laporan prakerin suspensi by aragongakure

VIEWS: 8,416 PAGES: 27

									LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

 DI BENGKEL MOBIL “MASH THUK”

      WONOKARTO WONOGIRI

            “SISTEM SUSPENSI”




 Disusun Guna Memenuhi Tugas dan Melengkapi

Persyaratan Untuk Menempuh Ujian Akhir Sekolah

  Dan Ujian Akhir Nasional SMKN 2 Wonogiri

            Tahun Pelajaran 2010/2011




                 Disusun Oleh :

      Nama       : EKO FAJAR UTOMO

      NIS        : 1601

      Kelas      : XII MOC

      Program : Teknik Mekanik Otomotif
       SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 WONOGIRI

             Jl. Raya Wonogiri – Ngadirojo Km. 3 Bulusari – Bulusulur, Wonogiri

                                     Tahun 2010/2011

                               HALAMAN PENGESAHAN

      Laporan prakerin ini telah disahkan oleh kepala Sekolah dan Penguji guna memenuhi
syarat dalam menempuh Ujian Akhir Sekolah dan Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran
2009/2010.




      Hari           :

      Tempat         :




               Ketua Program                                   Pembimbing




             HERU CAHYONO                                     SAPAR, S.Pd

       NIP: 19710731 2003121 1 004                                 NIP:




                                        Mengetahui
                                Wakasek Humas dan Hubin




                                  Drs. JOKO WIDAGDO

                               NIP: 19650719 200502 1 001




                            MOTTO DAN PERSEMBAHAN




MOTTO :

 Setiap detik dalam hidup adalah ilmu, maka jangan pernah sia-siakan waktu.


 Untuk menuai hasil yang baik tentulah butuh pengorbanan, semakin besar pengorbanan
   makin baik pula hasil yang didapat.


 Jangan pernah mengeluh, karna Tuhan memberi apa yang kita butuhkan bukan yang kita
   inginkan.


 Anggap milik sendiri baik, dan anggap milik orang lain yang terbaik.


 Sesungguhnya yang tlah diberikan pada diri kita adalah yang terbaik, namun rasa tak
   bersyukur dan sombong yang membuat jadi buruk.




                           PERSEMBAHAN :

                           Laporan ini kami persembahkan kepada :

                           1. Bapak Ir. Drs. H. Dikin selaku Kepala SMKN 2 Wonogiri.
                           2. Bapak/ Ibu Guru dan staf karyawan SMKN 2 Wonogiri.
                           3. Bapak Heru Cahyono, S.Pd, selaku pembimbing prakerin
                               SMKN 2 Wonogiri.
                           4. Bapak Agus Budiarto selaku pimpinan bengkel MASH THUK
                           5. Orang tua saya yang saya cintai
                           6. Seseorang yang selalu mendukung dan membantu saya
                           7. Teman-teman dan saudara tercinta
                             8. Pembaca yang budiman




                                    KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

        Dengan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat serta hidayah-
Nya. Sehingga saya dapat menyelesaikan prakerin ini sebagai syarat untuk menempuh UAS/
UAN di kelas III serta menambah wawasan.

        Munngkin dalam menyusun tugas prakerin ini terdapat banyak kesalahan, saya sebagai
penulis mohon saran dan kritiknya agar laporan prakerin ini agar bisa lebih baik. Untuk itu kami
ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:

1. Bapak Ir. Drs. H. Dikin selaku Kepala Sekolah SMKN 2 Wonogiri.
2. Bapak Agus Budiartoselaku Pimpinan bengkel MASH THUK dan para montir yang memberi
   kesempatan kepada kami untuk mengikuti prakerin.
3. Bapak Heru Cahyono, S.Pd. Selaku pembimbing dalam neyusun laporan prakerin.
4. Bapak/ Ibu guru serta karyawan SMKN 2 Wonogiri yang telah membantu kelancaran dalam
   penulisan laporan ini.
5. Semua instansi yang membantu dalam penulisan laporan ini.
        Semoga laporan ini berguna bagi saya penulis secara khusus dan para pembaca secara
umum.




Wassalamu’alaikum Wr, Wb.




                                                           Wonogiri,      Oktober 2009
                                                                    Penyusun




                                            BAB I

                                    PENDAHULUAN

1.1 Tujuan praktek kerja industri

      Setiap sekolah kejuruan pada umumnya mewajibkan muridnya untuk melaksanakan
   praktek kerja industry karena hal itu merupakan salah satu program pendidikan yang telah
   diatur oleh Negara. Adanya praktek kerja industry dapat mempersiapkan diri siswa
   untukmenghadapi tantangan dunai kerja yang sangat berat.

