Pertemuan 3 by jeprotz

VIEWS: 108 PAGES: 14

									Pertemuan 3

Discovering My True Self
                        PERTEMUAN 3: DISCOVERING MY TRUE SELF

    Tu jua n:
       1 . Ma has iswa men g eta hu i cara men g en al d ir i

       2 . Ma has iswa d ap at men gg un aka n c ara -car a ters eb ut u nuk men ge na l

           d ir inya
       3 . Ma has iswa d ap at men guk ur s ejau h ma na perk emba n ga n d ir i y an g d ia lami

       4 . Ma has iswa d ap at h idu p se su ai d en ga n d iri s en d iri


       Kata Kunc i: Men gena l d ir i, An al isa di ri, Tan da pengena lan d iri, Pengu ngka pan
       diri, Jen dela Jo har i, Menj adi d ir i sen dir i


    A. Ilustrasi

           Seorang laki-laki di Ch ina telah kehilangan istr i yang sangat
        dicinta inya karena suatu kecelakaan m obil. Sua tu kali ia ber encana
        untuk menikah lagi. Ia telah memiliki seorang calon istr i yang sangat
        baik hati. Ia beg itu mencin tai calon su aminya! Karena cintanya yang
        begitu besar, sampai-sampai ia b ersed ia untuk mengubah wajahny a
        melalui operasi plastik. Ia ing in mengubah wajahnya supaya dapat
        mirip dengan mendiang istri calon suaminya itu. Harapannya tentu saja
        agar calon suami itu benar -b enar mendapatkan kebahagiaan yang
        sempurna.Namun ia sendiri mengalami konflik batin . "Hati saya benar-
        benar berkecamuk. Di satu sisi saya ingin menjadi diri saya sendiri,
        tapi d i sisi lain saya tak ing in keh ila ngan pernikahan in i. S emoga
        operasi ini tak m embuat saya tampak bo doh," ujar perempuan itu .


        Pertanyaan penuntun:
        1. Mengapa perlu manusia menjadi dirinya sendiri?
        2. Bagaimanakah cara mengenal diri sendiri agar terdorong untuk lebih menjadi diri
        sendiri?




1
B. Mengenal Diri
     Sudah sejak awal abad masehi, seorang filsuf besar bernama Socrates dari Yunani
  menasehatkan, “Kenalilah dirimu!” Pengenalan diri merupakan suatu daya upaya
  seseorang untuk melihat kekuatan dan kelemahan yang ada pada diri sendiri untuk
  dapat merespon dengan tepat tuntutan yang muncul dari dalam maupun luar diri.
  Kekuatan diri merupakan aset dalam kehidupan sehari-hari yang jika tidak disadari akan
  menjadi sia-sia. Di lain pihak, kelemahan dapat menjadi penghambat yang menghalangi
  perkembangan diri.

      Pengenalan diri yang baik akan melahirkan konsep diri yang baik dan positif. Pada
  gilirannya ini akan menghasilkan harga diri yang kuat dan kepercayaan diri yang tinggi.
  Dengan kepercayaan diri yang tinggi seseorang dengan mudah menjalani hidupnya dan
  meraih apa yang dicita-citakannya. Bahkan ketika menghadapi kendala pun ia akan
  tetap optimis karena keyakinan diri tersebut.

     Secara konkrit hal-hal yang didapatkan jika seseorang dapat mengenal dirinya
  dengan baik adalah:
   Bisa lebih memahami dirinya dalam relasinya dengan orang lain
   Lebih mudah untuk membuat rencana pengembangan diri
   Secara tepat dapat menentukan tujuan hidup atau cita-cita yang ingin dicapai
   Mengerti tentang keunikan diri, sehingga lebih memahami tentang perbedaan
   Secara lebih efektif bekerjasama dengan orang lain
   Lebih produktif, lebih memaknai hidup, dan lebih percaya diri

      Mengenal diri berarti memahami aspek-aspek yang ada di dirinya, berupa fisik
  dan psikis, sosial dan moral



