Docstoc

Daily Market Review 11 November 2010

Document Sample
Daily Market Review 11 November 2010 Powered By Docstoc
					     C


                                                   INDOSURYA Morning Call                                                                                                                                                                            11-Nov-10

                    World Equity Index                ∆%                 Currencies                     ∆%                      Commodities                                        ∆%
                    JCI          3,756.97             0.52               USD           8,904.00        -0.01                    Crude Oil (US$/barel)                86.71        -0.03
                    DJIA        11,357.00             0.09               EUR           12,248.35       -0.92                    Gold (US$/Troy Oz)                1,402.80        0.39
                    S&P 500      1,218.71             0.44               GBP           14,236.17       -0.93                    Natural Gas ($/mmBtu)                 4.21        0.96
                    Nasdaq       2,578.78             0.62               AUD           8,936.95        -0.82                    Silver (US$/Troy Oz)                 27.43        2.58
                    FTSE 100     5,816.94            -0.99               CAD           8,846.52        -0.29                    Tins (US$/Metric Ton)            27,350.00        3.64
                    Nikkei 225   9,830.52             1.40               JPY/100       10,893.09       -1.10                    Nickel (US$/Metric Ton)          24,350.00        0.60
                    Hang Seng 24,500.60              -0.85               SGD            6,914.39       -0.11
                    KOSPI        1,967.85             1.05
                                                                                                                                      JCI Sectoral Index
                                      Close           ∆%                                              Close           ∆%                                                         Close           ∆%
                    Agri             2,344.56         1.74               Property                     204.74         0.34                                      LQ-45               690.17       -0.01
                    Mining           3,013.55        -0.68               Infrastructure               841.09         1.21                                      JII                 547.67       0.23
                    Basic-Ind         406.98          2.51               Finance                      493.22         1.33                                      MBX               1,085.89       0.64
                    Misc-Ind         1,018.78        -1.01               Trade                        426.11         -1.53                                     DBX                 502.48       -0.52
                    Consumer         1,162.52         0.07               Manufacture                  869.46         0.41

                    Total Transaksi Bursa                    ∆%                       Transaksi Asing                                        ∆%                Reksa Dana                                    NAB/Unit   7D ∆% 30D ∆%
                    Market Cap (Rp. Tr)             3,233.69 0.91                     Beli      Vol. (M. Shares)                     551.43 -19.36             Indosurya Balance Fund                          1,375.49  2.46   4.70
                    Volume (M. Shares)             7,325.30 19.26                               Value (Rp. B)                      1,766.81 2.90               Indosurya Equity Fund                           1,436.39  6.99   8.08
                    Value (Rp. B)                  6,687.47 4.05                      Jual      Vol. (M. Shares)                     681.80 59.95
                                                                                                Value (Rp. B)                      1,532.11 -0.67
                 Indosurya Global Analysis
                   Rekor baru kembali dicetak Bursa AS
                    Bursa saham AS kembali mencetak level tertinggi dalam penutupan perdagangan semalam. US$ melemah setelah pertemuan pemimpin Asia baru-baru ini untuk bergabung dengan misi melindungi pemulihan ekonomi
                    global. Indeks saham didorong perusahaan energi yang mencetak untung dengan kenaikan harga minyak. Saham blue chip turun dipimpin oleh saham Boeing Co dengan ditutup turun 3,2% setelah tes manufaktur
                    penerbangan mencari tahu penyebab pendaratan darurat. General Motors Co mencetak untung US$2 miliar pada Q3-10. Rencana The Fed membeli obligasi mendorong suku bunga rendah untuk meningkatkan konsumsi
                    dan pinjaman bank membuat ekspor AS kurang dibandingkan mata uang lain. Program The Fed ini tidak disetujui oleh Jerman, Jepang dan China dan hal ini dipertimbangan untuk dibicarakan pada pertemuan G20 di
                    Seoul.
                    Bursa Jepang kembali naik
                    Bursa Jepang naik pagi ini. Kondisi tersebut terjadi seiring pelemahan Yen atas US$. Alhasil, outlook sejumlah perusahaan yang berorientasi ekspor kian meningkat. Sementara, saham-saham perbankan melesat setelah
                    Deutsche Bank AG menaikkan peringkat. Saham-saham yang mencatatkan kenaikan antara lain: Toyota Motor Corp naik 1,8%, Canon Inc naik 0,8%, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc naik 1,5%, dan Inpex Corp naik
                    0,5%. Sentimen bisnis di AS secara bertahap mulai pulih sehingga mendorong penguatan dollar. Sementara, indeks Topix naik 0,6%. Sebelumnya, indeks Topix sudah turun 15% dari level tertingginya tahun ini pada 15
                    April lalu seiring krisis utang Eropa, langkah China memangkas harga properti, dan kecemasan akan pertumbuhan ekonomi AS.
                    Pertemuan negara-negara G-20 siap digelar hari ini
                    Hari ini, pertemuan negara-negara G-20 digelar di Seoul, Korea Selatan. Salah satu topik yang akan dibahas dalam pertemuan ini adalah soal perang mata uang. PM Jepang berjanji akan menjelaskan aksi Pemerintahnya
                    dalam menjaga nilai tukar Yen. Tokyo mengintervensi pasar pada September lalu untuk mempertahankan agar nilai tukar Yen tetap rendah. Pemerintah Jepang melakukan hal ini untuk menghindari terjadinya deflasi dan
                    turunnya daya saing ekspor. Pada dasarnya Jepang sudah setuju bahwa volatilitas mata uang yang berlebihan tidak baik. Dari sudut pandang tersebut, saya akan menjelaskan langkah pemerintah Jepang itu bila
                    diperlukan.


