Jaringan, Bunga, dan Fotosintesis pada Tumbuhan

					Materi Pertama : Jaringan Pada Tumbuhan

Jaringan Tumbuhan
Kelompok sel tumbuhan tertentu membentuk suatu kelompok
sel yang memiliki struktur dan fungsi yang sama dan disebut
jaringan. jaringan pada tumbuhan berasal dari pembelahan sel
embrional yang berdiferensiasi menjadi bermacam-macam
bentuk vang memiliki fungsi khusus.

Berdasarkan    aktivitas   pembelahan     sel   selama   fase
pertumbuhan dan perkembangan sel/jaringan tumbuhan,
maka jenis jaringan pada tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu
jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). Berikut
akan diuraikan karakateristik dari kedua macam jaringan tersebut secara rinci.
1. Jaringan Meristem ( Jaringan Embrional )

    Meristem adalah jaringan yang sel-selnya
mampu membelah diri dengan cara mitosis
secara terus menerus (bersifat embrional)
untuk menambah jumlah sel-sel tubuh pada
tumbuhan. Meristem terdapat pada bagian-
bagian tertentu saja pada tumbuhan.
   Berdasarkan    letaknya,    meristem
dibedakan atas:
Meristem apikal adalah meristem yang
terdapat pada ujung akar dan pada ujung
batang.     Meristem    apikal    selalu
menghasilkan    sel-sel  untuk   tumbuh
memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat
aktivitas   meristem     apikal    disebut
pertumbuhan    primer.    Jaringan   yang
terbentuk      dari       meristem         apikal      disebut     jaringan      primer.
Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan
meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar
adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar
menyebabkan     pemanjangan     batang lebih      cepat,   sebelum   tumbuhnya    bunga.
Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan
skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah
besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium
terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk
jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang.

       Pada umumnya, sel-sel penyusun jaringan meristem berdinding tipis, isodiametris, dan
relatif                      kaya                      akan                       protoplasma.
Vakuola sel meristem sangat kecil dan tersebar di seluruh protoplasma. Jaringan ini terdiri atas
sel-sel yang belum terdiferensiasi. Kemampuan jaringan meristem untuk bermitosis secara terus-
menerus menyebabkan tumbuhan dapat bertambah tinggi dan besar. Berdasarkan asal
terbentuknya, jaringan meristem digolongkan menjadi dua, yaitu meristem primer dan meristem
skunder. Meristem primer berasal dari jaringan embrional (embrio/lembaga) yang membelah
secara mitosis dan menghasilkan pertumbuhan primer pada tumbuhan sehingga menyebabkan
tumbuhan         dapat      bertambah      tinggi.      Meristem          primer      biasanya
terdapat pada ujung (pucuk) batang dan ujung akar. Meristem sekunder berasal dari jaringan
dewasa yang selselnya telah berkembang lebih lanjut (terdiferensiasi), biasanya pada tumbuhan
dikotil. Dari jaringan meristem sekunder akan menghasilkan pertumbuhan sekunder yang
menyebabkan batang menjadi bertambah besat misalnya aktivitas kambium pada batang
tumbuhan clikotil akan menghasilkan pembuluh kayu (xilem) ke bagian dalam dan pembuluh
tapis (floem) ke bagian luar. Selain itu, terdapat kambium gabus (felogen) yang juga merupakan
bagian dari pertumbuhan sekunder yang disebut periderm.

Kambium            gabus       terdiri      atas       tiga      bagian      yaitu:
1) felem, yaitu jaringan gabus itu sendiri yang tersusun atas sel - sel mati
2) felogen, yaitu bagian kambium gabus yang mengarah ke luar membentuk felem

3) feloderm, yaitu bagian vang dibentuk felogen kearah dalam dan merupakan jaringan
yang sifatnva serupa parenkim dan terdiri atas sel-sel hidup.