C. Cara Mengenal Diri
      Mengenal diri tidak lepas dari usaha dengan penuh kesadaran berusaha memahami
  diri secara lebih mendalam dalam proses yang terus berkelanjutan. Sesuai dengan
  perkembangan hidupnya seorang manusia terus-menerus menemukan dirinya yang
  makin bertumbuh dan berkembang. Untuk membantu menggali dan mengenal diri
  secara mendalam dapat dilakukan cara-cara berikut ini:

  1. Analisa Diri

          Yang dimaksud dengan analisa diri adalah usaha untuk menilai dirinya sendiri
     dengan menggunakan pengalaman hidupnya sendiri sebagai obyek. Ini berarti
     menuntut seseorang untuk melakukan refleksi ke belakang dan dengan sejujur-            2
     jujurnya menilai positif dan negatif dari perilaku, sikap, pikiran dan relasinya.
      Kelihatannya mudah, tapi ini membutuhkan suatu keterampilan yang harus dilatih
      sesering mungkin.

           Dengan usaha reflektif ini seseorang akan mendapatkan perspektif baru dari
      dirinya sendiri. Dia dapat lebih menata diri untuk memperbaiki perilaku dan masa
      depan yang lebih baik.

            Merefleksikan pengalaman nyata sehari-hari dapat menjadi cerminan tentang
      diri apa adanya dengan segala keberadaannya, sikap dan tingkah lakunya. Analisa diri
      mengungkapkan penilaian diri sebagai pribadi yang sabar atau emosional, termasuk
      orang yang tekun atau cepat bosan, orang yang setia atau mudah ingkar, orang yang
      teliti atau ceroboh, yang jujur atau bertopeng, penuh harapan atau pesimis,
      termotivasi atau mudah menyerah dan sebagainya.

    2. Melalui Pengamatan Orang Lain

           Kalau cara pertama untuk menggali diri sendiri seseorang mengamati dirinya
      sendiri, cara kedua ini seseorang menyadari diri sendiri justru dari pengamatan orang
      lain. Dalam hal ini dia harus memahami sudut pandang orang lain terhadap dirinya,
      yaitu dari pendapat-pendapat mereka, dan bagaimana mereka bereaksi menanggapi
      perilaku dirinya. Dengan kata lain meresapi apa yang dipikirkan orang lain tentang
      diri sendiri. Ini sangat membantu terutama dalam menggali potensi-potensi yang
      kurang disadari tetapi sangat jelas dalam pengamatan orang lain.

           Orang lain, teman, sahabat, keluarga, orang-orang di sekeliling, kadang-kadang
      lebih obyektif mengenal diri kita daripada penilaian diri kita sendiri. Dalam hal ini kita
      dituntut untuk dapat terbuka dan membuka diri terhadap orang lain.

           Untuk semakin menggali diri lebih dalam tidak ada jalan lain selain membuka
      diri. Membuka diri dapat berarti membagikan apa yang dipikirkan, apa yang
      dirasakan, juga ide-ide kreatif tanpa ada tendensi untuk melakukan manipulasi
      apapun. Dalam kontak dengan orang lain dalam keterbukaan ini, terjadi proses saling
      memahami,saling mengkoreksi dan saling membangun. Terjadi umpan balik. Umpan
      balik ini menjadi sangat berarti untuk diri sendiri.

            Dalam sikap terbuka dan membuka diri seluas-luas ini juga perlu diperhatikan
      untuk tetap bersikap otonom. Artinya tetap menjaga agar tidak kehilangan identitas
      diri. Tingkatkan intensitas komunikasi dengan orang lain apapun bentuknya,sambil
      tetap menghargai dan menghormati diri sendiri.

