Docstoc

Abad pertengahan

Document Sample
Abad pertengahan Powered By Docstoc
					                                             BAB I
                                          PENDAHULUAN


1.1. LATAR BELAKANG
       Memandang estetika sebagai suatu filsafat, hakikatnya telah menempatkannya pada satu
   titik dikotomis antara realitas dan abstraksi, serta juga antara keindahan dan makna. Estetika
   tidal lagi menyimak keindahan dalam pengertian konvensional melainkan telah bergeser ke arah
   sebuah wacana dan fenomena. Estetika dalam karya seni modern, jika di dekati melalui
   pemahaman filsafat seni yang merujuk pada konsep – konsep keindahan zaman yunani atau
   abad pertengahan, akan mengalami pemulihan perseptual karena estetika bukan hanya
   simbolisasi dan makna melainkan juga daya.
       Kebudayaannya dapat diamati melalui wajah teraga peradaban barat yang kini tetap
   menjadi bangsa yang memiliki eksistensi kuat di dunia. Nilai – nilain estetik yang menyertai
   hampir semua benda, gagasan dan proyeksi, dipilihkan oleh para ahli estetika barat menjadi
   wacana yang “tersembunyi” dalam materialisme dan eksistensialisme, kemudian di adobsi oleh
   negara – negara berkembang sebagai suatu orientasi baru menjadi “barat”. Namun kenyatannya
   selama lebih dari satu abad berorientasi menjadi masyarakat makmur yang rasional, dan
   kemudian menjadi sangat tergantung dan berupaya meleburkan diri dalam situasi yang
   kebaratan.
       Pandangan bahwa estetika hanya mengkaji segala sesuatu yang indah (cantik dan gaya seni),
   telah lama dikoreksi, karena terdapat kecenderungan karya – karya seni modern tidak lagi
   menawarkan kecantikan seperti zaman romantik atau klasik, tetapi lebih pada makna dan aksi
   mental.
       Pada kesempatan ini kami berkesempatan untuk meneliti estetika yang terdapat pada abad
   pertengahan yaitu zaman renaissence.




1 estetika abad pertengahan P a g e
1.2. TUJUAN
       Penelitian ini kami lakukan untuk melihat seberapa jauh pandangan – pandangan terhadap
   estetika pada zaman abad pertengahan dan mengetahui perkembangan dunia seni yang masih
   bertahan pada masa itu, serta mengetahui latarbelakang peradaban pada masa abad
   pertengahan.


1.3. PERUMUSAN MASALAH
       Dalam perjalanan estetika dari zaman ke zaman memiliki perkembangan dan perbedaan,
   berbeda saat zaman mesir, berbeda pula pada zaman yunani, dan setelah kejayaan peradaban
   yunani, estetika barat mengalami proses kegelapan yang panjang seiring dengan
   kebudayaannya. Oleh karena itu kami mencoba mengikuti perbedaan dan perkembangan
   estetika di zaman abad pertengahan ini.


1.4. METODE PENELITIAN
   Metode Pengumpulan Data
   Penulis        mempergunakan           metode      observasi       dan       kepustakaan.
   Cara-cara       yang       digunakan       pada     penelitian      ini     adalah       :
   Studi Pustaka dalam metode ini penulis membaca buku-buku yang berkaitan dengan penulisan
   makalah ini.




2 estetika abad pertengahan P a g e
1.5. SISTEMATIKA PENULISAN
   BAB 1 PENDAHULUAN
       1.1 latar belakang
       1.2 tujuan penulisan
       1.3 perumusan masalah
       1.4 metode penulisan
       1.5 sistematika penulisan
    BAB 2 TINJAUAN KARYA SENI RUPA ERA RENAISSENCE
       2.1 tinjauan seni rupa
       2.2 konsep karya seni
       2.3 perkembangan karya seni rupa
    BAB 3 TINJAUAN ELEMEN RUPA
       3.1 arsitektur
       3.2 patung
       3.3 lukisan
    BAB 4 PERKEMBANGAN SENI RENAISSANCE DALAM PERKEMBANGAN SENI MODERN
    BAB 5 KESIMPULAN
    DAFTAR PUSTAKA




3 estetika abad pertengahan P a g e
                                                BAB II
                            TINJAUAN KARYA SENI RUPA ERA RENAISSANCE


2.1. TINJAUAN SENI RUPA
Zaman Gothic Akhir (Abad 14-15)


       Era ini merupakan penjembatan antara era Byzantium dan Renaissance. Artis yang terkenal
di zaman ini adalah Cimabue dan Giotto (merupakan artis yang dilatih pada zama Byzantium).
Karekater seni lukis yang paling menonjol pada zaman ini adalah lukisan yang memiliki sudut
pandang 3 dimensi, nyata dan terukur.