2. Jaringan Permanen ( Jaringan Dewasa )

     Jaringan dewasa merupakan kelompok sel
tumbuhan yang berasal dari pembelahan sel - sel
meristem dan telah mengalami pengubahan
bentuk yang disesuaikan dengan fungsinya
(Diferensiasi). Jaringan dewasa ada yang sudah
tidak bersifat meristematik lagi (sel penyusunnya
sudah tidak membelah lagi) sehingga disebut jaringan permanen.




Berdasarkan bentuk dan fungsinya, jaringan dewasa pada tumbuhan dibedakan menjadi empat
macam jaringan yaitu:

a. Jaringan Epidermis

b. Jaringan Dasar (Parenkim)

c. Jaringan Penyokong

d. Jaringan Pengangkut.


a. Jaringan Epidermis
      Epidermis rnerupakan jaringan paling luar vang
menutupi permukaan organ tumbuhan, seperti: daun, bagian
bunga, buah, biji, batang, dan akar. Fungsi utama jaringan
epidermis adalah sebagai pelindung jaringan yang ada di
bagian sebelah dalam. Bentuk, ukuran, dan susunan, serta
fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ
tumbuhan. Ciri khas sel epidermis adalah sel--selnya rapat
satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang
tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan ada
yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin.
     Seperti kita temukan pada biji dan daun pinus. Dinding luar sel epidermis biasanva
mengandung                                     kutin,                                  yaitu
senyawa lipid yang mengendap di antara selulosa penvusun dinding sel sehingga membentuk
lapisan khusus di permukaan sel yang disebut kutikula. Di permukaan luar kutikula kadangkala
kita temukan lapisan lilin vang kedap air untuk mengurangi penguapan air.
Beberapa bentuk khusus sel epidermis yang telah berubah struktur dan f ungsinva diantaranya
adalah: stomata (mulut daun) yang berperan sebagai tempat pertukaran gas dan uap air, trikoma
yang berupa tonjolan epidermis dan tersusun atas beberapa sel yang mengalami penebalan
sekunder.                                    Trikoma                                       ini
berperan sebagai kelenjar yang mengeluarkan zat seperti terpen, garam, dan gula; rambut akar
merupakan tonjolan epidermis akar yang memiliki dinding sel tipis dengan vakuola besar.
]aringan epidermis tetap ada sepanjang hidup organ tertentu vang tidak mengalami penebalan
sekunder. Pada beberapa tumbuhan vang berumur panjang, epidermis digantikan oleh jaringan
gabus, bila batangnya menua.




b. Jaringan Parenkim ( Jaringan Dasar)
     Parenkim terdiri atas kelompok sel
hidup yang bentuk, ukuran, maupun
fungsinya berbeda-beda. Sel-sel parenkim
mampu mempertahankan kemampuannya
untuk membelah meskipun telah dewasa
sehingga berperan penting dalam proses
regenerasi.
     Sel-sel parenkim yang telah dewasa
dapat     bersifat   meristematik     bila
lingkungannya memungkinkan. Jaringan
parenkim terutama terdapat pada bagian kulit batang dan akar, mesofil daun, daging buah, dan
endosperma                                                                              biji.
Sel-sel parenkim juga tersebar pada jaringan lain, seperti pada parenkim xilem, parenkim floem,
dan                                       jari-jari                                    empulur.
     Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis, serta lentur. Beberapa sel
parenkim mengalami penebalan, seperti pada parenkim xilem. Sel parenkim berbentuk kubus
atau memanjang dan mengandung vakuola sentral yang besar. Ciri khas parenkim yang lain
adalah sel-selnya banyak memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya membulat.
     Parenkim yang mempunyai ruang antarsel adalah daun. Ruang antarsel ini berfungsi sebagai
sarana pertukaran gas antar klorenkim dengan udara luar. Sel parenkim memiliki banyak fungsi,
yaitu untuk berlangsungnya proses fotosintesis, penyimpanan makanan dan fungsi metabolisme
lain. Isi sel parenkim bervariasi sesuai dengan fungsinya, misalnya sel yang berfungsi untuk
fotosintesis banyak mengandung kloroplas. Jaringan yang terbentuk dari sel-sel parenkim
semacam ini disebut klorenkim. Cadangan makanan yang terdapat pada sel parenkim berupa
larutan dalam vakuola, cairan dalam plasma atau berupa kristal (amilum). Sel parenkim
merupakan struktur sel yang jumlahnya paling banyak menyusun jaringan tumbuhan.
      Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan terspesialisasi menjadi berbagai
jaringan yang memiliki fungsi khusus. Sel parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada
tumbuhan,         oleh        karena         itu        disebut          jaringan       dasar.
Berdasarkan fungsinya, parenkim dibagi menjadi bebrapa jenis jaringan, yaitu:
1) Parenkim Asimilasi
  Biasanya terletak di bagian tepi suatu organ, misalnya pada daun, batang yang berwarna hijau,
dan buah. Di dalam selnya terdapat kloroplas, yang berperan penting sebagai tempat
berlangsungnya proses fotosintesis,



