Docstoc

NARKOBA MENURUT HUKUM ISLAM.docx

Document Sample
NARKOBA MENURUT HUKUM ISLAM.docx Powered By Docstoc
					NARKOBA MENURUT HUKUM ISLAM

  20.54    Qbenk Manusia Pribumi

HUKUM MUKHADDIRAT (NARKOTIK)
Oleh Dr. Yusuf Qardhawi

Pertanyaan
Al-Qur'anul Karim dan Hadits Syarif menyebutkan pengharaman khamar, tetapi tidak
menyebutkan keharaman bermacam-macam benda padat yang memabukkan, seperti ganja dan
heroin. Maka bagaimanakah hukum syara' terhadap penggunaan benda-benda tersebut,
sementara sebagian kaum muslim tetap mempergunakannya dengan alasan bahwa agama tidak
mengharamkannya?


Jawaban
Segala puji kepunyaan Allah, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah. Wa
ba'du:
Ganja, heroin, serta bentuk lainnya baik padat maupun cair yang terkenal dengan sebutan
mukhaddirat (narkotik) adalah termasuk benda-benda yang diharamkan syara' tanpa
diperselisihkan lagi di antara ulama.
Dalil yang menunjukkan keharamannya adalah sebagai berikut:
1. Ia termasuk kategori khamar menurut batasan yang
dikemukakan Amirul Mukminin Umar bin Khattab r.a.:

"Khamar ialah segala sesuatu yang menutup akal."1

Yakni yang mengacaukan, menutup, dan mengeluarkan akal
dari tabiatnya yang dapat membedakan antar sesuatu dan
mampu menetapkan sesuatu. Benda-benda ini akan
mempengaruhi akal dalam menghukumi atau menetapkan
sesuatu, sehingga terjadi kekacauan dan ketidaktentuan,
yang jauh dipandang dekat dan yang dekat dipandang jauh.
Karena itu sering kali terjadi kecelakaan lalu lintas
sebagai akibat dari pengaruh benda-benda memabukkan itu.
2. Barang-barang tersebut, seandainya tidak termasuk
dalam kategori khamar atau "memabukkan," maka ia tetap
haram dari segi "melemahkan" (menjadikan loyo). Imam Abu
Daud meriwayatkan dari Ummu Salamah.

"Bahwa Nabi saw. melarang segala sesuatu yang
memabukkan dan melemahkan (menjadikan lemah)."2

Al-mufattir ialah sesuatu yang menjadikan tubuh loyo tidak
bertenaga. Larangan dalam hadits ini adalah untuk
mengharamkan, karena itulah hukum asal bagi suatu larangan,
selain itu juga disebabkan dirangkaikannya antara yang
memabukkan --yang sudah disepakati haramnya-- dengan mufattir
3. Bahwa benda-benda tersebut seandainya tidak termasuk dalam
kategori memabukkan dan melemahkan, maka ia termasuk dalam
jenis khabaits (sesuatu yang buruk) dan membahayakan,
sedangkan diantara ketetapan syara': bahwa lslam mengharamkan
memakan sesuatu yang buruk dan membahayakan, sebagaimana
flrman Allah dalam menyifati Rasul-Nya a.s. di dalam
kitab-kitab Ahli Kitab:

"... dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan
mengharamkan bagi mereka segala yang buruk ..."(al-A'raf:
157)

Dan Rasulullah saw. bersabda:

"Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh
memberi bahaya (mudarat) kepada orang lain."3

Segala sesuatu yang membahayakan manusia adalah haram:

"Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah
adalah Maha Penyayang kepadamu." (an-Nisa': 29)

"... dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam
kebinasaan ..." (al-Baqarah: 195)

