; CONTOH SIKAP POSITIF TERHADAP PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

CONTOH SIKAP POSITIF TERHADAP PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

VIEWS: 36,809 PAGES: 7

PKN (pancasila sebagai ideologi terbuka)

More Info
  • pg 1
									              PKN (PENDIDIKAN KEWARGA NEGARAAN)

                CONTOH SIKAP POSITIF TERHADAP
              PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA




Kelompok 3:
  1.   Agus Hendra
  2.   Angga Dz
  3.   Dewi Yunengsih
  4.   Ega Mardan




 SEKOLAH MENGENGAH KEJURUAN NEGERI 6 KOTA BANDUNG
                        TAHUN PELAJARAN 2010/2011
PENDAHULUAN

    Pemahaman mendalam terhadap latar belakang historis, dan konseptual tentang Pancasila
dan Undang-Undang Dasar 1945 bagi setiap warga negara, merupakan suatu bentuk kewajiban
sebelum kita dapat melaksanakan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Kewajiban tersebut merupakan konsekuensi formal dan konsekuensi logis dalam
kedudukan kita sebagai warga negara. Karena kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara
(Filsafat Negara), maka setiap warga negara wajib loyal (setia) kepada dasar negaranya.

      Perjalanan hidup suatu bangsa sangat tergantung pada efektivitas penyelenggaraan
   negara. Pancasila sebagai dasar negara merupakan dasar dalam mengatur penyelenggaraan
   negara disegala bidang, baik bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya dan hankam.
   Era global menuntut kesiapan segenap komponen bangsa untuk mengambil peranan sehingga
   dampak negatif yang kemungkinan muncul, dapat segera diantisipasi.

     Kesetiaan, nasionalisme (cinta tanah air) dan patriotisme (kerelaan berkorban) warga negara
kepada bangsa dan negaranya dapat diukur dalam bentuk kesetiaan (loyalitas) mereka terhadap
filsafat negaranya yang secara formal diwujudkan dalam bentuk Peraturan perundang-undangan
(Undang-Undang Dasar 1945, Ketetapan MPR, Undang-Undang, dan Peraturan Perundangan
lainnya). Kesetiaan warga negara tersebut akan nampak dalam sikap dan tindakan, yakni
menghayati, mengamalkan dan mangamankan. Kesetiaan ini akan semakin mantap jika
mengakui dan meyakini kebenaran, kebaikan dan keunggulan Pancasila sepanjang masa.

    Pancasila dalam kedudukannya sebagai Ideologi negara, diharapkan mampu menjadi filter
dalam menyerap pengaruh perubahan jaman di era globalisasi ini. Keterbukaan ideologi
Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan
konseptual. Suatu ideologi negara, merupakan hasil refleksi manusia berkat kemampuanya
mengadakan distansi (menjaga jarak) terhadap dunia kehidupannya. Antara keduanya, yaitu
ideologi dan kenyataan hidup masyarakat terjadi hubungan dialektis, sehingga berlangsung
pengaruh timbal balik yang terwujud dalam interaksi yang disatu pihak memacu ideologi makin
realistis dan dilain pihak mendorong masyarakat makin mendekati bentuk yang ideal. Ideologi
mencerminkan cara berfikir masyarakat, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-cita.
1.      Pengertian Pancasila

         Dalam rangka lebih memahami tentang Pancasila sebagai idelogi terbuka, maka perlu
     dijelaskan lebih dahulu apa itu Pancasila. Banyak tokoh nasional yang telah merumuskan
     konsep Pancasila sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Namun jika dicermati,
      secara umum definisi konsep tersebut relatif sama. Berikut adalah beberapa pengertian
     tentang Pancasila yang dikemukakan oleh para ahli.