                 Indosurya Market Analysis
                   Jual KRAS, kepemilikan asing menjadi 5%
                    Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih saham KRAS senilai Rp 378,693 miliar sehingga kepemilikannya hanya tersisa 5%. Berdasarkan data perdagangan BEI, saham KRAS langsung melonjak hingga
                    menyentuh batas atas auto rejection Rp 420 (49,41%) ke level Rp 1.270/saham. Saham KRAS ditutup naik Rp 420 ke Rp 1.270. Total nilai transaksi mencapai Rp 1,994 triliun dengan volume perdagangan sebanyak
                    1.659.950.500 saham. Transaksi beli asing tercatat sebesar Rp 33,326 miliar dengan volume 27.819.500 saham. KRAS mencatatkan 15.755.000.000 saham di bursa. Porsi saham publik sebanyak 3.155.000.000 saham,
                    sekitar 20% dari total saham KRAS. Harga perdana sebesar Rp 850/saham. Investor domestik memperoleh bagian 13% atau sebanyak 2.050.750.000 saham senilai Rp 1,743 triliun. Porsi investor asing sebesar 7% atau
                    sebanyak 1.104.250.000 saham senilai Rp 938,612 miliar. Broker yang tercatat menjual saham KRAS paling banyak adalah CS, DX, dan BK.
                    APLN siap melantai di bursa, hari ini
                    PT Agung Podomoro Land Tbk akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham APLN pada hari ini. APLN akan dicatatkan di papan utama dengan jumlah saham yang dicatatkan
                    sebesar 20.500.000.000 saham. Ada pun saham itu terdiri dari jumlah saham pendiri sebesar 14.350.000.000 saham dan hasil initial public offering (IPO) sebesar 6.150.000.000 saham. Harga penawaran saham sebesar
                    Rp365 per saham dengan nilai nominal per saham sebesar Rp100.Perseroan berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,24 triliun dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp7,48 triliun. Sebelumnya jumlah saham yang
                    ditawarkan sebesar 6.150.000.000 saham dan jumlah saham yang dipesan sebesar 8.005.200.000. Jumlah pemesan ada 2.552 pihak dengan jumlah pemegang saham melalui IPO ada 2.537 pihak.Selain itu, P/E Ratio
                    Industri per 10 november 2010 sebesar 21,37 kali dan PBV Industri sebesar 1,55 kali. Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,09 triliun dan laba bersih sebesar Rp156,61 miliar pada Juni 2010

                    Pertamina akan jual listrik ke PLN
                    PT Pertamina (Persero) berencana untuk menjual listrik ke PLN. Listrik yang dijual ini berasal dari pembangkit listrik tenaga panas bumi atau geothermal yang dimiliki oleh Pertamina. Dengan harga minyak yang naik saat
                    ini, panas bumi atau geothermal menjadi daya tarik tersendiri. Kalau BBM itu harganya bisa 15-18 sen/kwh, panas bumi bisa ditekan ke 9 sen/kwh. Pertamina merasa optimistis untuk mengembangkan bisnis barunya ini.
                    Apalagi saat ini ada pembangkit listrik tenaga panas bumi di 15 wilayah kerja panas bumi. Di 2014, Pertamina menargetkan dari seluruh pembangkitnya tersebut dapat mencapai kapasitas produksi 1.324 megawatt.