Dalil lainnya mengenai persoalan itu ialah bahwa seluruh pemerintahan (negara) memerangi
narkotik dan menjatuhkan hukuman yang sangat berat kepada yang mengusahakan dan
mengedarkannya. Sehingga pemerintahan suatu negara yang memperbolehkan khamar dan
minuman keras lainnya sekalipun, tetap memberikan hukuman berat kepada siapa saja yang
terlibat narkotik. Bahkan sebagian negara menjatuhkan hukuman mati kepada pedagang dan
pengedarnya. Hukuman ini memang tepat dan benar, karena pada hakikatnya para pengedar itu
membunuh bangsa-bangsa demi mengeruk kekayaan. Oleh karena itu, mereka lebih layak
mendapatkan hukuman qishash dibandingkan orangyang membunuh seorang atau dua orang
manusia.
Syekhul lslam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya mengenai apa yang wajib
diberlakukan terhadap orang yang mengisap ganja dan orang yang mendakwakan bahwa semua
itu jaiz, halal, dan mubah?
Beliau menjawab:
"Memakan (mengisap) ganja yang keras ini terhukum haram, ia termasuk seburuk-buruk benda
kotor yang diharamkan. Sama saja hukumnya, sedikit atau banyak, tetapi mengisap dalam
jumlah banyak dan memabukkan adalah haram menurut kesepakatan kaum muslim. Sedangkan
orang yang menganggap bahwa ganja halal, maka dia terhukum kafir dan diminta agar bertobat.
Jika ia bertobat maka selesailah urusannya, tetapi jika tidak mau bertobat maka dia harus
dibunuh sebagai orang kafir murtad, yang tidak perlu dimandikan jenazahnya, tidak perlu
dishalati, dan tidak boleh dikubur di pemakaman kaum muslim. Hukum orang yang murtad itu
lebih buruk daripada orang Yahudi dan Nasrani, baik ia beriktikad bahwa hal itu halal bagi
masyarakat umum maupun hanya untuk orang-orang tertentu yang beranggapan bahwa ganja
merupakan santapan untuk berpikir dan berdzikir serta dapat membangkitkan kemauan yang
beku ke tempat yang terhormat, dan untuk itulah mereka mempergunakannya."
Sebagian orang salaf pernah ada yang berprasangka bahwa khamar Itu mubah bagi orang-orang
tertentu, karena menakwilkan firman Allah Ta'ala:
"Tidak ada dosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh karena memakan
makanan yang telah mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman dan
mengerjakan amalan-amalan yang saleh, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman,
kemudian mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan ..." (al-Ma'idah 93)
Ketika kasus ini dibawa kepada Umar bin Khattab dan dimusyawarahkan dengan beberapa orang
sahabat, maka sepakatlah Umar dengan Ali dan para sahabat lainnya bahwa apabila yang
meminum khamar masih mengakui sebagai perbuatan haram, mereka
dijatuhi hukuman dera, tetapi jika mereka terus saja meminumnya karena menganggapnya halal,
maka mereka dijatuhi hukuman mati. Demikian pula dengan ganja, barangsiapa yang
berkeyakinan bahwa ganja haram tetapi ia mengisapnya, maka ia dijatuhi hukuman dera dengan
cemeti sebanyak delapan puluh kali atau empat puluh kali, dan ini merupakan hukuman yang
tepat. Sebagian fuqaha memang tidak menetapkan hukuman dera, karena mereka mengira bahwa
ganja dapat menghilangkan akal tetapi tidak memabukkan, seperti al-banj (Ienis tumbuh-
tumbuhan yang dapat membius) dan sejenisnya yang dapat menutup akal tetapi tidak
memabukkan. Namun demikian, semua itu adalah haram menurut kesepakatan kaum muslim.
