Pengaruh Lingkungan Terhadap Penyebaran Malaria by xenskepia

VIEWS: 5,175 PAGES: 11

									                                                                                 1


           Pengaruh lingkungan terhadap
               Penyebaran Malaria

                                   ABSTRAK

        Malaria merupakan penyakit menular pada derah tropis dan subtropis yang
disebabkan oleh plasmodium. Penularan malaria dilakukan oleh nyamuk Anopheles.
Peningkatan kasus malaria berkaitan dengan kondisi lingkungan. Terdapat tiga faktor
yang berperan dalam penyebaran malaria, yaitu agent, host, dan environment.
Penyebaran malaria terjadi bila ketiga faktor tersebut saling mendukung. Manajemen
lingkungan untuk pengendalian vektor ditujukan untuk menginduksi perubahan-
perubahan dalam lingkungan sebagai upaya pemutusan siklus hidup nyamuk dan
menghambat propagasinya dengan mengurangi breeding site. Pengendalian
lingkungan merupakan pendekatan yang efektif pada situasi di mana habitat
perkembangbiakan nyamuk dalam skala relatif kecil dan daerahnya mudah
diidentifikasi.

Kata kunci : Malaria, Anopheles, Plasmodium, Lingkungan




             Pendahuluan                     malariae, P.vivax, P.falciparum dan
                                             P.ovale. Penularan malaria dilakukan
    Malaria adalah salah satu penyakit
                                             oleh nyamuk Anopheles. Selain karena
yang disebabkan oleh parasit yang
                                             gigitan nyamuk, malaria juga dapat
dapat menyebabkan kesakitan dan
                                             ditularkan langsung melalui transfusi
kematian      terbesar   di    negara
                                             darah atau melalui jarum suntik yang
berkembang.1 Malaria disebabkan oleh
                                             tercemar darah yang mengandung
protozoa obligat intra selular dari
                                             parasit, atau dari ibu hamil kepada
genus plasmodium. Pada manusia,
                                             bayinya.2
malaria dapat disebabkan oleh P.
                                                                                              2



  Malaria      merupakan          salah       satu   merendahkan kualitas sumber daya
penyakit menular yang sangat dominan                 manusia      yang      mestinya      masih
didaerah tropis dan subtropis.3 Malaria              produktif.      Laporan        pertemuan
merupakan       penyakit       endemik          di   konsultasi antar negara (Report of an
Indonesia. Derajat endemisitas malaria               Intercountry Consultation, 2004) di
                                                     Manesar-Haryana,        WHO        regional
di Indonesia berbeda antara satu
                                                     office, India dilaporkan bahwa dalam
daerah dengan daerah lain. Data hasil
                                                     kurun waktu lima tahun telah terjadi 2-
Suevei Kesehatan Rumah Tangga
                                                     3 juta kasus setiap tahunnya dan
(tahun 2001 (SKRT) menunjukkan
                                                     kematian kira-kira 4000-5000 kasus.
jumlah penderita malaria klinis di
                                                     Sekitar 21 juta kasus di kawasan Asia
seluruh Indonesia mencapai 15 juta
                                                     Tenggara, malaria menjangkiti semua
orang    dan     43     ribu      diantaranya
                                                     kelompok umur.2
meninggal dunia.
                                                           Direktorat           Pemberantasan
  Tahun        2006,     wabah        malaria
                                                     Penyakit Menular (P2M) menggaris
dinyatakan sebagai Kejadian Luar
                                                     bawahi secara umum, bahwa program
Biasa. (KLB) di 7 provinsi, dengan
                                                     pemberantasan malaria belum berhasil,
jumlah    penderita     mencapai          1.107
                                                     disebabkan oleh faktor epidemiologi
orang. Sedangkan tahun 2007, KLB
                                                     dan    faktor       operasional.    Faktor
terjadi di 8 provinsi dengan jumlah
                                                     epidemiologi       berhubungan     dengan
penderita mencapai 1256 orang dan
                                                     perubahan lingkungan di Indonesia,
mengakibatkan 74 orang diantaranya
                                                     dan juga disebabkan oleh kurangnya
meninggal dunia.3
                                                     pengembangan yang praktis, misalnya
  Malaria meningkat seiring dengan                   rendahnya    pemahaman        masyarakat
kekurangan      gizi,    krisis     ekonomi,         untuk memelihara jenis ikan pemakan
                                          4
kerusuhan, dan bencana alam.                   Di    jentik di kolam. Meningkatnya malaria
daerah endemis malaria menurunkan                    juga dapat disebabkan oleh curah
taraf hidup manusia, terutama anak-                  hujan yang tidak merata, kelembapan
anak, ibu hamil dan menyusui, serta                  tinggi dan meningkatnya suhu.1
                                                                                           3



