Docstoc

Tugas Delik Khusus KUHP

Document Sample
Tugas Delik Khusus KUHP Powered By Docstoc
					Universitas Ichsan Gorontalo




                               TUGAS KELOMPOK


                          DELIK KHUSUS KUHP


                                     JUDUL


                       Pengakuan Anak Secara Palsu

                                      Nama :


                               1. Sitty Qomarih Brekat

                               2. Iskandar Daulima




                   UNIVERSITAS ICHSAN GORONTALO


                                       2010
Universitas Ichsan Gorontalo




                                  PEMBAHASAN


         Dalam KUHP buku II salah satunya terdiri atas kejahatan terhadap

kehormatan, karena kehormatan merupakan bagian yang terpenting bagi setiap

manusia dimana setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang harus dilindungi

oleh hukum. Dalam kehidupan sosial masyarakat tentunya sering terjadinya

permasalahan yang timbul akibat dari penghinaan baik secara lisan atau dengan

tulisan, selain itu ada juga yang timbul akibat fitnah.


         Pengakuan anak secara palsu ini terdapat pada BAB XIII Kejahatan

Terhadap Asal Usul Dan Perkawinan, Dengan nama kualifikasi pengakuan palsu

(velsche ekenning) oleh pasal 278 KUHP diancam dengan maksimum hukuman

penjara tiga tahun bagi seorang laki-laki yang mengakui seorang lain sebagai

anaknya menurut pernyataan dari KUHPdt (BW) sedangkan diketahuinya dia

bukan bapaknya dari anak itu.


         Tindak pidana inipun hampir selalu berupa memberikan keterangan

palsu, yaitu kepada pegawai pencatatan sipil (Burgerlijk Stand) Pasal 280-289

KUH Pdt tentang pengakuan anak yang lahir diluar perkawinan (erkenning van

natuurlijke kinderen)


         Dalam pasal 278 KUHP berbunyi “Barang siapa mengakui seorang anak

sebagai anaknya menurut peraturan Kitab Undang- undang Hukum Perdata,

padahal diketahuinya bahwa dia bukan ayah dari anak tersebut, diancam karena

melakukan pengakuan anak palsu dengan pidana penjara paling lama tiga tahun.”
Universitas Ichsan Gorontalo




         Penjelasan yang dapat diambil dari masalah ini adalah pengakuan

seorang laki-laki terhadap seorang anak yang diakui menjadi anaknya, sedangkan

dia mengetahui bahwa anak ini bukanlah anak biologis darinya. Selanjutnya

pengakuan anak secara palsu ini secara spesifikasi dikhususkan hanya untuk laki-

laki, dan tidak berlaku bagi perempuan, dalam pasal 278 KUHP dengan jelas

dikatakan bahwa padahal diketahuinya dia bukan ayah dari anak tersebut ini

cukup jelas bahwa pengakuan anak secara palsu ini hanya berlaku bagi laki-laki.


         Adapun pertimbangan penology yang dapat memberatkan dari perbuatan

pidana ini karena dia (laki-laki) melakukan kebohongan publik dengan

menyembunyikan asal usul dari anak tersebut. Pengakuan secara palsu ini lebih

spesifkasi lagi, karena pengakuan palsu ini dilakukan di depan pegawai catatan

sipil. Pasal yang berkaitan juga dengan pengakuan anak secara palsu ini adalah

pasal 277 (1) KUHP, yakni “Barang siapa dengan salah satu perbuatan sengaja

menggelapkan asal-usul orang, diancam karena penggelapan asal-usul, dengan

pidana penjara paling lama enam tahun.” Tuntutan undang-undang ini jauh lebih

berat dari tuntutan pasal 278. Perbuatan pengakuan anak secara palsu juga dapat

dikategorikan sebagai tindak pidana penggelapana asal usul orang. Karena dengan

dia mengakui anak itu sebagai anaknya maka otomatis asal usul dari anak tersebut

menjadi susah untuk dilacak.


         Sedangkan jika dilihat dari sisi sosiolgis, ini mungkin akibat gejala

hukum yang terjadi di tengah-tengah masyarakat modern yang hidup dan

berkembang bersama karakteristik yang tubuh, hal sosiologis ini juga dipengaruhi

pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang nyaris hampir tak ada
Universitas Ichsan Gorontalo




batasan gender. Sehingga timbulah tindak kejahatan baru cabang dari kejahatan

pengakuan palsu. Pengakuan yang diberikan ini biasa saja akibat menyelamatkan

masa depan anak tersebut secara hokum formil. Namun disisi lain juga ini menjadi

kendala di dalam peundang-undangan pidana.


         Belakangan ini banyak anak yang diakui sebagai anak angkat, hal ini

berbeda dengan pengakuan anak secara palsu, karena dalam proses adopsi anak,

turut diketahui oleh Negara melalui pengadilan atas perpindahan hak asuh anak

tersebut, yang jelas berbeda denganperbuatan pidana pada pasal 278 KUHP dan

Pasal 277 KUHP
Universitas Ichsan Gorontalo




                               KESIMPULAN


         Intinya dari masalah pengakuan anak secara palsu ini adalah termasuk

dalam kategori kejahatan terhadap asal usul perkawinan, seseorang yang telah

mengakui seorang anak yang diketahui bukan anaknya akan tetapi tetap diakui

sebagai anaknya menurut ketentuan KUH Pdt


         Lama hukuman yang dapat dijatuhkan kepada pelaku pengakuan anak

secara palsu ini maksimal 3 tahun penjara. Pengakuan anak secara palsu juga

dapat dikategorikan sebagai pengakuan palsu.


         Anak adopsi yang diangkan oleh sebuah keluarga secara sah melalui

undang-undang tidak menjadi subjek dari pasal 278 dan 277 KUHP
P

				
DOCUMENT INFO
Stats:
views:1323
posted:11/10/2010
language:Indonesian
pages:5
Description: Dalam KUHP buku II salah satunya terdiri atas kejahatan terhadap kehormatan, karena kehormatan merupakan bagian yang terpenting bagi setiap manusia dimana setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang harus dilindungi oleh hukum. Dalam kehidupan sosial masyarakat tentunya sering terjadinya permasalahan yang timbul akibat dari penghinaan baik secara lisan atau dengan tulisan, selain itu ada juga yang timbul akibat fitnah.