         a.    Muhammad Yamin.
                      Pancasila berasal dari kata Panca yang berarti lima dan Sila yang berarti
               sendi, atas, dasar atau peraturan tingkah laku yang penting dan baik. Dengan
               demikian Pancasila merupakan lima dasar yang berisi pedoman atau aturan
               tentang tingkah laku yang penting dan baik.
         b.    Ir. Soekarno
                      Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian
               abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian,
               Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa
               Indonesia.
         c.    Notonegoro
                     Pancasila adalah Dasar Falsafah Negara Indonesia. Berdasarkan pengertian
              ini dapat disimpulkan Pancasila pada hakikatnya merupakan dasar falsafah dan
              Ideologi negara yang diharapkan menjadi pendangan hidup bangsa Indonesia
              sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan
              bangsa dan negara Indonesia.
         d.    Berdasarkan Terminologi.
                     Pada 1 juni 1945, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan
              kemerdekaan Indonesia (BPUKI), Pancasila yang memiliki arti lima asas dasar
              digunakakn oleh Presiden Soekarno untuk memberi nama pada lima prinsip dasar
              negara Indonesia yang diusulkannya. Perkataan tersebut dibisikan oleh temannya
              seorang ahli bahasa yang duduk di samping Ir. Soekarno, yaitu Muhammad
              Yamin.
                     Pada tanggal, 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia merdeka dan keesokan
              harinya (18 Agustus 1945) salah satunya disahkan              Undang Undang Dasar
              Negara Republik Indonesia yang di dalamnya memuat isi rumusan lima prinsip
              dasar negara yang diberi nama Pancasila. Sejak saat itulah perkataan Pancasila
              menjadi bahasa Indonesia dan dijadikan istilah yang sudah umum.

         Nilai-nilai Luhur Pancasila
                      Menurut penggagas awal (Ir. Soekarno), bahwa Pancasila digali dari bumi
              Indonesia sendiri dan dikristalisasikan dari nilai-nilai yang berkembang dalam
              kehidupan rakyat Indonesia yang beraneka ragam. Nilai-nilai tersebut dapat
              diamati pada kelompok masyarakat yang tersebar di seluruh Indonesia yang dalam
              implementasinya sangat disesuaikan dengan kultur masyarakat yang bersangkutan.
              Dengan demikian, nampak jelas bahwa sesungguhnya Pancasila telah menjadi
              living reality (kehidupan nyata) jauh sebelum berdirinya negara republik
                Indonesia. Beberapa contoh nilai-nilai Pancasila yang telah berkemang di
         dalam kehidupan masyarakat antara lain :

No    Asal Daerah     Nilai-nilai/Ungkapan Yang Berkembang  Keterangan
1.    Jawa            a. tepo seliro (tenggang rasa),       Adanya konsep hu-
                                                            manitas yang sudah
                      b. sepi ing pamrih rame ing gawe (mau menjiwai    bangsa
                         bekerja keras tanpa pamrih),       Indonesia.

                      c.    gotong royong (berat ringan ditanggung
                           bersama)
2.    Minangkabau     1)     Bulat air oleh pembuluh, bulat kata      Konsep sovereinitas.
                           oleh mufakat
                      2)     Adat basandi syarak, syarak basandi      Konsep religiositas
                           Kitabullah
                      c.    Penghulu beraja ke mufakat, mufakat       Konsep humanitas
                           beraja pada kebenaran.
3.    Minahasa        a.    Pangilikenta waja si Empung si Rumer      Konsep religiositas
                           reindeng rojor (Sekalian kita maklum
                           bahwa yang memberikan rahmat yakni
                           Tuhan Yang Maha Esa)
                      b.    Tia kaliuran si masena impalampangan      Konsep religiositas
                           (Jangan lupa kepada “Dia” yang
                           memberi terang.
4.    Lampung               Tebak cotang di serambi, mupakat         Konsep sovereinitas.
                           dilemsesat (Simpang siur di luar,
                           mufakat di dalam balai).
5.    Bolaang               Na’buah pinayung (Tetap bersatu dan      Konsep nasionalitas/
      Mangondow            rukun).                                    persatuan
6.    Madura                 Abantal sadat, sapo’iman, payung        Konsep religiositas
                           Allah (Iman dan takwa kepada Tuhan
                           Yang Maha Esa)
7.    Bugis/                 Tak sakrakai allowa ritang ngana        Konsep religiositas
      Makasar              langika (Matahari tak akan tenggelam di
                           tengah langit).
8.    Bengkulu              Kalau takut dilambur pasang, jangan      Konsep humanitas
                           berumah di pinggir pantai.
9.    Maluku                 Kaulete mulowang lalang walidase        Konsep humanitas
                           nausavo sotoneisa etolomai kukuramese      dan persatuan
                           upasasi netane kwelenetane ainetane
                           (Mari kita bersatu baik dilaut maupun di
                           darat untuk menentang kezaliman).
10.   Batak                 Songon siala sampagul rap tuginjang      Konsep     persatuan
      (Manda-iling)        rap tu roru (Berat sama dipanggul,         dan kebersamaan
                           ringan sama dijinjing).
11.   Batak (Toba)         Sai masia minaminaan songon lampak        Konsep persatuan
                           ni pisang, masitungkol tungkolan
                           songon suhat dirobean (Biarlah kita
                           bersatu seperti batang pisang dan
                           mendukung seperti pohon tales di
                           kebun).
                    Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas, jelaslah bahwa bagi bangsa
           Indonesia tidak perlu diragukan lagi tentang kebenaran Pancasila sebagai dasar
           negara, ideologi nasional maupun pandangan hidup bangsa dalam kehidupan
           bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Hal ini terbukti setelah kita analisis dari
           sudut justifikasi yuridik, filsafati dan teoritik serta sosiologik dan historik. Untuk
           itu, semakin jelaslah bahwa Pancasila merupakan kesepakatan bangsa, suatu
           perjanjian luhur yang memiliki legalitas, kebenaran dan merupakan living reality
           yang selama ini telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