2) Parenkim Penimbun
  Biasanya terletak di bagian dalam tubuh, misalnya: pada empulur batang, umbi akaL umbi
lapis, akar rimpang (rizoma), atau biji. Di dalam sel-selnya terdapat cadangan makanan yang
berupa gula, tepung, lemak atau protein,

3) Parenkim Air
  Terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah panas (xerofit) untuk menghadapi masa kering,
misalnya pada tumbuhan kaktus dan lidah buaya,
4) Parenkim Udara
  Ruang antar selnva besar, sel- sel penyusunnya bulat sebagai alat pengapung di air, misalnya
parenkim pada tangkai daun tumbuhan enceng gondok



C. Jaringan Penyokong
      Jaringan    penyokong      atau    jaringan    penguat      pada    tumbuhan      terdiri
atas sel-sel kolenkim dan sklerenkim. Kedua bentuk jaringan ini merupakan jaringan
sederhana, karena sel-sel penyusunnya hanya terdiri atas satu tipe sel

1) Kolenkim
    Kolenkim tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya
memanjang dengan penebalan dinding sel yang tidak merata dan
bersifat plastis, artinya mampu membentang, tetapi tidak dapat
kembali seperti semula bila organnya tumbuh. Kolenkim terdapat
pada batang, daun, bagian-bagian bunga, buah, dan akar. Sel
kolenkim dapat mengandung kloroplas yang menyerupai sel-sel
parenkim. Sel – sel kolenkim dindingnya mengalami penebalan
dari kolenkim bervariasi, ada yang pendek membulat dan ada yang memanjang seperti serabut
dengan ujung tumpul.

Berdasarkan bagian sel yang mengalami penebalan, sel kolenkim dibedakan atas:
1. kolenkim angular (kolenkim sudut), merupakan jaringan kolenkim dengan penebalan
dinding             sel           pada        bagian            sudut         sel;
2. kolenkim lamelal, merupakan jaringan kolenkim yang penebalan dinding selnya
membujur;
3. kolenkim anular, merupakan kolenkim yang penebalan dinding selnya merata pada
bagian dinding sel sehinggi berbentuk pipa.


2) Sklerenkim
   Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel -
selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan
menunjukkan sifat elastis. Sklerenkim tersusun atas dua kelompok
sel, yaitu sklereid dan serabut. Sklereid disebut juga sel batu yang
terdiri atas sel - sel pendek, sedangkan serabut sel – selnya.
panjangsklereid berasal dari sel-sel parenkim, sedangkan serabut
berasal dari sel - sel meristem. Sklereid terdapat di berbagai bagian
tubuh. Sel – selnya membentuk jaringan yang keras, misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji
dan mesofil daun. Serabut berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut
sklerenkim banyak menyusun jaringan pengangkut.


d. Jaringan Pengangkut
   Jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri atas sel-sel xilem dan
floem, yang membentuk berkas pengangkut (berkas vaskuler). Xilem
berperan mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun,
sedangkan floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun
ke seluruh bagian tumbuhan.