Zaman Renaissance Awal (Awal 1400an)

        Renaissance merupakan penanda sejarah kebudayaan eropa modern. Pemahaman tentang
rebirth membawa seni pada zaman ini lebih kearah intelektualitas dan makna artistic pada keunikan
Yunani-Romawi, yang terinspirasi oleh kemanusiaan dan dicapai dari aspek kehebatan makna,
kebijakan dan penjabaran seni itu sendiri.

Renaissance (1450-1520)

        Seni lukis mencapai masa kejayaan di era ini; kaya akan imajinasi dan syarat akan komposisi
makna kepahlawanan. Karakteristik seni lukis di zaman ini adalah keserasian dan keseimbangan
pada konstruksi lukisan. Bentuk, warna, proporsi, efek pencahayaan dan bayangan, keseimbangan
ruang, komposisi, perspektif, anatomi semuanya terngkum dalam kontrol penyelesaian yang nyaris
sempurna.
Seniman terkenal pada masa ini: Leonardo Da Vinci, Michaelangelo.



2.2. KONSEP KARYA SENI

Seni Teknologi dan Arsitektur

Giotto adalah seniman Renaissance dari Firence yang pertama kali menguasai penggunaan persfektif
mekanis, pemakaian bentuk anatomi manusia, serta eksperimen tentang chiaroscuro, yaitu suatu
cara melukis bayangan dengan maksud memberikan ketajaman pada bentuk-bentuk yang terkena
bayangan. Hal diatas merupakan 3 unsur pokok bagi pelukis masa Renaissance pada awalnya.

Selanjutnya azas persfektif mekanis ditemukan oleh Arsitek Brunelleschi, yang menemukan prisip-
prinsipnya pada saat menelaah proporsi bangunan Romawi kuno.

Azas-azas persfektif, suatu telaah yang mempesonakan seniman Renaissance, memperlihatkan
bagaimana persfektif mengungkapkan kesan kedalaman suatu permukaan yang datar, semua garis
bertemu sebelum mulai melukis.




4 estetika abad pertengahan P a g e
Teknik Sfumato sebagai pengembangan dari teknik Chiarooscuro, yakni pengaburan atau
peremangan garis bentuk suatu benda sehingga menyatu dengan keadaan kelilingnya, sehingga
memperkuat kesan obyek.

Karakter Arsitektur

Proporsi yang harmonis menguasai perhatian arsitek pada masa tersebut. Mereka berusaha
menghubungkan matra tiap bagian utama bangunan dengan satu modul, atau satuan panjang yang
menjadi dasar.

Misalnya proporsi Michelangelo yang rumit pada rancangan gereja St. Petrus (yang tidak pernah
dilaksanakan ), adalah suatu bangunan duikur secara vertikal dengan perbangdingan 3 : 2 : 1. Garis
bentuk bangunan merupakan segitiga samasisi yang merupakan bentuk geometris yang benar-benar
simetri.

Analisa Perbandingan

       Bentuk denah keseluruhan simetri.
       Menara lebih sederhana dalam bentuk maupun jumlahnya.
       Kesan skyline horisontal.
       Atap kembali pada ½ lingkaran tanpa rib / rusuk, sehingga ketebalannya sama (kesan
        kekokohan Romawi ditonjolkan kembali)
       Pedoman klasik (Yunani dan Romawi) dipergunakan kembali dan distandarkan menurut
        pemikiran humanis.