    3. Ada Bersama Orang Lain

           Selain dari pengamatan orang lain, berada bersama orang lain dapat juga
      menjadi jalan untuk mengenal diri sendiri. Dengan ada bersama orang lain seseorang
3     dapat mengadakan suatu pembandingan. Di sana dia dapat mempertegas keunikan
      dirinya dibandingkan dengan orang lain sambil memupuk kesamaan menjadi tali
     ikatan yang mempererat relasi. Dia dapat meneladani kebaikan dari orang di sekitar.
     Dia dapat pula belajar sisi-sisi lain dari dirinya. Jadi dalam kebersamaannya dengan
     orang lain, dia sungguh menemukan kekayaan diri yang mungkin tidak disadari dan
     tersembunyi.



  4. Variasi Pengalaman Hidup

         Untuk dapat menemukan harta karun di dalam diri sendiri, cara jitunya adalah
     dengan mengalami sendiri berbagai pengalaman hidup dalam berbagai situasinya.
     Dapat dengan mengadakan perjalan liburan, live-in, mendaki gunung, belajar bahasa
     asing, atau bahkan membaca buku tentang berbagai topik. Yang penting disini adalah
     mencoba untuk keluar dari batas-batas pengalaman biasa sehari-hari. Dengan
     demikian memaksa diri untuk beradaptasi dan menggunakan seluruh kemampuan
     dan potensi yang dimiliki untuk mengatasi hal tersebut. Pengalaman ini tentu
     membuka perspektif baru terhadap diri sendiri terutama dari kemampuan untuk
     berelasi dengan dunia yang lebih luas. Pada akhirnya memberi peningkatan
     kepercayaan diri untuk mencari pengalaman lebih jauh, lebih menarik dan lebih
     menantang. Situasi yang menantang makin memberi gairah untuk
     memperkembangkan diri.



D. Tanda Pengenalan Diri
      Orang yang semakin baik mengenal dirinya mempunyai gambaran atau konsep
  yang jelas tentang dirinya. Jika dihadapkan pada pertanyaan “Siapakah aku?” maka dia
  telah memiliki gambaran yang jelas dalam hati dan pikirannya tentang siapa dirinya.

      Tentu gambaran ini belum sempurna dan sangat lengkap. Namun setidaknya ia
  telah mengetahui apa kelebihan dan kekurangannya, mengetahui keinginan-
  keinginannya, perasaannya, potensi diri atau apapun yang berkaitan dengan dirinya,
  bahkan kondisi pkisis dan fisiknya.

       Jika seseorang sudah sangat mendalam memahami tentang dirinya, ia akan mampu
  membuat simbol tersendiri untuk menggambarkan dirinya. Ia mampu mengibaratkan
  dirinya dengan sesuatu yang kurang lebih mewakili keadaan dirinya. Simbol ini tentu
  saja dapat berubah seiring makin bertambah baiknya pemahaman dan kesadaran
  tentang dirinya.

      Disinilah letak dinamika hidup seorang manusia yang secara terus menerus
  menggali dirinya. Seiring dengan itu, berkat refleksi, keterbukaan dan masukan dari
  orang lain, ia membangun dirinya menjadi lebih baik untuk mencapai puncak
  kehidupannya.                                                                             4
    E. Pengungkapan Diri
         Pengenalan diri merupakan langkah awal ke arah pemahaman diri yang lebih
      mendalam. Upaya ini akan sangat intensif bila diikuti dengan kesediaan untuk
      pengungkapan diri. Pengungkapan diri merupakan kesediaan membuka diri kepada
      orang lain. Suatu kesediaan untuk mengijinkan orang lain mengetahui tentang
      perasaan, pikiran dan keinginan kita. Ini juga berkaitan dengan sikap dan reaksi kita,
      serta membagi pengalaman yang berhubungan dengan hal itu.
         Pembukaan diri yang baik dan berhasil akan memberikan banyak sekali manfaat.
      Tetapi tidak tertutup juga munculnya resiko yang harus dihadapi.