1) Xilem
 Xilem merupakan jaringan kompleks karena
tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda.
Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea
sebagai saluran pengangkut air dengan
penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga
tersusun atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam berbagai
kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang membentuk kayu
pada batang. Trakeid dan trakea merupakan dua kelompok sel yang membangun pembuluh
xilem. Kedua tipe sel berbentuk bulat panjang, berdinding sekunder dari lignin dan tidak
mengandung kloroplas sehingga berupa sel mati. Perbedaan pokok antara keduanya, adalah pada
trakeid tidak terdapat perforasi (lubang-lubang), hanya ada celah (noktah), berupa
plasmodesmata        yang      menghubungkan          satu    sel     dengan     sel    lainnya.
Sedangkan pada trakea terdapat perforasi pada bagian ujung-ujung selnya. Transpor air dan
mineral pada trakea berlangsung melalui perforasi ini, sedangkan pada trakeid berlangsung lewat
noktah (celah) antar sel selnya. Sel-sel pembentuk trakea tersusun sedemikian rupa sehingga
merupakan deretan sel memanjang (ujung bertemu ujung) membentuk pipa panjang (kapiler).
Bentuk penebalan pada dinding trakea dapat berupa cincin spiral, atau jala.
2) Floem
   Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim.Tersusun atas beberapa tipe sel yang
berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim, serabut, dan sklerenkim.
   Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang. Unsur
penyusun pembuluh floem terdiri atas dua bentuk, yaitu: sel tapis (sieve plate) berupa sel tunggal
dan bentuknya memanjang dan buluh tapis (sieve tubes) yang serupa pipa. Dengan bentuk seperti
ini pembuluh tapis dapat menyalurkan gula, asam amino serta hasil fotosintesis lainnya dari daun
ke seluruh bagian tumbuhan.
Materi kedua : Bunga dan Fungsinya

Bunga
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga
(divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup"). Pada bunga terdapat
organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut
struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk
adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan
bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.

Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada
bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah. Buah adalah struktur yang
membawa biji.
Fungsi bunga

Fungsi biologi bunga adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora)
dan betina (makrospora) untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang
diikuti dengan pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.

Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai pemikat
hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas atau aroma yang
khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.

Manusia sejak lama terpikat oleh bunga, khususnya yang berwarna-warni. Bunga menjadi salah
satu penentu nilai suatu tumbuhan sebagai tanaman hias.
Morfologi bunga
                                                      Bagian-bagian bunga sempurna. 1. Bunga sempurna, 2.
                                                      Kepala putik (stigma), 3. Tangkai putik (stilus), 4.
                                                      Tangkai sari (filament, bagian dari benang sari), 5.
                                                      Sumbu bunga (axis), 6. artikulasi, 7. Tangkai bunga
                                                      (pedicel), 8.Kelenjar nektar, 9.Benang sari (stamen),
                                                      10. Bakal buah (ovum), 11.Bakal biji (ovulum), 12. ,
                                                      13. Serbuk sari (pollen), 14. Kepala sari (anther), 15.
                                                      Perhiasan bunga (periantheum), 16. Mahkota bunga
(corolla), 17. Kelopak bunga (calyx)
Bunga adalah batang dan daun yang termodifikasi. Modifikasi ini disebabkan oleh dihasilkannya
sejumlah enzim yang dirangsang oleh sejumlah fitohormon tertentu. Pembentukan bunga dengan
ketat dikendalikan secara genetik dan pada banyak jenis diinduksi oleh perubahan lingkungan
tertentu, seperti suhu rendah, lama pencahayaan, dan ketersediaan air (lihat artikel Pembentukan
bunga).

Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu
takson. Ada dua bentuk bunga berdasarsimetri bentuknya: aktinomorf ("berbentuk bintang",
                                simetri radial) dan zigomorf (simetri cermin). Bentuk
                                   aktinomorf lebih banyak dijumpai.
                                   Tumbuhan Crateva         religiosa berbunga       sempurna:
                                   memiliki stamen dan pistillum.
                                   Bunga        disebut bunga   sempurna bila      memiliki
                                   alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara
                                   bersama-sama dalam satu organ. Bunga yang demikian
                                   disebut bunga banci atau hermafrodit. Suatu bunga
                                   dikatakan bunga lengkap apabila memiliki semua bagian
                                   utama bunga. Empat bagian utama bunga (dari luar ke
                                   dalam) adalah sebagai berikut:

   Kelopak bunga atau calyx;
   Mahkota bunga atau corolla yang biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat
    serangga yang membantu proses penyerbukan;
   Alat kelamin jantan atau androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria)
    berupabenang sari;
   Alat kelamin betina atau gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita")
    berupa putik.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapatbakal
buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa
gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat kepala
putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau stylus berperan
sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.

Walaupun struktur bunga yang dideskripsikan di atas dikatakan sebagai struktur tumbuhan yang
"umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi. Modifikasi ini
digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain.
Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya:
tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5) sedangkan
tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.
Materi Ketiga : Fotosintesis

Fotosintesis
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
                                       Daun, tempat berlangsungnya fotosintesis pada
                                         tumbuhan.

                                         Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan
                                         zat makanan atau energi yaitu glukosa yang
                                         dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa
                                         jenisbakteri dengan menggunakan zat hara,
                                         karbondioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi
cahaya matahari.[1] Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam
fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan
di bumi.[1] Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat
di atmosfer bumi.[1] Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photosberarti
cahaya) disebut sebagai fototrof.[1] Fotosintesis merupakan salah satu cara
asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2diikat (difiksasi)
menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi.[1] Cara lain yang ditempuh organisme untuk
mengasimilasi karbon adalah melaluikemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah
bakteri belerang.[1]

Pigmen


                                                     4. stroma
                                                     5. lumen tilakoid (inside of thylakoid)
                                                     6. membran tilakoid
                                                     7. granum (kumpulan tilakoid)
                                                     8. tilakoid (lamella)
                                                     9. pati
Struktur kloroplas:
                                                     10. ribosom
1. membran luar
                                                     11. DNA plastida
2. ruang antar membran
                                                     12. plastoglobula
3. membran dalam (1+2+3: bagian amplop)
Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung pada setiap sel, tetapi hanya pada sel yang
mengandung pigmen fotosintetik.[7] Sel yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik ini tidak
mampu melakukan proses fotosintesis.[7] Pada percobaan Jan Ingenhousz, dapat diketahui
bahwaintensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis pada tumbuhan.[5] Hal ini dapat
terjadi karena perbedaan energi yang dihasilkan oleh setiapspektrum cahaya.[5] Di samping
adanya perbedaan energi tersebut, faktor lain yang menjadi pembeda adalah
kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya yang berbeda
tersebut.[5] Perbedaan kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya tersebut
disebabkan adanya perbedaan jenis pigmen yang terkandung pada jaringan daun.[5]

Di dalam daun terdapat mesofil yang terdiri atas jaringan bunga karang dan jaringan
pagar.[8] Pada kedua jaringan ini, terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau
klorofil.[8] Pigmen ini merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan penting
dalam menyerap energimatahari.[8]

Kloroplas




                                     Hasil mikroskop elektron dari kloroplas

                                     Kloroplas terdapat pada semua bagian tumbuhan yang
                                     berwarna hijau, termasuk batang dan buah yang belum
                                     matang.[9] Di dalam kloroplas
                                     terdapat pigmen klorofil yang berperan dalam proses
fotosintesis.[10] Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan ruang yang disebut
stroma.[9]Stroma ini dibungkus oleh dua lapisan membran.[9] Membran stroma ini
disebut tilakoid, yang didalamnya terdapat ruang-ruang antar membran yang
disebut lokuli.[9] Di dalam stroma juga terdapat lamela-lamela yang bertumpuk-tumpuk
membentuk grana (kumpulan granum).[9] Granum sendiri terdiri atas membran tilakoid yang
merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang merupakan ruang di
antara membran tilakoid.[9] Bila sebuah granum disayat maka akan dijumpai
beberapa komponen seperti protein, klorofil a, klorofil b, karetonoid, dan lipid.[11] Secara
keseluruhan, stroma berisi protein, enzim, DNA, RNA, gula fosfat, ribosom, vitamin-vitamin,
dan juga ion-ion logam seperti mangan (Mn), besi (Fe), maupun perak (Cu).[8] Pigmen
fotosintetik terdapat pada membran tilakoid.[8] Sedangkan, pengubahan energi cahaya
menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa glukosa yang
dibentuk di dalam stroma.[8] Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan sebagian dari
perangkat dalam fotosintesis yang dikenal sebagai fotosistem.[8]




