Docstoc

Dinding bata

Document Sample
Dinding bata Powered By Docstoc
					 DINDING
PASANGAN
  BATA
KONSTRUKSI GAMBAR
   BANGUNAN 1
BATU BATA
   Tembok bangunan umumnya terbuat dari susunan batu bata.
   Batu bata sering disebut juga dengan bata merah. Terbuat dari
    tanah liat/lempung yang diaduk dan dicampur dengan air
    sehingga menjadi campuran rata dan kental (pulen) lalu dicetak
    dan dikeringkan
   Indonesia belum memiliki ukuran batubata yang standar, ada
    yang tipis (tebal 4 cm) ada yang tebal (6 cm). Tetapi
    persyaratan mutlak ukuran bata adalah:
      Panjang bata      = 2x lebar bata + 1x lebar siar/voeg vertikal.
      Lebar bata        = 2x tebal bata + 1x lebar siar/voeg
        mendatar
   Dalam menggambar bata, ukuran standar yang dipakai adalah
    5 x 11 x 23 cm.
Ukuran bata dan penggambarannya


 5
                  23
      11
     5x11x23 cm        5x11x11 cm   5x11x17 cm
     1 bata            1/2 bata     3/4 bata
KONSTRUKSI DINDING BATA
   Dibuat dg menyusun bata menurut aturan tertentu. Dinding yang
    stabil didapat dari ikatan antar bata dengan bantuan adukan.
   Konstruksi dinding bata biasanya diperkuat oleh konstruksi rangka
    beton bertulang
Memasang konstruksi dinding bata
   Bata harus dibasahi sampai gelembung udara dalam
    bata keluar semua
   Tidak boleh ada perekat/siar tegak yang membentuk
    garis lurus dari bawah ke atas
   Untung pasangan 1/2 batu, selisih siar tegak adalah ½
    batu. Untuk pasangan 1 batu, selisih siar tegak adalah
    ¼ batu
   Potongan bata yang kurang dari ½ batu sebaiknya tidak
    dipakai lagi
   Maksimal tinggi dinding bata yang dipasang setiap hari
    tidak boleh lebih dari 1 m.
Adukan untuk memasang bata
   Adukan biasa:
       Yang memakai kapur:   1 kp : 1 sm : 2 pasir
                              1 kp : 1 sm : 3 pasir

       Yang memakai semen PC:        1 PC : 4 pasir
                                      1 PC : 5 pasir


   Adukan traasram (adukan kuat kedap air) dipasang 20
    cm di bawah dan di atas lantai ±0,00 (untuk dinding
    kamar mandi sampai +1,50 m dari lantai): 1 PC : 2 pasir
Finishing dinding bata
   Agar dinding bata menjadi halus, rapi dan bersih, pas. bata ditutup
    dg lapisan penutup yang disebut plesteran, tebal 1,5 – 2 cm.
    Bahan adukan plesteran sama dengan adukan pasangan bata
   Plesteran tepi atau sponning dibuat dg adukan traasram agar tidak
    mudah rusak oleh benturan dg benda lain.
   Pas. bata yang akan diplester harus dibasahi sampai kenyang dan
    dibersihkan dari lumut dan kotoran.
   Plesteran dapat diberi warna dg kapur atau cat tembok. Dinding
    bagian luar harus dicat dengan cat tembok yang tahan pengaruh
    cuaca agar tidak mudah mengelupas atau luntur.
   Dinding juga dapat diberi lapisan batu alam, batu lembut, marmer,
    granit, keramik atau porselen.
PERATURAN HUBUNGAN BATA
1.   Hubungan harus dibuat sesederhana mungkin
2.   Jangan memakai batu bata yang besarnya kurang dari ½ batu.
     Pada umumnya memotong bata itu harus dihindari karena sisa
     potongan tidak bernilai lagi. Memotong bata berarti menambah
     waktu kerja dan upah kerja
3.   Dalam arah mendatar, siar datar (lintvoeg) harus meliputi tebal
     tembok
4.   Siar tegak (stootvoeg) juga diusahakan meliputi tinggi tembok.
5.   Pada bagian dalam maupun luar, dalam lapis berturut-turut tidak
     boleh ada siar tegak yang berimpit langsung tegak di atasnya.
6.   Tembok yang tebalnya lebih dari 1 batu, lapis-lapisnya
     disusun dari batu-batu utuh yang diletakkan
     memanjang dan melintang.
7.   Tembok bata yang berdiri bebas dan tidak memikul
     (misalnya: tembok pagar) akan mendapat tekanan
     samping. Jadi harus diperkuat dengan kolom atau
     pilaster (tiang dari bata) setiap 10m2. Pilaster dibuat
     menonjol pada 1 sisi setebal ½ batu. Lebar pilaster 3
     kop. Bila lebarnya 5 atau 7 kop, disebut Liseen.
MENGGAMBAR PAS. BATA
   Gambar pasangan bata terdiri dari tampak atas dari
    setiap lapisan yang diperlukan dan gambar proyeksi 3D
    sambungannya. Gambar proyeksi 3D yang biasa
    digunakan untuk pasangan bata adalah isometri dan
    proyeksi miring (oblik).
   Oblik yang digunakan boleh kavalier (1:1:1), improved
    (1:1:3/4 atau 1:1:2/3), atau cabinet (1:1:1/2).
   Barisan kepala bata (lebarnya) sebut kop, sedangkan
    barisan badan bata (panjangnya) disebut strek.
                          Lapis 2
Lapis 1
                          Lapis 1
                          Lapis 2
                          Lapis 1

Lapis 2   Oblik kavalir

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:5039
posted:11/25/2010
language:Indonesian
pages:14