si istri  
Maka orang­orang pun berkumpul di            mengerjakan shalat. Bila istrinya enggan  
sekitar beliau. Sampai­sampai yang tidak     untuk bangun, ia percikkan air di wajah  
dapat hadir mengirim utusannya untuk         istrinya. Semoga Allah merahmati seorang  
mendengarkan apa gerangan yang akan          wanita yang bangun di waktu malam lalu  
disampaikan oleh Muhammad Shallallahu        mengerjakan shalat dan ia membangunkan  
‘alaihi wasallam. Rasulullah Shallallahu     suami lalu si suami mengerjakan shalat.  
‘alaihi wasallam kemudian memanggil          Bila suaminya enggan untuk bangun, ia  
kerabat­kerabatnya, “Wahai Bani Abdil        percikkan air di wajah suaminya.” (Sanad 
Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani     hadits ini shahih kata Asy­Syaikh Ahmad 
Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku         Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya 
terhadap Al­Musnad). Ummu Salamah               kanan mereka, seraya mereka berdoa,  
radhiyallahu ‘anha mengabarkan, suatu           ‘Wahai Rabb kami, sempurnakanlah bagi  
malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi            kami cahaya kami dan ampunilah kami,  
wasallam terbangun dari tidur beliau.           sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas  
Beliau pun membangunkan istri­istri             segala sesuatu’.” (At­Tahrim: 8)
beliau untuk mengerjakan shalat. Kata 
beliau: “Bangunlah, wahai para pemilik          Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat 
kamar­kamar (istri­istri beliau yang sedang     kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan 
tidur di kamarnya masing­masing)!” (HR.         sebenar­benarnya, taubat yang murni, 
Al­Bukhari) Tidak luput pula putri dan          kemudian ia membimbing keluarganya 
menantu beliau juga mendapatkan                 untuk bertaubat. Taubat yang dilakukan 
perhatian beliau. Suatu malam, Rasulullah       disertai dengan meninggalkan dosa, 
Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi         menyesalinya, berketetapan hati untuk 
rumah Ali dan Fathima radhiyallahu              tidak mengulanginya, dan mengembalikan 
‘anhuma. Beliau berkata, “Tidaklah kalian       hak­hak orang lain yang ada pada kita. 
berdua mengerjakan shalat malam?” (HR.          Taubat yang seperti itu tentunya 
Al­Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali          menggiring pelakunya untuk beramal 
                                                shalih. Buah yang dihasilkannya adalah 
radhiyallahu ‘anhu
                                                dihapuskannya kesalahan­kesalahan yang 
             Materi 15                          diperbuat, dimasukkan ke dalam surga, 
                                                dan diselamatkan dari kerendahan serta 
Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari 
                                                kehinaan yang biasa menimpa para 
 Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami 
                                                pendosa dan pendurhaka.
   sebagai Kepala Rumah Tangga 
                                                Seorang kepala rumah tangga menerapkan 
Seorang suami sebagai kepala rumah              perkara ini dalam keluarganya, kepada 
tangga selain menjaga dirinya sendiri dari      istri dan anak­anaknya. Ia punya hak 
api neraka, ia juga bertanggung jawab           untuk memaksa mereka agar taat kepada 
menjaga istri, anak­anaknya, dan orang­         Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak 
orang yang tinggal di rumahnya. Salah           berbuat maksiat, karena ia adalah 
satu cara penjagaan diri dan keluarga dari      pemimpin mereka yang akan dimintai 
api neraka adalah bertaubat dari dosa­          pertanggungjawaban di hadapan Allah 
dosa. Allah Subhanahu wa Ta’ala 
                                                Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan 
berfirman:
                                                mereka, sebagaimana sabda Rasulullah 
                                                Shallallahu ‘alaihi wasallam,
 “Wahai orang­orang yang beriman,  
bertaubatlah kalian kepada Allah dengan          “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap 
taubat nashuha. Mudah­mudahan Rabb              kalian akan ditanya tentang apa yang 
kalian menghapuskan kesalahan­kesalahan         dipimpinnya.” (HR. Al­Bukhari dan 
kalian dan memasukkan kalian ke dalam  
                                                Muslim dari hadits Ibnu Umar 
surga­surga yang mengalir di bawahnya  
                                                radhiyallahu ‘anhuma)
sungai­sungai, pada hari ketika Allah tidak  
menghinakan Nabi dan orang­orang yang           Ia harus memaksa anaknya mengerjakan 
beriman bersamanya, sedang cahaya               shalat bila telah sampai usianya, berdasar 
mereka memancar di depan dan di sebelah  
sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi            “Surga lebih dekat kepada salah seorang  
wasallam:                                      dari kalian daripada tali sandalnya dan  
                                               neraka pun semisal itu.” (HR. Al­Bukhari 
 “Perintahkan anak­anak kalian untuk           dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu  
mengerjakan shalat ketika mereka telah         ‘anhu)
berusia tujuh tahun dan pukullah mereka  
bila enggan melakukannya ketika telah          Maksud hadits di atas, siapa yang 
berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di     meninggal di atas ketaatan maka ia akan 
antara mereka pada tempat tidurnya.” (HR.      dimasukkan ke dalam surga. Sebaliknya, 
Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu            siapa yang meninggal dalam keadaan 
‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, dikatakan           bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke 
oleh Al­Imam Al­Albani rahimahullahu           dalam neraka. (Al­Khuthab Al­
dalam Shahih Abi Dawud, “Hadits ini            Minbariyyah, 2/217)
hasan shahih.”)
                                               Bagaimana seseorang dapat menjaga 
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah                keluarganya dari api neraka sementara ia 
berfirman:                                     membiarkan mereka bermaksiat kepada 
                                               Allah Subhanahu wa Ta’ala dan 
 “Perintahkanlah keluargamu untuk              meninggalkan kewajiban?
mengerjakan shalat dan bersabarlah dalam  
mengerjakannya.” (Thaha: 132)                  Maka, marilah kita berbenah diri untuk 
                                               menjaga diri kita dan keluarga kita dari api 
Seorang ayah bersama seorang ibu harus         neraka. Bersegeralah sebelum datang akhir 
bekerja sama untuk menunaikan tanggung         hidup kita, sebelum datang jemputan dari 
jawab bersama anak, baik di dalam              utusan Rabbul Izzah, sementara kita tak 
maupun di luar rumah. Anak harus terus         cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api 
mendapatkan pengawasan di mana saja            neraka, apatah lagi meninggalkan ‘bekal’ 
mereka berada, dijauhkan dari teman            yang memadai untuk keluarga yang 
duduk yang jelek dan teman yang rusak.         ditinggalkan. Allahumma sallim!
Anak diperintahkan untuk mengerjakan 
yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan                      Materi 16 
yang munkar.
                                                         Meraih Rahmat Allah 
Orangtua harus membersihkan rumah               Sebagai manusia apalagi sebagai muslim, 
mereka dari sarana­sarana yang merusak 
                                                 kita tentu amat mengharapkan rahmat 
berupa video, film, musik, gambar 
bernyawa, buku­buku yang menyimpang,           dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a, 
surat kabar, dan majalah yang merusak.
                                               baik di dalam shalat maupun di luar shalat 
Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat       untuk bisa memperoleh rahmat Allah. Hal 
dengan seorang hamba, sebagaimana surga 
pun dekat. Nabi Shallallahu ‘alaihi             ini karena orang yang mendapat rahmat 
wasallam bersabda:                                 Allah tentu saja tergolong kedalam 
                                                    kelompok orang yang beruntung 
 sebagaimana firman Allah yang artinya:        artinya: Dan orang­orang yang beriman,  
                                               lelaki dan perempuan, sebagian mereka  
Kemudian kamu berpaling setelah (adanya  
                                               adalah menjadi penolong bagi sebagian  
   perjanjian) itu, maka kalau tidak ada       yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan  
                                               yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar,  
  karunia Allah dan rahmt­Nya atasmu,  
                                               mendirikan shalat, menunaikan zakat dan  
 niscaya kamu tergolong orang­orang yang       mereka taat kepada Allah dan Rasul­Nya.  
                                               Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah;  
rugi (QS 2:64). Bahkan di dalam ayat lain, 
                                               sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi  
keuntungan orang yang mendapat rahmat          Maha Bijaksana (9:71)
 Allah itu akan dijauhkan dari azab­Nya, 
                                               Ketiga, Iman yang kokoh sehingga bisa 
Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa      dibuktikan dengan amal shaleh yang 
                                               sebanyak­banyak meskipun hambatan, 
 yang diajuhkan azab daripadanya pada  
                                               tantangan dan rintangan selalu 
    hari itu, maka sungguh Allah telah         menghadang, namun dia tetap Istiqomah 
                                               dalam keimanannya sehingga dengan 
   memberikan rahmat kepadanya. Dan  
                                               keimanannya yang mantap itu, kesusahan 
itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16).     hidup tidak membuatnya harus berputus 
                                               asa sedang kesenangan hidup tidak 
                                               membuatnya menjadi lupa diri,  hal ini 
Kiat Meraih Rahmat
                                               difirmankan Allah yang artinya: Adapun  
                                               orang­orang yang beriman dan berpegang  
Pertama, taat kepada Allah dan Rasul­
                                               teguh kepada (agama)­Nya, niscaya Allah  
Nya, baik dalam keadaan susah maupun 
                                               akan memasukkan mereka ke dalam  
senang, berat maupun ringan, waktu 
                                               rahmat yang besar dari­Nya (syurga) dan  
sendiri atau bersama orang lain. Tegasnya, 
                                               limpahan karunia­Nya. Dan menunjuki  
kalau mau memperoleh rahmat Allah kita 
                                               mereka kepada jalan yang lurus (untuk  
harus taat kepada Allah dan rasul­Nya 
                                               sampai) kepada­Nya (QS 4:175). 
dalam situasi dan kondisi yang 
bagaimanapun juga, hal ini terdapat dalam 
                                               Disamping itu, iman dan istiqomah harus 
firman Allah yang artinya: Dan taatilah  
                                               disertai dengan hijrah, yakni meninggalkan 
Allah dan Rasul supaya kamu diberi  
                                               segala bentuk larangan Allah dan berjihad 
rahmat (3:132).
                                               dalam arti bersungguh­sungguh dalam 
                                               perjuangan menegakkan nilai­nilai Islam 
Kedua, harus tolong menolong dalam 
                                               dalam segala aspeknya, hal ini difirmankan 
kebaikan, melaksanakan amar ma’ruf dan 
                                               Allah yang artinya: Orang­orang yang  
nahi munkar, mendirikan shalat sehingga 
                                               beriman, berhijrah dan berjihad adalah  
memberi pengaruh yang besar dalam 
                                               lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan  
bentuk menhindari perbuatan keji dan 
                                               itulah orang­orang yang mendapat  
munkar serta menunaikan zakat agar 
                                               kemenangan. Tuhan mereka  
menjadi suci jiwa kita, terjembatani 
                                               menggembirakan mereka dengan  
hubungan antara yang kaya dengan yang 
                                               memberikan rahmat daripada­Ny,  
miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara 
bertahap, hal ini difirmankan Allah yang       keridhaan dan syurga, mereka memperoleh  
di dalamnya kesenangan yang kekal (QS          pembicaraan sesama manusia saja harus 
9:20­21, lihat juga QS 2:218).                 kita dengarkan atau kita perhatikan, 
                                               apalagi kalau ucapan Allah yang tentu 
Keempat, mengikuti Al­Qur’an dan selalu        harus lebih kita perhatikan. Manakala 
bertaqwa kepada Allah serta menunaikan         seorang muslim telah mendengarkan Al­
zakat, hal ini karena Al­Qur’an merupakan      Qur’an bila dibacakan, maka Allah senang 
petunjuk bagi manusia apabila ia ingin         pada orang tersebut sehingga Allah mau 
memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt,         memberi rahmat kepadanya. Allah 
karenanya untuk meraih rahmat Allah            berfirman yang artinya: Dan apabila  
manusia harus bertaqwa kepada­Nya,             dibacakan Al­Qur’an, maka dengarkanlah  
sedang untuk bisa bertaqwa harus               baik­baik, dan perhatikanlah dengan  
mengikuti petunjuk­petunjuk yang               tenang agar kamu mendapat rahmat (QS  
terdapat di dalam Al­Qur’an. Ini berarti,      7:204).
amat mustahil bagi manusia untuk bisa 
bertaqwa kepada Allah apabila Al­Qur’an        Keenam, taubat dari segala dosa yang 
tidak diikutinya. Dalam kaitan ini Allah       telah dilakukan, hal ini karena secara 
berfirman yang artinya:  Dan Al­Qur’an itu     harfiyah, taubat berarti kembali, yakni 
adalah kitab yang Kami turunkan yang           kembali kepada Allah. Dengan taubat, 
diberkati, maka ikutilah dia dan               manusia berarti mau mendekati Allah lagi 
bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS        dan Allah senang kepada siapa saja yang 
6:155). Maka Aku akan tetapkan rahmat­         mau bertaubat, sebanyak apapun dosa yang 
Ku untuk orang­orang yang bertaqwa, yang       sudah dilakukannya, menyadari terhadap 
menunaikan zakat dan orang­orang yang          kesalahan yang dilakukan. Menyesali, 
beriman kepada ayat­ayat Kami QS 7:156)        bertekad untuk tidak mengulanginya dan 
                                               membuktikan bahwa dia betul­betul telah 
Keempat, berbuat baik, yakni perbuatan         meninggalkan segala perbuatan salahnya 
apa saja yang tidak bertentangan dengan        dengan menggantinya kepada segala 
nilai­nilai yang datang dari Allah dan         kebaikan., inilah yang membuat Allah cinta 
Rasul­Nya serta tidak mengganggu orang         kepadanya sehingga rahmat Allah akan 
lain, bahkan orang lain bisa merasakan         diberikan kepadanya, hal ini difirmankan 
manfaat baiknya, sekecil apapun manfaat        Allah yang artinya:  Dia (Nabi Shaleh)  
yang bisa dirasakannya. Allah berfirman        berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta  
yang artinya: Dan janganlah kamu               disegerakan keburukan sebelum (kamu  
membuat kerusakan di muka bumi,                minta) kebaikan?. Hendaklah kamu minta  
sesudah (Allah) memperbaikinya dan             ampun kepada Allah, agar kamu mendapat  
berdo’alah kepadanya dengan rasa takut         rahmat  (QS 27:46).
(tidak akan diterima) dan harapan (akan  
dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah         Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah 
amat dekat kepada orang­orang yang             kepada orang yang bertaubat adalah yang 
berbuat baik (QS 7:56).                        artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai  
                                               orang­orang yang bertaubat  dan mencintai  
Kelima, mendengarkan bacaan Al­Qur’an          orang­orang yang membersihkan diri” (QS 
apabila sedang dibacakan, hal ini karena,      2:222)
Al­Qur’an merupakan kalamullah atau 
perkataan Allah, sebab jangankan Allah, 
                Materi 17                      Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa 
          Ukhuwah Islamiyah                    satu sama lain dengan ikatan aqidah.
                                               Hakekat Ukhuwah Islamiyah:
                                               1.Nikmat Allah (Q.S. 3:103) 
“Tidaklah dua orang muslim berjumpa,  
                                               2.Perumpamaan tali tasbih (Q.S.43:67)
lalu keduanya berjabat tangan, kecuali  
                                               3.Merupakan arahan Rabbani (Q.S. 8:63) 
keduanya diampuni sebelum keduanya  
                                               4.Merupakan cermin kekuatan iman 
bepisah.” (H.R. Abu Daud)
                                               (Q.S.49:10) 

Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al 
Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany            Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan 
rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku            universal karena berdasarkan akidah dan 
pernah masuk Masjid Damaskus. Tiba­tiba        syariat Islam. Ukhuwah Jahiliyah bersifat 
aku jumpai seorang pemuda yang murah           temporer (terbatas waktu dan tempat), 
senyum yang dikerumuni banyak orang.           yaitu ikatan selain ikatan akidah 
Jika Mereka berselisih tentang sesuatu         (missal:ikatan keturunan orang tua­anak, 
maka mereka mengembalikan kepada               perkawinan, nasionalisme, kesukuan, 
pemuda tersebut dan meminta                    kebangsaan, dan kepentingan pribadi)
pendapatnya. Aku bertanya tentang dia, 
lalu dikatakan oleh mereka,’Ini Muadz bin 
                                                             Materi 18
Jabal.’ Keesokan harinya , pagi­pagi sekali 
                                                   Peringkat­Peringkat Ukhuwah
aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati 
dia telah berada di sana tengah melakukan 
                                                Peringkat­Peringkat Ukhuwah:
shalat. Kutunggu ampai dia selesai 
melakukan shalat kemudian aku temui dan 
                                               1. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama 
kuucapkan salam kepadanya. Aku 
                                                  manusia. Saling mengenal antara kaum 
berkata,’Demi Alloh aku mencintaimu. Lalu 
                                                  muslimin merupakan wujud nyata 
ia bertanya.’Apakah Alloh tidak lebih kau 
                                                  ketaatan kepada perintah Allah SWT 
cintai?’ Aku jawab,’Ya Alloh aku cintai’. 
                                                  (Q.S. Al Hujurat: 13) 
Lalu ia memegang ujung selendangku dan 
                                               2. Tafahum adalah saling memahami. 
menariknya seraya berkata,’Bergembiralah 
                                                  Hendaknya seorang muslim 
karena sesungguhnya aku pernah 
                                                  memperhatikan keadaan saudaranya 
mendengar Rasulullah saw, berabda,”Alloh 
                                                  agar bisa bersegera memberikan 
berfirman, cinta­Ku pasti akan mereka 
                                                  pertolongan sebelum saudaranya 
peroleh bagi orang yang saling memadu 
                                                  meminta, karena pertolongan 
cinta karena Aku, saling mengunjungi 
                                                  merupakan salah satu hak saudaranya 
karena Aku, dan saling memberi karena 
                                                  yang harus ia tunaikan. Abu Hurairah 
Aku.”
                                                  r.a., dari Nabi Muhammad saw., beliau 
                                                  bersabda, “Barangsiapa menghilangkan 
Makna Ukhuwah Islamiyah
                                                  kesusahan seorang muslim, niscaya 
Kata ukhuwah berakar dari kata kerja 
                                                  Allah akan menghilangkan satu 
akha, misalnya dalam kalimat “akha 
                                                  kesusahannya di hari kiamat. Barang 
fulanun shalihan”, (Fulan menjadikan 
                                                  siapa menutupi aib di hari kiamat. Allah 
Shalih sebagai saudara). Makna ukhuwah 
                                                  selalu menolong seorang hamba selama 
menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah 
   dia menolong saudaranya.” (H.R.                   tangan melainkan keduanya diampuni 
   Muslim)                                           dosanya sebelum berpisah.” (H.R Abu 
3. Ta’awun adalah saling bekerja sama                Daud dari Barra’)
   dan membantu tentu saja dalam                5.   Sering bersilaturahmi (mengunjungi 
   kebaikan dan meninggalkan                         saudara)
   kemungkaran                                  6.   Memberikan hadiah pada waktu­waktu 
4. Takaful, adalah saling menanggung                 tertentu
   kesulitan yang dialami saudaranya            7.   Memperhatikan saudaranya dan 
                                                     membantu keperluannya
     Hal­hal yang menguatkan ukhuwah            8.   Memenuhi hak ukhuwah saudaranya
     islamiyah:                                      9. Mengucapkan selamat berkenaan 
1.   Memberitahukan kecintaan kepada                      dengan saat­saat keberhasilan
     yang kita cintai. Hadits yang 
     diriwayatkan oleh Anas bin Malik                             Materi 17
     bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada                    Manfaat Ukhuwah Islamiyah
     seseorang berada di samping Rasulullah 
     lalu salah seorang sahabat berlalu di           Manfaat Ukhuwah Islamiyah
     depannya. Orang yang disamping 
     Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai         1. Merasakan lezatnya iman
     dia, ya Rasullah.’ Lalu Nabi menjawab:          2. Mendapatkan perlindungan Allah di 
     ‘Apakah kamu telah memberitahukan                  hari   kiamat   (termasuk   dalam   7 
     kepadanya?’ Orang tersebut menjawab:               golongan yang dilindungi) 
     ‘Belum.’ Kemudian Rasulullah bersabda:          3. Mendapatkan tempat khusus di 
     ‘Beritahukan kepadanya.’ Lalu orang                surga (Q.S. 15:45­48)
     tersebut memberitahukan kepadanya                  Di antara unsur­unsur pokok dalam 
     seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku                 ukhuwah adalah cinta. Tingkatan 
     mencintaimu karena Allah.’ Kemudian                cinta yang paling rendah adalah 
     orang yang dicintai itu menjawab:                  husnudzon yang menggambarkan 
     ‘Semoga Allah mencintaimu karena                   bersihnya hati dari perasaan hasad, 
     engkau mencintaiku karena­Nya.”                    benci, dengki, dan bersih dari sebab 
2.   Memohon didoakan bila berpisah “Tidak              sebab permusuhan. Al­Qur’an 
     seorang hamba mukmin berdo’a untuk                 menganggap permusuhan dan saling 
     saudaranya dari kejauhan melainkan                 membenci itu sebagai siksaan yang 
     malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga                 dijatuhkan Allah atas orang0orang 
     seperti itu” (H.R. Muslim)                         yang kufur terhadap risalahNya dan 
3.   Menunjukkan kegembiraan dan                        menyimpang dari ayat­ayatNya. 
     senyuman bila berjumpa “Janganlah                  Sebagaiman firman Allah Swt dalam 
     engkau meremehkan kebaikan (apa saja               Q.S. Al­Ma’idah:14
     yang dating dari saudaramu), dan jika 
     kamu berjumpa dengan saudaramu                  Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih 
     maka berikan dia senyum                         tinggi dari lapang dada (Salamatus 
     kegembiraan.” (H.R. Muslim)                     shadr)) dan cinta, yaitu itsar. Itsar 
4.   Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali          adalah mendahulukan kepentingan 
     non muhrim) “Tidak ada dua orang                saudaranya atas kepentingan diri 
     mukmin yang berjumpa lalu berjabatan            sendiri dalam segala sesuatu yang 
  dicintai. Ia rela lapar demi kenyangnya    sebagaimana yang dinyatakan­Nya dalam 
  orang lain. Ia rela haus demi puasnya      QS Al­Hasyr: 7: “....supaya harta itu jangan  
  prang lain. Ia rela berjaga demi           hanya beredar di antara orang­orang kaya  
  tidurnya orang lain. Ia rela bersusah      saja di antara kamu...” (QS. al­Hasyr: 7).
  payah demi istirahatnya orang lain. Ia 
  pun rela ditembus peluru dadanya demi      Dalam ajaran Islam, salah satu mekanisme 
  selamatnya orang lain. Islam               distribusi pendapatan dan kekayaan ini 
  menginginkan dengan sangat agar cinta      adalah melalui instrumen zakat, infak dan 
  dan persaudaraan antara sesama             sedekah (ZIS). Rasulullah SAW, dalam 
  manusia bisa merata di semua bangsa,       sebuah Hadits riwayat Imam al­Ashbahani 
  antara sebagian dengan sebagian yang       dari Imam Thabrani, menyatakan: 
  lain. Islam tidak bisa dipecah­belah       “Sesungguhnya Allah SWT telah  
  dengan perbedaan unsure, warna kulit,      mewajibkan atas hartawan muslim suatu  
  bahasa, iklim, dan atau batas negara,      kewajiban zakat yang dapat  
  sehingga tidak ada kesempatan untuk        menanggulangi kemiskinan. Tidaklah  
  bertikai atau saling dengki, meskipun      mungkin terjadi seorang fakir menderita  
  berbeda­beda dalam harta dan               kelaparan atau kekurangan pakaian,  
  kedudukan.                                 kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada  
                                             pada hartawan muslim. Ingatlah, Allah  
             Materi 18                       SWT akan melakukan perhitungan yang  
 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam          teliti dan meminta pertanggungjawaban  
               Islam                         mereka dan selanjutnya akan menyiksa  
                                             mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. 
Adalah sudah menjadi fakta, bahwa            Thabrani dalam Al Ausath dan Ash 
kegiatan ekonomi sekarang adalah 
                                             Shoghir).
melahirkan kesenjangan pendapatan yang 
semakin lebar dan semakin besar.              Hadits tersebut memberikan dua isyarat. 
Misalnya, sebagaimana dikemukakan            Pertama, kemiskinan bukanlah semata­
dalam Human Development Report 2006          mata disebabkan oleh kemalasan untuk 
yang diterbitkan oleh UNDP (United           bekerja (kemiskinan kultural), akan tetapi 
Nations Development Programme).              juga akibat dari pola kehidupan yang tidak 
Berdasarkan laporan tersebut, 10%            adil (kemiskinan struktural) dan 
kelompok kaya dunia menguasai 54% total      merosotnya kesetiakawanan sosial, 
kekayaan dunia. Sedangkan sisanya 90%        terutama antara kelompok kaya dan 
masyarakat dunia menguasai 46% total         kelompok miskin. Lapoe dan Colin (1978) 
kekayaan dunia (Beik, 2006). Salah satu      serta George (1981) menyatakan bahwa 
faktor utama yang menyebabkan besarnya       penyebab utama kemiskinan adalah 
kesenjangan pendapatan tersebut adalah       ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya 
karena ketiadaan mekanisme distribusi        sekelompok kecil orang­orang yang hidup 
kekayaan yang mencerminkan prinsip           mewah di atas penderitaan orang banyak, 
keadilan dan keseimbangan, sehingga          dan bukannya disebabkan oleh semata­
kekayaan terkonsentrasi di tangan            mata kelebihan jumlah penduduk (over  
segelintir kelompok. Padahal Allah SWT       population). Kedua, jika zakat, infak, dan 
sangat menentang perputaran harta di 
                                             sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh 
tangan kelompok elit masyarakat saja, 
                                             kesadaran dan dikelola dengan baik, 
apakah dalam aspek pengumpulan ataupun          membenarkan dan memperjelas 
dalam aspek pendistribusian, kemiskinan         kandungan­kandungan dan hukum­hukum 
dan kefakiran ini akan dapat                    yang telah dicantumkan dalam Al­qur’an. 
ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil    ”Dia­lah yang menjadikan matahari  
(Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan 
                                                bersinar (sumber sinar) dan bulan  
Hadits, zakat, infaq dan sedekah di 
                                                bercahaya (memantulkan cahaya) dan  
samping sering digandengkan dengan salat, 
                                                ditetapkan­Nya manzilah­manzilah  
juga digandengkan dengan kegiatan riba, 
                                                (tempat­tempat, garis edar yang tetap) bagi  
misalnya dalam QS. Ar­Rum: 39 dan QS. 
                                                perjalanan bulan itu, supaya kamu  
Al­Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan 
                                                mengetahui bilangan tahun dan  
bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil 
                                                perhitungan (waktu). Allah tidak  
kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi.
                                                menciptakan yang demikian itu melainkan  
 Karena itu, gerakan penyadaran zakat           dengan hak. Dia menjelaskan tanda­tanda  
hakikatnya adalah gerakan untuk                 (kebesaran­Nya) kepada orang­orang yang  
menghilangkan kesenjangan, baik                 mengetahui (berilmu)”. (Surat 10: Yunus 
kesenjangan pendapatan maupun                   ayat 5).
kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi         Al­qur’an adalah proyek Allah berisi 
kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.          tuntunan keselamatan kehidupan 
                                                universal, dan dengan keterbatasan 
                                                manusia yang hanya diberikan ilmu dan 
                                                kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu 
                                                serakah dan selalu dikelilingi setan 
              Materi 19                         (manusia dan jin) akan menjadi tersesat 
                                                jika menafsirkan Al­qur’an dengan hawa 
    Al Qur’an Terjaga Keasliannya
                                                nafsunya.

