dermatitis atopik

Document Sample
dermatitis atopik Powered By Docstoc
					                                STATUS PASIEN


I. IDENTIFIKASI
   Nama               : Nn. P
   Usia               : 17 tahun
   Jenis Kelamin      : Perempuan
   Status             : Belum menikah
   Agama              : Islam
   Pekerjaan          : Belum bekerja (pelajar)
   Suku               : Palembang
   Bangsa             : Indonesia
   Alamat             : Jl. Mayor Ruslan Palembang
   No rekam medik : 648833
   Kunjungan ketiga ke Poli IKKK RSMH, tanggal 9 Juli 2010


II. ANAMNESIS (Autoanamnesis, 9 Juli 2010 pukul 11.00 WIB)
   Keluhan Utama :
   Bercak merah di lengan bawah bagian depan kanan dan kiri sejak kisaran 1
   bulan yang lalu.


   Keluhan tambahan:
   Gatal di lengan bawah bagian depan kanan dan kiri sejak kisaran 1 bulan
   yang lalu.


   Riwayat Perjalanan Penyakit:
            Kisaran 6 bulan yang lalu, pasien datang ke poli IKKK dengan
   keluhan kulit kering dan bersisik di bagian tungkai bawah kiri bagian luar
   sejak kecil. Pasien diberi krim urea 10% 4 kali sehari, dioleskan pada bagian
   kulit yang kering, yaitu kulit tungkai bawah bagian luar, terkadang sehabis
   mandi.
            Kisaran 2 bulan yang lalu, pasien mengeluh timbul bintil merah yang
   terasa gatal pada lipatan siku kanan dan kiri, jumlah sekitar 100 buah, ukuran



                                        2
0,1 sampai 0,3 sentimeter. Gatal dirasakan hilang timbul namun lebih terasa
hebat pada saat pasien berkeringat dan malam hari. Pasien menggaruk daerah
lipatan siku kanan dan kiri. Bercak di daerah kepala yang berminyak tidak
ada. Pasien berobat ke poli IKKK diberi obat makan interhistin 2x1 tablet,
salep desoximetason 2 kali sehari, krim urea 10% 4 kali sehari, dioles pada
lipatan siku lengan kanan dan kiri serta kulit tungkai bawah kiri. Jumlah bintil
merah di lipatan siku lengan kanan dan kiri berkurang.
         Kisaran 1 bulan yang lalu, bintil merah pada lipatan siku lengan
kanan dan kiri pasien sudah tidak ada, tetapi muncul di lengan bawah bagian
depan kanan dan kiri. Bintil merah gatal terutama saat berkeringat dan malam
hari, ukuran 0,1 sampai 0,3 sentimeter, jumlah sekitar 100 buah. Pasien
menggaruk lipatan siku kanan dan kiri. Bercak di daerah kepala yang
berminyak tidak ada. Bintil merah tidak berminyak. Pasien memutuskan untuk
berobat ke poliklinik IKKK RSMH Palembang.


Riwayat Penyakit Dahulu:
- Riwayat kulit tungkai kiri bagian luar kering dan bersisik sejak kecil.
- Riwayat asma disangkal.
- Riwayat batuk pilek berulang disangkal.
- Riwayat garis pada telapak tangan kanan dan kiri sejak kecil.
- Riwayat timbul bintil merah sebelumnya di daerah tubuh yang lain yang
 hilang timbul.
- Riwayat infeksi kulit di puting mamae disangkal.
- Riwayat mata merah dan berair berulang disangkal.
- Riwayat penglihatan seperti melihat kabut disangkal.
- Riwayat timbul gatal bila memakai pakaian dari bahan wol atau bahan
 tertentu disangkal.
- Riwayat timbul bintil merah pada tubuh bila dalam keadaan emosi yang
 tidak stabil disangkal.




                                                                              3
  Riwayat Penyakit dalam Keluarga:
  - Riwayat penyakit yang sama (+) pada ayah pasien
  - Riwayat asma (+) pada nenek pasien.


