Docstoc

Seputar Air minum Sehat

Document Sample
Seputar Air minum Sehat Powered By Docstoc
					Air Minum Beroksigen & Heksagonal
BIKIN BADAN TAMBAH FIT & USIR PENYAKIT?

Dengan alasan gaya hidup sehat, air minum dengan kandungan oksigen dan
heksagonal gencar dipasarkan. Katanya, sih, bisa bikin badan jadi lebih fit.
Padahal ada teori yang menyatakan, kalau oksigen terlalu banyak masuk ke
dalam tubuh, bisa memicu timbulnya radikal bebas. Jadi?

Apa beda air minum dalam kemasan dengan air biasa? Menurut Dr.
Rimbawan dari Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga
Fakultas Pertanian, IPB, ―Umumnya, air minum biasa (air minum dari keran
rumah) hanya memiliki kandungan oksigen 5 - 7 ppm/liter, sementara air
minum dari mata air pegunungan memiliki 10 - 12 ppm/liter. Air ini terasa
lebih dingin dan sejuk karena kandungan oksigennya yang lebih tinggi.‖

     Air minum dari mata air pegunungan biasanya terasa lebih segar saat
     diminum. ―Bisa diasumsikan, bila kandungan oksigen dalam air lebih
banyak, air pun lebih segar. Semakin rendah temperatur, oksigen yang
terlarut dalam air meningkat. Ini seperti ketika kita minum air es. Rasanya
lebih segar dibanding air biasa. Intinya, oksigen membuat tubuh menjadi
lebih segar,‖ paparnya.

Namun, secara alamiah, kebutuhan tubuh akan oksigen diperoleh melalui
saluran pernapasan. Semua proses dalam tubuh manusia memerlukan
oksigen. Oksigen dihirup melalui hidung, masuk ke paru-paru. Tapi udara
yang tercemar polusi membuat kandungan oksigen pun makin rendah.

OKSIGEN MENINGKAT
Salah satu upaya meningkatkan kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh
adalah dengan air minum kemasan. ―Dalam air minum kemasan, kadar
oksigennya ditambah sehingga ada yang disebut air minum beroksigen dan
air heksagonal,‖ jelas Rimbawan.

Bentuk molekul air dalam keadaan normal seperti huruf V. Secara alamiah,
kandungan oksigen dalam air biasa masih rendah. Kemajuan ilmu
pengetahuan membuat kadar oksigen dalam air dipaksa meningkat. ―Namun,
begitu air berubah menjadi es, bentuknya akan tertata rapi dan muncul
rongga-rongga. Ini membuat oksigen terjerembap masuk di dalamnya,‖
terang Rimbawan.

Teknik inilah yang dipakai produsen untuk meningkatkan kadar oksigen
dalam air. Sementara teknik pembuatan air heksagonal memerlukan
teknologi yang lebih kompleks. Kandungan oksigen pada heksagonal pun
lebih tinggi dibanding air minum beroksigen. Secara teori, kandungan
oksigen dalam air mendatangkan manfaat positif bagi tubuh.
Namun, teknologi ini masih menyimpan pertanyaan besar. ―Apakah benar
oksigen yang terlarut dalam air tersebut dapat bertahan hingga bisa diserap
usus?‖ ujar Rimbawan yang mengakui, penelitian tentang kadar oksigen
dalam air minum kemasan belum banyak dilakukan.

Salah seorang yang melakukan penelitian tentang penyerapan air beroksigen
dalam usus adalah Prof. Dr. Olaf Adam dari Lembaga Farmakologi dan
Toksikologi Walter Straub di Universitas Ludwig-Maximilian, Munich, Jerman.

―Hasilnya, asal kadarnya 80 ppm dan diberikan percobaan pada kelinci,
ternyata dapat meningkatkan oksigen dalam darah. Tapi percobaan ini belum
dilakukan pada manusia,‖ lanjut Rimbawan.

Tentang pembuatan air minum beroksigen dan air heksagonal, lanjutnya,
―Tujuannya memang bagus, meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Tapi
harus dipastikan tubuh memang benar-benar memerlukan dan
membutuhkan tambahan oksigen. Sebab, belum diketahui secara pasti, apa
efek samping konsumsi air beroksigen secara terus-menerus.‖

Menurut Rimbawan, ada beberapa kriteria seseorang dikatakan
membutuhkan tambahan oksigen dalam tubuhnya. Di antaranya, mereka
yang merasa cepat lelah saat berolahraga. ―Ada juga penelitian yang
menunjukkan seorang olahragawan yang diberi minum air beroksigen,
phyisical endurance-nya menjadi lebih lama, kurang-lebih 28 detik. Untuk
seorang pelari, waktu 28 detik ini tentu sangat berarti. Tapi ini juga masih
kontroversial, karena buktinya masih terbatas,‖ ungkap Rimbawan.


Kajian Air Secara Saintifik
 ―The True Power Of Water‖ oleh Dr Masaru Emoto, pakar perubatan
afternatif yang
menggunakan air sebagai media penyembuhan. Pakar tersebut dibantu oleh
Kazuya Ishibasi, seorang pakar mengambil gambar kristal-kristal air melalui
mikroskop tercanggih.

Dr Masaru Emoto dari Universiti Yokohama, Jepun telah membuat kajian
pada bulan Mac tahun 2005 juga menulis buku ―the Hidden Massage in
Water‖ ( Pesan Tersembunyl di datam air). Melalui kajian demi kajian yang
tetah dibuat oleh Dr Masaru tetah terbukti bahawa air mampu merespons
dengan baik perlakuan dan maklumat yang diberikan kepadanya, datam
bentuk tulisan, gambar bahkan kata-kata atau suara. Bersama pembantunya
Kazuya, kristal-kristal air ditemui terakam dalam gambar apabila air
dibekukan pada suhu -25‖C menggunakan kamera berteknologi tinggi.
Bentuk kristal yang dihasilkan dalam pelbagai bentuk bergantung kepada
maklumat yang diberikan kepada air. Menurutnya air mampu merakam
pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.
Mokekul air akan membentuk kristal yang paling indah adalah air yang diberi
kata-kata ―cinta‖ dan ―terima kasih‖. Sebaliknya molekul air membentuk
kristal yang tidak cantik bahkan membentuk lingkaran yang berlubang di
tengahnya apabila dikatakan padanya ―kamu tidak berguna‖ atau ―kamu
bodoh‖ .