                   Berdasarkan sudut pandang justifikasi filsafati dan teoritik inilah bangsa
           Indonesia yang memiliki beraneka ragam suku, agama, ras dan antar golongan
           (SARA) mampu hidup berdampingan secara damai, rukun dan sejahtera dalam
           semboyan Bhinneka Tunggal Ika serta dalam bingkai Negara Kesatuan Republik
           Indonesia. Sebagai perwujudan tersebut, maka bangsa Indonesia dikenal oleh
           bangsa-bangsa manca negara sebagai bangsa yang memiliki sifat khas kepribadian
           (unik) antara lain : ramah tamah, religius, suka membantu sesama (solideritas), dan
           mengutamakan musyawarah mufakat.

2.   Pengertian Ideologi Terbuka

            Secara etimologi ideologi terdiri dari 2 kata, yaitu idea dan logos (bahas
     yunani). Idea berarti konsep, gagasan, cita-cita atau pemikiran, sedangkan kata
     logos berarti ilmu atu ajaran, jadi ideology adalah ilmu tentang pemikiran-
     pemikiran dasar atau kumpulan ide dan gagasan.

           Ideologi Terbuka

               a)   merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
               b)   Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat sendiri.
               c)   Hasil musyawarah dan konsensus masyarakat.
               d)   Bersifat dinamis dan reformis.

           Ideologi Tetutup

               a) Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
               b) Bukan berupa nilai dan cita-cita.
               c) Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.


            Bagi bangsa Indonesia, Pancasila merupakan dasar dan ideologi yang
     tepat. Karena di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur, cerminan ide, dan cita-
     cita bangsa
3.        Contoh Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka


                 Kita harus menempatkan Pancasila dalam pengertian sebagai moral, jiwa, dan
          kepribadian bangsa Indonesia. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia
          keberadaanya/lahirnya bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia. Selain itu,Pancasila
          juga berfungsi sebagai kepribadian bangsa Indonesia.

          Artinya, jiwa bangsa Indonesia mempunyai arti statis dan dinamis. Jiwa ini keluar
          diwujudkan dalam sikap mental, tingkah laku, dan amal perbuatan bangsa Indonesia yang
          pada akhirnya mempunyai cirri khas. Sehingga akan muncul dengan sendirinya harapan
          optimisme dan motivasi yang sangat berguna dalam mewujudkan cita-cita bangsa
          Indonesia.




                  Dari beberapa pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bagaimana
          sikap kita sebagai pemuda dan pewaris tanah air bangsa terhadap pancasila

     a.   Kita harus memiliki sikap nasionallisme
     b.   Kita harus memiliki sikap patriottisme
     c.   Kita harus menghormati dan menghargai pancasila sebagai ideologi bangsa
     d.   Dan kita harus bisa mengaplikasikan nilai-nilai luhur Pancasila

          Sebagai contoh realnya dengan kita mengikuti upacara bendera setip hari senin,
          ikut aktif dalam acara kemerdekaan Indonesia, dan belajar dengan sungguh-
          sungguh, kita sudah termasuk orang yang bersikap positif terhadap pancasila
                              Daftar Isi


1.   Pengertian Pancasila

       a) Pengertian pancasila dari para tokoh Negara
       b) Nilai-nilai luhur Pancasila

2.   Pengertian Ideologi

       a) Ideologi Terbuka
       b) Ideologi Tertutup

3.   Contoh sikap positif terhadap pancasila sebagai Ideologi
     Terbuka

4.   Kesimpulan

								
To top