Fotosintesis pada tumbuhan


Tumbuhan bersifat autotrof.[4] Autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung dari
senyawa anorganik.[4] Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk
menghasilkan gula dan oksigenyang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk
menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang
menghasilkan glukosa berikut ini:

                    6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2

Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa dan dapat
pula digunakan sebagai bahan bakar.[4] Proses ini berlangsung melalui respirasi seluler yang
terjadi baik pada hewan maupun tumbuhan.[4] Secara umum reaksi yang terjadi pada respirasi
seluler berkebalikan dengan persamaan di atas.[4] Pada respirasi, gula (glukosa) dan senyawa
lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan energi
kimia.[4]

Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil.[4] Pigmen inilah
yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam organel yang disebut
kloroplas.[4] klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis.[4] Meskipun
seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung kloroplas, namun sebagian
besar energi dihasilkan di daun.[4]Di dalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil
yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya.[4] Cahaya akan
melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju mesofil, tempat
terjadinya sebagian besar proses fotosintesis.[4] Permukaan daun biasanya dilapisi oleh
kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari
ataupun penguapan air yang berlebihan.[4]
Pada dasarnya, rangkaian reaksi fotosintesis dapat dibagi menjadi dua bagian utama: reaksi
terang (karena memerlukan cahaya) dan reaksi gelap (tidak memerlukan cahaya tetapi
memerlukan karbon dioksida).[19]

Reaksi terang terjadi pada grana (tunggal: granum), sedangkan reaksi gelap terjadi di
dalam stroma.[19] Dalam reaksi terang, terjadi konversi energi cahaya menjadi energi kimia
dan menghasilkanoksigen (O2).[19] Sedangkan dalam reaksi gelap terjadi seri
reaksi siklik yang membentuk gula dari bahan dasar CO2 dan energi
(ATP dan NADPH).[19] Energi yang digunakan dalam reaksi gelap ini diperoleh dari reaksi
terang.[19] Pada proses reaksi gelap tidak dibutuhkan cahaya matahari. Reaksi gelap bertujuan
untuk mengubah senyawa yang mengandung atom karbon menjadi molekul gula.[19]Dari
semua radiasi matahari yang dipancarkan, hanya panjang gelombang tertentu yang
dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis, yaitu panjang gelombang yang berada
pada kisaran cahaya tampak (380-700 nm).[19] Cahaya tampak terbagi atas cahaya merah (610
- 700 nm), hijau kuning (510 - 600 nm), biru (410 - 500 nm) dan violet (< 400
nm).[20] Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis.[20] Hal ini
terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis.[20] Pigmen yang
terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang
tertentu.[20] Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang
berbeda.[20] Kloroplas mengandung beberapa pigmen. Sebagai contoh, klorofil a terutama
menyerap cahaya biru-violet dan merah.[20] Klorofil b menyerap cahaya biru dan oranye dan
memantulkan cahaya kuning-hijau. Klorofil a berperan langsung dalam reaksi terang,
sedangkan klorofil b tidak secara langsung berperan dalam reaksi terang.[20] Proses absorpsi
energi cahaya menyebabkan lepasnya elektron berenergi tinggi dari klorofil a yang
selanjutnya akan disalurkan dan ditangkap oleh akseptor elektron.[13] Proses ini merupakan
awal dari rangkaian panjang reaksi fotosintesis.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5209
posted:11/28/2010
language:Indonesian
pages:14