Apabila kita biasa menyatakan terima kasih, sentiasa bersyukur dan dihiasi
perasaan cinta dalam kehidupan, kita telah berjaya membentuk air datam
tubuh kita menjadi kristal-kristal heksagonal yang sangat bermanfaat untuk
kesihatan kita. Sebaliknya jika keadaan hidup kita sentiasa tertekan dengan
kejahilan, kebodohan, tidak bersyukur, sentiasa bermusuhan dan membenci,
tidak redha dan banyak komen, maka kita tidak akan pernah mendapatkan
kristal-kristal air yang cantik dan indah dalam badan kita. Kesihatan dan
emosi selalu terganggu, sedangkan air heksagonal sangat berguna untuk
mengeluarkan toksid-toksid ( racun-racun) dalam badan kita.

Air heksagonal adalah air yang berperanan untuk mengikat radikal bebas H+
dan OH. Oleh sebab itu apabila air seperti ini dibekalkan dalam badan kita
atau terdapat dalam badan, maka akah terdapat reaksi atau tindak balas,
rasa tidak sedap badan, bersin, batuk, mual, berpeluh-peluh, sering buang
air kecil mahupun air besar. Reaksi seperti ini adalah tindak balas yang
menggambarkan kemungkinan bertimbunnya toksid dalam badan kita.
Tindak balas ini disebut sebagai detox effect atau homeostatic.


Air dan oksigen syarat mutlak
bagi kehidupan.
Percaya atau tidak, oksigen yang biasanya dihirup kini juga bisa
dikonsumsi lewat air minum. Lebih segar rasanya.

Namun bagaimana manfaatnya?

Air dan oksigen syarat mutlak bagi kehidupan.

Tanpa air metabolisme di dalam tubuh tidak bisa jalan. Berhubung sebagian
besar (70%) tubuh kita berupa air, kita masih boleh hidup satu minggu lagi
tanpa minum air.

Tanpa oksigen tubuh tak sanggup membakar glukosa hasil proses
pencernaan makanan menjadi energi yang kita gunakan untuk beraktivitas.
Dalam hitungan menit tanpa suplai 02, kita bablas, dan gelar ―anumerta‖
pun tersemat.

Karena sama pentingnya, terbit pikiran-pikiran kreatif di kalangan
industriawan untuk menciptakan air tinggi oksigen. Minuman hasil kolaborasi
antara air dan zat asam itu kini sudah banyak beredar di pasaran. Ada yang
dipasarkan dalam bentuk kemasan botol siap minum. Ada juga yang harus
diperoleh lewat sebuah teko ―ajaib‖. Teko itu yang ditawarkan kepada
konsumen, karena bisa menyulap air biasa menjadi air tinggi oksigen.

Kelihatannya, persaingan produk-produk macam itu berlangsung seru.
Teristimewa karena hampir semua produk diiklankan sebagai minuman
kesehatan yang bisa mencegah dan mengusir berbagai gangguan kesehatan
dan penyakit.

Sering Buang Air

      Daniel Tedja, marketing director Super 02, punya cerita. Tubuh
       manusia tidak dapat menyimpan oksigen sebagai cadangan
       untuk dimanfaatkan di kemudian hari.

Zat asam ini dikonsumsi dan diproses oleh sel tubuh secepat sistem
pernapasan menyerap oksigen dari udara. Dengan minum air beroksigen,
kebutuhan zat asam saat itu juga dapat terpenuhi.

Untuk memperoleh manfaat maksimal, minuman bening ini disarankan agar
diminum dua botol per hari, sebelum atau sesudah makan. Jika diminum
secara teratur, masih menurut Daniel, stamina dan vitalitas tubuh berangsur
prima. Penampilan pun segar senantiasa.

Daniel mengungkapkan, produk yang dia pasarkan diolah dengan teknologi
impor bikinan Jerman.

Lewat teknologi itu, molekul oksigen diikatkan pada molekul-molekul air
biasa. Selanjutnya, air yang sudah ditempeli oksigen itu dikemas dalam
keadaan mampat bertekanan. Dengan proses ini bisa diperoleh kadar
oksigen 80 ppm (8 mg oksigen/100 g air).

Air beroksigen dalam kemasan botol memang praktis. Tinggal buka
tutupnya, langsung diminum isinya. Kalau menggunakan Actimo, nama teko
―ajaib‖ buatan Korea itu, harus menunggu lebih dulu. Namun, alat itu
dipromosikan dapat mengubah air biasa menjadi air heksagonal yang juga
mengandung oksigen.

Meski produknya tidak dinyatakan sebagai air heksagonal, kata Daniel, kadar
oksigen yang terlarut tak jauh beda dengan air heksagonal.

Akan tetapi Wiwit, staf pemasaran Actimo, bercerita, air heksagonal punya
kelebihan. Salah satunya, lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan
dengan air biasa. Itu sebabnya, air heksagonal lebih mudah masuk ke dalam
sel tubuh untuk mengangkut nutrisi dan membuang racun hasil metabolisme
sel.
Wiwit juga bertutur, air heksagonal mampu membuat tubuh selalu bugar,
menyembuhkan pelbagai macam penyakit, bahkan bisa digunakan untuk
tujuan kecantikan. Saat pertama kali diminum, air heksagonal akan
membuat Anda buang air kecil 3 - 4 kali dalam satu jam. Jangan khawatir,
itu hanyalah indikasi proses pembersihan tubuh dan sisa metabolisme.

Dari berbagai produk air beroksigen itu, tampaknya air heksagonal inilah
yang paling fenomenal dan sulit dijelaskan pada awam.

“Air kok dibikin segi enam. Mana bisa?” orang pun bertanya. Ada teknologi
apa sebenarnya di balik misteri air heksagonal itu?

Sistem Cluster

   Sehari-hari kita hanya membedakan air dalam bentuk cair (air),
    padat (es), dan gas (uap).