                    Daily Our View Stock Action
                    Code           Open       High              Low       Close             S1          S2            S3            Pivot         R1                R2             R3            ∆%
                    LSIP          12,500     12,650            12,500     12,650          12,500      12,425        12,350         12,575       12,650            12,725         12,800         1.20
                    MEDC           3,900      3,900            3,775      3,800           3,788       3,719         3,663          3,844        3,913             3,969          4,038          -1.94
                    SGRO           3,250      3,250            3,150      3,225           3,188       3,119         3,088          3,219        3,288             3,319          3,388          1.57
                    BMRI           7,200      7,200            7,000      7,150           7,075       6,938         6,875          7,138        7,275             7,338          7,475          0.00
                    ASII          58,200     58,400            57,000     57,450          57,125      56,363        55,725         57,763       58,525            59,163         59,925         -1.20
                    BTPN          14,000     14,250            14,000     14,250          14,000      13,875        13,750         14,125       14,250            14,375         14,500         -0.35
                    HRUM           6,950      7,400            6,950      7,200           6,850       6,675         6,400          7,125        7,300             7,575          7,750          2.86
                    IMAS           6,750      6,850            6,650      6,700           6,625       6,538         6,425          6,738        6,825             6,938          7,025          -2.19
                    ADRO           2,500      2,500            2,400      2,400           2,400       2,350         2,300          2,450        2,500             2,550          2,600          -4.00
                    ITMG          55,000     55,000            52,400     53,500          52,950      51,375        50,350         53,975       55,550            56,575         58,150         -2.73

                 Reza Priyambada
Investment       Marissa Rahmatwati
      &          manajerinvestasi@indosurya.net / indosurya_securities@yahoo.com
 Research
  Division
                 PT Asjaya Indosurya Securities does not give any warranty in relation to the accuracy, completeness and reliability of this report as it only expresses his/her personal views. This report is prepared for internal use and the clients of PT Asjaya Indosurya
T 021-57905068
                 Securities only. PT Asjaya Indosurya Securities does not responsible for any transaction with regard to any recommendation mentioned in this report. The final desicion in in your hands. Please learned of risk & return first before making an investment.
F 021-57905069
                 Your Investment Partner                                                                                                                                                                                                                        1
                                                               INDOSURYA Morning Call
                                           IHSG




                                                                                    IHSG berhasil mencetak rekor kembali dengan menguat 0,52% ke level 3.756,967. Pencatatan perdana saham KRAS
                                                                                    berperan besar dalam pencetakan rekor baru ini dengan nilai transaksi Rp 2 triliun. Selain itu, kedatangan Presiden AS
                                                                                    dijadikan sentimen positif naiknya indeks. Pada awal sesi, laju IHSG sempat tertahan lantaran aksi profit taking yang
                                                                                    dilakukan investor asing, terutama pada saham KRAS. Meski aksi profit taking tersebut masih berlanjut, IHSG masih mampu
                                                                                    mencetak penguatan. Pada sesi 1, investor asing terlihat melepas saham KRAS senilai Rp 271,671 miliar. Diperkirakan IHSG
                                                                                    akan berada pada support 3.721-3.739 dan resistance 3.767-3.777. IHSG melanjutkan penguatan dengan membentuk
                                                                                    strengthen white body . MACD melanjutkan golden cross. RSI, Williams %R, dan Stochastic melanjutkan penguatan setelah
                                                                                    menyentuh area overbought.




                                           ADHI


                                                                                    ADHI menyiapkan dana sekitar Rp 2,7 triliun untuk menggarap proyek 5 ruas jalan tol di Jawa. Selain itu juga akan
                                                                                    membangun proyek PLN 10.000 MW senilai Rp 1,6 triliun. Seluruh proyek tersebut akan dimulai pada Q4-10. Tahun ini
                                                                                    ditargetkan kontrak baru sebesar Rp 9,8 triliun dimana sampai Oktober 2010 itu tercapai Rp 4 triliun. Sisanya ada ruas jalan
                                                                                    tol yang nilainya mencapai Rp 2,75 triliun dan proyek 10 MW dengan nilai Rp 1,6 triliun. Proyek jalan tol ini adalah proyek
                                                                                    dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dimana BPJT akan membangun 22 ruas jalan tol. Untuk laba bersih tahun 2010 ini,
                                                                                    ditargetkan sebesar Rp 185 miliar. Hingga September 2010, ADHI sudah berhasil meraih laba sebesar Rp 143 miliar.
                                                                                    Pendapatan ditargetkan Rp 6,07 triliun dimana sampai September 2010 sudah mencapai Rp 3,07 triliun. Pada 2011 capex
                                                                                    sebesar Rp 73 miliar. Diperkirakan ADHI berada pada support 920-930 dan resistance 690-980. Candle masih dalam tren
                                                                                    pelemahan. MACD masih bergerak melemah. RSI , Williams %R, dan Stochastic mulai mendekati areaoversold.
MORNING STOCKS NEWS & TECHNICAL REVIEW




