Download - coba

Document Sample
Download - coba Powered By Docstoc
					Daftar isi

Halaman 1
Halaman 2

Halaman 3

Halaman 4

Halaman 5

Halaman 6

Halaman 7

Halaman 8

Halaman 9

Halaman 10

Halaman 11

Halaman 12
back


Alasan Komputer Harus Di Shut Down



Setiap kali kita menggunakan komputer, setelah selesai harus melakukan proses shut Down.
Nah, biasanya kita kadang suka males nungguin proses shutdown yang agak lama, jadi
langsung kita cabut aja dari stop kontaknya Nah bagi yang pernah kayak gitu mending baca
ini dulu deh. Bila kita terlalu sering mematikan komputer dengan cara mematikan hubungan
listrik ke komputer tanpa melakukan proses Shut Down, ada beberapa kendala yang akan
terjadi :


1. Pada saat proses shutdown komputer akan meregistrasi ulang komponen komputer yang
terpakai (digunakan) dan software serta data yang dipakai atau yang di delete. Kalau kita
mematikan komputer secara langsung, maka komponen atau software serta data yang
digunakan tidak dapat disimpan kedalam registrasi, sehingga bila terjadi masalah pada
komputer maka komputer tidak dapat mengadakan system recofery berdasarkan tanggal atau
waktu yang di tetapkan.

2. Pada saat proses shutdown, processor memberikan perintah kepada bios untuk
menghentikan segala pekerjaan2 komponen peralatan, sehingga arus atau daya yang terpakai
diputus secara normal, tapi kalau kita mematikan langsung maka komponen komputer secara
mendadak mati tanpa pemutusan arus secara normal sehingga lama kelamaan akan
menimbulkan kerusakan pada komponen komputer.

3. Pada saat proses shutdown fan komputer akan bekerja duakali lebih cepat untuk proses
pendinginan processor, kalau kita mematikan komputer secara langsung, maka pendinginan
processor tidak bekerja secara normal maka lama-kelamaan processor bisa rusak.

4. Pada saat proses shutdown system memory akan dikosongkan, sehingga pada saat
komputer dipakai lagi maka memory sudah benar-benar dalam keadaan refresh, kalau kita
mematikan komputer secara langsung maka besar kemungkinan memory bisa rusak.
Itulah sebabnya mengapa pada saat proses shutdown komputer lama untuk mati. Oleh
sebab itu hendaknya jika mematikan komputer harus melakukan proses shutdown bila kita
tidak ingin ada masalah kerusakan pada system komputer kita baik softwarenya maupun
hardwarenya.
back



Cara Kerja Bios
Begitu PC dihidupkan, BIOS akan memeriksa hampir SEMUA KOMPONEN. Kali ini,
CHIP mengulas proses yang terjadi dan bagaimana Anda dapat mempercepat PC hanya
dengan beberapa setting BIOS.

BIOS : 14 Tahun Tanpa Perubahan Besar

Sistem booting yang seragam dimulai sejak 11 Januari 1996. Beberapa perusahaan sepakat
membuat sebuah standar BIOS dalam “BIOS Boot Specification”. Sampai saat ini, standar
yang menjadi sistem operasi untuk sistem (bootstrap loader) tersebut masih digunakan untuk
mengatur sistem operasi.

BIOS saat INI:
Bila sistem operasi senantiasa ditawarkan dengan feature-feature baru, BIOS masih tetap
seperti dahulu. Kondisi tersebut memang disengaja. Me*nurut sumber CHIP, produsen tidak
i*ngin menawarkan feature “yang aneh-aneh” di BIOS karena tidak jarang hal tersebut dapat
menimbulkan kerusakan.
Spoiler for Bios:

MASA DEPAN beragam:
EFI-BIOS terbaru mendukung native 64 bit dan memiliki interface grafis. Namun, sampai
saat ini, jarang sekali PC yang dilengkapi dengan EFI karena tidak kompatibel dengan
motherboard yang ada. Hanya Apple yang menggu*nakan BIOS jenis ini sejak 2006. CHIP
akan menunjukkan bagaimana Anda dapat meng-install Mac OS pada PC dengan sebuah
EFI-Trick.