Walaupun terjadi penyimpangan di sana­          Banyak cara Allah menjaga Al­Qur’an. 
sini terhadap Al­qur’an, tetapi pada            Sejak zaman rosulullah, ada ribuan 
akhirnya penyimpangan tersebut akan             penghafal­penghafal Al­qur’an sehingga 
terkalahkan dan Allah akan meluruskan           tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, 
kembali. Sungguh Allah telah menentukan         dan jika ada akan langsung terbongkar. 
hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita     Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al­
berlomba­lomba dalam beramal dan nyata          Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan 
antara yang benar dan yang salah.               rumus­rumus matematika sangat 
“Sesungguhnya Kami telah menurunkan             menakjubkan, jelas diluar kemampuan 
Al­Quran, dan Kami tentu menjaganya.”           manusia apalagi Muhammad yang buta 
                                                huruf, dengan temuan tersebut akan 
(QS 15:9)
                                                menjadikan sangat memudahkan 
Di satu sisi banyak umat mendustakan, di        “menemukan Al­Qur’an Palsu”.
satu sisi lain akan banyak umat yang 
                                                Setiap muslim pasti meyakini kebenaran 
membenarkan. Telah dibuktikan secara 
                                                Quran sebagai kitab suci yang tidak ada 
ilmiah oleh ilmuwan­ilmuwan kaliber dunia 
                                                keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi 
bahwa Al­qur’an adalah ayat­ayat yang 
                                                orang­orang yang bertaqwa. Namun 
berlaku sepanjang masa dan penemuan­
                                                kemukjizatan Quran tidak hanya 
penemuan ilmiah mereka ternyata hanya 
dibuktikan lewat kesempurnaan                    Secara Syari’at (Terminologi) 
kandungan, keindahan bahasa, ataupun 
kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan         Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan 
para ahli. Suatu kode matematik yang             kepada Rasul dan penutup para Nabi­Nya, 
terkandung di dalamnya misalnya, tak             Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, 
terungkap selama berabad­abad lamanya            diawali dengan surat al­Fatihah dan 
sampai seorang sarjana pertanian Mesir           diakhiri dengan surat an­Naas.
bernama Rashad Khalifa berhasil 
menyingkap tabir kerahasiaan  tersebut.          Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya  
Hasil penelitiannya yang dilakukan selama        Kami telah menurunkan al­Qur’an  
bertahun­tahun dengan bantuan komputer           kepadamu (hai Muhammad) dengan  
ternyata sangat mencengangkan. Betapa            beransur­ansur.” (al­Insaan:23)
tidak, ternyata didapati bukti­bukti surat­
surat/ayat­ayat dalam Quran serba                Dan firman­Nya, “Sesungguhnya Kami  
berkelipatan angka 19.                           menurunkannya berupa al­Qur’an dengan  
                                                 berbahasa Arab, agar kamu  
Penemuannya tersebut berkat                      memahaminya.” (Yusuf:2)
penafsirannya pada surat ke­74 ayat : 30­
31,                                              Allah ta’ala telah menjaga al­Qur’an yang 
yang artinya :                                   agung ini dari upaya merubah, menambah, 
" Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat         mengurangi atau pun menggantikannya. 
penjaga). (QS. 74:30)                            Dia ta’ala telah menjamin akan 
                                                 menjaganya sebagaimana dalam firman­
               Materi 20                         Nya, “Sesunggunya Kami­lah yang  
          Pengertian Al Qur’an                   menurunkan al­Qur’an dan sesungguhnya  
                                                 Kami benar­benar memeliharanya.” (al­
Secara Bahasa (Etimologi)                        Hijr:9)