2.3. PERKEMBANGAN KARYA SENI RUPA

        Istilah Reanissance muncul pertama kali di Italia pada abad XIV, atau awal abad XV yang
berarti kelahiran kembali. Hal ini muncul ketika masyarakat Italia pada waktu itu mengagumi karya
seni yang dibuat oleh seniman berupa puisi dan lukisan, mereka menganggap bahwa karya seni para
seniman sebaik karya seni zaman klasik Yunani dan Romawi. Hal inilah memicu masyarakat Italia
untuk menggali kembali nilai-nilai kebudayaan klasik terutama Romawi yang pernah jaya tetapi
dihan-curkan oleh bangsa Jerman dari suku Goths dan Vandal. Dari sinilah muncul istilah barbar dan
vandalisme yang berarti suka merusak sesuatu yang bernilai baik. Oleh masyarakat Italia, antara
zaman kejatuhan Romawi hingga zaman Renaissance disebut sebagai periode Ghotic.
Perkembangan Renaissance tidak dapat lepas dari perkembangan perekonomian di kota Florence
sebagai pusat kota bisnis. Hal ini melahirkan banyak keluarga kaya yang memerlukan karya seni
untuk membuat istana-istana mereka. Guna melahirkan kembali keunggulan kedua zaman tersebut
para senimannya mempelajari patung dan arsitekturnya secara cermat terutama prinsip harmoni
dan simetrinya. Zaman ini melahirkan tokoh arsitek bernama Filppo Brunellechi (1377-1446). Dengan
diketemukannya prinsip perspektif, dua tokoh seni lukis bernama Giotto dan Fran Angelico yang

5 estetika abad pertengahan P a g e
memanfaatkan temuan Bru-nellechi untuk diterapkan ke dalam lukisan-lukisannya.                   Awal
Renaissance juga melahirkan konsep berpikir logis yang tadinya lebih didominasi dengan cara
berpikir religius, walaupun masih melayani kebutuhan gereja terutama dalam kesenian (arsitektur
dan seni rupa). Pada waktu itu seniman harus menguasai beberapa disiplin ilmu yakni tata bahasa,
ilmu ukur, filosofi, pengobatan, astronomi, perspektif, sejarah, anatomi, teori desain, dan aritmatik.
Maka pada puncaknya zaman Renaissance tidak mengherankan Itali pada waktu itu melahirkan
banyak seniman genius yang menguasai berbagai disiplin ilmu, antara lain yang terkenal adalah
Michelangelo dan Leonardo da Vinci.        Michelangelo dikagumi karena kepiawaiannya mematung
dan melukis. Ia membuat patung Pieta (gb.87) yang sangat terkenal karena kesempurnaan teknik,
bentuk dan keindahannya dibuat pada waktu masih berusia 24 tahun.


        Selain itu karyanya yang mengagumkan adalah lukisannya yang menghias langit-langit gereja
Sistine Chapel (gb. 88), orang menikmati lukisan ini harus menengadah seakan kejadian religius
tentang nabi Adam dibuang ke Bumi oleh Tuhan terjadi di langit. Menurut orang menikmati lukisan
ini harus menengadah seakan kejadian religius tentang nabi Adam dibuang ke Bumi oleh Tuhan
terjadi di langit. Menurut pandangannya bahwa badan manusia adalah penjara bagi roh, badannya
harus mencerminkan kesempurnaan sebagai refleksi keilahian roh yang ada di dalamnya. Ia
mengerjakan lukisan tersebut selama berbulan-bulan dalam posisi berbaring.         Leonardo da Vinci
adalah seorang jenius yang menguasai banyak disiplin ilmu termasuk seni, sehingga ia dianggap
sebagai cermin dari manusia zaman Reanissance. Kejeniusannya membuatnya ia menguasai ilmu
teknik, matematik, musik, puisi, arsitektur, ilmu alam, seni rupa dan seni patung. Ia secara terus-
menerus mempelajari binatang, tumbuh-tumbuhan, anatomi tubuh manusia, gerakan air, peran
sinar dan bayang an dengan tujuan agar dapat memahami tentang alam lebih baik. Di dalam
bidang seni rupa, sketsa-sketsa tubuh manusia sampai saat ini masih digunakan sebagai acuan oleh
para seniman dalam mengung-kapkan anatomi plastis manusia. Dalam mengungkapkan kesan emo-
sional, dramatis serta fokus perhatian pada lukisannya, Leonardo da Vinci menerapkan prinsip
chiaroscuro (keseimbangan antara gelap dan terang). Ia pula yang mengembangkan teknik sfumato
(memperlembut bagian tepi bentuk) untuk mendapatkan kesan kabur yang meng-hilangkan efek
tajam pada bagian tepi. Salah satu lukisannya yang terkenal adalah Mona Lisa (gb.89). Seniman seni
lukis yang lain dan terkenal dalam zaman puncak Renaissance adalah Raphael. Lukisannya
mencerminkan harmonisasi antara nafas klasik, reason, dan idealisme.                 Pencapaian dan
penemuan besar yang terjadi di Italia pada zaman Renaissance menjadikan daya tarik bagi
intelektual dan seniman di lain negara. Akhirnya etos Reanissance dalam mengembangkan budaya
berdasarkan rasio menyebar ke bagian utara Eropa, antara lain ke Jerman, Perancis, Spanyol,
Hungaria, dan Belanda. Pengaruh Renais-sance tidak hanya pada kesenian, tetapi juga merambah ke