  Riwayat Higiene:
  - Pasien mandi dua kali sehari dengan air ledeng dan memakai sabun batang.
  - Pasien memakai handuk yang dipakai sendiri.
  - Pasien mengganti pakaian setiap dua kali dalam sehari.
  - Pasien tidak memelihara hewan di rumah.


  Riwayat sosial ekonomi:
  - Pasien adalah pelajar yang tinggal dengan kedua orang tua.
  - Pasien belum bekerja.


III. PEMERIKSAAN FISIK
  Status Generalis
  Keadaan Umum : baik
  Keadaan sakit      : tampak sakit ringan
  Kesadaran          : compos mentis
  Tekanan Darah      : 120/80 mmHg
  Nadi               : 78 x/menit
  Suhu               : 36,5 °C
  Pernapasan         : 20 x/menit
  Tinggi Badan       : 151 cm
  Berat Badan        : 50 kg
  IMT                : 21,9 (normoweight)
  Status gizi        : cukup


  Keadaan Spesifik
  Kepala
         Wajah                 : tidak tampak pucat atau kemerahan




                                                                               4
       Mata          : konjungtiva     palpebra     anemis        tidak   ada,
                      konjungtiva palpebra hiperemis tidak ada, injeksi
                      silier tidak ada, konjungtivitis tidak ada, sklera
                      ikterik tidak ada, palpebra tidak edema, lensa
                      jernih, katarak subskapsular anterior tidak ada,
                      Dennie-Morgan       sign     tidak   ada,     periorbital
                      pigmentasi tidak ada, allergic-shinner tidak ada.
       Hidung        : bagian luar tidak ada kelainan, septum dan tulang-
                      tulang dalam perabaan baik. Selaput lendir dalam
                      batas normal, allergic-salute tidak ada, rhinitis
                      tidak ada.
       Telinga       : nyeri tekan processus mastoideus tidak ada,
                      selaput      pendengaran     tidak     ada     kelainan,
                      pendengaran baik.
       Mulut         : tonsil tidak ada pembesaran, lidah tidak pucat,
                      tidak ada atrofi papil, gusi tidak berdarah,
                      stomatitis tidak ada, rhagaden tidak ada, cheilitis
                      tidak ada.
       Tenggorokan   : faring tidak hiperemis
Leher                : tekanan vena jugularis (5-2) cmH2O, tidak terdapat
                      pembesaran KGB, lipatan leher anterior tidak ada,
                      dirty neck sign tidak ada.
Thoraks              : bentuk dada simetris, sela iga tidak melebar,
                      retraksi dinding dada tidak ada, eksim nipple tidak
                      ada.
       Jantung       : HR=80x/menit, murmur tidak ada, gallop tidak
ada.
       Paru-paru     : vesikuler (+) normal, ronchi tidak ada, wheezing
                      tidak ada, asma bronkial tidak ada.
Abdomen              : datar, lemas, nyeri tekan tidak ada, hepar dan lien
                      tak teraba, bising usus dalam batas normal.




                                                                             5
Ekstremitas atas           : eutoni, eutrofi, gerakan ke segala arah, kekuatan
                               +5, nyeri sendi tidak ada, pitting edema tidak ada,
                               refleks fisiologis normal, turgor normal, keratosis
                               pilaris tidak ada, dermatitis non-spesifik tidak ada.
       Kulit               : lihat status dermatologikus.
Ekstremitas bawah          : eutoni, eutrofi, gerakan ke segala arah, kekuatan
                               +5, nyeri sendi tidak ada, pitting edema tidak ada,
                               varises tidak ada, refleks fisiologis normal, turgor
                               normal, keratosis pilaris tidak ada, dermatitis non-
                               spesifik tidak ada.
       Kulit               : lihat status dermatologikus.
Kelenjar Getah Bening      :
   -   Inspeksi            : tidak ada pembesaran
   -   Palpasi             : tidak ada pembesaran


Status Dermatologikus
Regio antebrachii anterior dextra et sinistra:
Papul eritem multiple, ukuran diameter 0,1-0,3 cm, konfluen, sebagian diskret,
permukaan tidak rata ditutupi skuama halus selapis warna putih, batas tegas,
tepi tidak lebih aktif dari sentral, konsistensi lunak, sekitar tidak eritem, erosi
tidak ada.