Merupakan mashdar (kata benda) dari kata         Oleh kerana itu, selama berabad­abad telah 
kerja Qoro­’a (‫ )قرأ‬yang bermakna Talaa (‫ )تل‬    berlangsung namun tidak satu pun musuh­
[keduanya bererti: membaca], atau                musuh Allah yang berupaya untuk 
bermakna Jama’a (mengumpulkan,                   merubah isinya, menambah, mengurangi 
mengoleksi). Anda dapat menuturkan,              atau pun menggantinya. Allah SWT pasti 
Qoro­’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قرأ قرءا وقرآنا‬   menghancurkan tabirnya dan membuka 
sama seperti anda menuturkan, Ghofaro            tipudayanya.
Ghafran Wa Qhufroonan (‫ .)غفر غفرا وغفرانا‬
Berdasarkan makna pertama (Yakni:                Allah ta’ala menyebut al­Qur’an dengan 
Talaa) maka ia adalah mashdar (kata              sebutan yang banyak sekali, yang 
benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul,          menunjukkan keagungan, keberkatan, 
ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan          pengaruhnya dan keuniversalannya serta 
berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a)          menunjukkan bahawa ia adalah pemutus 
maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il,          bagi kitab­kitab terdahulu sebelumnya.
ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) 
                                                 Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya  
kerana ia mengumpulkan/mengoleksi 
                                                 Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat  
berita­berita dan hukum­hukum.*
yang dibaca berulang­ulang dan al­Qur’an      surah ini menambah imannya sedang  
yang agung.” (al­Hijr:87)                     mereka merasa gembira. Dan adapun  
                                              orang­orang yang di dalam hati mereka  
Dan firman­Nya, “Qaaf, Demi al­Quran          ada penyakit, maka dengan surah ini  
yang sangat mulia.” (Qaaf:1)                  bertambah kekafiran mereka, di samping  
                                              kekafirannya (yang telah ada) dan mereka  
Dan firman­Nya, “Ini adalah sebuah kitab      mati dalam keadaan kafir.” (at­
yang Kami turunkan kepadamu penuh             Taubah:124­125)
dengan berkah supaya mereka  
memerhatikan ayat­ayatnya dan supaya          Dan firman­Nya, “Dan al­Qur’an ini  
mendapat pelajaran orang­orang yang           diwahyukan kepadaku supaya dengannya  
mempunyai fikiran.” (Shaad:29)                aku memberi peringatan kepadamu dan  
                                              kepada orang­orang yang sampai al­Qur’an  
Dan firman­Nya, “Dan al­Qur’an itu            (kepadanya)…” (al­An’am:19)
adalah kitab yang Kami turunkan yang  
diberkati, maka ikutilah dia dan              Dan firman­Nya, “Maka janganlah kamu  
bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al­    mengikuti orang­orang kafir, dan  
An’am:155)                                    berjihadlah terhadap mereka dengan al­
                                              Qur’an dengan jihad yang benar.” (al­
Dan firman­Nya, “Sesungguhnya al­Qur’an       Furqan:52)
ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al­
Waqi’ah:77)                                   Dan firman­Nya, “Dan Kami turunkan  
                                              kepadamu al­Kitab (al­Qur’an) untuk  
Dan firman­Nya, “Sesungguhnya al­Qur’an       menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk  
ini memberikan petunjuk kepada (jalan )       serta rahmat dan khabar gembira bagi  
yang lebih lurus dan memberi khabar           orang­orang yang berserah diri.” (an­
gembira kepada orang­orang Mu’min yang        Nahl:89)
menjajakan amal saleh bahawa bagi  
mereka ada pahala yang benar.” (al­Isra’:9)   Dan firman­Nya, “Dan Kami telah  
                                              turunkan kepadamu al­Qur’an dengan  
Dan firman­Nya, “Kalau sekiranya kami         membawa kebenaran, membenarkan apa  
menurunkan al­Qur’an ini kepada sebuah        yang sebelumnya, iaitu kitab­kitab (yang  
gunung, pasti kamu akan melihatnya            diturunkan sebelumnya) dan batu ujian*  
tunduk terpecah belah disebabkan takut        terhadap kitab­kitab yang lain itu; maka  
kepada Allah. Dan perumpamaan­                putuskanlah perkara mereka menurut apa  
perumpamaan itu Kami buat untuk               yang Allah turunkan…” (al­Maa’idah:48)
manusia supaya mereka berfikir.” (al­
Hasyr:21)                                     Al­Qur’an al­Karim merupakan sumber 
                                              syari’at Islam yang kerananya Muhammad 
Dan firman­Nya, “Dan apabila diturunkan       shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus 
suatu surah maka di antara mereka (orang­     kepada seluruh umat manusia. Allah ta’ala 
orang munafik) ada yang berkata,              berfirman,
‘Siapakah di antara kamu yang bertambah  
imannya dengan (turunnya) surat ini.? ‘       Dan firman­Nya, “Maha suci Allah yang  
Adapun orang­orang yang beriman, maka         telah menurunkan al­Furqaan (al­Qur’an)  
kepada hamba­Nya, agar dia menjadi             memberikan tempat istimewa bagi para 
pemberi peringatan kepada seluruh alam         pecintanya.
(jin dan manusia).” (al­Furqaan:1)
                                               Oleh karena bagi anda yang ingin 
Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu             memaksimalkan peran al­Qur'an dalam 
‘alaihi wasallam juga merupakan sumber         kehidupan, nampaknya harus lebih banyak 
Tasyri’ (legislasi hukum Islam)                lagi mengetahui manfaat dan perannya, 
sebagaimana yang dikukuhkan oleh al­           terutama untuk kehidupan. Di antara 
Qur’an. Allah ta’ala berfirman,                manfaat itu adalah:
“Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu,         1. Ayat­ayat al­Qur'an yang dibaca setiap 
sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. Dan     hari akan memberikan motivasi dan 
barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan     penyemangat bagi si pembacanya.
itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk         2. Ketika membaca al­Qur'an, Allah 
menjadi pemelihara bagi mereka.” (an­          menegur diri kita pada setiap ayat­ayat 
Nisa’:80)                                      Nya.
                                               3. Bacaan al­Qur'an yang melibatkan emosi 
Dan firman­Nya, “Dan barangsiapa yang          akan memberikan kedamaian dan 
mendurhakai Allah dan Rasul­Nya, maka          ketenangan yang tidak bisa dilukiskan, 
sungguhlah dia telah sesat, sesat yang         seperti yang dialami dan dirasakan oleh 
nyata.” (al­Ahzab:36)                          Sayyid Quthb Rahimahullah.
                                               4. Orang yang membaca al­Qur'an akan 
Dan firman­Nya, “Apa yang diberikan            senantiasa ingat Allah dan kembali 
Rasul kepadamu, maka terimalah dia. Dan        kepada­Nya.
apa yang dilarangnya bagimu, maka              5. Orang yang membaca al­Qur'an akan 
tinggalkanlah…” (al­Hasyr:7)                   selalu berada dalam kecukupan dan nikmat 
                                               Allah meski ia merasakan serba kurang di 
Dan firman­Nya, “Katakanlah, ‘Jika kamu        dunia.
(benar­benar) mencintai Allah, ikutilah        6. Ayat­ayat Alloh akan menjadi 
aku, nescaya Allah mengasihi dan               penjaganya selama ia hidup di dunia, 
mengampuni dosa­dosamu.’ Allah Maha            karena ia telah menjaga ayat­ayat­Nya.
Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali           7. Orang yang paham al­Qur'an adalah 
‘Imran:31)                                     orang yang memiliki banyak ilmu.
                                               8. Orang yang membaca al­Qur'an bagaikan 
              Materi 21                        orang yang sedang menyelami samudera 
      Manfaat Membaca Al Qur’an                kehidupan, dan mengambil manfaat 
                                               darinya.
Sebagai wahyu yang Allah turunkan              9. Orang yang selalu akrab dengan ayat­
kepada nabi­Nya, tentu al­Qur'an memiliki      ayat akan diberikan jiwa yang sejuk, hati 
keutamaan dan keistimewaan tersendiri          yang damai dan pikiran yang jernih, 
bagi para pembaca dan penggemarnya.            sehingga membuatnya ingin selalu 
Ayat­ayat al­qur'an yang kita baca sehari­     beramal, kreatif, inovatif dan produktif.
sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk    10. Orang yang membaca al­Qur'an akan 
setiap muslim yang demikian besar.             selalu berada dalam kegembiraan dan 
Karena saking istimewanya al­Qur'an ini        penuh harapan, di saat orang lain 
dari kitab­kitab samawi lainnya, Allah         merasakan kesedihan, kecemasan dan rasa 
pesimis.Karena diri mereka selalu dipompa      Qur'an adalah bertemunya antara 
dengan siraman ayat­ayat­Nya yang              keindahan suara dan tajwidnya sampai 
lembut.                                        keindahan bayan dan susunannya, oleh 
11. Orang yang rajin membaca al­Qur'an         karena itu Allah SWT berfirman: "Dan 
akan selalu diberikan jalan kemudahan          bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan­
dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk        lahan." (Al Muzzammil:4)
menyimpang dan menyerah karena ayat­
ayat Allah akan selalu mengingatkan            Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah 
dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan    termasuk ummatku orang yang tidak 
maksiat.'                                      melagukan Al Qur'an." (HR. Bukhari)
12. Orang yang membaca dan menjaga al­
Qur'an selalu berada dalam lindungan dan       Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan 
penjagaan Allah. Ayat­ayat al­Qur'an           main­main atau merubah. "Hiasilah Al 
mengajak pembacanya untuk senantiasa           Qur'an itu dengan suaramu." (HR. Muslim)
berpikir, merenung dan beramal sebanyak­
banyaknya.                                     Dalam riwayat lainnya disebutkan 
                                               "Sesungguhnya suara yang baik itu 
Dan masih banyak manfaat­manfaat               menambah Al Qur'an menjadi baik." (HR. 
lainnya yang terus update dengan kondisi       Ahmad, Abu Dawud dan An­Nasa'i)
kehidupan kita...Semoga kita termasuk 
                                               Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu 
orang­orang yang selalu belajar dan 
                                               Musa Al Asy'ari RA, "Seandainya kamu 
meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi 
                                               melihatku, aku mendengarkan suaramu 
dengan al­Qur'an...Amiin
                                               tadi malam, sungguh kamu telah diberi 
                                               seruling dari seruling keluarga Dawud." 
              Materi 22
                                               Abu Musa berkata, "Seandainya aku 
 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): 
                                               mengetahui hal itu, maka aku akan 
   Membaguskan Bacaan Al Qur’an
                                               membacakan untukmu dengan bacaan 
                                               yang lebih baik." (HR. Muslim)
Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat 
Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang 
                                               Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang 
indah selain juga mu'jizat yang logis. Ia 
                                               diizinkan Allah pada sesuatu, apa yang 
telah membuat bangsa Arab tidak mampu 
                                               dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) 
berkutik, yaitu dengan keindahan 
                                               untuk membaguskan dalam melagukan Al 
bayannya, kerapian susunan dan uslubnya, 
                                               Qur'an yang dia baca dengan keras." (HR. 
dan keunikan suaranya apabila dibaca, 
                                               Ahmad, Bukhari dan Muslim)
sehingga sebagian mereka menamakannya 
"Sihir."                                       Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama, 
                                               ilmu, sastra dan seni secara bersamaan. 
Para ulama balaghah dan para sastrawan 
                                               Dia mampu memberikan siraman ruhani, 
bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir 
                                               memberikan kepuasan akal, 
sampai Ar­Raf"i dan Sayyid Quthb dan 
                                               membangunkan perasaan, memberikan 
selain mereka pada zaman kita ini telah 
                                               kenikmatan pada perasaan dan 
menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan 
                                               memperlancar lisan. 
mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab 
ini. Yang dituntut di dalam membaca Al                        Materi 23
  Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua):            karangan Nabi. Al­Qur'an kalam Allah. 
             Kalamullah                         Sampai­sampai Al Baqillani menantang. 
                                                Kalau masih belum percaya silahkan 
Bagaimanakah kita membuktikan Al­               kumpulkan hadits­hadits Nabi â€“ ujar Al 
Quran itu adalah Kalam Allah?                   Baqillani ­, lalu susunlah sebagaimana 
Pertama, Al­Qur’an merupakan mu’jizat           susunan Al­Qur'an, anda akan menemukan 
( tidak ada seorangpun yang bisa                susunan yang tidak berkaitan antara satu 
mendatangkan sepertinya, atau seperti           hadits dengan lainnya. 
surah di antara surah­surahnya ). Mu’jizat 
ini hanya diberikan oleh Allah, kepada          Bandingkan dengan Al­Qur'an, teliti 
seorang rasulNya, sebagai bukti yang            susunan ayatnya, sunan surah­surahnya, 
membenarkan bahwa ia benar­benar                anda akan menemukan suatu keterpaduan, 
utusan Allah. Sebagai Mu'jizat Al­Qur'an        saling berkaitan dari awal sampai akhir. 
tentu dari Allah. Dan memang sampai             Padahal ia diturunkan secara berangsur­
sekarang tidak ada seorangpun yang bisa         angsur. Para Ulama sepanjang sejarah 
mengarang sepertinya, sampai seperti            telah membuktikan hakikat kesatuan Al­
surah yang paling pendek pun masih belum        Qur'an dengan susunannya yang ada. Di 
ada yang bisa mendatangkannya.                  tambah lagi bahwa di dalam Al­Qur'an 
                                                banyak " khitab " yang ditujukan kepada 
Pada waktu Al­Qur'an diturunkan, orang­         Rasulullah. Bahkan ada yang berupa 
orang Arab berada di puncak kefasihan           teguran seperti yang terdapat dalam surat " 
berbahasa.Tapi ternyata tidak seorang pun       Al Tahrim ", Rasulullah ditegur langsung 
dari mereka yang bisa membuat seperti Al­       karena mengharamkan madu pada dirinya, 
Qur'an. Berbagai usaha telah dilakukan          untuk menjaga perasaan istrinya yang 
oleh sebagian penyair mereka. Tapi usaha        tidak suka bau madu yang diminumnya. 
mereka gagal. Bahkan mereka sendiri 
mengakui bahwa Al­Qur'an memang bukan           Di permulaan surat " Abasa " juga teguran 
karangan manusia. Imam Az Zarkasyi              kepada Rasulullah kerena beliau bermuka 
menyebutkan bahwa mu’jizat Al­Qur'an            masam kepada Ibn Ummi Maktum yang 
nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi    pada waktu itu minta Rasulullah untuk 
ulumil Qur'an, oleh Az Zarkasyi                 mengajarkannya Al­Qur'an, sementara 
:Jilid:2,hal:237, Darul Ma'rifah,               Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah 
Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang       pertemuan dengan pemuka­pemuka 
indah " balaghah ", susunan ayat­ayat dan       Quraisy. Masuk akalkah seorang menegur 
surah­surahnya, kebenaran isinya,               dirinya senidiri dalam buku yang 
kesesuaian informasinya dengan penemuan         dikarangnya? Kalau memang benar Al­
final ilmu pengetahuan.                         Qur'an karangan Muhammad SAW. Ketiga, 
                                                Al­Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah 
Kedua, memang ada tuduhan bahwa Al­             SAW untuk menantang siapa saja yang 
Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW,              dari mahluk yang ada, jin dan manusia 
namun kemudian Imam Al­Baqillani dalam          untuk membuat sepertinya. Dalam (QS: 
bukunya Ijazul Qur'an, mencoba                  Hud:13) perintah untuk Nabi agar 
membandingkan antara hadits­hadits Nabi         menantang mereka supaya mendatangkan 
dan ayat­ayat Al­Qur'an, hasilnya sebuah        sepuluh surah. Dalam (QS:Yunus:38) 
kesimpulan bahwa Al­Qur'an bukan                perintah agar menantang mereka untuk 
mendatangkan satu surah. Pada (QS:Al          kepedihannya, adanya hari kiamat, dan 
Baqarah:23) juga demikian.                    seterusnya yang semuanya ini tidak 
                                              mungkin dijangkau oleh akal manusia. 
Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al­Qur'an       Suatu bukti bahwa yang mempunyai 
menegaskan bahwa sekalipun jin dan            informasi seperti ini hanya Dia yang 
manusia berkumpul untuk mengarang             menciptakan alam, dan yang menentukan 
seperti Al­Qur'an tidak akan bisa. Dan        akhir hidup manusia, yang mengatur 
sampai sekarang Al­Qur'an masih terus         kehidupan setelah matinya semua mahluk, 
menantang, tapi tidak ada seorangpun          dan yang membagi ada yang ke surga dan 
yang bisa menjawab. Kalau memang              yeng ke neraka. 
karangan Nabi Muhammad SAW, mengapa 
pakai perintah? Dan bentuk perintah                        Materi 24
kepada Nabi Muhammad SAW, di dalam              Al Qur’an Membentuk Umat Mulia
Al­Qur'an begitu banyak. Perhatikan saja 
tiga surah terkahir : Al Ikhalsh, Al Falaq    "Segala puji bagi Allah yang telah  
dan An Nas. Semuanya dimulai dengan           menurunkan kepada hamba­Nya Al Kitab  
perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ).    (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan  
Ini semua menunjukkan bahwa Al­Qur'an         kebengkokan di dalamnya; sebagai  
kalam Allah.                                  bimbingan yang lurus, untuk  
                                              memperingatkan akan siksaan yang sangat  
Dan kalau Al­Qur'an karangan manusia,         pedih dari sisi Allah dan memberi berita  
tentu tidak akan sampai sejauh ini berani     gembira kepada orang­orang yang beriman,  
menantang. Sementara Al­Qur'an akan           yang mengerjakan amal saleh, bahwa  
terus menantang sampai hari Kiamat.           mereka akan mendapat pembalasan yang  
Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang         baik, mereka kekal di dalamnya untuk  
mu'jiz. Keempat, Silahakan anda               selama­lamanya." ( Al Kahfi: 1­3)
bandingkan antara penemuan ilmu 
pengetahuan yang sudah final ( bukan teori    Rabb kita telah memberikan kemuliaan 
), tentang alam, atau tentang tubuh           kepada kita ­­sebagai kaum Muslimin­­ 
manusia dan lain sebagianya, lalu             dengan menganugerahkan kitab suci yang 
bandingkan dengan penegasan Al­Qur'an,        terbaik yang diturunkan kepada manusia. 
anda pasti akan mendapatkan hakikat           Rabb kita juga, telah memuliakan kita 
yang sama. Mengapa, karena alam ini           dengan mengutus nabi yang terbaik yang 
ciptaan Allah, dan Al­Qur'an kalamNya.        pernah diutus kepada manusia. Sesuai 
Sudah demikian banyak para ulama              firman Allah SWT:
mengungkap hal ini dalam pembahasan "al 
i'jazul ilmi lilqur'an".                      "Sesungguhnya telah Kami turunkan 
                                              kepada kamu sebuah kitab yang di 
Adakah akal manusia sejak sekian abad         dalamnya terdapat sebab­sebab kemuliaan 
silam, bisa menjangkau penemuan ilmu          bagimu. Maka apakah kamu tiada 
yang baru saja didapatkan tanpa sebuah        memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10).
penelitian? Kelima, di dalam Al­Qur'an 
banyak informasi mengenai alam ghaib,         Kitalah, kaum muslimin, satu­satunya 
seperti adanya surga dengan segala            umat yang memeliki manuskrip langit yang 
keindahannya, dan neraka dengan segala        paling autentik, yang mengandung firman­
firman Allah SWT yang terakhir, yang             Taubah. Ia tidak dimulai dengan basmalah. 
diberikan untuk menjadi petunjuk bagi            Dan tidak ada seorang pun yang berani 
umat manusia. Dan anugerah itu terus             untuk menambahkan basmalah ini pada 
terpelihara dari perubahan dan pemalsuan         surah at Taubah, baik dengan tulisan atau 
kata maupun makna. Karena Allah SWT.             bacaan. Karena, dalam masalah Al Qur'an 
telah menjamin untuk memeliharanya, dan          ini, tidak ada tempat bagi akal untuk 
tidak dibebankan tugas itu kepada                campur tangan.
siapapun dari sekalian makhluk­Nya:
                                                 Perhatian kaum muslimin terhadap Al 
"Sesungguhnya Kami­lah yang                      Quran sedemikian besarnya, hingga 
menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya           mereka juga menghitung ayat­ayatnya 
Kami benar­benar memeliharanya." (Al             ­­bahkan kata­katanya, dan malah hurup­
Hijr: 9).                                        hurupnya­­. Maka bagaimana mungkin 
                                                 seseorang dapat menambah atau 
Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus             mengurangi suatu kitab yang dihitung 
persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayat­         kata­kata dan hurup­hurupnya itu?! 
ayatnya disusun dengan rapi serta 
dijelaskan secara terperinci yang                Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang 
diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha           dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu 
Bijaksana lagi Maha Tahu." (Huud: 1)             orang, di dalam hati mereka, kecuali Al 
                                                 Qur'an ini, yang telah dimudahkan oleh 
"Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah           Allah SWT untuk diingat dan dihapal. 
kitab yang mulia. Yang tidak datang              Maka tidak aneh jika kita menemukan 
kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari        banyak orang, baik itu lelaki maupun 
depan maupun dari belakangnya, yang              perempuan, yang menghapal Al Qur'an 
diturunkan dari Tuhan Yang Maha                  dalam mereka. Ia juga dihapal oleh anak­
Bijaksana lagi Maha Terpuji." ( Fush­shilat:     anak kecil kaum Muslimin, dan mereka 
41­42)                                           tidak melewati satu hurup­pun dari Al 
                                                 Qur'an itu. Demikian juga dilakukan oleh 
Tidak ada di dunia ini, suatu kitab, baik itu    banyak orang non Arab, namun mereka 
kitab agama atau kitab biasa, yang terjaga       tidak melewati satu hurup­pun dari Al 
dari perubahan dan pemalsuan, kecuali Al         Qur'an itu. Dan salah seorang dari mereka, 
Qur'an. Tidak ada seorangpun yang dapat          jika Anda tanya: "siapa namamu?" ­­dengan 
menambah atau mengurangi satu hurup­             bahasa Arab­­ niscaya ia tidak akan 
pun darinya.                                     menjawab! (Karena tidak paham bahasa 
                                                 Arab!, penj.). Ia menghapal Kitab Suci 
Ayat­ayatnya dibaca, didengarkan, dihapal        Rabbnya semata untuk beribadah dan 
dan dijelaskan, sebagaimana bentuknya            mendekatkan diri kepada Allah SWT, 
saat diturunkan oleh Allah SWT kepada            meskipun ia tidak memahami apa yang ia 
nabi Muhammad Saw, dengan perantaraan            baca dan ia hapal, karena ia tertulis 
ruh yang terpercaya (Jibril).                    dengan bukan bahasanya.