Barangsiapa mengisapnya dan memabukkan maka ia dijatuhi hukuman dera seperti meminum
khamar, tetapi jika tidak memabukkan maka pengisapnya dijatuhi hukuman ta'zir yang lebih
ringan daripada hukuman jald (dera). Tetapi orang yang menganggap hal itu halal, maka dia
adalah kafir dan harus dijatuhi hukuman mati.
Yang benar, ganja itu memabukkan seperti minuman keras, karena pengisapnya menjadi
kecanduan terhadapnya dan terus memperbanyak (mengisapnya banyak-banyak). Berbeda
dengan al-banj dan lainnya yang tidak menjadikan kecanduan dan tidak digemari. Kaidah syariat
menetapkan bahwa barang-barang haram yang digemari nafsu seperti khamar dan zina, maka
pelakunya dikenai hukum had, sedangkan yang tidak digemari oleh nafsu, seperti bangkai, maka
pelakunya dikenai hukum ta'zir.
Ganja ini termasuk barang haram yang digemari oleh pengisapnya dan sulit untuk ditinggalkan.
Nash-nash Al-Kitab dan As-Sunnah mengharamkan atas orang yang berusaha memperoleh
sesuatu yang haram sebagaimana terhadap barang lainnya. Dan munculnya kebiasaan memakan
atau mengisap ganja ini di kalangan
masyarakat hampir bersamaan dengan munculnya pasukan Tatar. Karena ganja ini muncul lantas
muncul pula pedang pasukan Tatar."4
Maksudnya, kemunculan atau kedatangan serbuan pasukan Tatar sebagai hukuman dari Allah
karena telah merajalelanya kemunkaran di kalangan umat Islam, diantaranya adalah
merajalelanya ganja terkutuk ini.
Di tempat lain beliau (Ibnu Taimiyah) berkata pula:
"Ada juga orang yang mengatakan bahwa ganja hanya mengubah akal tetapi tidak memabukkan
seperti al-banj, padahal sebenarnya tidak demikian, bahkan ganja itu menimbulkan kecanduan
dan kelezatan serta kebingungan (karena gembira atau susah), dan inilah yang mendorong
seseorang untuk mendapatkan dan merasakannya. Mengisap ganja sedikit akan mendorong si
pengisap untuk meraih lebih banyak lagi seperti halnya minuman yang memabukkan, dan orang
yang sudah terbiasa mengisap ganja akan sangat sulit untuk meninggalkannya, bahkan lebih sulit
daripada meninggalkan khamar. Karena itu, bahaya ganja dari satu segi lebih besar daripada
bahaya khamar. Maka para fuqaha bersepakat bahwa pengisap ganja wajib dijatuhi hukum
had(hukuman yang pasti bentuk dan bilangannya) sebagaimana halnya khamar.
Adapun orang yang mengatakan bahwa masalah ganja ini tidak terdapat ketentuan hukumnya
dalam Al-Qur'an dan hadits, maka pendapatnya ini hanyalah disebabkan kebodohannya. Sebab di
dalam Al-Qur'an dan hadits terdapat kalimat-kalimat yang simpel yang merupakan kaidah umum
dan ketentuan global, yang mencakup segala kandungannya. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur'an
dan al-hadits dengan istilah 'aam (umum). Sebab tidak mungkin menyebutkan setiap hal secara
khusus (kasus perkasus).
Dengan demikian, nyatalah bagi kita bahwa ganja, opium,Mheroin, morfin, dan sebagainya yang
termasuk makhaddirat (narkotik) --khususnya jenis-jenis membahayakan yang sekarang mereka
istilahkan dengan racun putih-- adalah haram dan sangat haram menurut kesepakatan kaum
muslim, termasuk dosa besar yang membinasakan, pengisapnya wajib dikenakan hukuman, dan
pengedar atau pedagangnya harus dijatuhi hukuman mati, karena ia memperdagangkan ruh umat
untuk memperkaya dirinya sendiri. Maka orang-orang seperti inilah yang lebih utama untuk
dijatuhi hukuman seperti yang tertera dalam firman Allah:

"Dan dalam qishash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup
bagimu, hai orang-orangyang berakal, supaya kamu bertakwa."
(al-Baqarah: 179)

Adapun hukuman ta'zir menurut para fuqaha muhaqqiq (ahli membuat keputusan) bisa saja
berupa hukuman mati, tergantung kepada mafsadat yang ditimbulkan pelakunya.
Selain itu, orang-orang yang menggunakan kekayaan dan jabatannya untuk membantu orang
yang terlibat narkotik ini,maka mereka termasuk golongan:

"... orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan
membuat kerusakan di muka bumi ..." (al-Ma'idah: 33)

Bahkan kenyataannya, kejahatan dan kerusakan mereka melebihi perampok dan penyamun,
karena itu tidak mengherankan jika mereka dijatuhi hukuman seperti perampok dan penyamun:

"... Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk
mereka di dunia, dan di akhirat mereka memperoleh siksaan
yang beraL" (al-Ma'idah: 33)

Tips Cara Menjauhi/Menghindari Narkoba/Narkotika Ajakan Menjadi
Pemakai Barang Haram / Setan
Mon, 27/10/2008 - 1:01am — godam64

Katakan tidak pada narkoba! Hanya orang bodoh yang bisa masuk ke dalam jeratan narkoba, zat
dan obat-obatan terlarang. Para pengedar dan pembuat barang-barang setan tersebut akan
melakukan berbagai promosi bujuk rayu menjebak mereka kepada orang-orang yang lemah iman
dan tidak punya akal sehat untuk menjadi budak mereka.
Orang-orang yang sudah terkena narkoba bisa dibilang mayat hidup karena mereka seperti budak
di mana jika dia tidak bisa mendapatkan barang haram tersebut dia akan rela melakukan apa pun
yang kita inginkan jika kita memiliki barang haram itu. Efek kecanduan / ketagihan pada
narkoba menyebabkan seseorang tidak konsen untuk menjalani hidupnya karena yang dipikirkan
hanya bagaimana cara agar bisa mengkonsumsi narkoba terus menerus.

Berikut ini adalah tips bagi anda untuk memperkuat benteng dalam melawan narkoba yang
mungkin anda akan butuhkan suatu saat nanti :

1. Pandai Memilih Teman / Pergaulan

Pergaulan yang salah bisa menyebabkan kita terperosok sehingga kita harus berhati-hati dengan
teman-teman kita sendiri. Kita pun harus berani mengatakan tidak pada narkoba serta
meninggalkan kawan-kawan kita yang dapat merusak kita.

Carilah teman yang baru jika teman yang lama hanya berupaya menjerumuskan kita ke lubang
yang dalam. Jika perlu pilih kawan yang biasa-biasa saja walaupun culun dan katro. Bergaul
dengan orang saleh / soleh umumnya bisa menyelamatkan kita dari jerat narkoba.

2. Belajar Membedakan Yang Baik Dan Yang Salah

Kita harus tahu, berani mengambil sikap dan konsisten pada berbagai hal di dunia ini. Jika kita
tidak mampu mengambil sikap yang terbaik bagi kita sendiri, maka setan-setan yang ada di
sekitar kitalah yang akan menentukan nasib kita selanjutnya. Jika sudah jelas itu narkoba dan
teman kita ajak kita pakai itu, ya tolak ajakannya, segera tinggalkan dia dan blacklist dia dari
kehidupan kita agar kita. Ambil keputusan dengan cepat dan tepat sebelum dia menguasai
pikiran kita dan akhirnya berani coba-coba.

3. Tingkatkan Iman dan Taqwa Kita Kepada Tuhan YME

Memakai narkoba itu dosa karena hanya menyakiti dan merusak tubuh dan pikiran kita sendiri.
Dengan dosa yang terakumulasi sedemikian besar maka setelah mati kita akan masuk neraka.
Narkoba juga menjauhkan kita dari Tuhan karena di otak kita hanya narkoba dan narkoba lagi
dan lagi.

4. Berhubungan Dengan Narkoba Itu Perbuatan Kriminal

Kita harus takut pada narkoba karena kalau polisi tahu kita memakai narkoba kita bisa langsung
dilempar ke penjara yang sunyi, dingin dan menakutkan. Dipenjara itu tidak enak karena kita
akan disiksa oleh penghuni tahanan lainnya serta diperas oknum dan penjahat lainnya.