   Adapun tujuan praktek kerja industry antara lain :

              1. Mengembangkan dan mengantarkan sikap professional yang membentuk
                  kemauan bekerja sebagai modal memasuki lapangan kerja
              2. Memberikan kesempatan pada siswa untuk meningkatkan ketrampilan
                  dilingkungan kerja yang sebenarnya
              3. Meningkatkan pengalaman kerja pada dunia industri dan usaha
              4. Agar memperoleh masukan-masukan yang baikdalam mengembangkan
                  pendidikan yang ada disekolah

              Dari beberapa tujuan dilaksanakannya praktek kerja industry diatas masih banyak
              lagi tujuan yang dapat kita rasakan manfaatnya.




1.2 Tujuan Penulisan Laporan Praktek Kerja Indutri
      Setelah menyelesaikan praktek kerja indutri para siswa diwajibkanuntukmenyusun
   laporan praktek kerja industry, yaitu laporan tentang kegiatan apa saja yang telah dilakukan
   pada waktu praktek kerja industry.

   Dalam penulisan laporan ini memiliki tujuan, diantaranya :

              1. Sebagai bukti siswa telah menjalankan praktek kerja undustri
              2. Agar siswa mampu mengerti ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama
                  prakerin.
               3. Agar siswa mampu menerapkan ilmudan pengalaman yang diperoleh selama
                   melaksanakan prakerin
               4. Laporan tersebut disusun sebagai dokumentasi praktek kerja industry




                                            BAB II

                                       URAIAN UMUM

2.1 Sejarah Berdirinya Bengkel

       Sejarah berdirinya bengkel MASH THUK yaitu pada tahun 1989, didirikan oleh bapak
Agus Budiarto selaku pimpinan bengkel. Pada awal mulanya bapak Agus Budiarto seorang
lulusan mahasiswa di bidang hukum, namun beliau malah memilih bidang lain yang tidak sesuai
dengan yang dipelajari waktu kuliah. Sebelum mendirikan bengkel beliau pernah bekerja
bersama orang luar di Bali, beliau bekerja dibidang otomotif.

       Setelah beberapa tahun bekerja di Bali akhirnya beliau kembali ke Wonogiri.
Bermodalkan pengalaman kerja waktu di Bali, beliau mendirikan bengkel mobil yang diberi
nama MASH THUK. Bengkel ini menerima Tune up, perbaikan, perawatan dan pemeliharaan
mobil, selain itu juga menerima perbaikan body kendaraan dan pengecetan.

       Kebanyakan mobil yang datang ke bengkel ini yaitu mobil jenis kijang, VW, CIVIC, dsb.
Selain sebagai tempat perbaikan kendaraan, bengkel MASH THUK iuga melakukan bisnis jual
beli mobil. Jumlah kaaryawan dalam bengkel saat ini ada 4 orang, yaitu : Pak Parmin, Pak Pardi,
Mas Dony dan Mas Bado.
2.2 Denah Lokasi Bengkel

2.3 Struktur Organisasi

2.4 Disiplin Kerja




2.5 Pemeliharaan Alat dan Tempat Kerntuk menampunja

1. Sebelum melakukan pekerjaan terlebih dahulu membersihkan bengkel

2. Alat ditata dan diletakkan ditempat alat

3. Sampah yang tidak berguna dibuang ditempat sampah

4. Kaleng-kaleng bekas oli, cat dan dempul digunakan /dimanfaatkan kembali, missal digunakan
untuk menampung air, sebagai wadah mur yang sudah tidak digunakan, dll.

5. Setelah selesai melakukan pekerjaan mengembalikan alat-alat pada tempatnya dan di tata rapi

6. Setelah semua selesai, membersihkan kotoran dan debu yang ada di bengkel




2.6 Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup

1. Saat praktek diharap memakai seragam kerja/wearpack

2. Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya untuk memperkecil kemungkinan terjadi
kerusakan

3. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun sete;ah selesai praktek

4. Oli bekas ditaruh diwadah/tempat yang sudah disediakan

5. Untuk menjaga kebersihan bengkel setiap hari sebelum dan sesudah bekerja bekerja
membersihkan bengkel terlebih dahulu
                                            BAB III

                                      URAIAN KHUSUS




3.1. Landasan Teori Sistem Suspensi Secara Umum

    3.1.1. Pengertian dan Fungsi Sistem Suspensi

                     Sistem suspensi adalah salah satu bagian chasis yang berungsi untuk
           memberikan kenyamanan bagi pengendara atau penumpang. Sistem suspensi
           terletak antara body kendaraan dan rodaroda, dirancang untuk menyerap kejutan
           dari permukaan jalan yang bergelombang sehingga menambah kenyamanan
           berkendara dan memperbaiki kemampuan cengkeraman roda terhadap jalan.
           Suspensi terdiri atas pegas,       shock absorber (peredam kejut, stabilizer dan
           sebagainya).