Al Quran berisikan seratus empat belas           Al Qur'an tidak semata dijaga makna­
surah. Seluruhnya dimulai dengan                 makna, kalimat­kalimat serta lafazh­
basmalah (bismillahirrahmanirrahim).             lafazhnya saja, namun juga cara membaca 
Kecuali satu surah saja, yaitu surah at 
dan makhraj hurup­hurupnya. Seperti kata      Al Qur'an adalah "cahaya" yang 
mana yang harus madd (panjang), mana          dianugerahkan Allah SWT kepada hamba­
yang harus ghunnah (dengung), izhhar          hamba­Nya, di samping cahaya fithrah dan 
(jelas), idgham (digabungkan), ikhfa          akal: "Cahaya di atas cahaya (berlapis­
(disamarkan) dan iqlab (dibalik). Atau        lapis)." (An Nuur: 35). Dan Al Qur'an 
seperti yang digarap oleh suatu ilmu          mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai 
khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid       cahaya, dalam banyak ayat.
Al Qur'an".
                                              Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai 
Hingga rasam (metode penulisan) Al            manusia, sesungguhnya telah datang 
Qur'an, masih tetap tertulis dan tercetak     kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, 
hingga saat ini, seperti tertulis pada era    (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah 
khalifah Utsman bin Affan r.a., meskipun      Kami turunkan kepadamu cahaya yang 
metode dan kaidah penulisan telah             terang benderang (Al Qur'an)." (An Nisaa: 
berkembang jauh. Hingga saat ini, tidak       174)
ada suatu pemerintah muslim atau suatu 
organisasi ilmiah pun, yang berani            "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan 
merubah metode penulisan Al Qur'an itu,       Rasul­Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) 
dan menerapkan kaidah­kaidah penulisan        yang telah Kami turunkan." (At 
yang berlaku bagi seluruh buku, media         Taghaabun: 8).
cetak, koran dan lainnya yang ditulis dan 
dicetak, bagi Al Qur'an.                      Dan berfirman kepada para sahabat 
                                              Rasulullah Saw dengan firman­Nya: "Dan 
                Materi 25                     mengikuti cahaya yang terang yang 
            Al Qur’an Cahaya                  diturunkan kepadanya (Al Qur'an)." (Al 
                                              A'raaf: 157)
Allah menurunkan Al Qur'an untuk 
memberikan kepada manusia tujuan yang         Di antara karakteristik cahaya adalah: 
paling mulia, dan jalan yang paling           Dirinya sendiri telah jelas, kemudian ia 
lurus."Sesungguhnya Al Qur'an ini             memperjelas yang lain. Ia membuka hal­
memberikan petunjuk kepada (jalan) yang       hal yang samar, menjelaskan hakikat­
lebih lurus."(Al Israa: 9)                    hakikat, membongkar kebatilan­kebatilan, 
                                              menolak syubhat (kesamaran), 
"Sesungguhnya telah datang kepadamu           menunjukkan jalan bagi orang­orang yang 
cahaya dari Allah, dan kitab yang             sedang kebingungan saat mereka gamang 
menerangkan. Dengan kitab itulah Allah        dalam menapaki jalan atau tidak memiliki 
menunjuki orang­orang yang mengikuti          petunjuk jalan, serta menambah jelas dan 
keredhaan­Nya ke jalan keselamatan, dan       menambah petunjuk bagi orang yang telah 
(dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan    mendapatkan petunjuk. Dan jika Al Qur'an 
orang­orang itu dari gelap gulita kepada      mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya", 
cahaya yang terang benderang dengan           dan dia adalah "cahaya yang istimewa", ia 
seizin­Nya, dan menunjuki mereka ke jalan     juga mendeskripsikan Taurat dengan kata 
yang lurus." ( Al Maaidah: 15­16)             yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan 
                                              cahaya (yang menerangi)."
Seperti dalam firman Allah SWT:                Al Qur'an juga mempunyai maksud dan 
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan            tujuan diturunkanya, di antaranya: 
Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk        meluruskan kepercayaan­kepercayaan dan 
dan cahaya (yang menerangi)". (Al              pola pandang manusia tentang Tuhan, 
Maaidah: 44)                                   kenabian, dan balasan atas amal 
                                               perbuatan, serta meluruskan pola 
Demikian juga mendeskripsikan Injil            pandangan tentang manusia, 
seperti itu, seperti dalam firman Allah SWT    kemuliaannya dan menjaga hak­haknya, 
tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah             menghubungkan manusia dengan Rabbnya, 
memberikan kepadanya Kitab Injil sedang        membersihkan jiwa manusia, membentuk 
di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya          keluarga, membangun umat yang saleh, 
(yang menerangi) ." (Al Maidah: 46)            yang dianugerahkan amanah untuk 
                                               menjadi saksi bagi manusia, mengajak 
Perbedaan dalam dua pengungkapan itu           untuk menciptakan dunia manusia yang 
menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an         saling kenal mengenal dan tidak saling 
dengan kitab­kitab suci lainnya. Seperti       mengisolasi diri, saling memberi maaf dan 
diungkapkan oleh Al Bushiry dalam              tidak saling membenci secara fanatik, serta 
Lamiah­nya: "Maha Besar Allah,                 untuk bekerja sama dalam kebaikan dan 
sesungguhnya agama Muhammad Dan                ketaqwaan, bukan dalam kejahatan dan 
kitab sucinya adalah kitab suci yang paling    permusuhan.
lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab­
kitab suci lainnya di depannya Karena,         Kita berkewajiban untuk memperlakukan 
saat mentari pagi telah bersinar, ia akan      Al Qur'an ini secara baik: dengan 
memadamkan pelita­pelita".                     menghapal dan mengingatnya, membaca 
                                               dan mendengarkannya, serta mentadabburi 
Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk      dan merenungkannya.
membenarkan kitab­kitab suci yang telah 
turun sebelumnya. Yaitu yang berkaitan                        Materi 26 
dengan pokok­pokok aqidah dan akhlak,                Interaksi Dengan Al Qur’an
sebelum kitab­kitab itu dipalsukan dan 
diubah tangan manusia. Al Qur'an juga          Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban 
mengungguli kitab­kitab suci sebelumnya,       untuk berlaku baik dan benar terhadap Al 
yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan         Qur’an dalam memahami dan 
tambahan­tambahan dan perubahan­               menafsirkannya. Tidak ada yang lebih baik 
perubahan yang telah disisipkan oleh           dari usaha kita untuk mengetahui 
manusia dalam kitab­kitab itu. Tentang hal     kehendak Allah SWT terhadap kita. Dan 
ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah       Allah SWT menurunkan kitab­Nya agar 
turunkan kepadamu Al Qur'an dengan             kita mentadabburinya, memahami rahasia­
membawa kebenaran, membenarkan apa             rahasianya, serta mengeksplorasi mutiara­
yang sebelumnya, yaitu kitab­kitab (yang       mutiara terpendamnya. Dan setiap orang 
diturunkan sebelumnya) dan batu ujian          berusaha sesuai dengan kadar 
terhadap kitab­kitab yang lain itu." (Al       kemampuannya.
Maaidah: 48) 
                                               Namun yang disayangkan, dalam bidang 
                                               ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya, 
yaitu dalam memahami dan menafsirkan           telah diubah oleh Al Quran dengan amat 
Al Qur'an. Oleh karena itu harus dibuat        drastis dan revolusioner. Al Qur'an telah 
rambu­rambu dan petunjuk yang mampu            merubah mereka dari perilaku­perilaku 
menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini,       jahiliyah menuju kesucian Islam, dan 
serta perlu diberikan peringatan tentang       mengeluarkan mereka dari kegelapan ke 
ranjau­ranjau yang menghadang di jalan,        dalam cahaya. Kemudian mereka diikuti 
yang dapat berakibat patal jika dilanggar.     oleh murid­murid mereka dengan baik, 
                                               untuk selanjutnya murid­murid generasi 
Tidak selayaknya umat Al Qur'an                berikutnya mengikuti murid­murid para 
mengalami hal yang sama yang pernah            sahabat itu dengan baik pula. Melalui 
terjadi dengan umat Taurat, yang               mereka itulah Allah SWT memberikan 
diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman­       petunjuk kepada manusia, membebaskan 
Nya: "Perumpamaan orang­orang yang             negeri­negeri, memberikan kedudukan bagi 
dipikulkan kepadanya Taurat kemudian           mereka di atas bumi, sehingga mereka 
mereka tiada memikulnya adalah seperti         kemudian mendirikan negara yang adil dan 
keledai yang membawa kitab­kitab yang          baik, serta peradaban ilmu dan iman.
tebal." (Al Jumu'ah: 5).
                                               Kemudian datang generasi­generasi 
Kita juga harus berlaku baik terhadap Al       berikutnya, yang menjadikan Al Qur'an 
Qur'an dengan mengikuti petunjuknya,           terlupakan, mereka menghapal hurup­
mengerjakan ajarannya, menghukum               hurupnya, namun tidak memperhatikan 
dengan syari'atnya serta mengajak              ajaran­ajarannya. Mereka tidak mampu 
manusia mengikuti petunjuknya. Ia adalah       berinteraksi secara benar dengannya, tidak 
manhaj bagi kehidupan individu, undang­        memprioritaskan apa yang menjadi 
undang bagi aturan politik, serta petunjuk     prioritas Al Qur'an, tidak menganggap 
dalam berdakwah kepada Allah SWT.              besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an 
                                               serta tidak menganggap kecil apa yang 
Inilah yang berusaha dilakukan buku ini        dinilai kecil oleh Al Qur'an. Di antara 
dalam empat bab utamanya, dengan               merek ada yang beriman dengan 
bertumpu ­­terutama­­ pada Al Qur'an itu       sebagiannya, namun kafir dengan 
sendiri, karena ia adalah objek kita, namun    sebagiannya lagi, seperti yang dilakukan 
ia juga petunjuk itu.                          oleh Bani Israel sebelum mereka terhadap 
                                               kitab suci mereka. Mereka tidak mampu 
Umat kita pada abad­abad pertama ­­yang        berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an, 
merupakan abad­abad yang paling utama­­        seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. 
telah berinteraksi dengan baik terhadap Al     Meskipun mereka mengambil berkah 
Qur'an. Mereka berlaku baik dalam              dengan membawanya serta menghias 
memahaminya, mengetahui tujuan­                dinding­dinding rumah mereka dengan 
tujuannya, berlaku baik dalam                  ayat­ayat Al Qur'an, namun mereka lupa 
mengimplementasikannya secara massive          bahwa keberkahan itu terdapat dalam 
dalam kehidupan mereka, dalam bidang­          mengikut dan menjalankan hukum­
bidang kehidupan yang beragam, serta           hukumnya. Seperti difirmankan oleh Allah 
berlaku baik pula dalam                        SWT:
mendakwahkannya. Contoh terbaik hal itu 
adalah para sahabat. Kehidupan mereka 
"Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami      Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga 
turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia     dan mengangkat harkat dan martabatnya. 
dan bertakwalah agar kamu diberi               Ia tidak rela untuk disingkap aib­aibnya 
rahmat." (Al An'aam: 155)                      atau pun dibeberkan kejelekannya. Karena 
                                               hal ini dapat menjatuhkan dan merusak 
Tidak ada jalan untuk membangkitkan            harkat dan martabatnya di hadapan orang 
umat dari kelemahan, ketertinggalan dan        lain.
keterpecah­belahan mereka selain dari 
kembali kepada Al Qur'an ini. Dengan           Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam 
menjadikannya sebagai panutan dan imam         bersabda:
yang diikuti. Dan cukuplah Al Qur'an 
sebagai petunjuk:                               “Setiap muslim terhadap muslim lainnya 
                                               diharamkan darahnya, kehormatannya, 
"Dan siapakah yang lebih benar                 dan juga hartanya.” (H.R Muslim no. 2564)
perkataannya daripada Allah?." (An Nisaa: 
122)                                           Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya 
                                               hubungan persaudaraan dan kasih sayang 
              Materi 27                        sesama muslim. Bahwa setiap muslim 
    Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian                diharamkan menumpahkan darah 
     Pertama): Pengertian Ghibah               (membunuh) dan merampas harta 
                                               saudaranya seiman. Demikian pula setiap 
Islam merupakan agama sempurna yang            muslim diharamkan melakukan perbuatan 
Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan          yang dapat menjatuhkan, meremehkan, 
kepada umat Nabi Muhammad                      atau pun merusak kehormatan saudaranya 
Shallallahu’alaihi wasallam.                   seiman. Karena tidak ada seorang pun 
Kesempurnaan Islam ini menunjukkan             yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari 
bahwa syariat yang dibawa Rasulullah           kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. 
Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah         Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul 
rahmatal lil’alamin. Sebagaimana Allah         termasuk kita tidak lepas dari kekurangan 
Subhanahu wa Ta’ala telah                      dan kelemahan.
mengkhabarkan di dalam firman­Nya 
(artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu            Suatu fenomena yang lumrah terjadi di 
melainkan sebagai rahmatal lil’alamin.” (Al    masyarakat kita dan cenderung 
Anbiya’: 107)                                  disepelekan, padahal akibatnya cukup 
                                               besar dan membahayakan, yaitu ghibah 
Diantara wujud kesempurnaan agama              (menggunjing). Karena dengan perbuatan 
Islam sebagai rahmatal lil’alamin, adalah      ini akan tersingkap dan tersebar aib 
Islam benar­benar agama yang dapat             seseorang, yang akan menjatuhkan dan 
menjaga, memelihara dan menjunjung             merusak harkat dan martabatnya.
tinggi kehormatan, harga diri, harkat dan 
martabat manusia secara adil dan               Tahukah anda apa itu ghibah? 
sempurna. Kehormatan dan harga diri            Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi 
merupakan perkara yang prinsipil bagi          kita. Ghibah ini erat kaitannya dengan 
setiap manusia.                                perbuatan lisan, sehingga sering terjadi 
                                               dan terkadang di luar kesadaran.
Ghibah adalah menyebutkan, membuka,          memakan bangkai saudaranya. 
dan membongkar aib saudaranya dengan         Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa  
maksud jelek. Al Imam Muslim                 Ta’ala … (pada ayat di atas). Tentunya itu 
meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari      perkara yang kalian benci dalam tabi’at, 
shahabat Abu Hurairah radhiyallahu           demikian pula hal itu dibenci dalam 
‘anhu, sesungguhnya Rasulullah               syari’at. Sesungguhnya ancamannya lebih 
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:        dahsyat dari permisalan itu, karena ayat 
“Apakah kalian mengetahui apa itu            ini sebagai peringatan agar menjauh/lari 
ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan    (dari perbuatan yang kotor ini ­pent). ” 
Rasul­Nya yang lebih tahu.” Kemudian         (Lihat Mishbahul Munir)
beliau Shallallahu’alaihi wasallam 
bersabda:                                                  Materi  28
                                                 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): 
 “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada                   Kriteria Ghibah
pada saudaramu yang dia membecinya, jika 
yang engkau sebutkan tadi benar­benar 
                                                1. Menggambarkan keburukan 
ada pada saudaramu sungguh engkau telah 
                                                bentuk tubuh seseorang
berbuat ghibah, sedangkan jika itu tidak 
benar maka engkau telah membuat              Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha 
kedustaan atasnya.”                          pernah berkata kepada Rasulullah 
                                             Shallallahu’alaihi wasallam tentang 
Di dalam Al Qur’anul Karim Allah             Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang 
Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela           pendek. Maka beliau Shallallahu’alaihi  
perbuatan ghibah, sebagaimana firman­        wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah 
Nya (artinya):                               berkata dengan suatu kalimat yang kalau 
                                             seandainya dicampur dengan air laut 
“Dan janganlah kalian mencari­cari           niscaya akan merubah air laut itu.” (H.R. 
kesalahan orang lain dan janganlah           Abu Dawud 4875 dan lainnya)
sebagian kalian menggunjing (ghibah)         Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: 
kepada sebagian yang lainnya. Apakah         “Dapat merubah rasa dan aroma air laut, 
kalian suka salah seorang diantara kalian    disebabkan betapa busuk dan kotornya 
memakan daging saudaramu yang sudah          perbutan ghibah. Hal ini menunjukkan 
mati? Maka tentulah kalian membencinya.      suatu peringatan keras dari perbuatan 
Dan bertaqwalah kalian kepada Allah.         tersebut.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah 
Sesungguhnya Allah Maha Penerima             Riyadhush Shalihin 3/25)
taubat dan Maha Pengasih.” (Al Hujurat: 
                                                2. Membicarakan keburukan orang 
12)
                                                lain
Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata      Dari shahabat Anas bin Malik 
dalam tafsirnya: “Sungguh telah              radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah 
disebutkan (dalam beberapa hadits)           Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: 
tentang ghibah dalam konteks celaan yang     “Ketika aku mi’raj (naik di langit), aku 
menghinakan. Oleh karena itu Allah           melewati suatu kaum yang kuku­kukunya 
Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang       dari tembaga dalam keadaan mencakar 
yang berbuat ghibah seperti orang yang       wajah­wajah dan dada­dadanya. Lalu aku 
                                             bertanya: “Siapakah mereka itu wahai 
malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab:    Dari ancaman yang terkandung dalam ayat 
“Mereka adalah orang­orang yang                dan hadits­hadits di atas menunjukkan 
memakan daging­daging manusia dan              bahwa perbuatan ghibah ini termasuk 
merusak kehormatannya.” (H.R. Abu              perbuatan dosa besar, yang seharusnya 
Dawud no. 4878 dan lainnya). Yang              setiap muslim untuk selalu berusaha 
dimaksud dengan ‘memakan daging­daging         menghindar dan menjauh dari perbuatan 
manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat       tersebut.
ghibah (menggunjing), sebagaimana              Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab 
permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12.     Nuniyyah hal. 39 berkata:
Dari shahabat Ibnu Umar                        Janganlah kamu tersibukkan dengan aib 
radhiyallahu’anhu, bahwa beliau                orang lain, justru kamu lalai
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:          Dengan aib yang ada pada dirimu, 
“Wahai sekalian orang yang beriman             sesungguhnya itu dua keaiban
dengan lisannya yang belum sampai ke           (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. 32)
dalam hatinya, janganlah kalian                   3. Membicarakan sesuatu yang 
mengganggu kaum muslimin, janganlah 
                                                  tidak disukai saudaranya
kalian menjelek­jelekkannya, janganlah 
kalian mencari­cari aibnya. Barang siapa       Konteks dalam hadits: “Engkau 
yang mencari­cari aib saudaranya sesama        menyebutkan sesuatu pada saudaramu 
muslim niscaya Allah akan mencari aibnya.      yang dia membecinya.” Hadits di tersebut 
Barang siapa yang Allah mencari aibnya         secara zhahir mengandung makna yang 
niscaya Allah akan menyingkapnya               umum, yaitu mencakup penyebutan aib 
walaupun di dalam rumahnya.” (H.R. At          dihadapan orang tersebut atau diluar 
Tirmidzi dan lainnya)                          sepengetahuannya. Namun Al Hafizh Ibnu 
                                               Hajar menguatkan bahwa ghibah ini 
Dari shahabat Jabir bin Abdillah 
                                               khusus di luar sepengetahuannya, 
radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Suatu 
                                               sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari 
ketika kami pernah bersama Rasulullah 
                                               kata ghaib yang artinya tersembunyi­pent) 
Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau 
                                               yang ditegaskan oleh ahli bahasa. Kemudia 
bangkai yang busuk. Lalu Rasulullah 
                                               Al Hafizh berkata: “Tentunya 
Shallallahu’alaihi wasallam berkata: 
                                               membeberkan aib di hadapannya itu 
‘Apakah kalian tahu bau apa ini? 
                                               merupakan perbuatan yang haram, tapi hal 
(Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari 
                                               itu termasuk perbuatan mencela dan 
orang­orang yang berbuat ghibah.” (H.R. 
                                               menghina.” (Fathul Bari 10/470 dan 
Ahmad 3/351)
                                               Subulus Salam hadits no. 1583, lihat 
Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu      Nashihati linnisaa’ hal. 29)
‘anhu sesungguhnya Rasulullah 
                                                  4. Mendengar pembicaraan ghibah 
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
                                                  tapi tidak melarangnya
 “Sesungguhnya termasuk riba yang paling 
                                               Demikian pula bagi siapa yang mendengar 
besar (dalam riwayat lain: termasuk dari 
                                               dan ridha dengan perbuatan ghibah maka 
sebesar besarnya dosa besar) adalah 
                                               hal tersebut juga dilarang. Semestinya dia 
memperpanjang dalam membeberkan aib 
                                               tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan 
saudaranya muslim tanpa alasan yang 
                                               aibnya. Dari shahabat Abu Dzar 
benar.” (H.R. Abu Dawud no. 4866­4967)
                                               radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah 
                                               Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang mencegah terbukanya         tahu kepadanya dan meminta ma’af 
aib saudaranya niscaya Allah akan              darinya. Pendapat ini ada sisi benarnya 
mencegah wajahnya dari api neraka pada         jika dikaitkan dengan hak seorang 
hari kiamat nanti.” (H.R. At Tirmidzi no.      manusia. Misalnya mengambil harta orang 
1931 dan lainnya)                              lain tanpa alasan yang benar maka dia pun 
Demikian juga semestinya ia tidak ridha        wajib mengembalikannya. 
melihat saudaranya terjatuh dalam              Tetapi dari sisi lain, justru bila ia memberi 
kemaksiatan yaitu berbuat ghibah.              tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan 
Semestinya ia menasehatinya, bukan             akan terjadi mudharat yang lebih besar. 
justru ikut larut dalam perbuatan tersebut.    Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru 
Kalau sekiranya ia tidak mampu                 marah yang bisa meruncing pada 
menasehati atau mencegahnya dengan cara        percekcokan dan bahkan perkelahian. Oleh 
yang baik, maka hendaknya ia pergi dan         karena itu sebagian para ulama lainnya 
menghindar darinya. Allah Subhanahu wa         berpendapat tidak perlu ia memberi 
Ta’ala berfirman (artinya):                    tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib 
“Dan orang­orang yang beriman itu bila¬        baginya beristighfar (memohan ampunan) 
mendengar perkataan yang tidak                 kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan 
bermanfaat, mereka berpaling darinya, dan      menyebutkan kebaikan­kebaikan orang 
mereka berkata: “Bagi kami amal­amal           yang dighibahi itu di tempat­tempat yang 
kami dan bagimu amal­amalmu, semoga            pernah ia berbuat ghibah kepadanya. 
kesejahteraan atas dirimu, kami tidak          Insyaallah pendapat terakhir lebih 
ingin bergaul dengan orang­orang jahil.”       mendekati kebenaran. (Lihat Nashiihatii 
(Al Qashash: 55)                               linnisaa’: 31)

Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri                           Materi 29
radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah                Menggapai Keberkahan Hidup
Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
                                               Setiap orang tentu saja ingin memperoleh 
“Barang siapa yang melihat kemungkaran 
                                               keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. 
hendaknya dia mengingkarinya dengan 
                                               Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta 
tangan. Bila ia tidak mampu maka 
                                               orang lain mendo’akan kita agar segala 
cegahlah dengan lisannya. Bila ia tidak 
                                               sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan 
mampu maka cegahlah dengan hatinya, 
                                               memperoleh keberkahan dari Allah Swt. 
yang demikian ini selemah­lemahnya 
                                               Secara harfiyah, berkah berarti an nama’ 
iman.” (Muttafaqun ‘alaihi)
                                               waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, 
Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan       ini berarti Berkah adalah kebaikan yang 
ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap       bersumber dari Allah yang ditetapkan 
kemaksiatan, tentunya hal ini pun dilarang     terhadap sesuatu sebagaimana mestinya 
dalam agama.                                   sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki 
Bertaubat dari Ghibah                          akan selalu berkembang dan bertambah 
Lalu bagaimana cara bertaubat dari             besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu 
perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya         yang kita miliki membawa pengaruh 
untuk memberi tahu kepada yang                 negatif, maka kita berarti tidak 
dighibahi? Sebagian para ulama’                memperoleh keberkahan yang diidamkan 
berpendapat wajib baginya untuk memberi        itu.
Namun, Allah Swt tidak sembarangan            termasuk dalam soal harta dan bisa 
memberikan keberkahan kepada manusia.         menjalani kehidupan dengan sebaik­
Ternyata, Allah SWT hanya akan memberi        baiknya.
keberkahan itu kepada orang yang beriman      Keberkahan semacam ini telah diperoleh 
dan bertaqwa kepada­Nya. Janji Allah SWT      Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang 
untuk memberikan keberkahan kepada            ketika usia mereka sudah begitu tua 
orang yang beriman dan bertaqwa               ternyata masih dikaruniai anak, bahkan 
dikemukakan dalam firman­Nya yang             tidak hanya Ismail yang shaleh, sehat dan 
artinya: “Jikalau sekiranya penduduk          cerdas, tapi juga Ishak dan Ya’kub. Di 
negeri­negeri beriman dan bertaqwa,           dalam Al­ Qur’an keberkahan semacam ini 
pastilah Kami akan melimpahkan kepada         diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan 
mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi    isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia 
mereka mendustakan (ayat­ayat Kami) itu,      tersenyum. Maka Kami sampaikan 
maka Kami siksa mereka disebabkan             kepadanya berita gembira tentang 
perbuatannya” (QS 7:96).                      kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir 
Apabila manusia, baik secara pribadi          puteranya) Ya’kub. Isterinya berkata: 
maupun kelompok atau masyarakat               "Sungguh mengherankan, apakah aku aka 
memperoleh keberkahan dari Allah Swt,         melairkan anak, padahal aku adalah 
maka kehidupannya akan selalu berjalan        perempuan seorang perempuan tua, dan ini 
dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup    suamikupun dalam keadaan yang sudah 
bahkan melimpah, sedang ilmu dan              tua pula?. Sesungguhnya ini benar­benar 
amalnya selalu memberi manfaat yang           suatu yang sangat aneh". Para malaikat itu 
besar dalam kehidupan. Disilah letak          berkata: "Apakahkamu merasa heran 
pentingnya bagi kita memahami apa             tentang ketetapan Allah? (itu adalah) 
sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa      rahmat Allah dan keberkatan­Nya, 
berusaha semaksimal mungkin untuk             dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait. 
meraihnya.                                    Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi 
Bentuk Keberkahan                             Maha Pemurah" (QS 11:71­73).
Secara umum, keberkahan yang diberikan        Kedua, keberkahan dalam soal makanan 
Allah SWT kepada orang­orang yang             yakni makanan yang halal dan thayyib, hal 
beriman bisa kita bagi kedalam tiga           ini karena ulama ahli tafsir, misalnya Ibnu 
bentuk. Pertama, berkah dalam keturunan,      Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari 
yakni dengan lahirnya generasi yang           langit dan bumi sebagaimana yang 
shaleh.                                       disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 
Generasi yang shaleh adalah yang kuat         di atas adalah rizki yang diantara rizki itu 
imannya, luas ilmunya dan banyak amal         adalah makanan. Yang dimaksud makanan 
shalehnya, ini merupakan sesuatu yang         yang halal adalah disamping halal jenisnya 
amat penting, apalagi terwujudnya             juga halal dalam mendapatkannya, 
generasi yang berkualitas memang              sehingga bagi orang yang diberkahi Allah, 
dambaan setiap manusia. Kelangsungan          dia tidak akan menghalalkan segala cara 
Islam dan umat Islam salah satu faktornya     dalam memperoleh nafkah. 
adalah adanya topangan dari generasi yang 
shaleh.                                       Di samping itu, makanan yang diberkahi 
Generasi semacam itu juga memiliki            juga adalah yang thayyib, yakni yang sehat 
jasmani yang kuat, memiliki kemandirian       dan bergizi sehingga makanan yang halal 
dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan     mengerjakan amal shaleh dan nasihat 
tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang     menasihati supaya mentaati kebenaran 
kuat untuk selanjutnya dengan tenaga         dan nasihat menasihati supaya menetapi 
yang kuat itu digunakan untuk                kesabaran” (QS 103:1­3). 
melaksanakan dan menegakkan nilai­nilai 
kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya     Karena itu, bagi seorang muslim yang 
kepada Allah Swt, Allah berfirman yang       diberkahi Allah, waktu digunakan untuk 
artinya: Dan makanlah makanan yang           bisa membuktikan pengabdiannya kepada 
halal lagi baik dari apa yang telah Allah    Allah Swt, meskipun dalam berbagai 
rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah           bentuk usaha yang berbeda, Allah 
kepada Allah yang kamu beriman kepada­       berfirman yang artinya: “Demi malam 
Nya (QS 5:88).                               apabila menutupi, dan siang apabila terang 
Karena itu, agar apa yang dimakan juga       benderang, dan penciptaan laki­laki dan 
membawa keberkahan yang lebih banyak         perempuan. Sesungguhnya usaha kamu 
lagi, meskipun sudah halal dan thayyib,      memang berbeda­beda. Adapun orang yang 
makanan itu harus dimakan sewajarnya         memberikan (harta di jalan Allah) dan 
atau secukupnya, hal ini karena Allah        bertaqwa dan membenarkan adanya pahala 
sangat melarang manusia berlebih­lebihan     yang terbaik (syurga), maka Kami kelak 
dalam makan maupun minum, Allah Swt          akan menyiapkan baginya jalan yang 
berfirman yang artinya: “Hai anak Adam,      mudah.” (92:1­7).
pakailah pakaianmu yang indak di setiap 
memasuki masjid, makan dan minumlah                        Materi 30
dan janganlah berlebih­lebihan.                         Kunci Keberkahan
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang­
orang yang berlebih­lebihan” (7:31).         Sebagai seorang muslim, keberkahan dari 
                                             Allah untuk kita merupakan sesuatu yang 
Ketiga, berkah dalam soal waktu yang         amat penting. Karena itu, ada kunci yang 
cukup tersedia dan dimanfaatkannya           harus kita miliki dan usahakan dalam 
untuk kebaikan, baik dalam bentuk            hidup ini. Sekurang­kurangnya, ada dua 
mencari harta, memperluas ilmu maupun        faktor yang menjadi kunci keberkahan itu.
memperbanyak amal yang shaleh, karena        1. Iman dan Taqwa Yang Benar
itu Allah menganugerahi kepada kita          Di dalam ayat di atas, sudah dikemukakan 
waktu, baik siang maupun malam dalam         bahwa Allah akan menganugerahkan 
jumlah yang sama, yakni 24 jam setiap        keberkahan kepada hamba­hambanya yang 
harinya, tapi bagi orang yang diberkahi      beriman dan bertaqwa kepada­Nya. 
Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu       Semakin mantap iman dan taqwa yang kita 
yang 24 jam itu semaksimal mungkin           miliki, maka semakin besar keberkahan 
sehingga pencapaian sesuatu yang baik        yang Allah berikan kepada kita. Karena itu 
ditempuh dengan penggunaan waktu yang        menjadi keharusan kita bersama untuk 
efisien, karena salah satu karakteristik     terus memperkokoh iman dan taqwa 
waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi    kepada Allah Swt. Salah satu ayat yang 
bila sudah berlalu, Allah berfirman yang     amat menekankan peningkatan taqwa 
artinya: “Demi masa. Sesungguhnya            kepada orang yang beriman adalah firman 
manusia itu benar­benar dalam kerugian,      Allah yang artinya: Hai orang­orang yang 
kecuali orang­orang yang beriman dan         beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah 
dengan sebenar­benar taqwa dan jangan         taqwa serta selalu menjadikan Al­ Qur’an 
sampai kamu mati kecuali dalam keadaan        sebagai pedoman dalam hidup ini.
berserah
diri/muslim (QS 3:102).                                  Materi Tambahan
Keimanan dan ketaqwaan yang benar                         Halal Bi Halal
selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min 
dalam bentuk melaksanakan perintah            Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak 
Allah dan meninggalkan larangan­Nya,          dikenal oleh kalangan bangsa Arab, tidak 
baik dalam keadaan senang maupun susah,       pula ada pada zaman Nabi saw. dan para 
dalam keadaan sendiri maupun bersama          sahabat. Karenanya, kamus bahasa Arab 
orang lain. Tegasnya keimanan dan             juga tak mengenal istilah itu. Justru 
ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi        ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa 
dan kondisi yang bagaimananpun juga dan       Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf­
dimanapun dia berada.                         memaafkan setelah menunaikan ibadah 
                                              puasa Ramadhan, biasanya diadakan di 
2. Berpedoman kepada Al­Qur’an                sebuah tempat (auditorium, aula, dsb) oleh 
Al­Qur’an merupakan sumber keberkahan         sekelompok orang dan merupakan suatu  
sehingga apabila kita menjalankan pesan­      kebiasaan khas Indonesia.” 
pesan yang terkandung di dalam Al­Qur’an 
dan berpedoman kepadanya dalam                Para ulama kita terdahulu mendasarkan 
berbagai aspek kehidupan, nicaya kita         kegiatan halal bihalal tersebut pada 
akan memperoleh keberkahan dari Allah         sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari 
Swt, Allah berfirman yang artinya: Dan Al­    seperti di bawah ini:
Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) 
yang mempunyai berkah yang telah kami         Artinya: “Barangsiapa yang berbuat 
turunkan. Maka mengapakah kamu                kezhaliman (kesalahan) kepada 
mengingkarinya? (QS 21:50, lihat juga QS      saudaranya sehingga merendahkan 
38:29.6:155).                                 derajatnya, maka hendaklah ia meminta 
                                              halal hal tersebut dari saudaranya itu pada 
Karena harus kita jalankan dan pedomani       hari ini.”
dalam kehidupan ini, maka setiap kita 
harus mengimani kebenaran Al­Qur’an           Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di 
bahwa dia merupakan wahyu dari Allah          sini:
Swt sehingga tidak akan kita temukan 
kelemahan dari Al­Qur’an, selanjutnya bisa       1. falyatahallal, yakni meminta halal, 
dan suka membaca serta menjalankannya            itu berarti bukan sekedar meminta 
dalam kehidupan sehari­hari, baik                maaf, tetapi juga harus mengembalikan 
menyangkut aspek pribadi, keluarga,              hak saudaranya yang telah ia langgar. 
masyarakat maupun bangsa. Akhirnya               Jika itu berupa barang, hendaknya 
menjadi jelas bagi kita bahwa, keberkahan        dikembalikan. Ketika orang saling 
dari Allah yang kita dambakan itu,               meminta halal, maka terjadilah ‘halal­
memperolehnya harus dengan berdo’a dan           halalan’; yang kemudian di­Arab­kan 
berusaha yang sungguh­sungguh, yakni             menjadi ‘halal­bi­halal’. Halal dengan  
dalam bentuk memantapkan iman dan                halal. Acara ini kemudian berkembang 
   menjadi sangat bervariasi ragam bentuk       Menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat
   dan acaranya hingga saat ini.                yang kita mintai pertolongan adalah sebuah
   2. al­yauma, yakni pada hari ini. ‘Hari 
                                                keharusan. Sebab, Allah Maha Berkuasa atas
   ini’ yang dimaksud tidak lain adalah 
   hari raya Idul Fitri, karena menurut         segala sesuatu. Setiap kejadian, Allah-lah yang
   sebagian riwayat, Rasulullah saw.            menentukannya. Dia menentukan takdir setiap
   mengucapkan hadits itu saat hari raya 
                                                urusan makhluk-Nya. Karenanya, jangan heran
   Idul Fitri. Ada pula yang mengartikan 
   ‘pada hari ini (juga)’. Yakni bahwa          jika setiap muslim dianjurkan berdoa kepada Allah
   ketika kita membuat kesalahan pada           baik dalam keadaan sempit atau pun lapang, agar
   seseorang, hendaknya kita meminta 
                                                kebaikan selalu ada bersamanya.muslim
   halal kepadanya hari ini juga, jangan  
   ditunda­tunda.                               dianjurkan berdoa kepada Allah baik dalam
                                                keadaan sempit atau pun lapang, agar kebaikan
Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada 
Syawal selepas Ramadhan?                        selalu ada bersamanya.