       Jendela Johari

             Telah dijelaskan betapa pentingnya pengenalan diri sebaik mungkin. Di satu sisi
         perlu untuk semakin membuka diri terhadap orang lain, di sisi lain dituntut juga
         untuk sejujurnya memandang dan menilai diri sendiri. Tapi dalam kenyataannya ini
         tidak mudah. Kadang-kadang terjadi pandangan diri sendiri tidak sama dengan
         pandangan orang lain tentang diri kita sendiri. Berarti ada resiko yang harus
         dihadapi.
             Dalam masalah ini dua orang, Joseph Luft dan Harry Ingram membantu kita
         dengan melukiskan diri manusia. Mereka mengibaratkan diri manusia sebagai
         sebuah ruangan yang mempunyai empat serambi. Mereka menamai konsep ini
         sebagai Jendela Johari, yang diambil dari nama depan mereka.




         Daerah 1: daerah terbuka, atau bisa juga disebut daerah bebas atau daerah public.
         Berisi hal-hal berkaitan dengan diri seperti: penampilan fisik, sikap, perasaan, emosi,
         pengetahuan, keterampilan, pandangan diri kita dan sebagainya, yang kita sendiri
5        tahu dan orang lain tahu.
Daerah 2: daerah buta. Berisi hal-hal tentang diri kita yang tidak kita ketahui namun
orang lain tahu. Daerah buta ini dianggap kurang efektif dan produktif dalam
perkembangan diri, karena dianggap sebagai tindakan mengabaikan diri sendiri.

Daerah 3: daerah tersembunyi, adalah hal-hal yang kita ketahui tentang diri kita
namun orang lain tidak mengetahuinya. Area ini berisi informasi, perasaan, motivasi,
niat, keinginan, emosi, rahasia pribadi dan lain sebagainya yang tidak ditampilkan
kepada orang lain. Memang adalah wajar untuk tetap memiliki sesuatu yang sifatnya
personal dan tidak ditampilkan kepada umum. Akan tetapi hal-hal yang perlu
diketahui orang, sejauh itu berhubungan dengan perkembangan diri kita, perlu
dibuka. Mengurangi daerah tersembunyi juga membuka pintu agar tidak terjadi
saling curiga, kesalahpahaman, terhambatnya komunikasi dengan orang lain.

Daerah 4: daerah tak sadar, adalah hal-hal menyangkut diri kita yang kita sendiri
tidak tahu dan orang lain pun tidak mengetahuinya.

Usaha memahami diri secara mendalam berarti kegiatan memperluas Daerah
Terbuka seluas-luasnya. Karena itu berarti mengurangi Daerah Buta dan Daerah
Tersembunyi.




Memahami diri dengan membuka dir i

     Pengungkapan diri menjadi suatu teknik komunikasi dimana seseorang
mengungkapkan informasi tentang dirinya sendiri kepada orang lain. Pengungkapan
diri umumnya mengacu pada pengungkapan informasi secara sadar, seperti
pernyataan “saya sedang lesu” atau “saya perlu waktu lama, untuk bisa memaafkan
kesalahanmu.”
     Pengungkapan diri berkaitan dengan informasi tentang diri sendiri: tentang
pikiran, perasaan, dan pengalaman. Jadi, pengungkapan diri dapat diartikan sebagai
tindakan diri sendiri.
                                                                                        6
            Agar pengungkapan diri terjadi dengan baik, tindakan komunikasi ini harus
       melibatkan paling sedikit dua orang. Pengungkapan diri tidak bisa merupakan tindak
       intrapribadi. Selanjutnya, pertukaran informasi yang terjadi harus diterima dan
       dimengerti oleh pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut.


     Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Diri

           Pengungkapan diri tidak terjadi semudah yang dibayangkan. Ada beberapa
      faktor yang mempengaruhi lancar atau tidaknya pengungkapan diri. Faktor-faktor itu
      adalah:
      a. Besar kecilnya kelompok. Pengungkapan diri akan lebih lancar bila terjadi dalam
      kelompok kecil daripada dalam kelompok besar. Kelompok yang terdiri atas dua
      orang merupakan situasi yang paling ideal untuk pengungkapan diri, yaitu dengan
      satu pendengar saja.
      b. Perasaan suka. Keterbukaan kepada orang-orang yang kita sukai atau cintai akan
      lebih mudah terjadi. Selain itu membuka diri juga terjadi lebih banyak kepada orang
      yang dipercayai.
      c. Timbal balik. Seseorang akan mudah melakukan pengungkapan diri bila dia ada
      bersama dengan orang yang juga melakukan pengungkapan diri atau juga bersikap
      terbuka. Efek diadik ini membuat seseorang merasa lebih merasa nyaman dan aman.
      Pengungkapan diri menjadi lebih akrab bila itu dilakukan dengan tanggapan atas
      pengungkapan diri orang lain.
      d. Kepribadian. Orang-orang yang pandai bergaul (sociable) melakukan
      pengungkapan diri lebih banyak ketimbang mereka yang kurang pandai bergaul.
      Orang yang kurang berani bicara pada umumnya juga kurang mengungkapkan diri
      ketimbang mereka yang merasa lebih nyaman dalam berkomunikasi.
      e. Topik tertentu. Seseorang cenderung membuka diri tentang topik yang tertentu
      saja. Misalnya, lebih mengungkapkan informasi diri berkaitan dengan pekerjaan atau
      hobi daripada tentang kehidupan pribadi atau situasi keuangan. Seseorang juga lebih
      mau mengungkapkan informasi yang bagus dan baik daripada informasi yang kurang
      baik. Umumnya, makin pribadi dan makin negatif suatu topik, makin kecil
      kemungkinan diungkapkan.
     Manfaat Pengungkapan Diri

            Mengapa harus mengungkapkan diri kepada orang lain? Seperti yang sudah
       disinggung sebelumnya, pengungkapan diri mempunyai banyak manfaat. Dengan
       membuka diri lewat pengungkapan diri seseorang justru makin menemukan dirinya
       sendiri.
            a. Pengenalan-diri.
            Dengan pengungkapan diri seseorang mendapatkan perspektif baru tentang diri
7      sendiri dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai perilaku diri sendiri. Dalam
       terapi, misalnya, pandangan ke dalam seringkali muncul ketika seseorang sedang
   melakukan pengungkapan diri. Ia menyadari adanya aspek perilaku atau hubungan
   yang selama ini tidak diketahuinya.
        b. Mengatasi masalah.
        Melalui pengungkapan diri akan lebih mudah menanggulangi masalah atau
   kesulitan, terlebih yang berhubungan dengan tekanan atau stres. Salah satu
   ketakutan terbesar yang dimiliki manusia adalah penolakan. Dengan mengungkapkan
   diri justru akan terasa penerimaan dukungan. Seseorang menjadi lebih siap untuk
   mengatasi perasaan tertekannya dan barangkali mengurangi atau malah
   menghilangkannya sama sekali.
        c. Memudahkan penerimaan diri.
        Penerimaan diri kita sebagian besar melalui kacamata orang lain. Jika kita
   merasa orang lain menolak kita, kita cenderung menolak diri sendiri juga. Melalui
   pengungkapan diri dan dukungan-dukungan yang datang, kita menempatkan diri
   sendiri dalam posisi yang lebih baik untuk menangkap tanggapan positif kepada diri
   kita, dan akan lebih mungkin memberikan reaksi dengan mengembangkan konsep-
   diri yang positif.
        d. Efisiensi Komunikasi.
        Pengungkapan diri memperbaiki komunikasi. Kita memahami pesan-pesan dari
   orang lain sebagian besar sejauh kita memahami orang lain secara individual.
   Pengungkapan diri jadi pembuka jalan lancarnya komunikasi, menghilangkan
   prasangka dan curiga. Membina hubungan yang bermakna di antara dua orang.
   Tanpa pengungkapan diri, hubungan yang bermakna dan mendalam tidak mungkin
   terjadi.



 Resiko Pengungkapan Diri

        Pengungkapan diri bukan berarti tanpa resiko. Banyaknya manfaat
   pengungkapan diri jangan sampai membutakan terhadap adanya kemungkinan hal-
   hal yang buruk terjadi. Berikut ini beberapa kalkulasi dari resiko yang mungkin terjadi
   dari pengukapan diri.

   a.   Penolakan Pribadi.
       Pengungkapan diri biasanya kita lakukan kepada orang yang kita percaya,
   seseorang yang kita anggap akan bersikap mendukung pengungkapan diri kita. Bisa
   saja terjadi, orang ini mungkin ternyata pada akhirnya menolak kita. Misalnya, orang
   tua yang biasanya paling mendukung, seringkali bahkan menolak anak sendiri yang
   dengan jujur mengungkapkan dirinya mempunyai kelainan seksual. Atau, sahabat
   paling akrab mungkin juga akan menolak ada yang melakukan pengungkapan diri
   serupa. Resiko penolakan mungkin saja terjadi, bahkan dari orang yang paling
   dipercaya sekalipun.                                                                      8
       b. Kerugian Material.
            Adakalanya, pengungkapan diri mengakibatkan kerugian material. Guru yang
       mengungkapkan bahwa ia pernah kecanduan minuman keras di masa lalu mungkin
       akan jauhi oleh rekan-rekannya, mendapatkan penugasan mengajar yang “tidak
       menyenangkan”, atau bahkan diberhentikan. Dalam dunia kerja, pengungkapan diri
       berkaitan dengan kecanduan alkohol atau narkoba seringkali diikuti dengan
       pemecatan, demosi, atau mutasi.
       c. Kesulitan pribadi.
            Bila reaksi orang lain berbeda samasekali daripada yang diharapkan, kesulitan
       pribadi dapat terjadi. Bila seseorang ditolak dan bukan didukung, bila orangtua
       malah mencemooh dan bukan membela, dan bila teman atau sahabat menghidar,
       artinya masalah pribadi akan muncul. Bagi yang rapuh, penolakan adalah ancaman
       besar. Apa yang sudah diungkapkan tidak dapat ditarik lagi. Demikian  juga,
       kesimpulan yang diambil oleh orang lain tidak dapat dihindarkan.

     Pedoman Pengungkapan Diri

            Meski ada resiko yang mungkin terjadi dalam pengungkapan diri namun
       pengungkapan diri merupakan cara untuk menjadi pribadi yang semakin baik.
       Bahkan resiko yang dihadapi bila dapat diatasi dengan baik akan menambah nilai
       tersendiri dan makin percaya diri. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
       pengungkapan diri adalah:
            a. Motivasi.
            Pengungkapan diri haruslah didorong oleh rasa hormat terhadap relasi,
       terhadap orang yang terlibat, dan terhadap diri sendiri. Sudah barang tentu,
       pengungkapan diri tidak boleh digunakan untuk menghukum diri sendiri (barangkali
       karena perasaan bersalah atau konflik yang tak terpecahkan). Pengungkapan diri
       hendaknya bermanfaat dan produktif bagi semua pihak yang terlibat.
            b. Kepatutan.
            Pengungkapan diri haruslah sesuai dengan lingkungan (konteks) dan hubungan
       antara pembicara dan pendengar. Sebelum melakukan pengungkapan diri yang
       penting, tanyalah pada diri sendiri apakah waktu dan tempatnya sudah tepat, apakah
       pengungkapan diri ini patut untuk hubungan yang ada? Umumnya, makin bersifat
       pribadi pengungkapan diri itu, makin dituntut adanya hubungan dekat antara yang
       terlibat. Sebaiknya tidak mengungkapkan sesuatu yang bersifat terlalu pribadi
       kepada orang yang belum akrab, kepada kenalan biasa, atau pada tahap awal suatu
       hubungan.
            c. Suasana keterbukaan.
            Selama pengungkapan diri, berikan lawan bicara kesempatan untuk melakukan
       pengungkapan dirinya juga. Jika lawan bicara tidak melakukan pengungkapan diri
9      juga, maka pikirkanlah kembali pengungkapan diri anda. Ini mungkin merupakan
     isyarat bahwa orang tersebut pada saat itu dan dalam suasana itu tidak menyambut
     baik pengungkapan diri anda.
          Jadi, pengungkapan diri sebaiknya dilakukan secara bertahap. Ungkapkanlah
     sedikit demi sedikit. Bila pengungkapan diri dilakukan terlalu cepat dan sekaligus,
     tindakan timbal balik biasanya tidak terjadi. Lebih jauh lagi, akan kehilangan
     kemampuan untuk menarik diri jika tanggapan yang terima tidak cukup positif.
         d. Kesiapan mental.
         Pertimbangkanlah dengan cermat masalah yang mungkin timbul akibat
     pengungkapan diri. Mampukah menanggung risiko kehilangan kepercayaan jika
     mengungkapkan diri? Apakah bersedia menanggung risiko putus hubungan jika anda
     mengungkapkan masalah hubungan yang lalu? Jika sudah disadari sejak awal, setiap
     kendala bisa diatasi.