                     Adapaun fungsi suspensi sebagai berikut :

           1. Selama kendaraan berjalan, kendaraan secara bersama-sama dengan roda
               menyerap getaran, eskilasi dan kejutan dari permukaan jalan, hal ini untuk
               memberikan kenyamanan dan keamanan penumpang.
           2. Mmindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara
               jalan dengan roda-roda.
           3. Mnopang body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan roda-
               roda.



    3.1.2. Jenis-jenis Sisten Suspensi

                     Berdasarkan konstruksinya, suspensi dapat digolongkan menjadi 2 (dua)
           yaitu :

           1. Suspensi Rigid
                        Pada suspensi rigid antara roda kanan dan kiri dihubungkan dengan satu
               buah poros. Sehingga pada sustu saat roda sebelah (kanan atau kiri) terangkat
               karena terkena permukaan jalan yang tidak rata, maka kondisi atau kedudukan
kendaraan pun akan ikut berubah menjadi miring. Pada umumnya suspensi rigid
dipasang pada kendaraan beban berat, misalnya pada container, truk, bus dan
lain-lain. Dikarenakan suspensi rigid digunakan pada kendaraan berat maka
biasanya menggunakan pegas daun yang dianggap lebih kokoh dan kuat
dipanding pegas coil. Tidak jarang terdapat suspensi rigid yang memakai pegas
coil. Namun tentu belum terlihat kokoh apabila hanya dipaang pegas coil saja.
Maka untuk menambah kekuatannya, perlu ditambah dengan komponen lain,
seperti lengan control batang stabilizer dan batang menyilang.




                       Gambar 1.1 Suspensi Rigid



       Adapun jenis suspensi rigid diantaranya sebagai berikut :

a. Suspensi Rigid Axle
           Pada suspensi rigid axle antara roda kanan dan kiri dihubungkan
   oleh axle tunggal. Axle dihubungkan ke body dan frame melalui pegas (baik
   pegas daun maupun pegas coil). Biasanya suspensi rigid axle digunakan
   pada roda belakang mobil penumpang, karena konstruksinya kuat dan
   sederhana.




            Gambar 1.2. Suspensi Rigid Axle



b. Tipe Trailing Arm dengan Twist Beam
           Suspensi ini biasanya digunakan pada roda belakang mobil kecil
   denga penggerak roda depan. Pada jenis ini bagian belakang suspension arm
   dihubungkan dengan jalan dilas pada axle beam. Saat roda-roda bergerak
   denagn arah yang berlawanan (satu arah ke atas dan yang satu ke bawah),
   gerakan puntiran dari ujung suspension arm diterukan kedalam gerakan
   puntiran axle beam belakang. Puntiran dari axle beam belakang dan
   stabilizer menghasilkan gaya reaksi yang berlawanan dengan puntiran
   suspension arm, penempatan pegas coil menyempurnakan roda rigid dengan
   mengurangi body rolling, sehingga menghasilkan kering yang stabil.




          Gambar 1.3. Tipe Trailing Arm dengan Twist Beam



c. Tipe 4 – Link
          Biasanya tipe ini menghasilkan kenyamanan kendaraan yang lebih
   baik diantara suspensi rigid lainnya, dikarenakan posisi axle dan beban
   suspensi dilakukan secara terpisah. Biasanya tipe ini menggunakan pgas
   coil. Tipe 4-link ini dilengkapi dengan 2 buah lower control arm, dua buah
   upper control arm dan satu buah lateral control road. Dan pegas coil
   digunakan sebagai penompang beban dan peredam kejut.




                   Gambar 1.4. Tipe 4 - Link
   d. Tipe Pegas daun
             Tipe ini biasanya banyak digunakan pada suspensi belakang
      kendaraan umum. Tipe axle yang biasa digunakan pada suspensi dengan
      pegas daun parallel disebut live axle, yaitu : suatu unit yang terdiri dari
      differensial, axle shaft dan what hub. Live axle dihubungkan ke poros
      propeller dan dapat bergerak naik turun bersamaan dengan pegas. Tipe ini
      tahan terhadap beban berat.