6 estetika abad pertengahan P a g e
bidang-bidang lainnya, antara lain bidang perdagangan, penjelajahan alam, tek-nologi, sehingga
kerajaan-kerajaan di Eropa melakukan ekspedisi ke luar Eropa. Inilah awal dari keinginan bangsa
Eropa untuk menjelajahi dunia dan menaklukkan negeri-negeri yang dikunjunginya. Perkembangan
selanjutnya berdampak pada perkembangan yang pesat dalam bidang ilmu pengetahuan dan
teknologi hingga sekarang. Era Renaissance juga melahirkan seniman-seniman besar di Eropa, dari
Belanda yang menonjol adalah Jan van Eyck bersaudara. Mereka ter-kenal karena penemuan cat
minyak untuk melukis. Hal ini menjadi per-hatian zaman itu karena pada umumnya pelukis
menggunakan cat tempera dengan medium air sebagai pengencernya. Cat minyak memiliki
beberapa keunggulan karena lebih kuat dan lebih tahan terhadap air dan kelembaban. Selain van
Eyck seniman lainnya dari Eropa adalah Albert Durer, ia berasal dari Hungaria dan belajar tentang
Renaissance di Jerman. Kemudian, pada akhir Renaissance dari Belanda muncul Rembrandt yang
terkenal karena mengeksploitasi chiaroscuro untuk mendapatkan kesan teatrikal dan emosional
dalam lukisannya (gb 91). Hal-hal penting yang perlu diperhatian dalam melukis teknik tradisional
Renaissance adalah: pertama, menekankan kepada penguasaan teknik menggunakan alat dan bahan
untuk mendapatkan image sesempurna mungkin sesuai dengan apa yang dilihat. Kedua, adalah
ketepatan bentuk baik proporsi di dalam bentuk itu sendiri juga proporsi antara bentuk dengan
bentuk yang digambar. Penerapan chiaroscuro untuk ge- lap terang agar memfokuskan perhatian
dan suasana dramatik, selanjutnya adalah teknik sfumato guna mendapatkan kelembutan pada
setiap tepi bentuk yang mendukung pada efek ilusi volumenya.


Kesenian Abad Pertengahan

        Keketika bangsawan dan kaisar Romawi dipengaruhi oleh agama nasrani (Katholik), maka
segala kegiatan seni yang harus berdasarkan peeraturan agama yang dipusatkan di biara – biara.
Membuat lukisan atau patung harus bertemakan tentang yesus, mendirikan bangunan harus
mengutamakan gereja atau basilica dengan sifat vertikalisme sebagai lambang kekuasaan diatas
segalanya. Kemudian dalam senu musikpun yang dikembangkan hanya musik – musik gereja yang
disebut                                                                                Liturgi
Kegiatan seperti ini mengakibatkan kebudayaan Yunani dan Romawi yang serasi mengalami
kemunduran, karena para seniman tidak diberi kebebasan, sehingga tidak melahirkan kreatifitas
yang dapat mempengaruhi dunia. Keadaan seperti ini oleh ahli kebudayaan dinamakan “Zaman
Kegelapan”




7 estetika abad pertengahan P a g e
Kesenian Masa Renaisance

        Seni renaissance muncul di Itali (berpusat di Plorence) pada abad ke 15. renaissance berarti
kelahiran kembali kebudayaan Yunani dan Romawi yang gemilang segala kegiatan yang bersifat
Theokratis (berdasarkan peraturan agama) menjadi sifat Antroposentis ( berpusat pada manusia),
zaman ini kembali manusia bebas berfikir, bebas menuangkan ide, bebas mencari dan menikmasti
kenikmatan duniawi.