                                           TLKM




                                                                                    Rencana sinergi antara Telkom Flexi dan Esia diperkirakan tidak akan tuntas pada tahun 2010 karena masih terjadi tarik-
                                                                                    menarik kepentingan akan skema merger. Diharapkan seluruh proses tuntas di 2011. Sementara itu, TLKM juga akan
                                                                                    memangkas alokasi belanja modal dari US$ 2 miliar menjadi US$ 1,5 miliar. Hal ini dilakukan karena terjadi efisiensi
                                                                                    infratruktur yang ongkosnya makin murah. Utamanya teknologi Cina. Diperkirakan TLKM bergerak dengan support 660-680
                                                                                    dan resistance 720-740. Candle mulai berbalik arah menguat dengan membentuk long white candle namun, agak sedikit
                                                                                    tertahan. MACD mulai berbalik arah dengan kecendrungan menguat. RSI, Stochastic, dan William's %R melanjutkan
                                                                                    penguatan menuju area overbought setelah berada di bawah area ovesold .




                                           INTP



                                                                                    INTP menganggarkan capex sebesar US$ 75 juta di 2011 yang diambil langsung dari kas perusahaan. Perseroan telah
                                                                                    merealisasikan antara kurang lebih 60% dari dana yang telah dianggarkan dalam capex tahun ini. Khusus untuk tahun
                                                                                    depan INTP akan menggunakan capex untuk membangun 2 unit penggilingan semen. Saat ini kapasitas produksi INTP
                                                                                    hingga akhir 2010 sebesar 18,6 juta ton. Dengan dibangunnya pabrik penggilingan tersebut maka kapasitas produksi akan
                                                                                    meningkat sebanyak 1,5-2 juta ton lagi. Sehingga kapasitas produksi bisa mencapai 20 juta ton lebih. Nilai investasinya,
                                                                                    mencapai US$ 70-80 juta dan diharapkan bisa selesai di 2013 atau dalam waktu 2-3 tahun ke depan. Diperkirakan INTP
                                                                                    bergerak dengan support 17.400-17.500 dan resistance 17.750-17.900. Shooting star telah terbentuk setelah membentuk
                                                                                    white full body mengindikasikan akan tertahannya penguatan. MACD mencoba mengindikasikan pola golden cross . RSI,
                                                                                    Stochastic, dan William's %R berusaha bergerak menuju area overbought namun, agak sedikit tertahan.




                                           JSMR




                                                                                    JSMR memperkirakan volume kendaraan yang akan menggunakan 13 ruas tol miliknya akan mencapai 950 juta sampai
                                                                                    akhir tahun. Peningkatkan realisasi volume kendaraan ini dipicu oleh kenaikan traffic hampir di seluruh ruas tol milik JSMR.
                                                                                    Rata-rata kenaikan sebesar 3-4%. Di sisi lain, capex JSMR sekitar Rp 2-3 triliun. Dana ini dialokasi untuk pembangunan
                                                                                    konstruksi 7 ruas tol baru yang sedang dikembangkan perseroan. Mulai Q1-11 kembali menaikkan tarif tol di 11 ruas di
                                                                                    kisaran 10-11%. JSMR bergerak dengan support 3.600-3.625 dan resistance 3.700-3.750. Candle mengindikasikan kenaikan
                                                                                    yang tertahan setelah membentuk Four Wahite candle . MACD masih melemah. RSI, Stochastic dan William's %R masih
                                                                                    mencoba bergerak menuju area overbought namun, mulai tertahan.




                                         Your Investment Partner                                                                                                                                  2
                                                                         INDOSURYA Morning Call
                                               KURVA YIELD OBLIGASI PEMERINTAH INDONESIA

                                                                                                                                                                                                            GOVERNMENT BOND INDEX                      ∆%      bps
                                                                                                                                                                                                            IGBI-Clean Price  120.2766                  -0.95 94.84
                                                                                                                                                                                                            IGBI-Gross Price  123.3392                  -0.91 91.21
                                                                                                                                                                                                            IGBI-Total Return 138.6479                  -0.90 90.10

                                                                                                                                                                                                            GOVERNMENT YIELD INDEX                     ∆%     bps
                                                                                                                                                                                                            IGBI-Effective Yield 7.2508                 0.18 17.77
                                                                                                                                                                                                            IGBI-Gross Yield     7.7959                 0.16 15.84