                  Gambar 1.5. Suspensi Pegas Daun


2. Suspension Model bebas
          Pada suspensi model bebas antara roda kanan dengan roda kiri tidak
   berhubungan secara langsung pada axle tunggal. Biasanya suspensi model ini
   digunakan pada truk kecil dan mobil penumpang. Pemakaian model bebas pada
   roda depan dikarenakan kinerja roda depan dan belakang berbeda, yakni dapat
   membelok. Ketika kendaraan melewati jalan yang bergelombang, roda-roda
   menerima gaya dari permukaan jalan. Gaya ini akan digunakan untuk mencegah
   roda-roda untuk bergoyang, bergerak secara berlebihan ataupun mengubah
   kemiringan roda.




                 Gambar 2.1. Suspensi Model Bebas
      Jenis-jenis dari suspensi model bebas antara lain :

a. Jenia Mac Pjerson
          Fungsi jenis Mac Pherson adalah sebagai kombinasi dari pegas,
   peredam kejutan dan pivot kemudi.

          Suspensi jenis mac pherson memeiliki beberapa jenis antara lain :

   1) Mac Phersop Strut
               Suspensi jenis ini biasanya digunakan pada endaraan roda depan
      untuk kendaraan kecil. Komponen-komponen sistem suspensi ini antara
      lain :

      - Pegas Coil : dipasang pada rakitan strut dan shock absorber
        dditempatkan pada rakitan strut. Bagian atas dipasang pada fender
        apron melalui bantalan karet dan bearing.
      - Cakran arm : dipasang pada suspensinya melalui bushing karet, selain
        itu ujung lainnya dipasang pada steering krikl arm lewat balgaint.
      - Stabilizer bar : dipasang lower arm melalui bushing arm
      - Start bar : dipasang pada lower arn dan ujung lainnya diikat pada cross
        member melalui bantalan karet.




               Gambar 2.2. Suspensi Mac Pherson Strut



   2) Tipe Mac Pherson Strut dengan lower arm berbentuk L
               Tipe ini biasa dgunakan pada mobil yang mesinnya didepan dan
      penggerak roda depan. Lower arm berbentuk L ini diikat ke body pada
      dua tempat melalui blushing dan ujung lainnya menuju steering knock
      melalui baljoint. Keuntungan tipe ini adalah dapat menahan gaya dari
      arah samping maupun dari depan dan belakang dan tidak lagi memakai
      strut bar.
    Gambar 2.3. Mac Pherson Strut dengan Lower Arm berbentuk L



b. Tipe Wishbone
            Pada suspensi ini roda-roda tidak disambung melalui poros-poros
   sehingga roda kanan dan kiri bergerak sendiri-sendiri. Suspensi tipe
   wishbone dibagi menjadi 2 bagian yaiotu wishbone bagian atas dan
   wishbone bagian bawah. Suspensi ini biasanya digunakan pegas coil.




                     Gambar 2.4. JenisWishbone



c. Jenis Semi – Trailing Arm
            Pada umumnya jenis ini memiliki konstruksi yang sederhana dan
   tidak memerlukan banyak tempat. Biasanya jenis ini digunakan pada
   kendaraan roda belakang dan mobil penumpang. Jenis ini dirancang untuk
   meningkatkan kekakuan dengan memperlihatkan beban dari samping dan
   memperkecil alignment yang terjadi pada saat roda bergerak ke atas dan
   bawah.
                         Gambar 2.5. Jenis Semi Trailing - Arm




               d. Jenis Strut Dua Link
                         Jenis ini digunakan pada mobil mesin depan dan penggerak roda
                  depan. Konstruksi jenis ini sangat sederhana dengan 2 buah suspensi arm
                  dan sebuah strut rod di tiap rodanya.




                                Gambar 2.6. jenis Strut Dua Link




3.2. Landasan Teori Sistem Suspensi Pada Kendaraan Minibus

    3.2.1. Bagian-bagian utama sistem suspensi dan fungsinya

           Dari berbagai macam suspensi yang telah disebutkan tadi, memiliki bagian-bagian
    yang menyusunnya dan tiap-tiap bagian memiliki fungsi dan kegunaan sendiri-sendiri.

