Sistem Dokumentasi BAPETEN

Document Sample
Sistem Dokumentasi BAPETEN Powered By Docstoc
					                                     BAB VII

                 DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU
                     PENGAWASAN TENAGA NUKLIR


       Organisasi mempunyai fleksibilitas dalam memilih untuk mendokumentasikan
sistem manajemen mutunya. Masing-masing organisasi seharusnya membuat sejumlah
dokumentasi yang diperlukan untuk memperagakan perencanaan, pengoperasian,
pengendalian yang efektif dan perbaikan berkesinambungan pada sistem manajemen
mutu dan prosesnya.

       BAPETEN menetapkan dokumentasi Sistem Manajemen Mutu Pengawasan
Tenaga Nuklir (SIJAMUPATEN) berdasarkan Hirarki yang terbagi dalam 5 level
dokumentasi yakni:
1. Pedoman Mutu/Manual Mutu, Naskah Dinas yang memuat persyaratan utama
   sistem manajemen mutu pengawasan tenaga nuklir (SIJAMUPATEN), digunakan
   oleh seluruh jajaran unit kerja dan masing-masing pegawai sebagai kerangka kerja
   utama yang membawa, mendorong dan memacu kinerja BAPETEN dalam
   merencanakan, melaksanakan, menilai dan memperbaiki rencana strategis,
   program dan kegiatan BAPETEN secara efektif dan efisien.
   Dokumen ini memberikan hubungan koordinasi dengan kumpulan sistem dan
   prosedur pengoperasian, informasi sumber daya dan rekaman yang menentukan
   sistem mutu organisasi.
2. Sistem dan Prosedur, naskah dinas yang memberikan arahan administrasi kepada
   unit kerja serta mengatur tindakan-tindakan yang harus diambil untuk melaksanakan
   sistem mutu organisasi.
3. Instruksi Kerja, naskah dinas yang menjelaskan tahapan kegiatan untuk
   menghasilkan produk bagi individu atau beberapa individu yang melaksanakan
   kegiatan di dalam unit kerja.
4. Form/Formulir, bentuk pengaturan alokasi ruang atau lembar naskah dinas untuk
   mencatat berbagai data dan informasi.
   Form/Formulir dibuat dalam bentuk kartu atau lembaran tercetak dengan judul
   tertentu berisi keterangan yang diperlukan.
5. Laporan dan Rekaman, catatan-catatan hasil atau bukti dan pelaksanaan proses-
   proses/kegiatan yang telah dicapai, dimana catatan-catatan tersebut dapat
   digunakan sebagai bahan analisa untuk perbaikan.
   Perbedaan laporan dan rekaman yakni dari sifatnya bahwa rekaman tidak dapat
   direvisi.

   Struktur dokumentasi SIJAMUPATEN berdasarkan hirarki disajikan pada gambar 1.




                                                                         Gambar 1.
                                       Gambar 1.
                      Dokumentasi SIJAMUPATEN berdasarkan hirarki



                                                      Level 1:
                                                      Pedoman Mutu/Manual Mutu


                                                      Level 2:
                                                      Sistem dan Prosedur



                                                      Level 3:
                                                      Instruksi Kerja



                                                      Level 4:
                                                      Form/Formulir


                                                      Level 5:
                                                      Laporan dan Rekaman




1




ISO 10013:2001
Draft Pedoman Tata Naskah Dinas BAPETEN

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:96
posted:11/29/2010
language:Indonesian
pages:2
Description: Siatem Dokumentasi BAPETEN yang dicantumkan di dalam draft revisi Tata Naskah Dinas ini mengacu pada ISO 10013:2001 PANDUAN UNTUK DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU