Kozen Pintu dan Jendela by SahnoHilhami1

VIEWS: 2,053 PAGES: 16

									KOZEN PINTU
DAN JENDELA
KONSTRUKSI BANGUNAN DAN
       GAMBAR 1
BUKAAN PADA DINDING
   Dinding umumnya memiliki bukaan, baik pintu, jendela, atau
    ventilasi.
   Dinding dibuka karena ada sesuatu yang harus dilewatkan:
       Pintu: orang, barang, kendaraan
       Jendela: pandangan, cahaya, udara
       Ventilasi/bovenlight: cahaya, udara
   Dimensi/ukuran pintu, jendela dan ventilasi tergantung
    ukuran benda/zat yang akan dilewatkan.
   Lebar pintu bisa 60 cm atau sampai 10 m, tergantung pada
    tempat meletakkan & fungsi pintu tersebut.
KOZEN DAN JENISNYA
   Kozen adalah rangka pintu, jendela, atau ventilasi.
   Pada kozen terdapat banyak takikan dan coakan untuk
    pengolahan bentuknya sehingga gambar kozen umumnya
    cukup rumit dan detil.
   Kozen bisa terbuat dari kayu, aluminium, beton, baja, atau
    fiber. Pada KBG 1 ini mahasiswa akan fokus pada
    penggambaran kozen dari kayu.
   Kozen aluminium kini banyak dipilih karena semakin sulit
    mendapatkan kayu. Kozen aluminium banyak dipakai untuk
    bangunan umum/komersial karena bentuknya indah dan
    memberikan kesan mewah. Juga tepat dipakai untuk
    bangunan bertingkat banyak karena ringan dan tahan api.
KOZEN DARI KAYU
   Kosen untuk rumah umumnya masih terbuat dari kayu.
   Jenis kayu yang baik untuk kosen: jati, kamper, sawo,
    nangka, atau yang lebih murah tapi kembang susutnya kecil:
    meranti
   Ukuran kayu untuk kozen umumnya adalah 8/16, 8/12, 6/15,
    6/12, atau 5/10, sesuai dengan ukuran standar kayu yang
    ada di pasaran.
   Kayu untuk kozen akan diketam 3 sisinya sehingga menjadi
    kozen siap pasang. Sisi yang bersentuhan dengan dinding
    tidak perlu diketam.
   Setelah diolah, ukuran kayu kozen akan berkurang,
    umumnya setebal 1 cm untuk sisi lebar dan panjang
    profilnya, sehingga ukurannya menjadi 7/16, 7/11, 5/14, 5/11,
    atau 4/9.
   Balok kayu ukuran 5/10 biasanya hanya dipakai
    untuk rumah-rumah berkualitas rendah (RSS)
   Pada bangunan lama, ukuran kozen bisa lebih
    besar dari kozen yang ada sekarang (10/16, 12/18,
    dll). Contoh: SMP 1 Padang, Kantor Walikota
    Padang, Kantor-kantor militer lama, Masjid
    Gantiang.
   Sekarang ukuran kayu menjadi standar karena
    harga kayu sangat mahal.
   Ukuran kayu kozen penting karena akan
    berhubungan dengan dinding. Ukuran yang lazim
    digunakan adalah 7/15 dan 7/11 (ukuran kozen
    jadi). Ini adalah ukuran kozen yang baik. Ukuran
    5/11 biasanya hanya digunakan pada perumahan
    kecil/sederhana.
BAGIAN-BAGIAN KOZEN
1.   TIANG KOZEN:
        Bagian tiang (yang tegak)
        Fungsi untuk pegangan dan tumpuan daun pintu
2.   AMBANG:
        bagian yang mendatar, terdiri dari ambang atas, tengah
         dan bawah.
        Pintu dan jendela selalu memiliki ambang atas,
         berfungsi untuk menahan beban pasangan bata di
         atasnya.
        Ambang tengah terdapat bila ada ventilasi di atas pintu
         dan jendela yang kozennya bersambungan.
        Ambang bawah hanya terdapat pada jendela
3.   TELINGA KOZEN (KUPINGAN)
        Bagian kozen yang masuk/terjepit ke dalam dinding.
         Untuk setiap kozen pintu dan jendela ada 4 telinga di kiri
         dan kanan atas dan bawah.
        Fungsi untuk memperkokoh hubungan kozen dengan
         dinding.
        Diketam miring sehingga ujung bagian yang masuk ke
         dalam dinding hanya 1/3 lebar kayu.
        Panjang 10-20 cm. Lazim dipakai 10-15 cm . (12 cm)
4.   ANGKUR/ANGKER
        Besi/baja yang melekat pada tiang kozen (dengan ulir)
         dan masuk ke dalam dinding.
        Jumlahnya tergantung tinggi kozen, umumnya 4 atau 6.
        Panjang angkur 20 cm (25 cm) dari permukaan tiang
         kozen dan melekuk 90 ke atas atau bawah sepanjang 5
         – 7,5 cm.
        Fungsi sebagai ikatan dengan pasangan bata.
5.   SEPATU KOZEN / NEUT / DUK
        Bagian tahan air yang terletak di bagian paling bawah
         tiang kozen. Tingginya15-20 cm untuk pintu yang sering
         kena air, 10-12 cm untuk pintu yang jarang kena air.
        Fungsi untuk melindungi tiang bagian bawah dari air
         (pel, KM/WC) atau kelembaban agar tidak cepat lapuk,
         memperkokoh hubungan kosen ke lantai atau balok
         sloof
        Terbuat dari campuran kedap air 1pc:2ps atau
         1pc:2ps:3kr
        Sudah sering diabaikan/dilupakan oleh tukang saat ini.
        Kozen aluminium tidak memerlukan sepatu kozen.
6.   SPONNING / SPONNENG
        Takikan-takikan pada ambang dan tiang, tempat daun
         pintu/jendela dipasang
        Fungsi untuk menempatkan engsel untuk memasang
         daun pintu/jendela dan tumpuan daun pintu/jendela agar
         tidak lepas.
        Bila kosen dibuat tanpa sponning:
            Tidak ada penahan daun pintu (bisa miring waktu ditutup)
            Terjadi celah antara kozen dengan daun pintu
        Lebar sponning (dalamnya takikan) sama dengan tebal
         daun pintu/jendela, biasanya 3-4 cm. Pintu panel
         umumnya 3 cm, pintu yang dilapisi teakwood/tripleks
         bisa 4 cm.
        Tebal sponning biasanya 1-1,5 cm.
        Sponning harus digambarkan detil dengan ukuran-
         ukurannya.
7.   SPONNING PLESTERAN
        Takikan yang berfungsi untuk mencegah celah antara
         pasangan bata dengan kozen bila terjadi penyusutan
         kayu atau semen.

8.   SPONNING KAPUR/ALUR LABUR
        Takikan pada lebar kosen yang fungsinya untuk
         memperkokoh hubungan antara kosen dengan dinding
        Walau sudah ada telinga dan angkur, sponning kapur
         tetap perlu karena dinding tidak langsung diplester atau
         dinding jenisnya bata ekspos
        Dibuat pada tiang dan ambang bawah kozen. Pada
         ambang atas tidak boleh dibuat karena air yang
         mungkin terkandung pada bata atau semen bisa turun
         dan mengumpul di sponning hingga dapat melapukkan
         kozen.
   Adanya sponning membuat penampang
    umum sebuah kosen menjadi:
                          Lis profil
      Sponning
      plesteran



       Sponning
       kapur


       Sponning           Sponning daun
       plesteran          pintu/jendela
9.   DAUN PINTU
        Dilekatkan pada kozen dengan menggunakan engsel
         yang dipasang pada sponneng.
        Ukuran daun pintu dibuat lebih besar dari ukuran lobang
         pintu pada kozen, yaitu ditambah dengan lebarnya
         sponneng.
        Ukuran lobang pintu biasanya disesuaikan dengan
         kebutuhan dan jenis bangunan. Ukuran yang lazim
         dipakai:
            Pintu rumah 80x210 cm (tunggal), atau 60x210 cm
             (ganda)
            Pintu sekolah/bangunan umum 90x210 cm
            Pintu utama bangunan umum 160x210 cm
            Pintu kamar mandi 70x210 cm
        Misalnya ukuran pintu 80x210 cm, lebar sponneng 1 cm,
         maka daun pintu berukuran (80+ (2xlebar sponneng
         tiang kiri kanan)) x (210 +(1xlebar sponneng ambang
         atas) = 82x211 cm.
   Selain dengan engsel, membuka daun pintu
    dapat dilakukan dengan
        Menggeser atau mendorong daun pintu ke
         samping dengan menggunakan rel dan roda: pintu
         geser/pintu dorong (sliding door)
        Melipat-lipat daun pintu ke samping: pintu lipat
         (folding doors)
        Menggulung daun pintu ke atas: pintu gulung
         (rolling door), biasanya untuk pintu yang lebar
         seperti pintu garasi dan toko.

								
To top