Namun, secara kimiawi semuanya disebut air. Satu molekul air (H20) berupa
dua atom hidrogen (H) yang diikat oleh satu atom oksigen (0). Ketiganya
terikat dalam bentuk kaku, menyerupai huruf ―V‖ bersudut 104,5 derajat.
Atom 0 berada di bagian sudut huruf ―V‖, sedangkan masing-masing H
berada di ujung kedua kakinya.

Dalam setetes air terkandung miliaran molekul air. Anda bisa
membayangkannya, miliaran huruf ―V‖ berjejalan dan terus-menerus
bergerak secara acak. Kondisinya hiruk-pikuk dan tak beraturan. Namun,
dalam keadaan tertentu molekul-molekul air ini bisa berbaris tertib.
Misalnya, dalam keadaan padat sebagai es atau salju.

Dalam bentuk es atau salju, secara alamiah molekul-molekul air berbaris
rapi. Setiap enam molekul bergandeng tangan lewat ikatan hidrogen,
membentuk suatu water cluster (klaster air) yang berstruktur cincin segi
enam (heksagonal).

Karena klasternya berbentuk segi enam, maka di antara enam molekul itu
terdapat sebuah ruang kosong, yang ukurannya lebih besar dari ukuran
molekul air itu sendiri. Itu sebabnya ketika membeku, air memuai karena
memakan ruang lebih besar. Di ruang ini molekul oksigen bisa terjebak, tak
bisa meloloskan diri. Alhasil, struktur air heksagonal ini mengandung jumlah
oksigen lebih banyak daripada struktur air biasa.

Dr. Bambang Ariwahjoedi, M.Sc. Tech., dari Departemen Kimia, Fakultas
MIPA, Institut Teknologi Bandung, bilang, klaster air bisa terbentuk secana
spontan di alam. Syaratnya, temperatur cukup dingin (0 - 40C) dan ada
molekul selain air yang terlarut. Kondisi ini terjadi, misalnya, pada air-air
pegunungan yang suhunya cukup rendah dan mengandung cukup mineral
terlarut.
Bagaimana dengan air dalam kemasan?

Di sinilah hebatnya ilmuwan. Meski tidak beku, molekul air bisa ―dipaksa‖
bergandeng tangan dengan bantuan kekuatan medan magnet dan sinar
inframerah, sehingga membentuk struktur heksagonal.

Strukturnya bisa ditata begitu rupa, karena molekul air memiliki sifat-sifat
elektrik dan magnetik.

Namun, daya paksa ini punya keterbatasan. Jika suhu air dinaikkan, molekul-
molekul air itu mendapat energi untuk melawan. Akibatnya, struktur
heksagonal terurai. Air heksagonal pun berubah menjadi air biasa. Oksigen
yang semula terjebak, bisa lenggang kangkung meloloskan diri.

Langsung Diminum

   Logikanya, semakin tinggi kenaikan suhu, kecil pula oksigen yang
    terlarut. Soalnya, kenaikan suhu membuat gerakan molekul air
    lebih cepat, sehingga menghancurkan struktur heksagonal dan
    melepas oksigen yang terperangkap.

Sebagai gambaran, pada suhu 30 derajat C, kelarutan oksigen akan turun
separuh dibanding pada es. ―Jangan heran kalau minum air es, terasa lebih
segar ketimbang air hangat, karena kandungan oksigen dalam air es lebih
tinggi,‖ kata Dr. Zeily Nurachman, kolega Bambang di ITB.

Titik kritis terjadi pada suhu l00 derajat C. Pada suhu didih tak ada lagi
oksigen yang terlarut, alias nol. Sifrun, kata orang Arab. Dengan kalimat lain,
manfaat air heksagonal sebagai pembawa oksigen akan tinggal cerita jika
dipakai dengan cara dimasak.

Dr. dr. Septelia Inawati Wanandi, dari Bagian Biokimia dan Biologi Molekuler
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, bilang, air heksagonal
memang sangat labil, karena menentang struktur alami air. Selain rentan
suhu, ia juga bisa terurai selama masa penyimpanan.

Itu sebabnya sebagian produsen menyarankan, air heksagonal diminum
kurang dari 20 menit sejak disiapkan. Sebagian yang lain menyarankan,
produknya disimpan dalam lemari es bersuhu 8 derajat C, serta terhindar
dari cahaya Matahari langsung.

Secara kasat mata, penampilan air heksagonal maupun air beroksigen tinggi
tak jauh berbeda dengan air minum dalam kemasan. Sama-sama bening dan
menjadi plin-plan jika berada di atas daun talas. Perbedaan kandungan
oksigen hanya bisa diketahui dari uji oksigen terlarut (dissolved oxygen,
DO).
Untuk membuktikan adanya struktur heksagonal dibutuhkan sejumlah
peralatan canggih, seperti nuclear magnetic resonance (NMR). Uniknya, di
pasaran kini juga beredar produk air heksagonal dalam kemasan yang
harganya tak jauh beda dengan harga air minum biasa dalam kemasan.
Padahal, untuk memproduksi air heksagonal dibutuhkan peralatan canggih
dan tentu saja biaya mahal.

Jadi, itu air heksagonal beneran atau jadi-jadian?

Sulit Diuji

   Sulit karena strukturnya labil, menurut Septelia, air heksagonal
    bisa saja terurai jika dipasarkan dalam kemasan siap minum.
    Selama masa penyimpanan, sangat mungkin air heksagonal telah
    berubah menjadi air biasa. Repotnya, ini tidak bisa diuji oleh
    konsumen.

Pembuatan air heksagonal membutuhkan campur tangan energi yang
dipaksakan, misalnya energi magnetik atau getaran. Penggunaan energi
yang dipaksakan ini bisa berdampak dilepaskannya banyak radikal bebas.
Namun, ini tidak berarti air heksagonal yang terurai pasti berbahaya buat
kesehatan.

―Belum ada penelitian yang mendukungnya,‖ papar Septelia.

Tentang berbagai khasiat air heksagonal yang dipromosikan, Septelia
menuturkan, umumnya klaim khasiat itu didasarkan pada pengalaman
beberapa orang saja.

Padahal menurut ilmu kedokteran, klaim manfaat sebuah produk seharusnya
didasarkan pada data uji klinik. Bisa saja kesembuhan itu bersifat individual
atau berasal dari efek sugesti. Bukan efek sesungguhnya.