           Adapun bagian-bagian dari sistem suspensi beserta fungsi-fungsinya antara lain :

    1. Pegas
Pegas dalam sistem suspensi memiliki 3 jenis yaitu :

a. Pegas daun
           Pegas daun terbuat dari baja campuran dengan perlakuan panas
   (treatmentheat). Pegas daun memegang sumber roda dengan baut U. pada umumnya
   pegas daun digunakan paad truk dan kendaraan komersial, karena kostruksinya
   yang sederhana namun menopang beban yang cukup berat.




                         Gambar 1.1. Pegas Daun




           Selain konstruksi pegas daun seperti di atas, masih ada lagi konstruksi lain
   yakni pegas dun ganda. Konstruksinya selain pegas utama yang letaknya di bawah,
   diatasnya ditambah lagi dengan pegas daun. Biasanya model ini dipakai pada
   kendaraan berbeban sangat berat.




                       Gambar 1.2. Pegas Daun Bertingkat



           Pegas daun biasanya disusun menjadi bentuk elips untuk mempertinggi
   elastisitasnya. Susunannya dimulai dari yang terpendej ke bawah, makin ke atas
   makin panjang platnya. Biasnya pegas daun terdiri atas 3 sampai 10 lembar plat
   baja yang tebalnya antara 3 sampai 6 mm. adapun fungsi pegas daun antara lain :

    Meneruskan gerakan an beban kendaraan dari rangka ke rumah axle roda.
    Menahan gaya tekan yang berubah-ubah dan mengakibatkan daya perlawanan
       yang berubah-ubah pula (gaya pemasangan).
b. Pegas koil
          Pegas coil dibuat dari baja campuran dengan perlakuan panas. Kemudian
   dibentuk menjadi bentuk gabungan. Jenis ini biasanya digunakan pada mobil
   penumpang untuk memberi kenyamanan dalam perjalanan.




                         Gambar 1.3. Pegas Koil



   Fungsi pegas koil :

    Meredam penugasan dengan arah tegak lurus.
    Menyerap getaran yang diterima roda.




c. Pegas batang torsi
          Pegas batang torsi berbentuk seperti pipa pegas yang panjang yang dibuat
   dari batang baja yang elastis. Ujung pegas dipandang pada lengan suspensi atas.
   Dan ujung pegas yang lain dipasang pada rangka kendaraan. Saat roda menerima
   benturan maka lengan suspensi akan memuntirkan batang torsi. Karena gaya ini
   batang torsi akan beraksi melawan puntiran sehingga terjadilah peredaman.




                         Gambar 1.4. Pegas batang torsi
2. Lengan Suspensi
   Lengan suspensi terdiri dari :

   a. Lengan pengontrol
      Terdiri dari lengan pengontrol atas dan bawah. Berguna untuk menahan engsel
      kemudian agar tak berayun kedepan atau ke belakang pada saat roda menerima
      benturan-benturan. Lengan pengontrol terbuat dari baja token.

   b. Batang penopang
      Terbuat dari batang baja atau pipa laju yang digunakan lengan suspensi bawah.

   c. Engsel kemudi dan unit poros roda




                           Gambar 2.1. Lengan suspensi




3. Pivot Suspensi
   Pivot artinya sumber kecil untuk engsel, yang dipakai pada suspensi yang berbeda :

   a. Bushing karat dipakai pada elngan suspensi depan dan belakang dengan lengan
      pengontrol dan tidak memerlukan pelumasan.
   b. Baljoint dipakai pada ujung luar lengan pengontrol suspensi depan yang
      meungkinkan roda depan dikemudikan. Baljoint terbuat dari baja dengan bantakan
      dibuat dll.
   c. Bus-bus logam dipakai pada mobil penumpang kendaraan komersial, dapat
      diperluas bajanya/dipelukan panas. Juga terdapat bus-bus kuningan. Bus-bus logam
      memerlukan pelumasan.
                              Gambar 3.1. Pivot suspensi


4. Shock Absorber
          Pada dasarnya shock absorber hanya sebauah piston yang bergerak didalam
   suatu tabung yang berdinding rangkap yang berisi minyak atau fluida. Supaya dapat
   bersirkulasi didalam tabung, minyak dibuat jalan atau celah kecil pada piston dan diberi
   katub pada tiap celah untuk mengatur sirkulasi. Karena minyk dipaksa mengalir lewat
   lubang-lubang kecil, maka sirkulasi minyak dan gerak piston jadi terhambat. Hal ini
   mampu meredam kejutan atau goncanan yang diterima roda.