F. Menjadi Diri Sendiri
          Setelah melalui tahap mengenal diri sendiri lalu apa tindakan berikutnya?
     Apakah cukup hanya sampai pengenalan diri saja. Mengenal diri sendiri memang
     belum cukup untuk mengembangkan diri sendiri secara optimal. Untuk
     melengkapinya diperlukan suatu kesadaran untuk menjadi diri sendiri. Menjadi diri
     sendiri berarti bersikap penuh rasa senang dan bangga terhadap diri sendiri apa
     adanya dengan segala kekurangan dan kelebihannya dan menggunakannya dalam
     menjalankan hidup sehari-hari. Sikap ini dilandasi rasa syukur atas apapun kekayaan
     diri yang dimiliki. Dan, menjadi diri sendiri tentu tidak berarti tinggal diam menerima
     apa yang sudah ada, melainkan berusaha mengembangkan apa yang masih menjadi
     potensi dan juga mengatasi kelemahan yang dianggap menghambat perkembangan
     diri. Dalam pilihan pengembangan diri inilah tampak bagaimana usaha seseorang
     menjadi dirinya sendiri secara optimal.

         Proses menjadi diri sendiri
         Menjadi diri sendiri merupakan suatu proses yang berjalan dalam setiap langkah
     hidup manusia. Mulai dari masa perkembangan hidupnya seorang manusia secara
     terus menerus melakukan proses menjadi diri sendiri. Ini menunjukkan bukan
     sesuatu yang seketika tapi memerlukan waktu yang berkesinambungan untuk
     menjadi diri sendiri. Selain prosesnya berjalan cukup panjang, disini juga diperlukan
     usaha yang tidak ringan. Banyak rintangan yang membuat proses ini menjadi tidak
     mudah mulai dari diri sendiri maupun dari luar diri. Namun sikap untuk memilih
     menjadi diri sendiri menjadi pegangan yang kuat untuk bersikap mandiri dan tidak
     mudah menyerah menghadapi perubahan dan tantangan kehidupan.