         Pengaruhnya dalam bidang seni rupa, yaitu lukisan atau patung yang semula bertemakan
agama menjadi tema – tema manusia dan alam sekitarnya, pada seni bangunan yang semula bersifat
vertikalisme (tinggi dan meruncing keatas) menjadi bersifat horizontal (melebar kesamping)
Pada zaman ini seniman berkarya berangkat dari kwalitasnya masing – masing (individualisme), oleh
karena itu muncul tokoh – tokoh seniman barat, seperti:

      Seni rupa oleh; Leonardi da Vinci, Michelangelo dan Rafel Santi
      Seni musik oleh: Frescobaldi, Jan Pieterzoon, Sweelinck dll




8 estetika abad pertengahan P a g e
                                             BAB III

                                      TINJAUAN ELEMEN RUPA

3.1. ARSITEKTUR

        Arsitektur pra-Yunani kuno sangat terkait dengan kondisi bangsa Yunani yang kaya dengan
mitologi dan seni. Hal ini nampak dari fungsi dan bentuk bangunan utama sebagai bagian dari ritual
pemujaan. Ideologi kebudayaan masyarakat pra-Yunani kuno tersebut menjadi dasar terbentuknya
konsep nilai ke-estetika-an pada saat itu terfokus pada terciptanya bangunan-bangunan megah dan
besar sebagai upaya mendekatkan manusia terhadap mitos dewa-dewi alam semesta.

       Pada perkembangannya Arsitektur Yunani kuno mulai meninggalkan tahapan mitologi dan
menuju tahap filsafat ilmu. Pada masa ini ilmu ukur menjadi penting dalam menentukan bentuk dan
proporsi bangunan. Rumus matematis berperan penting dalam menentukan nilai estetika sebuah
bangunan. Keindahan pada era ini tersirat dalam penggunaan proporsi golden section dan
pemanfaatan efek distorsi mata untuk menciptakan kemegahan dan keindahan bangunan-bangunan
utamanya.

        Abad pertengahan ditandai oleh menguatnya pengaruh agama dalam masyarakat. Arsitektur
gothic berkembang sebagai simbol cahaya dan pencerahan terhadap manusia. Wahyu Tuhan melalui
ajaran gereja merupakan landasan ideologis mutlak. Manusia dan kehidupan duniawi cenderung
terbelenggu sehingga semua ilmu diarahkan untuk kepentingan pengembangan gereja. Filsafat
berkembang seputar manusia sebagai makhluk penuh dosa yang dilahirkan untuk mengabdi kepada
Tuhan. Satu-satunya yang dapat menolong manusia dari kegelapan adalah cahaya Tuhan melalui
ajaran gereja yang direpresentasikan oleh adanya keindahan permainan cahaya dalam bangunan-
bangunan bergaya gothic.

        Era Renaissance merupakan masa peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern.
Arsitektur Renaissance menggambarkan perjuangan lepas dari doktrin gereja. Ornamen-ornamen
organis muncul sebagai bagian dari keindahan bangunan. Cahaya masih menjadi bagian dari
keindahan bangunan, namun unsur-unsur duniawi juga muncul dalam bentuk detail-detail yang
indah. Detail yang bersifat duniawi pada era pertengahan sangat dibatasi. Kemunculan detail ini
dilandasi oleh ideologi untuk melepaskan diri dari doktrin gereja.

         Secara umum zaman modern sendiri merupakan masa di mana seluruh cabang ilmu
berkembang dengan sangat pesat. Penemuan mesin, revolusi Industri dan penemuan material baru
menimbulkan berbagai perubahan dalam masyarakat secara cepat. Sehingga perkembangan ilmu-
ilmu tersebut juga memunculkan berbagai gaya dan aliran dalam dunia arsitektur sendiri.
Minimalisme, fungsionalisme, industrialisme, konstruktifisme dan rasionalisme merupakan
gambaran adanya berbagai gaya arsitektur yang muncul pada zaman modern ini. Meski terdapat
berbagai macam gaya arsitektur, kondisi kebudayaan masyarakatnya yang terbentuk tetap dalam
koridor ideologi yang cenderung humanis, monoton dan rasionalis akibat perkembangan ilmu itu
sendiri.