                      Regio antebrachii anterior dextra




                                                                                   6
                               Regio Colli Posterior




                    Regio antebrachii anterior sinistra


Regio manus dextra et sinistra:
Hiperliniaritas Palmaris




Regio tibialis lateralis sinistra: xerosis kutis




                                                          7
IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG
   - Tes dermografisme
  -   Pemeriksaan mikroskopik preparat dengan KOH 10% tidak didapatkan
      hifa, artospora.


V. PEMERIKSAAN ANJURAN
   - Pemeriksaan kadar IgE serum
   - Pemeriksaan kultur bakteri regio antebrachii anterior dextra et sinistra,
      kultur bakteri dengan Muller Hinton agar dengan 4% NaCl.
   - Pemeriksaan darah rutin: hitung jenis


VI. RESUME
            Perempuan, pelajar, 17 tahun beralamat dalam kota datang ketiga
  kalinya ke Poli IKKK RSMH dengan keluhan utama bintil merah disertai
  gatal pada lengan bawah bagian depan kanan dan kiri sejak kisaran 1 bulan
  yang lalu.
            Kisaran 6 bulan yang lalu, pasien datang ke poli IKKK dengan
  keluhan kulit kering dan bersisik di bagian tungkai bawah kiri bagian luar
  sejak kecil. Pasien diberi obat krim urea 10% dioleskan pada kulit tungkai
  bawah kiri 4 kali sehari, termasuk sesudah mandi. Kisaran 2 bulan yang lalu,
  pasien mengeluh timbul bintil merah yang terasa gatal pada lipatan siku
  lengan kanan dan kiri, berjumlah jumlah sekitar 100 buah dengan ukuran 0,1-
  0,3 sentimeter. Gatal bertambah saat pasien berkeringat dan malam hari.
  Pasien menggaruk daerha gatal. Pasien berobat ke poli IKKK diberi obat
  makan interhistin 2x1, salep desoximetason 2 kali sehari, krim urea 10% 4 kali
  sehari, bintil merah pada lipatan siku lengan kanan dan kiri berkurang.
  Kisaran 1 bulan yang lalu, bintil merah pada lipatan siku lengan kanan dan kiri
  sudah tidak ada, tetapi muncul di lengan bawah bagian depan kanan dan kiri.
  Bintil merah gatal terutama saat berkeringat dan malam hari, jumlah sekitar



                                                                               8
  100 buah. Pasien menggaruk kulit yang gatal. Bintil merah tidak berminyak.
  Pasien berobat ke poliklinik IKKK RSMH Palembang.
            Ada riwayat kulit kaki kering dan bersisik sejak kecil. Ada riwayat
   penyakit yang sama (+) pada ayah pasien. Riwayat asma (+) pada nenek
   pasien. Dari pemeriksaan fisik didapatkan status generalikus dalam batas
   normal. Pada status dermatologikus regio antebrachii anterior dextra et
   sinistra: papul eritem, multipel, ukuran diameter 0,1-0,3 cm, konfluen,
   sebagian diskret, permukaan tidak rata ditutupi skuama halus selapis warna
   putih, batas tegas, tepi tidak lebih aktif dari tengah, konsistensi lunak, sekitar
   tidak eritem, pada status dermatologikus regio manus dextra et sinistra
   didapatkan hiperliniaritas palmaris, pada regio tibialis lateralis sinistra:
   xerosis kutis.
              Pemeriksaan mikroskopik preparat dengan KOH 10% (regio
  antebrachii anterior dextra et sinistra) tidak didapatkan hifa, artospora.