                                               KURVA YIELD OBLIGASI KORPORASI INDONESIA
MORNING GOVERNMENT & CORPORATE BOND REVIEW




                                             Sumber: www.ibpa.co.id



                                               Harga Benchmark Obligasi Pemerintah                      Harga Obligasi Korporasi Teraktif
                                               Seri       Kupon (%) Harga       ∆%                                  Seri                       Harga Rating           Maturity      Kupon (%)
                                               FR0027       9.50        112.44 -0.34                    Jasa Marga XI P 2003                    110.37 idAA           10-Oct-13       13.00
                                               FR0031       11.00       124.32 -0.94                    Bentoel I 2007                          104.25 idAAA          27-Nov-12       10.50
                                               FR0040       11.00       122.00 -1.61                    Sub. Bank Panin III 2010                 90.00 idAA-          09-Nov-17       10.05
                                               FR0052       10.50       117.05 -1.97                    ADMF IV E 2010                          100.40 idAA           29-Oct-14       9.25
                                               FR0050       10.50       118.25 -0.73                    Bank Panin II B 2007                     99.75 idAA           19-Jun-12       10.75

                                             Indosurya Bond & Sukuk Market Analysis
                                               Samurai Bond akan terbit 12 November 2010
                                               Penerbitan Samurai Bond tinggal menunggu waktu. Pemerintah berencana akan menetapkan waktu penerbitan pada 12 November mendatang. Pada penerbitan kali ini, Pemerintah berharap bisa mengantongi dana Rp 3
                                               triliun - Rp 6 triliun. Sampai saat ini Pemerintah masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Pemerintah berharap bisa mendapatkan bunga lebih bagus dari penerbitan Samurai Bond sebelumnya. Pada bulan
                                               Juli 2009 lalu pemerintah telah menerbitkan obligasi samurai senilai¥ 35 miliar yen. Obligasi tersebut berjangka waktu 10 tahun dengan bunga 2,73%.

                                               BI tidak lakukan lelang SBI 3 bulan
                                               Bank Indonesia (BI) untuk sementara tidak melakukan lelang instrumen Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertenor 3 bulan. Ini dilakukan untuk menggiring arus likuiditas ke instrumen bertenor jangka panjang. Lelang BI hari
                                               ini, BI sementara ini tidak menawarkan SBI 3 bulan. Yang ditawarkan adalah 6 dan 9 bulan. Ini untuk menggiring ekses likuiditas ke tenor jangka panjang. Namun pada saat yang sama, BI menawarkan term deposit
                                               berjangka waktu 1 dan 2 bulan. Penggunaan SBI 3 bulan dan term deposit kurang dari satu bulan akan bersifat situasional tergantung kondisi dan ekspektasi likuiditas yang ada.




                                             Your Investment Partner                                                                                                                                                                                       3
                                    INDOSURYA Morning Call




                                                                                   Head Office :

                                                                                   Grha Surya
                                                                      Komp. Taman Perkantoran Kuningan
                                                            Jl. Setiabudi Selatan I Kav. 9. Jakarta 12920. Indonesia
                                                                             Telp : 021 – 5790 5068
                                                                             Fax : 021 – 5790 4859
                                                                          Website: www.indosurya.net




                                                                               Branch Office :
               Jakarta Branch :                                            Medan Branch :
               Grha Kencana Lt. 2                                          West Plaza Lt. 5
               Jl. Perjuangan No. 88 Kebon Jeruk.                          Jl. Diponegoro No. 16 Medan 20152
               Jakarta Barat                                               Telp : 061 – 455 8545
               Telp : 021 – 5365 0385                                      Fax : 061 – 457 5548
               Fax : 021 – 5366 0695

               Ruko Mega Grosir Cempaka Mas Blok J No. 5                   Surabaya Branch :
               Jl. Letjend. Suprapto. Jakarta Pusat 10640                  Indosurya Tower Lt. 2
               Telp : 021 - 4288 3322                                      Jl. Basuki Rahmat 75. Surabaya
               Fax : 021 - 4288 0268                                       Telp : 031 – 535 3333



                Padang Branch :                                            Solo Branch :
                Jl. Belakang Olo No. 35A, Padang                           Jl. Slamet Riyadi No. 401
                Telp : 0751 – 841 845                                      Surakarta 57139
                Fax : 0751 – 841 894                                       Telp : 0271 – 711 958
                                                                           Fax : 0271 - 737 477
                Palembang Branch :
                Jl. Letkol. Iskandar No. 762. Palembang
                Telp : 0711 – 373 666
                Fax : 0711 - 367 149




kkkkkkkkkkk Your Investment Partner                                                                                    4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:73
posted:11/11/2010
language:English
pages:4