9 estetika abad pertengahan P a g e
        Zaman post-modern secara garis besar berusaha lepas dari batasan-batasan ketat yang ada
pada zaman modern. Dekonstruksi, simbiosisme, eklektisisme, feminisme dan hibridisme memberi
gagasan pada kebebasan dan kemajemukan. Meski diwarnai oleh berbagai nama gaya atau aliran,
ternyata semua tetap merujuk pada pembebasan manusia yang pada era modern terbelenggu ketat
oleh struktur-struktur konsensus dan makna tunggal. Pada era post-modern ini filsafat
strukturalisme hingga post-strukturalisme menjadi landasan ideologis nilai-nilai budaya
masyarakatnya.

          Arsitektur Barat dan Timur berkembang berbeda karena pengalaman dan perkembangan
filsafat ilmu, filsafat agama dan filsafat alam masing-masing wilayah ini memang berbeda. Dalam
kasus era modern dan post-modern meski ditemukan berbagai macam gaya arsitektur yang muncul,
namun memiliki landasan ideologis yang sama. Sehingga kemunculan berbagai gaya ini dalam telaah
antropologi budaya hanya merupakan perubahan pada dua wujud lingkaran terluar pada kerangka
kebudayaan Koentjaraningrat, sehingga tidak menyentuh perubahan pada taraf ideologi dan
konsepnya.

[1] Gereja Basilika St. Petrus, Roma (Vatikan).




3.2. PATUNG

       Pembangunan gereja basilika ini dimulai tahun 1506, untuk menggantikan sebuah gereja
yang sudah berumur 1200 tahun, yang terdiri tas makam St. Petrus ( Zaman Kristen Awal )setelah
para arsitek bersaing untukmengajukan rancangannya, pemenangnya adalah Donate Bramante.
Kemudian para arsitek lainnya seperti Raffaelo dan Michaelangelo berulang kali melakukan
perubahan besar. Ketika Kathedral itu selesai dibangun pada tahun 1623, hanya kubah besarnya saja
rancangan Michaelangelo yang menyerupai rencana asli.

Diatas deretan pilar, berdiri patung-patung besar (orang-orang yang dihormati dalam agama kristen)
menghadap halaman dalam membentuk oval. Patung tersebut bergaya barok yang dirancang oleh
Bernini puluhan tahun kemudian.



10 estetika abad pertengahan P a g e
[2] S. Maria Del Voire, Florence.

Kubah pada kathedralnya digubah oleh Brunellechi, sedangkan kampanilnya oleh Giotto pada masa
renaissance awal.

[3] S. Maria Novella, Firenze.

[4] Pallazo Pitti, Firenze.

[5] San Zaccaria, Vinece.

Dibangun sekitar tahun 1450 oleh Antonio Gambello dan direhab lagi tahun 1515 oleh Mauro
Coducci.

[6] Pallazo Storzzi, Florence.

Dibangun tahun 1489 oleh Benedetto da Maiano dan dilanjutkan oleh Cronaca, yang selesai tahun
1533.



3.3. LUKISAN

Sebagai akibat terlalu kuatnya pengaruh agama di zaman pertengahan, seni lukis mengalami
penjauhan dari ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dianggap sebagai sihir yang bisa menjauhkan
manusia dari pengabdian kepada Tuhan. Akibatnya, seni lukis pun tidak lagi bisa sejalan dengan
realitas.

Kebanyakan lukisan di zaman ini lebih berupa simbolisme, bukan realisme. Sehingga sulit sekali
untuk menemukan lukisan yang bisa dikategorikan "bagus".

Lukisan pada masa ini digunakan untuk alat propaganda dan religi. Beberapa agama yang melarang
penggambaran hewan dan manusia mendorong perkembangan abstrakisme (pemisahan unsur
bentuk yang "benar" dari benda.