Senada dengan itu, Bambang berpendapat, bisa saja efek yang terjadi hanya
efek plasebo. Sebab, menurut dia, organ yang didesain untuk menyerap
oksigen adalah paru-paru, bukan usus.

Tanpa bermaksud menunjuk sebuah produk, Septelia menganalogikannya
dengan terapi oksigen hiperbarik. Lulusan University of Marburg, Jerman, ini
menyarankan, sebaiknya pemberian oksigen yang dipaksakan itu dilakukan
dalam periode tertentu (bukan terus-menerus), hanya sebagai semacam
terapi kejut. Tujuannya untuk menghasilkan radikal bebas dalam jumlah
tertentu yang diharapkan dapat ―membangunkan‖ produksi antioksidan
tubuh yang ―tertidur‖.

Masih menurut Septelia, wajar jika seseorang mencoba salah satu produk air
heksagonal ketika sakitnya sulit atau tidak dapat disembuhkan dengan obat-
obat biasa. Apalagi, produk yang dicoba relatif tidak mahal dan tidak
berbahaya. Bukan hanya air heksagonal, minum banyak air biasa pun
bermanfaat buat kesehatan. Kecuali, tentu saja, bagi mereka yang ginjalnya
sudah terganggu.

Bambang sependapat. Menurut dia, bisa saja produk-produk itu betul punya
manfaat buat orang-orang tertentu. ―Bila ada orang merasa sembuh setelah
minum air itu, boleh jadi dia memang sedang membutuhkan,‖ terangnya.
Meskipun hingga kini belum ada bukti ilmiahnya, kemungkinan produk-
produk itu berjaya tetap terbuka.

Jadi, tidak salah jika Anda ingin menjajal khasiat ―air sakti‖ ini. Tapi untuk
sementara, jangan kuciwa kalau hasilnya tak sesuai harapan. Nikmati saja
minuman itu seperti Anda menikmati soft drink tanpa soda. Jangan lupa,
saat menenggak, katakan dengan penuh keyakinan, ―Kutahu yang
kuminum!‖ (intisari)


Manakah yang terbaik untuk Anda? Air
Mineral atau Air Murni?
Desember 10, 2007 — Harry

Michael R.Long, Pakar air USA dan ahli kualitas air (WQA), menyatakan:
Tidak ada filter di dunia yang dapat membedakan antara mineral-mineral
?baik? dan ?tidak baik? selama proses filtrasi.

Banyak pakar menyatakan bahwa mineral-mineral yang diperlukan oleh
tubuh, bukan berasal dari air:

1.Dr.Norman W.Walker, Ph.D dalam Jurnal nutrisis kimia dan penelitian
saintifik Norwalk, New York menyatakan : ?Mineral ? mineral dalam air bukan
organik dan tidak dapat diserap oleh tubuh kita?


2.Dr.Paul Bragg,N.D.Ph.D, dalam bukunya: ?The Shocking Truth About
Water??Mineral bukan organik yang terdapat dalam air, bila masuk ke dalam
tubuh akan mengendap karena tidak dapat diserap oleh tubuh kita?


3.Harvey and Marlyn Diamont, dari buku berjudul : Fit For Life?, Warner
books-ms.35,1985.?Air dari mata air pegunungan tidak sesuai untuk tubuh
manusia karena mengandung mineral-mineral bukan organik yang tidak
diperlukan,tidak dapat diurai dan tidak dapat dikeluarkan oleh tubuh,
mineral-mineral ini dapat bercampur dengan kolestrol dalam darah sehingga
mudah terbentuk plak tebal dalam saluran darah.
4. Allan McDaniel,M..D.,dalam bukuya: ? Water—what’s in it for you??
menyatakan:
?Tidak ada nutrisi yang penting yang larut dalam air yang diperlukan oleh
manusia untuk kehidupan atau kesejahteraan. Semua nutrisi yang penting
dapat diperoleh dari makanan dan suplemen makanan yang baik.

Tahukah Anda ?
Air mendidih / dimasak itu :

* Hanya berfungsi untuk membunuh bakteri, tapi sisa bahan pencemaran
lainnya tetap tertinggal dalam air.
* Mempercepat reaksi antara bahan organik untuk bergabung dengan klorin
yang membentuk triklorometana.
* Pada saat mendidih terjadi uap air (penguapan). Hal ini menyebabkan
bertambahnya kepekatan bahan pencemaran air dan sisa kalsium.
* Hasilnya dianggap seagai ?AIR MATI? karena kekurangan oksigen dan
berbau.


  Mineral yg terkandung dalam air adalah
               trace mineral
From: Dr.(Naturopathy) Ir. Donny Hosea MBA. PhD.
Date: 09/22/06 10:48:45
To: dokter_umum@yahoogroups.com
Subject: Re: [Dokter Umum] Fw: Air mineral.
Hello Bung Jusuf n Bung Sinata,

Peralatan yg anda sebutkan di bawah, merupakan peralatan yg sangat baik
utk menjadikan visualisasi sedimen pada air minum terlihat dg sangat jelas.

Alatnya sebenarnya mengangkat proses elektrolisa yg kemudian membuat
sedimen terurai, bisa bersenyawa dg electroda (Aluminuium) dan
menampilkan butiran kasat mata dg disertai warna gelab, hijau, dan
mengambang dipermukaan.

Peralatan bekerja dg prinsip Ph (derajat keasaman) sang air periksa,
semakin asam semakin berkerak dan berwarna kehijauan sampai hitam,
sebaliknya semakin basa, semakin murni sedimen air terlihat; dan
penguraian sedimen menjadi kristal kasat mata.

Jadi kalau anda memeriksakan air yg hendak diminum, lalu muncul sedimen
yg berwarna kehijauan, maka berarti air minum anda disamping
mengandung
sedimen, juga bersifat asam; sebaliknya bila sedimen hanya berwarna
seperti kapur, maka bisa dikatakan air minum anda mungkin bersifat basa
(Ph lebih besar dari 7)

Menurut WHO, air bisa diminum dg PH 6.5 - 8.5, sementara sedimen tdk
diperhitungkan, tetapi menurut yg saya pelajari, derajat keasaman dan
sedimen sangat mempengaruhi pencernaan, dan berakibat bagi adanya
gangguan baik lambung mau pun ginjal dan pembuluh darah.

