Docstoc

MIKROBIOLOGI

Document Sample
MIKROBIOLOGI Powered By Docstoc
					                                      BAB I
                               PENDAHULUAN




1.1 Latar Belakang
         Di dalam kehidupan yang maju dan berkembang ini maka banyaknya
    produk-produk yang dikeluarkan dan banyaknya sampah yang berserakan,
    sehingga banyaknya kuman-kuman dan bakteri yan menyebar sehingga
    perlu ketahanan didalam tubuh kita agar tidak diserang penyakit maka dari
    itu dibuatkan alai-alas tekhnologi yang canggih untuk mencegah dan
    mengetahui bakteri atau kuman didalam kehidupan sehari- haridan
    dibuatkan buku mikrobiologi ini agar kita dapat mengetahui bakteri dan
    cara pencegahnya.
1.2 Tujuan Penulisan
         Tujuan khusus pembuatan makalah ini adalah menyelesaikan tugas
    yang diberikan kepada kami oleh Pengajar Mikrobiologi. Namun secara
    umum bertujuan untuk supaya pembaca lebih mengenal dan memahami arti
    tentang bakteri-bakteri yang terkandung di dalam buku mikrobiologi.
1.3 Manfaat Penulisan
    1.3.1 Bagi Lahan Praktek
                Untuk meningkatkan kerja profesionalisme dalam menjalankan
          praktek di ruang lingkup rumah sakit.
    1.3.2 Bagi Institusi
          Sebagai penambahan bahan dalam perpustakaan
    1.3.3 Bagi Mahasiswa
          1.   Menambah pengetahuan bagi mahasiswa dalam wawasan
               Mikrobiologi
          2.   Sebagai pendukung mahasiswa agar lebih memahami tentang
               sejarah mikrobiologi
          3.   Sebagai pegangan mass depan, dalam pemikiran, pelaksanaan
               yang akan menjadi tujuan mahasiswa.
                                     BAB II
                                      ISI




2.1 Ste rilisasi dan Desinfeksi
      Steril (Suci Hama) artinya bebas dari segala, mikroba baik pathogen
        maupun tidak, tindakan untuk membuat suatu bends untuk menjadi steril
        disebut Sterilisasi
      Desinfekta adalah zat kimia yang digunakan untuk membunuh mikroba
        pathogen pads benda-benda, misalnya pads lantai ruangan, meja operasi,
        dan sebagainya, tindakannya disebut Desinfeksi
    2.1.1 Cara-Cara Sterilisasi dan Desinfeks
           a. Pembersihan
                    Pembersihan benda-benda atau permukaan tubuh akan
              mengurangi jumlah mikroba sehingga memperkecil kemungkinan
              terjadi infeksi. Misalnya, cuci tangan dengan sabun dan dibilas
              dengan air mengalir sebelum melakukan operasi
           b. Sinar Matahari, Sinar Ultraviolet, Sinar-X clan Sinar Gamma.
                    Sinar ultraviolet dalam sinar matahari bersifat germicide
              dapat membunuh bakteri vegetatif maupun bentuk spora, sinar
              ultraviolet jugs digunakan untuk desinfeksi air sinar ultraviolet
              digunakan untuk sterilisasi ruang bedah. Ruang industri farmasi
              dimana obat-obat steril dimasukan ke dalam vial atau empul.
                    Sinar- X dan sinar gamma dapat membunh mikroba karena
              merusak DNA dan menyebabkan ionisasi komponen sel lainnya.
              Radiasi dengan sinar-X atau sinar gamma sering digunakan untuk
              sterilisasi benda-benda yang tidak tahan suhu tinggi, misalnya
              pompa suntik dari plastik, obat-obatan, alai- alai operasi.
                    Sebagai sumber sinar gamma yang sering digunakan dalam
              industri adalah. Cobalt -60
c. Pendinginan
           Suhu rendah menyebabkan pertumbuhan dan perkem-
  bangan mikroba terhenti. Cara ini dipakai untuk dipakai untuk
  mengawetkan bahan-bahan makanan yang mudah busuk misalnya
  : daging, karena pads suhu rendah ini bahan makanan itu tidak
  akan dirombakannya.
d. Pemanasan
           Umumnya bakteri vegetatif, mati dalam waktu 5-10 menit
  pads suhu 65°C bakteri yang mampu berbentuk spora maupun
  tidak.
           Pemanasan     dapat      mematikan   bakteri,   karena
  menggumpalkan (koagolasi) protoplasmanya (protin).
e. Dengan Pengeringan
           Pengeringan akan menyebabkan larutan di sekeliling
  mikroba menjadi hipertonis, sehingga air keluar dari sel mikro
  dan mikroba mati. Beberapa bakteri yang akan segera mati karena
  pengeringan.
  Misalnya : Neisseria Gonorrhoea dan Neisseria Meningitides
f. Dengan Penyaringan (Filtrasi)
           Filtasi dipergunakan untuk mrmbuat steril cairan atau
  larutan yang thermolabil (mudah rusak karena pemanasan) seperti
  serum, enzym, atau antibiotika.
  Contoh filter antara lain :
   Filter seitz dibuat dari asbest
   Filter berkefeld dibuat dari diatomea
   Filter chamberland dibuat dari porcelain
g. Dengan Menggunakan Zat Kimia (Desinfektan)
  Desinfektan dibagi beberapa golongan yaitu
   Golongan phenol dan turunannya
   Alkohol
   Yodium
          Preparat chlor
          Logam- logam berat dan senyawanya
          Zat warna
          Sabun dan detergent sintesis
          Senyawa ammonion quarterner
          Oxidator
          Aerosol
          Dengan fumigasi
2.1.2 Macam-Macam Cara Sterilisasi
     Dengan Cara Pemanasan
     1) Pemanasan dalam nyala api
               Cara ini dipakai untuk membuat steril jarum inokolusi,
         pipet. Dalam kehidupan sehari- hari
     2) Pemanasan dengan udara pangs (Dry Heat Oven)
               Cara ini dipakai untuk membuat steril alat-alat dari gelas
         seperti tabung reaksi, petri-dish, botol dan alat-alat dari katun.
     3) Merendam dalan air mendidih (menggodok)
               Merendam dalan air mendidih (menggodok) adalah cara
         yang mudah, murah clan cukup efektif sebagai tindakan
         desinfeksi, cara ini sudah lama dikedakan orang.
     4) Pemanasan dengan uap air yang mengalair
         Dengan cara, hanya membunuh bakteri bentuk vegetatif
     5) Dengan uap yang ditekan
               Cara ini paling baik karena, suhu yang dicapainya tinggi
         dan air untuk koagolasi protein banyak
     6) Cara sterilisasi benda-benda yang tidak tahan suhu tinggi
                 Obat suntik, air susu atau perbenihan bakteri bila
           dipanaskan terlalu tinggi, akan menjadi rusak.
2.1.3 Syarat Yang Ideal Untuk Desinfektan (Germicide)
     a. Toxisitas yang tinggi terhadap mikroba kemampuan untuk
         membunuh mikroba
      b. Kelarutannya tinggi
      c. Stabilitasnya tinggi
      d. Tidak bersifat toxis terhadap manusia dan binatang
      e. Homogen
      f.    Tidak mudah terbentuk ikatan kimia dengan zat organik lainnya
      g. Bersifat toxis terhadap mikroba pada suhu kamar atau suhu badan
      h. Tidak bersifat korosit dan tidak memberi warna
      i.    Tidak berbauh yang mengganggu
      j.    Daya tembusnya tinggi
      k. Bersifat detergen
      l.    Harganya murah dan mudah dibuat