                               Gambar 4.1. Shock Absorber




5. Batang Stabilizer
          Batang stabilizer berfungsi untuk mengurangi kemiringan kendaraan pada saat
   kendaraan berbelok dan juga dapat menambah kemampuan cengkeraman roda terhadap
   jalan yang dapat membuat kendaraan menjadi tetap stabil. Stabilizer dipasang pada
   lengan suspensi bawah melalui bushing karat dan ring dan ujung-ujung lain pada body
   melalui blushing karat. Batang stabilizer terbuat dari baja.
                            Gambar 5.1. Batang stabilizer




6. Bump Stop (Tonjolan Penghenti)
          Bup stop dipasang untuk mencegah kerusakan pada pegas jika gaya dipaksakan
   pada suspensi. Pada mobil penumpang dan kendaraan komersial ringan, bump stop
   biasanya terbuat dari karet dan berbentuk blok sehingga rumah porsa atau lengan
   pengontrol tidak cepat rusak jika bersntuhan dengannya. Ketika roda menerima
   benturan cukup keras dari jalan yang tidak rata, gaya yang akan diterima akan
   diteruskan ke poros roda dan pegas daun membentuk satu garis lurus. Untuk
   mengantisipasinya terjadi benturan antara poros roda dengan rangka maka dibuat bump
   stop (tonjolan penghenti). Bump stop biasanya dipasang pada rangka/chasis kendaraan.




7. Bushing Karet
          Bushing karet termasuk komponen peredam getaran. Bushing karet dipasang
   dantara poros shakle dengan mata pegas. Bushing karet berfungsi untuk menyerap atau
   meredam getaran dan mencegah supaya getaran yang terjadi tidak diteruskan ke body.
   Selain berfungsi sebagai peredam bushing karet juga berfungsi uhntuk membuat mata
   pegas dapat bergerak maju mundur ketika pegas melengkung karena pembebanan atau
   benturan.




                   Gambar 7.1. Bushing karet pada pegas daun
         Selain itu bushing karet juga terdapat pada pegas koil dengan fungsi yang sama
  yakni mencegah dan menyerap getaran agar tidak diteruskan menuju body, tetapi
  bearing yang menyebabkan kerusakan pada komponen maupun rasa tidak nyaman pada
  saat berkendara yang menyebabkan kerusakan komponen maupun rasa tidak nyaman
  pada saat berkendara.




                  Gambar 7.2. Bushng karet pada pegas koil


8. Komponen-Komponen Lain
  a. Batang melintang
             Dipasang pada rumah poros roda dan ujung yang lain dipasang pada rangka
     kendaraan. Berfungsi untuk menjaga agar poros pada posisinya walau kendaraan
     berbelok/mendapatkan beban dari samping.

  b. Batang memanjang
             Batang memanjang terbuat dari baja yang terpasang pada axle dan ujung
     yang lain diikat pada bracket strut bar yang terpasang pada chasis melaui bantalan
     karet. Strut bar berfungsi untuk menahan axle tetap pada posisinya atau tidak
     bergerak kedepan dan ke belakang pada saat terjadi benturan dari jalan dan pada
     saat terjadi proses pengeriman.

  c. Batang penahan momen
             Termasuk dalam jenis strut bar, namun konstruksinya lebih kecil dan
     letaknya di bagian atas axle. Berfungsi untuk menahan momen yang terjadi akibat
     benturan atau gaya pengeriman, sehingga axle tetap pada kedudukannya atau tak
     bergeser.

  d. Batang stabilizer pada poros rigid
             Batang jenis ini juga terbuat dari baja. Konstruksinya terletak pada rumah
     poros belakang dan kedua ujung yang lain terpasang pada chasis kendaraan.
     Dengan batang stabilizer kemungkinan pada saat berbelok tidak akan terlalu
     berlebihan dan roda-roda akan tetap menapak pada jalan.
                Gambar 8.1. Konstruksi batang melintang, batang memanjang,
                penahan momen dan batang stabilizer



3.3. Kompetensi Yang Dicapai

    1. Setelah mempelajari sistem suspensi siswa dapat mengetahui tentang sistem suspensi.
    2. Siswa dapat ,emgetahu permasalahan sistem suspensi.
    3. Siswa dapat mengetahu tentang penanganan permasalahan sistem suspensi.
    4. Siswa dapat membongkar dan memasang sistem suspensi.