Jadi terlepas dari caranya utk memanfaatkan peralatan utk show kepada
anda, tetapi apa yg dikatakn itu adalah benar, kalau mau minum air,
minumlah yg paling kecil atau paling sedikit sediman nya, dg ph yg kalau
bisa 7 tanpa bahan kimia,

Selama 5 tahunan saya minum air M yg sekarang sdh tengelam, saya
mendapatkan gangguan ginjal yg cukup berarti yg hampir menggagalkan
misi
saya di Korea waktu itu, tetapi itu juga karena saya masih menggunakan
methoda medis dan belum belajar Naturopathy jadi belum mendapat
penjabarannya.

Kalau setiap hari anda bergerak, meloncat sana sini, mengerakan kaki
anda sedemikian, sehingga organ dlm tubuh anda ikut bergerak, maka air
minela alias air yg mengandung mineral boleh anda konsumsikan kerena dg
pergerakan tadi, kemungkinan endapan plague pada ginjal boleh dikatan
ikut terlempar ketika anda bergerak.
Tetapi bukan berarti bahwa anda tdk rawan dari penimbunan sedimen di
pembuluh darah??

Mineral yg terkandung dalam air adalah trace mineral dlm bentuk yg jauh
lebih besar dari yg bisa diserap tubuh, sisanya adalah
mineral dlm from anorganik yg tdk bisa diserap oleh tubuh tetapi bisa
diserap oleh tumbuhan yg dg proses fotosintesa akan dibuatkan organik
mineral yg ada pada akar, batang daun bunga dan buahnya tumbuhan.
Jadi kalau mencari mineral, gunakan tumbuhan sebagai organik mineral
bukan menggunakan air mineral yg anorganik mineral sebagi mineral bagi
manusia, karena mineral anorganik ini tdk bisa diserap dan hanya akan
menjadi penyumbat pembuluh darah dan timbunan batu di ginjal.

Jadi bagaimana dg anda, apakah anda bisa loncat2 setiap hari dan bukan
sekedar jalan kaki slowly but sure?
Apakah anda bisa naik turun tangga dg menjedukan tubuh anda sehingga
seluruh organ dalam bergerak? (ini yg saya lakukan sebagai terapi ketika
mengalami batu ginjal di Korea). bila bisa maka anda boleh saja
mengkonsumsi air mineral.
Dalam hasil survey anak saya secra on the spot, di Jakarta Barat,
seluruh air isi ulang yg didatangin, memproduksi air dg pola RO (reverse
osmosis) dg hasil kandungan TDS nya beranjak dari 40, pada hal RO bisa
menghasilkan TDS dibawah 10, mendekati air suling.
Kandungan TDS 40 ini memang lebih baik dari air PDAM yg mendekati 70-
90,
tetapi berarti chance utk mengalami gangguan lebih besar dibanding TDS
lebih kecil dari 10 kan?
Nah dg TDS 10 ini kalau diperiksa dg alat tersebut dlm mail ini, maka
hasilnya tdk terlihat adanya sedimen pada air tersebut.

Jadi kesimpulannya berpulang pada anda, mau berjaga 2 dg pengetahuan yg
ada agar lebih sehat, atau tetap mengumpankan pada tubuh dg standard
dunia bahwa itu tdk berbahaya.

Melanjutkan artikel pengalamanku menurunkan berat badan, dibawah ini aku
rasa tinjauan dari sisi ilmunya…malah ada tips-tips tambahan yang sangat
mungkin menyempurnakan apa yang telah aku lakukan


Tubuh perlu ditipu
Oleh : dr Phaidon L Toruan MM. TIPUAN AREOBIK Tipuan ini bisa
dimanfaatkan untuk membuat olahraga yang Anda lakukan maksimal
hasilnya. Bagaimana triknya?

1. Lakukan olahraga pada pagi hari, saat perut masih kosong. Logikanya
   sederhana, aktivitas membutuhkan energi. Jika Anda belum memasukkan
   apapun ke perut Anda, maka energi akan diambil dari lemak tubuh Anda.
   Waktu pagi juga sangat tepat sebab di pagi hari hormone insulin rendah
   dan pada pria kadar testosteron tinggi. Insulin yang rendah membantu
   proses pembakaran lemak sementara testosterone yang tinggi menjaga
   massa otot sehingga yang efektif dibakar saat olahraga pagi adalah
   lemak. Bila tidak sempat berolahraga pagi hari, Anda tidak boleh
   memanipulasi energi Anda dengan makan makanan manis sebelum
   berolahraga.
2. Pilihlah olahraga yang melawan gravitasi . gaya gravitasi memudahkan
   lemak terbakar lebih cepat, merangsang pertumbhuhan tulang yang lebih
   kuat dan kepadatan otot. Olahraga yang paling melawan gravitasi adalah
   naik turun tangga atau jalan ditempat yang menanjak. Berenang dan
   bersepeda adalah olahraga paling tidak melawan gravitasi. Tapi baik
   untuk variasi saja.
3. Menjaga durasi dan intensitas olahraga adalah langkah selanjutnnya.
   Tidak ada patokan pasti karena setiap orang memiliki standar yang
   berbeda. Tapi, yang jelas olahraga terlalu berat dan lama mengubah
   metabolisme dari metode pembakaran lemak ke pembakaran otot. Selain
   itu, olahraga terlalu berat membuat hormone stress naik dan badan
   menjadi sangat lelah setelahnya.
4. Minumlah air beroksigen dan air murni sebelum berolahraga. Air
   beroksigen membantu proses pembakaran lemak. Sementara air murni
   (air destilasi) adalah untuk menjaga agar tubuh tetap kering. Airtinya,
   tidak terdapat kandungan air dibawah kulit. Air mineral sangat tidak
   dianjurkan sebab mineral yang dalam kemasan banyak yang tidak
   diperlukan oleh tubuh akibatnya sel tubuh akan kesulitan untuk
   membuang bahan tidak berguna itu dari dalam tubuh.

TIPUAN DIET Seperti olahraga, tubuh pun bisa ditipu agar tidak terlalu
banyak memasukkan lemak. Cara yang diungkapkan Phaidon adalah:

1. Jangan mengurangi frekuensi makan sebab metabolisme tubuh malah
   bisa turun. Untuk diet makanlah 5 – 6 kali sehari. Makanan dibutuhkan
   untuk membakar lemak, tapi ingat makanlah makanan sehat.
2. Bila harus menghadiri undangan makan, kenyangkanlah dulu perut anda
   dirumah. Atau bila tidak sempat, pilihlah buah-buahan atau salad
   ditempat itu.
3. Anda bisa memanipulasi otak dengan minum air 2-3 gelas besar sebelum
   makan. Perut akan teregang karena terisi air akibatnya perut akan
   mengirim sinyal kenyang ke otak. Jadi makanan yang anda konsumsi
   tidak perlu banyak.
4. Makan makanan yang tidak mengandung kalori tapi membuat perut
   kenyang. Makanan itu adalah brokoli atau keluarganya misalnya pakcoi
   atau kembang kol. Makanan itu mengandung banyak diindolymethane zat
   yang bisa menghambat estrogen jahat yang bisa meningkatkan resiko
   kegemukan pada pria.

Apa Perbedaan Air Biasa, Air Beroksigen, dan Air
Heksagonal?
Penulis: Mahani SP MSi, Ahli Gizi pada Pusat Konsultasi Gizi "Sehati" Bogor

Akhir-akhir ini pasaran air minum dimarakkan oleh munculnya produk air
terbaru, yaitu air beroksigen dan air heksagonal. Kehadiran kedua produk air
tersebut tentu saja mengundang rasa penasaran banyak kalangan.
Tidak sedikit yang bertanya, apa bedanya air beroksigen dan air heksagonal
dengan air biasa? Benarkah kedua produk air tersebut begitu hebat seperti
yang diiklankan? Tulisan ini menyoroti air heksagonal karena memiliki
banyak perbedaan dibandingkan dengan kedua jenis air lainnya.
Ketiga jenis produk air tersebut sebenarnya memiliki kesamaan, yaitu
tersusun atas 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen (H2O). Air biasa (kalau
yang dimaksud adalah air minum botolan) adalah air yang telah diproses
sehingga menghasilkan air yang layak minum berdasarkan standar air
minum yang sehat. Sementara, air beroksigen adalah air minum yang dibuat
secara khusus, dengan tekanan dan suhu tertentu, yang memungkinkan air
itu mampu menangkap oksigen lebih banyak. Boleh dikatakan, air biasa dan
air beroksigen persis sama. Hanya terdapat perbedaan pada kandungan
oksigen terlarutnya.
Kelarutan oksigen dalam air sangat rendah. Pada suhu 20° kelarutan oksigen
dalam air (tekanan 1 atm) sekitar 0.0045 mg O2/100 mg air. Apabila
ditambahkan oksigen ke dalamnya, air secara perlahan akan melepaskan
oksigen kembali ke alam. Oleh karenanya jangan terlalu lama menyimpan air
beroksigen, ia akan berubah kembali menjadi air biasa. Walaupun disimpan
dalam botol tertutup, oksigen dapat menembus botol kemasan plastik
(polimer) yang berpori halus.
Produk air beroksigen merupakan sebuah kemajuan. Lahirnya produk ini
disebabkan manusia membutuhkan air minum yang sehat, bukan sekadar
untuk menghilangkan dahaga. Air memiliki fungsi fisiologis yang sangat
penting dalam menentukan derajat kesehatan. Sekitar 70 persen bobot
orang dewasa berupa air. Implikasinya terhadap kesehatan cukup signifikan.
Apabila air yang kita konsumsi berkualitas buruk, maka kesehatan kita
menurun. Sebaliknya, jika air yang kita konsumsi berkualitas baik, maka
kesehatan kita meningkat.
Keberadaan oksigen terlarut dalam air minum memberikan dampak positif
bagi kesehatan. Air ini mampu meningkatkan suplai oksigen ke setiap sel
tubuh, melarutkan zat gizi, dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh,
merangsang kelangsungan hidup sel, mengatur suhu tubuh, serta
melarutkan bahan-bahan berbahaya dan zat buangan ke luar tubuh.
Efektivitas berbagai fungsi tersebut dipengaruhi oleh kualitas air itu sendiri,
kondisi kesehatan tubuh, interaksi dengan zat gizi lain serta antibiotik dan
obat-obatan.
Air heksagonal
Air heksagonal, seperti halnya air biasa, tersusun atas H2O Yang
membedakan air ini dengan air biasa atau air beroksigen adalah formasi
kelompok molekul H2O.
Air merupakan rangkaian/kumpulan molekul H2O. Rangkaian tersebut
terbentuk karena ada sejumlah gaya yang bekerja sehingga memungkinkan
molekul H2O membentuk formasi yang khas. Pada air biasa (juga pada air
beroksigen) lima molekul H2O berkelompok membentuk formasi pentagonal
(segi lima). Selanjutnya kelompok-kelompok tersebut membentuk rangkaian
berupa air seperti yang kita jumpai sehari-hari. Pada air heksagonal, enam
molekul H2O berkelompok membentuk formasi heksagonal (segi enam).
Fenomena ini terjadi karena air dipengaruhi oleh magnet dan radiasi elektrik
tertentu (gelombang panjang infra merah).