  Peningkatan kasus malaria juga                         Sporozoit     infeksius        dari
berkaitan dengan kondisi lingkungan                 kelenjar         ludah          nyamuk
fisik rumah yaitu mudah tidaknya                    Anopheles betina dimasukkan
nyamuk masuk ke dalam rumah yang                    ke      dalam     darah         manusia
dipengaruhi      oleh        ventilasi     yang     melalui         tusukan         nyamuk
dipasang      kawat         kasa,     kerapatan     tersebut.      Dalam      waktu       30
dinding    dan      adanya          langit-langit   menit jasad tersebut memasuki
rumah. Kondisi lingkungan sekitar                   sel-sel     parenkim       hati      dan
rumah yang mendukung perindukan                     dimulai stadium eksoeritrositik.
nyamuk yaitu ada tidaknya tempat                    Di     dalam     sel     hati    parasit
perindukan dan persinggahan nyamuk                  tumbuh menjadi skizon dan
di sekitar rumah. Pada siang hari                   berkembang menjadi merozoit.
nyamuk        Anopheles             balabacensis    Sel hati yang mengandung
ditemukan istirahat di semak-semak                  parasit pecah dan merozoitt
dan kandang kambing yang terbuat                    keluar dengan bebas.
dari bambu. Tempat pembiakkannya di                      Siklus eritrositik dimulai saat
parit atau selokan dan di genangan-                 merozoit        memasuki          sel-sel
                        3
genangan air jernih.                                darah merah. Parasit tampak
                                                    sebagi          kromatin          kecil,
        Siklus Hidup Plasmodium
                                                    dikelilingi      oleh      sitoplasma
                 Malaria
                                                    yang membesar, bentuk tidak
     Parasit malaria memerlukan dua                 teratus dan mulai membentuk
macam      siklus       kehidupan         untuk     tropozoit,tropozoit berkembang
kelangsungan hidupnya, yaitu siklus                 menjadi          skizon           muda,
hidup di dalam tubuha manusia terjadi               kemudian berkembang menjadi
pertumbuhan bentuk aseksual dan                     skizon matang dan membelah
siklus hidup nyamuk Anopheles terjadi               menjadi        merozoit.        Dengan
fase reproduksi seksual.3                           selesainya pembelahan tersebut
                                                    sel darah merah pecah dan
a) Siklus hidup aseksual
                                                    merozoit, pigmen dan sisa sel
                                                                                  4