Bila semuanya berjalan lancar, Anda sekilas akan mendengar suara “beep”. Bagi kebanyakan
pengguna, sinyal ini merupakan tanda bahwa komputer dalam keadaan baik dan PC sudah
siap menjalankan sistem operasi. Namun, jarang ada yang mengetahui apa saja yang terjadi
sepanjang detik pertama sampai bunyi “beep” terdengar. Suplai listrik, CPU, RAM, koneksi
hard disk, controller, dan mainboard; semuanya diperiksa oleh BIOS (Basic Input Output
System). Kali ini, kita melihat lebih dekat, apa saja yang diperiksa oleh BIOS sebelum
komputer menjalankan sistem operasi yang sebenarnya.

BIOS yang digunakan oleh komputer terbaru sekalipun sebenarnya sudah ber*umur tahunan,
tetapi masih tetap yang terbaik. Penerusnya memang sudah tersedia, yaitu EFI (Extensible
Firmware Interface) yang mendukung sistem 64 bit sehingga cocok untuk generasi PC masa
depan. Berkat graphical user interface, EFI lebih mudah dikonfigurasi daripada komputer
dengan BIOS saat ini. Super-BIOS baru ini baru digunakan oleh komputer Mac dan hanya
sedikit PC yang menggu*nakannya. Bagaimana protokol BIOS yang digunakan hampir oleh
90 persen komputer saat ini, semuanya diulas di sini.
back

Jaringan komputer

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer, software dan perangkat
jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan
dari jaringan komputer adalah:

       Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk
       Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
       Akses informasi: contohnya web browsing

Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan
memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client)
dan yang memberikan/mengirim layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut
dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

       Local Area Network (LAN): suatu jaringan komputer yang menghubungkan suatu komputer
       dengan komputer lain dengan jarak yang terbatas.
       Metropolitant Area Network (MAN): prinsip sama dengan LAN, hanya saja jaraknya lebih
       luas, yaitu 10-50 km.
       Wide Area Network (WAN): jaraknya antar kota, negara, dan benua. ini sama dengan
       internet.

Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai
client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus
didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak
memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan
fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:

       Client-server

       Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server.
       Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah
       sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server.
       Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah
       server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail
       server, web server, file server, database server dan lainnya.

       Peer-to-peer

       Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client
       secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows
       Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak
       akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama
       data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari
       B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi
       sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini
       dinamakan peer to peer.
   back


   Pembagian jaringan komputer
1. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data
      o Jaringan terpusat
      o Jaringan terdistribusi
2. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:
      o Jaringan LAN

   merupakan jaringan yang menghubungkan 2 komputer atau lebih dalam cakupan seperti
   laboratorium, kantor, serta dalam 1 warnet.

       o   Jaringan MAN

   Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya
   jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.

       o   Jaringan WAN

   Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT Telkom, PT.
   Indosat, serta jaringan GSM Seluler seperti Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.

3. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses data.
      o Jaringan Client-Server

   Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer
   yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah
   melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat
   mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server menyediakan informasi
   yang diperlukan oleh komputer client.

      o Jaringan Peer-to-peer
4. Berdasarkan media transmisi data
      o Jaringan Berkabel (Wired Network)

   Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan
   penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi
   dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

       o   Jaringan Nirkabel(WI-FI)

   Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini
   tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan
   gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer
   jaringan.
back

Memori komputer

Memori fisik merupakan istilah generik yang merujuk pada media penyimpanan data
sementara pada komputer. Setiap program dan data yang sedang diproses oleh prosesor akan
disimpan di dalam memori fisik. Data yang disimpan dalam memori fisik bersifat sementara,
karena data yang disimpan di dalamnya akan tersimpan selama komputer tersebut masih
dialiri daya (dengan kata lain, komputer itu masih hidup). Ketika komputer itu direset atau
dimatikan, data yang disimpan dalam memori fisik akan hilang. Oleh karena itulah, sebelum
mematikan komputer, semua data yang belum disimpan ke dalam media penyimpanan
permanen (umumnya bersifat media penyimpanan permanen berbasis disk, semacam hard
disk atau floppy disk), sehingga data tersebut dapat dibuka kembali pada lain waktu.

