Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Validitas dan Reliabilitas dalam Test - PowerPoint

VIEWS: 1,613 PAGES: 30

Krieteria Penentuan Validitas dan Reliabilitas dalam Test

More Info
  • pg 1
									VALIDITAS dan
RELIABILITAS
TES
 VALIDITAS        sejauh mana alat
  ukur mampu mengukur apa yang
  ingin diukur (contoh: timbangan
  alat ukur yang valid utk ukur
  berat, tetapi tidak valid utk ukur
  panjang.

 RELIABILITAS        sejauh mana
  hasil pengukuran konsisten bila
  pengukuran diulangi dua kali atau
  lebih.
JENIS VALIDITAS

         Construct validity
         Content validity
         External validity
         Predictive validity
         Face validity
         Cross-cultural validity
 CONSTRUCT VALIDITY
 Validitas yang ditilik dari aspek kerangka
  konsep yang ingin diukur.
  Contoh:
 mengukur hasil belajar berarti mengukur
  kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor.
 Mengukur kemampuan kognitif berarti
  mengukur aspek knowledge, comprehension,
  application, analysis, synthesis, evaluation.
 Mengukur kemampuan afektif berarti mengukur
  aspek receiving, responding, valuing,
  organization, dan characterization by value or
  value complex
 Mengukur kemampuan psikomotorik berarti
  mengukur aspek perception, set, guided
  response, mechanism, complex overt response,
  adaptation, origination.
 Construct validity bila masing-masing
  komponen berkorelasi satu sama lain.
  CONTENT VALIDITY
 Ditentukan oleh sejauh mana isi
  alat ukur mewakili semua aspek
  yang dianggap sebagai aspek
  kerangka konsep.
  Contoh:
 Utk ukur kognitif, bila alat ukurnya
  hanya berisi aspek knowledge,
  comprehension dan application
  saja      tidak ada content validity
 Bila butir soal telah sesuai dengan
  tujuan pembelajaran yang
  ditetapkan
EXTERNAL VALIDITY
 Diperoleh dengan cara mengkorelasikan alat
  ukur baru dengan tolok ukur eksternal, berupa
  alat ukur yang sudah valid.
Contoh:
 Mengukur motivasi berprestasi         gunakan
  skala pengukur motivasi Mehrabian (1973). Bila
  ada yang membuat alat ukur baru yang berbeda
  dg skala mehrabian tetapi sama tujuannya
  uji validitas   valid bila korelasi tinggi dan
  signifikan.
PREDICTIVE VALIDITY

 Dapat memprediksi apa yang akan terjadi di
  masa depan.
Contoh:
 Ujian seleksi masuk PT.
  Validitas prediktifnya ditandai oleh ada
  tidaknya korelasi antara skor ujian masuk
  dengan prestasi belajar setelah menjadi
  mahaiswa.
 FACE VALIDITY
 Bentuk dan penampilan alat ukur yang
  menentukan apakah alat ukur tersebut memiliki
  validitas atau tidak.
 Penting dalam pengukuran kemampuan individu
  (kecerdasan, bakat, ketrampilan).
Contoh:
 Untuk mengukur ketrampilan sebagai sopir,
  seseorang disuruh mengendarai mobil/alat
  simulasi mirip mobil, bukan ujian tulis teknik
  mengendarai mobil (tidak ada face validity)
 CROSS-CULTURAL VALIDITY
 Alat ukur yang sudah dinyatakan
  valid digunakan di suatu
  negara/daerah, belum tentu valid
  bila digunakan di negara/ daerah
  dengan budaya yang berbeda.
Contoh:
 Instrumen interaksi keluarga yang
  dikembangkan di negara barat
  tidak sesuai bila digunakan di
  Indonesia karena barat mengenal
  keluarga sebagai nuclear family,
  sedangkan Indonesia sebagai
 extended family.
     CARA MENGUJI VALIDITAS
     (consruct validity pada skala sikap
     terhadap nilai anak)
1.   Definisikan secara operasional konsep
     yang akan diukur.
2.   Uji coba alat ukur pada testee. Jumlah
     minimal testee 30 orang (agar distribusi
     skor mendekati normal).
3.   Siapkan tabel tabulasi jawaban
4.   Hitung korelasi antara masing-masing
     pertanyaan dengan skor total
     menggunakan teknik korelasi product-
     moment.
 1. DEFINISI KONSEP

Nilai anak (Arnold & Fawcett, 1975):
 Positive value
 Negative value
 Large family value
 Small family value
   (untuk contoh, diambil 2 kelompok
   nilai (positive dan negative value)
POSITIVE VALUE:
 Keuntungan emosional
 Keuntungan ekonomi dan rasa
  aman
 Pengayaan dan pengembangan
  diri
 Identifikasi pada anak
 Kemesraan keluarga dan
  keutuhan perkawinan
NEGATIVE VALUE:

 Beban emosional
 Beban ekonomi
 Berkurangnya keleluasaan dan
  kesempatan
 Beban tenaga
 Beban bag keluarga
Keuntungan emosional:
rasa senang, cinta, damai.
 Contoh pertanyaan:
a. Orang yang tak punya anak tak
   akan dapat merasakan
   kebahagiaan sesungguhnya.
b. Kehadiran anak-anak membuat
   suasana rumah lebih meriah
c. Orang yang punya anak tak akan
   kesepian dalam hidupnya.
Keuntungan ekonomi:
sumbangan tenaga kerja,
uang, jaminan hari tua.