keluar dan memasuki plasma                       manusia maka sporozoit masuk
darah. Parasit memasuki sel                      ke dalam darah dan mulailah
darah merah lainnya untuk                        siklus pre eritrositik.5
mengulangi siklus skizogoni.5
                                                    Cara penularan malaria
b) Siklus hidup seksual
   Terjadi    di     dalam         tubuh         1. Penularan secara ilmiah
nyamuk. Gametosit bersama                          Penularan ini terjadi melalui
darah tidak dicerna oleh sel-sel                 gigitan nyamuk Anopheles.
lain. Pada makrogamet (jantan)
kromatin membagi menjadi 6-8                     2. Penularan yang tidak ilmiah
inti yang bergerak ke pinggir                    - Malaria bawaan (congenital)
parasit. Di pinggir ini beberapa                   Terjadi pada bayi yang baru
filament      dibentuk         seperti           dilahirkan     karena      ibunya
cambuk dan bergerak aktif                        menderita malaria. Penularan
disebut                mikrogamet.               terjadi melalui tali pusat atau
Pembuahan          terjadi     karena            plasenta.
masuknya       mikrogamet            ke
dalam      makrogamet              untuk         -Secara mekanik
membentuk           zigot.         Zigot           Penularan      terjadi   melalui
berubah bentuk seperti cacing                    transfusi darah melalui jarum
pendek disebut ookinet yang                      suntik.
dapat menembus lapisan epitel
dan membran basal dinding                        -Secara oral(melalui mulut)
lambung. Ditempat ini ookinet                      Cara penularan ini pernah
membesar dan disebut ookista.                    dibuktikan pada burung, ayam,
Di dalam ookista dibentuk                        burung dara dan monyet.
ribuan     sporozoit     menembus
                                             Pada umumnya sumber infeksi bagi
kelenjar     nyamuk          dan    bila
                                           malaria pada manusia adalah manusia
nyamuk       menggigit/menusuk
                                                                                             5



lain yang sakit malaria baik dengan             Beberapa penelitian menunjukkan
gejala maupun tanpa gejala klinis.3             bahwa       perempuan             mempunyai
                                                respon imun yang lebih kuat
        Epidemiologi Malaria
                                                dibandingkan             dengan      laki-laki,
  Epidemiologi malaria adalah ilmu              namun       kehamilan             menambah
yang mempelajari faktor-faktor yang             resiko     malaria.         Malaria      pada
menentukan distribusi malaria pada              wanita hamil mempunyai dampak
masyarakat       dan           pemanfaatan      buruk terhadap kesehatan ibu dan
pengetahuan         tersebut         untuk      anak seperti berat badan lahir
menanggulanginya.2                  Dalam       rendah (BBLR), arbutus, lahir
epidemiologi selalu ada 3 faktor yang           prematur           dan     kematian      janin
                                                               2
diselidiki. Penyebaran malaria terjadi          intrauterin.
bila ketiga faktor tersebut saling
                                               Beberapa faktor intrinsik yang dapat
mendukung.3
                                             mempengaruhi            manusia          sebagai
1. Agent ( parasit malaria )                 penjamu penyakit malaria antara lain:

  Agar dapat hidup terus sebagai                -Usia/umur
spesies, parasit malaria harus ada di           -Jenis kelamin
dalam tubuh manusia untuk waktu                 -Suku/ras
yang cukup lama dan menghasilkan                -Status perkawinan
gametosit jantan dan betina pada saat           -Riwayat penyakit sebelumnya
yang sesuai untuk penularan. Parasit            -Cara hidup
juga harus menyesuaikan diri dengan             -Keturunan
sifat-sifat spesies nyamuk Anopheles            -Status gizi
yang   antropofilik     agar     sporogoni      -Tingkat imunitas3
dimungkinkan      dan      menghasilkan         a.Nyamuk (host definitif)
sprozoit yang infektif.1
                                                   Nyamuk                Anopheles       yang
   2. Host (penjamu)                            menghisap darah hanya nyamuk
   -Manusia (host intemediet)                   Anopheles betina. Beberapa sifat
                                                                                             6



dan perilaku nyamuk Anopheles                           P.vivax,      14-15     hari     untuk
betina yang sangat penting adalah :                     P.malariae dan P.ovale.2