Selain dasar hadits tersebut, bahwa al­         Ada sebuah doa yang sudah menjadi favorit kaum
yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul      muslimin agar memperoleh kebaikan di dunia dan
Fitri, para ulama mendasarkan juga pada 
                                                akhirat. Setiap berdoa, kita biasanya tidak
QS. Al­Baqarah: 133­134, bahwa ciri orang 
yang bertakwa (sebagai output dari ibadah       melewatkan untuk membaca doa ini. Doa ini
ramadhan) salah satunya adalah al­              berbunyi, “Rabbana atina fi dunya hasanah wa fil
kaazhimiinal gaidh, yakni ‘memaafkan 
                                                akhirati hasanah waqina ‘adzabannar”. Artinya,
kesalahan manusia.’ Karena itu, ketika 
pada ramadhan kita memperbaiki                  “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia
hubungan vertikal dengan Allah (hablun          dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari
minallah), maka ketika Syawal tiba 
                                                siksa neraka.”
saatnya kita melengkapinya dengan 
memperbaiki hubungan horisontal dengan 
sesama manusia (hablun minannas), yakni         Para ulama memberikan keterangan berkaitan
dengan cara saling memaafkan; saling            harapan setiap muslim melalui doa itu. Berkaitan
meminta halal atas kesalahan kita masing­       dengan kalimat “fi dunya hasanah”, setidaknya ada
masing.  Maka jadilah tradisi halalbihalal 
sebagaimana berkembang seperti sekarang         tujuh hal yang akan diperoleh seorang muslim jika
ini; yang khas Indonesia.                       doanya dikabulkan Allah SWT.