3.4. Permasalahan Sistem Suspensi
    1. Kendaraan miring ke satu arah (kanan/kiri)
        Penyebab :

        a. Kendaraan dibebani sepihak
        b. Pegas suspensi sudah mlemah atau patah
        c. Umur pegas terlalu tua
        d. Penggantian suspensi tidak tepat
        e. Tekanan ban pengisian tidak sama
    2. Pantulan kendaraan terlalu lama
        Penyebab :

        a. Shock absorber sudah tua atau lemah suspensinya
        b. Tekanan ban terlalu tinggi



3.5. Pembahasan Masalah Sistem Suspensi
    1. Kendaraan miring ke satu arah (kanan/kiri)

        a. Kendaraan dibebani sepihak
               Agar kendaraan tidak miring ke satu arah maka kita harus mengatur posisi
       duduk kita. Untuk kendaraan umum, seperti minibus dapat dilakukan dengan cara :




                                                                                Gambar
       1.2 :    a. Minibus dengan penumpang berdiri yang tak aman

                      b. Minibus dengan penumpang berdiri yang aman

   b. Pegas suspensi sudah melemah atau patah
       Pembahasan :

       Pada kondisi ini, pegas suspensi harus diganti karena demi keamanan. Penggantian
       harus dilakukan secara keseluruhan dan secara bersama-sama.

   c. Umur pegas terlalu tua
       Pembahasan :

       Biasanya pegas yang umurnya sudah tua akan mudah rapuh, apalagi menerima
       benturan yang keras, biasanya pegas akan berubah bentuk dan membengkok, dalam
       hal ini pegas harus diganti.

   d. Penggantian suspensi tidak tepat
       Pembahasan :

       Kita harus mengganti pegas yang benar yaitu secara keseluruhan dan bersama-
       sama.

   e. Tekanan ban pengisian tidak sama
       Pembahasan :

       -   Lakukan pengecekan tekanan ban di setiap sisi kendaraan.
              Dengan alat pengukur tekanan ban, periksa ukuran ban ± 32 psi.
              Jika melebihi/kurang dari 32 psi perlu penambahan/pengurangan tekanan.
       -   Jika semua tekanan ban sama, pastikan kondisi fisik ban dalam keadaan baik
           tidak ada kerusakan seperti robek dan tergores.
2. Pantulan kendaraan terlalu lama

   Pembahasan :

   a. Memeriksa shock absorber
       -   Tekan shock absorber dengan kuat lalu tarik kembali dengan kuat juga.
             -   Jika saat ditarik jalannya tersendat-sendat, tidak lancer atau lambat, maka
                 kemungkinan besar dalam hidroliknya terdapat udara masuk, maka ita harus
                 membongkar shock absorber untuk membuang udara.
        b. Tekanan ban terlalu tinggi
             -   Ukur tekanan ban
             -   Jika terlalu tinggi/kurang, kurangi/tambahkan tekanan ban hingga 32 psi.
             -   Patikan semua ban bertekanan sama.



3.6. Persiapan Alat, Bahan dan Keselamatan kerja
             Sebelum melakukan servis/perbaikan pada system suspensi, maka kita harus
    melakukan persiapan alat. Adapun alat-alat yang dipersiapkan sebagai berikut :

     Alat
        a. Dongkrak
        b. Balok kayu
        c. Jack stand
        d. Tool box
        e. Palu karet
        f. Kunci roda
        g.   Obeng (+/-)
     Bahan
        Kendaraan yang akan diservis

     Keselamatan Kerja
                 Kelematan kerja harus diperhatikan oleh setiap mekanik, jangan sampai kita
        melupakan keselamatan kerja, apalagi yang dikerjakan adalah alat-alat berat dan keras
        yang memerlukan kekuatan besar. Apabila terjadi keteledoran maka akan berbahaya
        pada diri kita dan mekanik lain, misalnya dalam penggunaan kunci, harus
        menggunakan kunci yang tepat, ketika mengencangkan baut maka kita harus menarik,
        tidak boleh mendorong, karena dapat melukai anggota badan. Selain itu kita harus
        meletakkan mobil dalam keadaan yang rata dan jack stand harus diposisikan yang tepat,
        apabila tidak tepat maka kendaraan dapat meleset dan menimpa mekanik. Maka dari
        itu, kita harus menggunakan prosedur keselamatan kerja dalam praktek/kerja.