      -Tempat hinggap/istirahat                         1.Suhu udara
      a.Eksofilik : nyamuk hinggap
                                                       Suhu udara sangat mempengaruhi
      dan istirahat diluar rumah
                                                     panjang pendeknya siklus sporogoni
      b.Endofilik : nyamuk hinggap
                                                     atau masa inkubasi ekstrinsik, dan
      dan istirahat di dalam rumah
                                                     sebaliknya makain rendah suhu makin
                                                     panjang masa inkubasi ekstrinsik.
      -Tempat menggigit
      a.Eksofagik          :       lebih     suka       2.Kelembapan udara
      menggigit di luar rumah
                                                       Kelembapan      yang     rendah    akan
      b.Endofagik          :       lebih     suka
                                                     memperpendek        umur          nyamuk.
      menggigit di dalam rumah
                                                     Kelembapan mempengari kecepatan
                                                     berkembang         biak,      kebiasaan
      -Obyek yang digigit
                                                     menggigit, istirahat dan lain dari
      a.Antrofofilik           :    lebih    suka
                                                     nyamuk.
      menggigit manusia
      b.Zoofilik       :           lebih     suka       3.Hujan
      menggigit binatang3
                                                       Besar kecilnya pengaruh tergantung
                                                     pada jenis hujan, derasnya hujan,
3.Environment (lingkungan)
                                                     jumlah hari hujan, jenis vektor dan
     Faktor geografi dan meterologi                  jenis perindukan. Hujan yang diselingi
di           Indonesia                      sangat   panas akan memperbesar kemungkinan
menguntungkan transmisi malaria                      berkembangiaknya anopheles.
di     Indonesia.          Pengaruh          suhu
                                                            4.Angin
berbeda bagi setiap spesies. Pada
suhu      26,7OC           masa        inkubasi        Kecepatan angin pada saat matahari
ekstrinsik adalah10-12 hari untuk                    terbit dan terbenam merupakan saat
P.falciparum, dan 8-11 hari untuk                    terbangnya nyamuk ke dalam atau
                                                                                            7



keluar rumah. Jarak terbang nyamuk               mengendalikan faktor lingkungan yang
dapat diperpendek atau diperpanjang              dapat menyebabkan penyakit.6
tergantung kepada arah angin.
                                                      Lingkungan sosial budaya
         5.Sinar matahari
                                                 Kebiasaan     berada     di   luar     rumah
  Anopheles         Sudaicus     lebih    suka   sampai larut malam akan memudahkan
tempat       yang       teduh.    Anopheles      kontak dengan nyamuk eksofilik dan
hyrcanus lebih menyukai tempat yang              eksofagik.       Tingkat         kesadaran
terbuka. Anopheles barbirostris dapat            masyarakat tentang bahaya malaria
hidup baik di tempat teduh maupun                akan mempengaruhi kesediaan untuk
tempat yang terang.                              memberantas      malaria      antara     lain
                                                 dengan       menyehatkan       lingkungan,
         6.Arus air
                                                 menggunakan      kelambu,       memasang
  Anopheles barbirostris menyukai                kawat    kasa      pada       rumah      dan
tempat perindukan yang airnya statis             menggunakan obat nyamuk. Berbagai
atau     mengalir     sedikit.    Anopheles      kegiatan manusia seperti pembangunan
minimus menyukai tempat perindukan               bendungan,        pembuatan            jalan,
yang aliran airnya cukup deras dan               pertambangan       dan        pembangunan
Anopheles letifer di tempat yang airnya          pemukiman baru (transmigrasi) sering
             3
tergenang.                                       mengakibatkan perubahan lingkungan
                                                 yang menguntungkan malaria (“man-
  Kesehatan lingkungan mempelajari
                                                 made malaria”).2
dan menangani hubungan manusia
dengan           lingkungan              dalam
                                                    Lingkungan dan Penyebaran
keseimbangan          ekosistem      dengan
                                                                 Malaria
tujuan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat       yang     optimal    melalui
                                                   Manajemen        lingkungan          untuk
pencegahan terhadap penyakit dan
                                                 pengendalian vektor ditujukan untuk
gangguan            kesehatan        dengan
                                                 menginduksi        perubahan-perubahan
                                                 dalam    lingkungan       sebagai      upaya
                                                                                            8



pemutusan siklus hidup nyamuk dan
menghambat        propagasinya         dengan       1) Anopheles acononicus
mengurangi breeding site. Lingkungan               Di Indonesia nyamuk ini terdapat
air diketahui sebagai faktor kritis              hampir diseluruh kepulauan, kecuali
terhadap     siklus        hidup     nyamuk.     Maluku dan Irian. Biasanya             dapat
Pengendalian      lingkungan         ditujukan   dijumpai di dataran rendah tetapi lebih
diarahkan untuk membuat perubahan-               banyak didapat di daerah kaki gunung
perubahan lingkungan air atau praktek            pada       ketinggian      400-1000      m.
penggunaannya.                                   Jentiknya terdapat         di   sawah dan
  Pengendalian                     lingkungan    saluran irigasi. Sawah yang akan
merupakan pendekatan yang efektif                ditanami dan mulai diberi air, yang
pada    situasi       di    mana       habitat   masih ada batang padi dan jerami yang
perkembangbiakan           nyamuk       dalam    berserakan, merupakan sarang yang
skala relatif kecil dan daerahnya                sangat baik. Nyamuk dewasa hinggap
mudah      diidentifikasi.         Manajemen     dalam rumah dan kandang, tetapi
lingkungan        juga      sangat      cocok    tempat hinggap yang paling disukai
diterapkan pada daerah berpopulasi               ialah di luar rumah, pada tebing yang
padat (perkotaan).                               curam,     gelap   dan      lembab.    Juga
  Menurut Lindsay, S.W., Manajemen               terdapat     diantara    semak     belukar
lingkungan dimaksudkan bukan untuk               didekat sarangnya. Jarak terbangnya
menggantikan strategi pengendalian               dapat mencapai 1,5 km, tetapi mereka
lainnya, tetapi lebih memberikan dasar           jarang terdapat jauh dari sarangnya.
bagi    pendekatan          terpadu      guna    Terbangnya pada malam hari untuk
mengurangi         paparan         insektisida   menghisap darah.3
terhadap manusia maupun lingkungan                  2) Anopheles balabacensis
dibandingkan        dengan         pemakaian       Anopheles balabacensis ditemukan
insektisida.2                                    sepanjang tahun baik pada musim
                                                 hujan maupun musim kemarau. Pada
  Kondisi lingkungan yang sesuai                 musim              hujan              tempat
       dengan bionomik vector                    perkembangbiakan         spesies   tersebut
                                                                                             9



adalah     di   aliran     mata     air     yang    rumah pada tempat-tempat yang teduh
tergenang, di genangan-genangan air                 antara lain di kandang sapi dan kerbau,
hujan di tanah, dan di lubang - lubang              di semak-semak, di lubang-lubang di
batu. Sering didapatkan juga pada parit             tanah pada tebing dan lubang-lubang
yang alirannya terhenti. Pada musim                 tempat pembuangan sampah. Selama
kemarau sumber air tanah berkurang                  penangkapan pada siang hari tidak
sehingga         terbentuk          genangan-       pernah       menemukan          Anopheles
genangan        air   sepanjang           sungai.   maculatus istirahat di dalam rumah.
Genangan-genangan             air        tersebut   Jarak terbangnya kurang lebih 1 km
dimanfaatkan             sebagai          tempat    tetapi mereka jarang terdapat jauh dari
perkembangbiakkan                   Anopheles       sarangnya dan lebih suka mengigit
balabacensis. Nyamuk dewasa lebih                   binatang dari pada manusia.3
suka menghisap darah manusia dari                      4) Anopheles sundaicus
pada darah binatang.3                                 Tempat        perindukan        nyamuk
   3) Anopheles maculates                           Anopheles sundaicus umumnya di air
  Spesies       nyamuk       ini    umumnya         payau yang banyak tumbuhan air atau
berkembangbiak            pada      genangan-       lumut dan mendapat sinar matahari
genangan air tawar jernih baik di tanah             langsung seperti muara sungai yang
seperti di mata air, galian-galian pasir            tergenang, di lagun, dan di genangan-
atau belik, genangan air hujan maupun               genangan air payau diantara hutan
genangan air di sungai yang berbatu-                bakau      dengan   salinitas     1,2-2%.
batu kecil yang terbentuk karena                    Nyamuk dewasa senang hinggap di
sumber air kurang sehingga air tidak                dalam rumah.3
mengalir        dan       menggenang           di     Menurut     penelitian     yang     telah
sepanjang sungai serta mendapat sinar               dilakukan    oleh   Bastian,     2007     :
matahari          langsung.              Perilaku   “Variabel lingkungan fisik; genangan
menghisap       darah      baik     di     dalam    air payau menunjukkan bahwa adanya
maupun di luar rumah paling banyak                  pengaruh     terhadap   kasus       malaria
sekitar pukul 22.00. Spesies ini pada               (OR=12.267 dan p=0,000), sedangkan
siang hari ditemukan istirahat di luar              kolam, pH air, dan salinitas air (kadar
                                                                             10



