ADAB PERJALANAN by Muhammad Apriyanto_W

VIEWS: 5,201 PAGES: 5

									                            Adab dalam Perjalanan

1. Tata Krama di Jalan Raya




Qs An nisa – 4 :59 artinya “hai orang orang yang beriman ta‟atilah Allah dan
ta‟atilah rasulnya dan ulil amri di antara kamu . kemudian jika kamu berlainan
perndapat tentang sesuatu , maka kembalikanlah ia kepada Allah dan rasul , jika
kamu benar benar beriman kepada Allah dan hari kemudian , yang demikian itu
lebih utama dan lebih baik akibatnya”

Mengacu kepada ayat Al – Qur‟an tersebut setiap muslim/muslimah hendaknya
menaati ajaran ajaran Allah swt dan rasulnya (ajaran islam ) dan undang-undang
serta peraturan pemerintah dimana pun dia berada misalkan ketika berada dalam
perjalanan

Seseorang dianggap bertata krama dalam perjalanan , apabila tatkala ia
menggunakan jalan umum atau jalan raya, ia menaati undang undang dan
peraturan lalu lintas yang telah ditetapkan pemerintah . misalnya

A. Pejalan kaki hendaknya

- Berjalan disebelah kiri jalan atau kalau ada trotoarnya diharuskan berjalan di
trotoar

- Haru menaati lampu merah walaupun saat terburu buru

- Menyeberang di jembatan penyeberangan atau di zebra cross

- Menjaga sopan santun dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu
ketertiban umum



B. Pengemudi kendaraan bermotor hendaknya

- Memperhatikan dan menaati rambu rambu lalu lintas

- Melengkapi kelengkapan kendaraan seperti SIM , STNK dan helom (bagi
pengendara motor)
- Mengemudi dalam batas kecepatan yang sesuai dengan keadaan jalan raya .
misalkan saaat padat kendaraan tidak mengemudi di atas 25 km/jam

- Tidak membuang sampah sembarangan

- Tidak menggunakan HP ketika sedang dalam mengendarai motor atau mobil



C. Pejalan kaki dan Pengemudi kendaraan bermotor hendaknya

- Menjauhkan diri dari makan yang terlalu kenyang, memakai perhiasan yang
berlebihan dan bermewah-mewah dalam makanan dan kendaraan.

- Berbuatlah yang baik (halus) kepada setiap orang bahkan kepada pengemis
sekalipun. Hendaknya menjauhkan diri dari permusuhan, pertengkaran, berlaku
kasar dan berdesak-desakan dengan orang lain dalam perjalanan.

- Menjaga lisannya dari mencela, membicarakan kejelekan orang, mencela
binatang dan semua perkataan yang jelek.

Hendaklah selalu ingat akan sabda rosululloh SAW:



Barangsiapa melaksanakan haji tanpa berkata kotor dan tidak melakukan
tindakan kefasikan, maka ia kembali seperti saat dilahirkan oleh ibunya.

- Sebaiknya melakukan perjalanan berkelompok untuk menghindari hal-hal yang
tidak diinginkan dan memang disunnahkan untuk tidak menyendiri dalam
perjalanan.

- Apabila berjalan dalam kelompok tiga orang atau lebih, maka pilihlah salah
seorang untuk menjadi pemimpin. Pilihlah orang yang paling baik dan yang paling
luas pandangannya (pengalamannya).

- Jangan membawa anjing atau lonceng dalam perjalanan karena Malaikat tidak
akan menemani rombongan yang didalamnya terdapat anjing atau lonceng.
Apabila salah seorang dari anggota rombongan membawa anjing atau lonceng dan
kita tidak mampu mencegahnya, maka ucapkan do‟a ini:



Ya Allah sesungguhnya aku membebaskan diri kepada Mu dari perbuatan mereka,
maka janganlah Engkau mengharamkanku dari ditemani malaikat
2. Tata Krama Bagi Para Penumpang Kendaraan Umum

Bagi para penumpang kendaraan umum seperti bis dan kereta api hendaknya
memperhatikan dan melaksanakan tata krama , antara lain :