Memori fisik umumnya diimplementasikan dalam bentuk Random Access Memory (RAM),
yang bersifat dinamis (DRAM). Mengapa disebut Random Access, adalah karena akses
terhadap lokasi-lokasi di dalamnya dapat dilakukan secara acak (random), bukan secara
berurutan (sekuensial). Meskipun demikian, kata random access dalam RAM ini sering
menjadi salah kaprah. Sebagai contoh, memori yang hanya dapat dibaca (ROM), juga dapat
diakses secara random, tetapi ia dibedakan dengan RAM karena ROM dapat menyimpan data
tanpa kebutuhan daya dan tidak dapat ditulisi sewaktu-waktu. Selain itu, hard disk yang juga
merupakan salah satu media penyimpanan juga dapat diakses secara random, tapi ia tidak
digolongkan ke dalam Random Access Memory.

Penggunaan Memory Komponen utama dalam sistem komputer adalah Arithmetic Logic
Unit (ALU), Control Circuitry, Storage Space dan piranti Input/Output. Jika tanpa memory,
maka komputer hanya berfungsi sebagai digital signal processing devices, contohnya
kalkulator atau media player. Kemampuan memory untuk menyimpan data, instruksi dan
informasi-lah yang membuat komputer dapat disebut sebagai general-purpose komputer.
Komputer merupakan piranti digital, maka informasi disajikan dengan sistem bilangan
binary. Teks, angka, gambar, sudio dan video dikonversikan menjadi sekumpulan bilangan
binary (binary digit atau disingkat bit). Sekumpulan bilangan binary dikenal dengan istilah
BYTE, dimana 1 byte = 8 bits. Semakin besar ukuran memory-nya maka semakin banyak
pula informasi yang dapat disimpan di dalam komputer (storage devices). Berikut ini
beberapa gambar yang bisa mewakili bagaimana cara informasi disimpan dalam memory dan
bagaimana data ditransfer dari satu bagian ke bagian lainnya.
back




Papan induk




Sebuah papan induk.

Papan induk (motherboard) adalah papan sirkuit tempat berbagai komponen elektronik
saling terhubung seperti pada PC atau Macintosh dan biasa disingkat dengan kata mobo.

Motherboard yang banyak ditemui dipasaran saat ini adalah motherboard milik PC yang
pertama kali dibuat dengan dasar agar dapat sesuai dengan spesifikasi PC IBM.
back



Argentina. Poitahue Hunting Ranch




Poitahue Hunting manages one of the bests hunting operation
in Argentina. We own and manage 3 premium Free Range
Ranches with more than 70,000 acres as also several
agriculture Ranches specially selected a prepared for
wingshooting.
back



 Logun S-16 EVO .177 Calibre Air Rifle

 The S-16 EVO Pneumatic Air Rifle features: Lothar Walther choked steel barrel
 with built in integral QGS sound moderator. Adjustable two - stage trigger, EVO
 Valving System, built in pressure gauge, positive EVO bolt system, extended fore
 end and swivel stud. All New Non-slip textured Ergo pistol grip, (with concealed
 compartment), thumb rest & palm swell have been designed for total control and
 comfort. Stainless steel and alloy constructed rifle with one 16 shot magazines,
 tactical gun case & picatinny style rail all come as standard. Swiss Arms foldable
 aluminium Bipod included. Scope and mounts not included.




 Technical details: Barrel length - 36.8 cm (14.5 inches), Weight - 3.5 kg (8
 pounds), Energy - Ft. Ibs - 11.5, Joules - 15, Velocity - Ft/sec - 800, M/sec - 240.




** Please note ** The VCR act means that this product cannot be ordered for
delivery to your door in the UK. It can only be delivered to a registered firearms
dealer. Cash or cheque on collection from our shop only. Online payment prior to
collection also accepted.
backr. This is a one-time requirement. Subsequent shots require between 6-10 pump strokes

FX Storm




 This rifle has a unique cocking system that gives you the possibility to fire 8 shots in about 3
 seconds without dropping your aim, all because the extremely high-tech pistol gripped
 action. This rifle is suitable for both left/right hand shooters because of its cocking system
 together with the Ambidextrous stock. Patented power adjuster that gives the rifle three
 different velocity settings. Recoil free.

 Cocking system: Pistol grip action
 Magazine type: Removable 8-shot magazine
 Stock: Synthetic > Adjustable Recoil pad
 Ambidextrous (left/right)
 Hole for 4 extra Magazines
 Barrel: Lothar Walther 5,5 (.22) /4,5 (.177) > Match Grade Choked
 Free floating
 Length 500mm
 Pressure gauge: YES
 Trigger: Adjustable Match trigger (400-700g)
 Velocity: Adjustable in three steps Cal 5,5 (.22) 185-225-280 m/s
 600-740-930 ft/s
 Cal 4,5 (.177) 200-250-300 m/s
 650-820-1000 ft/s
 Energy: Cal 5,5 (.22) 20-30-45 Joule
 14-24-34 ft/lbs
 Cal 4,5 (.177) 16-23-27 Joule
 12-17-20 ft/lbs
 Air capacity: 180cc
 Shot capacity: Approx. 30 at full power
 Fill pressure: Max 220bar (3200psi)
 Safety: Manual
 Optics: 11mm dovetail Scope mount
 Muzzle: ½” UNF
back

                  An Introduction to Tuning the Gunpower Stealth



The Stealth is an innovative and enormously efficient airgun due to a design which is free of
all but the most basic valving and triggering mechanisms, and which possesses an air path
which is free of bends, restrictions and convoluted metering systems.

The Gun is cocked by means of the cocking handle A which is screwed into the Breech
Cover. The Breech cover, which incorporates 2 „O‟ ring seals, is tubular in design and slides
around the barrel‟s periphery. It is pushed forward which in turn pushes the Hammer Slide
D against its spring F which is compressed against the Barrel Mounting Ring G.

As the rear edge of the hammer slide passes over the Trigger release Sear E, the sear pops
upward under spring pressure locking the hammer in the cocked position. The Cocking
lever is manually drawn backwards by the firer to the rearmost position when the two ‘O’
rings shown at C, form an airtight seal between the breech end of the barrel and the Air
Bottle Release Valve B.

When the gun is fired, operation of the trigger causes the Trigger Release Sear to rotate
about its pivot in a clockwise direction causing the release of the Hammer Slide. The
Hammer Slide, propelled by its spring impacts with the front face of the Breech Slide
transferring its energy through the slide and directly onto the face of the Air Bottle Release
Valve. The Valve is momentarily forced from its seat against the air pressure in the bottle.
A charge of air passes through the opened valve and through a longitudinal hole drilled in
the valve body and impinges directly on the rear of the pellet which is pre-positioned in the
rear of the barrel’s breech.

Once the energy from the Hammer Slide’s impact has been dissipated, the Air Bottle
Release Valve, acting under the influence of the high pressure air in the bottle and a small
internal spring, returns to its sealed position shutting off the air supply. The cycle is
repeated for each shot.
back

REALLY tuning a PCP!

I just have to write this post, so forgive me if it's not to your taste. Yesterday, I got
a question from The.Man regarding air usage in a Talon SS, which is a precharged
pneumatic. He wondered if he installed a 24" barrel on an SS that normally has a
12" barrel, if he could get a greater number of shots at the same energy level as
the standard 12" barrel is able to produce. I told him yes, he could, but then my
brain went into gear, and I had to carry the thought through to completion.