VII. DIAGNOSIS BANDING
    - Dermatitis atopik
    - Dermatitis seboroik
    - Tinea korporis


VIII. DIAGNOSIS KERJA
    Dermatitis atopik


IX. PENATALAKSANAAN
    Umum:
    1. Memberikan informasi kepada pasien mengenai penyakitnya dan
        pengobatannya. Karena kulit penderita yang lebih rentan terhadap bahan
        iritan, identifikasi dan menyingkirkan faktor yang memperberat penting,
        contoh sabun dan deterjen, kontak dengan bahan kimia, pakaian kasar,
        pajanan terhadap panas atau dingin yang ekstrim.
    2. Menyarankan kepada pasien untuk mengunakan obat secara teratur dan
        tidak menghentikan pengobatan tanpa seizin dokter.



                                                                                   9
   Khusus:
   Sistemik:
     - Anti histamin cetirizine tablet 1x10 mg/hari.


   Topikal:
     - hidrasi kulit dengan krim hidrofilik urea 10% 4 kali sehari.
     - Kortikosteroid: krim desoximetason 0,25% 2 kali sehari.


X. PROGNOSIS
   Quo ad vitam        : bonam.
   Quo ad functionam : bonam.
   Quo ad sanationam : dubia ad bonam.




                                                                      10
Kriteria diagnostik Dermatitis Atopik
Kriteria Hanifin Rajka
a. Kriteria mayor:
   1. Pruritus
   2. Morfologi dan distribusi lesi yang khas
   3. Dermatitis kronik dan rekuren
   4. Riwayat atopi pada personal dan keluarga
b. Kriteria minor:
   1. Xerosis
   2. Iktiosis
   3. Hiperliniaritas Palmaris
   4. Keratosis piliaris
   5. Reaktivitas tes kulit tipe cepat (Tipe I)
   6. Peningkatan Ig E serum
   7. Usia awitan dini
   8. Kecenderungan infeksi kulit
   9. Gangguan cell mediated imunity
   10. Kecenderungan dermatitis tangan dan kaki non-spesifik
   11. Eksim nipple
   12. Cheilitis



                                                               11
   13. Konjungtivitis rekuren
   14. Garis Dennie-Morgan
   15. Keratokonus
   16. Katarak subkapsular anterior
   17. Orbital darkening
   18. Pucat fasial
   19. Eritem fasial
   20. Ptiriasis alba
   21. Lipatan leher anterior
   22. Gatal saat berkeringat
   23. Intoleransi terhadap wol
   24. Intoleransi terhadap lipid solvents
   25. Perifollicular accentuation
   26. Intoleransi makanan
   27. Perjalanan penyakit dipengaruhi faktor lingkungan
   28. Dermografisme putih/ delayed blanch




Klasifikasi kortikosteroid topikal


Obat                                                       Potensi
Potensi paling rendah
Hydrocortisone                                             0.25–2.5%
Methylprednisolone acetate (Medrol)                        0.25%
Dexamethasonea (Hexadrol)                                  0.04%
Dexamethasonea (Decaderm)                                  0.1%
Methylprednisolone acetate (Medrol)                        1.0%
Prednisolone (meti-Derm)                                   0.5%
                 a
Betamethasone (Celestone)                                  0.2%
Potensi rendah
Fluocinolone acetonidea (Fluonid, Synalar)                 0.01%
Betamethasone valeratea (Valisone)                         0.01%