garam) tidak berpengaruh terhadap          Malaria merupakan penyakit yang
kasus malaria. Variabel lingkungan       sangat dominan pada daerah tropis dan
biologi; keberadaan kandang ternak       subtropis. Kasus penyakit malaria
menunjukkan bahwa adanya pengaruh        semakin meningkat seiring dengan
terhadap kasus malaria (OR=4,250 dan     perjalanan    waktu.        Lingkungan
p=0,012), sedangkan ganggang / lumut     merupakan salah satu faktor yang
/ tanaman air, musuh alami (predator)    berperan penting dalam penyebaran
tidak   berpengaruh   terhadap   kasus   malaria. Lingkungan merupakan faktor
malaria.4                                kritis dalam siklus nyamuk yang
                                         merupakan host definitif dan tempat
            Kesimpulan                   berlangsungnya     siklus      seksual
                                         plasmodium yang merupakan parasit
                                         penyebab penyakit malaria.
                                                                                       11



Daftar Pustaka                                      1/ [diakses pada : 5 Oktober
                                                    2010].
1.    Asa        AT.       2005      .Kajian   4.   Bastian.         2007.          Faktor
      Manajemen               Lingkungan            Lingkungan               Pemukiman
      Terhadap Kejadian Malaria di                  Setelah          Tsunami          dan
      Daerah Endemis Kecamatan                      Dampaknya         terhadap      Kasus
      Kakuluk      Mesak          Kabupaten         Malaria di Kabupaten Bireun
      Belu.       Tesis.      Universitas           Propinsi     Nanggroe            Aceh
      Diponegoro.http://eprints.undip               Darussalam [abstrak]. Tesis.
      .ac.id/14527 [diakses pada : 5                Universitas Gajah Mada. http://
      Oktober 2010].                                arc.ugm.ac.id/files/Abst_(2806-
2.    Capah       T    .2008.        Kajian         H-2007).pdf [diakses pada : 5
      Perencanaaan            Manajemen             Oktober 2010]
      Lingkungan       dalam        Program    5.   Zein U. 2005. Penanganan
      Pengendalian          Malaria       di        Terkini Malaria Falciparum.
      Kabupaten Asmat Tahun 2008.                   Universitas Sumatera            Utara.
      Tesis.Universitas Diponegoro.                 http://repository.usu.ac.id/bitstr
      http://eprints.undip.ac.id/17983              eam/123456789/3372/1/penyda
      /   [diakses pada : 5 Oktober                 lam-umar6.pdf [diakses pada :
      2010].                                        5 Oktober 2010]
3.    Pamela AA. 2009. Hubungan                6.   Friaraiyatini,     et    all.   2006.
      Kondisi      Fisik     Rumah      dan         Pengaruh     Lingkungan           dan
      Lingkungan       Sekitar       Rumah          Perilaku Masyarakat terhadap
      dengan Kejadian Malaria di                    Kejadian Malaria di Kab.Barito
      Desa       Ketosari         Kecamatan         Selatan Propinsi Kalimantan
      Bener Kabupaten Purworejo.                    Tengah [abstrak]. Universitas
      Skripsi.                Universitas           Airlangga.http://www.journal.u
      Muhammadiyah                Surakarta.        nair.ac.id/filerPDF/KESLING-
      http://etd.eprints.ums.ac.id/596              2-2-02.pdf       [diakses pada : 5
                                                    Oktober 2010].

								
To top