3.7. Langkah Kerja dan gambar kerja
    a. Kendaraan miring ke satu arah dan pantulan terlalu lama
         Pembongkaran
             1. Lepas baut pada shock breker (pemegang schoc breker)
             2. Lepas baut pada U-bolt
             3. lepas baut pada shackle, kemudian lepas shackle
             4. Lepas baut pada penggantung pegas daun, setelah pegas daun terlepas
  5. Lepas baut pengikat pegas daun (lepas retainer, pad, dan spring seat)
  6. Lepas semua lempengan pegas daun.
 Pemeriksaaan
  1. Periksa shock breker
     -   Kita periksa pemegang shock breker ke chasis
     -   Kita periksa tongkat piston
     -   Apabila minyak hidrolis berkurang, maka kita harus menambah isi minyak
         hidrolis
     -   Priksa pemegang shock breker ke axle, apabila shock rusak maka harus kita
         ganti.
     -   Periksa klep tekan ke ruang bawah
     -   Tekan shock breker dengan kuat lalu tarik kembali.




  2. Periksa keadaan pegas koil
     -   Apabila pegas sudah retak/patah segera ganti dengan yang baru.




  3. Periksa pegas daun
     -   Kita periksa rubber bushing dan bantalan karet
          Apabila bantalan telah aus atau rusak, maka kita harus mengganti.
     -   Periksa U-bolt dan shackle
          Apabila U-bolt telah retak bahkan patah, kita harus ganti dengan yang
             baru.
     -   Periksa keaf spring
          Periksa ketebalan plat baja antara 3 – 5 mm
             Apabila salah satu plat baja patah kita harus gain dengan yang baru atau
                dapat dengan dilas.
  Pemasangan
     1. Pasang plat baja pegas daun secara urut
         - Kencangkan baut penguat
     2. Pasangkan pada kendaraan
         - Letakkan ppegas pada chasis
         - Pasang kembali bantalan, dan shackle
         - Kencangkan baut pada pengikat
         - Setelah terpasang
         - Pasang pegas koil
         - Pasang shock breker, kemudian kencangkan baut pada pemegang shock.




                                      BAB IV

                                  PENUTUP




       Puji Syukur kepada Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis
dapat menyelesaikan tugas pelaksanaan Praktek Kerja Industri (Prakerin) dengan baik.
Tidak lupa mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang membantu dan
membimbing kami sehingga dapat menyusun laporan ini.

       Penulis Menyadari bahwa penyusunan Laporan ini sangatlah jauh dari
kesempurnaan, karena keterbatasan penyusun. Selanjutnya dengan tangan terbuka dan
lapang dada penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun walaupun
sedemikian sederhana hasilnya.
A.   Kesan

             Setelah melaksanakan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di BENGKEL MASH
     THUK, maka penulis mengambil kesan sebagai berikut:
        1.   Penulis mendapat pengetahuan dan ketrampilan yang sebagian belum didapat di
             Sekolahan .

        2.   Penulis merasakan bagaimana bekerja di dunia nyata.




B.   Kesimpulan

        1.   Kegiatan Prakerin berguna sebagai tempat untuk mewujudkan keahlian yang di
             percaya oleh sekolah untuk di praktekkan di dunia kerja.

        2.   Kegiatan Prakerin membantu untuk lebih mengenal dunia kerja sehingga siswa
             tidak canggung memasuki dunia kerja nyata.

        3.   Penulisan laporan Prakerin berguna bagi siswa untuk lebih mendalami apa yang
             dikerjakan selama Prakerin.

C.   Saran –saran

        1.   Saran untuk sekolah.

                a. Dalam kegiatan Prakerin kepada Guru pembimbing agar selalu memantau
                    kegiatan Prakerin anak didiknya.

                b. Waktu Prakerin hendaknya ditambah agar siswa dapat mendalami
                    pengalaman kerja lapangan tersebut

        2.   Saran untuk pihak bengkel.

                a. Hendaknya system kerja di Bengkel dapat lebih terorganisir dengan baik.

                b. Sebaiknya siswa-siswa Prakerin dapat melaksanakan tugas dengan
                    tanggung jawab yang tinggi, sehingga kegiatan pembelajaran dalam
                    bengkel dapat diperoleh oleh siswa dan didukung oleh pihak bengkel.
                                   DAFTAR PUSTAKA




Daryanto, Teknik pemeliharaan mobil, pemeriksaan dan perbaikan

              Jakarta: PT. Bumi Aksara

Boenarto, Cara pemeriksaan , Penyelesaian dan Chasis Mobil.

              Yogyakarta: Andi

								
To top