                                                                       12
Flurometholonea (Oxylone)                                 0.025%
Aclometasone dipropionate (Aclovate)                      0.05%
Triamcinolone acetonidea (Aristocort, Kenalog, Triacet)   0.025%
Clocortolone pivalatea (Cloderm)                          0.1%
Flumethasone pivalatea (Locorten)                         0.03%
Potensi sedang
Hydrocortisone valerate (Westcort)                        0.2%
Mometasone furoate (Elocon)                               0.1%
Hydrocortisone butyrate (Locoid)                          0.1%
Betamethasone benzoatea (Benison, Flurobate, Uticort)     0.025%
Flurandrenolideaa (Cordran)                               0.025%
                               a
Betamethasone valeratea (Valisone)                        0.1%
Desonide (Tridesilon, Desowen)                            0.05%
Halcinonidea (Halog)                                      0.025%
Desoximetasonea (Topicort L.P.)                           0.05%
Flurandrenolidea (Cordran)                                0.05%
Triamcinolone acetonidea                                  0.1%
                           a
Fluocinolone acetonide                                    0.025%
Potensi tinggi
Betamethasone dipropionatea (Diprosone)                   0.05%
Amcinonidea (Cyclocort)                                   0.1%
                    a
Desoximetasone (Topicort)                                 0.25%
Triamcinolone acetonidea                                  0.5%
Fluocinolone acetonidea (Synalar-HP)                      0.2%
Diflorasone diacetatea (Florone, Maxiflor)                  0.05%
Halcinonidea (Halog)                                      0.1%
Fluocinonidea (Lidex, Topsyn)                             0.05%
Potensi paling tinggi
Betamethasone dipropionatea dalam vehikulum (Diprolene)   0.05%
Diflorasone diacetatea dalam vehikulum (Psorcon)           0.05%
Clobetasol propionatea (Temovate)                         0.05%
a
    Steroid terflorinasi


                                                                   13
Klasifikasi antihistamin


Obat                               Formulasi
Antihistamin H1 generasi pertama
Chlorpeniramine                    2-, 4-, 8-, 12-mg tablet
                                   2mg/5 ml sirup
Cyproheptadine                     4 mg tablet
                                   2mg/5 ml sirup
Diphenhydramine                    25-, 50-mg tablet
                                   12,5 mg/5 ml sirup
                                   50 mg/5 ml sirup
                                   6,25 mg/5 ml sirup
                                   12,5 mg/5 ml sirup
Hidroxyzine                        10-, 25-, 50-, 100-mg tablet
                                   10 mg/5 ml sirup
Tripelennamine                     25-, 50-, 100-mg tablet
Antihistamin H1 generasi kedua
Acrivastine                        8- mg tablet
Azelastine                         2- mg tablet
Cetirizine                         5-, 10-mg tablet
                                   5mg/ml sirup
Desloratadine                      2,5-, 5-mg sirup
                                   5mg/ml sirup
Ebastine                           10-mg sirup
Fexofenadine                       30-, 60-, 120-, 180-mg tablet
Levocetirizine                     5-mg tablet
Loratadine                         5-mg tablet
                                   5-mg/ml suspense
Mizolastine                        10- mg tablet
Antihistamin H2
Cimetidine                         100-, 200-, 300-, 400-, 800-mg tablet



                                                                           14
                                          300 mg/5 ml sirup
                                          200 mg/20 ml sirup
Ranitidine                                75-, 150-, 300-mg tablet
                                          15 mg/ml sirup
Famotidine                                10-, 20-, 40-mg tablet
                                          40 mg/5 ml sirup
Nizatidine                                150-, 300-mg kapsul
                                          15 mg/5 ml sirup


Diskusi
   1. Bagaimana prognosis dermatitis atopik?
       Jawab:
       Prognosis dermatitis atopik dubia ad bonam karena setelah terdiagnosis,
       dicari faktor pencetus dermatitis atopik, karena intoleransi makanan,
       intoleransi pakaian bahan wol, pakaian dengan lipid solvent, kondisi
       emosional, dan lain-lain, serta penggunaan steroid dan antihistamin secara
       teratur diharapkan dapat mengontrol dermatitis atopik.


   2. Apa yang dimaksud tes dermografisme pada pasien dermatitis atopik?
       Jawab:
       Tes dermografisme merupakan tes goresan kulit pada penderita dermatitis
       atopic dengan cara menggores kulit yang sehat, dan akan timbul
       kemerahan pada goresan kulit dalam waktu 10-15 detik diikuti dengan
       vasokontriksi yang menimbulkan garis berwarna putih dalam waktu 10-15
       menit berikutnya. Pada pasien dermatitis atopik, jenis dermografisme
       adalah dermografisme putih (white dermographism).




                                                                                 15

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:1816
posted:11/16/2010
language:Indonesian
pages:14