 Contoh pertanyaan:
a. Banyak anak banyak rezeki.
b. Dengan punya anak pekerjaan
   di rumah jadi ringan
c. Anak jaminan hidup di hari tua
Beban emosional: rasa
jengkel, ketidaktenangan
pikiran
 Contoh pertanyaan:
a. Punya anak membuat pikiran
   tidak pernah tenang
b. Anak sumber kecemasan dalam
   hidup
c. Hidup akan lebih bagagia bila
   tidak punya anak
Beban ekonomi: kerugian
finansial karena punya
anak
 Contoh pertanyaan:
a. Banyak anak, keuangan keluarga
   morat-marit
b. Dengan punya anak, kemewahan
   hidup bekurang
c. Hidup tanpa anak akan lebih
   menjamin ekonomi keluarga
Untuk pernyataan yang mengukur
positive value, jawaban dinilai
dengan skor sbb:

Sangat setuju                5

setuju                       4

Tidak berpendapat            3

Tidak setuju                 2

Sangat tidak setuju          1
Untuk    pernyataan   yang
mengukur negative value,
skor adalah kebalikannya

Sangat setuju         1

setuju                2

Tidak berpendapat     3

Tidak setuju          4

Sangat tidak setuju   5
2. Uji coba alat ukur
   pada testee.
   Jumlah minimal
   testee 30 orang
   (agar distribusi
   skor mendekati
   normal)
3.Tabulasi jawaban
testee           Nomor pernyataan                  total


         1   2    3   4   5   6   7   8   9   10



a
         5   4    5   4   5   4   4   5   4   5    45



b
         4   5    4   5   4   5   5   4   5   4    45



c
d            dan seterusnya
e
f
4. Tabel perhitungan korelasi

 testee       X            Y    X²   Y²     XY

    a         5            45   25   2025   235

    b         4            45   16   2025   180

    c

    d

    e          dan seterusnya
    f




X= skor pernyataan no 1.
Y= skor total
 Masukkan ke dlm rumus

            r =      N (∑XY) – (∑X ∑Y)


                 √[∑X² -(∑X)² ] [N ∑Y² -(∑Y)²]

didapat:
pernyataan no. 1              r= 0,884* (di atas angka
kritik 5%)
pernyataan no. 2              r= 0,893* (di atas angka
kritik 5%)


* = signifikan

                      punya construct
                          validity
bandingkan dengan angka kritik
  tabel korelasi-r
Angka kritik pada baris N-2 = 8
Taraf signifikansi 5%         0,632
Taraf signifikansi 1%         0,765
RELIABILITAS
 RELIABILITAS : konsistensialat
  ukur di dalam mengukur gejala
  yang sama
 RELIABILITY INDEX      indeks
  yang menunjukkan sejauh mana
  alat         ukur       dapat
  dipercaya/diandalkan
Teknik penghitungan
RELIABILITAS
1. Teknik pengukuran ulang (test-retest)
2. Teknik belah dua
3. Teknik paralel (equivalent form)
TEKNIK PENGUKURAN ULANG
 Testee yg sama diminta menjawab semua
  pertanyaan dlm alat ukur sebanyak 2X
 Selang waktu pengukuran I dan II tak terlalu
  dekat dan tak terlalu jauh (15-30 hr)
 Hasil pengukuran I dikorelasikan dengan
  pengukuran II
 Bila angka korelasi melebihi angka kritik
  dalam tabel nilai r     korelasi signifikan
  pengukuran I dan II konsisten        alat ukur
  reliabel
TEKNIK BELAH DUA
 Alat ukur yang disusun harus punya banyak
  item (50-60) yang mengukur aspek yag sama.
 Ujikan alat ukur pada testee, hitung validitas
  itemnya. Item valid dikumpulkan, item tidak
  valid dibuang.
 Membagi item-tem valid jadi 2 belahan.
 Skor utk masing-masing item pada tiap
  belahan dijumlahkan. Hasilnya skor total
  belahan I dan skor total belahan II
 Korelasikan skor total belahan I dan skor
  total belahan II
lanjutan.......
 Diperoleh angka korelasi yang
  lebih rendah (karena dibelah)
  cari      angka       reliabilitas
  keseluruhan item tanpa dibelah
 Caranya: koreksi angka korelasi
  dengan memasukkannya ke dalam
  rumus

          r. tot =
                   2 (r.tt)

                    1 + r.tt
      r. tot = angka reliabilitas
      keseluruhan item
      r. tt = angka korelasi belahan I
      dan II
TEKNIK BENTUK PARALEL

 Buat 2 jenis alat ukur yang
  mengukur aspek sama
 Ujikan kedua alat ukur tsb pada
  testee yang sama
 Cari validitas utk masing-masing
  jenis
 Reliabilitas dicari dg
  mengkorelasikan skor total dr kedua
  jenis alat ukur.

								
To top