5. Narkoba Adalah Candu Yang Menjadikan Kita Budak Setan

Sekali kita pakai narkoba maka selamanya kita akan ketergantungan pada benda haram tersebut.
Kita saja tidak ketergantungan pada nasi karena bisa makan mie. Tapi untuk kasus narkoba kita
tidak bisa mencari alternatif karena yang kita harus lakukan hanyalah pakai narkoba terus
menerus sampai mati. Dengan menjadi budak kita akan lebih mudah disetir orang yang punya
narkoba karena jika kita butuh dan hanya dia yang punya barang, maka kita bisa menyerahkan
seluruh harta dan nama baik kita untuk sedikit barang haram.

6. Narkoba Hanya Membuat Rugi

Narkoba itu mahal, sulit didapat, merusak akal sehat, merusak pikiran, berpotensi membunuh
kita, membuat kita tampil bodoh, bisa membuat kita masuk penjara, masuk neraka,
menghancurkan raga kita, menghancurkan hubungan keluarga dan orang lain, dan lain
sebagianya. Narkoba tidak ada untungnya karena keuntungan yang diberikan hanyalah semu
yang sementara namun duka yang mendalam berada di baliknya.

7. Terus Mengikuti Informasi

Modus-modus baru mungkin dapat bermunculan setiap saat. Hati-hati dan jangan sampai kita
terjebak karena kita tidak tanggap atas hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Jaga anggota keluarga
kita dengan menginformasikan mereka tentang narkoba yang terjadi di lingkungan sekitar.

Semoga anda selalu terbebas dari narkoba dan zat adiktif lainnya.


Narkoba
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

   Belum Diperiksa

Langsung ke: navigasi, cari
Sebotol heroin yang merupakan salah satu narkoba yang paling dikenal.

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah
lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah
Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif.

Semua istilah ini, baik "narkoba" atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya
mempunyai risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya
adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioparasi atau obat-
obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini presepsi itu disalah gunakan akibat pemakaian yang
telah di luar batas dosis.


Daftar isi
[sembunyikan]

      1 Penyebaran
      2 Efek
      3 Jenis
           o 3.1 Kontroversi
      4 Pemanfaatan
      5 Pranala Luar


[sunting] Penyebaran

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh
penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak
bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah
sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini
bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu
meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit
kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan
anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang
paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan
keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi
Narkoba.

[sunting] Efek

      Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu
       dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang
       sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD
      Stimulan , efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan
       otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga
       untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira
       untuk sementara waktu
      Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas
       fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan
       tidak sadarkan diri. Contohnya putaw
      Adiktif , Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena
       zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara
       tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja , heroin , putaw
      Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan
       rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian

[sunting] Jenis

      Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.

Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin)
dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam
hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.

      Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun
       lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-
       hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang
       berkepanjangan tanpa sebab).

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya
dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga
didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara
kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva
menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara
menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.

[sunting] Kontroversi

Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya
menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang yang berdasarkan bahan kimiawi dan
merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Di antara pengguna
ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euphoria (rasa gembira) yang berlebihan, serta
hilangnya konsentrasi untuk berpikir di antara para pengguna tertentu.

Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas dan
otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak
sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan
marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk
penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan
kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi.
Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di pengaruhi oleh jenis ganja
yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan
modern "Cannabis indica" yang berasal dari India dengan "Cannabis sativa" dari Barat, dimana
jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia.

Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongan tertentu
ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang
menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang
dihasilkan Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai
penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar
biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-
obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga
tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk
mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.

[sunting] Pemanfaatan

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat
kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.

Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih
bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat
disalahgunakan.

Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman
ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang
ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen
sayur dan umum disajikan.

Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap
dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

      Budidaya

Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin
pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

      Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang
       ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan
       sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu,
       dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan
       konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien
       morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk.
Kata "morfin" berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.

      Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat.

Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari
Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat
untuk mendapatkan “efek stimulan”.

Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata,
hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain
diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

				
DOCUMENT INFO
Stats:
views:5066
posted:11/18/2010
language:Indonesian
pages:10