                                                                                               10
          Upaya menjadi diri sendiri
          Untuk dapat menjadi diri sendiri yang terpenting adalah berani untuk menerima
     diri    dan     bersedia      untuk    memperlakukannya       dengan     baik    dan
     memperkembangkannya. Beberapa hal yang dapat membantu untuk semakin dapat
     menjadi diri sendiri yaitu:
           Berani tampil beda
          Yang dimaksud disini bukan asal beda dari yang lain, melainkan menampilkan
     diri sendiri yang unik, yang beda karena keotententikannya. Tampilan yang ada
     merupakan pantulan dari diri benar-benar dihayati dan dialami.
           Berpikir positif
          Kadang-kadang kesempurnaan menjadi hambatan untuk menjadi diri sendiri.
     Berpikirlah positif tentang diri sendiri. Sekalipun ada kekurangan, bukan berarti
     boleh menilai buruk, mencela dan membenci diri sendiri. Jika selalu dibayang-
     bayangi kelemahan, maka akan sulit menerima dan menghargai diri sendiri. Maka
     itu, harus memulainya dari diri sendiri dengan berpikir positif. Kekurangan menjadi
     tantangan untuk menjadikannya lebih baik lagi.
           Mempunyai prinsip
          Dalam berhubungan dengan orang lain kadang-kadang tidak mudah mengambil
     keputusan dan sikap dari diri sendiri. Namun justru inilah tanda penerimaan diri jika
     tidak selalu harus menyesuaikan diri dengan pendapat orang lain. Karena
     mengetahui dengan baik tentang diri sendiri maka juga tahu apa yang penting
     dilakukan untuk diri sendiri.
           Kerendahan hati
          Berkaitan dengan kelemahan diri, sikap kerendahan hati nampak pada kemauan
     untuk memperbaiki kelemahan tersebut sambil terbuka untuk menerima masukan
     dari orang lain. Kelemahan tidak dianggap sebagai hal yang patut disesali melainkan
     hal yang membuat untuk mawas diri. Sedang berkaitan dengan kekuatan diri,
     kerendahan hati menjadi kendali untuk menghindari sikap angkuh dan lupa diri.

     G. Kesimpulan
         Kesadaran akan diri sendiri yang diawali dengan mengenal diri sendiri dan
     kemudian memilih menjadi diri sendiri merupakan suatu hal yang sangat penting
     untuk mengoptimalkan pengembangan diri. Semakin baik kesadaran individu
     terhadap dirinya, semakin ia terdorong untuk mengembangkan kemampuan sambil
     membenahi keterbatasannya. Upaya ini akan sangat terbantu dengan sikap
     keterbukaan diri. Meski mengandung resiko, sikap keterbukaan diri memberikan
     banyak manfaat terhadap pengembangan diri sendiri dan membangun komunikasi
     dan relasi yang baik dengan orang lain.
11
Daftar Bacaan:
1. Suzanne, O. Dowd, et al. Interpersonal Skills in Organization. The McGraw Hiull, 2009.
2. Antonius A. Gea, Wulandari, et al. Relasi dengan Diri Sendiri. PT Elex Media Komputindo,
2003.
3. Psikologi Komunikasi




                                                                                              12
     Worksheet



          1. Di kelas, bentuklah kelompok yang terdiri dari 5 orang. Masing-masing anggota
             kelompok saling bertukar worksheet. Mintalah teman untuk mengisi keterangan
             berikut ini :
                 a. Kesan pertama saya mengenai pemilik worksheet ini :
                          i. _________
                         ii. _________
                        iii. _________
                        iv. _________
                         v. _________
                 b. Yang saya kagumi dari teman saya (pemilik worksheet ini) adalah :
                          i. ______________
                         ii. ______________
                        iii. ______________
                        iv. ______________
                         v. ______________
                 c. Menurut saya, ciri khas yang sering saya lihat pada teman saya (pemilik
                     worksheet ini) adalah :
                          i. _________________
                         ii. _________________
                        iii. _________________
                        iv. _________________
                         v. _________________




          2. Setelah teman mengisi lembaran di atas, tuliskan analisa Anda tentang area
             terbuka dan area buta Anda :
                a. Yang termasuk area terbuka saya adalah : ___________________
                b. Yang termasuk area buta / hal-hal yang baru saya ketahui tentang diri
                    saya adalah : ___________________________
                c. Hal-hal yang saya ingin ungkapkan pada teman-teman saya adalah:
                    _________________________________________
                d. Hal-hal yang akan saya lakukan agar teman-teman dapat lebih mengenal
                    saya : ________________________________



     3.    Saat ini menjadi diri sendiri bagi saya berarti                     saya   akan   :
13          ________________________________________________________________

								
To top