“Dan diantara mereka ada orang yang berdoa :    Pertama, selalu bersyukur kepada Allah. Setiap
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di        muslim yang telah memperoleh kebaikan di dunia,
dunia dan kebaikan di akhirat dan periharalah   akan selalu bersyukur kepada Allah SWT apapun
kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah [2]:   ketentuan Allah kepadanya. Saat diberi
201)                                            kenikmatan ia makin bersyukur dan ketika diberi
                                                musibah ia bersabar. Orang-orang yang selalu
bersyukur kepada-Nya akan terus diberi                 Kelima, tidak memiliki hutang. Memiliki hutang
kenikmatan hidup oleh-Nya. “Lain syakartum             tidaklah dilarang dalam ajaran Islam. Hanya saja,
laazidannakum”, artinya, “Apabila kalian               hutang bisa menyebabkan hidup seseorang kurang
bersyukur niscaya akan kutambah nikmat-Ku              nyaman dan bahagia. Biasanya, orang yang
kepadamu,” kata Allah SWT dalam Al-Quran.              memiliki hutang kurang dihargai orang lain,
                                                       terlebih oleh orang yang memberikan piutang.
Kedua,       memiliki         pendamping       yang
                                                       Setiap muslim harus berusaha untuk melunasi
shalih/shalihah.    Setiap   muslim    yang   diberi
                                                       hutang dengan sungguh-sungguh. Sebab, hutang
kebaikan di dunia akan diberi pendamping yang
                                                       bisa menyebabkan ditangguhkannya masuk ke
baik. Seorang laki-laki akan mendapatkan istri
                                                       surga sebelum hutangnya dilunasi, meskipun ia
yang shalihah. Dan begitu pula seorang wanita
                                                       mati dalam jihad fi sabilillah.
akan mendapatkan suami yang shalih.
                                                       Keenam, ilmunya bermanfaat. Banyak orang yang
Ketiga, memiliki anak yang shalih dan shalihah.
                                                       memiliki ilmu, namun hanya sedikit ilmunya
Memiliki anak yang shalih dan shalihah adalah
                                                       bermanfaat.    Orang-orang        yang   mendapatkan
harapan setiap orang tua muslim. Anak yang
                                                       kebaikan di dunia (fi dunya hasanah), jika
shalih atau shalihah adalah investasi terbaik setiap
                                                       memiliki ilmu maka ilmunya akan bermanfaat
muslim.     Keshalihan       seorang   anak    akan
                                                       bagi orang lain dan agama.
memberikan manfaat kepada keluarga, bangsa dan
agamanya. Sudah tentu, pahalanya akan mengalir         Ketujuh, umurnya berkah. Usia yang berkah tidak
                                                       terkait dengan usia yang panjang. Seseorang yang
deras kepada kedua orang tuanya.
                                                       umurnya berkah selalu menjadikan tiap ada detik
                                                       waktu yang disia-siakannya. Sepanjang usianya ia
Keempat, memiliki harta yang berkah. Harta yang        gunakan untuk beribadah, beramal dan berdakwah.
                                                       Ia tebarkan manfaat kepada siapa pun. Ia bergaul
berkah bukanlah berati banyak melimpah ruah.
                                                       dengan orang-orang shalih agar kecipratan
Keberkahan harta tidak terkait dengan jumlah.          keberkahan hidup. Baginya, tidak ada waktu
                                                       kecuali beramal, beramal, dan beramal.
Tetapi, harta yang berkah merupakan harta yang
bisa memberikan manfaat bagi pemiliknya dan            Untuk itu, berdoalah selalu kepada Allah SWT
                                                       agar diberi kebaikan dan keselamatan dalam
orang lain. harta tersebut diperoleh dengan cara
                                                       kehidupan ini. Teruslah bersyukur atas semua
halal dan digunakan untuk keperluan fi sabilillah.     nikmat-Nya dan bersabar terhadap musibah-Nya.
                                                       Bekerjalah untuk memperoleh rezeki yang halal
Harta itu akan menjadi jalan amal shalih bagi
                                                       dengan cara yang halal. Didiklah putera puteri kita
pemiliknya. Tentu saja, akan lebih baik bila kita      agar menjadi anak-anak yang shalih dan shalihah.
                                                       Tebarkanlah selalu kebaikan agar usia kita berkah
memiliki    harta    yang    banyak    dan    berkah
                                                       dan bermanfaat
dibandingkan sedikit tapi tidak berkah.

                                                       13 Alasan Agar Sholat Lebih Khusuk
Dari  banyak ibadah  kita  kepada Allah  SWT,                orang-orang yang khusyu’” (QS. Al Baqarah
ada satu ibadah yang merupakan kunci dari                    45)
seluruh   ibadah   dan   amal   yang   lain   dimana 
kalau kita berhasil melakukannya maka akan                   Bila ada problema hidup maka sholatlah, bila
terbuka   ibadah   atau   amal   yang   lain.   Kunci        ada keiinginan sholatlah, bila akan marah
dari segala ibadah adalah                                    sholatlah. Maka ketika akan bertemu dua
                                                             kekuatan utama pada perang Badar,
                                                             Rosululloh SAW sholat dan bermunajat
“Amal yang pertama kali ditanyai Allah pada
                                                             kepada     Allah  SWT     agar    diberikan
seorang hamba di hari kiamat nanti adalah
                                                             kemenangan dalam perang.
sholat. Bila sholatnya dapat diterima, maka akan
diterima seluruh amalnya, dan bila sholatnya
                                                         3. Mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS.
ditolak, akan tertolah seluruh amalnya.”Pada 
                                                            Al Ankabut 45)
kenyataannya, bagaimana amalan sholat kita                  Karena sholat khusuk hanya bisa dilaksanakan
pada   umumnya?   Seperti   yang   disabdakan               dengan menghadirkan perasaan dekatnya Allah
oleh               Rasulullah              SAW:             SWT, maka bila akan berbuat maksiyat akan
                                                            ingat akan Allah SWT.

“Akan datang satu masa atas manusia, mereka              4. Melembutkan hati. Terkadang hati kita
melakukan sholat namun pada hakikatnya mereka               menjadi keras karena kesibukan dalam bekerja
tidak sholat.”                                              atau menghadapi masalah kehidupan. Dengan
                                                            sholat yang khusuk, hati menjadi lebih lunak
 Banyak dari kita menganggap bahwa sholat                   karena kita seringnya kita berserah diri dan
adalah suatu perintah bukan suatu kebutuhan.                merendah dihadapan Allah SWT.
Jadi sholat sering dianggap suatu beban dan hanya
bersifat menggugurkan kewajiban. Betapa sering
kita rasanya malas untuk sholat, sholat sambil           5. Memupuk kesabaran. Dengan sholat yang
memikirkan pekerjaan, sholat secepat kilat tanpa            dilaksanakan dengan tumakninah, maka
tumakninah, mengakhirkan waktu sholat atau                  diperlukan waktu beberapa saat untuk sholat;
bahkan lupa berapa rakaat yang telah dilakukan.             tidak dengan tergesa-gesa. Hal ini akan
                                                            memupuk rasa kesabaran kita.
 Padahal kunci amal ibadah kita adalah sholat.
Jadi, kita bisa memasang strategi dalam hidup
dengan memperbaiki sholat kita terlebih dahulu           6. Menghapuskan dosa. Didalam suatu hadits
sehingga amalan yang lain akan mengikuti. Dan               disebutkan bahwa dosa-dosa kecil kita akan
hal ini butuh suatu kesungguhan untuk                       dihapus diantara sholat 5 waktu. Tentu saja hal
mencapainya. Tahap awal untuk mencapai                      ini bila kita menghayati bacaan didalam duduk
kekhusukan sholat adalah mengetahui kegunaan                diantara dua sujud rabbighfirli dan wa’fu’anni.
bagi diri kita apabila kita dapat melakukan sholat
dengan khusuk. Berikut adalah 13 alasan mengapa
kita perlu khusuk dalam sholat:                          7. Menyembuhkan penyakit. Prof. M. Sholeh
                                                            dari Universitas Airlangga Surabaya telah
                                                            meneliti     bahwa     sholat   malam      bisa
1. Mendapatkan keberuntungan yang besar,                    meningkatkan imunitas tubuh kita. halat bisa
    yaitu masuk dalam surga firdaus. Hal ini                mencegah naik turunnya hormon kortisol yang
    tersebut dalam QS. Al Mukminun 2 dan 11:                berperan sebagai indikator stres. Sedangkan
2. Solusi terhadap permasalahan kita.                       stres merupakan salah satu faktor utama
                                                            pemicu penyakit, termasuk kanker. Yang
    “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai                    sederhana saja, bila kita sedang pening atau
    penolongmu. Dan sesungguhnya yang                       sakit gigi maka sholatlah dengan khusuk maka
    demikian itu sungguh berat, kecuali bagi                rasa sakit tersebut akan hilang. Hal lain yang
   perlu diperhatikan adalah ada pendapat bahwa     fardhu hanya mengalir sebatas di mulut saja
   sholat juga merupakan sarana terbaik untuk       tanpa penghayatan dalam hati kita. Setelah
   bermeditasi.                                     sholat dengan khusuk, maka kekhusukan
                                                    tersebut akan berlanjut hingga kita
                                                    berdzikir. Allahumma a’inni ala dzikrika wa
8. Menunggu-nunggu waktu sholat.                    syukrika wa husni ibadatika. Ya Allah,
    Karena sholat adalah kesempatan untuk           bantulah aku dalam mengingatMu dan dan
    bermunajat, berdialog dan mencurahkan hati      bersyukur kepadaMu dan perbaiki ibadahku.
    ke Yang Maha Kuasa, maka waktu sholat akan
    selalu ditunggu. Pekerjaan rumah, rapat atau
    aktifitas lain akan diberhentikan 10-15 menit
    sebelum waktu sholat sehingga memberi
    kesempatan untuk sholat berjamaah di masjid.
    Perasaan untuk menunggu waktu sholat adalah
    seperti seorang perjaka yang menunggu waktu
    untuk bertemu yang dicinta.


9. Mempersiapkan sholat dengan sebaiknya.
   Karena kita merasa akan bertemu dengan Yang
   Maha Agung, maka pakaian akan diperhatikan
   seperti baju koko, kopyah dan sarung
   digunakan yang bersih. Tidak lupa minyak
   wangi juga dipakai agar harum ketika bertemu
   dengan Yang Maha Pencipta.

10. Menangis dalam sholat. Kesejukan dalam
   sholat akan membawa hati untuk bersyukur
   dan mohon ampun kepada Allah SWT. Tidak
   terasa air mata akan mengalir bahkan ketika
   sholat Dhuhur di masjid kantor.


11. Merasa sedih ketika sholat akan selesai.
   Tertanam rasa ingin berlama-lama dengan
   Yang Maha Pengasih. Ketika tasyahud akhir
   rasanya tidak ingin menyelesaikan sholat.


12. Merasakan nikmatnya sholat di masjid.
   Akan terasa suasana sholat di masjid lebih
   indah dibandingkan sholat di rumah. Sehingga,
   keinginan untuk sholat berjamaah di masjid
   akan selalu ada. Maka tidak heran ketika
   sahabat Umar ra menjual kebunnya
   dikarenakan terlupa sholat jamaah di masjid
   karena sibuk mengurus kebunnnya.


13. Tetap khusuk dalam berzikir. Terkadang
    dzikir yang kita lantunkan setelah sholat

								
To top