Seni lukis zaman Renaissance

Berawal dari kota Firenze. Setelah kekalahan dari Turki, banyak sekali ahli sains dan kebudayaan
(termasuk pelukis) yang menyingkir dari Bizantium menuju daerah semenanjung Italia sekarang.

Dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai kota Firenze terhadap ilmu pengetahuan modern
dan seni membuat sinergi keduanya menghasilkan banyak sumbangan terhadap kebudayaan baru
Eropa.




11 estetika abad pertengahan P a g e
Seni Rupa menemukan jiwa barunya dalam kelahiran kembali seni zaman klasik. Sains di kota ini
tidak lagi dianggap sihir, namun sebagai alat baru untuk merebut kembali kekuasaan yang dirampas
oleh Turki.

Pada akhirnya, pengaruh seni di kota Firenze menyebar ke seluruh Eropa hingga Eropa Timur.

Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah:

      Tomassi
      Donatello
      Leonardo da Vinci
      Michaelangelo
      Raphael




12 estetika abad pertengahan P a g e
                                               BAB IV

          PERKEMBANGAN SENI RENAISSANCE DALAM PERKEMBANGAN SENI MODERN




       Perkembangan keseni-rupaan dimulai dari perkembangan pemikiran filasafat, sebab
filsafat Plato adalah awal pemikiran tentang keindahan, hanya saja bentuk-bentuk kesenian
yang    berkembang     saat   itu      masih    terbatas   pada   seni   patung   dan   teater.
Kemudian setalah masa keemasan alam pemikiran Yunani memudar dan masuk pada masa
"kegelapan" yang ditandai dengan tentang manusia sebagai obyek pemikiran dan dominasi
Gereja Katolik, dalam hal ini kebijakan tahta kepausan masih terlibat dalam keputusan-
keputusan yang bersifat sekuler, atau disebut dengan masa kegelapan. Dimasa ini
perkembangan keseni-rupaan hampir tidak ada, sebab karya hanya berlaku sebagai materi
produk berdasarkan pesanan, dan ditandai hanya oleh satu aliran saja yaitu aliran naturalistik.
Renaissance adalah masa yang dirintis oleh Imanuel Kant filsof yang membawa pencerahan,
yaitu manusia sebagai subyek pemikiran. Dengan bertitik tolak, manusia sebagai penentu
maka perkembangan keseni-rupaan pun mengalami hal yang sama. Hal itu dapat dilihat
dengan banyaknya tokoh-tokoh aliran dalam seni rupa bermunculan, seperti ekspresionis,
abstrak, dll. Jadi untuk bisa memahami perkembangan seni rupa secara holistik lebih baik
juga mempelajari perkembangan pemikiran terutama filsafat.




13 estetika abad pertengahan P a g e
                                                BAB V

                                            KESIMPULAN

        Perkembangan Renaissance tidak dapat lepas dari perkembangan perekonomian di kota
Florence sebagai pusat kota bisnis. Hal ini melahirkan banyak keluarga kaya yang memerlukan karya
seni untuk membuat istana-istana mereka. Guna melahirkan kembali keunggulan kedua zaman
tersebut para senimannya mempelajari patung dan arsitekturnya secara cermat terutama prinsip
harmoni dan simetrinya.


        Era Renaissance merupakan masa peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern.
Arsitektur Renaissance menggambarkan perjuangan lepas dari doktrin gereja. Ornamen-ornamen
organis muncul sebagai bagian dari keindahan bangunan. Cahaya masih menjadi bagian dari
keindahan bangunan, namun unsur-unsur duniawi juga muncul dalam bentuk detail-detail yang
indah. Detail yang bersifat duniawi pada era pertengahan sangat dibatasi. Kemunculan detail ini
dilandasi oleh ideologi untuk melepaskan diri dari doktrin gereja.




14 estetika abad pertengahan P a g e
                                        DAFTAR PUSTAKA



Koentjaraningrat (2005). Pengantar Antropologi I. Rineka Cipta.

Melvin, Jeremy. …isms: Understanding Architectural Styles. Universe.

Surajiyo (2007). Filsafat Ilmu & Perkembangannya di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.




15 estetika abad pertengahan P a g e

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags: makalah
Stats:
views:7934
posted:11/25/2010
language:Indonesian
pages:15
Description: Menceritakan budaya dan seni di abad pertengahan