       Talon SS from AirForce is one of the most adjustable PCP rifles around.



To my thinking, The.Man has asked one of those fundamental life-changing
questions that has the potential to open up airgunning for him. It's fundamental
because it shows that he understands how pneumatic guns work. To me,
pneumatic guns work very much like black powder arms. In a pneumatic, a longer
barrel means more acceleration time, which equals more velocity. In a black
powder gun, the longer barrel promotes more complete burning of the powder,
which equates to more push behind the bullet and greater velocity. The two power
sources are very much alike in this respect.


To continue the comparison, I have found most black powder arms have a
preference for a certain bullet. Once you find it, don't shoot anything else. Also,
find the right powder load and stick with it. A pneumatic pellet gun is the same.
Find a power setting (if the gun is adjustable) that works best and the one pellet
that's right, and you don't need anything else. Allow me to share the work done by
another airgunner.


This airgunner took his Talon SS and added a 24" .22 caliber barrel. He knew that
was the best combination for what he wanted, which was a lot of shots at a decent
power level. Then, he selected a power setting on the adjustment mechanism. It
back

wasn't wide open like you might think. He wanted a good number of shots with a
good amount of power and a decent velocity spread so he'd have accuracy at 50
yards. He settled on power setting No. 8 in the power adjustment window. The
pellet he chose was the Beeman Kodiak.


If you read the forums, you will see Talon SS owners trading power wheel settings
back and forth, talking about setting 10.13, for example, which means the gross
power indicator is resting on the number 10 and the power wheel is resting on the
number 13. What they fail to realize is that EACH TALON SS WORKS DIFFERENTLY!
You might get a velocity of 830 f.p.s. with a .22 caliber Crosman Premier on the
setting 10.13 on your gun, while I might get 790 from the same setting on mine! I
might have to dial up to 12.9 to get the same velocity you get on 10.13. Yet for
both of us, 830 f.p.s. might be the maximum velocity our guns get with the .22
Premier pellet.




The AirForce adjustment mechanism is a wheel and an oval window cut in the left
   side of the frame. The round screw head (it's an Allen screw) in the window
 indicates the power setting. The reading is taken from the center of the screw.
  The power wheel on the left also has numbers that align with an index mark.
 These are the finer adjustments. Each revolution of the wheel moves the power
                      screw one whole number right or left.
back

Install the 24" barrel and the adjustability becomes much more sensitive over a far
broader range. The gun shoots both slower and faster with the 24" barrel installed.


Well, this shooter found a spot on his adjustment mechanism where everything was
what he wanted, then he did one more thing - which is what this posting is all
about. He loosened the two Allen setscrews on the SS top hat (the end of the valve
stem that acts as the firing interface for the striker and also the valve stroke
limiter) and adjusted the top hat to the point that the gun gave exactly the
velocity he wanted. But if he adjusted the top hat to as little at two-thousandths
of an inch less clearance, the velocity would drop. To do what he did requires a
chronograph, a feeler gauge and patience. But a thoughtful shooter can really
maximize his PCP's potential if he knows what he's doing.




The stainless steel "tophat" was the earlier Talon's method of adjustment. Today
  the adjustment wheel makes it unnecessary to ever move this tophat setting,
which has 0.080" clearance from the factory. However, it is possible to adjust this
   to get a much more efficient setting for a single pellet at a single velocity.



What he achieved is what The.Man asked about - the optimum flow of air without
wasting any. The results were incredible! Instead of getting the usual 35-40
powerful shots, he got over 90 shots in a tight velocity spread! In other words, he
had his cake and ate it, too!
back



On Monday, I have a big surprise for you. An old friend has returned, and we're
going to spend some time with him. In fact, next week should have several exciting
things for you all!

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:188
posted:11/8/2010
language:Indonesian
pages:15