Terkait dengan perbedaan struktur tersebut, air dikelompokkan menjadi dua
jenis.
Pertama, Bounding water. Yaitu air dengan formasi rangkaian molekul H2O
yang cenderung membentuk kelompok besar dan tidak stabil. Air ini
biasanya membentuk formasi pentagonal, antara lain air botolan (H2O) 36-
46, air keran (H2O) 50-60, air tanah (H2O) 70-80, serta air tercemar dan air
rebusan (H2O) 200-300.
Kedua, Clustered water. Yaitu air dengan formasi rangkaian molekul H2O
yang cenderung membentuk kelompok kecil dan stabil, misalnya air
heksagonal (H2O)6.
Secara alami, air heksagonal terdapat di alam. Namun keberadaannya
semakin langka karena pencemaran di muka bumi yang semakin parah.
Tetapi dengan kemajuan teknologi, kita mampu membuat air heksagonal.
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk membuat air ini antara
lain; 1) air harus bersih dengan oksigen terlarut lebih dari jumlah
maksimum, 2) jumlah mineral esensial harus cukup, terutama Ca2+ sebagai
agen pembuat formasi heksagonal yang terlarut dalam air, 3) memiliki pH
sekitar 7,1-7,4, dan 4) suhu air normal mendekati dingin. Selanjutnya air
tersebut diionisasi dengan menggunakan energi fisik dan elektromagnetik
serta dikombinasikan dengan tembakan gelombang sinar infra merah.
Satu contoh praktis untuk menguji air heksagonal atau tidak adalah dengan
menggunakan kecap asin. Sediakan 2 gelas kaca dan masukkan 4 sendok
makan kecap asin ke masing-masing gelas. Gelas pertama rendam pada
mangkok yang berisi air biasa. Gelas kedua rendam pada mangkok berisi air
heksagonal. Setelah dibiarkan selama 30 menit, kecap asin yang
ditempatkan pada air heksagonal berkurang rasa asinnya.
Sementara, pada air biasa rasa asinnya tetap. Perbedaan ini disebabkan
karena air heksagonal berbentuk kelompok kecil sehingga lebih mudah
menembus dinding gelas kaca (melalui proses osmosis) dan bercampur
dengan kecap asin yang ada di dalamnya.
Manfaat air heksagonal
Air heksagonal memiliki perbedaan dengan air biasa. Perbedaan ini
berpengaruh terhadap perjalanan reaksi biokimia di dalam tubuh. Sifat air
heksagonal yang membentuk kelompok kecil (H2O)6 dan stabil sangat
menguntungkan kesehatan tubuh manusia. Ia lebih mudah masuk ke dalam
sel, mengaktifkan proses metabolisme sel, dan menghasilkan lebih banyak
energi. Selanjutnya, ia juga lebih efektif melarutkan dan membuang zat sisa
metabolisme yang bersifat racun bagi tubuh.
Cairan tubuh manusia terdiri atas tiga golongan. Air heksagonal menempati
porsi terbesar yaitu 62 persen. Air pentagonal 24 persen, dan sisanya 14
persen berbentuk tetrahedral yang terkait satu sama lainnya membentuk
rantai. Oleh karena itu tubuh kita sangat membutuhkan air heksagonal.
Penurunan volume air heksagonal dalam cairan sel tubuh hingga 50-60
persen akan menyebabkan kematian. Bahan pengawet dan pewarna
makanan, antibiotik, logam berat pada ikan tercemar, residu pestisida pada
buah dan sayuran, radiasi, alkohol, stres serta depresi dapat merusak air
heksagonal dan meningkatkan volume air pentagonal di dalam cairan sel
tubuh.
Bahkan, faktor-faktor tersebut bisa secara langsung memicu terbentuknya
sel kanker. Apabila sel kanker ini mati, pengaruhnya bagi tubuh tidak
berbahaya. Tetapi jika sel tersebut tetap hidup, ia akan memengaruhi sel
lainnya sehingga kanker makin meluas.
Keberadaan air heksagonal sangat positif bagi kesehatan tubuh. Ia dapat
meningkatkan kualitas cairan sel tubuh, memberikan lebih banyak energi
pada sel, membantu melindungi inti sel dari zat sisa metabolisme,
meningkatkan kemampuan sel menetralisir dan membuang toksin,
meningkatkan kandungan oksigen dan daya serap terhadap zat gizi, serta
meningkatkan kemampuan sel untuk memperbaiki diri.
Air beroksigen memiliki karakteristik hampir sama dengan air biasa, hanya
kandungan oksigen terlarutnya lebih banyak. Sementara air heksagonal,
selain mengandung oksigen lebih banyak, juga formasi struktur molekul
H2O-nya berbeda. Sehingga sifat-sifat lainnya agak berbeda, baik dengan air
biasa maupun beroksigen.
Kemampuan air mengikat oksigen sangat terbatas sehingga oksigen
terlarutnya dapat lepas kembali. Begitupun dengan air heksagonal, ia dapat
rusak oleh suhu, sinar matahari, atau sebab lainnya. Oleh karena itu
sebaiknya jangan terlalu lama menyimpan keduanya. Meskipun air
beroksigen dan air heksagonal memiliki kelebihan dibandingkan dengan air
biasa, keduanya bukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit. Air hanya
mendukung terciptanya kesehatan yang lebih optimal sehingga tubuh
mampu melindungi diri dari ancaman penyakit


Air Minum Beroksigen & Heksagonal
Dengan alasan gaya hidup sehat, air minum dengan kandungan oksigen dan
heksagonal gencar dipasarkan. Katanya, sih, bisa bikin badan jadi lebih fit.
Padahal ada teori yang menyatakan, kalau oksigen terlalu banyak masuk ke
dalam tubuh, bisa memicu timbulnya radikal bebas. Jadi?
Apa beda air minum dalam kemasan dengan air biasa? Menurut Dr.
Rimbawan dari Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga
Fakultas Pertanian, IPB, "Umumnya, air minum biasa (air minum dari keran
rumah) hanya memiliki kandungan oksigen 5 - 7 ppm/liter, sementara air
minum dari mata air pegunungan memiliki 10 - 12 ppm/liter. Air ini terasa
lebih dingin dan sejuk karena kandungan oksigennya yang lebih tinggi."
Air minum dari mata air pegunungan biasanya terasa lebih segar saat
diminum. "Bisa diasumsikan, bila kandungan oksigen dalam air lebih banyak,
air pun lebih segar. Semakin rendah temperatur, oksigen yang terlarut dalam
air meningkat. Ini seperti ketika kita minum air es. Rasanya lebih segar
dibanding air biasa. Intinya, oksigen membuat tubuh menjadi lebih segar,"
paparnya.
Namun, secara alamiah, kebutuhan tubuh akan oksigen diperoleh melalui
saluran pernapasan. Semua proses dalam tubuh manusia memerlukan
oksigen. Oksigen dihirup melalui hidung, masuk ke paru-paru. Tapi udara
yang tercemar polusi membuat kandungan oksigen pun makin rendah.
OKSIGEN MENINGKAT
Salah satu upaya meningkatkan kadar oksigen yang masuk ke dalam tubuh
adalah dengan air minum kemasan. "Dalam air minum kemasan, kadar
oksigennya ditambah sehingga ada yang disebut air minum beroksigen dan
air heksagonal," jelas Rimbawan.
Bentuk molekul air dalam keadaan normal seperti huruf V. Secara alamiah,
kandungan oksigen dalam air biasa masih rendah. Kemajuan ilmu
pengetahuan membuat kadar oksigen dalam air dipaksa meningkat. "Namun,
begitu air berubah menjadi es, bentuknya akan tertata rapi dan muncul
rongga-rongga. Ini membuat oksigen terjerembap masuk di dalamnya,"
terang Rimbawan.
Teknik inilah yang dipakai produsen untuk meningkatkan kadar oksigen
dalam air. Sementara teknik pembuatan air heksagonal memerlukan
teknologi yang lebih kompleks. Kandungan oksigen pada heksagonal pun
lebih tinggi dibanding air minum beroksigen. Secara teori, kandungan
oksigen dalam air mendatangkan manfaat positif bagi tubuh.
Namun, teknologi ini masih menyimpan pertanyaan besar. "Apakah benar
oksigen yang terlarut dalam air tersebut dapat bertahan hingga bisa diserap
usus?" ujar Rimbawan yang mengakui, penelitian tentang kadar oksigen
dalam air minum kemasan belum banyak dilakukan.
Salah seorang yang melakukan penelitian tentang penyerapan air beroksigen
dalam usus adalah Prof. Dr. Olaf Adam dari Lembaga Farmakologi dan
Toksikologi Walter Straub di Universitas Ludwig-Maximilian, Munich, Jerman.
"Hasilnya, asal kadarnya 80 ppm dan diberikan percobaan pada kelinci,
ternyata dapat meningkatkan oksigen dalam darah. Tapi percobaan ini belum
dilakukan pada manusia," lanjut Rimbawan.
Tentang pembuatan air minum beroksigen dan air heksagonal, lanjutnya,
"Tujuannya memang bagus, meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Tapi
harus dipastikan tubuh memang benar-benar memerlukan dan
membutuhkan tambahan oksigen. Sebab, belum diketahui secara pasti, apa
efek samping konsumsi air beroksigen secara terus-menerus."
Menurut Rimbawan, ada beberapa kriteria seseorang dikatakan
membutuhkan tambahan oksigen dalam tubuhnya. Di antaranya, mereka
yang merasa cepat lelah saat berolahraga. "Ada juga penelitian yang
menunjukkan seorang olahragawan yang diberi minum air beroksigen,
phyisical endurance-nya menjadi lebih lama, kurang-lebih 28 detik. Untuk
seorang pelari, waktu 28 detik ini tentu sangat berarti. Tapi ini juga masih
kontroversial, karena buktinya masih terbatas," ungkap Rimbawan
AWAS RADIKAL BEBAS
Gencarnya iklan air minum beroksigen dan air heksagonal membuat
masyarakat mulai berpikir untuk mengonsumsinya. Kampanye gaya hidup
yang lebih sehat dengan meminum air berkualitas prima pun didengungkan.
Beberapa yang sudah mencoba mengaku stamina tubuhnya meningkat.
Bahkan, ada yang mengklaim air tersebut mampu menyembuhkan penyakit
dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh.
Rimbawan terkesan berhati-hati menyikapi fenomena ini. Kemasan air
minum beroksigen dan air heksagonal sekilas mirip dengan air biasa. Hal ini
tak jarang membuat masyarakat mengonsumsinya tanpa batas. "Padahal,
ada teori yang menyatakan, radikal bebas akan terbentuk ketika oksigen
yang masuk ke dalam tubuh terlalu tinggi. Jika terlalu banyak, kemungkinan
oksigennya akan menjadi reaktif. Ini dapat memicu radikal bebas," terang
Rimbawan.
Padahal, lanjutnya, radikal bebas tersebut dapat memicu beberapa penyakit,
di antaranya kanker. Jadi, kata Rimbawan, "Sebaiknya lebih hati-hati
mengonsum air minum yang mengandung oksigen."
JERNIH & TANPA RASA
Sekitar 70 persen berat tubuh manusia dewasa berupa air. Normalnya,
seseorang memerlukan 1,5 liter air setiap hari. Kualitas air yang diminum
seseorang harus sesuai dengan standar kesehatan. "Masyarakat sebaiknya
memerhatikan kualitas air yang mereka konsumsi. Air yang sehat tentu air
yang bebas dari pencemaran," kata Rimbawan. Indikasinya, "Jernih, tidak
berbau dan tidak berasa."
OKSIGEN BERKURANG JIKA...
Dosen IPB ini menyarankan masyarakat agar memerhatikan kemasan dan
cara konsumsi yang benar dari air minum beroksigen. Kestabilan kadar
oksigen dalam air sangat rentan dan faktor temperatur memegang peran
penting. "Semakin tinggi temperatur, makin besar kemungkinan kandungan
oksigen dalam air berkurang," jelas Rimbawan.
Temperatur tinggi juga membuat kadar oksigen mudah terlepas. Jadi, air
minum beroksigen dan air heksagonal tak boleh terkena sinar matahari
secara langsung dan dalam waktu yang cukup lama. "Kemasan dan
penyimpanannya harus benar-benar diperhatikan. Terutama setelah segel
atau tutupnya dibuka."
Sebuah penelitian terhadap salah satu merek air minum beroksigen
memperlihatkan, setelah dibuka selama 3 hari, kandungan oksigen yang
semula 120 ppm turun menjadi 80 ppm. Bila itu terjadi, "Air beroksigen atau
air heksagonal pun akhirnya berubah menjadi air minum biasa."
Bagaimana dengan air beroksigen yang kini diberi aneka rasa, misalnya rasa
stroberi atau jeruk? "Sebetulnya sama saja. Bedanya cuma diberi perasa,"
ujar Rimbawan. (Nova).

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:665
posted:11/8/2010
language:Malay
pages:18
Description: Seputar Air untuk Kesehatan