2.1.4 Jenis Bakteri
      Bakteriologi dasar
      1. Morfolog dan anatomi bakteri
      2. pewarnaan bakteri
      3. Bakteri kokus
      4. Enterobacteriacceae
      5. Difteri / Corynebacterium Diphtreriae
      6. Mycobacteriacceae
      7. Klamidia
      8. Rickettsia


2.1.5 Macam Mikroorganis me dan Bakteri
     1. Macam Bakteri :
           a. Escherichia colli
           b. Salmonella typhi
           c. Shigella dysentrie
           d. Vibrio cholera
           e. Tubercolosa
           f. Lepra
   g. Difteri
   h. go
   i.    st d
   j.    Lues
2. Morfologi dan Anatomi bakteri
   a. Bentuk bakteri
        Mempunyasi 4 macam bentuk yaitu
        1) Bentuk Coccus (Kokus)
                Benuknya bulat seperti peluru
        2) Bentuk Bacillus (Batang)
                Bentuknya seperti batang
                Misalnya : Clostridim tetani, Mycobacterium tuberculosis
                dan pasteurella pestis
        3) Bentuk Nibrio (Koma)
                Berupa batang bengkok
                Misalnya : vibrio cholera, vibrio Eltor
        4) Bentuk Spirillum
                Berupa batang yang melilit
                Misalnya : Terponema pallida, Terponema pertinue dan
                            Spirillum minus
   b. Anatomi Haberi

         Dinding sel
         Protoplasm (cytoplasma)

         Membran cytoplasma (ectoplasma)
         Nukleus cinti

         Kapsul
         Flagel
                                  BAB III
                                PENUTUP




4.1 Kesimpulan
         Demikian makalah yang saya buat, kesimpulannya adalah mikro-
    biologi ialah ilmu yang mempelajari makhluk- makhluk hidup yang kecil,
    yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop.


4.2 Saran dan Kritik
         Demikian makalah yang saya, apabila ada kesalahan dalam
    pembuatan makalah ini berupa tulisan, ejaan, kata dan penyampaian materi,
    saya mohon maaf sebesar-besamya. Karma dalam hal ini saya bare tahap
    pembelajaran maka dari itu demi penyempurnaan dan perbaika n makalah
    saya mohon kritik dan saran karena dengan adanya kritik dan saran saya
    bisa meningkatkan menjadi mahasiswa yang lebih aktif dan unggul.
                            DAFTAR PUSTAKA




1. Cano, R.J. Colome J.S, Mikrobiologi, St. Paul New York, Los Angeles, San
   Francisco, Wst Publishing Company, 1986.
2. Carter A.J. Essex., A Synopsis of Public Health and Social Medicine, Bristol,
   John Wright & Sons Ltd., 1960
3. Cates W.Jr,. Sexually Transmitted Diseases, The National View, Cutis, 1984
   A Craig and Faust, Clinical Parasitology, Philadelphia, Lea Febiger,
   Seventh Edition, 1964
4. Departments of The Army and The Air Force, Military Sanitation, 1957
5. Hunter G.W., Frye W.W., Swartzwelder J.C., A Manual of Tropical,
   Medicine, Philadelphia, London W.B Saunders Co., Tokyo, Charles E. Tuttle
   Co., 1961

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:2361
posted:11/27/2010
language:Indonesian
pages:8
Description: mikro biologi, mikro, biologi, bidan, sehat, kesehatan, perawat
About good man