- Bermanis muka dan bertutur kata baik , terhadapa para penumpang lainnya

- Seorang penumpang kendaraan umum hendaknya hormat kepada penumpang
yang lebih tua , dan sayang kepada penumpang lain yang lebih muda

- Jika diperlukan sesame penumpang hendaknya saling tolong menolong dalam
kebaikan

- Jangan melakukan perbuatan yang mengganggu dan merugikan penumpang lain

                        Do‟a-do‟a dalam Perjalanan

Selama dalam perjalanan disunnahkan membaca takbir apabila menjumpai
tanjakan dan membaca tasbih apabila menuruni turunan tetapi makruh
mengeraskan bacaan tersebut.

Apabila memasuki desa atau kota disunnahkan membaca do‟a:



Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan desa ini, kebaikan
penduduknya dan apa yang ada di dalamnya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari
kejelekan desa ini, kejelekan penduduknya dan apa yang ada di dalamnya.

Apabila singgah disuatu tempat, sunnah membaca do‟a:



Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan
makhluk-Nya.

Apabila kamalaman dalam perjalanan bacalah do‟a:




Hei bumi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, Aku berlindung kepada Allah dari
kejelekanmu dan kejelekan barang yang ada didalammu dan kejelekan makhluq
didalammu dan yang melata diatasmu. Aku berlindung kepada Allah dari harimau
dan seseorang, dari ular, kalajengking, jin, iblis dan syetan.
Do‟a jika merasa takut akan sesuatu (orang atau lainnya)



Disunnahkan pula memperbanyak membaca do‟a tertimpa kesusahan pada waktu
ketakutan dan disetiap kesempatan.



Tiada Tuhan melainkan Allah yang maha agung lagi maha pemurah, Tiada Tuhan
melainkan Allah yang merajai „Arasy yang agung, Tiada tuhan melainkan Allah
yang merajai langit, bumi dan „Arasy yang mulya

Atau membaca



Ya Allah yang Hidup dan Maha Kuasa, aku memohon pertolongan dengan kasih
sayang-Mu

Kalau mengendarai kapal maka bacalah do‟a:



Dengan menyebut nama Allah diwaktu berlayar dan berlabuh, sesungguhnya
Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Memperbanyak memanjatkan do‟a urusan dunia akherat untuk diri sendiri, kedua
orang tuanya, orang-orang yang dicintainya, para pemimpin muslimin dan seluruh
muslimin muslimat.

Hal ini sangat baik karena do‟a musafir adalah salah satu dari do‟a-do‟a yang
mustajabah seperti dalam hadits riwayat Abu Hurairoh.

                         :

Tiga macam do‟a yang tidak diragukan terkabulnya yaitu: do‟a orang yang di
dholimi, do‟a musafir dan do‟a orang tua atas anaknya

                               Do‟a naik kendaraan

Setelah keluar rumah dan bersiap akan naik kendaraan maka bacalah :

     dan kalau sudah duduk diatas kendaraan baca doa‟ :
“Dengan menyebut nama Allah, segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah yang telah
menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu
menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami. Segala
puji bagi Allah (3 kali), Allah Maha Besar (3 kali), Maha Suci Engkau ya Allah.
Sesungguhnya aku telah mendzalimi diriku sendiri maka ampunilah aku, karena
sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau ”




Ya Allah! Sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam bepergian ini,
kami mohon perbuatan yang Engkau sukai dan Engkau ridhoi. Ya Allah!
Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jaraknya bagi kami. Ya Allah!
Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga dan harta (ku).
Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu darikelelahan dalam
bepergian, tempat kembali yang menyedihkan dan pemandangan yang jelek dalam
keluarga, harta dan anak.

Atau bisa juga

      " Bismillaahi majreha wamursaahaa inna rabbii laghafuururrahiim "
                                  Artinya :
  " Dengan Asma Allah, berhenti dan berjalannya kendaraan ini, se-sungguhnya
                  Rabbku Maha Pe-ngampun dan Penyayang "
nya
                  Rabbku Maha Pe-ngampun dan Penyayang "

								
To top